Promise

Promise

.

Cast :: KyuMin

Rated :: Selalu dan akan selalu… K! xP

Genre :: GS // Romance

Disclaimer :: Untuk kesekian kalianya.. Ini juga salah satu ff tebusan karena KyuMin yang white house kemarin tuh jelek banget. Maka banyaklah KyuMin yang kuciptakan. –padahal cuma dua-

moga aja nggak mengecewakan.. =/\=

.

Happy reading my lovely friends~😀

.

Janji itu…

“Noona, aku janji kalau aku akan kembali.”

“Eh?”

“Aku akan kembali ke sisimu tapi dalam wujud yang berbeda. Saat itu aku akan tumbuh menjadi namja sempurna yang bisa melindungimu. Aku akan tumbuh jadi namja tampan yang sangat kuat. Noona harus menungguku dan menjadi milikku, arra?”

“Terserah padamu. Aku tak perduli.”

“Aniya! Pokoknya suatu saat kalau aku kembali, noona harus menjadi kekasihku.”

“Anak kelas empat SD diam saja sana. Jarak usia kita terpaut dua tahun, jadi itu tak mungkin.”

“Jadi karena aku tidak setingkat dengan noona, aku tak bisa menjadi pacarmu?”

“Nae!”

“Huh, kalau begitu janjiku kutambah. Disaat kita bertemu lagi, aku akan benar- benar jadi namja yang sepadan denganmu!” Seru namja cilik itu bangga sambil menarik ranselnya. “Aku sudah harus pergi. Sampai jumpa entah berapa tahun yang akan datang, Sungmin noona! Saranghae!” Dia langsung berlari.

Yeojya manis dengan rambut hitam dan kuncir dua itu menatap namja kecil itu datar. “Kyuhyun itu terlalu aneh. Sudah, ah.”

~Sungmin pov~

Annyeong haseyo, Lee Sungmin imnida.

Aku adalah seorang siswi yang cukup terkenal di SM high school dan sudah berada di tingkat tiga. Banyak sekali namja yang terhipnotis akan parasku yang terlewat manis dan super aegyo –oke, aku tak mengada-ada-.

Tapi sayangnya aku sudah memiliki kekasih, loh…

Siapa? Siapa?

Tentu saja kekasih bohongan.

Seandainya aku tak bilang aku sudah punya kekasih, para namja aneh itu pasti terus- terusan mengejarku habis- habisan. Aku tak suka itu. Karena itu aku berbohong. Kebetulan aku memiliki oppa yang sangat tampan, Jungsoo oppa. Jadi kumanfaatkan dia kadang- kadang sebagai sosok kekasihku. Haha…

“Min!”

Aku menoleh saat kudengar Hyukkie, teman sekelasku memanggilku. “Apa?”

“Donghae kemana sih? Sejak tadi aku mencarinya. Kau bukannya membantuku malah asyik bengong disini.” Gerutunya sambil duduk di kursinya disampingku.

“Aigoo, kenapa mencarinya? Kau tahu, dia tak akan hilang disini. Kalaupun ada yang mau menculiknya, pasti akan berpikir lagi, buat apa menculik namja setidak penting Hae?” Godaku sambil terkekeh. Dan tentu saja ucapanku membuatku dihadiahi death glare gratis dari Hyukkie selaku yeojya chingu Donghae.

“Itu hanya kata- kata seseorang yang tak punya namja chingu.” Balasnya kesal sambil menatap ke arah pintu masuk dan menatap Donghae yang belari masuk bersama dengan teman- temannya yang lain. “Hae!!”

Donghae langsung menatap kami berdua dan cengengesan aneh.

“Huh, ternyata dia main dengan anak- anak kelas.”

“Kan kubilang, tak mungkin dia hilang.” Balasku santai sambil menuliskan apapun yang ingin kutulis di buku jurnalku.

Senyumku terkembang saat menuliskan beberapa kata di buku itu. Kata- kata yang selalu muncul dalam mimpiku. Janji seorang namja cilik yang tak pernah kulupakan sampai detik ini.

Dulu, bagiku janjinya itu konyol. Tapi semakin aku dewasa, aku tak bisa melupakan janji itu. Janji itu semakin melekat di diriku.

Hey, kau namja kecil yang muncul di masa kecilku. Kapan kau akan menepati janji itu?

0o0o0o0o0o0o0o0

“Sungmin! Tolong bawa semua buku ini ke ruang guru!” Yoochun menunjukku sebagai wakil ketua kelas untuk mengerjakan tugasnya. “Aku tengah sibuk menulis laporan kelas, jadi tidak bisa membantu. Mianhae, nae.”

“Ah, kau menyusahkanku saja.” Gerutuku sambil menumpuk hampir dua puluh lebih buku tulis menjadi satu dan membawanya hati- hati. “Kalau begitu selesaikan juga laporan yang harus kukerjakan. Arra?”

