Anihuman // Chapter 3

Chapter 3!

Last Group!

“ Ya, hari ini kuperkenalkan tiga murid baru dikelas ini. Lee Donghae, Kim Kibum dan Cho Kyuhyun.” Ucap Jonghyung songsaengnim sambil menatap ketiga namja yang langsung menyita perhatian semua murid di kelas.

“ Lee Donghae imnida.” Donghae memperkenalkan dirinya dengan santai.

“ Chonun Kim Kibum imnida.” Kali ini si alim membungkuk sebentar dengan hormat dihadapan teman- temannya.

Dan si magnae, dengan gaya sombong hanya tertawa pelan. “ Cho Kyuhyun. Aku seharusnya masih kelas satu, jadi mohon bantuannya di kelas dua.”

Beberapa siswa sedikit agak heboh dengan kedatangan tiga namja manis itu dan akhirnya Jonghyun songsaengnim menyuruh ketiganya duduk di barisan paling belakang. Wookie dan Hyukkie juga berada di kelas ini.

“ Sungmin hyung dimana?” Bisik Kyuhyun pada Wookie yang duduk disampingnya.

Wookie menatap Kyuhyun sambil tersenyum kecil. “ Dia kan lebih tua dari kita, dia kelas tiga.”

Kyuhyun mengangguk.

Hyukkie memperhatikan ketiga teman sekelasnya itu. Entah karena apa, kelima namja itu langsung mengingat kejadian dua hari yang lalu saat rahasia para hyungnya saling terbongkar satu sama lain.

.

Flashback..

“ Hyung.. Jadi kau juga pengasuh?”

Teukie tersentak mendengar ucapan Yesung. “ Ju-juga? Apa kau juga pengasuh anihuman, Sungie?”

Kedua namja itu saling terdiam dan memandangi anihuman masing- masing.

Yesung menatap Kyuhyun, Donghae dan Kibum bergantian. “ Pantas Wookie kemarin bilang ada tiga anihuman yang dikenalnya disekitar seseorang yang dekat denganku. Jadi itu mereka?”

Dengan linglung Leetek bersandar di tembok dan memandangi enam namja manis itu. Lalu ia menatap Yesung. “ Sejak kapan kau menjadi pengasuh? Aku baru aja menjadi pengasuh mereka beberapa hari yang lalu.”

Yesung memutar bola matanya, berpikir. “ Sudah tiga bulan belakangan ini. Aku nggak bisa cerita pada hyung, makanya.. Ah, aku nggak sangka kalau hyung juga pengasuh sekarang. Pantas aja tadi hyung bertanya gimana cara ngurus anak..”

“ Jangan- jangan mereka yang tadi kau maksud? Yang rusuh, cengeng dan manja?”

Yesung nyengir.

“ Jangan- jangan mereka itu jelmaan tiga kura-kuramu!” Seru Leeteuk lagi.

“ Ani!” Sergah Yesung cepat. “ Itu mah beneran kura-kura, hyung.. Beda lagi..”Yesung kembali memandangi keenam namja yang sama-sama diam memandangi kedua hyungnya yang sedang kebingungan tingkat akut itu. “ Mereka berwujud apa?” Tanya Yesung.

Leeteuk menatap ketiga dongsaengnya. “ Bisa kalian tunjukkan pada Yesung?”

“ Sip!” Jawab Donghae. “ Kalau sesama pengasuh sih nggak masalah, lagian dia ternyata pengasuh Hyukkie.” Lagi- lagi namja itu nyengir dan detik itu juga tubuhnya mengebul dan langsung berubah wujud jadi kucing putih keabu- abuan kecil.

“ Kucing?” Gumam Yesung.

“ Aku juga!” Kali ini si magnae yang berubah menjadi anjing dan tanpa banyak cuap-cuap nggak penting, Kibum ikutan berubah jadi hamster.

Yesung takjub. Sungmin, si namja cute yang tadi menolong Leeteuk langsung menggendong Kyuhyun dan mencium kepala anjing itu penuh sayang, Kyuhyun juga langsung mengusap kepalanya di dagu Sungmin.

“ Sekarang, bisa kau kasih tahu aku wujud apa anihuman-mu itu?” Balas Leeteuk.

