Sakura

Sakura

.

Pair :: YeWook

Rated :: K

Genre :: Romance

.

Aku duduk. Aku hanya bisa duduk di dalam pesawat sambil menerawang jauh ke luar sana. Langit yang biru membentang luas, awan putih yang kelihatan lembut sekaan menyelimutiku. Aku ingin terbang rasanya kesana. Terbang dan tak akan pernah kembali lagi ke tempat itu.

Tempat yang menyisakkan kenangan pahit dalam hidupku.

TRRT~ Ponselku bergetar dan ada pesan dari Sungmin noona.

Jeongmal mianhaeyo, na dongsaeng.

Dia meminta maaf lagi? Ah… Ini sudah yang keberapa kalinya Sungmin noona meminta maaf kepadaku? Saking banyaknya, aku sampai tak dapat menghitungnya. Mungkin lebih dari seratus kali.

Dengan enggan aku langsung mematikan ponselku. Seharusnya aku tak boleh menyalakan ponsel, kan? Jadi aku harus mematikannya sebelum ketahuan pramugari.

Sungmin noona adalah kakak sepupuku dari appa. Sejak dulu aku dan dia sangat dekat, bahkan aku sudah menganggapnya sebagai noona-ku sendiri. Tapi belakangan ini semua bagaikan mimpi buruk yang tak pernah bisa kulewati.

Cho Kyuhyun, seorang namja yang usianya sama denganku, sahabatku, dengan santainya dia bilang padaku kalau dia menyukai Sungmin noona. Dan kacaunya, ternyata Sungmin noona yang juga mengenal Kyu bilang padaku kalau dia menyukai Kyu.

Mereka mengatakannya kepadaku tanpa tahu hatiku yang sesungguhnya.

Nae, akupun menyukai Sungmin noona!

Konyol memang. Kami berdua bersaudara, tapi hubungan yang terlalu dekat itu justru menumbuhkan perasaan cinta dalam dadaku. Tapi bagaimanapun caranya, aku harus mundur. Ah, aku memang sejak awal tidak boleh maju.

Kubiarkan Kyuhyun dan Sungmin noona akhirnya bersama. Dan membiarkan juga hatiku terluka. Kejadian itu sudah berlangsung selama setengah tahun, sampai akhirnya kejadian konyol itu terjadi.

Flashback~

“Kyuhyun tak mungkin menduakanku!” Kulihat Sungmin noona masuk ke kamarku sambil menghentakkan kakinya kesal.

Aku menatapnya heran. “Wae, noona?”

“Aku lagi- lagi dapat pesan aneh yang isinya Kyuhyun itu menduakanku. Kenapa sih anak itu sangat populer, menjalin hubungan dengannya saja membuatku kerepotan.”

Mendengar keluhannya, aku hanya bisa tersenyum kecil. Menahan rasa sakit di dadaku.

“Noona, benar- benar suka Kyu?” Tanyaku pelan.

Kudengar Sungmin noona tertawa. “Ya, Wookie! Tentu saja! Sebenarnya, hanya Kyuhyun yang benar- benar bisa membuatku berbeda. Padahal dia jauh lebih muda dari pada diriku, tapi menjalin cinta dengannya, benar- benar membuatku bahagia.”

Sesak! Nae, hatiku sesak sekali mendengar pengakuannya.

Kenapa Kyuhyun? Aku dan Kyuhyun sama, kan? Kenapa dia harus mencintai sahabatku?

“Padahal kau dan Kyuhyun seumur, ya? Tapi kau benar- benar seperti dongsaeng kecilku.”

BERHENTI MEMPERLAKUKANKU SEPERTI ITU!!

“Kuharap Wookie juga berhasil menemukan cinta yang indah.”

“SUDAH CUKUP!!” Untuk pertama kalinya, aku membentak Sungmin noona.

Yeojya cantik itu menatapku shock. “Wo-wookie?”

“Kenapa noona begitu? Berhenti menyebut dan membanggakan juga membandingkan Kyuhyun denganku! Apa kau tak tahu kalau aku sangat muak mendengarnya?!”

Sungmin noona menatapku heran. “Mi-mian. Aku hanya~”

“Aku yang lebih dulu mencintaimu, tapi kenapa kau memilih Kyuhyun?!” Kalimat berikutnya meluncur begitu saja dari mulutku. Detik itu juga aku langsung membungkam mulutku sendiri.

Sungmin noona menatapku tak percaya. “Wookie.. Kau apa?”

Sial!

“Kau… Suka padaku?Se-sejak lama kah?”

“Aish! Lupakan!” Seruku muak sambil mendorong Sungmin noona keluar dari dalam kamarku dan langsung kukunci pintunya rapat. Aku merosot dibalik pintu kamarku. Meratapi kebodohanku saat itu juga.

Kau memang kekanak- kanakkan, Kim Ryeowook!

TOK! TOK! Sungmin noona mengetuk pintu kamarku pelan.

“Wo-wookie… Jeongmal mianhae…”Bisiknya tak enak hati.

Sialan!!

Flashback end~

Kututup kepalaku dengan kedua tanganku. Karena kejadian itu, kuputuskan untuk menghilang sejenak dari hadapan Sungmin noona. Aku butuh refreshing untuk memperbaiki otakku. Aku harus menghilangkan bayangan Sungmin noona dari sekarang!

Aku harus bisa!!

Aku menghentakkan kakiku kuat- kuat.

“Mianhae~”

Eh? Aku menoleh kesampingku. Menatap pemuda berwajah manis yang duduk disisiku sambil tersenyum aneh.

“Kau… Menginjak kakiku.”

Aigoo!

