Anihuman // Chapter 10

Chapter 10

Last Exam, Say Goodbye

.

.

“ Mwo! Kita akan kemana hyung?” Tanya Donghae bingung karena Heechul terus berjalan menelusuri hutan diwilayah DragonAni. Ya, mereka semua sudah datang ke wilayah itu sejak hujan turun tadi. Dan Heechul dan Shindong hanya membawa mereka berjalan dalam keheningan.

Hanya suara serangga juga desiran angin yang terdengar.

Perlahan Kibum menarik lengan Sungmin yang berada di hadapannya. Sungmin berhenti dan menoleh menatap dongsaengnya itu. “ Waeyo, Kibummie?”

“ Aku mencemaskan hyungdeul..” Jawab Kibum pelan.

Hyukkie yang berada tak jauh dari mereka beringsut mendekat. “ Apa sesuatu terjadi di dunia mereka, Kibummie?”

Kibum mengangkat bahu. “ Bukan itu.. Aku hanya berpkir, kalau kita akan menjalankan ujian terakhir dan lolos. Apakah kita bisa kembali ke tempat hyungdeul. Atau kita akan berpisah dengan cara seperti ini..”

Sungmin dan Hyukkie diam.

Ya, karena terlalu terfokus dengan ujian dan kehidupan mereka, rasanya mereka melupakan sesuatu hal yang paling penting. Perpisahan.. Kalau mereka lulus mereka harus berpisah. Dan apa mereka harus berpisah tanpa kata- kata seperti ini?

“ Udahlah, hyung.” Kyuhyun menepuk bahu Kibum dan memaksa namja itu kembali berjalan.  “ Setidaknya kalau memang harus begitu, aku akan memaksa Tuan Hankyung untuk mengizinkan kita berpamitan dengan hyungdeul. Aku tahu dia pasti mengizinkan..”

“ Itu kalau kalian masih bisa bicara dengan Tuan kami..” Shindong yang berjalan di depan tiba- tiba sudah berada di dekat mereka berempat. Heechul berhenti berjalan, membuat Donghae, Wookie, dan Henry yang berjalan di dekatnya ikut berhenti dan menoleh.

Keempat anihuman yang berjalan di belakang menatap Shindong.

“ Maksudnya?” Tanya Sungmin penasaran.

Shindong kini menatap ke arah Heehul dan Heechul hanya mengangguk pelan.

“ Sebenarnya ada alasan kenapa kami membawa kalian berjalan sejauh ini dari kastil.” Mulai Heechul.

“ Alasan?”

“ Saat ini kita sedang menuju ke titik start ujian dimulai.” Jawab Shindong lagi.

Ketujuh anihuman itu semakin bingung.

“ Titik start gimana?” Ulang Henry penasaran.

“ Kalian akan menuju titik start untuk menuju kastil DragonAni. Dari titik start itu kalian akan sampai ke beberapa check point dimana sudah dijaga oleh Siwon, Kangin hyung, aku dan Heechul hyung.”

“ Eh.. Jadi.. Kami harus bertarung?” Bola mata Wookie melebar. Yang benar saja.. Bertarung dengan empat pengikut seorang pemimpin kelompok anihuman sempurna? Itu hal yang sangat sulit.

Shindong tersenyum. “ Nggak harus bertarung. Empat dari kami memegang satu kunci menuju kastil. Kalian hanya perlu mendapatkan kunci itu. Masing- masing dari kami akan memegang tiga kunci palsu yang akan menjadi bom.”

“ Bom!” Hyukkie berubah kaget.

“ Kalau kalian salah memasukkan kunci itu saat membuka kastil, maka kastil kami dan wilayah DragonAni ini akan hancur seketika. Kalian memang harus bertarung hanya untuk mendapatkan kunci- kunci itu, asal kuncinya kalian dapatkan, maka pertarungan dihentikan. Kami nggak akan memberikan keringanan hanya karena kalian masih anihuman biasa. Jadi kalian harus saling membantu dan menyusun tak tik untuk menghadapi kami.” Kini Shindong menghilang dan muncul disamping Heechul. “ Hyung.. Kau yang lanjutkan..”

Heehul kelihatan enggan. Tapi ia memilih mengangkat wajahnya ke langit yang kelihatan cerah. “ Time out-nya saat matahari tenggelam. Kalau saat itu kalian masih belum selesai, maka ujian akan langsung berakhir dan kalian akan terkurung di sini selamanya.”

