Dating

Tittle: Dating

Main Cast: HanChul

Genre: Fluff, Romance, GS, SongFict

Lenght: Oneshot

Song Theme: 연애시대 [Shall We date?] by Lee SeungGi :: Tonight album

.

Biasanya aku akan mengawali sebuah cerita di sore hari, apa kalian menyadarinya?

Tidak? Hahaha, tidak masalah!

Kali ini aku akan mengawalinya di siang saat musim panas. Bayangkan saja bagaimana panasnya saat itu. Begitu juga suasana yang melingkupi ruang rapat di ujung koridor kampus, beberapa orang terlihat menatap seorang yeojya yang juga menatap satu persatu orang yang ada di sekelilingnya.

“Bagaimana?” yeojya itu membuka suara saat dilihatnya orang yang ada di sekitarnya masih terlihat shock.

Namja yang duduk di paling ujung menghela napas pelan.

“Kau yakin Chullie-ah?” tanya namja itu.

Yeojya itu mengangguk pasti lalu mengedarkan pandangannya dan tersenyum manis, terlalu manis untuk ukuran yeojya yang lebih sering menyeringai daripada tersenyum selama ini. Beberapa orang tercengang melihat senyuman yang memang manis itu. Aishh mereka pasti berpikir bahwa seharusnya mereka mengabadikan moment tadi karena itu moment yang langka.

Melihat seorang Kim HeeChul, yeojya dari jurusan Komunikasi itu tersenyum setulus itu.

“Tentu saja, apa kalian tidak ingin melakukan sesuatu untuk membantu sesama? Kita masih mahasiswa dan uang yang kita dapat juga masih dari orang tua kita -ah walaupun beberapa diantara kita yang sudah memiliki pekerjaan sampingan- tapi tentunya itu sedikit membuat kita ‘berat’ untuk beramal!” ujar Heechul semangat.

Benar-benar orang yang bisa mengendalikan susana di sekitarnya.

“Lalu apakah itu tidak terlalu ekstrim?” tanya yang lain.

Heechul menggeleng. “Ani. Toh kita tidak melakukan hal yang buruk. Daripada kita hanya melelang barang-barang itu sudah sangat biasa dan mungkin hanya sedikit yang tertarik. Kalau kalian setuju dengan usulanku kita bisa membantu lebih dari satu hal, yang pertama kita bisa membantu mereka dengan barang-barang yang seharusnya kita lelang. Kedua kita bisa memberikan mereka sejumlah uang dari hasil lelang kita!”

Semuanya sibuk mendengarkan Heechul ada yang menganggukkan kepalanya, ada yang menompang dagunya dengan ekspresi berpikir. Heechul memandang dengan tatapan ayolah-setujui-saja-usulku!

“Aku tidak habis pikir, darimana kau bisa mendapatkan ide segila ini?” ujar salah satu namja.

Heechul melirik ke arah namja itu lalu memutar bola matanya seakan-akan itu pertanyaan konyol.

“Aish,, itu tidak penting, yang penting kita tidak menyalahi aturan juga. Aku pernah membaca novel koleksi eommaku!” sahut Heechul.

Hahahaha, dia menjawab juga pertanyaan itu.

“Jadi bagaimanaa? Aku yakin pasti akan banyak yang tertarik!” Heechul bertanya lagi.

“Sekarang pertanyaannya, siapa yang akan kita lelang?”

Hmm,, pertanyaan yang bagus, tapi kenapa pertanyaannya ‘siapa’ bukan ‘apa’? memangnya mereka mau melelang apa sih?

Heechul menyeringai membuat aura di ruangan itu benar-benar terasa berubah.

“Semua yeojya yang belum memiliki namja chingu dan cantik menurut kriteria namjadeul!” sahut Heechul pelan tapi semua bisa mendengar sahutannya.

Apa? MELELANG YEOJYA?

Ah, semua orang pasti tahu kalau Heechul gila tapi semua orang tidak akan menyangka kalau Heechul akan segila ini!

Melelang para gadis yang belum memiliki pacar, apa yang sebenarnya ada dipikiran Heechul?

“Baiklah aku pikir tidak ada salahnya kalau hanya ‘melelang’ kencan! Kita harus segera mencari yeojya yang mau melakukan ide konyol AB line itu!” ujar namja yang duduk dipaling ujung.

Heechul tersenyum seraya menepuk kedua telapak tangannya.

Mereka akan melelang kencan? WOW benar-benar kumpulan orang aneh.

Heechul yang suasana hatinya sangat baik karena usul gilanya disetujui pun langsung menulis sesuatu di kertas yang ada di hadapannya, sedangkan yang lain mulai membicarakan hal lainnya yang dibutuhkan untuk acara festival musim panas tahun ini.

Ya, kegiatan ‘lelang kencan’ itu untuk kegiatan amal yang merupakan rangkaian acara festival musim panas di kampus mereka. Tapi cara yang mereka lakukan sedikit aneh!

Baiklah jangan bahas keanehannya itu toh ketua panitia festival kali ini sudah mensetujuinya.

Heechul mengetukan tempat pensilnya di meja, membuat semua orang menoleh menatapnya.

“Ada apalagi Chullie-ah?” tanya namja yang duduk di ujung sekali lagi, sepertinya dia sedikit jengah dengan kelakuan Heechul yang tidak bisa di tebak.

Seandainya Heechul bukan pemimpin redaksi majalah kampus, usul tersebut bisa saja tidak akan yang mau mendengarkan.

Sekarang dengan seenaknya membuat berisik dengan membuat suara gaduh yang berasal dari tempat pensil dan mejanya yang beradu.

Heechul memberi deathglare ke arah namja itu lalu berbalik menatap yang lainnya.

“Aku sudah mendaftar beberapa yeojya yang akan kita lelang kencannya! Kalian cari yang lainnya!” ujar Heechul diam sebentar menatap sekelilingnya yang tiba-tiba terdiam.

Nuguya?” tanya namja tampan yang ada diujung meja.

Heechul menyeringai licik.

“Lee Sungmin dari jurusan Komunikasi, temanku. Kim Ryeowook dari jurusan Seni, Hyukkie dari jurusan biologi, dan Kim Kibum dari jurusan Kedokteran!” Heechul membaca semua nama yang sudah ia daftar.

