Anihuman // Chapter 7

Chapter 7!

Die!

.

~Leeteuk pov~

Hujan masih mengguyur langit Seoul. Ada apa ini? Padahal aku kira hujan hanya sebentar. Namun sudah hampir lima jam hujan nggak berhenti juga. Bisa banjir Seoul kalau begini caranya (lagi-lagi mengucapkan hal mustahil). Apa ujiannya masih belum selesai juga?

Kurasa..

Kulirik jam tanganku. Jam tujuh malam. Apa selama itu ujiannya? Apa sulit sekali ujian kali ini? Kenapa perasaanku nggak enak? Apa sesuatu terjadi pada mereka semua? Aiish.. Aku nggak bisa berhenti untuk was- was. Mau mencari jua sepertinya sulit.

Trrrt~ Ponselku bergetar beberapa kali.

Telepon dari Yesung. “ Yeoboseyo..”

“ Hyung, apa Donghae, Kibum dan Kyuhyun sudah kembali?” Tanyanya cepat dengan nada suara panik. Hmm.. Berarti memang mereka belum kembali. Aku yakin Henry juga masih belum pulang.

Aku menghela nafas sambil mengelap percikan air yang mengembun di kaca jendela kamarku. “ Belum, Sungie.. Dan kurasa Henry juga masih belum pulang. Ujiannya mungkin masih berlangsung.”

Yesung diam sejenak. “ Ngh.. Sebenarnya Zhoumi baru aja menghubungiku dan bilang kalau Henry udah pulang. Sungmin, Wookie dan Hyukkie juga sudah sampai rumah. Mereka sampai dengan keadaan yang mengkhawatirkan.. Karena itu aku mau bertanya bagaimana dengan dongsaengmu.”

Degh~ Aku terkejut mendengar ucapan Yesung.

Kalau keempat namja itu sudah pulang, kemana perginya ketiga dongsaengku itu?

Dengan cepat kutarik mantel hujanku dan berlari kepintu keluar. “ Baiklah.. Aku akan mencari mere..” Aku berhenti bicara begitu melihat ketiga dongsaengku sudah berdiri di depan pintu apartemenku dengan keadaan basah kuyup dan wajah sedih. “ Sungie.. Aku akan menghubungimu nanti..” Aku menutup flat ponselku dan menatap ketiga namja itu.

“ Waeyo gudhae?”

.

.

Aku masuk ke kamar ketiga dongsaengku dengan membawa tiga buah handuk dan satu nampan berisi tiga gelas coklat hangat. Kuperhatikan keheningan menguasai ketiganya. Apa yang terjadi sebenarnya? Apa ujian itu terlalu berat?

“ Ini.” Aku menyerahkan handuk- handuk itu pada masing- masing dari mereka dan meletakkan nampan di atas meja dipinggir tempat tidur Kibum. Sekarang aku duduk di kursi meja belajar yang ada disitu dan menatap mereka yang mengelap tubuhnya dengan perlahan.

Sekali lagi aku menghela nafas. “ Oke, sekarang bilang padaku kenapa kalian telat.” Kurasa ini pertanyaan bijak daripada aku bertanya apa yang terjadi pada mereka saat ini.

Kibum mengangkat wajahnya. Matanya merah nyaris menangis.

“ Kibummie?”

“ Hyung, mianhae..” Bisiknya parau.

“ Wa-wae?” Aku memilih mendekati Kibum dan berdiri dihadapan namja itu. Dia menunduk dan kulihat bahunya gemetar. Dongsaengku kenapa?

“ Hyung..”

Aku menoleh kearah Donghae yang juga menunduk. “ Sebenarnya ada apa Lee Donghae?” Aku butuh penjelasan disini. Aku nggak suka melihat ketiga dongsaengku berwajah begini.

“ Hyung.. Kami gagal.” Jawab Donghae pelan.

Degh!

Apa? Mereka gagal? Gagal apa maksudnya? Apa mungkin ujiannya gagal? Itu alasannya kenapa mereka pulang dalam keadaan acak- acakan begini? Aiish.. Yang benar saja! Apa ujian kali ini lebih sulit dari ujian pertama? Kok bisa mereka gagal?

