Anihuman // Chapter 4

Chapter 4!

Start Exam!

.

.

“ Sialan.. Kenapa kita harus kebagian jatah mereka, sih?” Desis Kyuhyun kesal bercampur frustasi.

Leeteuk menoleh menatap dongsaengnya itu. “ Waeyo, Kyu? Apa mereka menakutkan?”

“ Sangat.” Hyukkie yang menjawab. “ Para anihuman yang terpencar akan diuji oleh pemilik tempat dimana mereka hidup. Kami nggak sama sekali tahu tentang pemilik daerah yang kami tinggali sebelum menempuh ujian. Dari semua pemilik, ada satu kelompok yang ditakuti para peserta ujian. DragonAni.” Jelas Hyukkie pelan- pelan.

Namja tinggi berambut merah itu mengerutkan keningnya. “ DragonAni?”

Hyukkie mengangguk. “ Ne. Pemilik mereka adalaha anihuman naga. Sosok terkuat dan anak buahnya juga yang terkuat.”

“ Namja cantik itu adalah Kim Heechul, anihuman berjenis cheetah yang menakutkan. Lalu yang paling tinggi dan tampan itu anihuman Pegasus, kuda bersayap, Choi Siwon. Yang berbadan kekar anihuman gorilla, Kim Kangin dan yang terakhir adalah anihuman jenis mamooth. Shin Donghee atau biasa dipanggil Shindong.” Gantian kali ini Sungmin yang menjelaskan.

Leeteuk, Yesung dan namja tinggi itu hanya mengangguk paham.

Sepertinya sang namja cantik, Heechul adalah pemimpin ketiganya. Dengan anggun ia berjalan mendekati sekumpulan namja itu. Kyuhyun yang berinsting paling kuat mundur selangkah. Dan Heechul menyeringai tajam.

“ Ujian akan dimulai beberapa hari lagi. Kelompok kalian sudah lengkap. Lee Sungmin kelinci, Lee Hyukjae monyet, Lee Donghae kucing, Kim Ryeowook gagak, Kim Kibum hamster, Cho Kyuhyun anjing dan Henry Lau koala. Kalian satu kelompok. Selamat datang di wilayah DragonAni. Sampai bertemu lagi..” Ucapnya dan saat itu juga angin lagi- lagi berhembus sangat kencang dan membuat dedaunan dan debu menyelimuti keempat namja itu.

Setelah angin berhenti entah kenapa keadaan kembali menjadi seperti semula. Mereka berada di dalam kelas Leeteuk dan para mahasiswa juga songsaengnim itu kembali seperti semula.

Songsaengnim melotot melihat sekumpulan namja -enam dengan seragam SMA dan tiga tak dikenal- berdiri di kelasnya. “ Kalian semua! Keluar dari sini!” Hardiknya marah besar.

“ Hyaa!” Sekelompok namja itu -termasuk Leeteuk- langsung berlari kabur keluar dari kelas Leeteuk.

“ Sialan mereka.. Seenggaknya nyari tempat yang bagus dong kalau mau mengembalikan kita!” Seru Hyukkie kesal sambil terus berlari.

Leeteuk seketika itu langsung berhenti dan menatap teman- temannya yang masih sibuk lari kocar- kacir. Bahkan si namja tinggi dan bocah koala itu dengan tampang nggak ngerti apa- apa cuma mengikuti langkah Yesung dan yang lainnya.

“ Kenapa aku juga lari? Itu kan kelasku!” Seru sang angel merutukki ke-pabboannya sendiri. Ckck..

0o0o0o0o0o0

~Leeteuk pov~

Yap! Ujian.. Satu kata itu yang kini membuatku terfokus. Seandainya itu ujian di universitasku sih aku akan belajar keras, tapi ini ujian yang lain. Ujian buat ketiga donsaeng anihumanku yang manis- manis *coret* menyebalkan *coret* oke.. aku nggak bisa menjelaskan sifat mereka. (kalau gitu ngga usah kebanyakan ngomong!)

