Anihuman // Chapter 5

Chapter 4..

First Examination!

.

“ Kita lihat apakah mereka bisa di ujian pertama ini..” Gumam Hankyung sambil mengusap kepala cheetah-nya dengan lembut sambil tersenyum simpul.

Kini ketujuh anihuman mungil itu sudah berlari keluar dari kastil kelompok DragonAni. Mereka memandangi sekeliling mereka yang ternyata sebuah tempat sangat asing yang nggak mereka kenal. Tempat yang benar- benar nggak memiliki hawa keberadaan manusia.

“ Diaman nih?” Tanya Donghae sambil menengadah menatap langit.

Wookie sang gagak menajamkan kemampuannya dalam membaca deru angin. Dia kembali menatap teman- temannya. “ Sekitar dua jam lagi badai akan tiba. Aku tahu kita berada di tengah wilayah yang seperti hutan, tapi badai tetap akan datang.”

“ Kalau begitu kita harus cepat!” Seru Hyukkie panik.

“ Tapi kita harus kemana?” Kali ini Henry si koala menambahi ucapan Hyukkie dengan raut wajah khawatir. Ia takut sesuatu terjadi pada gege kesayangannya plus pengasuhnya itu.
“ Zhoumi ge dan kedua pengasuh lainnya kan nggak diketahui ada dimana. Kita juga nggak mungkin mencari mereka secara asal. Kalian lihat sendiri nih tempat luas banget!”

Sungmin mengangguk. “ Karena itu kita membutuhkan Kyunnie..”

Seakan memahami ucapan Sungmin tadi, Kyuhyun langsung mengangguk dan mengangkat wajahnya tinggi. Cuping hidungnya bergerak mengendus bau yang mungkin aja bisa ditemukannya.

“ Ah, benar juga.. Kyuhyunnie kan anjing. Bisa dimanfaatkan!” Seru Donghae sambil menepuk tangannya.

Kyuhyun bergedik ngeri sambil menatap lurus kedepan lalu ke langit dan satu lagi ia menunduk ke tanah. “ Apa aku nggak salah?”

“ Waeyo?” Tanya Kibum penasaran.

Kyuhyun menoleh menatap Kibum lalu beralih ke arah rekannya yang lain. “ Aku memang terlalu berlebihan. Entah kenapa aku mencium bau tubuh Teukie hyung dari arah langit dan bau tubuh tubuh Yesung hyung di atas permukaan. Namun Zhoumi hyung..”

“ Waeyo? Apa sesuatu terjadi dengan Mimi ge?” Tanya Henry cemas.

Kyuhyun mengernyitkan alisnya bingung. “ Aku kurang bisa memastikan dia berada dimana. Tapi karena aku nggak bisa mencium aromanya dari langit ataupun di permukaan. Ada kemungkinan dia berada di bawah permukaan atau mungkin.. Laut.”

Tentu aja keenam namja itu langsung terkejut.

“ Tunggu! Maksudmu mereka bertiga kepencar begitu?” Kibum menengadah menatap langit. “ Dan Zhoumi hyung.. Bahaya banget kalau dia beneran di daerah laut atau dibawah tanah..”

“ Jadi kita harus membebaskan hyung masing- masing?” Tanya Hyukkie ragu. Ia melirik kearah Henry. “  Masa mochi sendirian. Mana lagi Zhoumi hyung kan di bawah tanah.” Gumamnya ragu sambil mengalihkan tatapannnya ke Sungmin. Saat ini dialah hyung yang paling tua dan bisa diandalkan pastinya.

Sungmin diam sambil menengadah menatap langit. “ Aku punya cara, entah kalian mau gunakan atau nggak.”

“ Apa hyung?” Tanya Donghae penasaran.

Dan Sungmin tersenyum menatap rekan- rekannya bergantian. “ Kita bagi dalam tiga tim. Wookie adalah gagak, dan pastinya ahli dalam hal mengenai udara. Jadi Wookie akan menyelamatkan Teukie hyung. Kyuhyun, anjing pelacak dan berguna di daratan. Jadi Kyu melacak keberadaan Yesung hyung. Dan untuk masalah di dalam permukaan tanah…” Sungmin menatap Kibum penuh arti.

Seakan menyadari arti tatapan Sungmin, Kibum mengangguk. “ Hyung tentu nggak mungkin lupa kalau aku ini jenis pengerat kan?”

Sungmin mengangguk. “ Ne, Kibummie.. Jadi kau bisa kan?”

“ Sippo.” Jawab Kibum. “ Lalu bagaimana dengan sisanya. Hmm.. Hyukkie hyung, Hae hyung, mochi dan hyung sendiri?”

“ Benar hyung. Masa kita yang nggak membantu hanya diam.” Donghae berjalan mendekati Sungmin dengan tatapan nggak terima dan dibalas oleh tawa kecil dari Sungmin. “ Hyung kok ketawa?”

“ Kita yah nggak mungkin tinggal diam pabbo, ya.. Kalau menurutku, biarkan Hyukkie ikut dengan Wookie. Hyukkie kan satu- satunya yang bisa diangkat Wookie. Henry, aku ataupun Hae terlalu besar untuk seekor gagak. Lalu aku akan ikut dengan Kyuhyun. Kelinci nggak berguna di bawah permukaan, kan? Hae dan Henry tentu aja dengan Kibum.”

“ Formasi yang agak maksa.” Koreksi Kyuhyun sambil kembali mengendus. “ Satu hal yang aku kasih tahu yaa.. Aku memang bisa melacak, tapi kalau mereka berada di tempat yang terlalu dekat dengan air, maka indra pelacakku akan buyar. Zhoumi hyung berada di bawah permukaan tanah, kan? Dan itu bisa berarti dia ada di dalam air atau kedalaman tanah yang sangat sulit ditemukan. Dan Wookie hyung bilang akan ada badai dua jam lagi, itu artinya kalau badai datang dan kita belum menemukan mereka bertiga…” Suara Kyuhun menghilang, digantikan tatapan horror darinya.

