Coz I Can’t Stop Thinking About You

 “Apa yang kau pikirkan sekarang?”

“Kau.”

“Apa yang kau inginkan sekarang?”

“Kau.”

“Siapa yang ada dihatimu sekarang?”

“Kau.”

“Kenapa aku?”

“Karena aku sangat menyayangimu.”

.

Cuz I Can’t Stop Thinking About You

.

.

Pairing :: HanChul

Rated :: PG-17

Genre :: Action / Tragedy / Genderswitch

nb :: For my dongsaeng, Aika Arrahmat yang galau tingkat dewa(?). Dan buat smua Gengfans and Hanchul shipper yang juga galau. Be patient, chingudeul! Keep praying for Han gege, our beloved oppa! ^^

.

“Heechul-sshi, kau sudah melihat laporan yang kuserahkan kemarin?” Jaejoong berjalan cepat ketempat Heechul yang tengah berdiri di ambang pintu masuk kelas. Yeojya cantik itu hanya menatap Jaejoong sekilas dengan kedua bola matanya yang selalu tampak tajam dan mengintimidasi.

Yeojya mana yang tidak takut ditatap seperti itu oleh Kim Heechul?

Jaejoong hanya bisa tersenyum kikuk. “Sonsaeng bilang kau dan aku berada di satu kelompok. Kemarin aku sudah menitipkannya kepada Hankyung.”

“Kenapa tidak langsung diberikan kepadaku?” tanya Heechul dingin.

“Eung –anou.. Aku tidak melihatmu. Jadi kutitipkan kepadanya. Bukankah kalian dekat, jadi kurasa_”

“Lain kali langsung berikan padaku. Akan kubaca nanti dan kuserahkan padamu besok.” Heechul langsung meninggalkan Jaejoong begitu saja dengan tampang kesal. Bukan karena masalah penitipan laporan yang membuatnya kesal. Tapi orang yang dititipkan.

Tan Hankyung. Pemuda tampan berkebangsaan Cina yang sejak SMA sudah menetap di Korea. Sesungguhnya, Heechul tidak benar-benar dekat dengan Hankyung. Tetapi, Hankyung lah yang selalu berusaha mendekatinya. Dan Heechul kurang suka itu.

Sebagai seorang yeojya yang kini berusia dua puluh tahun, Heechul masih belum bisa sepenuhnya dekat dengan laki-laki. Dia punya alasan.

Heechul merapihkan rambut panjang hitamnya yang tergerai begitu saja sampai menyentuh punggungnya. Tatapan matanya tampak mencari sosok Hankyung, dan dia menemukannya. Pemuda itu tengah duduk di bawah sebuah pohon sambil membaca buku. Heechul mendekatinya.

“Mana laporan yang dititipkan padamu?” tanyanya langsung.

Hankyung menengadah menatap Heechul. Sebuah senyum terulas saat didapati sang yeojya kini tepat ada dihadapannya. Memasang wajah dingin yang seperti biasa. Namun wajah dingin itu tak akan membuat senyuman manis Hankyung pudar.

“Ada padaku.”

“Berikan padaku. Aku harus membacanya sekarang.”

Tanpa banyak bicara Hankyung langsung mengambil sebuah makalah di ranselnya. Dia tahu Heechul tak akan suka menunggu kalau dia bertele-tele. Dan saat diserahkan, Heechul langsung mengambilnya. Hanya saja Hankyung tak melepaskannya. Hal itu membuat Heechul menatapnya gusar.

“Apa kau tahu apa yang kupikirkan sejak tadi?” tanya Hankyung sambil tersenyum manis.

“Aku tak berminat untuk tahu.” Dengan kasar Heechul menarik makalah itu dan langsung meninggalkan Hankyung.

Hankyung terkekeh sendirian saat memperhatikan Heechul yang semakin menjauhinya. “Aku memikirkanmu!” serunya kemudian.

Heechul tak menggubrisnya. Dia tetap berjalan meninggalkan Hankyung meski dia tahu kalau pemuda itu tadi berteriak kepadanya. Dia tak ingin menghiraukan Hankyung. Dia harus bisa mengabaikan pemuda itu. Harus. Heechul tak mau jatuh cinta kepadanya. Tidak mau.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Heechul pov~

“Heebum!” Kupanggil kucing gembul itu sambil menggetuk tempat makannya perlahan. Heebum adalah kucingku, termasuk kucing yang pintar. Ah, itu sudah pasti karena kucing termasuk dalam hewan yang bisa mengerti kata-kata manusia. Saat mendengar suara tempat makannya, kucing abu-abu itu langsung berlari dari ruang tengah menghampiriku di dapur.

Dengan manja Heebum mengusap kakiku dengan kepalanya. Aku tertawa pelan memperhatikannya dan langsung kuletakkan mangkuknya dilantai agar kucingku itu bisa memakannya. “Kau kasihan sekali, sih.” ujarku pelan sambil mengusap kepalanya lembut.

Heebum tak memperdulikanku, kuputuskan untuk berpindah ke ruang tengah. Tatapanku tertuju pada makalah yang tadi kuambil dari Hankyung. Makalah Jaejoong. Kenapa Sonsaeng meminta kami membuat kelompok? Aku bisa mengerjakan semua sendiri. Aku tak suka berkelompok.

Dan kenapa juga Jaejoong menitipkannya pada Hankyung. Aiish.. Bikin sebal saja.

Ada alasan kenapa aku agak risih dengan pemuda yang satu itu. Pada dasarnya aku memang malas bergaul dengan orang lain. Satu-satunya teman dekatku itu Teukie, pemuda manis yang merupakan temanku sejak sekolah hanya saja kini dia kuliah di luar Seoul. Dan aku paling tidak mau berdekatan dengan Hankyung.

Mungkin aku takut padanya… Bukan takut karena sesuatu hal yang jelas. Entah kenapa aku merasa agak takut kalau melihat senyum dan tatapan matanya. Err –bukan berarti dia selalu menatapku dengan tampang mesum, hanya saja ada yang aneh dari matanya. Aku tak suka.

Dan satu alasan pertama yang membuatku agak kurang menyukainya adalah kenangan tiga bulan yang lalu, saat kami berada satu kelompok di kelas. Kejadian yang aku sendiri tak tahu apakah bisa disebut pernyataan cinta atau bukan.

