LIfe

Life~

Main Cast :: Kim Leeteuk

Rated :: K // PG-All

Genre :: Brothership / Friendship / Hurt

.

Notes :: Buat Sari eonnie, Sinta eonnie, Rin eonnie dan para Angels yang selalu minta ff dimana Teukie oppa tersiksa batin. #dziigh *ditendang oppa ke surga(?)*

Akhirnya ff yang cukup lama terbengkalai ini kulanjutkan dan kuberi sedikit penambahan sesuai dengan beberapa rumor yang lagi anget-angetnya -kayak nasi di magic jar- beberapa hari ini tentang SME dan oppadeul.

Di A/N dibawah, ada sebuah pemberitahuan. Jadi mohon dibaca, readers~

Hope you like that…😀

.

Super Junior oppadeul, HWAITING! o^v^o

============================================================================

.

Hidup..

Apa yang kau ketahui tentang hidup?

Apa yang kau pahami tentang sebuah nyawa dan keinginan untuk menjadi yang jauh lebih baik?

Apakah hidupmu berharga? Apakah nyawamu itu penting?

Jika kau berpikir tidak, maka bacalah.

Karena mungkin saja kau akan menemukan sesuatu yang berharga.

.

BRAK! Kim Youngmin, CEO dari SM Entertainment melemparkan sebuah script pelan ke atas mejanya di hadapan Kim Leeteuk. Karena tak memahami apa artinya, tentu saja kedua alis namja itu tertaut heran.

“Anou, Youngmin-sshi…” Leeteuk bicara ragu sebelum Youngmin mulai bicara.

“Kau pasti bertanya, apa itu.”

Leeteuk mengangguk. “Nde. Apa ini?” Tanyanya sambil memegang script yang cukup tebal itu dan menatap sang CEO tak mengerti.

“Itu adalah drama yang harus kau kerjakan.” Ujar Kim Youngmin enteng.

Mendengarnya, mana mungkin Leeteuk tidak terkejut. Pasalnya dia sama sekali tak ingat sudah menandatangani sebuah kontrak drama dengan perusahaan manapun. Dan kini muncul dihadapannya sebuah script yang tak dia ketahui, namun harus menjadi salah satu dari pekerjaannya.

“Maksud Anda?”

Kim Youngmin mengangguk. “Nae, itu adalah naskah drama untukmu, Leeteuk. Baca dan pelajari karaktermu di drama itu dan ikuti jadwal yang sudah dibuat untukmu. Dan kau boleh keluar.”

Meski begitu, Leeteuk masih tetap duduk menatap Youngmin. “Aku… Tak ingat pernah menandatangani sebuah kontrak drama.”

“Kau tak perlu memikirkannya, semua sudah kuselesaikan.”

“Tapi… Aku belum tahu.” Leeteuk masih tak bisa mempercayai apa yang kini ada dihadapannya. Ditengah sibuknya menggelar Super Show empat yang tahun ini dia harus berkeliling dunia, berbagai jenis acara lainnya, syuting variety show, dan kini sebuah drama.

Oh, God! Dia bahkan tak mau mempercayainya.

“Sejak kapan kau harus tahu apa yang kuputuskan untukmu? Keputusanku itu mutlak karena akulah CEO tertinggi di perusahaan ini. Aku tak butuh pendapatmu untuk melakukan sesuatu. Sekarang kau cukup bawa naskah itu dan keluar, Kim Leeteuk.”

“Tapi_”

TOK-TOK! Sebuah suara membuat Leeteuk langsung diam dan menatap ke arah pintu ruangan itu yang terbuka sedikit.

“Jeongmal mianhamnida, Presedir. Tapi Anda sudah ditunggu di ruang rapat.” Ujar seorang sekretaris sambil membungkuk sopan.

“Nae, Kim Leeteuk. Apa kau masih mau disini?”

Leeteuk menggeleng pelan sambil mengambil naskah itu dan berdiri. “Aku permisi. Annyeong.” Ujarnya sambil membungkuk sopan dan langsung berjalan keluar dari ruangan itu.

Tatapan mata Leeteuk tampak datar, dia hanya berjalan tanpa tahu apa yang kini mencuat dipikirannya. Terbesit perasaan lelah di hatinya untuk semua hal yang harus dikerjakannya selama ini.

Dia lelah, dia ingin beristirahat. Ditekankan pada dirinya berkali- kali, dia bukanlah robot atau mesin pencetak uang yang harus bekerja terlalu giat siang-malam. Banyak orang yang berpikir kalau dia adalah tipe yang gila kerja, tak ada waktu baginya untuk bersantai, tapi semua dilakukannya bukan karena dia ingin melakukannya.

Terpaksa dan terikat.

Dua kata itu yang terus berada di otak Leeteuk.

Dia terpaksa melakukan semuanya karena sebuah ikatan yang bernama kontrak. Seandainya dia bisa mengulang waktu, terkadang dia berpikir untuk mengubah takdirnya. Terkadang dia berpikir, akan lebih menyenangkan menjadi seseorang yang biasa namun bisa hidup bebas sesuai hatinya, dibanding menjadi sebuah artis ternama, namun tersiksa fisik dan batinnya.

TRRT~ Ponselnya bergetar pelan. Buru- buru Leeteuk mengambil ponsel yang diletakkan di saku kemejanya itu.

Sebuah pesan datang dari salah satu dongsaeng favoritnya, Donghae.

Hyung, eodisseo? Kalau kau pulang nanti, tolong belikan aku dan Hyukjae makanan, nae. Di dorm tak ada siapapun selain kami, dan kami nyaris mati kelaparan.

Senyum terulas di bibir Leeteuk, membuat sebuah lesung pipi muncul di dekat bibirnya. Tatapan matanya yang tadi terlihat kosong, perlahan berubah. Ada setitik cahaya kehidupan di bola mata hitam kecoklatan miliknya.

Buru- buru diketiknya sebuah pesan balasan untuk Donghae.

Oke. Aku akan segera kembali. Kuharap kau dan Hyukjae tidak memakan sofa yang kita miliki. Kalau iya, maka bersiaplah ditendang keluar dorm olehku. Kekeke.-

Leeteuk kembali memasukkan ponsel itu ke saku kemejanya dan berjalan sambil sedikit mengulas senyum lega di wajahnya.

0o0o0o0o0o0o0o0

Kadang kau akan berada di jalan dimana kau tak bisa menghindari jalan itu.

Kau tak memiliki pilihan untuk hidupmu.

