Super Junior van Java // Chapter 1

SUPER JUNIOR van Java

 

 

Leeteuk duduk sambil melongo dihadapan Lee So Man. Matanya sesekali melirik atau lebih tepatnya membaca ke sebuah surat perintah (dengan nama lain surat kontrak) yang tadi baru aja dikasih sang tetua SM Entertainment padanya. Otaknya nggak berhenti untuk berpikir. Ia menatap Lee So Man dengan seribu tanda tanya besar melayang- layang dipikirannya.

” Opera Van Java?” Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut sang leader yang sejak tadi nggak mengerti apa- apa.

So Man mengangguk. ” Yes.” Jawabnya sok Inggris.

” Apaan ya?” Tanya Leeteuk lagi.

So Man langsung tertawa dan berdiri dari kursi kebesarannya. ” Riset membuktikan, secara tiba- tiba jumlah para Evelasting Friend di Indonesia meningkat. Demam Kpop sedang melanda negara itu. Bahkan sekarang jadi bermunculan boyband di negara itu. Dan untuk selametan akan hal itu, aku memutuskan untuk membuat sebuah drama satu episode terbaru. Super Junior van Java.”

Leeteuk semakin melongo. ” Emang anda tau dari mana?” Tanyanya berusaha bersabar menghadapi sikap sang tetua itu.

So Man kembali duduk tapi masih dengan tampang sangat bahagia. ” Tentunya dari riset di Google.” Jawabnya sok ngerti.

cih. kayak ngerti cara searching di internet aja lu..‘ Batin Leeteuk bete. Matanya kembali ke surat nelangsa itu. ” Lalu, apa maksud dari opera van java? Aku sama sekali nggak ngerti.”

” Opera van Java adalah salah satu acara lawakan yang juga sekarang lagi populer banget di Indonesia. Dan kurasa kalau Super Junior yang memainkannya, acara itu akan melejit dan kita untung besar.”

Leeteuk mulai habis kesabarannya. ” Jadi kita harus main drama lawakan lagi?” Leeteuk bener- bener nggak habis pikir. Memang sih para member Suju itu udah terkenal sama nggak warasnya mereka, udah banyak banget acara lawakan mereka. Dan sekarang… Lagi??!

So Man mengangguk. ” Konsepnya kayak Opera van Java gitu..”

” Tapi kami nggak tahu itu acara kayak apa. Gimana caranya?” Leeteuk masih ngak terima rupanya. ‘ pokoknya harus cari alesan buat ngeles!

So Man kali ini menatap Leeteuk kasihan. ” Oh, Leeteuk-sshi.. Memangnya kau nggak tahu sebuah situs yang juga cukup terkenal di internet, ya? Youtube.. Youtube.. Itu loh, tempat nonton sama download video. Jadi artis jangan lemot, dong.. Kalian kan bisa nonton acarnya di Youtube.”

Leeteuk mencoba tersenyum menhadap sikap si bos yang lagi kena syndrome internetan itu. ” Tapi bahasanya pasti bahasa Indonesia kan?”

” Kau kan bisa bahasa Melayu. Sama, kok.. Lagipula cari aja yang ada translate Inggrisnya. Lalu kalian artikan sendiri.”

nih oran ngomong enak banget, sih?! udah tau rata- rata dongsaeng gue babo sama bahasa Inggris!‘ Leeteuk masih mencari cara buat ngeles. ” Kalau tak ada dan kami nggak ngerti bagaimana?”

” Coba aja baca gerakan tubuh mereka.”

” Kalau masih nggak ngerti juga?”

” Hayati peran mereka.”

” Kalau masih nggak ngerti juga?”

” Mati aja lo sono. Apa- apa serba kagak ngerti!” Seru So Man yang gantian mulai bete. ” Pokoknya aku tak mau tahu. Kuberikan waktu satu minggu untuk persiapan. Lusa, akan kuberikan script naskahnya. Bisa nggak bisa, mau nggak mau, kalian harus menerimanya.” Akhirnya titah mematikan itu diucapkan sang tetua dengan sangat jelas.

