Painfully For Live

Painfully For Life

.

Genre :: Romance/Hurt/Action

Pair ::YeWook

Rated :: T!

.

“Ku-kumohon…” Namja manis itu menangis sesengukkan sambil berlutut pasrah dihadapan seorang namja tinggi berkulit putih pucat yang justru menatapnya serba salah. “kau boleh pukuli aku dan bahkan menyiksaku sekarang, tapi kumohon jangan lakukan itu kepadaku. Aku mohon, Tuan.”

“Ya, cepat berdiri!” Seru namja tinggi itu sambil menarik lengan kecil namja manis itu.

“Jebal! Andwae! Kumohon jangan!”

“Berhenti berteriak!” Serunya gusar dan itu membuat si namja manis bungkam dengan wajah kusut penuh air mata. Tatapan matanya terasa sangat menyakitkan bagi si namja tinggi, perlahan di dorongnya namja itu duduk di atas tempat tidur.

Namja manis itu sesengukkan dalam sambil memeluk tubuhnya yang agak gemetar.

Namja satunya kini duduk disebelahnya. “Kalau kau tidak mau, kenapa kau mau bekerja di tempat pelacuran untuk namja seperti ini?” Tanyanya datar.

.

.

.

“RYEWOOK!!!”

DEGH! Ryeowook tersentak shock saat mendengar suara yang sangat berat itu. Perlahan namja manis itu menoleh ke belakang, dan…

BUGH! Seorang namja bertubuh kekar memukul wajahnya dan langsung membuatnya tersungkur di lantai.

“Berani sekali kau menyembah pelangganku hanya karena tak mau disetubuhi olehnya! Gara- gara kelakuanmu itu aku mendapat kerugian besar, kau tahu?!”

Ryeowook diam memegangi wajahnya yang terasa panas.

“JAWAB AKU, S*N OF B*TC*!!”

BUGH! Kali ini namja itu menendang perut datar Ryeowook dan membuatnya terdorong hingga membentur tembok.

“Mi-mianhae…” Namja kecil itu mulai bersuara parau dan hendak menangis. “A-aku memang tidak mau melakukannya. Aku tidak mau…” Isakannya mulai terdengar pelan.

Mendengar ucapan Ryeowook, kemarahan namja besar itu semakin memuncak. Kini dengan kasar dia mengangkat kerah baju Ryeowook dan membuat namja itu agak melayang dihadapannya. Ryeowook sudah meronta karena kini dia merasa sesak.

“Kau berani melawan?”

“Akh-akhu..”

“DIAM KAU!”

BRAGH! Namja itu melemparkan tubuh Ryeowook lagi dan menatapnya nanar.

“Malam ini jika aku mendengar keluhan karena kelakukanmu, maka kau tahu apa yang akan terjadi. Tak akan segan- segan, akan kupotong satu persatu jarimu.” Ancamnya sambil meludah dan berlalu meninggalkan Ryeowook.

Dan disanalah Ryeowook, menangis, terisak dalam, merasa sakit.

TRRT~ Perlahan ponselnya bergetar pelan dan Ryeowook langsung mengangkatnya.

“Ye-yeoboseyo…” Jawabnya sambil terisak.

Wookkie?!

“Kyu-kyuhyun~” Kali ini Ryeowook langsung menangis pilu sambil memegangi ponsel kecil ditangannya. “Kyuhyun~”

Wookie! Sekarang juga temui aku ditempat biasa!

TUUT~ Sambungan telepon itu langsung terputus.

.

Kyuhyun duduk sambil meremas kantung berisi obat luka yang dibawanya. Baru saja namja tampan itu selesai mengobati luka Ryeowook yang masih terisak disampingnya. Emosinya naik dan wajahnya terasa panas ingin berteriak.

Perlahan Kyuhyun menghela nafas, mencoba menenangkan dirinya sendiri. “Uljima.” Bisiknya.

Namun Ryeowook tetap tak diam, dia masih terus terisak dalam disisi Kyuhyun.

“Kubilang sudahlah, Wookie.” Kini perlahan namja itu merangkul pundak Ryeowook dan mengusap rambut kecoklatan namja kecil itu lembut. “Aku benar- benar tidak tahan melihatmu menangis seperti itu.”

“Sakit, Kyuhyun…” Jawab Ryeowook parau.

“Aku tahu memang sakit, tapi mau bagaimana lagi.”

“Bukan lukaku,” Ryeowook menatap wajah Kyuhyun pilu. “hatiku terasa sangat sakit. Terlalu sakit untuk diteruskan. Bukan hidup seperti ini yang kuinginkan, tapi kenapa Tuhan memberiku kehidupan yang seperti ini. Apa salahku di masa lalu sehingga harus mengalami hal seperti ini seumur hidupku!!” Ryeowook menjerti frustasi sambil menunduk dan memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.

Kyuhyun diam menatap sahabatnya. Jika saja dia bisa membawa Ryeowook pergi dari tempat menjijikan itu… Pasti bukan hal seperti ini yang dirasakannya.

“Mianhae.” Ucap Kyuhyun lirih.

Ryeowook menggeleng pasrah. “Kau sama sekali tidak bersalah.” Kali ini namja itu mengangkat wajahnya dan tersenyum getir menatap Kyuhyun. “Sebaliknya, aku sangat berterima kasih kepadamu, Kyuhyun. Sejak pertama kita bertemu, kau satu- satunya yang memiliki kebaikan untuk tidak menyentuhku apalagi melaporkanku. Kau justru memberikanku uang bayaran dan menjadi temanku.”

Mau tak mau Kyuhyun ikut tersenyum meski hatinya merasa malu.

Bagaimana tidak, dulu dia nyaris juga menghancurkan Ryeowook yang pernah berlutut dihadapannya agar tidak disentuh olehnya. Saat itu Kyuhyun tidak merasa marah, dia justru iba melihat Ryeowook sehingga akhirnya mengurungkan niatnya dan mencari tahu apa yang menyebabkan namja manis itu bekerja di tempat haram tersebut.

“Aku ingin mati…”

“Mati bukan jalan terbaik. Kau boleh memilih mati kalau memang tak ada yang bisa kau lakukan lagi.” Balas Kyuhyun cepat.

Ryeowook kembali diam.

“Sudah saatnya aku kembali ke kantor, aku akan menghubungimu nanti malam. Jaga dirimu, Wookie.” Ujarnya sambil mengusap kepala Ryeowook dan langsung berjalan cepat meninggalkan namja itu.