Tunggu! Yesung bilang ketiga dongsaengnya pulang dengan keadaan kacau juga. Apa mungkin mereka juga gagal?

Dan Henry.. Apa namja itu juga gagal?

“ Ujiannya.. Gagal?” Tanyaku pelan.

Donghae mengangguk. “ Kami bertujuh nggak ada yang berhasil lulus satu orangpun dan kami gagal. Mau nggak mau.. Secepatnya kami harus kembali dulu ke dunia kami dan..”

“ Apa ujiannya?” Potongku sebelum Donghae melanjutkan ucapannya. Aku nggak kuat mendengar suara dongsaengku yang bicara dengan nada parau seperti itu.

Donghae diam. Dia nggak mau menjawab?

Aku menatap Kibum yang terisak semakin kuat dihadapanku. “ Kim Kibum, apa ujiannya?”

Dia juga nggak menjawab.

Kali ini kutatap Kyuhyun. “ Apa kau juga nggak mau menjawab pertanyaanku, Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun menggeleng sambil menunduk.

Aiissh! Baiklah!

“ Kalau kalian tetap diam, aku akan menemui Sungmin dan yang lainnya untuk bertanya.” Kulangkahkan kakiku menjauh dari ketiga dongsaengku itu. Sebelum kuraih kenop pintu kamar mereka, Kyuhyun sudah sangat cepat berada dihadapanku. Menghalangiku.

Ia menatapku sarat dengan kesedihan dan kekecewaan yang dalam. “ Jebal hyung.. Nggak usah kesana..” Suaranya sama paraunya dengan Donghae ataupun Kibum yang sekarang malahan sudah serak.

Aku menggeleng dan memutar kenop pintu itu.

Sret! Kini tiba- tiba Kibum berdiri di sampingku sambil menahan tanganku.

“ Kau juga mau mencegahku Kibum?”

“ Na-nae..” Jawabnya takut.

Aku menoleh kebelakang. Kutatap Donghae masih duduk di tepi tempat tidurnya dan menatap mataku dengan wajah memohon. Aku yakin dia mau menghentikanku juga, tapi dia nggak bilang apa- apa. “ Kau nggak mau menghentikanku?” Tanyaku dingin sambil menatap matanya tajam.

Donghae kelihatan menegang dan menunduk. “ Ani, hyung..”

“ Hae hyung!” Kibum dan Kyuhyun berseru secara bersamaan.

“ Sekarang, jangan halangi aku. Atau aku akan berada disini dan memaksa kalian bilang padaku apa yang terjadi dengan menggunakan kekerasan.” Lanjutku sambil memutar kenop pintu dan Kibum nggak lagi menghalangiku.

Aku menutup pintu kamar mereka dan melangkah menuju pintu depan. Kuraih ponselku dan dengan cepat aku mengirim pesan ke Yesung dan Zhoumi.

Kita harus bicara.” Aku mengirimnya dan berjalan keluar dari pintu apartemenku sambil memakai mantel hujanku.

Aku harus tahu apa yang terjadi pada mereka.. Kenapa mereka bisa gagal begini.

~Leeteuk pov end~

0o0o0o0o0

Kini ketiga hyung itu tengah duduk di sebuah meja di café yang cukup sepi. Ya, mengingat hujan deras mengguyur kota Seoul, orang- orang pasti merasa malas untuk keluar rumah. Tapi tentunya nggak untuk Leeteuk, Yesung dan Zhoumi.

“ Jadi.. Mereka bener gagal ya?” Gumam Zhoumi sambil menyeruput cappuccino hangat yang dipesannya tadi. “ Henly sama sekali nggak mau bilang padaku apa ujiannya. Dan ternyata dongsaengdeul kalian juga nggak mau cerita. Kurasa mereka berkomitmen untuk merahasiakannya.”

Brak! Leeteuk menggebrak meja café. Membuat beberapa pasang mata pengunjung tertuju padanya. Namun Leeteuk nggak perduli.

Dia marah. Bukan karena dongsaengnya gagal ujian, tapi karena dongsaengnya memilih menutupi hal ini dari mereka.

“ Tenangkan dirimu, Teukie hyung..” Gumam Yesung. “ Nggak biasanya kau terbawa emosi begini.”

