Come Back To Me

Come Back to Me

.

Pair :: HaeHyuk

Genre :: Hurt/Romance

Rated :: K

.

“Tunggu!! Jangan pergi!! Ya, kau yeojya brengsek!! Kembalikan dia kepadaku! Jangan ambil Donghae dariku!!” Hyukjae menjerit frustasi sambil menatap seorang namja dan yeojya yang berada dihadapannya.

Donghae menatapnya iba.

Namun yeojya disampingnya langsung menarik tangannya menjauh. Berjalan meninggalkan Hyukjae yang sudah menangis pilu.

“Donghae! Donghae! Kumohon jangan buang aku! Jangan tinggalkan aku! Aku tak akan bisa hidup tanpamu!” Serunya histeris sambil menangis.

Donghae tak menoleh. Dia tak kembali. Perlahan kedua orang itu menghilang dan sekeliling Hyukjae berubah gelap.

“Andwae! Andwae! Jangan! Kumohon kembalilah! Haeeee!!!!”

DEGH!

Hyukjae langsung membuka matanya dan duduk terbangun dari tidurnya. Nafasnya tersenggal- senggal. Bekas air mata masih mengalir di sudut matanya. Dia memegang dadanya yang berdegup kencang dan terasa sakit.

“Mi-mimpi…” Bisiknya ketakutan.

TES~ Perlahan air matanya kembali mengalir.

“Lagi- lagi mimpi yang sama… Donghae…” Namja manis itu langsung menumpukan kepalanya dengan satu tangan dan mengacak rambutnya frusatasi.

Meski sudah dua tahun, tiap malam mimpi itu terus menghantuinya. Muncul sebagai bunga mimpi buruk untuknya. Dan dia akan kembali terbangun sambil berteriak frustasi. Menjerit dan menangis.

Hanya karena seorang namja…

Namja yang telah menghancurkannya menjadi kepingan- kepingan kecil yang sampai saat ini masih belum bisa sembuh. Namja yang telah mencampakkannya setelah dia memberikan segalanya kepadanya. Namja yang seharusnya dia benci. Namja yang seharusnya dia lupakan.

Tapi tidak untuk Hyukjae…

Entah kenapa, sampai detik ini…

Hatinya masih milik Donghae sepenuhnya…

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Bagaimana dengan yeojya yang kemarin?” Sungmin menepuk punggung Hyukjae yang tengah duduk sendirian di taman kampus tempatnya bersekolah. Namja manis itu langsung duduk disamping Hyukjae. “Kudengar, lagi- lagi kau pulang setelah mentraktirnya makan siang?”

“Hyung tahu darimana?” Tanya Hyukjae malas sambil sibuk bermain dengan ponselnya.

Sungmin menatap Hyukjae datar. “Aku tahu kau ini sedikit… Hmm… Setidaknya agak kurang…”

“Aku tidak normal.” Potong Hyukjae yang agak kesal dengan Sungmin yang terlalu bertele- tele. Namja itu menatap Sungmin. “Ya, hyung. Bilang begitu saja susah.”

“Aniya!” Sungmin langsung memukul kepala Hyukjae. “Siapa bilang kau tidak normal? Kau kan hanya agak berbeda dalam mencintai. Tidak seperti namja yang lainnya yang pada umumnya akan jatuh cinta ke yeojya.”

“Itu sama saja dengan tidak normal tahu.” Hyukjae cemberut dan kembali sibuk dengan ponselnya.

Sungmin mendesah malas. “Ayolah, Hyukkie… Itu yeojya ke dua puluh selama dua tahun ini yang kau tolak, loh. Jika kau tidak bisa mencintai yeojya, setidaknya carilah lagi namja yang bisa kau cintai. Aku tak suka melihatmu seperti ini.”

“Memangnya aku seperti apa?” Hyukjae balik bertanya sambil menatap Sungmin malas. “Aku masih sama seperti dulu.” Namja manis itu menyunggingkan senyum lebarnya. Membuat gusi merah mudanya terlihat.

Sungmin kembali memukul kepalanya. “Apanya yang seperti dulu!”

Hyukjae langsung cemberut sambil mengusap kepalanya. “Ya! Jangan pukul- pukul kepalaku, hyung.”

“Oke, akan kukenalkan kau ke seorang_”

“Uljima.” Hyukjae memotong ucapan Sungmin dengan sorot mata datar namun sarat dengan kepedihan. “Aku tak berminat, hyung. Berapa kalipun kau melakukannya aku akan tetap sama. Aku tak tertarik. Yang aku inginkan hanya satu. Sejak dulu sampai sekarang tak ada yang berbeda.” Hyukjae mendesah sambil berdiri.

Sungmin memandangi wajah namja itu dalam. “Kau… Masih saja memikirkan Donghae, kan?”

“Sedetikpun aku tak pernah melupakannya.” Hyukjae tersenyum. “Suatu saat… Dia akan kembali kepadaku.”

“Jangan terus berpikir seperti itu, Hyukkie…” Sungmin mengeluarkan ponsel merah mudanya dan mengetik pesan balasan yang tadi masuk ke ponselnya. Dia kembali menatap Hyukjae. “Tak ada yang menjanjikan hal itu. Donghae sendiri tak pernah mengatakan kalau dia akan kembali kepadamu, kan?”

Senyum di wajah Hyukjae surut. Digantikan dengan tatapan kepedihan yang dalam. “Molla, hyung. Setidaknya aku mau percaya, kalau hatiku ini masih sangat mencintainya.”

“Sekarang kau mau kemana?”

Hyukjae tersenyum kecil. “Aku mau mencari tempat part time. Tadi aku dapat tawaran tempat sama Yesung hyung di sebuah coffee shop pinggir jalan yang dia buka, hyung. Sampai jumpa di kelas nanti sore.” Hyukjae langsung berjalan meninggalkan Sungmin yang tak membalas ucapannya.

Namja manis itu kembali memainkan ponselnya dan membuka sebuah folder foto.

-Fishy- Nama folder itu.

Isinya hanya sekumpulan foto seorang namja tampan dengan berbagai macam pose yang lucu- lucu. Bahkan ada beberapa fotonya bersama dengan Hyukjae. Juga sebuah foto ketika keduanya tengah berciuman mesra.

Tatapan mata Hyukjae terlihat datar saat menatap kumpulan foto itu.

“Aku tak bisa berhenti…” Gumamnya pelan sambil memasukkan ponsel itu ke saku kemejanya dan langsung naik ke sebuah bus yang berhenti di halte bus dekat kampusnya. “Hwaiting, Lee Hyukjae!” Serunya semangat.

0o0o0o0o0o0o0

~Hyukjae pov~

Hari pertama kerja!!

