Always in My Heart // Chapter 2

Always in My Heart

KyuWook Brothership

.

Chapter 2~

.

~Kyuhyun pov~

Yeojya itu sejak tadi sibuk bolak- balik di depanku. Entah apa yang dia lakukan. Kurasa dia tengah membuat sesuatu. Dia mengambil buah- buahan juga susu dan membuat suatu adonan di dalam mangkuk besar.

Penasaran…

Seakan sadar aku memperhatikannya, dia menatapku dan langsung tersenyum manis. “Wae, Kyunnie?”

“A-aniyo.” Balasku agak canggung.

“Kenapa kau tidak membantu umma?”

“Malas.” Balasku lagi ketus.

Meski aku bilang tak mau membantunya, tapi kenapa aku setia duduk di ruang makan dan memperhatikan kegiatan yeojya itu? Rasanya memang ada yang aneh kalau aku melihatnya. Seperti melihat umma yang berkeliaran di dapur.

“Kyuhyun, bisa tolong ambilkan telur?”

“Tidak mau.”

“Oh, ayolah. Telurnya di dekatmu.”

Ihh.. Menyebalkan! Tidak lihat aku sedang main PSP?

Kutatap tempat telur yang memang tak jauh dari tempatku duduk. Langsung saja aku mengambilnya dan menggesernya agar lebih dekat dengan yeojya itu.

“Gomawo, chagi.” Dia kembali sibuk dengan adonannya.

“Mau buat apa?” Tanyaku pelan.

“Pie.” Lagi- lagi dia menoleh dan tersenyum lembut. “Appa bilang kau sangat suka apple pie, Wookie juga suka. Jadi umma akan membuat apple pie dan akan diantarkan ke tempat mereka memancing.”

Benar juga.. Appa dan namja itu kan sedang pergi memancing.

“Kau mau ikut mengantar?”

“Aniya.”

Yeojya itu kembali sibuk dengan kegiatannya dan menelantarkanku. Oke, bukan menelantarkanku sebenarnya. Tapi aku saja yang memang enggan membantunya. Lebih enak menjadi penonton dan duduk manis sampai masakannya selesai.

Dengan cepat dia mengambil sebuah gelas namun entah karena tangannya licin atau apa, gelas itu terjatuh dari tangannya.

PRANG!

Dan pecah…

“Aigoo~ Aku terlalu semangat.” Gumamnya sendiri sambil berjongkok.

“Biar aku saja!” Kali ini lagi- lagi entah karena apa aku langsung merunduk ke tempatnya dan mengambil pecahan gelas itu hati- hati. “Hati- hati, kalau terkena tangan kan bisa_ auch!”

Baru mau bilang kena tangan bisa terluka, tanganku justru terluka!

“Wae?” Yeojya itu merunduk di hadapanku dan langsung menarik tanganku sambil menatap jari telunjukku yang mengeluarkan darah. “Ah, umma kira terluka parah. Ini tak terlalu parah kok.” Perlahan dia menarikku berdiri.

Aku menurut saja.

Dia membersihkan darahku dengan tisu dan langsung mengambil plester luka di kotak dekat kulkas. Sepertinya dia tipe yang sudah menyiapkan plester luka di dapur agar mudah dicari. Dan dia langsung merekatkan pleser itu dijariku.

Matanya menatap mataku dalam sambil tersenyum. “Dengan ini baik- baik saja, kan?”

“Gomawo.” Bisikku. Bisa kurasakan kini wajahku terasa agak panas. Aku malu sekali…

Yeojya itu langsung sibuk membersihkan pecahan kaca dan kembali sibuk dengan pekerjaannya membuat apple pie. Aku masih setia berdiri di dekatnya sambil menatap semua kegiatannya. Aku tak suka ini…

“Aku… Biar aku bantu. Apa yang bisa kukerjakan?” Tanyaku akhirnya memecah kesunyian.

Dia kembali tersenyum manis. “Kalau begitu, cepat cuci tanganmu. Kau boleh membantuku menghias apple pie-nya.”

“Nae.” Aku hanya menurut saja.

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

~Ryeowook pov~

“Kira- kira mereka sedang apa, ya?”