Namja yang paling ujung langsung terbelak kesal.

“Ya.. apa yang kau pikirkan? Kibum itu kekasihku!” teriaknya kesal.

Heechul bukannya takut dia malah tertawa keras. “Hahahaha, Choi Siwon-ssi kalau kau tidak mau kekasihmu kencan dengan namja lain aku akan menunggu tawaran terbaik darimu!” sahut Heechul seraya menyeringai licik.

Semua orang tidak bisa menahan rasa heran mereka dengan makhluk satu itu.

“Kau tadi menyebutkan kalau tidak boleh yeojya yang memiliki namja chingu!” namja yang ternyata bernama Siwon itu semakin kesal dengan temannya itu.

Bagaimana ia bisa terima jika yeojya chingunya harus di lelang.

“Pengecualian untuk mereka berempat, karena selain mereka cantik -pasti banyak peminatnya (?)- namja chingu mereka pun sangat protektif dan kaya! Jadi kami menunggu penawaran terbaikmu!” Heechul memainkan pensilnya.

“Belum tentu mereka setuju!” ujar Siwon.

Heechul terkekeh.

“Aku sudah mengirim mereka pesan Choi Siwon dan jawaban mereka adalah SETUJU! Jadi mereka akan melakukannya untuk acara amal -begitulah yang aku katakan- dan lebih baik kau memikirkan tawaran yang bisa menyelamatkan yeojya chingumu itu, ah jangan lupa juga beri kabar pada namja chingu yang lainnya aku sedang malas memberitahu mereka!” sahut Heechul santai.

Siwon menggeram kesal pembicaraan dua arah yang sangat menyebalkan, bagaimanapun Siwon akan kalah jika Kibum saja sudah menyetujui.

Aishh bukan masalah uangnya, lebih baik dia memberikan berapa pun uang begitu saja asal Kibumnya tidak dipajang layaknya barang lelangan.

Oh Siwon-ah pikiranmu benar-benar negatif, apa arti kata dipajang bagimu?

Siwon mengusap belakang kepalanya frustasi, tapi kemudian sebuah ide terlintas di otaknya. Dia yakin dia bisa mengalahkan Heechul kali ini.

Siwon melirik yeojya cantik itu dan menyeringai sedikit.

“Ah mohon perhatiannya!” Siwon mengetukan tangannya di meja membuat semua menatap sang ketua panitia festifal itu. “Aku juga memiliki salah satu usulan untuk acara lelang kencan -yang tidak masuk akal itu- Kim HeeChul-ssi aku juga mengajukan kau untuk menjadi salah satu yeojya yang melelang kencanmu. Eottoke?”

Heechul terbelak.

“Kau sangat memenuhi syarat Heechul-ssi, kau cantik tidak ada yang meragukannya! kau punya banyak penggemar di kampus ini. Yang terpenting kau BELUM MEMILIKI NAMJA CHINGU!” Siwon tersenyum manis.

“Ah benar, kita pasti juga bisa mendapatkan banyak uang darimu Heechul-ah!” ujar salah satu dari mereka yang mendapatkan persetujuan dari yang lainnya.

Keputusan mutlak dalam musyawarah adalah mufakat kan?

Heechul menatap kesal ke arah Siwon. Dia tidak bisa menolak. Cihh menyebalkan.

“Aku akan meminta oppaku untuk membeliku!” sahut Heechul enteng. Dia memang tidak memiliki namja chingu -ah maksudku BELUM, tapi dia akan mendapatkannya suatu saat nanti- lagipula dia memiliki oppa yang bisa ia suruh untuk membelinya. Keluarganya juga merupakan salah satu donatur terbesar di kampus ini.

Hasil rapat yang mengejutkan!

.

I always used to be unstoppable

But little by little, i am getting cautious

On the out side, I pretend to not have interest

I pretend to be a cold city man

Namja itu berjalan malas dia melihat sekitarnya yang memperhatikannya. Apa ada yang salah dengan penampilannya? Dia menatap penampilannya, tidak ada yang salah. Semua masih pada tempatnya (?) dia juga hanya memakai kaos dan jaket seperti namja lainnya.

Lalu apa yang salah? Kenapa semua menatapnya seperti itu? Ah biarkan saja!

Dia juga baru datang dari China, hari ini hari pertamanya menginjakkan kaki di negeri gingseng ini. Sebenarnya jadwal kuliahnya baru dimulai besok.

Entah apa yang dilakukan oleh orang tuanya hingga dia bisa pindah di pertengahan semester seperti ini!

Ah sekali lagi tidak ada yang perlu diribetkan, intinya saat ini dia sudah ada di sini, jauh dari orang tuanya, belajar untuk mandiri. Bukan kah itu yang ia inginkan sejak dulu?

HanGeng.

Nama namja itu HanGeng. Dengan enggan dia melangkah memasuki gedung kampus itu. Fakultas Budaya.

Hmm dia memang sangat suka dengan budaya yang membuatnya menentang keinginan appanya yang menginginkan ia belajar bisnis.

Matanya menyusuri papan pengumuman yang ada di dinding. Mencari sesuatu yang bisa menarik perhatiannya.

Festival Musim Panas.

HanGeng membaca brosur yang tertempel di papan pengumuman. Sepertinya menarik melihat acara-acara yang diadakan festival musim panas di kampus ini.

Beberapa saat kemudian matanya terbelak membaca satu kolom.

.

Ingin berkencan sekaligus beramal?

Untuk pertama kalinya hadir di kalangan kampus

Nikmati kencan dengan yeojya yang membuatmu terpesona

Kau akan mendapatkan kencan terbaik dari yang kau bayangkan ^^

Cukup dengan penawaran terbaik dan kau akan mendapatkan yang terbaik dari penawaranmu.

10 June.. 09.00 auditorium

.

HanGeng masih terpana melihat pengumuman itu. Dia tidak habis pikir apakah di Korea sekarang sedang trend melelang kencan?

Apa coba maksudnya penawaran terbaik?

Itu berarti lelang kan?

10 Juni berarti acara itu sekarang. Aisshh, hari pertama ke kampus sudah ada hal yang membuat penasaran lebih baik HanGeng melihatnya. Dia menarik kertas yang ia lipat di kantong celananya.