“Mi-mian!” Aku langsung menarik kakiku yang tanpa kusadari tadi menginjak kaki namja itu. Memalukan sekali kau ini! Ck

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Jepang, musim gugur…

Kuputuskan untuk ke negeri Sakura ini untuk menjadi tempat pelarianku. Bagusnya, aku diizinkan kabur kesini oleh appa dan umma. Selama tiga hari aku akan menghabiskan waktuku di Jepang. Hanami dan melihat hanabi. Kurasa dengan liburan ini aku akan menjadi jauh lebih baik.

Aku langsung menyalakan kembali ponselku. Dan langsung masuk pesan dari Sungmin noona juga Kyuhyun.

Wookie! Kau ke Jepang?! Kenapa tak ajak aku?!

Dasar kau, Kyu… Kalau aku ajak kau, bisa kacau liburan ini.

Wookie, kau jaga dirimu disana, ya…

Nae, noona. Aku pasti tak akan kenapa- kenapa.

Buru- buru aku menghentikan taksi yang melintas di depanku. Ketika aku hendak membuka pintunya, seorang namja aneh ikutan membuka pintu yang satunya

Ehh?

“Ehh? Aku kira tak ada yang memanggilnya.” Ujarnya sambil menutup pintu taksi itu dan menggaruk belakang kepalanya.

Dia orang Korea…

“Aku duluan.” Ujarku masa bodoh sambil masuk ke dalam taksi. “Kashiwagi hotel desu.” Ujarku cepat tanpa memperdulikan namja yang masih berdiri di sisi taksi ini.

Tapi… Wajahnya familiar. Seperti pernah melihatnya. Ah, biarlah.

.

Sampai di hotel tanpa membuang waktu aku langsung memesan reservasi kamar untuk tiga hari di Tokyo. Karena barang bawaanku terbilang sangat pas- pasan, jadi aku tak perlu bantuan room boy.

Kamarku nomor 154.

“Ah!”

Eung?

“Aku tak sangka kita bertemu lagi disini.”

Aku menoleh dan melihat seorang namja berdiri di kamar disamping kamarku. Dia… Namja yang tadinya mau naik taksi yang sama denganku. Kami bertemu lagi di hotel dan dia di kamar sebelah? Ini konyol.

Namja itu berjalan mendekatiku. “Kita sama- sama orang Korea. Kata orang, kalau bertemu seseorang secara tak sengaja sampai tiga kali, itu artinya harus berkenalan.” Dia tersenyum aneh sambil mengulurkan tangannya. “Kim Jongwoon imnida. Dua puluh tahun.”

Jauh lebih tua dariku…

“Naega Kim Ryeowook imnida. Delapan belas tahun.” Aku menjabat tangannya. “Memang kita sudah bertemu tiga kali? Bukannya baru dua kali, ya?” Aku memiringkan kepalaku untuk menatapnya.

Namja itu tersenyum. “Kau lupa sudah menginjak kakiku di pesawat?”

MWO?!

“Kau yang duduk disebelahku?!”

Jongwoon hyung mengangguk. “Kau benar- benar tak ingat wajahku. Kasihan sekali diriku.” Gerutunya sendirian sambil cengengesan.

Aku tertawa tak enak hati. “Mian. Aku memang kurang mengingat wajah orang yang kutemui begitu saja. Pantas saja tadi di taksi aku merasa pernah melihat hyung. Ah, baiklah. Selamat berisitirahat. Aku masuk dulu.” Ujarku sambil masuk ke dalam kamarku dan hendak menutup pintunya.

Jongwoon hyung hanya berdiri masih dengan senyumnya. “Ryeowook-sshi, jangan panggil aku Jongwoon.”

“Eh?”

“Panggil saja aku Yesung.” Ucapnya cepat. “Selamat istirahat.” Jongwoon hyung langsung berjalan meninggalkan pintu kamarku. Dengan perasaan bingung aku menutup pintu kamarku.

Yesung hyung… Kami sama- sama orang Korea yang berlibur di Jepang.

Kurasa tak ada salahnya kalau berteman sedikit dengannya.

0o0o0o0o0o0o0o0

Esok harinya aku sudah siap untuk hanami.

Tak akan ada gunanya kalau ke Jepang saat musim gugur tapi kau melewatkan hanami disini. Melihat sakura yang berguguran, pasti akan sangat indah. Aku sangat suka bunga sakura, dan ini pertama kalinya aku akan melihatnya secara langsung.

Menurut orang hotel, tak jauh dari hotel ada tempat yang cukup bagus untuk hanami.

Dan ternyata memang sangat bagus.

Deretan pohon sakura yang cukup besar berderet dari satu ujung jalan. Tempat ini bagaikan taman sakura yang terindah. Warna merah muda berbaur dengan birunya langit dan semburat putih dari awan.

Neomu arumdapta…

“Sumimasen.”

Aishh.. Kenapa selalu ada yang menegurku, sih?

“Dare wo desuka?” Aku menoleh malas.

“Mau hanami bersamaku?” Dibelakangku, Yesung hyung berdiri sambil menenteng dua kantung makanan juga minuman dengan senyum manisnya. “Akan sangat membosankan kalau hanami sendirian, tak kusangka kita bertemu lagi disini.”

Aku serasa diikuti… Ckckck.

Yesung hyung langsung jalan duluan mendahuluiku dan dengan langkah cepat aku menyusulnya. Langkah kakinya jauh lebih lebar daripada aku, aku harus berlari kecil menyamakan langkahku dengannya.

“Bisa kan kau berjalan perlahan?!” Seruku kesal.

Yesung hyung menoleh. “Ah, aku terlalu cepat? Mian.” Dia langsung berjalan perlahan. “Tadi aku sudah meletakkan tikar di tempat yang bagus. Kalau tidak mencari tempat duluan, kau tak akan bisa melihat sakura.”

