Take Me Away

“Suatu saat nanti, akan ada sebuah pelangi yang memayungi jalanmu. Akan ada sebuah harapan yang menerangi harimu. Akan ada satu bintang yang bersinar di tidurmu. Dan akan ada satu tangan yang akan mengangkatmu dari mimpi burukmu.”

Ryeowook menatap Yesung datar. “Kau berbohong.”

“Mwo? Aku kan tak pernah berbohong padamu.”

“ANI KAU BOHONG! Suatu saat itu tak akan pernah sampai dihidupku. Sampai matipun hidupku akan seperti ini, arra?!”

PLAKK!

“Bodoh. Sudah kuingatkan berapa kali padamu? Berhentilah untuk menyerah.” Yesung langsung melangkah gusar meninggalkan Ryeowook yang mematung sendirian dibelakangnya.

Perlahan, air mata Ryeowook menetes. “Ya, aku memang bodoh.”

.

.

Take Me Away

.

Genre :: Angst
Rated :: K+
Cast :: Kim Ryeowook
.

.~

~START!!~

~

~Ryeowook pov~

.

Perlahan, ku-rewind lagu yang sejak tadi kudengarkan. Sebuah lagu melankolis berjudul Take Me Away. Aku tak terlalu memperdulikan siapakah yang menyanyikan lagu itu, yang penting bagiku adalah kata-katanya yang sangat tepat dengan posisiku sekarang.

Somebody take me away, cuz I can’t take this pain.

Iya, seseorang tolong bawa aku pergi. Aku benar-benar tak sanggup lagi menerima semua luka batin yang kurasakan ini.

Berulang kali semua pertanyaan itu muncul dibenakku..

Apa salahku?

Apa dosaku?

Apa selama ini aku menjadi manusia yang hina?

Kenapa aku harus menerima semua ini?

Well, aku tahu. Banyak orang yang memiliki masalah jauh lebih berat dari yang aku alami. Tapi apa salahnya kalau aku juga mengklaim masalahku ini cukup berat? Setidaknya cukup berat untuk diriku sendiri.

“BISA TIDAK KAU MEMAHAMIKU!!”

DEGH! Aku tersentak lagi saat mendengar suara jeritan appa. Ramen yang sejak tadi kutunggu matangnya langsung terlihat memuakkan.

“APA? Aku selalu mencoba memahamimu! Tapi apa kau pernah mencoba memahamiku? AKU ISTRIMU!”

Kali ini jeritan umma.

Perlahan, kuraih mangkuk kaca yang ada di dekat kompor. Namun sebelum kulemparkan mangkuk itu, aku tersentak saat merasakan kehadiran Henry, dongsaengku yang sudah menatapku datar dari balik pintu dapur.

“Henry?”

Tatapan mata adikku itu sendu. Dia beralih menatap ramen yang aku masak. “Aku lapar, hyung. Masih lama?”

“Sebentar lagi.”

Setelah itu, Henry langsung meninggalkanku.

Henry dan aku mamang seorang kakak-beradik, tapi tak ada kemiripan dari kami berdua. Ya, dia adalah adik tiriku. Anak dari ummaku yang baru saja setengah tahun menikah dengan appa. Tapi meski begitu, aku cukup menyayanginya sebagai adikku.

Ah, bukan itu yang jadi masalah.

Yang membuat kepalaku sakit adalah pertengkaran umma dan appa yang tak kunjung selesai.

Suara teriakan-teriakan konyol itu bagai mimpi buruk yang kini selalu menghantuiku. Entah sejak kapan, tapi rasanya sekarang hidupku tak pernah sedamai dulu. Tak pernah sedamai ketika umma kandungku masih berada disisiku…

PLAKK!

Aku tersentak saat mendengar suara itu. Dan saat itulah kudengar umma menjerit-jerit. Bukan hanya itu, Henry mulai berteriak juga dan kurasa…

Pertengkaran itu semakin menjadi.

Tuhan…

Kenapa aku? Kenapa harus aku?

CTEKK! Dengan cepat aku mematikan kompor yang sejak tadi menyala dan langsung naik ke kamarku. Mengambil beberapa uang yang kupunya dan berlari begitu saja meninggalkan rumah. Aku tak perduli apakah mereka akan mencariku, aku hanya ingin pergi.

