Time Capsule

Time Capsule

Pair :: HaeHyuk // Gender switch

Rated :: K

Genre :: Humor/Romance

.

“Apa keinginanmu yang kau kubur?” Seorang bocah namja berjongkok disisi teman yeojya-nya yang tengah menguruk kaleng dengan tanah. “Apa kau bilang kau ingin memakan semua strawberry di dunia?” Namja kecil itu terkekeh meledek.

Yeojya dihadapannya langsung cemberut. “Hae, berisik! Kata sonsaengnim, kita tak boleh memberitahukan ke orang. Nanti harapan kita tak terkabul.”

Namja yang dipanggil Hae itu tertawa. “Ah, kau kenapa percaya sepenuhnya? Kali saja sonsaengmin bohong.”

“Lee Donghae!!” Yeojya manis itu berdiri.

“Apa, Lee Hyukjae?”

“Harapanmu pasti konyol.” Yeojya imut itu langsung mehrong menatap namja kecil yang gantian cemberut dihadapannya. Dengan langkah kecilnya dia berlari menghampiri sonsaengnim-nya yang tengah memberi pengarahan ke murid yang lain.

Namja bernama Lee Donghae itu memandangi sisa galian Hyukjae dalam diam. “Harapanku konyol?”

.

.

“Lee Donghae! Awas!”

Donghae mengalihkan pandangannya dan saat itu juga dia terperangah melihat lap kotor menuju kearahnya.

PLOK! Lap kotor itu mendarat tepat diwajah tampannya.

“Ya! Hae!” Seorang yeojya manis langsung menghampiri Donghae dengan wajah penuh salah. Diambilnya lap yang berpindah di tangan Donghae. “E-e-mi-mian!” Yeojya itu langsung mengatupkan kedua tangannya dan menunduk.

“Lee Hyukjae~” Donghae menggeram kesal.

“Aku sudah minta maaf, Hae!” Ujar Hyukjae lagi sambil menarik lap ditangan Donghae.

“Kau minta kucium, eh?!” Dengan perasaan kesal, Donghae menarik tangan Hyukjae dan tatapan kedua anak itu saling bertaut. Yang satu melempar death glare, yang satu menatap shock dengan mata melotot.

SET! Dengan cepat Donghae melepaskan tangan Hyukjae dan duduk di kursinya.

Namja tampan itu kembali menatap yeojya yang masih mematung. “Kalau kau benar- benar cari masalah terhadapku, aku tak akan pernah mau memaafkanmu lagi. Arra?” Tantangnya dengan ketus dan mengusap wajahnya dengan punggung tangannya.

Hyukjae terkekeh pelan sambil berlari menghampiri teman- temannya.

“Ya, Hyukkie. Sehabis minta maaf kenapa tertawa?” Tegur Kibum, yeojya manis sahabat Hyukjae sambil geleng- geleng dan melanjutkan menyapu kelasnya.

Hyukjae tak memperdulikan ucapan Kibum. Mata sipitnya melirik menatap Donghae yang kelihatan tengah menggerutu sambil bicara dengan teman- teman di kelasnya.

Donghae sendiri sesekali melirik ke arah Hyukjae dan tersenyum kecil menatap yeojya hyper aktif yang sudah sekelas dengannya sejak kelas enam SD dulu. Hingga sekarang, saat mereka kelas 2 SMA, mereka selalu satu kelas.

Tapi hubungan keduanya agak aneh. Terkadang saling mengisi, terkadang saling menghindari.

Nae, sesungguhnya… Hati mereka saling mencintai.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Donghae pov~

“Heya, kau kenal Lee Hyukjae dari kelas 2-A?”

DEGH! Aku melirik kearah dua namja yang tengah buang air di belakangku. Aku kembali menatap wajahku di cermin.

Kenapa mereka membicarakan Hyukkie?

“Wae? Kau naksir dia?” Tanya namja satunya.

Namja disebelahnya tertawa. “Mana mungkin! Dia itu yeojya hyper aktif yang pernah aku lihat selama aku hidup. Kudengar dia sudah pernah membuat seorang sunbae kalah telak dengan kelakukannya.”

“Kalah telak bagaimana?”

Aku berdiri tegap memandangi namja- namja yang kini mencuci tangan mereka.

“Ada sunbae yang naksir dia dan menyatakan cintanya, tapi dia menolaknya dengan mentah- mentah. Ah, pokoknya dia membuat sunbae itu kalah telak dengan semua kelakuan memalukannya.”

Menyebalkan! Kalian tak kenal Hyukkie tahu!

“Aku rasa tak akan ada yang mau jadi pacar yeojya model begitu. Haha…”

“Kau benar!”

Kedua namja itu tertawa lepas begitu saja, membuatku semakin muak. Dengan satu gerakan, aku menendang namja yang tertawa paling keras begitu saja.

“Ya, kau! Apa masalahmu?!” Dia menatapku marah.

Aku balas mengirimnya death glare. Begitu melihat wajahku, kedua namja itu langsung diam tak berniat melanjutkan ucapannya. Kuputuskan keluar dari kamar mandi tanpa bicara apapun lagi. Ya, memang mereka tak akan berani kepadaku.

Aku adalah Lee Donghae, adik kesayangan hyungku yang berwajah manis dan super aegyeo, Lee Sungmin, yang menjabat sebagai tim klub judo. Jika ada yang macam- macam, maka hyung-ku itu yang akan membalaskannya untukku.

“Tampangmu masam sekali, Hae.” Sungmin hyung menghampiriku ketika aku keluar dari kamar mandi. “Waeyo?”

“Di toilet, ada dua namja yang membuatku kesal.” Balasku enggan.

“Mereka mengganggumu?”

