Super Junior van Java // Chapter 3

 

Chapter 3 Last Chapter.. Ckckck

 

Pemilihan peran- peran konyol itu akhirnya selesai. Untung saja tak ada pertumpahan darah (hah?) antara member suju karena memperebutkan peran yang paling unik. Meski sempat terjadi perang mulut juga, sih..

Gimana nggak? Sungmin minta perannya jadi putri istana, begitu juga Eunhyuk. Belum lagi Heechul maksa menjadi ratu dan rajanya Hankyung. Yesung juga nggak mau kalah dan ngotot mau jadi raja. Kyuhyun dengan sok menawarkan diri jadi pangeran dan langsung dibantah Kangin yang juga mau jadi pangeran. Shindong dengan senang hati mau jadi salah satu dari pohon kembar, tapi karena nggak ada lagi yang punya badan seperti dia, yang lainnya menolak. Kan kembar, nggak lucu kalau yang satu kurus yang satu gemuk.

Siwon cuma bisa mengelus dada diantara perang karakter itu. Dia sih anteng- anteng aja. Kalaupun perannya jadi si dalang dia akan terima dengan lapang dada. Kibum masih santai sambil mendengarkan dua sinden nyanyi. Dia ingin bisa bernyanyi seperti itu. Donghae keukeuh dengan keinginannya memakai blankon si dalang. Dia nggak mau peran lain selain itu agar bisa memakai benda yang dibilangnya topi itu. Ryeowook hanya duduk dipojokan sambil main sama Heebum. Dia nggak mau ikut- ikutan. Terima jadi aja, deh..

Sedangkan si leader.. Duduk di sofa dengan gaya super sok (niru gaya om So Man) dan memandangi para dongsaengnya yang lagi ricuh. Dia lagi ngitung mundur, siap- siap ada pertumpahan darah. Tapi nyatanya sampai akhir mereka cuma main nyolot- nyolotan aja. Cih.. Payah.. Nggak asik.. (auhor ditendang)

“ Stoooopppp!!!” Bentak manajer akhirnya menengahi kericuhan demo itu. Masih mending kalau demo soal harga cabe yang naik. Ini demo nggak jelas gara- gara peran yang sama nggak jelasnya kayak pemainnya.

Yang lainnya diam. Menatap si manajer.

“ Kalian ini tinggal nentuin peran aja repot. Apa aku saja yang menentukan?”

“ Andwae!” Seru mereka yang akhirnya kompak. Kalau manajer yang nentuin bisa semakin nggak enak perannya.

Manajer itu menatap member suju bête. “ Ya sudah kalau nggak mau. Aku akan kembali ke kantor. Satu minggu lagi. Pokoknya satu minggu lagi.” Ucapnya sambil berjalan meninggalkan ruang tengah. Sebelum keluar ia menatap Leeteuk. “ Jaga mereka, aku tak ingin mereka membuat kekacauan, Jungsoo.”

Leeteuk mengangguk dan manajer itu keluar dari dorm suju. Saat si manajer benar- benar diyakini pergi. Leeteuk mulai bersuara.

“ Oke..” Mulainya. “ Apa kalian semua bener- bener setuju dengan peran seenaknya itu?”

“ Memang kenapa? Nggak ada yang salah, kok.” Gumam Eunhyuk sambil melihat kertas lecek and kumel -script- di tangannya.

Leeteuk menggeleng pelan. “ Apa kalian semua nggak merasa seperti dipermainkan? Kita harus meniru para pelawak nggak jelas itu. Apa kalian semua ini babo?”

Satu kesalahan si leader. Dia nanya apakah para member suju babo? Jawabannya sih udah ketahuan sebelum dijawab. Nggak ada yang bisa nandingin ke-babo-an para member suju.

Para member suju menggeleng bersamaan. (tentunya itu bohong, harusnya mereka ngangguk semua, kan?)

Leeteuk mengangguk mengerti (yah.. leader-nya juga sama- sama babo). “ Aku tahu kalian pasti mengerti, karena itu kalian harus mengikuti kata- kataku.”

“ Hyung punya rencana apa?” Gumam Wookie sambil mengelus- elus kepala Heebum.

Leeteuk tersenyum. “ Aku akan menentukan peran.”

“ Lho, kok gitu! Curang!”

“  Nggak adil!”

“ Hyung mau enak sendiri!”

Kericuhan langsung terjadi lagi. Dan lagi- lagi Siwon hanya bisa mengelus dada.

“ Diaaaamm!” Seruan Heechul membuat suasana hening seketika. (saluut.. lain kali kalo ada demo panggil heechul aja.) Heechul menatap Leeteuk serius. “ Oke, hyung yang tentukan perannya. Lalu beritahu kami apa rencanamu.”

Leeteuk mengangguk. “ Tapi kalian harus mengikuti rencana ini, ya..”

Yang lainnya mengangguk sambil menatap Leeteuk serius.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Satu minggu berlalu. (maaf aja kalau waktunya dicepetin sesingkat ini, coz selama masa trainee satu minggu menjadi pelawak number one itu, para member suju menutup diri, bahkan author-pun dilarang masuk kesana.)