Akhirnya aku diterima magang di Handel & Gretel coffee shop yang ada di pinggiran jalan Myeondong. Cofee shop itu salah satu pemegang modalnya adalah hyungku di kampus. Jadi aku bisa magang disana.

Hanya saja Yesung hyung, hyungku itu, agak sibuk dengan tugas kampus. Jadi manager utama di coffee shop itu temannya, Teukie hyung.

“Annyeong.” Aku membuka pintu ruang manager. Teukie hyung sudah ada di kursinya sambil memeriksa berkas yang ada di atas mejanya. Aku langsung menghampirinya. “Annyeong, hyung. Aku datang sesuai perintah.” Sapaku santai.

Namja tampan itu menengadah menatapku. “Ah, Hyukjae. Kukira kau akan datang terlambat.”

“Ya! Aku kan bukan pemalas.” Aku duduk didepannya. “Lalu, bagaimana tugasku? Hyung masih belum memberi tahukannya sejak kemarin.”

Teukie hyung terkekeh santai. “Nae. Kau kutugaskan menjadi pelayan. Kemarin ini pelayan kami ada yang mengambil cuti selama dua bulan kedepan. Jadi selama dua bulan itu kau akan menggantikannya. Tak apa, kan?”

“Oke.” Aku langsung mengangkat jempolku semangat. “Aku akan bekerja keras.”

“Memang begitu. Kalau kau malas- malasan, Yesung yang akan menasihatimu seharian.”

“Ishh~ Malas sekali aku dinasihati dia.” Ujarku sambil kembali berdiri. “Aku ke belakang dan berkenalan dengan pegawai yang lainnya dulu ya, hyung. Sampai nanti.” Aku langsung beranjak meninggalkan Teukie hyung dan berjalan kearah staff office di bagian belakang toko.

Baru saja aku mau menarik handel pintunya, pintu itu sudah terbuka lebih dulu dari dalam.

SRET~ Perlahan pintunya terbuka dan…

Aku mematung.

Mematung…

Hanya mematung…

“Hyu-hyukkie…?” Dia menatapku tak percaya dengan kedua bola mata membulat lebar. Nafasnya seakan terhenti dan dia hanya terus menatapku dengan posisi yang tak jauh berbeda denganku. Mematung…

Aku menelan ludah shock. “Ha-hae…?”

A-aku merasa pusing…

Dia berdiri didepanku. Donghae… Namja yang selama dua tahun tak pernah bertemu denganku. Namja yang dulu pernah mencampakanku dan pergi dengan seorang yeojya. Namja yang sampai sekarang konyolnya masih sangat kucintai.

Dia berdiri di depanku….

“Ya! Kenapa menghalangi jalan!”

DEGH! Aku kembali tersadar dari duniaku. Dengan segera aku menoleh kebelakang dan menatap seorang namja bertubuh gemuk yang sudah cemberut dibelakangku.

“Eh? Kau Hyukjae, kan? Orang yang menggantikan Siwon? Ya, Hae! Jangan halangi dia masuk. Minggir kau!” Namja bertubuh gemuk itu langsung mendorongku masuk ke ruang staff dan membiarkan Donghae mematung. “Annyeong. Shin Donghee imnida. Tapi karena namaku dan Donghae mirip, aku cukup dipanggil Shindong.”

“Hyung sok akrab.” Kudengar Donghae mencibir.

Aku hanya bisa terkekeh sambil menatap para pegawai yang lain yang notabene adalah namja semua. “A-annyeong… Lee Hyukjae imnida.”

“Ternyata pegawai barunya cukup manis, toh. Ya, Wookie hyung! Posisimu akan tersaingi!” Seorang namja berambut agak ikal dengan kulit putih pucat terkekeh aneh menatapku. Papan nama di dadanya bertuliskan, ‘Cho Kyuhyun’.

Kini seorang namja lainnya ikut bicara. Namja berperawakan kecil yang sangat manis. “Ya, Kyu. Memangnya aku perduli? Annyeong, Hyukjae-sshi, Ryeowook imnida. Semoga betah bekerja disini, meski hanya menggantikan Siwon hyung, nae.”

Aku mengangguk sambil menggaruk kepalaku.

“Kalian ini kok formal sekali sih?” Satu suara itu kembali membuatku mematung. Donghae kembali berbicara. “Ayo kerja! Kalau Teukie hyung lihat kita belum bekerja, dia pasti mengomel.”

“Dasar bawel.” Gumam namja bernama Kyuhyun sinis sambil mendorong bahu Ryeowook cepat.

Kini aku dan Donghae berdiri tak terlalu jauh. Bahkan rasa- rasanya aku bisa mendengar suara degup jantung sendiri di ruang itu.

PLOK~ Donghae menepuk punggungku.

“Lama tak jumpa. Kau tak berubah, Hyukkie.” Ucapnya datar sambil berjalan ke sebuah loker dan membukanya. Dia kembali menoleh kearahku. “Ini loker Siwon, untuk sementara bisa kau gunakan. Mohon kerja samanya.” Namja itu tersenyum sambil berjalan meninggalkanku.

Saat kudengar suara pintu ditutup tubuhku langsung lemas. Aku bersandar di loker yang tetap terbuka dan menarik nafas dalam- dalam.

Takdir apa yang dimainkan Tuhan untukku sekarang? Kenapa harus bertemu dengannya lagi? Aishh…

~Hyukjae pov~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Yesung hyung!” Sungmin langsung menarik tangan Yesung yang saat itu sedang berjalan sambil membawa setumpukan buku tebal. “Kenapa kau menyuruh Hyukkie bekerja di coffee shop-mu? Kau tahu disana ada Donghae!” Serunya kesal.

Yesung menatap namja manis itu heran. “Ada yang salah? Hyukjae kan butuh pekerjaan sambilan, aku hanya menawarkan. Masalah Donghae atau siapa, tak ada hubungannya, Sungminnie. Dia harus bisa belajar menerima hidupnya tanpa namja itu.”

“Tapi tidak begitu, hyung. Kau tahu apa yang terjadi dua tahun lalu terhadap mereka, kan?”

“Karena aku tahu makanya aku ingin mempertemukan keduanya.” Yesung tersenyum sambil melirik Hyukjae yang berdiri tak jauh dibelakang Sungmin sambil mengangkat bahu. “Sampai nanti. Aku banyak tugas.” Dia langsung berjalan meninggalkan kedua namja itu.

Sungmin mencibir kesal sambil menoleh menatap Hyukjae. “Ya, kau! Kau sendiri tak berniat keluar?”

“Kalau aku keluar tiba- tiba, akan sangat kelihatan kalau aku menghindarinya.” Balas Hyukjae. “Lagipula hanya dua bulan. Apa yang akan terjadi selama dua bulan kedepan?” Namja itu mengangkat bahu santai sambil berjalan meninggalkan Sungmin.

