MyungYeol is Real???

Yang namanya fan service itu, pasti dilakukan dengan orang yang dirasa nyaman saja, kan?

Oh, ayolah!!

Aku tak ingin melakukan fan service dengan orang seperti Sungyeollie! Aku bahkan merasa enggan memanggilnya hyung, meskin aku tahu dia itu setahun lebih tua dariku.

Jangan tanya kenapa, aku hanya merasa kesal melihat perlakuan namja berwajah aneh itu kepadaku. Oh, ayolah~ Apa kalian kira wajahnya itu tidak aneh? Dia itu sangat aneh! Terkadang kelihatan sok dewasa, tapi terkadang sok cantik padahal dia sama sekali tidak cantik.

Pokoknya, aku tak mau melakukan fan service LAGI dengannya! TIDAK AKAN LAGI, SEJAK DIA MENCURI FIRST KISS-KU!!

.

.

MyungYeol is Real??

Pairing :: MyungYeol (Infinite)

Rated :; K

Genre :: Romance/Comedy

.

Kali ini fanfict ini kupersembahkan buat dua orang yang berarti. Satu, buat yang baru aja berulang tahun SARI EONNI!!! Maaf karena lama banget dan aku putuskan jadiin ini kado buat eon aja.. L

Dan berikutnya buat my lovely twinnie, Kevin woo! #ditampollll

Maksudnya buat lovely twinnie gue, Poo tercinta(?)~ aka Riku-chan~ ^^ Maaf juga karena gue baru bisa bikin sekarang, ya.. T0T

buat kalian berdua, aku minta maaf karena pada akhirnya satu ff dipersembahkan buat dua orang. Maaaaaaffff banget! T/\T

Semoga kalian berdua suka..

Dan buat kalian readers yang terhormat. Enjoy it! ^^

.

.

“Hey, Myungsoo… Kau masih kesal dengan Yeollie?”

Aku melirik kearah Dongwoo hyung yang kini merapat disampingku. Dengan enggan kutarik guling bambu yang pernah kubeli di Jepang dulu dan berbaring memunggungi hyung yang satu kamar denganku itu.

“Aku tak mau mendengar namanya untuk sementara.” balasku geram. Bahkan mengingat wajah Sungyeol saja membuatku ingin memukul tembok. Sayangnya aku tak akan melakukannya. Atau mungkin aku harus menulis namanya di Death Note?

Kurasa… Cih!

“Yeol sangat menyesal, lho. Bagaimanapun juga itu bukan salah dia sepenuhnya, kan? Para fans itu berteriak MyungYeol is real berkali-kali. Dan itu alasan kenapa Yeol tak bisa untuk tak menciummu.”

“Oh, hyung!” Kuputar tubuhku menatapnya. “Bisa ku klarifikasi sedikit? Begini, ya… Sekalipun para Inspirit meneriakkan nama couple itu sampai telingaku tuli, LEE SUNGYEOL tak bisa seenaknya saja menciumku begitu!!” Emosiku tak bisa kutahan. Memang pada kenyataannya, aku adalah member dengan emosi yang paling jelek.

“MYUNGSOOOOOO!!”

Oh, damn it!! Suara itu!

“Bilang padanya aku tak mau bicara padanya.” Kutarik selimut tebalku sampai menutupi seluruh tubuhku dan kubiarkan orang menyebalkan itu terus memanggilku sambil mengetuk pintu kamarku berkali-kali.

“L, apa tidak sebaiknya kau lupakan saja?”

“Tidak mau.”

“Tapi kan_”

“TIDAK.”

“Oh, ayolah… Jangan kekanak-kanakkan begini.”

“Pada dasarnya usiaku baru sembilan belas tahun, kan? Masa bodoh.”

“Bagaimanapun juga Yeol itu kan_”

“Aku tak peduli!”

Sepertinya Dongwoo hyung sudah lelah membujukku. Kudengar dia menghela nafas sambil berdiri dan membuka pintu.

“Hyung, L sudah tidur?”

“Hmm.. Dia tidur sesaat setelah masuk ke kamar.”

Huh, Dongwoo hyung pintar berbohong juga rupanya.

“Aduh, tadi itu kecelakaan. Bagaimana ini? Seharusnya aku tak melakukan adegan seperti tadi.”

Kalau kau tahu, kenapa masih melakukannya?!

“Sudahlah, Yeollie. Lebih baik kau pergi tidur. Besok biar kau bicarakan lagi dengannya. Aku rasa kalau L tidak mau medengarkanmu, Sunggyu hyung yang akan mencoba bicara dengannya.”

Ohoho.. Seratus tepukan untuk Dongwoo hyung. Maaf saja ya, hyung. Siapapun itu, sekalipun itu Hyoan hyung atau Hyonam hyung, aku tak akan mau memaafkan Sungyeol. Pokoknya tidak akan!

Ini hukuman terberat karena dia sudah mecuri fist kiss-ku yang berharga!!

0o0o0o0o0o0

‘MyungYeol!! MyungYeol! WooGyu! MyungYeol!’

Suara teriakan fans sangat membahana mengisi ruangan yang tidak terlalu megah ini. Konser kecil Infinite yang berlangsung malam ini berlangsung cukup baik dan aku harus berusaha sebaik mungkin menunjukkan aksi yang sangat baik.

Tapi satu kata dari mereka membuat semua semangatku down. MyungYeol.

Kenapa harus muncul nama itu? Kenapa tidak MyungJong atau SungYeol atau SungJong? Ah, apapun itu namanya, kenapa tidak Sungjong saja yang dipasangkan dengan Sungyeol? Kenapa harus AKU!

‘Ohoho… Sepertinya kalian sedang bersemangat. Inspiriiiitt!’ Woohyun hyung berseru semangat dan langsung dipukul oleh Sunggyu hyung. Namun detik berikutnya leader kami itu langsung merangkul pundak Woohyun hyung dan membisikkan sesuatu kepadanya lalu mereka tertawa bersama. Apa yang mereka lakukan tentu membuat fans yang notabene adalah WooGyu shipper itu histeris.

