Always in My Heart // Chapter 4

Chapter 4~

.

“Aku muak sekali padamu.” Bisik Kyuhyun penuh emosi.

Ryeowook menatapnya dingin tanpa ekspresi. “Aku jauh lebih muak padamu.”

BUGH! Tiba- tiba Ryeowook memukul wajah Kyuhyun kencang dan membuatnya mundur terjatuh diatas salju.

Kyuhyun menghapus bibirnya yang agak terluka dan menatap Ryeowook yang kini berdiri dihadapannya sambil menunduk dan memandanginya datar. “Kau… Berani sekali kau memukulku, Kim Ryeowook!”

“Panggil aku hyung.” Bisik Ryeowook pelan.

Tentu saja Kyuhyun langsung diam. “Apa?”

“Panggil aku hyung.”

“Jangan bercanda!!” Kyuhyun kembali bangun dan langsung memukul wajah Ryeowook sehingga namja itu nyaris terbentur pinggiran makam Youngwoon. “Memanggilmu hyung? Sedetikpun aku tak pernah berpikir untuk melakukannya!”

BUGH! Kyuhyun menendang perut Ryeowook sehingga namja itu mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya.

“Hanya karena kau lebih tua dariku, jangan pernah bersikap seperti hyungku! Kau telah membunuh appaku!” Kyuhyun menarik kerah mantel Ryeowook dan memukul wajah namja itu kencang sampai Ryeowook kembali terjatuh.

Ryeowook terbatuk sambil mengusap darah yang mengalir di sudut bibirnya. Wajahnya kini lebam habis- habisan bahkan mata kanannya mulai membengkak dan mulai membiru. Udara disekitar mereka yang penuh salju justru terasa panas.

“Kenapa kau diam saja. Ayo balas aku!” Tantang Kyuhyun. “Bukannya kau sangat ingin memukulku juga? Apa kau memang tak punya nyali memukul anak yang sudah kau buat sebatang kara?!”

Kedua bola mata Ryeowook tersenyum sendu ke arah Kyuhyun.  “Kau yakin aku boleh memukulmu? Kau akan menyesal, Kyuhyun.”

“Shut up!!” Suara Kyuhyun meninggi disaat dia menendang tubuh Ryeowook kencang. Nafasnya tersenggal-senggal. Disaat Ryeowook tak menunjukkan tanda- tanda untuk bergerak, Kyuhyun memunggunginya dan menatap makam Youngwoon frustasi.

“Appa lihat?! Sekarang aku seperti ini, apa appa lihat? Appa menyesal kan sudah meninggalkanku? Kenapa appa pergi?!”

BUGH! Tiba- tiba Ryeowook memukul Kyuhyun dari belakang dan membuat namja itu langsung tersungkur.

“Berhentilah mengutuki nasibmu, Kim Kyuhyun!! Tidak bisakah kita menghentikan semua kelakuan kekanakkan kita?!”

“Jangan mengatur hidupku, Kim Ryeowook!!” Kyuhyun menerjang tubuh Ryeowook hingga terjatuh dan langsung duduk di atas perutnya sambil memukul wajah Ryeowook. “Kau yang telah membuatku seperti ini, kau tak punya hak untuk berkata seperti itu. Jika kau tak masuk ke dalam keluargaku, jika kau tidak mengajak appa memancing, maka semua ini tak akan terjadi!”

DUGH! Ryeowook mendorong tubuh Kyuhyun dari atas tubuhnya dan berusaha untuk bangun sambil menghapus noda darah yang terus mengalir dari sudut bibirnya.

Kyuhyun meringis sambil berusaha duduk. Ditatapnya Ryeowook muak.

“Kau yang sudah membuatku seperti ini.” Pandangan Kyuhyun tiba- tiba buram. “Kenapa tidak kau saja yang mati?!!”

DEGH! Hati Ryeowook benar- benar tercekat.

Namja itu mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun agar dia tak melihat kalau mata Ryeowook kembali terasa panas. Ryeowook menengadah sambil mengusap kedua matanya cepat dan menatap Kyuhyun lagi.

