Be Mine

Be Mine~

 

Cast :: KyuMin version

Rated :: K

 

nb :: Cerita ini juga aq buat for Maki Kisaragi, my dongsaeng in kim famz yang bakal berulang tahun tanggal 22 Desember besok. Mian maki karena aku post malah sekarang. So, permintaanmu udah kulunasi, dear..

 

Saenggil chukkae, God always bless you..

.

“Kau milikku!!” Kyuhyun menyerukan kata- kata itu sambil melemparkan batu kerikil ke sungai dengan wajah gusar. “Kau harus jadi milikku! Aigoo, Sungmin hyung! Kenapa kau tak mau menatap kearahku, sih?” Racaunya frustasi.

Ryeowook yang berdiri disampingnya hanya geleng- geleng. “Kau itu… Benar- benar frustasi?”

“Siapa yang tak frustasi? Hari ini kulihat Sungmin hyung bergandengan tangan dengan Siwon hyung diatas stage. Hyung kira aku bisa tenang? Siwon hyung meski alim kan tetap saja yadong dan playboy. Aku tak bisa membiarkan Sungmin hyung jatuh ke perangkapnya.”

Ryeowook hanya bisa geleng- geleng mendengar ucapan panjang- lebar Kyuhyun tentang Siwon. “Siwon hyung akan menangis kalau mendengarnya.”

“Masa bodoh.” Balas Kyuhyun sambil berbalik dan bersandar di pinggir jembatan. Kedua matanya menatap langit yang berwarna hitam. “Padahal Sungmin hyung sangat tahu kalau Siwon hyung tuh sebenarnya menyukai Kibum hyung. Hanya karena Kibum hyung vakum dari SuJu, makanya Siwon hyung jadi suka tebar pesona ke dia atau Heechul hyung.”

“Aniya. Itu kan karena Siwon hyung memang ingin dekat dengan mereka.” Ryeowook membela.

“Ingin dekat tapi yang didekati yang kesepian semua. Heechul hyung sudah putus dengan Hankyung hyung, makanya di dekati. Sungmin hyung tak punya namja chingu, makanya di dekati. Aku kesal kalau lihat mereka.”

“Cemburu bisa membutakan hati, Kyuhyun.” Ryeowook terkekeh sambil menepuk- nepuk bahu Kyuhyun perlahan. “Makanya kau akui perasaanmu ke Sungmin hyung biar semuanya selesai.”

“Tak bisa.” Kyuhyun menghela nafas. “Aku tak berani mengatakannya karena aku tahu dia tak menyukaiku sedikitpun. Dimatanya aku ini hanya sebagai dongsaeng kesayangannya, tidak lebih. Daripada aku nekat mengungkapkan perasaanku lalun ditolak, hubungan kami akan merenggang, bisa- bisa aku frustasi dan bunuh diri.”

PLETAK! Ucapan Kyuhyun membuatnya mendapat pukulan gratis di kepala oleh Ryeowook yang menatapnya gusar.

“Apa itu? Frustasi sampai bunuh diri. Kau sudah gila.”

Kyuhun nyengir sambil mengusap kepalanya. “Yah, itu dramatisirnya. Pokoknya aku tak mau melakukan hal itu. Aku mau menjaga hubunganku dengannya. Aku ingin selalu berada di sisinya untuk mendukungnya.”

“Tapi…” Ryeowook menatap lurus ke depan. “Kau tak boleh terus diam, lho.”

“Wae?”

“Kalau kau diam saja, Sungmin hyung tak akan merespon perasaanmu. Perlahan kau harus membuat dia menyadari perasaanmu. Kau jauh lebih baik ada disisinya sebagai namja chingunya dibanding sebagai dongsaeng.”

Kyuhyun terdiam. “Kau benar.”

“Apalagi kalau Kibummie datang ke dorm, saat itulah kau harus jadi orang yang benar- benar ada disisi Sungmin hyung.”

Kali ini Kyuhyun menatap Ryeowook tak terlalu paham dengan apa yang dikatakan namja itu. “Kibum hyung akan datang?”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Kyuhyun pov~

“Kyu, ppali ireona.”

Kudengar suara itu samar beserta dengan sentuhan lembut di punggungku. Ah, sebenarnya bukan sentuhan lembut. Tangan itu memukuli punggungku cukup kencang. Tapi mataku terlalu malas untuk terbuka.

“Kyuhyun.”

Suaranya… Aku ingin terus mendengar suara itu.

“Ya, Cho Kyuhyun!”

Aku suka setiap kali dia memanggil namaku. Memberikan kesan kalau dia adalah milikku.

“KYUHYUN!!”

DEGH! Jeritan berikutnya benar- benar membuatku membua mataku shock.

“Sungmin hyung!”

“Kenapa tidak mau bangun, hah? Kau ingin membuatku hilang kesabaran pagi- pagi?” Sungmin hyung menatapku gusar. “Bukannya kau bilang ada acara dengan KRY pagi ini? Cepat bangun. Ryeowook dan Yesung hyung sudah sarapan. Dasar pemalas.”

Pemalas apanya… Aku kan lelah, wajar kalau ingin tidur lebih lama. Tega…

“Bisa tidak acaranya di cancel besok?” Aku berguling menghadap Sungmin hyung sambil menarik selimutku. “Aku kan masih amat mengantuk.”

Namja manis itu memamerkan senyum kelincinya? Tunggu, sejak kapan kelinci bisa tersenyum? Ah, tentunya sejak Sungmin hyung terlihat mirip dengan kelinci. Haha…

“Kalau begitu bisa juga dong, bayaranmu di cancel untuk tahun depan.” Ujarnya sambil tersenyum sinis. “Ayo cepat bangun. Masih lebih baik aku yang membangunkanmu. Coba kalau Teukie hyung, kau pasti ditendang keluar dari tempat tidur.”

“Woy, Teukie hyung sayang padaku. Dia tak akan melakukannya.” Balasku sambil tersenyum iblis kearah Sungmin hyung dan langsung duduk. Sekali, kurenggangkan kedua tanganku agar menghilangkan kantukku.

Sungmin hyung sudah beranjak meninggalkan tempat tidurku.

“Hyung.” Panggilku sebelum dia keluar.

“Nae?”

“Hmm.. Tak jadi deh. Sana keluar, aku mau ganti baju.” Perintahku santai sambil beranjak turun dari tempat tidurku.

“Ish.. Dasar dongsaeng tidak sopan.” Sungmin hyung langsung menutup pintu kamarku –yang juga merangkap kamarnya- dengan sekali hentakan yang membuat pintu itu berdebum cukup keras.