Aku menggeleng. “Dia menjelek- jelekkan Hyukjae.” Aku berdesis menahan amarahku.

Mendengar jawabanku Sungmin hyung langsung menepuk bahuku dan tertawa. “Aigoo.. Aku kira ada apa. Kau benar- benar akan marah kalau ada yang membicarakan yeojya itu, nae? Kau serius menyukainya?”

“Tentu saja!”

“Haeeee!!”

Aku menoleh saat suara cempreng itu memanggil namaku. Dari ujung lorong, kulihat Hyukjae berlari menghampiriku dan Sungmin hyung dengan senyum sumringah di wajahnya. Kenapa dia? Tumben.

“Ah, annyeong Sungmin oppa!” Sapanya riang.

“Nae, Hyukkie. Oke, aku ke kelas dulu.” Sungmin hyung menepuk bahuku dan berjalan meninggalkanku dan Hyukjae.

Kutatap yeojya itu. “Wae?” Tanyaku malas.

“Kau tahu? Tadi baru saja aku mendapat e-mail dari Park sonsaengnim, guru kita saat kelas enam SD. Dia bilang sudah saatnya kita sekelas membongkar time capsule yang kita kubur dulu!” Hyukjae tersenyum lebar dengan kedua bola matanya yang bersinar.

Time capsule…

Ah, nae! Dulu, saat kami kelas enam SD, kami sekelas mengubur time capsule di halaman sekolah. Saat itu sonsaengnim bilang kita boleh membukanya lima tahun yang akan datang.

Lima tahun sudah berlalu.

“Aku tak sabar ingin membuka time capsule-ku. Baiklah, aku mau kasih tahu teman SD kita yang lain. Bye, Hae.” Yeojya itu dengan penuh semangat berlari meninggalkanku yang masih mematung.

Time capsule-nya…?

Time capsule-ku…?

Heya, Hyukjae. Kau itu memang terlalu polos.

0o0o0o0o0o0o0o0

Time capsule. Tentu semua orang tahu apa itu.

Sebuah kuburan harapan yang harus kita buka saat kita dewasa suatu saat nanti. Lima tahun berlalu sejak hari dimana kami menanam time capsule, dan tak kusangka kini aku sudah dewasa. Apa harapan itu benar terkabul?

Sebenarnya, lima tahun yang lalu aku sudah melakukan sebuah kejahatan terhadap Hyukjae. Kejahatan yang mungkin tak termaafkan. Kalau dia membuka time capsule-nya nanti, pasti dia akan kaget.

Tapi apa boleh buat?

Aku terlanjur melakukannya.

“Kau ini, kenapa suka sekali melamun, sih?” Sungmin hyung duduk di sofa disisiku sambil sibuk dengan ponsel merah mudanya. “Apa yang mengganggumu sebenarnya? Pasti ada yang kau pikirkan.”

“Hanya masalah kejahatan, hyung.” Jawabku pelan.

Dan tentunya Sungmin hyung tak akan memahaminya. Dia menatapku kebingungan. “Maksudnya, Hae?”

“Aishh… Hyung tak akan paham.” Aku langsung berdiri. “Aku tidur duluan. Malam, hyung.” Ujarku sambil berjalan meninggalkan Sungmin hyung.

Apa yang harus kulakukan?

~Donghae pov end~

.

~Hyukjae pov~

Satu minggu lagi. Aku akan membuka time capsule yang aku kubur lima tahun yang lalu. Ini akan menjadi hari bersejarah. Karena apa? Karena aku tahu harapanku terkabul.

Harapan yang dulu kutulis di time capsule-ku…

Aku ingin selamanya bersama dengan Hae.

Sejak dulu, meski kadang kami berdebat tidak jelas atau apapun, tapi sebenarnya hubungan kami jauh lebih dekat dari siapapun. Donghae sangat memahami aku, dan aku sendiri tak perlu waktu lama untuk memahami kepribadian namja itu.

Saat itu, itu hanya harapan polos dari yeojya kecil berusia dua belas tahun.

Saat itu, aku masih belum menyukainya jauh seperti sekarang.

Saat itu, aku hanya tahu bahwa aku ingin terus bersama dengannya. Tanpa sadar kalau ternyata hal itu bisa diartikan sebagai suka.

Berbeda dengan sekarang, kalau sekarang dengan senang hati aku akan mengakuinya. Nae, aku menyukainya, aku mencintai namja yang selalu kutatap setiap hari di kelas. Namja yang kadang bicara dengan nada yang agak ketus, tapi kadang membuat wajahku tersipu malu hanya dengan ucapannya.

Lee Donghae…

Memang harapan itu masih belum terwujud, tapi setidaknya aku dan dia selalu satu sekolah dan kelas sejak dulu. Bukankah itu pertanda kalau suatu saat impian itu akan terwujud?

~Bwara mr. simple simple geudero geudero gedeneun mojyeo~

Ponselku berdering pelan.

Aku langsung meraihnya dan kulihat nama Lee Donghae yang muncul.

“Yeoboseyo.” Jawabku cepat.

Hyukkie, kau sudah tidur?

“Belum. Wae?” Tak biasanya dia meneleponku semalam ini.

Apa kita bisa bertemu?

“Sekarang?” Aku mengerutkan kening sambil melirik ke arah jam di dinding kamarku. Sudah jam delapan malam, sesungguhnya aku tak yakin akan mendapat izin keluar dari rumah. “Sudah malam sekali.”

Kudengar namja itu menghela nafas berat.

“Ada masalah, ya?” Tanyaku. “Waeyo?”

Aniyo. Ya, sudah kalau kau tidak bisa. Annyeong. Sampai jumpa besok.

CTEK! Begitu saja, namja itu mematikan sambungan teleponnya denganku. Ada apa dengannya sih? Aneh sekali.