Lagi- lagi ketujuh anihuman itu terkejut. “ Kok begitu!” Seru Donghae kurang bisa menerimanya. Terkurung di dunia itu? Lebih buruk daripada gagal menjadi anihuman sempurna!

“ Karena saat matahari terbenam.. Itu waktunya tuan kami untuk tidur panjang..” Tatapan mata Heechul berubah sedih.

“ Tidur panjang.. Maksudnya.. Tuan Hankyung akan mati..?” Henry menelan ludah kelu sambil mundur selangkah.

Heechul menggeleng. “ Bukan mati.. Hanya tertidur.. Tapi untuk waktu yang sangat lama. Mungkin seratus atau seribu tahun lamanya. Dan kami berempat akan terus menemaninya. Karena itu ujian terakhir diperepat karena waktunya semakin sempit.”

“ Apa anihuman harus tidur panjang?” Kali ini Kyuhyun yang bertanya.

Gantian Shindong yang menggeleng. “ Hanya tuan kami yang akan melakukannya. Berbeda dengan kalian, tuan Hankyung menjadi sempurna karena sebuah kesalahan.”

“ Kalian tentu masih ingat dengan ujian kedua dimana kalian harus membunuh pengasuh kalian hanya untuk menjadi sempurna kan? Sejujurnya itu juga ujian yang dijalani tuan Hankyung. Tapi dia berbeda, entah atas pikiran apa, tuan kami membunuh pengasuhnya saat itu dan dia langsung berubah menjadi naga sempurna yang sulit dikendalikan.” Heechul melanjutkan.

“ Pengawas ujian saat itu adalah pemilik wilayah DragonAni yang sebelumnya. Mereka nggak bisa mengatasi kerusakan yang ditimbulkan naga Hanykyung saat itu dan akhirnya menyegel sebagian kekuatannya agar tuan kami menjadi tenang.. Tapi segel mereka nggak bisa dipakai selamanya. Kalau waktunya tiba, segel itu akan lepas dan kemungkinan besar tuan Hankyung akan menjadi naga perusak lagi. Sebelum saat itu terjadi, tuan Hankyung harus tidur panjang agar nggak merusak wilayah ini.” Tatapan mata Heehul benar- benar terlihat sedih. Cheetah cantik itu menunduk. Terlihat kalau tubuhnya gemetar.

Ketujuh anihuman nggak ada yang berbiara. Tatapan mata mereka kelihatan shock mendengar kenyataan yang baru aja diceritakan Heechul tadi.

“ Karena itu kalian harus berhasil melewati ujian ini sebelum matahari tenggelam. Kalau kalian gagal, maka tuan Hankyung akan tetap terjaga dan naganya akan mengamuk. Makanya aku bilang kalian nggak akan bisa keluar dari tempat ini..” Tambah Shindong.

Ketujuh anihuman itu tetap diam.

Heechul menengadah lagi dan perlahan hujan turun di wilayah itu. “ Waktunya sudah tiba. Baiklah.. Kalian mulai dari sini..” Namja itu menatap ketujuh anihuman satu- satu. Dari kakinya muncul lapisan api merah yang menyelubunginya. Saat itu juga ia berubah menjadi cheetah. “ Semoga kalian berhasil..” Dan sang cheetah langsung berlari meninggalkan ketujuh anihuman itu.

“ Sampai nanti..” Shindong ikut pergi namun ia nggak berubah ke wujud anihumannya.

Tinggallah tujuh namja yang kini mematung. Mereka masih menerna pembicaraan mereka tadi.

“ Kita.. Harus cepat..” Ucap Hyukkie pelan.

“ Ne! Dan kita harus lulus!” Tambah Donghae cepat sambil berlari mendahului keenam temannya.

Keenam anihuman lainnya langsung menyusul Donghae berlari lurus menuju kastil DragonAni yang berada sangat jauh dari posisi mereka sekarang.

0o0o0o0o0o0

~Leeteuk pov~

“ Aku ingin bertemu dengan Lee Donghae, Kim Kibum dan Cho Kyuhun.” Ucapku begitu berada di ruang guru SMA dimana ketiga dongsaengku itu kusekolahkan. Perasaanku benar- benar nggak enak. Dan setelah bicara dengan Yesung dan Zhoumi, kami putuskan untuk menemui mereak disekolah.

Dan setidaknya akulah yang bisa menemui pihak sekolah secara langsung untuk menemui ketiga dongsaengku sedangkan Yesung dan Zhoumi menunggu di gerbang sekolah. Semua perasaan nggak enak ini harus kami buang..

