Anihuman // Chapter 12

Chapter 12

.

A Goodbye!

.

~Leeteuk pov~

Dimana mereka.. Sudah pagi lagi dan para dongsaengku masih belum kembali. Apa mereka memang nggak akan pulang lagi ke tempat ini? Ke rumahku? Ani.. Aku percaya. Aku percaya.. Mereka pasti akan pulang..

Cepat atau lambat.. Aku percaya itu..

Trrrt~ Ponselku bergetar pelan.

“ Yeoboseyo.” Aku buru- buru mengangkat telepon dari Yesung itu.

“ Hyung! Mereka pulang..”

Degh! Apa yang dikatakan Yesung? Mereka kembali..?

Tok-tok..

Jantungku berdegup kencang saat kudengar pintu apartemenku diketuk pelan. Tanpa bilang apapun pada Yesung, aku menutup teleponku dan melangkahkan kakiku ke pintu dengan was- was.

Mungkinkah itu mereka?

Dongsaengku yang aku tunggu?

To-tok..

Kusentuh knop pintu apartemenku. Dan dengan pelan aku membukanya..

Saat pintu itu terbuka..

“ Hyuuuung!” Kyuhyun yang pertama meloncat kearahku dan memelukku hingga kami berdua terjatuh di lantai. “ Omona! Aku khawatir nggak bisa bertemu dengan hyung.. Tapi aku salah..”

“ Kyu..” Dengan nggak percaya aku mendongkak menatap Donghae dan Kibum yang tersenyum. Tubuh mereka bertiga penuh luka yang sangat banyak. Apa ujian terakhirnya sangat sulit?

Donghae melangkahkan kakinya masuk ke apartmenku. “ Aku capek..”

Kibum ikut masuk. “ Tumben bersih banget.” Namja itu nyengir kepadaku.

Aku langsung kembali berdiri sambil menarik Kyuhyun yang langsung berlari masuk ke dalam. Ketiga dongsaengku meninggalkanku begitu aja yang masih melongo di depan pintu. Tapi aku nggak bodoh. Aku langsung menutup pintu dan menyusul mereka.

Apa yang harus kukatakan?

Haruskah aku bertanya bagaimana kondisi mereka sekarang?

Kibum menatapku sambil duduk di kursi makan. “ Hyung. Kami pulang..”

Saat itu aku langsung teringat satu hal. Yang harus kukatakan kepada mereka saat ini. Aku tersenyum menatap ketiganya. “ Selamat datang..”

~Leeteuk pov end~

.

~Yesung pov~

“ Mwo? Jadi kalian berhasil lulus!” Aku menatap Sungmin, Hyukkie dan Wookie bergantian. Nggak tahu apa yang aku rasakan… Aku benar- benar sangat senang. Aku langsung memeluk Wookie yang berdiri di sampingku dan mengacak rambutnya bangga. “ Chukkae.. Aku tahu kalian pasti berhasil.”

“ Nae hyung!” Wookie melepas pelukanku.

Kutatap mereka bergantian lagi. “ Lalu.. Kalian akan tetap disini kan?”

Sekarang aku muali was- was. Aku ingat yang dikatakan Teukie hyung kemarin. Dia percaya mereka akan kembali meski hanya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kami. Dan aku nggak mau itu menjadi kenyataan..

Kalau mereka kembali..

Mereka jangan meninggalkanku..

Sungmin tersenyum. “ Hyung.. Hari ini kita main seharian mau?”

“ Eh?”

Hyukkie berjalan mendekatiku dan nyengir. “ Hari ini aja hyung.. Ayo main dengan kami! Hyung bolos aja kuliah..”

“ Kalian kenapa?”

Perasaanku benar- benar nggak enak sekarang.

Wookie menarik ujung jaketku pelan. Kutatap magnaeku itu. “ Jebal hyung..”

Aku nggak berani berucap apa- apa lagi. Dengan pelan aku mengangguk sambil menggaruk kepalaku yang sejujurnya nggak gatal. “ Ba-baiklah kalau itu mau kalian. Tapi kalian harus menceritakan padaku apa yang terjadi di ujian itu..”

“ Tentu!” Hyukkie langsung meloncat memelukku erat.

Ada apa ini..?

~Yesung pov end~

.

~Zhoumi pov~

“ Gegeeee~ Aku mau makanan lain!”

