Be Mine

Be Mine

.

Cast :: WooGyu Couple, Infinite. Slight OnKey~

Rated :: K

Genre :: Hurt/Romance/Humor –maybe?-

Warning :: Kalo belum mengenal Infinite, lebih baik jangan dibaca dulu.

Disclaimer :: WooGyu and Infinite itu punya Tuhan, keluarganya juga Woliem Entertaint. Tapi bagaimanapun juga Nam Woohyun itu juga milik author. *leaderGyu ngamuk* xP

.

“Aku satu kamar dengannya. Aku orang terakhir yang melihatnya tertidur, juga orang pertama yang melihatnya terbangun. Aku tahu alasan kenapa dia tersenyum dan aku tahu alasan kenapa dia menangis. Aku menyayanginya sebagai dongsaengku. Nae, aku hyungnya.

Tapi—Perlahan rasa suka itu berubah…

Kini, aku mencintainya.

Aku ingin melihatnya bahagia.”

.

~Sunggyu pov~

“Woohyun, ireona.” Aku menepuk lengan Woohyun yang masih setia memeluk guling kesayangannya. Sesekali kulirik jam digital dikamar kami yang masih menunjukkan pukul sembilan pagi.

Tak ada tanda- tanda kalau Woohyun akan terbangun.

“Heya, Nam Woohyun! Ppali ireona!” Seruku lebih keras sambil mengguncang tubuhnya tak sabar.

“Hmmm~” Hanya itu balasan yang kudapatkan.

Cih…

“Ya!” Kali ini kutepuk lengannya kencang dan Woohyun berguling cepat meninggalkanku. Saat kakinya cukup mencapai jarak yang tepat, namja itu langsung menendang tubuhku kencang dan kembali berguling ke atas tempat tidurnya.

Ukh~ Membangunkan Dongwoo saja sudah menyebalkan. Ini lagi ditambah membangunkan anak ini.

“Kalau kau tak mau bangun, kau akan kuhukum!” Kali ini aku mengancam sambil menepuk kepalanya. Habis kesabaranku kalau membangunkannya.

Woohyun membuka matanya malas. “Apa? Hyung mau menghukum apa?”

Aku mau menghukum apa? Aku juga tidak tahu.

“Pokoknya cepat bangun.”

“Aniya, hari ini kan tidak ada jadwal apapun. Bukannya hari ini kita libur satu hari? Aku mau tidur sampai siang. Dari pada sibuk membangunkanku, bangunkan saja yang lain. Aku ngantuk.” Ujarnya malas sambil menarik bantal dan menutupi wajahnya.

Fyuuh~

Apa yang bisa membangunkannya?

“OMO!!”

DEGH! Aku tersentak saat tiba- tiba Woohyun sudah duduk dan memasang wajah tak percaya.

“Wae?”

“Hari ini kita libur?” Dia menatapku. “Aku mau pergi main sama Key! Dia juga kan libur hari ini!” Dengan wajah tak bersalah sedikitpun, Woohyun langsung mengambil ponselnya dan meninggalkanku yang mematung di dalam kamar.

Key.. Nae, Kim Kibum, salah satu member SHINee, teman dekat Woohyun. Bahkan lebih dari sekedar teman. Woohyun menyukainya.

Jangan aneh kalau diantara kami sampai tumbuh perasaan seperti ini. Kami para member boy band hidup bersama selama bertahun- tahun. Saling mengenal satu sama lain, melewati semuanya bersama, jadi tidak aneh kalau perasaan cinta muncul diantara kami.

Tentu saja hubungan ini dirahasiakan. Hanya terkadang kami biasa melakukan fanservice di depan umum. Yah… Meskipun kadang tak ada yang sadar kalau fanservice itu sebenarnya nyata.

Contoh saja KyuMin couple dari Super Junior sunbaenim, atau couple- couple yang sangat terkenal lainnya. Well, itu nyata tanpa rekayasa.

“Hyung?” Woohyun melongok ke dalam kamar kami lagi sambil menyikat giginya. “Tadi kau yang marah- marah membangunkanku, kenapa sekarang malah bengong? Sana bangunkan yang lain. Dasar curang.” Gerutunya.

“Ya, jangan suka mengajak orang bicara kalau sedang sikat gigi. Jorok sekali.” Aku berdiri dan berjalan keluar dari kamarku. “Kau… Mau pergi sama Key?”

Woohyun mengangguk cepat sambil berjalan meninggalkanku. Sebelum dia masuk ke kamar mandi, dia menoleh sambil tersenyum riang. “Kami akan main seharian, jadi hyung tak usah khawatir.”

Tak usah khawatir katanya? Yang benar saja…

0o0o0o0o0o0o0o0

“Woohyun hyung tidak kelihatan. Kemana dia?”

Kutatap Sungjong yang tengah sibuk menghabiskan cereal coklatnya. Mata bulat anak itu terlihat mencari kesegala arah untuk menemukan Woohyun. “Dia langsung pergi pagi- pagi sekali. Wae?”

Sungjong menggeleng dan kembali sibuk dengan sarapannya.

“Huh, seenaknya saja pergi dan membiarkanku masak sendirian.” Kali ini Myungsoo atau L yang bicara. Namja manis itu tampak sedikit sibuk dengan Sungyeol yang duduk disampingnya dengan wajah mengantuk. “Ya, Yeollie~ Jangan main- main dengan makanan. Cepat habiskan.” Perintahnya datar.

Sungyeol tak menggubris ucapan Myungsoo. Aku hanya tersenyum kecil melihat kedua dongsaengku itu. Myungsoo dan Sungyeol memang berpacaran sejak setahun yang lalu. Dan itu semua karena sebuah fanfict. Lucu sekali kalau kuingat kisah mereka.

“Sunggyu hyung, kau tidak mau makan?”

Aku menatap Dongwoo yang menatapku khawatir. “Siapa yang tidak mau makan? Aku makan, kok.”

