Future (Chapter 1)

The Future Series

Cast :: All cast in other the future series

Genre :: Sci-Fi (utama) Romance/Tragedy/Hurt/Action, dsbg

Rating :: ~Disesuaikan~

Summary :: Waktu yang menentukan..

Disclaimer :: All Suju member dan DBSK hanya milik Tuhan dan diri mereka pribadi. Setengahnya milik SMent, sedangkan Yesung murni milik author.. #plak!

Warning :: Semakin bikin puyeng.. @_@

So, klo baca crita ini siapkan imajinasi tingkat tinggi biar ngerti, coz author yg bkin emang beneran udah gila. Kalau nemu istilah rumit seperti biasa, LEWATI  SAJA, ngg ngerti juga ngg apa-apa. Hhehe

I hope you like this all.. Saranghae readers!!! ^0^

 

LAST STORY :: Chapter 1

The Future Series

Future

.

“ Peringatan, semua diaharap berkumpul. Baru aja ada sebuah Kristal aneh yang memancarkan radiasi panas bergerak menuju pusat kota. Radiasi panasnya mengandung racun yang berbahaya bagi manusia. Perintah darurat!” Seru namja itu panik. “ Kuulangi perintah darurat!”

Zret! Sosok Henry langsung menghilang.

“ Jangan- jangan.. Ini ada hubungannya dengan penculikan Kibum, Wookie dan Heechul hyung.” Ucap Siwon nggak percaya.

“ Semua sudah dimulai..” Tambah Leeteuk serius.

Tanpa banyak bicara semua anggota Leeteuk saling mengeluarkan sayap mereka dan terbang melesat cepat menuju akademi.

“ Aku yakin.. Wookie, Heechul hyung dan Kibum kini ada ditangan X-Jyuniour.” Gumam Yesung pasti sambil menggenggam tangannya menahan amarahnya. Ia nggak habis pikir kenapa harus Wookie yang terlibat? Namja mungil itu nggak tahu apa- apa tentang masalah di masa ini.

Sedikit ada penyesalan di hati Yesung saat ini..

“ Kau tenanglah..” Kangin terbang mendekati Yesung. “ Aku akan menyelamatkan Wookie.” Ucapnya tegas dengan raut wajah serius.

Yesung mengangguk pelan. “ Akupun akan menyelamatkannya.”

Dibelakang mereka Kyuhyun tampak menggendong tubuh Sungmin yang memang nggak bisa terbang. Pandangan mata Kyuhyun yang kini dilapisi kacamata 3D terus mengarah ke kristal aneh yang bergerak perlahan menuju pusat kota.

“ Kyu..?” Sungmin menatap namja itu bingung.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya menuju Leeteuk yang terbang memimpin di depan sana. “ Hyung! Radiasi panas kristal itu memang mengandung zat racun campuran yan sejenis dengan racun yang dulu bersarang dalam tubuhmu. Kalau warga terkena racun itu, maka mereka nggak akan bisa bertahan!” Serunya menjelaskan.

Donghae terbang mendekati Kyuhyun. “ Kita harus ungsikan warga..” Gumamnya serius dan Kyuhyun langsung mengangguk setuju. Donghae menatap Leeteuk yang nggak memberi tanggapan sedikitpun. “ Aku harap kekuatan Teukie hyung nggak pecah lagi.” Tambah Donghae pelan.

0o0o0o0o0o0o0o0

“ Sialan kau Shin Donghee! Lepaskan kami!” Kibum menghentakkan kedua tangannya yang dilingkari cahaya kuning yang mengekang tenaganya. Berkali- kali ia memberontak, tetap saja cahaya kuning itu membelenggunya, bahkan semakin mengikatnya kuat.

Shindong tersenyum menatap Kibum. “ Sudah lama kita nggak berjumpa Kibummie.. Bagaimana kabarmu?”

“ Lepaskan kami!” Seru Kibum marah.

“ Kibum, tenanglah..” Heechul menatap Kibum masih dengan tenang. Ia melirik ke Ryeowook yang hanya duduk sambil meringis pelan. Bisa dilihatnya luka kecil yang berada di tengkuk Ryeowook. Tempat dimana Changmin menusukkan kukunya tadi saat menculiknya.

Shindong berjalan mendekati Kibum dan meraih wajah namja itu agar mata mereka saling bertatapan. Shindong masih saja tersenyum licik. “ Aku kira sampai saat ini kau masih membenciku, kan?”

“ Aku akan selalu membencimu.. Pengkhianat!” Ucapan Kibum benar- benar kasar.

Yang dikatai hanya tertawa bangga sambil menepis wajah Kibum kasar. “ Kau benci karena aku pengkhianat? Bukannya kau juga seharusnya membenci Kim Leeteuk, Hankyung, Kim Heechul dan Lee Hyukjae?”

“ Mereka berbeda denganmu brengsek!” Serunya sambil menahan rasa sakit ditangannya yang semakin terikat kuat oleh cahaya kuning itu.

“ Kibum.. Kubilang tenang..” Heechul masih berusaha menenangkan Kibum. “ Semakin kau berontak, kau akan semakin sakit.”

Kibum menoleh menatap Heechul nggak terima. Tapi dia langsung diam menatap Shindong dengan tatapan penuh kebencian dan sakit hati yang dalam. “ Kau orang yang membuatku membenci percaya pada orang lain Shin Donghee.. Tapi sekarang aku sudah kembali.. Tak ada gunanya terus mengikuti ucapanmu..” Gumamnya disela geraman halusnya.