“ Nae!” Yesung bertepuk tangan. “ Kalian juga, Hyukkie, Wookie, Minnie..”

“ Oke, hyung.. Sebelumnya kenalkan namaku Lee Sungmin.” Sungmin menurunkan Kyuhyun dan berubah menjadi kelinci berbulu pink-putih yang sangat lucu.

Donghae mengelus kaki Hyukkie dan namja itu mengangguk. “ Aku Lee Hyukjae, tapi biasa dipanggil Hyukkie.” Hyukkie langsung berubah menjadi monyet coklat kecil yang.. hmm.. yah, lumayan lucu juga lah.

Yang terakhir yang berperawakan kecil. Yesung tersenyum lembut kearah namja itu sambil mengarahkan tangannya dan namja itu mengangguk. “ Kim Ryeowook imnida.” Dia langsung berubah menjadi seekor gagak hitam yang langsung terbang dan bertengger di lengan Yesung.

Leeteuk terdiam memandangi gagak hitam itu. “ Ternyata monyet, kelinci dan gagak..” Tatapan matanya kembali tertuju pada lima hewan kecil yang kini mengerumun di bawah kaki mereka. Leeteuk menunduk dan mengusap hewan itu satu persatu.

“ Kita harus menjadi pengasuh mereka sampai mereka menjadi anihuman sempurna hyung.” Gumam Yesung sambil ikut menunduk. “ Aku sudah menjadi pengasuh selama tiga bulan, kalau hyung butuh bantuan bilang aja.. Aku akan sering main ke tempat hyung, deh..”

“ Ne, arraseo. Gomawo, Yesung..” Leeteuk tersenyum lembut. Ketiga hewan mungilnya menatap matanya dalam- dalam dengan tatapan yang ramah dan bahagia karena mendapatkan hyung seperti Leeteuk.

Flashback end..

.

Kibum mengalihkan pandangannya ke luar jendela yang berada tepat disampingnya. Tatapan matanya tertuju pada sosok seseorang yang berdiri di tengah lapangan sekolahnya. Seorang… Namja? Ah, bukan.. Mungkin yeojya. Entahlah..

“ Dia..” Kibum membulatkan matanya.

“ Wae, Kibummie?” Tanya Hyukkie sambil menunduk sedikit kearahnya.

“ A-ani.” Jawab Kibum ragu.

“ Kalian semua yang dibelakang jangan ribut!” Teguran keras dari sang songsaengnim membuat kelima namja itu langsung duduk tegap menatap ke depan. “ Dengarkan penjelasanku!”

“ Na-nae, songsaengnim.” Ucap kelimanya bersamaan.

0o0o0o0o0o0

~Leeteuk pov~

Anihuman..

Pengasuh..

Dua kata itu yang kini selalu berputar- putar diatas kepalaku. Aku terus memikirkan seperti apa sebenarnya anihuman yang sempurna? Lalu seperti apa ujian yang mereka tunggu? Apa itu akan melibatkanku dan Yesung?

“ Yesung.” Panggilku.

“ Nae?” Yesung menjawabku tanpa menatapku. Tatapan matanya terus tertuju pada selembar kertas ditangannya. Nggak perlu tahu itu apa, karena kuyakin itu hanya sebuah partitur lagu yang baru dibuatnya.

“ Kau kan sudah tiga bulan jadi pengasuh, apa ketiga anihuman itu sudah menjalani ujiannya?”

“ Belum.” Kali ini Yesung meletakkan kertas itu diatas meja dan menerawang jauh kedepan. “ Aku juga nggak terlalu yakin kapan ujian itu akan tiba, kalau menurut yang dongsaengku ceritakan, setelah mereka mendapat pengasuh, mereka akan menjalani ujian. Tapi sampai sekarang ujian mereka belum datang juga.”

Aku mengangguk sekali.

Memang sepertinya butuh waktu untuk menjalani ujian. “ Apa masih ada yang ditunggu?” Gumamku sendiri.

“ Maksud hyung?”

“ Nae, mungkinkah pengujinya masih menunggu sesuatu? Misalkan aja sekarang usia mereka belum memenuhi syarat atau apalah.. Mana aku tahu. Itu kan hanya perkiraanku.”