Guru itu menatapku bingung. “ Mianhae, Leeteuk-sshi.. Tapi hari ini ketiga siswa itu nggak masuk sekolah. Apa mereka membolos?”

Perasaan nggak enakku terbukti!

“ Jeongmal..?” Tanyaku ragu. “ Ngh.. Apakah Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook dan Henry Lau juga nggak ada disekolah?”

Lagi- lagi guru itu membuka daftar buku yang tadi dibawanya dan dia menggeleng. “ Menurut catatan guru yang mengajar di kelas mereka, keempat siswa itu juga tidak hadir di kelas mereka hari ini. Apa ada masalah? Ketujuh anak itu membolos diwaktu yang sama?”

“ A-ani..” Dustaku. “ Aku akan mencari mereka karena ada sesuatu yang aku katakan. Kamsha hamnida, sonsaenginim.” Aku menunduk cepat dihadapan guru itu dan langsung berlari keluar dari ruang guru.

Aku nggak perduli saat ini aku ada di sekolah atau apa. Aku hanya ingin menemukan dongsaengku. Beberapa guru meneriakiku agar nggak berlari di koridor, tapi aku nggak memperdulikan mereka.

Sekarang aku memang yakin..

Ujian sudah dimulai.. Dan mereka sudah nggak ada di dunia ini..

“ Hyung!” Yesung menghampiriku begitu aku keluar dari wilayah sekolah. Tatapannya dan Zhoumi cemas. Pasti karena aku hanya sendirian tanpa ketujuh anihuman itu. “ Apa mereka nggak ada disekolah? Hyung sendirian?”

“ Nae, Yesungie..” Jawabku cepat. “ Sekarang aku yakin kalau mereka sudah berada di wilayah DragonAni lagi.” Kini aku menengadah ke langit, membiarkan butiran hujan kembali membasahiku.

Kami bertiga benar- benar sudah basah kuyup. Dari kampusku kami berlari kesini secepat mungkin. Tapi ternyata memang kami telat..

“ Lalu kita harus bagaimana?” Zhoumi meremas tangannya dengan tampang gusar. “ Tadi Henry bilang selamat tinggal padaku. Dan itu membuatku cemas nggak karuan. Apa kita akan berpisah dengan cara begini?”

“ Andwae!” Yesung berseru. “ Apapun yang terjadi dan apapun hasil ujian akhir itu, aku nggak mau berpisah seperti ini dengan mereka. Kalau perlu aku akan mencari jalan masuk ek DragonAni meskipun itu mustahil.”

“ Aku setuju dengan Yesung.” Tambahku. “ Dan yang lebih pastinya lagi, aku ingin melakukan segala macam cara agar aku nggak harus berpisah dengan mereka meski mereka gagal dalam ujiannya..”

Aku berkata serius..

Aku nggak mau berpisah dengan ketiga dongsaengku.. Sekalipun mereka gagal dalam menjalani ujiannya, aku akan meminta Hankyung-sshi untuk membiarkan kami hidup bersama. Aku rasa aku sudah terlalu terikat dengan tiga namja itu. Nae, mereka dongsaengku..

~Leeteuk pov end~

.

“ Kurasa kita sudah hampir dekat di check point pertama..” Gumam Sungmin.

Nggak ada yang menanggapi, tapi Kyuhyun yang berlari paling depan menghentikan langkahnya. Membuat rekannya yang lain ikut berhenti dan menatapnya bingung.

“ Wae, Kyu? Nggak ada waktu untuk istirahat!” Seru Hyukkie bête.

Kyuhyun memandangi hyungdeulnya plus satu dongsaeng -Henry- dengan serius. “ Ya, kalian apa nggak berpikir sesuatu.”

“ Sesuatu?” Donghae mengerutkan keningnya.

“ Begini, lawan kita itu empat orang namja pengikut langsung penguasa kelompok DragonAni yang sangat hebat kan? Apa kalian pikir waktunya cukup? Jangan bicarakan kita akan menang atau nggak, tapi ingatlah waktunya.. Melawan empat namja super kuat dalam waktu singkat. Apa kalian nggak berpikir itu sangat sulit?” Kyuhyun menjelaskan dengan hati- hati.

Keenam anihuman lainnya diam.

“ Kyuhyun benar.” Kibum yang pertama menanggapi. “ Sekalipun kita bisa mengalahkan satu persatu dari mereka, apakah waktunya cukup? Kita memiliki sembilan jam untuk merebut kunci kastil dari empat namja kuat. Dengan kata lain kita hanya punya waktu sekitar dua jam lebih untuk bertarung dengan satu pengawas.”