Leeteuk menggeleng cepat. “ Aku harus tahu apa yang terjadi. Dan kalau kalian nggak bisa menjelaskan padaku apa yang terjadi, lebih baik aku langsung menemui Hankyung-sshi dan bertanya padanya. Ujian macam apa yang diberikannya.”

“ Aku setuju.” Jawab Zhoumi. “ Kurasa percuma kalau kita bertanya. Yah, seenggaknya Henly itu namja yang keras kepala dalam pendiriannya. Kalau dia nggak mau cerita, maka dia nggak akan cerita padaku.”

Tapi berbeda dengan Yesung, dia diam dan memilih menghela nafas. “ Ya, hyung.. Zhoumi.. Sekarang aku tanya, nih.. Gimana caranya menemui ketua dari DragonAni itu? Apa kalian punya jalan? Sedangkan kalian tahu, saat kita ke kastilnya dulu itu mereka yang membawa kita.”

Keheningan melanda. Tumben si Yesung ngomongnya bener..

“ Aku nggak bisa membiarkannya. Ne, aku nggak bisa membiarkan mereka gagal tanpa aku tahu alasannya. Dan kalau bisa.. Aku ingin meminta ujian pengulang untuk mereka. Aku nggak bisa melihat mereka berwajah sesedih itu. Menjadi sosok sempurna itu adalah impian mereka, dan kini impian mereka semua hancur dan itu secara nggak langsung juga menghancurkanku.” Suara Leeteuk kembali melembut. Namja itu menopang dagunya sambil menatap ke luar jendela.

Degh! Tubuhnya menegang saat melihat dua orang namja yang bisa dibilang cukup dikenalnya.

“ Itu Shindong dan Siwon?” Gumamnya.

“ Eh? Mana?” Tanya Yesung sambil menatap kearah yang ditatap Leeteuk. Mata sipit namja itu melebar. “ Hyung! Itu memang mereka!” Tanpa sadar Yesung berdiri sambil bertumpu di meja. “ Bukannya disaat begini kita harus mengejar mereka dan mempertemukan kita dengan Hankyung-sshi.”

“ You right, Yesung hyung.” Balas Zhoumi. “ Lalu, kenapa kita masih dududk disini memperhatikan mereka?” Tanyanya gemas dan dibalas dengan tatapan mata ragu dari kedua hyungnya. “ Aiish.. Kalian lemot. Cepat kejar mereka!” Zhoumi berlari meninggalkan tempat mereka.

Dan Leeteuk dan Yesung mengikuti dibelakangany.

Aiish.. Seenggaknya.. Seseorang.. Ada yang mau bayarin minuman mereka yang sebenarnya belum dibayar?

Seorang pelayan hendak meneriaki mereka karena ketiga namja tampan itu belum bayar minumannya. Tapi mulutnya terkunci begitu melihat beberapa lembar uang tergeletak manis di meja mereka. Padahal tadi nggak ada uang. Lalu, siapa yang membayarnya?

(plis deh author, sempet- sempetnya lu ngebahas soal ini! DX)

.

Sementara itu Siwon dan Shindong berjalan santai. Ne, mereka berjalan santai seperti biasa. Namun entah kenapa Leeteuk, Yesung dan Zhoumi nggak bisa mengejar mereka bahkan mendekat pun sangat sulit.

“ Hyung.. Apa sudah cukup jauh?” Tanya Siwon pelan sambil merenggangkan tangannya.

Shindong mengangguk. “ Ne, disini aja bisa deh Siwonnie..”

“ Oke.” Siwon memutar tubuhnya dan menatap tiga namja yang berlari cepat menuju dirinya. Ia mengangkat tangannya dan memperlihatkan telapak tangannya. “ Selamat datang kembali, hyungdeul..” Ucapnya ramah dan saat itu juga cahaya transparan keluar dari tangannya dan menangkap sosok Leeteuk, Yesung dan Zhoumi.

Detik berikutnya, kelima namja itu langsung menghilang ditelan hujan.

0o0o0o0o0

Drok! Drok! Drok!

Sungmin berjalan malas kearah pintu apartemen yang diketuk secara membabi buta. Ia tahu siapa yang datang karena dia bisa merasakannya. Saat pintu terbuka Henry langsung berlari masuk ke apartemen Yesung.

