Always in my Heart // Chapter 1

Always in My Heart

KyuWook Brothership

Chapter 1~

.

Ryeowook menatap tanggalan di kamarnya. Hari ini tanggal 5 desember, musim dingin. Senyum kecil terukir diwajahnya mengingat apa yang akan terjadi hari ini. Dengan segera dia menarik ransel sekolahnya dan beranjak meninggalkan kamar.

Langkahnya agak terhenti saat dilihatnya Kyuhyun melintas di hadapannya.

Hening…

Tak ada kata- kata diantara keduanya. Kyuhyun hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan mata dingin dan meninggalkan Ryeowook begitu saja. Sedangkan Ryeowook juga sama, sorot matanya datar dan langsung berjalan kearah yang sama dengan Kyuhyun.

Keduanya bersaudara, tapi tampak tak saling mengenal satu sama lain.

“Pagi.” Sapa Ryeowook agak riang saat dia masuk ke ruang makan. Appanya, Kim Youngwoon dan ummanya, Kim Jungsoo sudah berada disana. Bersama dengan Kyuhyun yang duduk agak jauh di meja makan sambil fokus menatap PSP hitam ditangannya.

Ryeowook duduk di kursinya di dekat Jungsoo yang tersenyum kecil.

“Hari ini hari yang bagus.” Gumam Youngwoon sambil menatap Ryeowook.

Namja itu mengangguk. “Kurasa aku bisa mendapatkan nilai sempurna agar lolos dari audisi dan bisa ikut show case akhir tahun nanti. Aku sudah berlatih keras.”

“Semangat, Kim Ryeowook!” Seru Youngwoon keras dengan bangga.

Jungsoo terkekeh sambil melirik Kyuhyun yang masih diam. “Kyuhyunnie… Kau tidak makan, chagiya?”

Sorot mata Kyuhyun menatap Jungsoo datar. Dengan cepat namja itu menarik ransel juga sepotong roti bakar dan berlalu begitu saja meninggalkan keluarganya yang memandanginya dalam diam.

Tampak kesedihan muncul dari sinar mata Jungsoo. Youngwoon melirik istirnya tak enak hati.

“Mianhae, chagiya. Kyuhyun sepertinya masih butuh beradaptasi.” Diusapnya tangan Jungsoo perlahan sambil mencoba tersenyum tulus.

Jungsoo balas tersenyum. “Aku tahu, yeobo.” Yeojya cantik itu menoleh menatap Ryeowook yang kini menggigit roti bakarnya tanpa nafsu makan sedikitpun. “Wae, chagiya? Kalau tidak buru- buru kau bisa terlambat.”

“Nae. Aku pergi dulu.” Hanya itu balasan Ryeowook. Namja itu segera menarik ranselnya dan berjalan cepat meninggalkan kedua orang tuanya dengan tampang masam. Kelakuan Kyuhyun tadi benar- benar membuat moodnya hari itu hancur lebur.

Dia muak.

Sesungguhnya dia memang bukan kakak kandung Kyuhyun. Itu alasan kenapa sedikitpun wajah mereka tidak ada kemiripan satu sama lain. Sebulan yang lalu, ummanya, Jungsoo, menikah dengan Youngwoon, appa Kyuhyun. Sebagai anak yang ingin ummanya bahagia, Ryeowook tentu dengan senang hati membuka hatinya untuk Youngwoon. Tapi tidak bagi Kyuhyun.

Dia sangat tidak menerima kehadiran Jungsoo, juga Ryeowook di kehidupannya.

“Wookie!”

Ryeowook menoleh saat seorang namja menghentikan sepedanya tepat disampingnya. Yesung tersenyum ramah sambil turun dari sepedanya dan mulai berjalan beriringan dengan Ryeowook.

“Pagi, hyung.”

“Hmm.” Yesung mengangguk. “Kenapa sendirian?”

“Aku memang selalu berangkat sekolah sendirian.” Jawabnya sambil terkekeh pelan. “Hyung kenapa turun dari sepeda? Lebih baik aku membonceng di belakangmu. Jadi aku tidak perlu repot- repot jalan kaki ke sekolah.”