Hari ini, tepat keeseokan harinya setelah bertemu dengan keempat namja super itu (dikata superman kali). Dan hari ini juga ada dua namja baru.

Kutatap namja super tinggi berambut merah menyala dengan raut wajah super tampan. Eitz, ini bukan yaoi! Aku hanya memuji tapi tetap aja akulah yang paling tampan disini. (omaigat hyung! kau terlalu narsis!)

“ Ne, namaku Zhoumi. Hanya Zhoumi dan selamanya Zhoumi.” Dia memperkenalkan diri dengan cara yang unik. Kayaknya bertambah lagi nih kumpulan namja bodoh disekitarku. Dia kembali membuka mulutnya. “ Namja paling tampan dari Cina bersama dengan koala terimut sedunia.”

Sumpah! Ini sih narsisnya udah parah!

Namja yang satu lagi berdiri dengan tampang penuh kebanggaan dan percaya dirinya. Namja kulit putih dengan wajah super imut dan mata coklat yang sipit. Aku juga mau punya dongsaeng seimut dia.

“ Okey, my name is Henry Lau. A hanihuman. Koala. Nice to meet you all..”

Aku melongo. Ah, aniyo! Aku cukup bisa bahasa Inggris meski hanya satu dua kalimat. Kulirik dongsaengku dan anihuman lainnya yang…. Me-lo-ngo. Dengan wajah babbo buat nyamain wajah babbonya Yesung.

“ Henry bilang apa hyung?” Tanya Donghae bingung,

Anihuman nggak belajar bahasa Inggris ya? Payah..

Si koala imut itu tertawa. “ Ya, Donghae hyung. Aku kan mengenalkan diri.” Ucapnya sambil kembali duduk dann tertawa. Zhoumi yang disampingnya ikutan tertawa.

Kulirik Donghae yang hanya mesem- mesem gaje. “ Siapa suruh ngomong pakai bahasa aneh begitu, Henry. Aku mana paham.”

“ Ngomong- ngomong, kalian para anihuman kayaknya sudah saling mengenal satu sama lain, ya?” Kulirik Yesung yang tumben bisa menanyakan hal yang masuk akal. Kali ini wajahnya serius banget. Benar- benar tumben aku melihatnya begitu.

Para anihuman itu mengangguk.

“ Kami disetting untuk saling mengenal dan mengetahui keberadaan anihuman lain yang setingkat. Berbeda dengan tingkatan sempurna, mereka bisa menyembunyikan hawa keberadaan. Tapi kami nggak.” Jelas Sungmin kalem sambil menyandarkan tubuhnya di samping Kyuhyun.

Tunggu! Aku baru sadar kalau Kyuhyun dan Sungmin itu sangat dekat.

“ Kyu dan Sungmin punya hubungan ya?” Tanyaku akhirnya.

Kedua namja itu menatapku. Kyuhyun membulatkan matanya. “ Maksud hyung?”

“ Kalian.. Punya hubungan khusus? Hmm.. Sama seperti Donghae dan Hyukkie, ya? Aku baru sadar kalau kaliam semua terlalu dekat! Apa-apaan itu! Kalian pacaran tanpa sepengetahuanku!” Seruku frustasi. Apa begini rasanya jadi hyung yang memiliki dongsaeng yang dalam masa puber? Ani! Aku kan baru kenal para dongsaengku.

Donghae dan Kyuhyun otomatis tertawa. Begitupun si koala dan pawangnya.. #plakk.. maksudku hyungnya. Yesung sudah cengengesan.

“ Ya, hyung.. Jangan berkelakuan kayak orang tua yang mau ditinggal menikah anak perawannya dong..” Goda Hyukkie. “ Aku dan Hae itu memang dekat dari kecil, begitupun Sungmin dan Kyu. Sayangnya kita malah terpisah jadi kelompok yang berbeda. Tapi memang udah takdir, malah ikut ujian yang sama.” Jelasnya.

Aku mengangguk pelan. “ Ooh.. Begitu toh..” Entah kenapa aku merasa lega sedikit. Omona, kayaknya aku bener- bener mendalami sosok seorang ayah kalau begini ceritanya. Hey, Jungsoo! Kau aja belum menikah! Ayah darimana?