“Aku ingin menghentikan semuanya dan berbaikan denganmu.”

“Kau pikir bisa semudah itu?!!” Kyuhyun langsung menerjang tubuh Ryeowook lagi dan memukulinya. “Kau pikir bisa dengan mudah aku memaafkanmu?! Kenapa?! Kenapa!!” Dicengkramnya kerah mantel Ryeowook.

Hanya dicengkram. Kyuhyun sendiri menunduk dan air matanya menetes membasahi mantel Ryeowook.

Ryeowook menatap Kyuhyun pilu. “Kenapa kita tak bisa memulainya jadi lebih baik, Kyu?”

“Karena aku membencimu, aku tak ingin membuatnya lebih baik.” Jawab Kyuhyun agak gemetar.

“Kau bisa membuka hatimu kepada umma, tapi kenapa tidak kepadaku? Aku ingin menebus dosaku dengan menjadi hyung yang baik untukmu.” Dengan perlahan Ryeowook menyentuh tangan Kyuhyun yang masih mencengkram mantelnya. “Aku ingin membayar semuanya dengan menjadi tempatmu bersandar.”

Kyuhyun tak menjawabnya. Namja itu memukul wajah Ryeowook lagi namun agak lebih pelan dari pukulan sebelumnya. “Berdiri, Kim Ryeowook. Kenapa kau hanya diam kupukuli begini?” Tanyanya parau.

“Bukannya kau sendiri yang bilang kalau kau ingin memukulku. Jadi aku ingin kau terus memukuliku agar semua bebanmu itu bisa lepas. Dengan seperti ini, luka yang kita rasakan akan sedikit berkurang.” Ryeowook menatap kosong langit malam di atasnya.

“Kenapa…?” Kyuhyun berdiri dengan bertumpu di lututnya perlahan dan langsung berguling tengkurap disamping tubuh Ryeowook yang masih terbaring. “Kau dan ummamu… Membuatku takut.”

“Takut?”

“Aku tak mau bergantung pada siapapun karena aku tahu kau dan ummamu itu pasti akan meninggalkanku juga. Kita bukan keluarga yang memiliki hubungan darah. Sejak awal aku menolak kehadiran kalian karena aku takut. Aku tak mau ditinggal lagi oleh siapapun, aku takut untuk sendirian. Pikiran dan emosiku masih terlalu labil.”

Keduanya diam.

“Tapi kalian membuatku semakin takut saat appa pergi. Kalian membuatku semakin berperang dengan hatiku.”

Perlahan Ryeowook bangun dan menatap Kyuhyun yang memunggungunya datar. “Kyuhyun…”

“Aku benci dan takut akan kesepian. Daripada aku merasakannya, lebih baik aku membenci kalian sebelum aku jadi bergantung pada kalian. Tapi pada akhirnya aku yang kalah. Hatiku yang kalah.” Kyuhyung mengepalkan tangannya dan meraup salju yang ada dibawahnya.

Ryeowook beringsut dan hendak menyentuh punggung Kyuhyun. Tapi dia mengurungkan niatnya dan memilih menengadah lagi. “Kyuhyun…”

Tak ada balasan dari Kyuhyun.

“Umma… Sudah menunggu kita dirumah. Apa tak sebaiknya kita pulang saja?”

Kyuhyun menarik nafas perlahan. “Apa menurutmu dia tak akan bertanya, kenapa kita babak belur begini?”

Senyum miris terukir di wajah Ryeowook. “Bilang saja kita berkelahi habis- habisan.” Tawanya getir.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menghirup salju yang ada ditempatnya terbaring. “Bodoh… Kau mengalihkan semua ucapanku tadi. Malam ini, aku benar- benar kelihatan seperti pecundang sejati dihadapanmu.”

Ryeowook menatap Kyuhyun. “Aku juga kelihatan seperti pecundang nomor satu dihadapanmu. Kita sama- sama pecundang yang kalah. Jadi lebih baik kita mencoba memperbaiki semuanya dari awal.”

Kyuhyun tak menjawab lagi.