Yesung mengangguk- angguk mengerti. “ Mungkin. Tapi entahlah.”

“ Annyeong..”

Tatapan kami langsung teralih kearah seorang.. Hmm.. Namja? Atau Yeojya? Pokoknya sosok cantik yang kini berdiri dihadapan kami. Ah, tapi tadi suaranya suara namja. Berarti dia namja, kan? Cantik dan tinggi. Wow..

“ Waeyo?” Tanyaku cepat sambil mencoba tersenyum ramah.

“ Boleh aku tahu dimana fakultas sastra?” Tanyanya.

Wah.. Anak baru?

Aku menunjuk kearah selatan gedung universitas. “ Disana.”

Dia menatap kearah yang aku tunjuk dan tersenyum lagi menatap kami. “ Semoga kita bisa bekerja sama ya, Park Jungsoo, Kim Yesung..” Senyumannya mengandung banyak arti misterius yang membuatku dan Yesung langsung membeku.

“ Lho.. Kau mengenal..”

Whuush~ Sebelum Yesung sempat melanjutkan kata- katanya tiba- tiba angin yang sangat kencang berhembus kuat, menerbangkan lembaran partitur musik Yesung, daun- daun kering dan itu membuatku reflex menutup mataku untuk menghindari debu.

Lima detik berlangsung dan angin itu langsung berhenti. Aku membuka mataku dan menatap sekelilingku shock.

“ Dia.. Hilang?” Kudengar gumaman Yesung.

Aku nggak bisa membalas ucapannya karena perasaanku juga sangat bingung. Iya, benar.. Namja cantik itu sudah menghilang.. Menghilang dalam waktu lima detik dari hadapan kami? Ini mustahil..

~Leeteuk pov end~

.

“ Perasaanku kurang enak..” Gumam Kibum sambil menatap kearah  lapangan sekolah resah. “ Daritadi ada yang mengganjal pikiranku, nih..”

“ Sesuatu yang buruk?” Tanya Wookie penarasan.

Kibum hanya mengangkat bahu. “ Aku ingat Teukie hyung terus, hyung..” Jawabnya.

Wookie mengalihkan pandangan kearah Kyuhyun yang malah asyik sendirian bersama Sungmin dan Hyukkie yang sibuk juga sama Donghae membuat kerusuhan di kelas baru mereka. Namja mungil itu kembali menatap Kibum. “ Apa mau menghubungi Teukie hyung? Kibummie punya ponsel?”

Kibum mengangguk dan mengeluarkan ponselnya. “ Bagaimana cara pakainya..?”

Wookie tertawa pelan mendengar pertanyaan Kibum. Diambilnya ponsel Kibum dan dia mencari list contact nomor Leeteuk. Beberapa saat kemudian dia langsung menelepon Leeteuk. Setelah terdengar diangkat, buru- buru dia menyerahkannya pada Kibum.

Kyuhyun yang tadinya masa bodoh jadi penasaran melihat Kibum menggunakan ponselnya dan bicara sendiri. “ Wookie hyung, Kibum hyung sedang apa?”

“ Dia sedang menelepon, Kyunnie..” Sungmin yang menjawab. “ Memang ada apa Wookie?”

“ Dia bilang perasaannya nggak enak.”

Degh! Tiba- tiba Kyuhyun tersentak kaget mencium aroma sesuatu.

“ Ada yang datang!” Mata namja itu berubah tajam. Mata anjingnya. Cuping hidungnya bergerak mengendus sesuatu yang mengganggunya.

“ Siapa Kyu?” Tanya Sungmin bingung.

Kyuhyun nggak menjawab. Ia menatap kearah pintu kelas. Seorang namja tinggi berjalan di depan kelas dan melirik kearahnya dengan tatapan misterius.

“ Dia!” Kyuhyun berlari meninggalkan teman- temannya.

“ Hyung! Nanti aku hubungi lagi!” Kibum buru- buru menutup ponselnya.

“ Kyu!” Donghae yang kaget melihat kelakuan Kyuhun langsung berlari mengejar dongsaengnya itu. Kibum, Wookie, Sungmin dan Hyukkie akhirnya memutuskan untuk menyusul kedua namja itu.