Dan tentu aja semua anihuman disitu paham betul apa yang dimaksud Kyuhyun.

“ Kemungkinan kita gagal menyelamatkan mereka.” Lanjut Kyuhyun sambil menatap lurus kedepan dengan mata tajamnya.

“ Dan kalau kita gagal, bisa aja ketiga hyung itu akan benar- benar celaka. Bahkan mungkin.. Kehilangan nyawa mereka.” Kibum menambahi ucapan Kyuhyun perlahan. Dengan cepat ia berjalan menjauh sambil menghentakkan kakinya ke permukaan tanah. “ Oke, ayo mulai!”

Saat ia menemukan permukaan tanah yang nggak terlalu keras, Kibum mengarahkan jari telunjuknya kearah tanah.

Suuts! Dan sebuah cahaya biru melesat dari jari tangannya ibarat laser dan langsung menembus ke dalam tanah.

“ Hae hyung dan Henry tunggu sebentar. Aku akan mengecek keadaan dulu.” Kibum berubah menjadi Hamster dan dengan gesit masuk ke dalam lubang kecil yang dibuatnya tadi.

“ Kibummie udah mulai. Ayo Hyukkie hyung.” Kali ini hanya sepasang sayap hitam gagak Wookie yang keluar dan Hyukkie pun ikut menjadi monyet kecil lagi. Wookie terbang rendah agar Hyukkie bisa menjangkaunya. Dan dengan sekali lompatan monyet itu bisa meraih pundak Wookie dan keduanya dengan cepat berlalu menjauh ke arah langit.

“ Apa kita juga harus berubah hyung?” Kyuhyun merentakkan jemarinya sambil tersenyum serius.

Sungmin menggeleng. “ Seenggaknya kemampuan kita bisa berguna tanpa berubah di darat, Kyu.” Gumamnya.

“ Oke. Sampai nanti Hae hyung. Mochi.” Kyuhyun kembali memejamkan matanya dan mengendus. Lalu saat matanya menatap lurus kedepan dia berlari sambil membungkukkan tubuhnya dengan sangat cepat

“ Sampai nanti.” Ucap Sungmin sambil berlari menyusul Kyuhyun. Sungmin memang nggak bisa menyamai Kyuhyun. Tapi ia nggak akan kehilangan Kyuhyun.

Tinggallah Donghae dan Henry yang menunggu kembalinya Kibum.

Degh! Tiba- tiba Donghae terkesiap. Instingnya menangkap bahaya.

“ Minggir Henly!” Serunya sambil menarik Henry menjauh dari lubang kecil yang tadi dibuat Kibum.

“ Wae, hyung?”

Sebelum Donghae sempat menjawab pertannyaan Henry, tiba- tiba ledakan dari dalam tanah terjadi dan tanah itu langsung berhamburan ke segala arah.

“ Hyaa… Kibummie hyung!”

“ Tenanglah..” Donghae berlari mendekati tempat ledakan itu dan menengok kebawah. Dilihatnya Kibum yang sudah kembali dalam wujud manusia berada sekitar lima belas meter di bawahnya. “ Kibummie? Sudah?”

“ Ne, hyung! Turunlah! Aku sudah membuat lorong!”

“ Oke..” Henry yang langsung meloncat turun. Dan untungnya mereka anihuman, loncat ke kedalaman lima belas meter nggak akan membuat mereka cedera. Donghae ikut menyusul Henry. Kini ketiga namja itu menatap ke arah lorong yang sudah jadi dibuat oleh Kibum.

“ Bau Zhoumi hyung bisa kurasakan cukup jelas. Bercampur dengan bau tanah.” Gumam Kibum.

“ Aku.. Mendengar suara air.” Kali ini Donghae menambahkan.

“ Mungkin memang ada air dan itu yan membuat Kyuhyun hyung nggak bisa melacak di dalam tanah dengan mudah.” Tambah Henry sambil menengadah menatap langit. “ Setidaknya hyung.. Kita harus menghawatirkan air dari langit. Karena kalau badai datang, kita akan mati tenggelam disini.”

Ucapan Henry membuat Donghae dan Kibum berubah tegang.

“ Kalau begitu ayo cepat.” Donghae berjalan memimpin dan disusul oleh Kibum dan Henry. Namun Kibum berjalan lebih agak di depan, karena dia masih harus membuat lorong di dalam tanah kan..

0o0o0oo0o0o0

~Zhoumi pov~

Sialan!

Baru juga ujian pertama, kami sudah  terseret begini. Dan apa yang kulihat sekarang? Aku berada di dalam sebuah akuarium raksasa! Aiish, pabboya Zhoumi. Mana ada akuarium raksasa. Lebih tepatnya aku berada di dalam laut.

Dikunci di sebuah kotak tak terlihat yang terletak paling bawah di dasar laut.

Kulihat pasir yang agak basah di bawahku. Bagaimana cara mereka menemukanku? Apa bisa? Lalu dimana Teukie hyung dan Yesung hyung berada? Apa mereka juga berada di dalam laut sepertiku? Aissh.. Yang benar saja!

Kuperhatikan hiu- hiu dan hewan laut yang berenang dihadapanku. Cukup membuatku merinding memang. Siapa yang nggak takut kalau saat ini kehidupannya berada di dalam sangkar? Kalau aku keluar dari sini..

Clash! Kurasakan air memercik ke wajahku. Aku terkesiap saat seekor hiu hendak menerobos pertahanan kotak pelindungku.

Aku hanya bisa menelan ludah. “ Hiu itu.. Sekarang mengincarku.?”

~Zhoumi pov end~

.

“ Kira- kira Teukie hyung di mana..” Gumam Wookie sendirian. Hyukkie nggak mungkin bicara dalam sosok anihuman. Anihuman yang belum sempurna nggak akan bicara dalam sosoknya yang berwujud binatang. Berbeda dengan cheetah Heechul yang memang sudah sempurna itu.

Monyet kecil di pundaknya menatap kesegala arah. Sampai akhirnya matanya menangkap sesuatu yang agak janggal.

Ditariknya kerah baju Wookie.

