Because of Time Capsule

Because of Time Capsule

.

(Sekuel Time Capsule // HaeHyuk)

Pair :: SiBum

Genre :: Romance

Rated :: K

.

“Yaaah~ Kenapa tempat time capsule-ku ada batunya, sih?!” Kibum menggerutu sambil memukul batu besar dengan sebatang kayu yang cukup kuat. Wajahnya kelihatan sangat gusar dan tidak terima.

“Mau kubantu?”

DEGH! Kibum tersentak kaget mendengar suara berat itu. Perlahan yeojya itu menengadah dan menatap namja tinggi super tampan dihadapannya shock.

“Aigoo, Siwonnie! Kau tinggi sekali! Lima tahun tidak bertemu kau jadi jauh lebih tampan, ketua kelas!” Seru Hyukjae takjub.

Namja tampan bernama Choi Siwon itu terkekeh sambil berjongkok disamping Kibum dan menggali tanah disekitar batu itu. Sedangkan Kibum hanya membantunya sambil menunduk dan merasakan wajahnya mulai memerah.

Jantungnya berdegup kencang.

Siwon mengangkat batu itu dan menggesernya. Dengan cekatan dia kembali menggali tanah itu dan mengambil kaleng time capsule milik Kibum. “Ini milikmu.”

“Go-gomawo.” Kibum langsung mengambilnya dan membuka isi time capsule-nya segera.

-Aku ingin segera bertemu dengan namja yang kusukai-

“Harapan yang manis.”

Kibum kembali terkejut saat mengetahui Siwon ikut membaca harapannya. “Kau membacanya, eh?!”

Siwon kembali tersenyum lembut. “Bukannya kau suka namja yang baik dan pintar? Memang masih belum bertemu namja seperti itu?”

Kibum tak berniat menjawab pertanyaan Siwon. Yeojya manis itu langsung berlalu cepat meninggalkan namja tampan itu sendirian.

.

.

.

~Kibum pov~

Aku menatap sejoli baru dikelas ini, Donghae dan Hyukkie. Sejak terkuaknya time capsule bodoh itu, akhirnya mereka berdua resmi pacaran. Gerah juga sih melihat kelakuan dua- duanya yang sama- sama konyol, saling mencela dan tidak mau jujur satu sama lain.

Setidaknya, kalau Hyukkie senang, aku juga ikut senang.

“Kim Kibum, bisa bicara sebentar?”

Kulirik seorang namja yang berdiri dhadapanku dengan senyum malu- malu. “Apa?”

“Aku mau bicara sesuatu padamu.”

“Aku tidak mau.” Balasku ketus sambil mengambil kamus bahasa Inggris-ku dan berlalu begitu saja meninggalkan namja itu. Aku tak mau bicara sama dia, toh aku juga sudah tahu apa yang akan dikatakannya.

“Kibummie mau kemana?” Hyukkie bertanya kepadaku.

Kutatap dia sekilas. “Mau ke perpustakaan. Wae?”

Hyukkie menggeleng.

“Kalau tidak mau menemani jangan bertanya, Hyukkie.” Kali ini aku terkekeh sambil mempercepat langkahku keluar kelas. Aku masih bisa mendengar suara Donghae yang sedikit meledekku.

Mereka berdua itu mirip dan setipe, kurasa hubungan mereka akan berlanjut sampai lama sekali. Dua- duanya sudah saling menyukai sejak SD, kan? Berbeda sekali denganku yang belum pernah jatuh cinta sebelumnya.

Oke, aku memang cukup terkenal dikalangan namja sejak SD sampai SMA. Tapi diantara semua namja itu tak ada satupun namja yang berhasil memikatku. Yang ada aku selalu merasa bosan dengan mereka. Yang aku mau itu namja yang pintar, baik, dewasa, namja yang bisa kuandalkan dan berwibawa.

Dimana adanya namja seperti itu?????!

“Kibummieee~”

Aku kembali menoleh saat melihat Ryeowook berlari menghampiriku, salah seorang temanku sejak SD juga, tapi kami tidak terlalu dekat. “Wae, Wookie?”

Yeojya manis bertubuh mungil itu tersenyum kecil. “Kau dapat salam dari Choi Siwon, ketua kelas waktu SD. Dia bilang, rasanya kalau ada waktu dia ingin bertemu denganmu lagi.”

Choi Siwon?

“Sayang sekali waktu SD kau tolak dia, siapa yang sangka sekarang dia jadi sangat tampan dan keren.”

“Jangan macam- macam, kamu sudah punya Yesung oppa.” Balasku sambil menggetok kepalanya pelan. “Oke, aku mau ke perpustakaan dulu. Sampai jumpa, Wookie.” Dengan enggan, aku langsung meninggalkan Ryeowook begitu saja.

Sejak penggalian time capsule itu, Choi Siwon kenapa jadi menggangguku?

~Kibum pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Kibum berjalan agak tertatih karena membawa dua kantung belanjaan besar di setiap tangannya. Hari itu dia ditugaskan belanja oleh ummanya sepulang sekolah, dan begitulah nasibnya saat ini. Kerepotan sendirian.

“Uhh~ Rumahku masih jauh lagi.” Gerutunya sambil menjatuhkan kantung belanjanya dan merenggangkan badannya sejenak. “Tuhan! Kirimlah penolong untukku sekarang. Kau tidak mengabulkan time capsule-ku, setidaknya bantu aku sekarang.” Harapnya sambil mengatupkan kedua tangannya dan terpejam khusyuk.