“ Lalu.. masalah ujian itu..” Zhoumi kembali bersuara sambil menatapku dan Yesung bergantian. “ Seperti yang mereka bilang kalau keempat namja itu agak berbahaya kan? Apa itu artinya kita juga akan terseret ikut ujian?”

“ Itu sih pasti.” Satu kalimat jawaban dari bibir mungil Wookie membuatku dan Yesung juga Zhoumi menatap namja mungil itu.

“ Maksdmu Wookie?” Tanya Yesung pelan.

Namja itu tersenyum santai. “ Untuk para penguji, para pengasuh itu ibarat alat untuk menguji. Dan entah kapan aku yakin hyungdeul akan ketarik dalam ujian kami.” Jelasnya benar- benar tenang!

Ini sih memang nasib.

“ Lalu..” Yesung ikutan lagi. “ Apa sebagai pengasuh kami akan mendapat imbalan jika ujian itu selesai?”

“ Ya, hyung! Kau meminta imbalan!” Seru Hyukkie dengan raut wajah kesal.

Yesung buru- buru mengibaskan tangannya. “ Aku kan hanya mau nanya.. Memangnya salah? Teukie hyung dan..” Kulihat Yesung agak ragu memandangi Zhoumi. “ Kau itu lebih tua atau nggak dariku, Zhoumi-sshi?”

Namja tinggi itu mengusap dagunya berpikir. Menyebutkan umur aja susah banget. “ Aku masih dua puluh tahun.”

Ternyata Yesung yang menang, namja itu menepuk tangannya bangga. “ Oke, aku yang menang! Panggil aku hyung karena aku lebih tua dua tahun darimu.” Terulas senyuman bangga nan bodoh diwajahnya. “ Nah, kulanjutkan ya.. Aku yakin Teukie hyung dan Zhoumi pasti penasaran juga, kan?”

“ Sejujurnya aku sih nggak penasaran.” Jawab Zhoumi lancar.

Aku langsung tertawa. “ Aku juga nggak kepikiran sampai sana, Sungie..”

“ Ya, berarti hanya Yesung hyung yang mau imbalan.” Imbuh Kyuhyun sambil menepuk- nepuk pahanya menahan tawanya yang memang sudah pecah.

Yesung cemberut.

“ Tenanglah, hyung.. Untuk pengasuh akan ada imbalannya kok..”

Eh? Ada?

Kami bertiga para pengasuh langsung menatap Kibum serius. “ Ada?” Tanyaku nggak percaya.

Kibum mengangguk pelan. “ Ada. Satu keinginan hyungdeul akan terkabulkan jika kami selesai menempuh ujian. Berhasil atau nggak.” Jawabnya dengan tenang. Dongsaengku yang satu ini memang selalu tenang, ya?

“ Jadi.. Ada imbalan..” Kudengar Zhoumi bergumam pelan.

Keinginan yang bisa dikabulkan..? Apa keinginanku?

~Leeteuk pov end~

0o0o0o0o0o0

Pagi hari berikutnya Leeteuk tetap nggak bisa tidur. Entah kenapa kenyataan kalau dia kemungkinan akan terseret dalam ujian yang akan ditempuh ketiga dongsaengnya membuatnya agak khawatir. Dia bukannya takut, hanya resah dan cemas. Meski baru mengenal ketiga namja itu selama beberapa hari, tetap aja dia adalah hyungnya dan dia menyayangi ketiga namja itu seperti dongsaengnya sendiri.

“ Hyung..” Leeteuk menoleh kearah pintu kamarnya yang terkuak sedikit dan memperlihatkan sosok Kibum yang menyembulkan kepalanya masuk ke dalam kamar Leeteuk. “ Sarapan sudah siap.”

“ Ne, gomawo Kibummie.” Ucap namja itu sambil melayangkan senyum manisnya dan beranjak turun dari tempat tidurnya.

