Lip Sync

Lip Sync

.

Pairing :: YeWook

Rated :: K

Genre :: Romance // Genderswitch

Birthday request from ANITA MIRA TRISNA aka NITAA KAZAHANA~

.

Yesung tampak enggan menatap beberapa yeojya yang kini berdiri dihadapannya. Ada lima yeojya berwajah cantik dan tampak sangat elegan. Mereka ingin mengikuti audisi untuk ikut pentas kesenian yang akan diadakan sekolah mereka nanti. Dan sebagai ketua klub musik, Yesung ditunjuk untuk memilih siapa solois dengan suara merdu yang akan tampil nanti.

Tentu saja itu bukan hal menyenangkan bagi Yesung. Dia tak terlalu suka melakukan audisi atau semacamnya. Mengurus sebuah klub saja sudah merepotkan, apalagi mengurus sebuah pentas acara.

“Oke,” mulainya sambil menatap profil kelima yeojya itu. “Kalian bisa bernyanyi?”

“Tentu saja.” jawab seorang gadis. “Waktu SD, aku menang kontes menyanyi di pusat perbelanjaan. Aku yakin suaraku bisa membuat orang terpukau.”

“Aku juga pernah memenangkan lomba menyanyi waktu masih tinggal di Gangnam.” Yeojya lain ikut menambahkan.

Dan ketiga yeojya lainnya mulai membicarakan kehebatan masing- masing. Yesung hanya bisa diam sambil menggelengkan kepalanya. Dia benar-benar tak tahu harus bagaimana menghadapi banyak yeojya berisik itu.

“Wookie!” Yesung akhirnya berseru gusar sambil melemparkan profil ditangannya ke meja.

Seorang gadis bertubuh kecil langsung menghampirinya. “Nae, oppa?”

“Kau urus mereka berlima dan kau pilih dulu berdasarkan profil mereka.”

“Loh, oppa? Lalu kami bagaimana?” Seorang yeojya bertanya.

“Aku biasa mempercayakannya pada hoobae-ku ini. Jadi kalian dengannya dulu. Orang yang dipilihnya yang akan menghadapku nantinya.” Yesung langsung keluar dari ruang klub kesenain dan membiarkan Ryeowook, hoobae yang tadi dipanggilnya kini ditatap dengan tajam oleh kelima yeojya tadi.

Seorang yeojya mendekatinya. “Kau kelas berapa, sih?”

“A-anou. Aku kelas satu.”

“Kenapa siswi kelas satu bisa dipercaya seperti itu? Apa di klub ini tak ada lagi orang yang bisa dipercaya?” keluh yeojya itu sambil duduk di kursi. “Dan kau, kau harus memilihku, arra?”

“Eh?”

“Ya! Kau curang! Kau juga harus memilihku, anak kelas satu!”

“Tidak bisa begitu! Aku juga kan mau tampil!”

“Aku juga mau ikutan!”

Ryeowook mulai kebingungan sendirian ditengah kepungan itu. Dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan meremas sedikit rok sekolahnya dengan gemetar. Ryeowook itu tidak terlalu terbiasa dengan kerumunan seperti ini. Dia yeojya pemalu yang bahkan tidak berani bicara dengan Yesung dengan menatap matanya.

“HENTIKAN!” Seorang yeojya berseru dan membuat keempat yeojya lainnya bungkam. “Kalian tidak bisa bertindak curang. Kalian harus jujur.” Yeojya itu kini menatap Ryeowook ramah. “Kau lakukan apa yang dikatakan oleh Yesung oppa, aku akan mengikuti keputusanmu.”

Merasa mendapat sedikit dukungan, Ryeowook mengangguk sambil mengambil profil para peserta itu. Dengan seksama dia membaca setiap keterangan yang ada.

“A-anou, apa eonnideul bisa menyanyikan lagu yang akan kumainkan dengan piano?” tanyanya ragu.

“Kau sendiri. Bagaimana kalau kau menyanyi lebih dulu.”

“Eh?” Ryeowook kembali kaku mendengar permintaan seorang yeojya. “A-anou. Aku tidak bisa. A-aku..”

“Aku tak jadi.” Seorang yeojya memilih berdiri. “Kontes ini konyol. Aku tak mau seorang anak kelas satu yang bahkan tidak bisa bernyanyi menilai suaraku. Aku out.” Dia langsung berjalan keluar dari ruang musik.

“Eh, tunggu!”

“Aku juga out!” Ketiga yeojya lainnya kini ikut keluar meninggalkan Ryeowook dan satu yeojya yang tersisa.

Ryeowook tampak kecewa. Dia kecewa pada dirinya sendiri. Yesung sudah mempercayakan hal ini padanya, tapi dia gagal. Apa yang akan dia katakan pada Yesung nantinya?

“Wah.. Lalu bagaimana?”

Ryeowook menatap yeojya yang masih ada di ruangan itu. “Eonni tidak ikut pergi?”

“Eh? Aku bingung mau keluar atau duduk disini..”

Ryeowook kembali menunduk.

Yeojya itu berjalan dan menepuk pundak Ryeowook. “Jangan kecewa. Ini bukan salahmu. Cobalah bicara dengan Yesung oppa dan meminta saran darinya. Bagaimanapun juga ini kan tugasnya.”

“Baik.” Ryeowook menatap yeojya itu. “Boleh aku tahu siapa namamu?”