“Kau sedang apa, Kibum?”

DEGH! Kibum langsung membuka matanya dan menoleh kebelakangnya. Namun senyumnya pudar saat melihat siapa yang berdiri dibelakangnya. Choi Siwon dan seorang yeojya.

“Neo?”

“Loh? Habis belanja? Kenapa ditaruh di jalan?” Siwon menunduk menatap belanjaan Kibum dan kembali menatap yeojya itu. “Sendirian? Tidak meminta tolong Saehee?”

“Nuguya, oppa?” Yeojya disamping Siwon mencoba menginterupsi dengan nada ketus. “Kau kenal?”

“Dia temanku waktu SD.” Siwon menoleh menatap yeojya itu. “Oke, kurasa aku tak perlu mengantarmu. Aku mau mengobrol sebentar dengannnya. Bye, Yoona.” Tanpa diminta, Siwon langsung mengambil semua belanjaan Kibum dan berjalan duluan.

Kibum mau tak mau mengejarnya dengan tampang heran, sedangkan Yoona memandangi keduanya kesal.

“Ya, kau apakan dia? Kasihan sekali ditinggal begitu?”

“Biar saja.”

“Sinikan belanjaanku! Lagipula siapa yang minta ditolong olehmu, sih?” Kibum berusaha menarik belanjaannya tapi Siwon langsung mengelak cepat sambil tersenyum sempurna. “Choi Siwon!”

“Bukannya kau meminta pertolongan dari Tuhan, dan akulah yang dikirim Tuhan untuk menolongmu.” Godanya.

Wajah Kibum merah padam karena Siwon mendengar doanya tadi. Sambil cemberut, Kibum memilih berjalan agak jauh dari Siwon tanpa membawa belanjaan apapun. Keheningan mengisi ruang kosong diantara keduanya sampai mereka sampai di apartemen tempat Kibum tinggal.

“Gomawo.” Kibum langsung merebut semua belanjaannya dan bergegas masuk ke gedung apartemennya, namun Siwon menahan tangannya dan membuat yeojya itu menatapnya bingung. “Apa lagi? Kau mau mampir? Tidak bisa, nanti Saehee bisa berisik.”

Lagi- lagi Siwon tersenyum kecil sambil menggerakkan tangannya mendekati rambut Kibum. Dengan perlahan dia mengambil satu helai daun yang ada diatas kepala Kibum dan memperlihatkannya kepada Kibum. “Hanya mau mengambil ini.”

Seketika wajah Kibum merona dan jantungnya berdegup keras. “O-ooh~” Balasnya agak gugup.

Siwon melepaskan tangan Kibum dan yeojya itu langsung naik ke tangga hendak meninggalkannya. “Kibum.”

Kibum menoleh. “Ngh?”

“Kuharap kau bisa menemukan orang yang kau sukai secepatnya. Kalau kau bahagia dengan namja yang kau cintai, maka aku bisa tenang.” Setelah mengatakannya Siwon langsung berbalik dan berjalan meninggalkan Kibum yang melongo.

Yeojya itu memiringkan kepalanya heran. “Merasa tenang? Kenapa kelakukannya seperti seorang kakak laki- laki, sih. Aneh.” Dengan bergegas Kibum menaiki tangga dan masuk ke apartemen itu tanpa menoleh lagi.

.

“Wah, jodoh itu.” Saehee, adik perempuan Kibum menatapnya sambil terkekeh. “Bukannya Siwon oppa itu pernah menyatakan cinta padamu waktu SD, tapi kau menolaknya.”

“Tahu darimana?” Kibum melirik Saehee gusar.

“Hyukjae eonnie yang menceritakannya.”

KRETEK~ Sumpit yang tadi dipegang Kibum langsung patah karena yeojya itu.

“Dasar mulut besar.”

Melihat kakaknya gusar, Saehee tertawa kecil. “Kau ini kenapa sih, eon? Setidaknya coba buka hatimu. Bukannya dia kelihatan sangat perduli sampai sekarang, mungkin saja sampai sekarang Siwon oppa masih menyukaimu.”

“Bicara denganmu tidak membuatku menemukan jalan keluar.” Gerutu Kibum sambil berdiri dan mengambil piring berisi camilan untuk dibawa ke kamarnya. “Kalau Hyukkie cerita macam- macam, jangan dipercaya.”

“Tapi kan dia tak pernah bohong.”

“Pokoknya jangan di dengar.” Kibum langsung berlari masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya rapat.

Memang tak ada hal khusus yang dirasakannya terhadap Siwon, mungkin sebenarnya masih belum ada. Tapi karena kata- kata namja itu sore tadi, Kibum jadi terus memikirkannya. Sebenarnya kalau diperhatikan, tipe namja ideal Kibum semua ada di diri Siwon, hal itulah yang membuat Kibum jadi agak frustasi.

0o0o0o0o0o0o0o0

 “Kau dekat dengan Siwon waktu SD, kan?” Kibum menatap Donghae yang tengah mengerjakan PR serius. Sesekali namja itu menggaruk kepalanya dan menatap Kibum keheranan. “Jangan tatap aku seperti itu, dong.”

Donghae tertawa. “Mian, tapi kenapa tiba- tiba kau menanyakannya?”

“Aku kan hanya bertanya.” Kibum langsung berbalik ke kursinya dan bersandar.

