Anihuman // Chapter 9

Chapter 9

The Dragon!

.

“ Telat!” Donghae tersentak bangun dari atas tempat tidurnya dan langsung berguling jatuh ke bawah saking kagetnya. “ Aiish.. Pantat aye sakit..” Gerutunya. Mata coklatnya tertuju pada satu tempat tidur tingkat yang udah kosong. “ Omo! Gue ditinggal!”

Dengan langkah secepat harimau Donghae langsung keluar dari kamarnya dan dalam waktu beberapa detik udah berada di dapur yang hanya dihuni oleh Leeteuk yang tengah mencuci piring.

“ Hyung! Mana Kibum dan Kyuhyun!”

“ Udah jalan ke sekolah dari tadi.” Jawab Leeteuk santai sambil melirik jam dinding di dapur. “ Kamu telat lho kalau nggak buru- buru.”

“ Kok hyung nggak bangunin aku!”

Namja cantik itu menoleh menatap dongsaengnya yang berwajah bête. “ Kau tidur dengan sangat pulas Hae, aku nggak bisa membangunkanmu. Kemarin kau berubah jadi harimau kan?”

Donghae diam menatap hyungnya. Perlahan senyumnya terulas. “ Hyung, kau menghawatirkanku eh?”

“ Kau dongsaengku.” Leeteuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. “ Untuk hari ini aja, kalau kau ingin membolos aku izinkan.”

“ Ani.” Donghae menjawab cepat sambil menyambar roti panggang yang masih tersisa satu di atas meja makan.

Leeteuk menoleh lagi untuk melihat Donghae. “ Ani?”

“ Ne.” Kali ini Donghae tersenyum bangga. “ Aku kan akan menjadi anihuman sempurna dan menguasai sebuah daerah. Aku ini calon pemimpin hyung, mana bisa aku bolos! Aku mau ganti baju dulu!” Donghae kembali kabur dari ruang makan sambil mengunyah roti bakarnya.

Di dapur, kini Leeteuk tersenyum manis sambil menatap ke ambang pintu dapur.

“ Semangat yang sangat bagus.”

.

“ Donghae hyung bakalan marah nggak yah?” Gumam Kyuhyun sambil menekan- nekan tombol PSP-nya dan melirik ke PSP Henry yang lagi- lagi duduk di lantai di sebelahnya. Ritual pagi sebelum belajar.  Battle game.

Nggak ada jawaban.

Kyuhyun menoleh menatap Kibum sekilas. “ Kibum hyung. Kau dengar aku? Sebentar lagi orangnya nyampe nih.”

“ Beruntung ya Donghae punya kekuatan special. Kalau telat bisa pakai kekuatannya dan dia akan selamat. Wookie juga bisa terbang cepat kalau buru- buru. Kibum dan Kyuhyun pun sama. Hanya aku, Sungmin hyung dan Henry aja nih yang nggak bisa gerak cepat.”

“ Huahaha! Dasar mahluk purbakala!” Ejek Henry sambil mem-pause game-nya dan tertawa geli menatap Hyukkie yang sekarang udah cemberut abis. “ Piss, hyung.. Bercanda ah.. Jangan bertampang sangar gitu dong. Aku nggak mau dilumat sama yeti macam hyung..” Henry menjulurkan lidahnya. Ngeledek Hyukkie pastinya.

Sungmin satu- satunya yang terus- terusan berwajah masam. “ Kenapa cuma aku yang berubah ke wujud yang aneh. Omaigat! Beruang kutub! Dari kelinci ke beruang! Apa- apaan ini!” Sungmin mengacak- acak rambutnya frustasi dan itu membuat Henry dan Kyuhyun langsung ngakak.

“ Kurasa cocok.” Jawab Kibum sambil senyum- senyum.

Jawaban itu membuat sang aegyeo melempar death glare pada si killer smile. “ Cocok apanya? Nggak ada imut- imutnya sama sekali.”