Sekalipun kau terluka ataupun tersakiti di jalan itu, kau harus bertahan dan merasakan semuanya dengan hati yang lapang.

Karena bagaimanapun juga, sesakit apapun hal itu, itu adalah hidupmu. Kau yang mengendalikan semuanya sesuai pilihamu sebelumnya, jadi jalanilah semuanya. Hiduplah untuk orang yang kau sayangi.

.

“Ya, hyung! Kau seperti orang yang tersesat di gurun. Tidak baik minum sebanyak itu!” Seru Ryeowook saat melihat Leeteuk sudah menghabiskan tiga botol air mineral setelah mereka selesai latihan hari itu.

Diusapnya dahinya yang penuh keringat dan Leeteuk langsung menoleh kearah Ryewook. “Memangnya hanya orang gurun yang boleh meminum air sebanyak ini, Wookie?”

Tentu saja namja manis itu menggeleng. “Tapi nanti hyung bisa kembung. Kita masih harus latihan, aku takut hyung malah sakit, nih.”

“Gwaenchana.” Balas Leeteuk sambil menoleh kearah beberapa member yang tengah berlatih di studio untuk penampilan mereka nanti malam di Music Core. “Aku mau latihan lagi.”

“Aniya!” Sungmin yang juga berada disana langsung menarik tangan Leeteuk.

Leeteuk menatapnya heran. “Wae? Kalian berdua istirahat dulu saja.” Leeteuk kembali menoleh kearah para dongsaengnya. “Ritme mereka agak berantakan karena berkurang tiga orang, jadi aku akan kesana.”

“Kubilang ani!” Tegas Sungmin lagi. “Hyung, coba berkaca. Wajahmu itu sudah sangat pucat. Sudah bagus kemarin- kemarin kau gemuk, tapi sekarang kau makin kurus. Jadi makin kelihatan ringkih.”

“Aku bukan kakek- kakek, ooi!” Leeteuk geleng- geleng. “Lagipula aku masih sanggup, bahkan lebih dari ini aku juga masih sanggup.”

“Eh, hyung itu bukan robot.” Ryeowook menatapnya datar. “Lebih baik istirahat sebentar lagi. Hyung kan yang paling sibuk, acara disana- sini. Setidaknya kalau bisa istirahat meski hanya sepuluh menit, digunakan sebaiknya.”

Leeteuk tertawa kecil. “Semakin dewasa, kau semakin seperti umma-ku, Wookie.”

“Aku kan dongsaengmu, hyung.” Wookie terkekeh. “Sekarang hyung duduk saja istirahat. Aku dan Sungmin hyung akan latihan lagi.”

Sungmin mengangguk sambil menarik Leeteuk agar duduk di kursinya dan langsung bergabung dengan yang lain yang tengah berlatih bersama dengan Ryeowook.

Leeteuk hanya memandangi mereka selama beberapa detik, kemudian langsung berjalan kearah para dongsaengnya.

“Teukie hyung!” Seru Sungmin kesal.

Dengan santai namja itu langsung ikut berlatih, tapi baru beberapa gerakan tiba- tiba dia terjatuh. Leeteuk masih menahan berat tubuhnya dengan kedua lututnya yang sebenarnya mulai lemas. Suhu tubuhnya mulai naik.

“Hyung!” Mereka langsung menghampiri Leeteuk.

Donghae yang berada disisinya langsung cemas. “Hyung, kau istirahat saja. Tubuhmu agak demam.” Ujarnya sambil menyentuh kening Leeteuk yang memang agak panas. “Kau pasti kelelahan.”

Leeteuk mengangkat satu tangannya kearah Donghae. “Gwaenchana. Aku masih bisa, kok.”

“Pabbo, hyung!” Sentak Shindong kesal. “Kalau ada Heechul hyung, dia pasti sudah mengomel habis- habisan, kalau ada Siwonnie, dia juga pasti akan menasihatimu. Karena kedua orang itu sedang pergi, kau jadi ngotot begini, hyung.” Namja bertubuh gemuk itu langsung menarik Leeteuk berdiri dan membawanya ke pinggir ruang latihan.

“Aku masih bisa latihan, kok. Setidaknya nanti malam kita harus tampil di MuCore. Aku tak mau kacau. Kita hanya berdelapan.” Sorot kesedihan tampak jelas dimatanya yang biasanya ramah itu.

Mendengar ucapan terakhir Leeteuk, mereka semua hening.

“Memang kenapa kalau hanya berdelapan?” Tanya Hyukjae sambil bersandar di tembok dan merosot duduk. Tangannya yang memegang handuk kecil langsung mengusap wajahnya yang penuh keringat dan dia kembali menatap Leeteuk. “Salah ya kalau kita hanya berdelapan?”

“Sepi, Hyukjae.” Tegas Leeteuk. “Coba bayangkan bagaimana perasaan elf saat melihat kita naik ke atas panggung dengan formasi sesepi itu? Kalau sesuatu terjadi padaku_”

“Elf lagi! Elf lagi! Setidaknya pikirkan dulu tubuhmu!” Bentakkan Kyuhyun membuat semua mata tertuju kearah magnae itu. Kyuhyun menatap Leeteuk serius. “Kau itu kan bukan manusia robot. Kalau tubuhmu sudah lelah, maka istirahat. Aku tahu hyung sangat menyayangi para Elf, aku juga begitu, tapi kalau kau kenapa- kenapa memangnya mereka tidak sedih? Sebelum memikirkan orang lain, pikirkan dulu diri sendiri.”

“Kyuhyun benar.” Gumam Sungmin lagi. “Sekarang hyung duduk dan istirahat dulu. Kami selalu menuruti ucapan hyung, sekali saja kumohon hyung menuruti ucapan kami semua.”

Kedua bola mata Leeteuk terlihat tidak terima. Dia langsung berdiri. “Baiklah. Kalian latihan saja dulu, aku mau ke toilet.” Ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan ketujuh dongsaengnya.

“Apa harus ditemani? Aku agak khawatir.” Gumam Donghae.

“Tidak usah.” Yesung langsung berjalan kearah radio player dan memutar lagu A-Cha lagi. “Kita latihan saja dulu.”

Yang lain langsung mengikuti langkah Yesung ke tengah- tengah ruang latihan dan mulai berlatih.

0o0o0o0o0o0o0o0

Percayalah satu hal yang nyata dan bukan sebuah kata- kata manis dari dunia yang fana ini…

Kau tidak pernah sendirian.

