Because of You

“Jadi.. Namamu Kibum ya?”

“Panggil aku Key.”

“Namaku Jonghyun. Mulai hari ini aku adalah kakakmu.”

.

Because of You

Pair :: OnJongKey

Genre :: Hurt/Romance

Rated :: PG-15

.

“Hyuuuung!” Key berlari masuk ke kamar Jonghyun tanpa mengetuk pintu kamar itu. Dia membawa sebuah surat beramplop putih yang baru didapatkannya. “Aku dapat surat keputusan masuk SM High School yang sama denganmu!”

Jonghyun menatap Key santai sambil menggerakkan kursor mouse komputernya. “Bagus dong..”

“Kenapa hanya itu tanggapanmu? Kita akan satu sekolah lagi loh..”

“Yah aku harus bagaimana?” Jonghyun menatap layar monitor serius.

Key cemberut. “Kau nggak senang?”

Jonghyun menghela nafas sambil menatap Key datar. “Selama disekolah nanti, jangan dekat- dekat denganku. Anggap saja kau nggak mengenalku Key.. Memalukan sekali kalau orang- orang tahu kau saudara angkatku.”

Key mematung mendengar pernyataan dingin dari Jonghyun.

“Arra Kim Kibum?”

Nafas Key bagai tercekat. Ia menunduk sambil mengangguk. “Arraseo, hyung..”

0o0o0o0o0o0

~Key pov~

Sudah satu bulan aku memulai perjalananku menjadi seorang murid junior di SM High School. Sebagai adik kelas dari kakakku sendiri yang kini kelas dua SMA, aku harus menjaga sikapku.

Well, aku adalah anak angkat di keluarga Kim. Saat berumur tujuh tahun, kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan dan orang tuaku yang sekarang, adalah sahabat orang tua kandungku. Karena itu mereka mengangkatku sebagai anak mereka.

Kim Jonghyun, hyung yang lebih tua setahun dariku.

Padahal dulu sifatnya sangat baik dan manis. Ia selalu menjaga dan menemaniku disaat aku kesepian atau sedih karena mengingat orang tuaku. Tapi beberapa tahun terakhir ini, sikapnya berubah dingin padaku. Aku sendiri nggak tahu apa salahku, yang pastinya.. Jonghyun hyung malu memiliki saudara angkat sepertiku.

Lalu kenapa aku tetap mengikutinya?

Entahlah..

Mungkin karena aku sangat mencintainya. Bukan cinta seorang adik kepada kakaknya. Tapi cinta seorang namja terhadap orang lain yang sangat berarti untuknya.

“Woi, Key! Main bola yuk!”

Aku melirik kearah seorang alien, ah maaf.. Maksudku ke seorang pemuda tinggi yang sangat tampan dengan mata bulat dan besar juga wajah yang kecil. Mirip seperti alien, hanya saja dia itu ‘benar-benar tampan’.

“Kita tanding ngelawan anak kelas dua! Kalau menang mereka akan menuruti permintaan kita semua.”

“Malas ah.. Panas..”

“Babbo! Kau ini kan namja! Masa takut panas!” Minho langsung menarik tanganku padahal aku sama sekali nggak mau ikut main bola dengannya. Cuaca sepanas ini hanya akan membuatku pusing.

Tapi Minho seperti biasa, kurang perduli kalau sudah menyangkut olah raga. Dia membawaku ke lapangan olah raga yang sudah dipenuhi banyak penonton. Banyak yeojya- yeojya sok imut yang mencari perhatian dengan menyemangati para pemain.

Aku melirik ke arah para senior. Dan tatapan mataku tertuju pada sosok namja yang nggak terlalu tinggi sedang tertawa lepas bersama dengan teman- temanya. Jonghyun hyung..

“Kau main juga Key!”

“Aniyo!” Tolakku sambil berjalan kepinggir lapangan. Tatapan mataku terus tertuju ke Jonghyun hyung yang sepertinya nggak menyadari kehadiranku. Kalau ada di sekolah, kami seakan nggak saling mengenal. Itulah keinginan hyung dan aku akan menurutinya.

Minho melemparkan sweaternya kearahku. “Kalau begitu tolong pegangi ini. Doakan kami Key!”

“Hwaiting!” Seruku cepat.

Para pemain dari dua tim itu berlari masuk ke dalam lapangan. Saat aku melirik kearah Jonghyun hyung, kulihat dia menatapku sekilas. Tanpa ekspresi, tanpa senyum bahkan tanpa minat. Menyebalkan sekali.. Kenapa aku harus ada disini?

Pertandingan berlangsung sangat seru. Suara riuh para yeojya itu membuat telingaku nyaris tuli. Kuputuskan untuk memasang earphone dan mendengarkan musik. Score masih kosong dan kurasa pertandingannya akan berakhir dengan seri. Para sunbae nggak akan mengalah dan para hoobae nggak berniat mengalah.

Panas sekali..

“Heyo, kau! Jangan berdiri disana, namja cantik!”

Siapa itu? Aku menoleh kebelakang.

“KEY AWAS!”

Eh? Itukan suara..

Bugh! Tiba- tiba kurasakan sesuatu menghantam kepalaku kuat dan setelah itu…

Gelap.

~Key pov end~

0o0o0o0o0o0o0

Perlahan Key membuka matanya. Kepalanya masih terasa sakit karena terhantam bola tadi siang. Dan saat ia membuka matanya, dia sudah berada di dalam kamarnya.

“Gwaenchanayo, Kibum-ah?”

“U-umma?” Key manatap sorang yeojya cantik yang duduk di sisi tempat tidurnya. “Kok aku di rumah?”