Aku sih hanya terkekeh…

Tapi detik berikutnya kembali kuingat kata- kata dari Wookie hyung malam itu. Ya, cepat atau lambat. Mau atau tidak. Aku harus mengatakan isi hatiku padanya. Apapun resikonya nanti, aku juga tak akan mungkin merahasiakannya terus- menerus.

Setelah sikat gigi dan cuci muka, aku langsung keluar dari kamar dan melangkah ke dapur. Semua member ada di dorm, termasuk Siwon hyung yang biasanya ada di rumahnya sendiri.

“Eh, ada Siwon hyung.” Sapaku ogah- ogahan.

Tentu saja namja bertubuh paling berotot –padahal aku juga berotot, tapi tak ada yang percaya- itu langsung menatapku. “Tidak ada sapaan lebih sopan dari itu, Kyu?” Tanyanya sambil tertawa kecil.

Aku menggeleng tak perduli. “Jaman sekarang, sapaan juga dipermasalahkan. Susah deh bicara sama orang tua macam hyung.” Ejekku lagi sambil duduk di kursi kosong yang tadi di duduki Hyukjae hyung.

“Woy, kursiku itu.”

“Bodo, ah. Mana sarapanku.” Aku langsung menatap beberapa jenis makanan di meja. “Ya! Kenapa semua berbau sayuran, sih? Siapa nih yang masak pagi ini? Tega sekali.”

TUK! Tiba- tiba seseorang menggetok kepalaku. Dan ketika menoleh, Teukie hyung menatapku dengan centong sayur ditangannya.

“Jangan menggerutu. Bagaimana kau bisa bahagia kalau sepagi ini kerjaanmu hanya menggerutu begitu?” Namja itu menuangkan sayur di mangkuk kosong dihadapanku. “Habiskan biar pekerjaanmu hari ini berakhir dengan baik.”

“Teukie hyung semakin perhatian sama Kyu, nih.” Kulirik Yesung hyung yang sudah menertawakanku. “Ayo baby Kyu, makan sayurannya. Jangan sampai kau sakit lagi.”

Dasar kepala besar menyebalkan.

“Aku puasa!” Gerutuku sambil berdiri. “Aku tak mau makan.”

“Ya.” Sebelum aku benar- benar meninggalkan ruang makan, Siwon hyung menahan tanganku. “Hargai masakan yang sudah disiapkan untukmu. Kau tak boleh menyiksa tubuhmu sendiri, magnae.”

Bawel.

“Siwon benar.” Kali ini si mahluk kelinci itu menambahkan. “Ayo makan, Kyu.” Sungmin hyung menggeser mangkuk sup-ku seakan menyodorkannya kepadaku.

Kutatap kedua matanya frustasi. Aku bisa menolak apa yang diberikan hyungdeul yang lain kepadaku. Tapi aku tak bisa menolak apa ang diberikan Sungmin hyung kepadaku.

Aku kembali duduk. “Aku mau memakannya bukan karena aku mau memakannya, tapi karena Sungmin hyung yang menyuruhnya.” Gerutuku sambil menyendok sayur beserta kuahnya. Hatiku tercekat menatap makanan itu.

Satu suapan dan detik berikutnya…

“PAHITTT!!”

Sayuran itu sangat- sangat- saaaangaaat tidak enak!!!!

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

Sungmin tak bisa mengalihkan tatapan matanya dari sosok Siwon yang tengah bercengkrama dengan beberapa member Super Junior yang lainnya. Kedua mata kelincinya itu entah sejak kapan jadi selalu mengejar sosok yang nyaris sempurna itu.

“Apa yang kau perhatikan?” Tegur Leeteuk yang duduk disampingnya sambil sibuk mengutak- atik Ipad ditangannya. “Kau tidak sedang memperhatikan Siwonnie, kan?”

“Yah, aku tak jawab hyung tahu jawabannya.” Balas Sungmin sambil tersenyum kearah Leeteuk.

Tentu saja sang leader mengerutkan keningnya. “Kau serius suka padanya?”

“Wae?”

“Dia dan Kibum_”

“Aku tahu.” Potong Sungmin. “Aku tahu kalau Siwon menyukai Kibum dan tetap menunggu namja itu agar kembali. Tapi aku juga tak bisa menghentikan perasaan ini. Aku selalu ingin menatap sosoknya.”

“Aku tak yakin kau serius menyukainya.” Balas Leeteuk datar. “Kukira apa yang kau rasakan bukan seperti yang kau artikan, Sungmin.”

“Maksudnya? Aku salah mengartikan perasaanku?”

Leeteuk mengangkat bahunya. “Aku tak bisa bilang kalau kau salah mengartikannya, tapi kau hanya keliru. Lebih baik kau cermati lagi apa yang kau rasakan sebelum kau mengartikannya. Aku tak mau kau terluka nantinya dan mempengaruhi kekompakan kita di Super Junior.”

Sungmin diam mendengar ucapan Leeteuk. Dia juga sangat memahami hal itu, dia tak berani mencintai orang yang tak mencintainya terlalu jauh. Sungmin takut it mempengaruhi Super Junior.

Dia tak mau hal itu terjadi.

“Daripada kau memikirkan orang yang tak mencintaimu, bukankah lebih baik kau memikirkan orang yang mencintaimu.” Leeteuk terkekeh menggoda Sungmin.

Tentu saja namja itu menatap Leeteuk tak mengerti. “Orang yang mencintaiku? Fans-ku?”

Tawa Leeteuk pecah begitu saja mendengar pertanyaan Sungmin. Ditepuknya kepala dongsaengnya lembut. “Nae, dia fans-mu nomor satu. Lebih dari sekedar fans, dia itu fans fanatic yang selalu cemburu kalau malihatmu memperhatikan Siwonnie.”

“Nuguya? Hyung kenal dia?”

Leeteuk tersenyum kecil. “Kau juga sangat mengenalnya.”

Mendengar jawaban Leeteuk kedua mata Sungmin membulat sempurna. Dia tak percaya ada orang yang seperti itu disekitarnya. Kalau para VitaMins yang begitu, dia paham. Tapi Leeteuk bilang kalau dia sangat mengenal orang ini.

Satu kata yang terukir di kepala Sungmin. Siapa?

0o0o0o0o0o0o0o0

“Loh, hyung? Apa kau nganggur, eh?” Kyuhyun menghempaskan tubuhnya tepat disamping Sungmin yang saat itu tengah melamun sendirian di ruang tv. “Bahkan namja seperti Lee Sungmin juga bisa menganggur.”

