White Clock

White House Series

.

Main Cast ::

Super Junior Member

.

First Story ::

.

~White Clock~

Pairing :: YeWook

===========================================================

Ryeowook menatap heran sebuah jam bandul yang ditemukannya di semak- semak. Sebuah jam bandul bulat berwarna putih bersih itu tergeletak di bawah semak- semak mawar yang tengah dipotong Ryeowook.

“Ini apa?” Perlahan diambilnya jam itu dan diperlihatkannya kepada Yesung yang tengah berada disisinya untuk membantunya.

Yesung menatap jam itu dan berjongkok disamping Ryeowook. “Jam bandul siapa?”

“Mollayo, hyung.”

“Simpan saja.” Gumaman Leeteuk yang tiba- tiba ikut berjongkok dibelakang keduanya membuat Yesung dan Ryeowook menoleh menatapnya. Namja itu tersenyum manis sambil mengusap rambut kecoklatan Ryeowook. “Kali saja jam itu berguna.”

=========================================================

~Ryeowook pov~

Masih kupandangi jam yang kutemukan beberapa hari yang lalu ditaman. Aku masih tak tahu jam milik siapa itu, tak ada satupun peserta game yang mengetahui jam milik siapa ini.

Peserta game?

Ahaha… Kalian yang membacanya –atau mungkin mendengarnya- pasti tidak paham kenapa aku bilang begitu. Oke, kecuali kalian yang mengetahui game seperti apa yang kami mainkan di rumah aneh tak bertuan ini.

Sejak dua bulan yang lalu, aku bersama dengan empat belas namja lainnya tinggal di rumah mewah bercat putih ini. Rumah mewah ini kudengar sudah tak dihuni entah sejak kapan, tak ada yang tahu tentang rumah ini, rumah misterius, atau orang- orang sekitar sini menyebutnya.. Rumah hantu.

Yang paling tua diantara kami adalah Kim Leeteuk atau kami memanggilnya Teukie hyung, dia selalalu bertindak seperti pemimpin kami. Yah, itu bagus karena ada yang bisa diandalkan. Lalu ada Kangin hyung, dia jarang sekali ada di rumah, dan sekalinya ada, dia hanya berada disisi Teukie hyung. Kurasa ada hubungan diantara mereka.

Lalu Heechul hyung yang cantik namun pemarah, Hankyung hyung si namja dari Cina yang baik hati dang sangat lucu. Ada juga Sungmin hyung yang sangat manis dan si duo Donghae hyung dan Hyukjae hyung yang sangat kompak. Zhoumi hyung yang juga namja tampan dari Cina, Henry si Cina-Kanada yang juga sangat manis. Belum lagi yang bertubuh paling gemuk dan tukang makan, Shindong hyung. Kibum yang pendiam tapi pintar, Siwon hyung yang sering menghabiskan waktunya di gereja juga Kyuhyun, si maniak game.

Terakhir adalah hyung yang paling dekat denganku, Yesung hyung.

Dua bulan yang lalu kami semua mendapat sebuah surat aneh yang mengajak untuk bermain di rumah ini. Sampai detik ini kami semua tak tahu siapa pengirim surat aneh itu.  Kami semua sepakat memanggil si pengirim surat itu ‘si Pemilik’, karena dia pasti yang memiliki rumah ini.

Ada satu cara yang bisa kami lakukan agar bisa menyelesaikan permainan di rumah ini. Yaitu menemukan tujuh white treasure yang kami sendiri tak tahu bentuknya. Menurut kesimpulan Kibum, white treasure itu pasti benda hebat yang pastinya berwarna putih.

Tunggu!

Putih?

Kutatap lagi jam bandul itu.

“Ini putih!!” Seruku.

“Eh?”

Aku menatap Sungmin hyung yang tengah duduk disampingku sambil memegangi majalah.  Namja manis itu menatapku kaget karena tiba- tiba aku berseru. “Hyung? Sejak kapan ada disampingku?”

“Siapa suruh melamun.” Balasnya santai. “Ini putih apanya, Wookie?” Dia bertanya sambil menatapku penuh tanda tanya.

Ah, aku ingat!

“Hyung!” Kuperlihatkan jam bandul itu kepadanya. “Ini jam yang waktu itu kutemukan. Tak mungkin ada jam yang tidak rusak setelah berada di semak- semak entah sejak kapan. Dan lagi warnanya, tidakkah kau menyadarinya?”

Sungmin hyung membulatkan kedua mata kelincinya dan menatapku tak percaya.

“WHITE TREASURE!” Seru kami bersamaan.

Sungmin hyung merebut jam itu dan memandanginya tak percaya. “Aigoo… Apa memang ini salah satu dari ketujuh white treasure yang harus kita temukan itu? Aku benar- benar tak percaya! Kukira itu adalah emas atau perak, pokoknya sesuatu yang bernilai tinggi, tapi kenapa hanya sebuah jam bandul?”

“Mungkin di dalamnya ada emas.”

Aku dan Sungmin hyung langsung menoleh kebelakang. Hyukjae hyung sudah bersandar dibelakang sofa sambil menatap jam bandul itu tak yakin. “Apa kau pernah membongkarnya, Wookie?”

“Belum pernah.” Jawabku.

Sungmin hyung mengembalikan jam itu lagi kepadaku. “Seperti kisah alice in wonderland, ya? Mungkin saja itu jam milik kelinci yang terjatuh saat dia mau menghadiri acara minum teh.” Namja manis itu terkekeh sendirian sambil kembali mengambil majalah yang tadi dibacanya.

“Lalu aku harus bagaimana?” Tanyaku bingung sendirian.

Hyukjae hyung langsung meloncat dan duduk disampingku. “Bagaimana kalau tanya ke Teukie hyung? Dia kan yang paling tua disini, jadi pendapatnya pasti yang paling masuk akal dibanding pendapat kita.”

Teukie hyung, ya?

Waktu aku menemukannya, dia yang menyuruhku mengambilnya, kan? Baiklah.

“Aku ke kamar Teukie hyung dulu!” Langsung saja aku berlari meninggalkan Sungmin hyung dan Hyukjae hyung, namun saat keluar dari pintu, aku bertabrakan dengan Yesung hyung yang mau masuk ke ruangan tadi.

KLETRAK! Jam bandul itu jatuh.

“Ya! Hati- hati!” Seruku panik sambil menunduk mengambil jam itu. “Untunglah tidak apa- apa.” Ujarku sambil menatap Yesung hyung yang hanya menggaruk kepalanya tak terlalu paham dengan maksudku.

Namja itu menunduk memperhatikan jam bandulku. “Loh? Kok jamnya aneh.”

Aneh?

Kutatap lagi jam itu dan aku menemukan sesuatu yang agak aneh. Jam menununjukkan pukul tujuh malam, padahal sekarang sudah jam setengah delapan malam. Perasaan tadi jamnya tidak ngaco begini, deh? Apa karena terjatuh.

Dengan hati- hati kuputar pengatur jam yang berada disisi jam itu.

TENG~ TENG~ TENG~ Tiba- tiba lonceng jam di ruangan tempatku bersama Sungmin hyung dan Hyukjae hyung tadi berbunyi sebanyak tiga kali. Loh? Kenapa ini? Kenapa jadi aneh begini, sih?

“Eh? Kenapa jam segini loncengnya berbunyi?” Sungmin hyung kulihat meletakkan majalahnya ke meja dan menatap jam itu keheranan. Hyukjae hyung sudah merapat kesisinya.

Tiga dentengan lonceng berarti jam tiga kan?

“Wookie! Jam bandulnya!” Yesung hyung tiba- tiba berseru.

Kembali kulihat jam bandul ditanganku. Secara cepat, jarum panjang itu berputar berlawanan dengan arah yang seharusnya. Dia terus berputar selama beberapa kali sampai akhirnya jarum pendeknya berhenti di angka tiga.

TEP!

WHUUUSHH! Aura aneh menerpa tubuhku. Perlahan kulihat semua yang ada disekitarku bergerak mundur. Langit dibalik jendela yang seharusnya berwarna gelap perlahan juga berubah menjadi agak kelabu, jingga, dan kembali cerah.