“Gampang.” Yoochun tak menatapku dan tetap fokus dengan agendanya.

Aku langsung berjalan meninggalkannya keluar kelas. Tak sepantasnya yeojya sepertiku membawa setumpukan buku seperti ini, kan? Ketua kelas itu kenapa tega sekali kepadaku? Ckck…

DUGH! Tiba- tiba seseorang menabrak pundakku dan buku- buku itu terjatuh dengan mulus.

Oke, sangat mulus.

Aku berdiri dan namja tinggi yang notabene si penabrak itu, juga berdiri.

“Ya, kau? Kenapa tak mengambilkan bukuku?” Tanyaku ketus.

Dia mengerutkan keningnya heran. “Haruskah?”

“Harus, dong. Kau yang menabrakku.”

Entah kenapa senyum evil terukir diwajahnya. Dia menggoyangkan jari telunjuknya sok di hadapanku. “Aniya. Kau yang berjalan tanpa melihat kedepan, jadi bukan salahku, dong.”

“Ya, kau! Berapa usiamu?!”

Senyuman namja itu semakin terkembang. “Aku kelas tiga, setingkat denganmu.”

Cih, padahal kalau dia hoobae-ku, ingin aku marahi dia. Aku langsung menunduk dan menumpuk semua buku yang tadi kubawa. Namja menyebalkan itu sama sekali tak memperdulikanku, dengan mudahnya dia melangkah meninggalkanku.

Aishh… Ternyata masih ada namja yang menyebalkan seperti itu.

Aku langsung berdiri sambil mengangkat tumpukan buku itu lagi, namun dengan cepat seseorang sudah mengambil setengah dari tumpukan yang kubawa. Dan saat aku melihatnya, namja itu sudah ada disampingku.

Eh?

“Mau dibawa kemana?” Tanyanya acuh.

“Ruang guru.” Jawabku singkat sambil berjalan mendahuluinya.

Tanpa banyak bicara dia langsung berjalan mengikutiku sambil bersenandung aneh. Aku enggan berbicara dengan namja yang kelihatannya menyebalkan ini, jadi aku juga hanya diam saja disisinya.

Kami langsung meletakkan semua buku itu saat sampai di ruang duru dan dengan langkah panjang dia langsung berjalan meninggalkanku. Tanpa sepatah kata apapun, tanpa kata maaf, tanpa kata basa- basi.

Aneh…

“Kyuhyun!”

DEGH! Aku mematung.

Seorang namja tinggi berlari melewatiku dan menepuk bahu namja menyebalkan itu. Entah apa itu namanya atau apa, namja itu menoleh dan tersenyum kecil kearah si namja tinggi itu.

Tunggu…

Kyuhyun?

Namanya Kyuhyun…?

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Kyuhyun?” Donghae mengerutkan keningnya saat kusebutkan nama itu. “Ah, aku kenal dia. Murid pindahan saat kelas dua dulu dan seangkatan dengan kita. Aku tak terlalu mengenalnya, selain dia yang punya banyak penggemar, maniak game dan agak aneh.”

Kalau yang aneh aku setuju, tapi maniak game? Banyak penggemar?

“Marganya?” Tanyaku.

“Cho. Cho Kyuhyun.”

Cho Kyuhyun?

Aiish~ Aku tak tahu marga Kyuhyun yang masih kecil itu apa. Aku hanya kenal dia dengan nama Kyuhyun, tak lebih dari itu. Kalau diingat dari wajah, sejujurnya aku juga tak terlalu ingat wajah Kyuhyun yang dulu.

Tunggu dulu!

Pasti bukan. Mungkin hanya nama saja yang sama. Kyuhyun yang dulu itu kan dua tahun dibawahku. Tapi Kyuhyun yang ini seangkatan denganku, jadi pasti bukan dia orangnya. Kalaupun dia memang Kyuhyun yang sama, seharusnya dia menegurku sejak lama.

Dia punya janji yang harus ditepatinya.

“Kau kenapa, sih? Tertarik dengan Kyuhyun?” Pertanyaan Hyukkie membuyarkan lamunanku tadi.

Kutatap yeojya itu. “Aniya. Aku bertemu dengannya kemarin dan aku rasa namanya mirip dengan seseorang yang kukenal. Hanya saja kurasa nama mereka saja yang mirip.”

“Eung, tapi Kyuhyun kan nama yang tidak terlalu pasaran.” Hyukkie memandang kelangit dengan tampang sok berpikir. “Ah, tapi mana aku tahu. Aku tak tahu seperti apa Kyuhyun yang kalian bicarakan.”

“Kau tak boleh tahu!” Sergah Donghae cepat.

“Wae?”