Shindong nggak menggubris ucapan Kibum, ia melangkah kearah Heechul yang menatapnya datar. “ Apa yang kau lihat heh?” Tantangnya dingin. “ Dasar sampah..”

Tentu saja Heechul nggak terpancing seperi Kibum. Namja cantik itu tersenyum meremehkan kearah Shindong dan otomatis membuat namja gemuk itu merasa kesal dengan remehan Heechul.

Dugh! Shindong menendang tubuh Heechul hingga membuat namja itu terlempar hingga menabrak dinding ruangan itu.

“ Heechul hyung!” Ryeowook ikutan panik melihat Heechul ditendang sekuat itu. “ Hyung, gwaenchana?!” Air matanya mulai mengalir. Perasaannya kini campur aduk antara sedih, takut, dan khawatir.

“ Hyung!” Kibum menatap Heechul kaget lalu memandang Shindong emosi. “ Shin Donghee!!”

Shindong tersenyum licik. “ Kalian dan semua yang ada di SyuppeoSM, akan musnah sebentar lagi.” Ucapnya sambil berjalan keluar ruangan itu, meninggalkan ketiga sanderanya dengan senyum penuh keyakinan.

“ Sialan..” Ringis Heechul pelan sambil berusaha bangun dari posisinya yang tadi terjerembab kasar menghantam tembok. Ia melirik kearah Kibum yang memandanginya kalut. “ Tenanglah, mereka pasti bisa menghadapi semuanya..”

Ryeowook dan Kibum nggak membalas ucapan Heechul. Keduanya hanya diam memasang wajah bingung.

.

“ Dimensi kosong?” Zhoumi menatap Kyuhyun serius. “ Kau berhasil menciptakannya?”

Kyuhyun mengangguk pasti. “ Aku membuat sebuah dimensi kosong yang hanya bisa dibuka dengan portal khusus di laboratorium Siwon hyung. Tapi aku sudah menyiapkan cukup banyak portal cadangan untuk disebar diseluruh wilayah Korea untuk mengungsikan penduduk dalam waktu singkat.”

“ Apa kau yakin itu tempat yang aman, Kyu?” Kali ini Henry yang bertanya.

“ Aku harap. Karena aku yakin setelah, Lee Hyukjae nggak berada di kelompok mereka, mereka nggak tahu apa aja yang sedang kita buat.” Kyuhyun mengambil computer kecilnya yang seukuran PSP dan mulai menatap layarnya serius.

Kyuhyun kembali menatap rekannya. “ Menurut perhitunganku, radiasi panas itu akan memenuhi wilayah Korea dalam waktu dua jam. Kalau sampai para warga nggak diungsikan, maka kita akan benar- benar mengalami kerugian besar. Kalian tahu sendiri nggak ada satupun penawar racun untuk racun jenis itu. Teukie hyung bisa sembuh karena penawar racun yang diambil Lee Hyukjae dari X-Jyuniour.”

Zhoumi menatap kearah Leeteuk yang berdiri mematung menatapnya. “ Bagaimana?”

“ Aku akan gunakan ide Kyu.” Jawab Leeteuk tegas.

Zhoumi mengangguk setuju. “ SHineeW! SNSDevil-run!” Teriak Zhoumi lantang.

Tiba- tiba lima namja yang nggak kalah tampan dan sembilan yeojya cantik muncul dihadapan mereka semua dengan cepat bagai cahaya.

“ Berikan portal- portal itu pada mereka. Mereka semua hanya android khusus yang bisa bergerak secepat cahaya untuk keadaan darurat.” Ucap Henry sambil berlari kearah meja Zhoumi dan mengambil sebuah biola.

Donghae melongo melihat apa yang Henry bawa. “ Kita mau tempur dan kau masih ingin bermain biola!” Serunya tak percaya.

Yang diteriaki hanya menatap Donghae polos sambil tersenyum misterius. “ Ini senjata terbaruku, hyung. Kalau nggak ngerti apa- apa diam aja.” Balas namja itu santai.

Kyuhyun nggak terlalu memperdulikan percakapan Donghae dan Henry, dia mengeluarkan kotak kecil dan menekan tombol hijau disampingnya. Kotak kecil itu mengeluarkan cahaya dan Kyuhyun meletakkannya di lantai. Cahaya itu terbagi- bagi menjadi beberapa bagian dan saat cahaya itu menghilang kotak lain dengan wujud yang sama muncul.

“ Bawa itu. Itulah portal cadangannya.”

“ Bawa ini. Kalian semua berpencar ke seluruh penjuru Korea dan ungsikan warga.” Perintah Zhoumi tegas.

Keempat belas android pilihan itu langsung menurut dan mengambil kotak itu satu persatu. Dan dalam hitungan detik semuanya langsung menghambur keluar jendela dan melesat berpencar di langit malam bagaikan cahaya meteor yang melesat ke bumi.

“ Sekarang kita bagi kelompok.” Ucap Leeteuk memimpin. “ Tiga anggota kami diculik. Dan aku tahu kalau Yesung, Siwon dan Hankyung yang akan mengajukan diri untuk menyelamatkan mereka.” Mulainya.

