White Compass

White Compass

.

“Lee Sungmin, kau bisa mendengarku?”

Sungmin menoleh kearah sesosok bayangan yang berdiri agak bercahaya ditengah kegelapan yang menyelimutinya. Sosok itu tersenyum. Sungmin tahu dia mengenal sosok itu, tapi otaknya tidak bisa mencerna wajahnya dengan baik.

“Nuguya?”

“Aku akan memberikan white compass untukmu. Sadarilah hatimu dan kau akan menemukan kebahagiaanmu.”

SRATS! Cahaya yang sangat terang tiba- tiba muncul dan membuat pandangan Sungmin langsung berubah total.

.

~Sungmin pov~

DEGH!

Aku langsung duduk dan memegangi dadaku yang berdegup kencang. Kepalaku terasa agak pusing karena langsung bangun begitu saja dari tidurku.

“Mimpi apa itu? Terasa nyata.” Gumamku.

TO-TOK! Perlahan pintu kamarku diketuk dan Kyuhyun langsung menyembulkan kepalanya masuk ke dalam kamar sambil menatapu datar.

Kenapa dengan anak itu?

“Hyung…” Panggilnya.

“Nae?”

“Ohayou.” Kyuhyun kembali menutup pintu kamarku tanpa mengatakan apapun lagi. Dan kalian tahu apa yang kini muncul dibenakku.

Dia aneh.

Selalu begitu kalau setiap pagi atau mau tidur. Dengan wajah santai atau datar dia akan mendatangiku hanya untuk berkata ‘ohayou’ atau ‘oyasuminasai’. Aku tak tahu dimana dia belajar bahasa Jepang, tapi dia hanya mengucapkan kata- kata itu kepadaku.

Sebelumnya, kurasa aku tak perlu menjelaskan kenapa aku dan Kyuhyun harus tinggal bersama, karena Wookie pasti sudah menjelaskannya, kan? Tapi kurasa aku harus menceritakan siapa aku.

Namaku Lee Sungmin, saat ini aku kelas tiga SMA di SM Music High School, sekolah yang sama dengan Wookie, Kyuhyun, Henry, Kibum, Donghae dan Hyukjae. Kalian pasti bingung apa yang dilakukan hyungku yang lain? Mereka semua sudah bekerja dan kuliah.

Kenapa kami ada disini bersama- sama? Itu karena kami semua sedang mengikuti permainan aneh. Permainan tanpa peraturan, tanpa pengawas atau juri, namun dengan hadiah yang sangat mengagumkan.

Contohlah Wookie, setelah dia menemukan white treasure yang berupa jam bandul, dia akhirnya berpacaran dengan Yesung hyung. Memang kisah cinta sesama namja itu agak konyol, tapi wajar- wajar saja. Kami semua sesama namja tinggal di satu atap dan menghabiskan waktu bersama, wajar kalau muncul perasaan cinta.

Sedangkan aku…

Ah, lupakan!

Aku mulai beranjak turun dari tempat tidurku, tapi aku langsung diam saat kurasaan kakiku menginjak sesuatu yang agak dingin dan kering di bawah. Saat aku menunduk sambil melihat apa yang aku injak.

Sebuah benda bulat  pipih berdiameter sekitar enam sentimeter tampak agak berkilau. Pinggiran benda itu berwarna putih bersih dan ada jarum penunjuk di balik kacanya.

Jam bandul Wookie?

Aku mengambil benda itu dan memperhatikannya. Tebakanku salah. Jarum yang tadi kulihat bukanlah jarum jam, melainkan jarum penunjuk arah. Dengan kata lain ini kompas. Tapi punya siapa? Saat aku tidur aku tidak menemukan benda ini. Apa ada yang menyusup masuk ke kamarku?

Tu-tunggu!

Putih…

Muncul secara tiba- tiba…

Dan mimpi aneh itu. Mungkinkah benda ini…

WHITE TREASURE?!

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Itu apa, hyung?” Wookie duduk agak menempel disisiku. Namun sebelum kujawab pertanyaannya, tangannya langsung merebut kompas di tanganku yang sejak tadi kuperhatikan. “White treasure?!”

Ternyata benar, baru pertama melihat Wookie saja sudah berpikir ini white treasure.

“Punyamu? Kau yang menemukannya, hyung?”

Aku mengangguk sambil mengambil kompas itu dan menatap segala sisinya. “Saat aku beranjak turun dari tempat tidurku, benda aneh ini sudah ada di bawah kakiku. Padahal sebelumnya tida ada.”

“Sama seperti jam itu, padahal aku sering membersihkan semak mawar, tapi baru kutemukan.” Namja itu bersandar disisiku. “Sudah ada yang tahu tentang kompas itu selain aku? Atau baru aku yang tahu?”

Aku tersenyum kecil. “Kau orang pertama, Wookie.”

Namja itu tersenyum. “Kalau begitu hyung orang beruntung. Hyung tahu kan apa yang Pemilik katakan tentang white treasure? Kalau kita menemukannya, kita akan menemukan orang yang ditakdirkan untuk kita. Hyung akan mendapati sebuah keajaiban.”

Keajaiban?

“Tunggu, apa jam bandulmu itu… Ajaib?”

Wookie tersenyum penuh rahasia. “Hyung akan tahu nanti. Satu pesan yang pernah dikatakan si Pemilik padaku, gunakan keajaiban itu secara bijaksana.”

Kedua matakku membulat menatap Wookie. “Kau kenal si Pemilik? Kau pernah bertemu dengannya?”

“Mollayo. Kurasa aku tahu siapa si Pemilik itu sekarang.” Namja itu berdiri sambil melihat jam tangan di lengannya. “Aku ada janji sama Yesung hyung. Annyeong.” Dengan langkah cepat dia meninggalkanku sendirian.

Kembali kupandangi kompas itu. “Keajaiban? Apa si Pemilik itu penyihir? Kenapa Wookie bisa mengatakan soal keajaiban? Juga mimpiku tadi pagi. Humm… Membuatku penasaran saja.”

BRUGH!

Aku mengalihkan pandanganku cepat saat melihat Kyuhyun tiba- tiba duduk disampingku dengan wajah gusar dan berkutat dengan PSP konyolnya. Ah, aku malas berurusan dengan setan kecil ini. Apalagi kalau dia sedang kesal.

Diam saja, Lee Sungmin…

“Hyung…” Kyuhyun membuka suara.

“Hmm?”