“Kalau kau tahu, kau nanti bisa jatuh cinta padanya. Mana boleh yeojya chingu-ku menyukai namja lain.” Namja itu langsung terkekeh sambil menepuk- nepuk kepala Hyukkie lembut. “Oke, aku mau main ke lapangan saja.”

“Bye!” Seru Hyukkie cepat saat Donghae meninggalkannya. Dia langsung menatapku. “Oya, Sungmin…”

“Hmm?”

“Ini pertama kalinya kau menanyakan sesuatu tentang seorang namja, loh.” Yeojya itu menyunggingkan senyuman penuh ejekan kearahku.

Aku langsung memukul lengannya sambil berdiri. “Aku kan penasaran. Dia memang menyebalkan, tapi kurasa dia namja baik- baik. Aku mau ke toilet dulu.” Aku langsung bergegas meninggalkan Hyukkie sendirian.

Cho Kyuhyun dan Kyuhyun… Apakah itu namja yang sama?

Ah, aku lupa menanyakan kelas berapa dia pada Donghae.

“Kita bertemu lagi. Ternyata kau suka jalan sendirian, ya?”

DEGH! Suara berat itu langsung membuatku membatu. Tanpa menoleh kini aku ingat suara siapa itu. Perlahan aku menoleh dan Cho Kyuhyun berdiri dibelakangku sambil memasang senyum anehnya.

Dan…

Disisinya, ada seorang yeojya yang merangkul lengannya mesra.

“Kyunnie, kau kenal Lee Sungmin?” Tanya si yeojya yang kutahu benama Victoria itu.

Cho Kyuhyun tersenyum kecil. “Kami bertemu kemarin. Jadi namamu Lee Sungmin?”

Kalau dia memang Kyuhyun yang aku kenal, dia tak mungkin tak tahu siapa aku. Benar, ini Kyuhyun yang berbeda.

Aku mengangguk. “Dan kau… Cho Kyuhyun?”

“Kau kenal namaku?”

Aku mengangguk lagi.

Tangannya perlahan bergerak menyentuh rambut pirangku yang kubiarkan tergerai begitu saja. Dengan tatapan aneh dia mencium helaian rambutku dan tersenyum penuh arti sambil menatap mataku. “Salam kenal, Lee Sungmin. Kita sudah bertemu lagi..”

DEGH!

Cho Kyuhyun dan Victoria langsung berjalan melewatiku begitu saja.

Aku… Mematung.

Kata- kata yang diucapkan Cho Kyuhyun tadi, entah kenapa membuatku agak merinding. Maknanya seperti sama akan sesuatu. Nae, sesuatu yang selalu muncul dimimpiku tentang Kyuhyun kecilku dulu.

Siapa sebenarnya Kyuhyun yang ini?

Eeeh~ Tunggu!

Itu pasti memang bukan Kyuhyun yang aku kenal. Kyuhyun yang aku kenal itu kan sangat manis meski agak menyebalkan, dia selalu bilang kalau dia mencintaiku. Jadi tak mungkin dia mengkhianatiku. Cho Kyuhyun ang itu sudah punya yeojya chingu, itu artinya dia bukan Kyuhyun-ku.

Lee Sungmin…

Kenapa kau bisa terlalu mempercayai ucapan anak kecil di masa lalumu? Apa ada jaminan kalau Kyuhyun yang itu memang berniat menepati janjinya?

Aiish! Masa bodoh, ah! Aku jadi bingung sendiri!

0o0o0o0o0o0o0o0

“Ini pertemuan ketiga.”

DEGH! Aku tersentak untuk yang kesekian kalinya karena suara teguran itu.

Dengan cepat Cho Kyuhyun langsung duduk di kursi kosong disebelahku saat aku tengah membaca buku di perpustakaan sekolah. “Ternyata kau juga suka membaca buku di perpustakaan sendirian, ya? Apa kau tak punya teman?”

Aku tak berniat menggubrisnya. Diam saja, Lee Sungmin.

“Ya, noona…. Aku bicara denganmu.”

Kali ini aku benar- benar mematung. Kutatap dia tak mengerti. “Noona?”

Dia tersenyum. “Kalau aku tak memanggilmu noona, kau tak akan memperhatikanku.” Jawabnya sambil menahan tawanya dan membuka buku yang diletakkannya di atas meja.

Dia benar- benar membuatku bingung.

“Ya.” Panggilnya lagi tanpa menatapku. “Kulihat kau cukup terkenal di sekolah ini. Sayang sekali aku baru bertemu dengamu saat kita kelas tiga.” Dia tersenyum santai sambil melirikku sekilas. “Lee Sungmin tak berubah…”

“Hah? Kau sejak tadi bicara apa, sih? Aku tak paham?”

“Nae, sejak pertama kali aku melihatmu saat kelas dua, kau tak berubah sedikitpun.”