Hari ini sedikir berbeda. Bukan keadaan Leeteuk atau apanya yang berbeda, tapi cuaca (-gubrak!-). Yap.. Entah kenapa sejak tadi mendung dan itu membuat perasaan Leeeuk makin galau. Kenapa galau? Mungkin karena keseringan syuting bareng author yang lagi galau. #duagh! *author ditendang ke bulan* (lupakan!)

“ Mendung sejak pagi..” Gumam Donghae sambil meminum susu dengan mengunyah sepotong roti bakar agak hangus buatan Kyuhyun.

“ Lalu kenapa?” Tanya Kyuhyun nggak perduli.

“ Aku kurang suka hujan!” Balas Donghae bête. “ Jangan sampai hujan..” Namun raut wajahnya memunculkan ekspresi yang lain.

“ Dasar kucing..” Balas Kyuhyun lagi. Ngajak berantem yah ceritanya Kyu? Ckck

Donghae baru aja mau membalas ucapan si magnae songong itu, tapi Kibum buru- buru menyumpal mulut Kyu dengan roti bakar dan membuat si magnae bungkam dan sibuk makan sekarang. Leeteuk yang baru bergabung di ruang makan hanya cengar- cengir melihat kelakuan tiga namja itu.

“ Kalau takut basah bawa jas hujan, Hae..” Usul Leeteuk sambil duduk di meja makan. Kibum langsung memberikan sepotong roti bakar selayaknya seorang istri ke suaminya. Oke.. Disini no pairing LeeBum! (Pair apaan tuh?)

Leeteuk mengangguk sekali kepada Kibum dan namja itu mengeluarkan killer smilenya yang beberapa hari ini bikin author kelepek-kelepek.

“ Hujan itu menandakan hal lain, hyung..” Gumam Kibum sambil duduk di kursinya.

“ Hal lain?” Leeteuk menatapnya dan dia hanya tersenyum simpul.

Dari tempat duduknya Kyuhyun menatap lurus kedepan dengan mata tajamnya yang kayaknya bisa menusuk siapapun yang membuatnya marah. “ Iya, hujan bisa berarti.. ujian dimulai..”

Leeteuk langsung membulatkan matanya menegang mendengar ucapan Kyuhyun..

Oke.. Sekarang kita lihat keluarga Yesung..

Yesung diam memandangi hujan bersamaan dengan ketiga dongsaengnya. Hujan ini memang nggak wajar untuknya. Sebagai pengasuh yang sudah cukup lama wajar kalau dia memahami arti dari hujan ini.

“ Apakah memang udah saatnya menemui para penguji itu..” Gumam Wookie pada dirinya sendiri.

Sungmin yang ada disampingnya hanya diam memandangi hujan. Sedangkan Hyukkie sejak tadi berjalan mondar mandir dengan tampang gelisah dan sesekali memandangi jam tangannya. “ Sungmin hyung, jam berapa?”

Sungmin mengangkat bahu. “ Entahlah..”

“ Hadooh.. Aku panik, nih..!”

“ Santai aja kenapa Hyukkie hyung.” Gumam Wookie yang masih sangat tenang sambil melirik Yesung yang sejak tadi diam memandangi langit yang menangis. “ Yesung hyung, gwaenchanayo?”

Namja itu menoleh menatap magnaenya sambil tersenyum lembut. “ Ne, chagi.. Gwaenchana..”

“ Ya! Kenapa cuma Wookie yang dipanggil chagi!” Seru Hyukkie cepat sambil tiba- tiba berubah menjadi monyet dan meloncat di bahu Yesung.

“ Hyukkie!” Seru Sungmin kaget melihat dongsaengnya berubah.

Plop! Tiba- tiba Wookie berubah jadi gagak tanpa perseujuannya.

Sungmin dan Yesung langsung terkesiap melihat dua hewan yang bertampang kaget juga.

Sekarang.. Waktunya kabur ke tempat Mimi yang tampan dan si imut Mochi Henry pemirsa! Hhehe..

Zhoumi memandangi seekor koala abu- abu yang kini menengadah menatapnya dengan sorot matanya yang menggemaskan. Namja itu langsung membuka jendela kamar apartemennya dan membiarkan pecikan air hujan masuk membasahi kamarnya. Kalau author bilangnya tampias. (readers :: ngga nanya!)

