Special Tea Party

Special Tea Party~

.

Pairing :: HaeHyuk // Gander switch

Rated :: K

Genre :: Humor/Romance

.

“Donghae!” Hyukjae dengan langkah sempoyongan langsung duduk di hadapan Donghae yang tengah berbaring sambil membaca komik yang baru dipinjamnya dari Sungmin, hyungnya. Yeojya manis itu menatap Donghae nanar.

Yang ditatap hanya melirik kecil kearahnya. “Hyukkie?”

“Ka-kau… Kau…”

“Wae?”

“Kau yang melakukannya?!!” Hyukjae langsung memperlihatkan seekor kecoak mainan di tangannya dan menatap Donghae marah. “Kau yang meletakkannya di kamarku dan nyaris membuatku pingsan karena jantungan, hah!!”

Namja manis itu langsung duduk dan terkekeh. “Enak saja! Bukan aku!”

“KKAJIMAEL!!” Seru Hyukjae frustasi sambil melemparkan mainan itu kesembarang arah dan berdiri. “Siapa lagi di rumah ini yang paling suka mengerjaiku selain kamu, Hae?!”

“Molla. Sungmin hyung kali.”

“Ya! Mana mungkin Sungmin oppa melakukan hal abnormal begitu?” Hyukjae berkacak pinggang dengan gaya angkuhnya. “Akan kulaporkan ke ahjumma dan ahjussi dan kau dimarahi mereka. Mana ada tamu istimewa yang diperlakukan begini.”

Mendengar kalimat Hyukjae, Donghae terkekeh sendirian. “Tamu istimewa apa? Kau kan hanya menumpang.”

“Menumpang juga kan aku tamu di rumah ini!”

“Mana ada tamu yang menginap sampai bertahun- tahun sepertimu, Hyukkie?”

“Tetap saja aku ini tamu! T-A-M-U!”

“Tamu atau penumpang, sama saja.”

“LEE DONGHAE!!!”

“Apa?”

Kini kedua anak itu saling berpandangan. Yang satu melempar senyum kemenangan, yang satu mendelikkan matanya marah setengah mati. Dibelakang mereka, Sungmin sudah berdiri sambil geleng- geleng keheranan.

“Oke, kurasa sudah saatnya kalian berhenti berteriak. Aku sulit berkonsentrasi, besok aku ada ujian.”

“Oppa!” Hyukjae langsung berlari menghampiri Sungmin. “Lihat adikmu itu! Dia meletakkan kecoak mainan di kamarku dan tidak mau mengaku. Tuan rumah macam apa itu?” Hyukjae mencibir melirik Donghae.

Yang dilirik kembali terkekeh tak perduli. “Hyung, aku lapar.”

“Ya! Jangan acuhkan aku!”

“Hyukkie berisik, nih…” Dengan langkah malas Donghae mengambil kecoak mainan yang tadi dilemparkan Hyukjae dan memasukkannya ke dalam laci mejanya. Namun namja itu langsung mengambil sebuah kotak plastik kecil yang di dalamnya sudah ada sesuatu.

Kecoak bergerak!

“Hayo!!” Donghae langsung melemparkan kotak itu ke arah Hyukjae.

“GYAAAH!!” Dengan langkah seribu, Hyukjae langsung berlari keluar dari kamar Donghae sambil menjerit histeris. Dan tentu saja Donghae malah tertawa girang sendirian.

Sungmin kembali geleng- geleng sambil mengambil kotak itu. “Ini juga mainan, kan?”

“Nae.” Donghae akhirnya kembali ke atas tempat tidurnya dan berbaring santai. “Aku suka sekali meledek Hyukkie. Wajahnya itu, loh. Sangat manis kalau marah dan ketakutan. Haha…”

“Dasar kau ini. Sudah jangan berisik. Aku mau belajar.” Ujar Sungmin malas ikut campur sambil menutup pintu kamar Donghae dan berjalan menjauh.

Di dalam kamarnya, Donghae tersenyum kecil sambil mengingat- ingat raut wajah Hyukjae tadi. “Memang manis, kok.” Gumamnya sambil kembali melanjutkan membaca.

Sementara itu Hyukjae sendiri tengah meringkuk di atas tempat tidurnya. Bersembunyi di balik selimut motif strawberry miliknya dan sibuk memaki Donghae dengan kalimat- kalimat yang terdengar agak aneh.

“Dasar ikan amis, teri kegendutan, pari- pari kurus, hiu ompong, akan kubalas kau suatu saat nanti.” Makinya kesal sambil berbaring tengkurap dan mengambil sebuah pas foto bergambar dirinya, Donghae dan Sungmin waktu masih SMP, saat ini dia sudah kelas dua SMA.

Hyukjae menyentuh wajah Donghae yang menyengir polos di foto itu. Senyum Hyukjae juga terulas samar ketika dia mengingat kalimat yang dikatakan Donghae waktu foto itu diambil beberapa tahun yang lalu.

“Hyukkie itu payah, ya? Pasti kamu tak bisa dapat namja chingu yang baik, deh? Namja chingumu pasti cepat bosan menghadapi sifat over active-mu itu. Memang hanya aku yang bisa menghadapimu, Hyukkie.”

DUK! Detik berikutnya dia meninju pelan wajah Donghae.