“Ayo bangun.” Dengan susah payah Ryeowook menarik tangan Kyuhyun agar namja itu mencoba berdiri.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Jungsoo pov~

Kutatap wajah Kyuhyun yang sudah dipenuhi beberapa plester luka. Perlahan aku mengusap wajah tirus yang agak pucat itu hati- hati agar aku tak membangunkannya.

Aku tak terlalu paham apa yang terjadi padanya dan Wookie…

.

Flashback~

“Ka-kami pulang~”

Aku langsung berlari kearah pintu saat mendnegar suara tertahan Ryeowook. Dan detik itu juga aku mengatupkan mulutku tak percaya. Tubuh kedua anak itu penuh luka dan mantel yang mereka kenakan kotor karena salju.

“Ka-kalian?! Apa yang terjadi!” Aku langsung menghampiri mereka dan membantu Ryeowook memapah Kyuhyun.

BRUGH! Tiba- tiba kedua tubuh anak itu langsung terjatuh di depan pintu dan tentu saja itu membuatku shock bukan main melihat dua putraku kini terbaring.

“Gwaenchana?!”

Kyuhyun mengangkat satu kepalan tangannya lemas. “Nae… I win.”

Eh?

Ryeowook terkekeh pelan. “Kami hanya berkelahi sedikit umma. Jangan khawatir.”

Ber-berkelahi sedikit?

“Yeah, namja itu kan wajar kalau berkelahi.” Kyuhyun menambahkan sambil terkekeh aneh dan menepuk- nepuk punggung Ryeowook yang terbarinh disampingnya. “Aku ngantuk dan seluruh tubuhku sakit.”

“Nado.”

Aku masih berdiri mematung menatap keduanya. Sampai tak ada lagi kata- kata yang mereka lontarkan aku berjongkok untuk menatap mereka. Dan saat kuusap kening Ryeowook-ku untuk melihat wajahnya, kedua matanya terpejam.

Terlihat senyuman kecil terukir di wajahnya.

Kini kualihkan tatapanku menatap Kyuhyun yang juga tak beda jauh.

Kedua putraku tertidur.

Flashback end~

.

“Apa kalian berkelahi karena semua tekanan yang kalian rasakan?” Gumamku sendirian sambil menaikkan selimut Kyuhyun sehingga menutupi tubuh anak itu. Kembali kuusap wajahnya perlahan dan aku mulai berjalan meninggalkannya.

“Appa~”

Ngh?

Aku menoleh sebelum menutup pintu kamar Kyuhyun. Dia mengigau.

Segera kumatikan lampu kamarnya dan benar- benar menutup pintu kamarnya. “Semoga tidurmu nyenyak, Kyunnie.”

Kali ini kulangkahkan kakiku ke kamar Ryeowook yang tak terlalu jauh dari kamar Kyuhyun. Keadaannya tak beda jauh, tubuhnya sudah kuobati tadi dan sekarang dia sudah tertidur pulas. Makan malam yang sudah kusiapkan jadi percuma, deh..

Kuusap kening Ryeowook. “Chagiya…”

“Ngh~ Umma~” Perlahan dia mengerjapkan matanya yang mengantuk dan menatapku. Mata kanannya agak membengkak dan membiru. Apa Kyuhyun yang memukulnya sehingga seperti itu?

Aku tersenyum dan duduk di tepi tempat tidurnya. “Wae? Tidurlah.”

Ryeowook menggeleng pelan. “Tadi kami berkelahi habis- habisan.” Ucapnya sambil mengalihkan wajahnya dariku. “Kuharap umma tidak marah padaku, karena aku yang memancing kemarahan Kyuhyun.”

“Kau punya alasannya, kan?”

Namja itu mengangguk pelan. “Aku tak mau kami berdua hidup penuh tekanan seperti ini, jadi kuputuskan untuk membuat Kyuhyun memukuliku habis- habisan. Itu akan membuat hatinya sedikit lega, dan aku juga akan jadi sedikit lega.” Dia tersenyum kecil. “Aku ingin menebus kesalahanku yang telah membuat Kyuhyun sebatang kara, dengan terus berada di sisinya.”