Oke.. Satu minggu.. Sesuai jadwal. Si manajer datang lagi. Wajahnya sumringah saat masuk ke dalam dorm. Ia berharap reality hari ini pun akan mendapat untung besar dan melambungkan nama Super Junior sampai ke langit ke tujuh. (saran author, jangan terlalu berharap banyak, hyung..)

“ Bagaimana? Sudah siap?” Tanyanya saat melihat para member suju sudah rapih di ruang tengah sambil membawa tas- tas yang nggak terlalu kecil tapi nggak gede- gede amat juga, sih..

Leeteuk menepuk bahu manajer itu. “ Ah, hyung.. Kami sudah siap. Ayo cepat ketempat shooting.” Gumamnya sambil tersenyum semanis mungkin.

Si manajer menatap Leeteuk curiga. “ Kenapa kau yang semangat? Bukannya kau yang paling menolak tugas ini?”

Leeteuk menggeleng. “ Haha.. Aku akan membuat perubahan di dunia ini..” Gumamnya nggak jelas sambil berjalan meninggalkan manajernya.

Manajer itu menatap member suju yang lain yang sudah tertawa- tawa nggak jelas. “ Apa yang terjadi? Dia nambah gila?”

“ Udah hyung santai aja. Anything is okay lah pastinya..” Donghae menepuk- nepuk bahu manajer santai dan menyusul Leeteuk yang sudah keluar dari dorm.

Member yang lain berjalan keluar dorm dengan santai. Sang manajer yang kebingungan itu nggak bisa banyak nanya. Menurutnya, daripada nanya- nanya mending langsung lihat aja apa yang akan terjadi nanti. Tanpa sang manajer sadari, di depannya, para member suju sudah senyam- senyum nggak jelas membayangkan drama yang akan mereka mainkan nanti.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Di tempat shooting.. Tepatnya backstage..

“ Hyung! Lihat- lihat!! Aku pakai ini!” Seru Donghae girang sambil mencoba memakai blankon bermotif batik coklat ditangannya. Konyolnya lagi, karena nggak tahu blankon itu apa, Donghae memakainya terbalik. Dipikirnya sama saja. “ Woow.. Keren!” Serunya takjub sambil menatap dirinya didepan kaca. Namja ini udah selesai memakai hanbok-nya. (bisa ngebayangin Hae pake blankon terbalik dipaduin sama hanbok, trus bawa ketokan om dalang?)

Eunhyuk mencibir bête. “ Dasar kekanak- kanakkan. Masa pakai topi aneh itu aja dia kegirangan.” Gumamnya. Eunhyuk sedikit kesal karena perannya nggak jadi putri istana, melainkan salah satu dari pohon kembar. Kalau begini sih fans-nya nggak akan nambah. Dari awal debut selalu kebagian peran yang konyol model begini.

Lalu, siapa pohon kembar yang satu lagi? Orang yang sama- sama kurus kayak mister Hyukkie pastinya. Cho Kyuhyun!

Kyuhyun nggak kalah bête. Setelah pakai kostum pohon ijo- ijo nggak jelas, ia langsung main game. Dia nggak mau ngomong. Nggak mau komentar. Seumur hidupnya, ini pertama kalinya dia dikasih peran nggak jelas kayak begini. Padahal dia kan mau jadi pangeran. Hieh..

Kibum dan Shindong saling menatap diri masing- masing yang udah memakai hanbok. Yah, kalian tahu apa peran mereka? Nyinden! Ckckc.. Tapi karena nggak ada satupun yang bisa nyinden sampai akhir, akhirnya mereka memutuskan hal lain yang lebih ekstrim. Nge-rap!

Siapa orang yang beruntung mendapatkan peran raja dan ratu kerajaan. Yah, seperti yang diharapkan Heechul. Dia jadi ratu. Waktu perdebatan peran, dia menang. Namun sayang, bukan Hankyung yang jadi raja. Melainkan Siwon. Yah.. Nggak masalah sih. Daripada Hankyung, Siwon jauh lebih berkharisma sebagai raja, kan?

Sungmin merengut sambil membawa sapu. Ia melirik kearah Yesung yang membawa gagang pel. Dan Hankyung yang udah bersiap- siap sama nampan plastik. Yapz! Inilah ketiga pelayan naas kerajaan. Meski jadi pelayan, aura princess dari Sungmin masih ada, lho.. (gag nanya!)

Dan orang yang paling ‘terima jadi’ justru kebagian peran paling enak. Ternyata ada untungnya juga diem selama rebutan peran. Kim Ryeowook the super innocent boy itu jadi putri kerajaan. Tadinya Ryeowook menolak peran itu. Dia nggak mau repot- repot. Tapi apa bisa dikata, keputusan mutlak ditangan Leeteuk.

Dan yang jadi pangeran adalah si leader itu sendiri. (bener- bener mau enaknya aja..) Dan malang dikata. Kangin lah yang harus jadi si pengamen istana. Dengan baju compang- camping, bolong sana- sini, kumel, buluk, dekil, yah semuanya nyampur dah.. Untung aja si pengamen itu tokoh utama.

Manajer masuk kedalam ruang backstage. Tawanya langsung pecah begitu melihat para member nggak waras itu semakin nggak waras dengan dandanan mereka yang juga nggak waras.