Aku ingin keluar…

Seiring dengan air mataku yang menetes, aku berlalu begitu saja meninggalkan wilayah rumahku.

Aiish, Kim Ryeowook.. Kenapa kau jadi sangat lemah??

Kudekatkan ponselku dan menghubungi seseorang.

“Yeoboseyo.” Sapa seseorang di balik ponselku.

“Kyuhyun, eodiya?”

“Aku di jalan, hyung. Wae?”

“Jangan pulang.” Ujarku sambil menahan isakanku. “Jangan pulang kerumah sekarang. Pulanglah nanti malam.”

CKLEK! Aku langsung mematikan ponselku dan naik ke bus yang berhenti tepat di halte di depanku.

0o0o0o0o0o0

“YESUNG HYUUUUNG~”

Aku duduk di depan kursi hyungku itu. “Hyung, kau mau menemaniku?”

Yesung hyung menatapku dengan alis tertaut. “Kau mau kemana, eoh? Hari ini aku sedang senggang, tak banyak urusan untuk band. Jadi mungkin aku bisa menemanimu seharian.”

Secercah harapan muncul untukku. “Aku hanya ingin mengobrol, sih. Yah, aku hanya butuh teman untuk bicara sekarang ini.”

Yesung hyung tersenyum sambil menepuk kepalaku. “Kau harus membayar jasaku, loh.”

“Yak! Tidak bisakah kau berbaik hati pada dongsaengmu yang tengah sakit ini!”

“Sakit apa?” Yesung hyung terkekeh sambil memperhatikanku. “Kau sehat kok. Nggak ada luka, nggak ada apapun yang kelihatannya menyakitkan.” godanya sambil beranjak bangun dari kursinya.

Kuikuti langkah Yesung hyung yang berjalan menatap keluar jendela dari kelas ini. “Mianhae…” ujarnya pelan.

“Mianhae?”

“Kemarin amarahku terlalu memuncak sampai-sampai aku menamparmu dan meninggalkanmu begitu saja.”

Aku tersenyum. “Ah, nggak berasa kok, hyung. Memang aku yang salah. Aku juga sedang emosi kemarin, jadinya ngomong hal yang aneh. Aku yang seharusnya minta maaf.”

Yesung hyung kini menatapku. “Lalu bagaimana hari ini? Kau merasa lebih baik?”

Untuk sejenak, aku tak langsung menjawab pertanyaan Yesung hyung. Mataku hanya terus menatap ke langit biru yang entah kenapa terlihat sedang mengekku. Memuakkan..

“Ya, aku bertanya_”

“Tak ada yang berbeda.” Aku segera memotong kalimat Yesung hyung. “Masih hampa, kosong dan tak terkendali.”

“Ah, masa? Sejak tadi kau nyengir aneh begitu?” Kudengar Yesung hyung terkekeh. Tapi aku tau kalau itu dipaksakan olehnya. Dia tak akan bisa tertawa kalau melihatku seperti ini.

“Aku kan sudah gila. Hyung lupa kalau otakku ini rusak?” balasku tak perduli dan aku bisa melihat raut ketidak sukaan muncul di wajahnya. Yesung hyung paling kesal kalau aku membalikkan kata-katanya seperti itu.

Yeah, dia tak pernah bisa memutar balik semua kata-kataku.

Aku kan Kim Ryeowook. Haha

Yesung hyung langsung menghela nafas malas dan berbalik menatapku. “Lalu, kau cuma mau bicara? Nggak mau main atau pergi?”

Aku langsung menggeleng. “Satu-satunya tempat yang ingin kutuju itu surga.”

“Ukh! Jangan mulai lagi, deh! Kau mau aku marah lagi?”

Aku tertawa menatap wajah Yesung hyung yang mulai kelihatan bodoh. Hyung-ku yang satu ini memang unik. Tapi perlahan raut wajahnya kembali normal.

“Aku lupa, Sungmin bilang dia mencemaskanmu. Kau kabur begitu saja waktu itu tanpa bilang apapun padanya kemarin.”

“Berisik kau, hyung. Aku nggak mau mengungkin kejadian kemarin. Memalukan.”