“ Wae, hyung?”

Tangan kecil Hyukkie menunjuk ke arah yang dilihatnya dan Wookie menoleh ke arah itu. Dilihatnya sebuah tiang yang sangat tinggi menjulang dari bawah. “ Apa itu? Tiang?” Dia langsung mengubah arahnya menuju tiang itu.

Saat mereka berada sekitar sepuluh meter barulah Wookie dan Hyukkie terkejut karena kini sosok Leeteuk tengah tergantung di dalam sebuah sangkar yang terletak di atas ujung tiang itu.

“ Teukie hyung!” Wookie menambah kecepatan terbangnya mendekati Leeteuk. Namun sebelum ia mencapai Leeteuk, sebuah hantaman gelombang udara menyerangnya.

Wookie langsung mundur dengan cepat dan membuat Hyukkie nyaris lepas dari bahunya.

“ Apa itu..?” Ditajamkannya pengelihatannya dan dapat dilihatnya gelombang udara yang sangat cepat menyelubungi wilayah dimana Leeteuk terkurung.

“ Hyung!” Panggil Wookie.

Tapi percuma. Nggak ada reaksi dari Leeteuk. Namja itu tetap diam di dalam sangkarnya. Ia memejamkan matanya. Dan Wookie tersentak saat melihat tekanan udara itu mendekati sangkar Leeteuk dan menhantam sangkar itu kuat hingga membuat tubuh Leeteuk terguncang hebat. Lalu tekanan udara itu kembali beranjak menjauh.

Kini Wookie sadar kenapa hyungnya seakan tertidur. Dia pingsan!

“ Teukie hyung! Aiish.. Bagaimana cara menyelamatkannya!” Serunya frustasi.

.

~Yesung pov~

Aku bagaikana ada di dalam kebun binatang..

Namun bedanya.. Bukan para binatang itu yang sedang kuperhatikan. Tapi akulah yang diperhatikan. Dan yang membuat jantungku berdegup keras saat ini, yang memperhatikanku bukanlah hewan menggemaskan kayak kura- kura. Tapi…

.

.

Sekelompok singa yang kelihatan kelaparan.

Aku merapat semakin ke tepi tebing. Sekelompok hewan pemangsa itu benar- benar siap menerkamku sepertinya.

Sret! Satu hewan paling depan meloncat kearahku.

“ Huwa!” Refleks aku langsung merunduk ngeri namun nggak ada serangan yang kuterima. Kubuka mataku dan kulihat hewan itu kembali ke posisinya. “ Kenapa mereka nggak bisa mendekatku?”

Satu singa lagi melompat kearahku.

Srat! Dan sebelum bisa menghampiriku singa itu seakan terhantam sesuatu yang sangat kuat dan membuatnya terjatuh. Aku berada di sebuah tempat yang nggak bisa dilihat? Tempat itu melindungiku? Yang benar saja!

Tes.. Tes..

Suara air?

Aku menengadah saat melihat aliran air kini muncul dari atasku. Masuk memenuhi ruang tak terlihat yang membungkusku. Dengan mudah air itu membanjiri wilayahku. Padahal permukaanku tanah, tapi air itu nggak meresap dan kini sudah semata kakiku.

Aku… Akan tenggelam!

~Yesung pov end~

.

“ Ya, Yesung hyung! Aromanya memudar!” Seru Kyuhuyn frustasi sambil menengok kebelakang melihat Sungmin. Sepertinya anjing magnae itu nggak berniat mengurangi kecepatan larinya dan nggak terlalu mempermasalahkan Sungmin yang mengejarnya dengan susah payah.

Sungmin berusaha menyamai Kyuhyun. “ Kenapa bisa? Bukannya badai belum datang?”

Kyuhyun diam sejenak. “ Ada dua kemungkinan. Satu, Yesung hyung dalam bahaya dan nyawanya nyaris hilang. Kalau manusia yang sudah mati, maka aroma tubuhnya akan hilang. Dan kemungkinan kedua, saat ini Yesung hyung berada di tempat yang nyaris membutakan indrea penciumanku.”

“ Maksudmu?”

Kyuhyun mengangguk sekali. “ Mungkin.. Di dalam suatu wilayah yang berupa air dan udara. Aish.. Aku nggak pandai mengungkapkannya, hyung..”

“ Kalau begitu.. Kita harus segera, nih..”

.

~Yesung pov~

Air itu kini hampir menyentuh lututku. Aku bergerak ke pinggir dan mencoba mengeluarkanku dari wilayah tak terlihat itu. Dan.. Siip! Aku bisa keluar dari sini!

Tapi..

Bagaimana dengan sekawanan singa itu? Aku nggak mungkin lari menjauh dari mereka dengan mudah. Oh, Kim Yesung! Mereka singa dan kau manusia! Memangnya kau ini pemenang lomba olimpiade lari tercepat segalaksi hingga memiliki kepercayaan diri untuk bisa kabur dari sang raja hutan itu?

Yah, enggak lah!

Tapi kalau di dalam sini.. Aku akan mati tenggelam dengan konyol!

Hah.. Gini aja deh.. Aku yakin dongsaengku pasti akan menyelamatkanku. Aku percaya itu! Karena itu.. Tunggulah sebentar di dalam tempat ini. Yah, aku bisa menahan nafas sedikit kalau airnya sudah menenggelamkanku, kan..?

Ya.. Aku bisa…

~Yesung pov end~

.

Kibum menyentuh permukaan tanah yang belum di hancurkannya. Tangannya meraba tanah itu dengan pelan dan tampang serius. Kemudian ia menoleh menatap Donghae. “ Hyung, coba dengarkan..”

Donghae maju dan menempelkan telinganya di tembok tanah di hadapannya.

“ Apa, sih? Aku ikutan!” Tanpa disuruh Henry ikut menempelkan telinganya di tembok tanah dan dia langsung terkesiap kaget. “ Omona, suara air!” Ia mendekatkan hidungnya ke tanah. “ Dan bau air asin juga sudah tercium.”