Apa sesuatu terjadi? Ah, kuharap dia baik- baik saja.

~Hyukjae pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

“Sebenarnya time capsule yang kita kubur dulu itu berfungsi atau tidak sih?” Kibum memainkan ponselnya sambil sibuk sendirian meski dia berbicara dengan Hyukjae yang sejak tadi memandangi Donghae.

Hyukjae melirik Kibum sekilas. “Molla. Waeyo?” Dia kembali menatap lurus kearah Donghae.

Kibum memutuskan untuk menatap sahabatnya itu. “Kau tahu harapanku? Aku berharap agar bisa bertemu dengan namja yang kusukai. Tapi sampai sekarang aku tak pernah menemukan namja itu. Kurasa harapanku terlalu berat. Kudengar yang namanya harapan itu akan mengorbankan sesuatu yang setimpal agar harapan itu terkabul.”

Mendengar kalimat terakhir Kibum, Hyukjae menatapnya sambil mengerutkan kening. “Maksudmu, Kibummie?”

Kibum mengangguk. “Di dunia ini tak ada yang benar- benar akan berjalan sesuai harapan. Sekalipun kita bisa mendapatkan apa yang kita harapkan, kudengar kita juga harus membayar dengan sesuatu yang setimpal. Itu hukum alam.” Jelasnya sambil memainkan gantungan ponselnya santai.

“Jadi… Kau tak percaya kalau harapanmu bisa terkabul?”

Kibum mengangkat bahu. “Tidak juga. Aku sih percaya- percaya saja. Kau sendiri, apa harapanmu terkabul?”

Arah pandang Hyukjae kembali menoleh menatap Donghae. “Molla.” Jawabnya.

Seakan merasa diperhatikan, Donghae menoleh kearah Hyukjae dan membuat tatapan keduanya kembali bertemu. Hyukjae kembali mehrong menatap namja manis itu, dan dengan alis tertaut, Donghae hanya menggaruk kepalanya keheranan.

“Sepertinya kau berharap bisa bersama dengan Donghae, nae?” Tebak Kibum sambil menyenggol lengan Hyukjae jahil. “Benar, kan?”

Hyukjae tertawa kecil sambil mehrong kearah Kibum. “Mana aku tahu. Kita kan tidak boleh menyebarkan harapan kita. Kalau dikasih tahu orang, maka harapanmu tak akan terwujud, loh.” Godanya sambil terkekeh pelan.

Kibum agak cemberut mendengarnya. Tadi kan dia sudah membocorkan rahasianya ke Hyukjae. “Hyukkie, curang!” Serunya gusar. “Eh, tapi Hyukkie…” Yeojya manis itu memukul- mukul pensilnya pelan. “Apa kau tahu apa harapan yang Donghae tulis?”

Hyukjae diam.

Yeojya itu kembali menatap Donghae sambil menggeleng. “Mungkin…. Dia menulis ingin bisa jadi namja yang keren.” Senyum kecil terulas diwajahnya sambil menoleh kearah Kibum. “Yang pastinya, aku mau harapannya terkabul.”

“Kau… Serius menyukai dia?”

Hyukjae mengangguk. “Kalau aku tak pernah serius menyukainya, aku tak akan seperti sekarang.” Gumamnya. “Sampai sekarang sih aku tak bisa menatap namja lain selain dia. Tak perduli seperti apa perasaannya terhadapku. Aku selalu memikirkannya.”

“Kurasa dia juga sama.” Kibum tersenyum menatap sahabatnya. “Kenapa kau tak menyatakannya saja?”

Sontak senyum di wajah Hyukjae pudar. “Kibummie, aku kan yeojya.”

“Eeh? Wae? Memangnya yeojya tak boleh menyatakan perasaannya?”

Hyukjae memilih menunduk. “Aku ini yeojya. Kalau ternyata dia tak punya perasaan apapun terhadapku dan menolakku, itu akan menjadi hal paling memalukan. Bagaimanapun aku pasti akan jadi canggung dan aku takutnya justru berbalik kecewa dan membencinya. Yeojya kan jauh lebih sensitive dari namja.”

“Ah, kau benar.” Balas Kibum sambil memandang lurus ke papan tulis. “Wajarnya, sih… Kalau yeojya pasti akan sakit hati ditolak namja yang dicintainya. Jadi kau memilih menunggu? Kalau dia tak pernah mengatakannya?”

Hyukjae mengangkat bahu. “Mana kutahu.”

“Kalau dia tak mengatakannya, lebih baik kau cari saja namja lain.”

Hyukjae langsung menatap Kibum sebal. “Tidak mau!”

“Kalian membicarakanku, ya?”

DEGH! Sontak kedua yeojya itu menoleh keasal suara yang mengejutkan mereka. Si objek yang tadi dibicarakan dengan santainya menunduk sambil menumpukan kepalanya di atas meja tulis Hyukjae.

“Heya, namja ngapain ikutan?! Sana pergi! Hush~ Hush~”

“Ya! Aku ini bukan ayam!”

“Kau ikan. Puas?!” Hyukjae mengatur dadanya yang berdegup keras sambil melotot menatap Donghae. Dia berharap namja itu tak mendengar apa yang dibicarakannya dengan Kibum tadi. Akan sangat memalukan.

Donghae cemberut dan menatap Kibum. “Kibum, kau datang minggu depan?”

“Kemana?” Kibum balik bertanya.

“Itu… Membuka time capsule.”

“Aku akan ikut!” Hyukjae yang menjawab dengan semangat.

“Aku tak nanya kamu.” Donghae menatap Hyukjae masa bodoh sekilas dan kembali menatap Kibum. “Kau ikut tidak?”