Apa yang terjadi?

Kini aku berdiri sendirian di ruangan tadi. Jam diruangan itu kembali berdentang tiga kali. Dan jam itu benar- benar menunjukkan pukul tiga sore.

Wa-waktunya berputar ulang?

0o0o0o0o0o0o0o0o0

 “Bukannya sudah kukatakan, ambil saja, siapa tahu berguna.” Teukie hyung mengambil jam itu dan mendekatiku.

Kini aku berada di kamarnya untuk berkonsultasi. Kekuatan aneh di jam itu membuatku agak ngeri. Dan saat hyung berjalan mendekatiku, tentu saja perlahan aku mundur dan itu membuat Teukie hyung tertawa.

“Aigoo, Wookie… Kau kelihatan takut sekali?”

“Jam itu menakutkan, hyung!” Seruku cepat. “Aku rasa memang rumah ini berhantu dan jam itu terkutuk.”

“Kalau begitu kita berlima belas disini orang- orang terkutuk, dong…?”

Ukh!

“Kau ingat soal tujuh white treasure yang harus kita temukan, kan?” Perlahan Teukie hyung menarik tanganku dan kami berjalan mendekati sofa dikamarnya lalu duduk. Dipangkunya jam bandul itu sambil diusap- usap perlahan. “Kalau memang ini white treasure, seharusnya kau beruntung.”

“Beruntung apanya?” Gerutuku kesal.

Teukie hyung tersenyum menatapku. “Bukankah si Pemilik itu bilang, kalau kalian yang menemukan white treasure itu akan menemukan orang yang akan kalian cintai?”

Kini aku terdiam. Nae, si Pemilik menuliskan hal itu disuratnya dua bulan yang lalu.

“Itu artinya, kau mungkin akan menemukannya.” Teukie hyung meletakkan jam itu dipangkuanku. “Tunggu saja. Dan jam bandul ini mungkin akan membawakan keajaiban sesuai dengan keinginanmu. Gunakan keajaibannya secara bijaksana, nae dongsaeng.” Dia mengusap rambutku lembut dan berdiri lagi sambil berjalan meninggalkanku.

Kutatap jam itu.

Belahan jiwa? Orang yang akan kucintai? Keajaiban? Semua bisa kutemukan hanya karena sebuah white treasure?

TOK-TOK! Pintu kamar Teukie hyung diketuk, perlahan Yesung hyung masuk ke dalam kamar ini dan langsung mengerutkan keningnya saat menatapku yang hanya memandanginya biasa saja.

“Kenapa Wookie ada disini?”

“Konsultasi,” Teukie hyung terkekeh pelan sambil menarikku berdiri. “dan karena konsultasinya sudah selesai, jadi sekarang kau harus pergi dari kamarku. “

“Hah? Aku diusir?!”

“Sana main sama Yesung!” Teukie hyung tertawa kecil dan mendorongku menuju pintu kamarnya juga ikut mendorong Yesung hyung keluar. “Dan kau Sungie, aku tahu ada yang mau kau bicarakan denganku. Tapi takdirmu detik ini adalah menemani Ryeowook. Jadi, kita bicara kapan- kapan saja, ya. Aku mau kerja dulu.”

BRAK! Teukie hyung menutup pintu kamarnya.

“Hah? Apaan sih dia?! Aku mau bicara hal penting.” Kudengar Yesung hyung menggerutu sambil menggaruk belakang kepalanya seperti biasa. Mata sipitnya menatap kearahku datar dengan raut penasaran.

“Wae?” Tanyaku.

“Konsultasi apaan?”

Kuangkat jam putih itu. “Hyung tahu jam ini jam apa?”

“Jam bandul?”

“Semua orang  yang melihatnya pasti bilang begitu. Tapi sebenarnya ada keajaiban dibalik jam ini.” Kubalik jam itu dan dengan jantung berdegup kencang aku menekan pemutar jarum jamnya ragu- ragu.

“Keajaiban apanya? Kau mengigau?”

Apa sebaiknya jangan diberitahukan Yesung hyung? Nanti dia heboh atau lebih buruknya ketakutan lagi.

“Heya, keajaiban apa?” Ulangnya sambil menepuk bahuku pelan.

Kali ini kutatap dia serius. Dan selama beberapa detik kami berdua saling berpandangan aneh. Melempar tatapan saling tak memahami. Disisiku, sebenarnya aku hanya menggodanya. Tapi kenapa tatapan mata Yesung hyung malah kelihatan aneh?

“Wookie!!”

DEGH! Aku menggeleng kepalaku cepat saat Yesung hyung membentakku. Kukerjapkan mataku beberapa kali sambil menatap wajah Yesung hyung lagi. Kok aku merasa ada yang aneh?

“Kenapa malah memandangiku? Aku kan bertanya keajaiban apa?” Dia cemberut.

Perlahan aku tertawa gugup sambil menggeleng. “A-aniya, hyung. Yang tadi anggap saja kesalahan teknis. Jam ini tidak kenapa- kenapa. Tapi rumah ini mungkin saja memang ada hantunya.”

“Hah?” Dia menatapku dengan wajah babbonya.

“Ck, wajahmu benar- benar babbo.” Aku menggeleng- geleng.

PLETAK!

“Appo!” Kutatap Yesung hyung yang tadi menjitakku sambil melotot tak terima.

“Tadi bilang apa, eh?”

“Aku bilang Yesung hyung tampan….” Aku tersenyum tulus. “Namun babbo!” Detik berikutnya aku langsng berlari secepat mungkin meninggalkan Yesung hyung yang sudah berteriak tidak jelas di belakang sana.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Kadang kau memang membutuhkan keajaiban untuk dirimu sendiri, kan?

“Ya! Kenapa kau tidak bisa berlari lebih cepat!”

Dengan susah payah aku mengejar para hyung juga Kibum dan Henry yang sudah berlari di depanku. Ah, mereka sudah sangat jauh dari hadapanku. Karena kami berada di rumah yang sama, jadinya kami telat bersama.

Telat bersama?! TELAT!!

“Tu-tunggu!” Dengan susah payah aku mengejar mereka yang sudah sangat jauh.

Aigoo… Tidak adakah orang baik yang bisa membantuku?!

“Arrrgh!” Kuputuskan berhenti berlari dan membiarkan mereka semua meninggalkanku begitu saja. Satu kata lagi, masa bodoh!

Aku berjalan santai padahal bunyi lonceng sekolah sudah terdengar. Berlaripun aku sudah pasti telat, jadi daripada susah- susah bukankah lebih baik santai saja? Haha.. Miris sekali nasibku. Sial.

Gerbang sekolah sudah tertutup.

“Hufff~ Sekarang aku harus bagaimana?”

Aku menengadah menatap langit yang sangat luas. Terlambat sama sekali bukan gaya seorang Kim Ryeowook. Seandainya saja waktu bisa berputar beberapa menit kebelakang…

TIK-TOK-TIK-TOK

Suara apa itu?

TIK-TOK-TIK-TOK

Detik jarum jam?!

Aku langsung merogoh saku kemejaku dan mengambil jam putih yang kini selalu kubawa kemana- mana itu. Kembali—jarum jam itu bergerak mundur ke arah yang berlawanan dengan ritme yang agak cepat.

Kejadian di gerbang sekolah juga mulai bergerak mundur seiring dengan jarum jam itu. Pintu gerbang sekolah, orang- orang yang berlarian, semuanya bergerak mundur.

WHUS! Angin tiba- tiba kembali menerpaku.

TENG-TENG! Lonceng sekolah kembali berbunyi dan para siswa kini berlarian melewatiku untuk masuk ke sekolah.

Hanya dengan berharap… Jam itu mendengarku?

Dengan tangan agak gugup aku kembali memasukkan jam itu ke saku kemejaku. Ini benar- benar ajaib dan benar- benar membantuku.

“Wookie?! Kenapa kau sampai duluan?!” Tiba- tiba Sungmin hyung sudah menarik tanganku agar aku berlari masuk ke sekolah.

“Bukannya tadi kau dibelakang, hyung?” Kibum ikut bertanya.