“Waktu SD aku tidak terlalu dekat dengan Siwon. Kau tahu kan dia anaknya sangat baik dan rajin, ketua kelas itu dulu sangat tidak asik diajak main. Hanya kadang aku juga suka bermain dengannya. Dibanding Siwon, aku jauh lebih akrab dengan Changmin.” Jelas Donghae. “Kau suka dia, ya?”

BRAKK! Kibum langsung berbalik lagi sambil memukul meja Donghae dan menatapnya kesal. Tentu saja Donghae memandangnya heran.

“Apa tatapan mata ini terlihat seperti tatapan mata menyukai orang itu, eh?!” Kibum menunjuk matanya sendiri.

Donghae menggeleng sambil tertawa. “Tapi kurasa kau mulai tertarik. Salahmu sendiri dulu menolak orang sebaik dia, sekarang saat bertemu lagi ternyata dia jauh lebih tampan, bukan? Karena agak kaget dengan perubahannya, kurasa kau jadi agak kepikiran. Itu saja.”

“Begitu, ya…” Untuk kesekian kalinya Kibum berbalik dan kembali bersandar.

“Tapi bisa juga kau mulai menyukainya.” Hyukjae tiba- tiba duduk disamping Kibum dan berbalik menatap Donghae yang tersenyum kecil kepadanya. “Kau tahu isi time capsule-nya, Hae?”

Donghae menggeleng. “Kau tahu? Apa?”

“Kibum menulis dia ing-hmmph!” Hyukjae langsung meronta karena Kibum sudah menutup mulutnya kasar. Tangannya bergerak memukul lengan Kibum kesal sambil mengerutkan keningnya.

Kibum balas menatapnya kesal. “Apa? Kau mau bilang apa?”

“Anh-hmpi!” Hyukjae bergumam tak jelas.

Tiba- tiba ponsel Kibum berdering pelan dan yeojya itu langsung melepaskan Hyukjae dan meraih ponselnya. Donghae sudah tertawa geli melihat yeojya chingunya yang nyaris kehabisan nafas dengan wajah kepanikan.

“Yeoboseyo?” Sapa Kibum hati- hati, pasalnya nomor yang menghubunginya itu tidak dikenalnya.

Ternyata ini benar nomor ponselmu?

DEGH! Kedua bola mata Kibum membulat shock.

“Choi… Siwon?”

Nae.

.

~Kibum pov~

Sebenarnya apa yang diinginkan namja itu dariku, sih? Dia menggangguku seperti ini apa dia ingin menunjukan kepadaku betapa hebatnya dia sekarang? Oke, mungkin dia kesal karena aku menolaknya, Banyak yeojya yang berebut jadi pacarnya, tapi giliran dia suka yeojya, dia ditolak.

Dia masih dendam?

Aargh~ Aku bingung!

“Maaf aku terlambat, tadi ada rapat OSIS.”

Aku menoleh dan menatap Siwon sudah agak membungkuk disampingku sambil tersenyum lucu. Ternyata dia memang sangat tinggi. Waktu SD, tinggiku hanya sebatas telinganya, tapi sekarang aku lebih pendek dari pundaknya.

“Wae?” Siwon masih tetap tersenyum menatapku.

Aku buru- buru menggeleng. “Kenapa kau menyuruhku bertemu denganmu? Aku tidak punya banyak waktu, nih. Jangan salahkan aku kalau aku pulang cepat, tapi salahkan kau yang datangnya telat.”

“Sifatmu tidak berubah, ya? Masih tetap ketus dan dingin kalau terhadap namja.” Siwon sudah terkekeh lagi sambil menepuk seragamnya dan menatap kesegala arah. “Tidak enak ngobrol disini, mau jalan kemana?”

Jalan?

“Kalau sedikit yang mau kau ucapkan, lebih baik disini saja.” Ucapku lagi tidak sabaran.

“Tapi tidak asyik, Kibum.”

“Memangnya aku perduli!”

Kami berdua hanya diam saling berpandangan. Aku sudah sangat kesal berada disini, kalau dia menyuruhku datang hanya untuk seperti ini sebaiknya aku pulang. Nyesel aku datang untuk menemuinya.

Siwon perlahan tersenyum lembut.

Kenapa dia?

“Kibum, saranghae.”

HAH!?

Kedua bola mataku membulat shock menatap Siwon. “A-apa?” Telingaku rasanya tuli mendadak.

Siwon tersenyum semakin lebar, membuat dua lesung pipi di pipinya jadi semakin dalam. Dan… Semakin tampan.

“Saranghae. Selama lima tahun, perasaanku tidak pernah berubah. Tadinya kupikir dengan tidak bertemu denganmu, aku jadi bisa melupakanmu. Tapi saat kita bertemu lagi saat menggali time capsule, ternyata perasaanku langsung kembali. Bahkan perasaan suka waktu jaman kanak- kanak dulu, kini berubah menjadi cinta yang sesungguhnya.”

Aku menelan ludah shock mendengar kalimatnya. Wajahku berubah panas dan jantungku berdegup sangat, sangat, sangat cepat! Ini konyol! Tuhan pasti sedang menggodaku di surga sana!

“Kau mau jadi_”

“Tunggu!” Aku mengarahkan telapak tanganku kearah wajahnya dan dia diam sejenak.

“Nae?”

“Jadi selama lima tahun perasaanmu tidak berubah?”

Siwon mengangguk.

“Kau kira muncul dengan penampilanmu yang sekarang aku akan langsung terpana olehmu. Kuakui kau memang berubah jadi sangat tampan, tinggi, juga menawan. Tapi dengan modal itu bukan berarti aku akan jatuh cinta kepadamu. Jangan main- main, Choi Siwon!” Aku langsung berbalik dan hendak meninggalkannya, tapi dia menahan tanganku.