Yesung hyung berhenti di bagian yang tidak terlalu ramai. Hanya ada satu pohon sakura yang jaraknya agak jauh dibanding pohon sakura lainnya. Bunga itu berguguran di tiup angin. Yesung hyung langsung duduk di tikar yang tidak terlalu lebar sambil merenggangkan tubuhnya dan berbaring.

“Neomu neomu neomu arumdapta.” Ujarnya.

Aku duduk disampingnya dan menengadah. Merah muda… Warna milik Sungmin noona.

Aiish! Berhenti mengingatnya!

“Kalau begitu tak akan terlihat indahnya!”

SRET! Yesung hyung langsung menarikku berbaring disisinya.

Kini aku menatap sakura yang berada di atasku. Jauh lebih indah seperti ini…

“Bagus, kan?”

“Nae… Ini sangat indah, hyung.” Jawabku.

Kami berdua hanya terdiam beberapa saat. Menganggumi keindahan alam dihadapan kami saat itu.

“Kau tahu kenapa sakura berguguran?” Tanyanya perlahan.

“Agar pohonnya tidak membutuhkan banyak air menjelang musim panas nanti, kan?” Jawabku. Nae, itu ilmiahnya.

Yesung hyung tertawa. “Aniya. Tapi untuk kembali bersemi tahun depan.”

Aku menoleh menatap namja yang menatap lurus kedepan itu. “Kalau itu sih aku juga tahu.”

“Menurutmu, apa mereka sedih karena berguguran?” Dia kembali bertanya.

Kutatap lagi sakura dan mengambil satu kelopak bunga yang terjatuh didekatku. “Mana aku tahu.”

“Mereka bahagia.”

Bahagia…

“Dengan gugurnya mereka, mereka akan membuat hati orang lain tentram melihatnya. Dengan gugurnya mereka, itu artinya mereka memberikan kesempatan bagi kuncup sakura lainnya untuk mekar dan gugur di tahun berikutnya.”

Penjelasan apa itu…

Tapi mendengar penjelasannya, entah kenapa aku ikut tersenyum. Aku mengangkat tanganku keatas seakan ingin menggapai sakura- sakura itu. “Kalau begitu, akan sangat menyenangkan kalau aku menjadi sakura.”

“Wae?”

“Karena dengan gugurnya aku, aku akan memberikan kebahagiaan untuk orang lain.”

Tidak seperti saat ini, ketika hatiku gugur karena cinta yang tak tersampaikan. Aku malah membuat Sungmin noona merasa bersalah. Dan tanpa perasaan, aku malah kabur kesini, menghindarinya.

Sakura bahkan lebih baik dari pada aku.

SRET~ Tanganku bertaut dengan tangan Yesung hyung. Secara refleks kami berdua saling berpandangan.

Yesung hyung tersenyum lembut.

DEGH! Saat itu juga aku langsung memalingkan wajahku darinya.

Apa ini? Kenapa hatiku langsung berdegup kencang saat menatap wajahnya? Dasar aneh. Apa aku terpesona karena kata- katanya tadi? Ah, apapun jawabannya. Itu sangat aneh!

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Bawakan aku oleh- oleh! Aku mau mochi sakura!

Aku menggerutu pelan mendengar ucapan Kyuhyun. “Malas, ah. Daripada kubelikan mochi sakura, lebih baik aku membawa bunga sakura saja kesana.” Godaku sambil terkekeh meledeknya.

Kyuhyun mendengus. “Kau pelit sekali kepadaku? Sungmin noona kan sangat suka warna merah muda, kalau dibawakan sakura, dia pasti kegirangan. Boleh, tuh.

Sungmin noona lagi.

Eothokae?

“Akan kubawakan seplastik sakura untuknya.” Aku tertawa kecil. “Oke, Kyu. Mahal, nih. Aku sudahi saja, ya. Bye.” Aku langsung menutup flat ponselku dan melemparnya begitu saja ke tempat tidurku.

Mian, Kyu… Bahkan sampai sekarang kau tak tahu bagaimana hatiku.

Aku melangkahkan kakiku ke beranda kamarku. Menatap kota Tokyo yang tak terlalu beda dengan Seoul di malam hari. Lampu toko dan jalan berpadu dengan warna- warni lampu kendaraan. Aku jadi merindukan Seoul.

Hanya saja yang berbeda, di setiap pinggir jalan terlihat beberapa pohon sakura. Merah muda… Noona…

“Aish.. Disaat begini pasti aku ingat Sungmin noona! Ayolah, Wookie! Sungmin noona itu yeojya chingu sahabatmu sendiri! Kau tak boleh menyukainya lebih dari seorang kakak!” Aku mengacak- acak rambutku frustasi.

Patah hati itu menyebalkan.

“Kau mau lihat hanabi?”

Eh?

Aku langsung menoleh cepat. Dari sisi kananku, kulihat Yesung hyung juga berdiri di beranda kamar hotelnya. “Sejak kapan kau disitu, hyung?” Tanyaku horror. Apa dia dengar keluhanku tadi, ya?

“Hmm… Lebih lama dari kau. Yang pastinya aku sudah sejak tadi disini sebelum kau keluar.” Dia menatap lurus kedepan.

“Kau dengar?”

Yesung hyung tertawa. “Kau tak menjawab pertanyaanku? Kau mau lihat hanabi bersamaku besok?”

Dia sengaja mengalihkan pertanyaanku?

“Besok?” Aku menatap langit gelap. “Aku masih akan ada di Jepang sampai lusa. Niatnya aku akan melihat hanabi malam terakhirku disini.”

“Kalau aku, besok hari terakhirku. Lusa aku sudah mulai sibuk dengan kuliahku di Cheonan.” Balasnya. “Aku tak memaksa, kok. Itu kalau kau mau, Ryeowook-sshi. Hanya saja, daripada kau merenung dan menggerutu, akan lebih baik kalau lihat hanabi bersamaku.”