Ryeowook memandangi sosok Kyuhyun datar. “Kau orang yang baik, Kyu.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Daftar apa ini? Aku tak suka mereka semua.” Yesung melemparkan foto- foto yang diberikan seorang pelayan kearahnya. “Aku sudah mengenal satu pelayan di tempat ini, jadi aku ingin memesannya.”

“Nuguya?” Sang pelayan itu mengerutkan keningnya heran.

Kini Yesung justru tersenyum penuh arti. “Kalau tidak salah namanya Kim Ryeowook. Dari kabar yang kudengar, dia sangat manis dan bertubuh mungil. Sangat sesuai dengan tipeku. Aku mau dia.”

“Ta-tapi saat ini sudah ada seseorang yang menggunakan_”

“AKU MAU DIA!” Namja itu berseru marah.

Selang beberapa saat dia berteriak, kembali terdengar teriakan dari arah lain. Yesung dan pelayan itu langsung menolah dan melihat seorang ahjussi mabuk menyeret Ryeowook keluar dengan tampang gusar.

Kemeja biru yang dikenakan Ryeowook sudah berantakan dan lusuh.

“DIMANA TUAN LEE?!” Seru ahjussi itu sangar dan disisinya, Ryeowook sudah menangis pilu menahan rasa takut yang kini menjalarinya. Ancaman pemilik tempat itu tadi siang, kembali diingatnya.

“Nuguya?” Tanya Yesung penasaran.

“Itu Kim Ryeowook. Sepertinya dia lagi- lagi dalam masalah besar.”

Dari pintu lain, tuan Lee, si pemilik tempat itu datang dengan wajah marah. “Nae?”

“Lihat dia!” Ahjussi itu melemparkan tubuh Ryeowook dan membuatnya tersungkur lemah dilantai sambil menangis tersedu- sedu. “Dia memohon- mohon dikakiku agar aku tak menyentuhnya sedikitpun. Apa- apaan pelayanan ini?! Aku tidak terima!”

“Kim Ryeowook!” Kini tuan Lee menatapnya geram.

“Mianhaeyo…” Hanya kata itu yang bisa diucapkan Ryeowook sambil beringsut memeluk kaki tuan Lee dan gemetaran. “Kumohon maafkan aku, Tuan. Aku tak mau melakukannya, jebal…”

“Kau ini benar- benar membuatku muak!!” Tuan Lee menggerakkan tangan kekarnya hendak memukul Ryeowook, namun gerakannya terhenti karena tangannya ditahan tiba- tiba oleh seorang namja yang tak dikenalnya.

Yesung…

“Siapa kau?”

Yesung tersenyum kecil sambil menunduk menatap Ryeowook. “Kalau ahjussi gendut itu tak mau dengannya, aku saja.”

Kedua bola mata Ryeowook langsung membulat takut. “A-an_”

Yesung langsung merunduk sambil membungkam mulut Ryeowook dengan tangannya, kini dia menengadah menatap tuan Lee. “Kau bisa memberikan pelayan terbaik untuk ahjussi itu, dan serahkan namja ini kepadaku malam ini.”

“Tapi kau dengar sendiri kan keluhan orang ini?”

Yesung mengangguk santai. “Aku dengar.” Perlahan dia mengangkat tubuh Ryeowook berdiri dan menatap pelayan yang memandangnya heran. “Dimana kamar yang kosong? Cepat antara aku ketempat itu.”

Pelayan itu menatap tuan Lee ragu.

“Antarkan dia.” Tuan Lee mengalah.

“Baik. Silahkan ikut aku, Tuan.” Si pelayan kini mempersilahkan Yesung mengikutinya dan dengan cepat Yesung menarik tangan Ryeowook yang sudah meronta ketakutan untuk mengikutinya.

Pelayan itu membawanya ke sebuah kamar bernomor 15. “Silahkan.”

“Gomawo.” Ucap Yesung sambil menyerahkan selembar seratus ribu won kepada pelayan itu dan langsung menyeret Ryeowook masuk ke dalam kamar itu dan mengunci pintunya rapat.

Ryeowook sudah menangis ketakutan dan kembali berlutut. “Tuan, kumohon… Aku tak mau melakukan hal itu. Aku mohon jangan perlakukan aku seperti itu. Kau boleh memukuliku, tapi kumohon…”

“Memangnya siapa yang mau menyentuh tubuh kecilmu itu?” Yesung terkekeh sambil berjalan duduk di atas tempat tidur. “Bangun. Aku tak suka melihat orang berlutut tanpa alasan yang tepat seperti itu.”

Dengan wajah heran, Ryeowook mengangkat wajahnya dan menoleh menatap Yesung. “Jadi?”

“Aku sengaja menyeretmu menemaniku agar kau tidak dihukum oleh pemilik tempat ini. Aku tak akan menyentuh tubuhmu sedikitpun, jadi berterima kasihlah kepadaku yang sudah meyelamatkanmu ini.”

Lagi- lagi kedua bola mata Ryeowook membulat tak percaya. “Ehh?”

“Jangan disana!” Yesung menunduk mendekat ke Ryeowook dan langsung menarik tangan namja itu agar berdiri. “Memangnya tidak lelah semalaman melakukan hal konyol begitu? Kau kira dengan berlutut dan menyembah, mereka akan mengiba kepadamu. Konyol.”

Ryeowook menunduk sambil menghapus air matanya. “Memang tidak akan.”

“Biasanya, apa yang mereka lakukan kalau kau melakukan hal seperti itu?”

“Tak jarang dari mereka memukulku, memaksa menyetubuhiku, atau seperti tadi, langsung melaporkanku pada tuan Lee. Tapi terkadang ada juga yang baik dan memilih diam saja meninggalkanku tanpa komentar.” Dia tersenyum kecil saat mengingat kelakuan Kyuhyun dulu kepadanya.

Yesung bergumam pelan. “Masih ada juga ternyata yang baik.”

“Dan kau juga baik. Gomawo karena menyelamatkanku, Tuan.” Kini tangis Ryeowook sudah hilang, namja itu tersenyum manis dengan mata sembab menatap Yesung.

Melihat senyumannya, Yesung tersenyum kecil dan hendak mengusap kepala Ryeowook, tapi gerakannya justru membuat Ryeowook tersentak kaget. Dan karena itu, Yesung mengurungkan niat dan hanya tersenyum menatapnya. “Kim Yesung imnida. Aku yang akan melindungimu mulai sekarang.”