Peta kampus ==a

Ruang auditorium ada di lantai 3, lebih baik sekarang ia segera kesana jika ingin melihat kegiatan yang menurutnya aneh itu.

Seumur hidupnya dia tidak pernah mendengar penawaran untuk sebuah kencan, apalagi ditambah dengan embel-embel beramal.

Tuhan, siapapun yang memiliki ide gila ini pasti orang yang sangat tidak waras.

HanGeng memilih menaiki tangga dari pada menggunakan lift yang tersedia -sebenarnya sih dia masih belum tahu kalau ada lift-, sesekali ia melihat pandangan beberapa yeojya yang berpapasan dengannya menatap kagum.

Oh ya, bukannya HanGeng tidak sadar jika yeojyadeul itu menatap ke arahnya. Eommanya sendiri bilang kalau dia itu termasuk namja yang good looking. Hanya saja sepertinya HanGeng masih belum paham apa yang dianggap good looking dari dirinya.

Sudahlah itu tidak penting, yang penting sekarang HanGeng sudah ada di lantai tiga dan yang dia lihat adalah keramaian yang sangat tidak biasa jika kalian ingat kalau ini adalah lingkungan kampus.

Hangeng berjalan menghampiri kerumunan itu. Senersit rasa penasaran saat orang yang berkumpul dan mayoritas adalah namja berteriak seakan-akan ada pertandingan bola kesukaan mereka atau mungkin grup band idola mereka.

Dengan langkah santai HanGeng memasuki ruangan itu meskipun dia harus sedikit menggunakan tubuhnya untuk menyeruak kerumunan namja yang berteriak kesetanan itu.

“Baiklah sepertinya uri Siwon tidak membiarkan kekasihnya berkencan dengan namja lain. Gomawo Kibummie, penawaran dari Siwon benar-benar menambah isi kantong amal kita. Kim Kibum sale 500.000 won tentu saja oleh Choi Siwon!” suara seseorang cukup dimengerti artinya oleh HanGeng meskipun bahasa Koreanya belum bisa dikatakan bagus.

Tapi..

Jadi benar kampus ini mengadakan acara lelang kencan untuk amal?

Gila!

HanGeng menatap beberapa yeojya yang masih berdiri di depan. Mata HanGeng sebagai seorang namja tidak mengingkari jika yeojyadeul yang ada di depan sangat cantik.

“Baiklah untuk nomor lelang selanjutnya. Lee Sungmin berapa yang akan kita dapatkan dari princees aegyo kali ini?” suara MC kembali berdengung memenuhi ruangan.

HanGeng melihat seorang namja dengan seringaian yang tidak lepas dari wajahnya mengangkat tangannya.

“Ah, lagi-lagi namja chingu beraksi sebagai pangeran, berapa tawaranmu Cho-ssi?” tanya MC itu.

Namja itu menyeringai.

“500.000 won!”

MC itu lagi-lagi menelan ludahnya.

“Ini tawaran keempat hari ini dengan tawaran pertama melebihi 400.000 won. Adakah namja diantara kalian yang bisa menyaingi tawaran Cho Kyuhyun?” teriak MC.

Sedikit lama menunggu.

“Ah, sudahlah aku sudah transfer ke rekening, biarkan Minnie berkencan denganku!” namja bernama Cho Kyuhyun itu pun beranjak ke depan dan menarik yeojya itu.

“Terserahlah Cho..” MC itu membiarkan Kyuhyun menarik Sungmin “Baiklah sekarang uri princess, KIM HEECHUL”

Sesaat setelah mengatakan nama itu, suara para namja benar-benar menggelegar. HanGeng sempat bingung kemudian dia melihat seorang yeojya berdiri dan tersenyum.

Cantik.

Ah tidak, cantik masih belum cukup menggambarkan yeojya itu.

“Berapakah yang bisa kita dapatkan dari uri princess kali ini. Apakah seperti Lee Sungmin, Kim Ryeowook, Lee Hyukjae, dan Kim Kibum yang ‘diselamatkan’ namja chingu masing-masing? Saya akan menunggu penawaran terbaik dari kalian dan kalian ingat uri Heechullie belum memiliki kekasih jadi kesempatan kalian sangat besar!” MC itu terlihat bersemangat.

HanGeng tidak bisa melepaskan pandangannya, yeojya yang bernama Heechul itu masih tersenyum tapi pandangannya seperti mencari seseorang.

“50.000 won” teriak seseorang.

“Baiklah ada penawaran lain?”

“100.000 won” teriakan kembali terdengar.

What 50.000? 100.00? yeojya secantik itu hanya dihargai semurah itu?

HanGeng terdiam.

“150.000 won!”

“Apakah tidak ada yang ingin menawar lagi, saya akan menghitung mundur, jika tidak ada maka Heechul akan berkencan dengan WuChun” MC kembali berteriak.

“750.000 won!” ujar HanGeng santai.

Semua mata langsung menatap ke arah HanGeng yang berdiri santai seraya memainkan ponselnya. Heechul juga menyipitkan matanya melihat orang yang menawarnya sebanyak itu.

MC masih terdiam.

HanGeng yang merasa diperhatikan menatapa sekelilingnya bingung.

“Apa kurang?” tanya HanGeng pelan dengan wajah polosnya.

“Ah.. ah.. aniya.. baiklah 750.000 won penawaran dari namja tampan ini, adakah kalian para namja yang berniat menawar lagi?”

Hening.

Semua masih menatap ke arah HanGeng.

“Ok, sudah diputuskan, uri Heechul akan berkencan dengan namja tampan itu!” teriak MC itu sangat bersemangat.

HanGeng melenggang santai ke arah Heechul yang masih menatapnya diam, menawarkan tangannya untuk menggandeng Heechul.

Heechul masih terdiam mengambil napas menenangkan diri, tentu saja dia butuh tenang kalau ada yang menawarmu dengan harga setinggi itu? Apalagi Heechul tidak mengenal namja di depannya itu. Heechul menyambut uluran tangan HanGeng dan tersenyum.

Mungkin namja itu memang suruhan kakaknya untuk menyelamatkannya.

HanGeng berbalik dengan tangan menggemgam tangan Heechul dan berjalan mendekati MC.