Jadi… Besok hari terakhir aku bisa bersama dengannya?

Aku menunduk sejenak. “Kurasa tak masalah.” Jawabku sambil memutar tubuhku. “Malam, hyung.”

“Malam, Ryeowook-sshi. Tidurlah yang nyenak dan bermimpi indah.”

Kalimat yang terlalu manis untuk diucapkan seorang namja terhadap namja lainnya.

Yesung hyung…

Sungmin noona…

Dua orang yang memiliki pribadi yang sama- sama hangat dan lembut. Yang berbeda, aku adalah namja dan Yesung hyung juga namja. Apa perasaan yang perlahan kurasakan ini boleh dilanjutkan?

TRRT~ Ponselku bergetar lagi.

Sungmin noona.

Wookie, mianhae. Sekembalinya kau dari Jepang. Mari kita sudahi kecanggungan ini. Aku benar- benar menyayangimu sebagai adikku. Jeongmal mianhae.

“Noona.. Berhentilah bersikap begitu. Ini hanya membuat hatiku semakin sakit.”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Aku berjalan melewati deretan pohon sakura lagi. Hanya saja hari ini aku hanya sendirian. Aku tak bersama Yesung hyung. Yah, nanti malam juga aku akan bertemu dengannya. Buat apa aku jalan dengannya juga siang ini?

Pandanganku tertuju pada seorang namja yang berdiri sambil menatap pohon sakura yang agak menyendiri.

Yesung hyung…? Sedang apa dia?

Satu tangannya memegang batang pohon itu dan dia menengadah menatap guguran bunga sakura itu. Sosoknya saat itu benar- benar membuatku agak terpana. Dia bagaikan malaikat yang kini ditaburi sakura yang indah.

Terlalu indah untuk ukuran seorang namja…

Entah kenapa, kakiku melangkah mendekatinya dengan hati- hati.

“Ini hari terakhir.”

Dia bicara dengan siapa?

“Tahun depan, kita akan bertemu lagi.”

Dia bicara dengan pohon? Apa dia gila?

“Mekarkanlah bunga yang cantik tahun depan.”

Benar. Dia bicara dengan pohon!

“Hyung…?” Aku berjalan lebih mendekatinya.

Yesung hyung langsung menoleh dengan kaget kearahku. “Ryeowook-sshi?”

“Sedang apa? Kenapa kau bicara dengan pohon sakura? Kau gila, ya?” Aku berjalan lebih dekat dengan pohon itu. Di batangnya, aku melihat guratan- guratan aneh. Hangul Korea. Tulisan itu samar- samar terbaca… Kim Jongwoon?!

Aku menatap Yesung hyung bingung. “Kau menggurat pohonnya?!”

“Ani! Itu sudah sangat lama.” Yesung hyung tertawa pelan. “Guratan itu sudah berusia empat tahun, Ryeowook-sshi.”

Empat tahun?

“Maksudmu…?”

“Sejak empat tahun yang lalu, aku selalu ketempat ini. Mengunjungi pohon sakura yang terukir namaku. Dan tahun besok, lalu tahun berikutnya hingga seterusnya, sampai pohon ini atau aku yang mati duluan, aku akan datang mengunjunginya.” Ujarnya.

Kutatap pohon itu. “Kenapa kau melakukan hal aneh begitu?”

Yesung hyung menyentuh batang sakura itu. “Karena aku… Sudah jatuh cinta pada pohon sakura.”

Dia memang sudah gila?!

“Jangan berpikiran aneh dulu.” Yesung hyung terkekeh. “Cinta disini adalah cinta yang agak aneh. Saat pertama melihat pohon yang sendirian ini, aku merasa dia sangat cantik. Bunga sakura yang berguguran itu langsung memikat hatiku. Kuputuskan untuk mengukir namaku dan mengikat janji, bahwa setiap tahun aku akan melihatnya berguguran. Konyol, ya?”

Aku tertawa kecil. “Sangat konyol.”

“Karena itu aku bilang sakura itu bahagia karena berguguran. Orang yang telah dibuat bahagia hanya dengan melihatnya, itu aku.” Ucapnya sambil tersenyum lembut.

Sekarang aku benar- benar tak tahu Yesung hyung itu sebenarnya seperti apa. Dibalik kepribadiannya yang cukup menarik, dia selalu mengatakan hal- hal bagus dengan kalimat yang sangat konyol.

“Aku sangat senang saat kau bilang kau ingin menjadi sakura.”

Aku membulatkan mataku penasaran. “Wae?”

“Karena itu artinya kau mau memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Tanpa menjadi sakura kau juga telah memberikan kebahagiaan untuk orang lain, kok. Bertemu denganmu, membuatku bahagia.”

Kok kedengarannya… Seperti pernyataan cinta?

Aku buru- buru berbalik karena kurasakan wajahku mulai panas. “Aku… Mau jalan- jalan ke Shibuya. Sampai jumpa nanti malam.” Dengan langkah cepat aku meninggalkan Yesung hyung. Aku tahu namja itu masih memandangiku. Dengan pelan aku menyentuh dadaku.

Jantungku berdegup kencang sekali. Perasaan yang sama saat aku yakin aku mencintai Sungmin noona. Tunggu! Apa itu artinya…

0o0o0o0o0o0o0o0o0

TOK! TOK!

Aku membuka pintu kamarku dan melihat Yesung hyung tersenyum dihadapanku. Melihatnya, aku jadi ikut tersenyum. Pasalnya, Yesung hyung mengenakan hakama -yukata untuk pria- berwarna merah tua. Dan itu membuatnya terlihat sangat lucu.

“Aku aneh?” Tanyanya polos.

“Tidak terlalu. Hanya saja aku tak memakai hakama, nih. Aku tak punya.”