“Kau terkena bola saat menonton pertandingan tadi. Seorang namja mengantarmu pulang karena kau nggak kunjung bangun di ruang kesehatan. Sekarang sudah jam tujuh malam loh..”

Brakh! Key bangun dengan shock.

“Berapa lama aku pingsan!”

“Hampir setengah hari.” Yeojya itu tersenyum lembut sambil mengusap kepala Key. “Umma akan mengambilkan makan malammu, kau istirahat saja.” Dia berjalan meninggalkan Key yang meringis menyentuh kepalanya.

siapa yang membawaku pulang? Jonghyun hyung? Ahh.. Nggak mungkin. Minho? Dia nggak tahu rumahku..’

Key teringat sesuatu. Suara yang memanggilnya sebelum ia hilang kesadaran. Itu suara Jonghyun. Dengan perlahan ia turun dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar, menuju kamar Jonghyun.

Tok-tok.

“Masuk!”

Kreeek~ Dengan takut Key membuka pintu kamar Jonghyun.

“Kau yang membawaku pulang hyung?”

Jonghyun menoleh sebentar menatap Key. “Bukan aku. Aku bahkan nggak melihat kalau kau juga menonton pertandingan sepak bola tadi.”

dia berbohong.’ Batin Key lagi.

“Lalu siapa? Kau tahu?”

“Tanya saja pada umma.”

Tatapan mata Key kembali sendu karena ucapan Jonghyun yang dingin itu. Perlahan ditutupnya pintu kamar Jonghyun dan berjalan menuju dapur. Appa dan ummanya ada di dapur. “Umma.. Umma tahu siapa yang mengantarku pulang?”

“Kau penasaran yah?”

“Nae umma. Umma tanya namanya?”

Yeojya itu mengangguk sambil mengisyaratkan pada Key agar duduk. “Dia namja yang sangat manis juga tampan. Dia bilang dia sunbaemu. Kalau tak salah namanya Lee Jinki.”

Key terdiam sejenak menatap langit- langit. “Lee Jinki? Aku belum pernah mendengar nama itu..”

Yeojya itu tersenyum manis. “Kalau begitu, cari tahu siapa dia dan berterima kasihlah kepadanya.”

Key masih berpikir. “Hm.. Baiklah umma.”

.

~Jonghyun pov~

Aku berdiri diam dibalik pintu menuju dapur. Mendengarkan apa yang umma dan Key bicarakan. Sejujurnya aku tahu siapa yang mengantar Key tadi, seorang sunbae dari kelas 3 yang terkenal cukup jenius dan sangat ramah.

Aku juga melihat saat bola itu menghantam Key tadi.

Lee Jinki.. Onew hyung..

~Jonghyun pov end~

0o0o0o0o0o0

“Kau kenal sunbae yang bernama Lee Jinki, Minho?”

Minho melirik kearah Key agak malas karena ia sedang mengobrol dengan kekasih rahasianya yang seorang anak SMP di telepon, Lee Taemin. “Nanti dulu Key, aku sedang mengobrol dengan na chagi Lee Taemin.”

“Aku butuh jawaban sekarang Choi Minho!”

“Tapi aku sedang.. Ah.. Tunggu sebentar chagi. Nanti aku telepon lagi deh.” Minho menutup flat ponselnya, malas juga kalau harus berdebat dengan Key hanya karena masalah itu. “Jadi, Jinki hyung?”

“Kau kenal?”

“Aku hanya kenal orang dan reputasinya di sekolah ini. Tapi aku sama sekali nggak tahu seperti apa sifatnya.” Jelas Minho sambil berjalan kearah jendela. Dia melambaikan tangannya, mengisyaratkan pada Key agar mengikutinya.

Key berjalan menghampiri Minho.

Minho mengarahkan satu jarinya, menunjuk kearah sebuah pohon rindang yang tumbuh di pekarangan sekolah. Ada sebuah kursi yang diduduki seseorang dari belakang. “Itu Jinki hyung, dia itu sunbae dari kelas 3-A. Sangat pintar dan terkenal baik hati. Kalau nggak salah dia yang menolongmu kemarin.”

Key memperhatikan sosok dari belakang itu sambil mengangguk. “Aku harus berterima kasih. Thanks Minho..” Tanpa ancang- ancang, namja itu meloncat keluar dari jendela. Untungnya kelas mereka di lantai satu. Key langsung berlari menghampiri pohon rindang itu.

“Mianhae..” Mulai Key saat ia berada di belakang namja itu. “Kau Jinki hyung?”

.

“Ya, Jonghyunnie! Hari ini mau kencan denganku?” Seorang yeojya tinggi merangkul lengan Jonghyun manja.

Jonghyun tersenyum manis. “Mian, Sooyoung-ah. Aku ada janji sama Sekyung hari ini.”

“Omo! Kenapa Shin Sekyung terus sih? Kalian nggak beneran pacaran kan?”

Jonghyun tertawa pelan. “Siapa bilang aku pacaran dengannya? Aku kan hanya bermain- main aja.”

Sooyoung menyentil hidung mancung Jonghyun genit. “Kau benar- benar kacau Jonghyunnie..”

Yang diejek malah tertawa bangga. Tatapan matanya mengarah ke luar jendela. Menunduk melihat ke pekarangan sekolah. Melihat kearah Key yang sedang berbicara dengan seseorang yang dia kenal.

“Youngie-yah.. Namja itu Onew hyung kan?”

Sooyoung ikut menatap keluar jendela. “Eh iya. Kenapa dia berbicara dengan namja cantik itu?”

Mendengar ucapan Sooyoung, Jonghyun mengerutkan keningnya. “Namja cantik?”

“Nae, Kim Kibum. Dia itu kan cukup terkenal karena kecantikan juga ketampanannya. Kudengar banyak loh namja yang tertarik padanya, apalagi yeojya. Semua menyukainya.”