Banyak orang yang akan terus melangkah bersamamu dan mendukungmu. Sesulit apapun jalan itu, asal kau mempercayai mereka terus ada untukmu, maka hidupmu akan terasa jauh lebih ringan dari pada sebuah kapas.

.

Hyung jangan paksakan diri.

Leeteuk terdiam saat mendengar suara Siwon dibalik ponselnya. “Arraseo, Siwonnie. Aku kan memang tidak memaksakan diri.”

Apanya yang tidak memaksakan diri? Aku juga tahu sepadat apa jadwal hyung disana. Syuting untuk Hello Baby, Super Show 4, We Got Married, Sukira, dan sebagainya. Lalu ditambah dengan naskah yang tadi kau ceritakan, dibanding yang lain, tenaga hyung yang paling terkuras, kan?

“Tapi aku masih baik- baik saja.” Ucap Leeteuk sambil menengadah menatap langit biru. “Daripada itu, kau harus lebih fokus ke pekerjaanmu. Berada jauh dari kami, kau tak boleh memikirkan kami dulu. Kita akan bertemu menjelang SS4 di Osaka nanti.”

Hyung! Aku kan tetap dongsaengmu, aku bagian dari Super Junior. Kenapa aku tak boleh memikirkan kalian?

“Fokuslah.” Leeteuk tersenyum kecil. “Baiklah, aku mau menghubungi Kibum dulu. Sampai nanti, Siwon. Hwaiting.” Namja itu langsung mematikan panggilannya dan menghela nafas panjang.

Perlahan di-redial-nya nomor ponsel Kim Kibum di layar ponselnya. Dia menunggu sebentar.

TUUUT~ Tidak ada jawaban.

TUUUT~ Masih tidak ada jawaban.

TUU~CKLEK!

“Yeoboseyo.” Sapanya cepat.

Ah, Leeteuk-sshi? Jeongmal mianhae, saat ini Kibum-sshi tengah syuting jadi tak bisa mengangkat panggilanmu.

“Ah, dia sedang sibuk ya?” Sorot kekecewaan terpancar dari balik bola mata Leeteuk. “Baiklah, sampaikan padanya kalau tadi aku menghubunginya, aku ingin bicara sebentar. Sampai nanti, hyung.” Leeteuk kembali mematikan panggilannya.

Dia menarik nafas panjang sambil kembali menengadah menatap langit. Tubuhnya ditopangkan di penyangga beranda yang terbuat dari besi.

Sesungguhnya, dia sangat ingin menghubungi Heechul, Kangin juga Hangeng yang jauh di Cina. Tapi dia tak bisa melakukannya mengingat apa yang mereka lakukan sekarang. Sejujurnya, dia sangat merindukan mereka semua. Tapi dia tak tahu apa yang harus dilakukannya untuk bertemu mereka. Untuk mendengar suara mereka.

Muncul kesedihan yang dalam dihatinya terhadap semua yang dialaminya selama ini. Dia selalu merasa gagal. Gagal menjadi seorang kakak bagi para dongsaengnya, gagal menjadi seorang anak untuk orang tuanya, gagal menjadi seorang namja, gagal menjadi seorang leader, bahkan gagal menjadi seorang manusia.

Berulang kali dia merasa depresi yang teramat sangat. Berulang kali dia merasa terlalu lelah sehingga ingin rasanya dia mati. Berungkali hatinya menjerit kalau dia tak mau hidup seperti ini. Tapi apa yang harus dia lakukan?

Dia hanyalah manusia dengan kontrak. Seseorang dengan ikatan kuat dengan sesuatu yang sangat dibencinya. Jadi sekalipun hidupnya penuh dengan tekanan dan ikatan yang menyakitkan, mau tak mau dia tetap harus berusaha sebaik mungkin. Setidaknya untuk orang- orang yang masih berjuang dan selalu berada bersamanya.

“Hyung!” Seruan kencang datang dari halaman yang tepat berada di bawah balkon tempat Leeteuk merenung tadi. Ditatapnya para dongsaengnya yang lain yang sudah menengadah menatapnya.

Hyukjae melambaikan tangannya sambil tersenyum riang. “Hyung! Manager hyung bilang kita akan ditraktir. Ayo cepat!”

“Nae!” Serunya cepat sambil tersenyum manis.

TRRT~ Ponsel Leeteuk kembali bergetar disaat dia hendak berjalan meninggalkan balkon itu. Kini sebuah pesan datang dari Kibum.

Hyung, mianhae. Aku akan segera menghubungimu setelah syutingku hari ini selesai. Hwaiting, Teukie hyung!

Lagi- lagi senyum lega terulas di wajahnya. Diketiknya sebuah balasan untuk dongsaengnya itu.

Hwaiting, Kibum. Lakukan yang terbaik. Hyung selalu bersamamu.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Sekalipun kau merasa lelah dan sangat terluka pada suatu ketika, maka lepaskanlah. Menangislah karena kau hanya seorang manusia.

Manusia memiliki hak untuk melepaskan semua beban hidup mereka dengan menangis. Manusia memiliki hak untuk meluapkan semua emosi dalam hatinya.

Tapi setelah kau menangis, bangkitlah. Dan hidupmu perlahan akan mulai kembali menyenangkan seperti sebelumnya.

.

“Hyung.” Yesung tampak memandangi Leeteuk yang tengah fokus membaca naskahnya. Sudah hampir satu minggu dia mendapatkannya, tapi baru hari ini dia berniat membacanya. “Itu apa? Kau dapat pekerjaan baru?”

Leeteuk terkekeh tanpa menatap Yesung. “Begitulah. Ini naskah untuk drama. Youngmin-sshi bilang ini pekerjaanku selanjutnya. Syutingnya akan dimulai tahun 2012 mendatang.”

“Hah? Apa yang kau katakan?” Yesung mengerutkan keningnya dan duduk disamping Leeteuk. “Pekerjaanmu selanjutnya?” Dengan kasar direbutnya naskah itu dan Yesung menatap Leeteuk tak mengerti.

“Wae?”

“Pekerjaan katamu?”

“Nae. Waegurae?”

“Ini bukan pekerjaan, hyung!” Yesung langsung melemparkan naskah itu ke atas meja dengan tampang kesal. Ini bukan pertama kalinya Yesung marah kalau bicara dengan Leeteuk. Meski sebenarnay Yesung tipe yang sulit untuk marah.

“Jongwoon? Kau itu kenapa, sih?” Leeteuk langsung mengambil naskah itu lagi.