“Sejak tadi kau kebanyakan diam dan memperhatikan kami. Kali saja kau tidak mau makan, jadi aku bisa mengambil bagianmu.” Rapper itu nyengir kuda sambil terkekeh menatapku. Satu kebiasaan Dongwoo yang membuatnya tampak lucu, dia sangat suka tertawa sambil bicara. Ciri khas…

Kurenggangkan tubuhku sejenak. “Aku makan. Kau itu kenapa rakus sekali? Sedang program menaikkan berat badan, eh?”

“Ya, dia mau menyaingi Sungyeol hyung yang gendut?” Sungjong tertawa paling keras dan membuatnya harus ditimpuk kotak cereal oleh Sungyeol yang memasang death glare. “Huh.. Sakit, hyung.”

“Aku tahu, Sunggyu hyung pasti memikirkan Woohyun hyung, kan?” Sungyeol menatapku mengejek.

Tebakannya sangat tepat.

“Aneh ya kalau aku memikirkannya? Dia pergi pagi- pagi sekali, belum sempat sarapan, pasti kelaparan, kan. Aku mau menghubunginya, tapi takut mengganggu acaranya dengan Key.” Kilahku cepat sambil menyendok serealku perlahan.

“Masa? Kalau cinta tidak mungkin hanya memikirkan hal seperti itu.”

“UHUK!” Satu kalimat godaan dari Sungyeol berhasil membuatku tersedak. Kutatap para dongsaengku yang kini menatapku dengan berbagai macam ekspresi yang berbeda-beda. “A-apa yang kau katakan, Yeol?”

“Hyung kan suka sama Woohyun hyung, mengaku saja. Cemburu kan dia main dengan Key?” Kali ini Hoya ikut menggodaku. Bahkan anak sependiam Hoya berani menggodaku? Dia mulai ketularan virus Dongwoo sepertinya.

Kini kurasakan wajahku panas. Pasti sudah memerah. Jantungku juga berpacu cepat. Malu sekali!

Kulirik Myungsoo yang sibuk dengan ponselnya dan menelepon seseorang. Tatapan mata juga senyum liciknya terarah padaku dan aku tahu dia menyembunyikan sesuatu yang buruk. Perlahan dia menyeringai. “Ah.. Yeoboseyo, Woohyun hyung?”

What?! Dia menghubungi Woohyun?

“Nae, Sunggyu hyung mau bicara. Dia menghawatirkanmu tapi tak berani meneleponmu karena tak mau mengganggu.” Myungsoo memberikan ponselnya kepadaku dengan senyum licik.

Dasar dongsaeng kurang ajar…

Aku meraih ponsel Myungsoo dan melihat dia dan Sungyeol langsung saling ber high five ria.

“Kau jenius, L!”

“Aku kan namja chingu-mu.”

Kudekatkan telingaku ke ponsel Myungsoo.

“Hyung?”

“A-ah.. Woohyun, kau sudah sarapan?” Tanyaku agak tidak enak hati. “Maaf kalau mengganggu acaramu dengan Key, Myungsoo menghubungimu tanpa bilang dulu kepadaku.” Lanjutku sambil melirik Myungsoo yang sudah terkekeh. Begitupun dongsaengku yang lain.

Kudengar Woohyun terkekeh. Tapi detik itu juga aku tahu kalau tawanya itu terdengar dipaksakan. “Gwaenchana, hyung.”

“Waeyo?” Tanyaku khawatir. “Sesuatu terjadi?”

“Aniya.” Jawabnya santai. “Ah, Key dan Onew hyung sudah kembali dari kedai ice cream. Sampai nanti, hyung.” Woohyun langsung mematikan sambungan telepon kami secara sepihak.

Tunggu…

Tadi dia bilang siapa? Key dan Onew?

Dia tidak benar- benar pergi dengan Key kah?

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Aku terbaring sendirian di kamarku. Memandangi langit- langit kamar dalam kehampaan. Sesekali kulihat jam digital di ipodku, sudah jam delapan malam dan Woohyun masih belum kembali.

Karena hari ini benar- benar libur, dongsaengku yang lain memilih tidur cepat agar bisa beristirahat banyak. Tapi aku tak bisa tertidur, lebih tepat aku tidak boleh tertidur sebelum kupastikan Woohyun tidur.

KREEK~ Perlahan pintu kamarku terbuka. Aku langsung menoleh dan melihat Woohyun masuk dengan tampang lelah.

“Ah, annyeong. Aku kira hyung sudah tidur.” Ujarnya sambil melempar mantelnya asal dan langsung duduk sambil meluruskan kakinya. “Aku main seharian dan itu melelahkan. Banyak sekali para fans yang memergoki kami bertiga.”

“Bertiga?” Aku menatap sosok belakangnya. “Benar- benar bertiga?”

Woohyun menoleh dan tersenyum manis menatapku sambil menangguk. “Aku, Key dan Onew hyung.” Jawabnya sambil menghitung dengan jarinya. “Aku lelah. Mau langsung tidur saja, ah.”

“Tunggu!” Aku langsung menahan Woohyun sebelum dia benar- benar berbaring. Tatapan kami berdua bertemu selama beberapa saat.

“Wae?”

“Neo… Gwaenchana?” Suaraku agak tercekat saat menanyakan hal itu. Tanpa dijawab aku bisa mengetahuinya dari sorot mata Woohyun yang mendadak berubah. Tapi dia tetap tersenyum kearahku dan mengangguk. “Jeongmal?”

“Nae. Memangnya aku akan kenapa?”

“Kau kan_”

“Uljima, hyung.” Potongnya sambil menjauhkan tanganku dari pundaknya. “Aku benar- benar lelah. Jaljayo, Sunggyu hyung.” Namja itu langsung merebahkan tubuhnya dan memunggungiku.

Aku tak bisa bertanya apapun lagi kalau Woohyun sudah bilang begitu. Aku memang leader infinite, tapi kalau sudah menyangkut hal seperti ini, aku tak punya hak untuk ikut campur.

“Jaljayo, Woohyun. Mimpi indah.” Aku menepuk punggungnya pelan dan kembali membaringkan tubuhku dengan posisi memunggunginya.