Jonghyun memandang kearah Key lagi.

“Dan kudengar, Jinki oppa salah satu dari sekian banyak namja yang tertarik kepadanya.”

Kini kedua bola mata Jonghyun membulat kaget. ‘O-onew hyung menyukai Key?’

0o0o0o0o0o0o0

Seorang namja duduk termenung di beranda kamarnya. Ia mengingat kembali kejadian tadi siang di sekolahnya.

 

~Onew pov~

Flasback..

“Mianhae.. Kau Jinki hyung?”

Aku menoleh saat suara yang sangat familiar itu menyapaku. Dan tebakanku tepat. Namja manis itu sudah berdiri di belakangku dengan tampang ragu- ragu. “Key? Heyo.. Bagaimana lukamu?” Tanyaku langsung.

Dia kelihatan kaget karena aku tahu siapa namanya. Well, mungkin dia sendiri nggak sadar kalau dia cukup terkenal.

“Hyung.. Kenal namaku?”

Aku mengangguk dan berdiri menatapnya. “Bagaimana kepalamu?”

Key menggaruk kepalanya. “Ngh.. Udah sembuh sih. Gomawo hyung.”

“Cheonma..” Balasku.

Hening.. Pembicaraan kami terlalu monoton. Key hanya garuk- garuk serba salah sedangkan aku setia menunggunya bicara, itupun kalau dia masih mau bicara denganku.

“Ah, hanya itu yang mau kukatakan. Oke, aku pergi dulu hyung.” Key membungkuk sekali dengan sopan dan hendak berjalan meninggalkanku. Tapi aku nggak berniat membiarkannya pergi begitu saja.

Aku menatapnya yang baru berbalik. “Kau adik angkat Kim Jonghyun.”

Key berhneti. Perlahan ia menatapku kaget.

Aku hanya bisa tersenyum. “Aku tahu itu Key.”

End of flashback..

 

Aku tersenyum kecil kalau mengingat bagaimana wajah kaget Key saat aku mengatakannya. Ya, aku tahu rahasianya dengan Jonghyun. Bukan sengaja memata- matai, aku juga tahu begitu saja saat kulihat keduanya pulang ke rumah yang sama. Padahal keduanya terlihat nggak saling mengenal di sekolah.

Menyenangkan..

“Apa Key akan mendatangiku lagi..?” Gumamku santai sambil menengadah menatap bulan.

Sejujurnya aku memang menyimpan perasaan terhadap namja itu. Aku menyukai Key dan aku tahu Key bahkan belum mengenalku lebih jauh. Aku suka sejak pertama kali melihatnya, namja yang sangat menarik.

Sayangnya dia hanya menatap kearah Jonghyun..

Entah sebagai seorang kakak atau namja, tapi Key selalu memperhatikannya. Dan itu sedikit membuatku iri.

~Onew pov end~

.

“Key.. Kau bicara apa dengan Onew hyung?” Sebenarnya Jonghyun agak malas bertanya ke Key tapi entah kenapa melihat dongsaengnya termenung sendirian membuatnya penasaran. “Apa dia mengatakan sesuatu yang aneh?”

“Onew hyung siapa?”

“Jinki. Lee Jinki.”

Key menatap Jonghyun agak senang. “Kau perduli hyung?”

“Jangan konyol. Aku hanya penasaran. Wajah kalian saat bicara tadi kelihatan serius.”

“Ngh..” Key mengalihkan pandangannya dari Jonghyun. “Sebenarnya tadi Jinki hyung bilang dia..”

“Wae?”

“Dia tahu rahasia kalau kita bersaudara hyung.”

Degh! Jonghyun menatap Key shock. Dia langsung mendekati Key.

“Dia tahu?”

Key mengangguk. “Dia bilang dia tahu kalau kita saudara angkat. Aku sendiri nggak tahu kenapa dia bisa tahu, tapi kurasa dia nggak berniat menyebarkannya kok. Aku tahu kalau hyung akan malu kalau rahasia ini terbongkar, jadinya aku yakin dia nggak akan membocorkannya.”

Jonghyun kelihatan marah mendengar jawaban Key. Bukan itu yang mau didengarnya. Bukan itu alasan sebenarnya!

“Cih.” Jonghyun berjalan meninggalkan Key kesal. Yang ditinggalkan hanya bisa menatap sosok Jonghyun sedih. Tapi Key tersenyum tipis.

aku tahu kalau hyung sangat membenciku.

Jonghyun masuk ke dalam kamarnya dengan tampang kacau. “Sial.. Kenapa dia bisa tahu?”

Perkataan Sooyoung di sekolah tadi kembali diingatnya.

Jinki salah satu dari banyak namja yang menyukai Key.

Kim Kibum yang selama ini dijauhinya ternyata diincar banyak namja. Dan Jonghyun sangat tidak menyukainya. Jonghyun pun sama dengan namja-namja itu. Jonghyun menyukainya, karena itu ia menjauhinya.

0o0o0o0o0o0

“Jinki hyung!” Key berlari menghampiri Onew yang baru masuk ke dalam gerbang sekolah. “Kita harus bicara hyung!”

“Key? Pagi- pagi sekali? Ada apa?”

“Pokoknya ikut aku!” Key langsung menarik tangan Onew tanpa memperdulikan Onew yang bersedia ditarik olehnya atau nggak. Key membawa namja itu kebelakang sekolah yang cukup sepi pagi itu.

Dengan santai Onew merapihkan seragamnya. “Apa ada hubungannya dengan hubunganmu dan Jonghyun?”

Key mengangguk cepat. “Hyung bisa tolong aku kan? Tolong jangan sebarkan rahasia itu.”