“Ya, kau itu selalu seenaknya saja. Berjalan kan sehat.” Yesung kembali naik keatas sepedanya. “Ayo cepat naik.”

“Sip!” Dengan segera Ryeowook naik dibelakang Yesung sambil berpegangan di jok sepeda namja itu. “Ngebut, hyung.”

“Oke.” Yesung langsung menjalankan sepedanya dengan sangat cepat. Kedua namja itu tampak menikmati angin pagi yang sejuk sambil sesekali bercanda dan tertawa.

Meski baru mengenal sekitar satu bulan, Yesung adalah hyung, senior Ryeowook di sekolah yang sangat baik. Keduanya sama- sama anggota klub seni, karena itu jadi cepat akrab. Selama Ryeowook sendirian, Yesung lah yang selalu menemaninya.

“Wookie, itu Kyuhyun.”

Wookie langsung menatap seorang namja yang berjalan di depannya dan langsung dilewati Yesung begitu saja. Ryeowook menoleh kebelakang dan tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Kyuhyun.

Keduanya hanya bertatapan sampai akhirnya Yesung semakin jauh dan Ryeowook memilih mengalihkan tatapan matanya dari Kyuhyun. Sorot matanya berubah datar dan kemarahannya tadi pagi kembali muncul.

“Kalian tidak akur, ya?” Tanya Yesung.

“Kau lihat sendiri, kan?”

“Padahal Kyuhyun itu kalau disekolah tidak sedingin itu.” Yesung kembali melanjutkan. “Ah, sudahlah, jangan dipikirkan. Lebih baik kau perhatikan audisi nanti siang. Kau harus lolos agar bisa tampil di showcase.”

“Arraseo, hyung.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Kyuhyun pov~

“Heya, kau kenapa?” Henry menepuk punggungku sambil duduk di sampingku dan langsung menarik PSP yang sejak tadi kuletakkan di atas mejaku. “Tumben digeletakin begitu saja. Aku pinjam, ah.”

“Seharusnya kau bilang dulu baru ngambil.” Balasku sambil menoleh ke luar kelas.

Aku sedang bad mood.

Melihat namja itu menatapku dengan kedua bola matanya itu, membuat moodku hari ini hancur. Kacau. Aku benci tatapan matanya. Sama dengan yeojya itu. Wajar saja! Mereka kan umma dan anak.

Aku jauh lebih benci lagi tatapan sayang appa terhadap mereka berdua. Aku benci semuanya!

“Kyu, gwaenchana? Kudengar Seohyun suka padamu, loh.” Henry berujar lagi.

“Masa bodoh. Aku sedang bad mood.” Balasku sambil beralih menatap dia. “Ngomong- ngomong, Henry. Kau tahu showcase buat anak- anak klub seni yang akan diadakan akhir tahun nanti?”

Henry mengangguk namun tatapan matanya masih ke layar PSP-ku. “Aku juga ikut audisinya nanti siang. Wae?”

“Apa itu hanya anak- anak klub seni yang boleh ikut?”

Namja itu mengangguk lagi. “Tadinya mau dibuka untuk umum, tapi anak klub seni saja anggotanya paling banyak seperti klub olah raga, makanya tidak jadi untuk umum. Kau mau menyemangati Wookie hyung?”

Kenapa dia menyebut nama namja itu?

“Tak ada hubungan apapun diantara kami. Kenapa aku harus menyemangatinya?”

Henry kini menoleh sekilas kearahku dengan sorot mata yang sulit kujelaskan. “Kyuhyun, dia itu kan hyungmu. Kau itu keterlaluan sekali kalau memperlakukannya. Dia di Seoul termasuk orang baru, tapi kau membiarkannya. Wookie hyung tak seburuk pikiranmu_”

BRAK! Reflek aku memukul mejaku keras dan membuat Henry diam.

“Aku tak suka kalau kau mengungkit tentangnya dihadapanku. Bisa tidak kau diam saja?”