Mendengar kalimat Yesung, Ryeowook mengerjapkan matanya tak percaya. “Melindungiku?”

0o0o0o0o0o0o0o0

Benar yang dikatakan Yesung, semenjak Ryeowook bertemu dengannya, Yesung kini menjadi pelindungnya. Saat jam rumah pelacuran itu dibuka, Yesung akan langsung datang dan menarik Ryeowook untuk menemaninya semalam penuh dengan bayaran yang sangat memuaskan.

Tuan Lee mulai bersikap lunak kepada Ryeowook dan tak pernah memukulinya lagi. Dikiranya, kali ini Ryeowook menyukai pelanggannya, tapi suka atau tidak, yang penting dia mendapatkan uang dari tubuh namja manis itu.

“Malam ini kita mau apa?” Yesung membaringkan tubuhnya santai sambil menatap langit- langit kamar sederhana dengan pencahayaan yang agak redup itu. Sambil tersenyum dia menatap Ryeowook yang duduk di tepi tempat tidurnya. “Wae?”

Perlahan Ryeowook menoleh sambil tersenyum. “Hyung, gomawo.”

“Gomawo?” Yesung kembali duduk sambil menatap Ryeowook. “Berapa kali kuingatkan, jangan selalu mengatakan hal yang sama, aku tidak suka. Berhenti selalu mengucapkan terima kasih, arra?”

Ryeowook menggeleng. “Ani, hyung. Aku akan selalu mengucapkan terima kasih, karena kau adalah orang yang berarti. Kalau aku tidak diselamatkan olehmu, sampai detik ini aku akan selalu menyembah orang meminta ampunan. Atau mungkin jemariku sudah dipotong- potong oleh tuan Lee.” Sorot mata namja manis itu kembali pudar.

“Ah, itukan tidak akan terjadi. Sekarang aku sudah ada disini, kan?” Yesung terkekeh sambil kembali merebahkan tubuhnya.

“Tapi, memang tidak apa- apa seperti ini?”

“Seperti ini apanya?”

Ryeowook perlahan ikut berbaring di sebelah Yesung dan menatap langit- langit kamar itu datar. “Kalau kuperhatikan, kau orang dengan uang yang sangat banyak. Apa tidak masalah kalau kau menghamburkan uang itu setiap malam hanya untukku. Apa tak ada masalah dengan keluargamu?”

Yesung menatap Ryeowook sambil tersenyum. “Malam ini bagaimana kalau kutunjukan siapa aku yang sebenarnya.”

“Siapa kau yang sebenarnya?”

Yesung mengangguk. “Aku ini pangeran, loh.” Godanya sambil bangun dan menarik tangan Ryeowook cepat.

.

Kini kedua namja itu sudah ada di dalam mobil mewah milik Yesung. Dengan beberapa persyaratan dan barang sita, akhirnya Yesung diizinkan membawa Ryeowook keluar malam itu. Tuan Lee tentunya tidak mau Yesung kabur dengan membawa Ryeowook, bukan?

“Kita mau kemana, hyung?”

Yesung bersenandung pelan sambil tetap mengendarai mobilnya.

“Hyung.”

“Tunggu saja.” Yesung langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. “Nae, aku akan pulang bersamanya. Ani, ani, kau tidak boleh bertemu dengannya. Akan sangat menyebalkan kalau kau melihatnya. Aku tak mau kau jadi tertarik.” Yesung diam sebentar dan kemudian tertawa kecil. “Oh, ayolah. Kau sudah punya si cantik Sungmin. Mau kau kemanakan yeojya cantik berstatus sepupuku itu kalau kau tertarik kepadanya?”

Ryeowook hanya memandanginya heran.

“Nae, bye.” Yesung langsung menyudahi teleponnya dan terkekeh menatap Ryeowook. “Dia sangat ingin menemuimu.”

“Dia siapa?”

“Orang yang membuatku mengenalmu.” Yesung membelokkan mobilnya masuk ke sebuah gerbang sebuah rumah mewah bercat putih dan sangat terang.

Menatap rumah itu, Ryeowook melotot tak percaya.

Yesung menghentikan mobilnya di depan rumah itu dan langsung membuka pintu mobilnya. “Ayo keluar. Kau tidak akan menungguku membukakan pintu mobil untukmu, kan?” Godanya sambil kembali terkekeh dan melangkah duluan.

Perlahan Ryeowook melangkah keluar dengan tatapan takjub menatap rumah super mewah dihadapannya. “Dia benar- benar seorang pangeran…?”

“Ayo ikuti aku. Aku tak mau kau tersesat di istanaku.” Yesung kembali menggoda Ryeowook dan langsung melangkah masuk. Sesekali dia mengangguk dan tersenyum ke para pelayan yang menyapanya.

Di belakangnya, Ryeowook kadang harus berlari perlahan untuk menyusul Yesung yang langkahnya jauh lebih panjang darinya. Bola matanya terus menatap takjub ke seluruh bagian rumah mewah itu.

Merasa lucu dengan kelakuan Ryeowook. Yesung tersenyum sambil menggandeng tangan namja itu. “Kita ke taman belakang. Kalau malam aku suka berada disana.”

Kedua namja itu melangkah menuju bagian sudut rumah dan langsung keluar di sebuah taman kecil yang cukup indah. Cahaya bulan dan lampu beradu dan membuat suasana malam jadi agak temaram. Suara gemericik air dan gesekan dedaunan juga bagaikan musik alam yang sangat merdu.

Untuk kesekian kalinya, Ryeowook terpana. “Kau benar- benar pengeran, hyung…”

“Sudah kubilang. Jadi jangan tanyakan bagaimana bisa aku mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membayar dan menyelamatkanmu dari hukuman tuan Lee. Aku kan pangeran.” Yesung kembali terkekeh dan duduk di tepi kolam kecil. Menatap ratusan ikan koi yang berenang di dalamnya.

Perlahan Ryeowook ikut berjongkok di sisinya. “Hyung,boleh kukatakan lagi?”

“Apa?”

“Gomawo.” Ryeowook tersenyum tulus sambil memeluk lututnya yang ditekuk. “Ini indah sekali, gomawo sudah meperlihatkan keindahan ini kepadaku.”

Senyum Yesung kembali terulas. Dia mengusap rambut Ryeowook perlahan, kali ini Ryeowook tak takut. Nae, Ryeowook memang tidak memiliki alasan untuk takut terhadap Yesung. Namja itu memperlakukannya sebagai manusia, bukan binatang yang bisa dikasari.