Aku menoleh menatap appa yang tengah duduk termenung di atas batu sungai dan memegangi kailnya. Senyum kecil terulas diwajahnya yang tampak bijaksana dan bisa diandalkan. Dia jauh lebih baik dari pada appa yang menelantarkanku dan umma dulu.

“Kuharap Kyuhyun tidak membuat masalah.” Lanjutnya.

“Sekalipun dia membuat masalah, umma pasti bisa menghadapinya.” Balasku sambil bersandar di atas batu dan menatap langit yang agak terik. “Tidakkah konyol memancing di tengah musim dingin seperti ini?”

“Haha… Appa juga merasa konyol.”

Mana ada ikan di tengah sungai yang dingin seperti ini? Meskipun begitu, ini juga kan ideku. Baru kusadari itu ide yang sangat konyol. Kau bodoh juga ternyata Kim Ryeowook.

“Ayo kembali ke tepi, appa.” Ajakku.

“Aniya.”

Kutatap appa. “Wae?”

“Disini saja, Wookie. Lebih enak begini, berada di tengah air membuat perasaan lebih relaks. Daripada memancing ikan, bagaimana kalau kita mengobrol sedikit. Misalnya tentangmu dan Kyuhyun.”

DEGH! Aku terdiam mendengar ucapan appa.

Tentangku dan Kyuhyun?

“Appa lihat… Hubungan kalian_”

“Sangat buruk.”  Aku memotong dan appa tertawa canggung disisiku. “Kenapa tertawa? Apa hubungan kami begitu lucu untuk ditertawakan?”

“Sangat.” Namja itu dengan  hati- hati merubah posisi duduknya agar tidak tergelincir ke dalam sungai. “Appa lihat kau dan dia sama sekali tak bisa bersatu. Kalian sering sekali saling melempar death glare atau kata- kata ketus.”

Kulirik appa yang menerawang ke dalam permukaan sungai. Ada sorot kekecewaan di balik matanya yang teduh itu.

“Appa kira kalian bisa menjadi saudara. Mianhae…”

Kenapa harus meminta maaf?

Appa menatapku dan tersenyum. “Pernikahan appa dan ummamu ternyata tidak membawa kebahagiaan untukmu dan Kyuhyun. Apa kau menyesalinya, Wookie?”

Aku mengalihkan mataku dari tatapan mata appa dan menatap air sungai. “Aku tak pernah menyesali pernikahan kalian berdua. Aku senang karena umma dan appa akhirnya bahagia. Yang tak kupahami sejujurnya diriku sendiri.”

“Waeyo?”

“Aku tak paham kenapa aku tak bisa mencoba bersikap baik pada Kyuhyun. Jika aku mencoba mendekatinya dengan baik, mungkin Kyuhyun juga akan meresponku dengan baik. Pada dasarnya kami berdua sudah dewasa dan memiliki berbagai pemikiran sendiri yang sangat sulit. Wajar kalau kami jadi seperti ini.” Jelasku sambil meremas tanganku.

Kurasakan appa menepuk pundakku lembut. “Kau tetaplah hyung dari Kyuhyun. Appa yakin suatu saat nanti kalian bisa menjadi saudara yang sesungguhnya.”

Aku menoleh dan menatap senyuman appa. Melihatnya, aku balas tersenyum. “Aku tahu. Dan aku juga sudah bertekad ingin memperbaiki hubungan kami. Sangat tidak enak tinggal serumah dengan keadaan begini.”

“Appa tahu kau bisa berpikir dewasa.” Appa mengusap kepalaku dan perlahan berdiri hati- hati. “Ayo ke tepi, appa rasa kaki appa mulai membeku.”

“Nae.” Aku berdiri sambil menarik kailku.

“Hati- hati!”

Aku memperhatikan langkahku agar tidak tergelincir, kalau aku terjatuh ke dalam sungai yang membeku ini, kemungkinan besar aku akan mati. Alirannya cukup deras dan airnya bisa membekukan tubuh hanya dalam waktu beberapa detik.

Haha.. Benar- benar ide konyol untuk memancing. Lebih baik_

BYUUR!!

DEGH!

Suara apa itu?

Perlahan aku menoleh…

“Appa…?”

Appa tak ada dibelakangku.

~Ryeowook pov end~

.

PRANGG!!