Mendengar ucapan Donghae, Hyukjae langsung cemberut kesal. Sedangkan Kibum sudah terkekeh menahan tawanya yang nyaris pecah melihat kelakukan dua anak itu.

“Kibummie! Aku nanya, nih!” Sentak Donghae kesal. “Sudah, abaikan saja monyet betina yang suka mehrong- mehrong tak jelas ini. Aku lagi malas menanggapinya.” Menghina Hyukjae, seulas senyum terkembang di wajah manis Donghae.

Kibum langsung tertawa lebar mendengar ejekan itu.

BRAKK! Dengan emosi Hyukjae berdiri sambil memukul mejanya. Tentu saja kelakukannya membuat Donghae kaget dan telinganya terasa pekak. Dia kan bersandar di meja itu.

“Ya, Hyuk! Jangan begitu, dong!” Donghae berdiri sambil mengorek telinganya. “Aigooo.. Aku bisa tuli.”

“Masa bodoh. Siapa suruh mengejekku? Monyet betina pula? Aku bukan hewan, ikan teri kerempeng!”

Donghae mendelik menatap Hyukjae. “Omona? Aku ikan teri kerempeng? Bau amis, dong!” Namja itu tertawa lebar sambil menepuk- nepuk kepala Hyukjae.  “Nae.. Nae.. Hyukkie manis yang unyu- unyu. Mian, deh…” Ujarnya sambil tersenyum menggoda.

Hyukjae masih menatap Donghae marah.

“Kenapa lagi? Kan sudah aku puji. Masih kesal? Hyukkie minta kucium, eh?” Donghae langsung membuka kedua tangannya sambil mengambil ancang- ancang mau memeluk yeojya dihadapannya.

Hyukjae langsung melotot shock dan dengan cepatnya meninju wajah Donghae. Tapi tentu saja pukulannya tidak sakit. “Dasar arwana!” Emosi yeojya itu sudah naik ke ubun- ubun. Dengan langkah dihentakkan, Hyukjae berjalan menjauhi Donghae dan Kibum yang sudah tertawa geli sendirian.

Donghae ikut tertawa kecil memperhatikan Hyukjae yang keluar kelas.

“Heya, berhenti menggodanya seperti itu.” Kibum akhirnya berhenti tertawa dan menatap Donghae dengan senyum menggodanya. “Aku tahu kok kau yang sebenarnya juga suka sama Hyukjae.”

Donghae langsung menoleh menatap Kibum santai. “Sok tahu kamu.” Balasnya sambil terkekeh dan berjalan meninggalkan Kibum sendirian.

Senyum masih terulas di wajah Donghae. “Hyukjae manis kalau marah…” Bisiknya sendirian.

0o0o0o0o0o0o0o

~Donghae pov~

Kutatap sebuah surat di atas mejaku. Surat beramplop putih dengan hiasan bunga lili di pinggir amplopnya. Surat apaan, nih? Surat cinta? Masih jaman eh surat- suratan?

“Aigoo! Surat cinta!”

DEGH! Sontak aku meloncat kaget saat mendengar suara cempreng Hyukkie dibelakangku.

“Kau itu mengagetkan saja!” Omelku sambil hendak menarik surat itu.

Tapi dengan gesitnya, Hyukkie sudah menarik surat itu duluan dan membukanya dengan wajah polos tak berdosa. “Hmm… Ini memang surat cinta, Hae. Dari hoobae kelas 1-C.”

SRET! Aku merampas suratku dari Hyukkie.

“Ini milikku tahu! Kenapa kau yang buka?!”

“Habisnya kau hanya memandanginya seperti orang babbo. Baru pertama kali dapat surat cinta, ya? Dasar Hae norak.”

PLAK!! Aku langsung menggeplak kepala yeojya itu. Hyukkie langsung melotot kesal.

“Apa urusannya denganmu?” Balasku malas.

Yeojya itu mengerucutkan bibirnya sok imut. “Aku kan hanya berbagi kebahagiaan. Habisnya akhirnya ada juga yeojya yang suka sama Donghae. Aku kira kau akan sendirian seumur hidupmu!” Hyukkie langsung tertawa.

Dan itu membuatku kesal. Memang siapa yang membuatku jadi selalu menolak pernyataan cinta orang lain? Itu kan gara- gara dia!

“Kamu cemburu, ya?” Balasku menyelidik.

Sontak saja yeojya itu berhenti tertawa. “Cem- apa? Cemburu? Sama siapa? Sama kamu? Memangnya kenapa aku harus cemburu?” Dia menatapku gusar dan mundur selangkah. “Kau sendiri yang bilang tak ada urusannya denganku.”

“Kalau tidak cemburu ya diam saja. Memang tak ada urusannya dengan Hyukkie, kok.” Balasku sambil duduk. “Daripada kau urusi aku, urus saja dirimu sendiri. Kau tahu apa yang dikatakan banyak namja tentangmu? Kau itu yeojya hyper aktif yang merepotkan. Jangan- jangan kau yang akan sendirian seumur hidup. Kalau begitu terus tak akan ada namja yang mau denganmu.” Aku tersenyum mengejeknya.

Awalnya kukira Hyukkie akan membalas mengejekku atau marah. Tapi yeojya itu diam. Diam menatapku dengan sorot matanya yang aneh. Kelakukannya itu juga membuatku diam memandanginya. Apa kata- kataku tadi kelewatan?

“Oh, ya?” Dia bertanya datar.

“Apanya?” Jantungku kini berdegup kencang tak karuan.

“Tapi kalau aku, sih… Kalau namja yang kusuka tak merespon perasaanku, lebih baik aku sendirian selamanya saja.” Dengan langkah santai, yeojya itu berjalan meninggalkanku ke tempat duduknya.