Tentu saja Yesung buru- buru menarik naskah itu lagi. “Hentikan. Seharian ini aku tak mau melihatmu melakukan apapun. Hari ini kita dapat libur setelah bekerja mati- matian sebulan tanpa hari kosong. Jadi gunakan hari ini untuk istirahat.”

“Jangan bersikap kekanakkan. Aku leader, aku punya tanggung jawab atas pekerjaanku. Meski libur, aku harus tetap melakukan semuanya dengan sebaik mungkin.”

“Itu konyol namanya!” Sentak Yesung.

Dan Leeteuk diam. Kedua matanya terlalu enggan menatap Yesung yang masih menatapnya tajam.

“Hyung…” Perlahan intonasi suara Yesung menurun. Namja itu duduk sambil menunduk disamping Leeteuk. “Aku selalu memperhatikanmu. Aku muak melihatmu bekerja terlalu keras sehingga melukai dirimu sendiri. Sadarlah akan penyakit yang menggerogoti tubuhmu itu. Kalau kau bekerja sekeras ini, kau akan cepat mati.” Yesung tertawa getir.

Leeteuk ikut tersenyum pahit. “Jinjja? Kalau memang dengan seperti ini aku bisa cepat mati, aku justru berterima kasih.”

Yesung langsung bersandar di sofa dan menatap langit- langit ruangan itu. “Apa kau tidak lelah, hyung?”

Senyum Leeteuk menghilang. “Lelah? Yang benar saja? Aku sangat lelah.” Tawanya pahit. “Aku sangat lelah dan tubuhku sudah tak bisa menerima semua perlakukan ini lagi. Aku bahkan terlalu lelah untuk berpikir kalau aku lelah. Mungkin tubuhku mulai mati rasa. Bekerja dan bekerja seperti mesin pencetak uang seperti ini, membuatku nyaris lupa apa itu kata lelah.”

“Kenapa kau tak berhenti? Hankyung—ah bukan, maksudku Hangeng hyung saja bisa memilih meninggalkan kita karena semua bebannya. Kenapa kau tetap bertahan?”

“Kau sendiri, kenapa kau bertahan? Aku tahu kau juga merasa sangat lelah dengan semua ini, Jongwoon. Lalu kenapa kau masih bertahan disini? Padahal kalau kau berhenti, karirmu pasti akan tetap bersinar.” Leeteuk balik bertanya.

Yesung diam.

Perlahan Leeteuk ikut bersandar seperti Yesung dan memejamkan matanya. “Aku adalah seorang leader, aku pemimpin kalian. Aku memiliki tanggung jawab terbesar atas Super Junior. Aku memiliki hak paten atas Super Junior. Apa kau pikir aku bisa pergi dan menelantarkan semuanya?”

“Kalau hyung pergi kita semua pasti akan ikut pergi.” Yesung bergumam.

“Kau kira bisa semudah itu?” Leeteuk membuka matanya dan melirik Yesung yang masih menerawang bebas. “Mungkin kalian bisa pergi, namun tidak untukku. Sulit bagiku untuk menghentikan semuanya. Aku tak mau menyiksa kalian ataupun para Elf yang selalu mendukung kita. Aku terlalu takut untuk melukai hati kalian semua.” Suaranya perlahan terdengar bergetar.

Yesung diam saja.

“Aku sudah gagal mempertahankan Hangeng dari Super Junior, aku harus bisa melepas Youngwoon dan Heechul menjalani wajib militer. Hatiku terlalu sesak untuk mengingat apa saja masalah yang kualami selama aku berada di dunia ini. Namun justru karena itu semua, aku jadi tak berniat untuk pergi.”

“Tapi nyatanya, tubuhmu tidak sependapat dengan otakmu. Kau manusia, bukan robot atau apapun. Manusia akan menemui banyak kegagalan dalam hidupnya, tergantung bagaimana cara mereka menyikapinya dan memperbaikinya. Aku sangat memahamimu, hyung.” Yesung bergumam pelan.

“Sebagai hyung tertua kedua disini, akulah yang harus bisa menjagamu. Aku tak ingin kau kembali drop atau depresi seperti saat itu, hyung.” Yesung menghela nafas dan berdiri. “Aku tak bisa membicarakan hal ini terlalu lama, hyung. Jika kita terus membicarakannya, aku yakin kau akan menangis dan untuk hari ini aku tak mau melihatmu menangis. Jadi sekarang, istirahatlah.” Yesung langsung mengambil naskah Leeteuk dan berjalan meninggalkan namja itu sendirian.

Leeteuk tersenyum kecil. “Sejak kapan kau jadi pandai bicara, eh?”

Yesung menoleh sebentar menatap Leeteuk sambil tersenyum. “Sejak aku bertemu dengan hyung dan mulai mengerti tentang hidupku sendiri.”

Leeteuk menghela nafas dan kembali bersandar sambil memejamkan matanya. “Setidaknya, aku harus melakukan semua yang bisa kulakukan daripada aku menyesal suatu saat nanti.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Kadang memang semua tak akan berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.

Tapi itulah hidup.

Tak ada hidup yang benar- benar tanpa masalah dan hambatan.

Dan ketika semua kegagalan dan kekecewaan itu muncul, apa yang akan kau lakukan? Tetap mencoba yang terbaik…

Atau menyerah?

.

DEGH! Semua member Super Junior yang berada di ruang latihan langsung terpaku begitu mendengar apa yang dikatakan manajer hyung tadi.

Kyuhyun menatap manajer itu tak percaya. “Menghentikan produksi album kita?”

Sang menejer mengangguk frustasi. “Aku sudah menyerahkan proposal kalian yang menginginkan penjualan album meningkat karena permintaan fans terlalu banyak, tapi ditolak dan justru akan dihentikan. Aku masih belum tahu alasan yang pastinya.”

“Ta-tapi sebentar lagi GDA.” Ryeowook menatap manajer hyung frustasi. Kedua matanya mulai berkaca- kaca namun dia memilih menunduk. “Aissh! Aku tak mau kejadian tahun lalu terulang pada kita semua. Ini sangat tidak adil.”

“Bagaimana dengan SNSD?” Tanya Leeteuk pelan.

“Kalau itu aku tak terlalu tahu, tapi album mereka masih diproduksi.”

“Curang!” Shindong berseru shock. “Apa yang harus kita lakukan sekarang? Tak ada lagi album yang akan terjual, berarti kita kemungkinan tak akan membawa apapun dari GDA nanti.” Namja bertubuh gemuk itu diam. “Dan rumor itu…”

Semua member diam.