“ Cocok kok hyung..” Wookie yang tadinya berniat diam udah tertawa pelan membenarkan ucapan Kibum. “ Beruang dan hyung itu sama lho. Justru kalau disamakan dengan kelinci itu yang salah.”

“ Mwo!”

Kali ini Hyukkie ikutan ngakak. Bukannya membela, Wookie dongsaengnya malah membenarkan. Ketiga namja super imut itu udah ketawa gila- gilaan di lantai. Bahkan Kyuhyun udah nggak perduli lagi sama PSP-nya dan memilih menelantarkan PSP malang itu di sampingnya.

Kibum mengangguk sambil menepuk bahu Wookie.  “ Setuju sama Wookie hyung! Coba aja dilihat lagi, kelinci itu kan imut dan menggemaskan. Lincah tapi nggak bisa berbuat apa- apa. Sedangkan Sungmin hyung, luarnya aja yang imut dan menggemaskan, tapi dalamnya sangat hebat dan maskulin. Namja sejati kalau marah kayak beruang ngamuk.” Kibum menjelaskannya dengan wajah super tenang. Dia nggak tahu kalau sebentar lagi beneran ada beruang ngamuk.

“ Annyeong!” Donghae masuk ke dalam kelas dan langsung berlari menghampiri teman- temannya. Baru aja namja itu mau ngomel- ngomel sama Kibum dan Kyuhyun..

Brak! Sungmin menggebrak meja.

Donghae membatu. Baru juga dateng..

Kyuhyun, Hyukkie dan Henry seketika itu juga berenti tertawa. Keheningan melanda ketujuh anihuman itu. Sungmin menatap beringas ke Kibum dan Wookie, lalu bergantian menatap ketiga anihuman yang sudah bungkam.

“ Ada yang berani komentar lagi tentang perubahanku?”

Donghae masih kebingungan. “ Eh.. Ada apaan sih?”

“ Dasar dongsaeng durhaka.” Dengan langkah gusar dan wajah ditekuk habis- habisan Sungmin berjalan sambil menghentakkan kakinya keras- keras keluar dari kelas dongsaengnya itu.

Dan saat Sungmin keluar..

“ Huahahaha!” Hyukkie, Kyuhyun dan Henry langsung tertawa geli. Bahkan sekarang Kibum dan Wookie ikut- ikutan tertawa tapi nggak seheboh ketiga namja lainnya. Dan Donghae.. Yah, bisa ditebak kan?

“ Kalian ngetawain apa sih? Aku lucu yah?” Dengan wajah polos dan cengiran bingung namja itu menatap kelima temannya yang nggak sama sekali berniat menjawab pertanyaannya.

0o0o0oo0o0

“ Hoahm!” Yesung menguap lebar sambil mendorong tumpukan kertas yang sejak tadi dibacanya. Ia nggak fokus padahal banyak sekali materi kuliah yang harus diselesaikannya belakangan hari ini. Banyak yang membuat pikirannya nggak fokus. Dan salah satunya adalah tentang para anihuman itu..

Perpisahan..

Satu kata itu yang tengah membuat Yesung risau.

Benar yang diucapkan Zhoumi tempo hari.. Kalau ujian berakhir, bukankah itu artinya mereka harus berpisah? Bukannya sejak awal alasan para anihuman tinggal di dunia mereka hanya untuk menempuh ujian?

Perlahan namja manis itu menghela nafas.

“ Apa harus secepat ini? Rasanya baru kemarin aku bertemu dengan Sungmin, Wookie dan Hyukkie..” Gumamnya.

“ Heyo.” Teguran seseorang membuat lamunan Yesung buyar.

Dilihatnya sosok Leeteuk yang duduk disebelahnya sambil meletakkan ranselnya diatas meja. “ Tumben kau melamun. Waeyo?”

“ Kayak nggak tahu aja hyung.. Aku yakin hyung juga memikirkan hal yang sama denganku.”

Leeteuk terdiam mencoba berpikir. Ia menatap Yesung dalam- dalam. “ Para anihuman itu kah?”