Leeteuk langsung kalah!

Dilipatnya surat itu lalu dimasukkan ke saku. Dia nggak terlalu berniat mengindahkan tugas mereka kali ini. Dan dengan sekali anggukan, sang leader akhirnya memilih kabur dari ruangan neraka itu dengan tatapan super duper bete.

Dalam hatinya cuma ada satu kalimat.

awas kau…

 

0o0o0o0o0o0o0o0o

 

Surat kontrak kutukan.

Satu kalimat itu yang kini terlintas dipikiran Leeteuk saat dia melihat surat kontrak unik itu. Surat kontrak tapi dilipet- lipet terus dibawa pulang ke dorm? Bener- bener, deh.. Maunya si tetua itu apa, sih? Leeteuk bener- bener nggak habis pikir.

Lalu, apa tadi katanya? Oper van apa? Opera van Java? Apa pula itu.. Dia aja nggak terlalu ngerti sama makna dari kalimat unik itu. Acara lawakan? Kok kedengarannya seperti sinetron- sinetron kacangan, ya? Bener- bener deh Lee So Man..

Leeteuk masuk ke dalam dorm..

” Hyung kembali!” Donghae orang pertama yang melihat si leader masuk dengan tampang super kusut kayak orang abis ditagih utang. ” Hyung kenapa? Kok bete gitu? Emangnya pak produser itu ngomong apa, sih?” Tanyanya cepat saat Leeteuk sudah duduk di sofa ruang tengah.

Beberapa member lain yang bodo amat dengan kehadiran sang leader. Kyuhyun sibuk sama PSP-nya, Yesung seperti biasa, sama Ddangkoma, Sungmin lagi ngitungin koleksi benda pink-nya, Wookie lagi ngeliatin Yesung dengan tampang bete karena ngga ada yang ngajak dia ngonbrol,  Hankyung dan Heechul lagi nggak jelas dipojokan sambil ngutak- ngatik ponselnya, Eunyuk dan Shindong asyik main laptop, sisanya berarti yang ngga ada di dorm saat itu, Kangin, Siwon dan Kibum.

Baru giliran Donghae nanya, semuanya langsung menatap Leeteuk.

” Hyung dtagih utang sama dia?” Tanya Donghae lagi.

” Apa karena fans hyung menurun?” Kali ini Yesung.

” Pasti karena hyung itu cengeng, ya..?” Sungmin ngga mau ketinggalan main tebak- tebakan rupanya.

” Pasti karena hyung belakangan ini nggak punya temen yang bisa ngajak ngobrol, ya?” Pertanyaan terakhir datang dari si innocent Wookie. Pertanyaan yang langsung membuat namja itu digetok pake ddangkoma sama Yesung. ( kasian ama ddangkoma-nya saya)

Yesung menatap namja itu bete. ” Nggak nyambung, oi..”

Leeteuk menggeleng sambil mengeluarkan surat kontrak yang tadi dilipat- lipat sesukanya. Ia meluruskan selembar kertas naas itu dan menunjukannya ke para dongsaengnya. ” Coba aja kalian liat dan baca sendiri. Kalian akan tahu jawabannya.” Gumamnya sok.

Sungmin langsung narik surat itu dari tangan Leeteuk. ” Apaan nih? Masa surat kontrak udah kayak buat bungkusan cabe? Kok lecek gini, hyung? Yang bener aja!” Cecarnya sambil membaca isi surat itu dengan seksama.

” Apa isinya?” Tanya Donghae penasaran sambil mengintip dari balik punggung Sungmin. ” Hah, kontrak drama lagi? Eh, cuma satu episode aja. Wah, bagus nih.. Nggak bikin repot.” Gumamnya. Dia nggak tahu dengan ancaman yang kini menunggunya.