“Kau ini bicara apa, sih?” Balas Sungmin datar.

Tatapan mata Kyuhyun tampak menginterogasi Sungmin. “Waeyo? Kau sedang ada masalah, ya?”

“Ani.”

“Kenapa diam saja? Tumben.”

“Aku sedang malas bicara.” Balas Sungmin sambil bersandar di sofa.

Kyuhyun menatap namja itu gusar. “Jinjja? Tapi kalau bicara dengan Siwon hyung kau tak pernah merasa malas. Giliran aku yang menegur kau malas bicara denganku.” Balasnya dengan nada dingin dan mengeluarkan PSP hitamnya.

Dibilang begitu, tentu saja Sungmin mengerutkan keningnya heran menatap Kyuhyun. “Loh? Kok kau jadi marah?”

“Aku tak marah.” Balas Kyuhyun datar.

“Nah, itu kau marah. Kau tak pernah bicara dengan nada sedatar itu denganku.”

“Aniya, hyung. Aku hanya MALAS bicara.” Kyuhyun memberikan penegasan spesial dikata MALAS yang diucapkannya sambil melirik Sungmin dan tersenyum sinis. “Kan hyung juga MALAS bicara denganku. Jadi kita sama- sama MALAS saja.”

Sungmin mencibir kesal dengan tingkah laku Kyuhyun. “Kau itu kekanakkan sekali, sih?”

“Eh, biarin. Aku kan magnae.”

“Tapi ingat umur, dong.” Balas Sungmin gusar sambil bersandar lagi di sofa dan memejamkan matanya. “Contohlah Siwonnie yang selalu bersikap dewasa dimanapun dia berada.”

Seandainya ada thermometer amarah, Kyuhyun yakin saat itu termometernya akan pecah karena kini dia benar- benar marah dibandingkan dengan Siwon. “Hyung tahu apa sampai berani membandingkanku dengan Siwon hyung? Aku jauh lebih baik darinya. Setidaknya aku bisa membaca perasaan hyung yang menyukainya, dibandingkan dia!”

“Ya, Cho Kyuhyun!” Sungmin menatap mata Kyuhyun marah. “Diam.”

“Kau yang seharusnya diam.” Kyuhyun berdiri. “Kalau tahu aku akan semarah ini kalau bicara denganmu, lebih baik tadi aku tak usah mendatangimu. Padahal kukira kau butuh teman mengobrol. Menyebalkan saja.” Kyuhyun langsung menghentakkan kakinya meninggalkan Sungmin. “Teukie hyung, aku mau keluar!” Serunya sambil membuka pintu apartemen dan membantingnya cukup keras.

Sungmin menggigit bibir bawahnya kesal.

“Kalian bertengkar?” Tanya Yesung yang lewat di dekat Sungmin. “Kudengar Kyuhyun marah sekali tadi.”

“Ah, aku tak perduli!” Seru Sungmin sambil berbaring tengkurap di sofa dan menutupi kepalanya dengan bantal sofa.

.

“Hyung itu sangat menyebalkan!” Sungmin tercekat saat Kyuhyun berteriak seperti itu dihadapannya. “Sadarlah kalau perasanmu itu salah. Siwon hyung itu hanya memikirkan Kibum hyung. Baginya kau hanya hyungnya, tak lebih. Berhentilah mencintainya karena aku muak melihatmu begitu.”

“Diam kau, Cho Kyuhyun!!”

“Aku tak akan diam. Hyung jauh lebih mengenalku dari pada Siwon hyung, hyung tahu aku namja yang seperti apa, kan? Kenapa hyung tak pernah menatapku?”

“Aku tak mencintaimu!”

“Aku tak yakin. Hyung, kau menyukaiku. Kau mencintaiku. Kau akan menjadi milikku.”

DEGH! Sungmin tersentak sambil membuka matanya cepat. Dikerjapkan matanya beberapa kali sambil memandangi seluruh isi ruangan saat itu.

Dia masih di dorm…

“Mimpi?” Bisiknya heran. “Gara- gara bertengkar dengan Kyuhyun, aku jadi mimpi buruk tentangnya. Pernyataan di mimpi yang aneh.” Bisiknya sendirian sambil beranjak duduk dan memegangi dadanya yang entah kenapa berdegup cukup kencang.

“Hyung sudah bangun?”

DEGH! Sungmin tersentak saat melihta Kibum berdiri tak jauh dari tempatnya. Namja itu tersenyum manis.

“Ki-kibummie?”

“Aku tadi lihat hyung tidur pulas sekali, jadi tak berani kubangunkan.” Balas Kibum sambil duduk di sofa. Beberapa member juga langsung keluar dari dapur dan berkumpul di ruang tengah.

“Kibum akan menginap semalam, hyung!” Seru Eunhyuk senang.

Sungmin masih mengerjapkan matanya tak percaya. “Pekerjaanmu?” Tanyanya.

“Aku dapat libur. Jadi kugunakan saja untuk kesini.” Jawab Kibum lagi.

CKLEKK~ Perlahan pintu dorm terbuka.

“Aku kembali.” Siwon melangkah masuk sambil membawa kantung belanjaan, tapi begitu melihat sosok yang sangat dirindukannya tengah duduk diantara member SuJu yang lain, Siwon terpaku.

BRUGH! Kantung belanjaan itu langsung jatuh.

“Ki-kibummie?”

“Annyeong, Siwon hyung. Lama tidak ketemu.” Kibum tersenyum manis.

Detik itu juga tanpa memperdulikan sekitarnya, Siwon berlari memeluk Kibum. “Aigoo… Pogoshippeo. Neomu pogoshippeo.”

Kibum tersenyum kecil sambil menepuk bahu kekar Siwon. “Nae, hyung. Nado.”

Sungmin yang duduk disamping Kibum hanya bisa memandangi kejadian itu datar. Hatinya tercekat dan terasa sangat sakit detik itu juga. Ingin rasanya dia kabur, namun apa yang dia bisa lakukan. Dia harus tetap ada disini.

PLOK~ Ryeowook menepuk bahu Sungmin dengan raut wajah tak tega.

“Hyung, gwaenchana?” Tanyanya pelan.

Sungmin mengangguk pelan. “Nae.”

0o0o0o0o0o0o0o0

~Kyuhyun pov~

Aku menatap Sungmin hyung yang duduk santai di atas tempat tidurnya sambil bermain laptop pink miliknya. Kedua matanya tampak fokus ke layarnya, tapi aku tahu, dia sama sekali tak memperdulikan apa yang ada dilayarnya.