DEGH! Kyuhyun tersentak saat lagi- lagi Jungsoo memecahkan sebuah gelas.

“Aigoo.. Kalau begini gelas dirumahku bisa habis, umma!” Gerutunya kesal sambil berjongkok di dekat pecahan dan memungutinya, kali ini benar- benar hati- hati.

Namun Jungsoo, dia mematung.

Entah Kyuhyun menyadari atau tidak kata- katanya tadi. Tapi satu panggilannya itu membuat Jungsoo benar- benar mematung.

“Wae? Kenapa kau malah diam?” Tanya Kyuhyun.

Senyum lagi- lagi terulas di wajah Jungsoo. “Aniya. Kau bersihkan pecahannya dulu. Umma akan ganti baju dan kita akan pergi ke sungai bersama. Kau ikut, kan?”

“Arra. Arra.” Kyuhyun membuang pecahan kaca itu ke dalam tempat sampah. Setelahnya, namja itu memperhatikan apple pie yang sudah dipotong untuknya dan menatap satunya yang masih bagus.

Kyuhyun mencoba memakannya.

“Enak juga. Tak kalah sama buatan umma. Ah, yang namanya apple pie memang pasti enak kalau dia tahu cara membuatnya.” Kyuhyun memasukkan satu potong lagi ke dalam mulutnya dan menatap Jungsoo yang sudah kembali ke dapur. “Cepat sekali…”

“Kau tidak ganti baju?”

“Buat apa? Aku kan pakai mantel tebal.” Balas Kyuhyun lagi malas- malasan. Namja itu langsung menarik PSP di atas meja dan berjalan meninggalkan Jungsoo sendirian di dapur yang tampak tersenyum senang.

Jungsoo segera mengambil apple pie yang akan dibawanya dan dimasukan ke dalam mangkuk berukuran sedang. Dengan segera dia menarik kunci mobilnya dan menyusul Kyuhyun. Saat melewati ruang keluarga, entah kenapa dia menatap foto keluarganya yang sekarang dan menatap Youngwoon.

Sejenak, batinnya merasa aneh.

“Cepatlah. Aku tak mau mati membeku di luar!”

Seruan Kyuhyun membuatnya segera bergegas meninggalkan ruang tengah dan mendapati Kyuhyun berdiri sambil mengusap kedua telapak tangannya di depan mobilnya.

“Mianhae.” Jungsoo membuka mobilnya dan langsung masuk. Kyuhyun duduk disebelahnya.

“Benar- benar konyol. Apa mereka tidak mati beku kalau memancing dalam kondisi seperti ini.” Gerutu Kyuhyun lagi.

Mendengarnya, Jungsoo hanya terkekeh sambil menatap jalan yang agak licin karena salju. “Umma rasa mereka tidak jadi memancing. Kita akan mengejutkan mereka, umma sama sekali tak bilang kalau akan menyusul.”

“Ah, terserahlah.” Balas Kyuhyun sambil mengeluarkan PSP-nya.

Jungsoo lagi- lagi tersenyum. Bagaimanapun juga, entah apa yang terjadi pada Kyuhyun, sikapnya hari itu membuatnya senang. Mungkin inilah saat dimana perlahan Kyuhyun bisa menerimanya masuk dalam dunianya.

“Kyunnie…”

“Hm?” Kyuhyun tak mengalihkan perhatiannya dari PSP-nya.

“Gomawo.” Balas Jungsoo sambil menatap ke jalan dan serius mengemudi.

Sekali Kyuhyun melirik yeojya itu dengan alis tertaut, tapi detik berikutnya dia kembali sibuk dengan PSP-nya. Tapi pikirannya mulai tidak fokus. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

CKIIT~ Jungsoo menghentikan mobilnya di sekitar sungai.

Dengan tatapan heran dia keluar dari mobil sambil membawa kantung berisi apple pienya. Dia heran menatap banyak sekali orang berkerumun di sekitar sungai. Polisi, tim pencari, dan warga setempat.

“Ada apa?” Kyuhyun bergumam tak mengerti.

Saat itulah perasaan Jungsoo langsung kacau. Dengan langkah cepat dia berjalan menuju sungai dan menerobos kerumunan orang yang sedang mengitari sesuatu.

“Woo-wookie?” Panggilnya saat melihat yang dikitari orang- orang itu adalah putranya.