Apa yang akan terjadi selama dua bulan…?

Sungmin hanya menggerutu sebal sambil menyusul Hyukjae. “Aku akan sering mampir. Aku juga sudah lama tak bertemu dengan Donghae, jadi ingin menyapanya sedikit.”

“Ayolah, hyung… Kau kan yang paling sebal dengan dia.” Hyukjae terkekeh. “Urus saja Sunkyu sana. Yeojya bawel itu bisa marah- marah padaku kalau kau melupakannya.”

“Aku sudah bosan dengan Sunkyu. Dia terlalu manja dan itu membuatku gerah kalau menghabiskan waktu dengannya.” Sungmin terkekeh aneh.

Hyukjae hanya menaikkan satu alisnya dan kembali menarik ponselnya. “Kira- kira, hyung… Apa Donghae masih menjalin hubungan dengan yeojya itu?”

“Jung Sooyeon?” Tanya Sungmin memastikan.

Hyukjae tak memberikan respon apapun. “Kalau dia memang masih bersama dengan Sooyeon, aku hanya bisa mendoakan kebahagiaan keduanya. Aku harus pergi bekerja. Sampai jumpa, hyung.” Hyukjae langsung menepuk bahu Sungmin sebelum berlari meninggalkan namja itu.

Senyumnya pudar saat ia naik ke sebuah bus. Namja itu duduk di bagian paling belakang.

“Kau masih suka duduk di bagian belakang.”

DEGH! Untuk kesekian kalianya, jantungnya seakan berhenti berdetak. Dengan perlahan dia menatap namja bertopi yang duduk disampingnya.

Namja itu, Donghae. Dia tersenyum menatap Hyukjae. “Tak kusangka dengan naik bus yang melewati rute universitas Paichai, aku bisa bertemu denganmu. Ini keberuntungan atau kutukan, Hyukkie?”

Hyukjae masih menatap Donghae tak percaya. “Kau kan kuliah di Myongji, kenapa naik bus yang rutenya melewati Paichai?”

“Iseng saja.” Donghae bersandar sambil menurunkan topinya. “Kalau sudah mau sampai, bangunkan aku, ya.” Ucapnya singkat.

Hyukjae hanya menghela nafas sambil melirik ke kaca disampingnya. Dari kaca itu, dia bisa melihat pantulan bayangan Donghae yang tampak tertidur. Sorot matanya sarat dengan luka, tapi senyumnya terulas.

Seakan, dia sangat menikmati saat- saat seperti ini.

.

“Hae… Bangun.”

“Eumm~” Donghae menggeliat malas dan kembali terpejam.

“Donghae, sudah mau sampai. Ayo bangun.” Hyukjae kembali menggoyangkan tubuh Donghae perlahan dengan raut wajah agak kesal. Sejak dulu, dia memang sebal kalau disuruh membangunkan Donghae.

“Hae!” Kini namja itu memukul topi Donghae kesal.

SRUGH! Tiba- tiba bus yang mereka kendarai berbelok mendadak dan membuat Hyukjae bergerak reflex kearah Donghae dan menubruk tubuh namja yang tadinya tertidur itu.

“Aissh~ Waeyo gudhae?” Donghae mengerang.

Hyukjae sempat mendengar suara degup jantung Donghae karena kepalanya tepat bersandar di dada namja itu. Dengan segera dia bangun dan merapihkan rambut coklatnya. “Ya! Kenapa berbelok mendadak?!” Omelnya.

“Tadi ada pengendara motor yang ugal- ugalan.” Ujar seorang yeojya memberi tahu.

Hyukjae hanya mendengus kesal. Disisinya, Donghae menatap raut wajah namja itu lekat- lekat. Sorot matanya terlihat agak aneh. Ya, seakan masih ada cinta yang tertinggal di matanya setiap menatap Hyukjae.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Hyukjae pov~

Satu minggu bekerja… Masih belum ada apa- apa. Jadi aku tenang. Meski kadang aku masih harus menjaga hatiku saat melihat Donghae, tapi aku yakin aku bisa bertahan. Dua bulan itu waktu yang singkat. Akan kulewati tanpa masalah.

“Hyukkie! Kenapa bengong? Ada tamu yang memesan!” Donghae langsung berseru kearahku.

Aku segera mendatangi meja yang berada agak ketengah dan mencatat pesanan di meja itu dengan perasaan santai dan tenang.

Nae, tak ada masalah. Kami berdua tak pernah terkena masalah apapun. Donghae kelihatan tak terlalu canggung disaat bersamaku, dan itu membantuku merasa relaks saat bersamanya. Meski terkadang debaran jantung ini tetap tak bisa kukendalikan.

“Lelah?” Donghae menyodorkan sekaleng cola dingin kearahku.

Aku langsung mengambilnya. “Hari minggu benar- benar penuh, ya?”

“Ini masih belum seberapa. Biasanya kalau menjelang natal atau acara special, akan jauh lebih penuh dan membuat Yesung hyung juga Teukie hyung turun tangan.” Namja itu duduk disampingku sambil membuka kaleng cola-nya dan menengguknya.

Kulirik dia sedikit. “Berapa lama kau bekerja disini?”

“Sudah satu tahun.”

Aku hanya bergumam sambil menenggak minumanku.

“Kau masih suka bersama dengan Sungmin hyung?” Dia gantian bertanya dan aku hanya mengangguk kecil. “Apa dia… Masih marah padaku?”

Pertanyaan itu membuatku diam. Dia berniat mengungkit masalah kami, kan?

“Sungmin hyung sepertinya masih sangat kesal kepadaku. Kami kadang bertemu tak sengaja, dan biasanya dia akan menegurku dan menanyakan hal- hal dengan agak ketus kepadaku.”

“Itulah Sungmin hyung.” Jawabku malas sambil berdiri dan hendak berjalan meninggalkannya.

“Hyukkie…” Dia kembali memanggilku dan membuatku diam.

Kami hening beberapa saat.

“Aku…”

“Kalian kenapa malas- malasan disini?!” Seruan Kyuhyun membuat kami tersentak kaget. Namja itu menatap kami kesal. “Jam istirahat kan sudah habis. Ayo kerja lagi!” Kyuhyun langsung meninggalkan kami berdua.

TRRRT~ Tiba- tiba kudengar ponsel Donghae berdering sebelum aku berjalan meninggalkannya.

“Ah, yeoboseyo, Sooyeonnie?”

DEGH!

Sooyeon?

Yeojya itu… Jadi dia masih bersama dengan yeojya itu?