“ Mochi..” Wookie menatapnya ragu.

“ Aiish.. Baru aja apa kalian nggak merasakannya?”

“ Merasakan apa?” Tanya Hyukkie yang sedang duduk sambil menekuk lututnya di atas sofa.

Henry menatap ketiganya kesal. “ Kalian nggak bisa merasakan sebuah kekuatan besar yang tiba- tiba muncul lalu menghilang dengan cepat itu? Aiish.. Kalian ini kok nggak peka sih? Aku tadi merasakannya!”

Ketiga namja itu terkejut mendengar ucapan Henry.

“ Jinjja? Apa Donghae dan yang lainnya?”

“ Aniyo.” Jawab Henry. “ Kubilang kan kekuatan besar. Dan itu artinya kekuatan salah satu dari orang DragonAni.”

Trrrt~ Ponsel Wookie bergetar.

“ Yeoboseyo?” Sapa namja itu ragu. “ Ah, Kyuhyunnie? Wae?” Ketiga namja yang ada diruangan itu menatap Wookie bingung. Berusaha menangkap apa yang dibicarakannya dengan Kyuhyun, namja yang meneleponnya.

Tatapan mata Wookie melebar. Ia langsung berdiri. “ Ji-jinjja?? Ne, ne.. Ka-kami akan segera kesana. Kalian tunggu aja di tempat kita keluar dari wilayah DragonAni itu. Ne, arraseo.. Tenanglah, Kyunnie.. Annyeong.”

“ Waeyo, Wookie?” Hyukkie merasa jantungnya kini berdegup panik.

Bukan hanya Wookie, Sungmin dan Henry juga merasakan hal yang sama. Sesuatu yang buruk pasti sedang terjadi. Bisa dilihat dari raut wajah Wookie yang kacau itu.

“ Seperti yang Henry katakan, Kibum juga merasakan ada kekuatan besar muncul lalu tiba- tiba hilang. Dan disaat yang bersamaan, Kyuhyun benar- benar kehilangan jejak keberadaan Teukie hyung dari dunia ini.” Jelas Wookie perlahan dengan nada serius.

“ Tapi diluar hujan, indera penciuman Kyuhyun kan nggak bisa dipercaya kalau hujan!” Sangkal Hyukkie.

Kali ini Sungmin menggeleng. “ Memang penciuman Kyu nggak bisa digunakan untuk melacak saat hujan. Tapi indera perasanya bisa digunakan untuk mendeteksi berada dimana seseorang. Kalau orang itu menghilang, maka signal dalam dirinya pun lenyap. Setiap orang memiliki signal yang berbeda- beda. Dan aku tahu yang Kyu rasakan adalah signal kehilangan dari Teukie hyung.”

“ Jadi?” Henry meminta penjelasan lebih lanjut.

“ Teukie hyung menghilang bersamaan dengan kekuatan yang Henry rasakan tadi menghilang. Dan karena saat ini pastinya Teukie hyung bersama dengan Yesung hyung dan Zhoumi hyung. Itu artinya mereka bertiga menghilang, atau lebih buruknya.. Dibawa oleh salah satu orang dari DragonAni.” Lanjutnya.

Wookie bergegas menyambar jaketnya. “ Teorinya nanti aja, hyung. Sekarang Donghae hyung, Kibummie dan Kyuhyunnie sedang menuju belakang sekolah, tempat kita keluar dari wilayah DragonAni. Disanalah satu- satunya jalan masuk. Mumpung hujan masih belum berhenti. Itu artinya pintu masuk itu belum tertutup.”

“ Ne, ayo cepat kesana!” Seru Hyukkie menambahi.

.

Lima menit. Ya, para anihuman itu hanya butuh waktu lima menit untuk sampai di tempat yang mereka tuju. Jangan heran, karena mereka para anihuman tentunya. Dan saat Sungmin dan yang lainnya sampai, Donghae, Kibum dan Kyuhyun sudah berada di tempat itu.

Henry yang menggantung di bahu Wookie sebagai koala langsung meloncat dari turun sekalian berubah menjadi sosok manusianya. “ Hyung!” Serunya sambil mendarat di tanah becek dan menatap Donghae, Kibum dan Kyu bergantian. “ Masih bisa?”