Kupandangi Sungmin hyung, Hae hyung, Hyukkie hyung, Kibum, Kyu dan Henry bergantian. Barulah aku berjalan santai agak didepan mereka sambil tersenyum kecil.

“Ini sihir.” Jawabku sekenanya dan langsung berlari meninggalkan mereka semua.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Apa hyung percaya keajaiban?” Kutatap Yesung hyung yang berjalan tepat disampingku sambil membawa dua kantung besar belanjaan. Hari ini kami berdua yang kebagian jatah belanja untuk keperluan satu minggu kedepan.

Yesung hyung bergumam sambal menatapku. “Keajaiban seperti apa?”

“Macam- macam.” Kutatap jalanan di depanku. “Misalnya waktu yang berputar kembali, apa hyung percaya ada keajaiban seperti itu?” Tanyaku lagi.

Kali ini kudengar dia terkekeh. “Entah, ya. Kita kan hidup di dunia nyata, bukan dunia game atau komik fantasi. Dan logikanya, tidak pernah ada keajaiaban sejenis itu di dunia ini, kan? Kalau ada, manusia pasti akan heboh.”

Dasar bodoh…

“Itu teori dari mana?” Tanyaku agak kesal.

“Dari otakku yang jenius.” Yesung hyung tertawa keras dan rasanya suaranya itu bisa menulikan telingaku ini. Hueh..

“Hyung benar- benar konyol.” Balasku.

PLETAK! Untuk kesekian kalinya Yesung hyung menjitakku.

“Hyung, sakit!”

“Jangan bicara begitu, aku kan hyung-mu. Kau ini tampak luarnya saja baik hati dan penurut, tapi kalau bersamaku kau selalu jadi namja kecil yang menyebalkan yang suka sekali mengataiku bodoh.” Dia memasang wajah sok memelasnya sambil membetulkan poninya.

Lucu…

“Habisnya aku sangat suka ekspresi hyung. Sangat bodoh.” Tawaku lagi.

“Ya!” Yesung hyung mengait leherku dengan lengan kekarnya sambil menjitak kepalaku dengan tangan satunya Ototmatis kantung- kantung belanjaan itu semakin mengusikku dan membuatku agak susah bergerak. “Ayo bilang lagi!”

“Appo! Yesung hyung nappeun!”

“Ayo bilang kalau berani!” Ancamnya lagi sambil tertawa.

“Hyah! Jebal!”

“Tak akan kulepaskan sampai rumah!” Balasnya lagi sambil menyeretku agar mengikutinya berjalan dengan posisi seperti tadi. Aigoo… Kalau sedekat ini aku tidak bisa bertahan. Hanya disisi Yesung hyung, aku bisa seperti ini.

.

“Jam bandul…” Aku bergumam sambil memandangi jam itu. Lampu dikamarku sudah mati, satu- satunya penerangan hanya berasal dari cahaya bulan yang masuk dari jendela kamarku yang kubiarkan terbuka.

Aku tersenyum kecil saat mengingat kejadian tadi sore bersama dengan Yesung hyung.

TOK-TOK~ Pintu kamarku diketuk dan perlahan terkuak sedikit. Yesung hyung tampak menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamarku.

“Hyung?”

“Ya, kau tidak tidur?”

Aku merubah posisi dudukku jadi menghadap namja yang kini sudah berjalan masuk dan duduk disampingku. Dia menatapku dalam dengan kedua mata sipitnya yang selalu membuatku merasa sangat aneh.

“Wae?” Tanyaku.

“Sebenarnya aku tidak boleh mengatakannya.” Yesung hyung agak menunduk gugup sambil menggaruk belakang kepalanya. “Tapi aku juga agak kesal kalau hanya diam saja.”

“Wae, hyung?” Ulangku tidak sabaran.

Yesung hyung diam.

“Hyung?”

“Eung… Tidakkah kau merasa kalau tidak seharusnya kita semua para namja tinggal di satu rumah dan melakukan berbagai aktivitas bersama seperti ini? Kita seakan berada di sebuah camp pengasingan yang agak…” Yesung hyung diam sejenak. “menyeramkan.”

“Hyung mau bicara apa, sih?”

“Oke.” Dia kembali menatapku sambil duduk tegap. “Kurasa memang kita semua tidak seharusnya tinggal bersama seperti ini. Ditempat yang kita sendiri tidak kenal. Namja dan yeojya saja kalau tinggal bersama pasti muncul berbagai macam perasaan, kan? Apalagi kalau terlalu dekat.”

“Tunggu!” Aku mengarahkan tanganku tepat didepan mukanya. Kutatap dia horror. “Hyung… Kau menyukai salah satu diantara kita semua, hah?” Tanyaku agak berbisik.

Yesung hyung langsung diam menatapku. Dan kurasa memang tebakanku benar.

“Nu-nuguya?! Sungmin-hmpph!” Sebelum aku bicara lebih keras, Yesung hyung sudah menutup mulutku dengan wajah agak panik bercampur kesal.

“Jangan berisik, bodoh.” Dia kembali melepaskanku.

“Nuguya, hyung?” Jantungku berdegup kencang dan kutatap dia penasaran.

Yesung hyung menatapku.

Ya, jangan buat aku penasaran seperti ini!

“Neorago.” Yesung hyung mencium keningku cepat dan langsung berdiri.

Dan aku… Mematung.

“Wajahmu langsung kaku seperti patung lilin. Sudah kukatakan kita tidak seharusnya tinggal bersama dan sampai akhirnya aku menyukai seorang namja sepertimu. Jangan kau pikirkan, aku hanya mau mengungkapkannya saja, kok. Malam, Wookie.” Dengan langkah cepat dia meninggalkan kamarku.

Dan aku… Masih mematung.

Satu menit….

Dua menit…

Mematung…

“YA!!!” Kupukul kedua pipiku sambil berdiri shock.

Itu tadi bukan mimpi! Ini kenyataan! Baru saja aku dengar ada seorang namja, Yesung hyung, dia bilang kalau dia menyukaiku? Aigoo~ Ini cinta seorang namja yang tinggal bersamaku! Aku harus bagaimana menanggapinya?

Sial! Sial! Sial!

Eungh… Sore demo…

Perlahan kutekan dadaku yang sejak tadi berdegup keras. “Kenapa hatiku tidak merasa aneh atau tidak ada tanda- tanda merasa agak jijik terhadap perasaan Yesung hyung? Apa aku tidak normal, eh?”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Busnya!!” Aku berlari cepat ke halte bus, namun bus itu sudah berjalan duluan dan membuatku tertinggal.

Hueh.. Kenapa aku jadi lamban begini, sih?

Kalau dulu, aku pasti sudah menggerutu kesal kalau tertinggal sesuatu. Tapi tidak kali ini, langsung kukeluarkan lagi jam bandul itu dan kini aku bisa menggunakan keajaibannya tanpa menunggu keajaiban itu datang sendiri.

Kuputar pengatur jarum jam itu mundur. Perlahan jarum panjangnya bergerak mundur dan sama seperti sebelumnya. Kejadian disekitarku bergerak mundur dan bus itu kembali mundur menuju halte.

WHUS! Angin yang sama menerpaku, kali ini aku tidak merasa aneh.

ZGREK~ Pintu bus itu terbuka. Dengan ceria aku langsung masuk ke bus.

Gomawo, jam! Benar- benar jadi sangat berguna.

“Wookie?”

DEGH! Aku menoleh keasal suara itu. Kulihat Yesung hyung duduk di kursi disamping tempatku berdiri. Namja itu langsung berdiri dan menarikku duduk ditempatnya.

“Hyung, gomawo.” Balasku agak gugup. Jantungku berdegup keras sekarang.

“Kau mau kemana?” Tanyanya dan bus mulai bergerak lagi. Aku menengadah menatapnya tapi namja itu kelihatan enggan menatapku. Dia hanya menatap lurus kedepan sambil berpegangan pada tiang di sampingku.

Aku jadi merasa agak sedih. “Aku ada janji dengan Kibum. Tapi dia sudah pergi lebih dulu dengn Siwon hyung, jadi aku menyusul.”