Saat itu kami sedang menjalankan penelitian singkat tentang seni pertunjukan drama dan dia selalu menatap kearahku sambil senyum-senyum aneh. Karena penasaran, wajar kalau akhirnya aku bertanya. Dan satu jawaban yang kudapat langsung membuatku shock.

“Aku tersenyum karena menatapmu. Dan kau tahu kenapa aku bahagia kalau menatapmu? Itu karena aku menyukaimu.”

Setelah dia mengatakan itu, aku langsung pergi begitu saja. Apa itu bisa disebut pernyataan cinta? Dan entah kenapa sejak hari itu Hankyung selalu datang mendekatiku untuk bertanya hal-hal yang seharusnya tak petut dipertanyakan.

Aku terusik olehnya.

TTTRRRT! Ponsel yang kuletakkan di atas mejaku perlahan bergetar samar. Saat kuambil, nama Hankyung terpampang disana. Jangan bingung kenapa aku bisa memiliki nomor ponselnya. Kami sekelas, dan terkadang satu kelompok.

Tapi aku malas bicara dengannya…

Kuabaikan panggilan itu dan satu menit kemudian ponselku hening.

“Oh, ayolah. Jangan terus menggangguku!” gerutuku sendirian sambil menarik makalah Jaejoong, namun disaat yang bersamaan ponselku kembali bergetar.

Pemuda itu benar-benar membuatku agak kesal. Abaikan dia, Kim Heechul. Abaikan.

Satu menit bergetar, ponsel itu kembali diam. Kalau begini, aku yakin beberapa menit lagi dia akan kembali_

TRRT!

Meneleponku lagi! Ukh!

“Yeoboseyo!!” seruku gusar saat menjawab panggilannya. “Kau itu mau apa? Seharusnya kalau seseorang tidak mengangkat teleponmu kau berpikir, mungkin saja orang itu sedang sibuk!”

Hankyung tertawa santai disebrang sana. “Aku tahu kau sedang tidak sibuk.”

“Aku sibuk.”

Kudengar Hankyung bergumam pelan. “Sejak tadi aku terus memikirkanmu, jadi kuputuskan untuk meneleponmu. Apa kau sedang mempelajari makalah Jaejoongie? Mau keluar denganku?” tanyanya tanpa basa-basi.

Aku hanya menghela nafas panjang sebelum menjawabnya. “Kau tahu jawabanku.”

“Kali saja kau berubah pikiran.”

“Tidak mau. Aku sibuk. Sampai jumpa.” Aku langsung memutuskan panggilannya dan mematikan ponselku agar dia tak bisa menghubungiku lagi.

Orang itu benar-benar membuatku kesal. Tak tahu bagaimana cara menghadapinya. Sejak sekolah dulu, memang banyak sekali pemuda yang mendekatiku. Tapi mereka semua langsung menyerah setiap kali aku bersikap dingin kepada mereka. Berbeda dengan Hankyung, dia sama sekali tidak mau menyerah.

Semakin aku bersikap dingin, dia justru menjadi semakin lembut.

Aarggh! Aku tak paham dengan sifat anak laki-laki! Itu sebabnya juga aku tak suka bergaul dengan laki-laki. Mereka membuatku sulit untuk memahami mereka. Dan itu juga alasan kenapa hanya Teukie yang bisa dekat denganku. Dia satu-satunya laki-laki yang tidak membuatku merasa bingung.

Tiba-tiba Heebum sudah naik ke atas sofa dan bermanja-manja dilenganku. Kuangkat kucing itu kepangkuanku dan mengusap kepalanya. Heebum menggeram manja sambil memejamkan matanya.

“Heebum, kau itu jantan kan? Apa kau juga selalu bersikap aneh kalau sedang menarik perhatian kucing betina?”

Heebum tak memperdulikanku. Kucing abu-abu itu malah bergelung dipangkuanku dan mulai mencoba untuk tidur.

Lagi-lagi aku menghela nafas. “Huff.. Kau bahkan tidak pernah bergaul dengan kucing betina. Kau sama denganku, ya. Ternyata kata-kata yang mengatakan majikan dan peliharaan itu akan sama memang benar.”

~Heechul pov end~

0o0o0o0o0o0o0

“Pagi.”

Heechul tidak memberikan respon apapun. Matanya tetap tertuju pada laporan yang ada diatas mejanya. Sampai seseorang duduk disampingnya juga Heechul tetap tak mau memperdulikannya. Dia sudah tahu siapa yang duduk disisinya itu.

“Kau belum selesai membacanya?”

Heechul tak menjawab.

“Bagaimana kalau pulang kuliah nanti kau temani aku. Mau tidak?”

Heechul masih diam.

“Kalau kau mau, aku akan mengajakmu ke_”

“Oke!” Heechul langsung memotong sebelum Hankyung selesai bicara. Ditututpnya laporan yang tadi dibacanya dan dia menatap Hankyung gusar. “Haruskah kau terus mengajakku bicara, padahal kau juga tahu aku tak mau bicara denganmu?”

“Harus.” Hankyung sudah tersenyum manis lagi kepadanya. “Karena aku akan selalu mengajakmu berbicara. Kalau aku tak mau mengajakmu mengobrol, kau pasti kesepian karena kau hanya akan duduk diam di kelas.”

“Itu kan tak ada hubungannya denganmu.” balas Heechul lagi agak ketus.

Hankyung terkekeh. “Ada, kok. Aku ada hubungannya. Kalau melihatmu diam seharian, aku merasa kalau kau pasti kesepian. Aku tak mau kau kesepian, karena itu aku selalu mengajakmu bicara meski aku tahu kau tak mau bicara denganku.”

Kali ini Heechul justru terdiam mendengarnya. Sepertinya dia agak kikuk mendengar penjelasan Hankyung tadi.

Perlahan Hankyung menepuk kepala Heechul lembut dan tertawa pelan. “Jangan bertanya kenapa aku melakukan hal itu. Itu kulakukan karena aku selalu mengkhawatirkanmu.”

Satu kata kini yang langsung tersimpan di ingatan Heechul. ‘Mengkhawatirkanmu’.

Perlahan Heechul melirik kearah Hankyung yang kini tampak sibuk mengeluarkan buku kuliahnya. Mata tajam yeojya itu menatap Hankyung dengan berbagai macam emosi yang tak bisa dipahaminya. Heran, bingung, aneh. Hankyung selalu membuatnya merasa seperti itu.