Yesung hyung tak terlalu memperdulikanku, dengan cepat dia menarikku keluar. “Cepat tutup pintunya.”

Aku hanya menuruti ucapannya dan mulai berjalan mengikutinya yang sudah berlalu duluan.

Festival musim gugur di Jepang itu yang paling indah. Selama musim gugur, festival itu akan selalu ada. Akan rugi kalau datang ke Jepang tanpa melihatnya. Hanabi di Jepang itu yang terkenal paling indah.

Meski bukan musim panas, tetaplah sangat menakjubkan.

TRRT~ Ponselku bergetar.

Ada pesan lagi dari Sungmin noona! Aiish! Bisa tidak noona jangan mengirimiku pesan dulu?

Kau akan pulang lusa kan?

Aku langsung memasukan ponselku tanpa membalasnya.

“Wae?” Yesung hyung bertanya.

“Ani.” Jawabku enggan.

Mian, Sungmin noona. Untuk sebentar saja, aku ingin benar- benar melupakanmu. Tolong bantulah aku sedikit saja.

Kami sampai di festival musim gugur yang diadakan ditempat kami hanami kemarin. Suasana siang dan malam tak terlalu berbeda. Bahkan malam hari masih ada saja orang yang hanami. Bahkan jauh lebih ramai dari tadi siang.

“Hanabinya masih satu jam lagi. Kau mau lihat- lihat pasar malam?” Tawar Yesung hyung.

“Boleh.”

Tanpa persetujuanku, namja itu langsung menggandeng tanganku. “Agar tidak terpisah.”

Alasan. Tapi… Aku juga tak berniat menolak sentuhannya. Sejujurnya, ini membuatku tenang.

Pasar malam sangat ramai. Banyak sekali mainan khas Jepang dan makanan khas. Yesung hyung membeli sekotak takoyaki untuk makan malam kami. Sangat pelit kalau mengingat kami makan sekotak itu berdua. Tapi biarlah. Toh aku ditraktir.

“Haha… Ada tanabata?”

Tanabata?

“Tapi ini bukan tahun baru.” Kami berdua mendekati stan yang menyediakan sebuah pohon bambu berukuran sedang yang sudah penuh dengan kertas yang menggantung. “Aku mau coba, ah.” Ujarku cepat sambil berniat mengambil satu kertas.

Yesung hyung menyodorkan uang seribu yen sebelum aku mengeluarkan uangku. “Aku juga mau coba.”

Aku tersenyum kecil sambil mengambil pena yang disediakan. Tapi sebelum aku menulis, ponselku berbunyi. Ada telepon dari… Sungmin noona.

“Yeoboseyo.” Jawabku agak datar.

Kenapa tak balas pesanku? Kau masih marah padaku?

“Aniya, noona. Sedikitpun aku tak pernah marah padamu.” Jawabku sambil sedikit menjauh dari keramaian. “Sekarang aku sedang ada di_”

Wookie…” Dia memotongku.

“Nae?”

Saat kau pulang nanti, berjanjilah kalau kau akan kembali menjadi dongsaengku yang baik. Aku benar- benar kacau saat tahu kau menyukaiku. Bagaimanapun juga aku memang menyukaimu, tapi sebagai dongsaengku. Jadi kumohon, jangan bersikap canggung lagi padaku.

Bagaimana caranya aku berhenti bersikap canggung kalau kau selalu mengungkitnya?!

Kau mendengarku, kan?

“Nae, noona.”

Sakit sekali… Kau bahkan ditolak ratusan kali sebelum kau benar- benar menyatakan perasaanmu kepadanya. Kau menyedihkan, Kim Ryeowook.

Aku menggigit bibir bawahku dan kurasakan mataku mulai panas.

Wookie, gwaenchana?

“Nae. Aku harus pergi, noona. Sampai bertemu lusa.” Dengan segera aku menutup flat ponselku dan menekan dadaku yang benar- benar terasa sangat sesak. Kau sangat tega padaku, Sungmin noona.

Kau benar- benar sukses menghancurkan perasaanku.

Perlahan aku menengadah menatap bunga sakura yang terus berguguran. “Kenapa hati dan perasaanku tak pernah bisa berguguran sepertimu?! Kenapa aku harus tersiksa dengan perasaan ini? Aku ingin perasaan ini juga enyah dariku!” Seruku menahan emosiku.

Aku benci rasa sakit ini. Wae? Wae?!

SRET! Aku mematung saat tiba- tiba ada yang memelukku dari belakang. Nugu?!

“Sakura berguguran karena dia yakin akan ada penggantinya tahun depan. Cintamu berakhir dan seharusnya kau juga yakin kalau akan ada cinta yang lain suatu hari nanti. Buat apa kau marah- marah dan frustasi hanya karena cinta yang tak terbalaskan?”

Yesung hyung…

Aku menunduk mendengar ucapannya. Sesungguhnya aku tahu hal itu. Cintaku pada Sungmin noona memang harus disudahi dan aku harus yakin akan ada cinta yang lainnya nanti. Seperti sakura yang berguguran dan akan digantikan dengan bunga yang lain tahun depan.

Aku tahu… Tapi sakit ini masih terus terasa. Semakin dalam.

“Setidaknya, Sungmin noona-mu bahagia bersama sahabatmu, kan?”

Aku mengangguk.

“Tapi jika terus bersamamu, belum tentu dia akan benar- benar bahagia, kan?”

Aku kembali mengangguk.

“Mulai sekarang hentikan mencintainya sebagai yeojya. Cukup pandang dia sebagai noona yang kau sayangi, noona yang ingin kau lihat kebahagiaannya. Dengan begitu hatimu tak akan terlalu sakit lagi.” Yesung hyung melepaskan tubuhku.

Aku menoleh menatapnya sedangkan namja itu menatap lurus ke langit malam.