“Hyung tahu tidak…”

“Tidak tahu.” Jawabku sekenanya sambil melirik Kyuhyun yang kini memasang death glare kearahku. Aku terpaksa tersenyum melihat raut wajah manisnya itu. “Nae, mian. Waeyo? Kau ada masalah, ya?”

“Aku disuruh pulang sama noona.”

Noona? Kyuhyun punya kakak perempuan? Eh, tunggu! Di suruh pulang? Pulang dari mana?

“Kok hyung diam saja?” Dia kembali bersuara namun kali ini sambil merubah posisi duduknya jadi menatap kearahku gusar. “Tadi pagi Ahra noona meneleponku dan menyuruhku pulang. Dia tak mau aku tinggal di rumah ini.”

“Waeyo?” Tanyaku penasaran. “Apa Ahra noona-mu itu takut kau kenapa- kenapa di rumah ini?”

Kyuhyun diam dan melirik ke segala arah dengan tatapan khawatir. Namja itu langsung menggaruk kepalanya dengan serba salah. “Err—Gimana yah? Aku bingung harus menjawab apa.”

Gayanya yang seperti itu membuatnya kelihatan aneh. Dasar, Kyuhyun…

“Ahra noona melihat dua orang namja berciuman di depan rumah saat dia mau mengunjungiku kemarin. Langsung saja dia berpikir yang bukan- bukan. Tadi pagi dia meneleponku sambil marah- marah. Katanya rumah ini tidak jelas. Rumah ini berbahaya dan banyak lah yang diucapkannya.” Jelas Kyuhyun sambil menghela nafas dan bersandar lagi di sofa. “Dia itu brother complex.”

“Tunggu!” Sergahku cepat. “Siapa yang berciuman?” Kini tatapanku mulai khawatir.

Kyuhyun melirikku datar dengan tatapan meremehkan. “Menurutmu siapa?”

“Yesung hyung dan Wookie? Mereka kan baru saja pacaran.”

Kyuhyun mengangkat bahunya sambil kembali fokus ke PSP-nya. “Molla. Tapi Ahra noona bilang namja yang yang satunya tinggi dan yang satunya lagi bertubuh kekar. Pastinya bukan Wookie hyung, dia kan pendek.”

Kalau Wookie mendengarnya, Wookie pasti marah- marah sama Kyuhyun dikatai pendek. Haha…

“Lalu? Kau mau pulang?” Kali ini hatiku agak gugup menanyakan hal itu.

“Ogah.” Jawab Kyuhyun cepat. “Kalau di rumah aku tak bisa bebas. Ahra noona dan umma selama dua puluh empat jam mengawasi semua kegiatanku. Lebih enak disini, aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan.”

Dasar kekanak- kanakan.

“Memangnya hyung ingin aku pergi?” Tanyanya pelan.

Aku menggeleng. “Aku suka kok kalau kau ada disini. Kalau salah satu dari peserta game ini ada yang pergi, kurasa tak akan ada yang setuju.” Dengan cepat aku berdiri sambil merapihkan jeans yang kukenakkan. “Sampai nanti, Kyu.”

“Hyung mau kemana?”

“Aku ada janji dengan dongsaengku untk bertemu siang ini.”

0o0o0o0o0o0o0o0

KLETREK~ Kompasku terjatuh dari dalam ransel sekolahku.

Kupandangi benda bulat kecil yang kini tergeletak di lantai. Setahuku, tadi kompas itu kumasukan ke bagian paling dalam tasku, kenapa dia keluar begitu saja dari dalam tas? Aneh, ah…

“Loh, Sungmin hyung punya kompas?” Hyukjae yang sekelas denganku, langsung mengambil kompasku dan mengangkatnya. “Wow, antiknya. Eh? Putih?”

“Kemungkinan besar itu white treasure.” Jawabku sambil mengambil kompasku. “Aku belum menceritakannya ke Teukie hyung, belakangan ini aku tidak melihatnya dirumah.”

“Teukie hyung kan memang aneh. Kadang menghilang tiba- tiba.”

“Wow, kompas!” Tiba- tiba Yoochun, salah seorang teman sekelasku merebut kompasku. “Kenapa kau membawa kompas ke sekolah, Sungmin?”

Dasar rese…

“Kemarikan, ah.” Ujarku malas sambil berusaha menarik kompasku. Namun Yoochun memandangi kompasku dengan alis tertaut. “Apa? Kau meruskanya, ya?”

“Sembarangan.” Balasnya gusar. “Kompasmu aneh, aku baru sadar kalau dia tidak menunjuk ke arah utara seperti kompas kebanyakan.” Namja itu menatap jam tangannya. Sepertinya di jam tangan itu juga ada penunjuk arahnya. “Beda.”

Aku dan Hyukjae menatap ke kompas dan jam tangan Yoochun. Nae, arah yang ditunjukannya memang berbeda.

“Ah, rusak.” Dengan tampang tak perduli, namja itu menyerahkan kompasku dan langsung berlalu begitu saja. Tinggallah aku memandangi kompas itu heran. Apa sejak kutemukan itu memang sudah rusak?

Hyukjae terkekeh. “Mustahih white treasure yang harus kita temukan ternyata barang rongsokan. Buang saja, hyung.”

“Enak saja.” Tukasku kesal.

Siapa tahu benda ini memang white treasure? Sekalipun memang bukan white treasure, setidaknya aku masih bisa memperbaikinya dan kujual lagi. Dari bentuknya, kompas ini sepertinya cukup bernilai tinggi.

“Ikuti…”

DEGH! Aku terdiam saat mendengar suara yang sangat samar itu. Suara yang sama dengan yang muncul dimimpiku tadi pagi?

“Kau bicara sesuatu, Hyuk?”

“Aniya.” Hyukjae tak menatapku dan sibuk dengan ponselnya.

Siapa yang tadi bicara?

Entah kenapa tatapan mataku tertuju pada kompas itu. Jarum penunjuk arahnya mengarah kemana?

Kini entah kenapa kakiku mulai melangkah mengikuti arah yang ditunjuk oleh jarumnya. Aku tahu Hyukjae memanggilku, tapi aku malas menjawabnya. Tatapan mata, pikiran dan langkahku, semua bergerak sendiri seakan kini aku terhipnotis.

Pergerakkan jarum kompas itu terus berpindah. Benar- benar seperti menuntunku untuk ke sebuah tempat.

“KUBILANG AKU TAK MAU PULANG!!”

DEGH! Aku langsung tersadar saar mendengar seruan Kyuhyun. Baru kusadari sekarang aku ada di atap sekolah yang cukup sepi pagi ini.