Ryeowook menoleh dengan mata sembab dan wajah pucat karena dingin dan ketakutan. Air matanya masih mengalir. “U-umma…”

“Wa-waeyo?” Jungsoo menahan nafasnya saat memandangi orang- orang kini menatapnya.

“Ada apa ini?” Kyuhyun muncul dibalik Jungsoo dengan alis tertaut. “Heya, mana appa?”

Ryeowook tak menjawab. Hanya isakan yang terdengar. Namja manis itu menutup wajahnya dan kembali menangis ketakutan. Tubuhnya gemetar karena menatap Jungsoo dan Kyuhyun. Tak tahu apa yang harus dijawabnya.

“Kim Ryeowook, mana appa?!” Tanya Kyuhyun tak sabaran.

“Ya! Sudah ditemukan!” Seruan seseorang membuat Ryeowook tersentak dan langsung berdiri tegang.

Jungsoo dan Kyuhyun ikut menatap namja tinggi dengan pakaian seperti tim pencari itu heran, masih tak paham dengan apa yang terjadi disini.

“Dia tersangkut di ranting pohon tepi sungai berjarak lima puluh meter dari sini. Kondisinya sudah membeku. Tak bisa diselamatkan…”

BRUGH~ Kantong yang dibawa Jungsoo langsung jatuh.

Ryeowook juga langsung berlutut dan menangis pilu. “Hiks… Ap-appa…” Isaknya.

Detik itu juga Kyuhyun dan Jungsoo benar- benar paham apa yang terjadi.

Dengan cepat Kyuhyun langsung menarik kerah mantel Ryeowook dan membuat namja itu berdiri dengan sangat terpaksa. Tatapan keduanya saling bertemu, yang satu menangis namun yang satunya menatapnya tajam tak percaya.

“Katakan padaku apa yang terjadi pada appa?!”

“Mi-mianhae…” Isak Ryeowook. “Mianhae…”

Seorang tim pencari mendekati Jungsoo. “Anda istri Kim Youngwoon?”

Jungsoo mengangguk.

“Sekitar tiga puluh menit yang lalu, Kim Youngwoon tenggelam di sungai. Dan kami sudah menemukan jasadnya. Apa bisa Anda melihatnya?”

JGERR!! Detik itu juga petir seakan menyambar Jungsoo dan Kyuhyun.

Keduanya mematung tak percaya.

.

~To be continued~

20 thoughts on “Always in My Heart // Chapter 2

  1. Shock abis pas baca KangIn udh meninggal…
    Ampun deh… Kasian Kyu jdi Yatim Piatu…
    Ni mah bikin Kyu tambah Benci ja sma wookie…

    Chap 2ny lbih pendek ya.. Hehehe…

    D tunggu Lanjutanny…
    Fighting ^^

  2. huwaaa kangin appa mati. .
    Gmana nasib teukie umma. .huks
    lalu gmana nasib kyu ama w0okie. .u,u
    lanjut un tp jgn lm2 ne. .

  3. kan~~~ Huwaa!!!! Kyu pasti bkalan marah2 lgi ama Wookie..
    oettokhe?? Mudah2n Kyu gk terlalu benci ya..ckck..

    Chapnya kependekan, kurang puas..hehe..
    Tpi kerenn~~

    Lanjut, thor!!!

  4. OMO… Kangin mati… Wah bakal jadi perang dunia ke 3 nieh antara Kyu n Wookie… Perasaan benci Kyu makin besar nih ke Wookie…

    Aish… Jadi makin penasaran sama cerita selanjutnya….

    Lanjut ya chingu… jangan berenti nulis

  5. Wah,Taena unni tega bener deh. . . Msak baru mau baekan udah dibkin ada yg mati . . . si kyu bisa2 ngambek ma wookie tuh. . Kan kesian T.T

  6. “Sepertinya dia tipe (orang) yang menyiapkan….” kyaknya enak begini deh eonn,,
    oh ya aq Nurul
    *telat lo,
    mian baru intro hehehe

  7. kasihan kyu !!!😥
    udah ditinggal umma kandungnya ke surga, eh sekarang appanya ikutan juga
    #peluk kyu
    jungsoo umma bakalan mati juga kan di prolog itu, matinya kenapa ya unnie ??