Ketiga namja yang dipanggil itu maju lebih kedepan.

“ Aku akan menyelamatkan Wookie.” Ucap Yesung bersumpah. “ Tolong serahkan tugas itu resmi padaku, hyung.”

Leeteuk mengangguk. “ Arraseo. Kalian kuperintahkan untuk mendapatkan lagi Kim Ryeowook, Kim Kibum dan Kim Heechul. Hankyung mantan anggota X-Jyuniour, kita bisa mempercayakan mereka padanya.”

“ Serahkan padaku, hyung.” Jawab Hankyung sambil membungkukkan badannya sejenak dan menatap Leeteuk serius.

Kangin lagi- lagi mendekati Yesung. “ Tolong, Yesungie..”

Yesung mengangguk sekali. “ Percayakan padaku.”

“ Ayo hyung!” Siwon yang sudah nggak sabar langsung berlari menuju jendela dan terjun bebas sampai akhirnya sayapnya kembali mencuat dan membawanya terbang cepat.

Hankyung dan Yesung langsung menyusul Siwon tanpa ragu.

“ Lalu kristal itu?” Tanya Kangin lagi. “ Bukannya harus dihancurkan?”

“ Kita semua yang akan kesana. Biarkan anggota akademi yang lain menghadapi serangan- serangan di sini. X-Jyuniour nggak akan diam saja. Mereka pasti akan menyerang.” Jawab Leeteuk serius.

“ Mian..”  Hyukjae akhirnya bersuara. “ Aku sudah pernah membaca ingatan Shindong hyung tentang kristal itu. Di dalam benda itu ada sebuah markas kecil X-Jyuniour. Mungkin kita bisa masuk kesana dan mencari cara mematikan pancaran radiasi panas dari kristal itu.”

“ Itu bagus!” Donghae menarik tangan Hyukjae. “ Aku dengan senang hati akan memeriksa kesana.”

Leeteuk menatap Donghae serius. “ Kita semua, Hae.” Ulangnya tegas.

“ Iya.. Maksudku kita semua.” Ralat Donghae.

“ Baiklah..” Zhoumi kembali memimpin rapat kecil mereka. “ Tugas sudah diturunkan, Sooman-sshi akan mengendalikan masalah disini bersama anggota yang lain. Sesuai yang dikatakan Teukie hyung, semuanya akan ketempat kristal itu.” Ia melirik kearah Kangin dan Sungmin nggak percaya. “ Apa mereka bisa dipercaya?”

Leeteuk tersenyum lembut sambil meraih tangan Kangin. “ Aku percaya kalau Kangin-ah bisa membantu kita.”

“ Gomawo, hyung..” Balas Kangin lembut.

Kyuhyun masih diam. “ Aku rasa Sungmin nggak bisa membantu.” Ucapnya datar membuat anggota keluarganya yang lain kini menatapnya kaget. Kyuhyun mengangkat wajahnya dan mengeluarkan satu kotak portal penghubung ke dimensi lagi.

“ Kyu.. Aku ingin membantu.” Ucap Sungmin pelan sambil menarik lengan Kyuhyun. “ Aku tak akan merepotkan. Izinkan aku membantu.”

Kyuhyun menggeleng tanpa menggubris permintaan Sungmin. Diletakkannya kotak itu dilantai dan dia menekan satu- satunya tombol di kotak itu. Lubang hitam langsung terbuka di ruangan itu.

“ Kyu..” Sungmin masih mencoba meminta.

Kyuhyun menarik Sungmin berjalan menuju portal itu. “ Sudah kubilang, aku nggak ingin sesuatu terjadi padamu. Selama pertempuran berlangsung, diamlah di dimensi kosong dan tenangkan para warga yang mungkin merasa panik, Sungmin..”

“ Andwae!” Sungmin hendak berlari meninggalkan Kyuhyun. Tapi namja itu menahan Sungmin dengan tangan kekarnya dan langsung menghempaskan tubuh Sungmin masuk kedalam portal itu. “ Kyu!”

“ Sampai bertemu lagi, Sungmin..” Kyuhyun mencoba tersenyum lembut sambil menginjak tombol yang tadi ditekannya dan portal dimensi langsung tertutup.

Seluruh anggota keluarganya nggak ada yang berani komentar sampai Kyuhyun menatap mereka semua sambil tersenyum licik. “ Kita mulai, hyungdeul.” Ucap magnae itu memecah keheningan diantara mereka.

0o0o0o0o0o0o0

“ Hyung..” Ryeowook berjalan menyeret dirinya sendiri hingga berada di samping Heechul yang duduk bersandar di tembok. “ Apa mereka akan menyelamatkan kita?” Tanya Ryeowook. Ketakutan masih terpancar di mata namja innocent itu.

Heechul mengangguk yakin. “ Aku percaya. Kau pun harus percaya.” Ia tersenyum. Sebagai orang yang paling tua saat ini, ia nggak boleh membuat Kibum ataupun Ryeowook panik pastinya. Heechul menoleh kearah Kibum yang memilih sedikit menjauh dari kedua temannya itu.

“ Kibummie terlihat kalut.” Gumam Ryeowook lagi.

Heechul nggak menanggapi Ryeowook. “ Kibum..” Panggilnya pelan.

Yang dipanggil menengok sejenak lalu kembali menunduk. “ Nae, hyung?”