“Noona tak perlu berpikir negative. Yang noona lihat bukan berarti orang dari rumah itu. Noona jangan ikut campur apalagi bilang aku tak boleh menjadi penyuka sesama namja. Aku punya hak untuk menentukan hidupku, arra?”

Kasar sekali dia…

“Aku tak perduli! Aku tak mau pulang! TITIK!” Kyuhyun tampak mematikan ponselnya dan langsung bersandar gusar di pagar atap sekolah sambil mengacak rambutnya gusar. “Menyebalkan. Sampai kapan aku akan diperlakukan seperti itu? Bahkan sengan lantangnya dia menyuruhku jangan bergaul dengan penghuni yang lain! Menyebalkan!”

Kutatap kompas itu lagi. Jarumnya menunjuk lurus ke arah Kyuhyun. Kembali kupandangi Kyuhyun datar. Aku tak tahu apa yang kupikirkan, tapi ada sesuatu yang mengganjal perasaanku.

0o0o0o0o0o0o0o0

“White treasure?”

Hari ketiga aku memegang kompas itu, barulah aku bisa menemui Teukie hyung. Namun dia tampak tergesa- gesa. Terlihat dari pakaian formal yang dikenakkannya. Dia menatapku sebentar barulah mengalihkan pandangannya menatap Shindong yang tampak menunggunya.

Aku mengangguk. “Tapi kalau hyung ada urusan penting, biar kita bicara nanti.”

Namja itu diam. “Aku mau lihat benda itu.”

Aku buru- buru mengeluarkan kompas putih itu dan menyerahkannya kepada Teukie hyung. “Jarumnya agak aneh karena dia tak menunjuk ke arah utara. Tadinya kupikir itu mungkin bukan white treasure tapi…” Untuk sejenak, aku agak ragu.

“Tapi?”

“Aku merasa ada yang aneh dengan kompas itu. Jadi kurasa ini memang whote treasure. Bagaimana menurutmu, hyung?”

Hyung tersenyum kecil sambil mengembalikan kompas itu kepadaku. “Simpan saja. Kalau ini memang white treasure-mu, kali saja akan ada keajaiban yang terjadi. Jaga baik- baik benda ini. Annyeong.” Teukie hyung langsung bergegas meninggalkanku dan aku kembali hanya diam memandangi kompas ditanganku seksama.

Jarumnya perlahan kembali bergerak- gerak aneh.

Kyuhyun…

Entah kenapa nama anak itu yang kini melintas dibenakku.

Dengan langkah cepat aku mengikuti arah dimana jarum kompas itu menunjuk. Di halaman rumah, kulihat Kyuhyun tengah duduk di kursi taman sambil mendengarkan musik dengan headphonenya dan diam.

Dia sedang melamun? Atau tidur?

Dengan langkah hati- hati aku mulai memasuki halaman dan berdiri tepat dibelakang namja itu. Kedua matanya terpejam dan dia menengadah kearah langit. Dia benar- benar tertidur? Atau hanya memejamkan matanya?

“Sungmin hyung…”

DEGH! Aku terlonjak shock saat namja itu memanggil namaku. Hei, kenapa dia memanggil namaku?

“Dasar Ahra noona menyebalkan. Aku pokoknya tidak mau pulang!”

Dia tidak tidur!

Perlahan aku mundur sebelum Kyuhyun menyadari keberadaanku. Saat jarak kami jauh dan aku mendekati pintu rumah, aku segera berlari meninggalkan wilayah itu dengan tergesa- gesa. Perlahan langkahku berhenti di depan kamarku.

Jantungku berdegup kencang.

Tunggu… Kenapa dia memanggil namaku begitu? Aiiishh…

Kenapa kompas ini aneh sekali! Karena rasa penasaran untuk mengetahui apa yang ditunjuknya, aku jadi tahu apa saja yang terjadi pada Kyuhyun. Ini konyol dan membuatku merasa aneh.

“Apa yang kau lakukan disini?”

Teguran berat dari Youngwoon hyung membuatku nyaris terlonjak kaget. Buru- buru aku menoleh dan memandangi namja itu kini menatapku penasaran. “Hyung?”

“Ada apa? Kenapa kau berdiri di depan kamar Teukie hyung?”

Eh? Bukannya ini kamarku?

Perlahan aku menatap pintu disampingku. Loh.. Ini memang kamar Teukie hyung? Loh? Sejak kapan aku ada disini? Tadi aku berada di depan pintu kamarku, kok!

“Ta-tadi aku sudah berada di depan pintu kamarku.”

Sesaat raut wajah Youngwoon hyung berubah drastis. Namja itu menatap ke pintu kamar Teukie hyung sejenak lalu kembali menatapku. “Kalau begitu, kembali ke kamarmu. Lebih baik jangan berkeliaran di luar kamar. Aku akan mengecek yang lain agar tetap di kamar mereka.”

“Eh? Memangnya apa yang terjadi, hyung?”

Youngwoon hyung tersenyum kecil. “Akan ada sedikit ‘badai’ di luar.” Namja itu menekankan sedikit intonasi di kata badai yang diucapkannya tadi.

Badai?

Tapi hari ini cerah, kok…

0o0o0o0o0o0o0o0

Kupandangi jarum kompas yang kembali bergerak- gerak aneh. Entah karena sudah terbiasa atau apa, kali ini tak perlu berpikir aku langsung mengikuti arah jarum jam itu. Pikiranku agak buruk tentang Kyuhyun.

Setiap jarumnya aneh, jarum kompas ini menunjukkan padaku tempat dimana Kyuhyun berada dan pasti saat itu dia tengah memikirkan sesuatu. Sudah lama aku tak bicara dengannya, kurasa ini saatnya kita bicara lagi.

Kulihat Kyuhyun duduk termenung di atap sekolah sambil memegang ponselnya.

Sepertinya keluarganya benar- benar mendesakknya…

“Sial!!”

BRAK! Kyuhyun melempar ponselnya kencang dan benda itu langsung terbelah menjadi dua bagian. Jujur saja, aku mematung shock melihatnya.

“Kenapa mereka semakin memaksaku!”

Kenapa dia sebegitu keras kepalanya tak mau pulang ke rumah?

Tiba- tiba pandangan Kyuhyun tertuju padaku. Sejenak timbul pikiran untuk kabur di kepalaku, tapi buat apa aku kabur? Jadi aku memilih melangkah mendekatinya sambil menyembunyikan kompasku ke saku celana panjangku.

“Wae? Kau kelihatan frustasi? Kenapa juga ponselmu yang hancur? Kenapa bukan PSP-mu?” Godaku santai.