“ Berarti memang benar kalau Zhoumi hyung terkurung di dalam laut atau semacamnya.” Gumam Donghae. “ Yang jadi masalahnya, kita harus bagaimana? Kalau tembok penghalang ini di hancurkan, air laut akan langsung menghantam kita. Nggak ada satupun dari kita anihuman air, kan..”

Kibum dan Henry kini terdiam.

“ Benar- benar ujian yang menyusahkan.. Ujian pertama aja sesulit ini. Bagaimana dengan ujian yang berikutnya.” Gerutu Henry sendirian. “ Aiish, Zhoumi gege..” Sepertinya namja koala itu mulai frustasi.

“ Sekarang aku tahu kenapa hanya sedikit sekali anihuman yang berhasil lolos di ujian kelompom DragonAni.” Tambah Donghae sambil mendekatkan tangannya. “ Ne, Kibummie.. Aku ada cara.”

“ Apa hyung?”

Donghae menengadah ke atas. “ Tolong bikin lubang diatas sini yang menyambungkan kita ke permukaan tanah. Kita akan melihat tempat apa di balik dindin tanah ini. Dan kalau memang air, mau nggak mau kita berubah menjadi manusia agar bisa menolong Zhoumi hyung.”

“ Baiklah.”

Henry mundur sedikit dan begitupun Donghae.

Kibum kali ini mengarahkan telapak tangannya ke arah permukaan atasnya. Dan cahaya biru kembali menyeruak menghantam tanah.

DUAR!

Meledak!

Cahaya matahari langsung masuk ke dalam lubang itu. “ Baiklah.. Ayo keluar..” Gumam Donghae cepat sambil berjongkok dan meloncat dengan sangat tinggi hingga mencapai permukaan tanah. Begitupun dengan Kibum dan Henry.

Ketiga namja itu langsung melongo saat melihat pemandangan apa yang menanti mereka.

Laut lepas…

“ Bagaimana cara menemukan Zhoumi hyung.. Di laut seluas ini?” Gumam Henry lemas.

0o0o0o0o0o0

Wookie terbang mendekati gelomban udara itu perlahan dan saat ia mendekat tiba- tiba gelombang itu menghantamnya lagi dan membuat Wookie terpelanting.

“ Hyaa! Sial! Kalau gini bagaimana caranya aku menyelamatkan Teukie hyung?”

Dicobanya lagi untuk mendekati gelombang udara itu sebelum gelombang itu menghantam sangkar yang mengurung Leeteuk, dan seperti tadi. Gelombang itu menyerang Wookie dan Wookie buru- buru terbang mundur.

Gelombang itu menghantam setiap hal yang berusaha mendekatinya. Jadi begitu, ya?

Wookie terbang memutari wilayah gelombang itu dengan berhati- hati. Saat ia sedikit mendekat, gelombang itu kembali menyerangnya. Tapi kini tatapan matanya tertuju pada satu hal yang minus nggak diserang. Ketemu.. Titik kelemahan si gelombang itu. Dia menyeringai.

“ Hyukkie hyung mau membantu?”

Hyukkie mengangguk dan menatap Wookie serius.

Namja mungil itu menengadah menatap ujung tiang. “ Aku akan mengorbankan tubuhku agar gelombang itu terpusat padaku. Dan saat itu hyung meloncat melewati gelombang itu dari bagian atas dan hancurkan sangkar itu.”

Hyukkie kecil mengangguk.

Saat itu juga Wookie terbang cepat kearah gelombang udara itu dan menyadari gerakan Wookie, gelombang itu bersiap menghantamnya lagi. “ Sekarang!” Seru Wookie sambil terbang agak ke atas dan Hyukkie langsung meloncat melewati lingkaran gelombang itu.

Bugh! Wookie terpental cukup keras.

Kregegh! Saat melewati lingkaran gelombang udara itu, Hyukkie kembali menjadi sosok manusia dan langsung bertengger di atas sangkar yang mengurung Teuki. “ Hyung! Bangun!” Serunya sambil berpegang pada jeruji besi dibawahnya.

Dan karena merasakan keberadaan Hyukkie, tenaga gelombang itu langsung menghantam sangkar itu dan membuat Hyukkie oleng seketika.

“ Hyung!”

“ Aiish!” Hyukkie terpeleset dan nyaris jatuh. Untungnya namja itu sangat lihai dan berpegangan di jeruji besi sangkar dan kini dia melayang- layang.” Kalau jatuh, aku pasti mati..” Gumamnya ngeri sambil menengadah menatap sosok Leeteuk yang masih pingsan. “ Ooy, hyung! Bangun! Sekarang ketiga dongsaengmu sangat mencemaskanmu!”

“ Hyukki hyung.. Hancurkan jeruji besi dan keluarkan Teuki hyung secara paksa. Aku akan menangkap kalian!” Wookie berputar cepat untuk mengalihkan kekuatan gelombang yang sedari tadi ingin menghantam Hyukkie lagi.

“ Pabbo! Kau mana bisa!”

“ Nggak ada jalan lagi! Cepat!”

“ Hyung! Buka matamu!”

.

~Yesung pov~

Kututup mulut dan hidungku. Sialan! Air ini memang membuatku hancur. Aku sudah tenggelam penuh sekarang. Di dalam sini aku akan mati kehabisan nafas sedangkan kalau aku melangkah keluar aku akan jadi santapan para singa kelaparan itu, kan?

“ Argh!” Mulutku nggak kuasa bertahan lagi. Refleks aku membuka mulutku dan air langsung masuk membasahi tenggorokan dan paru- paruku. Buru- buru aku menutup mulutku. Sesak rasanya.. Aku butuh oksigen!

Perlahan kakiku melangkah mendekati pinggiran  wilayah tak terlihat yang mengurungku. Aku harus keluar! Aku nggak mau mati di dalam sini!

Brush! Aku melemparkan tubuhku keluar dari kotak air itu.

“ Heh.. Hah.. Heh..”

Aku nggak punya banyak waktu untuk bersantai. Kematian part dua kini berada di hadapanku lagi. Dengan sekuat tenaga aku berdiri. Susah pastinya, mengingat kalau aku nyaris mati kehabisan oksigen dan kini harus berlari.