“Wae?”

Key menghela nafas sekali. “Sebenarnya Jonghyun hyung sangat membenciku. Dia akan sangat marah dan malu kalau hubungannya dengaku sampai tersebar di sekolah. Karena itu disekolah kami seperti nggak saling mengenal.”

Onew tentunya tak semudah itu percaya. “Jonghyun nggak mungkin membencimu.”

“Eh?”

Namja itu tersenyum sambil mengusap kepala Key lembut. “Kau tahu? Sebelum kau terkena bola itu, Jonghyun orang yang paling shock. Suaranya bahkan membuatku terkejut dan sadar kalau kau terkena tendangan bola itu. Tapi dia terlalu nggak berani untuk mendekatimu dan menatapmu dari jauh.”

Key melotot nggak percaya. Pasalnya dia nggak yakin kalau Jonghyun bersikap begitu kepadanya.

“Jonghyun itu sangat menyayangimu. Nggak mungkin dia membencimu.”

Key menggeleng cepat. “Itu mustahil. Pokoknya hyung jangan sebarkan rahasia ini.”

Onew diam.

“Jebal..”

“Baiklah..” Onew kembali tersenyum. “Akan kurahasiakan hal ini. Tapi ada syaratnya..”

“Syarat?”

“Kau mau kan menemaniku jalan- jalan besok?”

.

“Onew hyung mengajak kamu kencan!” Minho nyaris berteriak kalau saja Key nggak buru- buru menarik tangannya kesal.

Key menggerutu pelan. “Bukan kencan Minho. Hanya menemaninya jalan- jalan. Dia namja dan aku namja, ini tentu nggak bisa disebut kencan.” Koreksi Key cepat.

Minho menggeleng. “Tetap aja namanya kencan pabbo. Kau nggak melihatku dan Taemin, meski sama- sama namja tetap aja. Onew hyung menyukaimu dan aku berani jamin dia akan mengutarakan perasaannya kepadamu nanti.”

“Jangan konyol.” Balas Key acuh. ‘yang penting rahasia Jonghyun hyung nggak disebar.’ Hanya itu yang Key pikirkan saat ini.

Saat Key hendak berjalan keluar kelas ia terdiam menatap pintu kelasnya.

Jonghyun berdiri di depan pintu itu dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Dia hanya menatap Key dalam dan berlalu meninggalkan kelas itu.

“Kenapa Jonghyun hyung kesini?” Minho berjalan mendahului Key.

Key masih terdiam. ‘Jonghyun hyung..?

0o0o0o0o0o0o0

~Key pov~

“Lelah Kibum?”

Kutatap Jinki hyung yang duduk disampingku sambil memasukkan beberapa buku yang tadi dibelinya. Meski kemarin Minho bilang ini kencan, mana ada kencan ke toko buku. Aku menemaninya mencari banyak buku yang dibutuhkan menjelang ia ujian. Dan itu melelahkan..

“Kau itu terlalu aneh hyung. Untungnya aku namja, kalau nanti kau mengajak jalan pacarmu, jangan ajak dia ke toko buku.” Balasku sesukanya.

Bukannya marah, Jinki hyung malah tertawa.

“Kenapa kau tertawa? Memangnya lucu?”

Jinki hyung tetap tertawa sambil menatapku. “Ya, Key.. Akan kupertimbangkan. Aku nggak akan mengajak kekasihku ke toko buku. Ternyata itu bukan hal yang bagus. Kukira tempat kencan yang bagus itu yang seperti ini.”

Kutatap dia heran. Namja ini kelewat aneh. “Kau itu benar- benar aneh hyung.”

“Kau sebaliknya, sepertinya kau berpengalaman soal cinta ya?”

Sontak wajahku memerah. Aku mengalihkan pandanganku darinya. “Aku bahkan belum pernah berpacaran.” Perlahan aku mengaduk cappuccinoku dan menatap ke jalan raya yang cukup ramai sambil menyeruput minumanku sedikit.

“Berarti ini kencan pertamamu kan?”

Uhuk! Sontak aku tersedak mendengarnya.

Kencan? Seperti yang Minho katakan kemarin..

Kutatap namja itu dan dia tersenyum sangat lembut kepadaku. “Key, kau namja yang manis. Aku suka padamu.”

~Key pov end~

.

“Apa benar nggak apa hanya kuantar sampai sini?” Onew menatap Key ragu, yang ditatap seakan enggan menatap balik Onew. Sejak tadi Key selalu menghindari kontak mata dengan namja itu.

Key mengangguk. “Gomawo karena kau traktir. Sampai bertemu di sekolah.” Namja itu buru- buru berjalan meninggalkan Onew yang berdiri di persimpangan jalan yang sudah semakin dekat dengan rumah keluarga Kim.

Key nyaris setengah berlari agar bisa sampai dirumahnya dengan cepat. Sejak tadi jantungnya berdegup keras. Dia nggak berani menoleh meski ia tahu Onew masih berdiri memandangi dirinya. Key buru- buru masuk ke dalam rumahnya.

Namja itu berdiri dibelakang pintu dengan wajah kacau. “Aish, Kim Kibum.. Apa yang terjadi hari ini? Dasar konyol..”

Setelah melihat Key masuk ke dalam rumahnya, Onew memutar tubuhnya berniat langsung pulang. Tapi saat ia memutar tubuhnya ia terdiam menatap Jonghyun yang berdiri tak jauh dihadapannya.

“Onew hyung..”

“Jonghyun-ah, annyeong.”

Jonghyun berjalan agak mendekat ke Onew. “Baru pulang mengantar Key?”

Onew tersenyum. “Kau tahu ternyata?”