Aish, Lee Donghae… Itu memang sebuah kesalahan!

Kata- kataku tadi pasti membuatnya terluka.

~Donghae pov end~

.

Hyukjae duduk diam tak bicara. Kibum hanya menatapnya prihatin.

“Hyukkie, gwaenchana?”

Yeojya itu mengangkat bahu dan menoleh kearah Kibum, tapi tak menatap mata yeojya itu. Mata Hyukjae sendiri mulai berkaca- kaca dan dia menggigit bibir bawahnya menahan kesal.

Kibum terdiam melihat Hyukjae.

“Dia itu bodoh atau apa, sih?”Bisik Hyukjae dengan suara gemetar menahan tangis.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Hyukjae pov~

Setelah kejadian tak terbayangkan hari itu, aku sama sekali tak berbicara dengannya. Dia juga kelihatan tak berminat memulai pembicaraan denganku. Jadi sepertinya dia memang tak terlalu perduli kalau ucapannya dulu membuatku sakit.

Sakit hati.

“Hyukkie!!” Kibum berlari kearahku. “Kyaa! Jaejoongie!” Yeojya itu berseru riang kearah seorang yeojya cantik yang berdiri tak jauh dari tempat kami berdiri. Yeojya yang dipanggilnya berlari menghampiri kami. “Aigoo… Kau kelihatan sangat cantik.”

“Kibummie dan Hyukkie juga tak berubah.” Ujar Jaejoong, teman kami waktu kelas 6 dulu.

Aku menatap ke sekolah lamaku. SoNyeo Junior School, SD tempatku belajar lima tahun yang lalu.

Nae, ini adalah hari dimana kami akan membuka time capsule kami.

“Eeh, Hyukjae!” Changmin berseru memanggilku.

“Hmm?”

“Mana Donghae? Apa dia tak ikut?”

Aku hanya mengangkat bahu dan kembali fokus dengan kedua temanku yang mulai bergabung dengan teman- teman yang lain.

Donghae sepertinya tidak akan datang. Karena kami tak bicara sama sekali, jadi aku tak tahu. Tapi dia kan memang tidak terlalu perduli dengan time capsule ini. Jadi kupikir dia memang tak akan datang.

Kulihat seorang yeojya cantik menghampiri kami sambil menggandeng seorang anak kecil yang sangat manis.

“Aigoo! Itu anak Park Sonsaengnim?!” Jaejoong langsung menghampiri sonsaengnim. “Kyaa! Putramu lucu sekali, sonsaengnim.”

Guruku tersenyum lembut dan menunduk. “Ayo Kyuhyun, beri salam ke para noona dan hyung disini.” Ujarnya lembut.

Namja kecil itu tak mau menurut. Dia merapat semakin dekat ke Park sonsaengnim sambil cemberut.

Melihatnya aku tertawa kecil. “Lucu sekali.”

Park sonsaengnim tertawa kecil. “Sekarang nama keluargaku jadi Kim, Kim Jungsoo. Jadi jangan panggil Park sonsaengnim lagi.” Godanya. “Ah, apa semuanya sudah berkumpul? Lima tahun tak bertemu kalian benar- benar tak berubah.”

Kibum terkekeh. “Pastinya jadi cantik, sonsaengnim.” Godanya.

“Kau terlalu percaya diri!” Seru Changmin sambil tertawa.

“Sonsaengnim, apa bisa digali sekarang? Aku buru- buru karena sore nanti ada acara.” Jaejoong menyerukan pendapatnya.

Sonsaengnim langsung mengangguk. “Silahkan.”

Kami semua yang ada disini langsung berpencar mencari tempat mengubur time capsule masing- masing. Aku tak butuh waktu lama untuk mencari tempatku, karena aku menguburnya di dekat tembok sekolah. Didekat taman bunga dan juga disamping tempat Kibum.

“Yaah~ Kenapa tempat time capsule-ku ada batunya!” Gerutu Kibum sambil menggali batunya dengan gusar.

“Mau kubantu?”

Aku melirik ke arah seorang namja tampan yang berjongkok disamping Kibum. “Aigoo, Siwonnie! Kau tinggi sekali! Lima tahun tak bertemu kau jadi jauh lebih tampan, ketua kelas!” Seruku takjub.

Namja itu, Choi Siwon,  terkekeh sambil menggali batu yang menghalangi time capsule Kibum. Sedangkan Kibum hanya menunduk diam disisinya. Lucu sekali mereka berdua. Waktu SD dulu, Kibum kan pernah menolak Siwon.

Aku menggali tanah dan dengan mudahnya menemukan kaleng milikku. Dengan cepat aku menariknya keluar.

Harapanku… Harapan untuk selalu bersama dengan Donghae…

Entah akan benar- benar terwujud atau tidak.

Kubuka penutup kaleng dan mengambil kertas yang ada di dalamnya. Tapi aku langsung shock saat membaca kertas itu.

“Wae?” Kibum melirik kearah kertasku, tapi aku langsung mengelak. “Waeyo, Hyukkie?”

Aku berlari menghampiri Changmin dan para namja lainnya yang menanam time capsule mereka dibawah pohon. “Changminnie, dimana tempat Donghae mengubur time capsule-nya dulu?!”

Namja tinggi itu menatapku. “Wae? Donghae benar tak datang.”

“Dimana?!” Seruku kesal.

Dengan aneh Changmin menunjuk kesampingnya. “Dia mengubur tepat disamping time capsule-ku.”

Tanpa menunggu lagi aku langsung menggali lubang disana. Dan kutemukan kaleng milik Donghae. Tanpa menarik kaleng itu aku membuka penutupnya dan mengambil kertas harapan Donghae di dalamnya.