Kuusap rambut hitam putraku perlahan sambil tersenyum. “Kau hyung Kyuhyun, kau akan selalu ada disisinya. Kita keluarga, meski tak ada hubungan darah antara kau dan Kyuhyun. Umma menyayangi kalian, umma akan menjaga kalian.”

“Nae, umma.” Ryeowook kini menatapku.

“Gomawo, chagiya.” Bisikku pelan sambil mencium kening Ryeowook. “Gomawo karena kau mau mencoba masuk ke dalam dunia Kyuhyun. Umma sangat bangga kepadamu.”

Putraku itu mengangguk polos.

“Sekarang tidur, nae. Mimpi indah, semoga Tuhan menyertai malammu.” Kuusap lagi rambutnya sambil berdiri dan beranjak meninggalkannya.

“Umma juga.”

“Nae.”

Kututup pintu kamar Ryeowook perlahan setelah mematikan lampu kamar itu. Di depan kamarnya aku masih berdiri sambil menatap pintu kayu itu.

TES~ Air mataku menetes.

Tuhan… Terima kasih…

~Jungsoo pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Kyuhyun melangkah keluar kamar sambil mengusap wajahnya yang masih terasa agak sakit dan ngilu karena pukulan Ryeowook semalam. Memang lukanya tak separah yang diderita Ryeowook, tapi tetap saja wajahnya sakit.

“Pagi…”

DEGH! Namja itu diam saat ditegur dengan satu suara yang sangat dikenalnya.

Kyuhyun melirik Ryeowook yang baru keluar dari pintu kamarnya dan langsung berjalan meninggalkan Kyuhyun.

“Tunggu!” Seru Kyuhyun cepat.

Ryeowook langsung berhenti dan menoleh menatap Kyuhyun. “Nae?”

Namja itu kini kelihatan agak canggung di depan Ryeowook. Kyuhyun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal. “Eung… Aku tak tahu harus memulai dari mana.” Ujarnya salah tingkah.

“Waeyo, Kyu?”

“Semalam…” Kyuhyun kembali diam.

“Semalam?”

“Apa yang kau katakan pada umma semalam?”

Senyum kecil terukir di wajah Ryeowook. “Seperti yang aku katakan kemarin, aku hanya bilang pada umma kalau kita berkelahi habis- habisan.” Jawabnya santai.

“Dia… Tidak marah?”

Ryeowook menggeleng. “Aniya. Umma tak akan marah padaku. Dia tahu alasan kenapa kita berkelahi kemarin, tak ada alasan untuknya agar marah padaku atau padamu. Kita tak salah.”

Kyuhyun mengangguk.

“Apa masih ada yang mau kat tanyakan?” Ryeowook balik bertanya.

Kyuhyun diam sambil menatap ke arah lain.

“Ya, Kyu?”

“Apa mulai sekarang…” Namja itu diam sebentar. “Aku harus memanggilmu, hyung?” Tanyanya sambil menunduk aneh di hadapan Ryeowook.

Ryeowook tersenyum kecil melihat Kyuhyun. “Tentu saja. Tapi kalau kau tak mau memanggilku begitu, aku akan menunggu.”

Kyuhyun mengangguk kecil. “Ya, sudah.” Ujarnya singkat sambil berjalan cepat melewati Ryeowook dan turun dari tangga menuju dapur.

Jungsoo sudah menyiapkan sarapan untuk kedua putanya dengan senyum tulus. Terlihat jelas kebahagiaan meliputi wajahnya. Semalam akhirnya dia bisa tidur dengan nyenyak. Akhirnya dia tak perlu mengkhawatirkan kedua putranya lagi.

“Pagi, Kyuhyun, Ryeowook.”

Kyuhyun hanya mengangguk dan duduk di kursi.

“Pagi, umma.” Ryeowook yang membalas dan duduk dikursinya juga.

Jungsoo tersenyum. “Kuharap pagi kalian akan sangat menyenangkan.” Gumamnya.