Kuharap dia memang baik- baik saja…

Tuhan… Berikanlah dia mimpi indah malam ini. Aku mencintainya…

~Sunggyu pov end~

.

~Woohyun pov~

Baik- baik saja? Ahaha.. Yang benar saja, Nam Woohyun. Kau bilang pada Sunggyu hyung kalau kau baik- baik saja. Padahal rasanya kau benar- benar kesal, marah, terluka juga kecewa karena kegiatanmu hari ini.

Kalau tahu akan seperti itu, sebaiknya aku tak usah main dengan dia. Seandainya aku tahu kalau dia juga mengajak Onew hyung, namja chingunya, seharusnya aku bilang saja aku ada janji lain.

Jeongmal pabboya, Nam Woohyun.

“Huuff…” Aku menghela nafas sebentar dan merubah posisi tidurku menghadap ke Sunggyu hyung yang memunggungiku. Aku ingin bicara. Setidaknya aku ingin bercerita kepada Sunggyu hyung, tapi aku takut dia jadi menertawakan perasaanku yang bertepuk sebelah tangan ini. Menyusahkan saja…

“Kau belum tidur, kan?” Denga tiba- tiba, Sunggyu hyung menoleh kearahku dan menatapku sambil tersenyum kecil.

Kutatap wajahnya seksama. “Saking lelahnya aku sampai insomnia.” Balasku sambil terkekeh pelan.

“Pabbo. Mana ada orang kelelahan justru insomnia.”

“Ada. Aku.”

Sunggyu hyung tertawa kecil. “Oke, ada yang mau kau bicarakan atau kau hanya ingin mengobrol sedikit sampai merasa mengantuk? Biar aku menemanimu sampai kau mengantuk, otte?”

“Tanpa kujawab hyung memang selalu menebak pikiranku.” Aku menatap lurus ke langit- langit kamarku. “Hyung…”

“Nae?”

“Aku merasa bodoh.”

Tak ada balasan dari Sunggyu hyung. Kuputuskan untuk menatapnya yang kini memandangiku dengan sorot mata datar. Dari matanya, aku tahu banyak sekali hal yang ingin ditanyakannya. Tapi aku sangat mengenal Sunggyu hyung, dia tak akan bertanya macam- macam karena dia tak mau membebaniku dengan pertanyaannya.

“Aku suka padanya, padahal jelas- jelas aku tahu dia sudah memiliki namja chingu.” Tanpa ku sebut namanya, Sunggyu hyung pasti sudah tahu siapa dia.

Namja itu mengangguk. “Lalu?”

“Kok lalu? Memangnya hyung tidak berpikir kalau aku ini bodoh karena menyukai namja yang sudah memiliki kekasih? Itu kan konyol. Aku sangat tahu kalau Key menatapku sebagai sahabat yang kompak dengannya, tapi tetap saja aku berani menyukainya.”

“Hanya sebatas suka, kan?” Tanya Sunggyu hyung.

Hanya sebatas suka?

“Sadar atau tidak sejak tadi kau hanya menggunakan kata suka untuk mengungkapkan perasaanmu kepadanya. Kalau hanya sebatas suka sih menurutku tidak masalah sekalipun orang yang kau sukai itu memiliki kekasih.” Sunggyu hyung tersenyum sambil beringsut agak mendekatiku. Tangannya perlahan mengusap rambutku hati- hati. “Kenapa harus merasa bodoh hanya karena menyukai seseorang?”

“Tapi Key dan Onew hyung…”

“Kau sadar betul dengan posisimu. Perlahan- lahan aku rasa kau bisa melepas perasaan suka itu dan membiarkan dia bahagia di jalannya. Jadi jangan merasa bodoh, karena perasaanmu itu tidak salah.”

“Kalau ku pikir- pikir, kata- kata hyung benar juga.” Aku menatap langit- langit kamarku lagi. “Aku.. Tetap boleh menyukainya, kan?”

Sunggyu hyung kembali tidak menjawabku.

“Hyung?”

Kulihat namja tampan itu tersenyum ramah sambil kembali ke tempat tidurnya. “Kau bisa menyukai siapapun yang memang kau sukai tanpa persetujuan orang lain, Woohyun. Sekarang tidur. Besok kita banyak kerjaan.”

“Arraseo.” Jawabku sambil memejamkan mataku.

Sedikit—Beban yang tadi kurasakan mulai lega.

“Gomawo, Sunggyu hyung.”

“Hmm…” Hanya itu balasan darinya. Kurasa dia sebenarnya sudah sangat mengantuk.

~Woohyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

~Sunggyu pov~

Music Bank…

Malam ini kami semua akan naik di Music Bank, berhubung mood kami semua sedang baik, aku harap tak ada satu hal pun yang bisa membuyarkan konsentrasi kami. Tuhan, kumohon semoga perform kami berjalan baik.

“Hyung sedang apa?”

Kulirik Woohyun yang bersandar di pundakku sambil memainkan ponselnya. “Kau mengantuk, eh?”

Namja itu mengangguk. “Setelah acara ini, aku ingin pulang dan langsung tertidur saja. Rasanya aku benar- benar lelah.”

“Heya, nanti aku dan L mau fanservice-an, ah.” Sungyeol datang tiba- tiba menggangguku dan Woohyun. Mata namja itu tampak berbinar- binar dan semangat saat menggunakan kata fanservide.

Sekali mendayung, dua pulang terlewati. Haha…

“L! Jangan jauh- jauh dariku, oke! Kita bikin love sign dimana- mana!”

“Bawel kau, hyung.” Balas Myungsoo tak perduli sambil kembali sibuk berbicara dengan Sungjong yang masih di dandani. “Lihat saja nanti, akan ada fanservice atau tidak.” Lanjutnya tak perduli.

Aku tertawa melihat kelakuan dua namja itu. Disisiku, Woohyun ikut terkekeh sambil menggoda Sungyeol yang memasang tampang kesal tak karuan dibuat Myungsoo.

“Woohyun!”

DEGH! Suara itu langsung membuatku mematung. Woohyun yang tadi bersandar dibahuku juga langsung duduk tegap. Kami menoleh ke arah pintu masuk ruang ganti kami.