“Aku Shin Minah, kelas 2A.” Yeojya itu langsung meninggalkan Ryeowook sendirian.

Ryeowook kembali duduk dan memperhatikan profil ditangannya. Dia tak tahu harus bilang apa kalau Yesung bertanya kepadanya nanti. Dia mungkin akan membuat Yesung agak kecewa kepadanya. Ya, Ryeowook menyukai Yesung.

Itu alasan kenapa dia masuk ke klub musik dan mau-mau saja kalau dimintai tolong oleh Yesung.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Ryeowook pov~

Aku berdiri takut dihadapan Yesung oppa yang sejak tadi tidak bicara apapun. Aku hanya bisa menunduk dihadapannya dan aku bisa merasakan tatapan matanya kini mengarah lurus kepadaku. Aku yakin dia akan merasa kesal.

“Huff..” Yesung oppa menghela nafas. “Sudahlah jangan pasang tampang ingin menangis begitu. Mungkin sejak awal aku tak boleh mengabaikan tugasku. Aku akan mencari sendiri kandidat yang tepat.” Yesung oppa menepuk bahuku pelan beberapa kali dan duduk di kursi piano.

“Mianhae.” sesalku pelan.

“Kan sudah kubilang, ini bukan salahmu.”

“Ta-tapi kalau saja aku bisa bertindak tegas, mungkin..”

“Kalau itu sih memang salahmu.”

Aku terkesiap dan menatap Yesung oppa yang sudah tersenyum menatapku.

“Sudah kuingatkan, kau tidak boleh bersikap lemah. Kau harus kuat dan menemukan jati dirimu agar kau tidak tertindas. Kalau anak lain, mungkin dia akan berteriak marah kalau para yeojya itu menghinanya, tapi kau pasti hanya diam. Kau harus lebih berani lagi.”

Aku terdiam mendengar ucapannya. Aku memang terlalu penakut. Aku tak memiliki kepercayaan diri yang kuat untuk melakukan sesuatu. Aku yeojya yang payah. Yeojya sepertiku tak seharusnya mencintai namja hebat seperti Yesung oppa. Kami sangat bertolak belakang. Bahkan sekarang aku rasanya ingin berhenti berharap bisa menjadi kekasihnya.

Yesung oppa memainkan sebuah nada dengan piano dihadapannya. Sebuah lagu yang cukup aku kenal. Baby, 4Man.

“Kau bisa menyanyikannya?” tanyanya pelan sambil tetap memainkan piano.

Bernyanyi…?

Yesung oppa menatap kearahku. “Aku belum pernah mendengarmu menyanyi.”

“A-aku…”

Suaraku tertahan ditenggorokan saat kudengar Yesung oppa bernyanyi. Dia bernyanyi dengan sangat baik sambil menekan tuts piano itu. Semua nada yang dia mainkan tampak selaras dengans suaranya yang lembut dan merdu.

Suara yang sangat indah.

TES~ Entah kenapa air mataku malah mengalir. Aku tak tahu kenapa aku menangis mendengar suaranya. Setiap kali kudengar suara Yesung oppa kalau dia bernyanyi, aku akan menangis. Rasanya ada satu luka yang mengoyak hatiku.

Sakit sekali.. Padahal aku tak tahu sebabnya.

Aku menunduk sambil menghapus air mataku. Dia tak boleh melihatku. “A-aku permisi dulu.” ujarku sambil berjalan cepat keluar dari ruangan itu. Aku tak tahu apakah Yesung oppa menyadarinya, dia tak membalasku dan tetap bernyanyi.

Ahh… Aku benar-benar menyedihkan. Bahkan aku menyedihkan untuk diriku sendiri. Di sekolah yang luas ini, aku selalu sendirian. Aku tak memiliki teman. Kuhabiskan sebagian waktuku di ruang klub untuk melakukan banyak kegiatan yang aku bisa. So, poor am I.

“Kau anak klub musik, kan?”

Aku menoleh saat seseorang tampak bicara denganku. “Ah, Shin Minah sunbae dari kelas 2A.” Aku mengenalinya.

Sunbae itu langsung menghampiriku. “Kenapa ada disini? Kau sudah bicara dengan Yesung oppa?”

Aiish..

“Sudah.” jawabku. “Yesung oppa bilang dia yang akan mengatasinya sendiri.”

Minah sunbae mengangguk. “Aku harap Yesung oppa menemukanku.”

“Menemukanmu?”

“Aku ingin sekali bernyanyi di panggung itu bagaimanapun caranya. Memang kualitas vokalku tidak benar-benar sempurna, tapi aku sangat mengangumi Yesung oppa. Aku ingin dia bisa mendengar suaraku dan dia menyukaiku.”

Aku juga ingin hal itu terjadi padaku…

Minah sunbae menatapku. “Kau. Kenapa saat para peserta menyuruhmu bernyanyi, kau diam saja? Apa kau tak bisa bernyanyi?”

Aku menggeleng. “Aku hanya tidak berani. Aku sangat suka bernyanyi.”

“Wah!” Minah sunbae merengkuh tanganku. “Kalau begitu coba bernyanyi. Aku yakin suaramu bagus. Mungkin aku dan kau bisa menjadi teman. Siapa namamu?”

“Kim Ryeowook imnida.”

Minah sunbae mengangguk. “Coba kau dengar suaraku, Ryeowook.” Perlahan sunbae itu bernyanyi. Menyanyikan lagu A Goose’s Dream yang dibawakan oleh Insooni. Seorang diva senior yang sangat terkenal.