“ Hyung! Jangan tertawa! Ini kan keren!” Seru Donghae sambil memegangi si blankon malang itu.

Manajer itu benar- benar nggak berkutik. Ia tertawa geli sambil memegangi perutnya yang mulai sakit. “ Haha.. Kalian semua the best.. Atau mungkin the beast? Pokoknya top lah..” Ia masih tertawa geli. “ Ya sudah.. Cepat ke studio..” Tambahnya lagi. Dan si menejer itu langsung ngacir dari ruangan yang dihuni mahluk- mahluk ajaib itu. Bahkan suara tawa si manajer terdengar bergema di lorong backstage.

0o0o0o0o0o0o0o0

“ Kamera.. Action!” Gumam om sutradara.

Kibum menarik nafas dalam- dalam. “ The world is mine Naega ee segyeui buhbiya. Geudeuri haengbokhagimaneul gidaryuhsseul ddae.”

“ Uhneu nuguboda muhnjuh gihwereul jabeun gushil ppun. Yakjareul wihan baeryuh ddawin Juhldae uhbsuh.” Lanjut Shindong dengan jelas.

Donghae nyengir.

Torok-trok-trok-trok.. Ia memukul ketokan kebanggaanya kedalam kotak kayu disampingnya. Shindong dan Kibum duduk dikedua sisinya dengan risih karena hanbok yang mereka kenakan.

“ Alkisah diceritakan..” Mulai Donghae. (maaf, yaa.. nggak pakai logat sunda.) “ Ada seorang pengamen tua yang gembel plus compang- camping nggak makan satu minggu dan pingsan didepan istana Super Super.” Mulainya sambil cengar- cengir.

“ Woi! Masih muda! Tua dari mana?!” Seru Kangin bête sambil berjalan keluar dan muncul di stage yang dihias bagai alun- alun sebuah istana

“ Ah, hyung yang bener dong! Aku kan lagi serius!” Seru Donghae tak mau kalah. “ Lagian mana ada pengamen nggak makan satu minggu masih bisa marah- marah.”

Kangin merengut. Ia langsung berjalan tersaruk- saruk di panggung dengan masang tampang melas. “ Luapaarr.. Luapaar.. Saya mau makan orang..” Ucapnya se-naas mungkin.

Donghae kesal dan turun dari tempatnya dan naik keatas panggung. Digetoknya kepala Kangin kesal (kayaknya bener- bener menghayati peran dalang). “ Hyung mana ada orang kelaperan kayak begitu!” Omelnya.

Kangin melotot bangun dan siap- siap nendang dongsaeng kurang ajar itu dan Donghae menghindar dengan cepat. “ Suka- suka aku. Kita aja dikasih script suka- suka.” Belanya dan kembali jatuh dilantai.

Donghae lari lagi ketempatnya. “ Oke, lanjut!” Serunya. “ Si pengamen itu bertemu dengan tiga orang pelayan istana yang babo- babo. Sungmin hyung, Yesung hyung, Hankyung hyung! Masuk!” Seru dalang Donghae.

Ketiga pelayan itu keluar dengan masang tampang babo. Mereka bertiga langsung menghayati peran masing- masing.

“ Aigo!” Mulai Sungmin. “ Hyungdeul, ada kakek tua lagi meratapi nasib!”

Lagi- lagi Kangin berdiri dengan seger buger dan menempeleng kepala Sungmin. Lalu pura- pura melarat lagi. “ Saya ini masih muda!” Omelnya.

Sungmin mengusap kepalanya sambil cemberut. “ Ah, Kangin hyung mah mukul beneran.” Gumamnya bête. “ Yesung hyung sama Hankyung hyung aja yang ngomong sama dia. Aku nunggu aja.” Sungmin langsung duduk di kursi yang ada di stage.

Bruuk! Kursi itu hancur! Kenapa? Yah. Karena kursinya dibuat dari gabus kayak di OVJ.

“ Gyaah! Sungmin hyung jatoh!” Tawa Donghae girang. Member yang lain juga udah ngakak nggak karuan. Ternyata Sungmin orang pertama yang kena jebakan ala OVJ.

Sungmin semakin cemberut. “ Kok rusak, sih?! Aku kira nggak sama persis kayak acara itu.” Sungmin langsung duduk bersila dilantai sambil menekuk wajah. Dan masang tampang nggak mau ikutan lagi.

Yesung langsung mengambil sisa- sisa hancuran gabus itu dan memukulkannya ke Sungmin sambil tertawa geli. Hankyung ikutan. Dan Kangin yang katanya kelaparan ikutan menganiaya Sungmin. Donghae juga nggak mau ketinggalan, dia lagi- lagi kabur dari tempatnya dan ikut- ikutan menganiaya.

Shindong dan Kibum saling lihat- lihatan. Kibum mengangguk penuh arti menatap Shindong.

“ I wanna knock out.” Mulai Kibum

Shindong yang melanjutkan. “ Jo unmyongun bandushi je gar girur gaji.”

“ Knock out!” Kibum lagi.

“ Piharyo haedo jodae suyong obji.” Shindong lagi.

“ Knock out.” Kibum

“ Badaduryo You can’t do this fight because.” Shindong.

