What Can I Do To Make You Happy // 2Shin UKISS

What Can I Do To Make You Happy

Pairing :: 2Shin UKISS

by ThenaKim

 

Magnae.

Well, yeah!

Sungguh aku sangat suka ketika kau memanggilku seperti itu. Aku sangat suka ketika kau memperlakukanku sangat manis hanya karena aku yang paling muda. Yup, itu membuatku terlihat sangat spesial dihadapanmu, Hyung.

Kau tahu?

Tidak. Kau tak akan pernah tahu. Karena mungkin selamanya bagimu aku hanyalah adik yang paling kecil, adik yang sangat kau sayangi, tidak lebih.

Meski begitu aku sangat mencintaimu.

Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu bahagia?

0o0o0o0o0

“Hyung, kau kelihatan lelah.” Aku duduk disamping Soohyun Hyung yang sudah memejamkan matanya ketika kami masuk ke dalam van. Tumben sekali, jarang-jarang leader kami duduk di kursi belakang. Biasanya dia selalu duduk di depan. Tapi hari ini dia memilih duduk di belakang dan sudah memejamkan matanya yang tampak lelah.

Soohyun Hyung bergumam pelan sambil menggeser wajahnya, menatapku. “Memangnya kau tidak lelah, Magnae?”

Aku tersenyum kecil mendengarnya memanggilku begitu. Perlahan kusandarkan kepalaku di bahunya dan mulai memejamkan mataku. “Aku sangat lelah. Boleh aku pinjam bahumu untuk tidur sejenak, Hyung?”

Soohyun Hyung terkekeh sambil mengusap rambutku lembut. Perlahan kurasakan kepalanya bertumpu di atas kepalaku. “Tidurlah. Aku akan membangunkanmu ketika kita sampai nanti.”

“Terima kasih, Hyung.” Aku benar-benar berusaha memejamkan mataku. Merasakan kehangatan tubuh leader kami dari lengan kekarnya. Bisa kudengar suara nafas beratnya tepat di atas kepalaku.

Sungguh, aku sangat ingin memilikimu, Hyung. Tak bisakah kau mencintaiku?

0o0o0o0o0

Hari ini U-Kiss sangat senggang. Ini hari libur pertama sejak kami tiba di Jepang untuk melakukan tour concert keliling Jepang. Dan kemarin manajer Hyung yang baik hati memberikanku dua buah tiket menonton pertandingan baseball di Jepang.

How lucky am I?! >.<

“Hyung! Hyung!” Aku berlari masuk ke kamar Soohyun Hyung. Pemuda yang lebih tua dariku itu sudah berpakaian rapih dan langsung menoleh menatapku sambil mengulas senyum. Aku menghampirinya sambil memperlihatkan dua tiket di tanganku. “Ayo temani aku nonton pertandingan Baseball!”

“Wah~ Wah~ Haruskah aku?”

Pertanyaannya membuatku langsung cemberut dan menurunkan kedua tanganku dari hadapannya. “Jadi kau tak mau menemaniku? Apa Hyung sudah ada rencana?”

“Well, aku ingin pergi dengan Hoon ke Tokyo Tower.” senyumnya kembali terulas.

Hoonmin Hyung? Kenapa harus dia? Aku kan ingin memiliki Hyung-KU ini untuk satu hari saja.

Dengan kesal aku langsung berpaling dan meninggalkan Soohyun Hyung. “Ya, sudah. Sana nikmati waktumu dengan Hoonmin Hyung. Aku akan pergi sendiri saja.” gerutuku.

Namun sebelum aku keluar dari kamarnya, kurasakan sepasang lengan kekar sudah memelukku dari belakang. Jantungku berdegup sangat cepat dan kedua kakiku langsung lemas seketika. Soohyun Hyung memelukku?

“Jangan marah, Magnae. Aku bisa menyuruh Hoon pergi dengan AJ. Aku akan menemanimu.”

“Tidak usah. Aku tak mau memaksamu, Hyung.” elakku dengan wajah yang sudah merona. Kugerakkan tubuhku agar terlepas dari pelukannya.