“Berapa nomor rekeningnya?” tanya HanGeng singkat.

MC itu sepertinya masih sedikit shock dengan penawaran HanGeng mengalahkan penawaran Siwon, Kyuhyun, Donghae, dan Yesung yang semua memberi tawaran 500.000 won untuk menyelamatkan yeojya chingu masing-masing.

MC itu memberikan nomor rekening.

“Sudah aku kirim!” ujar HanGeng seraya memasukan ponselnya ke saku jaketnya dan menarik Heechul yang masih shock.

.

With efforts to turn away and with strange words, I met you

See this isn’t a movie, I’m not that guy from that drama

Now i can’t treat you differently from how I feel

I like you, will you please listen to my honest heart?

Sudah satu minggu sejak acara lelang itu tapi Heechul masih belum memenuhi ‘kewajibannya’ untuk berkencan dengan HanGeng. Bahkan Heechul berkeras untuk mengganti uang HanGeng saat dia tahu bahwa HanGeng bukan suruhan kakaknya.

Saat ini Heechul sedang berada di kafetaria, perutnya sangat lapar setelah mengurusi acara festival musim panas yang semakin padat saja.

Aisshh, padahal tanggung jawabnya sebagai panitia dia kira berakhir di acara lelang kencan yang memang atas ide gilanya. Ternyata Siwon ingin balas dendam dan membuat Heechul kelelahan karena berani melelang yeojya chingunya.

“Apa kau sangat kelaparan Chullie?” tanya sebuah suara yang sudah cukup di hafal Heechul meskipun dia baru mendengarnya selama satu minggu.

Heechul mendongkak menatap HanGeng yang sudah duduk di hadapannya dan tersenyum tipis.

Nde, kau tidak lapar?”

HanGeng menarik piring nasi goreng Heechul dan memakannya satu sendok.

“Ya..” teriak Heechul.

HanGeng hanya diam. “Kau tahu, nasi goreng buatanku masih lebih enak.”

Heechul memandang HanGeng kesal. Dia tidak peduli walau nasi goreng buatan namja China itu lebih enak toh saat ini yang bisa menghilangkan laparnya adalah nasi goreng yang ‘kalah’ enak ini.

“Sedang apa disini? Kau tidak ada kelas?” tanya Heechul sarkastis.

HanGeng hanya terkekeh.

“Aku baru saja keluar kelas saat melihatmu lari-lari ke kafetaria, aku pikir kau kenapa-napa” HanGeng tersenyum lembut.

Heechul diam.

“Kau aneh!”

HanGeng nyengir seraya menatap Heechul yang kembali sibuk dengan makanannya.

“Hei, jangan melihatku terus! Kau membuatku memiliki banyak musuh sejak kau ‘menawar’ku dalam lelang itu. Menyebalkan!” Heechul meletakan sendoknya dengan kesal saat sadar HanGeng mesih melihatnya.

Waeyo?

Kenapa kau mau menawarku setinggi itu? Aku rasa kau bukan tipe namja yang terbiasa membayar untuk sebuah kencan,” sahut Heechul menyeruput jus jeruk, pertanyaan itu sudah ke sekian kalinya ia tanyakan pada HanGeng.

HanGeng hanya diam.

“Dari mana kau tahu?”

Heechul menghela napas, dia tahu HanGeng pasti menggodanya.

“Kau lumayan tampan HanGeng-ssi” ujar Heechul jujur meskipun terselip nada tidak ikhlas saat mengatakannya.

“Aku tahu, tapi aku juga bukan tipe namja yang mudah untuk berkencan,” sahut HanGeng saat seorang pelayan datang mengantarkan satu gelas lemon tea dan satu cup ice cream.

“Maksudmu?” tanya Heechul, HanGeng hanya menyerahkan ice cream itu ke Heechul seraya mengulas senyum sempurnanya.

“Kau pasti suka ice cream di cuaca sepanas ini” guman HanGeng.

“Aku tanya apa maksudmu Han?”

“Eumm.. aku bukan orang yang peduli dengan lingkungan sekitarku Chullie, termasuk yeojya yang memperhatikanku. Kau tahu kau salah satu dari sedikit yeojya yang bisa menarik perhatianku. Yah.. meskipun kita bertemu dalam, situasi dan kondisi yang sedikit tidak biasa” HanGeng mengaduk es lemon tea miliknya sebelum ia meminumnya.

HeeChul hanya diam, kalau boleh jujur HanGeng juga salah satu dari sedikit namja yang berhasil menarik perhatiannya. Heechul menghadap ke arah lain entah kenapa wajahnya terasa memanas saat mendengar penuturan HanGeng.

Namun pandangan mata Heechul justru bertemu dengan dua namja yang membuatnya kesal setengah mati sedang berjalan ke arahnya.

Noona~” teriak dua namja itu langsung berjalan cepat dan memeluk Heechul begitu tiba di tempat Heechul.

“Ya.. lepaskan! Kalian tidak tahu udara sepanas ini?” teriak Heechul yang menarik perehatian beberapa orang yang ada di kafetaria.

Dua namja itu hanya terkekeh dan langsung duduk di sisi Heechul, sehingga Heechul berada di tengah.

“Hai, hyung!” sapa namja dengan mata sipitnya yang semakin tidak terlihat saat tersenyum.

“Hai, kau tidak ada kelas?” tanya HanGeng yang diiringi gelengen dari namja itu.

“Apa Hee noona membuat masalah lagi, hyung?” tanya namja lainnya.

“Apa maksudmu membuat masalah Cho Kyuhyun?” geram Heechul yang tetap sinuk makan ice cream miliknya.

HanGeng terkekeh melihat tiga orang di hadapannya.

“Dan tumben kau menemani evil gila ini, Yesung?” tanya Heechul lagi menatap namja sipit di sampingnya yang hanya menggeleng tidak jelas.

Kyuhyun terkekeh melihat kakak sepupunya yang menghela napas melihat gelengan namdongsaengnya.

“Tentu saja kau hobi membuat masalah, contohnya lelang kencan itu ide gilamu kan?”

HanGeng tertawa mendengar penuturan Kyuhyun, jadi orang yang dia anggap sangat tidak waras adalah Heechul?