“Kau tahu?”

Tahu apa?

“Kau tahu apa yang kumasukan dalam time capsule-ku lima tahun lalu?”

DEGH!

“Aku tidak mau tahu. Pasti ada hubungannya denganku.” Jawabku ketus.

Kudengar Siwon terkekeh pelan. “Memang ada. Aku berharap, agar Kim Kibum bisa menyukaiku meski hanya sedikit.”

DEGH!

“Aku mau pulang!” Aku langsung menyentakkan tangan Siwon dan berlari meninggalkannya begitu saja.

“Kibum, aku serius!! Jeongmal saranghaaeeee!”

Aku menutup kedua telingaku dan semakin cepat berlari meninggalkanya. Debaran jantung ini gila, ini tidak normal, aku tak suka perasaan aneh seperti ini. Sesak, sakit, pokoknya ini sangat aneh!!!

~Kibum pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

Kibum memandangi layar ponselnya yang sudah memperlihatkan pesan dari Siwon beberapa menit yang lalu.

-Jeongmal saranghae

Yeojya itu menghela nafas frustasi sambil melemparkan ponselnya ketempat tidur dan berbaring. Itu bukan pesan pertama yang didapatnya tiga hari ini. Sejak hari itu, Siwon selalu mengiriminya pesan seperti itu setiap waktu.

“Siwon yang sekarang jadi jauh lebih berani. Kalau Siwon yang dulu, mana mungkin dia senekat ini dalam mengejar seseorang.” Gerutunya sendirian.

Kibum kembali bangun dan melangkah menuju meja belajarnya. Mencari- cari buku kenangan waktu dia SD. Setelah ditemukan, dia langsung membuka tiap halaman di buku kenangan itu. Sesekali dia tersenyum melihat wajah teman- temannya yang sekarang sudah jauh berubah.

Dia berhenti saat melihat bagian Siwon.

Wajahnya kecil dengan rambut agak cepak. Senyum Siwon tak ada yang berubah. Matanya tetap besar dan dua lesung pipi itu juga tampak jelas di foto lama itu. Kibum membaca data tentang Siwon juga cita- cita namja itu.

Menjadi orang hebat dan memimpin perusahaan appa.

Senyum Kibum terulas membacanya.

“Sejak dulu kau itu memang begitu, kerjaannya membaca buku dan menjadi anak baik. Jarang bermain dengan namja lain dan memilih sibuk mengurus banyak kegiatan sekolah.” Kibum menutup buku itu dan termenung. “Kenapa kutolak namja seperti itu?”

.

“Kim Kibum, saranghae.” Siwon kecil menatap Kibum sambil tersenyum manis dan memberikannya sebuah bunga kecil berwarna merah muda. Entah di dapat dari mana bunga itu, mungkin itu bunga liar.

Kibum menatapnya polos. “Apa?”

“Nae. Saranghae. Kau mau jadi yeojya chinguku?”

“Malas, ah. Aku kan masih kecil. Lagipula aku tidak suka padamu. Aku itu mau punya namja chingu yang baik, pintar, dan bisa membimbingku. Jadi, aku tidak mau menjadi yeojya chingumu.” Kibum kecil langsung berlalu meninggalkan Siwon begitu saja. Dia tak mengambil bunga yang diberikan Siwon. Benar- benar tampak tidak perduli.

.

Kini Kibum terdiam. “Kalau kuingat, memang aku ini ketus sekali, ya?” Dia kembali duduk ditepi tempat tidurnya. “Kalau aku memang ketus dan sangat menyebalkan, kenapa sih dia masih menyukaiku? Pakai bilang tentang perubahan perasaan segala. Apa dia tak tahu justru hal ini memberatkanku.”

TRRT~ Ponsel Kibum kembali bergetar. Diambilnya dan langsung dibukanya sebuah pesan dari Siwon.

-Kibum Saranghae-

“Huff~” Kibum memejamkan matanya sambil melemparkannya ponselnya asal. “Dasar aneh.”

0o0o0o0o0o0o0o0

~Kibum pov~

“Aigoo~ Jadi kau tetap menolaknya! Kapan? Kenapa baru cerita sekarang?!” Hyukkie mengguncang kedua bahuku tidak percaya dengan tatapan senangnya yang justru membuatku agak kesal.

Aku meronta cepat. “Aku malas tahu. Kau tidak tahu kalau aku justru frustasi.” Gerutuku.

“Siwon ternyata serius.” Donghae ikutan memberi komentar padahal aku tidak bercerita kepadanya, Dia duduk dibelakang kami, jadi wajar kalau dia bisa mendengarnya dengan mudah.

Kulirik Donghae kesal. “Diam saja, Hae.”

“Aku benar. Siwon itu sangat serius.” Ulang Donghae lebih yakin.

“Ya sudah diam saja!”

“Kibum, dengar!” Hyukkie kembali menarik bahuku dan memaksaku untuk menatapnya. “Ini hebat sekali. Dia masih tetap menyukaimu dan mengirimu pesan romantis meski kau bersikap dingin kepadanya. Dan isi time capsule-nya itu… Romantis!”

“Hyukkie jangan berlebihan!” Aku langsung memukul kepala sahabatku itu pelan dan membuatnya cemberut.