“Donghae menyebalkan. Aku tak mau punya pacar yang seperti kamu. Aku akan cari pacar yang jauh lebih baik dari Hae!” Tekadnya kemudian tanpa sebab.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Eeh? Festival kebudayaan tahun ini kita akan mengadakan tea party area?” Hyukjae menatap Kibum, temannya, serius. “Memangnya ada yah stand seperti itu? Sepertinya kurang menarik.” Lanjutnya.

Kibum mengangkat bahu. “Justru ada hal yang bikin menarik, ini ide dari ketua kelas, sih.”

“Apa?”

“Nae, jadi kita semua akan dibagi menjadi banyak pasangan yang akan melayani setiap tamu. Karena jumlah namja dan yeojya dikelas kita sama, jadi akan ada empat belas pasangan. Setiap pasangan akan mengenakan kostum yang berbeda- beda sesuai temanya. Para yeojya benar- benar tertarik, loh.”

“Apanya yang menarik?” Tanya Hyukjae malas.

“Aigoo! Tentu saja menarik. Kita kan bisa berpasangan dengan namja yang kita taksir dikelas, Hyukkie!” Kibum memukul mejanya gemas. “Aku sendiri sudah menentukan target. Akan kuajak ketua kelas satu kelompok denganku!”

“Ck, Si Siwon eh.”

“Ketua kelas, Hyukkie..” Koreksi Kibum.

“Tapi kan namanya Siwon.” Hyukjae terkekeh sambil melirik kearah Donghae yang sudah dikerumuni banyak yeojya. “Cih, apa mereka ingin Donghae satu tim dengannya?”

Kibum ikut menoleh kearah Donghae. “Sepertinya. Kamu tak ikutan?”

“Buat apa?” Balas Hyukjae enggan. “Aku tak mau satu tim sama Donghae, yang ada nanti aku dikerjai terus.”

“Terserah. Aku mau ajak ketua kelas dulu!” Kibum langsung berdiri.

“Namanya Choi Siwon, Kibum.” Hyukjae kembali mengoreksi Kibum namun yeojya manis itu tak memperdulikannya dan langsung berusaha masuk di kerumunan yeojya yang juga mengerubungi si ketua kelas mereka, Choi Siwon.

Tinggallah Hyukjae dudul sendirian dengan tampang malas. Tapi ekor matanya sesekali melirik kearah Donghae. “Aku baru sadar kalau dia cukup terkenal di kelas. Apa yang menarik? Donghae kan menyebalkan.” Gerutunya sendirian.

“Lee Hyukjae.” Seorang namja menghampiri Hyukjae sambil tersenyum sopan.

“Eh, Lee Gikwang? Wae?”

“Kau mau satu tim denganku?”

Kedua bola mata yeojya itu membulat shock. “Denganmu? Kau mengajakku?”

Gikwang mengangguk. “Aku lihat diantara banyak yeojya hanya kau yang terlihat tidak terlalu perduli. Bagaimana kalau kita satu tim saja?” Tanyanya lagi sambil berjongkok di samping meja Hyukjae.

Yeojya itu tampak menimang sebentar. “Hmm…”

“Jangan, Gikwang. Nanti dia merepotkanmu, loh.” Tiba- tiba Donghae ikut berjongkok di depan meja Hyukjae sambil menumpukan kepalanya di atas meja dan menatap Hyukjae datar. “Yeojya berisik model Hyukkie mana bisa bersikap anggun untuk dijadikan partner pesta teh.”

Gikwang hanya terkekeh. “Memangnya kau mau mengajak Hyukjae, Donghae?”

Donghae melirik Gikwang. “Siapa yang mau mengajak Hyukkie?”

“Loh? Bukannya kau menyukainya?”

DEGH! Detik itu juga Hyukjae tersentak dan Donghae langsung melotot shock.

Donghae berdiri cepat dengan wajah memerah. “A-apanya? Siapa yang suka siapa? Aku naksir Hyukkie? Jangan bercanda, ah!”

“Benar, Gikwang! Apaan sih yang kau bilang?!”

“Loh? Apa aku salah? Bukannya hanya Donghae yang memanggilmu dengan nama semanis itu? Hyukkie? Tidakkah itu bisa berarti kalau Donghae menyukaimu, Hyukjae?”

Wajah Hyukjae memerah sudah, dia menatap Donghae aneh.

“Andwae! Aku tak suka yeojya itu! Mana mungkin aku suka dia. Hyukkie sangat jauh dari tipe yeojya idelaku!” Dengan panik Donghae langsung menarik Sooyeon yang berdiri tak jauh darinya. “Lagipula aku sudah punya partner. Aku akan berpasangan dengan Sooyeon, iya kan?”

Sooyeon melotot aneh. “Eh? Eh? Ta-tapi tadi kau bilang_”

“Nae! Aku akan berpasangan dengannya!” Potong Donghae.

BRAKK! Hyukjae langsung berdiri sambil memukul mejanya.

“Terserah saja. Aku juga akan berpasangan dengan Gikwang, kok.”

Kedua anak itu kini saling melempar deathglare mematikan entah karena di dasari apa. Donghae langsung menarik Sooyeon menjauh dari Hyukjae dan Gikwang dengan kedua alis tertaut. Ada satu perasaan kesal dan malu kini menghiasi perasaannya.

“Donghae, gwaenchana?” Tanya Sooyeon heran.

“Aniya. Aku hanya kesal.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Hyukjae manatap dirinya sendiri di depan cermin yang ada dibalik lemari pakaiannya. Dia berputar sekali sambil memperhatikan baju ala maid yang digunakannya untuk tea party minggu depan di kelasnya.