“ Dua jam itu cukup kan?” Hyukkie sepertinya masih belum paham sepenuhnya. Pertanyaannya itu membuatnya mendapat pukulan ringan dari Sungmin. “ Hyung! Sakit!”

“ Pabbo, Hyukkie.. Cukup? Kita berada di alam bebas.. Sangat luas dan dengan mudah para pengawas bisa menghabiskan waktu kita. Bahkan beum tentu kita bisa mendapatkan satu kunci dari pengawas di check point pertama kan?” Jelas Sungmin agak gemas.

Hyukkie akhirnya mengangguk paham. “ Dengan kata lain kita butuh tak tik?”

Kibum mengangguk. “ Tak tik untuk mempersingkat waktu.”

“ Ngh.. Jumlah kita kan tujuh, kita bisa membagi menjadi beberapa kelompok dan pergi ke masing- masing check point kan?” Usul yang lumayan bagus mochi!😀

Tapi nggak ada yang langsung menanggapi.

“ Sebenarnya itu ide yang bagus. Tapi..” Donghae diam sejenak. “ Apa kita bisa melewati pengawasnya? Ibaratkan aja di check point pertama itu sudah menunggu Siwon hyung dan yang bertugas menghadapinya aku dan Sungmin hyung, apa dengan begitu aja kalian bisa mudah lolos dan pergi ke check point selanjutnya? Kurasa nggak..”

Keheningan kembali mengepung mereka.

“ Kita boleh curang kan..” Ucapan Wookie membuat semuanya menatap namja mungil itu.

“ Curang?” Ulang Sungmin bingung.

Wookie mengangguk. “ Kurasa kita bisa memberikan sedikit tipuan. Kita nggak akan lolos secara bersamaan di check point pertama. Seperti yang diibaratkan Hae hyung, misalkan hyung dan Sungmin hyung yang pertama, kita akan tetap berada disana untuk melawan Siwon hyung. Tapi nggak sepenuhnya melawan, kita sibukkan dia dan satu persatu dari kita bisa kabus dengan mudah. Kurasa itu lebih baik daripada benar- benar kabur secara serempak.”

“ Nice idea, hyung!” Kyuhyun nyengir sambil mengacungkan ibu jarinya. “ Aku setuju dengan taktik Wookie hyung.”

“ Ne, aku juga.” Lanjut Henry diikuti dengan anggukan mantap dari yang lain.

Aura putih jeluar dari tubuh Sungmin. “ Kita mulai..”

“ Oke..”

0o0o0o0o0o0

Brukh! Hankyung tiba- tiba terjatuh saat ia hendak berdiri dari kursinya.

Namja itu memegangi dadanya yang mulai sesak. “ Sialan.. Naga ini sudah mulai berontak dan memaksaku untuk membebaskannya.” Geramnya pada diri sendiri. Warna bola matanya berubah agak kehijauan. Jiwa sang naga mulai berusaha mendominasi tubuh Hankyung rupanya.

.

~Yesung pov~

“ Hyung!” Aku menoleh kearah Teukie hyung yang sedang berdiri tak jauh dari tempatku. Dia sedang memeriksa pepohonan yang dulu menjadi jalan kami pulang dari DragonAni. “ Disini..”

Dan aku menemukannya.

Teukie hyung dan Zhoumi berlari menghampiriku. Zhoumi menyentuh batang pohon yang memiliki bekas kehitaman yang panjang, seperti pernah dibelah sesuatu.

“ Memang ini ya?” Gumamnya memastikan.

“ Bukannya mereka bilang kalau hujan itu artinya pintu menuju DragoAni tersambung? Tapi tempat ini sama sekali nggak menunjukka reaksi apapun.” Aku menatap Teukie hyung yang sejak tadi hanya diam. “ Bagaimana menurutmu hyung?”

“ Kurasa memang nggak bisa.”

“ Eh?”

“ Sejak awal kita ke wilayah itu, kita memang melewati berbagai pintu. Dan kurasa ini sekarang bukan pintu menuju tempat itu.”

Teukie hyung pesimis..

“ Aku nyerah!” Kali ini Zhoumi.

Aku menatap namja jangkung yang kini sudah bersandar duduk di batang pohon sambil menunduk. Ia benar- benar kelihatan frustasi.

“ Kurasa memang kita nggak bisa melakukan apapun..” Lanjutnya lirih.

Apa memang kita nggak bisa ngapa- ngapain lagi?

Aku nggak mau kalau begini.