“Eh, HanGeng hyung apa kau sudah berkencan dengan noonaku ini?” tanya Kyuhyun blak-blakan. Benar-benar deh anak ini mulutnya cablak banget.

“Belum, dia selalu bilang sibuk dan lelah,” sahut HanGeng enteng.

“Ah, noona kau tidak bertanggung jawab! Kau harus segera berkencan dengan HanGeng hyung, aku saja sudah berkencan dengan Wookie berkali-kali,” kali ini suara Yesung membuat Heechul terbelak shock.

Bertanggung Jawab?

Pemilihan kata yang sangat menyesatkan!

‘Plaakk’

Heechul memukul kepala Yesung dengan sendok yang ia pegang, sedangkan Kyuhyun hanya tertawa.

“Jelas saja kau sering berkencan dengan Wookie, dia kan yeojya chingumu!”

“Hahhahaa.. HanGeng hyung, kau benar-benar melakukan kesalahan mengajak noonaku kencan. Yah, aku akan mengatakannya padamu kalau noonaku itu penggila coklat putih dan belanja, kau butuh budget yang besar untuk ‘mengasuh’nya” terang Kyuhyun yang langsung dihadiahi timpukan cup ice cream yang sudah kosaong.

“Apa maksudmu berkata seperti itu hah?”

HanGeng lagi-lagi hanya tersenyum melihat tiga orang di depannya.

Mungkin sekarang dia memang menyukai Heechul.

“Heechullie, akhir pekan kita jalan ya?” tawar HanGeng. “Tapi ini bukan kencan, aku tahu kau masih malas berkencan. Kau temani aku mencari hadiah untuk ibuku”

Heechul hanya mengangguk malas lagipula sudah lama dia tidak berbelanja. Tidak ada salahnya jika berbelanja sekalian menemani HanGeng.

Otaknya penuh dengan festival musim panas sialan ini.

.

Shall we date?

I was single for such a long time, that I might be bad at dating

But, more than your ex-boyfriend

More than any guy that you’ve met

I will love you the most

Shall we date?

HanGeng menjemput Heechul di rumahnya. Dia sempat melihat Yesung sedang sibuk membersihkan kandang kura-kura miliknya di halaman samping di temani seorang yeojya imut yang diketahui HanGeng adalah yeojya chingu Yesung, Kim Ryeowook.

Heechul sendiri masih sibuk sarapan karena saat ini masih pukul delapan pagi.

“Ah mian membuatmu menunggu, aku kira kau datang pukul sembilan,” ucap Heechul yang hanya memakai hot pens bewarna pink dan T-shirt kuning.

“Sebenarnya aku mau mengajakmu sarapan juga, ternyata kau sudah sarapan” sahut HanGeng santai.

Heechul tersenyum kecut. “Kenapa tidak bilang? Ah, sudahlah lebih baik kita berangkat sekarang saja. Kau belum sarapan kan? Aku akan temani, minum coklat dimusim panas aku pikir tidak ada salahnya.”

Heechul mendorong tubuh HanGeng.

“Bagimu coklat tidak pernah salah noona” teriak Yesung yang hanya dibalas death glare oleh Heechul. Aisshh punya dongsaeng juga aneh sekali.

Heechul melihat motor HanGeng terparkir di depan rumahnya. Dia melirik HanGeng dan tersenyum.

“Kita jalan kaki saja ya?” celetuk Heechul

“Kau yakin?”

Heechul hanya mengangguk dan merebut kunci motor HanGeng.

“Yesungie.. masukan motor HanGeng” seru Heechul seraya melempar kunci motor ke arah Yesung yang terkejut saat ada kunci motor melayang ke arahnya.

“Ya… Noonaaaa” teriak Yesung kesal

Pagi-pagi selalu saja berisik.

.

HanGeng tersenyum melihat Heechul yang sibuk memilihkan sepatu untuk eommanya. Sebenarnya ini hanya alasan HanGeng saja agar bisa mengajak Heechul keluar. Tanpa ia belikan sepatu pun Hangeng yakin eommanya sudah memiliki banyak sepatu.

“Han, sepatu itu bagus apalagi warnanya gold. Cocok untuk acara formal,” seru Heechul senang saat menunjuk sebuah sepatu yang ia maksud. “Sama seperti milik eommaku”

“Apa kau sudah selesai belanja?” goda Hangeng melirik beberapa tas yang dibawanya. Heechul hanya terkekeh.

“Tidak ada yang baru, aku tidak suka! Tapi sepatu itu pasti cocok untuk eommamu karena sepatu itu cocok untuk eommaku” ujar Heechul semangat.

Alasan yang tidak masuk akal.

“Begitukah?” tanya HanGeng menyipitkan matanya.

Heechul mengangguk yakin.

“Kalau begitu minta pegawai membungkus untuk eommaku”

Heechul bertepuk tangan senang saat pendapatnya di dengar. Dia segera masuk ke dalam dan meminta pegawai toko itu membungkusnya.

HanGeng melirik jam tangannya. Pukul 12 siang, benar-benar belanja yang melelahkan. Dia yang mengajak tapi dia hanya mendapat satu hadiah untuk eommanya yang lain adalah menemani Heechul berbelanja.

Hyung-ah” sebuah tepukan di pundak HanGeng membuatnya menoleh. Heechul masih di dalam toko.

HanGeng mengulas senyumnya.

“Kyu, sedang apa kau disini?” tanya HanGeng melihat Kyuhyun yang juga menenteng beberapa tas di kedua tangannya.

“Seperti nasibmu, menemani belanja” sahutnya dengan cengiran.

“Sungmin?”

Nde, dia sedang melihat-lihat sepatu” Kyuhyun duduk di bangku di depan toko sepatu itu. HanGeng mengikuti duduk, entahlah kenapa tidak dari tadi saja dia duduk =..=

Kyuhyun terkekeh melihat tas belanjaan yang dibawa oleh HanGeng.

“Sepertinya Hee noona menemukan partner belanja yang sesuai,” celetuk Kyuhyun yang kemudian diiringi tawanya.