Aku mengangguk. “Jadi kau memang pindahan saat kelas dua SMA, ya? Tapi maaf, aku baru mengenalmu saat kita sudah kelas tiga. Aku tak pernah melihatmu sebelumnya.” Ujarku agak malas sambil membolak- balik halaman buku yang kubaca tanpa minat.

Cho Kyuhyun terkekeh pelan. “Nae, kau memang tak pernah melihatku. Mungkin dimatamu aku ini sosok bocah yang tak terlalu penting, karena itu kau tak pernah menyadariku.”

Kini aku menatapnya lagi. “Hah?”

“Lupakan.” Kyuhyun langsung berdiri dan meninggalkankku begitu saja yang masih tercengang karena mendengar ucapannya.

Sebelum dia benar- benar jauh dariku, dia menoleh dan menyunggingkan senyum manisnya padaku. “Noona,” Dia memanggilku. Tapi detik berikutnya lonceng berbunyi dan aku tak tahu apa yang dia ucapkan.

“Apa?” Ulangku sambil berdiri cepat dan berjalan kearahnya. “Aku tak dengar.”

Cho Kyuhyun tersenyum sambil menepuk kepalaku. “Aku bilang, kau itu lumayan manis juga, tipeku.”

DEGH! Aku tak tahu ini keberapa kalinya jantungku berdegup kencang karena namja ini. Aku tak boleh terperangkap oleh namja aneh ini. Aku sudah punya seorang Kyuhyun yang akan datang untukku!

~Sungmin pov end~

.

“Kau kenapa?” Hyukjae, sahabat Sungmin yang selalu dipanggil Hyukkie, menepuk pundak Sungmin yang tengah duduk  menatap lapangan sepak bola SM high school yang cukup luas. “Belakangan ini kau selalu diam.”

Sungmin mengangkat bahunya enggan.

“Karena si Cho itu?”

Sungmin menatap sahabatnya. “Kenapa kau menebaknya?”

“Habisnya kau mulai kelihatan aneh sejak kau bertanya- tanya tentang dia. Jadi aku yakin dia masalah utamanya. Itu pertama kalinya kau bertanya tentang seorang namja.” Hyukjae tersenyum menatap Sungmin. “Kau mulai jatuh cinta, nae?”

SRATTS~ Sontak wajah Sungmin merah padam mendengar pertanyaan Hyukjae.

“Jatuh… Cinta?”

Hyukjae mengangguk. “Nae. Aku yakin kau jatuh cinta padanya.”

“Andwae!” Sergah Sungmin cepat. “Aku tak mungkin jatuh cinta sama namja yang tak kukenal sepertinya. Kami baru bertemu tiga kali, dan itu tak mungkin. Lagipula…”

“Lagipula…?”

“Aku sudah memiliki seorang Kyuhyun yang kutunggu.” Jawab Sungmin sambil menerawang jauh menatap langit. Entah disadari atau tidak, tapi senyum tulus terulas di wajah Sungmin saat mengingat namja masa kecilnya dulu.

“Kyuhyun?” Hyukjae mengerutkan keningnya.

Sungmin mengangguk. “Kyuhyun yang kutunggu sangat berbeda dengan Cho Kyuhyun. Dia itu kecil dan sangat manis tapi aneh dan menyebalkan. Dia selalu bilang kalau dia mencintaiku dan ingin menjagaku, padahal aku dua tahun lebih tua darinya. Tapi saat dia kelas empat SD, dia pindah sekolah dan kami tak pernah bertemu lagi. Sebelum dia pergi, dia berjanji akan kembali kepadaku suatu saat nanti.”

“Aigoo, manisnya~” Hyukjae mengatupkan kedua tangannya gemas. “Ming, jangan- jangan kau mau menunggunya kembali?”

“Nae.” Sungmin mengangguk mantap. “Dulu aku menganggap perasaan Kyuhyun itu konyol, tapi semakin dewasa, entah kenapa aku justru jadi semakin menyukainya. Itu alasan kenapa aku tak bisa menerima namja yang menyatakan cintanya padaku.”

Senyum terulas di wajah manis Hyukjae. “Wah… Sepertinya dia benar- benar membuatmu jatuh cinta. Aku ingin lihat seperti apa dia.”

“Dia pasti sangat tampan.”

Sungmin dan Hyukjae tersentak saat ada seorang namja duduk di samping Sungmin dengan percaya diri. Nae, Cho Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun tersenyum aneh menatap Sungmin. “Semua orang yang bernama Kyuhyun pasti dianugerahi wajah yang tampan dan otak yang pintar. Kita bertemu lagi, ini sudah yang keempat.” Ucap Kyuhyun ramah.

Sungmin mengerutkan keningnya. “Kau menguping?”

“Tak sengaja.”