Soohyun Hyung melepaskanku dan mengusap kepalaku lembut. “Aku tak mau Magnae-ku ini hilang di stadion Jepang. Aku akan menemanimu.” ucapnya lagi sambil menarik tanganku keluar dari kamarnya.

Di depan kamar, aku melihat manajer Hyung sudah berdiri dengan berpakaian rapih.

“Kau mau kemana, Hyung?” Soohyun Hyung bertanya.

Manajer Hyung menatapku cepat sambil tersenyum kecil. “Tentu saja ikut menonton pertandingan baseball dengan Dongho. Apa kau juga ikut? Kemarin aku memberikan dua tiket untuknya.”

What the hell?!

Aku membulatkan mataku shock. “Jadi Hyung juga ikut?!”

“Kenapa? Apa aku tak boleh ikut?”

Aku langsung menggigit bibir bawahku menahan kesal. Huh~ Jadi ini bukan kencanku dengan Soohyun Hyung, dong?! Manajer Hyung menyebalkan.

0o0o0o0o0

Kami naik Shinkansen dalam perjalanan menuju Stadion Baseball. Beruntung kami tidak ada di Seoul, jadi tak satupun dari kami (aku dan Soohyun Hyung) yang memakai penyamaran apapun. Oh, ayolah! Kemungkinan kami bertemu KissMe di stadion baseball itu hanya lima persen, kan?😀

Setelah keluar dari stasiun bawah tanah, kami bertiga berjalan kaki menuju stadion yang letaknya sudah tak terlalu jauh. Selama perjalanan Manajer dan Soohyun Hyung terus membicarakan hal yang beragam. Mulai dari jadwal kami di Jepang sampai ke masalah kekasih. Aku mungkin satu-satunya yang tak mau ambil bagian dalam pembicaraan mereka, karena aku hanya sibuk mencuri pandang kearah Soohyun Hyung.

“Magnae! Apa ada yang kau suka belakangan ini?” Pertanyaan Soohyun Hyung membuatku tersentak.

Yang kusukai? Tentu ada.

“Humm… Ada.” jawabku asal.

“Siapa?” Bisa kulihat mata Soohyun Hyung tampak penasaran memandangiku.

Aku memutar bola mataku sambil berjalan meninggalkannya. “Siapa saja. Itu bukan urusanmu, Hyung.”

Untuk sesaat aku tak mendengar respon apapun dari Soohyun Hyung. Kuputuskan untuk menoleh dan saat itu kulihat matanya menatapku tajam. Ada apa dengannya?

“Oh, baiklah.” Setelah menjawab begitu, Soohyun Hyung kembali mengobrol dengan manajer Hyung.

Apa yang salah dengan kata-kataku?

0o0o0o0o0

Selama pertandingan aku kira suasana diantara kami akan menjadi canggung karena Soohyun Hyung tampak marah sebelumnya kepadaku. Tetapi moodnya berubah kembali menjadi sebelumnya, seakan-akan dia lupa dengan apa yang terjadi tadi.

Beberapa kali kulihat dia mengambil gambar dengan kamera ponselnya dan berkali-kali juga dia menyuruhku berpose dan memfotoku. Ini saat-saat yang sangat kusukai.

Dua jam berlalu dan pertandingan itu usai. Kami bertiga segera keluar dari stadion.

“Aku mau es krim.” gumamku sebentar.

“Aku juga mau.”

“Tadi kulihat ada penjual es krim disana. Biar aku membelikannya untuk kalian.” Manajer Hyung langsung meninggalkan kami berdua di depan stadion.

Tinggallah kami dan aku hanya diam. Kulirik Soohyun Hyung yang hanya melihat hasil fotonya tanpa bicara apapun. Apa dia kembali kesal padaku?

“Hyung?”

“Hmm.”

“Kau marah, ya?”

“Marah?” Soohyun Hyung menatapku heran sambil memasukkan ponselnya ke saku jeansnya. “Marah kenapa?”