Siapa yang salah sebenarnya? Dia atau Hankyung?

“Boleh aku pinjam ponselmu?” Hankyung kembali bertanya.

“Untuk apa?”

“Aku mau mengirim pesan ke temanku, tapi aku lupa membawa ponsel.”

“Merepotkan saja.” Heechul langsung memberikan Hankyung ponselnya dan kembali sibuk dengan laporan didepannya.

.

“Kau sudah disana?” Heechul bicara dengan seseorang di balik teleponnya. Langkahnya berjalan cepat sambil menatap ke segala arah. Sampai akhirnya dia fokus menatap seseorang di sebrang jalan. “Ah, aku sudah melihatmu.” Heechul mematikan ponselnya dan melambaikan tangannya.

Pemuda yang berada di sebrang jalan itu langsung berlari menghampiri Heechul dan tersenyum ceria. “Kau tidak banyak berubah, Chullie.”

“Ah, yang benar saja? Aku keriput tidak ada kau, Teukie.” Heechul tertawa sambil menepuk pundak sahabatnya itu. “Kau jadi semakin dewasa saja. Apa aku yang kelihatan sama?”

Senyum manis terulas di wajah tampan Kim Leeteuk, sahabat Heechul itu. Leeteuk mengusap kepala Heechul lembut, seperti seorang kakak yang lama tak berjumpa dengan adik perempuannya. “Kau kelihatan jauh lebih cantik. Pasti banyak yang mau jadi kekasihmu.”

“Tentu saja.” Heechul tertawa sendiri. “Tapi seperti biasa.”

“Lebih baik jangan bicara disini.” Tanpa ragu, Leeteuk merangkul pundak Heechul. Dan mengajak yeojya itu masuk ke sebuah café. Mereka duduk di bagian pinggir jendela agar bisa melihat keluar jalan.

Seorang pelayan mendekati mereka untuk menanyakan pesanan mereka. Setelah pelayan itu pergi, Leeteuk kembali memperhatikan sahabatnya sambil tersenyum manis.

“Terakhir aku melihatmu itu setahun yang lalu. Aku kira kau akan membiarkan rambut panjangmu, ternyata kau memotongnya jadi sepunggung.” mulainya sambil memperhatikan tiap helaian rambut Heechul.

Heechul ikut memegang rambutnya sendiri. “Aku malas. Rambut panjang membuatku gerah. Kau juga, kau ternyata mengecat rambutmu jadi pirang begitu. Aneh sekali. Kau mau mempertegas julukanmu itu, ya? Angel without wing atau apalah para yeojya menyebutmu.” balas Heechul dengan nada mengejek.

Otomatis Leeteuk tertawa mendengarnya. “Aku tak tahu kalau rambutku semakin mempertegas julukan aneh itu.” gumamnya. “Kau serius belum punya pacar? Apa kau benar-benar sama seperti dulu? Memperlakukan laki-laki dengan dingin.”

“Tentu saja. Aku masih belum bisa melihat sisi baik mereka. Mereka tetap aneh dan suka membuatku merasa risih.” Heechul melirik pelayan yang datang sambil meletakkan pesanan mereka. Perlahan diminumnya cappuccino yang dipesannya. “Tapi…”

“Tapi?”

“Ada satu orang yang berbeda.”

“Nuguya?”

“Dia hampir mirip denganmu. Selalu tersenyum padahal aku selalu bersikap ketus kepadanya. Dia memang pernah bilang kalau dia menyukaiku, tapi aku juga bingung bagaimana harus menanggapi sifatnya. Dia membuatku merasa bingung.” jelas Heechul perlahan sambil menatap ke jalan.

Sebuah senyum terulas di wajah Leeteuk. Membuat sebuah lesung pipi muncul di dekat bibirnya. “Kukira kau benar-benar tidak tertarik pada laki-laki manapun. Ternyata ada yang bisa menarik perhatianmu.”

Mendengar ucapan Leeteuk, tentu saja Heechul agak kaget. “Apa kau bilang? Maksudmu aku tertarik padanya?”

“Nae. Memang kau kira apa?”

“Ah, sudahlah! Aku tak mau membicarakan hal ini.” Buru-buru Heechul mengalihkan pembicaraan mereka. Tapi sebuah suara menginterupsinya.

“Heechul?”

Heechul sangat mengenal suara itu. Perlahan dia menoleh dan menatap Hankyung kini berdiri disampingnya dan menatapnya heran. “Kau? Apa yang kau lakukan disini?”

“Oppa mengenalnya?” Satu suara lagi membuat Heechul terdiam. Pandangannya teralih pada seorang yeojya cantik yang berdiri dibelakang Hankyung.

Saat itu sesuatu yang aneh langsung berkecamuk di hati Heechul. Satu kalimat yang kini ada dipikirannya. ‘Dia berkencan dengan seorang yeojya?’

0o0o0o0o0o0o0o0

~Hankyung pov~

“Dia kekasihmu, ya?” Aku menatap Heechul yang duduk diam disampingku seperti biasa di kelas. Hari ini dia sepertinya jauh lebih dingin dari kemarin. Dia bahkan benar-benar memancarkan aura tak mau bicara denganku.

Seperti biasa, dia hanya diam.

“Pantas saja kau bersikap dingin pada laki-laki yang mendekatimu. Ternyata kau sudah punya pacar.” Aku kembali bicara seperti biasa. Aku sangat hapal sifat Heechul, dan aku memang tidak mengharapkan dia menjawab semua ucapanku.

Benar. Heechul tetap diam tak perduli.

“Aku minta maaf, ya. Selama ini aku mendekatimu padahal kau_”

“Yeojya yang kemarin siapa?” Heechul memotong dengan nada datar.

Yeojya yang kemarin?

“Yang bertemu denganmu di café? Dia hoobae-ku di SMA. Kau kenal dia?” tanyaku agak penasaran.

“Dia cantik.”

Hah? Cantik? Kenapa dengan yeojya ini?

“Hmm… Dia memang cantik. Banyak sekali pemuda yang menyukainya sejak sekolah. Kenapa memangnya? Ini pertama kalinya kau menanyakan tentang orang lain kepadaku.”