    Lanjut nih, penasaran banget😀

  8. alamat wookie makin tekanan batin nih thena..
    pasti kyu makin sadis.
    Poor wookie😦

    btw, chap ini pendek yah..
    chap 1 tuh pas, brasa gt bacanya🙂

    Ok.. Lanjut chap 3 yo..
    Saya tunggu🙂

  9. m–mwo-mwoya??????
    Andweee……. hueeeee
    bru ja hub. kyu n teuk mmbaik eehhh skrg huee………
    mga2 ja kyu gg jhat lgi amiee lnjuut Eonn*q mw layat k t4x kim Young*plakk*

  10. Eon.. Apa yg kau lakukan?
    Tiba2 kangin meninggl? Aigoo~
    ini diluar dugaan q loh eon ..

    Kyu jd yatim piatu dong..
    Pdahal kyuwook aja blm akur.. Kyu sm jungsu umma jg baru dkit2 akur’a..

    Dasar AB eonni!
    Oke, to chan tnggu lnjutan’a ya.. Eonni chagiii~

  11. Yaahhh chagi, kok udah mati aja Kangin-nya??
    klo gini KyuWook gak bakal bisa akur dong? duuhh….gmn nih? *ikutan tegang*

    kenapa bisa mati? aish!

    mian umma ripiu disini. chap satu udah umma baca di hp cuma ripiu disana susah, akhirnya umma ripiu di chap 2 aja.

    yah…kok mati sih??? *galau*

    nae chagi, saranghae…..🙂

  12. Unnie~ Ini Yayah from Facebook ^^
    Baru aja mau lihat mereka berbaik tapi malah jadi begini? Kangin udah dimatikan wataknya? pasti hubungan mereka akan menjadi susah. Kyu pasti bertambah benci pada Wookie >.<
    Unnie~ lanjut cepat sikit.
    Udah nggak sabar nih…

  13. huhuhu…. sedih masa tiba tiba sudah disuguhin KangTeuk mati onn….
    kn jadi shock saia …. T_T yah meskipun flashback …..
    Kyuppa tmbah benci dech nanti ama Wookie… hiks..hiks… kacian Teukppa udh ditinggal mati nampyeonnya.

    Ceritanya cepet amat yak onn… >,<
    tapi bagus ^^ udah ga sabar lanjutannya….
    Biasanya update kilat onn,,, lagi galau tta *Plaakk*

  14. JDERR !!
    Rsanya kya ada petir yg nyambar pas bca kalimat ‘Dan kami sudah menemukan jasadnya’.
    Aku mmg udah duga dri awal psti kejebur, tpi ga smpe kpikiran klo justru appa yg kejebur.
    tuhaaa~n, kyu bkal mkin bnci sma wookie klo bgini.

    Chap ini pendek ya eonnie, mgkin krna chap ini konflikny gak trllu mncolok mkanya brsa pendek.
    chap ini Sdikit datar eonnie, tpi bgian pnutupnya mnutupi, cz ada emosi yg mncuat di bagian2 akhir.

    Mianhaeyo eonnie, mi cuma mmbri kritik🙂
    Smoga chap depan lbih baik dri ini😀
    Gamsahamnida~😀

    Keep writing eonnie😀 smoga sukses dgn FF lainnya😀
    Fifhting !! ^^

  15. JDERR !!
    Rsanya kya ada petir yg nyambar pas bca kalimat ‘Dan kami sudah menemukan jasadnya’.
    Aku mmg udah duga dri awal psti kejebur, tpi ga smpe kpikiran klo justru appa yg kejebur.
    tuhaaa~n, kyu bkal mkin bnci sma wookie klo bgini.

    Chap ini pendek ya eonnie, mgkin krna chap ini konflikny gak trllu mncolok mkanya brsa pendek.
    chap ini Sdikit datar eonnie, tpi bgian pnutupnya sdikit mnutupi, cz ada emosi yg mncuat di bagian2 akhir.

    Mianhaeyo eonnie, mi cuma mmbri kritik🙂
    Smoga chap depan lbih baik dri ini😀
    Gamsahamnida~😀

    Keep writing eonnie😀 smoga sukses dgn FF lainnya😀
    Fifhting !! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s