Hanya saja.. Ada beberapa nada yang salah.

“A-anou, sunbae.” Aku memotong. “Kau salah nada.”

“Omo? Jinjja?!”

Aku mengangguk dan perlahan aku menyanyikan lagu itu sebisa yang aku hapal. Sebenarnya aku hapal seluruh bagian, tapi aku hanya menyanyikan bagian dimana Minah sunbae salah menyanyikannya. Minah sunbae tak mengoreksi sedikitpun sampai aku selesai bernyanyi.

“Wah… Bagus.”

“Go-gomawo.” Aku menunduk.

“Siapa yang tadi bernyanyi?” Kali ini aku langsung terkesiap saat mendengar suara Yesung oppa. Namja itu sudah berdiri di dekat kami dengan tatapan tak percaya. “Apa kau yang menyanyikannya? Kau salah satu orang yang mau ikut audisi, kan?”

Eh? Yang bernyanyi itu aku. Yesung oppa salah orang.

“Yang bernyanyi itu_”

Tiba-tiba Minah sunbae menarik tanganku. “Iya.”

EH?!

“Tadi aku yang bernyanyi.”

Tu-tunggu! Apa yang dia katakan?!

“Kenapa, oppa?”

Yesung oppa mendekatinya. “Suaramu bagus sekali. Bagaimana kalau kau yang menjadi solois di pentas nanti. Apa kau berminat?”

Tunggu!

Minah sunbae semakin memegang tanganku erat. “Asal gadis ini juga dibiarkan bersamaku.”

“Eh?” Yesung oppa melirikku. “Kau kenapa tidak bilang mengenal yeojya bersuara seindah ini, Wookie?”

“A-aku…”

“Baiklah.” Yesung oppa menepuk pundakku. “Kau harus selalu disisinya, Wookie. Dia penyelamat pentas kita.”

Oppa… Itu suaraku! Apa kau tak bisa membedakannya?! ITU SUARAKU!

~Ryeowook pov end~

0o0o0o0o0o0o0

Ryeowook tak habis pikir bagaimana bisa orang yang baru dikenalnya bisa berbuat selicik itu. Mengakui suaranya sebagai suara orang itu sendiri dihadapan Yesung. Memang mereka berdua sama-sama menyukai Yesung, tapi Ryeowook tak percaya kalau Minah bisa melakukan hal itu.

Meski marah dan terluka, Ryeowook juga tak bisa bicara apapun. Dia takut.

“Mianhae, Ryeowook. Kata-kata itu mengalir begitu saja.” Minah tampak menyesali ucapannya tempo hari.

“Gwaenchana.” Ryeowook berbohong. Sebenarnya ingin sekali dia membentak yeojya itu dengan kesal. “Ta-tapi.. Bagaimana nanti kalau Yesung oppa meminta sunbae menyanyi? Kau sudah membohonginya.”

Minah tampak berpikir. “Ah, aku akan berpura-pura. Aku tak akan bernyanyi sampai pentas itu, dan saat pentas nanti bagaimana kalau kita menggunakan lip sync.”

Ryeowook tercekat. “Li-lip sync?”

“Aku ini keponakan dari kepala sekolah. Kalau aku katakan hal ini, aku yakin ahjussi akan membantuku. Aku sangat ingin Yesung oppa mengagumiku. Izinkan aku meminjam suaramu sampai pentas seni berakhir, Ryeowook.” mohonnya lagi.

“Meminjam?”

“Sebagai gantinya aku akan memberikan apapun yang kau suka.”

Mata Ryeowook berkaca-kaca, tapi dia langsung menunduk. Memutuskan kontak mata dengan Minah. Sebelum yeojya itu kembali bicara, Yesung datang ke dalam ruangan itu dan menyapa keduanya dengan ceria.

“Ini dia penyanyi kita. Kau datang tepat waktu. Apa aku yang telat?”

“Gwaenchana oppa.” jawab Minah sopan.

Ryeowook masih duduk diam disamping Minah.

“Kau kenapa, Wookie?”

“A-aniya.” jawab Ryeowook pelan. Perlahan dia semakin kaku saat tangan Minah mengusap punggung tangannya. Dia menatap Minah yang memasang senyum ramah dihadapannya.

“Sepertinya Ryeowook agak gugup.”

Yesung tertawa. “Kenapa? Kau kan tidak akan bernyanyi, Wookie. Tenang saja. Semua akan baik-baik saja.” Yesung duduk di kursi. “Dan kau Minah, kau tahu lagu Way Back in to Love?”

“Nae.”

“Itu lagu duet. Bagaimana untuk latihan pertama kau berduet denganku dengan lagu itu?”

Raut wajah Minah berubah drastis. “E-eh? Suaraku agak kurang baik, oppa. Kurasa aku tak bisa bernyanyi sekarang. Bagaimana kalau oppa memberikanku lagu yang harus kunyanyikan nanti. Biar aku yang pelajari sendiri dirumah.”

Yesung menatap Minah agak ragu. Tapi akhirnya dia mengangguk. “Kau cukup menghapalkan lagu Winter Child. Kau tahu, kan?”

“Aku tahu.”

“Ya, aku akan mengiringimu dengan piano.”

“Baiklah. Kalau begitu aku akan berlatih di rumah. Gomawo, oppa. Aku permisi.” Dengan langkah gugup Minah langsung berdiri dan keluar dari ruang klub.