“Kita kan tinggal bersama, kalau ada janji kenapa tidak berangkat langsung dari rumah?”

“Ah, mana aku tahu. Kibum yang berangkat lebih dulu.”

Kami berdua sama- sama diam. Canggung. Perasaan seperti ini sungguh tidak nyaman, apalagi kalau mengingat aku dan Yesung hyung sebelumnya sangat dekat. Aku benar- benar tidak suka perasaan seperti i_

ZRAGH! Tiba- tiba bus itu berhenti mendadak.

BRUGH! Karena gerakan itu Yesung hyung agak oleng dan terjatuh di depanku. Hanya saja tangan kekarnya bisa menahan berat tubuhnya di kursiku sehingga kini dia hanya agak menunduk tepat di depanku.

Aku kembali menegang bahkan sampai menahan nafasku. Entah kenapa jantungku berdegup semakin kacau.

“Ukh… Ada- ada saja.” Yesung hyung kembali berdiri. “Mianhae.” Dia menatapku dan saat itu juga kedua bola matanya membulat tak percaya saat tatapan mata kami bertemu. “Woo-wookie? Kenapa wajahmu merah padam begitu?”

Aku menelan ludah agar bisa bicara dan langsung menggeleng. Bus mulai berhenti di halte dan buru- buru aku berdiri. “A-aku turun disini. Annyeong, hyung!” Dengan langkah cepat setengah berlari, aku meninggalkan Yesung hyung turun dari bus.

Aku tak berani menoleh meski untuk melambaikan tanganku kepadanya. Aku hanya berjalan cepat meninggalkan halte bus itu.

Tunggu… Ini tidak mungkin, kan? Aku tidak mungkin menyukainya, kan?

0o0o0o0o0o0o0o0

Aku merasa gila….

“Apa yang kau lakukan, melamun sendirian di taman? Kupikir kau agak takut dengan rumah ini, tapi ternyata kau punya nyali untuk duduk di taman sendirian?” Tiba- tiba Teukie hyung sudah duduk di rumput disampingku.

Kutatap dia sekilas dan kembali menatap bulan. “Aku gila, hyung.”

“Eh?”

“Aku gila. Aku sudah gila, aku namja gila.”

“Waeyo, Wookie?” Namja itu menepuk bahuku pelan. “Ada masalah yang merisaukanmu sehingga kau bilang kau gila? Atau jangan- jangan kau memang sudah gila?” Dia terkekeh menggodaku.

Bawel…

“Hyung jangan dekat- dekat aku kalau tidak mau tertulas virus gila. Aku sudah terinfeksi.” Balasku malas.

“Eh? Memangnya siapa yang menularinya kepadamu?”

Kali ini kutekuk kedua kakiku dan memeluknya sambil memainkan rumput di dekatku. “Yesung hyung.” Nama itu meluncur dengan sangat mudah dari bibirku. “Yesung hyung sudah membuatku gila, namja itu harus bertanggung jawab.”

“Aigooo~” Teukie hyung tertawa kencang. “Jadi Yesung? Kenapa dengannya?”

Apa kalau kuceritakan kepadanya tidak apa- apa?

“Tapi janji jangan berpikiran aneh terhadap Yesung hyung, oke?”

“Yakso!” Serunya sambil mengangguk.

Aku menghela nafas. “Kemarin, Yesung hyung bilang dia menyukaiku. Aku langsung merasa aneh, bodoh, konyol dan gila. Tapi aku tidak berpikiran buruk tentang Yesung hyung, kok!” Aku kembali menegaskan.

Teukie hyung tersenyum sambil mengangguk. “Lalu?”

“Molla. Aku tidak paham, hyung. Yesung hyung memang sangat baik, perhatian, lucu dan sangat menyenangkan. Aku sangat suka kalau berada bersama dengannya. Itu alasan kenapa aku suka sekali menghabiskan waktu bersama dengannya. Tapi, aku tak tahu kalau ternyata hubungan kami berubah terlalu jauh sehingga dia sampai menyukai namja sepertiku.”

“Tanggapanmu apa?”

“Kita kan sesama namja, hyung!” Kutatap dia frustasi. “Aku tidak bisa komentar. Disisi lain Yesung hyung namja yang sangat dekat denganku, disisi lain aku takut aku juga…”

“Menyukainya?”

Aku diam.

“Apa kau menyukainya?”

“Sebagai hyung, dia sosok yang baik.”

“Sebagai namja?”

Aku kembali diam. Kutatap Teukie hyung bingung. “Aku tak tahu bagaimana perasaanku. Sejujurnya, sebelum aku tahu perasaannya, aku menatapnya sebagai hyung yang sangat baik. Tapi ketika aku tahu dia menyukaiku, penilaianku perlahan juga berubah.”

Kini Teukie hyung tersenyum sambil mengusap kepalaku. “Itulah cinta. Kadang dia baru kau sadari atau tumbuh perlahan disaat kau tahu ada seseorang yang mencintaimu. Banyak kisah orang yang berpacaran tanpa suka di salah satu pihak, tapi perlahan pihak itu mulai menyukai pasangannya belakangan.” Namja itu mengambil nafas sebentar.

“Pada ujungnya, cinta itu akan bersemi di hati mereka berdua. Asal tidak ada penyesalan, cobalah pahami hatimu perlahan. Akan sangat menyedihkan jika kau takut mengakuinya, namun disaat kau mau mengakuinya semuanya sudah terlambat.”

Aku menunduk. “Apa disaat begitu, keajaiban akan sangat dibutuhkan?”

“Keajaiban hanya bisa bekerja selama beberapa kali, Wookie. Tidak ada keajaiban yang abadi.”

“Ngh?” Kembali kutatap Teukie hyung. “Maksudmu, hyung?”

Namja itu hanya menepuk bahuku. “Aku pernah bilang, gunakan keajaiban secara bijaksana. Aku tak mau kau menyesal. Ada saat dimana keajaiban yang kau miliki akan habis tanpa kau sadari. Daripada menyesal, jadi gunakan keajaiban itu secara bijak.” Teukie hyung berdiri.

“Tunggu! Jangan- jangan hyung tahu tentang_”

“Tidurlah.” Teukie hyung memotong kata- kataku. “Jangan diluar terus, kau bisa sakit. Malam, Wookie.”

Aku kembali diam.

Gunakan keajaiban itu secara bijak karena keajaiban itu akan habis disaat waktunya. Apa itu artinya kekuatan jam bandul putih itu akan hilang kalau sudah habis?

Kenapa Teukie hyung bisa bicara begitu?

0o0o0o0o0o0o0

“Wookie, bisa bicara sebentar?”

Perhatianku teralih dari cake yang tengah kubuat menuju Yesung hyung yang berdiri di ambang pintu dapur. “Nae.” Langsung saja kulepaskan apron yang kugunakan dan kutinggalkan Hankyung hyung yang meneruskan kegiatanku.

Yesung hyung sudah berjalan duluan dalam diam. Jantungku kembali berdegup kencang sambil mengikuti langkahnya. Apa yang mau dia bicarakan?

Namja itu berhenti di ruang tengah, saat itu tempat inilah yang paling kosong. Dia berbalik menatapku sambil tersenyum manis. Tangannya bergerak untuk mengusap kepalaku lembut. Dia selalu memperlakukanku begini, ya? Apa itu karena dia menyukaiku?

“Mianhae.”

Mianhae?

“Kurasa ucapanku tempo hari membuatmu agak canggung kalau bersamaku. Jadi kurasa kau tidak perlu mengingatnya terus. Jujur saja hidup penuh kecanggungan denganmu membuatku agak risih, jadi lebih baik kau lupakan.”

Lupakan?

“Untuk sementara aku tidak akan dekat- dekat denganmu dulu agar kau tidak merasa terbebani. Mungkin aku juga akan pulang ke rumahku selama beberapa hari.”

“Tunggu!” Kutarik tangan Yesung hyung yang tadi masih mengusap rambutku. “Hanya karena aku canggung terhadapmu, bukan berarti kau bisa memutuskan sesukanya.”

“Maksudmu?”