Kyuhyun melirik Ryeowook yang tersenyum kecil sambil berbicara dengan Jungsoo. Sebuah ide terlintas diotaknya.

.

“Pagi!!” Seru Henry semangat saat melihat Kyuhyun berjalan di lorong sekolah. “Mulai besok, kita akan liburan menjelang natal. Eh?” Namja itu menatap wajah Kyuhyun yang babak belur. “Kenapa wajahmu?”

“Hanya sedikit urusan namja.” Kyuhyun tersenyum kecil sambil menepuk pundak Henry.

Henry menatap kebelakang Kyuhyun dan melihat Ryeowook tengah berjalan berdampingan dengan Yesung yang sejak tadi memandangi wajahnya yang juga babak belur. “Ya, Wookie hyung! Kenapa wajahmu juga_” Sebelum menyudahi ucapannya, Henry diam memandang Kyuhyun horror.

Kyuhyun menoleh kebelakang dan melihat Ryeowook dan Yesung berhenti menatapnya.

“Kalian berdua… Berkelahi?” Tanya Henry tak percaya.

Ryeowook tertawa kecil. “Hanya sedikit urusan namja, Henli.” Jawab namja itu singkat dan kembali berjalan melewati Kyuhyun. “Selamat belajar, Kyuhyun.” Ucapnya santai.

Mendengar ucapan Ryeowook, senyum lega menghiasi wajah Kyuhyun. Namja itu memandangi punggung Ryeowook yang semakin menjauh. “Kau juga, hyung!” Serunya lantang dan tentu saja itu membuat Henry dan Yesung melongo.

“Hyu-hyung?!” Seru Henry tak percaya.

Kyuhyun tertawa sambil masuk ke kelasnya dan Henry tentu langsung mengejarnya. “Ya! Ceritakan padaku apa yang terjadi pada kalian!”

Yesung sendiri memandangi Ryeowook heran sedangkan namja manis itu sudah tersenyum kecil disamping Yesung. “Wookie? Sesuatu terjadi? Kalian berbaikan?”

Ryeowook tersenyum menatap Yesung. “Molla, hyung. Kuharap benar- benar berbaikan.” Jawabnya singkat.

25 thoughts on “Always in My Heart // Chapter 4

  1. iye akhirnya wookie n kyu baikan,
    tpi sayang deh wjh imut wookie jdi babak beluk klo kyu sih sukurin *digamprKyu
    ditunggu lnjutannya ya eon,
    tumben ga ada A/N?
    -azi-

  2. Aigoo~
    kenapa namja nyelesein masalahnya dg berkelahi sihh, ckckck…

    Kasian si Kyu, Umma ny udah ngg da, eh Appa ny jg ikutan meninggal… Walopun tinggal brng Teukkie yg baik n nrima dia sbg anak kndung, kn ttp aja mereka ngg pnya hbngan darah pasti ngrasa canggung…

    Mudah2an aja, Hubungan keluarga KyuWook dapat brjalan lancar~

  3. lanjuttt unn. . . Buruan update next chap. . . Td aku nemuin sdikit typo. .

    Unn, jungsoo umma jgn dibkin mati. . . Ya!*bc dr prolog* Nanti nasib kyuwook bgimana?!?! Tega bner sih bkin crita stagis ini #slamat unn kamu tlah membwtku menangis krn nih ff tT.Tt

  4. ini tbc atau Fin thena??

    kyaa… kasin wookie!!
    jadi inget vidio tadi… yg wookie upload vidio ditampar cewek.. hha

    senang ya kalau mereka akur..
    peluk wookie…

  5. Akhirny Kyuwook bsa akur jga huff…
    Kasian Eetuk klo mrka berantem mulu..

    Tp jdi pengen liat muka kyuwook yg babak belur, ttp cakep ga ya ?? Haha…

    Smga abisni mrka jdi kluarga yg bahagia kasian bgt angelteuk..

    Fighting🙂

  6. Huuwaaaa!!! Daebak ! Daebak!

    Aku bngung mo ngmng pa lagi~
    brntem’a kyuwook kren .. Smoga kyuwook mkin adem deh hbungan’a ..