Tadinya Yesung memilih diam dalam lamunannya, tapi akhirnya ia mengangguk pelan.

“ Juga perpisahan itu kan?” Leeteuk kembali menebak.

Yesung mengangguk sambil menumpukkan kepalanya di atas meja. “ Aku nggak tahu apakah aku bisa berpisah dengan mereka semua atau justru aku akan bersikap egois dan nggak mau berpisah dengan mereka.” Namja itu menghela nafas berat.

Senyum manis terkulas di bibir Leeteuk, tangannya perlahan mengusap kepala Yesung. Benar- benar berperan sebagai kakak yang baik untuk semua dongsaengnya. “ Arraseo, Sungie..”

“ Kalau kubilang aku nggak mau berpisah dengan mereka, aku egois ya hyung?”

Leeteuk meraih tasnya dan mengeluarkan beberapa modul pelajaran. “ Sepertinya sih nggak. Karena aku juga nggak sanggup berpisah dengan mereka semua. Ah, apa Zhoumi akan kesini?”

Yesung mengangkat bahu dengan posisinya yang masih bertumpu diatas meja. “ Tadi dia mengirim pesan kepadaku dia akan kesini. Sepertinya sih dia juga kepikiran sama hal ini. Humm.. Para anihuman itu kepikiran nggak yaa?”

“ Entahlah.. Tapi aku justru nggak mau mereka memikirkan hal ini.”

“ Waeyo?”

Leeteuk mengangguk. “ Kalau mereka sampai memikirkan hal ini, bukannya bisa aja mereka justru akan meninggalkan ujian terakhirnya hanya demi tetap berada disini?”

Yesung membisu. Benar yang dikatakan Leeteuk. Kalau para anihuman itu nggak bersedia berpisah dengan para hyung, bisa aja mereka menolak mengikuti ujian terakhir kan?

“ Jadi.. Hyung maunya mereka pergi begitu aja?” Pertanyaan tiba- tiba dari suara asing membuat Leeteuk dan Yesung menengadah menatap namja tinggi yang sedang menatapnya datar anpa senyuman.

Zhoumi duduk di hadapan Leeteuk dan Yesung sambil merapihkan rambutnya. “ Ternyata tebakanku benar, sekarang pikiran ini yang menghantui kita.”

“ Tadi kau nanya ke aku Zhou?” Leeteuk menatap dongsaeng tingginya ragu.

“ Ne, hyung..” Namja tinggi berambut merah itu menghela nafas sekali sebelum melanjutkan kalimatnya. “ Memangnya hyung mau kalau mereka pergi begitu aja meninggalkan hyung?”

Kali ini senyum jahil muncul di bibir Leeteuk. “ Ani.”

“ Kalau gitu sama aja, kan!” Seru Yesung frustasi. “ Aiish.. Kenapa musti ada pertemuan kalau ujungnya tetap harus berpisah sih?” Geritunya sambil mengacak tatanan rambutnya yang memang lagi nggak serapih biasanya.

Leeteuk dan Zhoumi diam tanpa menjawab pertanyaan Yesung.

Saat ini yang berada di pikiran mereka juga satu pertanyaan itu.. Pertanyaan yang selalu diucapkan seseorang yang berada di posisi seperti mereka. Posisi yang harus siap dengan sebuah perpisahan yang terlihat jelas di depan mata..

0o0o0o0o0o0

Kenapa harus ada pertemuan kalau ujungnya harus mengalami perpisahan?

Pertemuan dan perpisahan itu ikatan yang memang sejak awal sudah saling berhubungan kan? Nggak bisa dipisahkan karena memang nyatanya nggak ada satu hal pun yang abadi. Nggak ada satu hal di dunia ini yang akan selalu bersama sampai akhir. Tapi setidaknya manusia bisa mempercayai beberapa hal tentang perpisahan..