Matanya itu kosong.

“Hyung?” Sapaku.

Namja itu langsung menoleh kearahku. “Kyuhyun? Kau sudah kembali?”

Aku mengangguk sambil jalan ke tempat tidurku. “Penampilan KRY hari ini cukup memuaskan, loh. Tadi nyaris saja aku lupa lirik lagu yang kami nyanyikan.” Ceritaku sambil melepas jaketku dan menyisakan kaus lengan pendek yang kini melekat ditubuhku.

Sungmin hyung mengangguk kecil sambil kembali menatap layar laptopnya.

“Kau sedang apa?”

“Aniya. Hanya main internet saja.”

Sejenak aku mencerna jawabannya. Main internet? Sejak kapan internet bisa dimainkan? Haha…

“Hyung pabbo, internet itu kan bukan mainan. Mana ada main internet? Yang ada tuh surfing internet atau googling atau searching. Kau itu tampan tapi bodoh.” Ejekku sambil berbaring di tempat tidurku.

BUGH! Sebuah bantal melesat ke atas kepalaku.

“Ya, hyung!”

“Suka- suka aku. Dasar magnae kurang ajar, bisa- bisanya kau menertawakanku.” Sungmin hyung agak cemberut dan duduk tegap di atas tempat tidurnya menatapku.

Aku hanya tersenyum kecil. “Aku ini langka, tak ada magnae sepertiku di dunia ini. Bukankah itu sudah diakui oleh Teukie hyung?”Godaku.

Sedikit, Sungmin hyung menarik sudut bibirnya dan membuatnya tersenyum simpul menatapku. Senyuman yang agak jarang kulihat darinya. “Nae, kau memang magnae langka.” Gumamnya sambil beranjak turun dari tempat tidurnya.

“Kau mau kemana?”

“Keluar sebentar.” Dia memegang engsel pintu namun tidak membukanya. Namja itu terdiam. “Diluar… Apa ada Siwonnie?”

DEGH! Hatiku tercekat saat mendengar pertanyaannya.

“Wae?”

“Aku… Tak mau melihat dia dulu.” Gumamnya sambil menggaruk belakang kepalanya. Tiba- tiba dia tersenyum ceria menatapku. “Ah, apa yang aku katakan padamu? Mana mungkin aku tak mau melihat Siwonnie? Dia kan dongsaengku.”

KREEK~ Sungmin hyung membuka pintu itu dan menarik pintunya.

BRUGH! Dengan gerakan sangat cepat aku sudah bergerak ketempatnya dan menutup pintu kamar lagi.

“Kyu? Waeyo?”

“Kalau hyung tidak sanggup melihat Siwon hyung, jangan dilihat dulu. Kau itu memang bodoh, nae? Jangan suka memaksakan dirimu.”

Sinar matanya kembali redup saat aku mengatakan hal itu. “Aku dan dia berada dalam Super Junior, dan aku tak boleh egois. Aku harus bisa menempatkan posisiku dengan benar, Kyuhyun.Profesionalisme.”

“Ah, masa bodoh dengan profesionalisme. Kau hanya manusia, kau hanya Lee Sungmin, kalau kau tak bisa melihatnya dulu, maka palingkan wajahmu dari hadapannya. Jangan tatap dia. Semakin kau mencoba untuk bersikap professional, hatimu akan semakin sakit.”

Kini namja itu benar- benar diam dihadapanku.

Kutepuk pundaknya pelan. “Hyung, aku tak suka melihat matamu yang kosong kalau melihat Siwon hyung. Kau terluka dan patah hati, makanya jangan paksakan dirimu lebih dari ini. Aku tak mau melihatmu jatuh lebih jauh lagi di lubang ini. Perlahan lepaskan perasaanmu terhadap Siwon hyung, dan kembalilah menjadi Lee Sungmin yang belum menemukan cintanya untuk Choi Siwon, arra?”

Aku menarik nafas sebentar. “Aku ingin Lee Sungmin yang aku kenal kembali…”

Kini dia menatapku. “Kau… Tak kusangka kau bisa berkata seperti itu, Kyuhyun.”

Kutundukkan tubuhku agar sejajar dengan tinggi badannya dan mencoba tersenyum. “Hyung, aku ini kan penggemar nomor satumu. Mana mungkin aku tega melihatmu tersiksa, jadi kukatakan semua itu agar kau bisa bangkit. “Aku ingin melihat senyuman bahagia Sungmin hyung.”

Sungmin hyung mematung aneh.

Tunggu, apakah aku mengatakan hal yang salah? Apa aku keceplosan tadi?

“Wae? Kau lebih mematung dari pada sebelumnya?”

Sungmin hyung menggeleng sambil menyingkirkan tanganku di pundaknya. “A-aku sudah tak apa- apa, aku keluar dulu.” Ucapnya agak gugup sambil kembali membuka pintu dan meninggalkanku yang melongo.

Loh… Dia itu kenapa, sih?

Aku tak salah kan?

0o0o0o0o0o0o0o0

Aku benar- benar tak tahu apa yang terjadi dengan Sungmin hyung. Dia agak sedikit menjauhiku. Oke, memang hanya sedikit, tapi itu nyata dan membuatku agak heran. Pasalnya, aku tak ingat sudah melakukan kesalahan terhadapnya atau tidak.

Kami bicara panjang waktu itu, tapi tak ada satupun kalimatku yang menyindirnya, kan?

Sungmin hyung memang agak sensitif, tapi dia bukan pemarah atau tukang ngambek. Yeah, itukan hanya sifatnya kalau di fanfiction saja. Karena wajah super aegyo miliknya itu, jadi terkesan dia tukang ngambek.

Ah, aku mulai ngaco lagi.

Aku suka karena dia tak lagi selalu tampak memikirkan Siwon hyung, tapi justru ada hal lain yang kini dia pikirkan. Jauh lebih berat sepertinya.

“Sungmin.”

Eh, suara Teukie hyung? Dimana? Dimana? Dimana? -#pletakk-

“Nae?”

Suara Sungmin hyung?

Kini aku mengintip sedikit kebalik ruang latihan Super Junior. Ah, ternyata mereka sedang duduk di ruang latihan. Aku sudah dimana- dimana, ternyata mereka disini. Oke, abaikan!

Aku memutar tubuhku dan bersandar di balik tembok.

Apa yang mereka bicarakan? Apa mau membicarakanku? Haha…

“Kau bertengkar dengan Kyuhyun?”