Tinggallah Ryeowook dan Yesung berdua.

Ryeowook masih dengan posisinya. Menduduk. Tapi tanpa Yesung sadari, sebenarnya sejak tadi air mata yeojya itu mengalir tak berhenti.

“Loh, Wookie? Kau kenapa menunduk saja?”

Ryeowook menunduk dan perlahan menghapus air matanya. Dengan segera dia berdiri dan membungkuk tanpa membiarkan Yesung melihat wajahnya. Ryeowook langsung berjalan cepat keluar dari ruang musik tanpa bicara sepatah katapun.

Yesung hanya memandangi tempat dimana Ryeowook duduk tadi dengan sangat heran. “Dia kenapa?” Perlahan Yesung berusaha mengingat kelakuan Ryeowook tadi, barulah disadari kalau yeojya itu tadi menangis.

“Dia!” Yesung berlari keluar dari ruang musik, tapi dia tak menemukan sosok Ryeowook dimanapun. “Dia tidak benar-benar menangis, kan? Ada apa?”

0o0o0o0o0o0o0

Ryeowook menatap Yesung lekat-lekat. Namja itu tengah mengatur beberapa kertas partitur musik yang sejak tadi tengah dimainkannya dengan piano di ruang musik. Sesekali mata Ryeowook mengikuti kearah mana Yesung berjalan dan kalau Yesung menoleh kearahnya dia akan segera memalingkan wajahnya.

Menjelang pentas seni, tak banyak anak klub musik yang menghabiskan waktu di ruang klub. Sebagian dari mereka akan datang ke klub kalau butuh sesuatu dan kembali ke kelas mereka untuk mengurus pertunjukan kelas mereka.

Tidak seperti Ryeowook yang biasa menghabiskan waktu di ruang musik untuk bersama dengan Yesung.

“Ah~” Yesung mengambil secarik kertas. “Ini dia liriknya.”

“Lirik apa?” tanya Ryeowook.

Yesung berjalan mendekati Ryeowook dan memberikan kertas itu pada Ryeowook yang heran. “Itu lirik Winter Child, tolong berikan pada Minah. Aku tahu dia hapal, tapi mungkin dia butuh lirik itu.”

Sorot mat Ryeowook kembali berubah. “Oppa_”

“Suaranya sangat indah.”

DEGH~ Ryeowook langsung diam.

“Ah, tadi kau mau bilang apa?”

Wajah Ryeowook memerah sudah. Mungkin dimata Yesung, suara Minah itu memang sangat indah. Tapi sesungguhnya Ryeowook-lah yang dipuji olehnya, bukan Minah. “A-aniya.” Ryeowook sebisa mungkin mengatur degup jantungnya.

Ryeowook menatap Yesung. “Apa… Oppa menyukainya?”

Yesung tersenyum polos. “Aku suka suaranya.”

“Kalau dirinya?”

“Hmm.. Minah anak yang baik dan ramah. Dia juga sangat periang dan menyenangkan. Dia juga sepertinya sangat dekat dan baik padamu. Kepribadiannya menarik.”

Lagi-lagi Ryeowook merasa terluka. Dia mengalihkan pandangannya dari Yesung agar namja itu tak bisa melihat matanya yang sudah kembali berkaca-kaca.

“Hey.” Yesung merunduk tepat dihadapan Ryeowook. “Kau kenapa?”

“Kenapa apanya?”

“Belakangan ini kau tampak tak semangat, Wookie. Kau memang cenderung diam dan tak banyak bicara, juga penurut. Tapi belakangan ini kau tampak menyimpan sesuatu yang sangat menyakitkan. Matamu itu kadang terlihat terluka. Apa kau ada masalah, ya?”

“A-aku baik-baik saja.” Ryeowook menunduk dan langsung berdiri.

Sebelum Ryeowook meninggalkan Yesung, Yesung menahan tangannya. Membuat mata keduanya saling bertemu.

“Kau benar-benar baik-baik saja, eh?”

“Iya. Aku akan memberikan lirik ini pada Minah sunbae.” Ryeowook dengan gugup menarik tangannya dari tangan Yesung dan langsung berjalan keluar ruang musik.

Di balik pintu musik, Ryeowook bersandar dengan wajah merah padam. Disentuhnya dadanya yang berdegup sangat kencang sambil mengatur nafasnya yang juga sama kacaunya. Namun sorot matanya kembali terlihat terluka.

Dia tahu perhatian Yesung padanya bukanlah sesuatu yang istimewa. Dimata Yesung, sosok Minah yang kelihatan bercahaya. Bukan dirinya. Dengan langkah cepat Ryeowook langsung berjalan meninggalkan ruang musik.

Setelah memberikan kertas lirik itu, Ryeowook buru-buru kembali ke ruang musik. Bukan untuk melakukan sesuatu, dia hanya ingin melihat Yesung. Mungkin saja saat ini namja itu tengah bermain piano dan bernyanyi seperti biasa.

Saat Ryeowook ingin membuka pintu ruang musik, samar dia kembali mendengar suara jernih Yesung dan dentingan pianonya. Ryeowook membuka pintu itu perlahan sambil menahan nafasnya. Dan dia benar, Yesung tengah duduk disana. Bernyanyi dengan alunan pianonya.