Perpisahan lama dimana kau nggak bisa bertemu dengan seseorang untuk selamanya. Atau perpisahan sementara dimana kau percaya kalau suatu saat kau bisa bertemu dengan orang itu lagi meski bertahun- tahun lamanya.

Manusia tinggal memilih mana yang akan di percayai..

Dan saat ini, apa yang dipercayai Leeteuk, Yesung dan Zhoumi tentang perpisahan?

“ Hyung, kenapa diam aja?” Wookie menyentuh kening Yesung hati- hati sambil duduk di samping hyungnya yang tadi bengong di dapur sambil menatap tembok. Apakah ini saatnya otak Yesung mulai bermasalah? Semoga aja nggak..

“ Dia patah hati kali..” Celetuk Hyukkie sambil meminum susu kotak rasa strawberry kesukaanya. “ Eh, tapi aku nggak pernah dengar kalau Yesung hyung naksir cewek, ya..? Memang sih hyung kita itu nggak cakep- cakep amat, tapi kalau patah hati sih kasihan juga ya..” Si mantan monyet itu kayaknya nggak bisa jaga mulut ya? =.=a

Pletak! Sungmin menggeplak kepala Hyukkie.

“ Jaga ucapanmu. Kalau hyung patah hati seharusnya kita menghiburnya, jangan bilang hal yang bikin dia tambah sedih dong, Hyukkie..”

Hyukkie cemberut sambil membuang kotak susunya. “ Bercanda hyung.. Sensi amat.” Namja manis itu duduk dihadapan Yesung sambil menatap hyungnya yang nggak merespon. “ Hyung, cerita aja kalau punya masalah. Ada apa sih?”

“ Hyukkie hyung benar.. Gwaencahanayo, Yesungie hyung?” Tanya Wookie lagi yang semakin cemas. Satu tangannya menyentuh punggung tangan Yesung perlahan dan hati- hati. Namun..

Grep! Dengan satu gerakan Yesung langsung memeluk namja mungil itu.

“ Omo!” Wookie shock. “ Hyu-hyung? Waeyo?”

“ Aiish.. Apakah fiction ini akhirnya akan menjadi sebuah cerita yaoi?” Hyukkie lagi- lagi ngelantur dan kali ini Sungmin udah megang teplon buat mukul kepala dongsaengnya yang rada- rada bermasalah itu.

Wookie meronta pelan tapi Yesung nggak melepaskannya. “ Hyung..?”

“ Kalian jangan pergi..” Yesung berucap pelan.

Dan satu kalimat itu membuat Wookie berhenti meronta, Hyukkie diam dan Sungmin meletakkan kembali teplonnya ke meja lalu menatap Yesung dalam- dalam. Tentunya ketiga anihuman itu paham dengan apa yang dipikirkan Yesung.

“ Kalian jangan tinggalkan aku..”

“ Hyung galau gara- gara ujian terakhir itu ya?” Dengan lembut Wookie melepaskan pelukan Yesung dan menatap mata namja itu dalam dengan senyum manisnya.

Yesung mengangguk pelan sambil kembali keposisi menghadap ke meja makan. “ Kalau kalian lulus ujian terakhir, itu artinya kalian harus pergi dari sini kan? Jujur aja, aku nggak mau berpisah sebegitu cepatnya dengan kalian. Bagiku kalian sudah seperti adik- adikku sendiri.”

“ Hyung..” Sungmin berjalan mendekati Yesung dan memeluk leher Yesung perlahan. “ Kami akan terus bersama hyung..”

“ Ne! Aku janji juga! Meski kita mungkin harus berpisah nanti, aku akan selalu mengunjungi hyung. Kalau perlu tiap hari aku kesini buat nemuin hyung, deh.. Swear!” Hyukkie menjunjung tinggi jari telunjuk dan jari tengahnya yang sudah membentuk huruf ‘V’.

Wookie tersenyum sambil meraih tangan Yesung dan mengusapnya lembut. “ Hyung dengarkan? Kita nggak akan bisa dipisahkan hanya dengan hal itu, hyung.. Kita akan selalu bersama. Jadi hyung nggak usah khawatir.”