Bango! Seratus buat pangeran iblis, Cho Kyuhyun. Tunggu- tunggu, bango? Aishh… Bingo, bodoh!

Hah? Bertengkar denganku? Teukie hyung mengigau siang bolong begini? Aigoo~

“Nae.”

Omo?!

Detik itu juga aku mematung shock. Apa jawaban Sungmin hyung? Iya? Kami bertengkar? Sejak kapan Sungmin hyung jadi tukang bohong? Hyung! Aku tuh ada disini. Aku sedang menguping, tahu!

“Bukan bertengkar juga sebenarnya, hanya saja aku jadi takut untuk berdekatan dengannya.” Sungmin hyung menambahkan lagi.

Kalimatnya berputar- putar, takut apanya?

“Wae? Apa Kyuhyun melakukan sesuatu yang buruk padamu sampai kau takut begitu?” Tanya Teukie hyung.

Memangnya aku ini pangeran iblis jahat, ya? Teukie hyung kurang ajar.

Tak ada jawaban dari Sungmin hyung selama beberapa detik. “Dulu hyung pernah mengatakan tentang seorang fans-ku yang sangat kukenal dan dia suka cemburu kalau aku memperhatikan Siwonnie. Dia fans-ku nomor satu yang ternyata hyung juga sangat mengenalnya, kan?”

Tunggu…

Tak ada jawaban dari Teukie hyung, kusimpulkan namja itu hanya mengangguk.

“Apa orang itu… Kyuhyun? Dia mencintaiku, kah?”

JGERR! Tubuhku lemas.

Teukie hyung tertawa aneh saat mendengar ucapan Sungmin hyung.

“Hyung! Kenapa tertawa?”

“Bagaimana kau bisa berpikir kalau fans nomor satumu itu Kyuhyun, eh?”

“Gampang saja. Dia selalu marah- marah kalau sudah menyangkut denganku dan Siwonnie. Dia juga selalu memasang tampang kesal tiap aku membandingkannya dengan Siwonnie. Dan waktu itu, dia bilang kalau dia fans nomor satuku. Jadi aku langsung kaget dan berpikir, orang itu pasti Kyuhyun. Aku dan kau sangat mengenalnya. Tentu saja, dia kan selalu berkeliaran disekitarku.”

Ah, pantas saja Sungmin hyung langsung kaget hari itu. Jadi ini semua karena ucapan Teukie hyung tentang fans nomor satunya. Aish, sialnya yang aku katakan semua membuatnya curiga. Terbongkarlah semuanya…

“Kyuhyun kan orangnya?” Tanya Sungmin hyung lagi.

Kudengar Teukie hyung bergumam. “Kau baru menyadarinya?”

Apa Teukie hyung akan bilang?

“Aku benar- benar baru menyadari semuanya. Karena itu belakangan hari ini aku jadi agak menjauhi Kyuhyun karena aku terus memikirkannya. Kyuhyun menyukaiku, sedangkan dia sangat tahu siapa yang kusukai. Aku menyakitinya selama ini…”

Kenapa kau baru sadar sekarang sudah menyakitiku, hyung?

“Padahal Kyuhyun selalu ada disisiku setiap aku membutuhkan sandaran. Kyuhyun sangat memahamiku, tapi aku menyakitinya secara tidak langsung. Apa yang kulakukan tak beda dengan yang dilakukan Siwonnie terhadapku. Aku merasa bersalah pada anak itu.”

Aku tak suka dikasihani!

“Kau tak salah, Sungmin. Kau hanya tidak tahu dan tidak menyadarinya. Kyuhyun diam juga karena tak mau menghancurkan hubungan kalian. Kyuhun tahu kau menyukai Siwonnie, jadi dia tak ingin mengatakan perasaannya karena dia takut kau menolak dan kalian jadi canggung. Posisi kalian berdua sama. Pola pikir kalian juga sama terhadap masalah ini, sama- sama ingin menjaga profesionalisme satu kelompok.”

Aku diam mendengar penjelasan Teukie hyung. Nae, aku dan Sungmin hyung tak beda jauh ternyata. Kenapa baru kusadari…

“Tapi anak itu pasti sakit hati karena aku. Aku tak bisa membayangkan betapa lama dia memendam amarahnya itu.  Aku bersalah sekali…”

Aku benar- benar tak suka dikasihani begitu!

“Loh, Kyuhyun kenapa berdiri disini?”

DEGH! Aku shock saat melihat Donghae hyung berada di depanku dan bicara dengan suara yang cukup kencang.

“Ayo latihan!” Dia menarik tanganku berjalan melewati dinding tembok itu.

Detik itu juga tatapan mataku dan Sungmin hyung bertemu. Dia melotot shock kearahku, sedangkan tatapan mataku agak datar dan jadi salah tingkah dihadapannya. Antara kesal juga tak enak hati, semua jadi satu.

“Kyuhyun? Sejak kapan kau disitu?” Teukie hyung bertanya.

Aku hanya terkekeh aneh kearahnya. “Sejak awal.”

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Satu minggu berlalu semenjak hari dimana Kyuhyun ketahuan menguping pembicaraan Leeteuk dan Sungmin. Dan selama satu minggu itu juga gantian Kyuhyun yang menjauhi Sungmin. Dia tak punya nyali untuk berada di kamar yang sama dengan Sungmin, tiap malam dia menumpang tidur dikamar hyungdeulnya yang lain.

TOK-TOK~ Kyuhyun mengetuk pintu kamar Shindong.

“Hyungie~ Aku mau numpang tidur.” Ujarnya sambil membuka pintu kamar itu. Dilihatnya Shindong tengah santai sambil makan cemilan. “Woi, aku nginep disini, ya?”

“Eh? Masih hijrah dari kamarmu, Kyu?”Goda Shindong.

“Bawel.” Kyuhyun langsung merebahkan dirinya diatas tempat tidur Shindong. “Aku benar- benar tak mau berdekatan dengan Sungmin hyung. Setiap berada satu meter di dekatnya, aku selalu merasa matanya itu melirik kearahku dan itu membuat perasaanku tak tenang.”

“Ahahaha… Kau ini kan suka padanya, kenapa kau yang merasa diincar? Seharusnya kan sebaliknya.”

“Hyung tak tahu, sih. Sesuatu terjadi diantara kami.”

“Apa?”

“Ah, aku malas cerita. Pokoknya ada yang terjadi dan itu alasan kenapa aku jadi menghindari Sungmin hyung satu minggu ini. Kalau Sungmin hyung sudah lupa sama hal itu, barulah aku akan kembali ke kamarku.”