“Rumor?” Kini gantian menejer mereka yang heran. “Rumor apa?”

“Kami mendengar rumor dari para fans yang mengatakan Super Junior akan dibubarkan kalau kami tidak berhasil membawa pulang penghargaan dari GDA nanti.” Sungmin yang menjawab. “Kami tahu itu hanya berita palsu, tapi kalau membayangkan kegagalan tahun depan akan terulang lagi, aku benar- benar tak sanggup.”

“Kita semua bekerja mati- matian selama ini. Kita tak memiliki waktu bahkan untuk beristirahat cukup. Kita semua sudah seperti budak yang harus terus mencetak uang. Tapi kenapa kami juga harus diperlakukan seperti ini?” Hyukjae menatap sang manajer dalam. Kedua bola matanya juga nyaris menangis. “Kenapa kami diperlakukan tidak adil seperti ini?”

“Hyukjae tenanglah.” Ucap Leeteuk pelan. “Aku akan bicara dengan Youngmin-sshi.”

“Itu tak mungkin.” Potong menejer. “Saat ini Presedir sedang ada di Jepang.”

Keheningan kembali melanda ruangan itu. Tak ada satupun dari mereka yang niat bicara. Kedelapan namja itu tenggelam di pikiran masing- masing.

Leeteuk langsung berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamarnya. Diambilnya sebuah kotak obat yang ada di laci lemarinya dan langsung mengeluarkan sebutir obat kemudian langsung ditelannya begitu saja.

Leeteuk langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan matanya kuat- kuat.

“Oh, ayolah Park Jungsoo. Kau tak boleh menangis. Kau tak boleh menangis.”

0o0o0o0o0o0o0o0

Jika kalian mengenalnya jauh lebih dari yang kalian bayangkan…

Tatapalah matanya…

Dan kalian akan benar- benar menemukan kehampaan juga kekosongan dimata mereka.

Mereka sudah sangat lelah, tapi mereka tetap tersenyum. Untuk siapa? Untuk kita, para Elf.

.

Leeteuk menatap Kim Youngmin frustasi. “Apa maksudnya dengan tidak ada dana?” Tanyanya sambil mengerutkan keningnya. “Maksud Anda, tak ada dana untuk memproduksi album Super Junior, padahal album kami sudah terjual lebih dari jutaan ribu kopi?”

“Ya, apa ada masalah?”

“La-lalu bagaimana dengan vote di GDA nanti? Kalau penjualan album kami dihentikan seperti ini, kami akan…” Suaranya menghilang dan Leeteuk menunduk, tak tahu apa yang harus dilakukannya.

“Bukankah masih bisa vote dari berbagai media?”

“Bagaimana dengan para fans yang masih belum mendapatkan album itu? Masih sangat banyak elf diseluruh dunia ini yang masih memesannya, kan?”

“Tetap saja kami tak bisa melakukannya. Kalau sebuah perusahaan entertainment memproduksi dengan mengandalkan keinginan para fans, maka perusahaan itu tak akan bisa bertahan. Aku masih banyak pekerjaan, keluarlah.”

Leeteuk menggigit bibir bawahnya kuat sambil bergeleng menatap arah lain. Dia benar- benar tak bisa menerima semua perlakuan SME terhadap Super Junior. Ini sudah lebih dari batasan yang bisa diterimanya.

“Issh!” Sentaknya kuat sambil berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan itu begitu saja tanpa hormat.

Leeteuk berjalan keluar dari kantor SME dengan penyamaran sempurna. Dia tak ingin kembali ke dorm atau latihan di studio. Dia ingin menjernihkan pikirannya yang benar- benar kalut dan kacau saat itu.

Semua kenyataan ini benar- benar membuatnya terluka jauh lebih dalam lagi.

.

~Leeteuk pov~

Tuhan…

Kau ciptakan aku sebagai manusia di dunia untuk apa? Kau berikan aku kehidupan, keluarga dan sahabat juga ketenaran di dunia ini untuk apa? Kau membuatku mengalami hal sesulit ini untuk apa?

Apakah untuk mengukur tingkat hatiku, ataukah karena ini hukuman untukku?

Tak bisakah aku keluar dari sebuah lubang yang memenjarakanku ini? Tak bisakah aku menyudahi semua penderitaanku ini dan merasakan kebebasan?

Aku sakit, aku terluka, aku lelah, tapi kenapa aku tak bisa keluar dari sini. Selama bertahun- tahun aku mengalami depresi seperti ini, tak bisakah Kau menyudahi semuanya dan menarikku kembali kesisi-Mu? Ke surga-Mu?

Aku tak sanggup lagi…

~Leeteuk pov end~

.

BRUGH! Leeteuk terjatuh begitu saja di antara keramaian. Dengan penyamarannya, tentu orang hanya melihatnya sebagai sosok aneh dan tak ada yang berniat bicara dengannya.

Namja itu berdiri dengan lututnya sambil menunduk. Leeteuk menggenggam kedua tangannya erat sambil memejamkan kedua matanya rapat- rapat agar air matanya tak mengalir. Terbesit keinginan bodoh baginya untuk mengakhiri semuanya sekarang.

Mungkin…

Dia memang harus menyudahi semuanya.

Leeteuk kembali berdiri dan dengan langkah goyah berjalan ke arah jalan raya. Tatapan matanya kosong, dan tak ada kehidupan apapun disana. Semua luka yang dideritanya membuatnya semakin hilang akal.

“Super Junior nae dongsaengdeul… Mianhae…” Bisiknya datar sambil memejamkan matanya.

Perlahan Leeteuk mulai melangkahkan kakinya hendak memasuki jalan raya yang penuh dengan kendaraan yang melaju cepat. Namja itu menarik nafas dalam- dalam untuk memantapkan hatinya yang kacau.

“Teukie oppa?”

DEGH! Leeteuk terpaku ditempatnya berdiri dengan kedua mata terbuka.

“Nae, Teukie oppa! Kenapa bisa ada disini?”

Namja itu langsung menoleh dan menatap tiga orang siswi berseragam SMP yang berdiri memandanginya tak percaya. “Eh? Kalian mengenalku?”

“Aigoo… Mana mungkin kami tak kenal. Teukie oppa kan leader Super Junior.”

“Urineun Elf imnida!” Seru gadis lainnya semangat.

“Oppa sendirian? Kyaa… Untung aku sadar kalau ini oppa. Ini hari keberuntungan kami!”