Yesung hyung mengusap kepalaku. “Tapi aku ingin membahasnya. Kau tak tahu kalau aku dan Sungmin mencemaskanmu?”

“Aku tahu.” jawabku asal sambil mengelak dari sentuhan tangan Yesung hyung. “Justru karena tahu, aku tak mau membahasnya.”

“Dasar bodoh.”

“Aku jadi kesal bicara dengamu, hyung. Kalau begitu aku pulang saja.” Aku sudah berjalan dan menarik ranselku. Sebelum aku keluar dari pintu kelas itu, kutatap lagi Yesung hyung. “Jangan ikuti aku. Aku mau sendirian, arra.”

“Kalau aku mengikutimu?”

“Aku akan marah padamu.” Kali ini kutatap dia serius. Dan dengan segera kutinggalkan Yesung hyung.

Ya, aku benar-benar ingin sendirian. Aku butuh ketenangan…

0o0o0o0o0o0

“Wookie.”

Kutatap umma yang sudah berdiri di ambang pintu dengan mata sembab. Satu tangannya memegang ponsel dan satu lainnya menyangga tubuhnya di pintu. “Nae?”

“Bisa kita bicara?”

Tanpa membalas ucapannya, aku langsung mengangguk dan umma meninggalkanku. Kuikuti langkahnya menuju ruang tamu. Tak ada Henry, mungkin dia masih ditempat kursus pianonya.

“Masalah kemarin,”

Aishh.. Kenapa membahasnya.

“Umma mau kau paham akan posisi kami. Bukan berati umma ingin kau ikut campur, tapi umma hanya ingin menjelaskan tentang situasi ini. Umma tak mungkin bercerita pada Kyuhyun ataupun Henry, karena kau yang paling dewasa disini, umma harap kau bisa paham.”

Hanya karena itu? Hanya karena aku yang paling dewasa? Kalau begitu, aku tak mau menjadi dewasa.

“Umma mau kamu mengerti kalau ini tak seperti yang kau bayangkan. Umma tahu kau pasti marah karena kami selalu bertengkar. Umma punya alasannya. Bukan berarti umma menyalahkan appa dan membela diri, tapi memang pada dasarnya ini salah appamu.”

Oh, aku nggak heran. Dan biar kutebak.. Nanti malam appa pasti akan bilang padaku, ini salah umma. Dan besok akan kudengar lagi dari orang, kalau ini salah si A, salah si B, salah si C, dan biarkan aku dengar kalian bilang kalau ini semua salahku. PUAS?

Perlahan kugenggam tanganku yang mulai panas.

“Kau belum merasakannya, karena itu kau mungkin belum paham. Terserah kau mau mengklaim umma seperti apa, umma hanya mencoba memberikan penjelasan yang benar. Masalah ini bukan pertama kali, kami selalu bertengkar karena hal yang sama. Dan umma rasa kamu bisa mengerti.”

“Yeah, aku paham.” balasku pelan.

“Karena itu umma minta kamu jangan bertindak gegabah. Umma sekarang sudah pasrah, umma tak tahu lagi harus bagaimana.”

Kalau kau aja pasrah? Maka aku harus bagaimana? Apa aku harus mati?

Umma tak lagi berbicara. Merasa tak ada lagi yang harus kudengar, aku langsung berdiri dna beranjak meninggalkannya lalu masuk ke kamarku.

Kututup pintu kamarku rapat-rapat.

TES~ Lagi, air mataku mengalir. Oh, ayolah Kim Ryeowook! Jangan menangis! Kau itu terlihat seperti orang bodoh, kau tahu?!

TES~

Aisshh! Berheenti menangis!

TES~

YAKKK!! Kenapa kau tak mau berhenti menangis?!!!! SHUT UP! SHUT UP! SHIKKEUREO!!!

0o0o0o0o0o0o0

“Tuhan itu Maha Adil, Wookie. Dia selalu melihatmu dan menguji kesabaranmu.” Sungmin hyung mencoba tersenyum lembut sambil mengusap kepalaku. Satu tangannya bergerak menghapus air mataku yang sejak tadi tak mau berhenti. “Kau sendiri bilang tak mau menyusahkan orang lain, tapi dengan mengumbar emosi begini, itu artinya kau menyusahkan orang lain.”