Sunggyu hyung mengambil alih mikrofon. ‘Kuucapkan terima kasih karena kalian datang di konser kami. Sekarang, apa yang kalian inginkan?’

‘MYUNGYEOOOOL!’

Aiishh!! Apa maksudnya dengan MyungYeol? No MyungYeol here!

Aku lihat para member lainnya tertawa. Aku hanya melirik Sungyeol yang juga sudah tertawa sendirian.

Woohyun hyung mengambil mikrofon. ‘Jadi kalian tak mau WooGyu?’

‘WOOOGYUUUU!!’

Hey, hey, ini konser tahu! Bukan tempat syuting film homo!

‘MyungYeol is Real! MyungYeol is Real!’ Entah darimana datangnya, tiba-tiba seluruh ruangan meneriakkan nama couple itu. Jika saja bisa, aku ingin lari dari panggung menyebalkan ini.

Semua hyungku dan magnae Sungjong terkekeh.

‘Kenapa kalian berdiri berjauhan?’ Tiba-tiba Dongwoo hyung menarik Sungyeol dan dia berdiri disampingku. Baru saja aku ingin kabur, Sungjong sudah berdiri disampingku yang lainnya dan menahanku agar tidak menjauh.

‘MyungYeol! MyungYeol!’

BERHENTI BERTERIAK SEPERTI ITU!!!

Aku sedikit tersentak ketika kurasakan Sungyeol tiba-tiba menarik tanganku. Dia tak mengatakan apapun padaku tapi dengan sangat cepat dia sudah mendekatkan wajahnya di wajahku. Aku hanya bisa melotot shock ketika bibir Sungyeol sudah menempel dibibirku selama beberapa saat.

WHAT THE FUCK?! Apa yang si bodoh ini lakukan padaku!! First Kiss-ku!!!

‘Ups. Maaf, L.’

‘KYAAAAA!!!’ Yang terakhir kudengar adalah jeritan histeris para shipper. Sedangkan pikiranku…. Kosong.

.

.

Aku membuka mataku dengan cepat. Mi-mimpi itu? Itu mimpi yang mengingatkanku pada konser kami dua hari yang lalu. Konser dimana aku kecurian ciuman pertamaku oleh si bodoh Sungyeol. Dan sampai detik ini aku tak mau bicara dengannya, seperti apapun hyungdeul-ku merayuku.

Aku tertidur di tengah istirahat latihan…

“L~”

Sungyeol lagi. Kali ini si bodoh itu sudah merapat disisiku disaat kami istirahat setelah latihan pagi. Aku hanya mendengus sambil bergeser menjauhinya. Namun Sungyeol malah kembali mendekatiku.

“Hey, L?”

“Apa?” balasku seketus mungkin.

“Ayolah… Kau masih marah padaku? Aku sudah minta maaf, kan? Itu murni kesalahan. Aku tak bisa menahan diriku untuk tidak menciummu.”

“Yak! Memangnya kau itu tidak normal, ya? Bagaimana bisa kau berpikiran sekotor itu? Menciumku! Oh.. Ya, Tuhan!” Aku mengacak rambutku frustasi. Kalau melihat wajah Sungyeol, tatapanku selalu tertuju pada bibirnya. Bibir bodoh yang sudah mengambil ciuman pertamaku. Hyaah!

Sungyeol memandangiku dengan tatapan yang tak bisa ku jelaskan. “L, apa jangan-jangan itu ciuman pertamamu? Jadinya kau semarah ini padaku?”

Catch me!

“Tidak.” elakku gusar. “Aku marah karena kau yang menciumku! Aku tidak suka! Pokoknya sampai mati aku tak mau fan service-an denganmu, Lee Sungyeol. Jangan pernah mendekatiku lagi.” Aku langsung berjalan meninggalkannya, memilih mendekati Sungjong dan Hoya hyung yang tengah duduk di pinggir ruang latihan.

Aku bisa merasakan satu tatapan kini menatap lurus kepadaku. Dan ketika aku menoleh, Sungyeol adalah satu-satunya orang yang kini memandangiku. Apa sih yang dia lakukan? Aku tak suka ditatap seperti itu!

0o0o0o0o0o0

Masih tak ada satupun yang berubah. Aku masih tak mau memaafkan Sungyeol, dan sudah dua hari ini Sungyeol mulai merayuku dengan membelikanku beberapa makanan yang aku suka. Memangnya aku anak kecil yang bisa dirayu? Maaf saja.

“Photo shoot akan dilakukan jam tiga sore nanti. Kuharap kalian bisa melakukan yang terbaik.” ujar Hyoan, salah satu manajer Infinite.

Kalau begitu, aku masih bisa tidur sebentar, kan?

“Kau mengantuk, hyung?” Magnae Sungjong duduk disebelahku di lantai dan memandangiku dalam. “Kau kelihatan sangat lelah.”

“Aku hanya butuh sedikit tidur. Bangunkan aku kalau sudah waktunya berangkat, Jongie.”

“Oke.”

Dengan segera kupejamkan mataku. Tak butuh waktu lama bagiku untuk larut dalam tidurku. Sebagai pendatang baru di dunia musik Korea, kami terbilang cukup sukses. Kami sudah mendapat banyak tawaran, apalagi aku. Aku baru saja menyelesaikan syuting dramaku di Jepang sana. Kesibukan ini membuatku tak memiliki cukup waktu untuk istirahat.

Kalau kubayangkan lagi, Sungyeol tidak sepenuhnya bersalah. Aku terlalu emosi karena dia mencuri ciuman pertamaku dengan mudah hanya karena seruan konyol ‘MyungYeol is real’. Apa-apaan itu?

Aku kesal sekali padanya.

“Dia pulas sekali…”

Samar aku mendengarnya dan aku kembali terjaga. Suara Yeol? Aku enggan membuka mataku dan tetap terpejam sampai kurasakan sesuatu kini menyelimuti tubuhku. Sesuatu yang cukup tebal dan agak hangat. Apa Sungyeol menyelimutiku?

