Anihuman // Chapter 11

Chapter 11

.

Key!

.

“ Gimana caranya mengambil kunci ditangan Shindong hyung!” Seru Donghae sedikit frustasi. Mata harimaunya terus menatap tajam kearah mamooth keabu- abuan yang diam di permukaan tanah sambil menatap kearahnya dan rekannya yang lain.

Ryeowook mengepakkan sayap lebarnya dan mengitari Shindong.

“ Kau nggak membawa kuncinya!” Seru Wookie bingung.

Entah bagaimana caranya, tapi mamooth itu menyeringai. “ Kau akan tahu setelah mengalahkanku.” Belalai panjang dan kuatnya diarahkan kearah Wookie dan menghentakkannya sehingga membentur tubuh Wookie.

Wookie melayang cepat menghantam tanah.

Drap! Lagi- lagi mamooth raksasa itu berlari hendak melindas sang rajawali dengan tubuh besarnya.

“ Wookie!” Sungmin shock dan segera meloncat turun. Saat ia turun dalam waktu super singkat itu ia kembali menjadi sosok beruang yang cukup besar dan memeluk tubuh Wookie untuk melindunginya.

Tapi seperti apapun tubuhnya tentu nggak bisa menahan tubuh mamooth itu.

Kyuhyun meloncat dan kembali menjadi srigala lalu berlari cepat kearah Shindong. Henry juga ikutan berubah dan bertengger di leher harimau Donghae yang ikutan menyerang duluan.

Shindong menyapukan belalainya disekitarnya membuat Kyuhyun dan Donghae harus meloncat menghindarinya. Semakin lama mamooth itu semakin mendekati Sungmin dan Wookie. Namun Henry bergerak cepat, koala kecil itu meloncat ke belalai Shindong dan dengan gerakan gesit ia naik sampai ke gading Shindong.

Duagh! Ditendangnya gading itu dengan kaki kecilnya dan patah!

“ Uwooorrgh!” Mamooth itu shock.

Melihat ada kesempatan, Sungmin membawa tubuh Wookie ke tempat yang agak jauh. Mata beruang itu melihat kearah sang mamooth yang kebingungan karena gadingnya patah. Sungmin langsung berlari kearah Shindong.

Saat mendekati Shindong, Sungmin melayangkan cakarnya di udara dan membuat sayatan di udara hampa yang mengarah ke Shindong. Sayatannya itu mengenai tubuh sang mamooth dan membuatnya terluka cukup parah.

Henry meloncat ke tubuh Sungmin.

Krauk! Srigala Kyuhyun menggigit kaki kanan depan Shindong sedangkan Harimau Donghae mencakar kaki kiri belakang Shindong.

Keempat anihuman itu bergabung lagi di satu titik yang sama.

Brugh! Tubuh sang mamooth jatuh.

“ Dia kalah!” Seru Henry senang.

“ Ani..” Sungmin menatap Shindong serius.

“ Eh?”

“ Masih belum.. Nggak mungkin kita bisa mengalahkan seorang pengawas ujian semudah ini. Kau nggak lupa kan bagaimana susahnya melawan Siwon hyung tadi.”

Henry kembali diam.

Dan tebakan Sungmin benar. Memang bukan hal yang mudah melawan seorang anihuman sempurna tipe khusus seperti Shindong. Samar- samar terlihat asap keluar dari bekas luka Shindong. Seiring dengan asap itu, luka- luka mamooth itu sembuh.

Kyuhyun kembali bersiaga. “ Dia sembuh..”

“ Kekuatan penyembuh..” Bisik Wookie yang ikutan bergabung. Karena sejak tadi dia nggak berubah ke wujud rajawali sempurna, tubuhnya yang terluka paling parah.

“ Wookie.. Lebih baik kau berubah sempurna sekarang.” Ucap Donghae.

“ Nae.” Perlahan tubuh mungil namja itu berubah menjadi seekor rajawali kekar yang cukup besar. Seiring dengan itu, sang mamooth pun kembali bangkit. Bahkan gadingnya yang patah sudah tumbuh kembali dengan sempurna.

“ Aku akan memberikan kunci asal kalian bisa membunuhku..”

“ Mwo?” Henry shock. “ Membunuh hyung? Tapi..”

“ Kalau kalian nggak bisa, mungkin kalian yang akan mati ditanganku..” Mamooth itu kembali berlari. Tapi kali ini berbeda, pancaran tenaganya berbeda. Terasa lebih kuat dari sebelumnya dan saat ia berlari bahkan tanah tempat mereka berpijak langsung bergetar kuat.

Sungmin nggak bisa menahan getaran itu dan terjatuh. Sedangkan Kyuhyun dan Donghae dengan susah payah menancapkan cakar mereka ke permukaan biar nggak goyah. Wookie memilih melayang rendah.

“ Kita nggak akan bisa bertahan.. Wookie, hanya kau yang bisa lolos saat ini.. Bawa Henry dan Kyuhyun!” Seru Sungmin.

“ Hyung!”

Kyuhyun baru aja mau membantah, tapi Sungmin menatapnya sangar.

“ Kyu, serahkan kepada kami.” Ucap Donghae serius. “ Kalau kita terkepung disini, sama aja bohong.. Buat apa kita tinggalkan Kibum dan Hyukkie di sana. Karena itu, pergi ke check point ketiga dan dapatkan kuncinya dari tangan Kangin hyung.”

Tubuh Kyuhyun bersinar dan dia kembali ke sosok manusianya. “ Kalian yakin?”

“ Percayakan pada kami..” Bisik Sungmin.