Key sudah berdiri sambil berjalan masuk. Empat member Shinee lainnya juga ikut melongok melihat ke dalam.

“Key? Loh, Shinee juga ada di acara ini?” Tanya Woohyun.

“Annyeong, Sunggyu hyung.” Key memberikan salam padaku sebelum menatap Woohyun. Aku hanya mengangguk dan membiarkan Woohyun berjalan mendekatinya. “Aku tidak cerita, ya? Kami akan come back stage hari ini di Mubank.”

Come back stage Shinee?

“Key, ayo ke ruangan kita. Kita kan punya banyak kegiatan.” Kulihat Onew melongokan kepalanya kedalam ruangan kami. Dia mengangguk sopan saat menatapku dan juga balas tersenyum.

“Sampai nanti, Woohyun.”

“Ah, nanti aku akan menonton kalian, deh.”

“Ya, tidak usah. Aku tak bisa janji akan melihat penampilan Infinite, loh.”

“Gwaenchana, gwanechana.” Woohyun terkekeh sambil menepuk- nepuk bahu Key. “Sudah sana, Onew hyung sudah menunggumu.”

“Oke, bye.” Key langsung berlalu begitu saja keluar dari ruangan kami.

“Woohyun hyung, kau serius mau melihat Shinee nanti?” Sungjong bertanya.

Kulihat Woohyun mengangguk yakin sambil kembali duduk di sofa dan bermain dengan ponselnya.

Yakin?

.

“Woohyun kemana?” Tanyaku pada Hoya. Setahuku tadi mereka berdua sedang mengobrol, saat aku tinggal ke toilet. Woohyun sudah menghilang dan Hoya malah asyik mengobrol dengan Sungyeol.

Kedua dongsaengku menatapku.

“Woohyun hyung sedang ke panggung, Shinee kan sudah mulai come back stage.” Jawab Hoya kalem sambil menatapku. “Wae, hyung? Ada masalah, ya?”

“Ah, aniya. Aku akan menyusulnya.” Ucapku cepat sambil berjalan keluar dari ruang ganti Infinite.

Jujur saja, ada yang aneh di perasaanku. Sesuatu yang mengganjal dan bersifat buruk.

Woohyun menyukai Key, sedangkan Key berpacaran dengan Onew. Dan dia tetap mau melihat mereka berdua bersama sekalipun dia tahu hatinya terluka dan sakit. Aku tak tahu apa yang ada dipikirannya, tapi aku yakin… Dia itu bodoh! Sangat bodoh!

Dia terluka namun dia masih terus berusaha tersenyum menatap namja yang disukainya. Kenapa sekali saja dia tak pernah melihatku? Aku ada disisinya setiap dia membutuhkan sandaran, tapi kenapa dia tak pernah menatapku?

Suara riuh mulai terdengar dari luar panggung. Lagu Lucifer mengalun kencang dari sound system. Dari pintu masuk yang kulewati, bisa kulihat para Shawol berseru- seru senang dengan aksi anak- anak Shinee.

Tak butuh waktu lama untuk menemukan Woohyun. Namja itu berdiri di barisan paling belakang dengan kostumnya. Karena tempat ini tak terlalu terang, sepertinya tak ada yang menyadari kehadirannya.

Aku menatap anak- anak Shinee yang selesai membawakan Lucifer dan berbicara sedikit dengan para Shawol. Para Shawol itu entah kenapa meneriaki kata- kata ‘OnKey’ berulang- ulang. Rata- rata disini OnKey shipper kah?

“Woohyun!” Panggilku tak memperdulikan sekelilingku.

Woohyun tak menjawab.

“Woohyun!” Kali ini aku berjalan lebih mendekatinya dan menepuk bahunya. Woohyun tak meresponku. Matanya tetap terarah lurus ke panggung. Dan karena penasaran aku ikut menatap ke atas panggung.

What the?!

Kulihat Onew dan Key tengah berciuman sekilas di atas panggung. Para Shawol langsung heboh dan bersorak tak jelas.

GREB! Dengan satu tarikan, aku menyeret Woohyun.

“Su-sunggyu hyung?”

“Bodoh! Kalau tidak bisa melihatnya, seharusnya kau palingkan wajahmu. Kenapa kedua matamu itu terus menatap mereka. Bola matamu hampir keluar dan wajahmu benar- benar sangat menyedihkan.” Gerutuku kesal sendirian.

Woohyun tak menyahut dan kuputuskan untuk menoleh menatapnya. Matanya terlihat sedih, namun dia tidak menangis. “Woohyun?”

“Aku namja, jadi aku tak boleh menangis.” Senyumnya santai. “Sebentar lagi giliran kita. Ayo segera temui yang lain, hyung.” Kali ini Woohyun yang menarik tanganku.

Padahal dia terluka, tapi dia tidak menangis. Aku benar- benar sudah tak sanggup lagi melihatnya seperti itu.

Aku langsung menarik tangan Woohyun dan memeluk namja itu hati- hati. bagaimanapun juga jangan sampai tatanan rambutnya berantakan. Dia bisa dimarahi stylish noona.

“Hyung?”

“Kau memang namja, tapi memang namja tidak boleh menangis kalau terluka? Kalau tidak sanggup yah menangis saja, jangan paksakan dirimu tersenyum begitu.” Ucapku perlahan sambil menepuk punggungnya pelan.

Kulepaskan pelukanku dan kutatap mata namja yang sedikit lebih pendek dariku itu dalam. “Ya, Nam Woohyun… Jadilah milikku.”

~Sunggyu pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Woohyun pov~

Aku mematung sendirian di dalam ruang latihan kami. Member yang lain masih di dorm, dan aku sengaja sudah ada disini untuk menyendiri. Sejak semalam aku tak bisa melihat wajah Sunggyu hyung, ucapannya benar- benar mengacaukanku.