“ Naegeson gunyoga gidaehar ge objanha.” Lanjut keduanya bersamaan.

“ Woi.. Belum selesai!” Seru Donghae sambil berlari lagi ketempatnya dan lagi- lagi menggetok- getok ketokan kebanggannya (nih dalang nggak bisa diem apa?). “ Ya.. Mulai.. Mulai.. Jangan pada ngerusuh sendiri- sendiri, dong..”

“ Padahal kamu kan ikut- ikutan juga, hyung..” Tambah Kibum sambil geleng- geleng.

Donghae nyengir kayak kuda lagi. “ Tiga pelayan istana itu merasa kasihan dengan si pengamen. Mereka memberikan pengamen itu makanan dan sebagai imbalan atas kebaikan mereka, Si pengamen nyanyi. Tapi karena suaranya jelek, ketiga pelayan istana langsung kabur.”

“ Lha.. Kisah dari mana tuh?” Tanya Shindong bingung.

“ Dari otakku..” Jawab Donghae asal. “ Cepet, hyungdeul!”

“ Nih anak sok banget, sih..” Gumam Yesung. Ia langsung mengambil nampan Hankyung dan mengisi nampan itu dengan batu- batu buatan di stage. “ Nih makan!” Suguhnya songong.

Kangin sudah bersiap menempeleng kepala Yesung tapi nggak jadi, mengingat Yesung lebih tua darinya. Dengan nelangsa, Kangin mengambil nampan itu dan memakan batu- batunya. (note : bener- bener dimakan!)

“ Kangin-ah.. Jangan ditelan! Bisa sakit perut, lho..” Gumam Hankyung sambil tertawa melihat Kangin.

“ Biarin aja. Kita lihat selama apa dia bertahan.” Ucap Yesung santai.

Satu menit. Kangin masih pura- pura mengunyah.

Dua menit. Yang lainnya diam menunggu dengan serius.

Tiga menit. Kangin langsung berlari kabur kebelakang stage.

Yesung, Hankyung, Sungmin, Donghae, Kibum dan Shindong langsung ketawa ngakak. Kangin sudah kembali lagi sambil mengusap- usap mulutnya. “ Sial. Rasanya hambar! Harusnya Yesung hyung taburi garam dulu!” Cecarnya.

“ Makanya jangan sok!” Balas Yesung sambil tertawa.

“ Oke.. Oke.. Mana nyanyiannya..” Gumam Hankyung.

Kangin mendelik. ‘ Udah dikasih batu, masih minta imbalan lagi. Sengaja amat nyiksa gue.

Kangin berdiri dengan khidmat dan mulai membuka mulutnya. “Sorry Shawty Sorry Shawty. Naega naega naega meonjeo. Nege nege nege ppajeo. Ppajeo ppajeo beoryeo baby.” Ia mulai nyanyi sambil ng-dance sorry sorry.

Lagi- lagi yang lain ikut ngerusuh. Yesung, Hankyung dan Sungmin ikut- ikutan dance dibelakang Kangin dengan serius.

“ Heyo! Bukannya ikut dance seharusnya kalian kabur karena suara si pengamen itu jelek!” Seru Donghae memerintahkan.

“ Ntar dulu. Nanggung satu lagu!” Jawab Sungmin.

Donghae bête. Tapi detik berikutnya ia menggetok lagi ketokannya dan tersenyum jahil. “ Karena dance dari si pengamen sangat keren. Raja, ratu dan putri yang kebetulan lagi jalan- jalan melihat dan ikut- ikutan!” Serunya ngasal. “ Heechul hyung, Siwon dan Wookie! Masuk!”

Ketiga namja alakadarnya itu masuk sambil tergesa- gesa. Heechul mengenakan gaun ratu dengan mahkota plastik diatas kepalanya. Siwon juga mengenakan baju raja yang cukup keren. Dan Wookie terlihat imut dengan baju princess-nya.

“ Kita ikutan juga, hah?!” Seru Heechul nggak terima.

Donghae menangguk mantap. “ Aku yang ngatur ceritanya. Kan aku si dalang!”

Sambil cemberut, Heechul ikutan dance sorry sorry. Siwon nggak mau ikutan. Dia cuma diri aja di stage, nampang. Sedangkan Wookie duduk dilantai sambil cengengesan. Dia nggak mau jadi korban kedua.

“ Siwon! Wookie! Kalian ng-dance juga!”

“ Andwae!” Balas Siwon malas.

Donghae cemberut karena dua namja itu nggak menuruti perintahnya. “ Ah.. Udah ah.. Iklan aja.. Iklan.. Shindong hyung sama Kibummie nge-rap lagi.” Ucapnya malas.

“ Don’t! Don! Modeun ge don sesang Won ane gadhin nuh What is your mind.” Mulai Kibum santai.

Gantian, kali ini Shindong yang sedikit. “ You outta control What is your mind.”

“ Jebal juwireul dorabwa juhlmangui nunbichi boijanha.”

“ Stop bangin’ my head My eyes gone red.”

0o0o0o0o0o0o0o0

Leeteuk berjalan keluar dari stage sambil menggandeng tangan Ryeowook.