Mamooth itu semakin dekat. Kyuhyun berpegangan pada cakar Wookie dan menenteng Henry dengan tangan kanannya. Tepat saat Shindong sampai dan berniat menyerang mereka. Shindong menggunakan belalainya untuk menangkap kaki Kyuhyun, tapi dengan cepat Donghae meloncat dan mencengkram belalai itu dengan cakarnya.

Sungmin juga dengan gesit mendorong tubuh Shindong menjauh dari dongsaengnya yang berniat kabur.

Saat itu juga Wookie terbang melesai jauh membawa Kyuhyun dan Henry.

0o0o0o0o0o0

Siwon  berlari dilangit. Dari keempat kakinya terlihat api kecil yang menyala. Kedua sayapnya sudah terkembang. Akhirnya dia menjadi sosok anihumannya, Pegasus.

Kibum menengadah dengan mata rusanya yang tajam. Dialihkannya tanduknya kearah Siwon yang berlari kearahnya. Tanduk itu kembali bersinar dan menembakkan potongan runcing ujung tanduknya ke arah Siwon.

Tentu dengan mudah Siwon menghindarinya.

Bruagh! Pegasus itu menabrak sang rusa putih dengan sangat kuat. Tapi saat ia menabrak Kibum, Hyukkie mengunci gerakannya lagi dengan memeluknya kuat- kuat.

Zleb! Hyukkie menancapkan gigi- giginya ke tubuh Siwon, membuat Pegasus itu mengerang kesakitan. Kenapa? Karena selain digigit, Yeti itu juga mengalirkan racunnya. Yah, Yeti sebenarnya nggak beracun, tapi karena Hyukkie anihuman special. Dia memiliki kemampuan khusus.

Bekas gigitan Hyukkie membuat tubuh Siwon yang digigit membiru.

“ Sialan!” Dengan sekali hentakkan kuat, Siwon kembali berubah jadi manusia dan memutar tubuhnya menendang tubuh besar Hyukkie dengan sangat kuat.

Hyukkie terdorong ke belakang cukup jauh dari Siwon.

Siwon menatap kearah Kibum yang berlari sambil mengarahkan tanduknya yang bersinar kearahnya. Saat Kibum dekat dengannya, Siwon menahan tanduk Kibum dan meloncat diudara melewati rusa putih itu.

Duagh! Kibum menggerakkan kaki belakangnya keatas menendang Siwon.

Siwon melayang di udara. Dia memutar tubuhnya sambil mengarahkan satu jarinya ke Kibum.

Syut! Cahaya merah mengarah ke Kibum.

Brugh! Hyukkie mendorong Kibum menghindar.

Duar! Lagi- lagi permukaan tanah meledak.

Seakan nggak berniat memberikan jeda, saat masih berada di langit Siwon kembali menjadi Pegasus. Salah satu perubahan yang benar- benar menggunakan kekuatan lebih. Siwon berlari di udara.

“ Bagaimana cara mengambil kuncinya..” Gumam Kibum sambil menggelengkan kepalanya kuat- kuat.

“ Bagaimana dengan yang lain..”

“ Entahlah hyung..”

Drap! Drap! Siwon berlari sambil mengarahkan tanduk pegasusnya yang bercahaya kearah Hyukkie dan Kibum.

Kibum bersiaga dan Hyukkie berpindah kebelakangnya.

Duak! Tanduk Pegasus Siwon dan kedua tanduk bercabang Kibum saling beradu. Saling mengintimidasi siapa yang paling kuat. Kedua cahayanya bergabung.

Siwon terus mendesak Kibum dan perlahan rusa itu terdorong kebelakang.

Hyukkie menatap luka yang diciptakannya di tubuh Siwon tadi. Masih membiru, pasti racunnya sudah mulai menyebar. Itu kesempatan emas baginya. Dan tanpa memikirkan hasilnya, Hyukkie bergerak cepat ke bawah Siwon dan mengangkat tubuh Pegasus itu.

Brugh! Hyukkie membanting tubuh Siwon.

Duagh! Sreeet! Kibum mendorong tubub Siwon kuat dengan kedua tanduknya.

“ Aaish!” Siwon kembali berubah menjadi manusia dan memegang kedua tanduk Kibum kuat. “ Hyaa!” Namja itu mengangkat tubuh Kibum ke atas dan menabrakannya ke pohon sebelum ia membentur pohon.

Kibum berangsur berubah menjadi manusia lagi.

“ Heh.. Hah.. Sialan.” Siwon menekan luka di pinggangnya yang tadi di gigit Hyukkie. “ Yang paling berbahaya dari anihuman berwujud special semacam kalian. Racun kalian bisa melumpuhkan siapapun termasuk aku.”

“ Jinjjayo? Aku nggak tahu.” Jawab Hyukkie sambil kelihatan bangga. “ Tapi kalau bisa begitu, itu akan sangat menguntungkan kami.”

Sret! Kibum meraih kunci yang digantungkan di ikat pinggang Siwon.

“ Kau!” Siwon menoleh kebelakang dan melihat namja manis itu sudah mengambil kuncinya. Wajahnya kelihatan meringis menahan rasa sakit karena racun yang menyebar.

“ Berhasil Kibummie!” Hyukkie berubah kembali menjadi manusia.

“ Kita harus menyusul yang lain!” Seru Kibum senang sambil berlari mendekati Hyukkie.

Srat! Boom! Siwon mengarahkan sinar merah ke kunci itu dan kunci itu meledak.

“ Hyaah!” Kibum terpental sedikit. Tangannya terluka. “ Kau! Apa yang kau lakukan! Kau menghancurkannya! Aiish.. Tanganku terbakar!” Kibum memegangi tangannya yang terluka cukup parah.