Kutekan dadaku sambil berjalan meninggalkan Donghae yang masih bicara dengan yeojya itu dengan ponselnya. Rasanya sakit sekali. Sangat sesak. Dua tahun tak melihatnya, kukira rasa sesak ini akan berkurang.

Tapi tidak…

Rasa sesaknya masih sama. Memang tak ada satupun yang berubah… Yang berubah hanya satu, namja itu tak lagi mencintaiku.

.

“Hujan…” Aku menatap ke langit malam yang meneteskan air. Baru saja mau pulang, tapi hujan terlanjur turun. Sudah jam sembilan, aku tak bisa menunggu sampai reda. Bisa terlambat pulang.

ZRET! Donghae berdiri disampingku sambil membuka payung.

“Mau kuantar?”

“Kau bawa payung dari mana?”

“Dipinjamkan Teukie hyung. Mau kuantar tidak?”

“Rute rumah kita kan berbeda.” Jawabku sambil kembali menengadah.

“Aku sekarang tinggal di sebuah apartemen. Tak jauh juga dari Myeondong. Sedangkan rumahmu kan di Gangnam. Lebih baik aku antar saja daripada kau kemalaman.”

“Apa tidak_”

SRET! Sebelum aku selesai bicara Donghae sudah menarik tanganku dan berjalan menarikku.

“Kau tak berubah. Terlalu banyak berpikir.” Dia terkekeh santai sambil melepaskan tanganku.

Aku berjalan sambil tersenyum kecil disisinya. “Kau sendiri tak banyak berubah, Hae.”

“Maksudnya aku tidak tambah tampan, eh?”

Aku tertawa mendengar pertanyaan konyolnya. “Tampan apanya? Muka mirip ikan begitu kau bilang tampan? Semakin lama semakin mirip ikan. Kau ikan apa? Ikan teri atau tuna?” Aku tertawa meledeknya.

Namja itu kembali cemberut. “Aku ini ikan paling tampan. Jangan- jangan aku jelmaan putra duyung, ya?”

“Ya, pabbo!” Aku tertawa geli. “Donghae si manusia ikan.” Lanjutku sambil menahan tawaku.

SRATT!

“Aiish!!” Aku berseru shock saat sebuah mobil melaju kencang di pinggir jalan dan membuat cipratan airnya mengenai kemejaku. “Ya! Dasar pengemudi tak punya aturan! Jalan becek masih sempetnya mengebut!”

“Waw.. Kotor, ya…”

“Bukan masalah kotor. Tapi basah tahu.” Gerutuku.

“Hmm… Oke. Kita ke apartemenku dulu. Akan kupinjami kau baju.” Donghae kembali menarik tanganku dan dia langsung menggandengku saat kami menyebrang jalan.

Saat tangannya memegangi tanganku. Jantungku berdegup kencang dan rasanya wajahku kembali memerah. Kalau seperti ini, rasanya kami masih sama seperti dulu. Ketika dia masih menjadi milikku dulu.

~Hyukjae pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Ini.” Donghae menyodorkan sebuah kemeja panjang berwarna biru tua ke Hyukjae yang tengah berdiri memperhatikan kamar namja itu. “Ukuran tubuh kita kan tidak berbeda jauh. Pasti muat, kan?”

Hyukjae hanya bergumam sambil mengambilnya dan kembali memperhatikan kamar itu.

“Waeyo? Ada masalah?”

“Tak ada… Foto Sooyeon…” Gumamnya sambil menatap Donghae.

“Memangnya aku harus memajang fotonya?” Donghae menghela nafas sambil duduk di tepi tempat tidurnya dan menatap ke jendela. Langit masih meneteskan butiran hujan, malah semakin deras. “Cepat ganti bajumu sebelum kau kedinginan.”

Hyukjae langsung melepas kemejanya begitu saja. Tapi sebelum dia benar- benar melepasnya, dia langsung ragu. Terbesit perasaan malu disaat dia harus membuka bajunya di depan Donghae.

“Malu, eh? Kita kan sama- sama namja, Hyukkie.” Goda Donghae. “Aku tak akan melihat.” Namja itu langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruang kamarnya menuju dapur.

Hyukjae langsung mendengus sambil melepas kemeja basahnya. Sebelum dia memakai kaus Donghae, selama beberapa detik namja itu menghirup aroma Donghae dari pakaian itu. Selama beberapa saat dia kembali terbang dalam lamunan masa lalunya saat bersama dengan Donghae.

“Hyukkie?”

DEGH! Hyukjae langsung menoleh menatap Donghae kaget. Tatapan keduanya terlihat shock satu sama lain.

“Kau… Sedang… Apa?”

“Mi-mian… Aku tak bermakud. Ah, aku tak jadi minjem, deh.” Hyukjae langsung menarik kemejanya dan berniat memakainya lagi. Tapi gerakannya terhenti saat Donghae langsung mendekatinya dan menarik kemejanya. “Ha-hae?”

“Itu basah, kau bisa sakit. Kan sudah kupinjamkan, kau tak suka?” Donghae menarik kaosnya di atas tempat tidurnya dan mencoba memakaikan pakaian itu di tubuh Hyukjae. Keduanya sama- sama membisu. “Hyukkie…” Donghae diam sejenak.

“Na-nae?”

“Kau… Masih mencintaiku?”

Lagi- lagi Hyukjae tersentak ditanya seperti itu. Namja itu hanya menunduk. Tak berani menatap mata Donghae. Namun perlahan Donghae mengangkat wajah Hyukjae agar bisa menatap matanya.

“Hyukkie?”

“Aku mau pu_”

SRET! Lagi- lagi Donghae memotong ucapan Hyukjae dengan memeluk namja itu erat secara tiba- tiba.

“Ha-hae!”

Donghae tak memperdulikan seruan Hyukjae yang sudah kaget. Wajah namja itu berubah merah dan jantungnya berdegup kencang. Perlahan Hyukjae pun mulai larut dalam pelukan Donghae. Hati- hati, dia balas memeluk Donghae.

Donghae kembali menatap wajah Hyukjae sambil mengusap wajah namja manis itu lembut. “Jeongmal pogoshippeo.” Bisiknya lembut sambil mencium bibir Hyukjae dan perlahan mendorong namja itu sehingga keduanya terjatuh di atas tempat tidur.

Untuk pertama kalinya sejak dua tahun berpisah, keduanya kembali merasakan cinta yang dulu pernah mengisi hari mereka.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Hyukjae pov~

Nghh~ Perlahan aku membuka mataku yang masih terasa sangat berat. Aku masih amat mengantuk. Aku langsung bangun dan rasa sakit menjalar di seluruh tubuhku.

“Kau sudah bangun?” Donghae berjalan masuk mendekatiku sambil membawa nampan berisi susu strawberry dan roti panggang. Diletakan nampan itu di meja kecil disamping tempat tidurnya dan dia duduk membelakangiku.