Jonghyun menatap Onew menyelidik. “Apa yang kau lakukan dengannya hari ini. Tadi kulihat Key langsung meninggalkanmu dengan wajah pucat. Kau mengganggunya?”

Lagi- lagi Onew tertawa. “Kau dan Key sama- sama lucu.” Godanya sambil merapihkan rambut kecoklatannya yang tertiup angin malam. “Aku nggak melakukan apa- apa. Mungkin Key hanya terkejut karena aku menyatakan perasaanku kepadanya.”

“Mwo!” Kedua bola mata Jongyun membulat sempurna. “Ka-kau apa? Kau menyatakan perasaanmu kepadanya?”

Onew mengangguk. “Kurasa kau nggak usah sekaget itu. Kau kan hyungnya. Sampai jumpa..” Onew berjalan melewati Jonghyun yang kini mematung nggak percaya dengan apa yang baru didengarnya.

Jonghyun masih shock. “Dia.. Menyatakan perasaannya kepada Key?”

.

~Jonghyun pov~

Ini sudah diluar batas kesabaranku. Selama ini aku menjauhinya justru agar nggak tersiksa dengan perasaan aneh ini terhadapnya, tapi sekarang malah ada seorang namja yang menyatakan cinta kepadanya.

Tapi.. Aku juga nggak punya hak untuk marah.

Sejak aku sadar kalau perasaanku terhadapnya bukan lagi sayang seorang kakak ke adiknya, aku yang duluan mulai menjauhinya. Dan kalau sekarang dia menjalin hubungan dengan orang lain, aku nggak punya hak untuk marah.

Tapi tetap aja rasanya sakit..

Perlahan aku memutar knop pintu kamar Key pelan. Meminimalisir suara deritan yang keluar dari pintu kayu itu. Kamar itu masih terang. Tapi Key sudah tertidur pulas tanpa mengganti bajunya dulu.

Kim Kibum.. Adik yang entah sejak kapan kulihat sebagai seorang namja dewasa. Dan karena itu aku mulai jatuh cinta kepadanya. Perasaan ini sangat konyol. Bukan karena aku dan dia sama- sama namja, tapi status kami yang membuatku frustasi.

Aku berjalan mendekati tempat tidur Key. Wajahnya saat tidur benar- benar polos dan tenang. Kusentuh kedua matanya yang terpejam dengan hati- hati. Dibalik mata itu tersimpan bola mata yang sangat indah, aku sangat suka bola mata Key yang terlihat seperti bola mata yeojya.

Sentuhanku turun ke hidung mancungnya. Lembut. Lalu berhenti di bibirnya yang tipis..

“Key..”

Kurasa perasaanku nggak bisa kutahan lagi. Aku hanya mengikuti hatiku. Kudekatkan wajahku ke wajahnya. Dan dengan hati- hati aku mencium bibirnya. Menciumnya cukup lama.

“Ngh.. Hyung!”

Degh! Aku langsung berdiri tegap dan menatap Key shock. Namja itu ikutan shock menatapku. Dia menutupi bibirnya yang barusan kucium.

“Hyu-hyung.. A-apa yang kau lakukan!”

Ketahuan! Dasar bodoh Kim Jonghyun.

“Hyung! Kau menciumku?”

“Lupakan!” Hanya itu yang bisa kukatakan. Aku langsung berjalan keluar dari kamar Key dan menutup pintu kamarnya. Kim Jonghyun.. Apa yang akan kau katakan nanti kalau dia bertanya.. Haruskah kau jujur..

~Jonghyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0

Key menutup wajahnya. Ia nggak berani berpikir apa yang telah terjadi semalam antara dia dan Jonghyun. Berulang kali dia menyentuh bibirnya, seakan kehangatan bibir Jonghyun masih tertinggal disana.

“Key..”

Degh! Key tersentak saat mendengar suara Onew memanggilnya.

Namja itu mengalihkan pandangannya. “Hyung?”

“Kenapa kau menutup wajahmu terus. Sejak tadi aku berdiri dibelakangamu kau sama sekali nggak sadar?” Onew duduk di tempat Minho yang masih kosong karena Minho belum datang.

Key mengalihkan wajahnya dari Onew. “Apa kau kesini karena ingin meminta jawabanku?”

Onew tersenyum lembut. “Kurasa aku memang nggak perlu berbasa- basi kalau bersamamu Key. Lalu, sudah kau siapkan jawaban untukku?”

Key menunduk. “Mian hyung.. Aku nggak mungkin menerimamu.”

“Memang kau nggak pernah bertele- tele.” Onew mengusap rambut Key lembut. “Kau suka dia ya?”

“Eh?” Key kini memandangi Onew. “Dia siapa?”

Onew tersenyum sambil berdiri. “Kau tahu siapa yang aku maksud Key. Semoga dia bisa membuka perasaannya terhadapmu. Aku ingin kau bahagia..” Onew berjalan meninggalkan Key tapi langkahnya berhenti saat Key menahan tangannya. Namja itu kembali menatap Key. “Waeyo?”

“Dia maksudmu itu…” Key memandangi Onew ragu.

Onew menunduk sambil merunduk mendekatkan wajahnya ke telinga Key. “Jonghyun.”

Degh! Raut wajah Key kembali berubah saat mendengar nama itu. Perlahan ia melepaskan tangan Onew dengan shock.

“Aku.. Aku..”

“Kau mencintainya Key.. Aku tahu. Dia juga sangat mencintaimu.” Onew kembali mengusap kepala Key dan benar- benar pergi meninggalkannya.

Masih dengan keadaan shock, Key menyandarkan tubuhnya di kursinya. Nafasnya kacau. Perlahan ia menyentuh lagi bibirnya. Rasa hangat itu kembali diingatnya. “Jonghyun hyung.. Suka padaku? Benarkah?”