“ Lihatlah, putri.. Burung berkicau.. Angin sepoi- sepoi.. Bunga- bunga yang bermekaran. Bukankah ini indah?” Tanyanya dengan suara yang terdengar dibuat- buat.

Wookie mengerutkan keningnya. “ Kicau apanya? Orang burung- burungnya pada kabur gara- gara ngeliat hyung. Angin juga nggak ada, aku aja kegerahan jadinya. Dan mekar apanya? Hyung liat sendiri bunganya pada mati.” Balas namja itu sok.

Leeteuk menatap Wookie datar. “ Sudahlah.. Lupakan.. Baiklah! Putri mau nggak menikah denganku?” Tanyanya cepat.

“ Andwae.” Jawab Wookie lagi sok.

“ Kenapa?”

“ Karena aku sudah jatuh cinta dengan orang lain..”

“ Siapa dia?!” Leeteuk berakting marah. Lalu menatap Wookie ketus. “ Siapa namja yang membuatmu jatuh cinta itu? Apa pengamen tua itu?!”

Donghae serius menatap peran Leeteuk sambil senyam- senyum. Rencana Leeteuk mulai dijalankan.

“ Bukan!” Seru seseorang dari balik stage.

“ Siapa itu?!” Seru Leeteuk kesal.

Yesung melangkah keluar. “ Aku orangnya!” Serunya lantang.

Donghae mulai cekikikan. Ia melirik kearah manajer dan para kru yang menatap mereka bingung. Si manajer menatap Donghae meminta pertanggung jawaban namja itu karena dia si dalang. Donghae hanya mengangkat bahu.

“ Ceritanya kita ubah semua..” Gumam Kibum sambil senyum- senyum santai.

“ Karena pengambilannya live shooting, jadi kalau ceritanya ngaco kan kemungkinan nggak jadi ditayangin.” Tambah Shindong. “ Leeteuk hyung bener- bener nggak mau main drama konyol ini.”

Yesung langsung memeluk Wookie. “ Akulah yang dicintai putri. Kau menyerah saja pangeran katro!” Serunya.

“ Kau?! Bohong!” Seru Leeteuk.

“ Emang bohong..” Tiba- tiba Kangin keluar dengan gagah tapi masih dengan kostum compang- campingnya. “ Sebenarnya akulah yang dicintai sang putri.”

“ Hah?” Leeteuk melongo.

“ Bukan! Akulah orangnya!” Tiba- tiba Sungmin keluar.

“ A-apa- apaan ini?!” Bisik si manajer bingung.

Donghae nggak perduli dan mengetok lagi. “ Ternyata si putri dicintai banyak namja. Si putri kebingungan memilih siapa orang yang dicintainya. Akhirnya raja dan ratu muncul.” Ucapnya. “ Heechul hyung dan Siwon masuk lagi!”

Kedua namja yang lagi berperan sebagai couple itu masuk dengan gaya sok anggun dan elegan. “ Wah.. Wah.. Suamiku.. Ternyata anak kita terkenal, yaa..” Gumam Heechul sambil memainkan kipas ditangannya.

“ Kau benar ratu. Banyak namja yang merebutkannya. Seperti ketika aku masih muda dulu..”

Heechul melotot. “ Gaya lu udah kayak selebritis aja, Ja.. Udah jelas aku yang direbutkan waktu masih muda dulu.”

Siwon tersenyum manis. “ Haha.. Benarkah? Berarti sekarang ratu sudah tua, ya?”

“ Umurku kan sudah seratus tahun. Apa raja lupa..?”

“Woi! Jangan ngelantur, dong!” Seru Kangin kesal sambil memisahkan Siwon dan Heechul. Kangin menarik Heechul sambil tersenyum licik. “ Ratu duduk aja, ya..” Gumamnya sambil mnejatuhkan tubuh Heechul ke atas sebuah batu imitasi.

Dan lagi- lagi..

Bruk! Heechul nyelos masuk kedalam batu gabus itu karena bolong tengahnya doang.

Lagi- lagi member yang lain langsung ngakak nggak jelas.

“ Kurang ajar kau pengamen tua!” Heechul berusaha bangun tapi nggak bisa diri dan malah masuk semakin dalam. “ Gyaah.. Help me!”

Siwon tertawa geli sambil menepuk bahu Heechul geli. “ Udah.. Hyung, eh ratu disitu aja yang tenang, ya..” Gumamnya dan berjalan kearah Wookie.

“ Oke. Serius lagi!” Seru Donghae.

Siwon menepuk bahu Wookie. “ Wahai putriku, siapakah namja yang kau pilih?”

Wookie menggeleng bingung. “ Aku tak tahu ayahanda..” Jawabnya polos.

Siwon mengangguk sambil menatap para namja unik itu. “ Baiklah. Lebih baik kau tanyakan saja pada pohon kembar ajaib yang tumbuh dihalaman belakang istana. Konon mereka akan memberikan jawaban yang bijaksana untukmu.” Jelasnya bijaksana.

Wookie mengangguk. “ Arraseo, ayahanda..”

“ Lalu kami bagaimana?” Tanya Sungmin menahan tawa. Sesekali ia melirik kearah Heechul yang ‘duduk manis’ sambil cemberut.

