Anihuman // Chapter 2

Chapter 2.

Other Anihuman!

 

~Leeteuk pov~

Aku duduk di sofa sambil memandangi ketiga namja manis yang kini sudah berpakaian. Yak, seperti yang tadi kalian ketahui.. Tadi mereka bugi! B-U-G-I-L! Dan itu membuatku sedikit agak.. Hmm.. Enek! =.=a

Untungnya baju lamaku masih ada. Untungnya mereka muat.

“ Oke..” Kutatap ketiga namja yang duduk bersila di lantai dan menatapku. “ Sekarang jelaskan padaku siapa kalian. Dan kemana perginya anjing, kucing dan hamster itu? Apa kalian makan?” Aku menghela nafas sebentar. Kok aku jadi sebodoh Yunho..?

“ Ka_”

“ Beri penjelasan yang masuk akal.” Aku memotong si keriting yang kini menatapku kesal.

“ Ya, hyung.. Jangan memotong. Nggak sopan.” Ucap si keriting gusar. “ Oke, karena aku yang paling pintar disini.” Wah si keriting itu narsis banget. Dia nyengir lucu. “ Aku yang jelaskan? Pertama, namaku ini Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Aku adalah Anihuman jenis anjing.”

Plop! Tiba- tiba telinga anjing mencuat di balik rambut keritingnya.

“ Hah! Kau bisa sulap!” Seruku tak percaya.

Namja yang mengaku bernama Kyuhyun itu cemberut karena tanggapanku. “ Aargh.. Lanjutin Hae hyung! Kibum hyung!”

Kali ini namja yang berkulit sangat putih dan sangat manis itu menatapku kalem. Si hamster. “ Nae, namaku Kim Kibum, hyung..” Ia mengangguk sopan sekali.

“ Kibum hyung.. Ini kan bukan acara perjodohan. Kenapa kau kaku banget sih.” Kyuhyun kembali mencecar. Dasat anak yang nggak punya sopan santun. Dia memanggil dua namja lainnya hyung? Itu artinya dia magnaenya kan? Magnae yang nggak sopan.. =.=

Kulihat Kibum menggembungkan pipinya. “ Kan kita harus sopan dimanapun, Kyunnie..”

Kyuhyun mendengus. “ Dasar alim.”

“ Udah jangan berantem. Beri aku penjelasan! Sekarang!” Tegasku akhirnya.

“ Oke!” Kali ini si wajah kekanak- kanakkan nyengir sambil berdiri. “ Annyeong, hyung.. Lee Donghae imnida. Anihuman berwujud kucing!”

Eh? Apa dia bilang?

Anihuman? Aku baru ngeh.

Apaan tuh? Jenis hewan langka terbaru? Atau nama mahluk luar angkasa? Atau jenis manusia abad 2011? Ah, aneh banget sih..

“ Hyung tau nggak antihuman itu apa?” Tanya Donghae lagi dengan wajah polosnya dan aku hanya menggeleng kayak orang pabbo. “ Anihuman, animal-human, manusia hewan, apalah itu sebutannya.. Bisa dibilang kami sejenis youkai dalam bahasa Jepang, dan siluman dalam bahasa Indonesia..”

“ Hyung bisa bahasa Indonesia?” Tiba- tiba Kibum cengo. Aku juga cengo pastinya.

Donghae masih nyengir. “ Kan udah ada di scriptnya..”

Ah, oke.. Nggak usah ngalor- ngidul begitu.. Aku menatap ketiga namja itu bergantian. Tiba- tiba telinga kucing menyembul dibalik rambut hitam kecoklatan milik Donghae.

“ Jadi intinya kalian ini anihuman?” Tanyaku serius.

Benar- benar manusia hewan. Aneh dan lucu juga ngeliat namja- namaj manis itu memakai telinga hewan.

Ketiganya mengangguk. “ Hyung paham?” Tanya Kibum.

“ Aniyo.”

Gubrak!

“ Ooy, Hyung! Lu mau bikin gua mati habis kesabaran hah?” Kyuhyun langsung berteriak kayak orang kesetanan. Tunggu, tadi mereka bilang mereka siluman kan? Siluman itu sohibnya setan.. Yah, wajar deh kalo dia kesetanan.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. “ Hyung, kami ini anihuman. Namun kami masih belum sempurna. Untuk menjadi sempurna kami harus menjalani ujian dan untuk menjalani ujian itu kami harus tinggal bersama manusia untuk belajar tentang manusia! Makanya kami ngikutin hyung kemarin.. Karena..”

Perasaanku nggak enak..