“ Bisa kau ceritakan padaku.. Sebenarnya apa yang terjadi antara kau dan Shindong dulu?” Iya, selama ini itulah yang membuat Heechul penasaran. Kenapa Kibum sangat membenci Shindong bahkan sempat menutup dirinya dari orang lain.

Kibum menghela nafas. “ Dulu, Shindong pernah menyusup jadi mata- mata di SyuppeoSM, sama seperti Hyukjae hyung. Dan saat ia menjadi mata- mata, dia bersahabat denganku yang baru saja bergabung di akademi.” Kibum menerawang dengan tatapan kosong. “ Dia mengajarkanku beberapa hal yang akhirnya aku percaya..”

Flashback..

“ Orang lain hanyalah kelemahan Kibummie..” Shindong tersenyum tanpa dosa sambil menengadah menatap langit yang biru dari atas gedung tempatnya dan Kibum bersantai.

Kibum menatap namja itu. “ Maksudmu?”

Namja gemuk itu mengangguk pelan. “ Iya, orang lain hanya akan menjadi kelemahan untuk dirimu sendiri. Hiduplah untuk dirimu sendiri. Jangan pernah percaya pada orang lain. Kau akan mengerti kalau kau dikhianati nanti.”

“ Siapa yang akan mengkhianatiku?” Tanya Kibum bingung.

Shindong mengangkat bahu. “ Yah, kali saja suatu saat aku mengkhianatimu.”

Mendengar ocehan Shindong, Kibum hanya tertawa pelan. “ Aku percaya kalau kau nggak mungkin mengkhianatiku, Shindong.. Kita kan sahabat.” Ucapnya polos.

Semua berlalu begitu cepat. Sampai tragedy satu bulan kemudian membuat Kibum terkejut. Ia mendengar kalau Shindong menghilang dari akademi sambil membawa senapan laser terbaru hasil penelitian Sooman-sshi sendiri.

Kibum mencarinya dan berhasil menemukan Shindong di tengah hutan. Tapi saat itu Shindong bukanlah namja yang ia kenal. Bukanlah sahabatnya. Dia kelihatan dingin dengan tatatapn licik dan dengan santainya mengarahkan laser itu kearah Kibum. Bersiap menembaknya.

“ Kau! Kenapa kau lakukan ini?! Kau pengkhianat!” Jerit Kibum nggak percaya.

Shindong tertawa licik. “ Oh, Kibummie.. Aku ini nggak berkhianat. Dari awal aku memang mata- mata dan sengaja mendekatimu untuk memudahkan koneksiku di SyuppeoSM.”

Kibum menggiit bibir bawahnya menahan emosi. “ Kembalikan laser itu!” Seru Kibum lagi, kali ini ia menarik senjata lasernya dan menodongkannya kearah Shindong. “ Atau aku akan membunuhmu Shindong..” Ancamnya dingin.

Namun Shindong sama sekali nggak takut. Dengan cepat namja gemuk itu berlari meninggalkan Kibum. Kibum mengejarnya! Sampai akhirnya Kibum melihat Shindong berlari kearah rumahnya dan masuk kedalamnya.

Kibum menyusulnya dan saat ia masuk kedalam rumah, Kibum langsung membeku. Ditatapnya kedua orang tuanya kini melayang dilangit sambil disinari laser hijau dari senjata Shindong. Keduanya menjerit kesakitan.

“ Shin Donghee!!” Kibum menjerit sambil menembakkan lasernya secara membabi buta kearah Shindong.

Namun Shindong dengan mudah mengelak.

Brugh! Tubuh ketiga itu langsung terjatuh di lantai dan diam nggak bergerak.

“ Umma! Appa!” Kibum berlari menghampiri kedua orang tuanya tapi mereka nggak memberi respon. Tubuh Kibum menegang saat sadar kalau kedua orang tuanya telah tiada. Ia menatap Shindong  marah. Air matanya mengalir. “ Shin Donghee!!” Kibum langsung berlari kearah Shindong dan menerjang namja gemuk itu.

Tapi Shindong jauh lebih kuat dibanding Kibum, ia melemparkan tubuh kecil Kibum hingga terpelanting menghantam rak kayu di ruangan itu hingga rak kayu itu patah.

Kibum masih berusaha berdiri meski kini tubuhnya sudah mulai berlumuran darah. Kemarahan kini merasukinya.

“ Sudah kubilang.. Orang lain hanya akan menjadi kelemahanmu. Jangan pernah mempercayai orang lain selain dirimu sendiri, Kim Kibum.” Ucap Shindong dingin.

Kibum berlari kearah Shindong sambil mengarahkan lasernya lagi.

Namun sebelum Kibum menembakkannya, Shindong muncul disampingnya dan menendangnya kuat hinga tubuhnya terpental cukup jauh lagi.

“ Ugh..” Dari mulutnya mulai keluar darah segar. Kibum menghapus darahnya dan menatap Shindong. Tatapan matanya mulai memudar. Sosok Shindong kini terlihat samar. Ia masih bisa menangkap sosok itu kini mengarahkan laser kepadanya.

Kibum memejamkan matanya. Menyerah.

Namun beberapa saat ia menunggu, laser tetap nggak mengenainya. Digantikan dengan pelukan hangat seseorang yang terus memanggil namanya dengan khawatir. Ditengah kesadarannya Kibum membuka matanya.