“Karena aku tak menjawab pertanyaanmu tadi.”

“Pertanyaan yang mana?”

“Tentang seseorang yang aku suka.” Kini aku menunduk sambil bersandar di tembok stadion. Tak ada balasan apapun darinya dan kuputuskan kembali menatapnya. Soohyun Hyung sudah menatap lurus ke depan dengan raut wajah datar. “Kau benar-benar marah?”

Pemuda itu langsung menghela nafas. “Sudahlah. Sejak awal kau bilang itu bukan urusanku dan aku tak mau mengungkitnya.”

“Maaf.” bisikku penuh sesal. Aku tak ingin dia marah. Aku hanya tak mungkin mengatakan kalau dia adalah orang yang aku sukai. Orang yang kucintai. Aku takut dia menolak dan menjauhiku. Itu wajar, kan? Cintaku terhadapnya tidak benar. Aku dan dia sama-sama laki-laki dan bukan hal aneh kalau Soohyun Hyung itu Straight. Karena itu aku takut dia menjauh dariku karena menganggapku tidak normal.

Soohyun Hyung tak membalas ucapanku dan langsung berdiri ketika Manajer Hyung menghampiri kami. Dia mengambil es krim coklat yang dibawakan Manajer Hyung. “Ayo kita pulang, Hyung.”

“Apa tak sebaiknya kita makan malam di luar?”

“Tidak.” Soohyun Hyung membalas dengan datar. “Aku tidak lapar.”

Dia marah.

0o0o0o0o0

Aku suka ketika Soohyun Hyung memanggilku Magnae. Aku suka ketika dia mengusap kepalaku lembut. Ya, itu membuatku terkesan spesial untuknya. Aku tak pernah mau melihatnya marah, apalagi marah terhadapku. Itu membuatku terluka dan sakit.

Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu bahagia?

“Mana Soohyun Hyung?” Hoonmin Hyung menghampiriku begitu dia sampai di hotel bersama dengan Jaeseop Hyung. Sepertinya perjalanan keduanya ke Tokyo Tower sangat menyenangkan. Kulihat wajahnya tampak ceria.

Aku mengangkat bahu enggan tanpa mengalihkan tatapanku dari layar PSP-ku. “Entahlah.”

“Tadi dia ingin aku membelikannya kue Dango.” Hoonmin Hyung memperlihatkan sebuah kantong di tangannya. “Dongho, tolong berikan kepadanya.”

“Kenapa tidak Hyung yang lakukan sendiri?”

“Jangan menolak perintah Hyung-mu, Shin Dongho.” Jaeseop Hyung menarikku berdiri dan mengambil PSP yang sejak tadi kumainkan. Ditariknya kantong di tangan Hoonmin Hyung dan segera diberikannya kepadaku. “Cepat berikan ini kepada Soohyun Hyung, Magnae.”

“Huh~ Kalian menyebalkan.”

Sesungguhnya aku takut bertemu dengan Soohyun Hyung. Aku tahu dia marah karena itu aku takut. Kalau dia marah aku akan merasa sakit hati. Aku lebih suka menghindarnya karena aku tak pernah tahu apa yang seharusnya kulakukan.

Kuketuk pintu kamar Soohyun Hyung pelan. Sangat pelan. Tak ada jawaban.

Perlahan kubuka pintu kamar itu dan kudengar Soohyun Hyung sedang bicara dengan seseorang. Sepertinya di telepon. Mungkin itu alasan dia tak mendengar suara pintu tadi.

“Ya. Oppa tahu.”

Oppa? Dia sedang bicara dengan seorang perempuan?

“Oppa akan pulang satu minggu lagi. Jangan terlalu merindukanku.” Dia terkekeh pelan.

Jujur saja, hatiku sakit mendengarnya. Dia sudah punya kekasih? Aku memang pernah mendengar kalau Soohyun Hyung sudah punya kekasih. Tapi aku kira itu hanya kebohongan? Perlahan bisa kurasakan air mata mulai memenuhi mataku. Namun aku berusaha untuk tak menangis.