“Kenapa, Yeollie?” Kali ini kudengar suara Woohyun hyung.

“Tidak apa-apa, Woohyun. Aku hanya berpikir, kalau sepertinya Myungsoo tak akan memaafkanku karena insiden itu.” Suara Sungyeol terdengar sarat dengan keputus-asaan. Jangan marah padaku, itu salahnya sendiri. Siapa suruh menciumku.

Aku mendengar suara langkah kaki mendekatiku. “Sudahlah, L kan hanya merasa kaget. Aku yakin dia akan memaafkanmu.”

“Aku jadi merasa tidak nyaman.”

“Lebih baik tinggalkan dia. Kau pasti tak mau tidurnya terganggu, kan?”

“Well, lebih baik kita ke studio latihan.” Kini perlahan kurasakan sesuatu mengusap rambutku. Tunggu, apa barusan itu Sungyeol yang melakukannya? Berikutnya, yang kudengar adalah suara langkah kaki menjauhiku dan pintu tertutup.

Perlahan aku membuka mataku dan duduk, menatap selimut Yeol yang kini berada di tubuhku. Jangan bersikap baik padaku, Lee Sungyeol. Kau membuatku semakin kesal dengan tingkah lakumu itu.

0o0o0o0o0o0

Aku membuka akun ufo reply infinite. Aku memang jarang sekali membukanya, karena kami jarang sekali memiliki waktu luang. Dan kali ini entah kenapa aku ingin membaca pesan para fans dan pertanyaan-pertanyaan konyol mereka.

‘L oppa! Apa kau mau menikah denganku?’

Ahaha.. Menikah? Usiaku saja masih sembilan belas tahun. Siapa yang menulis pesan seperti ini? Konyol sekali.

‘Myungsoo-yah. Kita seumuran, jadi aku tak mau memanggilmu oppa. Aku lebih tua satu bulan darimu, panggil aku noona.’

Aku akan memanggilmu noona kalau kau memang ada disini. Haha…

‘Aku suka MyungYeol~ :3’

MyungYeol?

Satu ucapan itu langsung membuatku teringat lagi kejadian dengan Sungyeol. Aku marah sekali. Aku memang tak pernah bilang kalau itu adalah ciuman pertamaku. Well, kalau kukatakan, pasti aku ditertawakan. Aku tidak terlalu suka melakukan fan service dengan Sungyeol karena bagiku dia sangat aneh.

Tunggu, deh… Kenapa dia sangat aneh dimataku? Entah. Mungkin wajahnya, sifatnya, kelakuannya. Aku sama sekali tak bisa menebak apa yang ada dipikiran Sungyeol. Dia kadang baik dan menyenangkan, tapi tiba-tiba menjadi sosok yang sangat menyebalkan. Usia kami hanya terpaut satu tahun, tapi Yeol lebih sering bertingkah laku kekanakkan dibanding aku.

Dia sok manis…. Atau memang manis?

Arrgh, Kim Myungsoo! Apa yang kau pikirkan?!

“L~”

“APA?!” Aku langsung mengatupkan mulutku sendiri ketika tanpa sengaja aku membentak Yeol yang sudah berdiri di depan pintu kamarku. Karena tadi pikiranku agak aneh, secara refleks aku membentaknya.

Sungyeol menatapku sambil menggaruk belakang kepalanya keheranan. “Kau… Benar-benar masih marah padaku, ya?”

Sebenarnya aku tidak sepenuhnya marah. Hanya saja…

“Ini.” Sungyeol memperlihatkan padaku sekantung kecil sesuatu ditangan kanannya. Pemuda tinggi itu langsung meletakkan kantung itu di lantai di dekat pintu kamarku dan mengulas senyum merasa bersalah. “Aku membeli pudding mangga di swalayan. Maaf atas insiden itu. Aku benar-benar merasa konyol.” Sungyeol langsung meninggalkan kamarku begitu saja.

Pudding mangga?

Aku mendekati kantung di lantai kamarku dan langsung mengambil dua kotak pudding mangga yang ada di dalamnya. Aku tak pernah bilang kalau aku suka pudding mangga. Kenapa dia membelikanku ini?

Pandanganku tertuju pada secarik kertas yang ada disana. Kuambil kertas itu dan kubaca tulisan tangan Sungyeol di atasnya.

Maaf, L. Aku benar-benar tak bermaksud membuat masalah denganmu. Maafkan aku.

Dasar anak bodoh…

0o0o0o0o0o0

“Sunggyu hyung! Apa kau melihat Yeol?”

Aku ikut melirik Sunggyu hyung yang kini menoleh kearah Woohyun sambil menggeleng. Sunggyu hyung melambaikan tangannya, mengisyaratkan pada Woohyun hyung agar mendekatinya, dan dia menurut. Woohyun hyung berjalan mendekati Sunggyu hyung dengan wajah kebingungan, dan kulihat Sunggyu hyung tampak membersihkan sesuatu di sudut bibir Woohyun hyung.

Fan service ditengah kegiatan sehar-hari…

“Kenapa, hyung?”

“Ada sedikit noda di wajahmu.” jawab sang leader sambil mengacak rambut kecoklatan Woohyun hyung. “Aku tidak melihat Sungyeol. Ada apa?”

Woohyun hyung melirik kearahku. “Kau melihatnya, L?”

“Tidak.” jawabku.

Woohyun hyung mengerang pelan sambil berjalan meninggalkanku dan Sunggyu hyung. Saat itu aku melirik Sunggyu hyung yang kembali sibuk dengan notebook-nya. Dia selalu tampak menikmati setiap kali melakukan fan service dengan Woohyun hyung. Mungkinkah WooGyu itu nyata? WooGyu is real?

Sunggyu hyung menoleh kearahku. “Ada apa? Kenapa kau memandangiku, Myungsoo?”

Aku menggeleng. “Aku hanya berpikir, kenapa hyung dan Woohyun hyung bisa melakukan fan service semudah itu? Kalian tampak sangat cocok. Apa jangan-jangan kalian berdua berpacaran?” tanyaku menyelidik.