0o0o0o0o0o0o0

~Jonghyun pov~

Aku melihatnya! Tadi di kelas, Onew hyung mendekatinya kan? Namja itu mencium pipi Key di kelasnya? Yang kulihat tadi pagi itu benar kan? Kenapa kau marah Jonghyun? Kau kan sudah pernah mencium bibirnya. Kemarin pula!

Hyaa!!

Aku mengacak rambutku frustasi. Aku butuh air..

Perlahan aku melangkah keluar kamar menuju dapur. Sudah jam sebelas malam, aku yakin appa dan umma sudah tidur. Tapi tebakanku salah, saat aku masuk ke dapur Key masih duduk di kursi makan dan termenung.

“Kau belum tidur?” Tanyaku. Bersikaplah sebiasa mungkin Kim Jonghyun.

Key menatapku kaget. “Hyung? Kau sendiri kenapa belum tidur?” Namja itu kelihatan canggung. Pasti karena kemarin.

Aku nggak menjawabnya. Kuambil gelas dan menuang air mineral lalu menenggaknya sampai habis. Key diam saja dihadapanku, sesekali aku melirik ke arah pipinya yang aku yakin tadi pagi dicium Onew hyung.

Kesal!

“Jinki hyung..” Key diam sebentar. Lalu menghela nafas dan berdiri hendak meninggalkanku.

“Jinki hyung kenapa?” Tanyaku akhirnya.

Key menatapku malas. “Kenapa kau menciumku?”

Dia menanyakannya.. Aku harus bilang apa sekarang?

“Kenapa kau menanyakannya?” Aku balas bertanya.

Key malah menatapku gusar. “Harusnya kau jawab dulu aku! Kau sudah menciumku lalu berlalu begitu aja tanpa bilang apapun. Kau tahu kalau aku galau?” Dia menahan nafas sebentar. “Kau.. Suka padaku?”

Brak! Aku mendorong tubuh Key hingga membentur tembok dapur. Kutatap matanya dan dia balas menatapku ketakutan.

Tatapanku tertuju ke pipinya dan kejadian tadi pagi kembali membuatku kesal. Well, ini sudah nggak bisa kuhentikan lagi! Ini sudah sangat menyebalkan!

Tanpa persetujuan aku mencium bibir Key kasar. Key gelagapan sambil mendorong dadaku agar menjauhinya, tapi kurasa setan sudah menghipnotisku. Semakin dia memberontak, aku semakin nggak bisa melepaskannya. Kutekan bahu Key semakin menempel ke tembok.

Aku menghisap bibirnya kuat tanpa memberikannya kesempatan untuk keluar dari cengkramanku. Tapi perlahan Key berhenti memberontak. Apa dia mulai hanyut? Aku sendiri nggak tahu.. Tapi dia.. Perlahan membalas ciumanku..

Aku melepaskan bibirnya dan turun ke leher putihnya. Menghisapnya kuat, menciptakan kissmark disana. Bisa kudengar dia menahan desahannya.

“Hyung..”

Aku terus menciuminya.

“Sa-saranghae hyung..”

Degh! Mendengar kalimat itu dengan kaget aku langsung melepaskannya. Kutatap wajah Key berantakan dan merah padam. Nafasnya tersenggal- senggal.

“Ja-jangan salah paham.” Aku menelan ludah mengucapkan kalimat itu. “Aku melakukannya bukan berarti aku mencintaimu. Aku sama sekali nggak tertarik pada namja sepertimu, Key. Lupakan kejadian ini.”

Dengan cepat aku memutar tubuhku dan berjalan meninggalkan Key keluar dari dapur. Sumpah Kim Jonghyun.. Kau sudah melakukan suatu kejahatan besar!

~Jonghyun pov end~

 

Key mematung shock di dapur. Perlahan ia menutup mulutnya nggak percaya mendengar pengakuan Jonghyun. Ia merosot dan terduduk lemah dilantai. Masih dengan tatapan shock, air matanya mengalir.

“Di-dia.. Apa yang dia lakukan..?”

0o0o0o0o0o0o0

~Onew pov~

Pagi yang agak mendung. Kurasa sesuatu akan terjadi hari ini. Sejak semalam perasaanku sama sekali nggak tenang. Aku terus memikirkan Key, tapi aku sendiri juga nggak bisa melakukan apapun.

Aku sudah ditolak kan? Mau bagaimana lagi? Jelas- jelas dia mencintai namja lain dan akan sangat memalukan kalau aku terus mengejarnya. Kalau aku menyerah dan mendukungnya, itu pasti akan membuatnya jauh lebih baik.

“Jinki hyung!”

Aku menoleh ke arah pintu kelas. Kulihat Key berdiri di pintu kelas sambil mengisyaratkan padaku agar mendatanginya. Tanpa membuatnya menunggu, aku berjalan kearahnya. “Wae Key? Tumben mencariku..”

“Ma-masalah kemarin..” Key diam sejenak.

“Jangan dipikirkan. Aku sama sekali nggak apa- apa. Jangan merasa bersalah kepadaku, Key..” Balasku lembut sambil menepuk bahunya pelan. Key kembali menatapku bingung sepertinya jawaban itu masih belum cukup. “Ada apa denganmu?”

“Aku berniat mempertimbangkan kembali jawabanku..”

“Kau berniat menerimaku?” Tanyaku nggak percaya.

Key tetap nggak menatapku. “Aku sendiri bingung. Tapi..” Dia kembali memberi jeda sebentar dengan ucapannya. “Aiish.. Sudahlah lupakan! Sampai nanti hyung!” Key langsung meninggalkanku dengan langkah cepat.