Dia tidak bisa membayangkan HanGeng senasib dengannya ==a

“Ya.. evil Kyu, apa yang kau lakukan disini? Kau pasti mengikutiku!” ucap Heechul yang keluar dari toko membawa sebuah bungkusan. Di belakangnya ada Sungmin yang menggelang melihat kelakuan dua saudara sepupu itu.

Kyuhyun menyeringai malas.

Noona, kau tidak melihat bawaanku? Aku sedang menemani Minnie” sahut Kyuhyun.

Heechul mendengus kesal.

“Cih kau pikir aku tidak tahu alasanmu, hah? Tumben sekali kau mau menemani Minnie berbelanja biasanya kau menyuruhku!” sergah Heechul tidak percaya.

“Kau kan sedang sibuk noona, tidak mungkin aku mengganggumu” jawab Kyuhyun dengan nada jahil yang sangat kentara di suaranya.

“Aisshh, dasar evil!” geram Heechul.

“Aku rasa HanGeng hyung lebih baik dari namja manapun yang pernah dekat denganmu noona, meskipun mengajakmu kencan hanya dengan belanja,” Kyuhyun belum menghentikan kegiatan menggoda Heechul.

Wajah Heechul memerah, entah karena malu atau karena kesal dengan sepupu gilanya itu!

Aishh, apapun itu, Kyuhyun menyadari bahaya mendekatinya, dia segera mengamit lengan Sungmin dan mengajak yeojyanya pergi.

“Kami duluan hyung” Kyuhyun melangkah meninggalkan HanGeng yang masih cengo dan Heechul yang mencoba menenangkan dirinya.

.

While I was heisting, there were so many other guys

Looking at you with great interest an treating you nice

I think I’ll go crazy

I wondered if maybe I should just turn away but no I can’t

That’s not being a man if I just turn away like this

HanGeng menatap Heechul yang dikelilingi para namja yang sibuk meminta foto dengannya. Dengan kesal dia meremas kaleng soft drink yang sudah tandas isinya.

Menyebalkan!

Padahal dia sudah memutuskan hari ini dia akan mengajak Heechul untuk berkencan, tapi Heechul tetap saja sibuk dengan acara festival musim panas.

Seandainya HanGeng tahu kalau sebenarnya yang membuat Heechul sibuk adalah Siwon -yang masih melakukan aksi balas dendamnya dengan memberi Heechul banyak tanggung jawab pada acara festival.

HanGeng menggerutu panjang pendek.

“Lebih baik kau menghampirinya hyung, daripada menggerutu terus,” celetuk Kyuhyun yang sedari tadi duduk di samping HanGeng seraya memainkan PSP kesayangannya.

“Diam Kyu..”

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.

HanGeng membuang napas keras.

Noona mu sangat populer Kyu” bisik HanGeng.

“Kau juga populer hyung, lihat saja sekitarmu banyak yeojya yang berharap kau melihat mereka,” sahut Kyuhyun santai.

Namjadeul itu sangat mengidolakan noonamu” bisik HanGeng lagi, sepertinya dia tidak mendengarkan ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun dengan enggan mem-pause gamenya. Dia menepuk bahu Hangeng.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”

HanGeng menggeleng menyandarkan punggungnya. “Entah, aku seperti orang gila saja kalau melihat noonamu di kerubuti namja itu!”

Kyuhyun tertawa keras.

“Kau tergila-gila pada Hee noona, kalau begitu aku akan membantumu. Kalau kau menyerah kau benar-benar tidak gentle hyung!” ulas Kyuhyun serius.

HanGeng langsung menggeplak kepala Kyuhyun.

“Apa maksudmu hah?”

“Hehehe, aku yakin Hee noona juga menyukaimu, aku akan membuktikannya.”

Kyuhyun menyeringai sepertinya sang evil sedang merencanakan sesuatu.

.

Heechul menghela napas malsa meladeni permintaan para namja untuk berfoto denganya, dan ia tidak bisa menolak karena CHOI SIWON sang ketua panitia menjadikan berfoto dengan Heechul sebagai syarat untuk mengikuti salah satu acara yang wajib diikuti semua mahasiswa.

Kalau Heechul menolak, tentu saja dia akan di marahi semua dosen karena merusak festival!

Choi Siwon SIALAAAANNN!!

Heechul menjatuhkan tubuhnya di salah satu bangku taman karena saat ini dia berada di taman kampus. Matanya berkeliling mencari sosok yang tadi sempat di tinggalkan olehnya karena ‘kewajibannya’ melayani permintaan foto namjadeul yang merupakan hoobaenya.

HanGeng.

Dia tadi yakin HanGeng masih di taman.

“Kyaaa~ HanGeng oppa~ foto dengan kami, ne?” suara berisik dari sudut taman membuat Heechul berpaling.

Heechul terbelak melihat HanGeng sedang sibuk melayani foto seperti dia tadi, hanya saja dia melayani foto dengan yeojya.

Apa-apaan ini? Dia bahkan belum pernah berfoto dengan HanGeng! Kenapa yeojyadeul itu meminta foto dengan HanGeng?

Heechul berdiri dan berjalan ke arah kerumunan itu.

“Berisik sekali” seru Heechul membuat kerumunan itu memperhatikannya. Bahkan seorang yeojya yang sedang berfoto dengan HanGeng pun menatap Heechul.

“Ah, Chullie-ah, kau sudah selesai?” tanya HanGeng.

Heechul tidak menghiraukan pertanyaan namja China itu.

“Kenapa kalian berisik sekali? Tanya Heechul lagi.

“Panitia festival memberi kami persyaratan harus berfoto dengan HanGeng sunbaenim agar kami bisa ikut acara wajib untuk mahasiswa semester awal” jawab seorang diantara meraka.

Heechul lagi-lagi terkejut.

Panitia festival sialan! Bukan hanya dia yang harus meladeni syarat gila itu, kenapa HanGeng juga? Ok, mereka harus menerima pembalasan Heechul suatu saat nanti.

“Tapi kami tidak masalah karena HanGeng oppa sangat tampan” tambah seorang yeojya yang lain.

Ok, kesabaran Heechul sudah ada di puncak.

Dia saja belum pernah berfoto dengan Hangeng, aarrgghh… menyebalkan!!!!