“ Sudahlah.. Lebih baik sekarang kita menunggu mereka.” Teukie hyung berjalan meninggalkan kami dengan pelan. Tubuhnya yang basah agak gemetar.. Aku nggak tahu dia kedinginan atau menahan tangis.

Yang pasti, saat ini perasaannya kacau. Samap sepertiku dan Zhoumi..

~Yesung pov end~

.

Tatapan mata Siwon tajam. Ia memang hanya duduk dibawah pepohonan rindang dan kelihatan santai. Tapi dapat dilihat dengan jelas betapa ia memperhatikan sekelilingnya dengan sangat seksama. Bahkan suara seranggapun nggak luput dari perhatiannya.

Srak! Sesuatu di balik rerumputan berbunyi.

Siwon memang masih kelihatan tenang, tapi ia sudah mulai bersiaga. Senyum manis terukir di wajah tampannya, membuat lesung pipinya yang menarik itu terlihat.

Srak! Brugh!

Sesuatu yang cukup gesit meloncat dari rerumputan ke arah Siwon.

Hanya butuh waktu sedetik untuk menahan serangan seekor srigala abu- abu yang tiba- tiba aja hendak menerkamnya. Nae, Kyuhyun lah srigala itu.

Siwon memegang satu tangan srigala itu.

“ Jadi memutuskan untuk berubah menjadi anihuman ya?” Gumamnya.

Srak! Kali ini sesosok harimau menyerang Siwon dengan satu loncatan.

Siwon mengencangkan pegangannya pada Kyuhyun dan melempar tubuh srigala itu kearah harimau yang meloncat kearahnya dan detik itu juga kedua hewan itu langsung terpental menabrak pohon.

“ Grrr~” Tiba- tiba dari belakang Siwon muncul seekor beruang kutub yang menyabetkan cakarnya dengan gesit dan percikan sinar merah muncul seakan membelah udara dan melesat cepat kearah Siwon.

Siwon meloncat tinggi dan salto di udara untuk menendang Sungmin sang beruang itu, tapi gagal! Seekor rajawali terbang rendah dengan cepat dan mencengkram bahu Siwon. Namja itu melayang di tarik si rajawali.

“ Kau pikir kau bisa melakukannya dengan mudah, Ryeowook-ah?” Siwon mencengkram satu batang pohon yang dilewatinya dan memutar tubuhnya untuk menendang rajawali itu. Berhasil.. Rajawali itu melepaskan Siwon dan terbang menukik rendah hingga akhirnya tersaruk di semak- semak.

Siwon mendarat dengan sangat mudah. Senyumnya masih terpasang.

“ Hanya segini kemampuan kalian?” Namja itu mengeluarkan sebuah kunci dari saku kemejanya dan memainkannya. “ Ayolah, kalian membuatku merasa bosan dan hanya membuang- buang waktu aja kalau begini caranya.”

Drag! Drag! Drag!

Bugh!

Siwon terjungkal ke atas saat seekor Rusa berlari kencang dan menabraknya dari belakang. Rusa putih itu -Kibum- mengangkat tubuh Siwon dengan kedua tanduknya yang kuat dan berlari ketempat teman- temannya.

Siwon agak terkejut dengan serangan itu, ia melayang di langit dan seekor Koala meloncat kearahnya sambil berusaha meraih kunci ditangannya. Tapi Siwon bukan pengawas yang mudah ditaklukan, satu tangannya yang bebas langsung bertumpu di udara dan memutar tubuhnya. Koala -Henry- itu terkena satu tangan Siwon yang bebas dan terpental cukup jauh.

Rajawali -Wookie- menangkapnya dengan cakarnya sebelum koala kecil itu menghantam tembok.

Siwon kembali mendarat dengan mudah.

Tiba- tiba tatapan matanya menangkap sesuatu yang bergerak cepat dengan sembunyi- sembunyi. Hendak melewati tempat pertahanan Siwon tanpa ketahuan. Dan dengan cepat Siwon berlari ke arah sosok yang masih berbentuk manusia itu.

Bugh! Siwon menendangnya dan membuat tubuh Hyukkie terpental.

“ Ugh..” Hyukkie terjatuh di tanah dan menatap Siwon gusar. “ Sial.. Ketahuan!”

“ Kalian bermaksud mempersempit waktu dengan berpencar kah? Aku nggak akan membiarkan satupun dari kalian lolos di check point pertama.”

Hyukkie tersenyum manis. “ Kalau begitu, ayo kita lihat.. Siapa yang akan menang..”