Ternyata benar! Kenapa dia melakukannya?!

~Hyukjae pov~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Donghae pov~

“Kau tidak ke SD?” Sungmin hyung masuk ke dalam kamarku.

Aku menggeleng. “Malas.” Jawabku sekenanya.

“Apa yang kau lakukan terhadap Hyukjae?”

Mendengar pertanyaan hyung, aku menatapnya cepat. Apa yang kulakukan terhadap Hyukkie? Kenapa dia bertanya begitu.

“Dia menangis, loh.”

Me-menangis?

“Maksud hyung?”

“Yeojya itu ada di depan rumah dengan nafas tersenggal- senggal. Matanya merah dan masih ada bekas air mata dipipinya.” Sungmin hyung menatapku datar. “Kau itu kan namja, Hae. Tidak baik membuat seorang yeojya menangis. Sana temui dia.”

Hyukkie menangis? Apa dia sudah melihatnya?!

Dengan sesegera mungkin aku berlari keluar kamar meninggalkan Sungmin hyung.

BRAK! Aku membuka pintu depan dan langsung mematung. Di balik pagar rumahku, Hyukjae tengah berdiri sambil menunduk terisak.

“Hyu-Hyukkie?” Aku melangkah mendekatinya.

Yeojya itu mengangkat wajahnya dan menatapku tak percaya.

Catch me! Dia sudah membukanya…

“Ka-kau… Yang melakukannya?” Tanyanya setengah terisak sambil menarik nafas dalam- dalam. “Kau yang menukarnya, Hae?”

Aku terdiam dan berjalan mendekatinya.

“Jawab aku! Kau yang menukar harapanku dengan harapan di dalam time capsule milikmu, kan?!” Hyukkie langsung mengangkat dua kertas ditangannya.

Tanpa mengambilnya, aku sudah tahu isinya. Satu kertas itu adalah harapan Hyukkie yang mengatakan kalau dia ingin selalu bersama denganku. Dan satu lagi adalah harapanku yang mengatakan… Kalau aku ingin selalu bersama dengan Hyukkie.

Itulah kejahatan yang kulakukan lima tahun yang lalu…

Flashback~

Aku menatap lubang yang masih baru itu. Disaat semua siswa sudah kembali ke kelas, dengan perasaan was- was aku menggali lagi lubang tempat time capsule milik Hyukjae.

“Harapanku konyol? Memang kenapa? Aku yakin harapannya jauh lebih konyol!” Bisikku gusar.

Aku membuka penutup kaleng dan mengambil kertas didalamnya.

Saat itu aku terdiam membaca harapan Hyukjae.

Aku terkekeh pelan. “Dasar Hyukkie pabbo. Padahal harapannya sama konyolnya dengan harapanku.”

Flashback end~

Aku mematung.

“Kau tahu, alasan kenapa kita selalu bersama satu sekolah sejak lulus SD?” Tanyaku sambil membuka pintu pagar rumahku dan menarik Hyukkie masuk lebih kedalam.

Yeojya itu menggeleng.

“Aku sengaja.”

Mendengar jawabanku, yeojya itu menatapku.

“Aku sengaja mengambil SMP dan SMA yang sama denganmu. Meski sulit agar kita bisa terus sekelas, tapi nyatanya sejak SD dulu kita selalu sekelas sampai sekarang. Dengan aku masuk ke sekolah yang sama denganmu, itu akan membuat harapanku dan harapanmu terkabul.” Jelasku perlahan.

Hyukkie masih diam. “Kau… Bohong?”

“Kau tahu kan? Untuk mengabulkan harapan, pasti ada sesuatu yang harus dibayar. Aku menjadi namja pabbo yang harus selalu mengikutimu kemanapun kau melangkah. Itulah harga yang kubayar karena aku ingin selalu bersamamu dan mewujudkan harapanmu.” Kali ini aku tersenyum. “Ironis, ya? Dulu kau meledek dengan bilang kalau harapanku itu pasti konyol. Padahal sesungguhnya, harapan kita itu sama. Dan itu artinya, kita sama- sama konyol.”

“Tunggu!” Hyukkie mengarahkan telapak tangannya di depan wajahku.

“Tunggu?”

“ Jadi… Kau sengaja menukar isi time capsule kita?” Tanyanya. Tangisnya sudah selesai.

Aku mengangguk. “Aku sengaja. Karena jika ternyata kita tak bisa bersamapun, suatu saat kalau kau membukanya dan tahu kalau isinya kutukar, itu akan menjadi pengikat. Dari sebuah tulisan, itu akan menjadi kenyataan. Aku sudah menunggu lima tahun, Hyukkie.”

“Menunggu?”

“Menunggu agar kau membaca harapanku itu. Menunggu agar aku bisa mengatakan… Jeongmal saranghaeyo, Lee Hyukjae.” Kutarik kedua tangannya dan langsung memeluk yeojya itu erat.

Hyukkie terdiam. Dia tak memberikan respon apapun.

“Maaf karena sangat lama aku mengatakannya. Tapi inilah yang kurasakan sejak dulu. Mungkin kadang aku suka meledekmu. Tapi percayalah, itu kulakukan hanya karena aku ingin melihat semua reaksimu. Aku suka ekspresi marahmu, senyummu, tawamu, tingkah hyper-mu. Jika tak ada namja yang mau denganmu, akulah satu- satunya namja yang akan menerima semua tingkahmu.” Kucium puncak kepalanya lembut.

“Ha-hae… Kau serius?” Dia menengadah menatapku.

Kuusap kedua pipinya sambil mengangguk dan tersenyum. “Itu isi hatiku. Terserah kau mau percaya atau tidak.”