Hyukkie dan Sungmin juga ikut meloncat dari Wookie yang terbang dengan menggunakan sayap gagaknya. Wookie sendiri langsung mendarat di tanah.

“ Apa kalian bisa merasakannya?” Gumam Kibum yang matanya masih agak sembab. Namja itu melangkah kesebuah pohon besar dan menyentuh batang besarnya perlahan sambil memejamkan matanya. Ia kembali menatap Henry. “ Coba kau rasakan, Mochi..”

Henry mengangguk dan mendekati Kibum lalu menyentuh pohon itu.

Jangan aneh kenapa hanya kedua orang itu yang menyentuh batang pohon. Karena hanya Kibum dan Henry yang bisa mendeteksi dimana keberadaan kekuatan besar yang muncul atau menghilang.

Henry mengerutkan keningnya. “ Sudah hampir tertutup.”

“ Jadi ini jalan masuknya?” Sungmin mendekati pohon besar itu dan menatap Donghae. “ Kalian sudah mencarinya?”

“ Kami sampai lima menit sebelum hyung sampai. Dan Kibum langsung mencarinya. Ternyata di pohon itulah letak pintu masuknya.” Jelas Donghae. “ Apa.. Kita akan kesana sekarang?” Tanyanya ragu.

“ Tentu!” Kali ini Kyuhyun kelihatan semangat. “ Ayo buka pintu itu secara paksa Kibum hyung, mochi..”

“ Henly, kau siap?” Tanya Kibum memastikan.

Henry mengangguk. “ Ne, hyung..”

Perlahan kedua namja itu saling menautkan tangannya satu sama lain dan berpegangan erat. Satu tangan lainnya di arahkan ke pohon besar itu.

“ Buka!” Seru keduanya bersamaan dan saat itu muncul cahaya putih dengan cepat mengarah ke batang pohon itu.

Wuung~ Sebuah lingkaran hitam muncul di batang pohon itu.

“ Itu pintu masuknya?” Tanya Hyukkie penasaran.

Kibum mengangguk. Dan saat itu dia dan Henry yang pertama masuk ke dalam lingkaran hitam itu. Berikutnya semua anihuman yang tersisa masuk ke dalam lubang hitam itu dan lubang itu tertutup dengan cepat.

0o0o0o0o0o0

~Yesung pov~

Beberapa saat yang lalu kami kembali sadar kalau kami berada di sebuah kastil. Ne, kastil DragonAni yang dulu juga pernah kami datangi saat menghadapi ujian pertama untuk para anihuman yang kami asuh.

Kutatap namja berwibawa yang duduk di kursi kehormatannya.

“ Katakan pada kami apa ujiannya? Dan kenapa dongsaeng kami gagal semua?” Leetek hyung yang bertanya. Suaranya nggak terdengar penuh amarah, tapi penuh dengan keingin tahuan yang dalam.

Aku tahu.. Aku juga sangat ingin tahu dengan apa yang terjadi.

Muak rasanya melihat wajah ketiga dongsaengku tertekuk begitu.

“ Apa kalian ingin tahu?” Tanya Heechul, si cheetah cantik itu dengan nada sinis dan senyum yang nggak kalah sinisnya dengan matanya.

Leeteuk hyung mengangguk. “ Cepat jelaskan.”

“ Tuan.. Kurasa mereka memang harus tahu..” Si cheetah cantik itu duduk di pinggiran kursi Hankyung-sshi dan mengecup pipi namja tampan itu sekilas. “ Agar mereka tahu betapa menyedihkannya ketujuh anihuman kecil itu.”

“ Ya, kau! Jangan mengasihani dongsaengku!” Zhoumi berseru marah.

“ Tenanglah, Zhoumi..” Kutahan bahunya yang sedikit tersentak. Mustahil memang merasa tenang kalau dipanas- panasi begitu. Kutatap kelima anggota DragonAni itu. “ Jebal.. Kalian harus menceritakan pada kami kenapa mereka gagal.”

Hankyung berdiri. “ Mereka gagal karena nggak bisa menjalankan ujiannya dengan baik.”