“ Kami ingin hyung menjadi pengurus kami sampai kami menjadi anihuman sempurna!” Donghae meloncat memeluk lenganku.

“ A-apa!!” Kali ini barulah otakku cepat mencernanya. “ Aku bukan pengasuh! Lu kira gua bebisiter hah? Nggak! Ogah! Ngapain.. Aku aja masih belom kerja. Siapa yang mau menghidupi kalian semua! Nikah juga belom..” Oke.. Untuk kalimat terakhir aku terlalu mendramatisir.

“ Jadi hyung nggak mau?”

Degh..

Mataku lurus menatap mata Kibum yang mengeluarkan jurus hamster eyes(?)-nya. Dia… benar- benar… Imut!

“ Hyung mau kan membantu kami..?” Namja imut itu kembali menatapku dalam- dalam.

Omona.. Aku harus gimana nih?

“ Hyung~”

“ Ba-baiklah! Aku akan membantu!” Aku kalah telak sama bocah ini.

“ Yay! Chukkae Kibum hyung! Kau memang hebat!” Kyuhyun meloncat memeluk Kibum seperti anak kecil yang kegirangan dan Donghae juga langsung memeluk Kibum erat membuat wajah namja itu merah karesa sesak.

“ Kalian! Kasihan hamster itu!”

Tiba- tiba mata ketiga bocah itu tertuju kearahku.

Weleh.. Firasat nggak enak lagi, nih.. Kau harus kabur nih, Jungsoo.. Iya, bener.. Aku langsung berdiri. Aku harus kaaaa_

“ Gomawo hyung!” Ketiga bocah itu secara serempak loncat kearahku dan memelukku erat. Membuatku langsung terjengkang kebelakang karena serangan mereka. Hyaa.. Sang devil merangkap angel ini k.o. sudah..! XO

~Leeteuk pov end~

0o0o0o0o0o0

“ Sebenarnya ada berapa anihuman disini?” Tanya Leeteuk sambil mengaduk moccacino yang tadi dipesannya. Kini dia dan para dongsaeng barunya sedang jalan- jalan buat membelikan baju untuk ketiga namja itu. Catatan! Baju sekolah! Nae, karena mereka akan sekolah.

Sebenarnya Leeteuk nggak terlalu paham dengan situasi sekarang, tapi dia menyimpulkan kalau ketiga bocah itu mau belajar tentang manusia, mereka juga harus membaur dengan manusia lain. Dan sekolah adalah tempat yang paling cocok.

Untungnya ada sekolah gratis (sekolah gratis ada dimana-mana~ *author nyanyi*). Yap, Suju High school. Donghae, Kibum dan Kyuhyun akan bersekolah disana.

Donghae mengaduk susu yang ada dihadapannya. “ Banyak lah, hyung.. Nggak kehitung. Tapi itu bukan masalah. Karena kami bergerak dalam kelompok untuk menghadapi ujian. Setelah menemukan pengasuh, maka kami harus bersiap- siap, karena ujian itu akan datang kapan aja.” Jelas Donghae sambil menenggak susunya.

“ Sejujurnya aku sih belom paham benar, tapi ya sudahlah..” Gumam Leeteuk bodo amat.

“ Ya, hyung pabbo.” Si magnae kembali ngeledek dan membuat sang angel melempar death-glare padanya. Kyuhyun langsung meringis tanpa dosa. “ Yah, bercanda hyung.. Bercanda.. Hhehe..”

“ Apa ada sesuatu yang khusus untuk para anihuman?” Tanya Leeteuk lagi.

Kibum mengangguk. “ Kami memiliki beberapa kekuatan khusus untuk bertarung, hyung.. Anihuman itu juga petarung. Dan kami juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi anihuman lain yang berada disekitar sini.”

Leeteuk mengangguk lagi. Dia memang bukan orang yang bodoh- bodoh amat (tapi amat amat bodoh. :p), dan nggak butuh waktu lama untuk memahami semua pembicaraan rumit yang terlalu tiba- tiba ini. Jadi dia mulai paham sekarang.

“ Anihuman..” Dia bergumam sendiri.

“ Apa hyung masih bingung?” Tanya Donghae pelan.

“ Sedikit.” Namja malaikat itu tersenyum. “ Tapi, gwaenchana.. Seiring berjalannya waktu aku pasti paham, kan? Yang penting intinya, aku mau membantu kalian menghadapi ujian nanti. Yah, karena itu satu-satunya cara biar kalian cepat pergi dari rumahku.” Leeteuk nyengir kuda.