Sunggyu hyung langsung tertawa. “Oh, ya? Apa kami terlihat begitu?”

Dengan cepat aku mengangguk. “Kalian sangat dekat satu sama lain.”

Perlahan hyungku itu mendekatiku dan menepuk pahaku sambil tersenyum. “Ayo katakan padaku, apa ini ada hubungannya dengan Sungyeol?”

“Kenapa Yeol?”

“Kalian sedang bertengkar, kan? Aku kira kau mulai merasa tak enak karena mengabaikan Sungyeol. “

Sunggyu hyung leader yang hebat. Cih.

Aku langsung menghela nafas. “Tadinya aku memang sangat marah pada Yeol, tapi lama-lama aku jadi merasa tak enak. Dia selalu meminta maaf padaku, tapi aku mengabaikannya. Dia berbuat baik padaku, tapi aku tak mau peduli atau memaafkannya. Aku merasa jahat.”

“Kenapa kau merasa jahat?”

“Karena aku tak memaafkannya, tapi dia selalu berusaha meminta maaf kepadaku.”

Kurasakan Sunggyu hyung menepuk pundakku dan dia tersenyum. “Kau itu kan sudah dewasa, Myungsoo. Kalau kau merasa jahat, itu artinya kau sadar kalau apa yang kau lakukan itu tidak benar. Dan seharusnya kau bisa mengatasi perasaanmu itu sendiri, kan.”

Aku tak paham apa yang dikatakan Sunggyu hyung. Aku bisa mengatasi perasaanku sendiri? Memangnya perasaanku kenapa?

“Yeol itu sangat memperhatikanmu. Alasan kenapa dia tak bisa menahan dirinya untuk menciummu itu karena…” Hyung berhenti sejenak.

“Karena?”

“Karena dia serius menyukaimu.”

APA?!!!

0o0o0o0o0o0o0

Kalimat Sunggyu hyung tak bisa kupercaya. Apa yang dia bilang? Sungyeol menyukaiku? SERIUS menyukaiku? SUKA! Itu alasan kenapa dia tak bisa menahan dirinya untuk menciumku ketika para inspirit meneriakkan nama MyungYeol.

Ya, Tuhan! Ini konyol! Sungyeol gay?!

“L?”

Aku menoleh menatap Hoya yang menyembulkan kepalanya masuk ke dalam kamar. “Apa yang kau lakukan? Sunggyu hyung menyuruhmu keluar. Hyonam hyung sudah membawakan makan malam untuk kita.”

“Baik.” ujarku malas sambil berjalan keluar dari kamarku. Keenam member Infinite yang lain sudah duduk di tengah-tengah ruang makan dengan meja kecil di hadapan mereka. Wangi ddokbokki yang dibawa Hyonam hyung tercium di hidungku.

Enak…

Aku berjalan mendekati mereka untuk mencari tempat duduk. Dan satu-satunya tempat kosong adalah… Disamping Yeol.

“Sungjongie, minggir sedikit.” Aku menendang pelan paha Sungjong yang sudah duduk dan apa yang kulakukan mendapat tatapan tak terima dari magnae yang bersuara tinggi itu.

“Masih lega, hyung. Sana duduk di dekat Sungyeol hyung.”

Menyebalkan!

Dengan setengah hati aku langsung duduk di samping Sungyeol. Dan aku langsung heran karena perlahan Sungyeol justru bergeser, menjaga jarak dariku sambil mengobrol dengan Dongwoo hyung. Apa-apaan ini? Dia mulai menjauhiku karena aku tak mau memaafkannya, kah?

Ya, sudah. Aku justru merasa lebih baik seperti itu!

Dengan perasaan gusar aku mengambil sumpitku dan hendak mengambil ddokbokki di mangkuk yang ada di tengah meja. Disaat itulah tanganku dan tangan Sungyeol bersentuhan tanpa sengaja karena kami ingin mengambil ddokbokki yang sama.

Kami saling berpandangan dan kalimat Sunggyu hyung kembali terngiang. Sungyeol menyukaiku…

“Nafsu makanku hilang.” gerutuku cepat sambil meletakkan sumpit itu kembali ke meja. Kini justru kurasakan dadaku berdebar cepat dan wajahku mulai terasa panas. Kenapa sentuhan kecil itu bisa membuatku begini? Ini pasti efek karena Sunggyu hyung membocorkan rahasia Sungyeol kepadaku.

“L? Kau kenapa?”

“Aku mengantuk. Aku mau tidur saja.” jawabku cepat sambil masuk ke dalam kamarku dan menutup pintunya rapat.

Tanganku dan Yeol kan hanya bersentuhan sedikit… Kenapa aku jadi seaneh ini? Arrgh! Kau aneh sekali, Myungsoo!

0o0o0o0o0o0

Kata orang, jauh lebih baik kalau kau tak mengetahui, dibanding kau mengetahui sesuatu yang seharusnya tak kau ketahui. Well, aku setuju kalau kalimat itu benar adanya. Jauh lebih mudah kalau saja aku tak tahu kalau Sungyeol menyukaiku. Kenapa? Karena aku tak akan pernah mempedulikannya seperti sekarang ini!!

“Yeol, kau kelihatan pucat?”

Pucat?

Aku melirik Sungyeol yang sudah tersenyum seperti biasa sambil memainkan tangannya. “Apa yang pucat? Aku baik-baik saja.”

“Bohong.” Sungjong melanjutkan dengan antusias. “Belakangan ini Yeollie hyung jauh lebih banyak meminum kopi dan suka sekali tidur sangat larut.”

Benarkah yang dikatakan Sungjong?

“Yak! Kau harus mengurangi jatah minum kopimu, Yeol! itu kan tak baik untuk lambungmu!” Kini Woohyun hyung menasihatinya.

Sungyeol hanya tertawa dan menggeleng. “Aku tidak minum kebanyakan, kok. Hanya saja memang sedikit lebih banyak dari biasanya. Mungkin karena agak lelah, aku jadi tidak bisa tidur.” Kali ini mata Sungyeol entah kenapa menuju kearahku.