“Lalu aku harus bagaimana?” tanyaku pilu. “Aku memang lebih suka diam dan berpura-pura selama ini, tapi kali ini aku tak sanggup. Aku tak berani menahan semuanya lebih jauh. Hatiku sudah benar-benar hancur sekarang.”

Sungmin hyung mengangkat wajahku agar menatapnya. Dia tersenyum lembut kearahku. “Kau harus kuat. Aku tahu kau itu jauh lebih tegar dari yang orang bayangkan. Sesekali kau memang bisa collaps, tapi kau harus kembali semangat, Bukannya itu yang selalu terjadi? Satu hari kau hancur, tapi esoknya kau kembali seperti kau yang sebelumnya.”

“Aku nggak bisa.” Kualihkan wajahku darinya. “Kemarin, aku mungkin bisa begitu. Tapi aku tak tahu apakah sekarang bisa.”

“Tapi buktinya kau masih bisa tersenyum saat bicara dengan Yesung hyung, kan? Yesung hyung cerita padaku kalau kau masih bisa menggoda dan membalikkan kata-katanya. Itu artinya kau akan baik-baik saja. Kau masih bisa bertahan.”

Kalau aku benar-benar hancur, seharusnya aku tak bisa menunjukkan ekspresi lain, kan?

Tapi kuakui, aku masih bisa tersenyum dan menggoda Yesung hyung. Meski begitu, bukan berarti aku tidak apa-apa. Sesuatu perlahan merubah diriku menjadi lebih aneh. Ini bukan berarti kalau aku masih baik-baik saja.

Sebuah tangan menepuk kepalaku. Saat menengadah, kulihat Yesung hyung sudah disini dan tersenyum.

“Kalau kau benar-benar hancur.. Maka aku, Sungmin dan yang lainnya pasti akan menyusun hidupmu perlahan agar kembali. Luka atau retakan itu memang nggak akan bisa sembuh, tapi perlahan bisa dikurangi rasa sakitnya kalau kau mau membuak dirimu.”

“Kau kan tidak pernah sendirian.” Sungmin hyung menepuk bahuku. “Kau selalu ada untukku disaat aku sedih, kau selalu menyemangatiku dengan kata-katamu. Dan sekarapun sama. Aku selalu ada untukkmu disaat kau sedih dan terluka.”

“Karena kau selalu menjadi pelangi yang mewarnai hari-hariku dengan semua lelucon anehmu, sekarang izinkan kami juga menjadi pelangimu dan mencoba membuatmu tersneyum.” Yesung hyung menepuk bahuku sambil tersenyum lembut dan tatapan mata yang penuh kejujuran.

Tuhan…

Kau menciptakanku dan mempertemukanku dengan mereka semua. Untuk apa? Agar mereka bisa menopangku ketika aku terjatuh? Agar mereka bisa menjadi pelitaku di dalam kegelapan? Kau benar-benar baik hati dan sangat adil.

Tapi tetap saja…

Kenapa kehampaan ini tak pernah mau hilang?

0o0o0o0o0o0o0

Sakit…

Kepalaku serasa mau pecah. Seluruh tubuhku kaku dan sulit merasakan apapun. Hatiku kosong dan hampa. Meski aku melakukan banyak kegiatan, entah kenapa semua terasa sama. Tak berarti. Apa ini artinya hatiku mulai membeku?

Ah…

Kalau iya, maka aku tak akan merasa sakit lagi, dong?

Bukankah kalau hatiku membeku artinya aku tak bisa merasakan sakit lagi? Juga tak bisa merasakan bahagia…

“Wookie.”

Aku menoleh menatap appa yang memandangiku. “Wae?”

Apa dia juga mau mengajakku bicara seperti umma beberapa hari yang lalu? Kuharap tidak. Aku tak mau dengar siapapun saling menyalahkan satu sama lain lagi.

“Mianhae.” bisiknya.

Mianhae? Untuk apa? Untuk menjadikan hidupku hancur berantakan?

“Appa tidak bermaksud membuatmu seperti ini. Appa tak pernah bermaksud menjadikan hidupmu jadi seperti ini. Appa harap kamu bisa bersabar.”

BERSABAR? Aku sudah sangat lama bersabar. Bertahun-tahun kutahan semua luka ini!! Apa aku masih harus bersabar lagi?!