Aku bahkan belum mulai maju untuk memperjuangkan perasaanku kepadanya.

“Iya. Selamat tidur. Mimpi indah.” Akhirnya Soohyun Hyung selesai bicara dan langsung menoleh kearahku. Dia terkejut, “Dongho? Sejak kapan kau ada disana?” Segera dia mendekatiku, tapi entah kenapa aku justru mundur. “Dongho, kenapa?”

“H-hoonmin Hyung menyuruku memberikan ini kepadamu.” kuulurkan tanganku untuk memberikan kantong yang kubawa dan Soohyun Hyung langsung mengambilnya.

“Wah~ Kuenya sudah sampai. Kau mau ikut makan denganku?”

Aku segera menggeleng. “Tadi itu… Kekasihmu?” Kuberanikan diri untuk bertanya.

Butuh waktu lama bagi Soohyun Hyung untuk menjawabku sampai akhirnya dia hanya tersenyum kecil. “Kenapa? Kau cemburu, Magnae?”

“Ti-tidak! Sudah! Aku mau kembali ke kamarku!” Aku menyembunyikan rona merah dari wajahku dan langsung memunggunginya. Tapi sebelum aku keluar, Soohyun Hyung menahan tanganku. “Lepaskan aku, Hyung.”

“Kau cemburu, kan?” Dia kembali bertanya.

“Tidak.”

“Ayolah, Magnae. Kau kira kau bisa membohongiku, Hyung-mu?” Kini dia sudah terkekeh sambil menarikku agar menatapnya. Dia menepuk kedua pundakku sambil mensejajarkan kepalanya di hadapanku. “Merasa cemburu kalau aku punya kekasih?”

Kugigit bibir bawahku. Aku benci digoda seperti ini. “Tidak.”

“Cih, keras kepala.” Soohyun Hyung akhirnya melepaskanku.

Apa dia tak tahu apa yang dilakukannya itu justru membuatku semakin kesal?

“Kalau kubilang gadis tadi itu memang kekasihku, bagaimana?”

“Lakukan sesukamu! Itu bukan urusanku!” Entha kenapa mendadak emosiku naik mendengar pertanyaannya. Jangan salahkan aku, aku masih terlalu muda untuk bisa menahan amarahku, kan?

Pandangan Soohyun Hyung mendadak datar ketika menatapku. “Memang bukan urusanmu.” jawabnya dengan nada sarkastik.

Kau menyebalkan, Hyung!

Tanpa kusadari air mataku mulai menetes dan Soohyun Hyung menatapku kaget. Sial! Kenapa aku tak bisa menahan air mataku? Ini memalukan!!

“Dongho, kau menangis?”

“Bukan urusanmu!” Aku mengelak ketika Soohyun Hyung merengkuh kedua lenganku.

“Hey!” Kali in dia membentakku dan otomatis aku menatap kearahnya dengan kaget. “Kenapa kau menangis?” Raut wajahnya sarat dengan kekhawatiran.

Aku mengalihkan tatapanku darinya. “Karena Hyung.”

“Aku? Apa yang kulakukan sehingga membuatmu menangis?”

Kau bahkan tak sadar dengan kesalahanmu, Hyung?

“Sudah jangan hiraukan aku.” Aku berusaha mengelak tapi Soohyun Hyung memegangiku semakin erat. “Urusi saja kekasihmu itu!”

Sejenak Soohyun Hyung terdiam. Tapi berikutnya dia sudah tertawa keras.

“Apa yang lucu?! Ini tidak lucu, Hyung!”

“Tidak lucu? Tentu saja kau sangat lucu, Magnae!” Dia mengacak rambutku sambil tertawa. “Jadi kau percaya?”

Ehh?

“Aku berbohong.” Tawanya berhenti dan dia tersenyum kecil menatapku. “Tadi itu adik sepupuku. Dia bilang sangat merindukanku. Dia masih sepuluh tahun, kau kira aku akan mengencani anak di bawah umur, eh?”