Dia memainkan pita besar yang dipasangkan dipunggungnya. Dibalik apron berwarna putih yang sepanjang rok di atas lutut. Yeojya manis itu kini melepaskan pita kecil yang diikatnya di atas kepalanya dan membiarkan rambut kecoklatannya tergerai begitu saja sampai bahunya.

“Aku manis?” Tanyanya pada diri sendiri.

“Sudah selesai bermain- mainnya?”

Hyukjae tersentak saat melihat Sungmin sudah berdiri di ambang pintu kamarnya sambil tersenyum kecil. “Oppa?”

“Kau manis, kok.” Namja manis itu langsung masuk ke kamar Hyukjae. “Itu baju untuk apa?”

“Festival kebudayaan.” Jawab Hyukjae sambil melepas apronnya. “Minggu depan dikelas akan dibuka stand pesta teh. Dan pelayannya semua berpasangan menggunakan kostum yang beragam. Aku kebagian kostum ala maid seperti ini.”

“Wow. Kau berpasangan dengan Donghae?” Tanya Sungmin penasaran.

Hyukjae menggeleng, perasaannya kembali kesal saat mendengar nama Donghae. “Aku tak satu tim sama Hae. Lagupula kenapa aku harus satu tim dengannya? Malas. Yang ada dia akan selalu menggangguku.”

“Masa?” Sungmin beranjak keluar kamar Hyukjae. “Hae!”

“Oppa?!”

“Nae, hyung?”

“Hae, kesini!” Sungmin kembali berseru.

“Oppa! Apa yang mau kau lakukan, eh?!”

“Tenang.” Sungmin tersenyum sambil menatap Hyukjae dan kembali menoleh keluar kamar. “Aigoo, apa yang kau lakukan? Pakai kostum pesta tehmu.”

“Eh?”

“Cepat!” Seru Sungmin sambil kembali masuk ke kamar Hyukjae dan menutup pintu kamar yeojya itu. “Pasti akan sangat menyenangkan.” Senyum aneh terulas di wajahnya.

“Apa sih yang mau kau lakukan?”

“Tunggu saja.” Ucap Sungmin sambil berjalan mendekati rak buku Hyukjae. “Kau punya kamera, kan? Aku pinjam sebentar.” Ujarnya sambil menarik kamera silver Hyukjae yang ada di dalam rak itu.

TOK-TOK! Pintu kamar itu sudah diketuk lagi.

“Nuguya?” Tanya Sungmin cepat sambil berlari kecil kearah pintu.

“Ini aku, hyung.”

“Kau sudah pakai kostummu?”

“Ah, bawel. Sudah!” Seru Donghae gusar. “Cepat buka!”

Sungmin kembali tersenyum dan berjalan kearah Hyukjae sambil mengikat rambut yeojya manis itu dengan pita dan kembali memasangkan apron di tubuh Hyukjae yang masih menatapnya heran. “Masuklah, Hae.”

KRIIET~ Perlahan pintunya terbuka. Donghae masuk ke dalam kamar itu dan langsung mematung menatap Hyukjae.

Sedangkan Hyukjae hanya menatapnya sambil cemberut dan agak malu. “Apa lihat- lihat?”

“Eotthokae, Hae? Hyukkie manis, kan?” Tanya Sungmin membuyarkan lamunan sesaat Donghae dan langsung menarik namja yang sudah mengenakan kostumnya yang agak simple.

Nae, Donghae hanya mengenakan celana panjang dari katun berwarna coklat gelap juga kemeja putih panjang yang berbahan halus. Di pergelangan tangannya diikatkan kain berwarna merah tua secara berantakan dan dia mengenakan telinga kelinci.

“Kostumnya berbeda. Donghae terlalu manis pakai kostum itu.” Sungmin menarik telinga kelinci Donghae dan memakainya sendiri. Ditatapnya lagi adiknya itu. “Kalau seperti ini kan kalian kelihatan satu tema.”

“Apa yang mau kau lakukan, hyung?” Tanya Donghae serba salah.

Sungmin tersenyum dan menarik Donghae berdiri sejajar disisi Hyukjae. “Kalian berdua kan tidak satu tim, seenggaknya aku ingin punya foto kalian berdua saat mengenakan kostum semanis itu.” Sungmin sudah mengarahkan kamera Hyukjae di depan wajahnya dan bersiap. “Ayo, senyum.”

“Aniya!” Seru Hyukjae cepat.

“Hyukkie payah.” Berbeda dengan Hyukjae, Donghae justru langsung tersenyum manis sambil merangkul bahu Hyukjae tanpa perasaan bersalah.

CKREK!!

“Well! Akan kucuci!” Sungmin langsung kabur begitu saja meninggalkan kedua anak itu.

“Hae! Kenapa kamu dekat- dekat, sih?” Seru Hyukjae sambil mendorong Donghae menjauh. Tapi tangan Donghae ternyata tengah memegang pita yang ada dipunggung Hyukjae dan justru membuat yeojya itu ikut terbawa.

BRUGH! Donghae terjatuh di lantai dan Hyukjae terjatuh diatasnya.

“Sakit, nih…” Gerutu Donghae kesal. “Minggir, Hyukkie…”

“Ngapain sih Hae pegang- pegang pitaku?!” Hyukjae langsung berusaha bangun sambil memegangi lututnya yang agak sakit.

SRET~ Perlahan pita di rok Hyukjae terbuka dan kaitannya roknya ikut terlepas dan membuat rok itu turun dari pinggangnya. Untungnya saja posisinya sedang duduk. Tapi…

Donghae mematung shock.