Yesung selalu memperlakukannya dengan lembut, dan dia menyukai itu.

Nae, Ryeowook menyukai Yesung.

“Wookie…”

“Ngh?” Ryeowook menoleh kecil kearah Yesung.

“Bisa kau ceritakan, kenapa kau bisa berada di tempat menjijikan itu?”

DEGH! Jantung Ryeowook berdegup cepat dan dia duduk sambil menunduk. Sorot matanya sarat dengan ketakutan juga kebencian yang sangat dalam.

“Mian. Kau tak perlu menjawabnya kalau kau memang tak ingin menjawabnya.”

Ryeowook menggeleng. “Gwaenchana, hyung.” Balasnya sambil menumpukan dagunya diatas lutut dan memainkan air kolam didepannya. “Aku ini anak yatim piatu. Saat usiaku sebelas tahun, kedua orang tuaku meninggal dan aku dirawat oleh ahjumma-ku yang terbilang agak kekurangan.”

Yesung mendengarnya dengan seksama, tanpa niat untuk menyela sedikitpun.

“Tapi karena kondisi keuangan, ahjumma tak mungkin membesarkanku. Saat itu dia meminjam uang kepada tuan Lee untuk membiayai sekolah anaknya, karena tak bisa mengembalikan juga membayar bunganya, tuan Lee memintanya menjual anaknya kepadanya.”

“Menjual anak?”

Ryeowook mengangguk. “Tentu saja ahjumma tak mungkin melakukannya. Saat itulah dia ingat masih ada orang yang kalau dibuang tak akan ada masalah.” Suaranya mulai tercekat dan agak parau. Ryeowook menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan ceritanya.

“Ahjumma menawarkanku yang saat itu sudah berusia empat belas tahun.” Nafas Ryeowook berubah cepat, kedengaran jelas kalau dia marah dan benci mengingat kejadian itu. “Tuan Lee ternyata menyukaiku. Dia bilang padaku, jika sudah dewasa nanti, aku bisa menjadi tambang emas yang menguntungkan.”

Yesung menahan nafas sambil mengepalkan tangannya kuat- kuat. “Dia bilang begitu?”

“Mendengar keuntungan yang juga akan diperoleh ahjumma, dia menyuruh tuan Lee membawaku asal kalau hutangnya lunas, tuan Lee harus mengiriminya uang atas pekerjaan yang aku lakukan. Saat itulah hidupku berubah bagai di neraka. Tubuhku dijajakan untuk namja atau ahjussi mesum yang hanya ingin memuaskan nafsu bejat mereka.”

Air mata Ryeowook menetes dan dia menenggelamkan wajahnya dibalik lututnya. “Aku selalu menangis, aku takut, aku tahu rasanya sangat sakit. Seluruh tubuhku bagai tercabik- cabik saat mereka menyentuhku. Namun saat itu aku masih tidak berani melawan. Aku hanya bisa menangis dan menjerit, berteriak dan memaki, tapi tak ada gunanya.” Sekali, Ryeowook menarik nafas panjang. “Tapi itu hanya kulakukan selama setahun, saat aku berusia lima belas tahun aku mulai berusaha memohon agar mereka tak menyakitiku. Aku berlutut, menyembah kaki mereka agar melepaskanku.”

“Dan itu tidak berhasil, kan?”

Ryeowook mengangkat bahu. “Yang kudapat justru pukulan di sekujur tubuhku dan berbagai hukuman lainnya. Ironis sekali, aku ini masih hidup, tapi tubuh dan hatiku serasa mati.” Bisiknya pilu.

Perlahan Yesung membawa Ryeowook bersandar dibahu bidangnya. “Mianhae…”

“Mianhae untuk apa? Hyung tidak salah sama sekali.”

Yesung menggeleng. “Jika saja aku mengenalmu jauh lebih awal, mungkin kau tak akan mengalami hal seberat itu dalam tubuhmu. Aku pasti akan melindungimu seperti sekarang ini.” Bisiknya hati- hati.

Senyum Ryeowook kembali terulas. “Gwaenchana. Setidaknya sekarang aku sudah bertemu denganmu. Kau selalu melindungiku dan perlahan perasaan takutku mulai hilang. Aku merasa sangat tenang.” Ryeowook menatap lurus kedepan. “Aku tidak sendiri, ada hyung dan Kyuhyun disisiku.”

“Kyuhyun?”

Ryeowook mengangguk. “Seorang temanku, dia dulu pernah datang ke tempat itu dan bertemu denganku. Aku juga memohon kepadanya untuk tidak menyentuhku, dan dia ternyata memang tidak menyentuhku. Justru sampai sekarang kami berteman dekat.”

Yesung ikut tersenyum sambil mengusap rambut coklat Ryeowook. “Kalau begitu, dia pasti teman yang baik.”

“Sangat baik.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Aku ingin namja itu.” Seorang ahjussi bertampang mesum melirik Ryeowook yang tengah duduk di pinggir ruangan dengan tatapan lapar. “Berapa harganya satu malam?”

Ryeowook mendelikkan matanya menatap ahjussi itu.

“Mian, Tuan. Namja itu sudah dipesan seseorang. Kami akan_”

“Aku ingin dia.” Potong ahjussi itu dan membuat Ryeowook mulai bergidik ngeri. “Berapa harganya? Oke, kalau begitu akan kupakai dia sampai pemesannya datang. Bukankah setidaknya dia kosong sekarang?”

Tuan Lee menimbang penawaran ahjussi itu.

“Tuan, tapi Yesung hyung akan segera datang!” Ryeowook mulai panik.

“Tapi mungkin saja dia agak terlambat, tumben sekali dia belum datang. Baiklah, kalau kau bisa membayar lima puluh juta won untuknya, maka akan kuberikan dia sejenak sebelum pemesannya datang kepadamu?”

“Setuju.” Ahjussi itu melemparkan cek kearah tuan Lee dan dan tuan Lee langsung menarik tangan Ryeowook kasar.

“Aniya!! Kau tidak bisa melakukannya?! Aku ini milik Yesung hyung!!”

“KAU MILIKKU!”

PLAKK! Tuan Lee menampar pipi Ryeowook kasar dan membuat namja itu diam seketika.