Buru-buru aku mengalihkan tatapan mataku darinya. Myungsoo, hiraukan dia. Kau harus mengabaikannya. Tapi semakin aku menyuruh diriku sendiri untuk mengabaikan Sungyeol, aku justru semakin sering memperhatikannya.

Apa yang terjadi denganku sebenarnya!

.

.

Kini kami semua berdiri di hadapan ketiga manajer kami. Infinite akan mengadakan konser kecil di stadium Seoul untuk acara promosi album terbaru kami yang akan rilis nanti. Sebenarnya manajer hyung juga tak mengarahkan macam-macam, ujung-ujungnya juga hanya fan service yang mungkin bisa diberikan.

Dan MyungYeol.. Akan sangat mengganggu!

“Seperti biasa WooGyu tak boleh ketinggalan.” ujar Woohyun hyung penuh semangat sambil merangkul pundak Sunggyu hyung yang hanya mengulas senyum kecil menatapnya. “Ah, L~ Kali ini apa akan ada MyungYeol moment lagi?”

YAK!

“Jangan bicara yang aneh-aneh, hyung!” seruku kesal sambil menghempaskan tubuhku di sofa. “Apa itu MyungYeol? Sampai kapanpun tak akan pernah ada MyungYeol.”

“Myungsoo, ini kan hanya sebuah fan service.”

“Aku tak peduli.” Kulirik Sungyeol yang tak berminat berbicara. “Lagipula apa bagusnya Sungyeollie? Aku kan tak pernah meminta dipasangkan dengannya. Jauh lebih baik kalau dia melakukan fan service dengan Sungjong dan terciptalah couple baru.”

Hey, Myungsoo! Kenapa kau bisa bicara sekasar itu?!

Tak ada reaksi dari member yang lain. Dan keheningan itu pecah ketika kudengar Sungyeol akhirnya berbicara. “Well,” mulainya sambil melirikku… Dengan tatapan mata yang dingin.

Ini pertama kalinya dia begitu.

“Aku tak akan mendekatimu lagi, Myungsoo.” lanjutnya sambil berjalan keluar dari ruang tunggu kami.

Kurasa… Aku melakukan kesalahan.

“Dasar bodoh!” Detik berikutnya aku sudah mendapat satu jitakan dari Dongwoo hyung.

Mau bagaimana lagi? Kata-kata tadi keluar begitu saja.

0o0o0o0o0o0

Satu minggu berlalu sejak aku dan Sungyeol kini resmi mengadakan SILENT WARS. Apa aku salah menuliskannya? Pokoknya kami benar-benar tak berbicara satu sama lain. Kalau aku, aku memang agak malas bicara terlalu banyak. Tapi Sungyeol yang ribut kelihatan aneh kalau dia menjadi pemurung begitu.

Apa sebaiknya aku minta maaf? Aku agak tidak enak dan merasa khawatir padanya.

“Yeollie hyung semalam tidak tidur lagi.” keluh Sungjong ketika aku, dia dan Sunggyu hyung tengah berbelanja di sebuah minimarket di dekat dorm kami. “Aku sudah menyuruhnya tidur, tapi dia tak mau. Dia justru menghabiskan sekitar lima kaleng kopi.”

“Yah, ampun. Kenapa semakin parah begini? Bisa-bisa lambungnya sakit. Baiklah, aku akan membelikan sesuatu untuk Yeol. Mungkin minuman penambah daya tahan tubuh atau vitamin. Belakangan ini daya tahan tubuh Woohyun juga berkurang.”

Aku tak berminat ikut dalam pembicaraan mereka. Entah kenapa aku justru memikirkan Yeol. Apa dia begitu karena aku?

Kini Sungjong menatapku. “L hyung, kau tak mau memperbaiki hubungan kalian?”

“Apa yang harus ku perbaiki?”

“Bagaimanapun juga Yeollie hyung menjadi begini semenjak kalian bertengkar. Mungkin kalau hyung mau sedikit meminta maaf dan bicara, dia akan sangat senang. Bagaimanapun juga Yeollie hyung, kan…” Sungjong langsung diam dan melirik Sunggyu.

Tunggu! Jangan-jangan Sungjong juga tahu kalau Yeol suka padaku? Yak! Apa-apaan ini? Apa hanya aku yang baru mengetahuinya?!

“Aish, sudahlah.” Magnae itu langsung mendorong troli yang dibawanya ke arah Sunggyu hyung yang tengah sibuk memilih sereal untuk kami.

Ish, Lee Sungyeol. Kau benar-benar membuatku kacau!

.

“UHUK!”

Aku agak terkejut ketika disambut oleh suara batuk yang cukup berat, ketika aku, Sungjong dan Sunggyu hyung baru tiba di dorm. Sunggyu hyung sepertinya agak panik, karena dia langsung berjalan masuk ke kamar Sungjong, Hoya dan Yeol. Apa yang batuk tadi Yeol?

“Sungyeol? Kau sakit?” Mendengar pertanyaan itu, Sungjong langsung berlari masuk ke kamarnya. Tinggallah aku sendiri yang menarik masuk belanjaan kami dan meletakkannya di ruang depan begitu saja, sebelum akhirnya aku masuk ke kamar Yeol.

Kulihat Yeol tengah duduk di tempat tidur Hoya.

“Apa kau sakit?” tanya Sunggyu hyung lagi.

“Tidak, hyung. Hanya sedikit batuk.” Entah kenapa Sungyeol langsung menoleh kearahku, dan dengan segera dia memalingkan wajahnya ketika tatapan mata kami bertemu.

Apa-apaan itu?

Aku berbalik dan hendak meninggalkan kamar itu, tapi seruan Sunggyu hyung membuatku diam. “Kau demam!”

Dia demam juga?

“Ya, Tuhan! Hyung harus ke rumah sakit.” Kini Sungjong ikutan khawatir.