Masa bodoh!

Yang penting aku harus selamat!

Aku langsung berlari dengan terhuyung meninggalkan kerumunan singa buas itu. Tentu aja singa- singa itu semakin bernafsu untuk mencabik dagingku. Nggak ada hal lain yang lebih mengasyikan dari mangsa yang berusaha kabur, kan? Kurasa aku bisa memahami perasaan para hewan buas itu.

Sragh! Seekor singa sudah melompat di hadapanku dan menghadangku.

Aku langsung berhenti. Sialan… Aku terkepung!

“ Hyung! Awas!”

Eh? Suara Sungmin?

“ Heah!”

Bugh! Kulihat singa yang tadi menghadang dihadapanku sudah terpental cukup jauh karena tendangan dari sang bunny Min-ku yang paling kuat.

“ Sungmin..?”

“ Hyung! Gwaenchanayo?”

~Yesung pov end~

.

“ Aku akan menyelam!” Seru Henry sambil melepaskan sepatunya dengan terburu- buru. Ia sudah menunggu cukup lama hanya untuk berpikir bagaimana cara menyelamatkan Zhoumi di dalam laut. Sedangkan cuaca semakin buruk dan badai akan segera datang.

Donghae menarik tangan Henry sebelum namja manis itu nekat menceburkan dirinya. “ Pabbo! Kemungkinan besar Zhoumi hyung berada di dasar laut. Kau nggak tahu seberapa dalam laut ini? Badai akan datang, dan kalau kau nggak bisa membawa Zhoumi hyung kembali tepat waktu kalian berdua lah yang akan mati!”

“ Memangnya aku perduli! Pokoknya aku mau menyelamatkan gege-ku! Dia yang paling penting. Persetan buat ujian dan anihuman sempurna! Gege!” Henry menghentakkan tangan Donghae kuat- kuat. Matanya merah karena menahan tangis. Tapi ia masih terlihat berusaha tegar.

Kibum menghela nafas. “ Tapi Hae hyung benar, mochi… Kita harus mempersiapkan rencana..”

“ Rencana apa, hyung!”

Kibum memutar bola matanya mencari ide. Namun nihil, ia nggak punya ide sama sekali.

“ Ya, hyung! Kau aja nggak punya ide, kan?”

“ Dengar mochi.. Meski kita dalam keadaan kacau. Kita tetap harus berpikir tenang. Kau pikir aku  nggak menghawatirkan keadaan Teukie hyung, hah? Aku juga khawatir. Tapi aku harus tetap tenang.” Jelas Donghae perlahan dengan bijaksana.

Henry diam memandangi Donghae dan Kibum lalu menatap permukaan laut. “ Arraseo, hyung…”

“ Karena itu_”

“ Karena itu aku akan tetap menyelamatkannya!” Henry memotong ucapan Kibum dan langsung meloncat ke dalam laut.

“ Henry!” Seru Kibum kaget melihat aksi nekat namja itu.

Donghae langsung mendengus marah. “ Dasar pabbo! Kibummie, tunggu sini! Aku akan menyusulnya!” Donghae langsung meloncat masuk ke dalam laut dan tentu aja Kibum nggak sempat menghentikannya.

“ Aiish.. Dasar mereka berdua!” Kibum menendang batu kecil dengan gusar. Di remasnya jari- jarinya khawatir. “ Oke, Kim Kibum.. Kau harus percaya. Percaya kalau mereka akan berhasil.”

.

~Leeteuk pov~

“ Hyung!”

Suara siapa itu..?

Aiish.. Kepalaku sakit..

Perlahan kubuka mataku dan kulihat Hyukkie sedang bergantung dengan berpegangan pada jeruju besi yang mengurungku. Benar! Aku dikurung. Tadi saat aku sadar aku sudah berada di sangkar di ujung tiang ini dan sesuatu yang nggak terlihat langsung menghantam sangkar besi ini lalu kepalaku terbentur dan aku.. Pingsan..?

Memalukan!

“ Hyukkie!” Seruku.

Namja itu tersenyum lega. “ Syukurlah akhirnya hyung sadar. Sejak tadi aku mau mengeluarkan hyung, namun susah karena hyung pingsan.”

Aku menengadah menatap Wookie yang tengah terbang berputar- putar dengan kecepatan yang tinggi. Kenapa dia?

Tunggu.. Itu apa?

Sesuatu yang tertangkap mataku. Samar dan hanya terlihat seperti angin yang mengelilingi sangkar ini. Dia menyerang Wookie? Apakah itu sesuatu yang menghantam sangkar ini?

“ Hyukkie hyung, cepatlah!”

“ Mana ketiga dongsaengku?” Tanyaku cepat.

Hyukkie meringis. “ Nanti aja kuceritakan. Sekarang hyung minggir ke samping.” Namja itu mencengkram jeruji besi dengan kedua tangannya.

Aku hanya menurut tanpa tahu apa yang akan dilakukannya.

“ Mungkin hyung akan sedikit terluka. Tapi ini satu- satunya cara agar kita selamat.”

“ Cepat Hyukkie hyung!”

“ Ne!” Hyukkie berubah serius. Kedua tangannya menggenggam erat jeruji besi yang kini kelihatan menguap dan memuai. Besi akan memuai kalau terkena panas yang besar kan? Apa dia akan..

Duar! Jeruji besinya meledak.

Dan aku…

Melayang jatuh! Bersama dengan Hyukkie!

Tapi aku tetap harus menyelamatkan Hyukkie yang berada di bawahku. Tangan namja itu mengarah keatas dan dengan susah payah kuraih tangannya hingga akhirnya berhasil kugenggam tangan Hyukkie.

Sret! Kurasakan tangan lainnya menarikku.

Aku menengadah dan kulihat kini Wookie sudah memegangiku dengan dua tangan dan dengan susah payah.

“ Wookie!”

“ Hyu-hyukkie hyung.. Berubahlah.. Aku nggak kuat lagi..”