Perlahan Heechul menoleh kearahku dan menatapku datar. “Kau cocok sekali dengannya. Dia juga sepertinya menyukaimu. Kenapa tidak berpacaran dengannya?”

Dia benar-benar aneh. Tumben sekali dia membuka pembicaraan seperti ini.

“Aku.. Tidak menyukainya.” Kali ini aku agak kikuk membalasnya. Aku jadi merasa asing bicara dengan Heechul.

Perlahan Heechul tersenyum. Tersenyum sinis. “Ada yeojya cantik yang mendekatimu, tapi kau tetap mendekati yeojya dingin sepertiku. Kau aneh sekali.”

Kutatap Heechul dalam-dalam. “Kenapa kau bilang begitu?”

“Aku hanya bicara fakta. Aku merasa risih karena kau selalu menggangguku. Mencoba mengusik ketenanganku. Seharusnya kau kencani saja hoobae cantikmu itu. Kalian cocok, kok. Dia juga mau kau ajak jalan, kan?”

Kenapa sih dengan dia?

“Kau… Merasa cemburu?”

Sorot matanya langsung berubah. Dia menatapku tajam. “Cemburu?”

“Kau cemburu melihatku bersamanya?” tanyaku lagi.

“Jangan konyol! Buat apa aku cemburu kepada kalian. Memang kau siapaku? Sudah kukatakan aku selalu merasa risih denganmu. Kenapa aku harus merasa cemburu? Aku bilang begitu agar kau berhenti mengusikku!”

Aku diam. Diam mendengar apa yang baru saja diucapkan Heechul.

“Apa aku sangat mengganggumu?”

“Ya!”

Sesuatu yang aneh kini merasuki hatiku. Sakit sekali. Aku tak merasa sakit setiap kali dia memperlakukanku dengan ketus, tapi mendengarnya bicara begitu, hatiku benar-benar terasa sakit dan terluka.

Segera kumasukan seluruh buku ke dalam ranselku. “Mianhaeyo. Kalau begitu, aku tak akan mengusik hidupmu lagi.” ujarku cepat sambil berjalan pergi dari kursi yang tadi aku tempati.

Memang sejak awal tak mungkin dia menyukaiku. Memang sejak awal dia tak pernah tertarik padaku. Mungkin memang laki-laki kemarin itu kekasihnya. Tak seharusnya aku terus memikirkan yeojya sepertinya. Mungkin dia memang terlalu sempurna untukku.

Aku kalah.

~Hankyung pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

~Heechul pov~

Apa yang kukatakan padanya?! Kenapa aku jadi emosi seperti itu? Seperti bukan aku yang biasanya saja. Dan apa-apaan itu sorot matanya? Kenapa dia langsung berubah dan pergi meninggalkanku. Padahal biasanya dia akan mengabaikan kata-kataku dan tetap mengatakan hal yang membuatku terganggu.

Aiishh! Aku tak paham kenapa laki-laki harus seperti itu!

Aku mengambil ponselku dan menekan tombol panggilan cepat nomor tiga. Nomor satu itu umma-ku, nomor dua appa-ku dan ketiga seharusnya nomor Teukie. Tapi apa yang kulihat berbeda. Ketika kutekan nomor itu, yang muncul justru nama Hankyung.

Loh?

Dengan panik aku membatalkan panggilanku.

Kenapa nama Hankyung? Seharusnya nama Teukie. Siapa yang mengganti… Ahh… Pasti waktu itu. Waktu dia meminjam ponselku untuk mengirim pesan ke temannya. Seenaknya saja memasukan namanya di nomor darurat.

Tan Hankyung! Pertama kau membuatku merasa risih karena selalu menatapku. Kedua kau membuatku heran karena kau benar-benar tak menyerah mendekatiku. Dan sekarang kau membuatku bingung kenapa kau memasukan nomormu di panggilan daruratku.

Sebenarnya apa yang kau inginkan?!

0o0o0o0o0o0

“Yak! Kau yang memintaku datang, kenapa kau yang tidak bisa datang?” Aku membentak Jaejoong yang bicara denganku di ponsel. Tanpa menunggu banyak alasan lagi, aku memutuskan panggilanku dan melempar ponselku masuk ke tasku.

Menyebalkan!

Itu yang membuatku kesal kenapa aku harus bekerja sama dengan orang lain. Aku kesal kalau mereka seenaknya begitu.

Lalu, apa yang akan kulakukan sekarang? Pulang? Tentu saja. Sudah sesore ini dan kampus sudah mulai sepi. Buat apa aku ada disini?

Saat aku baru mulai melangkah keluar dari kelasku, aku jusru melihat Hankyung masuk. Tatapan kami berdua bertemu. Tapi bukannya memberi salam atau tersenyum seperti biasa, Hankyung justru memalingkan wajahnya dariku.

What? Apa-apaan namja itu?

“Kau masih disini?” tanyanya pelan sambil berjalan melewatiku dan duduk di kursinya sambil mencari sesuatu. “Aku meninggalkan bukuku, jadi aku kembali kesini. Tak kusangka akan bertemu denganmu.”

Aku tidak bertanya padamu.

Hankyung yang sudah menemukan bukunya langsung berjalan kearahku dan mengulas sedikit senyum kaku. “Sudah hampir petang, mau kuantar?”

“Tidak.” Aku langsung melangkahkan kakiku meninggalkannya.

“Heechul.”

Langkahku terhenti saat dia memanggil namaku. Aku enggan untuk menoleh. “Hm?”

“Apa sedikitpun kau memang tidak pernah menyukaiku?”

Barulah kali ini aku mencoba menoleh kearahnya. Menatap matanya yang kelihatan terluka. Sebuah pertanyaan muncul di kepalaku. Pertanyaan konyol yang kupikirkan secara spontan. “Apa yang kau pikirkan sekarang?”

Sejenak, Hankyung menatapku agak kaget. “Kau.” jawabnya kemudian.

“Apa yang kau inginkan sekarang?” tanyaku lagi.

“Kau.” Jawabannya masih sama.

“Siapa yang ada dihatimu sekarang?”

Dia diam sejenak dan perlahan satu senyum tulus terlihat di wajahnya. “Kau.”

DEGH! Jantungku seakan berhenti untuk berdetak. Aku menunduk untuk menyembunyikan kebingunganku dan juga wajahku yang aku yakin sudah memerah sekarang.