“Huh. Dasar aneh.” Sungmin menatap lurus kedepan. “Tapi setidaknya Kyuhyun yang kutunggu pasti akan jauh lebih baik darimu. Dia berjanji akan menjadi namja yang sepadan untukku. Meski usia kami terpaut jauh, aku tahu dia akan kembali.”

“Jadi, kau menyesal karena dulu menolaknya?” Kyuhyun bertanya santai.

“Eh?”

Namja tinggi itu mengangguk. “Bukannya kau sendiri yang bilang kalau dia akan kembali, itu artinya kau menolaknya, kan? Apa kau yakin anak itu akan kembali? Bagaimanapun juga dia jauh lebih muda darimu.”

“Hey, Cho Kyuhyun… Kenapa kau yang ikut campur?”

“Loh, kan aku juga mau tahu nasib anak yang bernama sama denganku itu.” Kyuhyun terkekeh sambil menepuk kepala Sungmin hati- hati. “Kalau nasibnya bagus, aku juga ikutan senang.”

“Ah, kau aneh.” Gerutu Sungmin sambil berdiri dan menepuk rok sekolahnya yang agak kotor. “Ayo pergi, Hyukkie.”

“Nae.” Hyukjae hanya menurut dan mengikuti langkah Sungmin yang sudah berjalan menjauhi Kyuhyun yang duduk tegap sambil memasang senyum aneh di wajahnya yang cukup tampan.

“Kurasa, aku tak perlu menunggu lagi…” Gumam Kyuhyun. “Noona.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Sungmin pov~

Aigoo~

Hari ini kok perasaanku tidak enak, yah? Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi. Jadi malas pergi ke sekolah.

“Minnie, cepat bangun!” Kudengar Jungsoo oppa mengetuk pintu kamarku.

Malas…

“Minn!!”

“NAE!” Seruku kesal sambil bangun dari tidurku. “Oppa berisik. Tak bisakah aku tidur sedikit lebih lama?”

“Aniya… Cepat bangun.”

Detik berikutnya, kudengar suara langkah kaki oppa-ku itu menjauh dari kamarku. Dengan cepat aku langsung bersiap- siap. Apapun yang terjadi, aku harus sekolah. Sekalipun perasaanku tidak enak karena hal apapun.

Tanpa membuang waktu, aku segera sarapan setelah selesai berganti seragam. Aku hanya menghabiskan waktu lima menit untuk sarapan dan langsung beranjak meninggalkan Jungsoo oppa yang sepertinya sibuk sendirian.

KREEK~ Aku membuka pintu pagar rumahku.

“Ini kelima kalinya kita bertemu, ya?”

DEGH! Aku shock saat mendengar suara itu. Kualihkan pandanganku ke sumber suara dan menemukan Cho Kyuhyun tengah duduk di atas sepedanya dan tersenyum menatapku.

Dia… Apa yang dia lakukan?

“Kau?”

“Ini kelima kalinya kita bertemu.”

“Ya! Kau mengikutiku! Jadi selama ini kau stalker-ku, hah?”

Kyuhyun langsung tertawa dituduh seperti itu. Kedua matanya tertuju lurus kearahku. “Ayo, biar kuantar. Akan sia- sia kalau aku menunggumu sepagi ini, tapi kau tak mau kuantar. Cepat naik.”

“Siapa kau berani memerintahku?”

“Aku, Cho Kyuhyun.”

Dia menyebalkan. Apa sih maunya?

Aku langsung menghentakkan kakiku meninggalkannya. Dan tentu saja Kyuhyun perlahan mengejarku sambil mengayuh sepedanya lambat- lambat.

“Apa maumu sebenarnya? Kau selalu muncul di sekitarku, kau pasti orang jahat atau orang aneh, kan?” Tanyaku sarkastik tanpa menatap Kyuhyun yang sudah turun dari sepedanya dan berjalan disisiku sambil mendorong sepeda itu.

Namja itu tertawa. “Apa mauku? Ah, kau tahu apa yang aku mau.”

Kudelikkan mataku menatapnya. “Maksudmu?”

“Aigoo, noona… Kau itu bodoh, ya?”

“Jangan panggil aku noona! Kita ini satu angkatan, Cho Kyuhyun.”

“Kalau begitu berhenti memanggilku Cho Kyuhyun, nama kecilku itu Kyuhyun.” Kyuhyun sudah nyengir aneh menatapku. Aku benar- benar tak tahu bagaimana cara menghadapi namja seperti ini.

Aku hanya bisa mendengus dan mempercepat langkahku.

“Heya, heya, kau benar- benar tak mengenaliku?”

“Eh?” Perlahan aku menoleh kearahnya. “Apa?”

Kyuhyun kembali naik ke atas sepedanya san tersenyum. “Pertemuan keenam kita akan menjawab semuanya. Akan jauh lebih baik kalau kau mempersiapkan hatimu juga menyadari tentangku sebelum kita bertemu lagi.” Tanpa banyak penjelasan, Kyuhyun mengayuh sepedanya dan melaju meninggalkanku. “Naega Cho Kyuhyun imnida!!” Serunya kencang.