Kyuhyun berlari menyusuri koridor sambil terus mengendus. Dia langsung berlari ke arah jendela dan menatap kebawah. Dilihatnya namja tinggi tadi kini menatapnya dari arah lapangan sambil tersenyum manis. “ Dia..”

“ Ada apa, Kyu!” Donghae akhirnya berhasil mengejar Kyuhyun.

“ Hyung.. Itu..” Tatapan matanya terus tertuju pada namja itu. Dan Donghae ikut menatapnya. Keempat teman mereka yang lain akhirnya sampai dan semua kini menatap si namja tinggi itu. Perasaan aneh merasuki mereka.

Tiba- tiba dari bawah kaki namja itu keluar cahaya merah yang bergelung menyelubunginya. Namja itu tiba- tiba berubah menjadi seekor kuda putih dan juga bersayap putih.

Keenam namja itu terkesiap.

Kuda putih itu berlari –atau terbang- di langit meninggalkan wilayah Suju high school.

“ Akan kukejar!” Kyuhyun tanpa aba- aba langsung meloncat keluar dari jendela dan saat ia meloncat tubuhnya berubah menjadi sosok anjingnya dan mendarat dengan mudah di tanah. Anjing Kyuhyun langsung berlari menjauh dengan gesit.

“ Kita harus mengejarnya!” Seru Kibum kaget dan langsung ikut meloncat keluar jendela. Donghae ikut keluar. Keduanya berubah wujud, Kibum yang berwujud hamster kecil langsung berpegang erat di bulu kucing Donghae dan keduanya langsung menyusul Kyuhyun.

Sungmin menegang. “ Kita juga harus ikut, kan?”

“ Tentu!” Wookie yang pertama meloncat dan dengan cepat sepasang sayap keluar dari punggungnya dan ia berubah menjadi gagak sempurna. Hyukkie berubah menjadi monyet dan menggantung di kaki gagak Wookie dan langsung terbang. Tinggallah Sungmin sendiri yang langsung meloncat turun dan berubah menjadi kelinci.

Dengan gesit ia langsung berlari kearah teman- temannya yang sudah terlalu jauh.

0o0o0o0o0o0o0

“ Kurasa ada yang aneh..” Gumam Leeteuk sendirian sambil menatap lurus kedepan sonsaengnim yang sedang mengajar di kelas sastranya.

Pikirannya nggak fokus karena terus mengingat kejadian aneh tadi. Mungkinkah namja cantik itu hantu? Itu nggak mungkin! Sekali lagi dikatakan ini bukan cerita horror!

Leeteuk menggeleng kuat- kuat sambil sesekali melirik ke ponselnya.

Kenapa Kibum tiba- tiba mematikan ponselnya? Suaranya juga terdengar panik.

Apa sesuatu terjadi?

Lagi- lagi namja itu menggeleng untuk menepis kekhawatirannya.

“ Yesung..” Gumamnya pelan.

Sedangkan saat itu Yesung sedang berjalan sendirian di koridor universitas. Kelasnya dimulai lima belas menit lagi dan dia nggak mau terlambat pastinya. Songsaengnimnya yang bawel bisa marah- marah.

“ Heyo..”

Namja itu menoleh kearah namja yang memanggilnya. Mata sipitnya terlihat semakin disipitkan untuk menatap namja yang berdiri agak jauh darinya.

“ Memanggilku?” Tanya Yesung pelan.

Namja itu mengangguk. Tubuhnya terlihat kekar dengan senyum manisnya. Dia berjalan mendekati Yesung. “ Kau Kim Yesung kan?”

“ Nae. Wae?”

“ Ikut aku. Ini sudah waktunya.” Tiba- tiba namja itu menarik lengan Yesung kuat. Yesung memberontak, tapi tentu aja kekuatannya kalah jauh dari namja kekar itu. Akhirnya Yesung menurut.

Yesung mulai merasa ada yang aneh. “ Kau, mau membawaku kemana?” Tanyanya kesal.

Namja itu nggak menjawab dan hanya tersenyum.

Keduanya melangkah kearah fakultas sastra. Dan tentu aja Yesung semakin bingung dengan keadaan ini. Namja itu membawanya ke sebuah kelas yang sangat dikenal Yesung. “ Ini kan jalan menuju kelas Teukie hyung!”