Leeteuk menyunggingkan senyumnya, namun tentu saja ketiga siswi itu tak dapat melihat senyum dibalik maskernya itu. Matanya kembali tampak ramah, tidak sekosong tadi. “Kalian… Mau makan ice cream bersamaku?” Tawarnya.

“Kyaa! Tentu mau!”

0o0o0o0o0o0o0o0

Masih banyak yang mendukungmu…

.

“Oppa, jeongmal gomawo!” Seru ketiga siswi itu. “Oh iya. Tolong sampaikan juga ke Donghae oppa kalau aku ini sangat menyukainya!”

“Ah, aku juga mau disampaikan salam ke Ryeowook oppa!”

“Aku untuk Siwon oppa!”

Leeteuk terkekeh melihat kelakukan para siswi yang benar- benar tampak bahagia itu. “Nae, akan kusampaikan salam spesial kalian bertiga kepada mereka. Juga ke member yang lain. Aku akan bilang kalau hari ini aku bertemu dengan tiga orang peri cantik yang membuat hariku lebih baik.” Goda Leeteuk.

Ketiga siswi itu langsung bersemu merah dan tampak senang sendirian.

“Ah, oppa..” Mulai seseorang dari mereka.

“Hmm?”

“Aku tak tahu apakah tepat bilang seperti ini atau tidak.” Dia menunduk canggung sambil memainkan tali ranselnya. “Tapi aku juga tak tahu harus bagaimana. Ini hanya pendapatku dan beberapa temanku di komunitas Elf Seoul.”

“Apa?”

“Kami memang mendengar banyak rumor menyebalkan tentang kalian, Super Junior oppadeul. Rumor- rumor aneh yang mengganggu hubungan kalian, atau apapun itu. Kami memang tidak menjadi Elf sejak kalian pertama debut enam tahun yang lalu, tapi sejak menjadi Elf kalianlah yang mewarnai hari- hari kami jadi sebahagia ini. Kami tahu bagaimana menyesakkannya saat kalian mulai kehilangan satu persatu anggota yang sudah berjuang dari awal hingga sekarang. Kami tahu betapa sibuk dan lelahnya oppadeul menjalani ini semua.” Yeojya itu tersenyum menatap Leeteuk.

Leeteuk mendengarnya dengan seksama.

“Tapi apapun yang terjadi, kami akan tetap mendukung oppadeul. Kalian selalu membuat kami bersemangat dengan lagu- lagu dan keceriaan kalian jika kami merasa sedih. Karena itu disaat kalian menghadapi masalah, sebesar apapun itu, kami, para Elf, akan menjadi satu kesatuan yang utuh dan berada di barisan paling depan menjadi orang yang mendukung kalian.”

“Ini bukan semata- mata karena kami menyukai dan mengagumi kalian, tapi karena kalian sudah menjadi bagian penting dari hidup kami. Meski kita tak saling mengenal, kalian telah menjadi sesuatu yang penting di hati kami semua, para Elf diseluruh dunia ini.”

Entah kenapa, air mata Leeteuk akhirnya menetes. Air mata yang sudah ditahannya selama beberapa hari ini. Air mata yang tak mau ditumpahkannya karena dia harus bisa menjadi sosok yang kuat.

Leeteuk tak berkedip menatap ketiga Elf itu. Tapi detik berikutnya dia menunduk sambil menutup mulutnya dan perlahan terisak. “Mianhae. Maaf karena kalian melihatku menangis seperti ini.”

“Gwaenchana, oppa. Oppa sering menangis saat di televisi, jadi kami tak akan aneh.”

“Kalian…” Leeteuk terisak pelan. “Kalian benar- benar mempercayai kami.”

“Karena oppadeul mempercayai kami. Kalian selalu membuatkan lagu untuk kami. Mengatakan banyak kata- kata yang membuat hidup kami jauh jadi lebih baik. Kalian mengubah kami menjadi sosok yang berbeda. Karena itu kami juga akan melakukan hal yang sama untuk kalian.”

“Oppadeul masih memiliki satu janji kepada kami…”

“Apa?” Tanya Leeteuk bingung.

“Suatu saat, kita semua akan membuat warna biru safir itu ada diseluruh dunia. Kita akan menenggelamkan dunia dengan warna biru safir yang indah. Sampai janji itu terwujud, kita semua harus terus semangat.”

“Hwaiting!” Seru ketiga yeojya itu bersemangat.

Leeteuk kini memejamkan matanya sambil membiarkan air matanya mengalir. “Gomawo.” Bisiknya parau. “Gomawo. Jika aku tak bertemu dengan kalian, mungkin hidupku benar- benar akan berubah. Gomawo..” Isaknya pilu sambil tetap menunduk dihadapan ketiga siswi itu.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Seberat apapun luka dan masalah yang menimpamu, tersenyumlah.

Melangkahlah dengan segenap kemampuan yang ada dalam dirimu.

Hidupmu akan sangat menyenangkan jika kau membuatnya menyenangkan. Hidupmu akan jauh lebih baik jika kau mau membuatnya menjadi lebih baik. Kaulah pengendali sesungguhnya dari hidupmu, bukan orang lain.

Kau punya sahabat yang akan selalu mendukungmu.

Jadi tersenyumlah.

Karena hidupmu itu terlalu indah untuk kau sia- siakan.

.

Leeteuk masuk ke dalam dorm. Matanya sudah tidak bengkak lagi dan kini senyumnya terulas. “Aku pulang.” Sapanya.

“Hyungggg!!” Para dongsaengnya langsung berlari kearah pintu.

“Aigoo~ Hyung kemana saja?! Aku sudah menghubungimu tapi ponselmu tak aktif, aku telepon ke kantor, katanya kau juga sudah pulang. Aku khawatir sekali!” Seru Yesung dengan ekspresi wajah yang agak berlebihan.

Leeteuk terkekeh. “Aku jalan- jalan sebentar untuk menjernihkan pikiran.” Jawabnya.

“Lalu… Bagaimana dengan masalah album?” Pertanyaan Shindong membuat Leeteuk menatapnya. “Anou, kalau hyung tak berniat menjawab_”

“Aku masih belum tahu.” Potong Leeteuk. “Dan sekarang aku tak terlalu mau mempermasalahkan hal itu, masih banyak hal yang harus kita kerjakan untuk diri kita sendiri dan orang- orang yang menunggu kita. Apapun yang terjadi kedepan kita harus bisa melakukan yang terbaik dan semangat, arra?” Senyumnya lembut.

Semua member memandanginya heran.

“Hyung? Kau baru bertemu siapa? Kenapa kau bisa mengatakan hal sebagus itu?”