Perlahan air matanya kembali menetes. “Pa-pabbo! Kenapa kau harus menunggu lima tahun?! Kau pikir aku tidak lelah menunggu? Aku juga menunggumu. Menunggu kau mengucapkannya! Kenapa kau harus menunggu sampai aku yang datang sambil membawa harapan konyolmu itu, sih?! Hae pabbo!!” Serunya kesal sambil memukul dadaku perlahan dan terisak.

Aku terkekeh. “Kenapa, ya? Mungkin karena aku juga ingin kau membayar harga yang sama. Menungguku mengungkapkan perasaanku kepadamu selama lima tahun, itu adalah harga yang setimpal untuk terkabulnya harapan itu, Hyukkie.”

Yeojya itu diam sambil tetap terisak.

“Lalu, apa kau tak berminat menjawab perasaanku?” Aku mengingatkannya.

Kini Hyukkie menengadah sambil tersenyum manis kepadaku. “Pabbo. Tanpa ku jawab kau juga sudah tahu jawabannya. Dari dulu sampai saat ini, bahkan seterusnya, harapanku tak akan berubah. Aku ingin selamanya bersama denganmu.” Hyukkie langsung memelukku erat. “Nado, Hae. Nado saranghae.” Bisiknya.

Kudekap tubuh Hyukkie lebih erat.

Time capsule-ku… Time capsule-nya…

Harapanku… Juga harapan Hyukkie…

Dan harga yang harus kami bayar agar harapan itu menjadi kenyataan… Kami semua telah melewatinya. Dan sekarang, tinggal membuat harapan itu akan terus menjadi kenyataan selamanya.

Selamanya kita akan bersama.. Itulah time capsule sesungguhnya yang terkubur di dalam hati kami berdua.

.

~Fin~

=====================================================

a/n ::

oke, chingudeul~ keputusan atas pertanyaan yg kmrin aq bkal ambil jalan tengahnya dr smua jwaban kalian yaa..

untuk ff one shoot kaya begini aq akan post setelah crta itu slesai, tapi kalo berchappie kaya SOS akan aq post mungkin satu minggu sekali..

biar readers ngg terlalu capek bcanya..

dan aq jga punya jeda panjang buiat nulis crtanya…😀

gomawo atas perhatiannya…..

😀

28 thoughts on “Time Capsule

  1. Nyehehe akhirnyaa eonnie buat haehyuk lagiii ^0^
    Dari kemaren kutungguin terus loh wkwk
    Ah aku jahat ya dari kemaren gak comment? Tapi aku tetep baca ceritacerita eonnie kok hehe
    Sebenernya aku mikirnya “Apa yg disebut perbuatan jahat cuma nuker time capsule doang?” Tapikayaknya ngeliat reaksi hyukkie yg kayak gitu, itu adalah masalah yg serius….
    Iih hyukkie pasti bayak yan mau kook, hae bandel ngatain hyukkie kayak gitu-,-
    Hehe berikutnya ditungguu

  2. Kyaaa! Lucu ..
    Aku suka romance haehyuk’a ..
    Tp tetep aja si hyuk wlau d’ubah jd cewe.. Sifat’a pasti lbh cocok tomboy n hyperaktif ..
    Hahaha xD

    owh, spertinya itu kputsan yg bagus eon …😉

    pokok’a aku kan slalu mnunggu ff eonni slnjtnya ..

    Hwaiting eon !!!😀

  3. uaaaaa…… so sweet bgt eoonn,,,,

    unyuk ma hae napa malu2 kyak gt sich,,,, ahahahaha…

    pdhal kan mreka udah suka dari dulu,,,,

    aish bkin gregetan deh,,,,

    uuaaa,,,

    ada sibum moment.a…

    hahahaha….

    walau dikit tpi tetep aku suuukaaaaaa… hhehehe

  4. Awawawaw. . .
    HaeHyuk r0mantis. . .
    Aq bcax smbil snyum”. . .
    ‘harapanx harapanq jga’ . . .
    Ska bget ma kta” i2. . .
    Jdi pgen bkin time capsule. . .
    Kwkwk

  5. Huwaaa~

    akhirnya HaeHyuk muncul juga (?)

    cie, si Hae critanya ngga terima tuh si Monyet tercinta diolok2, co Cweet~

    Hae dah tau perasaannya si Unyuk dari 5th yang lalu, tapi si Unyuk sama sekali ngga tau, ngga adil tuhh…! Harga yang mereka bayar tuh sama2 nunggu ya?

    Kibum nolak si Siwon, kyaa!! >_<, harapan Kibum ketemu ma namja yang dicintai, tuh udah di depan mata neng #Plaak.

    Tapi kok Sungmin jadi namja sihh, ya ngga jadi ma Kuyu dong😦, si Kyu jg masih bocah…

    Yahh, dari pada ngga sam pasangannya mending si Umin ma saya aja, saya rela #d kubur hidup2 ma Kyu#

    _Fye_

  6. ahahaha… harapan konyol tapi harapanku bahkan lebih konyol dari hyukjae ma donghae…

    enak mah harapannya mereka terkabul dalam waktu lima tahun, harapan ane kagak terkabul dah #poor me.

    aaa… pantesa sosnya kagak updet, ternyata begono ceritanya.

    semangatlah pon🙂

  7. Donghae bikin “kejahatan yang manis” ^^!!
    Fanfic2 kayak gni nih yg membangkitkan jiwa romantis…
    Kbayang 5thn deket tp ga pacaran…
    Pasti tersiksa tuh tp ggp lh t’rbayar krna Happy Ending… HaeHyuk JJANG..