“Hal apa memangnya? Kalau itu hal penting, mustahil Sungminie akan melupakannya.”

Kyuhyun cemberut. “Berarti aku akan melancarkan aksi hijrah selama aku berada di dorm Super Junior.”

“Ya! Itu menyebalkan, Kyu!”

“Bodo.” Balas Kyuhyun tak perduli.

Sesungguhnya, Shindong sangat ingin menendang tubuh kurus Kyuhyun keluar dari kamarnya. Tapi kalau membayangkan tiap malam Kyuhyun bagai kalelawar yang terbang mencari tempat tidur, dia jadi tidak tega sendiri.

KREEEK~ Perlahan pintu kamar Shindong terbuka. Kedua namja itu menatap ke kamar itu dan diam saat memandangi Sungmin.

“Sungmin?”

“Ah, Shindong. Apa kau bisa meninggalkanku dan Kyuhyun sebentar?”

“Loh? Kenapa bukan Kyuhyun dan kau saja yang pergi? Ini kan kamarku?” Shindong menatap Sungmin tak terima. Tapi detik berikutnya dia sudah menarik camilannya dan turun dari tempat tidurnya. “Iya, iya, aku saja yang keluar. Awas kalau kalian bertengkar dan kamarku berantakan.”

Shindong berjalan melewati Sungmin dan namja itu langsung mentutup pintu kamar Shindong.

“Wae, hyung?” Tanya Kyuhyun datar.

“Aku tak tahu kalau ternyata kau benar- benar sesukanya, Kyu.”

“Eung? Maksudmu apa?”

“Kau memang tak pernah bilang apa- apa padaku. Tapi setelah kesalah pahaman kita waktu itu, kau justru menjauhiku. Kurasa ka seharusnya menjelaskan banyak hal padaku, bukannya menjauhiku.”

Kyuhyun menaikan satu alisnya. “Hyung bicara apa, sih? Aku tak paham.”

“Cho Kyuhyun, benarkah kau menyukaiku?”

Pertanyaan singkat itu membuat Kyuhyun bungkam. Dia harus bilang apa? Berbohong? Jelas- jelas Sungmin tahu kenyataanya. Tapi, jujur? Dia masih terlalu waras untuk tidak jujur daripada ditolak pada hari itu juga?

Jadi, Kyuhyun diam.

“Kenapa diam? Aku bertanya.”

“Hyung mau aku jawab apa?” Tanyanya sambil bersandar di pinggiran tempat tidur Shindong dan melirik Sungmin datar. “Tanpa kujawab, hyung juga sudah tahu jawabannya, kan? Jadi jawablah pertanyaan itu sendiri.”

“Aku serius, Kyu!”

“Aku dua rius.”

PLETAK! Detik berikutnya gelang perak Sungmin sudah mendarat di kepala Kyuhyun dengan sempurna.

“Appo!” Seru Kyuhyun. “Hyung, kenapa sih?”

Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun sambil mengintimidasi Kyuhyun dengan sorot mata tajamnya. “Jawab aku kalau aku bertanya padamu, kau suka padaku atau tidak?”

Tentu saja Kyuhyun agak diam ditatap setajam itu oleh Sungmin. Namja itu memandang kedalam bola mata Sungmin. “Hyung, kau kenapa?”

“Jawab, Kyuhyun!”

“Nae! Nae! Aku suka padamu! Aku mencintaimu! Aku muak setiap kali kau membandingkanku dengan Siwon hyung. Aku tahu kau menyukainya, tapi kau juga tahu dia hanya menyukai Kibum hyung, namun kau tak berniat berhenti. Kau selalu terluka karenanya, aku tak suka itu! Aku ingin kau tersenyum bahagia dengan orang yang bisa mencintaimu, bukan orang yang tidak mencintaimu. Puas?!”

Gantian, Sungmin langsung diam.

“Arrgh~” Satu hentakan frustasi keluar dari Kyuhyun. Dia mengacak rambutnya kesal dan duduk di tepi tempat tidur Shindong. “Silahkan kalau kau mau menertawaiku. Kau mau menghindariku habis- habisan juga tak masalah. Aku tahu kau sama sekali tak menyukaiku.”

“Kyuhyun dengar aku_”

“Dimatamu itu hanya ada Siwon hyung, tak ada tempat untukku. Karena itu aku lebih baik diam dan memendam perasaanku. Kau boleh menilai sifatku ini kekanak- kanakkan, aku tak perduli.”

“Kyuhyun, kubilang_”

“Aku merasa sangat bodoh karenamu. Ini benar- benar menyebalkan untukku.”

“Kyuhyun_”

“Aku benci karena harus merasakan semua ini. Aku kesal pada diriku sendiri. Arrgh~ Pokoknya aku jadi kesal, kesal, kesal!”

“KYUHYUN!!”

DEGH! Kyuhyun diam.

“Bisa tidak kau diam sebentar dan mendengarku?” Sungmin menatapnya gusar. Detik berikutnya Sungmin menarik tangan Kyuhyun dan membawa namja itu keluar dari kamar Shindong.

“Hyung? Kau mau membawaku kemana?”

“Diam.” Balas Sungmin pelan. Saat sampai di ruang tengah, hampir beberapa member yang belum tidur ada disana, Siwon juga ada diantara mereka. “Siwon.”

“Eung.. Nae, hyung?”

Kyuhyun mengerutkan alisnya.

“Siwon, aku menyukaimu.” Ucap Sungmin lantang tanpa perasaan ragu sedikitpun. Kelakukan Sungmin tentu saja spontan membuat semua member di ruangan itu shock tak percaya. Apalagi Kyuhyun dan Siwon.

“Hyu-hyung!” Kyuhyun berusaha menarik tangannya, namun Sungmin memeganginya kuat- kuat.

“Hyung apa?” Siwon mengerutkan alisnya keheranan.

“Aku suka padamu.” Kini nada suara Sungmin berubah lembut dan dia tersenyum. “Tapi itu dulu. Aku mengatakannya agar tak ada sedikitpun perasaan yang tertinggal dihatiku. Aku ingin kau bahagia dengan Kibummie.”

“Maksud hyung?”

Sungmin mengangguk kecil. “Dulu ada yang pernah bilang kalau lebih baik aku mencintai namja yang mencintaiku, daripada memikirkan perasaanku pada namja yang tidak mencintaiku.” Sungmin melirik Leeteuk yang tersenyum menatapnya. “Dan ini adalah akhir dimana aku harus melepas hatiku darimu.”