Kyuhyun terkekeh namun senyumannya terlihat sini. “Yang benar saja. Aku tak mungkin membanting PSP-ku.” Balasnya sambil menengadah menatap langit. “Aish, aku benar- benar di desak. Appa tadi meneleponku. Ahra noona mengadu padanya dan kalau aku tidak pulang hari ini juga, aku akan diseret pulang secara paksa.”

Sesuatu seakan menusuk dadaku perlahan. Aku mencoba tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. “Bagaimana kalau kau pulang sebentar untuk bicara dengan mereka, lalu kembali lagi?”

“Mana bisa. Kalau aku pulang, aku tak akan diizinkan kembali kesana lagi. Orang tuaku dan noonaku itu payah.” Gerutunya. Perlahan matanya menatap lurus kearahku dengan tatapan memelas. “Aku tak mau keluar dari permainan itu.”

“Wae? Apa kau sebegitu menginginkan white treasure-nya?”

Kyuhyun menggeleng sambil menatap lurus kedepan. “Aku bahkan tak memperdulikan tentang tujuh white treasure itu. Aku hanya merasa senang tinggal disana bersama semuanya..” Kyuhyun diam sejenak sambil tersenyum polos. “juga bersama Sungmin hyung.”

DEGH! Jantungku kembali berdegup kacau.

Bisa kurasakan kini kedua bola mataku mengerjap sambil menatap Kyuhyun yang tetap memandang lurus kedepan sambil tersenyum. Wajahku mulai panas. Apa yang kurasakan? Aku pasti mulai gila…

“Wae? Kok diam?” Saat Kyuhyun menoleh menatapku, detik itu juga aku membuang wajahku dari hadapannya. “Loh, hyung kok merah begitu? Hyung malu dengan kata- kataku tadi, ya?” Tawanya mengejek.

“Diam, kau!” Sentakku menahan gemuruh di dadaku. Rasanya malu. Bahkan rasanya seperti mendapatkan pengakuan cinta. Iishh~

Tiba- tiba kurasakan tangan Kyuhyun bergerak mengusap rambutku. Disini kan dia dongsaengku, kenapa dia memperlakukanku seperti dongsaengnya? Ah, bukan! Dia memperlakukanku seperti yeojya.

“Tapi aku serius.” Ucapnya pelan. “Aku tak mau kembali, karena aku tak mau berpisah dengan Sungmin hyung.”

Hatiku tercekat.

“Ja-jangan konyol!” Aku mulai gugup dan perlahan berdiri menatapnya agak gusar. “Jangan mengatakan hal yang membuat orang lain salah paham begitu, Cho Kyuhyun.” Dengan langkah cepat aku pergi meninggalkan Kyuhyun.

Hari ini…

Kompas itu membuatku kesal!

0o0o0o0o0o0o0o0

Gara- gara kalimat Kyuhyun, aku jadi enggan melihat namja itu. Dan sialnya, disaat aku berusaha menghindarinya, kami malah lebih sering berpapasan. Padahal aku sudah berusaha memutar arah agar tidak berlalu- lalang di sekitar kamar Kyuhyun, tapi belakangan rumah ini aneh. Aku serasa berputar- putar.

“Kalian merasa kalau rumah ini agak aneh tidak?” Malam itu, Siwon membuka pembicaraan diantara beberapa dari kami yang bersantai di ruang tengah. “Kemarin saat mau ke kamar, tiba- tiba aku berada di depan kamar Heechul hyung. Padahal jarak kamar kami kan jauh.”

“Kalau aku,” Donghae menambahkan. “waktu itu aku mau ke toilet di dekat dapur. Masa aku nyasar ke kamarku di lantai dua. Aku serasa asing disini padahal sudah tinggal disini cukup lama.”

Mereka mengalami banyak kejadian aneh, sama sepertiku.

Tapi yang paling aneh memang white treasure yang kutemukan. Kompas aneh yang menunjuk ke arah Kyuhyun.

Ngomong- ngomong, mana Kyuhyun?

“Aigoo~” Tiba- tiba Zhoumi Kibum masuk ke ruang tengah dengan wajah kusam. “Noona di depan rumah galak sekali.”

Noona?

“Wae, Kibum?” Heechul hyung yang bertanya.

“Aku bertemu dengan seorang noona cantik di depan rumah. Awalnya dia bertanya baik- baik, tapi begitu aku bilang yang tinggal di rumah ini benar- benar namja semua dia langsung ngomel- ngomel. Galak sekali.” Gerutunya sambil duduk di sofa dan mengambil majalah yang tergeletak di meja.

Noona?

Apa mungkin…

“Kyuhyun mana?” Tanyaku.

“Molla. Sejak tadi aku belum melihatnya.” Donghae yang menjawab.

Kalimat Kyuhyun beberapa hari yang lalu kembali kuingat. Kalau dia tau mau pulang ke rumahnya, maka appanya yang akan menyeret Kyuhyun pulang secara paksa. Ja-jangan- jangan?!

Aku langsung berlari meninggalkan ruangan itu. Jantungku berdegup kencang, kuharap tebakanku salah. Saat aku keluar dari pintu rumah, kulihat Kyuhyun diseret masuk ke dalam sebuah sedan hitam dengan cepat.

“Kyu!!”

Kyuhyun sempat menoleh menatapku, tapi seorang namja bertubuh besar sudah memaksanya masuk dan mobil itu berlalu begitu saja dari hadapanku.

Masih bisa kulihat Kyuhyun menoleh dari kursi belakang mobil dan menatapku dengan sorot mata penuh penyesalan.

Dia tak akan kembali…?

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Kyuhyun benar- benar dipaksa pulang?” Pertanyaan Teukie hyung membuyarkan lamunanku malam itu yang tengah duduk diberanda kamarku sambil menatap bulan purnama. Saat menoleh, namja itu sudah duduk disebelahku.

Aku malas menjawabnya…

“Sejak Kyuhyun pergi dua hari yang lalu, kau jadi diam.”

Aku mengendikkan bahu malas. “Molla. Aku agak aneh dengan keadaan ini.”

“Aneh?”

Kutatap Teukie hyung serius. Perlahan kembali kukeluarkan kompasku dan memberikannya kepada Teukie hyung. “Apa hyung tahu kalau jam ini aneh?”

“Aneh bagaimana?”