Jadilah milikku…

Apa itu? Setelah mengatakannya dia hanya tersenyum sambil menepuk bahuku lalu meninggalkanku yang mematung sendirian. Sunggyu hyung tidak mengungkit hal itu lagi. Dia juga hanya diam saja dan tak mau bicara denganku.

Apa selama ini dia suka padaku?

Aiish~ Konyol!

“Frustasi!” Seruku gusar sambil mengacak- acak rambutku.

Sunggyu hyung yang paling tahu bagaimana perasaanku terhadap Key, tapi dia ternyata menyukaiku. Berarti selama ini dia terluka, dong? Benar juga, tidak mungkin dia tak apa- apa. Bagaimanapun juga aku menyakitinya secara tidak langsung.

Sama seperti Key yang menyakitiku secara tidak langsung…

Tapi Key tidak salah! Aku juga tidak salah! Aku kan tidak tahu kalau hyung menyimpan perasaan padaku. Salahkan Sunggyu hyung yang hanya diam saja selama ini!

Dia diam… Karena tahu aku tak menyukainya?

Huaaaahh~~ Pikiranku kacau!!!

“Loh, Woohyun?”

DEGH! Aku langsung menoleh saat mendengar Sunggyu hyung menegurku. Namja itu berjalan masuk ke ruang latihan dan mengambil minuman kaleng yang ada di kulkas.

“Pantas saja kau tidak ada di dorm. Kenapa sendirian disini? Myungsoo mencarimu.”

“Kenapa L mencariku?” Aku balik bertanya dengan agak canggung. Perlahan aku berdiri dan duduk di kursi yang ada di ruang latihan.

Sunggyu hyung berdiri agak jauh dari tempatku duduk sambil menenggak minumannya dan mengangkat bahunya pelan. “Mollayo.” Jawabnya singkat sambil meletakkan kaleng itu sembarangan. “Aku mau ke atas dulu, ya.”

“Hyung!”

“Eung.. Wae?” Sunggyu hyung kembali menatapku.

“Euhm.. Itu…”

Bagaimana caranya aku mengatakannya? Aku tak berani menanyakannya langsung tentang masalah kemarin padanya.

“Mianhae.”

Eh? Mianhae?

Sunggyu hyung tersenyum lembut kearahku. “Kau pasti stress karena ucapanku kemarin, ya? Lebih baik tak usah kau pikirkan. Kata- kata itu keluar begitu saja dari mulutku karena aku sedang kesal. Mianhae, Woohyun.”

Keluar saja? Jadi… Dia tak benar- benar menyukaiku?

“Sudah, ya. Aku ada urusan dengan Yeol.” Sunggyu hyung langsung berlari kecil meninggalkanku keluar dari ruang latihan.

Heh… Jadi percuma aku memikirkan kata- katanya itu? Dia hanya keceplosan saja?

.

“Yeoboseyo, Woohyun!”

“Key?” Aku mengerutkan keningku saat menerima telepon dari Key. Tumben sekali dia menghubungiku jam segini. “Waeyo?”

“Ah, aniyo.” Dia terkekeh pelan. “Sebenarnya aku mau menanyakan sesuatu. Ini bukan pikiranku sih, Onew hyung yang menanyakannya padaku. Karena penasaran aku jadi mau menanyakannya padamu.”

“Apa?” Aku mengerutkan keningku tak mengerti. Apa yang mau ditanyakannya?

“Kau dan Sunggyu hyung punya hubungan, ya?”

DEGH!

“Ha-hah?”

Key tertawa. “Kemarin saat keluar dari panggung, katanya Onew hyung melihat kalian berpelukan sebentar di luar studio tempat kami tampil. Onew hyung bertanya padaku, karena aku penasaran jadi aku mau bertanya langsung saja padamu.”

Itu yang kemarin…

“Kalian berpacaran?” Tanyanya lagi.

Perlahan aku menarik nafas untuk menstabilkan degup jantungku yang agak tak tenang. Kulirik kearah member lain yang sedang istirahat sejenak dari latihan kami. Dan tatapanku tertuju pada Sunggyu hyung yang sedang tertawa dengan Dongwoo hyung.

“A-ani.” Suaraku agak tercekat. “Kurasa Onew hyung salah lihat. Itu pasti bukan kami.” Kali ini aku berbohong.

Kudengar Key bergumam. “Tapi sepertinya memang Sunggyu hyung suka padamu. Aku suka melihatnya memperhatikanmu diam- diam. Apalagi kalau kita sedang mengobrol. Kau tahu? Tatapannya itu penuh dengan kecemburuan. Lagipula kalian berdua memang cocok, kok.” Key kembali tertawa senang.

Cemburu?

“Ah, kau ada- ada saja. Itu tak mungkin. Sudah, ah… Aku masih harus latihan. Bye, Key.” Dengan cepat aku memutuskan sambungan kami dan melirik kearah Sunggyu hyung. Kali ini kulihat dia menoleh kearahku dan tersenyum sambil melambaikan tangannya.

“Sini, Woohyun! Dongwoo punya lelucon aneh tentang Hyoan hyung.” Serunya ceria.

Aku hanya menuruti panggilannya. Namun kali ini ada sesuatu yang mengganggu pikiranku. Nae, tentang perasaan Sunggyu hyung terhadapku. Juga perasaanku sendiri terhadapnya.

Kami…Cocok?

~Woohyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Sunggyu pov~

Lebih dari satu minggu Woohyun tampak menjauhiku. Kurasa anak itu mulai berpikir yang bukan- bukan karena ucapanku tempo hari. Haha… Biarlah. Memang aku tahu hal itu akan membuatnya frustasi sendirian, tapi itu lebih baik dari pada dia terus memikirkan Key.

“Kalian tidak bertengkar, kan?” Suara Dongwoo menginterupsi pikiranku.Buru- buru kutatap namja itu yang berdiri disampingku. “Kulihat hyung dan Woohyun jarang bersama.”

“Eh, jeongmal?” Tanyaku pura- pura santai. “Aku dan dia tidak bertengkar, kok.”

“Lalu kenapa Woohyun tampak menjauhimu? Kalau kutanya padanya kau dimana, dia pasti langsung menggeleng dan kabur. Seakan- akan aku takut menanyakan sesuatu.”