Duagh! Srigala Kyuhyun dan harimau Donghae menubruk tubuh Siwon dengan sekali serangan dan membuat namja tampan itu terdorong kuat.

“ Yeah!” Hyukkie bangun dan berusaha meraih kunci Siwon yang masih digenggam pemiliknya. Tapi sebelum Hyukkie mengambil kunci itu, Siwon tiba- tiba sudah menghilang. “ Omo! Dia hilang?”

Siwon muncul dijarak yang cukup jauh dari mereka semua. Ia berdiri dengan raut wajah yang mulai serius. “ Baiklah.. Aku rasa kita memang harus mulai serius.” Gumamnya sambil mulai memancarkan cahaya merah dari tubuhnya.

Hyukkie bergerak mendekati Kyuhyun dan Donghae. “ Kurasa dia mau berubah..” Bisiknya.

Namun sebelum Siwon berubah sedikitpun, Wookie langsung menubruknya dari arah langit dan membuat Siwon terjatuh ke tanah. Dengan gesit Siwon berguling dan mengarahkan satu jarinya ke Wookie dan cahaya merah melesat ke arah rajawali itu.

Wookie terbang menghindar sehingga cahaya itu melesat lurus menghantam batang pohon dan..

DUAR! Pohon itu meledak.

“ Jangan remehkan aku, bocah..” Siwon tersenyum.

Kini keenam sosok hewan itu memilih berkumpul di dekat Hyukkie dan menatap Siwon yang bergerak bangun dengan tatapan agak ngeri.

“ Kurasa aku memang harus berubah juga..” Hyukkie bergumam tapi koala Henry menahan tangannya. Mengisyaratkan padanya untuk jangan berubah dulu sekarang. Mata koala itu berubah merah terang dan menatap lurus kearah Siwon.

Pancaran kekuatan Siwon membuat tubuh koala itu bereaksi.

Perlahan tatapan mata Donghae juga berubah dingin. Bola mata kuning harimau itu berubah merah. Geraman kecil terdengar dari mulutnya yang terkatup rapat. Sulit memang untuk anihuman special menahan diri mereka kalau berada di dekat kekuatan yang besar.

Tubuh Hyukkie agak gemetar. Kekuatannya nyaris lepas..

“ Kita mulai sekarang..” Ucap Siwon sambil menganglat wajahnya dan seringaian jahat terlihat diwajahnya.

Plash! Cahaya merah dari tubuhnya seakan terlepas dari tubuhnya dan terpancar kesegala arah. Setelah itu Siwon menghilang.. Dan tubuh para anihuman itu mulai terpental ke arah yang berbeda- beda.

Siwon menyerang mereka dengan kecepatan 0,1 detik.

Tap! Insting Hyukkie bekerja dengan baik. Sebelum Siwon menyerangnya ia berhasil menangkap tangan Siwon dan keduanya kini saling bertatapan dengan posisi tangan Siwon hendak memukul wajahnya.

“ Kau masih berani padaku..?”

“ Aku hanya butuh kunci itu!” Hyukkie menyapukan kakinya ke kaki Siwon dan namja tinggi itu meloncat dengan mudah. Saat itu digunakan Hyukkie untuk meraih kunci di tanga Siwon tapi dengan cepat Siwon menendangnya dan dia terpental ke belakang.

“ Kubilang.. Ini nggak akan mudah..”

.

~Zhoumi pov~

Degh! Aku terkesiap sambil menatap keluar dari café yang saat ini menjadi tempat beristirahat kami untuk sementara. Perasaanku memang nggak enak sejak tadi, dan sekarang makin nggak enak saja sepertinya.

“ Hyung..”

Aku menoleh ke arah Yesung hyung yang bergumam sambil menyeruput kopi yang tadi dipesannya.

“ Kira- kira apa yang sedang mereka lakukan sekarang.. Apa ujiannya? Apa mereka bisa melewatinya?”

Kekhawatirannya nggak berbeda jauh denganku.

Kini aku melirik ke arah Teuki hyung yang diam menerawang keluar jendela. “ Aku nggak tahu..” Jawab namja itu pelan. Sepertinya dia sedang nggak bisa dimintai pendapat. Dia sepertinya sudah mulai menyerah.. Sama denganku.

“ Apa kau benar- benar mau menyerah begitu aja, Zhou?” Yesung hyung bertanya padaku.

Aku mengangguk. “ Kurasa saat ini Teukie hyung juga menyetujui pikiranku. Kita ini hanya manusia biasa kan? Kita nggak punya kekuatan untuk masuk ke dunia mereka. Seperti apapun usaha kita mustahil untuk bertemu dengan mereka semua saat ini. Jadi aku hanya ingin menunggu Henli kembali.”