Tidak ada satupun orang yang bisa menolongku. Tuhan…

“Lapipula kurasa Kibum dan Siwon itu sangat cocok. Entah apa yang membuatku berpikir begitu, tapi rasanya aku senang melihatmu bersama dengan Siwon atau marah- marah karena namja itu.” Donghae terkekeh pelan.

“Rasanya seperti melihatmu dan Hyukkie sebelum pacaran, kan?” Balasku kesal dan membuat kedua temanku itu tertawa kencang.

Menyebalkan.

TRRT~ Ponselku kembali bergetar.

Tanpa melihat nama, sekarang aku bisa menebak siapa pengirimnya. Aku langsung menyerahkannya kepada Hyukkie dan yeojya itu yang membukanya.

“Aigoo!” Serunya shock.

Aku cemberut karena Hyukkie sudah memasang tampang ingin menggodaku lagi. “Jangan tertawa.”

“Apa isinya, Hyuk?”

“Siwon bilang, Kibum… Aku ingin menikah denganmu suatu saat nanti. Saranghae~”

MWO?!

Aku mengambil ponselku dan membaca pesan yang dikirim Siwon tadi.

“Wow! Kibum dilamar!”

Wajahku sudah terasa panas lagi sekarang. Aish, Choi Siwon… Kau ini kenapa nekat sekali, sih? Ini pertama kalinya aku harus pusing menghadapi seorang namja yang sepertimu. Kau benar- benar tangguh! Ck

.

“Kibum!”

Aku menoleh keasal suara yang memanggilku. Kulihat Siwon berjalan cepat kearahku, dan detik itu juga aku langsung menambah kecepatan jalanku agar tidak bisa disusul olehnya. Meski itu mustahil…

“Heya,” Dia langsung meraih lenganku dan membuatku harus menatapnya. “mau kabur?”

“Aku buru- buru.” Kilahku.

Siwon langsung terkekeh pelan sambil tetap memegangi tanganku. “Jangan bohong. Kau hanya ingin menghindariku, bukan?”

“Berisik, ah.” Gerutuku malas.

“Pesanku satupun tidak ada yang dibalas. Kau sudah benar- benar kesal, ya?” Dia kembali bertanya tanpa perasaan bersalah.

“Sudah tahu masih nanya.”

Aku melirik kearah Siwon yang memandangiku sambil tersenyum lembut. Kenapa dia suka sekali menatapku seperti itu, sih? Bisa tidak dia berhenti menatapku selembut itu. Gara- gara tatapan matanya aku selalu merasa aneh.

Wajahku panas dan jantungku berdegup kacau. Aku tidak suka!

“Jangan senyum- senyum kalau menatapku.”

“Waeyo? Mana ada orang yang tidak tersenyum kalau menatap wajah orang yang disayanginya?” Siwon mengusap rambutku perlahan. “Waktu SD rambutmu kan tergerai panjang sepinggang, kenapa jadi sepunggung?”

“Rambut panjang itu merepotkan.” Balasku malas.

“Tapi aku suka sekali yeojya berambut panjang.”

“Memangnya aku perduli.” Lagi- lagi aku menjawabnya dengan ketus. Berada lebih lama lagi didekatnya, membuat hatiku semakin kacau. Aku benar- benar tidak tahan berada sedekat ini dengan Siwon.

Aku langsung melangkahkan kakiku hendak menyebrang. “Jangan ikuti ak_”

SRET! GREB! Tiba- tiba Siwon sudah menarik dan memelukku erat.

SRAATT~ Kurasakan cipratan air kini mengenai kakiku.

Namun bukan cipratan itu yang mengganggu. Lengan kekar namja yang kini memelukku yang membuatku langsung mematung shock. Lengannya sangat panjang dan kekar. Siwon benar- benar namja…

Dia melepaskanku sambil menggerutu. “Sudah tahu ada genangan air, kenapa dia mengemudi secepat itu. Gwaenchana, Kibum?” Dia menatapku sekilas sambil melihat kebelakang pakaiannya. “Kotor…”

Buru- buru aku kembali dari lamunanku dan berbalik menatap belakang seragamnya yang sudah kotor karena air.

“Yang penting seragammu tidak kotor. Kalau yeojya, pasti akan jauh lebih malu.” Siwon sudah tersenyum lagi. “Sampai jumpa.” Namja itu sudah berjalan cepat meninggalkanku yang masih menatapnya datar.

Dia… Serius mencintaiku?

~Kibum pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Masih terlalu pagi untuk sekolah, tapi Kibum tak memperdulikannya.

Semalaman yeojya manis itu tak bisa tidur dan hanya berguling resah karena memikirkan seorang Choi Siwon yang sukses membuat hatinya kalut bukan main. Kadang Kibum membaca semua pesan Siwon kepadanya yang selama ini dikirim untuknya.

Dia benar- benar merasa kacau hanya karena perasaan yang sangat asing baginya. Dia jatuh cinta.

Di jalan menuju sekolah, Kibum juga membaca semua pesan Siwon. Isi time capsule Siwon kembali teringat olehnya, dan dikaitkan dengan time capsule miliknya.

-Aku ingin Kim Kibum menyukaiku meski hanya sedikit.-

-Aku ingin segera bertemu dengan namja yang kusukai.-

“Ternyata kalau time capsule-mu terwujud, bukan berarti indah. Hyukkie saja menangis hebat saat tahu time capsule-nya ditukar Donghae.” Gumanya sendirian sambil meminum susu kotak ditangannya perlahan.