“ Ya, hyung kejam amat!” Seru Kyuhyun sambil tertawa mendengar lelucon garing hyungnya itu

Donghae cengar- cengir nggak ngerti dan Kibum tetep tenang.

0o0o0o0o0o0

Leeteuk merapihkan modul kuliahnya buru- buru. Dia harus cepat sebelum si Yesung muncul lagi hari ini.

“ Ya, hyung.. Buru- buru amat kayak orang dikejar utang?”

Suara teguran itu membuat Leeteuk menghela nafas. “ Ya, Sungie.. Ngapain kamu kesini?” Tanyanya sok bête namun dia langsung tersenyum lembut. “ Becanda.. Aku lagi banyak urusan.” Jawabnya dan kembali merapihkan bukunya. Ya, urusan. Menyiapkan peralatan sekolah buat si trio kwek-kwek. Untung Leeteuk punya banyak tabungan dan uang kiriman. Belom lagi hasil sewaktu ia kerja part time dulu masih banyak, jadi cukuplah.

“ Berantem lagi? Kemarin ketemu ama Yunho de-ka-ka?” (de-ka-ka = dan kawan-kawan)

Leeteuk mengangguk santai. “ Nae, aku menang lagi.”

“ Hyung! Bravo! Tapi kenapa Yunho nggak kapok- kapok ya.. Padahal kalah telak mulu.” Yesung kembali tertawa sambil berdiri disamping Leeteuk yang hendak berjalan pergi. Keduanya langsung beranjak meninggalkan kelas itu.

“ Hmm.. Yesung.”

“ Nae?”

“ Kamu pernah ngerawat anak nggak?”

Yesung diam sejenak dan kemudian menatap Leeteuk. “ Waeyo gudhae?”

“ Ani. Cuma nanya aja.” Leeteuk mencoba tersenyum biar Yesung nggak mikir yang aneh- aneh terhadap pertanyaannya.

Yesung menggosok dagunya dengan gaya sok. “ Tapi.. Ngurus anak itu nggak mudah, hyung.. Apalagi kalau yang satu tukang buat rusuh, yang satu manja dan yang satu agak cengeng.”

“ Kamu ngomongin ddangko-brother?” Leeteuk mengerutkan keningnya bingung.

“ Tepat!” Seru Yesung bangga sambil tertawa. “ Oke, hyung.. Aku masih ada kuliah sih..”

“ Kalau masih ada jam kuliah ngapain kamu ke kelasku?”

“ Karena aku mau tahu hasil battle kemarin.” Jawabnya polos dan saat itu jua langsung ngacir meninggalkan Leeteuk ke gedung universitas yang lain di wilayah itu.

.

~Leeteuk pov~

“ Hyung!”

Aku berjalan cepat kearah tiga namja yang sudah berdiri di halte bus. Nae, Donghae, Kibum dan Kyuhyun. “ Mian lama. Aku tadi ada jam tambahan.”

“ Nae.. Nae.. Gwaenchana..” Donghae yang menjawab. “ Lalu, jadi hari ini beli peralatan sekolah kami?”

Aku mengangguk dan tatapan mataku teralih pada sebuah bus hijau yang mendekat dan berhenti di halte. “ Ayo naik.” Aku naik pertama dan ketiga donsaengku mengikuti langkahku.

Ya, belajar jadi hyung yang baik mulai sekarang.

Aku rasa itu nggak repot.

Seharian kami membeli banyak benda. Buku tulis, peralatan tulis, aku juga membelikan ketiga dongsaeng itu ponsel yang nggak terlalu mahal agar mereka bisa menghubungiku kalau ada apa- apa. Kata Kibum, sesama anihuman mereka nggak perlu ponsel karena mereka bisa bicara dengan kontak pikiran. Anihuman itu lumayan keren juga, aku jadi mau seperti itu.

Kami berjalan pulang menuju apartemenku. Ketiga dongsaengku itu membawa banyak belanjaan dan aku? Tanganku kosong. Benar, masa aku yang membawakan belanjaan mereka? Enak saja.. :p

“ Hey, Leeteuk!” Seruan itu membuatku diam dan menatap segerombolan namja dihadapanku.

“ Ya, hyung! Mereka!” Seru Kibum kaget.

“ Tenang aja..” Aku tersenyum sambil mengusap kepala Kibum lembut. Berikutnya, kutatap lagi Yunho and the gank yang jumlahnya bertambah. Ya, ada Yoochun, Junsu dan Changmin sekarang. “ Kalian mau main? Sayangnya aku lagi malas.”