Kutatap dongsaeng manisku itu lembut. “ Kau mau apa lagi? Kau kelaparan yah? Kau nggak lelah Henli?”

Henry menggeleng cepat sambil memakan habis semua makanan yang kusediakan untuknya. “ Aku terlalu senang untuk merasa lelah.” Dia tersenyum polos. “ Aku terlalu senang karena bisa kembali ke tempat Mimi gege. Dan aku nggak mau membuang waktu sekalipun.”

Membuang waktu sekalipun?

Apa maksud ucapannya?

“ Nah gege.. Gimana kalau nanti siang jalan- jalan dengaku. Kami semua mau merayakan keberhasilan kita nih. Teukie hyung dan Yesung hyung pasti ikut.”

“ Boleh..” Aku berdiri dan memilih duduk disisinya. Kusibakkan rambut kecoklatanna dan menatapnay serius. “ Tapi sebelumnya, katakan padaku apa sesuatu yang buruk terjadi? Bagaimana dengan DragonAni dan yang lainnya?”

Saat itu sinar mata Henry memudar.

Dia menunduk..

“Henli?”

Henry kembali menatapku sambil tersenyum. “ Semuanya baik- baik aja, gege..” Namja manis itu menepuk- nepuk kepalaku dengan sok.

“ Benar?”

Henry mengangguk. “ Semua akan baik- baik aja..”

~Zhoumi pov end~

0o0o0o0o0o0

“ Hyaaa!!” Donghae berseru senang saat berhasil menangkap seekor ikan yang sedang berenang di kolam kecil di taman kota. Wajar aja dia berhasil menangkap ikan itu, dia kan menggunakan kekuatan harimaunya. “ Hyung! Dapet nih!”

Leeteuk hanya geleng- geleng. “ Hae! Nggak boleh menangkap ikan di kolam taman pabbo.”

Donghae nyengir. “ Mianhae, hyung.. Habisnya aku kan keturunan kucing..”

“ Cuma itu yang bisa hyung bilang buat penyangkalan?” Sindir Kyuhyun yang sejak tadi duduk di kursi sambil memainkan PSP kesayangannya yang dibelikan Leeteuk dulu. “ Contoh Kibum hyung yang sejak tadi baca buku.”

Kibum yang merasa namanya disebut hanya melirik Kyuhyun bête. “ Bisa nggak jangan bawa- bawa aku Kyu?”

“ Aku nggak bawa- bawa Kibum hyung. Aku cuma bawa PSP.” Balas Kyuhyun cuek.

Leeteuk hanya menghela nafas. “ Bisa nggak kalian jangan sibuk begitu? Bukannya hari ini mau maun seharian? Kenapa malah kalian yang sibuk sendiri- sendiri dan aku dicuekin?” Namja tampan itu agak cemberut.

Ketiga dongsaengnya yang tadi sibuk sendiri menatapnya.

Hening..

“ Kita kan lagi nunggu yang lain, hyung.. Sabar dong.” Balas Donghae dan kembali melanjutkan aktivitasnya tadi. Menangkap ikan.. =.=a

“ Hyuungdeul!”

Semua mata tertuju pada sosok namja manis yang sedang berlari- lari seperti anak kecil kearah mereka. Henry kelihatan sangat senang saat itu, sedangkan Zhoumi mengejarnya dengan berjalan cepat- cepat.

“ Mian.. Udah nunggu lama yah?” Zhoumi langsung mendekati Leeteuk.

Namja itu menggeleng sebentar. “ Yah, anggap aja kami juga baru sampai. Mana Yesung? Kau nggak bertemu dengannya tadi Zhou?”

“ Ani, hyung.. Kurasa sebentar lagi dia akan datang..”

Leeteuk menatap Henry yang langsung battle PSP sama Kyuhyun. Senyum manis terukir di bibirnya. “ Rasanya sudah lama sekali nggak melihat mereka seperti itu.. Padahal baru satu hari nggak melihatnya..”

Awalnya Zhoumi diam sebentar, tapi namja itu langsung menepuk bahu Leeteuk. “ Hyung.. Kau siap?”

“ Siap?” Leeteuk menatap kearah Zhoumi bingung.

Baru aja Zhoumi mau melanjutkan ucapannya, keduanya melihat kearah kedatangan Yesung dan ketiga dongsaengnya yang mendekati mereka. “ Yesungie..”