“Kenapa aku?”

“Karena aku sangat menyayangimu.”

TES~ Entah apa yang membuat air mataku perlahan mengalir mendengar jawaban Hankyung itu. Dia tak melukaiku, tapi kenapa aku menangis mendengar hal itu.

Buru-buru aku hapus air mataku. “Jangan konyol.” Aku berbalik dan hendak berjalan lagi meninggalkannya.

“Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Maaf kalau perasaanku ini mengganggumu. Aku tak akan mengganggumu lagi. Aku harap kau bahagia dengan namja yang bersamamu waktu itu.”

Aku mengurungkan niat untuk menjauhinya dan kakiku kembali kaku. Dia berpikir kalau namja itu adalah kekasihku?

Hankyung berjalan melewatiku dengan bergegas dan terus melangkah tanpa menoleh kebelakang lagi. Meninggalkanku seorang diri di tempat ini. Dengan seratus kebingungan dan pertanyaan yang kini menari-nari dikepalaku.

Aku tak tahu apa yang aku rasakan? Tapi kenapa sekarang aku baru merasakan sakit?

Aku tak paham!

Aku kembali mengambil ponselku dan kini aku menghubungi Teukie. Menunggu beberapa saat sampai akhirnya dia menjawab teleponku. “Teukie…” panggilku pelan.

“Waeyo? Tumben sekali kau meneleponku.”

“Aku bingung…”

“Bingung?”

~Heechul pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

Sejak hari itu Hankyung benar-benar tak pernah mengganggu hidup Heechul lagi. Dia tak pernah mencoba bicara dengan Heechul meski hanya untuk membuat yeojya itu merasa tidak kesepian. Dan pada akhirnya sikap itu yang membuat Heechul merasa tidak tenang.

Dia mungkin menyukai Hankyung. Hanya saja baginya yang belum pernah jatuh cinta sebelumnya, tentu sulit untuk menyadari hal itu. Dan ketika dia mulai tersadar, dia mungkin terlambat.

Karena salah satu pihak dari mereka justru sudah terluka lebih dulu.

Heechul memandangi nomor Hankyung yang masih tertera dipanggilan darurat nomor tiga. Seharusnya Heechul segera menggantinya, tapi entah kenapa dia merasa urung menggantinya. Padahal dia sendiri tak mungkin menghubungi namja itu.

Sadar kalau hari semakin sore dan di kelas hanya ada dirinya, Heechul langsung memasukkan semua bukunya ke dalam tas. Dia harus segera pulang sebelum gelap. Tidak baik seorang yeojya berada sendirian di tempat sepi, kan?

Heechul langsung menenteng tasnya, hanya saja langkahnya berhenti ketika dia melihat lima orang namja tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu. Lima orang namja yang sama sekali tidak dikenalnya.

Dengan langkah cepat Heechul berjalan melewati namja itu dan kelar dari ruang kelasnya. Suasana di kampus itu benar-benar sudah sepi. Tidak banyak yang kuliah di hari minggu, kecuali mereka yang memiliki tugas-tugas khusus.

Jantung Heechul berdegup cepat saat ia sadar kalau kelima namja itu mengikuti langkahnya. Dia mempercepat langkahnya dan mulai muncul keinginan untuk berlari. Tapi Heechul masih berusaha untuk tenang.

“Heya, kau!” Seseroang dari namja itu memanggilnya.

Dan detik itu juga Heechul semakin mempercepat langkahnya dan berbelok ke jalan lain. Namun kini langkahnya terhenti ketika dia melihat seorang namja berdiri dihadapannya sambil tersenyum ramah. Heechul menatapnya sinis. “Minggir.”

“Kau Kim Heechul, kan? Ternyata memang sangat cantik.” Namja itu langsung berjalan mendekati Heechul dan menyentuh wajahnya.

Tentu Heechul menolak dan memukul tangan namja itu. “Minggir!”

“Waw, galak sekali.” Satu suara lain membuat Heechul terdiam. Saat ia menoleh kini empat namja sudah berdiri tak jauh dibelakangnya. Dia merasa sangat buruk. Dia harus segera pergi dari tempat ini.

“Kubilang minggir!” Dengan sekuat tenaga Heechul menendang kaki namja dihadapannya dan saat namja itu menunduk reflek kesakitan, Heechul langsung berlari. Berlari sekuat mungkin yang ia bisa untuk kabur.

“Hentikan yeojya bodoh itu!”

Heechul bisa merasakan namja-namja itu kini mengejarnya dengan sangat cepat. Suara langkah mereka memenuhi koridor yang kosong itu. Sambil berlari, Heechul meraih ponsel ditasnya dan menekan asal tombol yang tak diketahuinya. Berharap orang yang akan terpanggil adalah orang yang tepat.

Heechul berbelok ke sebuah ruangan sambil menempelkan ponsel ditelinganya. Dia bisa mendengar suara Hankyung yang memanggilnya. “Ha-hankyung.” ujarnya terengah-engah sambil menatap jalan keluar yang mungkin akan ditemukannya.

“Ada apa? Kenapa kau meneleponku?”

“Kau dimana?” tanya Heechul cepat.

“Eh?”

“Kau dimana?!” seru Heechul panik.

“A-aku sedang di jalan. Wae?”

“I-ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya aku meminta tolong padamu. Tapi tolong kembali ke kampus dan selamatkan aku!”

“Eh?”

Heechul tersentak saat seorang namja yang mengejarnya berhasil menemukannya. “Kumohon!” Seru Heechul cepat dan saat bersamaan namja itu langsung memukul tangan Heechul dan membuat ponsel itu terjatuh dari tangannya.

Heechul menatap namja itu marah. “Apa yang kau inginkan?!”

“Aku hanya ingin sedikit bermain denganmu.” Namja itu meraih tangan Heechul dan menekan tubuh yeojya itu hingga menghimpit tembok.

“ANDWAE!!!” Heechul langsung menendang kaki namja itu lagi dan membuanya lepas dari cengkraman namja itu. Dengan segera Heechul kembali berlari entah kemana. Ditengah ketakutan seperti ini, dia tak bisa menemukan jalan yang tepat untuk keluar dari wilayah universitasnya.

GREBB! Tiba-tiba seorang namja menyergapnya dan langsung menarik Heechul.