“ Apa benar sekarang?” Gumamnya sambil meraih ponsel di meja di dekat tempat tidurnya dan duduk di tepi tempat tidurnya. Untungnya kemarin udah tukeran nomor ponsel sama Leeteuk dan Yesung. Bagaimanapun juga mereka kan akan menjadi partner.

Koala Henry langsung berjalan naik ke pundak Zhoumi dan ikut memandangi ponsel Zhoumi.

“ Ne, mochi-ku yang imut.. Sepertinya sih memang sekarang sudah waktunya.” Diusapnya kepala koala itu lembut sambil tersenyum maaaaniisss banget!

Koala itu mengangguk sambil menikmati sentuhan pengasuhnya dan memeluk leher pengasuhnya erat dan mencium pipi tirus namja itu.

Zhoumi menekan nomor ponsel Leeteuk dan meneleponnya.

Tuuuut~ Tersambung.

Cklek!

“ Yeo_”

“ Zhoumi!”

Zhoumi tersentak begitu namja yang dihubunginya berteriak. “ Wa-waeyo Leeteuk hyung?”

“ I-ini.. Hae, Kibum dan Kyu.. Mereka tiba- tiba..”

“ Menjadi sosok anihuman?”

Suara Leeteuk menghilang. “ Jangan- jangan Henry juga?”

Zhoumi mengangguk meski dia tahu Leeteuk tak mungkin melihatnya mengangguk. “ Memang sudah saatnya hyung.. Kau bersiap aja dari sekarang. Arra?”

“ Oke.. Aku akan hubungi Yesung aja..”

“ Kurasa Yesung hyung sudah tahu.. Dia sudah menjadi pengawas selama tiga bulan sedangkan aku setengah tahun, hyung.. Palingan juga cuma hyung yang kebingungan.” Balas namja itu sambil nyengir sendirian. “ Oke, lebih baik kita kumpul sekarang.”

Leeteuk bergumam pelan. “ Oke.. Di pusat Myeondong. Kurasa tempat itu yang paling mudah dijangkau oleh kita bertiga.”

“ Siip. Sampai nanti hyung.” Zhoumi langsung mematikan ponselnya dan berdiri. “ Oke, Henly.. Hwaiting!”

Sang koala melingkarkan tangannya lebih erat di leher Zhoumi. Ia sudah siap.

0o0o0o0o0o0

Yesung berlari menembus derasnya hujan tanpa menggunakan pelindung. Dia hanya membawa sebuah tas gemblok yang ditutupi plastic olehnya sedangkan tubuhnya basah kuyup sekarang.

Kedua mata sipitnya menatap kesegala arah melihat keadaan sekitarnya. Pusat Myeondong sepi sekali pagi ini.

“ Dimana sih mereka..” Gumamnya sendiri sambil mengusap kedua matanya yang kelihatan buram karena air hujan. Ngebayanginnya author bisa jadi pingsan. #plakk (ngerusuh aja lu, thor!)

Wookie yang sejak tadi di dalam tas itu langsung meronta agar bisa lepas. Dan dengan paruh kuatnya ia berhasil membuka kaitan tas itu dan terbang keluar. Yesung tentu aja terdiam melihatnya. “ Wookie!”

Gagak itu terbang dan di bawahnya Yesung mengejar Wookie sampai akhirnya Wookie terbang merendah dan hinggap di bahu Zhoumi yang berdiri di bawah palang sebuah toko bersama dengan Leeteuk.

Yesung tersenyum lega dan langsung berlari mendekati kedua namja itu. Leeteuk membawa sebuah tas agak besar juga sedangkan Zhoumi membiarkan koalanya bertengger di bahunya. “ Aku nyariin kalian dari tadi..”

“ Pabbo, Sungie! Kenapa nggak bawa payung!” Seru Leeteuk.

