Guardian

Guardian

Pair :: KyuMin

Rated :: K

Genre :: Romance

.

“Hyung, kau terluka!” Kyuhyun kecil menatap banyak luka yang terlihat di tubuh Sungmin kecil.

Namja manis itu terlihat tak perduli dengan semua lukanya. Dia menatap sinis para namja yang bertubuh jauh lebih besar darinya. Dia melangkahkan kakinya maju.

“Hyung, uljima!” Seru Kyuhyun lagi sambil menarik lengan Sungmin.

Sungmin tak mengindahkan larangan Kyuhyun. Dengan cepat, namja kecil itu langsung berlari menerjang para anak nakal yang mengganggunya dan Kyuhyun. “Aku tak mau memaafkan orang yang mengganggu dongsaengku!” Seru Sungmin kesal. “Aku akan melindungi Kyuhyun.”

.

Story Start!

.

“Hyung!” Kyuhyun menatap kearah Sungmin agak sebal. “Kenapa dimatikan?!”

Sungmin hanya terkekeh santai sambil memutar- mutar kabel yang menghubungkan PS Kyuhyun ke layar televisi yang ada di kamarnya. “Sudah kubilang kau harus berlatih. Ayo ikut aku!”

“Aniya! Hyung kan tahu aku tidak jago martial arts sepertimu. Aku ini gamers sejati.” Bela Kyuhyun sambil berdiri. Tubuhnya kini jauh lebih tinggi dari Sungmin dan dengan santai direbutnya kabel itu dari tangan Sungmin.

Sungmin berkelit cepat sambil menarik tangan Kyuhyun. Dengan satu gerakan dia memutar tangannya kebelakang punggung Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa meringis menahan sakit karena serangan Sungmin.

“Eothokkae? Mau latihan tidak?”

“Hyung lepaskan aku dulu!”

“Jawab dulu.”

“Hyung!”

“Apa?”

Kyuhyun menggigit bibirnya kesal. “Arra! Arra! Aku mau latihan!” Serunya menyerah. “Lepaskan aku!”

Sungmin tertawa bangga sambil melepaskan tangan Kyuhyun. “Begitu kan enak, Kyu.” Dilemparnya kabel PS dan berbalik hendak keluar dari kamar Kyuhyun.

SRET! Saat Sungmin lemah, tiba- tiba Kyuhyun menarik tangan Sungmin ke balik pundak Sungmin dan mendorong tubuh namja itu menempel ke dinding dengan posisi membelakangi Kyuhyun.

“KYUHYUN!!”

Kyuhyun menyeringai iblis. “Oke, hyung. Sekarang keadaan berbalik.” Ujarnya sambil terkekeh.

“Lalu kau mau apa?” Tantang Sungmin datar.

CUP! Tiba- tiba dengan gerakan cepat, Kyuhyun mencium pipi Sungmin. Tentu saja Sungmin langsung melotot kaget diperlakukan begitu.

Dan detik berikutnya, sebelum Sungmin punya celah untuk membanting tubuh Kyuhyun, Kyuhyun sudah kabur sambil tertawa bangga keluar kamarnya. Menyisakan Sungmin yang sudah memasang wajah jengkel setengah mati.

“Cho Kyuhyun! Kau akan kuhajar habis- habisan!” Seru Sungmin sambil berlari mengejar Kyuhyun yang sudah menghilang entah kemana.

Lee Sungmin, seorang jagoan martial arts yang memimpin sebuah dojo di sebuah distrik di Seoul. Kemampuannya dalam seni bela diri itu sudah terasah sejak kecil. Dan sekarang, saat usianya menginjak delapan belas tahun, dia menjadi orang yang ditakuti disekolah. Meski wajahnya manis dan sangat tampan, tetap saja dia menyimpan kekuatan yang menakutkan.