“Aku bicara hal yang bersifat fakta.” Henry masih membalasku ketus. “Kau terlalu kekanakkan dan pikiranmu masih sempit.”

Menyebalkan…

Namja itu menatapku datar. “Sekarang aku tanya, apa pernah dia menyakitimu? Kurasa kau yang selalu menyakitinya. Lebih baik kau berubah sebelum ada sesuatu yang akhirnya kau sesali nanti.” Henry meletakkan PSP-ku di atas meja dan berlalu meninggalkanku.

SHIT!

Dengan langkah gusar aku langsung berjalan keluar kelas.

Kenapa aku yang salah? Kenapa aku yang harus merubah sifatku? Mereka berdua yang seenaknya saja masuk ke dalam kehidupanku. Kenapa aku yang salah karena memperlakukan mereka dengan dingin? Seharusnya mereka sadar kalau aku tidak menerima mereka dalam kehidupanku.

Perlahan, aku mendengar suara nyanyian dari ruang klub musik yang kulewati.

Entah kenapa, aku mengintip dan kulihat namja itu tengah bernyanyi dan Yesung hyung mengiringnya dengan piano. Wajahnya tenang sekali, padahal aku benar- benar stress karena kehadirannya disekitarku.

Menyebalkan!

Tiba- tiba dia berhenti bernyanyi dan menatap kearahku. Seakan menyadari kehadirankku, Yesung hyung juga menoleh.

“Kyuhyun? Sedang apa disana?” Yesung hyung yang bertanya.

Hanya saja tatapan mataku dan namja itu masih terus saling bertatapan. Entah apa yang dipikirkannya dengan tatapan mata seperti itu. Dia juga pastinya tak tahu apa yang aku pikirkan, kan?

Kau tahu, Kim Ryeowook? Aku-Sangat-Membencimu!

Kuharap kau bisa mengartikan tatapan mataku ini.

Tanpa berkata apa- apa, aku langsung berjalan meninggalkan ruang musik itu. Melihat wajahnya lebih lama, bisa- bisa amarahku memuncak.

~Kyuhyun pov end~

.

~Ryeowook pov~

Aku-Sangat-Membencimu!

Aku tahu arti tatapan matanya itu. Tanpa di hadiahi death glare semacam itu aku juga bisa menebaknya. Kyuhyun memang sangat membenciku juga umma. Kalau dia benci aku, aku masih bisa memaafkannya.

Tapi aku sangat tidak terima karena dia memperlakukan ummaku dengan buruk!

“Waeyo?”

Pertanyaan Yesung hyung membuatku tersadar dari lamunanku. “Aniya.” Jawabku pelan sambil duduk disampingnya. “Jangan pikirkan hal lain. Fokus untuk audisi nanti siang saja, kan?” Tanyaku pelan.

Yesung hyung mengusap kepalaku lembut. “Nae. Fokus sama audisi.”

Meski aku berkata begitu, aku tetap tak bisa melupakan sorot mata Kyuhyun yang datar itu. Meski kubilang aku tidak terima, sesungguhnya aku juga ingin tahu apa yang Kyuhyun pikirkan dan rasakan.

Karena dia selama satu bulan ini aku tak pernah bisa tidur dengan nyenyak.

.

“Akan langsung dipilih kan, hyung?” Aku berjalan mendekati Sungmin hyung yang duduk bersama dengan Henry.

Namja manis itu mengangguk. “Kurasa kau akan lolos, Wookie. Suaramu sangat bagus. Sayangnya Kyuhyun bukan anak klub seni, kalau dia ikut pasti lolos juga.”

Kyuhyun?

“Kyuhyun jago bernyanyi?”

“Suaranya itu sangat bagus.” Henry yang menjawab. “Aku dan Sungmin hyung sudah mengenalnya sejak SMP. Waktu satu SMP dia masuk klub seni, tapi sejak ummanya meninggal dia berhenti bernyanyi dan keluar dari klub.”