Yesung nyengir dan merunduk untuk mengeluarkan kedua anihumannya yang lain lalu menengadah menatap Leeteuk dan Zhoumi. “ Bagaimana? Memang sudah saatnya kan?”

Zhoumi yang mengangguk. “ Aku tahu ini memang saatnya.” Namja itu langsung menengadah menatap langit. “ Kita tunggu aja sekarang.”

Whuushh! Tiba- tiba badai menerjang mereka. Angin kencang berbaur dengan derasnya hujan juga suara petir yang kini saling bersahutan di langit.

Yesung langsung menarik Wookie yang tadi bertengger di bahu Zhoumi dan kembali merunduk dan memeluk tas besarnya untuk melindungi ketiga dongsaeng anihumannya. Leeteuk juga sama, ditariknya tas yang tadi digembloknya dan dipeluknya erat tas itu.

“ Bersabarlah kalian..” Gumamnya.

Zhoumi memutar tubuhnya agar merapat dengan tembok toko dan menyembunyikan koala Henry di balik jaket tebalnya.

Badai itu berlangsung agak lama kali ini. Dua menit. Dan setelah dua menit berlalu kondisi langit kembali tenang. Hujan berhenti. Ketiga namja itu kembali membuka matanya untuk melihat kesekelilingnya dan mata mereka terbuka lebar.

Kini mereka berada di sebuah ruangan di sebuah.. Hmm.. Kayaknya sih kastil. Ruangan tempat mereka berdiri itu dibuat dari batu- batu yang kokoh dan ditengah ruangan itu ada sebuah singasana yang diduduki seorang namja.

“ Annyeong hasseyo..” Sapa namja dengan paras ramah itu.

“ Siapa dia..?” Gumam Leeteuk heran.

Ketujuh anihuman yang tadinya dilindungi itu langsung bergerak keluar dari tempat masing- masing dan berbaris dihadapan namja itu sambil membungkukkan tubuh mereka.

“ Mereka kenapa?” Gumam Yesung kali ini dengan bingung.

Plop! Tiba- tiba ketujuh anihuman itu berubah kembali ke wujud manusia mereka. Dan posisi mereka masih dengan berlutut dengan satu kaki dihadapan namja ramah itu.

Sang namja ramah itu hanya tersenyum dan berdiri. “ Kalian bangunlah..”

Tanpa banyak bicara mereka menurut dan tentu aja hal itu membuat ketiga pengasuhnya bingung. “ Heyo, Henly.. Siapa dia..?” Tanya Zhoumi sambil berjalan maju mendekati dongsaengnya.

“ Manusia.. Jaga kelakuanmu!”

Satu seruan itu membuat Zhoumi terkesiap dan menatap kesegala arah.

Nggak ada siapa- siapa.

Tiba- tiba seekor cheetah berjalan keluar dari balik singasana itu dengan langkah anggun dan mengusap tubuh si namja ramah dengan manja. Namja itu merunduk dan memeluk leher cheetah cantiknya.

“ Ne, Chullie chagi.. Tenanglah..”

“ Tuan..”

“ Cheetahnya bicara!” Seru Yesung kaget. Dan membuatnya langsung mendapat deathglare dari sang cheetah.

Dum-dum! Suara gema langkah kaki sesuatu terdengar dalam lorong tersebut.

Dengan cepat Zhoumi kembali mendekati Leeteuk dan Yesung agar bersiaga. Ketiganya menatap kesegala arah dan dari sebuah lorong gelap terlihat seekor mamooth raksasa dan gorilla besar yang berjalan.

“ Omona! Itu asli?” Seru Yesung kaget. Bagaimanapun juga ini pertama kalinya ia melihat mamooth yang udah punah itu, kan? Kalau gorilla sih dia udah sering liat di film Hollywood. Tapi mamooth…

“ Tunggu.. Cheetah.. Mamooth dan gorilla..” Leeteuk menatap si namja ramah yang kini sudah kembali berdiri memandangi dua hewan raksasa itu sambil tersenyum. “ Kau pemimpin kelompok mereka?” Tebak sang angel serius.

Akhirnya si namja itu menatap kearah ketiga pengasuh itu lembut. “ Entahlah..”