Aku hanya bisa memandanginya penuh tanda tanya. Sesuatu pasti terjadi antara dia dan Jonghyun. Haruskah aku menemuinya? Kurasa harus.

~Onew pov end~

.

“Jonghyun.”

Jonghyun yang tadi sedang mengobrol dengan segerombolan yeojya di depan kelasnya langsung menoleh menatap Onew. Sejenak dia menatap Onew ragu, tapi dia langsung mendekati Onew. “Nae, hyung?”

“Apa yang kau lakukan dengan Key?”

Jonghyun terkesiap seketika mendengar pertanyaan Onew. “Apa maksudmu?”

“Kau melakukan sesuatu yang membuat Key ragu terhadapku.”

“Ragu?” Jonghyun semakin bingung.

“Kau menyukai Key kan?”

Lagi- lagi Jonghyun terkejut, tapi ia berusaha menyembunyikan perasaannya. Jonghyun mengalihkan pandangannya dari Onew. “Kami nggak ada hubungan apa- apa. Kalau kau datang untuk menanyakannya, maka percuma.” Jonghyun memutar tubuhnya dan berniat meninggalkan Onew.

“Mungkin Key akan menerimaku.”

Jonghyun berhenti membelakangi Onew.

“Kemarin dia menolakku, tapi hari ini ia mendatangiku. Dan mungkin.. Dia akan menerimaku. Apa itu nggak masalah untukmu?”

“Urusan Key sama sekali nggak ada hubungannya denganku.”

Onew tersenyum dan maju perlahan mendekati Jonghyun. “Tapi semua tentangmu itu ada hubungannya dengan Key. Aku tahu kau selalu memperhatikan Key lebih dari segalanya. Kau yang menyadarkanku kalau ada bola yang mengarah ketempat Key berdiri. Kau selalu lewat di depan kelas Key untuk melihatnya kan? Sedangkan Key selalu berusaha menutupi hubungan kalian karena dia nggak ingin menyusahkanmu.”

Jonghyun tetap diam.

“Key mungkin nggak menyadarinya. Tapi aku sudah tahu. Karena itu aku menemuimu. Aku datang bukan untuk meminta izinmu terhadap Key, aku datang untuk membuatmu berani mengakui perasaanmu. Kalau kau diam saja, dia akan benar- benar menjadi milikku.” Onew menepuk kepala Jonghyun lembut dan berjalan melewati namja itu tanpa menoleh.

Jonghyun berdiri termenung menatap sosok Onew yang semakin jauh.

haruskah aku mengakuinya?

0o0o0o0o0o0

Jonghyun berjalan menuruni tangga rumahnya. Ia melangkahkan kakinya ke ruang tengah untuk menjernihkan pikirannya. Pikirannya terlalu kalut karena kata- kata Onew di sekolah. Ia ragu juga takut. Ragu apakah harus memberitahu Key yang sebenarnya, juga takut kalau Key sudah sakit hati terhadapnya.

“Umma?”

Jonghyun menoleh kebelakang saat mendengar suara Key. Namja itu berdiri di belakangnya.

“Hyung, mana umma?”

“Umma dan appa sedang keluar.” Jawab Jonghyun sambil menatap Key yang kelihatan kebingungan. “Ada apa?”

Key menatap Jonghyun. “Ada yang mau kubicarakan.”

“Apa?” Jonghyun penasaran.

Awalnya Key kelihatan ragu tapi ia kembali menatap Jonghyun. “Aku mau keluar dari rumah ini hyung. Kurasa sudah saatnya aku mandiri.”

Kedua mata Jonghyun membulat nggak percaya menatap Key. “A-apa yang kau katakan?”

“Nae, aku akan keluar dari rumah. Bukannya itu akan membuat hyung lebih leluasa. Selama ini hyung merasa nggak nyaman dengan kehadiranku kan? Hyung juga mempermainkanku seperti kemarin. Kurasa aku memang harus keluar dari rumah ini.”

“Tunggu.” Jonghyun berjalan cepat mendekati Key dan menarik tangannya. “Kau pikir kau bisa dengan mudah keluar dari rumah ini? Umma dan appa nggak akan mengizinkan!”

“Lepas!” Key menyentakkan tangan Jonghyun kasar. “Jangan sentuh aku lagi! Kau nggak tahu betapa tersiksanya aku selama ini! Apalagi saat kau menyentuhku sejak malam itu! Setelah kau menciumku seperti itu, kau bilang kau nggak memiliki perasaan apapun terhadapku! Padahal aku sudah dengan konyolnya bilang aku mencintaimu!”

Mata Key berkaca- kaca. Dan sejujurnya, hati Jonghyun tercekat melihatnya. Selama ini, baru pertama kali ia melihat Key seperti itu.

“Ke-key..” Jonghyun berusaha meraih bahu Key, tapi Key kembali menghindar.

“Kubilang jangan pernah menyentuhku lagi!”

“Key dengarkan aku dulu! Kau salah!”

“Aku akan menerima Onew hyung dan melupakan semua yang hyung lakukan padaku! Sama seperti keinginanmu!” Kini air mata Key mengalir. Nafasnya kacau karena marah. Sorot matanya sama sekali nggak teduh.

Jonghyun menelan ludah.

“Selama ini kau bersikap seakan aku ini nggak penting dimatamu. Aku akan mewujudkannya, hyung. Aku akan menghilang dari hadapanmu. Aku nggak akan menyulitkanmu lagi..” Suara Key melemah. “Aku akan pergi dari hadapanmu, hyung..”

“Ani!” Jonghyun segera menarik Key dan memeluknya erat. Menenggelamkan wajahnya di bahu adiknya itu. “Aniya. Jangan lakukan itu. Kalau kau pergi dariku, itu artinya kau akan membunuhku Key..”