“ Gwaenchana?” Hyukkie mendekati Kibum.

Siwon hanya tersenyum manis. “ Kau pikir bisa dengan mudah mendapatkan kuncinya?”

“ Sekarang kita nggak akan menemukan kuncinya lagi!”

“ Ani.” Siwon menangkup kedua tangannya sambil tersenyum. Beberapa kunci muncul dan berterbangan tepat diatas kepala namja tampan itu. Bagaikan sebuah permainan sihir yang sedang dipertunjukkan.

Hyukkie membulatkan matanya. “ Omo! Banyak sekali.. Jadi kunci tadi palsu.. Dan yang asli ada di salah satu dari kunci itu?”

“ Mungkin.”

“ Aiish.. Kita ditipu..” Gerutu Kibum.

Siwon masih memasang senyum sempurnanya. “ Oke, anak- anak.. Kuizinkan kalian memilih satu dari semua kunci yang ada ditanganku. Pilihlah yang paling benar karena kalian punya satu kesempatan. Jika kalian memilih satu, maka kunci lainnya akan hancur. Jadi jika kalian salah memilih dan ternyata kalian memilih kunci yang salah.” Siwon kini menyeringai. “ Ucapkan selamat tinggal untuk kehidupan kalian sendiri.”

Hyukkie dan Kibum saling berpandangan.

“ Ayo pilihlah..” Ucap Siwon lagi.

“ Kita harus bagaimana Kibummie? Kau tahu aku nggak terlalu pintar untuk hal semacam ini.”

“ Entah, hyung.. Aku juga bingung. Perbandingan satu diantara sepuluh. Jika kunci yang benar ada dialah satu kunci- kunci itu dan kita salah mengambilnya. Kita semua akan mati.. Keselamatan yang lain bisa aja kita pertaruhkan sekarang..”

Siwon masih menunggu dengan santai. “ Gunakan pemikiran kalian.. Kalian tahu yang mana kuncinya.”

“ Kami tahu?”

.

Ryeowook terbang rendah diantara pepohonan sambil membawa Henry dan Kyuhyun. Ketiganya berhasil kabur dari check point kedua dan menuju check point ketiga. Tapi..

Srat! Sekelebat bayangan tertangkap dimata tajam Wookie.

“ Check point ketiga dijaga Kangin hyung.. Dia gorilla kan..” Henry bergumam pelan dengan tatapan waspada.

“ Kurasa kau memikirkan hal yang sama denganku Henry.” Balas Kyuhyun.

Sret! Kali ini kelebatan itu menyerang mereka.

Kyuhyun melepaskan pegangannya dari cakar Wookie dan saat ia melayang turun ia berubah menjadi srigala lagi. Kyuhyun langsung bertumpu di dahan pohon yang besar. Sedangkan Henry langsung meloncat ke satu pohon.

Wookie sempat terkena serangan dadakan itu dan oleng kesamping.

Dak! Bayangan itu berpijak di salah satu dahan pohon juga dan dengan mata indahnya menatap kearah tiga anihuman bergantian.

Seekor cheetah cantik menatap mereka tajam.

“ Heechul hyung? Bukankah ini check point Kangin hyung..” Kyuhun bergumam kaget.

Gradak! Tiba- tiba pepohonan tempat Kyuhyun berpijak bergoncang kuat. Srigala itu langsung menatap kebawah dan menelan ludah shock. Kangin berada di bawahnya.

Crap! Batang pohon besar itu tercabut.

Dengan satu putaran kuat gorilla Kangin memutar pohon itu dan menghantam pohon- pohon lainnya. Bahkan tempat Henry bersembunyi dan Wookie bertengger juga tertebas. Kyuhyun meloncat ke tanah sambil berusaha menghindari tiap putaran pohon besar itu.

“ Kyuhyun hyung!” Henry berseru mengingatkan srigala itu tapi tiba- tiba seekor cheetah sudah berada dihadapannya.

Cheetah itu menyeringai tajam. “ Selamat datang di check point terakhir..”

Duagh! Kangin melepaskan pohon itu kearah Wookie yang terbang dilangit seiring dengan Heechul yang menghentakkan tangannya dengan sangat cepat ketubuh Henry.

Brugh! Wookie terjatuh dan kembali ke sosok manusianya.

Sedangkan Kyuhyun masih bisa menyelamatkan Henry.

Cheetah dan gorilla itu berdiri berdampingan. Kyuhyun dan Henry mendekati Wookie. Sulit bagi Wookie untuk bertahan, sejak tadi dia sudah berkali- kali berubah wujud dan itu terlalu menguras tenaganya.

“ Tunggu.. Apa maksudmu? Check point terakhir? Bukannya ada empat?” Tanya Henry bingung.

Gorilla itu mengangguk. “ Nae, ada empat. Dan sayangnya saat ini kalian berada di antara kedua check point itu. Kalian terbang terlalu jauh melewati wilayahku dan berada diperbatasan wilayah Heechul hyung. Jadi.. Kamilah lawan kalian..”

“ Aissh.. Mianhae..” Bisik Wookie menyesal sambil berusaha untk berdiri. Tubuhnya penuh luka. Namja mungil itu menghapus darah yang mengalir dari pelipis matanya.

“ Tiga anihuman melawan dua anihuman sempurna.” Kyuhyun berbisik nggak percaya.

Srat! Cheetah itu hilang.

“ Omo! Semuanya berpencar!” Kyuhyun terkejut melihat gerakan tiba- tiba itu. Dia langsung menarik Wookie berpegangan di lehernya dan Henry meloncat setinggi mungkin.