SYUUT~ DUAR!! Sebuah letupan kembang api mulai muncul di langit.

DUAR! DUAR! Diikuti oleh kembang api yang lain.

Indah… Sesak… Menyakitkan… Semuanya tergabung jadi satu di hatiku. Perlahan air mataku menetes dan aku hanya bisa menggigit bibir bawahku untuk menahan diriku.

“Ucapkanlah… Kalimat yang belum bisa kau ungkapkan.” Bisik Yesung hyung ditengah keriuhan yang terdengar disekitar kami saat itu.

Ucapkan? Aku boleh mengatakannya?

Aku membuat corong dengan kedua tanganku dan meletakkannya didepan mulutku. “Sungmin noona, kau dengar?!!” Seruku begitu saja tanpa memperdulikan sekelilingku. “Saranghae! Saranghaeyo! Aishiteru, nee-san! Sa_” Aku menarik nafas sebentar sebelum mengatakannya. “Sayonaraaaaaa!”

Hatiku… Perasaanku… Semua gugur bersamaan dengan bunga sakura. Dan suatu saat nanti, akan tumbuh cinta yang baru dalam hatiku untuk menggantikannya. Cinta yang memang akan bersemi.

Aku menoleh dan kutatap senyum Yesung hyung. Namja itu langsung mendekatkan wajahnya kepadaku dan perlahan bibirnya menyentuh bibirku sekilas. Aku membeku dihadapannya, dia hanya tersenyum. “Saranghae, Kim Ryeowook.”

Satu kalimat itu bagaikan langsung membuatku diam. Mematung.

0o0o0o0o0o0o0o0

Saranghae, Kim Ryeowook.

Kalimat Yesung hyung semalam terus terngiang. Dia mencium juga menyatakan cinta kepadaku? Itu sangat tidak bisa kupercaya! Dia namja! Dan aku namja! Ah, oke… Sejujurnya aku sangat kaget. Tapi aku tak merasa jijik dengan perlakuannya semalam.

Waeyo?

Hari ini, dia akan kembali ke Seoul, kan? Kebersamaan kami sudah berakhir. Waktu singkat sekali. Tapi aku benar- benar seperti sudah mengenalnya sejak lama. Aneh, bukan?

TOK! TOK! Seseorang mengetuk pintu kamarku.

Pasti Yesung hyung.

Aku diam menatap pintu itu. Aku tak tahu, tapi aku tak berani menatap wajahnya.

SRET! Secarik kertas kulihat masuk dari sela bawah pintu kamarku. Setelah itu samar- samar, kudengar suara langkah kaki yang menjauh.

Aku mengambil kertas itu dan duduk bersandar di pintu.

Dari Yesung hyung…

Kalimatku semalam, pasti membuatmu merasa jijik dengan diriku.

Tapi itulah yang sebenarnya. Aku tak berbohong dan memang pada kenyataannya aku menyukaimu, sejak kita pertama kali bertemu di pesawat dulu. Tapi aku tak akan memaksamu. Aku hanya ingin mengatakan isi hatiku.

Kau itu bunga sakura yang kini bermekaran dalam hatiku. Kau membuatku merasa bahagia menghabiskan waktu denganmu. Kau memberikan kebahagiaan untukku, kaulah sakura yang sesungguhnya.

Semoga kau bisa menemukan cinta yang lain. Semoga kita bisa bertemu suatu hari nanti.

Arigatou. Matta nee…

Yesung hyung…

Dia tak mengucapkan selamat tinggal, apa dia yakin kami suatu saat akan bertemu lagi?

Sekarang, rasa sakit apa yang kurasakan?

Kutekan dadaku yang terasa sesak. Ini bukan karena Sungmin noona. Tapi lebih dari itu, sakit ini karena Yesung hyung. Kenapa aku merasa sakit karenanya? Apakah hatiku memang mulai aneh? Ini berbeda. Tak sama dengan yang kurasakan terhadap Sungmin noona.

Semoga kita bisa bertemu suatu hari nanti.

Kami… Tak akan bisa bertemu lagi.

Aku tak mau! Sudah cukup aku melepas Sungmin noona! Aku tak mau kehilangan siapapun lagi! Aku benci merasakan sakit ini!!

.

Bandara internasional Haneda..

Aku tak tahu apakah aku terlambat mengejarnya. Kalau aku terlambat, maka semuanya akan berakhir. Perasaanku akan kembali hancur untuk kedua kalinya dalam waktu yang berdekatan. Lebih baik aku mati!

“YESUNG HYUNG!!”

Aku berlari mengitari bandara besar itu. Tak mungkin aku bisa menemukannya.

“YESUNG HYUNG!!”

Tak mungkin dia mendengar jeritanku.

Air mataku kembali mengalir. Sial!

Kali ini aku melangkahkan kakiku ke ruang informasi. Aku tak boleh menyia- nyiakan waktu. Tanpa persetujuan yeojya yang menjaga ruang informasi itu, aku menarik mikrofonnya.

“SAKURA!!” Seruku kencang dan suaraku menggema di seluruh bandara. “Aku- Aku adalah sakuramu. Jangan pergi sebelum kau dengar jawabanku! Kumohon kalau kau dengar ini, temui aku! Aku akan menunggumu!”

“What are you doing?!” Yeojya itu langsung panik.

Dan beberapa security langsung menarikku kasar menjauhi ruang informasi. Dengan langkah lunglai aku hanya mengikuti security yang menyeretku. Yesung hyung harus mendengarnya. Kalau dia tak dengar… Maka semuanya sia- sia.

0o0o0o0o0o0o0o0

Kusentuh batang pohon sakura yang mengukir nama ‘Kim Jongwoon’. Dimana aku bisa menemukanmu, hyung?