Tinggallah aku yang bengong…

Naega Cho Kyuhyun imnida… Kyuhyun…?

Apa yang dia maksud tadi? Pertemuan keenam? Mempersiapkan hati juga menyadari siapa dirinya?

Tu-tunggu!

Jangan- jangan dia itu memang…

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

– “Aku akan kembali ke sisimu tapi dalam wujud yang berbeda. Saat itu aku akan tumbuh menjadi namja sempurna yang bisa melindungimu. Aku akan tumbuh jadi namja tampan yang sangat kuat. Noona harus menungguku, arra?”-

Aku mengingat semua kalimat yang diucapkan Kyuhyun kecilku dulu. Dia akan kembali kesisiku dalam wujud yang berbeda. Dia akan menjadi namja yang sempurna agar bisa melindungiku. Dia akan menjadi namja tampan yang sangat kuat dan aku harus menunggunya.

Kulakukan kemauannya dengan menunggunya, tapi dia tak kunjung kembali.

Dan sekarang muncul seorang Kyuhyun yang sangat berbeda dengan Kyuhyun kecilku dulu.

– “Huh, kalau begitu janjiku kutambah. Disaat kita bertemu lagi, aku akan benar- benar jadi namja yang sepadan denganmu!”-

Namja yang sepadan denganku. Bukan anak kecil yang berbeda dua tahun denganku, tapi seorang namja sempurna yang bisa kuandalkan.

Dan sekarang aku bertemu dengan seorang Kyuhyun yang sepadan denganku.

Antara Cho Kyuhyun dan Kyuhyun yang tak kuketahui marganya.

Wajah dan suara yang sama sekali berbeda.

Kepribadian, sifat dan tingkatan usia yang berbeda.

Semua ini bisa membuatku gila!

“Loh, Sungmin? Kenapa melamun lagi?” Hyukkie kembali membuyarkan pikiranku yang terus menggabungkan antara Cho Kyuhyun, juga Kyuhyun kecilku. “Pasti tentang Kyuhyun?Atau tentang Kyuhyun masa lalumu?”

“Dua- duanya.” Jawabku malas.

“Mwo? Dua- duanya? Kau suka pada dua orang Kyuhyun?!”

Ssshh~Kalau aku ini ular, aku pasti sudah berdesis kesal mendengar ucapan Hyukkie tadi. Kalau aku menyukai dua orang Kyuhyun, aku benar- benar akan terkesan seperti playgirl.

“Min.” Panggil Hyukkie lagi.

“Hmm?”

“Apa kau tak berpikir kalau Cho Kyuhyun itu adalah Kyuhyun?”

Kalau aku tak berpikir begitu, itu artinya aku bodoh. Ini bukan kisah detektif, ini hanya kisah cinta remaja yang agak menyulitkan bagiku. Menebak antara Cho Kyuhyun atau Kyuhyun, itu sangat mudah.

“Menurutku_”

“Jangan.” Potongku. “Jangan di ucapkan dulu.”

“Eh?”

Kini aku merasa kalau hatiku mulai yakin. Aku langsung berdiri. “Dia bilang di pertemuan keenam. Kalau begitu, akan kupercepat pertemuan keenam itu”

“Ehh?”

“Bye, Hyuk. Doakan aku.” Aku langsung berlari meninggalkan Hyukkie yang kujamin hanya bisa melongok tak paham.

Aku tak mungkin salah. Dia pasti orangnya…

~Sungmin pov end~

.

Sungmin berhenti di depan kelas yang agak sepi. Ditatapnya namja yang tengah duduk sendirian sambil memegangi PSP di dalam kelas itu. Langkahnya tanpa ragu menuju tempat namja itu.

“Ya.”

Kyuhyun menoleh saat mendengar suara Sungmin dan detik itu juga senyumnya langsung terkembang. “Aku tak menyangka kau yang akan menemuiku duluan. Apakah ini bisa kusebut sebagai_”

“Nuguseyo?” Tanya Sungmin datar.

Kyuhyun diam. “Nugu?”

“Nuguseyo?” Ulang Sungmin lagi.

Senyum Kyuhyun berubah menjadi seringaian. “Bukankah tadi pagi aku sudah mengatakannya. Naega Cho Kyuhyun imnida.” Jawabnya tenang sambil meletakkan PSP-nya di atas meja dan tersenyum manis kearah Sungmin.

“Aku tak bertanya namamu!” Sungmin kini berseru. “Kau… Kau…” Yeojya itu diam sejenak.

“Apa?”

“Bagaimana bisa kau seangkatan denganku… Kyuhyun?” Suara Sungmin seakan hilang saat mengucapkan satu nama itu. Nama yang kini berarti sangat penting baginya itu.