Heechul bergerak sangat cepat kearah Henry dan menggigit tubuh koala itu.

“ Aaarrrgh!”

“ Henry!” Wookie shock.

“ Giliran kalian.” Tiba- tiba Kangin sudah berada di belakang Kyuhyun dan Wookie.

Kyuhyun dan Wookie terkesiap.

Bugh! Gorilla itu memukulkan kedua tangannya di tubuh Kyuhyun dan Wookie dan membuat dua namja itu jatuh menghantam tanah dengan sangat kuat.

Wookie diam, pingsan.. Sedangkan Kyuhyun berubah ke wujud manusianya dan matanya sayu. Henry terkulai lemah dengan tubuh luka digigit Heechul.

“ Sial..”

0o0o0o0o0o0

“ Ini nggak akan mudah.” Gumam Donghae kesal karena sejak tadi mamooth besar Shindong nggak bisa dilumpuhkan dan terus menyerang dirinya dan Sungmin. Sesekali sejak tadi dia menengadah untuk melihat posisi matahari.

Dan sudah nyaris dua jam berlalu.

Langit DragonAni semakin kelam.

“ Kita harus benar- benar lepas dari check point ini dan menyusul ke check point berikutnya. Kibum dan Hyukkie juga nggak datang- datang.” Tambah harimau itu frustasi.

Sungmin bersiaga disamping Donghae. “ Setidaknya, pikirkan dulu dimana dia menyimpan kuncinya. Sejak tadi dia nggak memperlihatkan tanda- tanda kunci itu berada ditangannya. Kita hanya mencari sesuatu yang kita nggak tahu ada dimana.”

“ Arraseo, hyung.. Tapi..”

Drap! Shindong menerjang mereka sebelum Donghae selesai bicara.

Belalainya menangkap kaki Donghae yang tadinya berniat meloncat menghindar. Mamooth itu memutar tubuhnya dengan mencengkram kaki Donghae dengan belalainya. Setelah beberapa putaran cepat dia menghempaskan tubuh harimau itu sembarangan.

Brugh! Sungmin menangkap Donghae sebelum namja itu membentur sesuatu.

“ Gwaenchana?”

“ Ne, hyung.” Donghae buru- buru bersiaga. “ Jangan khawatirkan aku, sekarang kita lakukan taktik.”

“ Ne.. Aku setuju.” Sungmin bertumpu dengan keempat kaki beruangnya. Matanya menatap Shindong tajam. “ Jangan biarkan dia memiliki kesempatan menyerang balik, Hae.. Kita unggul sebenarnya.. Karena itu..”

“ Aku tahu.” Mata Donghae berubah merah.

Sungmin kelihatan menyeringai. “ Serangan beruntun begaimanapun caranya. Lumpuhkan pertahanannya dan dapatkan kuncinya.”

Drap! Kedua anihuman itu bergerak cepat.

Gerakan lari Sungmin masih terlihat oleh Shindong, tapi gerakan Donghae nggak terlihat. Shindong bersiaga ditempatnya sambil menghempaskan belalainya kesegala arah.

“Graaor!” Donghae menggeram sambil muncul dibelakang Shindong.

Tapi saat Shindong memutar tubuhnya, harimau itu menghilang. Begitu seterusnya sampai posisi Sungmin semakin mendekati Shindong. Saat ia merasa sudah tepat, Sungmin mengangkat kedua kaki depannya dan mengayunkan kedua tangannya bersamaan membentuk pola X dengan cahaya yang memotong udara lalu menghantam tubuh mamooth itu.

Shindong terdorong kebelakang, tapi belalainya dengan gesit membelit kaki Sungmin dan mengangkat beruang itu tinggi.

Donghae melayangkan cakarnya ke belalai itu.

Tas! Belalai Shindong putus.

“ Aaauuurrg!” Sang mamooth menjerit keras sambil mundur kebelakang. “ Sialan.. Aargh..” Darah segar menetes dari belalainya itu.

Sungmin segera berlari menyerang Shindong sebelum luka mamooth itu sembuh dengan cepat. Ditubruknya tubuh Shindong kuat- kuat hingga keduanya menabrak pohon besar dan membuat pohon itu tumbang seketika.

Donghae meloncat ke sebuah batang pohon dan memperhatikan gulat dua hewan bertubuh besar itu. Mata harimau merahnya menatap langit. Perlahan rintik- rintik hujan turun. “ Hujan..?”

“ Omona! HUJAN!” Donghae shock.

Sungmin yang sadar hujan baru saja turun juga kaget. Semua tahu kan kalau hujan berarti pintu masuk menuju perbedaan dunia itu terbuka. “ Hyung.. Kalau kehancuran terjadi saat pintu masuk terbuka, bukannya itu bahaya!”

“ Kau benar..” Jawab Shindong santai.

“ Kenapa kau tenang! Manusia bisa aja kena akibatnya!” Donghae ikut berteriak sambil turun ke tanah.

Shindong berjalan mundur dan perlahan berubah ke wujud manusianya. “ Kenapa? Bukannya nggak ada masalah? Setelah kalian berhasil sekalipun, kalian nggak akan kembali kesana..”

“ AKU AKAN KEMBALI!” Donghae berteriak.

“ Hae?”

“ Aku akan kembali ketempat Teukie hyung meski hanya untuk berpamitan. Aku nggak akan berpisah seperti ini. Meski untuk yang terakhir, aku akan melihat Teukie hyung lagi!” Seru Donghae marah.

Shindng tersenyum. “ Kepercayaan yang sangat manis. Itukah janjimu pada hyungmu?”