“Hyung, anou… Aku sama sekali_”

“Kau tidak salah.” Sungmin memotong. “Sudah kukatakan, aku bilang untuk melegakan saja. Bukan untuk membuat masalah.” Kini dia melepas tangan Kyuhyun yang sudah diam berdiri dibelakangnya. Sungmin menoleh menatap Kyuhyun yang memandanginya datar. “Kyu, mianhae.”

Tak ada jawaban dari Kyuhyun.

“Heya, kau mau jadi namja chingu-ku?”

Satu pertanyaan Sungmin kembali membuat Kyuhyun shock. Dan lagi- lagi bukan cuma Kyuhyun, semua penonton diruangan itu juga melotot tak percaya dengan pertanyaan Sungmin barusan.

“Hyung? Kau itu_”

“Aku serius. Aku sudah memikirkannya selama ini. Mungkin akan kedengaran aku memanfaatkanmu untuk melupakan Siwon, mungkin akan muncul pikiran kalau aku ini egois, tapi tak masalah. Pertanyaan itu serius untukmu. Aku ingin mencoba memulai sesuatu yang baru denganmu, karena aku yakin kalau ada tempat dihatiku untukmu dan akan datang saat dimana kalau semua hatiku akan menjadi milikmu.” Sungmin tersenyum manis dihadapan Kyuhyun.

Kedua bola mata Kyuhyun mengerjap tak percaya.

“Kau boleh memikirkan semuanya. Terserah kau mau menuduhku bohong atau apa.” Sungmin mengangkat bahunya sambil berbalik dari hadapan Kyuhyun. “Kalau ternyata aku ditolak, juga tak masalah. Ini semua memang terlalu aneh, mungkin…”

GREB! Kyuhyun tiba- tiba memeluk Sungmin.

“Kau serius mengatakannya?”Bisiknya tak percaya.

“Kau tahu kalau aku bukan namja yang suka berbohong.”

“Kau menyukaiku, hyung?”

“Nae.”

“Kau mencintaiku?”

“Nae.”

“Kau ingin aku menjadi namja chingu-mu?”

“Nae.”

Kyuhyun melepas pelukannya dan memutar tubuh Sungmin agar menatapnya. Namja itu tersenyum menatap mata Sungmin. “Aku tahu semua jawabanmu itu tak sepenuhnya benar. Saat ini hatimu masih belum milikku sepenuhnya, tapi aku akan mempercepatnya. Akan kujadikan hatimu jadi milikku seorang dalam waktu cepat. Saranghae, Sungmin hyung.” Kyuhyun kini memeluk Sungmin dengan erat, menenggelamkan wajah namja itu di dadanya yang bidang. “Jeongmal saranghae. Gomawo, nae.”

Kedua lengan Sungmin perlahan memeluk tubuh Kyuhun. “Nae. Mari kita coba semuanya dari nol.”

Kyuhyun mengangguk.

Detik berikutnya, sorak riuh Eunhyuk dan Donghae membuat keduanya langsung melepaskan pelukan satu sama lain. Untuk beberapa menit tadi, mereka sempat melupakan kalau banyak mata yang menonton mereka disini.

“Yeah, lahir pasangan baru!” Seru Shindong sambil bertepuk tangan.

“Traktir… Traktir… Kalian harus traktir kami makan.” Goda Ryeowook ikutan.

Sungmin hanya nyengir malu- malu sedangkan Kyuhyun menatap mereka dengan senyum iblisnya.

“Biar aku belikan ramen dan kumasakan untuk kalian. Ayo, hyung. Antar aku beli ramen.” Dengan sigap Kyuhyun langsung menarik Sungmin kearah pintu dan memakai sepatunya dengan cepat.

Sungmin sudah terkekeh- kekeh sedangkan member yang lain menatap Kyuhyun horror.

“Andwae! Aku tak mau makan ramen sungai Han lagi!” Seru Eunhyuk tiba- tiba dan membuat yang lainnya langsung menertawakan kelakukan anehnya.

Siwon menatap Sungmin yang meliriknya. Namja itu mengerlingkan matanya sekali sambil tersenyum manis dan Sungmin balas tersenyum kepadanya.

PLOK! Leeteuk menepuk bahu Siwon lembut.

“Semoga kau juga bahagia dengan Kibummie, nae.” Bisik Leeteuk bijak.

Siwon mengangguk sambil tersenyum kearah Leeteuk. “Nae, hyung. Setidaknya sekarang Kyuhyun dan Sungmin hyung sudah bisa bahagia.”

“Kami pergi dulu!” Seru Kyuhyun sambil melangkah keluar dari dorm mereka bersama dengan Sungmin. Namja itu terus menggenggam tangan Sungmin, tak mau dilepaskannya. “Hyung, aku akan membuatmu bahagia dan tidak menyesal karena menjadi milikku.”

Sungmin tersenyum lembut. “Aku pegang janjimu.” Balas Sungmin sambil balas menggenggam tangan Kyuhyun erat.

.

~Fin~

29 thoughts on “Be Mine

  1. Yippiee

    kasihan uri shindongie oppa di usir dari kamarnya.
    Kyuppa jadi parasit selama 1 minggu. Itu ksur shindong oppa muat ya eon? #plak
    abaikan komment ini.
    Hwaiting eonnie

  2. Wahhh~
    jarang banget q liat fict KyuMin yg memendam perasaannya tuh sih Kyu. Biasanya kn si Sungmin yg suka s Kyu trus Kyunya ngg tau…
    Gregetan aku liat sikap mereka, dah gitu sejak kapan Kyuhyun suka nyanyi’in lagu ayu tong tong #Plaak!

    Bikin sekuel ny yg SiBum dong~
    penasaran nihh, mereka jadian ato ngg. Ya, ya, ya…?? *ddangko eyes* #Plaak

  3. . . . Bingung mau komen model bgimana. . . Tp yang jelas ff unni kali ini pnuh dngan typo. . . #readerkyakbebekya? Maklum aja ya unn dongsaengmu ini terlahir untuk pandai berkomentar tp kgak pandai bkin cerita kyak yg taena bkin. . . Tp ceritamu slalu terkesan dihatiku *cyeileh bhasa gue. . Tetep smangat ya unn jgn pernah bosen membuat ff! kami (bc:reader ) akan slalu stia menunggu karya berikutnya. . Fighting!!

  4. eonniee…. ak mau protes ak mau demo..
    ini ak demo ke eonnie ato ke kyu??