“Le-lepaskan aku!!”

“Bawa dia masuk!” seru namja lainnya.

Namja yang menarik Heechul langsung menyeretnya masuk ke dalam sebuah kelas. Namja lainnya langsung menutup pintu kelas itu. Heechul kacau sudah, semua ketakutan dan kecemasan menyergapnya. Air matanya mulai mengalir.

“Apa yang akan kalian lakukan?!”

“Kau cukup diam dan nikmati saja, Baby~” Seorang namja kini kembali mencengkram lengan Heechul dan memaksa yeojya itu berbaring di lantai yang kotor sambil menarik kemeja yang Heechul kenakan dan membuat kancingnya terlepas.

“A-ANDWAEEE!” Heechul menjerit dan langsung menampar wajah namja itu dengan sangat keras.

Namja itu meringsi kesal dan Heechul kembali lolos. Hanya saja kali ini tak ada jalan baginya untuk kabur. Empat namja lainnya kini berjalan mengepung Heechul dengan seringaian menakutkan yang membuat Heechul merinding.

Disaat ini, dimana Hankyung? Heechul hanya bisa mengharapkan namja itu datang untuk menyelamatkannya.

“Pegang tangannya.” Perintah namja yang tadi menyerang Heechul.

“JANGAN!! Kalian akan mati!!”Ancam Heechul sambil mengibas-kibaskan tasnya secara asal untuk menghindari namja-namja itu. “Jangan dekati aku!!”

“Cih, yeojya ini tangguh juga.”

BUGH!! Heechul memukul satu namja dengan sekuat tenaga dengan menggunakan tasnya. Tapi namja itu dengan cepat langsung menarik tasnya dan membuat Heechul kehilangan senjata untuk melawan.

“Pegangi dia!”

Seorang namja menarik lengan Heechul namun kembali dengan gesit Heechul menggigit tangan namja itu.

PLAKK! Seorang namja lainnya menampar pipi Heechul kencang. Disaat yeojya itu terdiam sejenak, namja-namja itu langsung memegangi kedua tangan Heechul dan memaksanya berbaring lagi.

“HENTIKAAAANN! JANGAN SENTUH AKU, SH*T!!”

“DIAM!”

“HANKYUNG! HANKYUNG!” Tangisan Heechul semakin menjadi-jadi ketika namja itu membuka paksa kemeja yang dikenakannya. “HANKYUUUNG!!!!”

“Kubilang diam!!”

BRAKKK! Sebuah dentuman keras membuat mereka semua diam.

“Apa yang kalian lakukan?! Minggir dari kekasihku!!”

Heechul terpana ditengah tangisnya saat mendengar suara itu. Hankyung sudah berlari kearah namja yang tadi menarik kemejanya dan langsung melempar tubuh namja itu menjauh dari Heechul. Dengan kasar juga Hankyung menendang wajah dua namja yang memegangi tangan Heechul dan dua namja lain yang menahan kaki Heechul.

Kelima namja itu tak memiliki waktu untuk menahan serangan Hankyung dan kelimanya tersentak menabrak meja di ruangan itu.

“Gwaenchana?” Hankyung langsung menarik Heechul agar duduk dan memakaikan jaketnya di tubuh yeojya itu yang sudah menggigil ketakutan ditengah tangisnya. Hati Hankyung terasa perih melihat Heechul yang biasanya kuat kini menangis ketakutan. “Maaf karena aku agak terlambat.”

“Go-gomawo.” isak Heechul pilu. “Gomawo karena kau benar-benar datang menolongku.”

“Aku tak mungkin membiarkanmu kesulitan.” Hankyung menatap lima namja yang kini berdiri menatapnya muak. “Hanya lima tak akan menyulitkanku. Selama di Cina dulu aku berlatih martial arts selama beberapa tahun.” ujarnya penuh percaya diri dan langsung berdiri.

Disaat namja-namja itu mulai menyerang Hankyung, saat itulah sebuah perkelahian hebat dimulai.

Heechul benar-benar melihat sesuatu yang lain dari Hankyung. Sosok baru yang sangat kuat dan benar-benar bisa diandalkan. Entah sejak kapan rasa takutnya itu lenyap seiring dengan munculnya Hankyung untuk melindunginya.

Lima belas menit, lima namja itu akhirnya menyerah dan kabur. Hankyung sama sekali tidak terluka. Namja itu langsung menghampiri Heechul yang masih duduk di lantai sambil merapatkan jaketnya untuk menutupi tubuhnya.

“Neo gwaenchana?”

Heechul mengangguk pelan. “Gomawo.”

“Ayo. Biar aku antar kau pulang.” Hankyung hendak membantu Heechul berdiri, tapi yeojya itu menahan tangan Hankyung dan memilih menatap mata namja itu dalam-dalam. “Wae?” Hankyung menatap Heechul heran.

“Aku tak percaya kau benar-benar akan datang menolongku.”

“Sudah kukatakan aku tak akan membiarkanmu kesulitan.” Perlahan Hankyung mengusap bekas air mata yang masih membasahi pipi Heechul. “Kau pasti ketakutan sekali tadi. Aku minta maaf karena agak terlambat.”

Mata Heechul kembali berkaca-kaca dan dengan cepat dia langsung memeluk tubuh Hankyung dan kembali menangis.

“Hee-heechul?”

“A-aku takut sekali. Aku benar-benar takut.” isak Heechul pilu. “Aku mulai merasa takut sejak kau bilang tak akan mengganggu hidupku lagi. Aku merasa takut kalau kau benar-benar akan pergi. Dan tadi, aku sangat takut kalau kau tidak akan datang menolongku. Aku benar-benar takut…”

Hankyung terdiam sejenak mendengar pengakuan Heechul. Dengan hati-hati dia memeluk tubuh yeojya itu dan menepuk kepalanya lembut. “Uljimayo. Aku sudah ada disini sekarang. Kau akan baik-baik saja.”

“Kumohon…” Heechul mengatur nafasnya sejenak. “Kumohon jangan pergi dariku.”

“Eh? Maksudmu?”

“Aku tak tahu seperti apa yang aku rasakan sekarang. Tapi aku tak mau kau benar-benar meninggalkanku. Aku tak mau merasakannya lagi. Aku selalu memikirkanmu. Tapi aku tak tahu kenapa aku memikirkanmu. Aku kacau karena kau.”