“A-aku memang merasa agak canggung, tapi bukan berarti aku berpikir buruk terhadap hyung seperti.. Err—kurang normal.” Aku menggaruk belakang kepalaku saat mengucapkan kata itu. “Tapi jujur, aku tidak merasa terbebani. Seperti ini juga tidak apa- apa. Yesung hyung tak perlu menjauhiku.” Kutatap lagi kedua bola matanya yang menatapku dalam.

Yesung hyung kembali tersenyum dan menepuk pundakku. “Kau namja yang sangat baik juga pengertian, nae. Gomawo.” Yesung hyung langsung meninggalkanku.

Dan kini aku berdiri mematung sendirian. Apa kata- kataku ada yang salah? Apa tadi aku menyakitinya? Kuharap tidak. Aku sudah merenungkan semua ucapan Teukie hyung semalam, jadi kurasa dia tidak terluka.

Namun, perasaan apa yang kini menyelimutiku?

Kutekan dadaku yang terasa aneh. Ada yang mengganjal, tapi aku tidak tahu apa itu. Rasanya seperti ada yang salah dan kurang. Rasanya sangat tidak menyenangkan.

0o0o0o0o0o0o0o0

Meski aku bilang tidak apa- apa, tapi ternyata sangat tidak menyenangkan. Yesung hyung memang tidak terlihat menjauhiku secara terang- terangan, tapi dia tetap saja agak menjauh dariku.

Hampa…

“Kau kenapa, sih? Sejak tadi diam saja? Bukannya Shindong memintamu mengantarnya ke mini market?” Heechul hyung duduk disisiku sambil mengambil majalah fashion di atas meja dan membacanya.

Aku diam saja.

“Heya, aku bertanya padamu.”

“Molla, hyung. Aku hampa.” Ujarku pelan sambil berdiri dan beranjak meninggalkannya.

Ternyata memang ada yang aneh dengan hatiku sejak Yesung hyung perlahan meninggalkanku. Saat berjalan keluar, kulihat namja yang sejak tadi kupikirkan sedang bicara dengan ponselnya. Saat melihatku dia tersenyum kecil dan mengusap kepalaku sekilas lalu meninggalkanku.

Menyebalkan!

“Wookie! Shindong hyung melupakan dompetnya! Cepat susul dia!” Tiba- tiba Zhoumi hyung berlari menghampiriku sambil memberikanku sebuah dompet hitam. “Aku harus menjemput Henry, dia bisa rewel kalau aku telat.”

“Kenapa tidak hyung saja sekalian jalan?” Gerutuku.

“Minimarket dan tempat les si Henry kan berlawanan. Jebal. Gomawo!” Zhoumi hyung mengusap kepalaku sekilas dan langsung berjalan cepat meninggalkanku.

Kenapa pada suka sekali mengusap kepalaku? Aku kan bukan anak kecil…

Aku langsung berjalan meninggalkan rumah mewah berwarna putih itu. Sambil bersenandung kecil, aku terus melangkah tanpa memperdulikan sekelilingku. Namun seseorang membuatku berhenti. Tak jauh dari depanku, kulihat Yesung hyung bicara dengan seorang yeojya.

Nuguya?

Yeojya itu memberikan sekotak bekal pada Yesung hyung, dan hyung menerimanya sambil tersenyum dan mengusap kepala yeojya itu. Apa- apaan itu?! Setelah dia menyatakan perasaannya, lalu menghindariku, sekarang dia bersama yeojya lain.

Pantas saja dia tak terlalu memperdulikan tanggapanku. Padahal aku kacau karena dia!

Kedua orang itu mengobrol sambil sesekali tertawa kecil. Aku sangat tidak suka setiap Yesung hyung mengusap rambut yeojya itu. Aku kesal sekali melihatnya! Rasanya hatiku sangat sakit. Sudah seperti orang yang dikhianati kekasihnya sendiri.

Tiba- tiba Yesung hyung menoleh kearahku dan tersenyum ceria. “Wookie?”

Dia masih bisa seceria itu?

TES~ Tanpa kuperintahkan, air mataku menetes perlahan. Aku langsung menutup mulutku dan kulihat Yesung hyung terpana menatapku.

“Woo…”

“Dasar bodoh!” Aku langsung berlari meninggalkan Yesung hyung begitu saja. Aku tahu dia berlari mengejarku, namun aku tidak perduli. Aku tak mau menoleh. Dia membuatku terluka, padahal sebisa mungkin aku tak melukainya.

“Wookie tunggu!!”

ANDWAE!!

“Wookie tung_”

BRAKH!

DEGH!

Aku berhenti berlari dan langsung mematung. Jeritan histeris beberapa orang membuat degup jantungku kacau dan kini ketakutan menyelimutiku. Dengan perlahan aku menoleh kebelakang dan melihat mobil berhenti tak jauh dibelekangku. Orang mengerumuni sesuatu di bawah mobil yang berlumuran darah.

Aku masih bisa melihat pakaian sesuatu itu… Baju Yesung hyung…

“CEPAT PANGGIL AMBULANCE!” Seru seseorang panik.

Yesung hyung…?

Aku berjalan gemetar kekerumunan itu dan memaksa masuk ke dalamnya. Kulihat Yesung hyung sudah berbaring tak bergerak dengan darah mengalir dari kepalanya yang terbentur cukup keras.

BRUGH! Aku berlutut.

Ini… Mimpi, kan?

Ini mimpi…

“YESUNG HYUNG?!!!”

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Wookie!!”

Aku menatap para hyung juga dongsaengku yang berlari menghampiriku dengan wajah pucat bercampur cemas. Aku hanya bisa menatap mereka semua datar, Sungmin hyung yang langsung memelukku yang lemas.

“Wookie, gwaenchana?” Bisiknya sambil mengusap punggungku.

“Bagaimana mungkin aku baik- baik saja?” Bisikku datar. “Yesung hyung mengejarku, namun aku mengabaikannya. Aku hanya ingin kabur sampai suara itu membuatku kaget dan ketakutan. Saat berpaling, dia sudah seperti itu…”

“Nae, Yesung hyung akan baik- baik saja.” Kibum duduk disampingku sambil menepuk pundakku.

“Karena aku…”

“Bukan, Wookie. Ini bukan karenamu…” Kudengar Siwon hyung yang bicara.

Air mataku kembali menetes. “Karena aku…”

“Bukan!”

“ANI! Ini semua karena aku!!” Seruku frustasi sambil mencengkram baju Sungmin hyung kencang. “Kalau dia tidak mengejarku dia pasti masih baik- baik saja! Bagaimana kalau sesuatu yang buruk terjadi?! Aku tak akan memaafkan diriku sendiri! Aku bahkan belum sempat mengatakan padanya kalau sejujurnya aku menyukainya!!” Seruku.

Keheningan mengisi ruangan itu. Aku hanya bisa mendengar suara isakanku.

“Kau… Suka Yesung hyung?” Sungmin hyung berujar pelan.

Kutundukkan kepalaku sambil melepaskan cengkraman tanganku di bajunya. Aku mengangguk. “Suka—aku menyukainya.” Bisikku parau. “Aku tak mau sesuatu terjadi padanya, aku tak mau…”

SRET! Tiba- tiba kegelapan menyelimutiku.

Aku tak tahu apa yang terjadi… Tak lagi ada ruangan yang terang. Tak ada balkon rumah sakit juga teman- temanku yang lain. Aku ada dimana?

Kim Ryeowook…” Aku mendengar sebuah suara aneh dari kegelapan.

“Eh? Nuguya yang bicara?”

Kau baru menggunakan keajaibanmu dua kali. Memang sangat tepat aku memberikannya kepadamu, kau bisa menggunakannya secara bijaksana. Sekarang, gunakan keajaiban terakhir untuk kebahagiaanmu.

Apa maksudnya?

Kau sudah menyadari isi hatimu. Jadi aku akan meberikan kebahagiaanmu.

“Apa kau membicarakan tentang jam bandul itu?” Tanyaku pelan.

Suara itu bergumam pelan. “Masih sempat jika kau menggunakannya sekarang. Kembalikan waktu dan selamatkan Yesung. Berjanjilah, setelah ini kau harus mengunakan waktumu sebijaksana mungkin. Waktu itu sangat berharga, jangan kau sia- siakan lagi.