“Mungkin… Appa tak bisa_”

“TUNGGU! Sentakku cepat. “Appa mau bilang apa lagi sekarang? Appa mau bilang kalau semua tak bisa dipertahankan lagi? Semudah itu, ya? kalian semua membuatku hancur, apa kalian tak paham itu!”

Suaraku meninggi. Aku tak perduli lagi. Aku tak perduli apa yang akan terjadi. Aku hanya ingin mengikuti emosiku sekarang.

Appa diam saja.

“Kenapa diam? Appa menyesal sekarang? Menyesal karena membuat putramu hidup menjadi sangat menyedihkan? APpa menyesal karena aku tumbuh jadi anak seperti ini? Kim Ryeowook yang dulu selalu menurut dan menaati smeua peraturan, Kim Ryeowook yang dulu selalu dibanggakan, sekarang sudah mati!”

“RYEOWOOK!”

Kupejamkan mataku erat-erat.

Keheningan kembali menyelimuti.

“Appa…” Perlahan aku berbicara. “Apa belum cukup satu kematian untuk mengakhiri semua masalah ini? Apa dengan kematian umma-ku dulu, semua masih belum cukup sehingga aku masih harus terluka.”

“Wookie mianhae…”

Kalau belum cukup…

Mungkin harus ada satu kematian lagi…

“Wookie, appa hanya ingin_”

“Aku mau keluar.”

“Eh?”

“Aku butuh waktu untuk menenangkan pikiranku. Aku akan keluar sebentar, appa.” Aku langsung berbalik meninggalkan appa begitu saja.

Aku ingin menghirup udara untuk menyegarkan pikiranku.

0o0o0o0o0o0

“Kau dimana?” Yesung hyung bicara di balik telepon. “Kenapa sejak tadi aku bertanya diabaikan sih? Cepat jawab, ah. Jangan membuatku kesal.”

Aku terkekeh pelan. “Aku kan suka membuatmu kesal, hyung. Aku suka sekali membuat hyungdeul kesal.” senyumku terulas.

Ya, aku sangat suka membuat hyungdeul kesal karena ucapanku. Karena dengan begitu mereka akan punya cara tersendiri untuk mengenangku,kan?

“Hyung…” Panggilku pelan.

“Nae? Kau mau jawab aku?”

Aku terkekeh lagi. “Aku hanya mau memanggilmu saja.”

“Ya, sudah jangan main-main! Dimana kau sekarang?”

Aku kembali terkekeh. “Hyung, gomawo! Seruku kencang.”

“Eh? Gomawo?”

“Nae, gomawo karena hyung selalu mau menjadi sosok yang penting dalam hidupku. Pokoknya gomawo karena mau menjadi hyung terbaik untukku.Aku sayang Yesung hyuuuuung!!” seruku lagi dengan sangat lantang.

Tentu saja Yesung hyung bingung. “Kau bicara apa, sih?”

“Ah, sampaikan juga pada Sungmin hyung kalau aku sangat menyayanginya.”

“Wookie, jangan macam-macam!” Kini suaranya kedengaran panik.

Aku kembali tersenyum. “Hyung…”

“Katakan padaku dimana kau sekarang!?”

“Hyung…”

“Yak!! Kim Ryeowook!! Jangan macam-macam!!”

“Hyung, annyeong~” Kujauhkan ponselku dari teingaku dan menatap langit luas yang terhampar di ujung sana. Suara desiran angin dan air bergabung menjadi satu dan itu membawakan sedikit kedamaian di hatiku.

Duniaku…

Sudah berakhir…

Meski hanya sebentar, aku bersyukur bisa memiliki dunia ini. Bisa menjadi bagian dari dunia ini dan dunia orang-orang yang kusayangi.

Tapi sekarang…

Biarlah dunia ini menghilang…

Aku, Kim Ryeowook, seorang namja yang bahagia, mengucapkan salam perpisahan untuk dunia ini. Air, angin, bawalah aku pergi sekarang juga.

Annyeong~

Kulangkahkah kaliku melewati batas sungai Han. Perlahan namun pasti aku melangkah. Setelah langkahku masuk, maka semua akan berakhir. Akan menghilang.