Hyukjae menatapnya horror. “KYAAA!!!”

“Aku tidak melihat apapun!” Seru Donghae panik sambil berdiri dan kabur dari kamar Hyukjae sambil menutup pintu kamar yeojya itu. Tapi dia tak benar- benar pergi. Donghae berdiri shock di depan pintu kamar itu dengan nafas tersenggal dan wajah memerah. “A-aku tidak lihat apapun. Tidak lihat apapun!”

“ROK BODOH!” Seru Hyukjae menahan malunya.

0o0o0o0o0o0o0o0

Hyukjae menutup wajahnya sambil menggerutu pelan.

“HYUKJAE!!” Kibum langsung duduk disampingnya dengan wajah ceria. “Ini untukmu.”

Yeojya itu mengangkat wajahnya dan menatap surat yang diberikan Kibum padanya. “Apa ini?”

“Undangan pesta minum teh. Setelah acara kebudayaan selesai, kelas kita akan menjamu semua siswa. Jadi malamnya disaat pesta api unggun di halaman sekolah, kita akan mengadakan pesta teh satu kelas. Ini undangannya.” Ucap Kibum lagi.

Hyukjae melirik temannya iri. “Kau ceria sekali setelah berhasil mengajak Siwon menjadi partnermu.”

“Ketua kelas, Hyukjae.” Kibum geleng- geleng kesal. “Bagaimana tidak senang, banyak yeojya yang ditolaknya, tapi aku diterimanya tanpa banyak pemikiran. Ini kan mukjizat. Tuhan tengah berpihak kepadaku.”

“Kalian cocok, deh. Sama- sama agamis.” Gerutu Hyukjae sambil kembali menumpukan kepalanya di atas meja.

Kejadian memalukan dua hari yang lalu kembali diingatnya. Sejak kejadian itu dia sangat malu kalau bertemu dengan Donghae. Jadi dia selalu menghindari Donghae dan tak lagi bicara dengan namja itu.

“Hyukjae…” Panggilan Gikwang membuatnya mengangkat wajahnya. Namja tampan itu tersenyum menatapnya. “Ada yang mau aku bicarakan. Boleh kau ikut denganku?”

“Apa? Disini saja.”

“Ah, tak bisa.” Gikwang menggeleng.

“Wae?” Yeojya manis itu mengerutkan keningnya heran. “Kenapa tidak bisa disini saja?”

Gikwang tersenyum. “Memangnya Hyukjae mau aku katakan disini?”

Tentu saja Hyukjae semakin tak mengerti. “Apa?”

“Saranghae, Lee Hyukjae. Kau mau menjadi yeojya chinguku?”

DEGH! Detik itu juga wajah Hyukjae merona. Jantungnya berdegup kencang. Teman- teman sekelasnya yang juga mendengar pernyataan cinta Gikwang juga langsung heboh menggoda mereka.

“A-apa?” Hyukjae gugup.

“Kau tak perlu menjawabnya sekarang. Saat pesta teh nanti, kalau kau menerimaku maka kau harus minum teh bersamaku. Tapi jika kau mau menolak, kau tak perlu minum teh denganku. Otte?”

“A-akan kupikirkan.” Hyukjae langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Gikwang. Saat beranjak keluar kelas, tatapan matanya entah kenapa tertuju pada Donghae yang tengah menatapnya datar. Tanpa emosi.

Donghae langsung memalingkan wajahnya tak perduli dengan Hyukjae.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Baru dapat pernyataan cinta saja kau sudah kelihatan berbeda, Hyukkie.” Sindir Donghae saat melihat yeojya itu tengah mengikat tali sepatunya di depan pintu rumahnya. Donghae duduk disampingnya dan memakai sepatunya.

Hyukjae hanya diam. “Kalau tidak tahu apa- apa diam saja, Hae.”

“Oh, ya?” Hanya itu tanggapan dari Donghae.

“Kalian berdua!” Sungmin tiba- tiba muncul dibelakang mereka dan berjongkok dibelakang Hyukjae. “Fotonya sudah jadi, nih. Kalian berdua kelihatan sangat serasi, sayangnya kalian tidak berpasangan, nae.” Namja manis itu menyerahkan sebuah foto yang dulu diambilnya di kamar Hyukjae.

Hyukjae dan Donghae menatap foto itu. Ada perasaan aneh meliputi keduanya.

“Hasilnya jelek.” Balas Donghae sinis tiba- tiba sambil berdiri. “Aku berangkat.” Lanjutnya sambil berjalan keluar dari rumahnya, meninggalkan Hyukjae dan Sungmin begitu saja.

“Simpan saja. Aku juga tak butuh.” Hyukjae ikut berdiri sambil mengulurkan tangannya ke arah Sungmin, berniat mengembalikan foto itu.

Namun Sungmin menggeleng. “Ani. Itu milikmu, kau saja yang simpan. Kalau kau tak suka kau bisa membuangnya.” Ucapnya sambil mengusap rambut Hyukjae lembut. “Hyukkie mau aku kasih tahu satu rahasia?”

“Eung? Apa?”

Senyum licik terulas diwajah Sungmin. Dia langsung menarik kepala Hyukjae dan membisikkan sesuatu kepadanya.

SRAT~ Detik itu juga wajah Hyukjae merona merah.

“O-oppa?!”

Sungmin hanya tersenyum kecil. “Aku serius. Kalau tidak percaya kau tanyakan saja kepadanya.”