“Setiap kali jarumnya bergerak tidak jelas, dia akan menunjuk ke arah yang salah, bukan ke utara. Dan setiap kali aku mengikuti arah jarumnya, aku akan menemukan Kyuhyun tengah terlihat frustasi sendirian. Karena kompas ini juga aku jadi mendengar sesuatu yang kini mengusikku.”

“Contohnya?”

Aku diam. Apa aku harus menjawabnya?

“Ah, sulit untuk dijelaskan. Pokoknya aku serasa kompas ini jadi penghubungku dengan Kyuhyun. Dan aku merasa hampa saat dia tak ada disini. Aku merasa agak konyol dan aneh. Perasaan ini benar- benar membingungkan.” Aku menggaruk kepalaku gusar.

“Coba katakan satu kalimat.”

Eh? Kutatap Teukie hyung.

“Katakan satu kalimat? Apa?”

“Kau tahu, kok.” Namja itu mengusap kepalaku perlahan. “Bukankah kompas itu menghubungkanmu dengan Kyuhyun, kalau begitu kau bisa menggunakannya untuk mencari tahu dimana Kyuhyun berada kan?”

Memangnya aku bilang aku ingin bertemu lagi dengan Kyuhyun?

“Keajaibannya sebentar lagi habis, jadi kau harus memanfaatkannya sebisamu.”

Keajaiban…

“Tunggu!” Aku tersentak saat kulihat siluet Teukie hyung perlahan berubah. Entah kapan tapi kini dia mengenakan jubah putih panjang dan topi aneh sepertti seorang penyihir. Tubuhnya bahkan mengeluarkan cahaya.

DEGH! Detik berikutnya aku membuka mataku.

Kudapati aku tertidur di beranda kamarku. Tak ada Teukie hyung disini. Sejak kapan aku tertidur? Dan pembicaraan dengan Teukie hyung tadi… Apa itu mimpi?

Katakan satu kalimat…

Dan temui Kyuhyun…

.

Kutatap kompas itu tak bergeming sedikitpun. Jarumnya diam di satu arah dan tak bergerak kemana- mana. Kenapa ini? Padahal sebelumnya tidak apa- apa, kan?

Kalimat dalam mimpiku kembali terngiang…

Keajaibannya akan segera berakhir?

TUNGGU! Apa kompas ini sudah tidak mau berfungsi lagi? Aniya! Tidak boleh begitu, dong! Kompas ini harus berfungsi! Aku tak tahu dimana rumah Kyuhyun dan hanya benda ini yang bisa mengantarkanku kesana. Bukankah Kyuhyun sudah tak memegang ponsel lagi?

Aigooo~ Eothokajyo?!

Eh, tapi… Kenapa aku sangat ingin menemui Kyuhyun? Nae, aku merasa muak karena dia tak ada di sekitarku. Rasanya hatiku menggantung karena semua kata- kata yang dulu diucapkannya padaku.

Dia tak mau pergi karena tak mau berpisah denganku, kan? Bisakah aku mengambil asumsi kalau namja itu…

Tatapanku kembali tertuju pada kompas ditanganku. Jarumnya mulai bergerak lagi, namun kali ini aneh. Jarum itu berputar cepat seperti jarum jam.

“A-apa yang terjadi?!”

SRET!! Tiba- tiba kompas itu seakan menarikku. Dia bergerak atas kehendaknya sendiri menyeretku agar mengikutinya.

Aku berlari dengan susah payah agar tidak benar- benar ditarik oleh kompas aneh itu. Dia membawaku menyebrang jalan tanpa memperhatikan lampu jalan yang menyala. Tentu saja kelakuanku membuat orang- orang berseru panik dan kesal.

Mereka mengira aku orang gila yang mau bunuh diri mungkin? Jangan konyol!

Kini aku berlari diantara perumahan yang cukup luas. Dilihat dari bentuk rumahnya, ini bukan perumahan biasa. Yang menghuni pasti orang- orang kelas atas.

Seseorang berada tepat dihadapanku!!

Andwae! Kompas bodoh, kau harus diam!!

BRUGH! Aku menabrak orang itu dengan sangat mulus. Aigoo~ Kompas bodoh!

“Ukh… Sakit tau!” Hardik orang yang kutabrak itu kesal, namun saat tatapan mata kami bertemu, kami berdua sama- sama diam. “Sungmin hyung?”

“Kyu?” Aku mengerjapkan mataku tak percaya.

Kompas ini mengantarkanku ke tempat Kyuhyun berada.

“Kenapa hyung ada disini?” Tanyanya heran sambil menarikku. “Hyung merindukanku, nae? Bahkan tadi sampai menubrukku begitu?” Godanya sambil membersihkan pakaiannya yang kotor karena debu jalan.

Aku berdecak pelan. Masih sempatnya dia menggodaku begitu.

“Lama tak jumpa, hyung.”

“Kau… Kelihatan baik- baik saja.” Ucapku perlahan sambil mengamati setiap sudut di wajahnya. Tak ada yang berubah dari wajahnya. Ah, tentu saja! Kau kan hanya tak melihatnya selama dua hari, Lee Sungmin.

Memangnya kau berharap Kyuhyun jadi lebih tampan, eh?

Kyuhyun tersenyum. “Kata siapa aku baik- baik saja? Aku sangat buruk, tahu.”

“Ehh?!” Otomatis aku tersentak kaget. “Buruk bagaimana?”

Kyuhyun mengangguk. “Aku dikurung dirumah. Malam ini aku berhasil izin keluar dan itupun sejak tadi sebenarna aku diikuti oleh beberapa orang dari appa agar aku tak kembali ke rumah itu. Padahal rencananya aku mau kabur.”

Aku diam mendengar ucapannya.

Kyuhyun tersenyum sambil menatapku. “Jeongmal pogoshippeo, Sungmin hyung.”

DEGH! Jantungku kembali berdegup keras dan wajahku memanas.

“Wae? Hyung tak merindukanku?” Tanyanya polos.

Buru- buru aku menggeleng. “Yah, sejujurnya aku juga sama. Aku datang mencarimu karena ingin menanyakan satu hal padamu.”

“Apa?”

“Apa benar karena aku… Kau tak mau keluar dari rumah itu?” Jantungku berdegup kencang saat menanyakan hal itu. Mungkin kedengarannya aku terlalu percaya diri, tapi masa bodoh. Daripada aku merasa tidak tenang.

Kyuhyun menyunggingkan senyum sempurnanya. “Kalau bukan karena hyung, aku malas bertahan disana. Karena hyung ada disana, makanya aku betah. Di rumahku kan tidak ada Sungmin hyung, jadinya aku tidak betah disini.”