Ummanya Kyuhyun meninggal dua tahun yang lalu. Sedangkan appaku yang sebelumnya pergi meninggalkanku dan umma begitu saja.

“Kyuhyun banya berubah.” Sungmin hyung menerawang jauh. “Bersabarlah kalau dia memperlakukanmu dengan buruk. Kyuhyun tidak bermaksud begitu, dia hanya tipe yang sulit beradaptasi pada hal yang masuk kedalam hidupnya. Apalagi kalian masuk jadi bagian keluarganya.”

Yesung hyung menepuk punggungku. Kutatap namja itu tersenyum sambil mengangguk. Entah apa maksudnya aku tak paham dengan anggukan kepalanya.

“Hyung.” Henry memanggilku.

“Hmm?”

“Apa kau membenci Kyuhyun?”

Pertanyaan apa itu? Aku tentu tak bisa menjawabnya!

“Kau tahu kalau Kyuhyun sangat membencimu, tapi apa kau juga membencinya?” Tanya Henry dengan wajah serius.

Aku mengangkat bahu. Dan saat itu juga namaku dipanggil untuk masuk ke ruang audisi. “Aku masuk dulu.”

Apa aku membenci Kyuhyun?

Dihatiku, aku sangat membencinya. Aku benci dia karena dia juga membenciku. Tak ada alasan lebih kongkrit diantara kami untuk saling membenci selain karena kebencian satu sama lain. Tapi kalau disuruh jujur.. Apa memang aku membencinya?

“Kenapa melamun?”

DEGH!

Aku lupa!

“Naneun Kim Ryeowook imnida.” Aku langsung membungkuk sekali dan mulai bernyanyi. Untuk sementara ini lupakan sorot mata Kyuhyun, karena yang harus kulakukan adalah lolos audisi showcase ini.

~Ryeowook pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“CHUKKAEYO!!” Youngwoon langsung memeluk Ryeowook bangga saat namja itu bilang kalau dia berhasil mendapat nilai sempurna dan lolos audisi untuk showcase. “Appa tahu kau pasti bisa lolos.”

“Gomawo, appa.” Balas Ryeowook ceria.

“Suaramu memang indah, chagi.” Jungsoo ikut mengusap kepala Ryeowook bangga. Namun tatapan matanya tertuju pada Kyuhyun yang memakan makan malamnya dalam keheningan. “Kyuhyun, gwaenchana?”

Youngwoon dan Ryeowook menatap namja itu. Tak ada jawaban. Hening.

Akhirnya Youngwoon memecah keheningan dengan tertawa pelan. “Seandainya saja Kyuhyun masih masuk di klub musik dan ikut audisi, pasti dia lolos juga dan kalian mungkin bisa berduet.”

“Apa Kyuhyun bisa bernyanyi?” Jungsoo bertanya lembut.

“Suaranya sangat indah, yeobo.”

Ryeowook hanya memakan makan malamnya perlahan sambil sesekali melirik Kyuhyun yang tetap tidak bereaksi apapun.

“Umma jadi ingin mendengar suara nyanyian Kyuhyun.”

“Ah, bagaimana kalau kau bernyanyi sedikit Kyu?” Tanya Youngwoon.

BRAK! Kyuhyun kembali memukul meja makan sambil berdiri dan menatap kedua orang tuanya kesal.

“Bisa tidak kalian jangan berisik seperti itu? Memuakkan saja!” Ujarnya ketus sambil beranjak meninggalkan meja makan.

“TUNGGU!” Ryeowook berseru dan Kyuhyun berhenti berjalan namun tetap tidak berpaling menatap namja itu. “Apa seperti itu perlakukan yang pantas kau tunjukkan dihadapan orang tuamu?”

Kyuhyun menoleh dan tersenyum mengejek Ryeowook. “Siapa kau berani mengguruiku?”

“Setidaknya aku tak memperlakukan orang tuaku seburuk kau. Minta maaf.”

“Jangan konyol!” Kyuhyun berseru marah. “Kau bahkan tak jauh berbeda denganku. Jangan bersikap seakan kelakukanmu itu yang terbaik dirumah ini, arra?!”