.

“Selamat datang~” Para pelayan tea party di kelas Hyukjae dan Donghae mulai sibuk. Dan memang sesuai dengan perkiraan, banyak yang berminat masuk ke stand mereka untuk melihat banyak pasangan dengan kostum yang unik- unik.

Kibum dan partnernya, Choi Siwon, sibuk melayani tamu di pintu masuk.

“Kibum, kau lihat Hyukjae?” Tiba- tiba Gikwang menghampirinya.

Yeojya manis itu langsung menggeleng. “Aku sejak tadi sibuk menyambut tamu, jadi tak melihat Hyukjae. Bukannya kau berpasangan dengannya, Gikwang?”

“Ah, aku juga bingung. Setelah ganti baju, dia tidak kelihatan.”

“Kau penasaran dengan jawabannya, ya?” Goda Kibum sambil tersenyum manis.

Gikwang tertawa. “Siapa bilang? Aku sudah tahu jawabannya.”

“Mwo? Jeongmal?”

“Nae. Paling juga aku ditolak.” Namja tampan itu langsung tersenyum kecil sambil berjalan meninggalkan Kibum dan Siwon yang melongok keheranan.

Kibum menerawang heran. “Memangnya Hyukjae sudah menjawabnya?”

“Jangan pikirkan yang lain. Fokuslah dengan tugasmu, Kibummie.”

DEGH! Mendengar Siwon memanggilnya seperti itu, wajah Kibum langsung merona. Dan dengan patuh dia langsung serius lagi memancing para tamu agar tertarik dengan stand kelas mereka.

Sementara itu Hyukjae…

PLOKK! Yeojya itu menampar kedua pipinya sendiri.

“Aigoo! Ini semua salah Sungmin oppa! Aku tak bisa bertemu dengan siapapun, apalagi Donghae!” Gerutunya sendirian sambil mengeleng- gelengkan kepalanya frustasi. “Eotthokajyo?!”

Hyukjae kembali mengeluarkan foto yang diberikan Sungmin tadi kepadanya. Dirabanya wajah Donghae di foto itu. “Pabbo.”

“Kenapa masih disini?”

DEGH! Ditegur tiba- tiba oleh orang yang sejak tadi dipikirkannya, Hyukjae tersentak kaget sambil buru- buru memasukkan foto itu ke saku bajunya lagi dan menoleh menatap Donghae yang berdiri sambil memegangi telinga kelincinya.

“Kamu sendiri kenapa disini?”

“Aku baru dari toilet.” Jawab Donghae. “Kau berniat kabur, eh?! Ayo kembali ke kelas!” Dengan cepat Donghae langsung menarik tangan Hyukjae dan membawanya menyusuri koridor sekolah yang cukup ramai.

Hyukjae memandangi sosok belakang Donghae datar. Kalimat Sungmin kembali diingatnya.

“Hae…” Panggilnya pelan.

Donghae diam saja. Sepertinya dia tak mendengarnya.

“Hae…” Kali ini Hyukjae memanggilnya lebih keras.

Namun Donghae tetap tak menoleh.

“DONGHAE!”

“Eh?” Donghae menoleh dan agak heran menatap Hyukjae yang sudah melotot kearahnya. “Kau memanggilku?”

“Dasar babbo!” Dengan kasar Hyukjae menyentakkan tangan Donghae dan berjalan meninggalkan namja itu. Degup jantungnya kembali tak beraturan dan itu membuatnya sulit bernafas.

Baginya, ini benar- benar sangat menyebalkan.

“Hyukkie!” Tiba- tiba Donghae sudah menarik tangannya lagi dan membuat yeojya itu berpaling menatapnya. Tatapan namja itu berubah serius.

“Ha-hae?”

“Malam nanti, apa kau akan datang menemui Gikwang?”

Degup jantung Hyukjae kembali kacau. Nafasnya sekaan terhenti mendengar pertanyaan Donghae. “Mo-mollayo. Wae?”

“Jangan datang.” Donghae berbisik malu.

“Eh?”

“Kubilang jangan datang, babbo!”

Hyukjae mundur selangkah dari Donghae. “Ke-kenapa aku tak boleh datang?” Tanyanya gugup. Rasa- rasanya dia bisa menebak apa yang akan Donghae katakan selanjutnya.

Donghae menatapnya gusar. “Masih nanya! Aku tak suka kau dekat- dekat dengan Gikwang. Aku tak mau kau menemuinya nanti malam di pesta teh itu. Kalau kau tanya alasannya kenapa, itu karena aku yang seharusnya kau temui nanti malam! Arra?!” Setelah mengatakan hal itu Donghae langsung berlari meninggalkan Hyukjae.

Yeojya itu mematung shock. Beberapa orang disekitarnya memandanginya.

‘Donghae itu menyukaimu.’ Bisikan Sungmin tadi pagi kembali terngiang.

“Ha-hae?”

0o0o0o0o0o0o0o0

Senja mulai datang, acara hari itu sudah berakhir. Dan kini para siswa di kelas Hyukjae mulai menata meja untuk mempersiapkan pesta teh malam nanti bersamaan dengan festival api unggun di halaman sekolah.

Semuanya kelihatan semangat kecuali Hyukjae.

“Ya, kenapa diam saja? Ayo bantu!” Seru Kibum kearah Hyukjae.

Yeojya itu memalingkan wajahnya malas. “Aku tak mau.”

“Heh! Enak saja. Ini kan kelasmu juga, Hyuk.”