Sungmin menatap Leeteuk bingung. ” Apa itu Opera Van Java? Kok ditulis Super Junior van Java, from Opera van Java.”

Leeteuk langsung tersenyum. Akhirnya ada juga yang bertanya. ” Kita akan memainkan drama lawakan seperti kisah Opera van Java itu.” Jawabnya bangga. Kenapa bangga? Karena dia yakin kali ini giliran para dongsaengnya yang keder.

Sesuai dugaan. Kyuhyun yang tadinya bodo amat langsung merespon. ” Hah, lawakan?! Maksudnya kita harus tampil nggak waras lagi di depan kamera?” Ia langsung nggak perduli sama game yang tadi dimainkannya.

Leeteuk mengangguk. Lagi- lagi dengan senyuman bangga.

” Aku nggak mau! Lagian aku nggak tahu Opera van Java itu kayak apa.” Lanjut Kyuhyun cepat.

Leeteuk menatap kearah Donghae, Sungmin, Yesung, Wookie yang masih membaca surat itu. ” Kalian sendiri gimana?”

Yesung mengangkat bahu. ” Kenapa harus reality model begini sih, hyung? Melawak lagi..? Lama- lama kita ganti job jadi pelawak aja dah kalau begini caranya.” Gumamnya. Padahal dalam hati ia sudah memikirkan lawakan garing kayak biasa. Ckckck..

Leeteuk menoleh kearah member lain yang masih nggak perduli. ” Oi.. Kalian semua setuju nih? Cepet tanda tangan. Besok harus diserahin lagi. Lusa script-nya akan diantar. Kita diberi waktu satu minggu buat memperlajari acara itu.” Jelasnya.

Shindong dan Eunhyuk nggak perduli.

” Setuju- setuju aja, hyung..” Gumam Eunhyuk tanpa menatap Leeteuk.

Shindong cuma mengacungkan jempol.

Leeteuk menatap Heechul dan Hankyung. ” Kalian berdua setuju?”

Hankyung menatap hyung-nya nggak ngerti apa- apa. ” Kalau semua mau berarti nggak ada alasan buat menolak, kan? Aku sih ikut kalian aja.” Jawabnya. ” Kau gimana Heenim?”

Heechul mengangguk. ” Suka- suka kalian aja.” Jawabnya super singkat dengan nada nggak tertarik sama sekali.

Leeteuk langsung kembali duduk. Ternyata para dongsaengnya nggak terlalu keder- keder amat sama masalah konyol ini. Padahal dia berharap semuanya nggak setuju dan langsung demo ke Lee So Man tentang acara ini. Yang menolak cuma si Kyuhyun doang. Seandainya saat ini ada Siwon atau Kibum, mungkin mereka bisa diandalkan. Secara mereka berdua member yang masih bisa dibilang waras di dorm ini.

” Lalu, setuju nih?” Tanya Wookie sambil menatap Leeteuk.

” Aku nggak mau!” Sergah Kyuhyun cepat.

Leeteuk menghela nafas. ” Keputusannya nanti malam aja, deh.. Tunggu Kangin, Siwon dan Kibum pulang ke dorm.” Jawabnya sambil berdiri dan meninggalkan para dongsaennya yang beberapa masih kebingungan.

Donghae kembali membaca surat itu. ” Hmm… Aku jadi penasaran acaranya seperti apa.” Gumamnya.

 

0o0o0o0o0o0o0o0o

 

Malam harinya para member ngumpul di ruang rapat, alias studio. Siwon, Kibum dan Kangin membaca surat itu bergantian.

Siwon hanya bergumam kecil sambil terus membaca isi surat itu. Setelah selesai ia langsung menatap Leeteuk yang tadi udah masang tampang plis-kasih-komen-cepetan. ” Hyung..” Mulainya.