Waktu…

“Aku… Bisa menyelamatkan Yesung hyung? Dan setelah itu keajaibannya akan habis?”

Percayalah, keajaiban yang sesungguhnya ada dihatimu. Hati manusia lebih ajaib dari apapun yang ada di dunia ini.

“Boleh aku menanyakan sesuatu?”

Apa?

“Apa kau… Si Pemilik?”

Tak ada jawaban lagi.

Aku adalah aku.

SRET! Aku kembali membuka mataku dan terkejut saat melihat semua kembali ke tempat semula. Sungmin hyung menatapku khawatir.

“Kau kenapa? Tiba- tiba saja kau tampak tertidur dan tidak mau bangun.” Namja manis itu mengusap wajahku khawatir.

Aku tak menjawabnya. Aku mengeluarkan jam bandul itu dan menatap mereka semua datar. “Sampai bertemu nanti.” Ujarku cepat dan tentu saja membuat mereka menatapku bingung.

Dengan segera kuputar jarum panjang jam bandul itu mundur dengan cepat. Saat itu juga kejadian di rumah sakit itu bergerak mundur dengan sangat cepat. Aku bisa melihat teman- temanku langsung berjalan meninggalkanku, melihat Yesung hyung bergerak mundur dikeluarkan dari ruang ICU dan sebagainya.

WHUSH! Angin menerpaku.

TENG-TENG!

DEGH! Aku kembali tersadar saat mendengar suara lonceng itu. Kulihat jam bandulku kini menunjukkan pukul sembilan pagi. Waktu telah berputar mundur.

DRAP! Dengan langkah cepat aku berlari meningalkan lorong rumah sakit itu.

Jika kau bisa mempercayai hatimu jauh lebih cepat, maka kau tak akan pernah menemukan penyesalan. Kau harus menggunakan semua waktu yang kau miliki dengan sebaik mungkin, karena merasa menyesal itu sangat menyedihkan.

Aku tak mau terlambat, meski hanya sedetik saja.

Aku termasuk beruntung karena aku memiliki keajaiban untuk mengulang waktu yang telah kusia- siakan. Belum tentu ada orang yang beruntung seperti aku.

Dua puluh menit berlari, aku sampai di jalan yang sama dimana aku melihat Yesung hyung berdiri dengan yeojya. Dan memang dia saat ini ada disana. Dalam keadaan baik- baik saja, tersenyum lembut ke arah yeojya itu.

TES~ Air mataku menetes. Lega sekali…

Yesung hyung menoleh kearahku dengan wajah ceria. “Wookie?”

“Yesung hyung!” Aku langsung berlari dan memeluk namja itu erat. “Yesung hyung, saranghae!” Seruku tanpa memperdulikan sekitarku.

“Eh?”

“Saranghae! Jeongmal saranghae! Neomu neomu saranghae!” Kutenggelamkan wajahku di dada bidangnya. “Kumohon maafkan aku. Aku tak mau kehilanganmu lagi, hyung. Aku tak mau kau kenapa- kenapa.”

“Wookie, gwaencahana?” Dia mengarahkan wajahku agar menatapnya. “Waeyo?”

Aku menggeleng. “Aku hanya mau mengatakan kalau aku juga sangat mencintaimu. Aku mau hyung terus berada disisiku.” Kembali kupeluk namja itu. “Apa aku aneh? Tapi inilah isi hatiku yang sesungguhnya. Maaf membuatmu bingung, hyung.” Tanyaku pelan.

Kurasakan lengannya balas memelukku. “Kau aneh sekali. Dasar, Wookie.” Dia mencium puncak kepalaku lembut. “Gomawo, nae.” Bisiknya pelan.

Aku hanya bisa tersenyum kecil sambil memeluknya seerat yang aku bisa. Tak akan kubiarkan Yesung hyung terluka. Aku tak ingin merasakan perasaan menyedihkan seperti tadi lagi.

.

====================================

.

“Eh? Kenapa aku yang harus menyimpannya?” Leeteuk menatap Ryeowook tak mengerti. “Bukannya kau yang sudah menemukannya?”

“Aku tak membutuhkannya, hyung. Daripada aku, lebih baik hyung saja yang simpan sampai kita berhasil menemukan si Pemilik. White treasure harus disimpan baik- baik, aku takut menghilangkannya.”

Leeteuk tersenyum sambil menepuk kepala Ryeowook. “Apa kau menemukan hal bagus karena benda ini?”

Ryeowook mengangguk. “Aku menemukan suatu pelajaran berharga untuk tidak menyia- nyiakan waktu yang kumiliki. Aku tak mau menyesal karena aku tak akan bisa mengulang waktu lagi.”

“Aku bangga padamu.” Leeteuk tersenyum.

Ryeowook langsung berjalan hendak meninggalkan kamar Leeteuk, namun sebelumnya, dia menoleh menatap Leeteuk yang masih tersenyum. “Hyung, aku percaya keajaiban itu ada.” Senyumnya.

Leeteuk mengangguk. “Keajaiban yang sesungguhnya ada dihatimu.” Balas Leeteuk sambil menutup pintu kamarnya.

Di luar kamarnya, Ryeowook diam mematung. Kata- kata Leeteuk tadi, sama dengan kata- kata yang pernah didengarnya di mimpinya dulu.

“Kenapa berdiri disini?” Teguran lembut Yesung membuyarkan lamunannya. “Jadi kutemani ke toko buku?”

Ryeowook langsung menggeleng cepat dan menatap Yesung ceria. “Ayo.”

Di dalam kamar Leeteuk, namja itu memasukan jam bandul itu ke sebuah kotak kaca yang sangat indah dan mengusap permukaan jam bandul itu.

“Tugasmu sudah selesai, dengan begini tinggal enam lagi.” Gumamnya sendirian dan langsung memasukkan kotak kaca itu ke dalam laci.

~The End~

=================================================

a/n ::

sebelumnya aq bener2 minta maaf atas keterlambatannya ngepost ff ini.. =/\=

kuharap readers mau maafin aq.. hikss

.

dan berikutnya aku mau ngucapin terima kasih buat semua readers yang membaca, ngasih komen, melihat perkembanganku dari dulu. Dengan ini aq sudah genap satu tahun jadi author yang namanya fanfict.. #girang xD

aq bakal berusaha lebih baik lagi..

mohon bantuannya semua.. #hugs

55 thoughts on “White Clock

  1. akhirnya white house series di update juga
    aku udah nunggu sampe jamuran #plak
    seperti biasa, keren unnie ffny !!!🙂
    wookie beruntung banget ya punya jam yang bisa memutar waktu kembali
    aku juga pingin punya benda kayak gitu😀

    ditunggu yang berikutnya~~😀

  2. wowowowowooo… chukkae!!!!(?)

    kyaaaaaa…. yewookk…
    untuuung yeppa gg jd knpa2
    oyy yg da d mmpix wookie tuh teukie kah??
    low iyy sbnerx teukie tuh sp?? dy sang pemilik jga??
    lnjuut Eoonnn Asap ne???

  3. Wahh, aku baca nya full fantasy deh, hadehh….

    Jadi ni ceritanya alur balik ya??
    Aku rada bingung, *pabbo*

    jadi bener ya kalo sih Teukkie itu pemilik White house itu??
    Aku rada bingung peraturan main White house ini…

    Jadi nih first story tentang paradox waktu, sihir n keajaiban. N Jam bandul tuh benda untuk menyadar kn perasaannya pada Yesung. Jadi keajaibannya Wookie bermula setelah tau kalo Jam bandul tuh salah satu White treasure kah…?

    Ok, lahh. Awal cerita nih ku rada bingung ma Peraturan white house, jadi ngga trlalu mudeng n banyak bacot…

    Annyeong^^

    _Fye_

  4. Thena-chan spt biasa keren ughh untung wookie dbri ksmptn ke2 klo g huweeee gsa ngebanyangin nasib NcungChagi jdi janda deh dii*digetok*oke next syapa nie yg bkal nemuin white treasureny yo wis lah next part diusahain update asap y thena-chan^^

  5. Waahh thena..
    Chukkae..chukkae 1th jd author.. Berarti 1th usia pernikahan kim yena (yesung thaena ) ya.

    Hehe

    Yeppa sejak kapan kau jenius.,? #plakplok dihajar ddangkoma..