“Aku lelah, Kibum.”

“Hyukjae!”

“Kibummie.” Lagi- lagi Siwon menginterupsi Kibum dengan suara tenangnya. “Sudah jangan hiraukan dia. Sepertinya Hyukjae sedang kurang sehat.”

“Huh, kau selamat karena ketua kelas, Hyukjae.” Kibum mencibir.

“Namanya Choi Siwon, tahu!” Kali ini Hyukjae sudah mehrong menatap Kibum sambil cengengsan aneh. Arah tatapan matanya tertuju ke tempat Donghae yang juga tengah sibuk merapihkan kelasnya.

Kejadian tadi siang diingatnya lagi.

“Aku galau!” Gerutunya kemudian sambil mengacak rambutnya. Kali ini ekor matanya menuju Gikwang yang juga tengah sibuk dan dia kembali merasa frustasi. “Namja itu benar- benar membuatku bingung.”

Perlahan Hyukjae kembali mengambil fotonya bersama dengan Donghae. Kalimat yang pernah Donghae ucapkan dulu kembali diingatnya.

Memang hanya aku yang bisa menghadapimu, Hyukkie.

Itu bukan sekedar kalimat meremehkan. Tapi ada suatu makna lain dibalik kalimat itu yang baru disadari Hyukjae sekarang. Sejak dulu sampai saat ini, memang hanya Donghae yang bisa memahami dirinya apa adanya. Hanya dihadapan Donghae dia tak perlu berpura- pura menjadi yeojya sempurna.

“Hae…”

.

Festival api unggun, para siswa kebanyakan memilih berada di halaman sekolah sambil melihat api unggun besar yang dinyalakan. Suasana malam itu sangat meriah.

Gikwang tengah duduk sendirian di pojok kelas. Di tempat yang sengaja disiapkannya untuk menunggu yeojya yang disukainya. Sesekali dia melirik untuk mencari Hyukjae, tapi yeojya itu tak kelihatan.

“Hyukjae tak datang?” Teguran Donghae membuatnya menengadah menatap namja itu. “Kurasa dia tak akan datang. Buat apa kau tunggu?”

Gikwang tersenyum. “Aku tahu kalau dia tak akan menemuiku. Aku hanya ingin memastikannya saja.”

Donghae duduk di kursi kosong disamping Gikwang. “Kenapa kau menyukainya?” Tanyanya serius sambil memainkan vas bunga di atas meja itu.

Gikwang hanya mengangkat bahu. “Mana aku tahu, kurasa alasannya sama dengan alasanmu menyukainya.”

Kedua bola mata Donghae membulat kaget. “Eh?”

“Nae, kau juga suka padanya, kan?”

“Kata siapa?!”

“Semua juga bisa menebaknya, Donghae. Buat apa sih kau tutupi terus?”

Donghae langsung cemberut menatap Gikwang. “Sekalipun aku menyukainya, dia juga sepertinya tak pernah sadar. Memang aku yang salah karena aku tak pernah menunjukkan isi hatiku kepadanya. Kenyataan kalau dia sahabatku sejak kecil membuatku malu.” Akunya sambil menoleh kearah siswa lain.

Gikwang menghela nafas pendek. “Oke, bagaimana kalau seperti itu?”

“Seperti itu apanya?” Donghae menatap Gikwang sambil mengerutkan keningnya heran.

.

TRRT~ Hyukjae agak tersentak saat ponselnya bergetar pelan. Ada pesan dari Kibum.

Neo eodisseo? Cepat ke kelas. Kasihan Gikwang menunggumu sejak tadi. Saat ini semua siswa sudah berkumpul di api unggun.

Hyukjae kelihatan kesal membaca pesan Kibum tadi dan langsung membalasnya.

Aku tak berniat menerimanya, Kibum.

TRRT~ Ponselnya kembali bergetar cepat.

Meski begitu kau harus tetap menemuinya! Jangan jadi yeojya yang jahat, Hyukjae.

“Ukh, dia cerewet sekali.” Hyukjae langsung memasukan ponselnya ke saku bajunya dan berjalan meninggalkan koridor tempatnya merenung tadi. “Aku harus bilang apa? Aku kan belum pernah menolak namja sebelumnya. Dapat pernyataan cinta juga baru sekali ini.” Lagi- lagi dia hanya menggerutu kesal.

GRAAK~ Perlahan Hyukjae membuka pintu kelasnya dan langsung menatap namja yang tengah berdiri memandang keluar jendela.

“Gikwang, mianhae.” Ucap Hyukjae ragu sambil berjalan mendekatinya. “Kurasa aku…”

CTEKK!! Tiba- tiba lampu kelas itu mati.

“Mwo?!” Tentu saja Hyukjae sempat terkejut. Yeojya itu langsung merapat kearah Gikwang yang langsung memeganginya. “Kenapa lampunya mati? Apa sudah waktunya diganti, ya?”

“Kau itu tidak bisa takut sedikit, Hyukkie?” Suara itu membuat Hyukjae meloncat shock menjauh dari Gikwang. Nae, bukan Gikwang sebenarnya. Tapi Donghae.

“Hae!!”

CTEKK! Tiba- tiba lampu kembali menyala. Benar, Donghae-lah yang berdiri dihadapannya. Berdiri dengan mengenakan kostum yang seharusnya dikenakan oleh Gikwang saat festival budaya tadi.

“Ha-hae? Kok kamu pakai kostum Gikwang?!”