Kyuhyun berdiri dan bersandar di mejanya. “Sudah kuduga, itulah pertanyaan yang akan kau tanyakan. Dulu, aku adalah hoobae yang beda dua kelas denganmu, tapi sekarang, aku adalah namja yang sepadan denganmu. Aku belajar lebih giat dari siapapun sampai akhirnya aku berhasil loncat kelas dan jadi setingkat denganmu.”

Sungmin mengerjapkan matanya tak percaya. “Jadi kau benar…”

“Noona.” Kyuhyun tersenyum. “Aku adalah Kyuhyun yang kau kenal enam tahun yang lalu. Kyuhyun kecil yang dulu berjanji akan kembali menjadi namja yang cocok denganmu.”

Nafas Sungmin agak berat karena dia masih belum mempercayai hal itu. Yeojya itu menggerakkan tangannya dan menyentuh pipi tirus Kyuhyun. “Ta-tapi…”

“Kau kaget bukan? Aku benar- benar menepati janjiku. Aku sudah kembali sejak setahun yang lalu dan terus memperhatikanmu. Aku ingin kau yang menyadariku, jadi aku diam saja. Dan akhirnya hari itu tanpa sengaja kita benar- benar bertemu lagi setelah berpisah enam tahun. Kau tampak tak mengenaliku, kuputuskan akan bertemu denganmu sampai enam kali dan ingin mencari tahu apakah kau akan mengenaliku atau tidak.”

“Kenapa enam kali?”

“Karena kita berpisah selama enam tahun.” Kyuhyun terkekeh.

Kedua anak itu diam saling mengarungi pikiran masing- masing.

“Noona.” Panggil Kyuhyun lagi.

Sungmin hanya diam.

“Dulu aku bilang kalau aku akan kembali dan menjadikanmu milikku. Tapi kurasa aku tak bisa begitu.”

“Maksudmu?”

“Aku tak akan bisa menjadikanmu milikku, karena sesungguhnya aku sudah menjadi milikmu sejak dulu. Selama enam tahun tak pernah sedikitpun aku melupakanmu, tak pernah kulupakan tekadku untuk bisa memilikimu. Tapi tanpa kumiliki, hatiku ternyata sudah direbut olehmu sepenuhnya.” Kyuhyun mengusap rambut pirang Sungmin.

Bisa dilihatnya wajah Sungmin memerah.

“Dan aku tahu sekarang, bagaimana perasaanmu terhadap Kyuhyun yang kau tunggu itu.”

Sungmin mengalihkan pandangannya kesamping dan menarik nafas panjang. “Seharusnya kau temui aku sejak kau pulang. Kau tak tahu aku benar- benar menunggumu, bodoh.”

“Mianhae.” Kyuhyun terkekeh lagi. “Sekarang, kau harus menjawab pernyataanku dulu.”

“Pernyataan?”

“Noona, saranghae.”

DEGH! Wajah Sungmin sukses memerah habis- habisan dan tentu saja kejadian itu disaksikan oleh cukup banyak siswa di dalam kelas Kyuhyun.

Sungmin diam.

“Kau tak mau menjawabku lagi?”

Yeojya itu langsung menggeleng dan menarik tangan Kyuhyun cepat agar keluar dari kelas mereka. Dan saat sampai di luar kelas Kyuhyun, barulah Sungmin berani menatap mata namja tampan itu.

“Kau tahu jawabanku.” Balasnya gugup.

“Aniya. Aku tak tahu karena kau tak pernah mengatakannya.”

Senyum manis terulas di wajah Sungmin. Yeojya itu menggenggam tangan Kyuhyun hati- hati sambil berjinjit untuk mengusap kepala Kyuhyun. “Kau kembali seperti janjimu dan kau benar- benar membuatku menjadi milikmu. Nado saranghae, my little Kyuhyun.”

“Aku sudah dewasa.” Kyuhyun tertawa sambil menarik Sungmin ke dalam pelukannya. “Gomawo. Gomawo karena telah menungguku.”

.

.

~Fin~

33 thoughts on “Promise

  1. Huwaaa
    minggu ini penuh kyumin.

    Saeng minta yewook eonnie.
    #teriak pakai toa

    mian g komment panjang lbar. Saeng bca lwat ponsel jadi Saeng mau lanjut baca be mine.
    Hwaiting eonnie

  2. Huwaaahh~
    so sweet. Nunggu janji kekanakan. Kyuhyun selalu ngejar Sungmin yg lebih tua dr ny dg sikap egois ny…
    Tp pada akhirnya Sungmin pun jatuh hati, ckckck…

    Ehh, itu victioria sp ny Kuyu?? Trus kok Jungsoo jd cwo sihh, kn jdinya ngg bs bareng youngwoon…
    Tp, ngg pa2. Pokoknya so sweeeeeeeet~ se-sweet wajah q #Plaaak

  3. Akhirny KyuMin jga…
    Senengny dpt Kyumin oneshot yg sweet gini..
    Gula kalah kali ma manisny ni fic🙂
    Tumben2 nan si Evil tu bsa manis gitu..