Leeteuk kini menatapnya cemas. Hanya itu yang bisa dia ingat, karena detik berikutnya.. Hanya kegelapan yang terlihat.

Flashback end..

Kibum menghela nafas. “ Sejak saat itu aku nggak berani mempercayai orang lain. Aku hanya berniat menyembuhkan Teukie hyung untuk membalas jasanya yang sudah menyelamatkanku.”

“ Tapi sekarang, kau sudah berubah kan?”

Kibum menatap Heechul yang tersenyum kearahnya. Namja itu ikut tersenyum. “ Ucapan Siwon hyung membuka pikiranku kembali. Karena itu aku akhirnya bersedia bergabung dengan kelompok Teukie hyung.” Kelegaan menghiasi wajah Kibum.

Ryeowook tersenyum. “ Kalau begitu, sekarang Kibummie juga harus percaya kalau Siwon hyung pasti akan menyelamatkanmu, kan?”

Kibum tentu saja langsung mengangguk. Sejak awa dia percaya dengan Siwon. “ Aku percaya kok kalau dia pasti akan datang.” Jawabnya.

.

Duagh! Yesung menyikut perut salah seorang anggota X-Jyuniour hingga dia terjatuh kebelakang dan pingsan. Yesung mengalihkan pandangannya kearah Hankyung dan Siwon yang masih menghajar beberapa anggota akademi X-Jyuniour yang menghalangi mereka bertiga.

Sengaja mereka nggak memakai senjata agar nggak terjadi keributan besar.

Menyusup kedalam akademi X-Jyuniour dalam kondisi seperti ini sama saja bagai masuk ke lubang buaya. Kalau kau menciptakan keributan besar, maka buaya yang lain akan datang menyerang. Dan tentunya Yesung, Siwon dan Hankyung nggak sebodoh itu.

Hankyung menendang tubuh seorang anggota yang sudah terkulai dan menatap lurus kelorong tempat mereka berdiri. Ia memakai kacamata penembus tembok untuk menemukan tempat keberadaan Heechul dan yang lainnya. Dia berlari memimpin menyusuri lorong.

Siwon dan Yesung mengikuti dibelakangnya.

Dengan cekatan, Siwon mengeluarkan radar pelacak dan memperhatikan layar monitornya. Nggak ada sinyal apapun yang tertangkap. “ Apa benar mereka disini? Radar ini seharusnya bisa menangkap sinyal dari gelombang radioaktif yang dipancarkan anting yang digunakan mereka.” Jelasnya cepat.

“ Entahlah.” Jawab Yesung. “ Tapi aku yakin mereka ada disini, Siwon.” Lanjutnya lagi.

“ Aku juga yakin kalau mereka disekap disalah satu ruangan di markas ini.” Hankyung menambahkan. “ Mereka nggak mungkin membawa mereka ke markas yang lain, karena itu terlalu berbahaya. Wilayah X-Jyunior itu kotor, manusia dari SyuppeoSM bisa terkontaminasi.”

“ Kalau begitu mereka pasti disini.” Balas Yesung serius.

.

“ Dimana pintu masuknya?” Tanya Zhoumi penasaran.

Hyukjae memperhatikan kesekeliling kristal di hadapannya. Untung saja para anggota akademi itu rata- rata sudah dirancang untuk menahan radiasi panas. Jadi tanpa alat apapun, mereka nggak akan terpengaruh dengan radiasi panas dari kristal itu. Hanya hawa racun yang mungkin bisa membahayakan mereka. Karenanya mereka menggunakan masker khusus.

“ Disana!” Seru Hyukjae sambil menunjuk kearah kristal. Sebuah lubang yang dari tempat mereka terlihat kecil terlihat terang di kristal berwarna pekat itu. “ Disana jalan untuk masuk ke kristal itu.”

“ Baiklah..” Tanpa banyak bicara Henry langsung melesat cepat mendahului temannya yang lain.

Zraazt! Tiba- tiba sinar laser melesat cepat kearah Henry membuatnya langsung berhenti dan menengadah keatas untuk melihat siapa yang menyerangnya.

Yang lainnya ikut menengadah. Yoochun dan Junsu melayang diatas mereka.

“ Yoochun-sshi!” Seru Hyukjae kaget. “ Kapan dia kembali?”

“ Siapa mereka?” Donghae melayang mendekati Hyukjae dan menatap sorot mata ketakutan diwajah namja itu. “ Apa mereka berbahaya, Hyukkie?”

Hyukjae mengangguk pelan. “ Yoochun-sshi, namja yang terlihat ramah dengan jubah panjang itu berada ditingkat yang sama dengan Shindong hyung. Dan Junsu, namja yang satunya lagi adalah partner setianya. Mereka pasangan yang paling berbahaya di X-Jyuniour.” Jelasnya datar.

“ Hyukjae.. Kau benar- benar bergabung dengan mereka?” Tanya Junsu dingin.

Hyukjae menatapnya serius. “ Aku akan melakukan semua hal yang aku anggap benar.” Balasnya.

“ Sudahlah..” Yoochun melayang- layang cepat mengitari Leeteuk dan yang lainya yang langsung bersiaga membentuk formasi lingkaran. Takut namja itu menyerang dari belakang. “ Hmm.. Tujuh orang. Empat cukup untuk kita, Junsu..” Gumamnya dengan nada misterius.