“ Heyo..” Yesung bergabung diantara para pengasuh itu. “ Sudah berkumpul semua? Mau kemana nih?”

“ Ya, hyung! Ayo main ke Lotte Park!” Seru Hyukkie girang.

“ Mwo? Lotte park itu apa?” Henry menatap Hyukkie bingung. Lalu memandangi Zhoumi. “ Lotte park? Rasanya Mimi gege nggak pernah mengajakku kesana yah?”

Ketiga dongsaeng Leeteuk juga agak bingung mendengar nama itu.

“ Lotte park itu taman bermain yang sangat besar yang ada di Seoul. Dulu waktu baru- baru menjadi dongsaeng Yesung hyung, Yesung hyung pernah mengajak kami kesana.” Jawab Wookie santai sambil melirik Yesung. “ Gimana kalau kita kesana aja?”

“ Nggak buruk.” Jawab Yesung.

“ Bolehlah.. Kalau mau main seharian memang itulah tempat paling pas. Kita bisa main seharian penuh..” Tambah Leeteuk. Namja itu menatap ketiga dongsaengnya. “ Ini kan pertama kalinya kalian kesana.. Kalian pasti akan sangat senang..”

Donghae, Kibum dan Kyuhyun tersenyum miris.

“ Ayo!” Sungmin segera menggandeng Kyuhyun dan Henry bersamaan dan berjalan mendahului yang lain. Lalu disusul oleh Hyukkie dan Donghae yang berjalan bersama dan Kibum dan Wookie yang berjalan tak jauh dari mereka.

Ketiga hyung mereka masih berjalan perlahan..

“ Tidakkah kalian berpikir mereka aneh?” Gumam Yesung pelan.

Leeteuk dan Zhoumi diam.

Yesung menatap keduanya. “ Kalian.. Juga merasakan hal yang sama denganku kan? Apa kalian berpikir.. Ini yang_”

“ Nggak perlu kau teruskan, Yesungie..” Gumam Leetek memotong kalimat Yesung. “ Nggak perlu kau teruskan kalimat itu..”

“ Hyung.. Tapi..” Yesung menatap lurus kearah ketujuh anihuman itu.

Zhoumi menunduk sambil tersenyum. “ Yah, mungkin kita nggak seharusnya membicarakan hal ini. Aku tahu apa yang dirasakan Yesung hyung ataupun Teukie hyung. Makanya lebih baik sekarang.. Nikmati aja saat- saat bersama mereka.”

Yesung dan Leeteuk gantian diam.

Leeteuk mengingat lagi ucapannya saat menunggu ketiga dongsaengnya kembali..

Aku percaya mereka akan kembali meski hanya untuk mengucapkan selamat tinggal..

Kalimat itu terus terngiang di pikirannya..

Meski hanya untuk mengucapkan selamat tinggal..

Kembali terulang..

Selamat tinggal..

Dan yang terakhir lebih jelas lagi dari sebelumnya. Sebuah kata yang sejujurnya diharapkan ketiga namja itu nggak menjadi kenyataan.

0o0o0o0o0

“ Woooaaaaahh!” Hyukkie berseru riang saat turun dari jet coaster yang baru aja ditaikinya bersama dengan yang lain. “ Sumpah! Seru! Itu yang paling aku suka.. Ada yang mau naik lagi?”

“ Aniyo!” Tolak Wookie cepat. “ Hyung udah naik itu dua kali.. Masih mau lagi? Kalau mau, hyung aja sendirian sana..”

Hyukkie cemberut. “ Nggak asik sendirian.  Hae! Ayo naik lagi!”

“ Siiip!” Donghae nyengir dan berlari kearah antrian jet coaster lagi bersama Hyukkie yang udah lebih dulu kesana.

“ Mereka gila.. Semangat mereka itu udah over.” Kyuhyun geleng- geleng nggak ngerti. Ia menoleh ke arah Henry yang mukanya udah pucat pasi karena naik jet coaster sampai dua kali. “ Aiish.. Mochi mabuk!”

“ Hah!” Zhoumi kaget dan langsung menghampirinya.

“ Mabuk apanya, Kyuhyun hyung! Aku kan cuma pusing.” Bela Henry.

Sedangkan Yesung dan Teukie yang kecapean tetap duduk di kursi sambil menenggak sebotol air mineral yang dibelinya barusan. Siapa yang nggak lelah kalau naik jet coaster sampa dua kali?