Aku dibohongi?

“Ja-jadi Hyung bohong?” tanyaku tak percaya.

Pemuda itu kembali tertawa. “Aku ingin membuatmu kesal. Mungkin itu balasan karena membuatku kesal tadi siang.”

“Ba-balasan?”

“Hey, Magnae. Kau kira aku tak tahu kalau kau suka mencuri pandang ke arahku? Kau kira aku tak tahu kalau kau sering mengigau memanggil namaku dalam tidurmu? Kau kira aku tak tahu kalau namaku di ponselmu kau tulis dengan sebutan my beloved leader?” Dia mengulas seringaian tipis dan tu membuat tubuhku kaku.

Oh my God.

“Kau kira aku tak tahu kalau kau menyukaiku?”

Knock down. Aku kalah telak!

Aku menunduk dalam. Tak ada satupun kata-kata yang bisa kuucapkan untuk membela diriku sekarang ini.

Kudengar lagi Soohyun Hyung menghela nafas. “Aku kesal saat kau bilang ada yang kau sukai tapi kau tak mau mengatakan padaku siapa orangnya. Karena itu tak ada salahnya kalau aku membuatmu cemburu sedikit, kan? Itu adil.”

Dia menyebalkan. SANGAT.

“Kenapa hyung ingin balas dendam?” Aku bertanya pelan.

“Kalau tidak begitu, aku tak akan punya kesempatan untuk melihat sisi cemburumu, Magnae!” Perlahan dia kembali merengkuh kedua lenganku dan perlahan menarik wajahku agar menatapnya. Dia tersenyum lembut. “Aku tak akan punya kesempatan untuk mengatakan padamu, bahwa aku juga mencintaimu.”

WHAT?!

Kedua mataku membulat tak percaya. “Bohong!”

“Buat apa aku bohong?”

“Hyung selalu menggodaku. Hyung pasti berbohong hanya untuk membuatku senang!” Aku menggeleng, masih tak percaya dengan apa yang diucapkannya tadi. Tapi perlahan Soohyun Hyung langsung memelukku erat. “Hyung?”

“Untuk saat ini, aku tak butuh kata-kata cinta darimu, Magnae. Aku hanya ingin mengataknnya, tapi aku tak ingin menjadi kekasihmu.”

“Ehh?”

Dia melepaskanku dan tersenyum. “Untuk sekarang aku menyukai hubungan kita sebagai magnae dan leader dari U-Kiss. Aku tak mau menjadi kekasihmu karena itu akan menyebabkan hal buruk mungkin terjadi. Jadi aku mengatakannya bukan untuk menjadikanmu kekasihku, tapi untuk membuatmu tahu kalau aku juga mencintaimu.”

Hyung…

“Apa itu akan membuatmu bahagia?” Aku bertanya pelan.

Soohyun Hyung mengangguk. “Belum saatnya aku menjadi kekasihmu. Dan hubungan yang seperti ini membuatku merasa lebih nyaman dan bahagia. Apa itu mengganggumu?”

Perlahan aku menggeleng dan tersenyum menatapnya. “Tidak apa-apa. Aku bersedia menunggu.” jawabku sambil menggenggam tangannya.

Aku akan melakukan apapun asal kau bahagia, Hyung.

Soohyun Hyung mengusap rambutku. “Bagus. Kau memang magnae-ku, Shin Dongho.”

“Tapi mulai sekarang izinkan aku terang-terangan mencintaimu!” Aku sudah cemberut menatapnya. “Dan jangan mesra-mesraan dengan gadis lain.”

“Izin diberikan!” Soohyun Hyung tertawa sambil menepuk kepalaku lembut.

Tidak apa-apa untuk sementara kami seperti ini. Asal aku tahu dia mencintaiku, itu sudah sangat cukup bagiku.

Aku akan menunggumu, Hyung.

3 thoughts on “What Can I Do To Make You Happy // 2Shin UKISS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s