“ Aku nggak berjanji. Tapi aku akan menepatinya. Itu janjiku pada diriku sendiri..”

Shindong tersenyum kali ini. “Aku mengerti.”

.

“ Cepat tentukan.. Apa kalian ingin waktunya habis dan dunia ini hancur lalu membuat efek yang cukup besar di dunia manusia? Kalian tentu paham arti hujan ini kan..” Siwon menatap Kibum dan Hyukkie yang masih mematung.

Nggak ada satupun yang berniat menjawab.

“ Apa perlu diambil semuanya..” Bisik Hyukkie.

“ Itu nggak akan mudah. Mendapat satu kunci kita harus mengorbankan nyawa, dan kalau kita berusaha merebut semua, kita mungkin akan benar-benar mati. Hyung, dia bahkan nggak menggunakan kekuatannya secara penuh saat melawan kita.” Balas Kibum sambil terus berpikir.

Hyukkie kembali diam.

“ Ayolah.. Aku mungkin bisa menunggu.. Tapi waktu nggak akan menunggu kalian.”

Kibum tetap diam.

Dia meminta kami memilih satu dari semua kunci yang dia miliki. Aneh.. kalau memang kuncinya hanya ada satu kenapa kita harus menuju check point yang lain? Kalau memang hanya ada satu kunci yang benar kenapa dia memperlihatkan pada kami banyak kunci? Apa benar kunci yang hancur tadi kunci yang palsu..’ Kibum terus berteori di otaknya.

Tiba- tiba pikirannya tertumpu pada satu titik temu.

“ Hyung..”

“ Hmm?”

“ Mungkinkah kuncinya nggak ada padanya?”

“ Mwo? Nggak ada? Kalau nggak ada kenapa dia meminta kita memilih? Bukannya cukup membiarkan satu kunci tadi hancur atau kita diizinkan ke check point berikutnya?” Hyukkie benar- benar nggak mengerti.

Kibum menggigit bibir bawahnya. “ Bolehkah aku bertanya hyung!” Serunya.

“ Silahkan..” Siwon masih tenang.

“ Apakah benar salah satu dari kunci itu kunci yang benar?”

“ Entahlah.” Jawab Siwon santai.

Entah apa yang dipikirkan Kibum, dia tersenyum. “ Aku.. Aku tahu mana kunci yang benar.”

Hyukkie menatap dongsaengnya kaget. “ Benarkah Kibummie?”

Kibum mengarahkan tangannya kearah Siwon. “ Kuncinya.. Sudah ada pada kami kan hyung?” Dia menunjuk kedirinya sendiri.

Hyukkie membulatkan matanya shock. Sedangkan Siwon tersenyum.

0o0o0o0o0o0

“ Hujan..” Kyuhyun menatap khawatir ke langit yang sejak tadi menurunkan air dengan mata srigala keabu-abuannya. Ia kembali menatap kearah kedua anihuman sempurna dihadapannya. Sejak tadi mereka bertarung mati- matian tapi kedua anihuman itu sama sekali nggak terluka atau kelelahan.

Sedangkan dirinya, Wookie dan Henry yang sudah bertarung sejak awal dan sudah nyaris menuju titik akhir kekuatan mereka. Wookie tadi sempat pingsan sebentar namun sekarang sudah kembali bertarung lagi.

“ Jangan meratapi hujan Kyuhyun..” Wookie bergumam lemah. “ Yang penting sekarang ambil kuncinya dari mereka. Kita butuh dua kunci, aku harap Sungmin hyung dan yang lainnya sudah mengambil kunci mereka dan menuju ke tempat ini.”

Mata rajawali Wookie menajam. Dengan satu hentakkan kuat ia melesat terbang menyerang duluan. Dibelakangnya Kyuhyun berlari dengan sangat cepat bahkan gerakannya nggak terlihat oleh mata. Henry, koala kecil itu bergerak sama cepatnya dengan Kyuhyun. Dengan tubuh kecil dan kekuatan special, Henry bisa bergerak cepat bahkan Heechul nggak bisa melihat gerakannya.

Bugh! Henry menendang tubuh Kangin kuat.

Heechul agak terkejut melihat serangan dadakan itu, tapi insting kuatnya menangkap sesuatu yang bergerak kearahnya. Kyuhyun! Dengan cepat Heechul meloncat menghindari serangan dadakan Kyuhyun, tapi diatasnya sudah menunggu rajawali besar yang mengancamnya dengan cakarnya.

Ckrat! Wookie mencengkram tubuh Heechul dan melemparkannya kearah Kyuhyun yang sudah menunggunya dengan taring kuatnya.

Tapi jangan remehkan cheetah itu, dia bergerak gesit dan menindih tubuh Kyuhyun dangan tubuhnya sambil menghentakkan kakinya dan meloncat menerjang Wookie dilangit dengan cakar tajamnya.

Wookie kembali oleng karena serangan Heechul.

Sedangkan Kangin, dia menajamkan tatapannya berusaha menangkap serangan koala kecil Henry. Terlalu sulit.

Brugh! Henry kembali menyerang Kangin dan membuat gorilla itu terdesak.

Tapi saat Henry menyerangnya Kangin dengan cepat menangkap tubuh Henry. Gorilla itu memamerkan giginya. “ Kau yakin bisa merebut kunci itu dariku?”

“ Aku bisa!” Henry menggigit tangan Kangin kuat- kuat.

“ Padahal kuncinya nggak ada padaku..”

Saat itu juga Henry langsung membulatkan matanya dan meloncat menjauh. “ Kau bohong!”

“ Aku nggak pernah berbohong.”