    Huh.. Next chap thn dpan nih..
    Lama dong~😦

  7. akhirnyaaa~

    Tpi tpi eonnie, ini apa2an tebecenya (?) o.o
    Aaah~ konflikny mmg gak trllu kompleks, tpi jdi jstru bkin terharu. Aplgi part eomma. omo ! gak kebayang gimana perasaany.
    Aaah~ tpi apa alurny ga kcepetan eonnie ? Apa smudah itu bgi kyu ?

    Yak, twaesseo. Ttp saja ff ini oke😀
    Okok, keep writing eonnie😀 sukses sllu deh buat ffny😀
    Fighting !!😀

  8. eonnieeee! kapan jungsoo mati sih? aku nungguin part itu tauuu. haha bukan bermaksud jahat tp penasaran bgt gimana matinya si jungsoo. aku angels setia kok hahaha. eonnie! fightinggggg!

    yeppa pasti pengen banget namanya dipake di fic ini eon haha *sok tau

    dipersingkat ya eon bikin ficnya.

  9. Annyeong Thena-chagi…..
    eomma datang, hehehehe…..
    gmn ya? ceritanya nyentuh bgt.Eomma sampe berimajinasi sendiri buat ngebayangin suasananya.
    .
    .
    mantap…..pokoknya…..sesuatu bgt, kkkk….

    nae chagi, saranghaeyooo…..

  10. Assekkkkk!!!
    Keren ya, aq mpe ikut terbawa msuk kedlam FF-nya, nton mreka kelahi, dan kata2nya itu krenn..

    Pokoknya, daebaklah buat Thena klo udah buat crita ttg brothership nie, dpet bgett fill-nya..^^

    Yg penting mreka udah baikan.. Aduh ksian bg evil muknya bonyok, khkhkh.. #plakk

    Lanjutt thena!! ^^

  11. uhhuyy!!! akhirnya kyuwook baikan juga……

    bner2 teukkiemma*plakk* gg psing mkir tuh nak 2*deathglared kyuwook*
    wkwkwkwk…..
    low kyk gni q jd ikt sneng liat(?) kyuwook baikan..*helanafasbrgteukie*
    lnjuut Eonn hwaitiing!!!

  12. akhirnya kyuwook baikan… *tebar tiket ss4*
    q pengen liat wajahnya kyuwook yang babak belur sama wajahnya yesung-henry waktu tau mereka baikan…. #plak

    penasaran gimana lanjutannya….
    next part ditunggu…
    ^^

  13. Hwaaa! Lega’a ~
    akhir’a aq baca jg ..

    Snang’a bos ma wookie dah mulai akur.. Hhehe ..
    Scene brntem’a DAEBAAAK!!!

    Tiba2 inget naruto ma sasuke brntem..*abaikan*

    okeh eon, aq mw lnjut yg lain ya.. Ff mu numpuk nih..😉

  14. Hwaaa!!! Akhir’a aq bac jg.. Stlah 2 hri hiatus(?)

    yey! Akhir’a bos ma wookie mulai akur, smoga mkin langgeng(?) n msuk award jd ” the best brother ” *mulai gaje*

    scene brntem’a DAEBAAAK!!!

    Wookielah eon.. Aq cabut dlu, k’ff yg laen .. Hhehe

  15. kasihan hubby wookie babak belur gitu… T.T
    kyu juga kasihan…
    tapi seneng deh, akhirnya kyu bisa nerima wookie ^^
    kea.nya nanti teukie meninggal juga yah thoor, aaarrrggghhh andweeee😦
    kasihan dong kyuwook, hikz hikz T.T
    #kejer dipelukan wookie

  16. yeay….
    akhirnya Wookie berhasil menyadarkan Kyu ^_^
    Dan Kyu berhasil tersentuh, Chukkae.. Chukkae…

    heyoo.. ngebayangin ekspresi Henry, pasti cute bgt dh..

    Yesung oppa… (^_~)
    Thena, ini ada boy x boy nya ga??
    klo ada.. jadiin YeWook Ahh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s