Kyuhyun mianhae…

Henry mianhae…

Appa, umma, mianhae…

Selamat tinggal…

BYURRR!! Suara itu adalah suara terakhir yang aku dengar. Selain kegelapan.

.

~The end~

21 thoughts on “Take Me Away

  1. ANDWAEEE…!!!!

    Jangan bunuh diri thena #plak
    Oopps mian salah..

    Thenaaaa kenapa wookie bunuh diri.? Bentar lagi ditolong ma ddangkoma. *korban nonton kera sakti*

  2. Wookie mati yeppa buatq. *d gatak*

    Aq terharu baca cerita ini. Tp sayang wookie akhirnya mati. Yeppa kasihan ya…. punya namjachingu yg lebih memilih bunuh diri.
    *d cakar YeWook Shipper*

    Daebag Thena_Chan

  3. arrrggh,apaan iniiiii??!! #jambak2 rambut yesung frustasi *bletakk*

    aku ngga trima kl wookie smpe bnuh diri (T.T)
    smoga z wookienya bs brenang,biar bs kmbli lg k daratan #plak!!bugh!!duaarr~~

  4. Woagh
    kejam nya thena eonnie. . .
    Masa masalah eonnie dibuat cast wookie oppa. Hiks hiks #pundung breng yesung appa

    bikin skuelnya dong.
    Bkin wookie oppa di selamatin trus happy ending😀
    #ngarep

  5. haduh haduh
    kamu doyan cerita mati2an ya??? atau sedang galau (author : sok tau lo,,,,,!!!!)
    masa depan masih panjang,,,,jangan bunuh diri nak….
    (wookie : gue bukan anak lo…!!!!!)

  6. yaaahhh baby wookie bunuh diri, andwaeeee,,,
    yg dtelfon terakhir tuh yeppa pula,,
    dapet banget feelnya nih thena,,,

    ayo bikin sekuelnya donk,,wookie balik donk,,
    selama wookie ga ada biar aku yg jagain kyu n henry, yeye juga serahin aja sama aku ya wookie #plak digetok spatula,,

    baby wookie T.T

  7. waktu baca ff ni aq sama sekali ga mkirin cast’a ..

    Kau tau siapa yg aq pkirkan skrng eon ..

    Entah knapa stiap baca ff yg kayak gini, hatiku sakit ..

    Aq harap orang yg sdang aq pkirkan skrng ini, bsa lbh bhagia..

    Hwaiting eon! Saranghae…

  8. ANDWEEEE!!!!!!!
    Wookie Oppa STOOOOPPPPP!!!!!!

    tpi gg tw knpa yy Eonn., pas q bca ni tuh kyk bca ksah xta
    n gg tw knpa q kyk bsa masuk(?) yg dtokohin Wokkppa.,

    Eonn bleh mnta seq.x gg? cz endx kyk gntung kkkkk
    Hwaitiing SARANGHAE😀 <3<3<3

  9. Mian umma baru baca chagi….
    Ini adalah fanfic, dan umma harap selamanya ini hanyalah sebuah fanfic. Bukan sebuah kisah nyata yang benar2 berakhir tragis.
    Jujur…..umma sedih bacanya. Cuma, umma berharap km bs lebih baik mengambil keputusan. Jangan jadi Wookie yg memilih jalan mati. Itu bukan jalan yg tepat.
    Tuhan menyayangi semua umatnya. Termasuk km, cobaan yg datang pasti akan ada hikmahnya.
    Km hanya perlu kuat dan tabah…..memang tidak semudah kedengarannya. Tapi cobalah chagi. Umma menyayangimu.
    ~Saranghaeyo~

    *bisakah umma request YeWook yaoi yg happy end? namun dgn prjalanan yg menyakitkan? #ditabok#*
    hehehehehehehe…………………..

  10. FF apa ini??
    Knp Uri Baby Wookie dibikin bunuh diri??
    Thena~ kn kasian Yeppa ny. Gmn klo skrg Yeppa nemenin daku? #dibejegWookie

    Tp seneng ma percakapan YeWook yg terakhir..

  11. Hua…. Chingu kejam…. #Ngasah golok kejar Taena chingu yang bikin aq malem2 mewek kaya gini….. Huhhuhhu kenapa harus sad ending seh chingu… Aq tak rela sad ending gini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s