“ Siapa yang mau main!” Seru Jaejoong marah. “ Kita mau bales dendam.”

“ Wuih, Boo-jae.. Bales dendam itu dosa.” Godaku.

“ Hyung kok malah ngeledek mereka sih?” Kudengar Donghae sedikit berbisik.

“ Gwaenchana.” Balasku sambil sedikit menoleh menatapnya. “ Kalau mereka menyerang, kalian kabur ke rumah aja duluan. Bisa kan?”

“ Ogah. Aku mau ikutan!” Kyuhyun mulai membantah.

“ Woi! Jangan ngomong sendiri aja! Hajar mereka!” Yoochun yang memerintah. Kutatap mereka semua dengan santai dan mengisyaratkan kepada dongsaengku agar mundur sedikit.

“ Ini urusan para hyung.. Kalian diam aja.” Gumamku dan saat itu juga kutendang jatuh seorang yang paling dekat denganku.

Yak.. Pertarungan part dua mulai!

Kalau aku hitung- hitung jumlahnya ada lebih dari tujuh belas namja. Nae, jumlah semua pasukan Yunho, ya? Beberapa ada yang wajahnya lebam, pasti akibat berantem kemarin. Kasihan mereka hari ini harus kena luka lagi.

Aku bisa mendengar sorak ketiga dongsaengku. Yang paling jelas suara Donghae dan Kyuhyun yang berteriak. ‘ Ayo hyung!’, biasanya Kyhyun yang berteriak begitu. ‘ Habisi mereka hyung! Jangan kalah!’, kalau yang ini Donghae. ‘ Hyung lawan!’, Kyuhyun lagi. ‘ Hyung awas!’ Yang terakhir sih suara panik Kibum.

“ Hyung! Butuh bantuan?” Kudengar Donghae berseru.

Aku nggak menjawabnya karena terlalu sibuk.

“ Heyo! Ada yang datang!” Kali ini seruan Kibum membuatku tersentak. Ada yang datang? Dan saat itu juga seorang namja yang mau menyerangku langsung dipukul jatuh sama seorang namja manis dengan kulit putih dan rambut agak pirang.

Mataku terbuka lebar melihat namja yang tersenyum cute itu.

“ Hyung! Gwaechanayo?” Yesung berlari menghampiriku.

“ Yesung?” Aku mengalihkan pandanganku ke arah namja manis yang langsung menghajar para anak buah Yunho tanpa ampun.

“ Si-sial! Kau curang Leeteuk! Ayo pergi!” Seru Yunho akhirnya. Dia dan para pasukannya langsung kabur meninggalkan kami.

Aku menatap Yesung kaget dan mengalihkan pandanganku ke namja cute tadi. Ada seorang namja yang kelihatan mirip monyet berlari kearah kami bersama dengan seorang namja kecil yang manis. “ Yesung..? Mereka sia_”

“ Sungmin hyung?”

Aku tersentak saat mendengar Kyuhyun yang bicara. Aku menatap ke arah ketiga dongsaengku yang semuanya menatap kaget.

“ Kyunnie!” Si namja cute itu langsung berlari menghampiri Kyuhyun dan memeluknya.

“ Hyukkie! Woi, lama nggak ketemu!” Kali ini Donghae dan namja mirip monyet itu saling ber high-five ria.

“ Hae!” Seru si monyet girang.

“ Eh, Kibummie juga disini? Jadi kalian satu kelompok, ya?” Yang ini namja terakhir yang tadi kubilang imut yang bicara.

Kibum mengangguk senang. “ Aku nggak nyangka kalau Wookie hyung bergabung dengan Sungmin hyung dan Hyukkie hyung.”

Tunggu.. Ada apa ini..

Aku langsung menatap Yesung dan seperti ada yang menghubungkan kami, Yesung juga menoleh menatapku dengan pandangan bingung dan butuh penjelasan. “ Ye-yesung.. Kau..?”

“ Jadi Teukie hyung juga pengasih anihuman?”

Jleger! Petir langsung menyambarku.

Apa dia bilang tadi?

Juga?

Berarti Yesung…

.

~To be continued~

6 thoughts on “Anihuman // Chapter 2

  1. Dari paragraf ptama lngsng ketawaketiwi wkwkwkwk…..
    Gak nyangka trnyt dakko brother trnyt anihuman😀
    See u thena!ak mo k chap3🙂

  2. Eon..
    Aq nostalgia nih~

    tnggu.. Min anihuman pa y? Aq lupa .. Inget’a pas yg dy dah brubah tu loh..

    Oke deh .. Aq lnjut baca dlu eon ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s