Leeteuk kembali terkekeh. “Aku… Hanya bertemu dengan tiga orang peri yang akhirnya bisa membuatku sadar.” Namja itu berjalan melewati para dongsaengnya yang menatapnya penasaran.

“Peri? Elf?”

“Hyung, serius!”

Leeteuk menoleh. “Sekarang, sebaiknya kalian tidur. Besok akan menjadi hari yang baik karena di luar sana banyak sekali orang yang mendukung kita semua. Kita memang boleh putus asa sesekali, tapi kita tak boleh tenggelam dalam masalah kita terlalu lama. Kita harus tetap bangkit dan terus bangkit dari semuanya dan menjadi yang lebih baik.”

Semuanya diam.

“Aku menyayangi kalian, kalian adik- adik yang sangat berharga dalam hidupku. Terima kasih karena mau berjuang bersama denganku selama ini.” Lanjut Leeteuk lagi.

Yesung tersenyum dan berjalan mendekatinya lalu memeluk Leeteuk. “Nae, hyung. Terima kasih juga karena hyung mau menjadi kakak yang memimpin kami semua hingga kami bisa bertahan sejauh ini.”

Member yang lain ikut mendekati Leeteuk dan tersenyum lega menatapnya.

.

Hidupmu indah karena kau tak pernah sendirian merasakan semuanya.

Berbagilah…

Kebahagiaan, kenbencian, sakit hati, luka, gelisah, ketakutan dan semua perasaan yang kalian rasakan. Berbagilah.

Banyak orang yang akan menjadi penopang dalam hidup kalian.

Karena kalian tidak hidup sendiran.

.

~Fin~

========================================================================

a/n ::

Hhaha…

Kisah ini kubuat karena beberapa factor. Spesial thanks buat page yang membuatku tahu siapakah dalang utama dari depresinya oppadeul *meski sesungguhnya udah tau dari lama, tapi belum yakin*. Juga buat sebuah pesan lewat tengah malam yang bkin aq kebangun dan dapet inspirasi buat ngetik ff ini. *bows sampe tanah* m(=.=)m

.

Semoga ff abal ini berkesan, dah..

.

Pemberitahuan yg aku maksud ialahhh~

AKU AKAN HIATUS! xD *kuharap ini bukan berita penting*

karena ada hal yg harus kukerjakan, jadi aku ngga bakal ngetik ff dulu. rencana hiatus emang cuma 2 minggu, tapi aku nggak jamin apakah aku beneran akan hilang selama dua minggu dari dunia per-fanfictan(?) atau lebih.

Jadi kuucapkan aja sekarang!

GOMAWO BUAT SEMUA READERS YANG SELALU MENDUKUNGKU SETAHUN INI! *hugs all readers satu-satu*

Saranghae.. Jeongmal saranghae… Aku sayang kalian semuaaaaaa~~~ xD

Makasih buat semua orang yang selalu ngedukungku disetiap aku frustasi, depresi, atau semacamnya. Makasih buat semua orang yang nggak pernah marah –cuma kesel aja- kalau menghadapi kegajean aku. Makasih buat semua orang yang mau bersahabat sama aku. Tahun depan akan jauh lebih baik lagi. HWAITING! xD

Kita akan bertemu lagi tahun depan~

Papaiii~❤

Happy New Year 2012! And Saenggil Chukkae Hamnida, uri Sungminnie oppa! #plakk *masih lama!* xD

.

sign,

NamThena_Yesung’s

34 thoughts on “LIfe

  1. NE…
    Kau masih punya janji oppa, buatlah lautan biru safir terindah di dunia
    aq masih ada di belakangmu, menopangmu dan mendukungmu dg segenap hatiq

    Be Strong my angel, ELF LOVE U FOREVER
    #Hugs Teuki Oppa

  2. gw sedihhh thena mau hiatuss!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!#demo
    secara real.. gw ga pengen liat teuki menderita tp di ff gw demen bngttt#psycho

    bwt thena gw tungguuuu smpe kapan punnn!!!!!!!!!!!!!!! kau masih punya utang ff ma gw!!!#dibacok yesung

  3. ff nih bener2 nyentuh bnget..
    perasaan Leeteuk nyampe d hati gw *halah*, tuh orang bener2 ngga punya perasaan bnget… dia kira hyungdeul SJ itu robit pencetak uang apa?! *emosi tingkat akut*
    pokoknya Hwaiting buat Hyungdeul Super Junior!!

    Buat Jumma. Hiatusnya jangan lama2 dong, ku masih penasaran ma ff jumma yang belum selesei….
    ok!

  4. ff nya nyentuh bgt tau eon huweeee~ TT___TT
    ntah kenapa aku suka bgt ff yang disitu teukie nya menderita batin *evil smirk😄
    eonn~ hiatusnya jangan lama-lamaaaaa ><
    i'll missing you eon🙂

  5. kyaa!!!!!
    omo… jd bkan Mr, LSM tp Mr. KYM??
    mmm ne q sesuju 5 pesan ff itu….
    sujuppadeul saranghae!!!!!!!!!😀

    Eonnie….. mw hiatus??
    hikss…. psti jd sepi dehhh…*?*

    ne Eonn hwaitiinnngg!!!
    n jgn lma2… nde??
    *pelukcium*

    neoi yeodongsaeng….❤

  6. hiks…hiks… umma,,,, otteokke ???? TTT___TTT
    aq bener bener bingung, onn tntng scandal itu… klo keinget oppadeul lgsung dechh pengen nangis…..

    Onnie juga malah hiatus… huuuueeee sepii dech… >,<
    huftt … aq bingung mw ngomong apalagi onn… Mianhae…
    fict onnie bikiin galau… hhuhhuhhu

    FIGHTING SUJU!!!!
    FIGHTING ELF!!!!
    FIGHTING ONNI!!!

  7. hiks… ff-na bikin terharu unnie… T_T
    oppadeul, ELF akan selalu mendukung kalian…
    mianhae bwt Soo Man ajushi yg sering disalah2in fans’a artis2 SM… ternyata dalang penderitaan bukan dia… hehehe
    super junior fighting!!!

    unnie… hiatusnya jangan lama2 ya… hehehe
    Thena-unnie fighting!!!
    ^^

  8. Unn. . . FFmu sukses bkin aku sesenggukan. . . T.T Dan mengatasi beban yang ada diotakku. . .

    Aku bahagia saat melihat oppadeul TERSENYUM dan bersemangat karena . . . mereka bersemangat

    elf akan terus bersamamu oppa. . .