“ Kalau mereka nggak kembali?”

Aku diam. Aku nggak tahu.. Kalau Henli nggak kembali dan selamat tinggalnya itu menjadi kalimat terakhir yang diucapkannya padaku. Kurasa aku.. Akan sangat terluka.

“ Mereka akan kembali..” Teukie hyung memecah keheningan. “ Aku percaya pada mereka. Apapun yang terjadi, aku yakin mereka akan pulang meski hanya untuk mengucapkan selamat tinggal pada kita.”

“ Hyung percaya pada mereka?” Tanyaku pelan.

Kini hyungku tersenyum tegas padaku dan Yesung hyung. “ Karena kalau aku berada di posisi mereka, itulah yang akan kulakukan. Aku akan pulang ke tempat orang yang menungguku apapun yang terjadi meski hanya untuk berpisah. Dan karena mereka dongsaengku, aku yakin mereka akan berpikir sama sepertiku.”

Sungguh..

Mendengar ucapan Teukie hyung.. Sebuah perasaan aneh merasukiku. Aku tenang dan lega.. Apa sebenarnya itulah yang ingin kudengar dari seseorang. Yah, aku ingin seseorang membantuku untuk percaya pada dongsaengku sendiri.

“ Hyung.. Arraseo.. Akupun akan percaya pada mereka sama seperti hyung percaya pada mereka.” Yesung hyung tersenyum menatap Teukie hyung.

Kini aku mengangguk. “ Aku juga akan percaya..”

0o0o0o0o0o0

Brugh! Srigala abu- abu dan harimau itu berubah menjadi sosok Kyuhyun dan Donghae dan saling bertabrakan satu sama lain hingga menghantam tanah.

“ Kekuatanku.. Habis..” Kyuhyun menghapus keringat yang mengucur dari keningnya. Lelah rasanya berubah ke sosok sempurna tapi mereka sedikitpun nggak bisa melewati pertahanan Siwon yang kelewat kuat.

“ Sialan..” Gerutu Donghae geram.

Siwon menapakkan kakinya di dahan pohon sambil menatap ke bawah. Kearah empat anihuman yang tadinya berwujud hewan sudah kembali menjadi manusia dan bergabung dengan Hyukkie.

Yang masih bertahan tinggal koala Henry dan rajawali Ryeowook.

Srat! Ryeowook terbang rendah dan saat cukup dekat dengan Siwon, Henry yang berpegangan di cakarnya meoncat. Koala kecil itu berputar di udara seakan mengarahkan tendangannya di langit.

Api merah tercipta dari tendangannya dan melesat ke arah Siwon.

Namja itu meloncat turun sebelum api itu mengenainya dan pohon yang terkena api itu terbakar. Dengan cepat Siwon menghilang lagi dan tiba- tiba sudah muncul di atas Wookie.

Bugh! Namja itu memukul tubuh kekar si rajawali dan Wookie melayang cepat menuju permukaan tanah. Tubuhnya perlahan berubah menjadi sosok manusia yang nggak mungkin bisa mendarat dengan sempurna.

“ Wookie!” Sungmin dengan cekatan berlari kearah jatuhnya Wookie.

Brugh! Ia berusaha menangkap Wookie, tapi karena intensitas kecepatan Wookie jatuh, keduanya malah menghantam tanah.

“ Wookie.. Gwaenchanayo!” Seru Sungmin panik.

“ Ne, hyung.. Gomawo..”

Brugh! Perhatian kedua namja itu teralih ke sosok koala Henry yang menghantap dahan pohon dan kembali berubah menjadi sosok manusianya.

Henry terengah- engah. “ Sialan.. Kita habiskan waktu satu jam hanya untuk melawannya. Kita harus menjalankan rencana kita..” Bisiknya kesal.

Hyukkie menengadah menatap langit. “ Seperti apapun kita menyerang, dia nggak bisa disentuh sedikitpun. Mau menyusup melewati wilayahnya pun nggak bisa. Ini konyol.. Kita yang terlalu lemah, atau dia yang terlalu kuat!”

“ Ini bukan waktunya untuk berteori!” Kibum kembali berdiri. “ Ne, apapun yang terjadi kita harus segera. Dapatkan kunci itu atau menyusup melewatinya!”