“Ha-hae… Se-semalam kita…” Aku menunduk takut.

“Hyukkie…”

Perlahan kutatap lagi sosoknya. “Na-nae?”

“Yang semalam itu…”

Jantungku berdegup kencang menunggu ucapannya.

“Kecelakaan.”

JGER!! Saat itu petir bagai menyambar tubuhku. Aku langsung mematung kaku, shock, pikiranku kosong. Rasa sesak yang selama ini kurasakan, bertambah semakin sesak sekarang.

“Ma-maksudnya semalam itu kau…” Suaraku tercekat ditenggorokan.

“Aku terlalu terbawa suasana. Tak seharusnya kita melakukan hal seperti semalam. Aku benar- benar terbawa suasana.” Dia menunduk sambil mengacak rambutnya di hadapanku. “Aku benar- benar tak bermaksud menyentuhmu lagi. Aku benar- benar kelepasan. Jeongmal mianhaeyo, Hyukkie. Kumohon lupakan saja…” Bisiknya tak enak hati.

Kecelakaan? Lupakan…?

Bagaimana caranya…?

Donghae menoleh menatapku. “Hyukkie, gwaenchana?”

Dengan sisa tenagaku aku mencoba tersenyum kepadanya. Mencoba tersenyum meski sesungguhnya hatiku terasa sangat sakit, perih, sama seperti kondisi tubuhku saat ini. “Nae… Yang semalam itu hanya kecelakaan. Kau tak perlu khawatir.”

Nae… Kau tak perlu khawatir. Karena kau tak akan merasakan rasa sakit ini, Hae. Kau tak perlu khawatir.

~Hyukjae pov end~

.

“Hyukkie hyung, gwaenchana?” Ryeowook memperhatikan Hyukjae khawatir. “Kau kelihatan tidak sehat hari ini? Demam, eh?”

“Ani, Wookie… Aku sehat.” Jawab namja itu sambil tersenyum kecil. “Apa Teukie hyung atau Yesung hyung ada disini?”

“Tadi kulihat Yesung hyung keluar. Jadi mungkin hanya ada Teukie hyung.” Kyuhyun yang menjawab. “Waeyo?”

Hyukjae menggeleng sambil berjalan keluar dari ruang staff dan menuju ke depan café dengan langkah agak berat. Bagian belakang tubuhnya masih terasa sakit. Tapi hatinya jauh lebih terluka lagi.

“Hyukjae-sshi?”

Sebuah suara membuat namja itu kembali mematung. Hyukjae menatap ke arah seorang yeojya yang berdiri memandanginya tak percaya. “Kau… Sooyeon-sshi?”

“Ka-kau? Kenapa bisa ada disini? Ka-kau mau mengajak Donghae menjadi gay lagi, eh?! Jangan macam- macam! Sudah dua tahun, kenapa kau masih suka berkeliaran disekitarnya, sih?!” Yeojya bernama Sooyeon itu langsung menatap Hyukjae geram.

Hyukjae hanya diam saja diperlakukan seperti itu. Tubuhnya terlalu lemah untuk bicara.

“Kau_”

“Sooyeonnie~” Panggilan Donghae membuat kedua orang itu menoleh. “Sedang apa kau disini? Bukankah sudah sering kuingatkan jangan pernah ke tempatku bekerja?”

“Ya! Kau melarangku agar bisa bersama namja ini, kan?! Kau itu namja! Dan_”

“Sudahlah.” Donghae menatap Hyukjae. “Kau dipanggil Teukie hyung, Hyukkie.”

Hyukjae menatap Donghae datar dan tanpa bicara apapun berjalan meninggalkan keduanya. Samar, Hyukjae bisa mendengar suara Donghae dan Sooyeon yang sepertinya bertengkar. Air matanya mulai mengenang, tapi Hyukjae menahannya.

“Hyukkie, sedang apa?” Teguran lembut Leeteuk membuatnya menengadah menatap hyungnya itu.

“Tadi Hae bilang hyung mencariku?”

“Eh? Aku baru saja mau keluar dan aku tak mencarimu, kok.” Jawab Leeteuk. “Oke, sampai nanti.” Dengan langkah terburu- buru Leeteuk berjalan meninggalkan Hyukjae begitu saja.

Namja itu berdiri mematung. Perlahan dia bersandar dan merosot di tembok. Jatuh terduduk sambil menumpukan satu tangan di atas lututnya yang ditekuk. Wajahnya kelihatan sangat frustasi.

Hyukjae menunduk sambil mengacak rambutnya. “Itu kecelakaan, pabbo… Lupakan!”

Tak jauh dari tempatnya duduk, Donghae menatapnya dalam diam. Sorot matanya sarat dengan kepedihan yang teramat dalam. Sesungguhnya bukan hanya Hyukjae yang terluka. Nae, hati Donghae pun terluka.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Hyung, aku mau keluar.” Hyukjae menunduk dihadapan Leeteuk dan Yesung yang menatapnya. “Aku rasa, aku tak bisa terus part time disini. Jadi aku mau resign saja.”

“Apa karena Donghae?” Yesung bertanya pelan.

Hyukjae langsung menatapnya dalam diam. Sekalipun dia berbohong, Yesung yang sudah tahu permasalahannya pasti akan tahu. “Aku… Hanya merasa konyol berada disini. Ditempat dimana dia berada. Aku merasa sesak karena dia juga tak memiliki minat untuk kembali kepdaku. Aku merasa kalau ini hanya akan membuatku semakin terluka.”

“Jadi intinya memang karena Donghae, kan?” Leeteuk ikut bicara.

“Hyung sudah tahu?”

Leeteuk mengangguk. “Yesung sudah menceritakan semua tentang masa lalumu dan dia. Kisah cinta terlarang antar sesama namja, berakhir dengan keputusan Donghae yang menjalin hubungan dengan yeojya. Dan setelah dua tahun, kalian kembali bertemu. Bukankah itu takdir yang hebat?” Leeteuk hanya tersenyum.

Hyukjae ikut tersenyum miris. “Takdir? Kurasa Tuhan hanya mempermainkanku. Tuhan ingin aku kembali sadar kalau Donghae bukanlah milikku dan tak akan kembali. Karena itu Dia mempertemukanku dengannya untuk membuka mataku.”

“Jadi fotomu yang kulihat di ponselnya itu juga permainan takdir?” Leeteuk kembali tersenyum.

Hyukjae menatapnya heran. Dan melihat respon namja itu, Yesung terkekeh. “Pernah kukatakan pada Sungmin bahwa aku sengaja ingin mempertemukan kalian?”

“Yang waktu itu?”