“ Aku ingin semuanya.” Balas Junsu sambil mengeluarkan sebuah benda berbentuk lingkaran dan menyeringai menatap Yoochun. “ Sayangnya Yunho-sshi ingin bertemu dengan Kim Leeteuk.”

Leeteuk menelan ludah mendengar namanya disebut. “ Yunho..”

“ Sialan kalian!” Zhoumi yang keburu terbawa emosi langsung melayang cepat kearah Yoochun yang masih melayang santai mengitari mereka semua. Zhoumi mengeluarkan senapan panjang laser penghancurnya kearah Yoochun dan langsung menembakannya.

Yoochun tetap diam. Ia mengarahkan tangannya kearah laser Zhoumi dan lingkaran cahaya hitam keluar dari balik telapak tangannya menghisap masuk laser Zhoumi. Zhoumi tercengang melihat kemampuan namja dihadapannya itu.

“ Let’s start!” Disaat yang lainnya sibuk menatap Yoochun, Junsu melemparkan lingkaran yang tadi dikeluarkannya keatas dan lingkaran itu seakan menempel diudara dan membesar. Membuka lubang hitam yang mengeluarkan tekanan angin yang kuat menghisap segala hal disekitarnya.

Kyuhyun yang pertama tersentak saat merasakan sesuatu yang kuat menariknya. “ Portal waktu!” Serunya kaget dan saat itu juga tubuhnya langsung terhisap masuk ke dalam portal waktu itu.

“ Kyu!” Donghae terkejut dan nggak lama kemudian tubuhnya ikut terhisap masuk tanpa bisa ditahannya.

Hyukjae berusaha menahan Donghae, tapi dia terhenti saat Kangin ikut terhisap masuk.

“ Kangin-ah!” Teriak Teukie kaget.

“ Uwoo!” Henry mulai ikut terhisap. “ Zhou hyung!”

“ Henry!” Zhoumi memutar tubuhnya untuk menolong Henry-nya. Namun Yoochun buru- buru menendang Zhoumi kebawah hingga namja itu melesat cepat kebawah menjauh dari kelompoknya.

Yoochun melayang masuk kedalam lubang hitam itu tanpa pikir panjang.

“ Kangin-ah! Kyu! Hae! Henry!” Leeteuk ikut melesat mengejar Yoochun tapi Junsu mendahuluinya masuk kedalam portal waktu dan portal itu langsung menghilang bagaikan ditelan langit malam.

Leeteuk, Hyukjae dan Zhoumi hanya bisa melayang mematung dilangit.

“ Sialan!” Jerit Zhoumi marah.

.

“ Ini!” Yesung menyerahkan sebuah senjata kecil kearah Hankyung yang berusaha membuka paksa pintu otomatis dihadapannya. “ Sensor retina itu sulit dibobol, hyung.” Tambahnya.

Hankyung mengambil senjata yang disodorkan Yesung. Seperti pisau lipat berwarna silver namun sebelum ia mencoba membuka pintu itu.

Lagi- lagi serangan laser menembus pintu itu.

Duar! Pintu besi itu meledak membuat Siwon, Yesung dan Hankyung yang berada di dekatnya langsung terpental kuat karena tekanan angin yang kuat dari ledakan itu.

“ Kalian sampai juga..”

“ Uhuk!” Hankyung mengibaskan tangannya mengenyahkan asap yang mengepul di sekitarnya dan menoleh keasal suara.

Changmin berdiri sambil tersenyum polos. “ Sayangnya ketiga orang itu nggak didalam.” Lanjutnya lagi sambil berjalan mendekati Hankyung yang terlempar paling ujung.

“ Kau!” Hankyung buru- buru berdiri menatap Changmin serius. “ Kau sudah diaktifkan? Apa android itu juga?”

“ Jaejoong maksud hyung?” Tanya Changmin santai. “ Tentu saja. Sekarang android itu mungkin mencari targetnya. S-0101, kalau nggak salah namanya.”

“ Sungmin!” Seru Siwon kaget.

“ Baiklah.. Sekarang kalian bermain dengan kami aja.” Kali ini suara Shindong terdengar dari dalam ruangan yang tadi berhasil diledakkan pintunya.

Yesung menoleh kebelakang dan langsung berubah tegang. “ Shindong..?”

Shindong tersenyum licik. “ Lawan kita hanya tiga orang. Sesuai dengan perhitunganku kalian yang akan datang ke markas ini. Dengan senang hati aku akan meladeni kalian bertiga.” Gumamnya sambil menepuk kedua tangannya.

Siwon dan Hankyung perlahan mundur mendekati Yesung.

“ Kalian bersiaplah..” Siwon memulai setengah berbisik sambil diam- diam mengeluarkan senjatanya dari balik telapak tangannya.

Yesung dan Hankyung melakukan hal yang sama.

Zrek! Ketiganya serentak menodongkan senapan laser masing- masing bersamaan dengan Shindong yang mengarahkan ujung lasernya kearah mereka dan Changmin yang bergerak cepat hendak menerjang ketiganya.

“ Berpencar!” Seru Hankyung sambil meloncat melewati Changmin dan menendang android itu cepat. Siwon dan Yesung berlari kearah yang berlawanan disaat laser Shindong terpancar kearah mereka.

Laser itu mengenai Changmin. Namun android itu nggak meledak.

Ketiganya kembali bersiaga sedangkan Changmin masih tenang dan tersenyum manis.