“Tidak masalah. Kalau aku sampai sakit, nanti netizen akan berisik. Lagipula nanti juga sembuh. Besok kita akan ada konser kecil lagi, kan? Aku akan segera sembuh.” Sungyeol mengulas senyum cerianya. Namun aku tahu, itu senyum palsu.

Sunggyu hyung kelihatan ragu namun akhirnya dia mengangguk. “Kalau begitu kau harus istirahat. Jika besok demammu tak kunjung turun, aku akan membawamu ke rumah sakit.” Hyung melirik kearahku dan Sungjong. “Kalian keluar saja, dan rapihkan belanjaan kita.”

Aku hanya mengangguk, tapi kini tatapanku hanya terkunci pada sosok Sungyeol yang perlahan naik ke atas tempat tidurnya yang berada di tingkat kedua. Apa benar dia tak apa-apa? Ish, Myungsoo! Kenapa kau jadi cemas begini?

0o0o0o0o0o0

Aku tidak terlalu tahu bagaimana kondisi Sungyeol. Saat aku terbangun, tak ada satupun member yang mengungkit tentang kondisi Sungyeol. Aku rasa demamnya sudah turun. Dan entah kenapa aku merasa lega karena hal itu. Semalaman tidurku tidak nyenyak hanya karena terus memikirkannya. Menyebalkan.

Sore harinya, kami berangkat ke Hongdae dengan van. Kami akan melakukan konser promosi disini dan besok kami akan mulai sibuk dengan beberapa jadwal di Jepang. Kalau Yeol masih belum sembuh, itu akan sangat berbahaya untuknya.

Kenapa sekarang aku jadi tak mau dia kenapa-kenapa..?

Selama di van, aku tak banyak bicara. Aku hanya berkutat dengan ponsel dan iPad yang kugunakan untuk mendengarkan musik. Perhatianku mulai teralih ketika kudengar suara batuk yang samar dari kursi belakang, tempat dimana Yeol duduk.

Dia masih sakit, kan? Aku tahu itu.

“Hyung! Jangan jauh-jauh dariku!” seru Woohyun hyung tiba-tiba dari kursi belakang dan dibalas oleh anggukan dari Sunggyu hyung yang duduk di kursi depan disamping kemudi. “Kenapa aku jadi terbiasa melakukan fan service, ya?”

“Mungkin kau ingin WooGyu menjadi kenyataan?” Hoya meledeknya dan membuat semuanya –kecuali aku tentunya- tertawa keras. “Atau jangan-jangan kalian memang berpacaran, hyung?”

Sunggyu hyung hanya terkekeh tanpa menjawab apapun. “Kelihatannya begitu, kah?”

“Ya, hyung! Jangan main rahasia dengan kami!” Dongwoo menepuk pundak Sunggyu hyung cepat.

Ditengah keramaian van ini, telingaku justru hanya fokus mendengar suara tawa Sungyeol yang sangat berat dan dipaksakan. Ingin sekali aku bertanya tentang kondisinya, tapi harga diriku melarangnya melakukan hal itu. Ini membuatku bingung.

.

Setelah dirias, aku memilih duduk di sofa panjang sambil sibuk memainkan ponselku. Tak banyak pengarahan sekarang, jadi aku bisa menggunakan sedikit waktuku untuk bersantai sebelum acaranya dimulai setengah jam lagi.

Dari sini, rasanya aku sudah bisa mendengar kalau fans akan kembali beteriak MyungYeol seperti sebelumnya. Aduh…

“Hyung, tidak bisa.”

Aku melirik kearah Sungjong yang tengah mengobrol berdua dengan Sungyeol tak jauh dariku. Sungyeol tampak menyandarkan tubuh tingginya disisi magnae itu sambil memainkan tali yang menjuntai dari kemeja yang dikenakan Sungjong. Kenapa mereka kelihatan sangat akrab? Apa mereka sudah membuat couple baru?

Tunggu dulu! Kenapa aku jadi seperti cemburu begini? Ayolah, Myungsoo! Abaikan!

Meski kubilang begitu, aku tak bisa mengabaikan mereka. Kulihat sekarang Sungyeol justru menumpukkan kepalanya di bahu Sungjong sambil tertawa ceria. Kenapa dia bisa tertawa seceria itu, sedangkan sejak dia mencuri ciuman pertamaku, aku terus-terusan bad mood begini?! Tidak adil!

Tatapan kami kembali bertemu. Dan kali ini aku adalah orang yang memutuskan kontak mata itu dengan menatap kearah layar ponselku lagi. Sampai akhirnya kurasakan seseorang berdiri dihadapanku. Ketika aku menengadah, Yeol sudah disana. Tersenyum ragu kearahku.

Mau apa kau? Huh…

“Hey,” sapanya enggan.

Aku mengalihkan tatapanku darinya tanpa menjawabnya.

Sungyeol duduk disampingku. “Sebaiknya aku katakan sekarang saja.” mulainya sambil menghela nafas panjang. “Aku minta maaf, L. Aku rasa permainan couple itu sangat membuatmu tidak nyaman. Meski aku menyukainya, tapi kalau satu pihak merasa terbebani, itu pasti sulit. Karena itu kau selalu marah padaku.”

“Kalau tahu, kenapa kau tidak menghentikannya sejak dulu?” tanyaku ketus.

“Kau kan tahu sendiri alasannya.” Meski tak melihatnya, aku bisa membayangkan saat ini yeol tersenyum. “Aku suka sekali berpasangan denganmu, entah karena apa. Menurutku kau sangat manis. Tapi kalau hanya aku yang berpikir seperti ini, itu akan sangat menyedihkan. Jadi mulai detik ini kita lupakan saja MyungYeol.”

Kenapa aku merasa seperti dicampakkan olehnya?

“Maaf membuatmu marah selama ini.” Yeol menepuk bahuku. “Jujur, sebenarnya aku sangat menyukaimu.” Sungyeol langsung berdiri dan berjalan meninggalkanku.

Kini wajahku terasa panas dan dadaku berdegup kencang. ‘Aku sangat menyukaimu.’ Apa itu artinya dia baru saja menyatakan perasaannya kepadaku?