    Fighting ^^

  4. aigooo romantis :3
    kyu bner2 mnepati janji…
    pngen pny namjachingu yg bsa mnepati janji …🙂

    unni…
    ini terbalaskan kok…
    ini baru bner2 romantis unn…. :3
    sugoi unn ^^d

  5. ya tuhaaaaaaan~. Ff ini sukses bikin aku melting, berdebar gak karuan nd nangis bahagia.
    Ah! Pket komplit bgt nih ff eonnie😀. Aku bner2 trharu sama kyu~.
    Efek cinta itu trllu besar ya eonnie, aku akui itu. Bhkan makhluk kecil polos yg namany anak2 aja ngrti apa itu cinta.😀 #lebay -.-
    Tpi, tpi cinta mmg punya pengaruh besar.😀
    kisah yg manis, bner2 romantis ^^. Chongmal daengida😀 #tarik nafas

    Seperti biasa, keep writing eonnie😀 sukses sllu ffnya ^^
    Fighting😀

  6. Romantis abisss~~~
    Janji seorng namja sejati, pengen deh punya crita romantis seperti itu,
    Beuhhh!! #ngayal

    KYUMIN!!! bnyak kyumin dimana2, senangnya~~

  7. Romantiiiiss banget.

    Bingung mau ngucapin apa. *garuk2 kepala*

    KyuMin selalu romantis kapanpun…..
    Tp… napa aku kyk dejavu.
    Kyk pernah baca cerita ini.

    Entahlah… Terlalu sering menjelajah…
    Hehe….

  8. Ciiieeeee..kyuhyun cowok sejati..cuiiittt..cuiiittt:-P
    Aigo..romantis thena-chan suka suka suka,
    Ga tau mo komen pa lagi pokoknya..
    DAEBAKLAH..^^d

  9. Aaaaaaaaahhhhhh!!!! *jejeritan*

    Thena eonnieee! Kamsahamnidaaa! Sekali lg kamsahamnidaaaa! *sujud sukur*

    Akhirnya… Rasa rinduku akan Kyu appa n Minnie umma tuntass suddahh😀

    Cerita Promise ni mirip kyk 7 Years of Love ya? Cm ini versi GS’na trus kepisah cm 6 taun. Walopun ide’na hmpr sama, tp sm2 kereenn! ^^b

    Wahh.. Kok g ada kissu’na? *kecewaaa #pLak!*
    Yosh! Keep spirit n writing!

  10. aaaaa~ aku suka bgt eonn!!!
    sumpah aku suka bgt ama ceritanyaaa~~!!😄
    ini bener2 so sweet
    keren lah kereen!!
    gomawo ya eonn😀

  11. Kyaaa! Manisnya~

    aq kira bkal d’sngkut pautin ma angka 7, abis ff kyumin identik ma angka ntu sih.. Hhaha

    sbner’a ksel jg klw da yeoja yg dket2 ma bos palagi d’dpan umin gitu.. Tp yeoja’a victoria eonni, q jd ga bsa mrah2 deh..*narik victoria eonni, mjauh dri kyumin*

    ada kata2 “my little” eon~ jd inget sesuatu..
    Hhahaha xD

    aq lnjut bca yg lain dlu ya eon!

  12. Cute couple…
    Ming kok bsa gak sadar kalo Kyu udh kmbli sih???

    Suka deh pas Ming datangin Kyu …
    Apa lg pas Mi.g blg ‘my lil kyuhyun’

    Fighting ka Taena…

  13. Sosweet~
    kyumin is real, , , ,
    aaaaa, , , , jdi iri ma umin, , ,
    gag bis comen apa2 klo ff’a kyumin, cum bis bilang KEREN, , ,

  14. Uwaaa…so sweet🙂
    Angka 6 mjd angka special buat kyumin,6thn pnantian d gnt dgn 6x prtemuan,romantis🙂
    I Love Kyumin😀

  15. so sweetnya!!!
    KyuMin!!!
    aaa….
    daebak!!!!
    like this…
    aaa…
    so sweet bgt!!!!
    Kyu..kau memang memenuhi janjimu demi min…
    daebak^^

  16. sungmin ngomongnya dalem banget ama hyukkie yang nyari hae…
    oya, ada typo ya, kata ‘yang’ kurang huruf ‘y’… letaknya di adegan Kyuhyun jalan bareng ama victoria n ketemu sungmin…
    ini konsepnya agak mirip dengan 7 years of love tapi beda *lho??
    akhir yang sangat manis…
    keren banget! terus berkarya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s