Zreeet!! Wookie terlalu kecil untuk menahan berat kami berdua. Kami bertiga melayang jatuh ke bawah meski Wookie setengah mati bertahan mengepakkan sayap gagaknya. Tapi apa gunanya? Bebannya terlalu berat.

Dengan sekuat tenaga kutarik Hyukkie keatas dan namja itu langsung berubah menjadi monyet. Tanpa acara kaget- kagetan aku langsung memeluk monyet itu dan memasukannya ke dalam jaketku.

“ Lebih baik!” Seru Wookie tertahan dan kami sudah nggak lagi melesat turun ke bawah. “ Hyuh.. Satu orang selamat akhirnya..” Gumamnya lagi dengan lega.

Satu orang selamat… Apa aitu artinya Yesung dan Zhoumi juga dalam bahaya dan para anihuman ini.. Harus menyelamatkan kami.. Inikah ujian tahap pertamanya? Astaga.. Ternyata menjadi anihuman nggak semenyenangkan yang aku duga.

~Leeteuk pov end~

0o0o0o0o0o0

Hankyung duduk di singasananya sambil memperhatikan sebuah gambar yang tampak di cahaya putih yang menghadap dihadapannya. “ Jadi sudah berhasil satu orang?”

“ Apa menurut Tuan mereka akan berhasil di ujian tahap pertama ini?” Tanya gorilla Kangin yang kini sudah berwujud manusia.

Hankyung tersenyum ramah. “ Entah kenapa aku yakin mereka akan berhasil.”

“ Ne, kalau Tuan bilan begitu aku juga akan percaya.” Gumam Shindong sambil memakan keripik kentang ukuran besar dengan rakusnya di sebelah Kangin.

Sedangkan sang cheetah cantik itu hanya menatap tajam ke arah gambar yang sedang mereka perhatikan. “ Hmm.. Kita lihat aja nanti.”

“ Percayalah, Heechullie hyung..” Tambah Siwon bijaksana.

.

~Yesung pov~

Sungmin dan.. Kyuhyun?

Kenapa hanya mereka berdua? Dimana yang lainnya!

“ Minggir kau singa jelek!” Seru Kyuhyun sambil menahan serangan seekor singa besar yang berdiri mencapai tingginya. Cakarnya menembus kedalam kulit Kyuhyun namun namja itu sama sekali nggak merasakan sakit.

Dugh! Kyuhyun menendang singa itu. Anihuman sangat hebat. Mereka terlalu tangguh. Mesin yang sangat menakjubkan. Sayangnya mereka bukan mesin, Yesung..

“ Nggak akan ada gunanya kalau kita menghabisi mereka.” Kulirik Sungmin yang kelihatan sudah agak lelah. Aiish, disaat begini seandainya aja aku berguna sedikit aja!

Kyuhyun meloncat menghindari singa yang menerjangnya. “ Kita lari!”

“ Ya! Hanya itu satu- satunya cara!” Balas Sungmin cepat.

Dan aku hanya bisa diam saja melihat kelakukan dua dongsaeng mudaku itu.

“ Mian hyung.” Setelah mengatakan hal itu Sungmin langsung menarikku naik ke pundaknya dan menggendongku di pundakknya. Asataga!! Aku di gendong dongsaengku sendiri? Hyung macam apa aku yang malah dilindungi dongsaengnya?

Sungmin dan Kyuhyun langsung berlari secepat mungkin.

Keduanya terlalu cepat. Apa ini salah satu kemampuan anihuman? Ya, meski sudah tiga bulan jadi pengasuh, ketiga dongsaengku nggak pernah menunjukkan kekuatan mereka selain kemampuan berubah wujudnya saja.

Aku menengok kebelakang. Omona.. Kami dikejar.

“ Mereka nggak melepaskan kita!” Seruku.

Kyuhyun langsung berhenti dan memutar tubuhnya sedangkan Sungmin terus berlari. Dari tempatku yang semakin menjauh dari Kyuhyun, kulihat namja itu mengeluarkan sesuatu yang membuatnya kelihatan bersinar dan detik itu juga dia langsung menyusul kami.

“ Beres!” Kulihat senyum kebanggaan terulas di bibir Kyuhyun. “ Tinggal menunggu apakah Teukie hyung dan Zhoumi hyung selamat.”

Bisa kulihat paras khawatir kini menyelimutinya.

Iya, dia pasti sangat mengkhawatirkan Teukie hyung.

~Yesung pov end~

.

~Zhoumi pov~

Crash! Hiu- hiu itu memang nggak berniat melupakanku. Mangsa yang berada di dalam sangkar di hadapannya. Mau gimana lagi? Merela hanya hewan yang mengerti akan insting dan makan. Nggak lebih..

Wilayah yang mengurungku ini sepertinya akan segera hancur. Kenapa?

Karena setiap hiu itu menubrukkan tubuhnya, wilayah ini kelihatan semakin kecil dan rapuh. Bisa kulihat dari intensitas air yang terpercik membasahiku. Apa akan ada orang yang menyelamatkanku?

Henly..

Jangan! Dia nggak boleh menyelamatkanku!

Disini banyak hiu buas dan kalau dia nekat menyelamatkanku, dia akan berada dalam bahaya besar. Tuhan.. Siapa aja boleh menyelamatkanku.. Tapi nggak untuk anak itu. Aku nggak mau dia terluka.

Srat!

Duar!

Aku tersentak saat terumbu karang di sampingku meledak karema cahaya yang datang dari suatu arah. Beberapa hiu langsung menghindar sebelum mereka tertiban oleh terumbu karang raksasa itu.

Kupicingkan mataku agar bisa melihat sosok yang kini berenang dengan cepat ke arahku.

Tuhan nggak mengabulkan doaku rupanya..

“ He-henly!” Seruku frustasi saat kulihat namja itu berenang kearahku. Agak jauh dibelakangnya aku bisa menangkap sosok Hae yang berusaha menyamai kecepatan renang Henry. Namun gagal. Henry-ku terlalu cepat.

~Zhoumi pov end~

.