“Woohyun begitu?” Tanyaku kali ini tak percaya.

Dongwoo duduk di hadapanku sambil mengangguk. “Dia kelihatan takut kalau mendengar namamu. Gelagatnya seperti orang yang punya salah. Makanya kukira kalian bertengkar. Kalau tidak yah bagus…”

Seperti orang yang punya salah? Waduh.. Ini sih diluar perhitunganku sebelumnya.

“Tapi benar kau tak melakukan hal buruk padanya. Woohyun itu kan agak pemarah, tapi kalau punya masalah, dia juga suka diam saja. Aku agak khawatir sama kalian. Kalian kan satu kamar, apa tidak ada hal yang terjadi?” Dongwoo kini menatapku penasaran.

Hmm… Sebaiknya cerita.

“Sebenarnya waktu kita tampil di Mubank minggu kemarin…” Aku diam sejenak.

“Wae?”

“Aku tak sengaja bilang hal yang agak mencurigakan padanya.”

“Eh, apa?” Kini Dongwoo memajukan wajahnya penasaran. “Kau menyatakan perasaanmu padanya, hyung?”

“Ya! Itu tak mungkin! Kau kan tahu kalau dia menyukai Key, aku tak mungkin bilang kalau aku menyukainya.” Sekali, aku menarik nafas selama beberapa detik. “Tapi aku bilang padanya. Jadilah milikku.”

Kedua bola mata Dongwoo membulat sempurna. “Jinjja?! Kau mengatakan hal itu?”

Aku mengangguk sambil menghela nafas lagi. “Keceplosan.” Jawabku pelan. “Karena setelah itu Woohyun tampak kacau sendirian, jadi kuputuskan saja untuk bilang kata- kata itu keluar dengan sendirinya dan dia tak perlu memikirkannya. Eh, ujungnya kita justru jadi jauh.”

Seharusnya aku mengaku saja pada Woohyun… Huff..

“Hyung, pabbo!” Seru Dongwoo gemas. “Kau itu kan serius menyukainya, kenapa malah tak mau mengaku terang- terangan? Woohyun juga bodoh, dia sama sekali tak melihatmu padahal kau selalu ada disisinya. Tak sangka lagu Be Mine kita justru benar- benar terjadi antara kau dan Woohyun, hyung.” Namja itu terkekeh meledekku.

Be Mine… Jadilah milikku.. Nam Woohyun, kau dengar itu? Jadilah milikku. Kau tahu aku, kau sangat mengenalku, kenapa kau tak mau menatapku? Aku benar- benar tak suka melihatmu hancur perlahan- lahan seperti ini.

Tunggu, kenapa aku jadi melankolis begini?

“Secepatnya katakan sebelum Woohyun menganggap hyung hanya bersimpati padanya.”

Eh… Kutatap Dongwoo heran.

“Bersimpati bagaimana?”

“Hyung, kalau kau diam begitu dan bilang hanya keceplosan, Woohyun pasti akan menganggapmu bersimpati padanya. Dengan kata lain dia akan berpikir kalau kau mengasihani cintanya pada Key, bukan serius menyukainya.”

“Enak saja!” Seruku gusar. “Aku serius. Aku serius menyukainya. Ah,aniya~ Aku mencintainya!”

“Kalau begitu katakan padanya.” Dongwoo tertawa pelan. “Kalau terlambat, jangan bilang aku tak memperingatkanmu, ya.”

Ucapan Dongwoo meski terdengar agak menyebalkan… Tapi benar.

~Sunggyu pov end~

.

“Loh, hyung kenapa berdiri disini? Ayo masuk.” Tiba- tiba Sungjong menepuk bahu Woohyun yang sejak tadi mematung di depan pintu ruang latihan.

Woohyun tentu saja langsung tersentak kaget namun magnae itu langsung menariknya masuk dengan cepat. Saat itu juga tatapan matanya bertemu dengan Sunggyu yang melotot tak percaya dihadapannya.

Wajah Woohyun langsung memerah dan dia menunduk untuk menghindari tatapan mata Woohyun. Jantungnya berdegup cepat dan nafasnya kacau. Sunggyu sendiri hanya memandanginya bagai patung, tak tahu apa yang harus dikatakannya saat itu. Dongwoo hanya menggigit bibirnya bingung, sedangkan sang magnae Sungjong…

“Kenapa semuanya diam?” Tanya Sungjong polos.

Woohyun tak mau bicara.

Ya, Woohyun sudah mendengar semuanya.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Woohyun.” Sunggyu berdiri di ambang pintu kamarnya. Menatap sosok belakang Woohyun yang tengah duduk sambil mendengarkan musik dan bernyanyi- nyanyi sesukanya. Dan tentu saja Woohyun tak dengar kalau dipanggil.

“Ya, Nam Woohyun.”

Woohyun masih tak dengar.

“Aku bicara denganmu!” Kali ini dengan gusar Sunggyu menarik bahu Woohyun dan namja itu baru tersadar.

Woohyun melepas headphonenya. “Hyung? Wae?” Tanyanya tanpa menatap wajah Sunggyu.

Melihat Woohyun begitu, tentu saja Sunggyu mendelikkan matanya gusar. “Sejak kapan kau tak mau menatap mataku saat kita bicara?” Tanyanya dengan nada tak suka.

Woohyun tetap tak menatap mata Sunggyu. “Hmm… Sejak lama?”

“Nam Woohyun, tatap aku!” Kali ini Sunggyu menempelkan kedua tangannya di pipi Woohyun dan menahan wajah namja itu agar menatap kearahnya. Kilatan mata Woohyun terlihat agak canggung. “Waeyo?” Tanya Sunggyu.

“Waeyo?” Woohyun mengerutkan keningnya balik bertanya.

“Kau menghindariku.”

“Ani. Hyung yang menghindariku.” Balas Woohyun datar.

Kedua namja itu terdiam. Akhirnya Sunggyu melunak dengan duduk santai tepat di hadapan Woohyun. “Oke, aku menghindarimu.” Akunya sambil menghela nafas dan menggaruk belakang kepalanya. “Kau pasti dengar, kan?”