“Kau itu milikku, Kim Ryeowook. Jadi turuti perintahku.” Dengan kasar diserahkannya tubuh Ryeowook kepada ahjussi yang langsung menarik Ryeowook masuk ke dalam kamar yang ditunjukan pelayan.

Tentu saja Ryeowook meronta hebat namun tenaganya tak sekuat ahjussi itu. Ahjussi itu langsung mengunci pintu kamarnya dan melemparkan tubuh Ryeowook keatas tempat tidur dan menindihnya.

“Andwae! Lepaskan aku!! Aku tak mau! Kumohon, Tuan! Jangan lakukan itu kepadaku!!” Ryeowook meronta habis- habisan dari ahjussi itu.

“Diam!!” Ahjussi itu menampar wajah Ryeowook. “Aku ini membayarmu, jadi serahkan tubuhmu itu kepadaku!!”

“ANDWAE!!” Kali ini Ryeowook langsung mendorong ahjussi itu kuat dan membuatnya terjatuh dilantai. Detik itu juga Ryeowook berlari kearah pintu dan berusaha membuka kuncinya secepat mungkin.

Ahjussi itu menatapnya marah. “Kembali kau!!”

Ryeowook membuka pintu yang sudah tak terkunci itu dan berlari keluar, tapi diluar dia langsung bertubrukan dengan tuan Lee yang melotot menatapnya penuh amarah. Ryeowook langsung mematung ketakutan.

“Apan- apaan bocah itu!!” Ahjussi itu ikut keluar.

“KIM RYEOWOOK!!”

Tuan Lee langsung mengarahkan tangannya kearah Ryeowook dan memukulnya.

BUGH!! Namun bukan Ryeowook yang terkena pukulannya, entah kapan tapi Yesung kini sudah berada dihadapan Ryeowook dan memeluknya erat.

BRUGH! Namja itu langsung terjatuh.

“Hyung!”

Yesung menatap tuan Lee marah. “Apa yang kau lakukan? Bukankah sudah kubilang dia ini untukku. Hanya aku yang boleh membayar tubuhnya, hah!” Serunya sambil berdiri dan hendak memukul tuan Lee, namun gerakannya terhenti saat beberapa orang bertubuh kekar sudah memeganginya.

“Jangan! Jangan lukai hyung-ku!” Seru Ryeowook sambil menangis. “Yesung hyung!”

“Bawa orang ini keluar!” Perintah tuan Lee cepat.

Yesung meronta sambil memukul namja yang memegangi tangannya dan menendang namja lainnya sekuat mungkin. Sesekali dia mengalihkan pandangannya untuk melihat kondisi Ryeowook, namun tiba- tiba seseorang memukulnya jatuh.

“YESUNG HYUNG!!”

“Seret dia keluar bagaimanapun caranya, dan bawa masuk Kim Ryeowook itu!!” Perintah tuan Lee menggema.

“Andwaee!!” Ryeowook meronta saat beberapa namja memeganginya dan langsung menyeretnya masuk. Dihadapanya, Yesung kini juga dipukuli dan tak bisa membalas perlakuan para namja itu.

Ryeowook menangis histeris, menjerit, memaki, namun tak ada yang bisa menyelamatkan Yesung. “Andwae! Kumohon jangan lukai dia! Hyung! Yesung hyung!”

“Ayo masuk!!” Namja kekar itu mendorong Ryeowook masuk ke kamar dan mengunci pintunya dari luar.

Tentu saja Ryeowook langsung berusaha memutar knop pintu itu dan menggedor pintunya frustasi. Tangisnya sudah tak bisa dihentikan lagi oleh apapun. “Hyung! Yesung hyung!” Perlahan dia merosot dibalik pintu sambil menangis pilu.

“ARRRGGGHH!!!”

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Ryeowook duduk frustasi di dalam kamarnya. Sejak semalam dia tak biarkan keluar dari kamar tempatnya dikunci semalam. Dia bahkan tak diberi sedikitpun makanan dan air. Bibirnya sudah agak kering juga memucat.

Bekas air mata masih terlihat di wajahnya yang lesu dan lelah.

Tatapan matanya kosong. Tak ada emosi didalamnya…

BRAKK! Tiba- tiba Tuan Lee membuka pintu itu dengan menendangnya.

“Kau sudah meratapi kesalahanmu?” Tanyanya datar.

Ryeowook melirik kearahnya penuh kebencian. Tak ada lagi sorot ketakutan dimata coklatnya, Hanya ada kebencian, kebencian yang teramat dalam.

“Jangan tatap aku seperti itu!” Seru tuan Lee marah sambil menampar wajah Ryeowook kencang dan membuatnya langsung tersungkur dilantai. “Matamu itu sangat menjijikan, bocah brengsek.”

Ryeowook hanya mengusap darah yang keluar dari mulutnya sekilas dan melirik kearah tuan Lee dengan pandangan merendahkan. Perlahan dia tersenyum meremehkan kearah namja bertubuh kekar itu.

“Kubilang jangan tatap aku seperti itu!” Kali ini tuan Lee menendang tubuh Ryeowook dan membuatnya terbaring di lantai sambil meringis menahan sakit. “Apa kau sudah tidak bisa memahami bahasa manusia lagi, dasar binatang?!”

Ryeowook menengadah menatap tuan Lee. “Kau yang binatang.” Ejeknya dingin.

“Apa?!” Tuan Lee kembali mengarahkan kakinya ke wajah Ryeowook, namun…

TEP! Dengan satu tangannya, Ryeowook menahan tendangan itu. Entah kekuatan itu didapat darimana, tapi kini dia menatap tuan Lee tajam. Tubuhnya sedikitpun tidak gemetar ketakutan.

“Suatu saat, aku yang lemahpun bisa menjadi monster.” Bisik Ryeowook sangar.

“Kau…”

“Aku akan membunuhmu!!” Ryeowook menarik kaki tuan Lee dan membuat namja bertubuh kekar itu terjatuh dilantai. Dengan gerakan cepat dia bangun dan hendak memukul tuan Lee, namun tuan Lee langsung menghindar.

Namja kekar itu menarik tangan Ryeowook dan membanting tubuh namja kecil itu ketembok. “Jangan main- main, Kim Ryeowook. Mana ada keberanian kau untuk membunuhku, aku yang akan membunuhmu duluan setelah tubuhmu itu tak berguna lagi.”

“Dasar iblisss!!” Ryeowook hendak bergerak menyerangnya tapi kini beberapa orang bawahan tuan Lee sudah memeganginya. “Lepaskan aku, kalian semua serangga menjijikan!!”