Ryeowook menggigit bibir bawahnya menahan emosinya.

“Uljima.” Jungsoo mulai menengahi.

“Kalau kelakuanmu begitu, wajar saja kalau ummamu di surga sana pasti menangisi kekonyolan putra tunggalnya.” Balas Ryeowook dingin dengan nada datar.

BUGH! Detik itu juga Kyuhyun memukul Ryeowook sehingga namja itu menghantam pinggiran meja.

“KYUHYUN!” Youngwoon berseru marah.

Namun Kyuhyun tetap tak memperdulikan seruan Youngwoon. “Jangan berkata- kata seakan kau mengenal siapa ummaku. Kau tak lebih menjijikan dari pada aku.”

“Memangnya aku salah?”

“Wookie, diamlah!” Jungsoo ikut berseru marah.

“DIAM!” Kyuhyun balas berseru menatap Ryeowook marah.

PLAKK! Kali ini dengan mudahnya Youngwoon menampar wajah Kyuhyun. Keheningan melanda ruang makan itu. Kyuhyun dan Ryeowook mematung sedangkan Jungsoo langsung menghampiri Kyuhyun.

“Kyu, gwaenchana?” Saat Jungsoo hendak menyentuhnya, Kyuhyun mengangkat satu tangannya. Mengisyaratkan pada yeojya itu untuk diam tak ikut campur.

Tanpa bicara apapun dan dengan sorot mata dinginnya, Kyuhyun langsung berjalan cepat meninggalkan keluarganya.

“Wookie, mianhae.” Youngwoon menatap Ryeowook menyesal.

Dengan menyesal juga Ryeowook menunuduk. Menatap Jungsoo yang memandanginya serba salah dan mata berkaca- kaca. “Aku yang salah. Kata- kataku tadi keterlaluan, wajar kalau dia langsung marah. Mianhae appa, umma.” Dengan langkah goyah dan memegangi wajahnya yang agak lebam, Ryeowook juga meninggalkan ruang makan.

TES~ Menatap putranya, air mata Jungsoo langsung menetes.

“Yeobo?”

Yeojya itu duduk kursi sambil menutup wajahnya dan terisak pilu. Jungsoo tak mengatakan apapun, namun Youngwoon tahu bagaimana perasaan yeojya itu. Dengan hati- hati dipeluknya tubuh istrinya dan mengusap punggungnya.

“Uljima, yeobo.”

“Seharusnya tidak perlu terjadi hal seperti ini.” Bisik Jungsoo parau.

“Aniya. Aku akan mencoba bicara dengan Kyuhyun. Kau tenanglah. Kalau Ryeowook melihatmu menangis, dia juga akan ikut sedih.”

Di balik tembok ruang makan, Ryeowook bersandar dengan tatapan pilu. Matanya beraca- kaca namun dia berusaha menahannya agar tidak menangis. Sesekali diusapnya wajahnya yang terasa sakit.

Di tangga menuju lantai dua, dia menatap Kyuhyun yang memandanginya datar. Ryeowook langsung berjalan kearah tangga dan melewati Kyuhyun begitu saja.

“Kau puas?” Tanya Ryeowook dingin.

Kyuhyun diam. Saat Ryeowook semakin menjauhinya, namja tinggi itu menoleh dan memandangi punggung Ryeowook dengan tatapan datar.

Kyuhyun hanya bisa diam.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Ryeowook pov~

Showcase hari ini, tapi aku tak bisa fokus.

Karena pertengkaran hebatku dengan Kyuhyun lima hari yang lalu, semua terasa kacau di rumah. Appa dan umma terlihat agak canggung terhadap kami berdua. Aku tak tahu apa yang merea bicarakan tentang kami, tapi pastinya yang kusadari, aku melukai mereka.

“Waeyo, kau tidak tenang?” Yesung hyung menatapku sambil memakaikan dasi di kerah Henry.

Aku menggeleng.

“Apa orang tuamu akan datang, hyung?”