“ Ayo cari mainan lagi.. Biarin aja mereka berdua.” Gumam Sungmin.

Yesung merosot sambil menghela nafas. “ Kalian aja sana.. Aku.. Aku mau disini dulu..”

“ Hyung, gwanchanayo?” Wookie duduk disamping Yesung dan mengusap keringat di wajah Yesung. “ Hyung istirahat aja deh.. Teukie hyung juga.. Kalian kelihatan capek banget.”

“ I-ide bagus Wookie..” Yesung mengacungkan jempolnya.

Leeteuk mengangguk sambil menatap Kibum dan Kyuhyun yang memandanginya. “ Kalian kalau mau main, main aja. Aku akan istirahat disini dulu..”

“ Andwae.” Kibum ikutan duduk disamping Leeteuk. “ Kalau hyung disini yah aku temani hyung aja.”

“ Nggak asik. Kalau gitu aku juga.” Kyuhyun selonjoran di samping kursi tempat mereka duduk sambil mengeluarkan PSP-nya. “ Lebih baik main PSP.” Guraunya sambil cengengsan nggak jelas.

Henry ikutan duduk disamping Kyuhyun. “ Aku juga mau main disini aja.”

“ Mochi.. Seenggaknya minum dulu pabbo!” Zhoumi memberikan Henry sebotol air.

Tapi namja manis itu menolak sambil nyengir. “ Gwaenchana gege..”

“ Nggak ada artinya kalau kepisah- pisah sih..” Sungmin duduk disamping Wookie. “ Niatnya kan memang main seharian sama hyungdeul, kalau kalian semua tepar nggak akan asik. Ya udah aku juga ikut disini sambil menunggu dua namja hyper aktif itu kembali.” Sungmin tersenyum menatap Yesung.

Leeteuk menyandarkan tubuhnya. “ Hari ini.. Jangan sampai berakhir..”

Degh! Entah kalimat itu disengaja atau tidak, tapi mendengarnya kelima anihuman yang ada disana langsung terkesiap.

Kelimanya diam dan saling berpandangan sesekali.

Tapi sepertinya Leeteuk nggak menyadari ucapannya. Karena namja itu nggak bergerak dengan posisi yang sama.

“ Hyung?” Kibum berdiri mencoba melihat hyungnya. Awalnya tatapan Kibum kelihatan bingung, tapi ia kembali duduk dan tersenyum. “ Teukie hyung tidur.”

“ Tidur?” Yesung yang berada disisi Leeteuk ikut menoleh untuk melihat namja tertian diantara mereka itu. Dan benar memang, Leeteuk sudah tertidur. “ Ah, pasti pegal tertidur dengan posisi begitu.”

Dengan hati- hati Kibum menggeser kepala hyungnya dan membaringkannya di pundak kecilnya. “ Teukie hyung.. Nggak tidur semalaman.. Sepertinya dia menunggu kami semalaman.”

Kyuhyun mendongkak untuk menatap wajah hyungnya itu. Dia nggak tersenyum. Wajahnya datar. “ Teukie hyung..”

Beberapa saat kemudian, Donghae dan Hyukkie kembali.

“ Melihat kalian istirahat, aku jadi nggak ingin naik lagi.” Gumamnya santai.

Donghae menatap hyungnya. “ Teukie hyung gwaenchana?”

“ Nae.” Kibum mengangguk. “ Hanya mengantuk. Kita biarkan aja dia tidur sebentar.”

0o0o0o0o0o0

Malam tiba..

Mereka benar- benar bermain seharian..

Dan kini kesepuluh namja itu berdiri di pinggiran lapangan besar yang sudah dipenuhi pengunjung yang datang ke Lotte. Mereka berkumpul untuk menonton pertunjukan kembang api yang selalu ada setiap malam hari di pusat permainan itu.

“ Seumur hidup.. Aku belum pernah melihat kembang api secara langsung.” Gumam Kyuhyun norak.

Sungmin terkekeh sambil menepuk bahu namja disampingnya geli. “ Kyu.. Berapa lama kau hidup di dunia manusia sih? Jangan norak mentang- mentang kau ini anihuman..”

Kyuhyun cemberut. “ Aku serius hyung..”

Sungmin hanya mengangguk sambil tetap tertawa pelan.