“ Dia android..?” Gumam Siwon yang baru sadar dengan apa yang dilihatnya.

0o0o0o0o0o0o0

“ Huwaa!” Seru Kangin, Kyuhyun, Donghae dan Henry saat tubuh keempatnya terlempar keluar portal waktu dan muncul di langit sebuah kota yang kelihatan berbeda dengan sebelumnya.

Kempatnya langsung melayang bingung.

“ Ini Seoul! Kotaku!” Seru Kangin kaget saat melihat Seoul tower yang menjulang tinggi memancarkan warna- warninya yang indah. Jika saja bukan dalam kondisi bahaya, mungkin keempat namja itu akan menikmati keindahan Seoul tower dihadapan mereka.

Kyuhyun terbang menjauh dari portal yang masih terbuka. Matanya yang tajam menangkap seberkas sinar yang meluncur keluar dari dalam lubang hitam itu. “ Semuanya! Menghindar!” Serunya cepat mengingatkan.

Donghae, Henry dan Kangin yang kaget langsung terbang berpencar dan cahaya itu melewati mereka mengenai permukaan bumi dan meledak!

“ Sekarang kami lawanmu.. Membuang setengah anggota kelompok Kim Leeteuk ke masa lalu. Itu ide yang bagus. Shindong memang jenius.” Gumam Yoochun sambil terbang keluar dari lubang hitam itu dengan tenang.

Dibelakangnya Junsu mengikuti dengan cepat. Ia mengeluarkan pedang besi dari balik telapak tangannya. Ujung pedang itu memercikan tegangan listrik yang kuat dan tanpa bicara Junsu mengayunkan pedangnya kearah ketiga namja itu yang langsung menghindar secepat mungkin kecuali Henry.

Henry maju menghadang Junsu sambil mengayunkan dawai biolanya yang terbuat dari besi hingga bertabrakan dengan pedang Junsu.

Terlihat percikan listrik dari dua senjata yang saling bergesekkan itu.

Henry tersenyum sinis. “ Kau tahu? Dawaiku ini terbuat dari besi panas yang sudah dimodifikasi dan diberi kekuatan tambahan. Meski kelihatan kecil dan rapuh, kekuatannya bisa melebihi baja metal yang terkuat di masa kita.”

Junsu balas tersenyum. “ Tapi kau nggak akan bisa mengalahkanku.” Ucapnya sambil menarik pedangnya dan mengarahkan telapak tangannya kearah Henry. Sinar hijau keluar dari telapak tangannya mengarah kearah Henry.

Henry tersentak kaget dan nggak bisa mengelak dari cahaya laser itu.

“ Henry!” Kyuhyun denga cepat melayang dan berdiri dihadapan Henry sambil memancarkan gelombang elektromagnetik untuk menahan laser itu.

“ Go-gomawo, Kyu..” Balas Henry shock.

Kyuhyun mengangguk. “ Biar namja ini kami yan menhadapi. Hae hyung dan Kangin hyung hadapi yang satu lagi.”

“ Arraseo!” Kangin langsung terbang melesat mendekati Yoochun yang masih melayang dengan tenang. Ia mengayunkan tinjunya kearah Yoochun. Dari balik buku- buku jarinya tersembul besi yang langsung menyelimuti kepalan tanganannya. Besi itu semakin memerah dan memancarkan hawa panas yang kuat.

Yoochun mengelak cepat dan menarik tangan Kangin yang masih bebas lalu memutar tubuh namja itu dan menghempaskannya ke langit.

“ Hea!” Tanpa membuang kesempatan, Donghae langsung menghantam tubuh Yoochun dari belakang dengan tangannya. Membuat namja itu langsung melayang cepat kebawah dan menghantam permukaan jalan.

Duar! Lagi- lagi ledakan kuat terjadi ditempat Yoochun mendarat.

Donghae menatap kepulan asap itu dengan serius.

Zret! Dari balik kepulan asap itu seutas besi dengan cepat mengarah ketempat Donghae dan melilit leher namja itu sekuat mungkin.

“ Uaagh!” Jerit Donghae dan saat itu juga utasan besi lainnya muncul dan mengikat kedua tangan dan kaki Donghae.

“ Hae!” Kangin mengeluarkan laser dari telapak tangannya hendak memutus besi yang mengekang Donghae, namun sebelum ia menembakkan lasernya, Yoochun sudah muncul dibelakangnya dan menendang tubuh namja itu kuat membuat tubuh Kangin terpelanting kebawah dan menghantam tembok.

“ Kangin hyung!” Jerit Kyuhyun kaget.

“ Jangan alihkan pandangan saat bertarung, bocah..” Junsu tiba- tiba muncul disamping Kyuhyun dengan senyum licik dan sudah mengarahkan telapak tangannya diwajah Kyuhyun.

“ Minggir!” Henry yang bebas langsung menyelengkat kaki Junsu dan membuat namja itu terbang berputar di langit dan sedikit menjauh dari mereka berdua.

Kyuhyun hendak terbang menolong Kangin tapi serangan Junsu yang lagi- lagi tiba- tiba itu membuatnya nggak bisa lengah sedikitpun. Ia menatap Junsu muak dengan tatapan matanya yang marah dan tajam.