Dia jujur sekali? Apa dia tak berniat berbasa- basi dulu?

“Wae?”

“Eh? Wae apanya?”

“Kenaap karena aku?”

Kyuhyun langsung tertawa. “Aigoo~ Yang benar saja! Masa hal itu pun harus kukatakan secara terang- terangan? Hyung kan lebih dewasa dariku, seharusnya hyung jauh lebih cepat tanggap, dong. Payah…” Godanya lagi sambil menepuk bahuku.

“Jangan perlakukan aku seperti anak- anak.” Gerutuku. “Jawab saja, jangan banyak bicara.”

Kyuhyun berhenti bicara. “Itu… Tentu saja karena selama ini aku menyukai Sungmin hyung.”

DUARR! Kali ini sebuah kembang api seakan meluncur di dalam benakku. Kenapa kembang api?

“Suka padaku?”

Kyuhyun mengangguk. “Makanya aku kesal waktu Ahra noona bicara aneh- aneh tentang kisah cinta sesama namja. Dia tak tahu kalau dongsaeng tampannya ini juga tidak normal.” Kyuhyun bergerutu sendirian sebelum menatapku.

Dia tak main- main kan?

“Hyung tak perlu menjawabnya. Aku tahu ini benar- benar mengejutkan, jadi santai sa_”

Aku membekap mulut Kyuhyun dengan tanganku. Kedua bola matanya menatapku kaget, namun ia tak mencoba mengelak. Dia hanya menatapku.

Ucapkan satu kalimat…

“Aku hanya akan sekali mengatakannya, jadi kau diam dulu.”

Kyuhyun mengangguk tak mengerti.

Perlahan kulepaskan mulutnya dan langsung mencium bibi tipisnya seklias. Ya, hanya sekilas. Ini di wilayah rumah Kyuhyun, bisa terjadi kegemparan besar- besaran kalau ada yang melihatnya.

Hanya satu kalimat, kan?

“Nado saranghae.” Ucapku cepat.

Entah aku terlalu cepat mengartikan perasaanku atau tidak, tapi hanya dengan satu kalimat itu, aku bisa merasakan beban yang kini kutahan berubah ringan. Aku merasa lega karena kini bisa mengakuinya.

Kyuhyun mengerjapkan matanya tak percaya. “Hyu-hyung?”

“Wae?”

Namja itu menggeleng. “Aku bahkan jauh lebih kaget karena kau menyerangku duluan dibanding mendengar pernyataan cintamu.”

Wajahku bersemu merah mendengar ucapan Kyuhyun. Perlahan kumasukan kompas yang sejak tadi masih kugenggam ke dalam saku celanaku. Dengan begini, keajaibannya benar- benar sudah habis atau masih ada yang tersisa?

Kyuhyun langsung merangkul pundakku. “Malam ini menginap di rumahku saja. Hyung juga bisa membantuku merayu appa, umma juga noona agar aku bisa kembali kesana.”

“Hmm..” Aku menimang sebentar. “Bukan ide yang buruk.” Senyumku kearahnya.

Kyuhyung mengecup puncak kepalaku lembut dan langsung menggandeng tanganku kearah sebuah rumah yang cukup besar yang tak jauh dari tempat kami berdiri tadi. Gomawo kompas ajaibku…. Haha…

~Sungmin pov end~

================================================================

Sungmin mengobark- abrik meja disamping temapt tidurnya. Seingatnya, semalam dia meletakkan kompas itu di laci mejanya. Tapi pagi ini kompas itu menghilang begitu saja secara misterius.

Sama seperti kemunculannya yang misterius.

“Hilang…?”

“Tidak perlu dicari.”

Sungmin terkejut saat melihat Leeteuk duduk di beranda kamarnya dengan sosok yang menakjubkan. Pakaian yang dikenakannya sama dengan yang dulu muncul di mimpi Sungmin. “Hyung… Kau?”

“Kompas itu ada padaku. Keajaiban untukmu sudah kuberikan. Sekarang berbahagialah.”

“Hyung! Apa kau sebenarnya_”

DEGH! Lagi- lagi Sungmin tersentak saat ia membuka matanya dan mendapati kamarnya dalam keadaan seperti biasa.

Namja itu mengucek kedua matanya bingung.

“Mimpi?”

Tanpa banyak pikir panjang, dia merogoh kedalam laci mejanya dan tak menemukan kompas itu di dalam sana. Sungmin hanya bisa mengerutkan keningnya saat mengingat mimpinya tadi sebelum ia terbangun.

“Apa sudah ada di Teukie hyung?” Gumamnya. “Itu berarti…”

“Pagi, hyung!” Seruan Kyuhyun yang tiba- tiba masuk ke kamarnya membuatnya tersentak. Namja itu tersenyum manis menatap Sungmin. “Sarapan sudah siap, hyung tak mau telat ke sekolah, kan?”

“Nae.” Jawab Sungmin cepat sambil melangkah kearah Kyuhyun.

Saat berada di dekat Sungmin, Kyuhyun mencium kening namja manis yang kini adalah kekasihnya itu. “Morning kiss dulu, hyung.” Godanya.

Sungmin terkekeh sambil menutup pintu kamarnya. Samar, dia seakan melihat sosok seseorang dengan jubah putih berdiri di beranda kamarnya. Sungmin hanya tersenyum simpul dan benar- benar menutup pintu kamarnya.

KLETREK~ Sebuah benda kecil terjatuh di lantai di dekat meja di samping tempat tidur Sungmin.

Kompas putih…

Sebuah tangan mengambil kompas itu dan langsung memasukkannya kedalam kotak kecil yang terbuat dari kayu yang terukir indah. “Selamat tidur, kompasku.” Bisik pemuda itu lembut. “Tinggal lima lagi.”

===============================================================================

a/n ::

ff ini kuketik disaat pikiranku lagi agak kosong plus kacau. aku bahkan nggak mengedit ulang ff ini.

kedengarannya aku nggak profesional, yah?

mianhae readers kalau banyak banget typo.. =/\=

untuk story berikutnya, aku akan kembai jadi diriku yang sebelumnya. #maksudnya? O.o

gomawo kalau ada yang mau ripiuw…

47 thoughts on “White Compass

  1. Woww, Kyuhyun jujur banget jadi bocahh~
    Ahraa Brother complex, ckckck…

    Ehh, siapa tuh yg ciuman d depan rumah?? KangTeuk kahh?? O.o
    Jadi Teukkie penyihir tohh~ *manggut2 sok ngerti*

    jd White treasure kali ini Kompas Cinta, kkk~

    emang iya sihh, rasa ny yang ini ngga trlalu ‘Ngeh’, tp over all Ok kok Jumma…!!