Entah apa sebabnya, perlahan air mata Yesung mengalir setetes. Yesung buru- buru menghapusnya. “ Sialan, disaat gini kenapa aku yang jadi melankolis, sih? Mian karena membuat kalian semua khawatir. Udahlah.. Lupakan!” Yesung nyengir sambil mengusap tangan Wookie dan rangkulan Sungmin lembut. Matanya lurus menatap Hyukkie yang tersenyum manis dihadapannya.

“ Gomapta, na dongsaeng..”

.

“ Tuan.. Kapan ujian ketiga akan dilaksanakan?” Kangin bersimpuh hormat dihadapan Hankyung yang duduk tenang di kursi besarnya.

Namja tampan itu berwajah agak pucat. “ Besok.”

“ Hah? Besok? Tuan yakin?” Sepertinya Kangin agak kaget mendengar keputusan Hankyung yang sangat tiba- tiba itu. Terlihat jelas diwajahnya kalau ia kebingungan. “ Apa harus secepat itu?”

“ Kangin hyung.. Kondisi tuan semakin menurun drastis. Kalau dibiarkan, bisa gawat.” Shindong yang memberi penegasan. Tapi, meski begitu raut wajahnya terlihat kurang setuju dengan ucapan Hankyung. Baru satu minggu dari selang ujian kedua berakhir, sudah harus ujian tahap akhir?

Heechul tersenyum sinis. “ Pabboya, Kangin.. Apa kau masih belum paham seperti apa kondisi tuan Hankyung eh?”

“ Aniyo, hyung! Bukan begitu.. Aku hanya merasa kalau tenggat waktu untuk para anihuman muda itu masih terlalu cepat aja.” Kangin menjawab serba salah. Ia sangat tahu kalau ucapannya ini sangat tidak masuk akal. Tapi mau gimana lagi..

“ Kau benar..” Balas hankyung.

Keempat pengikutnya menatapnya kalut.

“ Tapi aku nggak bisa berbuat apa- apa lagi. Waktunya semakin dekat, kalau sang naga harus tertidur disaat tugasnya belum selesai, siapa yang akan melanjutkannya?” Senyum bijaksana benar- benar menghiasi wajah tenang Hankyung. Dan itu membuat keempat pengikutnya nggak bisa berkomentar apapun lagi.

Kangin berdiri sambil menatap Hankyung datar. “ Jadi tuan..”

“ Besok, kuminta Heechul dan Shindong pergi menjemput mereka sebelum ujian dimulai. Hanya ketujuh anihuman itu yang diizinkan masuk ke sini. Karena kalau sang naga harus tidur saat ujian itu benar- benar bearkhir, aku nggak bisa menjamin keselamatan ketiga manusia itu.”

Shindong dan Heechul mengangguk. “ Nae, tuan.. Kami akan melakukan tugas ini dengan baik.” Ucap mereka bersamaan.

Tapi saat ini raut wajah keempat anihuman sempurna itu dihiasi sorot kesedihan dan kehilangan yang sangat besar. Setiap mengingat kenyataan kalau sang naga itu harus segera tertidur.. Nggak ada lagi yang bisa mereka lakukan selain diam dan menunggu.

0o0o0o0o0o0

Zhoumi berdiri diambang pintu apatemennya sambil menatap Henry yang sudah  hampir berangkat kesekolah. Entah kenapa rasanya hari ini ia nggak ingin membiarkan dongsaengnya itu pergi kesekolah.

“ Dah, Mimi gege!” Henry baru aja hendak berlari meninggalkan Zhoumi, tapi namja tinggi itu langsung menahan tangannya. “ Eh? Wae?”

“ Hmm.. Hati- hati ya..” Ucap Zhoumi singkat sambil tersenyum ragu- ragu dan melepas lengan Henry pelan.