“ Gwaencahana, Kyu..” Kangin menghapus darah segar yang mengalir dari bibirnya dan langsung terbang. Ditatapnya Donghae yang masih terikat semakin kuat dengan besi itu. Sebelum namja itu sampai ditempat Donghae, lagi- lagi Yoochun muncul dihadapannya. Tapi kali ini Kangin nggak akan lengah lagi.

Kangin berputar dan melakukan salto di langit dan langsung menendang tengkuk kepala Yoochun dan membuat namja itu lagi- lagi terpental kebawah. Dalam waktu singkat, Kangin menembakkan lasernya kearah besi yang mengikat Donghae dan memutuskannya!

“ Ukh..” Donghae melepaskan besi yang melilit lehernya. “ Go-gomawo, Kangin-hyung..” Balasnya.

Kangin terbang mendekatinya. “ Hati- hati Hae.. Namja ini sangat kuat..” Bisiknya sambil melihat Yoochun yang sudah terbang lagi kelangit dengan tenang. Tubuhnya nggak terluka sama sekali padahal sudah diserang oleh Kangin.

“ Arraseo, hyung.” Jawab Donghae.

.

“ Kita harus tetap pada tujuan semula..” Ucap Zhoumi sambil terbang melesat menuju pintu masuk di kristal itu. Meski dia bilang begitu, sebenarnya perasaannya nggak bisa berhenti untuk mengkhawatirkan Henry yang terhisap tadi.

Leeteuk terbang mendekat ke Zhoumi dan menepuk bahu namja itu. “ Henry nggak sendirian, dongsaengku yang lain pasti akan menolongnya kalau dia kenapa- kenapa.” Gumam Leeteuk. Ia tentu bisa merasakan bagaimana perasaan Zhoumi saat ini. Ia sudah terbiasa menghadapi masalah semacam ini.

Zhoumi mengangguk.

Hyukjae yang pertama menapakkan kakinya di dalam kristal itu. Zhoumi dan Leeteuk berada dibelakangnya. Lorong panjang kini sudah terlihat jelas dihadapan mereka.

Leeteuk menggunakan kacamata penembusnya dan mulai memperhatikan sekelilingnya. “ Baiklah.. Kita maju.” Ucapnya sambil berlari memimpin.

“ Hyung.. Hati- hati.. Disini ada Yunho-sshi..” Bisik Hyukjae serius.

Leeteuk mengangguk. “ Aku sudah siap menghadapinya.” Balas Leeteuk singkat.

.

Sungmin menatap para warga yang sudah masuk kedalam dimensi kosong ciptaan Kyuhyun. Seluruh warga itu berwajah panik dan takut. Mereka hanya warga yang nggak tahu apa- apa. Memiliki pertahananpun nggak.

Seorang anak kecil berlari kearah Sungmin. “ Hyung.. Apakah diluar sana baik- baik saja?” Tanyanya sambil menengadah menatap Sungmin.

Android itu tersenyum manis dan menunduk untuk menyamakan tingginya dengan anak kecil itu. “ Tenanglah.. Percaya saja pada akademi. Kalian semua aman kok disini.”

Anak kecil itu mengangguk. “ Aku percaya.” Ucapnya.

Sungmin kembali berdiri dan berjalan lebih jauh dari kerumunan warga yang jumlahnya nggak terhitung. Ia terus memikirkan Kyuhyun yang seenaknya saja membuangnya masuk kedalam dimensi ini padahal dia ingin membantu Kyuhyun.

Jantungnya berdegup keras kalau memikirkan Kyuhyun diluar sana bertarung dengan orang- orang berbahaya dan terluka parah. Namun dengan cepat ia meggeleng. Membuang jauh- jauh pikiran buruknya itu.

“ Aku harus mempercayai Kyu..” Gumamnya pada diri sendiri.

Tatapan Sungmin tertuju pada seseorang yang berdiri cukup jauh darinya dan berjalan meninggalkan kumpulan warga. Sungmin penasaran dan mengejarnya. “ Heyo, jangan berpencar! Kau harus tetap berkumpul!” Seru Sungmin memperingatkan.

Namun namja itu nggak menggubris Sungmin dan terus berjalan semakin jauh.

Sungmin mulai berlari menyusulnya. Tiba- tiba namja itu menghilang dari pandangan Sungmin. Android itu berhenti dan menatap kesekelilingnya yang kini kosong. Kerumunan penduduk Korea sudah nggak dilihatnya lagi.

“ Aku terpisah..” Bisiknya sambil hendak memutar tubuhnya dan berjalan kembali kearah sebelumnya, namun langkah Sungmin terhenti saat ia melihat seorang namja tampan berdiri tak jauh darinya dengan menatapnya datar tanpa emosi. Jaejoong.

“ Kau siapa..?”

Jaejoong mengarahkan kesepuluh jarinya kearah Sungmin. Tiba- tiba ujung jarinya terbuka dan sepuluh peluru dengan cepat melesat kearah Sungmin.

Sungmin langsung berguling untuk menghindar!

Ia menatap Jaejoong kaget. “ Ka-kau.. Android juga?!”

“ Aku Jaejoong, dari X-Jyuniour.. Senang bertemu denganmu S-0101.” Kali ini Jaejoong tersenyum. Senyum dingin seakan memberitahu Sungmin kalau namja yang ada dihadapannya kini sudah siap menghabisinya.

.

~to be continued~

3 thoughts on “Future (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s