Aku tak tahu dimana kau tinggal. Kau hanya menyebutkan Cheonan. Apa aku harus mencarimu mengelilingi Cheonan? Itu tak mungkin…

Dengan perlahan aku mengambil sebuah batang di dekatku dan mulai menggurat batang itu.

Membuat namaku.

Kim Ryeowook, tepat di bawah nama Kim Jongwoon.

Dia bilang setiap tahun dia akan kesini? Apa kalau aku datang tahun depan, kami akan bertemu? Tapi kapan pastinya? Apa selama musim gugur aku harus ada disini hanya demi menunggunya? Itu tak mungkin juga kulakukan!

“Yesung hyung…” Bisikku pilu sambil membuang batang kayu itu.

“Kasihan pohonnya kalau digurat begitu.”

DEGH!

“Aku mencarimu mati- matian di bandara, tapi aku tak menemukanmu. Kalau kau bilang akan menungguku, seharusnya kau menunggu ditempat yang mudah kutemukan. Kukira yang bicara tadi dengan berani itu bukan kau. Tapi itu memang suaramu, Ryeowok-sshi.”

Dengan perlahan aku menoleh.

“Sakuraku…” Yesung hyung tersenyum lembut kearahku.

Yesung hyung…?

Perlahan aku memutar tubuhku dan dengan berlari aku langsung memeluknya. “Kau… Kembali?”

“Tebakanku benar. Kau pasti ada disini.” Yesung hyung balas memelukku. “Kau bilang aku harus mendengar jawabanmu dulu, kan? Lalu… Apa kau ingin menolakku?” Namja itu mengusap kepalaku perlahan.

Aku menengadah menatapnya. “Aku tak mungkin menolakmu kalau aku memelukmu.” Balasku. “Kau benar kembali?”

Aku masih belum percaya.

“Mulai tahun besok, kurasa kau harus datang bersamaku ke tempat ini. Karena kau sudah mengikat janji dengan pohon sakura itu.” Yesung hyung tersenyum sambil menatap kearah pohon sakura itu. “Kau… Mau menjadi sakuraku?”

“Memang itu nyatanya. Kau sendiri yang bilang.” Aku kembali menenggelamkan wajahku di dada bidangnya. “Saranghae.” Bisikku.

“Kau serius?”

Kali ini aku mengangkat bahu. “Mungkin. Tapi pastinya, aku menyukaimu. Dan perlahan tapi pasti perasaan ini akan semakin berkembang semakin dalam. Seperti bunga sakura. Hatiku sudah gugur, dan sekarang waktunya menumbuhkan cinta yang baru. Dan cinta itu…” Aku menengadah. “Adalah kau, hyung. Neorago.”

Senyum diwajah Yesung hyung semakin lebar. “Jawaban yang sangat manis.” Namja itu mencium keningku lembut.

Aku tertawa kecil sambil melepaskan pelukanku dan menatap pohon sakura yang terukir nama kami berdua.

Seperti yang kuucapkan saat aku pergi meninggalkan Seoul. Aku akan pulang tanpa membawa cintaku untuk Sungmin hyung. Disini aku mendapatkan cinta yang baru. Cinta yang akan bersemi seperti bunga sakura dan aku harap bunga ini tak akan pernah gugur.

Cinta ini memang tak akan pernah gugur. Dan aku yakin akan semakin kuat.

Masa bodoh dengan kenyataan kalau kami sama- sama namja. Yang penting sekarang, dialah sakuraku. Bunga sakura yang kini mekar dalam hatiku. Menggantikan Sungmin noona yang sudah menjadi sakura milik Kyuhyun

.

.

~Fin~

35 thoughts on “Sakura

  1. huwaaaaaa….. yaoi campur GS T.T
    Tadi rada takut baca.a😄
    tp endingnya aku sukaaaaaaa
    apalagi cintanya instan bgt
    wkwk
    eh eon, tumben byk typo?
    wkwk

  2. uwehehehehe… sebuah fic yang sangat manis sekali.

    aish… sampe senyum2 ndiri aku bacanya.

    ngakak pas bagian yesung minta maaf gara2 keinjek kakinya ma wookie… kekekeke

  3. Kyaa! So sweeettt bget deh eon ..
    Kau tau slebar apa snyumku dr tadi..? Hahaha..
    Eon, knapa ff mu dr td slalu m’ngingatkanku sma dunia kartun n komikku dlu ..
    Apalagi ff ini, smua kata2 n karakter’a bkin aku bernostalgiaaaa ..

    Okey, hwaiting eon ! Ku tnggu next ff mu nee~chan ..

  4. Aihhh…

    Ceritanya Fluff buangeedd!! >///<

    cie, Si ahjusshi Romantis banget sihh, mau dong di gombalin #PLAAK

    Tapi kok, kelihatannya perasaan suka nya Ryeowook ke Yesung hanya pelampiasan doang y? Secara dia baru ditolak n baru ketemu ma Yesung??

    Tapi saya tetep suka. Ehh, tapi apa Yesung Love at the first sight ma Wookie y??

    Ceritanya Bertema Musim gugur, musim kesukaannya Yesung.
    Sip lahh, apa lagi ditambah perayaan Hanabi. Tambah dukung banget nih cerita.

    Ok, keep fighting n Keep writing^^

    _Fye_

  5. huawaa. . . Makasih ya eon udah mau bkinin cerita pesenanku. Aku seneng bgt eon!ceritanya bagus meski yg ini agak bnyk typony. . . Tp gumawo ya eon. . .