“ Sudahlah..” Yesung menengahi keduanya sambil merangkul bahu Sungmin dan Kyuhyun bersamaan. Namja itu menengadah. “ Sekarang..”

Syuuut! Duaar!

Berbagai warna bunga api mulai menyala di langit malam. Suasana malam itu semakin semarak dengan pesta kembang api. Begitupun dengan kesepuluh anihuman itu.. Semuanya menatap langit dengan takjub, seakan ini saat pertama kalinya mereka melihat kembang api sebanyak itu.

“ Hyung..” Donghae mencoba bersuara ditengah kebisingan itu.

“ Hmm?” Balas Leeteuk pelan.

“ Kami ingin membicarakan sesuatu pada kalian.” Setelah satu kalimat itu keluar, suasana diantara mereka berubah. Tadi raut wajah mereka kelihatan sangat senang. Tapi kali ini raut wajah mereka berubah dengan menatap Donghae sejurus. Tanpa ekspresi..

Leeteuk menatap Donghae serius. “ Tentang?”

Donghae diam. Sepertinya dia nggak sanggup membicarakannya.

“ Tentang apa Hae?” Zhoumi ikutan penasaran.

Wookie menarik lengan panjang Yesung pelan. “ Tentang keberadaan kami di dunia manusia.. Kami harus segera ke DragonAni.. Malam ini juga..”

.

Flasback..

“ Pe-perjanjian?” Sungmin merasakan firasat buruk. Sejujurnya, dia sudah bisa menebak apa yang akan dikatakan Hankyung berikutnya. “ Jadi untuk bertemu mereka kami harus membuat perjanjian dulu?”

Hankyung mengangguk.

“ Apa?” Kibum bertanya.

“ Kalian akan kuizinkan datang ke dunia manusia satu hari lagi. Gunakan kesempatan itu sebaik mungkin.. Dan saat kalian berada di dunia manusia itu, DragonAni mungkin akan mengalami guncangan karena ditinggal oleh semua penopangnya. Tentu nggak ada yang mau hal itu terjadi, kalau DragonAni hancur, maka dunia manusia juga akan terkena dampaknya.”

Hyukkie menelan ludah. “ Memangnya untuk sebentar aja kalian nggak bisa menahannya?”

“ Jangan bodoh.. Kalian tahu beberapa menit lagi kami akan menghilang.” Gumam Heechul.

“ Tapi.. Satu hari.. Apa itu nggak terlalu cepat?” Mata Wookie mulai berkaca- kaca.

“ Justru itu waktu paling lama untuk wilayah ini bertahan. Telat sedikit aja, semua bisa kacau.” Jawab Hankyung. “ Dan perjanjiannya.. Selama kalian turun ke dunia manusia, kalian harus menyegel wilayah ini agar nggak ada pihak lain yang merebutnya. Jaga wilayah ini.. Jika kalian bersedia, aku akan mengizinkan kalian kembali ke tempat mereka..”

Ketujuhnya diam.

“ Satu lagi..”

Mereka menatap Hankyung sejurus. “ Anihuman sempurna nggak boleh berhubungan dengan manusia lagi karena itu akan membuat manusia itu dalam bahaya. Banyak anihuman baru di luar sana.. Kalau mereka tahu siapa aja manusia yang berhubungan dengan anihuman sempurna, mungkin keadaan ketiga orang itu akan dalam bahaya. Kalian tahu sendiri seberapa besar pancaran tenaga anihuman sempurna.. Jika mereka merasakannya, ketiga pengasuh itu akan terluka mungkin.”

“ Kami.. Nggak boleh menemui mereka lagi?” Suara Henry tercekat saat menanyakannya.

Kyuhyun terkesiap menatap Hankyung. “ Ka-kami nggak boleh menemui mereka lagi setelah itu?”

Hankyung mengangguk. “ Kalian juga harus..”

“ Harus?” Ulang Donghae.

“ Menghapus ingatan mereka tentang kalian dan semuanya. Kembalikan mereka ke saat dimana mereka belum bertemu dengan kalian. Itulah perjanjian.. Kalau kalian setuju, aku akan mengembalikan kalian ke dunia manusia..”

Ketujuh anihuman itu shock..

Flashback end..

.

Leeteuk, Yesung dan Zhoumi menatap ketujuh dongsaeng mereka nggak percaya. Mereka sudah berpindah ke tempat yang nggak terlalu ramai.