    Untuk taena unnie : jgn lama” hiatusnya. . .!! Aku menunggu come back stage mu. . . #pkoknya cpet balik. . . *maksa bgt ya. . Kkk mian -_-v

  9. Annyeong taena eonni^^
    Azura imnida😀
    Eonni jura panas sndiri nih baca ini cerita huh:/
    Kesel banget ama young min hoho😮

    Eonni, FF nya bagus kog😀 #yaiyalah kan udaa pengalaman xD
    Ga abal kog eonni😀

    Eonni hiatusnya jgn lama” ne ?😀

  10. mian eonnie saeng baru comment.

    TT^TT

    huwaaaaaa

    untung ada elf, yak!! elf eman peri penyebar kebahagiaan. saeng jadi semangat karena oppadeul sama elf yang ada di dunia…\

    eonnie, jangan hiatus selama itu. 2 minggu eonnie hiatus berarti 2 minggu juga saeng nggak baca ff eonnie.

  11. huweeeeeee.. T.T #mewek bombay
    ini ff bener2 bikin semua feel muncul gk karuan,mulai dari sedih, kesel, terharu, dll

    emang bener ya eonn ttg rumor album sj gk bakal diproduksi lagi??
    apa sih maunya CEO gendeng itu,kenapa harus ada yg diANAK EMASkan??bikin ilfil walaupun bukan mereka yg salah,hhh.. #numpangcurcol

  12. Hwua…
    FFny sedih😦
    Kasian Lee teuk dy psti cape bgt pnya kegiatan yg bnyak gitu, smga dy ga sakit ya🙂

    Hiatusny jgn lama2 ya Taena~shi… ^^

  13. T_T… Hiks… Hiks…

    Daebak chingu… Feelnya dapet banget… Maknanya juga…

    Semoga kejadian setahun lalu tak terulang… Ga sanggup ngeliat mereka sedih dan kecewa… CEO SM bener-bener keterlaluan….

    Oppa… Fighting!!!… Kami ELF akan selalu mendukungmu… Kami akan berjuang terus untuk GDA….

  14. Eonni~
    d’ff ni pnuh tngisan !!
    Isi ff’a haru bnget bkin nangis, trus pmbrtahuan hiatus mu ..
    Bkin toto mkin kejer nangis’a ..

    Okelah eon, aq akan slalu mnunggumu~
    Saranghae nee chan!!!

  15. Sekali lagi aku bner2 speachless, itu ff trllu dalam. Aku gatau mw komen apa. Speachless bgt pkokny.
    Pkokny gatau gmna cra komen yg bener, yg sesuai sma isi ffny,mungkin PERFECT. Itu aja kli ya. ==’

    Huaaa, bingung mw komen apa. Yasud pkoknya sukses sllu buat ffny eonnie😀

    Ditunggu comebackny ya😀

  16. Nie crita bkin w nangis jja, , , ;(
    gomawo akhir’a da ff leeteuk, mnta’a dri kpan tau, kkkkkkk
    emng llu sllu bkin w kesel, klo llu udh mulai brsikp cuek n msabodo k’w, tp yah bgtu biarpun llu ngselin w ttp jja gag bis mrah ma llu,
    klo w bis mrah ma llu, udh w tingglin llu dri dlu, kkkkkkkkkkkk *piss, , , , becanda :D*

  17. Huwee!!
    Terharu,, oppadeul Super Junior, kalian harus tetap semangat!!

    Aq juga sama, walaupun aq bukan ELF sejak kalian debut, tapi aq bangga pernah mengenal kalian, terlambat? Tidak!! Karena mengenal kalian membuat aq senang, walaupun agak telat, itu masih mending daripada aq tidak mengenal kalian sama sekali.. T___T

    sepertinya lautan biru Safir udah mulai mendunia Oppa ^^

    Thena~~ hiatus ya?? jangan lama2 ne, haha..
    Aq juga senag bisa kenal author sepertimu yg mempunyai crita FF keren2 seperti ini😀

  18. ih chingu kamu misterius deh…pake narasumber terpercaya gituh…
    #ditabok author bolakbalik

    maafkan aku yg pabbo krn ga ngerti yg masalah GDA itu,,,,
    ga ngerti deh, trus apa hubungannya sm SNSD??????
    #miankrnagaptek

    aku = “haduh haduh chingu, kamu suka bikin kue ya?”
    author = “emang kenapa?”
    aku = “karena kamu telah mengaduk-aduk hatiku kayak adonan”
    #jjjiiiiiaaaaahhhhh,tolong abaikan yang ini…

  19. huaaa… uri angel kolaps..
    itu kisah nyata yg Leeteuk pingsan saat latihan bwt Mr. Simple y klo ga slh??
    Yg dy mimisan jg kn😦

    He’s The Best Leader🙂

    Fighting Oppa…
    Saranghae🙂

  20. huwaaaaaaaaaaaa…………..umma mau nangis bacanya chagi.
    nyesek bgt! kejam! jahat! huweeeeee……….*nngis*
    ..
    kasihan Teuk-ppa, hampir ja dia mati.

    dasar! tuh oom mau dibunuh kali sama para elf, berani menstop produksi dgn alesan kagak ada duit???
    bukannya penghasilan SuJu tuh selangit!

    alesan klise! bilang aja dia bosen. dasar!*asah golok*

    nae chagi, saranghae.

  21. hikz..hikzz hueeeee*mewek d ketek yesung(?)*
    epep nya nyentuh banget….. Daebakkk buat Taena~ssi ^o^/
    eia..aku reader baru lohh*gapenting*
    happy new year aja buat semua dehh*apaapanini?*plakk
    mian nyampah(?) *bow ampe guling-guling*(?) jhehe

  22. Hueee T____T
    FFnya daebak!!! Bikin aku nangis T__T
    ceritanya terkesan nyata……..
    Aigo kasian oppadeul T_T
    yakin aku kalo mereka keluar dr SM mereka masih bisa sukses karena mereka punya talent! Plus tambah kaya raya juga kayak JYJ yang karier di jepang *_* liat aja betapa makmurnya JYJ sekarang setelah ngga di SM.__. *just my opinion*

  23. love u oppadeul…!!!! saranghae Kyuhyun oppa..!!
    aku jadi inget wktu tmen” ku tanya kenapa aku suka SJ jawabanku karena itu adalah Super Junior dan kalau sekarang ditanya lagi aku juga bakal jawab because it’s Super Junior..
    Fighting oppadeul..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s