    Keajaiban ada dalam hatimu. Peluk wookppa..

    Jadi sesungguhnya teukie tau semuanya ya. O.o

  6. annyeong, thena-chan….

    ukh! FFx mkin krenzzzzzzzzzzzz!!!

    dri awal smpai akhr, enth knpa deg-degn mlu bcax…..

    jdi, si pemilik itu teuki oppa, nde??
    alsanx bwt ntu game apa’an thena???

    updatex cpet ya thena… hehehe
    pnsaran akut nie……

    FIGHTING!!!

  7. Wow. . .
    Couple prtma k’sukaanx Taena Onnie. . .
    #k’sukaanq jga sich. . .

    Keren. . .
    Apa hubungax Teukie ma white house?
    Pa jgan” Teukie i2 pemilik white house. . .

    Absen dlu. . .
    Cpa member yg blum muncul. . .
    Ah, Kangin oppa blum muncul, Henry-ge jga blum, Kyu jga blum, bru mucul nmax doang. . .

    Lanjud onnie. . .
    Critax bgus. . .

  8. uuuaaaaa……

    akhrnya pblish jga..

    eh eh eh

    kta2 ukie sama ma org yg ngomong ma wookie..

    jangan2 ukie pmilik.a,????

    astagaaa penasaran,,,

    pdhal ni aj msh chapi 1… udh pnasaran kyk gni…

    ncung ma wookie romantis deh,,,
    lucu jga,,,

    hehehehe,,,

    gomawo udah d kcih tau thena eonnie…

  9. loh loh loh.. kok teuki tau??

    nemu satu typo eon,, Yesung hyung bergumam sambal menatapku
    kkk~ yeppa suka sambal..?? klo ke sby ak ajak ke bebek mercon ah..

    aish.. aku suka aku suka..

    hanchul terakhir aj eon g papa kok, yg lebih romantis, lebih panjang, dan lebih sgala-galanya.. kkk~ #ditabok..

    ne, udah staun wow.. kereeennn ~
    saengil chukae #nah loh??

    ok HWAITING.. jgn lama2 ya ~ #hug thena eonnie.. ^^

  10. aaaaah speechless bacanya.. keren bgt! ga sia2 aku nunggu lama ff ini :D~
    pasti teukie oppa ada sangkut pautnya deh ama rumah itu!!
    aaaaa~ penasaran >_<
    tae onn jangan lama2 updatenya!

  11. Wowwww,,aq kangen ma FF-mu Thena..ckck..

    OO,,gitu toh terhnyata maksud dari white house+white treasure-nya.. degan white treasure bisa mempersatukan2 orag yg da dilam rumah itu..ckckc..
    Krennn!!! Imajinasimu sangat keren Thena..^^

    Leeteukkan si’Pemiliknya’ haha..

    Jujur awal2nya agak bingung juga sih dgn jam bandulnya..
    Agakk2 mirip harpot yang ke3 ya..waktu harry mau nyelamatin sirius dy kembalikan waktunya jdi dy bisa nyelamatin sirius deh..hehe.. *malahcerita*

    Lanjut lgi Thena ^^

  12. Horreeeee……YeWook were the first couple!! *tiup trompet*
    Disini Yesung baik bgt ya (biasanya juga baik kok) nyehehehe….
    Wookie juga bikin gemes…..hihi….untung aja ada white clock-nya. klo ga??
    tamat deh si Yesung….ckckck…

    umma suka cara mereka jadian , kekkee~

    next couple ga da bocoran nih?? (emang Sourire cafe?)
    nae chagiya,
    saranghaeeee……<3

  13. jdi curiga sm Leeteuk -.- #jduak!
    Ntar next chap SiBum yak #dirajam
    huehehehehehe, SiBum LOL
    aaaa atau ZhouRy😄

  14. 7 ?? Jdi tiap couple dpt stu benda yg beda ya…
    Menarik bgt ide ceritany…
    Keren dh wat Yewook nya🙂

    Happy 1st Anniversary jdi Author Taena-ssi…
    Smga bsa terus menulis & membuat karya2 (fic) yg Keren2 dan Berkualitas yg bsa menghibur Reader2 setianya..

    Fighting ^^!!

  15. Yeeyy!! Chukkae eon!
    Kau sdah brhsl mbuat ff mu di akui readers..

    Kyk’a surat itu mang dari leeteuk deh..
    Aih.. Aq pnasaran ..

    Habis ni sapa y?

    Oke eon! Trus brjuang nae! Hwaiting!

  16. huaaaaa..😄
    Akhirnya lanjut juga.. Kangen sm ffnya thena-chan… X)

    chukkae thena!! Smoga kedepannya bs lbh brkembang lagi…😄
    FF-nya tambah baguuuus…

    Hmmm penuh dgn pelajaran y..jgn nyia2in wktu.. Pas bgt couplenya yewook… Ayo next-nya dtunggu.. .XD

  17. Heyo. . Cerita ini terinspirasi oleh acara big brother kan(?) #bletakk *hehe sotoy bgt. . .

    Ceritanya bgus meski agak sdikit bingungin.. .
    Lanjut unn . . Next chap aku psen zhoury ato haehyuk ya unn
    oh ya chukkae ya unn

  18. Oh ya. . . Saya mau merusuh lg boleh kan(?)
    unn, si pemilik pasti teuki hyung kan, iyakan (?) dia kan member suju yang suka sama warna putih. Hehe. , #plakk *mian krn aku bnyak nanya. . Dan slalu sotoy, Wkwk. . :p
    gumawo ceritanya, tp kok rasanya cerita ini agak sdikit hambar. . . Entahlah kurang apa.. . Oh ya kurang adegan yg ada ehm itu. . . #semoga author diberi kesabaran krn pny reader yg bawel spt saya wkwkwk😀😛

  19. fiuh… untung waktunya bisa diputar lagi jadi yesung ga kenapa-kenapa… kekeke
    *elus2 kepala wookie* *di lempar ke bulan sama yesung*
    jadi penasaran sama white treasure lainnya…
    chukae thena-unnie… hehehe
    lanjutannya di tunggu…
    ^^

  20. Wooaahh… Thena chukkae *tepoktangan

    yewook… Bandulnya memutar balik waktu… Agak pusing mmbayangkn waktu yg mundur.
    teukie itu sbnrnya? Apa dy pemilik rmh itu…

    Lanjut yee ~

  21. Kyaa..jangan2 teuki y,yg manggil mereka trus ngasih tugas buat nyari white treasure..*penasaran*
    Yewook couple..hufft,untung ada bandul jam tuh,kalau g sungie pasti tetap kecelakaan deh..

    Di tunggu next ff nya😀

  22. Ya~
    Annyeong….emm sblmnya mianhe kalo kritik&saranku keterlaluan , dan kdang2 aku jd silent reader hehehe..
    Mumpung msh di chapter 1 , aku mau blg kalo ffnya thena-sshi ,mnurutku agak hmm sesuatu…..
    Aku pertama kali baca anihuman (dulu we love you, hyung!), karakternya tu kerasa kuat banget..feelnya dpt,bahkan dari chap 1 #halah
    Nah ,mnurutku chap 1 ini bs ditebak kalo teuk yg jd pemilik, ato teuk adalah org yg tau tntang pemilik..mungkin chapte dpn2 ntar bkalan bgus, tp menurutku ini setipe sm kim family gt, terutama bagian pertemuan smpe jadian antar pairing …hmm
    Apa mungkin krn msh chapter 1 ya ? Hehehe ya gapapa deh…niatku cm blg aja kok, nggak nge-bash mereka #dannggakmungkin🙂
    Chukkae yg udah jd author slm setaun~ *tiup lilin*
    Aku tunggu kejutan di chapter2 selanjutnya ya !!
    Fighting !! ^o^/
    [fishybuu]

  23. pemilik white treasur itu leeteuk ya?…
    teka teki bngt nih….
    leeteuk msasa tau smua keajaiban yg ada….
    LANJOT!!! Taena…. \(′—′)/

  24. eeuuuuu kyaaaaa~
    Yewook duluaaan >.<

    Ceritanya tomel, tomel, tomel. Wookie lelet, wookie lelet. msa liat laki'ny celaka dlu bru sadar. Payah
    Ksian kan yeye oppa nya ToT

    Yeoja yg sma yesung oppa, sopo toh eonnie ? Ck, jdi pnasaran. Haha
    Aah~ twaesseo, gwaenchana, ujung2ny mreka jadian juga. Hahahaha
    Hepi, hepi, hepi.😀

    Aku seneng banjet eonnie, cz series ini pke kopel kopelan. Haha, gemes deng gemes klo bca ff kopel2anny thena eonnie😀

    Eonnie, sskali bikin yunjae ato minkyu ne, rikues rikues, cz ak suka kopel itu.