    “Ingin dekat tapi yang didekati yang kesepian semua. Heechul hyung sudah putus dengan Hankyung hyung, makanya di dekati. Sungmin hyung tak punya namja chingu, makanya di dekati. Aku kesal kalau lihat mereka.”

    HanChul kagak putussssss…. siwon yg kegelian aj deket2 ma Chul ummaaa~

    Hanchul forever deh pokoke..

    tapi tapi, ak suka ma ceritanya.. hehehe..

    HWAITING.. ^^

  5. *peluk Kyu* tumben Kyu jdi sadar begitu🙂
    Ngakak pas bagian kyu bilang “Bango” si evil jdi oon gara2 cinta #nahloh !!

    Haha..
    Kayakny seru klo crita yg SiBum jga d bikin Fic..

  6. KYUMIN!!! Aq suka,,haha..

    lgu ayu ting ting dibawa-bawa,,haha.. Bango!! Haha, lucu sangat bg evil klo udh jtuh cintrong!!

    Sibumnya, thena~~ ^^ Mau liat kelanjutan mreka… hihihi..

  7. wuah. Hahaha
    Inti critany emang sama kya versi woogyu, tpi cara penyampaianny berbeda nd lebih kompleks.😀
    Aku lbih suka versi woogyu tpi #nyengir. Soalny kerasa kecut2 manis. Hahaha😄 #apasih
    tapiiii~ aku suka kekonyolan kyu disini. Hahaha😀 dalam situasi apapun ttp ada konyolny jga tu anak #pletak
    Bango (?) dipikirny kecap apa -,-

    Oke eonnie, keep writing selalu😀 Fighting😀 ffny sukses selalu ne~🙂

  8. Apa-apaan itu!!!
    ‘ … Heechul hyung sudah putus dengan Hankyung hyung …,’
    .
    HanChul nggak putus! HanChul nggak putus!! *Thena Onn dibakar HCS*
    Kyaa!!!
    Nggak rela!!
    .
    .
    .
    Onnie, inti ceritanya sama aja yang dgn ff Be Mine yang Onnie buat di couple Infinite.
    Beberapa kejadiannya juga sama … .
    Jadi kayak baca cerita yang sama deh …

  9. Gak biasanya tuh magnae evil bisa memendam perasaanya buat umin..kwkwkwk
    Dari awal q cekikikan baca part kyuhyun yg galau..hahaha
    Tapi thena,q keberatan ma hanchul..meraku putus..no..no..no
    Hanchul ga putus cuman jarang ketemu..long distance gituu..pokoknya..*maksa*hehe

  10. Eonnie…… mian ru baca…..

    okk lgsung k *plakk*

    kyaaa tumben tuh si epil rada tobat…
    si umin nyadarx telaaatt amaatt….
    tmben siwonppa gg mw jd org k 3 lgi(?)
    akhirnyaa… mrka jdian jga….
    kkkkkkk

    saranghae…… :*😀

  11. Akhirnya jadian jg. Kyu kok tahan sich pendam prasaan sama Umin. Pdhal dia tau Umin suka sama Siwon. Tp yg penting mreka jdian.
    Hanchul couple gak ptus chingu. Mreka cuma long distance
    Huwwaah… Ada Sibum moment wlwpun cma sdikit.
    Chingu buat sequel Sibum Couple ya?

  12. Ahhh…
    like it like it like it…
    Padahal berharap Ming beneran ma Siwon .. gyahaha

    Kyu ampe stress sndri…
    Kyu emg buat. Ming…

  13. Wooo! Hidup KYUMIN!!!

    Ne, bos aq spendapat dgan mu, kau yg terbaik n ga boleh d’bnding2in ma manusia berotot itu! *d’tmpuk wonpa+siwonest*

    ksimpulan q dri fic ni adalah “bos kyu! Kau sangat bawel!!! ” #di tendang

    tp aq kurasa pas nulis fic ni author’a lg gaje akut*lirik2 thena eonni*

    kliatan bget dri omongan’a kyu yg prsis kyak eonni q trcinta ini… Nyolotnya mnta d’gatak! *kick again =_=

  14. Aigoo, , , , teukie, , , bijak banget si, , , saranghae leeteuk, , , #eh? Nie kan ff kyumin?
    Kyumin is real, , , , !!!!!!!!!!!?
    Mrip ma woogyu crita’a, tp gag pa2 ttp keren,
    hahahahahahahaha, , ,

  15. hhhmmmmmm,yg ini ceritanya mirip sama yang be mine infinite…
    entah kenapa, aku lebih suka kalo umin jadi cewe…
    hehehe…lebih dapet gitu…..

    ayo chingu perkaya lagi kyumin-nya

  16. kyu…..
    gara2 kyu ngomong “Aku kan fans No.1 mu hyung”
    Sungmin jadi sadar dh siapa yg suka ma dy, hahahaa dasar kyu🙂

    leeteuk jg sih blg2 klo ada yg sk ma sungmin, fans No.1 dan mereka knal, xixixixiiiii

    Siwon jg… udah tw pny KiBum.
    tp msi aj flirting sana-sini

  17. Sebelum aq teriak gaje betapa ‘daebakk’ nya ne ff, aq mo demo dulu.. >,<
    HANCHUL Forever~~
    T.T

    HanChul!! HanChul!! HanChul!! *ngacungin fto prnikahan HanChul tinggi2*
    #plaaakk

    hehe.. Wookiee, aq kmbali k niat awal:
    gyaaa~~ ddaebakk onni!!
    Aq smpe ngakak gaje.. Hohoho
    t.o.p b.g.t!! ^~^d

  18. emang susah kalau suka sama seseorang tapi ga bisa mengungkapkan… *mendadak curcol…
    ada kesalahan ya? di adegan sungmin mau keluar ruangan n ditahan Kyuhyun n kyu menghibur Sungmin dgn kta2nya… itu kutipnya ada yang nyempil…
    oya aku ga begitu ngerti dengan kalimat ‘aku sudah dimana-mana ternyata mereka disini’… maksudnya kyu itu beredar untuk nyari Sungmin ya??
    kyu baru nyadar kalau dia pangeran iblis jahat ya, kok telat? *dijitak
    disaat2 serius pun kyu masih tetep ngocol ya… hahaha… *dibekep
    pernyataan cintanya sangat unik, nekad, dan kontroversial. di depan member yang laen bo’…
    keseluruhan, keren bgt. seneng bgt bca Kyumin. aku kan KMS!! *ga ada yg nanya…
    ok, terus berkarya ya… aku tunggu cerita lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s