“ Tepat.” Ucap namja itu.

“ Kau mau apa!”

“ Masuk!” Namja itu langsung menendang pintu kelas itu. Semua mata tertuju pada sosok Yesung dan namja itu. San songsaengnim melotot marah melihat dua namja mendobrak masuk kedalam kelasnya.

“ Apa yang kalian lakukan!”

“ Yesung..?” Leeteuk menegang. Perasaannya nggak enak.

Whuush! Tiba- tiba angin bertiup kencang menerbangkan lembaran kertas di dalam ruangan itu.

“ Apa ini!” Seru Leeteuk panik.

Beberapa saat kemudian angin itu berhenti dan Leeteuk juga Yesung langsung melotot tak percaya dengan apa yang ada dihadapan mereka. Semua orang diruangan itu kecuali Leeteuk berhenti bergerak dengan raut wajah bingung dan panik.

“ A-apa yang terjadi?” Tanya Leeteuk bingung.

“ Sudah waktunya..” Satu suara terdengar dari arah jendela kelas. Leeteuk dan Yesung menatap kearah itu. Seorang namja cantik, namja yang tadi bertemu dengan mereka sedang duduk di jendela kelas dengan gaya anggun dan menatap keduanya dengan mata tajamnya.

“ Dia!” Seru Yesung.

Namja kekar itu tersenyum lagi. “ Sebentar lagi mereka sampai..”

“ Mereka..?”

Tepak! Tepak!

Mata Yesung dan Leeteuk kembali melotot saat melihat sosok kuda putih entah terbang atau berlari dilangit seakan-akan hendak menabrak jendela kelas itu. Namun sebelum kuda itu menabrak, cahaya merah menyelubunginya dan dia berubah jadi namja dan langsung meloncat masuk ke dalam kelas itu, melewati si namja cantik.

“ Kau sudah sampai?” Tanya si namja cantik. “ Mana mereka?”

“ Sudah mau sampai..” Ucap namja tinggi dengan senyum sempurna dan sangat tampan itu.

Si namja cantik melompat turun.

“ Siapa kalian!” Seru Leeteuk kebingungan.

Yesung baru aja mau masuk ke dalam kelas langsung berhenti saat melihat seekor gagak terbang masuk melewati jendela dengan seekor monyet kecil yang berpegangan dikakinya. “ Wookie! Hyukkie!” Serunya dan saat itu juga ia mendengar suara derap lari dari koridor. Yesung menoleh dan lagi- lagi ia terkejut saat melihat seekor anjing, kucing dengan hamster dikepala dan kelinci berlari kearahnya. “ Kalian juga?”

“ Hyung!” Kyuhyun langsung kembali kewujud semula sambil terus berlari menghampiri Yesung. “ Mana Teukie hyung!”

Donghae, Kibum dan Sungmin juga kembali ke wujud manusia mereka. Wookie dan Hyukkie yang sudah didalam kelas juga kembali berubah.

“ Kyu?”

Kyuhyun buru- buru menatap kedalam kelas saat mendengar namanya dipanggil Leeteuk. Kali ini tatapan matanya berubah tegang saat melihat ada tiga namja lain yang berada di sana. Perlahan ia mundur.

Sungmin yang melihat keanehan di gerak- gerik Kyuhyun langsung masuk kedalam kelas dan mematung. “ A-apa..?”

“ Hay, Minnie..” Gumam si namja kekar santai.

“ Hyu-hyung?”

“ Kalian kenal?” Tanya Leeteuk kaget sambil menatap Wookie dan Hyukkie yang sama- sama tegang.

Kedua namja itu nggak menjawab.

Namja kekar itu mendengus dan berjalan keluar. Donghae dan Kibum langsung shock saat melihatnya. “ Kalian semua masuk kedalam.”

Tanpa banyak bicara Kyuhyun, Donghae dan Kibum menurut. Yesung yang masih bingung ikut masuk dan berjalan cepat menghampiri Leeteuk yang sudah bersama dengan Wookie dan Hyukkie. Sungmin ikut bergabung dengan yang lainnya.