Henry tertawa mendengar ucapan gegenya itu. “ Yah ampun.. Gege itu kok konyol banget sih. Oke.. Selamat tinggal.” Henry berlari meninggalkan Zhoumi yang kini sudah mematung di depan pintu apartemennya.

Entah Zhoumi yang salah dengar atau Henry yang memang nggak terlalu memperhatikan ucapannya.

Tapi, yang pastinya satu kalimat terakhir membuat perasaan Zhoumi kini nggak tenang.

Selamat tinggal…?

.

“ Kok rasanya hari ini cerah benget ya?” Gumam Leeteuk sambil melangkahkan kakinya keluar dari apartemennya. Ia menoleh ke dalam dan melihat ketiga dongsaengnya udah jalan keluar dari apartemen itu dengan seragam. “ Mungkin malam ini aku akan pulang agak telat.. Nggak masalah kan?”

“ Siip!” Sahut Donghae sambil berjalan lebih depan.

Sama seperti Zhoumi, ada yang membuat perasaan Leeteuk aneh hari ini.

“ Hyung!” Dengan perlahan Kyuhyun langsung meraih tangan Leeteuk. Dia juga nggak tahu kenapa, tapi bawaanya pengen megang tangan Leeteuk aja sebentar. “ Hyung.. Hmm.. Hyung jangan khawatir ya..”

“ Khawatir kenapa Kyu?” Leeteuk menatap dongsaengnya ragu.

Kyuhyun menggeleng sambil melepas tangan Leeteuk. “ Ani. Ayo hyungdeul..” Namja itu langsung berjalan mendahului kedua hyungnya.

Kibum tersenyum menatap Leeteuk. “ Sampai nanti hyung..”

“ Dah..” Donghae melanjutkan.

Kini Leeteuk hanya bisa menatap ketiga dongsaengnya dalam diam. Dia benar- benar nggak tahu apa yang terjadi dengan perasaannya. Yang pastinya, dia merasa aneh dan kacau saat ini. Apa sesuatu memang akan terjadi?

0o0o0o0o0

“ Jujur ya.. Hari ini perasaanku sedikit cemas..” Gumam Sungmin sambil meloncat turun kea tap sekolah. Tadi dia berpegangan pada cakar Wookie yang berwujud rajawali. Dan Hyukkie berpegangan di cakar yang satunya.

Dengan cepat sebelum dilihat siapapun, Wookie kembali berwujud manusia. Dirapihkannya seragamnya yang acak- acakkan.

“ Ada masalah hyung?” Tanya Hyukkie agak khawatir dengan wajah Sungmin yang memang kelihatan agak cemas. “ Dari tadi pagi kok hyung kelihatan resah. Ada apa sih? Lagi dapet yah?”

Plak! Sungmin menggeplak kepala Hyukkie kasar.

“ Aku namja babbo!”

“ Hhehe.. Habisnya raut wajah hyung kayak orang lagi nggak enak hati gitu. Eh, ayo epat turun.. Nanti keburu bel masuk.” Baru aja Hyukkie mau melangkahkan kakinya masuk ke pintu atap menuju sekolah, seseuatu yang aneh menghentikan langkahnya.

Dengan tatapan kaget ia menoleh kebelakang dan melihat tiupan angin yang kencang mengelilingi atap sekolah. Otomatis Hyukkie berbalik dan mengurungkan niatnya untuk turun ke sekolah.

Sungmin dan Wookie sudah ikut menegang.

Dari pusaran angin itu muncul Heechul dan Shindong yang berjalan turun dari udara. Tatapan mata Heechul terlihat datar dan sangat tajam. Sedangkan Shindong seperti biasa. Ah, terlalu biasa lebih tepatnya.

“ Pengawas ujian..? Lho? Ujian ketiga sekarang? Tapi kan nggak ada tanda- tanda pintu penghubung ke dunia kita terhubung..” Gumam Wookie sambil mendekatkan posisinya ke Sungmin dan Hyukkie juga ikut merapat ke kedua saudaranya.