    Abis ini sibum ya, Sibum ya, sibum.. SIBUM dong eonnie, sibuuuuuuu~m. Aku shipperny sibum. Hehe😛

    Yosh! Skian komen gak mutunya😦
    Keep writing nd sukses buat ff2 lainnya ne😀
    Fighting !😀

  25. *jeng jeng* (?) saya datang~~
    AKHIRNYAAAAAAAAAAAAAAAAA…………………… white house tampil juga!! kkk~ pengen deh punya jam kaya wookie gitu. kayanya enak X3
    Leeteuk itu… apa jangan-jangan sang pemilik? o.O
    lanjut terus yah!!!! ditunggu chap selanjutnya. *berdoa semoga kangteuk* kkk~~
    annyeong~~ ^^

  26. Wah. . . Ajaib Yewook duluan*plakk*, ck, terxta dugaan q benar ada 2 orang ri mereka dalang ri semuax yg sengaja mereka juga trmsk dlm permainan tersebut supaya tak di curigai oleh peserta lain, tp kata2 itu 1 point pentng yg membuat q yakin pasti 2 orang trsbt dlng dari game itu. . Wkwkwkwk. . . Bener gak? Ck, 2 orang yg q sbt ri td pst >|n3+337 & u!6ue>| ,ya kan? Heheheh . . . Ck lanjt thor. . .

  27. Akhirnya di post!! Yayy!!

    FF ini agak beda sama FF kak taena yg lain.. Gak semua anggota dapet dialog,😄

    Udah deg2n pas dgr suara tabrakan tadi, takut banget kalo Yesung die ,😛
    Wokkie manfaatin kesempatan dgn baik..

    Siapa next couple di white house ka?
    Ditunggu🙂

  28. thena-chan mian baru baca sekarang hehehe
    couple pertama Yewook dng jam bandulnya
    tp kl lihat warnanya yg serba putih aku jadi ikut curiga sama teukie, jangan” dia pemilik white house! kan teukie cinta banget tu sama yg namanya PUTIH
    NEXT CHAP UPDATE SECEPATNYA YAA

  29. Uwaaaa, mau dong jamx kkk~
    memutar ulang waktu, 3 taun yg lalu, biar gak nyesel sekarang hehe😄

    wookie malu2 heebum ih, untung ja tuh yeppa selamet, aisshh hampirrr aja #ngelap keringet

    treassure pertama seru bangett, penasaran ma keajaiban apalagi yg bakal timbul di treasure selanjutx, THENAAAAAAAAAAA HWAITIIIIINNNGGGG
    \(^o^)/ #kibar2 bendera SUJU

  30. Wah TaeNa…
    YeWook duluan nih yg muncul, gumawoo… ^_^

    Aigoo wookie.. enak bgt pnya Jam Bandul ajaib gt.
    Dan Yeppa.. Salut dh ma Pengakuannya, lgsg kisseu pula, aahhh mau.. (^_~)

    ngebayangin wookie blg “aku merasa gila.. Aku gila hyung.. Aku gila. Aku sudah gila, aku namja gila.” jd ketawa geli saya, hahahahahaaaa

    Ok TaeNa.. Aku suka crita ini.
    Dan aku seneng YeWook publish duluan ^_^

    Eeeeemm….
    Next chap nya HanChul yah… kangen ma Heechul😦

  31. Wah TaeNa…
    YeWook duluan nih yg muncul, gumawoo…🙂

    Aigoo wookie.. enak bgt pnya Jam Bandul ajaib gt.
    Dan Yeppa.. Salut dh ma Pengakuannya, lgsg kisseu pula, aahhh mau..🙂 🙂

    ngebayangin wookie blg “aku merasa gila.. Aku gila hyung.. Aku gila. Aku sudah gila, aku namja gila.” jd ketawa geli saya, hahahahahaaaa

    Ok TaeNa.. Aku suka crita ini.
    Dan aku seneng YeWook publish duluan🙂

    Eeeeemm….
    Next chap nya HanChul yah… kangen ma Heechul😦

  32. Waaaahhhh.. Kereeennn!!
    Beruntungg.a aq d jmpt appa bwt priksa gi2, jd skalian ripiu FF.a eonni..

    Cerita.a kereeennn bgt eon! Coba aq pux jam kyk Wookie gt, pst aq g bkl sring telat buat pelajaran pagi sm sore… -_-” Uuuhh..jd pengen pux jam kyk Wookie… =A=”

    Hmmm..kira2 utk stori yg ke2 pairing.a sp nih, eon?

    Ditunggu KyuMin.a y, eon! Gomawoo..

  33. wuaa keren. . .mau juga pnya mesin waktu. .hehehe. .
    teuki oppa misterius gitu. .jgn jgn teuki oppa si pemilik. .
    author ditunggu chap selanjutnya. .nunggu haehyuk. .dan hanchul. .kekeke *couple favorit*

  34. Sukaaaaa~ bngt,eon Ǧ̩̥ąƙ Ƅīƨά komen bnyk2 klo udh bgs kya gni bingung ♏åu komen ªPa̲̅ Чªήğ pasti sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~
    Apalagi nie ff yewook,couple favorite qw disuju😀

  35. Seperti biasa, KEREN!
    Pemilik itu Teukie kan?
    Teukie kan? *nyolot*
    .
    Kalo ada Shindong, berarti Nari-nya berasal dari luar White House dong?
    .
    Oya, mau kasih saran aja.
    Kalau bisa pemakaian kata-kata asing dalam sebuah kalimat itu diminimalisir, kalau tidak, langsung buat kalimat atau percakapannya saja langsung, jadi tidak campur aduk.
    Seperti tadi ada kalimat ‘nuguya yang …,’
    Itu kan bahasanya campur aduk, kenapa tidak sekalian bahasa Indonesia atau Korea saja sekalian? Kan lebih enak dibaca🙂
    .
    Maaf kalau kritiknya lebih panjang dari komen buat fanficnya U_U
    hwaiting!

  36. unni mianhae…..
    komenku yg d atas itu knapa jdi bgitu?
    mian unn…..

    ini komenku:
    daebak unn ^^d
    tp gtau knapa ak ngrasa ff ini romantisny kurang greget gmna gtu unn…
    mian unn, ak cma mau ungkapin pndapat aja…
    tpi ttep 2 jmpol deh buat thena unni… b^^d
    gomawo unni….
    sukses terus y unn…😀

  37. yippie,jam’y keren😄
    wookie bruntung bgd dpet jam itu..

    owh iyaa,kya’y leeteuk tau sesuatu iia??apa jgn2 Si Pemilik itu adalh leeteuk??

  38. waduh eon,aku telat tau kalo fic ini udah ada part 1 sama 2 nya.
    wow…pengen punya bandul ajaib kaya punya wookie,biar bisa mundurin wktu mulu biar liburan nya gk abis.. #plak
    hm,untung aja wookie langsung sadar ama perasaannya,kalo gak,bisa melayang nyawa abang saya…
    tapi,si yeoja yg ngomong ama sungie itu siapa ya eon?

    hm,komennya segitu dulu deh..mau baca yang part kyumin lagi…hhe
    btw,happy 1st anniversary eon^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s