“Dengar apa?” Lagi- lagi Woohyun memasang tampang tak bersalah.

“Kau dengar apa yang kukatakan di studio latihan.” Sunggyu menatap ke sembarang arah dengan wajah canggung. “Ah, kau pasti dengar. Justru mustahil kalau kau tak mendengarnya. Aku menghindarimu karena jadi canggung.”

Woohyun hanya diam.

Sunggyu tampak canggung seorang diri. Dia mengacak rambut belakangnya sambil duduk menunduk dihadapan Woohyun. “Aku tak pernah memintamu untuk menerimaku atau memikirkan ucapanku. Aku sangat tahu kalau yang kau sukai itu namja lain, jadinya lebih baik kita anggap_”

“Tunggu.” Woohyun langsung memotong. Namja itu tersenyum aneh menatap Sunggyu yang menatapnya heran. Perlahan dia mengambil ponselnya dan tampak menelepon seseorang. “Ah, yeoboseyo, Key. Kau ada waktu?” Dia diam sejenak. “Nae, nae, hanya sebentar saja.”—“Oke, di sana saja. Kan tak terlalu jauh dari tempat kita. Bye.”

“Eh? Wae?” Sunggyu masih heran.

“Aku mau memperlihatkan sesuatu.” Woohyun langsung berdiri sambil menarik tangan Sunggyu. “Ambil mobilmu dan antar aku untuk bertemu dengan Key sekarang.”

“Mwo?”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Sunggyu pov~

Selama di mobil, Woohyun hanya diam sambil bersenandung mengikuti musik yang mengalun dari dashboard mobilku. Setiap aku bertanya apa yang ingin dilakukannya dengan Key malam- malam begini, dia tak mau menjawabnya.

Aneh.. Aku merasa dia tengah menjalankan rencana jahat.

Mobilku berhenti di dekat menara Namsan. Jarak yang lumayan jauh dari Songsamdong. Dan saat kami sampai disana, Key sudah berdiri tak jauh bersama dengan Onew.

“Tunggu~” Aku menahan tangan Woohyun sebelum dia keluar.

“Wae?”

“Dia bersama dengan Onew, kau yakin tak akan apa- apa?”

Woohyun mengangguk. “Aku justru yang memintanya mengajak Onew hyung. Ayo kau juga keluar, hyung. Ada yang harus kau dengar juga. Ini menyangkut hidup dan matiku.” Woohyun tertawa ceria sambil keluar dari mobilku.

Menyangkut hidup dan matinya? Aigoo~ Apa sih maunya?

Aku ikut turun dari mobil dan berjalan kearah Key dan Onew yang sudah lebih dulu disapa oleh Woohyun. “Annyeong.” Sapaku saat berada di hadapan mereka.

“Aku tak tahu kalau Sunggyu hyung juga ikut.” Gumam Key. “Memang ada apa, Woohyun?”

Ada apa, sih?

Kutatap Woohyun yang sudah memasang senyum cerianya. “Nae, Key. Malam ini aku hanya mau bilang sesuatu.”

Tunggu… Mungkinkah dia…

“Tapi Onew hyung jangan marah dulu padaku. Aku mengatakannya dihadapan kalian bertiga agar semuanya selesai.” Lanjutnya sambil melirikku yang sudah memasang tampang horror. “Key, neomu johahae.”

Aku mematung. Key melotot. Onew shock.

“Mw-mwo?!” Seruan nyaring Key membuatku tersadar dari tragedy beberapa detik yang lalu. Detik itu juga, aku berani bertaruh kalau Woohyun sudah kacau. Dia berani sekali!

Orangnya sendiri masih memasang wajah tenang sok polos. “Aku menyukaimu sejak lama, tapi aku tak berani bilang karena kau sangat mencintai Onew hyung. Karena itu aku sengaja bilang dihadapan Onew hyung. Tapi jangan khawatir, aku tak apa- apa.” Woohyun tersenyum manis dan menatapku. “Sunggyu hyung, mianhae karena aku jahat padamu.”

Otakku masih belum sepenuhnya kembali.

“Hyung, aku ingin menjadi namja chingumu.”

Hah?!!

Kali ini aku melotot shock. “A-apa?”

Woohyun mengangguk. “Aku sudah memikirkan beberapa hari ini tentang perasaanmu itu. Kau pernah bilang padaku untuk menjadi milikmu. Waktu itu kau bilang hanya keceplosan. Jadi malam ini biar aku yang memintanya. Aku ingin menjadi namja chingumu.”

“Tunggu!” Ku arahkan tanganku kehadapannya. “Kau mau balas dendam, ya? Oke, jangan menggodaku, Nam Woohyun.”

“Aku serius!”

“Ahh, kau baru saja bilang kau menyukai Key, detik berikutnya kau bilang kau mau jadi namja chingu-ku. Aku kesal, nih! Apa kau mau kutinggal sekarang juga, heh?” Aku masih belum bisa menerima kata- katanya.

Woohyun tertawa lepas sambil menepuk- nepuk lenganku. “Kau itu kenapa sih? Giliran aku serius, kau tidak percaya. Giliran kau yang serius, aku yang enggan untuk percaya. Pokoknya aku mau jadi namja chingumu.”

“Hahaha!” Tawa kencang Key membuatku sadar kalau dia dan Onew masih ada disini. “Kalian berdua itu konyol. Sudah, ah. Ayo pulang, Onew hyung.” Key langsung menarik Onew yang senyum- senyum kearahku. Sebelum meninggalkan kami, dia menatap Woohyun dengan nakal. “Kau akan beruntung malam ini, Woohyunnie.”

Tinggallah kami berdua.

Kembali aku dan Woohyun saling menatap satu sama lain. Dengan tampang tak berdosanya dia tetap memamerkan senyumannya itu. Dan itu membuatku semakin merasa… Kesal.

“Kau kaget, hyung?”