Ketenangan merasuki dada Ryeowook. Dia hanya berdiri di ambang pintu sambil menatap Yesung. Matanya berkaca-kaca dan ia kembali menangis dalam keheningan. Menangis melihat namja yang dicintainya.

Disana. Bermain piano dan bernyanyi.

Yesung yang sadar akan kehadiran Ryeowook menoleh menatap yeojya itu. “Kau sudah kembali? Eh? Kenapa kau menangis?”

Ryeowook buru-buru menghapus air matanya. “A-ani. Aku hanya tersentuh mendengar suara nyanyian oppa yang sangat indah. Aku permisi dulu.” Ryeowook langsung membungkuk sopan dan berlari meninggalkan ruang musik.

Gantiann Yesung yang menghela nafas. “Padahal aku ingin sekali mengajaknya bernyanyi. Dia langsung pergi lagi.” gumamnya sendirian sambil kembali menekan tuts-tuts piano itu.

0o0o0o0o0o0o0

~Ryeowook pov~

Aku menatap kepala sekolah yang tampak ragu sejenak. Minah sunbae ingin dia membantunya mengurus persiapannya melakukan lip sync nanti saat pentas minggu depan. Aku tak tahu apakah kepala sekolah akan membantunya. Dibantu atau tidak, aku sudah tak peduli lagi.

Aku hanya akan meminjamkan suaraku.

“Kumohon, ahjussi. Aku sudah berusaha.”

Berusaha?

“Ini akan jadi permohonanku sekali seumur hidup.”

“Tapi ahjussi tak yakin bisa melakukannya. Kau sendiri, Kim Ryeowook?  Apa kau mengizinkan Minah meminjam suaramu seperti itu?”

Aku menunduk. “A-aku_”

“Dia mau.” Minah sunbae memotong kalimatku. “Dia bilang akan membantuku. Apa lagi yang kurang, ahjussi?”

“Tapi…”

“Kumohon…”

Kepala sekolah kembali diam dan tak lama kemudian akhirnya dia mengangguk. “Akan kubicarakan dengan guru pengurus ruang audio nanti.” ujarnya kemudian. “Kalian berdua sudah boleh pergi.”

Minah sunbae dan aku langsung keluar dari ruang kepala sekolah.

“Aiish.. Aku tak sangka akan dikabulkan. Aku akan melakukan apapun yang kubisa.”

Kali ini kutatap sunbae itu dingin. “Akulah yang melakukan. Sunbae hanya akan diam sambil tampak bernyanyi dihadapan orang.” Entah keberanian itu kudapat dari mana. Aku bisa mengatakan hal itu dihadapannya.

Minah sunbae menatapku gusar. “Kau tak bersedia membantuku, ya?”

“A-aku hanya merasa ini_”

“Kau kan hanya tinggal bernyanyi saja.” Dia kembali memotongku. “Apa yang susah, sih? Tak ada masalah, kan? Aku akan membayarmu nanti. Kenapa kau tampak sesulit itu? Apa kau sebenarnya juga mengincar Yesung oppa, ya?”

“A-aku hanya…”

“Ya! Jangan bermimpi. Yesung oppa tak mau melirik gadis pemalu sepertimu. Kau saja tak berani bernyanyi dihadapan orang lain. Jadi sebaiknya kau berbaik hati padaku dengan meminjamkan suaramu, Ryeowook. Kau tidak pantas untuknya.” Minah sunbae mengusap kepalaku dan langsung berjalan meninggalkanku begitu saja.

TES~ Air mataku kembali mengalir.

Aku kesal! Kenapa aku tak bisa melawannya dan membalikkan kata-katanya? Kenapa aku hanya bisa diam?

Yesung oppa benar. Aku salah. Aku tak pernah memiliki keberanian. Kenapa aku jadi anak yang sangat menyedihkan?!

Aku langsung berbalik hendak pergi dari tempatku berdiri, tapi saat aku berbalik aku menabrak seseorang. “Mi-mianhae.”

“Itu tidak benar, kan?”

Aku kaku mendengar suara itu. Perlahan aku mengangkat kepalaku dan melihat kini Yesung oppa berdiri dihadapanku dengan tatapan tak percaya. “Jadi suara yang aku dengar waktu itu bukan suara Minah, tapi suaramu?”

“O-oppa?”

“Dan kalian berdua merencanakan lip sync tanpa sepengetahuanku?” Dia menatapku tak percaya.

“A-anou… A-aku…”

“BAGAIMANA BISA?!”

DEGH! Aku mematung mendengarnya berseru sekencang itu.

“Bagaimana bisa kau membohongiku seperti itu, Kim Ryeowook! Aku akan bicara dengan Shin Minah dan membatalkan itu semua!” Yesung oppa langsung berjalan namun langkahnya terhenti saat aku dengan cepat mencengkram lenganya. Dia menatapku marah. “Kau mau apa?”

“Kumohon jangan. Minah sunbae sangat ingin kau menyukainya dan ingin kau mendengar suaranya. Aku rasa_”

“Itu bukan suaranya!” Yesung oppa berseru marah dan membuatku kembali kaku. “Itu suaramu! Bagaimana bisa kau diam saja membiarkan orang lain mengakui suaramu sebagai suaranya?! Kau itu sebodoh apa?!”

Air mataku kembali mengalir. Sakit sekali… Perlahan kulepaskan lengan Yesung oppa.

“Wo-wookie..”