Heechul langsung berbalik meninggalkan kerumunan itu, kalau dia tetap disini dia akan emosi lebih baik dia pergi. Hangeng hanya tersenyum melihat tingkah Heechul yang menghentakan kaki sebelum berbelok ke kafetaria.

Sekarang dia harus menyelesaikan tugas gila dari Kyuhyun ini setelah itu menyusul Heechul.

.

Di sudut taman yang lain seorang namja menahan tawanya melihat tingkah Heechul.

“Rencanaku berhasil, aku memang berbakat jadi cupid hahahaha”

Kalian pasti tahu kalau itu Kyuhyun.

.

I don’t think it’s because I did’nt have time or my standards are high

I heve waited alone for a long time

To become a prisoner of a woman, who I don’t even know

I am telling you that woman is you

Can I tell you what I told you before again?

Langit sudah berubah warna saat Heechul melangkah keluar dari ruang data. Setelah insiden di taman tadi Heechul langsung pergi ke ruang data dan tidak keluar. Ponselnya ia tinggal di loker jadi tidak ada yang tahu dan tidak ada yang bisa menghubunginya.

Siapa yang mengira kalau dia ada di ruang data?

Bukan hanya karena kesal sih, tapi memang ada yang harus ia kerjakan di ruang data.

Heechul berjalan malas menuju lokernya, mengambil tasnya dan dia akan segera pulang. Mandi sepertinya bisa menyegarkan badannya dan pikirannya.

“Akhirnya aku menemukanmu Chullie” ujar seseorang dari arah samping saat Heechul menutup pintu lokernya.

Heechul melihat HanGeng sedang bersandar di loker dan menatapnya.

“Kau belum pulang?” tanya Heechul pelan. Entah kenapa ada perasaan gugup saat melihat sorot mata HanGeng.

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu lagipula aku sudah berjanji pulang denganmu hari ini” HanGeng masih menatap Heechul.

Heechul tersenyum kecut.

Mianhae, tadi aku diruang data ada yang harus aku salin,” Heechul memainkan ujung lengan cardigan yang baru saja ia kenakan.

Tatapan HanGeng melembut.

“Kau sibuk sekali hari ini bahkan kau tidak mengangkat teleponku” HanGeng menyentuh pipi Heechul.

Heechul hanya nyengir bersalah.

“Aku meninggalkan ponselku di loker”

Waeyo?”

Aku kesal!”

“Kenapa kau kesal?”

Heechul diam, tidak mungkin kan dia menjawab dia kesal karena yeojyadeul tadi siang berfoto dengan HanGeng? Oh ayolah, mau diletakan dimana gengsinya?

HanGeng tersenyum.

“Kenapa kau kesal Heenim-ah?”

Heechul gelagapan.

A-Ahni..”

“Apa kau kesal karena aku berfoto dengan yeojyadeul tadi siang?” tanya HanGeng.

Skakmatt.. tanpa bisa dihalangi wajah Heechul langsung merona.

“Wajahmu merona Heenim, apa aku benar?” HanGeng semakin menggoda Heeechul.

Heechul menatap HanGeng kesal seraya mem­-poutkan bibirnya. HanGeng terkekeh melihat ekspresi Heechul yang sangat imut menurutnya.

“Chullie aku ingin bicara denganmu,” ujar HanGeng serius.

“Apa?”

“Tidak disini, kita kencan malam ini kau harus mau!” HanGeng menarik tangan Heechul yang masih terbelak.

.

HanGeng mengajak Heechul ke taman bermain.

“Han, kenapa kau mengajakku ke taman bermain?” gerutu Heechul.

“Aku tidak mengajakmu bermain wahana Chullie-ah, hanya saja di sini ada rumah coklat! Kau suka coklat kan?” HanGeng memeluk bahu Heechul melewati kerumunan orang-orang.

Mata Heechul membulat tak percaya.

Jinja?”

Nde, ini kan taman bermain milik ahjussiku yang baru buka kau belum pernah kemari kan?”

Heechul mengangguk semangat, dia memang belum pernah kemari.

Kajja” dengan semangat kali ini Heechul menarik HanGeng.

Mereka tiba di rumah coklat yang dimaksud HanGeng, tentunya itu surga bagi Heechul selain mall.

HanGeng terkekeh melihat Heechul yang memandang takjub di semua hal yang bewarna dan terbuat dari coklat itu.

“Chullie-ah” HanGeng menyerahkan sesuatu yang terbungkus rapi.

“Apa ini?” tanya Heechul seraya membuka bungkusan itu.

Coklat berbentuk hati.

“Itu hatiku” bisik HanGeng. “Itu Hatiku yang berhasil kau pegang. Aku sudah menanti saat seperti ini sejak lama, aku menanti saat dimana aku akan mengatakan kata-kata manis, aku menanti saat dimana aku benar-benar bisa mengucapkan kata saranghae pada seseorang setiap harinya. Aku menanti saat aku menemukan yeojya yang bisa membuatku melakukan hal itu dan aku tahu sekarang penantianku berakhir, karena aku telah menemukanmu Kim Heechul”

HanGeng tersenyum lembut melihat Heechul yang wajahnya sudah merona bahkan gadis itu menunduk memeluk coklat berbentuk hati itu.

“Aku tahu aku namja yang buruk saat berkencan, tapi kau harus tahu aku lebih baik dari mantan kekasihmu dan semua namja yang pernah kau temui. Saranghae Kim Heechul” bisik HanGeng tepat di telinga Heechul.

Heechul menatap HanGeng dan langsung memeluk namja itu erat.

Nado saranghae Hannie”

HanGeng tertawa dan membalas pelukan Heechul.

.

Shall we kiss?

I want to tell you sweet words like “I Love You” everyday

I need to be a man of courge. I really want you

Will you stay by my side?

Shall we date?

Sudah satu minggu sejak HanGeng dan Heechul resmi menjadi sepasang kekasih, dan berita itu menyebar sangat cepat. Heechul tidak habis pikir bagaimana berita seperti itu sangat cepat menyebar?

Heechul masih sibuk dengan persiapan acara puncak festival. Membuat HanGeng sedikit cemburu dengan kegiatan Heechul.

Bagaimana tidak cemburu kalao kegiatan lebih menarik perhatian yeojya chingumu?