Henry tersentak saat seekor hiu besar kini membelok kearahnya dan dengan gerakan cepat hendak menyerangnya. Deretan gigi tajamnya mengincar tubuh Henry pastinya.

“ Henly!” Seru Zhoumi histeris karena kini yang dilihatnya adalah sosok mungil Henry yang sudah berkelit melawan hiu yang ukurannya menyamai Henry itu.

Bugh! Donghae salto di dalam air dan menendang hiu itu menjauh dari Henry.

Kedua namja itu melakukan kontak pikiran.

“ Kalian! Cepat pergi!” Seru Zhoumi akhirnya.Namun bukannya menurut dan  memang mereka nggak mungkin menurut. Henry langsung berenang ke tempat Zhoumi sedangkan Donghae menghabisi semua hiu yang berusaha memangsa Henry

Blush! Henry masuk ke wilayah kering Zhoumi.

“ Gege!” Namja mungil itu langsung memeluk gegenya erat.

Zhoumi mengusap kepala Henry lembut. Namun ia sangat sadar ini bukan saatnya untuk saling berbagi rasa dengan dongsaengnya itu. “ Kau dan Hae harus segera keluar dari sini!” Serunya cepat sambil mendorong Henry agar melepaskan pelukannya. “ Aku bisa bertahan, tapi kalian berdua nggak boleh mati konyol disini!”

“ Aniyo!” Bantah Henry. “ Aku akan mengeluarkan gege. Bagaimanapun caranya!”

Zhoumi terpaku menatap dongsaengnya.

Mata Henry menatap lurus ke Donghae yan sedang berenang menhindar dari hantaman para hiu itu. Meski Donghae nggak membalas tatapannya, tapi kini keduanya seperti biasa, melakukan kontak pikiran.

“ Sudah! Modal nekat. Asal gege percaya padaku dan Hae gege, kita pasti selamat!” Seru Henry penuh keyakinan. Kini ia menengadah agar bisa menatap mata hyungnya dalam- dalam. “ Gege.. Percaya padaku kan?”

Zhoumi mengangguk. “ Ya, aku percaya padamu.”

Senyum lebar terulas di wajah imut Henry. “ Xie xie, gege..” Ucapnya seraya menarik tangan Zhoumi keluar dari wilayah pertahanannya itu. Henry langsung menggerakkan kedua tangan dan kakinya berenang melawan arus.

Tentu aja Zhoumi bukan sosok hyung yang mau- mau aja diseret dongsaengnya. Ia berenang menyusul Henry dan gantian kini menarik tangan Henry.

Seekor hiu melihat gerakan mereka dan langsung berenang cepat untuk menyerang kedua namja itu.

Jangan harap! Aku nggak akan membiarkan siapapun terluka!

Donghae langsung berenang cepat dan menendang hiu itu hingga hewan malang itu menabrka batu karang. Dengan cepat Donghae berenang kearah Zhoumi dan Henry dan menarik keduanya. Meski dia kucin, dalam wujud manusia dia tetap bisa berenang.

Hanya saja.. Kini nafasnya tinggal sedikit yang tersisa..

Badai akan datang!

Donghae menambah kecepatannya berenang. Para hiu nggak lagi mengejar, mungkin karena hewan- hewan itu bisa merasakan bahaya yang akan datang sebentar lagi. Donghae berenang cepat agar bisa terhindar badai dan mengambil oksigen di atas sana!

“ Huaah!” Donghae menyembulkan kepalanya keluar dari dalam air.

“ Hyung!” Seru Kibum agak lega saat ia melihat hyungnya keluar dari dalam air. “ Cepat naik! Badai sudah tiba!” Kibum meloncat ke dalam laut dan langsung menarik Donghae yang sudah kelelahan dan membawanya ke tepi. Ditariknya Donghae yang sudah lemas. Raut wajahnya tiba- tiba menegang.

“ Mana Zhoumi hyung dan mochi!” Serunya sadar.

Donghae langsung tersentak. “ Me-mereka nggak ada? Tadi mereka ada dibawahku!”

“ Aiish!” Kibum langsung berdiri dan berlari hendak kembali menyelam, namun Donghae menahannya dan saat itu juga ombak besar menghentikan langkah namja itu.

“ Badai sudah datang!” Seru Donghae panik.

.

Wookie terpaksa mendarat di sebuah pohon besar. Hyukkie langsung keluar dari balik jaket Teukie dan kembali berubah menjadi manusia. Mata sipitnya menengadah menatap langit yang kini sudah menurunkan butiran air yang sangat deras.

“ Bagaimana dengan yang lain..” Gumam Wookie. “ Yesungie hyung..”

“ Yesung pasti selamat.” Gumam Leeteuk sambil merangkul bahu namja mungil di sampingnya dan menarik Hyukkie agar merapat juga padanya. Setidaknya, dia sebagai hyung saat itu harus bisa menenangkan dongsaengnya yang cemas, kan?

Wookie menunduk sambil mengangguk. “ Aku percaya kalau mereka akan selamat..”

“ Ne, Wookie.. Semangat!” Seru Hyukkie ikut menenangkan.

Srat! Tiba- tiba kedatangan seekor cheetah dan kuda putih dihadapan mereka membuat ketiga namja itu tersentak.

“ Heechul hyung?” Ucap Hyukkie ragu.

Cheetah bermata tajam itu mendengus. “ Ikut aku cepat!” Serunya.

“ Kami akan membawa kalian kembali ke kastil.” Tambah Siwon dengan cepat sambil mengepakkan sayap di balik tubuhnya.

.

“ Kita terpaka berteduh sampai badai berhenti..” Gumam Sungmin sambil memeras ujung kaos pink-nya yang sudah basah kuyup. Udara dingin kini mulai menyesapi tubuhnya yang sudah menggigil pelan.

Yesung langsung memeluk dongsaengnya itu. “ Gwaenchanayo, Minnie?”

“ Ne, hyung.” Jawab Sungmin sambil tersenyum.