Mata Henry berubah merah dan tubuhnya memercikan api. “ Jangan permainkan kami! Kalian yang menyuruh kami mendapatkan kunci yang nggak jelas keberadaannya itu dan sekarang kau bilang kuncinya nggak ada padamu! Aku harus berhasil di ujian ini dan menemui Mimi gege lagi!”

Bruaassh! Kobaran api yang terlalu besar membuat semua yang ada disana terdiam dari keadaannya.

“ Mochi!” Wookie shock dan terbang mendekati Henry, namun ia diam sebelum mendekati Henry karena nggak bisa mendekati koala itu. “ Pancaran kekuatannya lagi- lagi nggak terkendali. Aku nggak bisa mendekatinya..”

“ Hyung! Jangan dekati dia atau kau yang akan terluka!” Seru Kyuhyun cepat.

“ Hyung, jangan sampai dia mengalami hal yang sama dengan Tuan Hankyung.” Gumam Kangin agak khawatir.

Heechul diam. “ Semoga saja..”

“ Henry! Tenangkan dirimu!” Wookie kembali berseru cepat sambil berputar diantara Henry yang benar- benar nggak mendengarkan ucapan siapapun. Perlahan wujud koala itu berubah menjadi manusia dengan mata yang memerah tajam.

Taringnya tumbuh perlahan.

“ Henry! Buka matamu!” Seru Kyuhyun.

“ Aarggh!” Henry menjerit cepat dan menatap Kangin dan Heechul. Dengan kekuatan cepat dia menyerang Kangin dan Heechul tanpa terlihat.

Buagh! Gorilla Kangin terjungkal di hantam Henry. Gorilla itu menahan tangan Henry sebelum koala itu menyerangnya lagi. Diputarnya Henry dan namja itu menghantam pohon, tapi sebelum ia terjatuh ke tanah Henry kembali berlari menyerang Heechul yang sudah bersiaga.

“ Hentikan dia Kyu!” Seru Wookie sambil melesat kearah Henry.

Kyuhyun berlari cepat dan menggigit kaki Henry, membuat namja manis itu langsung terasuk ke tanah. “ Bodoh! Buka matamu Henry Lau!”

Nggak ada tanggapan dari Henry. Namja itu malahan menatap Kyuhyun sadis dan menyerang srigala itu cepat. Kyuhyun terpental ditendang Henry. Wookie melesat cepat dan mencengkram bahu Henry.

“ HENRY LAU!” Serunya marah.

“ Lepas!” Henry balas berteriak dan menendang Wookie kuat hingga cengkramannya lepas. Henry mendarat di tanah dan berlari menyerang kedua penguji itu yang menatapnya serius.

“ Hyung.. Kita harus bergerak cepat sebelum kejadian tuan Hankyung kembali.”

“ Arraseo.” Heechul berubah menjadi manusia disusul oleh Kangin.

Hujan yang turun semakin deras membuat suasana yang gelap itu sedikit mencekam.

Srat! Saat Henry hendak menendang Heechul, Kangin menahan kakinya kuat. Dan Heechul menahan tangan Henry yang nyaris dilayangkan tangannya menuju Kangin. Tubuh namja itu terkunci sudah. Dia menatap kedua orang itu marah.

“ Kalian berdua.. Tenangkan dia.” Perintah Heechul.

“ Eotthokae?” Kyuhyun berlari nyaris mendekat tapi Kangin menatapnya tajam.

“ Jangan dekati.”

“ Mwo? Wae?”

“ Kalau kalian mendekat, kalian nggak akan sanggup menahan radiasi kekuatannya. Tetap ditempat kalian dan buat dia kembali tenang. Kami yang akan menahannya.” Kangin menatap Henry serius, diacuhkannya geraman kecil dari bibir mungil Henry.

“ Kami nggak mau ada yang sama seperti Tuan kami..” Tambah Heechul.

.

“ Heh.. Hah.. Heh.. Hah..” Donghae terengah- engah. Matanya yang tadinya berwarna merah berubah- ubah menjadi oranye. Kekuatannya nyaris habis sekarang. Dan seperti apapun dia berusaha Shindong sama sekali nggak terkalahkan.

Sungmin menggeram pelan. Kesal. “ Dimana kuncinya. Aku sudah menyerangnya dari segala macam arah, tetap aja dia nggak mengeluarkan tanda- tanda kunci itu. Dia nggak memegang kunci itu..”

“ Itu mustahil.” Balas Donghae.

Shindong memalingkan tubuhnya menatap kedua anihuman yang sudah nyaris kehabisan tenaga itu. “ Menyerah?”

“ Nggak!” Seru Donghae dan kembali bergerak cepat menyerang Shindong. Tapi mungkin karena tenaga namja itu semakin berkurang, gerakannya bisa terlihat oleh mata mamooth itu dan dengan mudah Shindong balik menyerangnya sebelum Donghae menyerangnya.

Didorongnya harimau itu dengan gadingnya yang kokoh.

Dengan sepenuh tenaga Shindong mengangkat tubuh Donghae dan melemparnya kearah Sungmin. Sungmin nggak bisa menghindar ataupun menahan serangan Shindong. Tubuh kedua anihuman itu tersaruk di tanah yang becek. Bahkan bulu putih Sungmin sudah kotor sekarang.

Shindong sepertinya mulai bosan dengan pertarungan mereka.

“ Bisakah kita selesaikan permainan ini?”

“ Ani!” Donghae tetap bersikukuh melawan dan berusaha bangun. “ Sudah kubilang aku akan berhasil dan kembali ke Teukie hyung. Dan akan kulakukan hal itu..”