Kali ini aku mengangkat bahu. “Molla. Aku sama sekali tidak mengatakan agar mereka datang. Tapi kuharap mereka tidak datang. Aku tak mau melihat mereka datang dan melihat penampilanku gagal.”

“Siapa bilang kau akan gagal?” Sungmin hyung menepuk kepalaku. “Aku menyuruh Kyuhyun untuk datang. Beberapa hari ini moodnya kacau, kurasa ada baiknya dia melihat pertunjukan seni.”

Kyuhyun? Malah kuharap namja itu tak usah datang. Moodnya kacau juga gara- gara aku.

“Oke, oke, jangan pikirkan yang lain!” Sonsaengnim langsung menghampiri kami dan menarik Sungmin hyung cepat. “Kalian harus segera tampil, sebentar lagi kelompok satu berakhir.” Lanjutnya.

“Nae!” Yesung hyung menarikku berdiri dengan semangat. “Hwating, arra. Saat bagian solomu nanti, tunjukkan yang terbaik.”

“Arraseo.”

Lima menit kemudian, kelompok pertama sudah turun dan kami kelompok kedua yang terdiri dari Yesung hyung sang pianis, Sungmin hyung yang mengiringi pakai gitar dan Henry memegang biola, juga beberapa penyanyi yang diantaranya aku, bersiap.

Kami semua naik ke panggung.

DEGH! Kedua mataku membulat saat kulihat appa dan umma duduk dibagian penonton paling depan. Appa memegangi kamera dan umma melambaikan tangan padaku.

Appa… Umma…

Alunan musik mulai terdengar. Mataku masih terus mengelilingi penononton dan berhenti di pintu masuk gedung showcase. Kulihat seorang namja tinggi berdiri disana sambil memandangiku datar.

Kyuhyun…

Mianhae…

~Ryeowook pov end~

.

~Kyuhyun pov~

Lagi- lagi dia seakan bisa merasakan kehadiranku. Sama ketika saat aku melihatnya bernyanyi di ruang musik tempo hari. Kalau bukan atas perintah wajib Sungmin hyung, aku tak akan datang ke tempat ini.

Aku tahu kalau appa dan yeojya itu juga datang dan duduk dibagian depan. Setidaknya meski berdiri di pintu, aku tetap datang melihat Sungmin hyung.

Mereka menyanyikan sebuah lagu yang agak ballad. Dengan alunan piano, gitar juga biola, lagu itu sepertinya sedikit digubah.

Saat di pertengahan, namja itu berjalan maju. Dia soloist?

Sebenarnya aku sangat paham kalau kejadian tempo hari itu sepenuhnya kesalahanku. Seharusnya aku memang tidak berkata sekeras itu, wajar kalau dia marah. Kalau dia membentak ummaku juga aku akan marah.

Wajar juga kalau appa menamparku, karena aku yang mulai memukulnya.

Tapi memang kata- katanya membuatku sakit hati. Meski begitu karena kata- katanya, aku jadi sedikit merasa ada yang mengganjal. Benarkah ummaku di surga menangis menatapku yang tumbuh jadi semenyebalkan ini?

Umma…

Kupejamkan mataku sambil mendengar suara tenor namja itu. Nae, suaranya memang sangat merdu. Agak berbeda dengan suara namja yang biasanya berat. Suaranya terdengar sangat polos dan indah.

Mianhae~

Eh?

Aku membuka mataku dan menatapnya yang menatap kearahku. “Mianhae…” Dia mengatakannya lagi.

Untukku?

Kenapa minta maaf?

Dengan perasaan kacau aku langsung berpaling dan keluar dari gedung itu. Berada di tempat itu lebih lama lagi bisa membuatku hancur berkeping- keping. Melihat appa dan ummanya tengah menyemangatinya, mendengar permintaan maaf anehnya, itu hanya akan membuat hatiku semakin terluka.

~Kyuhyun pov~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Showcase berjalan dengan lancar. Kita harus merayakannya.” Youngwoon mengusap punggung tangan Jungsoo lembut dan menatap Ryeowook juga Kyuhyun bergantian. “Kalian berdua mau apa?”