Langkah yeojya manis itu berhenti tiba- tiba saat melihat Siwon berjalan dari sebuah gang dan kini berjalan membelakanginya beberapa meter dihadapannya. Namja itu berjalan bersama dengan seorang yeojya berseragam SMP dengan sangat mesra.

Yeojya itu merangkul lengan Siwon dan Siwon mengusap- usap kepalanya sambil tersenyum lembut.

“Di-dia?” Kibum menggigit bibir bawahnya tak percaya. “Setelah mengucapkan ratusan kata saranghae, melamar dan melindungiku, membuat jantungku kacau, membuatku frustasi sendirian, ternyata dia bisa mesra- mesraan dengan yeojya lain dibelakangku!”

Dengan refleks Kibum melempar susu kotak ditangannya dan JACKPOT! Mengenai kepala Siwon kencang.

“Ya!” Siwon menoleh kebelakang dengan tampang tak terima, tapi begitu melihat Kibum yang berada dibelakangnya, tatapan matanya berubah kaget. “Ki-kibum?”

“CHOI SIWON BODOOOOH~” Koor Kibum melengking panjang dan dia langsung berbalik berlari meninggalkan Siwon dengan yeojya SMP yang kelihatan kebingungan merasa bersalah itu.

“Kibum!”

.

~Kibum pov~

Bodoh! Bodoh! Bodoh!

Choi Siwon jelek! Choi Siwon babbo! Choi Siwon menyebaaalkaaaannn~!

Aku menghentak- hentakkan kakiku kesal sambil memukul pohon besar di depanku dengan ranting kayu yang cukup tebal. Aku butuh pelampiasan untuk emosiku pagi ini, masa bodoh aku bolos sekolah. Aku marah sekali! Aku kesal!

Ingin kumakan namja jelek itu!

Tapi…

Detik berikutnya aku langsung berdiri terpaku sambil menunduk dan memegangi dadaku yang terasa sangat sesak. Sakit sekali, seperti ada yang mencekik dadaku dan membuatku sulit bernafas.

Aku terluka untuk yang pertama kalinya…

Kurasa memang dia hanya ingin balas dendam kepadaku. Setelah berhasil menjeratku, dia bisa bermesraan dengan yeojya lain begitu? Dia dendam. Dia tega. Dia jahat sekali kepadaku!

Perlahan air mataku menetes.

“Choi Siwon itu jeleeeeeekk!” Seruku frustasi. “Huweee~”

Aku tak perduli apakah orang melihatku aneh atau menganggapku gila. Aku ini jarang sekali menangis, terakhir kali menangis waktu aku masih SMP gara- gara dikerjain Hyukkie dan Donghae. Aku mau menangis puas biar hatiku tidak sakit.

“Siwon bodoh! Siwon jahat! Menyebalkan! Aku kesal, kesal, kesal!” Seruku lagi sambil memukul pohon itu dengan sangat kesal dan langsung membanting ranting ditanganku gusar.

Tapi yang bodoh itu aku…

Aku yang salah.. Seharusnya aku tidak menolaknya dan melukainya waktu SD. Kan jadinya dia tak membalas dendam sekejam ini kepadaku. Kau bodoh, Kim Kibum.

Perlahan aku memutar tubuhku dan mulai berjalan pulang ke rumah.

BRUGH! Karena menunduk aku menabrak seseorang padahal aku baru berjalan beberapa langkah. Ternyata orang patah hati bisa jadi bodoh juga, ya?

“Sejak tadi aku berdiri dibelakangmu, tapi kau tidak menoleh.”

DEGH! Suaranya!

Aku menengadah dan melihat Siwon menatapku datar. “Neo!”

“Apa?” Siwon kini membalasku dengan kata- kata yang agak ketus.

Mau apa dia? Aku tak mau lagi bertemu dengannya!

“Yeojya tadi itu dongaengku. Choi Jiwon, kukira kau tahu kalau aku punya seorang adik perempuan.”

Eh? Adik?

Aku mundur selangkah dan memandanginya. Kini dia mulai tersenyum lembut seperti biasa lagi kepadaku.

“Kau salah paham, Kibum. Tadi kau pasti mengira dia itu yeojya chingu-ku karena kami memang biasa jalan berangkulan begitu. Aku kan pernah bilang kalau aku itu mencintaimu, apa wajahku kelihatan seperti namja yang suka berselingkuh atau berbohong?”

Dia menebak semua pikiranku tanpa celah.

“A-aku tidak perduli!” Seruku kesal sambil menghapus air mataku.

“Kalau tidak perduli, kenapa aku dilempar kotak susu? Kenapa langsung berlari pergi? Kenapa melampiaskan amarahmu ke pohon dan mengataiku seperti itu? Kau cemburu dengan Jiwon, kan?” Siwon tersenyum menggodaku.

“Jangan konyol! Siapa yang cemburu!”

“Lalu tadi kenapa? Makianmu itu, apa artinya?”

Skakmat. Aku tak punya alasan untuk mengelak lagi sekarang.

Siwon berjalan mendekatiku dan aku mundur perlahan sambil menunduk.

DUK! Aku benar- benar terjepit dan menabrak pohon yang tadi kupukul- pukul. Dengan takut aku menengadah menatap namja tinggi nan tampan yang sudah menumpukan satu tangannya di pohon besar itu dan menunduk menatapku.

“Kau suka padaku?” Tanyanya yakin.

Aku menggeleng.

“Kau suka padaku?”

“Ani!”

“Kau suka padaku?”