Yesung mengalihkan pandangannya ke sosok Kyuhyun yang memilih untuk menyendiri agak jauh sambil menatap langut dengan tatapan khawatir. Saat ini indra penciumannya mati sudah. Dan ia nggak tahu apakah hyungnya di langit sudah selamat atau belum.

Perlahan Yesung mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Kyuhyun yang dingin. Namja itu menoleh kaget menatap Yesung yang kini tersenyum.

“ Kau percaya pada kedua dongsaengku kan? Teukie hyung pasti selamat.”

Kyuhyun mengangguk pelan sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum. “ Aku percaya, hyung.. Setidaknya, Wookie hyung dan Hyukkie hyung nggak mungkin membiarkan hyungku kenapa- kenapa, kan..”

“ Kau benar, Kyunnie..” Balas Sungmin.

Drop! Drop! Suara derap langkah yang besar kini terdengar. Dan terlihatlah seekor gorilla dan mamooth berjalan mendekati mereka.

“ Kalian…?”

“ Ayo. Kalian harus kembali ke kastil kami.” Ucap si gorilla Kangin santai sambil mengangkat tubuh Yesung dan menaikannya ke pundaknya.

Mamooth Shindong langsung menggerakkan belalainya untuk menankap Kyuhyun dan Sungmin lalu mendudukkannya di atas tubuh gemuk dan kerasnya. Dengan cepat kedua hewan bertubuh besar itu langsung berlari kencang.

.

Dengan sekuat tenaga Zhoumi memeluk Henry yang sudah setengah pingsan. Gelombang air yang sangat kuat membuat kedua namja itu terombang- ambing nggak tentu arah. Kadang keduanya menyembul ke permukaan, namun kadang langsung tenggelam lagi.

Sial.. Bertahanlah, Henly..

Sret~ Zhoumi merasakan tangan Henry menggenggam kemejanya pelan sambil mengeratkan pelukannya.

Kita akan baik- baik aja gege~

Satu ucapan yang bukan dari dalam pikiran Zhoumi kini masuk ke dalam otaknya. Yupz, itu pikiran Henry. Dan entah kenapa Zhoumi bisa mendengarnya atau lebih tepatnya entah kenapa Henry bisa mengirimkannya kepada Zhoumi. Padahal dia bukan anihuman.

Perlahan pandangan Zhoumi memudar.

Ia sudah nggak kuat..

Terlalu banyak air yang ditelannya dan ia terlalu lelah bertaha meski dalam hatinya dengan sekuat tenaga menyuruhnya untuk bertahan demi Henry.

Namun ia sudah nggak sanggup..

Perlahan pelukannya pada Henry melemah, gantian kini sang namja koala yang berusaha memeganginya.

Gege!

Sret! Tiba- tiba sesuatu berwarna hijau dan agak besar dan bergeliat lembut melilit tubuh keduanya. Sesuatu berwarna hijau itu langsung membawa Zhoumi dan Henry keluar dari laut.

0o0o0o0o0o0

Zhoumi membuka matanya perlahan dan ia langsung tersentak mendapati dirinya sudah berada di dalam kasti DragonAnin lagi. Namja super tampan itu langsung bangund an dilihatnya ketujuh anihuman dan dua pengasuh tengah duduk di lantai dengan tampang kelelahan.

“ Gege!” Henry yang sudah sadar duluan langsung memeluk gegenya sambil teriak lega.

Zhoumi menatap Leeteuk dan Yesung bergantian. “ Kalian.. Selamat..?”

“ Nyaris mati.” Jawab Yesung sekenanya.

Leeteuk tersenyum. “ Untuklah kau sudah sadar, Zhoumi..”

Kali ini namja itu hanya mengangguk karena keberadaan empat orang lainnya kini menyita perhatiannya.

Hankyung tersenyum ramah. “ Aku tak akan membuang waktu. Akan kujelaskan poin yang kuambil dari ujian tahap pertama.”

“ Poin?” Ulang Leeteuk kurang mengerti.

“ Ujian pertama adalah pertahana hati. Diaman kalian para anihuman diminta untuk saling mempercayai satu sama lain. Nggak mudah menyerah dan saling bekerja sama dalam hal seperti apapun. Mencoba berpikiran tenang dan menggunakan kesempatan sebaik- baiknya. Dan kulihat kalian bertujuh sudah bisa melewati tahap itu.” Jelas Hankyung sangat jelas dan mudah dipahami.

Tentunya ketujuh anihuman itu langsung melongo.

“ Tapi.. Apa gunanya?” Tanya Hyukkie penasaran.

Hankyung tersenyum. “ Karena anihuman harus memiliki hati yang kuat. Hati yang nggak mudah terpatahkan. Anihuman itu sama seperti manusia, karena itu aku menguji sifat- sifat kemanusiaan kalian tentang sebuah pengorbanan. Dan kalian semua berhasil..”

Kali ini tatapan mata ketujuh anihuman itu berbinar.

“ Jadi, kita lulus di ujian tahap pertama?” Tanya Donghae nggak percaya.

Hankyung mengangguk. “ Chukkae..”

“ Yeaah!” Ketujuh anihuman itu bersorak. Meski masih lelah, tapi nggak ada yang bisa menghalangi kebahagiaan mereka.

Hankyung tersenyum lembut. “ Kalian para pengasuh juga sangat hebat. Percaya pada dongsaeng sendiri sampai akhir. Terima kasih atas kerja samanya dan maaf karena melibatkan kalian.” Namja itu menundukkan kepalanya sopan.

Leeteuk tersenyum dan mengangguk sambil mengusap kepala ketiga dongsaengnya yang masih kegirangan. “ Arraseo, Hankyung-sshi.. Kami juga bisa memahaminya, kok..”

“ Ne.” Jawab Yesung singkat.

Zhoumi hanya mengangguk.

“ Baiklah.. Sampai bertemu di ujian tahap kedua.”

Saat itu juga cahaya terang menyelimuti kesepuluh namja itu dan mereka sudah kembali ke dunia mereka sendiri.

.

.

~To be continued~

2 thoughts on “Anihuman // Chapter 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s