Hankyung kembali terdiam sebentar. “Kau tak seharusnya bilang begitu. Bukankah kau sudah memiliki_”

“Bukan.” Heechul memotong. “Namja yang kau lihat bersamaku itu,” Perlahan Heechul melepaskan pelukannya dan menatap Hankyung. “dia hanya seorang sahabatku.”

“Jeongmal?”

“Perasaanku yang sesungguhnya… Aku membutuhkanmu disisiku.” bisik Heechul pelan. “Aku tak tahu apakah ini bisa disebut cinta atau bukan, tapi aku benar-benar membutuhkanmu. Aku bingung…” Heechul menutup wajahnya dan kembali terisak.

Sebuah senyum kembali terulas di wajah Hankyung. Kembali dipeluknya yeojya itu hati-hati. “Kubilang, sudahlah. Kita bicarakan hal itu nanti. Sekarang aku lebih baik mengantarmu pulang. Dan aku berjanji, aku tak akan membiarkanmu sendirian lagi.” bisiknya lembut dan dibalas dengan anggukan oleh Heechul.

0o0o0o0o0o0o0

“Yang benar saja? Hankyung! Lihat Rong-rongmu itu? Dia lagi-lagi mengganggu Heebum!”

Hankyung yang tengah bersantai di ruang tengah langsung berlari ke dapur dan melihat seekor anjing dan kucing tengah berkelahi. Dan entah kenapa anjing kecil itu langsung menunduk dan menjauh dari si kucing yang kini tampak bangga.

Hankyung terkekeh. “Heebum mirip denganmu. Menakutkan dan tidak mau kalah.”

“Yak! Diam kau!” Heechul langsung menggendong Heebum dan membawa kucing abu-abu ke ruang tengah. Hankyung mengikutinya dan keduanya duduk di sofa sambil menatap layar televisi yang sejak tadi menyala.

Perlahan Heechul menyandarkan kepalanya di bahu tegap Hankyung. Sudah setengah bulan keduanya memutuskan tinggal di apartemen yang sama. Sejak keduanya resmi menjalin hubungan satu tahun yang lalu, semuanya mulai berubah bagi Heechul.

“Hankyung…”

“Ngh?”

“Apa yang kau pikirkan sekarang?”

Hankyung tersenyum lembut sambil menarik Heechul agar semakin merapat disisinya. “Kau.”

Sebuah senyum ikut terulas diwajah Heechul. “Apa yang kau inginkan?”

“Kau.”

“Siapa yang ada dihatimu sekarang?”

“Heebum.”

Heechul berdecak sambil menatap mata kekasihnya serius. “Heebum?”

Hankyung tertawa sambil mengusap kepala Heechul lembut. “Nae, Heebum. Dia sangat mirip denganmu.”

“Aku diduakan oleh kucingku sendiri?” gerutu Heechul sambil menatap layar televisi lagi.

Buru-buru Hankyung memeluk kekasihnya itu dan mencium bibir Heechul sekilas dengan lembut. “Banyak sekali hal yang kini ada dihatiku. Tapi satu-satunya yang terpenting dan yang aku cintai adalah dirimu. Sedetikpun aku tak pernah bisa berhenti memikirkanmu.”

Bisa dilihat wajah Heechul kembali merona sekarang. “Aku tahu.”

“Kalau tahu kenapa masih bertanya?” Gantian Hankyung yang agak cemberut sekarang.

“Hanya ingin memastikan.” ujar Heechul sambil terkekeh dan mencium kening Hankyung. “Aku akan menyiapkan makan malam. Kau urus anjingmu dan kucing gembul itu.” Yeojya itu berdiri dan langsung berjalan ke dapur.

“Siap, Nyonya.” ujar Hankyung sambil mengusap Heebum yang tengah tertidur di sofa dan Rong-rong yang kini berbaring di dekat kaki Hankyung.

.

.

~The End~

======================================================

a/n ::

buat AIKA!!

mian yah kalo ga bagus.. =/\=

22 thoughts on “Coz I Can’t Stop Thinking About You

  1. OMONA~ Kyaaaaa~..
    akhirnya ak baca FF HanChul #plaakk

    ne,, pertama2 ak mau ngucapin TERIMA KASIH banyak buat Thena eon..
    eonn,, the best dah ~ hahaha,, eonnie yg tau kegalauan terparah saya hahahahah,, jadi malu.. >////<

    eoh.. Chul emang dingin banget kayak Kulkas.. #dirajam..
    ah,, eonnieeee~ ak bingung mau komen apa lagi kasi clue..
    hfft… =3
    pokoknya JEONGMAL KAMSAHAMNIDA #lempar yeppa
    .
    sudah panjangkah ini.??
    ah klo kurang panjang ntar di FB kita bahas,, sampe OOT..
    kkk~ xDD

    ok, kegalauan udah terkikis, tapi boleh dong ak tetep kibar Banner HANCHUL IS REAL!!
    #ngotot..

    yuuk cuss~
    dongsaeng seper-OOT-an

    kolaborasi aika arrahmat dan aika arrahmat II😀

  2. Re-Post Comment ^^ #plaakk

    OMONA~ Kyaaaaa~..
    akhirnya ak baca FF HanChul #plaakk

    ne,, pertama2 ak mau ngucapin TERIMA KASIH banyak buat Thena eon..
    eonn,, the best dah ~ hahaha,, eonnie yg tau kegalauan terparah saya hahahahah,, jadi malu.. >////<

    eoh.. Chul emang dingin banget kayak Kulkas.. #dirajam..
    ah,, eonnieeee~ ak bingung mau komen apa lagi kasi clue..
    hfft… =3
    pokoknya JEONGMAL KAMSAHAMNIDA #lempar yeppa
    .
    sudah panjangkah ini.??
    ah klo kurang panjang ntar di FB kita bahas,, sampe OOT..
    kkk~ xDD

    ok, kegalauan udah terkikis, tapi boleh dong ak tetep kibar Banner HANCHUL IS REAL!!
    #ngotot..

    yuuk cuss~
    dongsaeng seper-OOT-an

    kolaborasi aika arrahmat dan aika arrahmat II😀

  3. ah sama aj, ak masukin yg kepotong aj..