  6. ceritanya bgs bgt,,
    penuh diksi yang mendayu-dayu*?*
    tapi ttp soo swit,
    soo romantis,
    soo eksotis,
    apa gi ya? =_=a
    pokoknya good job dah,

  7. There’s a wide smile curving on my lips while im reading this fic..😀 bah! i cant make this a super long comment since i use mobile phone~ but i always do love your story! i’ve fallen for the chara, plot, description, conflict that u made into ur story. keep on the good work, Thena! me always support u! hope someday u can make yer own novel.🙂. Kkk Okay thats all from Me, The Biggest Fan of Kim Family~

  8. Manis Chingu. Gw sempet ngira kalo Wookie tuh suka ama Kyu, eh ternyata suka ama Sungmin.

    Yesung sok romatis banget, kayaknya ga cocok ya *dikeroyok Cloudsomnia*
    Bahasa roman nya bagus. Mengalir banget n pas sama filosofi bungu sakura nya. Pokoknya keren dah.

    Salam,

    Elle

  9. kyaaaaa,,,
    pair yg ak tnggu” akhnrya dtg😀 *joget mr simple

    sweet bgt eon,,, >,<
    ska bgt,, apalagi cast.ny yewook🙂
    seandainy ak jdi pohon sakurany ,,,, *plak

    eonni slalu daebak deh,,
    nggk tau hrs ngmong apalgi🙂
    hwaiting eon,,
    bkin yewook yg bnyak y eon,,
    ^^V

  10. thenaaaaaa…
    Yeppa romantis tuh
    wkwkwkwk
    wookie kasian sih tp akhirnya dy nemuin namja romantis, yeppa dan melupakan sungmin noona
    ada yg typo tp scr keseluruhan aq suka sih
    jangan lupa teuk ff ya??

  11. Stupid Couple == #plakk!
    Tapi hehehe aku kan shipper.a #plakk!plakk!plakk!
    ayo~ Wookie jdi Yaoi gra” Yesung nyahahahahaha #jduak!
    #pingsan


    #bangun lgi#
    Wookppa g ngajak” neh ke jpng.a >.< #peluk" ddangkoma #ditendang appa.a ddangkoma (yesung)
    #Pingsan season 2


    The End #jduak!

  12. Sumpahhh….so sweetttttt bangetttttt!!!!!
    hanya bisa senyum2 sendiri bacanya,,,^^

    Aqu mau deh, jdi sakuranya Yesung oppa,,khkh.. :p

  13. Yesung tu benar aneh ya…..!!!!
    Masa’ ngomongx ma Pohon #Plak *d gampar Cloud.

    FF ni bagus.

    Baru aja aku ingin minta YeWook Couple, Ehhh….. Terxata dah ada.

    Gomawo ya Author……

  14. s0 sweet bgd~~
    yesung kta2y r0mantis,tp klimt’y aneh..wkwkwk
    aku ngakak paz wookie mrg0kin yesung ngm0ng sndri sm ph0n sakura..emg dsar yah,yeppa tuh sk ada2 aja😀
    kraen w0okie’y bkln jd ye0jya jg ky sungmin,eh trnyta dugaan aku salah😀

  15. Kyaa~sweet bnget…><
    Yeppa kata2nya romantis bngt dh.. Udh lama gk baca yewook yg oneshoot,,KKK~😀
    Tapi..tapi.. knp gk dibikin full yaoi aja??Hee..😀

  16. fluff bangeeeeeddd kkk~
    kesian wookiee hiks hiks.. wookie-ah hwaiting neee
    moga2 bahagia yahh ama Yeppa #pastinya haha

    indahnya festival bunga sakuraaa…
    jd pengen terbang ke jepang buat liatt, thena bikin imajinasi hidup bgt hehehe
    GANBATTE THENA-CHAN

  17. kyaaaaa!!!so sweeeeeeetttttttt :*
    isshh kyuppa… q mw doonngg*plaakk

    waaahhhh yeppa… ishh tw deehh jd ilang kta niihh bca 2 kli hueeee

    debaakk Eonn, lnjuutt…..😀

    nb: Eonn req. q yg dlu gmn?? bsakan Eonn??*puppyeyes

  18. So sweet bgt…
    Jarang2 nih ada ff yaoi cmpur GS.
    Yeppa aneh. Msa ngomong sama pohon. Tp Yeppa jg rmantis.
    Bca ni ff jdi pengen liat lgsung sakura d Jepang.
    Keren chingu…

  19. So sweet bgt..
    Jarang2 nih ada ff yaoi cmpur GS.
    Yeppa aneh. Msa ngomong sama pohon. Tp Yeppa jg rmantis.
    Bca ni ff jdi pengen liat lgsung sakura d Jepang.
    Keren chingu…

  20. so sweet yah?? hehe
    sayang si umin noona blm tau klw trnyata sekarang wook jadian sm icung., klw tau psti seru tuh😄

  21. sampai kapanpun yesung gak bakalan berubah tetap aja babbo aneh tapi gantengnya itu lho gak ada yg nandingin…….

    wokie jadi gay gara” yesung ya
    meskipun aneh toh tetep aja wokie gak bisa nolak pesonanya si turtleBoy

  22. cocwiiiiittttttt~
    romantis banget itu onn, kalo di kast aku biasa liat tingkah konyolnya yeppa.. tapi di ffmu yeppa nya jadi manly *lha? banget😀
    daebakk!😀

  23. eonniee…
    sukaaaaa bget,,hahahahaha🙂
    apalagi kalimat ini
    “Sakura berguguran karena dia yakin akan ada penggantinya tahun depan. Cintamu berakhir dan seharusnya kau juga yakin kalau akan ada cinta yang lain suatu hari nanti. Buat apa kau marah- marah dan frustasi hanya karena cinta yang tak terbalaskan?”

  24. fluff bgt…
    sampai akhir pun kyu tetep ga tau kalau sahabatnya juga menyukai yeojyachingunya…
    hahaha…
    tapi aku suka bgt…
    kata-kata yesung dewasa n manis bgt, bikin melting bacanya…
    tetep berkarya ya, kutunggu cerita lainnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s