0o0o0o0o0o0

“Inspiriiiitt!” Woohyun hyung lagi-lagi meneriakkan kata-kata itu dengan sangat ceria, dan seperti biasa juga, Sunggyu hyung langsung tertawa dan tampak mengomelinya karena seruannya membuat telinganya terasa pekak. Keduanya saling berbisik dan tertawa selama sesaat dan itu membuat para fans WooGyu menjadi tak terkendali.

Sunggyu hyung berbicara, “Kami ucapkan terima kasih karena kedatangan kalian kesini. Apa kalian siap?”

“WOOGYU! WOOGYU!”

Mulai lagi, deh~

“Sunggyu hyung, mereka ingin WooGyu? WooGyu itu apa?” goda Woohyun hyung sambil terkekeh meledeknya. “Apa itu nama sejenis makanan?” Hyungku yang satu ini memang agak bodoh, mungkin. Dasar…

“Ah.. Apa itu WooGyu?” Sunggyu hyung bertanya sambil tertawa. “Jadi kalian mau WooGyu?”

“Yeah! WOOGYU! WOOGYU!”

Aku melihat senyum licik terulas di wajah Sunggyu hyung. Dengan sangat cepat tiba-tiba dia menarik Woohyun hyung mendekatinya dan mencium kening Woohyun hyung dengan sangat lembut. Tentu saja respon yang mereka dapat sangat mengejutkan. Para fans itu langsung menjerit sejadi-jadinya.

Kedua hyungku itu tertawa kencang satu sama lain. Mereka benar-benar tipe yang sangat menghayati fan service~

“MyungYeol! MyungYeol!”

Aiiissh!! Kenapa itu lagi.

Aku mundur selangkah, karena kulihat Sungyeol berjalan kearahku. Dia bilang akan mengakhri ini semua, apa dia lupa?

Namun aku langsung kaget karena Sungyeol melewatiku dan memilih berbisik di telinga Sungjong yang berdiri disampingku. Keduanya langsung tertawa begitu saja dan Yeol mengacak rambut kecoklatan magnae itu lembut. Sepertinya fans kami sedikit menyukai moment itu.

Tapi aku… Kenapa merasa marah sekali?

Sungyeol melirikku sekilas lalu menatap fans. “Wah.. Maafkan aku, ya. Sepertinya aku dan Myungsoo sudah berpisah.” candaanya dan langsung dibalas oeh tawa dari member yang lain.

Kenapa kata-katanya justru menyakiti hatiku?

“Karena L sangat menakutkan, aku takut menjadi pasangannya. Hiii~” Yeol kembali melucu dan kini para fans ikut tertawa.

Aku menggigit bibir bawahku, menahan emosi yang memenuhi pikiranku.

“Bagaimana kalau selanjutnya aku berpasangan dengan Sungjong?”

“YEAAH!” Para fans langsung semangat dan Sungjong menggeleng sambil tertawa. Menyangkal apa yang dikatakan Sungyeol.

“Kami serasi bukan?”

“Iya.” Kali ini aku yang bicara menjawab pertanyaan Sungyeol. Dan itu membuat semua mata tertuju kearahku sekarang. “Kalian sangat, sangat, sangat, serasi.” balasku sambil berjalan meninggalkan mereka dan langsung turun dari stage. Aku tak bisa menguasai diriku sendiri.

Para kru dan manajer langsung bingung menghampiriku.Tapi aku tak peduli, aku langsung melewati mereka meski kudengar Hyonam hyung memarahiku.

“Oke, selanjutnya Woohyun akan membawakan Time!” Itu kalimat terakhir yang kudengar dari Sunggyu hyung.

0o0o0o0o0o0

Aku duduk sendirian di ruang ganti. Aku mendengar semua manajer memarahiku habis-habisan, tapi omongan mereka tak kupikirkan. Aku hanya bersandar di sofa sambil memejamkan mataku. Berusaha sekuat mungkin membuang emosi dan amarahku karena apa yang Sungyeol lakukan tadi.

“Myungsoo! Kau dengar tidak?!”

“Berisik! Tinggalkan aku sendiri!”

“YAK!”

“Hyung~” Satu suara membuatku diam. Kubuka mataku dan kini aku melihat Sungyeol berjalan mendekati para manajer sambil tersenyum. “Biar aku yang bicara dengan L. Kalian kembali ke belakang panggung saja.”

“Kalau begitu, tolong nasihati dia. Karena apa yang dilakukannya, kita terpaksa mengadakan penampilan solo dari Woohyun dan Sunggyu.” Para manajer langsung meninggalkanku seiring kututup kembali mataku.

Bisa kurasakan Sungyeol duduk disampingku. “Kau baik-baik saja?”

Aku sakit, kau tahu? Semua ucapan dan perlakuanmu tadi membuat dadaku sangat sesak!

“L?”

“Tinggalkan aku.” balasku ketus.

Untuk sesaat kami berdua hanya terdiam. Sampai akhirnya Sungyeol menghela nafas. “Kau marah padaku lagi?”

“Iya.”

“Kenapa? Bukankah aku sudah bilang aku akan mengakhiri permainan kita? Kenapa kau masih marah padaku? Apa masih tentang ciuman itu?”

Aku tak menjawab. Bukan karena itu. Aku bahkan sudah tak mempedulikannya.

“L? Jangan diam saja.”

“Sudahlah! Biarkan aku sendiri!”

“Aku tak bisa.” Sungyeol menatapku dingin. “Aku tahu kau marah karena aku. Aku tak mau karena aku semua kegiatan kita jadi kacau. Pukul aku kalau kau memang sangat marah padaku. Tapi berhenti bersikap seperti ini. Aku tidak nyaman!”