“Ke-kenapa? Bukannya itu yang hyung inginkan?”

“Mian.. Mianhae.” Jonghyun mengeratkan pelukannya. “Selama ini aku telah membohongimu. Aku juga membohongi diriku sendiri. Sejak aku sadar kalau perasaanku terhadapmu bukan lagi cinta yang wajar, aku takut. Aku takut untuk berada dekat denganmu. Aku takut nggak bisa mengendalikan perasaanku dan membuatmu menjauh dariku.”

Key diam, agak shock dengan ucapan Jonghyun.

“Selama ini secara diam- diam aku selalu memperhatikanmu. Saat kulihat kau dekat dengan Onew hyung, aku marah. Well, aku sangat cemburu terhadap kalian. Aku nggak bisa mengendalikan perasaanku tapi aku tetap malu untuk mengakuinya. Mianhae..”

“Tapi kenapa.. Hyung tahu? Kata- kata hyung membuatku terluka..” Key ikut menenggelamkan wajahnya di bahu Jonghyun dan terisak. “A-aku.. Aku merasa sangat sakit.”

Jonghyun menarik nafasnya. “Jangan tinggalkan aku Key.. Aku benar- benar minta maaf. Sejujurnya aku..”

“Saranghae.” Key memotong ucapan Jonghyun. “Jeongmal saranghae.. Jeongmal saranghae Jonghyun hyung..” Akhirnya Key memeluk tubuh Jonghyun erat.

“Kau memaafkanku?”

Key mengangguk pelan. “Aku.. Setidaknya aku sudah tahu alasanmu menjauhiku.” Key melepaskan pelukannya dari Jonghyun. “Sekarang aku mau memulai semua dari awal hyung? Boleh kan?”

Jonghyun tersenyum menatap Key dan menghapus air mata namja itu perlahan. “Arraseo. Jeongmal saranghae, Key..”

Key ikutan tersenyum. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Jonghyun dan mencium bibir namja itu lembut. Jonghyun balas menciumnya sambil tersenyum dan menyentuh wajah Key. “Aku nggak akan melakukan hal bodoh lagi, Key.. Mari mulai semuanya dari awal.”

Key kembali mengangguk. “Nae, hyung.”

.

~Fin~

7 thoughts on “Because of You

  1. Waah buat SHINee ya…. Tapi…. kenapa couple nya JongKye???!!!!! Waaaah… ceritanya bagus, tapi couple nya itu looooh…!!!! Gw sukanya OnKey! OnKey! Pokoknya OnKey! Harus OnKey #nangis kejer# PLAK!!!!

    Ehem… sedikit curhat nih, kalau di SHINee gw 2Min n OnKey Shipper (Jong ama yang lain aja sana #ditendang#)

    Ceritanya sih keren, tapi biasa, kalau menyangkut couple gw agak (sangat) egois hehehehe #kok malah bangga#

    Chingu, buatin OnKey ya, ya, ya, ya, ya, ya… pliiiiiiis…!!!! Gw tergila2 banget ama tuh couple!

    Salam,

    Elle

  2. uwa ! Uwa ! Uwa !
    Jongkey couple, udah lama ga nongol pairing ini😀

    jjong teganya dirimu, teganyaaa~ Uggh !!
    Eonnie, hrusny key ama onew ajah, jjong jahat sih disini, sebeeel ikh ! :p

    Critanya, kecut2 pedes deh eonnie #plak

    Gmna ortu mreka eonnie klo tau mrka pcran ? Wlopun sodara angkat psti ga smudah itu dong dpt ijin
    tpi yo wes lah, kan hepi ending
    Ha- ha- ha😀

    Keep writing and sukses buat FF2 lainnya ne !! ^^
    Fighting🙂

  3. uwaaaa :D…. aq baru nemuin ff unnie lagi, seneng unn baca ff unnie, kpan2 bkin yg onkey jg ya… seru!!! aq tggu lho unn, ff onkey x, bkinin y,y,y,.. *maksa ^^v

    Hwaiting unn^^

  4. kyaaaaaaaaa!!!!!!
    ya ampun!!
    ya ampun!!
    ya ampun!!

    ini cerita cinta segitiga yang indaaaaaaahhhhhhhhhh~~~~~~ sekali!!!
    daebak!! daebak bangett huaaaaaa!!!
    kereeeeenn~~~~

    aku bener2 suka ceritanya…hueeeee
    pas jjong dan key nya saling menyakiti itu loh, dadaku rasanya ‘nyut’ gitu
    kerasa benget kalo jadi jong, pasti sulit banget buat ngejauhin adik yang kita cintain,,,hueeee joooooonnnggggg……SARANGHAAAAAAAAAE!!!!!!

    onyu juga~~aaahhhh…
    diamana lagi nemu namja tulus begitu???
    aduh2 aku kalang kabut bin geregetan sendiri ini bacanya. hahahahahaha
    ayo ayo bikin lagi!! JongKey Jeil Jalnaga!!

  5. Uwaaaaa…. JongKey…. Aku suka bgt ama JongKey… Ini keren!!!! Buat JongKey lagi yah…..

    JONGKEY JEIL JALNAGA !!!

  6. khaaaaa~~ bagus sangaaaaaaaaaaaaaattttttt!!!!!!!!
    engh…. aku kira Jjong ngelarang Key deketin dy n pura-pura gak kenal karna dy gak suka ada Key lgi… ternyataaaa~~~
    bacanya itu yah, rada gimanaaaaaa~~~~ gitu! geregetan giu deh! hehehehe
    mian yah komen’ya sekarang, padahal udah baca td malem. kalo komen pake HP, takut masuk spam. hehehehe~
    Sukses yah ff selanjutnyaaaa~~~ aku tunggu. hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s