“ Aku tahu itu. Tapi apa ujiannya sehingga mereka nggak bisa menjalaninya?” Tanya Leeteuk hyung nggak sabar dengan mengepalkan tangannya erat. Hyungku yang bisanya sabar dan tenang ini juga jadi sedikit emosi rupanya.

Kulihat namja berbadan kekar, Kangin berjalan mendekati Hankyung-sshi dan membisikkan sesuatu padanya. Hankyung-sshi tersenyum dan menatap lurus ke belakang kami.

Penasaran, aku menoleh kebelakang dan..

Duar! Pintu kastil itu meledak.

“ Mwo? Apa yang terjadi?” Zhoumi menoleh kaget.

“ Hyung!/Gege!”

Eh? Itu suara para anihuman itu kan?

Dari balik asap yang mengepul itu aku bisa melihat tujuh namja remaja berlari menghampiri kami. Ya, ketujuh namja itu.. Para dongsaeng anihuman kami.

~Yesung pov end~

.

“ Gege!” Henry langsung menghambur memeluk Zhoumi erat. “ Gege.. Gwaenchanayo? Aku khawatir gege terluka lagi.” Namja polos itu melepaskan pelukannya pada Zhoumi dan menatap kedua hyung lainnya.

“ Ne, Henly.. Gwaenchana..” Jawab Zhoumi sambil mengusap kepala dongsaengnya lembut.

“ Hyung!” Wookie dengan manjanya juga langsung memeluk Yesung dan Yesung hanya mengusap bahu namja mungil itu sambil tersenyum lembut.

“ Kalian kok bisa berada disini?” Leeteuk bertanya.

Donghae meraih tangan hyungnya dengan wajah sedih. “ Mian hyung.. Seharusnya hyung nggak usah kesini. Tempat ini terlalu berbahaya..”

Leeteuk tersenyum. “ Aniyo. Aku harus kesini untuk mengetahui apa yang terjadi pada kalian semua.” Jawabnya serius dan kembali menatap Hankyung dan yang lainnya tegas dan tajam. “ Sekarang, lanjutkan pembicaraan kita, Hankyung-sshi.”

“ Baik.” Hankyung kembali duduk di kursinya. “ Ujian keduanya adalah pengorbanan.”

“ Pengorbanan?” Ulang Yesung.

“ Ne. Ujian kedua apakah mereka bisa mengorbankan kalian demi lulus atau naik ke tahap berikutnya. Aku hanya menyuruh mereka memilih.” Hankyung tersenyum ramah sebentar.

Membunuh dibilang hanya? Aiish.. Hankyung hyung.. Kenapa kau jadi jahat?

“ Memilih apa?” Tanya Zhoumi pelan. Entah kenapa jawabannya seakan membuatnya merasa takut.

“ Pertama, mereka harus bisa melukai kalian kalau ingin naik ke tahap berikutnya. Atau mereka bisa membunuh kalian agar bisa langsung lulus dan kuberikan daerah kekuasaan untuk anihuman.”

Degh! Jantung Leeteuk, Yesung dan Zhoumi langsung berdegup keras. Yang benar saja! Membunuh! Para anihuman itu harus membunuh hyung sendiri? Yah, mana mungkin mereka melakukan hal itu.

Leeteuk menatap ketiga dongsaengnya yang kini menunduk. “ Jeongmal?” Tanyanya ragu.

Kyuhyun mengangguk. “ Ne, hyung. Dan kami semua menolak. Kami nggak akan mau menjadi sosok anihuman sempurna kalau harus membunuh hyungdeul. Itu hal mustahil. Dan daripada melakukannya, lebih baik kami semua mundur.”

“ Tapi_” Yesung berusaha berkilah tapi tangan Wookie yang memeluknya erat membuatnya mengurungkan niatnya. Wookie sudah terisak pelan sekarang. Yesung nggak bisa mengucapkan kata- kata yang tepat saat ini.

Zhoumi perlahan memeluk Henry. “ Pabboya.. Hanya karena itu kalian harus rela gagal? Padahal kita kan nggak memiliki hubungan darah.”

“ Meski begitu, hyungdeul tetap sangat berharga. Meski nggak memiliki hubungan, meski berada di dunia yang berbeda. Aku sangat menyayangi Mimi ge.” Balas Henry parau dan kalimat itu mutlak membuat ketiga pengasuh itu bungkam.