  8. Nggak kalah ama fict yang lainnya, tetap keren chingu. Sesuatu yang dikubur HaeHyu sama2 konyol tapi punya ikatan yang kuat. Mereka saling suka malah nunggu selama 5 tahun, keburu diembat orang kali bu. Hae nya usil juga. Sembarangan nuker permohonannya Hyukkie, tapi karena itu justru bikin mereka mau mengakui perasaan masing2.

    Tapi, kenapa Sungmin jadi namja? Udah gitu Kyuhyun nya masih kecil lagi, ga mungkin bersama kan??? Huuuu…. sedih nih. Oh ya, masih ada typo tuh. Hehehe…

    Salam,

    Elle

  9. Baru baca ane dn baru komen… Spam’in ajj ini komen lgi #plakk
    sama-sama nunggu 5 taon tp akhirny kekabul. Klo saia nunggu segitu mnding nyari yg laen #eeaaa

    up to u dah… Saia ngikut ajj xD

  10. Anyooong……

    Hmmm…… HaeHyuk Cople lagi yah….!!!
    Romantis deh ceritanya.

    Aku salut ma Unnie yang punya banyak imajinasi tuk buat FF, aku mau loh seperti Unnie.
    Hehe….

    Gmana klo Kyu ma Ummin d ketemukan…..! *Garuk2kepala(Kyu kan masih kecil dlm cerita ini) *Pabo reader*

  11. Huwaaa…. My fave couple…. #tereak2
    Thena-unnie… Gomawo udah buat ff haehyuk., (genderswitch pula).
    Ceritanya ringan dan menghibur. Enak buat dibaca habis praktikum yg memusingkan…^^

  12. dri dlu emg pgen bgt pnya time capsule,,
    knapa critany sweet bgt sih eon,,
    klo kyk gni ak slalu bngung mau comment kyk gmna,,
    ff eon slalu bgus ^^

    gomawo eonni🙂

  13. kyaaaa ikan cucut *plakk*
    Haeppa ksiannn hyukppa.,😦
    msa’ msti nggu 5 th lamanya???

    hohoho da crta bwt Sibum gg Eonn??
    sayaang Kyu d sni kykx msih kecil yy??
    kyaaa psti unyu2 bgtzzz*hug kyu*

    HWAITIIG n lanjuut Eonn😀

  14. Permisi. .Hehehe. .Reader baru (?). .ya. .
    Suka ma ceritanya. .Harapan mereka. .Bikin iri. .Huhuhu. .
    Jadi tmbh sk ma haehyuk. .Senyum senyum bacanya. .Pnantian selama lima tahun bakhir indah. .Huwee mau donghae juga. .*plak. .Hehehe

  15. Omooo.. Fluff bangeeetttt, romancenya dapett bangeett..😄

    Ikan arwana sama monyet betina, anaknya jd apaan???? O,o
    Donghae-ah, 5 tahuntu gak sebentar tauukk, untungb ja Hyukkie gak ilang di culik orang, kkk~

    kayaknya thena gy demam fluff yakk??
    ur FF as always DAEBAKK!!! Taena jjang d(^___^)b

  16. eciecieee. . .
    So sweet bgt!
    Napa pula ampe nuker2 harapannya?
    Hmm . . ,
    harapan kalian berdua konyol!
    .
    Iiihh . . .
    Ada SiBum!
    Uuuhh . .
    Gimana tuh kelanjutannya? *toel2 Thena*

  17. aigoo~~ keren..aq jd ngiri sm mrka brdua =.=
    brrti dr dlu mreka emg udh 1 hati iia,bukti’y time capsul’y z sma..so sweet bgd😉
    owh iya,park se0nsaengnim itu leeteuk kn?aq jd snyam-snyum sndri paz ngbyangin dia ngegandeng kyuhyun yg msh balita..lucu😄

  18. saya mau komen~
    telat lagi y eon,, mian mian ~

    ah~ timecapsule y?? saya jg pengen bikin ma koko han,,

    ih hae, kurang kerjaan pke acara nunggu2an kkk~ xDD
    kan mending langsung tembak aj si hyuk biar mati #plak,, salah mksudnya biar jadiannya dari dulu,, ^^

    ok eon,, ak lupa ffnya eon yg blum ak baca apa aj.. kkk~ xDD

  19. Setelah menunggu selama berabad-abad… #okay, itu lebay..#
    akhirnya unni bikin HaeHyuk,…!!!!
    ak kangen ff unni yg bertajuk HaeHyuk. ZhouRy mulu.😛
    tapi ZhouRy gpp dehh..
    .
    kasian y Hyukkie, hrus nunggu sampe 5 thn. Kibummie juga.
    akhirnya harapan mereka terkabul. termasuk Hae..
    kesian Hae kalo nggak disebut.
    .
    pokok’a, ff unni DAEBAKKKKK…!!!
    lanjutkan karya-karyamu Unni..
    saranghae.. <3~

    Sign.
    LY

  20. HaeHyuk…..umma suka!
    ceritanya manis kya bang Unyuk….kkkkk….

    mian umma br komen, sebab umma emang br bc. #ya iyalah mbak!

    bikin eunhae lg dong chagi, tp yg BL…..kkkk……

    nae chagi, saranghae…..#hug thena#

  21. ommooo~ so sweet nyaaa :3
    pengen banget deh life story aku jadi kaya mereka
    pengen banget juga punya sahabat namja.. tapi ampe sekarang belom ada *curcol

    always.. aku suka banget ama semua ff onnie😀

  22. Hehehe, pas baca ff ini malah mendadak kangen sama koleksi komik2 jadulku. Banyak yang ngangkat tema soal Time Capsule juga sih, jadi pengen baca2 lagi deh.😄
    Nae Dongdongie kok rada2 nggak jelas gitu ya? Ngapain juga tuh isi Time Capsule dituker segala? (–___–!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s