“Kau kira aku merasa nyaman, hah?!”Aku membentaknya dan itu membuat Yeol mematung. “Aku muak setiap kali mereka meneriakkan nama MyungYeol! Tapi aku menjadi lebih muak ketika kau bilang kita sudah berakhir dan kau akan berpasangan dengan Sungjong. Aku muak setiap kali kau mendekatiku hanya untuk melakukan fan service, tapi aku jauh lebih muak lagi ketika dengan ringannya kau bilang, semua itu sudah berakhir! Kau pikir hanya kau yang merasa tak nyaman? Berhari-hari aku kacau sendirian sedangkan kau masih bisa bercanda begitu! Aku muak!” Emosiku benar-benar kacau. Rasanya marah sekali pada Sungyeol. Dadaku sangat sesak.

Sungyeol memandangiku. “L~ Kau kenapa?”

“Aissh!” gerutuku kesal sambil kembali bersandar dan memejamkan mataku. “Apa yang kukatakan barusan? Konyol sekali!”

“Hey, apa maksud semuanya? Apa kau cemburu?”

Kalau kukatakan aku cemburu, lalu kau mau apa?

“L! Jawab kalau aku bicara padamu.”

“IYA!” Kutatap dia lagi. “Memang kenapa kalau aku cemburu? Kau puas sudah berhasil mengombang-ambingkan hatiku, hah?!”

“Kenapa kau cemburu?”

“Mana aku tahu.”

“Kau suka padaku?”

“TIDAK!” Kutatap dia serba salah. Apa aku menyukainya? Kalau tidak, kenapa aku kesal dia bersama Sungjong? Kenapa dadaku terasa sakit dan emosiku kacau? Kenapa aku merasa sangat cemburu?

Sungyeol tersenyum kecil. “Lalu?”

“Aku tak tahu.” balasku dan intonasi suaraku mulai menurun. “Jika ternyata aku… Menyukaimu? Bagaimana?” Kalimat berukutnya keluar begitu saja dari mulutku dan langsung dibalas oleh tawa dari Sungyeol. “Kenapa tertawa? Kau pikir ini lucu, hah?”

Sungyeol menggeleng. “Cukup katakan, kau suka atau tidak. Kenapa kau mempersulit dirimu sendiri?”

“Aku saja tak tahu perasaanku, bagaimana caraku menjawabnya?!”

Sungyeol mengangkat bahunya. “Kalau aku, jujur aku suka padamu. Aku tak tahu kapan aku mulai merasakannya, tapi aku merasa sangat nyaman berada di dekatmu. Melakukan fan service denganmu. Karena itu akhirnya aku tak bisa menahan diriku untuk menciummu. Maafkan aku…”

“Jangan dibahas.”

“Lalu, L? Kau sendiri, bagaimana perasaanmu padaku?”

“Sudah kukatakan, aku tak tahu. Tapi aku merasa cemburu padamu karena kau memilih Sungjong. Aku tak bisa mengatakan ini cinta atau suka atau semacamnya, yang kutahu aku cemburu dan dadaku sedikit sesak.” jelasku sambil memejamkan mataku lagi.

Tak ada balasan dari Yeol, aku membuka mataku dan meliriknya. Dan kini dia hanya tersenyum manis padaku. “Kenapa?”

“Kalau begitu, lebih baik kau segera temukan jawabannya. Aku akan menunggu sampai kau yakin dengan apa yang kau rasakan terhadapku itu apa. Kita tak punya banyak waktu untuk mendebatkan ini sekarang.” Sungyeol berdiri sambil menarikku bangun. “Setidaknya, sekarang aku tahu kau tak marah lagi kepadaku.”

“Aku memang sudah tidak marah lagi kepadamu.” Aku mengaku.

Sungyeol menepuk bahuku. “Hey, lihat aku.” pintanya dan aku menatap matanya dengan tidak paham. “Kalau kau sudah tahu apa yang kau rasakan terhadapku itu apa, kau harus bilang padaku. Kau sudah tahu kalau aku menyukaimu, dan perasaan ini tak akan berubah begitu saja. Aku menunggmu, lho. Akan sangat hebat kalau pada akhirnya MyungYeol bisa menjadi nyata.”

Wajahku kembali memerah dan dadaku berdebar kacau. Kudorong bahunya sambil berjalan meninggalkannya. “Terserah saja.” balasaku.

Yeol tertawa dan menyusulku. “Lalu, aku mau bertanya. Ciuman kita waktu itu… Itu yang pertama, kan?”

Dia ini!

Terkembang senyum licik di wajah Yeol. “Aku tahu, kok. Aku bisa melihat responmu yang berlebihan dan aku yakin itu ciuman pertamamu. Beruntung sekali aku.” godanya sambil menepuk lenganku senang.

Cih… Kalau aku memang jatuh cinta padanya, aku pasti harus terbiasa dengan sifatnya yang satu ini.

Tapi… Kalau aku jatuh cinta padanya, mungkin itu juga akan membuatku lebih baik.

Eh?! Apa yang kau katakan, Myungsoo? Jadi lebih baik? Yang ada kau akan jadi semakin aneh, bodoh!!!

“Ayo kembali ke stage!” Yeol langsung menarik tanganku. Dan mau tak mau aku hanya menuruti langkahnya dengan enggan.

Apa ini artinya MyungYeol is real? Ah, entahlah… Jalani saja seperti biasa, deh. Haha…

.

.

END

9 thoughts on “MyungYeol is Real???

  1. aaaahhhhhhh myungyeol nih
    akhirnya ada juga hehehe
    L susah bgt sih buat bilang suka sama yeol
    eon juga mikir jangan2 myungyeol tuh beneran
    hehehe…
    ini ada sekuelnya ga???

  2. Lalaaaaaaa… Gue ga brenti ngakak. Duh, kayaknya gue salah bias deh.. Kok jd berasa L yang uke :3

    dr kapan lalu gue selalu bahas sm sari-unn, sebenarnya diantara mereka tuh yang uke siapa yang seme siapa siiihh wkwkwk…

    L!! I love you. Sekian dan terima kasih. Hihihi

    gomawo ya laaa.. Mumumumumumuuuaaahh :*

  3. Mian~ bru baca skrng eon..

    Ngakak liat myungsoo galau gitu.. Wkwkwk

    apa myungyeol akan jd real?? Hhahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s