“ Hae, tenangkan dulu. Sekarang tenaga kita benar- benar kalah jauh darinya.”

“ Lalu hyung mau apa! Hyung mau menyerah? Aku nggak mau!”

“ Siapa yang mau menyerah! Aku juga nggak, Hae! Akupun sama denganmu, aku ingin bertemu lagi dengan Yesung hyung sebelum harus meninggalkannya. Karena itu tenang dulu.. Bertarung dengan pikiran marah dan konsentrasi yang kurang sama aja buang nyawa. Lawan kita itu seoranga anihuman sempuran yang special!” Sungmin mulai kesal. Perlahan tubuhnya berangsur berubah menjadi manusia. “ Sialan.. Tenagaku habis..” Diusapnya dahinya yang berkeringat.

Donghae diam masih dalam wujud harimaunya. Ditatapnya Shindong. “ Hyung.. Jawab aku.. Dimana kuncinya?”

Shindong gantian diam.

“ HYUNG!”

“ Aku sama sekali nggak memegang kunci apapun.” Jawab Shindong akhirnya.

Kedua anihuman itu melongo shock. “ Eh?”

Shindong kini tersenyum dan menoleh kebelakang. Dari kegelapan hutan, tiba- tiba muncul Kibum dan Hyukkie yang berlari menerobos hutan dan melewati Shindong dengan cepat.

“ Sungmin hyung! Hae!” Hyukkie mendekati kedua rekannya.

“ Kalian? Berhasil?” Sungmin menatap kedua dongsaengnya ragu. “ Mana kuncinya?”

“ Sudah hyung..” Kibum menahan lengan Donghae. “ Sudah.. Kami sudah menemukan kunci yang benar.”

“ Jinjja?” Secara berangsur, Donghae berubah ke wujud manusia.

Kibum mengangguk dan menekankan tangannya di dada Donghae. “ Kunci itu sudah dipegang oleh kita semua. Kunci yang hanya ada satu, kunci yang paling benar dan kunci yang nggak bisa direbut siapapun.”

“ Kibummie? Maksudmu?”

Hyukkie tersenyum menatap Donghae dan Sungmin. “ Kami paham.. Kunci itu adalah hati manusia..”

0o0o0o0o0o0o0

Kyuhun dan Wookie berusaha mendekati Henry pelan- pelan. Selangkah demi selangkah. Dan itu dilakukan mereka dengan susah payah. Radiasi kekuatan Henry terlalu besar untuk anihuman seperti mereka yang belum menjadi sempurna sepenuhnya.

“ Henry.. Tenangkan pikiranmu.” Ucap Wookie lembut.

“ Nae, Mochi.. Berpikirlah jernih..”

Nggak ada tanggapan dari Henry selain geraman sangar dari bibirnya. Matanya hanya menatap Heechul yang berada tepat dihadapannya. Heechul menatapnya datar, sedangkan Kangin hanya diam sambil memegangi kaki Henry.

Wookie hendak melangkahkan kakinya semakin dekat, tapi dia mengurungkan niatnya.

“ Nggak bisa lebih dekat dari ini..” Bisik Kyuhyun bingung.

Wookie terdiam. “ Henry.. Kau bilang kau ingin bertemu Zhoumi hyung lagi kan?”

Degh! Geraman Henry berhenti perlahan. Kini ia seakan berdesis dengan nafas tersenggal- senggal.

“ Kalau kau bersikap seperti ini, jangan pernah muncul dihadapan hyungmu itu. Aku tahu Zhoumi hyung nggak mau kau berakhir seperti ini. Dia saat ini menunggumu, Henry.. Dia ingin kau kembali. Hyung kita ingin kita kembali..” Wookie tersenyum samar.

Perlahan Henry menoleh kearah Wookie. Matanya masih merah dan intensitas percikan api dari tubuhnya berkurang.

Kali ini Kyuhyun mencoba tersenyum. “ Kita akan kembali untuk bertemu dengan hyungdeul. Aku percaya kita bisa.. Dan Mochi.. Kau bisa kan percaya kepada kami..?”

“ Per..ca..ya?” Mata Henry perlahan berubah. Meski kedua tangannya masih dipegangi karena dia belum sepenuhnya kembali. “ Gege..”

Kyuhyun mengangguk, tapi beberapa saat kemudian ia terkejut sendiri. Ia menatap Kangin dan Heechul shock. “ Tunggu.. Bukannya tadi Kangin hyung bilang nggak memegang kuncinya.. Itu artinya, kalian memang nggak memegang kunci itu kan!”

Kangin tersenyum tipis. “ Mungkin..”

“ Kuncinya.. Bukan kunci seperti yang kita bayangkan. Bukan kunci yang dipegang oleh Siwon hyung tadi. Kuncinya…” Kyuhyun terdiam sejenak.

“ Kyu! Wookie! Henry!”

Wookie mengalihkan tatapannya kearah Sungmin dan yang lainnya yang berlari kearah mereka semua.

“ Hyung!”

Kini keenam anihuman, minus Henry bergabung di satu posisi.

“ Kami sudah menemukan jawabannya.” Ucap Kibum lagi.

Kyuhyun hanya kelihatan bingung. “ Kurasa.. Aku juga.”

Sret! Tubuh Henry tiba- tiba lunglai lemas. Heechul langsung menahan tubuh namja kecil itu dan memapahnya. Kangin berdiri.

“ Henry!” Donghae berlari kearah Henry dan mengambil alih tubuh namja itu. “ Hyung.. Benarkah yang terjadi? Kunci yang sejak tadi kami ingin rebut itu sebenarnya..”