“Sudah kubilang aku ini tidak suka padamu! Kenapa kau itu semakin lama semakin ne_” Aku mematung. Kalimatku tak punya waktu untuk kuselesaikan. Semuanya kembali masuk ke tenggororkanku saat bibir namja itu mencium bibirku lembut.

Tuhan!! Ini ciuman pertamaku!!

Siwon menatapku dengan sorot matanya yang sangat teduh dan lembut. “Mengaku saja kalau kau menyukaiku. Aku tahu, Kibum. Aku ini kan bukan namja bodoh yang tidak bisa membaca keadaan.”

Kau kalah, Kibum…

Aku langsung menunduk lemas.

“Kibum?”

“Hiks~” Detik berikutnya aku terisak pelan.

“Loh, kenapa menangis?! Mian karena aku langsung menciummu begitu, habisnya kalau tidak begitu kau pasti tidak akan diam. Kau itu kan kadang menyebalkan sekali.” Dia tertawa namun tetap tak bisa membuatku berhenti menangis.

Kurasakan tangannya mengusap kepalaku. “Uljima…”

“Dasar jelek.” Gerutuku lagi sambil mengangkat wajahku dan menatapnya. “Sekalipun, aku tak mau lagi melihatmu berjalan dengan yeojya seperti tadi, kecuali itu memang benar adikmu. Aku benar- benar kelihatan seperti orang bodoh.”

Siwon tertawa lagi. “Jadi itu artinya, kau memang suka padaku, kan?”

“Nae! Puas?!” Seruku kesal sambil berjalan menghindarinya dan menghapus air mataku. Siwon langsung menyusulku dan merangkul pundakku hati- hati. “Jangan berjalan sedekat ini denganku.”

“Kalau aku tak boleh berjalan bergandengan dengan yeojya lain, tentu aku boleh merangkulmu seperti ini. Kau kan sekarang yeojya chinguku.”

“Aku tidak bilang kalau aku mau jadi yeojya chingumu!” Kutatap dia lagi sambil cemberut.

“Memang aku perduli?”

Dia meniru ucapanku!

Siwon langsung memelukku sambil tertawa senang. “Ternyata time capsule itu benar- benar terwujud. Seharusnya aku menulis, aku ingin menikah dengan Kim Kibum saja dulu.”

Wajahku kembali memerah mendengar ucapannya. “Jangan berlebihan!”

“Sudah tidak usah malu- malu. Hari ini aku sudah melihat semua ekspresimu yang belum pernah kulihat sebelumnya. Marah, menangis, memaki, kecewa, terluka, semuanya sudah kulihat. Tinggal satu yang belum…”

“Satu?” Aku mengerutkan kening heran menatapnya yang kini menyamakan tingginya denganku.

“Tersenyumlah.” Bisiknya lembut.

Ah, nae… Aku jarang atau mungkin tidak pernah tersenyum kearahnya. Hyukkie saja selalu tersenyum manis kepada Donghae, kan? Apa aku juga harus tersenyum juga.

“Kau akan terlihat lebih manis kalau tersenyum.”

“Aku memang manis.” Balasku sambil tertawa malu dan menunduk.

Siwon mengacak rambutku gemas dan kembali merangkul pundakku. “Kita berdua sudah telat kesekolah, bagaimana kalau khusus hari ini kita membolos. Sekali- kali jadi anak nakal tidak akan merugikanku.”

“Makanya jangan jadi siswa baik seumur hidupmu.” Balasku sambil memukul bahunya kencang dan tertawa kecil.

Siwon tersenyum. “Aku jadi siswa baik kan karena Kibum menyukai namja baik.”

Lagi- lagi wajahku merah mendengar ucapannya. “Jangan sangkut pautkan aku masih kecil dengan yang sekarang!” Seruku kesal dan Siwon tak perduli.

Dia benar- benar jadi namja nekat yang berani. Tapi… Biarlah. Toh aku menyukainya yang seperti ini.

.

.

~Fin~

==============================================================================

a/n ::

buat hota-chan yg selalu tereak minta sibum… =.=

nih sekuel yg kamu mau.. bayar aq sekarang!! #plakk

buat couple lainnya, tunggu aja yaa.. hhaha

29 thoughts on “Because of Time Capsule

  1. Yeyy, SiBum! SiBum! SiBum! *treak gaje*

    akhirnya Pair ini ada juga (?)

    Kibum bego dehh*d bakar Kibum*, masa Namja se Handsome, Tajir mampus(?), keren pula, dah lah pokoknya perpek(?) *Siwon mesam-mesem* d tolak,??

    Tp lucu deh liat expressi nya Kibum yang spontan kaya gitu, maniiiiiis~
    dah tau suka, masih aja sok gengsi…

    Wkwkwk😀, mau jg dong d cium Siwong *monyongin bibir* *d gorok Kibum*
    .
    .
    .
    _Fye_

  2. Yei
    ada sibum. . . Ukh, jadi gemes ama kibum.

    YeWook YeWook
    yg happy wookienya eon >.<
    jangan yg nyiksa wookie. . .
    Fufufu

    sekuel untuk yewook ada g eon? O.o
    <<ngarep! Bnget!
    Ntar saeng ksh 'poop' ddangko
    #dor

  3. wkwkwkwkwk setiap eonni nerbitin fic baru aku tereak.a Sibum! hahahahahaha😄
    mantep dah eonni
    Kibum.a gengsi kkkkkkk~
    byran.a minta cium sm Yeppa😛
    tpi minta restu dlu sm Kanjeng Wookie😄 #Wookie megang penggorengan
    wkwkwkwkwk

  4. siwon prnh d’tolak ma kibum? Bwahahaha:-D

    jejeje… Kibum ngaku’a smbl marah2 gara2 cemburu ..