Yesung mengangguk sambil sibuk dengan ponselnya. “Beberapa bulan yang lalu aku dan Teukie hyung melihat fotomu sempat dipasang jadi wallpaper ponselnya. Aku yakin sebenarnya dia masih sangat mencintaimu, tapi aku juga tak tahu kenapa dia meninggalkanmu.”

Leeteuk berdiri dan berjalan mendekati Hyukjae. “Mungkin kau berpikir kalau cintamu saat ini suatu kesalahan besar. Perasaan itu sangat tidak wajar. Tapi kaulah yang merasakannya, bukan orang lain. Kalau kau hanya lari seperti ini, hatimu tetap tak akan berubah. Apa kau yakin mau lari lagi darinya?”

Dipandanginya wajah Leeteuk lekat- lekat.

“Apa hanya segitu perasaanmu terhadapnya?”

Perlahan Hyukjae menekan dadanya yang kembali terasa sesak. “Hatiku… Sampai detik ini masih miliknya. Tapi apa gunanya kalau dia sama sekali tak mencintaiku? Ini hanya akan semakin melukaiku. Aku akan semakin hancur kalau seperti ini…” Ucapnya dengan suara yang mulai parau.

“Kau masih mencintainya?” Yesung bertanya hati- hati.

“Masih…” Suara Hyukjae terdengar pelan. “Aku masih amat mencintainya. Sejak dulu sampai sekarang, tak ada yang berubah dengan hatiku, hyung. Aku teramat mencintainya sampai rasanya aku akan mati saja kalau terus seperti ini…” Hyukjae menutup wajahnya yang memerah karena nyaris menangis lagi.

Leeteuk dan Yesung tersenyum saling berpandangan.

“Itu cukup. Kau sudah dengar, kan?” Yesung bicara lagi.

Kali ini Hyukjae mengangkat wajahnya. “Dengar apa? Aku dengar, kok.”

“Aku tak bicara padamu, Hyukkie. Aku bicara padanya…” Yesung menunjuk kebelakang Hyukjae dengan dagunya.

Dengan horror, Hyukjae menoleh kebelakang dan langsung mematung saat melihat Donghae tengah memandanginya datar tak jauh dibelakangnya. “Ha-hae? Ka-kau dengat semuanya?”

“Ikut aku.” Dengan kasar, Donghae langsung menarik tangan Hyukjae meninggalkan Yesung dan Leeteuk di ruangan mereka.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Hyukjae pov~

Kami hanya diam sambil duduk di pinggiran sungai. Entah sudah beberapa lama tapi tak ada yang membuka suara. Aku juga tak berniat bicara dengannya. Aku tak tahu apa yang harus aku katakan, dia sudah mendengar semuanya.

Ini sangat memalukan.

“Jadi…” Donghae memulai. “Kau terluka, kan?”

Kulirik dia sekilas. “Aneh kalau aku bilang aku baik- baik saja.”

Namja itu terkekeh aneh disisiku. “Nae. Akan sangat aneh kalau kau bilang kau tidak apa- apa. Aku lah yang harusnya paling tahu sedalam apa lukamu itu. Tapi dengan egoisnya aku justru semakin memperdalam lukamu.” Donghae menunduk sambil menerawang jauh ke dalam sungai.

Kami berdua kembali terdiam selama beberapa saat.

“Kau…” Untuk kedua kalinya, Donghae yang memecah keheningan diantara kami. “Ingin aku kembali kepadamu? Atau kau ingin kau yang kembali kepadaku?” Pertanyaan konyol itu membuatku mematung.

Tak ada jawaban yang pasti tapi aku bisa memahami perbedaan di dua pertanyaan yang kedengaran sama itu. Aku ikut menerawang jauh ke dalam sungai. “Aku ingin kau kembali kepadaku. Aku ingin Sooyeon mengembalikanmu kepadaku. Aku tak akan kembali kepadamu, Hae. Jadi aku ingin kau yang kembali kepadaku.” Jawabku berbisik.

“Kau tahu kenapa aku menyerah?”

Kutatap dia lagi. “Menyerah?”

Donghae mengangguk sambil menenggelamkan wajahnya di balik kedua lengannya. “Dua tahun yang lalu aku sangat takut. Aku takut dengan hubungan kita. Aku sangat takut melukai hati keluargaku, tapi aku jauh lebih takut melukaimu. Aku benar- benar tak tahu harus melangkah kemana untuk melanjutkannya…” Suaranya menghilang.

Aku menelan ludah sekali dan menatapnya datar. “Jadi yang kau pilih adalah meninggalkanku?”

Donghae kembali mengangguk. “Kau yang paling tahu betapa menyedihkannya cinta yang kita rasakan. Kau yang paling mengerti bagaimana frustasinya aku saat aku bingung harus seperti apa mempertahankan hubungan kita. Meski aku tak pernah mengatakannya, aku tahu kau juga merasakannya.”

Aku diam.

“Lalu, Sooyeon datang. Dia menawarkan hubungan yang sesungguhnya. Disaat itu aku merasa mungkin ini jalan yang harus kupilih. Akhirnya aku menjadi penjahat yang meninggalkanmu begitu saja setelah semua yang kita alami. Tapi sampai saat ini…” Donghae kembali terdiam.

Aku hanya menarik nafas berat dan memainkan rerumputan yang aku duduki. “Kalau kau memang tak ingin seperti dulu, kau memang bisa memilih.” Ucapku datar. Hatiku terasa sakit lagi sekarang.

“Aku belum selesai bicara.” Ujarnya gusar sambil menengadah. “Sampai saat ini sekalipun aku tak bisa menyentuh Sooyeon. Aku tak berani mencintainya. Aku tak sanggup benar- benar memberikan hatiku kepadanya. Setiap bersamanya aku justru merasa sakit. Aku tak bisa mencintainya seperti aku mencintaimu dulu.”

Aku mematung mendengar jawabannya. Kutatap dia. “Hae? Jadi selama ini kau…”

“Aku tak tahu!” Serunya sambil kembali mengacak rambut. “Aku benar- benar bingung. Hubungan kita, keputusan kita, semuanya itu sangat salah. Aku tak tahu harus seperti apa. Tapi semakin aku melangkah meninggalkanmu, hatiku semakin terluka. Aku semakin tak bisa melupakanmu. Dua tahun tak bertemu juga tak membuatku benar- benar melepaskanmu.”

Donghae menatapku kesal. “Aku tahu ini semua kedengaran egois dan seperti sebuah penyangkalan! Tapi itu serius!” Ujarnya benar- benar frustasi sambil menghentakkan kakinya.

Aku diam saja menatapnya seperti itu.