Si namja tampan melirik jam tangannya dan menatap kearah si kekar. “ Dimana dia?”

“ Sebentar lagi sampai..” Namja kekar itu diam sejenak dan menatap keluar kelas. “ Ah, itu dia.” Ucapnya.

Dan saat itu juga tiba- tiba seorang namja bertubuh gemuk muncul dihadapannya dengan tangan penuh dengan kantong makanan. “ Mian, lama.. Aku mampir dulu nyari makanan.” Ia nyengir.

“ Dasar payah.. Mana dia?”

Si gemuk langsung mendorong si kekar masuk ke kelas itu.  “ Sebentar lagi. Mereka kewalahan mengejarku.” Tatapan matanya tertuju pada sosok Leeteuk dan yang lainnya yang berwajah tegang dan bingung diantara kumpulan mahasiswa yang mematung. “ Jadi mereka sudah kumpul?”

“ Kau kelamaan.” Ucap si namja cantik ketus.

“ Hyaa! Aku lelah!”

Tiba- tiba seorang namja tinggi dengan rambut berwarna merah kecoklatan berlari masuk kedalam kelas itu sambil membawa seekor koala yang menggantung di bahunya. Dia langsung diam dan menatap Leeteuk, Yesung dan para anihumannya dengan bingung.

Koala itu meloncat turun dan langsung berubah menjadi sesosok namja manis dengan pipi chubby berkulit putih dan sangat cute abis!

“ Gege.. Ini dimana?” Tanyanya bingung. Ia menatap kearah Donghae dan teman- temannya kaget. “ Hyungdeul!”

“ Henly! Lain kali gunakan kakimu! Dan..” Ia memandangi Leeteuk dan yang lainnya. “ Kau mengenal mereka, Henly?” Ia kemudian menatap si namja gemuk lalu menatap tiga namja lainnya. “ Sebenarnya ada apa? Kenapa aku dibawa kesini?”

“ Dia anihuman juga?” Bisik Yesung tapi nggak ada yang menjawab. Sepertinya kini ketakutan menyelimuti keenam anihuman itu.

“ Kalian mau apa?” Akhirnya Leeteuk berhasil sadar dari kebingungannya sejak tadi dan berjalan lebih depan dari dongsaengnya. Bersiap bertarung kalau- kalau keempat namja aneh itu menyerangnya.

Si namja cantik sepertinya pemimpinnya. Dia berjalan kedepan dengan langkah anggunnya. “ Oke, semua sudah berkumpul sekarang.” Ucapnya sambil menepuk tangannya sekali.

Tiba- tiba keadaan disekeliling mereka berubah menjadi di sebuah tanah lapang yang luas tanpa ada seorangpun disana selain mereka.

“ Perpindahan tempat..” Bisik Donghae pelan. “ Cuma mereka yang bisa melakukannya.. Nggak salah lagi.” Ia seperti bicara dengan diri sendiri.

Keempat namja itu langsung berkumpul sambil memandangi Leeteuk dan yang lainnya plus kedua namja yang baru aja datang itu.

“ Kuucapkan selamat datang kepada tiga pengasuh pilihan dan para anihuman. Dengan begini lengkap sudah kelompok kalian, ujian akan segera dilaksanakan..”

“ Eh?” Leeteuk terkesiap. “ Ujian!”

“ Apa kalian berempat itu penguji?” Tanya si namja tingi yang tadi membawa anihuman koala.

Si namja cantik tersenyum. “ Kalian berada di wilayah tuanku. Jadi kami berempatlah pengujinya..”

Terdengar suara desisan nggak suka dari mulut Kyuhyun. “ Sialan.. Kenapa kita harus kebagian jatah mereka, sih?”

Leeteuk menoleh menatap dongsaengnya itu. Sebenarnya.. Apa yang terjadi dan kenapa para anihuman itu sangat takut saat melihat keempat namja itu?

.

.

To be continued..

5 thoughts on “Anihuman // Chapter 3

  1. Wookie anihuman gagak?!?!ak pikir bakal jd anihuman yg imut,tp tak apalah ttp keren😀
    Kyumin moment’y dikit tp so sweet🙂
    UJIAN DIMULAI……
    Lngsng k tkp(chap4)😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s