“Tidak usah, appa.” Tolak Ryeowook sopan.

“Ani, ani, appa tetap ingin merayakannya.” Namja itu melirik Kyuhyun. “Bagaimana kalau Kyu yang menentukan?”

“Aku tak mau ikut- ikutan.” Balas Kyuhyun.

“Ah, semuanya harus ikut. Kita kan belum pernah jalan- jalan sekeluarga.” Ujar Youngwoon lagi, mencoba bersikap tenang.

Ryeowook menatap Kyuhyun agak gusar, namun dia juga berusaha menahan emosinya. “Bagaimana kalau kita memancing?” Tanya Ryeowook lagi.

“Ide bagus. Kyu, otte?”

“Aku tak ikut.”

“Kyuhyunnie… Sekali- kali habiskan waktu di luar itu baik untuk kesehatan.” Jungsoo mencoba bicara hati- hati.

Kyuhyun menatapnya datar. “Aku tidak mau ikut.” Ulangnya entah yang keberapa kalinya. “Aku lebih suka menghabiskan waktuku seharian dirumah ini.”

Jungsoo tersneyum. “Kalau begitu umma akan menemani Kyuhyun, appa dan Wookie pergi memancing. Begitu adil, kan?” Jungsoo menatap Ryeowook yang mendelikkan matanya tak percaya.

Youngwoon yang seakan memahami arti ucapan Jungsoo akhirnya menghela nafas. “Oke. Begitu saja.”

“Ta-tapi.. Kau tak perlu menemaniku. Aku bukan anak kecil!” Sergah Kyuhyun serba salah.

Jungsoo hanya tersenyum kecil. “Umma hanya ingin mengenalmu lebih dekat, Kyuhyun.”

Kyuhyun diam. “Terserahlah.” Balasnya cepat sambil beranjak meninggalkan ruang makan padahal sejak tadi dia tak menyentuh makan malamnya sama sekali.

Ryeowook menatap Jungsoo tak paham.

“Wae?”

“Terserah umma saja.” Balas Ryeowook malas sambil ikut meninggalkan ruang makan. di tangga, Kyuhyun tampak menunggunya namun Ryeowook memilih mengabaikannya.

“Jadi…” Kyuhyun bicara.

Ryeowook terdiam disaat dia menginjak anak tangga diatas tempat Kyuhyun berdiri. “Apa?” Tanya Ryeowook dingin.

“Kau minta maaf padaku?” Kyuhyun menoleh.

Ryeowook sendiri masih memunggunginya. “Aku hanya ingin melakukannya daripada aku tak punya waktu untuk meminta maaf. Lebih baik kau juga minta maaf padaku, appa dan umma, takutnya terlambat.” Ujar Ryeowook sekenanya.

Mereka kembali diam.

Merasa tak ada yang mau dibicarakan, Ryeowook kembali berjalan.

“Mian.” Ucap Kyuhyun dan hal itu membuat Ryeowook agak kaget dan menoleh menatap Kyuhyun yang kini memunggunginya dalam keheningan. “Mianhae.” Ulang Kyuhyun sambil memutar tubuhnya dan naik ke atas tangga melewati Ryeowook.

Kali ini gantian Ryeowook yang mematung memandangi sosok belakang Kyuhyun. Dia tak percaya kalau Kyuhyun bisa meminta maaf kepadanya. Entah ini suatu kemajuan, atau pertanda buruk baginya.

.

~to be continued~

18 thoughts on “Always in my Heart // Chapter 1

  1. Ooh ternyata Kyuwook bukan kakak-adik kandung toh pantesan Kyu Ketus amat…
    Kasian Eteuk ma wookie kn…
    Penasaran knpa eteuk bsa meninggal ??

    Lanjut baca chap 2…..

  2. Sad story..

    Huaa wookie dihajar boss kyu..
    Kyu kau menghancurkan wajah polosnya wookie-ku..