Sungmin meraih tangan Yesung lembut. “ Jadi hyung tahu kan kenapa kami memilih mundur..?”

“ Tapi tetap aja aku yang nggak terima..” Balas Yesung serba salah.

Leeteuk kembali menatap Hankyung. “ Apa nggak ada jalan lain?” Tanyanya.

Ketua itu menggeleng.

“ Ah, bukannya ada satu cara.” Potong Heechul cepat. “ Kalian mau tahu?”

“ Apa?”

“ Kalau ketiga pengasuh itu dengan senang hati menyerahkan nyawa mereka, makan para anihuman itu juga akan dinyatakan lulus. Bukankah begitu Tuan?” Tanya Siwon kalem.

Senyum licik terulas diwajah Hankyung. “ Ah benar. Cara itu masih berlaku.”

“ Apa kalian mau?” Kali ini Shindong yang bertanya.

Keheningan melanda ruangan yang luas itu. Tapi berikutnya, Hyukkie langsung menarik Yesung mendekatinya sedangkan Donghae kini menghalangi Teukie yang kini berada dibelakangnya.

“ Andwae! Kami terima kegagalan ini! Dan kalian jangan melukai hyung kami lagi!” Seru Donghae sambil menggeram pelan.

Heechul tersenyum sinis. “ Kau nggak bisa melakukannya kan?”

“ Diam!” Hyukkie berteriak marah dan Yesung langsung menahan lengannya agar dongsaengnya itu nggak mengamuk atau melakukan kekacauan disini.

Heechul tertawa. “ Kalau kalian nggak bisa, biar aku yang melakukannya.”

Kali ini ketujuh anihuman itu tersentak kaget.

Dengan gerakan cepat Heechul meloncat seperti kucing sambil mengibaskan tangannya tiga kali. Tekanan angin bagai sabit mengarah cepat menghantam Leeteuk, Yesung dan Zhoumi. Ya, hanya ketiga orang itu yang terkena.

Bugh! Ketiganya melayang cepat menghantam tembok kastil.

“ Ukh!” Darah keluar dari mulut Zhoumi dan detik itu juga ketiga namja itu nggak bergerak dan memejamkan matanya.

“ Gege!” Henry histeris sambil menangis dan berlari menghampiri Zhoumi. Disentuhnya dada Zhoumi dan dia langsung membeku. “ Andwae! Gege! Ppali! Ppali ireona!! Gege!!”

Keenam anihuman yang masih ditempatnya langsung membeku saat menyadari apa yang terjadi dihadapan mereka.

“ Baiklah.. Kini kunyatakan kalian lulus ujian kedua.” Gumam Hankyung.

“ Lulus..?” Kyuhyun menggeram sambil menoleh menatap Hankyung tajam. “ Lulus katamu!” Namja itu langsung berlari dengan gesit dan melakukan salto di udara.  Sama seperti yang Heechul lakukan. Gerakan tendangannya membentuk tekanan angin yang kuat yang mengarah cepat kearah Hankyung.

Pemimpin itu tetap diam di kursinya. Namun cheetahnya dengan gesit meloncat kehadapannya dan menepis serangan Kyuhyun dengan sangat mudah dengan balasan dari serangannya.

Kyuhyun menggeram menatap Heechul marah. “ Kau.. Kau.. Kau bunuh hyungku!!” Jeritnya menggelegar.

“ Kyu!” Donghae berusaha menenangkan dongsaengnya itu dengan menarik tangannya, tapi Kyuhyun menghentakkan tangan Donghae kencang. “ Kyu! Tenangkan dirimu!”

“ DIAM HYUNG!” Kyuhyun membentak.

Plak! Dengan satu tamparan Sungmin menampar Kyuhyun dan namja itu langsung membeku ditempatnya.

Wookie terisak pilu dalam pelukan Hyukkie, Kibum pun sudah terjatuh lemas sambil menahan tangisnya yang sudah pecah. Henry masih menangis sambil memeluk tubuh Zhoumi yang kini mulai dingin.

“ Jaga emosimu.” Ucap Sungmin dingin.