“Dua tahun ini benar- benar sia- sia. Saat aku kembali bertemu denganmu… Semua seakan tak berarti.” Bisiknya lagi.

Perlahan aku beringsut mendekatinya dan merangkul bahu Donghae. “Arraseo, Hae. Akupun tahu bagaimana kegelisahan yang kau rasakan. Karena cinta kita, aku juga sama frustasinya denganmu. Tapi karena cinta ini aku juga bertahan. Sampai saat ini… Aku masih sangat mencintaimu.” Balasaku sambil menenggelamkan wajahku di bahunya.

Aku bisa mendengar nafas Donghae dengan sangat jelas. “Hyukkie…”

“Hmm?” Balasku masih dengan posisi yang sama.

“Kau mau kita kembali seperti dulu?”

Aku langsung mengangkat wajahku tak percaya.  “Jangan bodoh! Kau milik Sooyeon sekarang! Kau tak bisa memutuskannya seperti kau mencampakkanku dulu.”

Mendengarku, Donghae langsung mengambil ponselnya. “Dulu aku bisa mencampakkanmu dengan mudah hanya karena dia. Kau kira aku tak bisa memutuskan hubunganku dengannya  dengan mudah?”

“Hae!!” Aku berusaha meraih ponselnya tapi Donghae sudah berdiri sambil menempelkan ponsel itu ditelinganya. “Hae kau akan menyakitinya!”

“Sooyeonnie~”

DEGH! Aku mematung.

“Nae.. Nae.. Aku tak berniat membahas pertengkaran kita waktu itu.” Namja itu diam beberapa saat sambil menatap lurus ke sungai. “Tunggu, dengarkan aku dulu.” Dia melirik kearahku. “Nae, aku hanya ingin mengatakannya.”

Apa sih yang mereka bicarakan?

“Nae…” Donghae mengangguk lagi. “Oke, sekarang diam dulu.” Namja itu menarik nafas panjang dan menatapku  sambil tersenyum. “Sooyeon, mari kita akhiri hubungan ini.”

Dia mengatakannya!

“Aku tak bisa berubah. Seperti yang kau tahu dulu, aku bukan namja yang bisa mencintai seorang yeojya. Hanya ada satu orang yang bisa kucintai dan itu adalah seorang namja. Berulang kali kita bertengkar karena masalah ini, kan? Jadi kurasa semuanya sudah cukup. Aku tak bisa melukaimu dengan cara seperti ini. Aku benar- benar tak bisa membalas perasaanmu itu. Aku tak sanggup…”

Mataku mulai berkaca- kaca mendengar semua pengakuan Donghae. Kubekap mulutku sambil menahan isakanku dan air mataku mulai mengalir.

“Jeongmal mianhae.” Donghae berbisik penuh penyesalan. “Aku benar- benar tak berani lagi membohongi hatiku juga hatimu. Aku terlalu takut mengakuinya sehingga aku jadi bersikap sangat egois dengan melukai hatimu dan hati Hyukjae.” Donghae menatap kearahku. “Nae, dia ada bersamaku. Kau mau bicara?”

Dia mau bicara?

Donghae menyodorkan ponselnya kearahku dan dengan takut aku meraihnya. “Yeoboseyo…”

Hyukjae-sshi?” Suara Sooyeon.

“Nae?”

Konyol sekali sih masalah ini. Aku benar- benar terlihat sebagai yeojya jahat.” Suaranya terdengar parau dan terisak.

“Mianhae~”

Kenapa meminta maaf? Tak ada satupun yang salah diantara kita. Aku hanya kesal dengan Donghae yang tak bisa jujur sejak lama. Mulai sekarang, kukembalikan namja itu kepadamu. Jaga dia sebaik mungkin. Dan sampaikan padanya, jangan hubungi aku dulu. Aku harus membenahi hatiku. Sampai jumpa.

TUUT~ Sooyeon langsung mematikan sambungan kami.

Kutatap Donghae datar.

“Dia bilang apa?”

“Kau jangan hubungi dia dulu. Dia harus membenahi hatinya.” Jawabku sambil menyodorkan kembali ponselnya.

Donghae mengambilnya sambil menatap ke arah sungai. Tapi dia tak menarik ponselnya dari tanganku. Dia juga memegangi tanganku sambil menerawang jauh.

“Hae?”

“Apa ini saatnya?” Tanyanya datar. Perlahan dia menatapku. “Apa ini saatnya aku bisa mencintaimu lagi, Hyukkie?”

Air mataku menetes lagi. “Katakanlah…” Perintahku pelan.

Donghae tersenyum. “Bolehkah aku kembali kepadamu?”

Saat itu hatiku langsung diliputi perasaan aneh. Antara lega, bahagia dan perasaan yang benar- benar membuat jantungku berdebar keras. Aku langsung berjalan mendekatinya dan memeluk Donghae erat. “Nae. Kau memang harus kembali kepadaku.”

Penantianku terbayarkan.. Kau kembali kepadaku, Hae.

Donghae memelukku erat. “Gomawo, Hyukkie. Aku tak akan melakukan hal bodoh lagi. Jeongmal saranghae~” Ucapnya sambil mencium puncak kepalaku.

Aku hanya mengangguk dalam pelukannya.

Asalkan kau kembali kepadaku, aku bisa melanjutkan semuanya. Sekarang semuanya akan kita mulai dari awal lagi. Bersama dengan namja yang kucintai. Mulai sekarang kami akan melewati semua masalah bersama- sama. Saranghae…

.

~Fin~

29 thoughts on “Come Back To Me

  1. HAE-ya!! Pabo!! >0<
    *gemes stengah mati ama eunhae*

    thena-chan tega ih… T.T
    suami aku dibikin menderita selama 2tahun… Tp gpp,ujung2nya bahagia ma abang ikan… Kkk~

    nice story thena~chan😄

  2. Ya ampun Sweet abis…
    awalny gedeg bgt pengen ngejedotin palany donghae k tembok…
    Tp ga apalah toh Happy Ending…

    Author t’cinta Req KyuMin dnk, kangen nih pngen bca KyuMin yg kayak gni… Bikinin ya *puppy eyes* hehehe…

    Fighting ^^”

  3. Kyaaa. . .
    S0 sweet. . .
    I2, i2 knpa bgian NCx d’skip? #k’thuanOtkYadong!
    Hehe. . .

    Akhirx HaeHyuk comeback. . . #backsound:Infinite!

    Hyuk sbar bget. . .
    Jdi trhru. . .
    Hae emang bab0! #d’tndang Hae.