Sungmin diam dan menatap kedua namja itu datar. “ Ada sesuatu.. Apa ini arti dari perasaanku yang nggak enak tadi? Ah, mungkin..” Namja aegyeo itu bergumam atau lebih tepatnya seperti sedang bicara sendirian.

Brak! Pintu atap terbuka dan empat anihuman berlari masuk keatap sekolah.

“ Sungmin hyung! Hyukkie! Wookie!” Donghae langsung berlari menghampir ketiga namja itu. “ Tadi Kyuhyun mencium bau kalian bertiga tiba- tiba hilang di atap sekolah dan kami merasakan tekanan kekuatan yang besar. Makanya kami langsung kesini.” Jelasnya cepat sambil menatap Heechul dan Shindong. “ Jadi ujiannya mau dimulai?”

Shindong menggerutu pelan. “ Sayangnya ujian akan dimulai satu jam lagi.”

“ Tapi.. Kok kalian sudah kesini?” Tanya Kyuhyun penasaran.

Heechul tersenyum sinis. “ Ada yang ingin kami bicarakan sedikit tentang ujian selanjutnya.

.

Yesung benar- benar nggak bisa bersikap tenang. Sejak tadi ia sudah bulak- balik di depan kelas Leeteuk padahal namja cantik itu masih belum datang ke fakultasnya. Ada sesuatu yang membuat perasaab Yesung nggak enak.

“ Sungie!” Sapaan dari Leeteuk membuat namja itu tersentak cepat. Buru- buru namja itu menghampiri Leeteuk. “ Waeyo Yesung?”

“ Perasaanku sangat nggak enak hyung..” Ucap Yesung cepat. “ Apa ada sesuatu yang terjadi hari ini?”

Tatapan mata Leeteuk hanya menatap lurus ke Yesung. Ia menggeleng pelan. “ Kurasa nggak.”

“ Hyung nggak merasa sesuatu yang aneh?”

Kali ini Leeteuk terdiam. Sejujurnya dia memang sedang memikirkan sesuatu yang kurang disukainya. Tentang para dongsaeng anihumannya, hari yang aneh saat ini, ujian terakhir juga perpisahan. Semua pikiran itu membuat Leeteuk agak bingung belakangan ini.

“ Hyung.. Apa kita harus menemui mereka?”

“ Mereka?”

Yesung mengangguk. “ Aku tahu ada sesuatu yang akan terjadi. Aku akan menghubungi Zhoumi.” Dengan cepat Yesung menekan tombol ponselnya dan menghubungi nomor Zhoumi. Tanpa menunggu lama, si namja berambut merah itu langsung mengangkatnya dan Yesung langsung bicara cepat.

Kini Leeteuk mengalihkan pandangannya ke sesuatu yang agak aneh di langit. Perasaannya semakin aneh.

Awan hitam mulai berkumpul di langit.

Zuar! Petir menyambar dan sambungan telepon Yesung langsung mati tanpa sebab.

“ Eh? Apa yang terjadi?”

Leeteuk hanya menatap ke langit. “ Yesung.. Kurasa ini jawaban dari perasaan nggak enakmu.”

Yesung ikut menatap langit yang kini sudah meneteskan butir hujan yang sangat deras.

“ Kurasa.. Ujian terakhir akan dimulai sekarang..” Lanjut Leeteuk.

.

Zhoumi menatap shock ke langit. Tangannya menggenggam ponselnya dan detik itu juga tanpa perduli akan derasnya hujan, namja tinggi itu langsung berlari menyusuri jalan menjauh dari universitasnya.

Otaknya terus memutar ucapan terakhir Henry..

Selamat tinggal..

.

To be continued~

One thought on “Anihuman // Chapter 9

  1. Pdhl br kenal n tinggal brsama bbrp bln tp ikatan batin mrk bnr2 kuat
    Kyk’y dah mulai srius ni,ujian akhir yg sngt mnegangkan
    loncat k chap10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s