“A-aku memang bodoh. Aku pengecut dan penakut. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan saat Minah sunbae mengakui suaraku dihadapanmu. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan dan aku hanya bisa bersedia membantunya meski hatiku menolaknya dengan sangat kuat.” Kini aku sudah terisak pelan sambil menunduk. Kuhapus air mataku yang tak mau berhenti mengalir.

“Aku hanya…”

“Dia ingin kau mendengar suaranya dan menyukainya. Begitupun denganku.” Kutatap Yesung oppa. “Aku ingin oppa juga mendengar suaraku meski itu membuatku menggunakan tubuh Minah sunbae sebagai medianya. Aku memang salah. Aku terlalu bodoh.”

“Tapi tetap saja itu kejahatan. Kalau kau ingin aku mendengar suaramu, kau kan bisa_”

“KAU TAK AKAN MENYUKAIKU!” Kini aku berseru. “Kau tak akan melirik gadis pemalu sepertiku. Gadis yang bahkan tak pernah bisa bernyanyi dihadapan namja yang disukainya.”

“Ryeowook, dengar aku!” Yesung oppa mencengkramku. “Aku suka atau tidak padamu, apa yang kau lakukan tetaplah kesalahan. Bukankah kau suka bernyanyi? Kau tak bisa melakukan hal itu. Hentikan sekarang juga.”

“Aku tak bisa.” Kutatap dia pilu. “Aku tak bisa menghentikannya.”

Kini sorot kemarahan tampak jelas dimatanya. Yesung oppa melepaskan lenganku. “Kalau begitu lakukan sesukamu. Lakukan perbuatan curang itu dan kau tipu semua orang yang ada. Aku akan menganggap tidak tahu kejadian ini. Dan untuk pengiring Shin Minah nanti, aku akan menggantikan diriku dengan Sungmin.”

Yesung oppa langsung berjalan meninggalkanku begitu saja.

Air mataku kembali mengalir. Kututup wajahku. Hatiku sesak dan sangat sakit. Sekarang aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan?

~Ryeowook pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

Pentas seni…

Ryeowook tak bisa melakukan apapun. Hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukannya. Dengan setengah cemas, Minah menghampirinya.

“Yesung oppa tiba-tiba bilang sakit dan tak bisa mengiringiku. Sebagai gantinya Sungmin oppa yang akan menjadi pianisnya. Menyebalkan.”

Ryeowook tak menanggapinya. Dia tahu alasannya. Yesung berbohong. Yesung bertingkah seakan dia tak mengetahui apa yang akan dilakukan Minah dan Ryeowook nanti.

“Sunbae..” Panggil Ryeowook pelan. “Apa kita harus melakukannya? Ini kecurangan..”

“Aish! Terus kau mau apa? Mundur? Kita sudah sejauh ini, mau tak mau, ya harus dilakukan saja. Aku tak mau mempermalukan diriku sendiri.” Minah menatap wajahnya di cermin. “Setelah aku bernyanyi, aku akan menyatakan perasaanku pada Yesung oppa. Besok, aku akan memberikan apa yang kau mau. Kau tinggal bilang saja, ya.”

Ryeowook kembali tak menanggapinya. Matanya menatap keluar ruang auditorium. Ruangan dimana dia akan bernyanyi dan suaranya akan keluar di panggung sebagai suara milik Minah. Semalaman dia tak bisa tidur.

“Aku akan keluar sebentar.”

“Kau jangan pergi terlalu lama. Sebelum aku naik, kau harus sudah bersiap.”

“Iya.” Ryeowook berjalan keluar ruangan dan menyusuri koridor kelas yang sepi. Hampir semua siswa berada di gedung olahraga, tempat pentas seni itu dilaksanakan.

Ryeowook menghapus air mata yang hendak mengalir dari sudut matanya. “Aku harus bagaimana?”

“Hentikan saja.”

DEGH! Dia kembali diam saat mendengar suara Yesung. Saat menoleh, Yesung sudah ada dibelakangnya dan menatapnya datar.

“Kau tahu kau tak bisa melakukannya. Jadi hentikan.”

Ryeowook menunduk dan diam.

Yesung kini berjalan mendekatinya dan mengusap kepala yeojya itu lembut. “Aku dan kau memang jarang sekali berbicara tentang diri kita. Tapi entah kenapa kau selalu bisa memahamiku. Dan sekarang aku juga bisa memahami betapa kacaunya perasaanmu.” Namja itu menepuk punggung Ryeowook. “Kau tak bisa melakukannya.”

“Darimana oppa bisa yakin?”

“Karena kau adalah Kim Ryeowook. Orang yang bahkan tak bisa melukai siapapun. Aku tahu kau tak akan bisa melakukan penipuan itu.”

Ryeowook menggigit bibirnya untuk menahan rasa sakit yang dirasakannya. Air matanya hendak mengalir, tapi kembali ditahannya.

“Oppa tak tahu apa yang ada dipikiranku. Aku juga punya alasan tersendiri.”

“Apa? Apa yang akan kau dapatkan dari hal ini? Kau hanya akan menipu orang lain. Apa alasan kuat yang membuatmu yakin melakukan hal semacam ini?”

Ryeowook menatap Yesung. “Aku ingin kau mendengar suaraku.”

Mendengarnya, tentu saja Yesung terdiam. “Wookie…”

“Sudahlah. Bukankah oppa bilang akan bersikap seolah-olah tak tahu apapun. Aku akan kembali ke ruang auditorium, sebentar lagi Minah sunbae akan naik ke panggung.” Dengan langkah goyah Ryeowook meninggalkan Yesung yang mematung.