Sedangkan ketujuh anihuman itu menunduk.

“ Ja-jadi.. Kalian akan meninggalkan kami dan menghapus ingatan kami semua?” Yesung menatap ketiga dongsaengnya nggak percaya. “ Sungmin, Hyukkie, Wookie.. Jawab aku..”

Hening..

“ Jawab aku!” Yesung berseru.

Tetap nggak ada satupun yang menjawab.

Leeteuk juga diam. Perlahan didekatinya ketiga dongsaengnya dan menepuk pundak Donghae. “ Jawab Hae.. Apa kalian akan menghapus ingatan kami?”

“ Mianhae, hyung..” Donghae mulai terisak. Bahunya gemetar. “ Kalau kami nggak menyetujui perjanjian itu.. Kami mungkin nggak akan kembali meski untuk hari ini. Aku nggak mau berpisah dengan kalian tanpa berpamitan..”

Leeteuk menelan ludah shock sambil bergerak mundur selangkah.

Ia nggak bisa percaya.

“ Jadi..” Kyuhyun membuka suara sambil menatap Leeteuk dan tersenyum. Air matanya mengalir perlahan. “ Hyung.. Gomawo untuk segalanya..”

“ Hentikan!” Tiba- tiba Zhoumi menutup telinganya. “ Aku nggak mau mendengar apapun yang kalian katakan. Nggak ada perpisahan..” Namja tinggi itu menatap Henry. “ Bukannya kau bilang kita akan selalu bersama Henli? Kalau kau menghapus ingatanku, itu artinya aku akan melupakanmu.”

Henry terisak. “ Mian gege.. Aku.. Aku juga nggak mau ini terjadi..”

“ Aiishh..” Zhoumi menggigit bibir bawahnya kencang. Menahan dirinya..

Yesung bersandar di tembok. “ Bagaimana kalau kami nggak mau..?”

“ Hyung!” Hyukkie berseru. “ Mengertilah.. Kami nggak mau sesuatu terjadi pada kalian. Makanya kami menyetujui persyaratan itu.. Apa hyung pikir kami mau berpisah tanpa pamit? Kami juga berat melakukannya..”

Yesung diam. Leeteuk menunduk dan menangis.

“ Hyung..” Kibum maju dan memeluk Leeteuk. “ Sungguh hyung.. Bukan ini yang kami inginkan..”

“ Arraseo..” Bisik Leeteuk parau. “ Sejujurnya aku sudah tahu ini akan terjadi..”

“ Jadi hyungdeul..” Sungmin menghapus air matanya. “ Sekarang katakan apa pesan kalian untuk kami..?”

Yesung mencoba tersenyum. “ Aku nggak tahu harus bilang apa..” Ucapnya sambil memejamkan matanya kuat- kuat dan membiarkan air matanya menetes. Ia menatap ketiga dongsaengnya. “ Kuharap kalian bisa menjadi pemimpin yang baik. Sungmin, jaga Hyukkie dan Wookie untukku. Kalian bertiga harus tetap bertahan apapun yang terjadi.. Kalian dongsaengku yang kusayang..”

Ketiga anihuman itu menangis dan langsung memeluk Yesung erat.

“ Arraseo hyung..” Balas Sungmin. “ Aku.. Akan menjaga mereka untuk hyung. Jangan khawatir.”

“ Kami akan berusaha dengan baik menjaga DragonAni.” Tambah Hyukkie sedangkan Wookie hanya terisak nggak bisa membalas ucapan Yesung.

Giliran Zhoumi mengusap rambut Henry yang sudah menangis. Namja itu satu- satunya yang masih tersenyum tanpa meneteskan air matanya. “ Henli.. Jaga dirimu.. Aku juga nggak tahu mau bilang apa. Wo ai ni..” Zhoumi langsung memeluk dongsaengnya erat.

“ Nae, Mimi gege.. Gege juga..” Balas Henry pilu.

Leeteuk melepas pelukan Kibum dan mengusap rambut dongsaengnya lembut. Ia mengalihkan pandangannya kearah Donghae dan Kyuhyun. “ Aku nggak mau mengatakan apapun.. Hanya saja aku punya permintaan..”

“ Apa hyung?” Tanya Donghae.