    Chukkae sibum couple !!

  5. 0m0na. . .
    Kibum jdi OCC bget. . .
    G’kbyang Kibum cmburu, mrah smbil mkul” ph0n, pasti imut bget. . .
    Kekeke
    #d’getokKibum

    Lmpranx Kibum jga pas bget kna kplax Siwon. . .

    Crita sweet bget. . .
    Bkin lgi yg lainx ya onnie. . .

    Aq req yg KangTeuk. . .
    Hahaha

  6. Taena unni. . . Ceritanya keren banget! daebakk!!

    aku request yang haehyuk unn. . . Jebal. . . Kangen banget cerita tentang mereka ber2. . . Tp kalo bisa yg sekuel yewookny jg dibikin!
    Faighting. . Unn!! Love yewook so much wkwk… XP😀

  7. Co cweeett bgt ya SiBum nya…
    gregetan liat KiBummie yg galak kayak gtu…
    Tp ternyata suka jg..
    Manis bgt ceritany suka deh !!

  8. kyaaa..
    kibummie sok jual mahal tuh…
    tiba2 cmburu aja sma jiwon…
    dasar…

    tp critanya sweet bgt unn….
    suka…

    seneng bgt unn,,
    jarang2 ada sibum nih….

    ak ttep pda pndirianku…
    sring2 bkin yewook y unni… *reader gtau diri*
    yewook mkin lma mkin mnghilang…

    mianhae unn,,,
    n gomawo ^^
    unni daebak…😀

  9. kyahahahahaha…….
    akhirx.. SiBum da…..
    kyaaaa Bumie ketus amatt~ waahh Wonnieppa so sweeeettttt~
    daebakk nih Eonn ^^

    lnjuuuttttkaan!!

  10. Yooo… Gw paling suka bagian Siwon dilempar kotak susu sama Kibum. Hmm, ekspresif sekali ya kalo Kibum lagi cemburu? Wkwkwkwk….. Sama satu lagi pas Siwon kasih kissu dadakan tuh.. Lagi enak nyerocos, eh main dibekep(?) aja tuh bibir. Untung ya gak disumpel kaos kaki Kunyuk… XDDDDD

  11. Kyaaa…!!! so sweett bangettt…
    Aisshhh,,dri awal mpe fin, bcanya smbil senyum2 sendiri..
    mpe dtanya ma adik, ‘gila ya??Ketawa2 sndiri’..*dongsaengkurangajar*

    Pkoknya daebakk, bnget deh..FF-nya..^^

  12. huwaaaaa
    Akhirny, akhirny, akhirny, akhirny..
    Oh~ akhirny Sibum muncul juga
    Senangnyaaa~ #jiwa shipper kumat -.-

    Skuelny co cweeeeeeeet~
    Aku suka, aku suka😀

    eonnie oke banjet mnggambarkan prsaan kibum nya !
    Pkokny klo soal pggmbran prsaan kyany eonnie yg bsa bkin pggmbranny trsampaikan deh, #mnurutku sih
    Soalny, kerasa juga sma aku prsaan kibumnya, ikutan gregetan
    Hehe

    Ciiiee~ uri kibummie akhirny kcantol juga ama siwon oppa
    Haha😀
    Uri simba bsa nekat juga rupanya ya ==’
    Ooh~ oppa, kau sangat gentelman #acung jempol

    Skian komen ga pentinya -.-
    Keep writing ne eonnie😀
    Sukses buat ff2 lainnya😀
    Fighting !! ^-^

  13. seru nh time capsul, buatin yg kyumin dong thee…
    ~ngerayu, sodorin ddangko

    kibum jahat bgt, untg ja siwon sbr bgt, haha
    5 taun kn bkn wktu yg singkat bwt memendam cinta
    abang siwon daebak, hehe

  14. Kyaa..wonnie romantis+setia amat ama bummie..beruntungnya bummie dapat cowok seperti itu..:D
    Ehh?ternyata tuh jiwon adiknya won toh,q pikir yoona hehehe..bgs2

    Di tunggu couple lainya onn ;D

  15. SIBUM… Yeyy…
    Siwon kren abiz. Tu baru namja… Udah ganteng, baik, setia pula.. Perfect…
    Kibum gak bakal nyesel dech jdi pacar Siwon.
    Keren bgt ff nya chingu…

  16. Eomma also love sibum couple. The story was so sweet.:)
    Kibum sok gak butuh gitu, padahal…….hehehehe~~~~*smirk*:)

    bagus chagi, romantis dan penuh perjuangan si Wonwon.:)
    namja hebat dia.

    see u soon, Saranghae……..<3

  17. SiBum lagiii dan lagiiii…aku smpet mikir kalo endingnya bakalan sad ehh ternyata happy ending. Envy bangettt jadi Kibum, dikejar2 seorang namja tampan errr… tapi Kibum emang cocok jadi Uje sihhhh…Sibum coupleeee…
    GOMAWO buat author…aku pengikut FFmu loh terutama Sibum couple…

  18. Annyoong~ thena-chan.. Q reader bru neh.. Ma”f klo sblm’y q prnh bca krya” author tp ngk prnh ngglin jjak.. #readerngktwodri..

    Tp x nie q ngglin jjak ko +bklan jd pmbca stia,and koment yg bgus.. Hehe..

    Pkok’y krya thena chan yg plng ok deh.. Q ska.. Hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s