Dari kepala Kibum keluar tanduk rusanya yang bercaya putih. Kibum menarik tanduknya dan memegangnya kuat- kuat seakan tanduk itu adalah pedangnya. “ Aku akan sebisa mungkin menahannya, dan siapapun yang punya kekuatan untuk lari, harus bisa keluar.”

“ Aku akan ikut dengan Kibummie..” Hyukkie menambahkan.

Kibum menatap Hyukkie sambil tersenyum. “ Baik, sisanya silahkan ke check point selanjutnya. Sekarang!”

Drap! Sungmin, Wookie, Kyuhyun, Donghae dan Henry langsung berlari hendak menjauh.

“ Kalian pikir bisa dengan mudah pergi?” Siwon langsung menghilang dengan cepat lagi untuk mengejar kelima anihuman itu.

Zret! Tiba- tiba Kibum yang melemparkan tanduknya membuat gerakan Siwon terhenti. Tanduk rusa itu menancap tepat di batang pohon di depan Siwon. Siwon menoleh menatap namja itu yang kini menatapnya serius.

“ Jangan remehkan aku..” Bisikm Siwon dan hendak menyerang Kibum dulu, tapi tiba- tiba seekor yeti besar sudah memeluknya dan menahan gerakannya. “ Apa! Sejak kapan kau berubah!”

Kibum kini tersenyum. “ Itulah alasan kenapa Hyukkie hyung nggak berubah ke wujud anihumannya. Kami sudah merencanakan semuanya, karena mahluk sejenis hyungku itu pasti bisa menahan kekuatan hyung yang sudah mulai berkurang karena bertarung dengan enam anihuman tadi.”

Terlihat jelas senyuman Siwon bangga di wajah Siwon. “ Taktik yang sangat bagus..”

“ Hyung akan menyesal kalau meremehkan kami..” Hyukkie menguatkan tenaganya yang memeluk Siwon. “ Kami bergerak dengan menggunakan otak dan kerja sama tim. Sedangkan hyung sendiri.. Kibummie! Kuncinya!”

“ Nae, hyung!” Kibum berlari kearah Siwon sebelum namja itu lolos dari cengkraman Hyukkie.

Tapi memang Siwon namja yang kuat, tepat sebelum Kibum meraih kunci ditanganya dia menghilang dan kembali muncul di hadapan Kibum dan Hyukkie sambil tersenyum tenang.

“ Sepertinya pertarungan yang sebenarnya baru akan terjadi, ya?”

.

“ Hyungdeul! Apa Kibum hyung dan Hyukkie hyung akan baik- baik aja melawan Siwon hyung?” Tanya Henry agak cemas.

Nggak ada satupun hyungnya yang menjawab.

Yah, mereka memang cemas. Bagaimanapun, melawan Siwon secara bersama aja satu hal yang sulit bagaimana kalau hanya berdua? Pasti akan sangat sulit lagi.

“ Sudahlah.. Kita percaya aja sama mereka.. Kita tinggal menuju check point berikutnya.” Ucap Donghae memecah keheningan.

Tep! Sungmin dan Kyuhyun yang bergerak paling depan menginjak permukaan tanah yang terasa lebih rendah.

Wookie terkesiap saat merasakan sesuatu. “ Sungmin hyung! Kyu! Jangan terus!” Serunya. “ Semua berhenti!”

Namun peringatan Wookie terlambat.

Duar! Permukaan tanah yang dipijak Sungmin, Kyuhyun, Donghae dan Henry hancur meledak.

Wookie terpaksa meloncat mundur sejauh mungkin untuk menghindari semburan bebatuan tanah dan pasir akibat ledakan itu. Sedangkan kini empat namja yang lainnya melayang cepat karena ledakan itu.

Bruugh! Donghae, Sungmin, Henry dan Kyuhyun tersaruk di tanah.

“ Aiish.. Apa itu!”

“ Kita sudah sampai di check point kedua..” Ucap Wookie dari tempatnya. Mata tegas namja mungil itu menatap kesuatu arah. Seiring dengan bunyi tanah yang agak bergetar. “ Omo! Semuanya! Naik ke atas pohon!”

Kali ini mereka dengan cepat menurut dan meoncat keatas pohon.

Brudugh! Brudugh! Suara derap lari sesuatu yang menggetarkan tanah terdengar jelas.

Druagh! Seekor mamooth berlari melewati tempat Sungmin dan yang lainnya terjatuh dan menabrak sebuah pohon dan pohon itu langsung tumbang seketika.

“ Itu..”

“ Shindong hyung, kan?”

.

~To be continued~

One thought on “Anihuman // Chapter 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s