“ Kalian jangan pernah lupakan aku.. Meski nanti aku melupakan kalian, setidaknya kalian harus terus mengingatku. Hanya itulah satu- satunya pengikat kita yang nggak akan putus. Maukah kalan berjanji?”

Ketiga anihuman itu menatap Leeteuk.

“ Kami berjanji hyung..” Jawab ketiganya bersamaan.

Kyuhyun mengeluarkan PSPnya. “ Setidaknya benda ini akan kubawa. Jadi aku nggak akan melupakan Teukie hyung sedetikpun.”

Leeteuk tersenyum.

Tes.. Tes.. Perlahan air hujan turun tiba- tiba.

Kesepuluh namja itu nggak ada yang berpindah..

“ Sudah saatnya..” Gumam Yesung sambil menengadah. Yesung kembali menatap ketujuh anihuman itu.

Ketujuh anihuman itu mundur perlahan menjauh dari Leetek, Yesung dan Zhoumi.

Perlahan pembiasaan cahaya berwarna kehijauan menyelimuti ketiga namja itu. Seakan- akan ada naga yang menyelimuti mereka.

Percayalah.. Jika waktunya tiba.. Mungkin kalian akan bertemu lagi..” Terdengar bisikan Hankyung pelan di telinga mereka.

Ketiga namja itu saling memejamkan mata mereka.

Sedangkan ketujuh anihuman itu menatap mereka bertiga datar.

“ Selamat tinggal..”

0o0o0o0o0o0

~Leeteuk pov~

Degh! Aku menatap jalan.

Kutadahkan tanganku sambil menengadah. Hujan?

“ Yah.. Ujan.. Untung aku bawa mantel hujan. Ternyata ngeliat ramalan cuaca tiap pagi emang berguna.” Ucapku dengan bangga. Hhaha.. Aku memang bisa diandalkan. Hmm.. Hujan.. Mengingatkanku pada sesuatu yang penting..

Apa yah?

Hmm.. Kurasa ada hubungannya dengan Yesung. Aiish.. Aku nggak ingat..

Aku tetap berjalan santai meski hujan mengguyur dengan deras. Langkahku terhenti saat aku berada di sebuah jembatan.

Guk!

“ Eh…?” Aku serasa mendengar suara seekor anjing. Tapi nggak ada apa- apa..

Tatapanku tertuju pada pinggir jembatan. Langkahku terasa aneh, aku berjalan kearah itu. Seakan- akan sesuatu memanggilku saat ini. Tapi aku nggak tahu apa..

Hujan.. Sungai.. Jembatan..

Aiiiishh!

Aku menyentuh penyangga jembatan dan menatap ke bawah. Arus sungat sangat deras. Kalau ada kucing atau anjing jatuh pasti langsung hanyut..

Atau hamster?

Ehh? Kenapa tiba- tiba hamster..?

Degh.. Degh..

Kusentuh dadaku yang berdegup kencang.

Ada sesuatu yang mengganjal hatiku sekarang. Aku nggak mengerti apa ini.. Tapi..

Tes.. Gantian sekarang air mataku yang menetes.

Kenapa.. Aku menangis..

Aku merasa.. Kehilangan sesuatu yang sangat penting…

Tapi aku nggak tahu apa itu…

“ Hiks..” Tangisanku semakin kuat. Kututup mulutku untuk menahan isakanku. Jantungku terus berdegup kencang. Aku terjatuh dipinggir jembatan sambil tetap berpegangan pada penyangga jembatan itu.

Aku… Merindukan sesuatu..

.

.

~Fin~

5 thoughts on “Anihuman // Chapter 12

  1. Ck~sial ..
    Knapa pas baca chap ni ..
    Pas lagu suju yg bkin nangis smua yg kluar ..#baca smbl dnger lagu ..

    Jadi nangis lagi kan .. D’chap ni ..

  2. Hiks…sedih bgt ingatan oppadeul d hps,wlpn pikiran mrk g bisa mngingat tp d dlm hati mrk msh ingat
    Gomawo thena ff’y keren😀

  3. sedih banget chingu,,,apa lagi kalo sambil dengerin lagu in my dream,,,
    huaaaaaa,,,,,T_T
    tapi adegan bertarung nya keren!!! Daebak!!!
    coba kalau dibukin film,,,(ff ini awalnya ngingetin aku sama anime yg judulnya fruit basket)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s