“Hajar dia.” Perintah tuan Lee dingin.

Namun sebelum para namja itu menghajar Ryeowook, seorang pelayan berlari panik masuk ke dalam kamar itu. “Tu-tuan! Ini gawat!”

“Waeyo gudhae?”

“Di-diluar sana… Me-mereka_”

BRAGH!! Terdengar suara ribut dari luar dan tuan Lee langsung beranjak melihatnya.

Kini disana, Yesung berdiri santai sambil menatap meja yang baru saja patah karena dipukul oleh orang bertubuh besar dibelakangnya. Wajahnya memang penuh luka, tapi Yesung menatap tuan Lee sambil menyeringai penuh kemenangan.

“Kau!!”

“Dimana dia?” Tanya Yesung dingin.

Mendengar suara Yesung, sorot mata datar Ryeowook kini berubah. “Hyung!!”

Yesung menatap kamar di belakang tuan Lee. “Bawa namja itu kepadaku.” Perintahnya pelan sambil menoleh kebelakang.

Seorang namja bertubuh kekar langsung berjalan kearah pintu dan melewati tuan Lee begitu saja. Tak berapa lama kemudian dia keluar sambil membawa Ryeowook dan menariknya mendekati Yesung.

Yesung menatap Ryeowook pilu. “Kau terluka? Mianhae..”

“Hyung, kau baik- baik saja?” Ryeowook mengusap wajah Yesung hati- hati dan air matanya kembali menetes. “Aku sangat takut kemarin.” Namja itu langsung memeluk Yesung erat dan Yesung membalasnya.

“Apa yang kalian lakukan?! Kenapa diam saja!!” Tuan Lee berubah marah.

Kini para bawahan tuan Lee langsung maju semua dan saat itu pula namja- namja bertubuh kekar yang berada di belakang Yesung juga maju. Yesung menoleh kebelakang, manatap seorang namja berkemeja putih yang berdiri tak jauh darinya.

“Kau sudah selesai, Kyuhyun?”

DEGH! Ryeowook mengangkat wajahnya dan menatap kearah yang dilihat Yesung. Kyuhyun berjalan menghampiri mereka.

Kyuhyun tersenyum. “Mendata semua orang di tempat ini membutuhkan waktu, hyung. Tapi aku sudah menyelesaikannya.” Namja itu menatap kearah Ryeowook santai. “Lama tak berjumpa, Wookie.”

“Kyu?”

“Kenapa kalian diam! Hajar mereka dan bawa Kim Ryeowook kepadaku!!”

“Habisi mereka.” Yesung berujar pelan.

Para pria bertubuh kekar itu saling menyerang dan menjatuhkan satu sama lain. Mau tak mau Yesung terpaksa memeluk Ryeowook erat karena tak mau dia menyaksikan perkelahian hebat itu. Dan dalam waktu singkat, orang- orang tuan Lee sudah tak bisa berbuat apa- apa.

Yesung menyeringai. “Orang- orangku ini terlatih.” Ujarnya sombong. “Ambilkan, Kyu.”

Kyuhyun berjalan mendekati tuan Lee yang bergerak mundur.

“Mau apa, kau?!” Namja itu berusaha memukul Kyuhyun, tapi Kyuhyun berkelit dengan mudah dan memutar tangan tuan Lee kebalik punggung namja itu dan membuatnya meringis. Dengan cepat Kyuhyun merogoh saku celana tuan Lee dan mengambil dompetnya.

Kyuhyun melemparkan dompet itu ke Yesung.

Sambil melepaskan Ryeowook, Yesung menangkapnya. Dengan cepat dibukanya dan diambil tanda kependudukan milik tuan Lee. “Ini cukup sebagai tanda bukti untuk menjatuhkanmu kepenjara.” Perlahan ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah pematik.

CTEK! Yesung menyalakan apinya dan membakar dompte itu.

“Selamat menikmati harimu dipernjara, Tuan Lee.”

Kyuhyun mengencangkan tarikannya sambil menyeringai iblis. “Akhirnya Wookie bisa membalas apa yang selama ini kau lakukan terhadapnya. Rasakan.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Tunggu! Jadi sejak awal kau sudah tahu siapa aku dan sengaja datang memang untuk menolongku?” Ryeowook menatap Yesung dan Kyuhyun bergantian tak percaya.

Keduanya mengangguk.

“Mianhae, Wookie. Sejak pertama bertemu dan mengenalmu, aku sangat ingin menolongmu dari brengsek itu, tapi aku tak bisa apa- apa. Akhirnya aku ingat ada satu orang yang pasti bisa melakukannya.” Kyuhyun menatap Yesung senang. “Yesung hyung ini senior saat aku sekolah dulu dan kami sangat dekat. Sekarang aku bahkan bekerja di perusahaan yang dikelolanya.”

“Lalu kau mau menolongku, begitu?” Ryeowook menatap Yesung.

Namja manis itu mengangguk. “Saat Kyuhyun menceritakan tentangmu, aku langsung tertarik dan ingin mencoba melihatmu. Dan yang dikatakan Kyuhyun itu benar. Detik itu juga rasanya aku ingin melindungimu. Menolongmu.” Yesung mengusap wajah Ryeowook yang penuh luka lebam. “Mian karena kelalaianku, kemarin dan tadi kau pasti dipukuli.”

Ryeowook menggeleng dan perlahan air matanya kembali menetes. “Gomawo, hyung. Jeongmal gomawo.” Namja itu menoleh menatap Kyuhyun. “Gomawo, Kyuhyun.”

“Aku ini temanmu, jadi jangan sungkan. Baiklah, aku urus masalah ini dikepolisian dulu. Sampai nanti.” Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan Yesung dan Ryeowook.

“Jangan lupa kau ada janji makan siang dengan Sungmin!”

“Aku ingat, hyung!

Yesung terkekeh sambil kembali menatap Ryeowook yang masih memandanginya. “Wae? Kaget, kan? Sudah kubilang aku ini akan melindungimu. Berterima kasihlah karena ada pangeran yang_”

GREB!! Kalimat Yesung terhenti karena Ryeowook tiba- tiba memeluknya.

“Woo-wookie?”

“Hyung, gomawo. Seratus kali kuucapkan tetap tidak akan cukup.” Bisiknya haru.

Yesung tersenyum lembut sambil membalas pelukan Ryeowook. “Kau tak perlu mengucapkannya, karena aku hanya menepati ucapanku untuk selalu melindungimu.”