Yesung hanya diam.

.

Di atas pentas, Minah sudah berdiri di atas panggung. Seorang namja manis juga sudah duduk dibalik piano untuk mengiringinya bernyanyi. Dan di pintu gedung olah raga, Yesung berdiri sambil menatap panggung dengan tatapan datar.

Dia tak percaya kalau Minah bisa melakukan hal itu, tapi yang paling membuatnya kacau justru Ryeowook. Saat ini, di ruang auditorium yeojya itu berdiri sendirian. Menyiapkan dirinya untuk bernyanyi, dan suaranya akan mengalir sampai ke ruangan ini dan keluar sebagai suara Minah.

Semua orang akan mengira Minah yang bernyanyi. Semua akan mengelu-elukannya. Dan Ryeowook tetaplah seorang yeojya pendiam yang tak memiliki banyak arti dimata orang lain.

Entah kenapa Yesung menjadi kesal.

Sungmin mulai memainkan musik dan di ruang auditorium, Ryeowook bisa mendengar musik itu dengan head phone yang dikenakan dikepalanya. Minah dan Ryeowook mengambil nafas bersamaan dan mulai bernyanyi.

Minah hanya tampak bernanyi, dan suara Ryeowook lah yang mengalun merdu. Seluruh penonton di ruangan itu terpaku. Begitupun dengan Yesung. Dia mematung. Memang inilah suara yang didengarnya hari itu. Suara yang sangat indah yang langsung diakui Minah sebagai suara miliknya.

Suara Kim Ryeowook.

Ryeowook mengatur nafasnya agar tidak terdengar aneh. Air matanya mengalir dan dia harus bisa menahan isakannya agar suaranya tidak pecah. Hatinya sakit. Menipu banyak orang. Dan yang paling menyakitkan adalah menipu dirinya sendiri dan membuat Yesung marah padanya.

“Hiks~” Sebuah isakan terdengar.

Minah yang berada di atas panggung langsung kaget. Para penonton langsung diam mendengar suara isakan itu. Yesung apalagi.

“Ada apa? Apa dia menangis?” Para penonton mulai bertanya-tanya.

Minah masih berusaha tenang, tapi yang berikutnya terdengar benar-benar diluar dugaannya.

“Mianhae..” isak Ryeowook pilu. Minah langsung pucat dan para penonton semakin heran. Bahkan Sungmin sudah tak lagi memainkan pianonya.

“Yesung oppa mianhae. Semuanya mianhae.”

Yesung terdiam.

“A-aku tak bisa melakukannya. Yesung oppa… Saranghae.”

DRAP! Detik itu juga Yesung langsung berlari meninggalkan gedung itu. Bersamaan dengan riuhnya para penonton yang sadar kalau Minah melakukan lip sync. Yesung tak mau memperdulikan apa yang terjadi di tempat itu.

Dia harus menemui Ryeowook.

BRAKK! Yesung membuka pintu ruang auditorium.

Kini tampak dihadapanya Ryeowook tengah duduk lemah dilantai sambil terisak pilu. Sendirian. Tanpa bicara apapun, Yesung langsung memeluk tubuh Ryeowook dari belakang dan membuat Ryeowook tersentak kaget.

“Sudahlah.” bisiknya.

“Mianhae.” bisik Ryeowook lagi.

“Sudahlah. Aku tahu pada akhirnya kau tak akan bisa melakukannya. Jangan menangis lagi.” Yesung memeluk Ryeowook semakin erat.

Namun tangisan Ryeowook semakin menjadi. Yesung langsung berpindah posisi menjadi di hadapan Ryeowook dan mengangkat wajah yeojya itu yang berurai air mata. Perlahan dihapusnya air mata Ryeowook dan dia tersenyum lembut.

“Jangan menangis. Aku bangga dengan apa yang kau lakukan. Ini tindakan paling berani yang kau lakukan. Menghentikan lip sync dan meminta maaf. Juga menyatakan perasaanmu padaku.”

Wajah Ryeowook merona. “Aku.. Aku hanya tak ingin menyesal nantinya. Aku tahu sekarang oppa pasti membenciku.”

“Siapa bilang?” Yesung mengusap rambut Ryeowook. “Aku sangat bangga padamu. Dan kurasa aku akan mulai menyukaimu.”

Mendengar pengakuan Yesung, Ryeowook menatapnya tak percaya. “Eh?”

“Sudah sangat lama aku ingin sekali mendengar suaramu bernyanyi. Tak kusangka suara indah itu adalah suaramu. Kau mau, kan.. Bernyanyi sekali lagi bersama denganku?”

“O-oppa?”

Yesung berdiri dan mengambil head phone di kepala Ryeowook dan memakainya. Dia bisa mendengar suara bising di ruang auditorium. “Sungmin.” panggilnya.

Ruang itu kembali hening.

“Aku Kim Yesung, dan disini, disampingku, ada seorang solois bersuara indah yang tak akan kalian bayangkan, Kim Ryeowook. Sebagai permohonan maaf karena kekacauan ini, kami akan mempersembahkan sebuah lagu.”

“O-oppa!” Ryeowook berubah panik.

Yesung tersenyum menatap yeojya itu. “Sungmin,” panggilnya lagi. “Kau tahu lagu April Story yang dibawakan oleh Shin Soohyun dan seorang solois wanita, kan? Aku pernah mendengarmu memainkan lagu itu di piano. Tolong mainkan sekarang.” pintanya.