Leeteuk mengangguk. Entah kenapa dia jadi rada tegang. Soalnya komentar Siwon-lah yang paling mungkin bisa mendukungnya saat ini. ” Nae? Bagaimana menurutmu Siwon-ah?”

Siwon menggeleng. ” Kalau menurutku nggak ada salahnya dicoba. Lagi pula apa kita bisa menolak? Kayaknya nggak deh. Kalau produser sudah memutuskan, nggak ada jalan lain.”

Leeteuk menghela nafas. Ia melirik kearah Kangin yang sudah mesem- mesem gaje. ” Kalau kau?”

” Sipp..” Balas namja itu sambil ngacungin jempol. ‘ lawak- lawak.. gue punya ide baru.‘ Pikirnya dengan percaya diri. Dia nggak tahu kalau sang leader lagi mumet banget sama hal itu.

Leeteuk menghela nafas lagi dan menatap Kibum.

Yang ditatap langsung mengerti dan hanya angkat bahu. ” Suka- suka kalian aja lah..” Balasnya.

” Yeahhh!!!” Seruan heboh dari EunHae couple membuat Leeteuk tersentak. Kedua namja paling nggak normal itu langsung loncat- loncatan gaje banget. Leeteuk melotot.

” Diem lu pada!” Hardiknya kesal.

Yang diteriakin malah nggak perduli. Dua- duanya hanya berteriak Opera van Java.. Opera van Java.. Hingga suara mereka serak nggak karuan. Kyuhyun yang paling bete langsung nimpuk dua hyungnya pake sepatu. Sayangnya nggak kena! (poor kyuhyun..)

” Kau nggak setuju, Kyu?” Tanya Sungmin.

Kyuhyun menatap Sungmin bete. ” Emang hyung setuju kalau kita disuruh melawak terus? Aku lebih baik jadi gamers daripada pelawak.” Belanya dengan tampang iblis yang udah sempurna seratu lima puluh persen.

Sungmin mengangguk sambil menepuk bahu Kyuhyun. ” Yah, sabar aja deh.. Keputusan udah mutlak kamu nggak bisa komplain. Kalau mau komplain ke om So Man aja gih..” Sungmin memberi ide. Dan langsung ditolak dengan sangat halus dari sang evil magnae.

” Sorry sorry sorry aja..” Gumam Kyuhyun.

” Lalu, kita harus gimana? Kita harus melihat sebenarnya acara seperti apa itu untuk mengetahuinya, kan?” Gumam Hankyung. Tumben nih Cina otaknya lagi bener.

” Liat dimana? Kita harus datangin acara itu hah? Ogah.” Tanya Kyuhyun dingin. Mulut pedasnya lagi dalam posisi on.

Yan lainnya diam menatap sang leader yang udah bertampang nggak karuan.

Leeteuk angkat bicara. ” Kata produser kita disuruh liat di youtube..” Gumamnya.

Setelah ucapan itu, namja- namja super keren yang otaknya rada- rada itu langsung saling berpandangan. Dan semuanya -kecuali Leeteuk pastinya- langsung lari keluar dari studio menuju ruang tengah.

Eunhyuk, yang pertama sampai langsung nyalain komputer dengan wajah bahagia plus penasaran. Setelah komputer nyala, ia langsung ngebuka mozilla dan searh youtube. Tangannya dengan gemetar (lho??) mengetik kata Opera van Java di search bar.

Leeteuk deg- degan. ‘ jangan sampe hal konyol.. jangan sampe hal konyol..

Sip! Loading-nya untung nggak lelet.

Beberapa video terbuka. Eunhyuk langsung meng-klik video paling atas. Dan lagi- lagi mereka diam menunggu video terbuka.

Saat video-nya mulai. Semua mata yang dimiliki para member itu melongo kaget.

Karena baru mulai video-nya mereka langsung ngeliat wajah Om Sule and the gank.

 

To Be Continued…

2 thoughts on “Super Junior van Java // Chapter 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s