Donghae terkekeh sambil duduk di sebuah kursi dan menepuk ke meja yang sudah disediakan dua cangkir teh. “Kami bertukar kostum biar kau tak tahu ini aku. Duduk disini, Hyukkie.” Perintahnya lembut.

Hyukjae hanya menurut sambil memandangi kelasnya. “Tadi lampunya mati tiba- tiba?”

“Itu tadi Kibum yang melakukan.”

“UAPPA?!!”

Donghae tertawa geli sambil menepuk tangannya senang. “Ternyata rencana Gikwang berjalan sesuai perkiraan. Kau memang sangat mudah dikerjai, Hyukkie.”

“Hae!” Hyukjae menggigit bibir bawahnya kesal. “Lalu kenapa kau disini? Aku kan mau menemui Gikwang.”

Kali ini tatapan Donghae serius. “Bukannya sudah kukatakan jangan temui dia. Aku tak suka.”

“Apa hubungannya denganmu, Hae? Suka- suka aku, dong.”

“Aku tidak suka!”

“Aku tak perduli.”

“Kalau kubilang tidak suka, yah tidak suka!!” Kali ini Donghae berdiri marah menatap Hyukjae. “Kau ini paham tidak sih dengan apa yang aku katakan sebenarnya? Kenapa masih mau menemuinya?”

“Kau itu kenapa, sih?!”

Donghae kembali duduk sambil mendengus kesal. “Kenapa sih aku tidak bisa tenang kalau sudah masalah seperti ini? Konyol.” Gerutunya sendiri sambil melirik Hyukjae. “Mianhae.”

“Kau itu menyebalkan.” Balas Hyukjae sinis sambil meminum teh yang ada dihadapannya.

“Lupakan pertengkaran kita tadi.” Gumam Donghae.

“Oke. Lalu kenapa kau berpenampilan seperti itu, Hae?” Raut wajah Hyukjae sudah kembali seperti biasa. Namun matanya masih enggan menatap wajah Donghae. “Pasti ada alasan yang penting, kan?”

“Memang ada.” Donghae tersenyum kecil sambil memiringkan kepalanya. “Kau mau tahu?”

“Apa?” Hyukjae mencoba menatap wajah Donghae dan lagi- lagi jantungnya berdegup kencang tak karuan. Yeojya itu buru- buru menunduk malu karena kini wajahnya sudah merona lagi. “Kalau alasannya konyol, aku akan menendangmu ke laut.” Ancamnya.

Donghae hanya terkekeh. “Sebelumnya kau pasti kaget. Tapi kalau kau pintar, seharusnya kau bisa menebaknya sejak awal apa yang ingin kukatakan.”

“A-aku tidak pintar.” Hyukjae mulai gugup. “Jadi aku tak tahu apa yang mau kau katakan.”

“Jeongmal?”

Yeojya manis itu mengangguk dan kembali mengalihkan pandangannya dari wajah Donghae.

“Hyukkie, lihat aku.”

“Tidak mau.”

Melihat kelakuan Hyukjae, Donghae kembali mendengus kesal. Namja itu langsung berdiri dan bersimpuh dengan lututnya di samping kursi Hyukjae sambil meraih wajah yeojya itu agar menatap kearahnya. “Aku bilang, lihat aku, Lee Hyukjae.”

“Apaan sih?! Lepaskan wajahku, Hae! Ini benar- benar menyebalkan ta_”

Sebelum Hyukjae menyelesaikan kalimatnya, Donghae sudah membungkamnya dengan ciuman kecil didahi yeojya itu. Dan tentu saja Hyukjae shock bukan main. Keduanya kini saling bertatapan dalam- dalam.

“Saranghae, Hyukkie.”

“Mwo?!” Hyukjae langsung berdiri shock. “Ka-kau bercanda? Kau pasti mau mempermainkanku lagi!” Serunya serba salah sambil menyentuh wajahnya sendiri. “Jangan konyol, Hae! Kau pikir pernyataan cinta itu bisa dijadikan permainan, ya?”

“Aku serius!” Donghae ikut berdiri menyamakan tingginya dengan Hyukjae. “Aku serius. Sejak dulu juga aku sudah merasakannya. Tapi karena kebodohanmu itu, aku jadi malu untuk mengatakannya. Ini semua salahmu sehingga perasaanku jadi kusimpan betahun- tahun.”

“Kenapa jadi aku yang disalahkan, sih?” Gerutu Hyukjae sambil kembali duduk dan kali ini menghabiskan teh di cangkir Donghae lalu kembali memegangi wajahnya. “Aigoo~ Panas sekali! Ini pasti efek api unggun di halaman.”

“Pabbo!” Donghae menepuk kepala Hyukjae lembut. “Wajahmu itu sudah merah seperti strawberry, wajar saja kalau jadi kepanasan.”

Hyukjae menatap lurus kedepan. “Kau serius, Hae?”

“Aku memang sering menggodamu, tapi untuk kali ini aku serius.” Donghae langsung menepuk kedua bahu Hyukjae dan berdiri dibelakangnya. “Aku tak akan memaksamu. Memang akan sulit diterima. Setidaknya aku sudah mengatakannya.”

“Tehnya sudah habis, nae?”

“Eh?”

Hyukjae menengadah menatap Donghae. “Apa tehnya masih ada?”

“Masih.” Dengan alis tertaut Donghae mengambil teko keramik dari meja lain dan menuangkan teh di cangkir Hyukjae. “Kau benar- benar kehausan?”

“Hae, duduk.” Perintahnya sambil mengambil teko itu dan menuangkan teh dicangkir Donghae.