Kali ini Ryeowook menengadah menatap Yesung.

Ditatapnya mata Ryeowook lekat- lekat. “Wookie, apa kau mau terus bersamaku?”

“Eh?”

Yesung mengusap wajah Ryeowook perlahan. “Tinggallah disisiku dan aku akan selalu melindungimu. Aku janji kau tak akan lagi merasakan hidup seperti di neraka. Aku akan membuatmu bahagia dan tenang. Kau mau?”

“Hyu-hyung? Maksudmu?”

“Jadilah kekasihku. Aku sangat mencintaimu, tak perduli bagaimapun kondisi tubuhmu atau masa lalumu. Tak memandang sosokmu. Aku mencintaimu karena hatimu.” Yesung memeluk Ryeowook lagi sambil menenggelamkan wajahnya dibahu namja manis itu.

Ryeowook tercengang beberapa saat. Tapi kemudian air matanya kembali menetes dan dia tersenyum bahagia sambil membalas pelukan Yesung. “Hyung, nado. Aku juga sangat mencintaimu. Dan aku ingin selalu berada disisimu. Kau pangeranku hyung, pangeran yang telah datang dan menyelamatkan duniaku.” Balas Ryeowook penuh haru.

.

.

~Fin~

===========================================================================

a/n ::

sejujurnya.. aq ga tega bikin ff setragis ini.. mana my yeobo digebukin orang2 jelek lagi.. aigooo~ ToT
*ngesot kepelukan yesung*

nae.. para ryeosomnia jangan bantai saya.. ini hanya ff.. =/\=

buat souki’a mohon tunggu, ya.. entah ini kemungkinan atau semoga ga jadi, soalnya mungkin minggu ini souki akan agak ngaret update.. #dicekek readers

hope you like thisss~~~ ^^

33 thoughts on “Painfully For Live

  1. omona~ yeppa di gebukin, wookie ditiduri (?) #plaakk..

    aigooo.. thena eonnie, tegaan ya skarang,,

    wookie kan baik hati rajin menabung, rajin masak, rajin bersiin kandang ddangko.. masi disiksa juga?? buset dah ~.~

    eon request seperti biasanya ya~ kkk~ xDD

  2. hwadd?!wookie krja d’tmpat pelacuran?? O.o

    kasian bgd wookie dpet peran yg sngt mnderita #ngajak wookie nimpukin thena eon pk bask0m😄

    untung z yesung dteng d’saat yg tpat..kl ngga,aq yg bkln dteng bwt bwa wo0kie kbur dr sna😀

  3. Cekek thena eonnie karena bikin wookie oppa di pukul mulu. . .

    Ukhh
    yeppa kan cma d pkul sekali eon. T^T

    tapi saeng senang soalnya happy ending. Wkwkwk

    saeng tunggu soukinya eon >.<

    <<lari k dorm suju buat makan masakan wookie oppa

  4. Sukaaaaaaaaaaa………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    umma suka bgt semua scene Yesung.
    Kereeennn……

    ceritanya menyedihkan bgt sih? *srooottt!

    Yah…..Souki-nya bakal ngaret? berarti White House-nya makin ngaret dong? #plak!

    ekekekeke…..terserah km aja chagi….umma akan setia menunggu……*fufu….

    nae, bikin yewook lagi.

    saranghae………..*kissu*

  5. MWOOOO~~???!! Berarti Wuki udah gak perawan neh? Eh, perjaka I mean. Bukan Yesung yg pertama??? O,o

    Hn, masih ada yg mengganjal dipikiranku. Kyuhyun dateng ketempat itu pertama kali buat apa? ‘jajan’? Emang Yesung ga marah gitu, berarti Kyuhyun kan main2 dibelakang Sungmin.. XDDDD *sama Wuki? Andwaeyo!!*

    Hoyooohh…. Kapan Yewuk NC-an ada disini Tae? Ayo dooong bikin! Nistai merekaaa… Muahahaha…… XDDDD

  6. Hikz..hikz…kshn sm wookie aigo wookie yg imut nan polos*gyakin sm kta polos<disate wookie*disiksa gt teganya drimu thena chan mna ncungchagi dii jg digebugin hikz hikz hikz tp akhrny hepi ending niweiii msh ada yg kurang deh kok YeWook g NC-an*otak yadong<ditabok*yo wis lah next ff dri thena dtunggu aja

  7. unn, tega amet sih kok ceritanya tragis begitu. . Masak wookie sm yesung oppa digebukin, meski dalam cerita aku tetep kgak terima. . Ayo tanggung jawab unn *lempar unni pkei cangkang dangkoma #plakk. . Wkwk evil smirk

    oh ya, tumben unn typo nya lumayan bertebaran
    ex: menjerit jd menjerti
    kan kgak enak bcny
    @next ditunggu ya unn!
    Faighting unn!!

  8. Trus aku suka bag. pas wookie bilang “suatu saat, aku yang lemahpun bisa menjadi monster” bisik wookie sangar
    eh ngakak dah aku waktu bcnya kgak kbayang wookie jd monster kalo marah. . Ckck. . Unni skrg tega’an. . #next mesti cpet publishnya kalo engga akan kurebut yeppa dari tangan unnie :p

  9. Omona~
    Wookie, jd placur! Hikkss… Kasihan T,T

    ku kira Yesung sama kaya ahjusshi2 mesum itu, ternyata ngga…

    Woww, Yesung jd pangera? O.o
    pangeran kura2 ya?? #Plaak

    wahh, Sungmin cewek y d sini?? Kyuhyun norma dong??

    Pokoknya, kenapa Wookie chagi ku menderita banget…
    Ahjumma, Kau harus brtanggung jawab! Cepat nikahi ddangkoma(?)

    _Fye_

  10. 0mona. . .
    Kshan Wookie. . .
    Yeppa kren bget ngelawan orng” i2. . .
    Sini aq aja yg ngobatin lukax Wookie. . .
    #tndangKyu *d’bantaiMing

    onnie bkin lgi yg KangTeuk d0ng. . .
    Dah lma g’da ffx KangTeuk. . .
    Kgen ma umma and appa nie. . .
    Hehe. . .
    G0mawo. . .