Kangin menatap langit. “ Hujan akan terus turun sampai waktunya tiba. Kalian harus ke kastil dan menemui Tuan kami sebelum batas waktuya selesai.”

“ Heyo.. Tapi kuncinya..” Hyukkie kelihatan bingung.

Heechul hanya menghela nafas sejenak. “ Kalian sudah punya kuncinya kan?” Cheetah cantik itu tersenyum. “ Kami memang bisa menunggu, tapi waktu nggak bia menunggu kalian. Lebih baik jangan buang waktu, jika kalian ingin bertemu dengan hyung kalian lagi.”

0o0o0o0o0o0

“ Hujan..” Leeteuk benar-benar kelihatan sedih saat menatap langit.

Yesung dan Zhoumi memilih diam, menerawangi pikiran masing- masing yang sama kalutnya dengan pikiran Leeteuk saat ini. Meski hujan turun sejak tadi, nggak ada tanda- tanda dongsaeng mereka akan kembali, yang ada malah kekhawatiran.

Takut kalau hujan itu hanya hujan biasa.. Bukan hujan yang akan mengembalikan dongsaeng mereka bertiga.

“ Masihkah hyung percaya dengan mereka?” Tanya Yesung pelan.

Leeteuk bergumam nggak jelas sekali. “ Aku.. Akan terus menunggu mereka. Aku selalu mempercayai mereka sampai akhir..”

.

“ Kami mendapatkannya!” Seru Sungmin cepat di depan Hankyung yang menunggu di kursi singasananya.

Hankyung tersenyum. “ Mana?”

Ketujuh anihuman itu menunduk hormat. “ Kuncinya adalah hati kami..” Jawab Sungmin mewakili semua dongsaengnya di tempat itu.

Kini senyuman Hankyung terkembang semakin bangga.

“ Bisa jelaskan padaku, bagaimana caranya kalian mendapatkan kuncinya?”

Kibum mengangkat wajahnya. “ Aku sadar kalau sebenarnya kunci itu bukanlah kunci seperti yang kami lihat. Saat Siwon hyung bilang kalau aku dan Hyukkie hyung harus memilih satu dari kunci yang diperlihatkannya, aku mulai ragu. Aku berpikir apa kunci yang aku pilih nanti kunci yang benar atau ternyata kunci yang benar itu kunci yang nggak kupilih.”

Kibum menarik nafas sekali. “ Saat itu aku mengerti satu hal.. Siwon hyung nggak mungkin membiarkanku memilih kunci yang salah kalau kunci itu satu- satunya benda penting untuk menyelamatkan DragonAni. Dan karena itu aku jadi berpikir kalau kuncinya bukanlah kunci yang diperlihatkan Siwon hyung, tapi lain..”

“ Lain?” Hankyung menyela sekali.

Kibum mengangguk. “ Sejak awal kalian nggak ingin bertarung melawan kami. Sejak awal yang diuji bukanlah kekuatan dan tak tik dalam mendapatkan kunci itu.. Tapi bagaimana cara kita bertahan menghadapi lawan yang sama sekali bukan tandingan kami. Dan satu- satunya cara agar kami bertahan adalah dengan kekuatan hati kami sendiri. Saling percaya, saling menguatkan, dan saling membuka pikiran satu sama lain.”

“ Teori yang sangat menarik. Jadi kau yang pertama menyadari hal itu..”

Kibum menunduk. “ Aku nggak tahu..”

“ Henry Lau.. Kau bisa tenang sekarang?” Tanya Hankyung lagi.

Henry menundukkan kepalanya semakin dalam. “ Nae, Tuan. Mianhae..”

“ Gwaenchana.” Jawab Hankyung. Namja itu hendak berdiri namun agak sulit rasanya mengingat dirinya sebentar lagi harus pergi. Dan saat ia hendak berjalan, keempat pengikutnya mengiringinya hati- hati.

Hankyung menengadah menatap dinding kastil istananya. “ Kurasa memang aku bisa menyerahkan wilayah kami kepada kalian. Kalian bukan hanya anihuman yang kuat, tapi kalian memiliki hati yang kuat. Alasan kenapa aku menyuruh kalian mencari pengasuh manusia agar kalian memiliki hati manusia. Hati manusia memiliki kekuatan yang lebih besar dari kekuatan anihuman special sekalipun.”

Cahaya kehijauan muncul dari langit dan perlahan merasuk kedalam tubuh tujuh anihuman itu.

Ketujuh anihuma itu menatap Hankyung.

Hankyung tersenyum. “ Kuserahkan wilayahku kepada kalian. Mulai hari ini kalian adalah anihuman tingkat atas yang berhasil melewati semua ujian dengan sangat baik.”

Perasaan lega dan bangga merasuki tubuh ketujuh anihuman itu. Mereka semua tersenyum senang, kecuali Kyuhyun dan Donghae.

“ Kalian nggak senang Lee Donghae? Cho Kyuhyun?”

Donghae menggeleng pelan. “ Bisakah kami menemui hyung kami?”

Senyum di wajah para anihuman menghilang. Semuanya menatap Hankyung.

“ Setelah menjadi anihuman tingkat atas, kalian nggak diizinkan menginjakkan kaki di dunia manusia lagi. Setelah matahari terbenam aku dan keempat pengikutku akan langsung menghilang dari sini, jadi jika kalian nggak bisa kembali itu akan menjadi masalah..”

Ketujuh anihuman itu membisu. Nggak terima.

Tapi Hankyung mengangguk sebentar. “ Kecuali.. Dengan sebuah perjanjian..”

.

.

~To be continued~

2 thoughts on “Anihuman // Chapter 11

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s