    Hwaiting! Moga series depan Jumma ngg galau lg nee!

    _Fye_

  2. pertama,
    -tumben ada typo, tpi setelah liat aalesannya dimaklumi,
    kedua,
    -ceritanya tambah bikin aq penasaran, jng” si teuku tu jelmaan penyihir putih*ngayal
    ketiga
    -segitu aja, di tunggu next chap,
    annyeong

  3. Kompasnya cuma nentuin arah kyuhyun doang..

    ngakak pas umin hatinya meledak kayak kembang api.
    kayak petasan ajah.

    Hmm.. penasaran siapa sesungguhnya si teukie nih..

    Eh jadi akhirnya keluarga kyuhyun mau menerima sungmin ya..????

  4. keren compassnya
    entah kenapa pas baca ff ini kau keinget sama film golden compass :O #plakk
    Kyu !! kenapa pulang ?? Minnie jadi sendirian tuh #peluksungmin
    udah kuduga pasti jarumnya nunjuk ke arah Kyu,
    kyumin couple sweet banget😀

    Lanjut eon
    walopun banyak typo, tak masalah, ffnya tetep keren kayak biasanya😀

  5. hwaiting eonnie🙂

    nggak di edit, typonya dikit kok. tapi tetap aja alur ceritanya menarik. haseeekkkkkkkkkk kyumin banget ini eon…..

    eonnie tetap propesional kok dimata saeng. HWAITING EONNIE…
    Setelah ini apa lagi eon? haehyuk ya? O.o

  6. selanjutnya eunhae ya eon😀
    gak di edit? tp bgus-bgus aja kok🙂
    ih gue pling suka klo umin yg malumalu kucing sm kyu~ hyaaa imut bnget><

  7. hahaha…
    lucu n keren nih…

    biasany kyu yang bakal melihat sungmin ke arah mana aja..
    tapi kalau yang ini,, sungmin yang mencari kyu… ^^

  8. Wih romantisx. . .

    Asik 2 k0mpasx nunjuk k’arah jodohx Sungmin. . .

    Aq jga mau k0mpas kyak g2. . .
    #bugh!

    2 kan jgan” Teukie yg pemilik rumah i2. . .

    Cpa 2 yg ciuman d’dpn rmah?
    KANGTEUK?
    Ato
    SIBUM?

  9. Thena~~~

    kerennn, critanya,,ckckc…
    HIDUP KYUMINNN!!!!! ^^ haha,,,

    da beberapa typo, thena, tpi aq memakluminya.. :))

    Aq penasarannn ama Om Kadir nih,,,-___-
    jagan2 dy penyihir beneran lagi… 0_o

    gak sabarr kelanjutannya… ^^

  10. Entah mengapa, crita kli ini trasa agak cpet dn aneh dh thena.. Ky express gt. Yg ttp cm 1, evilny kyu, hahaa
    1st YeWook.. Is The Best ^_^

    btw, siapa pasangan yg kisseu di dpn rmh? Dr ciri2 sìh KangTeuk, ga mgk YeWook, mreka kn imut2, hahaaa
    Sibum? Tp kibum ga tinggi..

    Hayoo thena.. LanJut.. Lanjut..

  11. Wah unn, jangan galau ya. . . Ceritanya jd sdikit kurang memancarkan auranya. . . #plakk bhsa macam apa yg kulontarkan ini. . . ~/\~ mian. . Tp cerita yang unni bkin bagus kok. . . Meski lebih bnyak typo dr cerita2 sebelumnya, Fighting ya unn!!! Aku tunggu Next chapternya

  12. Pengen pnya kompas kayak gitu deh, biar bsa nunjukin jodoh ku sapa… Hahaha..
    Jdi ga usah cape2 nyari…

    Kayakny yg ciuman dpn rumah tu Kangteuk deh..
    Badan Kekar gitu.. Hehe

    Sang Pemilik sepertiny udh mulai k tebak ya *smga tebakanny bener*

  13. Aq memaklumi kekacauan yg sdang ada d’dpan mu eon … Aq akan pura2 ga tau n tetap menganggap kau sdang bhagia ..

    Back to ff =>
    berarti kyu dah lama dong dmen ma umin ..
    Trus yg d’liat ahra eonni itu kangteuk ya eon ..
    Ko kyak’a stiap q ngebayangin teuki d’ff ni~ agak ngeri juga ..

    Aq penasaran nih, lnjut ya eon~

    keep smiling.. Hwaiting eon!

  14. wahhhh dasar mesum ciuman di depan rumahhh sapa tuh??? TEUKI JADI SETANNYA YAK!!!HAHAHAHA#PLAK!
    teuki:: gw bukan setan mana ada setan cakep kyk gw mirip-mirip si kaito kid lah
    me:: hoekkkk!!
    lanjutkan thena!!!

  15. unn, ak bcany malem2,
    trus pas bca yg ada jubah putih itu,, jdi mrinding sndri, apa emg ak.nya aja yg parno yak? ==a

    mian unn, kykny ak hrus bilang klo ff ini kurang romantis,
    mian unn =/\=
    tp klo fantasiny g ada matinya deh unn….
    keren…
    unni slalu aja pnya ide bgus buat bkin ff yg fantasi gini…
    emg daebak deh… ^^d

  16. tinggi berbadan besar. .kangteuk ya? ?
    ehhh teuki sipemilik beneran ya? ?
    sungmin yg kali ini nyariin kyu. .kekekeke
    tp sungmin ttp yg sok mengabaikan. .
    ceritanya seru. .semakin penasaran sm cerita berikutnya. .^ ^

  17. Kyaa..kyu di sini terkesan polos y..jujur bgt..
    Q semakin yakin kalau yg muncul di mimpinya min ama wook tuh teuk..
    Yg diliat ahra tuh jangan2 sibum y..hehehe
    Penasaran ama pair selanjutnya😀

  18. lohh..lohh..lohh……
    rmah bsa muter2(?) pusing dong??*plakk

    yy wlwupun rda bingung tpi tetep bguus kq Eonn…

    Wait…. teukieppa kan ‘sesosok’ truuss kanginppa pa coba??
    kq tggal 5???*mikir smbil ngitung **sibuumm.. hanchul.. haehyuk..Zhoury…truss kangteukkah??*
    lnjuut dah Eonn bkin tmbah pnsran niihhh😀

  19. kta2 trkhr ‘tinggal lima menit lagi’ mksd.a apa? o.0
    hayoh ni…
    stiap chapt bkn pnsrn aja ya tntg pnemuan white treasur.a
    bnr kan teukie pmlk.a
    tpi knp dia ska menghlg entah kmn?
    sbnr.a teukie sm kangin prg kmn sih?
    LANJOT!!! Thaena…😀

  20. wuuah !! Dewa !!😄
    Wookie udah tau siapa pmilik white tresure deng~

    ming kenal sosok itu, tpi otakny ga bisa mncerna wajah sosok itu. Wooaah~ tanda tanya besar ini.
    tbakanku, si pemilik jga slah satu bgian dri mreka deh -soktau -.-
    Tpi kta2 eonnie diatas mmperkuat tbakanku, krna sprtiny scra ga sdar sipemilik brada disekitar mrka tnpa mrka sdari. -makin soktau -.-
    Kyaaaaa~ siapa sih sbnerny tu orang ?