  11. aigoo.. Ga tega dh yewook d pukulin.. T^T

    tp yesung jd bnr2 ky pangeran ya,.ngelindungin wookie banget.. Jd pengen.. XDDD *eeeh??*

    dtunggu souki’a..😄
    suka bgt kok sm crita’a.. Bkin slight kyumin’a juga donk thena~chan…kkk

  12. Mau dnk pnya pangeran kyak Yeppa..
    Kasian wookie krjaanny d pukulin mulu😦
    Waduh tu Kyu ngapain dtng k tmpat bgituan.. Ga takut d gOrok Ming apa ?? Ckckck !!!

    ReQ KyuMin dnk Author yg oneshot.. Kangen bgt pengen bca KyuMin Romance Fluffy gitu..

    Fighting ^^

  13. Lama banget sih YeWook’y…..!!*d gampar*

    Jangan buat Yeppa babak belur loh, ntar aku ambil Yesung jd milikku sendiri.*d kejar cloud*
    Kasihan Yeppa d pukuli *peluk Oppa*

    Lucu yah wallpapernya….. Cabi2 gitu. Imuuuut…!!!

    D tunggu Souki’y n white hous’a…!!!
    Hwaitiing…

  14. yewookk…
    asyik asyik…
    yewook yewook yewook *loncat2 bwa banner yewook*

    kyaaaaa
    bneran deh sneng bgt jdi wuki,, bsa d lindungin sma yeppa terus…
    iri.. T^T
    tp ksian jga sih si wuki…

    daebak unn,,,
    bkin adegan romantisny yg lbih pnjang dong unn,,

    gomawo unni
    unni daebak ^^d

  15. huweeeeeee
    nae Wookie*drajamYesung+Ryeosomnia*
    knpa hdup u bgtu tragis??? mski akhirx mmbhgiakan(?)
    *RW: iyy niihh txaiinn noh 5 Eonniemu itu yg suka bgt liat q sengsara*
    kyaaaa Yeppa gppkan hbis dpkulin?? low msih skit sini k plukanq*plakk*

    waahhh tumben kyu gg ng-evil😀
    lnjuutt Eonn…….

    see U :*

  16. Kyy!!,,Yeppa liat Thena, dy membuatmu dipukuli begitu..
    Mending kmbali kepelukan q aja, yeppa..
    Aq akan slalu menyayangimu.. #ditalakKyu..Hahaha..

    kacian Wokkie,,T___T Tpi untung Hepi end-ya… ^^

  17. Aduh maap bgt nih onnie, aq bru komen.

    Aq ska cerita.a, tp kenapa wookie Qu disiksa kyk gitu T.T
    kan kasian…
    Untung.a ada yesung oppa…

    Onn, souki.a kpn apdate??
    Ga sabar nih…
    Ok deh, aq tunggu ff laen.a…

  18. aiiii~
    Hwaaaaa~
    Yewooooook~, kya kya kya, nae oppa nd nae eonnie.. Wkwkwk
    Senangny couple paporitku muncul lagi😄

    Hihihi, min jadi yeojya deng😀
    Sedihny jdi wookie, rsany kok rada nyesek ya bca kisah wookie T-T
    Wooa, eonnie, pggmbaranny nyampe di aku ni, kerasa feelny.. Kkk~

    Ga kebayang gimana liat muka wookie yg lbam2 gtu deh, psti jelek😛 tpi ttp imuuuuut~😀
    Mnrutku ff kali ini simple, tpi dalam #apadeh -.-

    Intiny ff yewook yg ini menarik, mskipun tema ff ini lumayan umum #mianhaeyo eonnnie.😦
    Tpi isi critany berbeda nd mnonjolkan karakter eonnie yg beda dri author yg lain -mnrut pandangan ak-
    Dgn kta lain ff2 yg eonnie buat itu mnyatakan inilah Thena, brbeda dgn author yg lain -krasa prbedaanny loh eonnie😀

    Mian brlebihan, nd brkesan trllu mmuji, hanya mgutarakan apa yg aku pkirkan aja kok eonnie😀
    -gomapta-🙂

    Ne, keep writing nd sukses buat FF2 lainny ya eonnie !😀

  19. huwaaahhh keren unniee ~^O^~

    yesung kenpa jadi pangeran
    gak ada pantes ya uda keliatan dr muka ya *ditendang unn thena*

    mianhe unn baru baca ma coment😀

    uda lama gak baca YeWook ya punya unn😀

  20. uwaaaaaaaaa..
    kasian wookie eonn…
    aaa tapi seruuuuu..:)
    disetiap ff yg eon buat pasti ad aj kata2 bagus,
    nih kayak pas yeppa bilang gini.
    “Jadilah kekasihku. Aku sangat mencintaimu, tak perduli bagaimapun kondisi tubuhmu atau masa lalumu. Tak memandang sosokmu. Aku mencintaimu karena hatimu.”
    uwaaaaa,,:)

  21. YeWook Kya Kya Kya #betak *di lempar bakiak*

    Wah YeWook ..
    Keren eun cumn ini panjang bnget -,-
    Eun update YeWook kok gk bilang atau aku yg lupa nge cek ??
    Wah ff eunnie seerti biasa sealu bagus dan gk ngebosenin ..

  22. ANDWAE…..
    Yeppa.. gwenchana Oppa??
    Ahh Thena…
    itu knapa bs Yeppa di gebukin?? Kirain dy bkal ngelawan, kn ksian babak belur gt. Tp tetep Pangeran menang yah🙂

    Always YeWook…
    Pasangan yg So sweet, i Like It🙂

  23. Hueee~
    Wookie kan hyung w jgn dipukulin mllu D☺º°˚˚°º☺nƍƍ dasar tuan lee jelek,kutu kupret!!
    Kasian bnr nasib wookie disini,apes seapes²nya tpi untunglah ada ayahnya ddangkomma Чªήğ menyelamatkan’a plus melindungi’a hehehe~

  24. ah, gila keren bgt ceritanya…
    mengangkat tema dari dunia malam…
    sedih bgt ama adegan yesung n wookkie yang di pisahkan gitu… sebel ama si Lee-nya…
    aku paling suka sama adegan yang yesung dateng ke tempat wookkie dengan kyu… itu keren bgt… berdebar-debar bacanya….*lebay… tp beneran lho…
    ada typo, di adegan yesung membakar dompet tuan Lee, huruf e dan t nya kebalik…
    trus yang wookkie meluk yesung antara strip ama kata ‘tiba’ ada spasinya… di kata ‘lekat-lekat’ juga…
    akhir yang mengharukan… kawai bgt…
    tetep berkarya ya… ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s