“ Kalian tunggu saja. Aku akan mengirim kabar lagi nanti.” Gumam Siwon.

Kangin melengos. “ Cih, kalau begini sih percuma saja aku berperan jadi tokoh utama.” Gumamnya. Ia menatap kearah dalang. “ Hae, iklan lagi.. Iklan..” Gumamnya.

Donghae mengangguk sambil menggetok lagi. “ Apakah yang akan terjadi selanjutnya di kerajaan Super Super. Siapakah yang akan dipilih oleh putri? Yak, saksikan sebentar lagi di Super Junior van Java!” Serunya.

“ No, oh baby my girl. Geu daen nah yae juhn boo noon boo shee geh ah reum dah oon. Nah yae sheen boo sheen ee joo sheen suhn mool.” Mulai Shindong.

“ Haeng bohk hahn gah yo geu dae yae kkah mahn. Noon eh suh noon mool ee heu reu jyo. Kkah mahn muh ree pah ppoo ree dwehl ddae kkah jee doh. Nah yae sarang nah yae geu dae sarang hahl guh seul. Nah maeng seh hahl geh yo.” Lanjut Kibum.

0o0o0o0o0o0o0o0

Torok.. Trok.. Trok.. Trok.. Donghae menggetokkan ketokan itu lagi dengan semangat sambil senyum- senyum nggak jelas.

“ Sang putri yang kebingungan, akhirnya menemui pohon kembar ajaib di halaman belakang istana. Ia meminta tanggapan dari dua mahluk itu untuk mencari tahu siapakan namja yang cocok dengannya.” Ucap Donghae.

Dua namja dengan kostum pohon merembet keluar dari dalam stage.

“ Belakangan ini nggak ada job, ya.. Bete nih..” Gumam Eunhyuk sambil memainkan batang pohon yang dipegangnya.

Kyuhyun mengangguk, tapi susah juga. Orang badannya masuk kedalam kostum pohon begitu. “ Aku aja bosen, hyung.. Nggak ada satupun yang minta jasa kita. Mau main game, tanganku sibuk megangin ranting begini. Payah deh..” Runtuknya.

Wookie berjalan masuk dengan gaya sok diimut- imutin. “ Ah, ada pohon kembar ajaib!” Serunya dan berlari menghampiri dua namja berkostum pohon itu.

“ Wow.. Ada yeojya cantik nih.. Akhirnya..” Eunhyuk mesem- mesem gaje. “ Ada yang bisa kami bantu wahai putri dari kerajaan Super Super?”

Wookie mengeluarkan ponselnya. “ Kita foto- foto dulu.” Gumamnya sambil mengarahkan ponselnya kearah dua pohon yang langsung bergaya narsis itu.

Donghae udah mulai cekikikan lagi.

“ Ini kacau.. Bener- bener ngelantur. Hae!” Si manajer berbisik dengan gemas kearah Donghae sambil meremas script yang dari tadi dipegangnya.

Dan seperti biasa, Donghae nggak perduli.

“ Ah.” Wookie menurunkan ponselnya dan tersenyum girang. “ Nanti fotonya aku upload ke facebook, ah.. Lumayan nih.” Gumamnya sambil memasukkan ponselnya lagi. “ Oke, aku kesini mau ngobrol sama kalian berdua.” Wookie duduk dilantai lagi.

Kyuhyun ikut- ikutan duduk. “ Mau ngobrolin apa? Ngegosip juga boleh.” Imbuhnya sambil cengengesan.

Eunhyuk memukul kepala Kyuhyun dengan ranting yang dipegangnya. “ Jangan ngomong sembarangan kau. Nanti dramanya jadi ngaco dan manajer marah- marah sama kita.” Omelnya. (padahal daritadi juga udah ngaco)

“ Oke putri.. Kamu mau konsultasi apa sama kami? Tentang jodoh? Masa depan? Keuangan? Kesehatan? Atau peruntungan anda kedepan? Silahkan ketik REG spasi zodiac anda dan kirim ke 1315.” Terang Eunhyuk semakin ngaco.

Kali ini gantian Kyuhyun yang menyerang namja bawel itu. Ia menyumpal mulut Eunhyuk sama batu- batuan yang ada didekatnya. “ Hyung sama gilanya.” Ejeknya. Ia menatap Wookie lagi. “ Udah, sekarang apa maumu datang kesini? Kuberi waktu lima detik untuk bicara!” Titahnya.

Wookie cemberut. “ Dasar pelit. Bijaksana apanya. Ayahanda nipu, nih!” Gumamnya.

“ Udah jangan bawel. Mau curhat nggak?” Tawar Kyuhyun nggak sabaran.

Wookie mengalah. Ia berdiri. “ Begini, ada banyak namja yang menginginkanku. Secara aku ini cute banget jadi putri.” Ia cengengesan sendiri. “ Aku bingung mau milih siapa. Gimana? Apa kalian berdua punya ide?”

Eunhyuk melipat kedua tangannya didepan dada sambil berwajah serius. “ Hmm.. Susah juga, nih. Siapa yang putri suka?”

“ Semuanya namja yang keren, sih.. Aku suka semua.” Jawab Wookie lagi.