  4. Hae GEBLEK …. GEBLEK … #bhasa apa ini?

    paboya,, hiks,, hyuk mending kmu ma ak,, #dlirik koko han..
    tinggalin hae,, kamu ma aku aj,, ntar kita nonton bola bareng,, dripada nonton ikan,, ;P

    yah sud,, akhirnya heppi ending,, knapa hanchul sad ending #hanchul shipper ngamuk..

    it knpa nc-annya g diceritain wkwkwkwk…
    reQ slalu hanchul, rate ygbiasa saya request,, xD

    eonnie,, daebak.. ^^
    hwaiting..

  5. Kyaaaaaa……….
    Daebag Eunnie. ^^

    Eunnie suka banget pasangin Teuki Oppa ma Yesung yah, mereka paling cocok klo mengurus dongsaengx.
    Tapi pairing’a tetep YeWook n KangTeuk lah…… ^^!

    Napa NC-nya d potong? *Ketahuan Yadong”

    Eunnie tap semangat dengan cerita2 baru….
    Hwaiting……

    ^ o ^

  6. Awal2 bca fict ini sumpah y pengen bgt bakar donghe brni2nya drimu nyakitin unyuk huffttt tp ps mw diending kok jdi so sweeeeetttt ah thena chan emang ahli deh bkin emosi dii naik turun kekekekeke

  7. Fyuh, untng mood n konsen ku blk ..
    Awal’a aku baca dlm keadaan bad mood loh eon ..
    Pas, di hae ma hyuk mnum cola, br aku msuk k’duniaku sndiri .. D’awal kesan’a hae ntu brengsek deh, tp pas dah tau prasaan’a, aku rasa impas sm hyuk … Hahaha

    lnjut eon !

  8. Pertama2 gw pengen ngebejek si ikan teri itu. Tahu sih kalau dia juga terluka, tapi tetep aja bawaannya pengen nonjokin.

    Hyukie… kasian amat sih, sesek nih. Beneran nangis waktu Hae bilang kalau ‘itu’ hanya kecelakaan dan suruh Hyukie ngelupain. Kesel abis!

    Seperti biasa, Leeteuk jadi leader yang baik n bertugas jadi cupid. Yesung juga ambil peran di sini hehehehe…

    Hepi endingnya penuh pahit n manis.

    Ps: Kapan nih KangTeuk??? Rindu nih pengen baca yaoi nya mereka!

    Salam,

    Elle

  9. oke kaliiiii~ !!
    siip pokokny ni ff eonnie

    Pair haehyuk itu psti critany asam manis. Bkin greget tpi bner2 wah😀

    Aku suka tulisan2 eonnie🙂

    Ne, keep writing eonnie !!
    Hwaiting buat ff2 lainny ^-^

  10. Hae bodoh!
    Berani banget kau nyakitin Hyukkie?
    #bacok Hae

    Hyukkie, diperkosa*?* Hae sakit ga?
    wkwk

    Ah~ jadi cuma hubungan HaeHyuk doang nih yg terlarang?
    Ecung n Wookie normal?
    Hiks… harusnya gay semua!
    #taboked

  11. so sweeetttt…
    tpi msa’ hanya Eunhae dong yg gay??

    umin, kyu wookie yessung n teukie jga da storyx dong Eonn…………………………

  12. Ceritanya bagus chagi…….umma suka bgt!
    manis….
    tapi, kasihan bgt Hyukkie-nya, disakitin terus sama Hae…..
    ckckck….
    .
    .
    umma kesel pas bagian mereka nc-an eeehh….malah dibilang kecelakaan??!!
    Pabboya Donghae……*digeplakunyuk*

    but, umma suka. happy end. hehehe…
    mian y umma baru baca, abisnya umma sibuk…
    saranghae chagi……hwaiting! next EunHae ditunggu…… <3<3

  13. donghae emg cma pnyakny unyuk deh,,,,
    haha😄
    tp ak lbih ska sma crita yg kmren unn,,
    yg time capsule,,,
    tp yg ini ttep buagus kok unn,,,
    unni daebak deh pkokny😀

    yewook.ny ak tnggu y unn,, *plakplakplak *reader gtau dri
    ==’

  14. Hae BABBOOOOOOOO~~~~~~~~~~
    Dasar ikan teri sialan, seenaknya aja nyakitin hyukie!!!!!!!!!!!!
    your ff always the best^^

    ditunggu updatenya ya thena semoga yg selanjutnya kyumin (ngarep^^) siapa tahu dibikinin.

    “keep writing couse im waiting”

  15. daebak chingu
    aku wordless?????? (halah apa coba????)
    entah kenapa,aku dpt feelnya kalo hyukienya jadi cewe…
    pokona mah,daebak….daebak….daebak
    aku tunggu karyamu yg lain….ehehehe…

  16. waahhhh, unni parah nehhh..
    untung ak nggak jdi bakar Haeppa gara2 dia kejam sama Hyukkpa.
    untung’a happy end. coba nggak, udah aku cincang jdiin perkedel deh tuh Haeppa.
    .
    2 ff HaeHyuk. berarti ak tinggal baca SOS.
    .
    annyeong!!

    Sign.
    LY

  17. . huweee onnie, air mataku hampir keluar.. tapi aku tahan karna ada ommaku :’D
    feel nya dapet banget onn! bikin ff sequel yang ceritanya kaya gini dong onn~
    daebakk ceritanyaa :DD

  18. Jiaaah… Abang Ikan sekseh, babo banget sih lo jadi orang? *geplaked* Udah tau kalian berdua sama2 sakit, kenapa juga musti nahan2 sampe selama itu? Dua taun gila! Well, tapi endingnya manis kok. Mereka akhirnya tetep sama2 juga, sampe jadi sepasang kakek-kakek kan? *pasti keren kalo ini beneran nyehehehe*
    I mean, ada dua cowok yang ‘hidup berdua’ sampe jadi kakek2 gitu. muahahaha~~~
    Eh, btw btw nih yang yaoi cuma EunHae doang? Yewook? Kyumin? :O

  19. huee kasian hyukie. .anggap kecelakaan. .hikss. .
    cerritanya bikin geregetan. .ribet ya cinta sesama *plak. .hehehe
    tapi suka m endingnya. .^ ^
    ff haehyukny tambah lagi dong.heheh

  20. Ini ff udah aku baca berapa kali tapi ga pernah bosen! Daebak eonni! Bikin lagi yang kayak gini tapi yewook couple.
    Eon jangan hiatus lama-lama doong. Bogoshipeooo.
    Hehe😄

  21. thena ini FF mu yang paling nyess dihatiku *plakk*
    ini nyata banget aku feel-nya dapet banget .. DAEBAK😄
    keep wraiting ^^

  22. Woaaah hyuk kasian u,u /peyuk hyuk umma
    kaget nabe pas udah nc-an eh hae blg itu kecelakaan ke hyuk hwaa sakit u,u /guling2 /slap
    keep writing kak!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s