Kyuhyun diam menunduk. Matanya terasa panas dan akhirnya air matanya tumpah. Akhirnya dia menangis. “ Teukie hyung~”

“ Bukannya ini yang kalian inginkan?” Kangin bersuara. “ Kalian kan lulus dan itu bagus kan? Apalagi yang kalian tangisi? Sekarang kalian bisa kembali dan mayat ketiga namja itu biar kami yang tangani.”

“ Brengsek!” Maki Kyuhyun sambil menyeka air matanya dan kembali menyerang secara membabi buta. Akhirnya terjadi pertarungan berat sebelah antara Kyuhyun melawan Kangin dan Heechul.

“ Kita harus menghentikannya.” Ucap Sungmin yang masih berusaha tenang meski sekarang hatinya hancur berantakan.

Donghae diam. Matanya menatap bergantian kearah teman- teman serta hyungnya. Lalu berhenti menatap Kyuhyun. Hatinya hancur, sakit, dan perih di saat yang bersamaan. Melihat hyungnya dibunuh didepan mata, dan sekarang dongsaengnya bertarung mempertaruhkan nyawanya. Ini terlalu menyakitkan untuknya.

Bugh! Tubuh Kyuhyun terpelanting dan berguling hingga menabrak tembok tepat disamping tubuh Yesung yang kaku dan  mulai pucat.

“ Uhuk!” Kyuhyun mengeluarkan darah dari mulutnya. Dengan lemah ia menatap kearah ketiga hyungnya yang sudah nggak bergerak. “ Hyung~” Air matanya kembali tumpah dan dia menunduk.

Heechul tersenyum sinis. “ Hanya segitu saja kemampuanmu anihuman kecil? Mengecewakan..”

“ Sudah hentikan!” Jerit Hyukkie parau. “ Hentikan.. Hentikan semua.. Hiks..”

Sungmin menghela nafas. Pertahannya runtuh sudah..

Namja itu menutup wajahnya. Menangis.. Bibir mungilnya mengucapkan kata ‘hyung’ dengan sangat lemah.. Diikuti kata mianhae yang diulang- ulang. Ia menyesal telah menjadikan Yesung ataupun kedua hyung lainnya mengalami nasib seperti ini.

“ Hyuung~”

Whuush~

Degh! Anihuman lain langsung menatap kearah Donghae kaget.

Tubuh Donghae diselimuti cahaya merah. Api.. Ya, api! Matanya merah dan dia menatap para DragonAni marah. Sangat marah.

“ Apa yang terjadi hyung!” Kibum berlari menghampiri Donghae namun dia diam saat merasakan hawa panas dari tubuh Donghae. Ia menatap Sungmin. “ Kekuatannya, naik secara pesat hyung! Kita harus bagaimana?”

Sungmin menghapus air matanya. Perlahan api juga bergelung mengitari Sungmin.

“ Hyung!”

“ Kalian.. Harus menebus apa yang kalian lakukan terhadap hyung-ku..” Bisik Sungmin pelan. “ Aaaarrrggghh!!” Namja itu langsung menjerit sambil mengepalkan kedua tangannya.

Mendengar Sungmin menjerit, Donghae ikut menjerit.

“ Aakh..” Kibum yang berada paling dekat dengan mereka langsung terduduk lemas. Sesuatu yang besar merasukinya dan entah kenapa dia nggak bisa menahannya. Antara perasaan marah dan keutuhan pikirannya sedang menguasai dirinya. Saling bertarung siapakah yang akan menang. Dan amarah memenangkannya. “ Huaaa!” Kibum menjerit sejadi- jadinya saat api ikut menyelimutinya.

Dengan adanya tiga kekuatan besar yang tiba- tiba nggak terkendali, keempat anihuman lainnya yang sejak tadi hanya menegang kaku ikut terbawa akan tekanan kekuatan besar itu. Kini tujuh api bergemul memenuhi ruangan itu.

“ Tuan!” Heechul meloncat cepat ke Hankyung sambil berubah menjadi cheetah.

Hankyung duduk sambil tetap tenang dan tersenyum. “ Kita lihat perkembangan mereka. Sekaranglah ujian yang sesungguhnya baru dimulai..

.

.

To be continued~

2 thoughts on “Anihuman // Chapter 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s