-Gubrak!-

“ Aku serius!” Seru Leeteuk lagi bête.

“ Hyungdeul..” Sepertinya Sungmin, anihuman tertua memilih untuk menjelaskannya sendiri. “ Ini adalah tuan Hankyung, pemimpin kelompok DragonAni. Anihuman kuat dengan wujud naga.” Si aegyo itu menoleh sambil tersenyum.

Dan tentu aja ketiga pengasuh itu langsung membatu. Yang benar aja.. Naga!

Sret! Tiba- tiba cheetah itu meloncat kehadapan Yesung membuat namja itu langsung terjerembab kaget.

“ Ma-mau apa? Jangan makan aku!”

“ Pabbo.. Kau kira aku tertarik sama daging manusia.” Cibirnya. Cheetah itu dengan gaya anggun berjalan mengitari ketiga namja dihadapannya seakan mereka itu mangsanya yang tak bisa kabur lagi. “ Bagaimana tuan?”

Sang namja pemimpin itu tertawa pelan. “ Jangan takut- takuti mereka Heechullie..” Dia berjalan mendekati ketiga pengasuh itu dengan langkah cepat dan tiba- tiba sudah berdiri di hadapan Leeteuk dan yang lainnya.

Ketujuh anihuman itu tentu aja langsung mengawasi gerakannya dengan tajam.

“ Mianhae karena melibatkan kalian bertiga. Sampai bertemu.” Namja itu menepuk bahu Leeteuk dan perlahan tubuh mereka bertiga berubah menjadi hologram.

“ A-apa yang terjadi?” Zhoumi memandangi kedua tangannya yang mulai menghilang.

“ Gege!” Henry hendak berlari kearah Zhoumi tapi langkahnya terhenti karena sosok ketiga pengasuh itu sudah lenyap. “ Ka-kau apakan Mimi-ge?”

“ Tenang Henry..” Sungmin langsung menarik tangan Henry cepat.

Sang pemimpin itu lagi- lagi hanya tersenyum. “ Aku memindahkan mereka ke tempat yang kurang aman. Dan ujian pertama kalian adalah.. Mendapatkan ketiganya dalam waktu dua puluh empat jam. Kalau kalian telat.. Aku nggak berani jamin ketiga hyung kalian itu akan selamat..”

Ketujuh anihuman itu tersentak.

“ Seperti yang tuanku bilang, saat ini mereka berada di tempat yang kurang aman.” Lanjut si gorilla santai. “ Kurang aman..” Ulangnya dengan segala penekanan di setiap katanya.

Ketujuh anihuman itu langsung berlari meninggalkan ruangan dalam kastil tersebut dengan wajah panik.

“ Berarti sudah dimulai Tuan?” Tanya si mamooth sambil mengangkat belalainya.

“ Kita lihat.. Apakah mereka bisa di ujian pertama ini.” Gumamnya sambil mengusap kepala sang cheetah anggunnya.

Kini ketujuh anihuman itu nggak memikirkan dimana mereka berada. Mereka hanya tahu satu hal. Menyelamatkan ketiga hyungnya. Karena saat ini yang mereka tahu hanya satu. Ketiga namja itu dalam bahaya dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelamatkan merekatinggal dua puluh empat jam lagi!

.

To be continued~

4 thoughts on “Anihuman // Chapter 4

  1. Han oppa jd anihuman naga,lngsng dpt feel’y coz emang cocok ma karakter’y
    Ak tau ini bkn ff kyumin,tp ttp bharap ada kyumin moment d chap2 slnjt’y
    Kabur k chap5…

  2. Eon .. Aq mau mnta ijin .. Krna ujian’a dah d’mulai n memory ttg prtrungan2 d’chap2 depan msih trsimpan dgn baik, trmsuk feel’a …
    Maka aq akan loncat k’chap 11 mpe prolog ..
    “waeyo?” krna klw baca adegan action buatan eonni q trcinta nih.. Jntungku lngsung n’disco ajib ..

    Oke, nee~chan ..
    See you in chap 11..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s