    Ahra eonnie nyebelin eh. Kyukyu mw dket ama ming juga. Iiissh. :3
    Eh, tpi jdi pnasaran, spa sih yg cipoan dpan rumah ? Brani amat. ckckckck
    Dewa !! dewa !!

    Tuh kan, lgi2 eomma, kmren pas wookie juga eomma yg muncul, knpa ga yg lain coba -mncurigakan-.
    Tuhkan -lagi-, ada apa dgn uri eomma eonnie ?.

    Aku kurang ngeh sma crita yg stu ini eonni, feelny kurang brasa. Hehehe.
    But, overall, ff ini ttp berkesan😀

    skian cuap2 gajeny.😀
    Keep writing and sucess 4 other ff ne eonnie😀

  21. eh, lanjut komen lagi. Hehehe, pgen komen banyak2. Gpp ya eonnie. :p

    Aku pnrsan sma klimat trakhir. Tggal 5 buah lgi kan ?
    Brrti -sibum, haehyuk, hanchul, zhoury, trakhir kangteuk(?).
    Nah yg buat aku bingung nd mulai mnganalisa yg engga2 lgi adalah -klo mmg eomma ada sgkut pautny sma smua iniiii~ apa eomma juga bkal mmgang white treasure itu sndri buat dia ?.

    Kyaa~ mmbingungkan tapi menarik, aku bner2 pnasaran jdiny.

    Nah trus. Ortuny kyukyu gmna eonnie ? Apa tggapan ahra eonnie ttg kyumin ?. Gantuuuuung eonnie. Hehhe. Byk komen ya. Mian klo gitu.😀

    Gomawo eonnie😀

  22. Ampun deh Kyu, sama sekali gak ada basa basinya. langsung ngmg tanpa pikir panjang…
    yang di lihat sama ahra pasti kangin ma leeteuk….
    Ming udh tw dong kalau pemilik white house itu leeteuk..
    Suka ma part ini walau ka taena blg ngetik ini dlm pkrn kosong🙂
    Fighting ka!!

  23. yeyeey..yeyeyy..
    ak ktinggalan lagi…-_-
    udh lm kynya nih ff???
    baru kbuka skarang…
    klo leeteuk yg punyanya, kisah cintanya leetuk gimna dong yah??
    next part spa nih unn???
    yewook?? haehyuk?? zhoury???
    kangteuk pst terakhirr..:D
    daebak unn ffnya..:D

  24. White Compass…….
    Jarumnya nunjuk ke Kyu terus ya? kok ga nunjuk ke eomma aja chagi?*plak!
    .
    .
    so sweet…..typo? dikit.
    aseekk deh ceritanya……anak eomma kan canggih…….

    nae chagi, Saranghae…

  25. Ohhh!!! Terima kasiiiihhhh Thena eonnieeee!!! *sujud sukur* *lari keliling smbl bawa banner KyuMin*

    Akhirnaaaa..KyuMin terbit jg! Wakakakak~😄 pantess bbrp hr nie rasa.a seneng2 gmnaaa..gitu. Trxt, appa-ummakui udh d publish! Senangnyaaa hatikuuu!! *halaahh..gombal XP*

    Cerita.a keren, eon! Uoh! Kompas penunjuk jodoh ya? Wuaaa! Mau dong! Aq penasaran sm jodohku siapa😛 *halahhh..jek ciplek pikirane.. –“a*

    Minnie umma bnr2 beruntungg! Jodohny Kyu appa! Woooohhoooo! Terima kasiiiihhh! Akhir.a KyuMin bersatu!😄

    Yokk! Ditunggu cerita selanjutnyaa!

  26. thena chaaaan!! Mian ru baca T.T
    ff kyuwook’a jg aq blm komen.. Miaaan DX

    huaaa ngbayangin teuki pake baju penyihir.. Kyna keren bgt😄
    tnyata bener teuki pemilik rumah itu ya… Kkk
    d tunggu couple slanjutnya..😄

  27. Aku penasaran sebenernya teukie tuh siapa??
    Alah umin nyosor duluan..ga biasanya..kwkwkwk
    Thena disini kyu kagak da evil2nya ya..digadein ma sapa tuh evilnya abang kyu..kekekek

  28. aku reader tertelat dlm sejarah perkomenan (?)
    nyahahahaha, next part SiBum
    Wookie dibilang pendek =.=
    jgn terlalu jujur Kyu

  29. KYAAA keren keren….
    kra” siapa tuh yg kissu” ddipan rmh??
    trus kra”m kluarga’a kyu nerima ming ga ya?? pst dterima kan..
    jdi apa si ‘pemilik’ ntu teukie??

    dtunggu eon lanjutan’a
    HWAITING ^^

  30. wah wah wah…..tumben ming main nyosor duluan?biasanya kan si kuyu…
    kalo aku tebak,yg ciuman itu kangteuk kan yah? *sok tau nya kumat*
    itu,si teuki kaya nya mulai nunjukin dirinya yang sebenernya yah…tapi teuki makhluk jenis apa yah? *gak ngeh*
    trus,kyumin di restuin gak tuh ama keluarganya kuyu?
    mian eon,aku banyak tanya banget…hhe^^v
    walaupun ada typo,tapi maklum aja lah eon…biasa aja itu mah..😀
    next part nya siapa eon?zhoury kah?atau sibum?atau hanchul?ya,pokoknya aku tunggu eon..^^

  31. umm..
    yang dapet white treasure itu para uke ya? trus semenya sebenarnya udah pada suka ma ukenya? para uke baru sadar setelah dapet white treasurenya?
    white treasure selanjutnya apa ya…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s