“Ya! Mana mungkin aku tidak kaget. Kau mempermainkanku, Nam Woohyun.” Balasku gusar. “Sudah kukatakan jangan memaksakan dirimu. Aku tahu kau mengatakannya karena merasa tak enak hati padaku. Aku justru tak suka itu.”

Namja itu mendengus kesal. “Kalau tadi salah. Aku akan memerintah kali ini.” Jari telunjuknya mengarah kepadaku. “Hyung, jadilah milikku!”

JGERR! Lemas rasanya melihat dongsaengku ini berani mengarahkan jari telunjuknya padaku.

“Nam Woohyun!!”

SRETT! Tiba- tiba Woohyun menarik kerah kemejaku dan langsung mencium bibirku sekilas. Hanya beberapa detik, tapi kelakuannya itu sanggup membuat jantungku nyaris berhenti saat itu juga.

Aku mematung lagi…

“Aku serius, hyung.” Kali ini sorot matanya tampak bersungguh- sungguh. Sulit bagiku untuk menemukan kebohongan dari mata Woohyun. Sangat sulit.

“Kau hanya bercanda?” Aku masih tak percaya.

Woohyun tersenyum kecil. “Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi perlahan aku ingin belajar untuk mencintaimu. Hyung yang selalu ada disampingku. Disaat aku menutup mata sampai aku kembali terjaga. Hyung selalu menopangku meski kadang marah- marah padaku. Hyung selalu ada untukku. Aku saja yang bodoh karena telat menyadarinya.” Jelasnya panjang lebar.

Woohyun…

“Karena itu aku ingin menjadi namja chingumu. Karena aku tak mau terluka karena mencintai orang yang tak mencintaiku. Akan jauh lebih baik kalau aku mencintai orang yang juga mencintaiku, karena aku pasti akan mencintainya juga.” Woohyun meraih tanganku dan menggenggamnya. “Kau mau kan menerimaku?”

Perlahan aku tertawa melihat kelakuannya. Ini pernyataan cinta teraneh yang pernah kuketahui.

Langsung saja kutarik namja itu dan memeluknya. “Mana mungkin aku bisa menolakmu. Bukannya aku duluan yang minta agar kau menjadi milikku dulu?”

Woohyun terkekeh pelan. “Nae.”

“Saranghae, Nam Woohyun. Aku tak bisa berjanji untuk tidak menyakitimu, tapi akan kucoba untuk tak melukaimu. Aku sangat menyayangimu.” Bisikku pelan.

Woohyun mengangguk sambil balas memelukku hati- hati. “Aku percaya padamu, hyung.”

Nam Woohyun… Akhirnya aku bisa melihatmu bahagia. Bahagia karena diriku.

.

~Fin~

18 thoughts on “Be Mine

  1. haha. . . Inti ceritanya mirip kyak be mine nya kyumin. . . Tp disini hampir nggak ada typo. . .🙂 meski agak bingung cuz gak terlalu hapal ma member infinite. . tp lumayan menyenangkan haha. . . X) next ff bkin yewook ya unn!! Jebal!!!!

  2. hai eonni!!! aku baru lho di sini~~ khekhe
    eonni kalau bikin cerita memang selalu bagus.
    aku request couple infinite yang lain dong. L sama sunjong misalnya.
    aku ini inspirit lho~ apa eonni juga? kalu ia aku seneng banget nemuin inspirit yang lain hehehe….

  3. hai eonni!!! aku baru lho di sini~~ khekhe
    eonni kalau bikin cerita memang bagus. aku suka sama cerita eonni.
    aku request couple infinite yang lain dong. L sama sunjong misalnya.
    aku ini inspirit lho~ apa eonni juga? kalu ia aku seneng banget nemuin inspirit yang lain hehehe….

  4. hyaaa~
    Eonnie ada kopel bruuu~.😀
    Ah ! Kopel yg menggemaskan. >///< Ceritany juga ringan nd asik.
    aku suka jalan critany, mskipun ga trllu kenal mmber infinite, tpi pmbawaan critany bkin hanyut #adooooh😛
    Critany manis nd bkin gregeet #gigit pipi henli ge -loh(?)

    Aaa, pkokny keep writing aja deh😀 sukses celalu buat ffny thena eonnie😀
    Fighting !!😀

  5. keleeeeennnnnn… tpi eonn.. dsni yg jd uke sp? yg jd seme sp???
    cz q bca d ffnet yg da infinitex tuuhh sungyu lowgg slh jd uke??
    tp dsni woohyun lbih pndek*plakk* dr sunggyu….
    binguuuuunnggg!!!…
    lnjuut dah Eonn.. t’xta seru!(?)

  6. AAAHHH UNNIEEE JEONGMAL GOMAWOYOO UDH BKIN WOOGYU :*** #hug
    Like always, ceritamu selalu baguss unn d^^b
    Sering2 aja unn bkin beginian hehehehehe :p
    Aaahhh Umma Appaakuuuuu~~~~ :***

  7. Judul’a sama ma ff kyumin, ada scene omongan woohyun yg pnjang x lebar sma kya bos kyu..

    N entah mengapa slsai bca ff ni aku jg bkal jd woogyu shipper n pengen donlot foto2 mesra mreka.. Hhahaha xD

  8. Thaena unnie~~
    bikinin ff tentang member infinite lain dong. kayak myungsoo sm sungjong. yayaya…? pliiss… tapi aku salut, kok ff unnie bagus2 ya?
    itu aja. oh, ya, aku inspirit juga loh.

  9. Woooooowwwwwww, , , , sosweet, , , crita yg manis, ,
    aigoo, , , gyu, , ,sikap mu bkin q mkin cinta, hahahahaha
    emng nyesek, klo qta ngsih prhtian lbih kseseorng tp orng tu gag nyadar n mlah gag prduli ma qta, gyu, , , q jug ngrsain hal yg sma #tos ma gyu
    kkkkkkkkkkkkk

  10. annyeong…
    saya blum knal ma infinite, tp gara2 mubank di indos lg siarin momen infinite, jd tw dh…

    itu sung gyu sensitif bgt yah??
    tw aja mood nya ci woohyun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s