Entah kenapa, Sungmin menurut ucapan Yesung. Yesung bisa mendengar alunan piano Sungmin sekarang. Dengan segera dia menarik Ryeowook dan merangkul pundak yeojya itu mesra. “Kau tahu lagunya?”

“Ta-tapi_”

“Tebus kesalahanmu.” Yesung memutar satu head phone yang dikenakannya agar Ryeowook bisa mendengar suara musik di ruang seni.

Disaat yang tepat, Yesung menyanyikan pembukaan lagu dengan tersenyum lembut. Tangannya mengusap rambut Ryeowook hati-hati. Seluruh penonton di ruang pentas terdiam mendengarnya. Entah apa yang terjadi pada Minah saat ini, tak ada yang peduli.

Ryeowook hanya bisa memandangi Yesung sambil meneteskan air matanya. Dan saat Yesung bernyanyi, ditengah jeda musik piano yang dimainkan Sungmin, Ryeowook berjinjit dan mengecup bibir Yesung sekilas. Yesung terpaku.

“Saranghae.” bisik Ryeowook dan langsung bernyanyi menyamakan dengan musik yang dimainkan Sungmin di ruang pentas.

Yesung tersenyum lembut dan kembali mengusap kepala Ryeowook. “Akan kujawab nanti.” bisiknya kemudian.

Keduanya menyanyikan lagu itu dengan sangat baik meski belum pernah berduet sebelumnya. Pertunjukan lip sync paling aneh yang pernah ada. Dan itu akan menjadi pertunjukan yang tak akan terlupakan bagi siapapun.

Khususnya Ryeowook dan Yesung. Ah, juga tak akan terlupakan oleh Shin Minah, mungkin.

.

.

~The end~

========================================================================

a/n ::

aiishh…

aku ngetik ini super ekspress..

buat si bawel nitaa.. nih kado lu.. udah jangan tagih2 mulu..

dan satu lagi, jangan ngatain mulu yah.. atau ff’a aku cancel~ #plakk

^^

mian kelamaan, saeng.. hhehe

23 thoughts on “Lip Sync

  1. Wuih, kesian bgt wookie. . Dia jd anak yg slalu sendirian tp akhirnya sangat menyentuh. . .*hiks. . Srott #ngusap ingus dlu. .0.o

    yeiy. . Akhrny muncul ff yewook yg mengharu biru. . Gumawo eonni. .

  2. masalah ngatain eonnie itu kebiasaan. ketularan dari yesung appa. wkwkwk

    llho? kok jadi wookie yg nembak yesung appa. ckckckck mana belum dijawab sama yesung appa, tapi awabannya pasti iya😀

    saeng terima kadonya eonnie, langsung saeng save di berangkas kado dengan label dari umma ddangko. #peluk kembaran saya a.k.a kkoming😀

    hahahaha

  3. yah,,,
    Yesungnya kok mlah blang jawabnya nanti,,,
    Aduh,,,,yesung,,,,
    mestinya lansung jawab dong,,,
    Bikin org pnsran aja,,,
    #tanggung jawab lo thor,,*di tendang ma thena*

  4. bagus!keren!daebak!good!excellent! Bntar, mkir dlu… *ktuk2 mja* aha! GUMAWO!! Mkasih y unn, akhirny, doaku trjawab sdah, yewook shipper nih!! Kren2, tapi nanggung.. Buat sequel ny donk, jdi giliran yeppa yg nembak wookie, yayaya?? *kkoming eyes mode:on*

  5. omona…… kyaaaa daebakkk!!!! kgeenniihh 5 yewook(?)
    gg q sgka si Minah bkal kyk gtu…. tpiiii syukurlah wookie Eonnie (?)
    horeeee akhirnya mreka b’1 jga!!! hahahahahahaha..uhuukk2*dsumpel Taena*

  6. mian eon baru komen,, baru inget,,
    eon knapa pake cast si gumiho itu?? ntar dikibas ma ekornya loh.. #plaakk
    aduh wookie emang baik hati dan tidak sombong..
    si yeppa cool bgt disini??
    aish,, ak suka~ like it.. kkk~ xDD

  7. Kyaaa~~~~~😄
    st0ry of april adlh lagu fav saya di neverland, saya sangat sangat sangat hapal lagu, tak melewatkan hari tnp dnger lagu itu n ngbwt saya tergila2 sama kim soohyun!!^^
    trus dimasukin pula ke fic yew00k couple fav saya…
    ajeeebb~~~😀

  8. Chagiya~~~~~ *mataberbinar*
    Mianhae ne…..umma br baca & komen. Umma sibuk….kkekeke….*ditabok*
    Umma suka bgt ceritanya, menyentuh dan bikin umma ikut ngrasain sakitnya Wookie. Kasihan dia jd yg tertindas terus…….😦
    Tapi gpp deh kan ada Yeye. kkkk~
    pokoknya umma suka deh ma yg ni. suka suka suka *upinipinmodeon*
    Ne chagi, umma balik dulu lah……..bye bye….
    Saranghae…..❤

  9. endingnya kurang puas…
    bikin sekuelnya dong…
    bagus bgt lho…
    agak nyesekin bgt ya bagi wookkie…
    tapi keren bgt, aku suka…
    tetep berkarya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s