    ke2 makasi buat yg bikin GOSIP itu, krn dgn Gosip itu Thena eon mau bikin ff hanChul #plaakk
    dan krn GOSIP itu juga ak jdi Cengeng kkk~ xDD

    ke3 makasi lagi ma thena eon,,, karena namaku disebut2.. #hug..

    ke4 makasi buat thena eon yg bikin Chul2 sedikt errr tersiksa,, hahahah,, #di tabok Heenim..

    ke5 Thena eon kan bikin FF ini buat ak, nah ak mau berbagi buat HanChul Shipper dan HanChul deffender diluar sana #plaakk

    ke6 kalinya sem,oga Heebum tenang dgn model rambut barunya yg dicukur ma Chul.. kkk~

    ke7 saya tau komen diatas saya g bgt.. jadi saya minta maap skrg saya mau komen sekarang..

    ehm..
    ehmm..
    Thena eon~ yuhuu,,
    ak suka suka suka.. suka suka suka,, pokoknya sukaaaa~ bgt..
    cuma eon, ak jadi pengen tau kenapa si Chul itu rada anti gtu ma namja??
    ak pikir bakal di jelasin gtu alasannya.. #bnyak minta nya,,

    jadi ak kepikiran buat request lanjutan ff ini yg jelasin itu..
    kkkk~ xDD #evil laugh.

    masalah typo ak g mau komen.. soale ffku lebih banyak typonya.. hiks TT^TT

    truss, itu hobaenya itu, ak kan, ak kan..~
    g papa deh ak rela g dapat Koko han, asal dia bahagia bersama HEECHUL.. #maksa..
    tapi ak lebih rela klo jadi anak mereka.. >//<

    eoh.. Chul emang dingin banget kayak Kulkas.. #dirajam..
    ah,, eonnieeee~ ak bingung mau komen apa lagi kasi clue..
    hfft… =3
    pokoknya JEONGMAL KAMSAHAMNIDA #lempar yeppa
    .
    yuuk cuss~
    dongsaeng seper-OOT-an

    kolaborasi aika arrahmat dan aika arrahmat II😀

  4. Sweet bgt deh…
    Aigoo Chul chagi,
    jd yeoja jgn galak2 dong. Ntar ga’ ada yg mau loh!
    Beruntung si gege cinta bgt ama dirimu jd dy rela nglakuin apa aja..
    Wkwkwkwk

    haaaah,
    mw bilang hanchul is real udah kagak bisa lagi.
    Hehehe
    HanChul Fighting.
    Eon fighting..
    Bikin lagi ne!

  5. Udh lama ga bca Fic Hanchul..
    Jdi kangen sma Han~ge😦
    Skali dpt Bagus bgt… Heenim mau jdi cwe atw cwo ttp ja galak ya..

    Fighting🙂

  6. Gyaaa…FF baru Hanchul!
    Aku suka FF nya bgs bngt. Sdkt tenang stlh baca FF Hanchul, sempat galau tingkat akut sama rumor sompreto itu
    pokoknya Hanchul still alive!

  7. akhirnya bisa baca lagi ff HANCHUL,,,,
    Udh lama gak baca ff Hanchul,,

    Heenim,,,heenim,,,
    Gak jdi cwo gak jadi cwe,ttp galak yah,,,,,
    untg han gege cinta mati ma dia,jdi ttp sabar dengan sikap dinginnya chullie,,,

    Thena aku suka ceritanya,,,
    So sweet,,,^_^

  8. Kereeeeeeeen~! QAQ
    Aku bisa ngebayangin gemana kerennya hankyung dan cantiknya heenimku X3
    대박, 순배~

    Keep writing, ne~

  9. Aku sukaaaaaaa banget!!😄
    Ah, HanChul :’)
    Bner” berharap kisah mereka sbahagia ff ini
    Gyahaha, heebum sama rong rong imut bgt sii :3
    Nice ff, eon~

  10. kyaaaaaa…. dmna22 chulppa e5nk galak*dtabok heechulhangengpetals*
    tpi untunglaahh hanppa org sabar n chullppa mw nrima hanppa
    ehh Eonn q kira teuk dsni jd yeoja hehehehe

    Req: KANGTEUKKKK ma Sibuumm n Crack!Zhouteuk dong Eonn*dtabokgara2kebanyakanminta*

  11. Kyaaa~~~
    ADA HANCHUL!! >.<
    Pertama-tama makasih banget udah ngebuat ff HanChul, *terharu*

    Uugghhh~~
    Kenapa Teukie jadi namja? Kang in-nya gimana T^T
    Reseh ya cowo-cowo yang mau rape Heenim! Untung Hannie datang!!
    Ceritanya nggak pool nih!!!
    Ceritain lagiiiiii~~ *mohon-mohon*

  12. waaahhh ..
    jadi kangen sama hanchul couple oenn..
    T.T
    sweet banget ceritanya.. Daebak .. Lanjut oen buat posting fanfict baru nya,, buatin yewook genderswitch yg banyak ya,, ^^ ditunggu ….

  13. hanchul. .dmana mana hee ttp aja jutek. .keke dan cm hangeng yg bs nakhlukin. .woaa jd tmbh kangen ma ni couple. .
    ceritanya bgus. .hee sdkt tsiksa yee *ups hehe
    ditunggu hancul lainnya dan haehyuk jg. .keke
    keep writing>_<

  14. Hwaaaaa…….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Hanchull mantaaaap!!!! *tereakpake toa*ditabok🙂🙂
    Chullie galak bgt! juteknya ga kira”. ckckck…..tapi Hannie sabarnya luar biasa deh. Top!
    Ceritanya asyik bgt chagi. Pas buat mereka.
    Yak! sekali lagi umma minta maaf karena telat. telat bgt!
    .
    .
    Ne chagi, umma balik dulu lah :p
    Saranghaeyo……………….*hugkissu*

  15. Eoooonn aku kambek!😄
    aigoo akhirnya aku nemu hanchul jugaa ._. Susah bgt sekarang nyari ff hanchul -_-

    Aku bingung eon mau komen apa #plakk
    Soalnya ff eon bagus semua sih😄 dan aku suka semua ff buatan eon =D

    komen macam apa ini? -_-v
    oiyah eon, aku pengen di kasih pemberitahuan lewat sms lagi dong kalo ada ff baru~!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s