“ Kalau gitu terima semua aja. Lumayan lah poligami.” Kyuhyun cengengesan lagi dan kali ini namja bermulut usil itu langsung dikemplang sama Eunhyuk.

“ Diam kau!” Serunya marah. Eunhyuk menatap Wookie lagi. “ Kalau begitu buat seyembara.”

“ Sayembara apaan?”

Eunhyuk tersenyum licik. “ Dance.” Gumamnya.

Wookie melotot mendengar usulan konyol Eunhyuk. “ Dance?! Yang namanya sayembara kan biasanya lebih keren lagi. Nyari benda- benda unik atau lomba panah gitu. Kok cuma dance?!”

“ Ckckck.. Ini beda.. Barang siapa yang dance-nya paling jago berarti dia yang cocok dengan putri.”

“ Tapi..”

“ Udah nggak usah banyak nanya.” Eunhyuk menepuk bahu Wookie. “ Sekarang, bayar jasa kami.”

Wookie melongo.

Donghae sukses tertawa. “ Oke! Bagaimanakan sayembara dance nanti? Lagi dan lagi.. Nantikan saja cuma ada di Super Junior van Java!!!!” Serunya sambil tetap tertawa.

Kali ini Shindong dan Kibum nge-rap bersamaan. “ Let’s go.. Let’s go.. Let’s go!go!go!go!. Let’s go.. Let’s go.. Let’s get get together now. Let’s go.. Let’s go.. Let’s go go!go!go!go! Let’s go.. Let’s go.. Let’s git git git give it up!”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Hankyung jalan masuk kedalam stage sambil membawa nampan kebanggaannya. “ Hmm.. Nggak ada siapa- siapa? Mana Yesung sama Sungmin?” Gumamnya sendirian.

“ Hyung!” Sungmin berlari menghampiri Hankyung. Kali ini ia membawa sapu. Yah, namanya juga pelayan.

“ Dari mana kau? Istana udah kotor bukannya di sapuin malah kabur!” Hankyung berkacak pinggang sambil menatap dongsaengnya kesal.

Sungmin tersenyum lebar. “ Baru saja putri mengumumkan sayembara untuk menentukan siapa namja yang cocok dengannya.”

“ Lalu?”

“ Dance!” Sungmin mengguncang- guncangkan tubuh Hankyung penuh semangat. Dan saat hyungnya itu mulai oleng langsung dilepas. Hankyung terjatuh. Sungmin masih masa bodoh. “ Aku yakin aku akan menang. Aku ini kan ahli dance.” Saat itu juga namja cute itu langsung coba- coba nge-dance.

Hankyung berdecak sambil menatap Sungmin. “ Itu bukan dance.” Gumamnya sambil berdiri.

Sungmin menatap hyungnya. “ Bukan? Lalu?”

Hankyung nyengir. “ Ini baru dance.” Hankyung menari ballet dihadapan Sungmin dengan sangat lincah. Dan otomatis membuat namja norak itu terpukau melihat kemampuan Hankyung.

“ Wow! Keren! Hyung! Ajari aku dance semacam itu! Agar aku menang!” Seru Sungmin semangat.

Hankyung mengangguk setuju. Kapan lagi ada orang yang mau belajar sama dia. Ckckck.. Kan biasanya tarian ballet-nya diketawain sama member yang lain. Hankyung langsung kemabali kebelakang stage sambil menari ballet dan Sungmin mengikuti namja itu.

“ Hentikan drama ini!” Bisik manajer. “ Nggak ada acara dance- dance kayak begini!”

Donghae memainkan tangannya sok. “ Aniya, hyung..” Balasnya santai. “ Ini perintah Teukie hyung. Hehe..” Ia kembali nyengir.

Si manajer melongo tak percaya. “ Jungsoo?”

Donghae menggut- manggut. “ Hancurkan reality ini. Dan kami akan hidup tenteram selamanya.” Jawab Donghae sambil menggetok- getok lagi. “ Oke! Sekarang bagiannya Kangin hyung. Seterah hyung mau ngomong apa. Suka- suka aja!”

“ Mana ada adegan kayak begitu!” Seru manajer semakin kacau.

Kangin masuk sambil berlari- lari. Nggak sendirian! Sama Yesung! Mau ngapain mereka berdua? Kangin menendang Yesung. Namja itu menghindar. Kenapa mereka malah berkelahi? (ini sih bener- bener suka- suka)

“ Kau itu cuma pengamen tua! Nggak usah ikutan dance battle segala kenapa!” Seru Yesung.

Kangin melotot. “ Aku masih muda!” Balasnya. “ Lagipula, skenarionya kan aku berteman dengan tiga pelayan istana. Kenapa malah jadi saingan begini, sih?” Balasnya dengan nada pura- pura bête.

Yesung menatap kearah Donghae. “ Ini ulah dalang itu! Dasar donsaeng kurang ajar. Seenaknya mainin peran. Kan aku yang repot jadinya!”

“ Ah, omongannya makin ngaco!” Donghae turun dari tempatnya sambil membawa ketokannya. Ia lagi- lagi naik keatas stage dan memukul kepala Yesung dan Kangin bergantian. “ Kan aku bilang cuma Kangin hyung! Kenapa Yesung hyung juga masuk? Pakai acara berantem segala? Jadi nggak nyambung nih!”