    Thena-chan seperti biasa membuatku penasaran..

    Lanjut.. Lanjut.. Lanjut thena..

    Hwaiting thena-chan.
    Peluk yeppa #di hajar thena~

  3. Ihh,, aq kok berkaca-kaca gini.. baca FF-nya..
    Huwaa,, critanya menyentuh (?)..

    Feelnya dpat bnget,,hiks..hiks.. jgan buat mreka b2 benci2annya lama, ya Thenaaa… Awas aja..hehe.. :p

  4. Unn, ff nya keren. . Tp sedih jg sih pas pertama baca. Eh td aku nemuin typo. . “apa seperti itu (perlakukan) yang pantas untuk orang tuamu”

  5. nemu 1 typo yeiiii “Kyuhyun banya(k) berubah”
    mana hadiahnya?*plak lo kira apa?

    eh, malah minta maaf semua? jngan jangan, jangan jangan nih! -____-a

  6. Kyu !! kok ketus amat sih sama Wokkie😦
    aku kira mereka kakak adik kandung ternyata bukan, pantes aja Kyu kasar sama wookie n jungsoo
    jadi penasaran siapa umma kandung Kyu n appa kandung Wokkie..🙂

    Lanjut unnie !!😀
    aku juga jadi kecanduan kyuwook brothership gara gara baca fict unnie😀

  7. Waaah!!! Gomawo eonni!
    Oh, trnyta awal’a kyuwook ga akur y..?
    D’pnamplan showcase ntu mang wookie nyanyi apa eon?

    Hhehe.. Daebak deh ..
    Aq lngsng k’next chap eon ..
    Paipai~

  8. what the hell…
    Kyu koq kasar bgt sih..
    Untung pas wookie dipukul kyu dan kna meja, ga knapa2 tuh nae wookie.

    ok.. Lanjut baca part 2 ahh🙂
    Penasaran knapa kyu bisa jd baik di Prolog

  9. Eonnie……..
    tp ni tetep brothership kan?
    bkan pai-an kan??
    kukuku kyuppa jhat bgttt…
    eehh Eonn tp pas teukie mnggal tuh knpa??
    bkan krna kyu kan??
    lnjuuttEonn

  10. ahh.. ini cerita bad ending kah??
    sedihnya….

    kyu dingin banget disini…
    kedepan’y gimna?? ga pa2 kan??

    wookie.. sabaryaaa!! hiksss

  11. Wih. . .
    Mian ru comend onnie. . .

    Oh, trnyta Kyu ma Wook i2 bkan saudra kndung. . .

    Maksud dri kta” Wookie apa?
    ‘sblum wak2x trlmbat?’
    Pa Wookie bsa ngelhat msa dpan g2?
    #soktau!

    Lnjud bca chap 2 and 3x dlu ah~

  12. Wah kyuwook itu bkan sodara kandung ..
    bca prolognya aku yakin ini pasti angst *sok tau*
    eunnie kyaknya harus nyiapain tisu gk !!
    Loh woikie tuh.cowo *emng iya kali neng* , aku kra.dia jdi cwe ..

  13. ternyata sodara tiri toh
    wah wah kyu bengal juga ya, nyebelin bgt, tapi stay cool deh

    seru nih thor, brothership family gini

  14. ya Allah, nyesek banget bacany. Rasany nih air mta gada abis2ny, nafasku jdi pendek2 nih eonnie.

    Ga nyangka deh, trnyta kisah kyuwook sesedih ini. Kirain kluarga bhagia, trnyta konflikny ga bisa dibilang biasa.
    Ugh, kyuuu~ tega2ny kw mmbuat eommaku mnangis. Iikh~ jahat.
    Itu lgi wookie knpa dingin bget.

    Bneran nyesek deh pkokny bca chap ini. Skali lagi penyampaian eonnie lwat kta2 yg ada ini sukses.
    Kerasa banjet feelny😀

    Gomawo eonnie.
    Keep writing ne.😀
    Sukses buat ff2 lainny.😀
    Fighting !!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s