“Kalau kau mau marah, marah saja sama Siwon!” ujar Heechul kesal saat Kyuhyuh dan Yesung mengejeknya sebagai yeojya chingu yang tidak bertanggung jawab karena menelantarkan namja chingunya.

Lagi-lagi kata menyesatkan itu muncul.

HanGeng mengelus kepala Heechul menenangkan emosi yeojyanya, dia tahu kalau Siwon memang sedang mengerjai Heechul karena ide gila Heechul, tapi kalau bukan karena ide gila Heechul tentang lelang kencan itu belum tentu mereka bertemu.

“Kau pasti lelah chagi, apa kau yakin kau akan datang di acara puncak nanti malam?” tanya HanGeng yang melihat ekspresi lelah dari wajah Heechul.

Heechul mengangguk malas.

“Siwon menyerahkan seperempat acara itu padaku, tenang saja tanggung jawab acaraku hanya sampai jam tiga sore. Jadi aku bisa bersenang-senang malamnya” ujar Heechul semangat.

“Acara puncaknya apa noona?” tanya Yesung.

“Mana aku tahu, itu urusan Siwon. Ah aku kasian pada Kibum yang ditinggal Siwon mengurusi acara ini,” Heechul menompang dagunya, saat ini mereka sedang duduk di kafetaria.

“Senasib dengan HanGeng hyung yang kau tinggal terus” celetuk Kyuhyun.

“Diam kau evil! Kau berhutang satu hal padaku, tunggu saja pembalasanku!” gerutu Heechul.

Dia sudah tahu kalau acara foto-foto para yeojya dengan HanGeng adalah rencana Kyuhyun.

Kyuhyun terkekeh meremehkan.

Tinggalkan mereka.

.

Heechul memakai minidressnya yang berwarna coklat muda, menunjukan kaki jenjangnya bahkan saat ini dia memakai heels setinggi 10 centi meter. HanGeng tidak habis pikir bagaimana Heechul bisa berjalan dengan tumpuan sesempit itu.

Tentu saja keadaan kampus sangat ramai. Heechul yang melingkarkan lengannya di lengan HanGeng menarik HanGeng mendekat ke arah Kyuhyun, Yesung, Donghae, dan -yang mengagetkan- Siwon juga ada di situ. Tentu saja mereka bersama yeojya chingu masing-masing.

‘Plaakk’

Heechul memukul kepala Siwon.

“Aku pikir kau sibuk Siwonnie” ucap Heechul, Siwon hanya mengelus kepalanya sebentar.

“Kau keterlaluan Chulliesahutnya seraya meminta Kibum mengelus kepalanya.

Cih, dasar kalau ada Kibum saja dia manjanya ampun-ampunan.

“Kau yang keterlaluan, kau pikir berapa acara yang kau serahkan padaku, huh?” Heechul memukulkan dompet yang ia bawa ke lengan kekar Siwon.

“Kau harus tahan dengan sikapnya Han,” ujar Siwon lagi.

Kyuhyun dan Yesung tertawa di samping mereka.

“Ah, sudahlah. Lebih baik kita berdansa saja,” usul Donghae yang langsung menarik Hyukkie ke depan.

Acara puncak festival musim panas, siapa yang mengira kalau akan diadakan pesta dansa. Kali ini bukan usul Heechul, karena Heechul enggan mengurusi acara puncak. Dia lebih memilih bersenang-senang saja.

HanGeng tersenyum saat semua sudah maju. “Kita juga ke sana Chullie” ujar HanGeng menarik tangan Heechul.

Heechul menghentikan HanGeng membuat HenGeng bingung.

“Ada yang salah?” tanya HanGeng

Heechul hanya menggeleng.

“Ulang tahunku tahun ini appa memberiku hadiah dan aku pikir aku akan menggunakan hadiahku,” ujar Heechul membuat HanGeng semakin bingung.

Heechul membuka dompetnya dan menyerahkan selembar cek.

HanGeng terbelak melihat angka yang tertera 750.000 won.

“Apa maksudmu Chullie?” tanya HanGeng bingung.

“Kau membayar kencanku dan aku pikir tidak ada salahnya aku juga berkencan denganmu. Aku pikir itu cukup pantas,” Heechul memberi penjelasan. “Kau mau berkencan denganku kan?” tanya Heechul dengan nada menggoda.

HanGeng tertawa dan langsung memeluk Heechul.

“Cukup, dengan bayaran ini kau akan mendapatkan ucapan saranghae setiap hari sebanyak kau mau. Dan kau harus menunggu ajakan kencanku selanjutnya,” HanGeng mengecup puncak kepala Heechul.

“Kau berani menawarku berapa?” tanya Heechul.

“Berapa yang kau inginkan agar kau tetap di sampingku? Tetap bersamaku?” tantang HanGeng membuat Heechul berpikir. “Aku membutuhkanmu Chullie”

Heechul tersenyum.

“Aku hanya butuh coklat hati milikmu” Heechul berbisik di telinga HanGeng, membuat HanGeng langsung menarik Heechul dan mencium bibir Heechul yang langsung mengalungkan lengannya di leher HanGeng di tengah keramaian.

Ciuman ringan yang penuh makna.

End~

.

a/n : Tuhaann~ ini oneshot macam apa? Sampai 5000 kata lebih =..=

Ok ini song fict ke dua aku, yang pertama g aku publish krna ak buat khusus untuk temanku [ada yg mau baca? #promosi]

Fict balas dendam nih, jadi mian klo ngelantur poll…~ m (_ _)m

Comment pliss.. ^^

Sign,

aisshii~

8 thoughts on “Dating

  1. Thena-Chan… ceritanya bgs, kyuhyun jd cupid… hehhehehe ^^

    jd kangen hanchul nih…. hangeng gmn kbrx ya??? hechul jg…. pasti sibuk wamil

    bs req yewook g??? lg kangen sm mereka nih

  2. akhirnya bisa lht ff hanchul lagi , jrang banget nemu ff tentang hanchul . . .
    romantis ceritanya . . . . .:)

  3. wah tumben neh uri cinderella kagak berkutik sama siwon sampe mau2nya dijadiin lelang jg gt… Hanchul couple miss them.. Romantis jg si han gege cz biasanya tiap baca ff dia dijajah mulu sama cinderella neh… Hehhehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s