Masih dengan heran, Donghae hanya menurut.

Kali ini Hyukjae tersenyum kecil menatap Donghae. “Bukannya pesta teh malam ini akan lebih baik kalau dilakukan berdua dengan orang yang disukai? Kau sudah susah payah menyiapkan semuanya, jadi ayo kita minum teh bersama sampai festivalnya berakhir.”

Donghae menatap Hyukjae tak percaya. “Kau serius? Itu artinya…”

Hyukjae mengangguk. “Tidak ada salahnya kalau aku menerimamu. Lagipula kan Hae sendiri yang bilang kalau hanya Hae yang bisa menghadapi yeojya over aktif sepertiku ini.” Kali ini yeojya itu terkekeh meledek Donghae.

“Aku kan bercanda waktu itu.” Senyum Donghae terulas. Namja itu mengangkat cangkir tehnya. “Mau bersulang?”

“Kita kan tidak sedang minum wine!”

“Memangnya aku perduli? Lagi pula kan kita belum boleh minum wine.”

Hyukjae tertawa kecil sambil mengangkat cangkir tehnya dan mengadunya ke cangkir Donghae. Senyum Donghae terlihat lembut saat menatap Hyukjae.

“Saranghae. Jeongmal saranghae, Lee Hyukjae.”

“Arraseo. Nado, Hae.” Balas Hyukjae sambil meminum tehnya perlahan.

Malam ini adalah pesta teh paling spesial dalam hidupnya. Mungkin untuk beberapa waktu kedepan, dia tak perlu bertengkar dengan Donghae lagi.

.

.

===============================================================================

a/n ::

kado buat Keyra Kim yang berulang tahun kemarin.. hhaha

jadi jangan aneh kalau melihat ff ini juga aku post di notes fb..😀

hope you like this, all..

 

19 thoughts on “Special Tea Party

  1. Couple penuh semangat nih. Biar jadi cewek, Hyukkie ga pernah ada matinya deh bikin Hae kerepotan. Justru itu sih menariknya.

    Ide nya bagus, jadi inget ama tumpukan manga shoujo di gudang. Banyak banget yang mengangkat tema festival gini, n menarik deh pokoknya.

    Mereka itu kalau ga dipancing ga bakalan mau ngomong ya. Padahal udah kenal sejak kecil, tapi mungkin justru itu sulitnya kekekeke….

    Eh, eh, eh… masih penasaran nih ama kisahnya SiBum. Abisnya mereka aneh banget sih, apalagi Kibum selalu memanggil Siwon dengan embel Ketua Kelas. Bikinin dong (kalo ga sibuk).

    Salam,

    Elle

  2. Kren. . .

    Hae “memang hanya aku yang bisa menghadapimu, Hyukkie”
    ska dech ma kta” i2. . .

    Emang cma Hae yg cocok jdi psanganx Hyuk. . .
    G’da yg lain. . .

    Bkin squelx SiBum d0ng. . .
    Gmna nasib Kibummie and ketua kelas, Siwonnie. . .
    Kekeke. . .

  3. dfghjkldsghjfkdgf…
    saia tdk tau klo itu gs …eh thena minta sekuel sibum copel dung… Mau sms tapi hapemu rusak #ngomonggapenting

    aq komen atu ajj… Lagi kena sindrom males komen #plakk kkkk~

  4. eunhae kocak dah😀 tiap ada ff eunhae pasti sy suka . amu gs ato yaoi ><
    sequelnya sibum dong😀

    hyuk kan udah gbung di sj-m . tiap mreka ada fanmeet psti hae gak pernah jauh dr hyuk😀

  5. Pengen liat Hyuk pake baju ala maid psti unyu bgt deh….
    Hae nya kelewat possesive…

    Sequel Sibum please ~~

  6. kyahahahhahaha………
    haeppa nakal bgt 5 hyukk……
    ksian hyuk…..

    tpi…. bag. endx so sweeettttt😀 :*

    lnjuuutt Eonn!!!

  7. So swettt bnget critanya…
    Suka deh…^^

    Kta2nya yg “hanya aq yg bsa menghadapi mu, Hyukkie..”
    Jiahhh,,romantis bget,,

    sama seperti yg lain..
    Minta SiBum donkk,,,penasaran ma story mreka..
    Klo gk sibuk..hehe..^^

  8. Mian ya eon .. Koment’a bru skrng ..
    Sbner’a aq dah bc ff ni d’fb tp cuma aq like ..

    Aku komen skrng, nae ~
    sperti biasa aq slalu menyukai ff mu eon .. Klw romance2 gini aq plng dmen haehyuk, coz ni couple sma2 egois, cute, n ga jujur .. Hhehehe:-P

  9. Special tea party…..special couple…..special story…….
    hmmm…….and special request from eomma.

    bikin yaoi HaeHyuk dong chagi #gubrak!
    hahha…….chagiku baik deh *ddangko eyes-attack*

    disini mereka sama2 keras kepala ya? sama2 jaim pula. ckckckc….

    sibum gak dilanjut tuh?

    sarangahe❤

  10. uwaaah~
    Couple asam manis lagi
    Asiiiiik~

    Heyoo, hae oppa malu2 ayam nih😄
    Utung gak kerebut sma gikwang oppa, wlopun kalah cepet -,-

    Pkokny, ff ini krasa asam manis gregeet >.< #plak

    ne, keep writing eonnie😀
    Sukses buat ff2 lainny😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s