Kangin nggak mau diam. Langsung ditariknya blankon Donghae dan dipakainya. “ Dari awal emang udah ngaco!” Balasnya.

Donghae berusaha mengambil blankonnya namun Kangin langsung mendorongnya kearah rumput buatan dari gabus dan Donghae langsung nyelos. “ Dari tadi kamu kan seenaknya ngerjain kami. Mau gantian sekarang?”

“ Aku ini dalang tahu!” Seru Donghae sambil berdiri. Ia melirik kearah belakang backstage dan para member yang lain udah bersiap- siap. “ Ah, okay! Akhirnya hari dance battle. Semua warga alias semua pemain masuk ke stage.” Ucapnya. “ Termasuk Shindong hyung dan Kibum!”

Tanpa banyak omong, Shindong dan Kibum kabur naik ke stage. Para member yang tadi ngintip dibalik stage juga langsung masuk dan membuat kericuhan. Si manajer dan para kru semakin melongo mereka buat.

“ Mulai battlenya!” Seru Donghae.

“ Iya.. Untuk menentukan siapa namja untuk putri kami. Ku umumkan. Dance battle antara Pangeran Jungsoo, Sungmin, Kangin dan Yesung dimulai!” Seru Heechul lancang sambil tetap memainkan kipasnya.

“ Aku juga mau ikutan!” Seru Eunhyuk sambil berlari kedepan.

“ Udah.. Mulai.. Mulai.. Kibum sama Shindong hyung yang jadi musiknya!” Seru Kyuhyun nggak sabaran.

“ Yeah.. Yo yo yo!” Shindong dan Kibum mulai mengambil suara hendak nge-rap lagi.

Para peserta nggak normal itu berbaris dibagian paling depan dan mulai dance gila- gilaan. (readers silahkan ngebayangin sendiri lima namja dengan kostum nggak jelas pada nunjukin bakan dance mereka dengan membabi buta.)

Seakan nggak mau ketinggalan bagian, Hankyung langsung ikutan sambil nari- nari ballet nggak jelas. Siwon lagi- lagi hanya bisa berada dibelakang sambil mengelus dada. Tapi ia juga ikut- ikutan tertawa melihat battle konyol itu. Dan sang putri yang diperebutkan. Dia lagi asyik duduk di lantai sambil ngitungin batu yang tadi dikumpulin. (nggak waras semua)

“ Berhenti!!!!!!!!” Akhirnya jeritan si manajer terdengar.

Para member Suju otomatis langsung diam menatap si manajer yang kini menatap mereka sambil melotot seram.

“ Ini konyol!” Serunya lagi sambil membanting script dan berjalan keluar dari studio itu.

Satu menit. Hening.

Berikutnya, para member suju saling berpandangan sambil menyunggingkan senyum licik penuh kemenangan.

“ Tetap di Super Junior van…” Donghae mulai.

“ Java!” Lanjut yang lainnya kompak.

Yah, untuk saat itu para member suju bisa dibilang menang menghadapi om Lee So Man. Tapi sebenarnya.. Kehebohan lainnya menanti mereka. Karena diruangan lain.. Seorang bapak- bapak sedang tersenyum lebih licik menonton acara mereka.

0o0o0o0o0o0o0o0

Hari minggu, satu minggu setelah insiden Super Junior van Java.

Trrrt.. Tiba- tiba ponsel para member suju bergetar bersamaan. Mereka yang lagi santai nonton sinetron di ruang tengah langsung meraih ponsel masing- masing.

“ Channel SBS. Live. Super Junior van Java. Minggu. Pukul 14.00.”

Isi pesannya sama.

Semua member saling berpandangan. Lalu melirik kearah jam. Tepat jam dua siang. Leeteuk langsung meraih remote tv yang dikuasai Eunhyuk dan mengganti ke channel SBS Tv. Tatapan Leeteuk langsung terbelalak saat melihat bagian pembuka acara itu.

“ Gyaaah!! Ditayangkan!” Seru si leader histeris.

Seluruh mata langsung terkesiap melihat acara itu.

Super Junior van Java ditayangkan!

Dan detik itu juga dorm suju langsung heboh. Ada yang menjerit, tertawa, dan kepanikan karena kehebohan nggak jelas itu.

Di kantor SM.. Lee So Man sedang menonton acara itu.

“ Mereka pikir aku bodoh. Karena itu aku memilih live shooting. Aku tak akan rugi karena aku sudah bisa menebak jalan pikiran mereka.” So Man melirik kearah manajer yang sudah senyum- senyum bangga. “ Akting marah yang bagus.”

Si manajer itu mengangguk. “ Sekali- kali anak Suju dikerjain kayak begini nggak ada salahnya juga.”

Dan pada akhirnya.. Yang kalah justru Super Junior itu sendiri.

.

Gyaaahhh… Tamat!!!

8 thoughts on “Super Junior van Java // Chapter 3

  1. hahaha… ngk k byang haeppa jd dalang,lucuuu bgt! smph! DAEBAK!!!!!!!! kippa jadi sinden? 0_O? q rs nack sj pd ancr smua#dibakarelf TOP lah on keep writing ja lah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s