Sedangkan Cho Kyuhyun, setahun lebih muda dari Sungmin. Seorang anak yang sejak kecil sudah tinggal di rumah Sungmin meski keduanya bukanlah saudara. Nae, Kyuhyun hanyalah anak seorang teman orang tua Sungmin yang dititipkan disana sejak kecil. Hubungan keduanya pun terbilang sangat dekat.

Saking dekatnya… Ah… Malah terlalu dekat…

0o0o0o0o0o0o0

Kyuhyun mengobrak- abrik tas sekolah Sungmin, sedangkan namja manis itu hanya menatapnya jengkel sambil menggigit roti coklatnya. “Mana, hyung?!” Seru Kyuhyun panik sambil mengangkat tas itu dan menumpahkan semua isinya di atas meja sekolah Sungmin.

“Berantakan, tuh…” Hyukjae, salah seorang teman Sungmin hanya bisa menyenggol lengan namja itu. Namun Sungmin tetap memperhatikan tingkah Kyuhyun datar.

Kyuhyun kini mulai menggeser semua buku di atas meja Sungmin. “Hyung! Dimana?!”

“Kau cari apa sih, Kyu?” Donghae menegurnya.

Dengan tampang gusar Kyuhyun mengangkat wajahnya menatap Sungmin. “Dimana PSP-ku?!”

Sungmin menyunggingkan senyum kecil penuh arti dihadapan Kyuhyun. Satu tangannya langsung diangkat dan tangan kirinya ternyata memegang sebuah PSP hitam. Nae, itu milik Kyuhyun yang sejak tadi dicarinya.

“Kenapa tidak bilang!” Kyuhyun maju selangkah mendekati Sungmin, tapi langkahnya berhenti ketika namja manis itu mengeluarkan tangannya ke balik jendela. Kyuhyun menatap PSP itu horror. “Hyung… Mau apa?”

“Satu hukuman karena telah menciumku kemarin. Kurasa benda bodoh ini setimpal.” Ujar Sungmin santai sambil kembali menggigit rotinya.

Kyuhyun kini menelan ludah kecut. “Hyung…. Bercanda, kan?”

“Aku bercanda, Cho Kyuhyun.” Sungmin langsung tertawa geli sambil memasukkan kembali PSP Kyuhyun dan membuat namja itu sempat menghela nafas lega. Tapi kebalikannya, Sungmin malah tersenyum aneh. “Aku bercanda kalau kukatakan aku tak akan membuangnya!” Kali ini dengan satu lemparan, Sungmin membuang PSP itu keluar jendela.

Kyuhyun membatu shock melihat PSP hitam itu melayang menjauh menuju lapangan dan jatuh begitu saja dengan indahnya. “P… S… P… Ku…”

“Wow.. Home run!” Hyukjae menatap lurus keluar jendela sambil melirik Sungmin yang duduk dengan santai tak berdosa. “Kau bisa mencetak hetrick, Min.”

“Kau kira ini sepak bola.” Balas Donghae sambil terkekeh. Namja itu langsung menoleh kearah Kyuhyun yang hanya diam. Melihat arah tatapan mata Donghae, Hyukjae juga ikut menatap ke arah Kyuhyun.

Namja itu menunduk. Pundaknya mulai gemetar.

“Ini hukuman, Kyuhyun. Kau seharusnya tahu apa yang kau lakukan kemarin tak akan lolos dari hukuman.” Goda Sungmin.

SRET!! Kyuhyun mendelikkan matanya kearah Sungmin. Tatapan keduanya saling bertemu. Saling melempar deathglare.

“Hyung~ Kau~”

“Aku apa?”

“Kau kejam!”

BRAKK! SRAGH! Kyuhyun menggebrak meja Sungmin dan membuang semua isi diatas meja Sungmin. Kelakuannya tentu membuat Sungmin melotot shock. Tapi Kyuhyun dengan sangat cepatnya, berlari keluar dari kelas Sungmin.

“Yah… Kurasa tadi kau keterlaluan, Min. Terima saja lah…” Goda Hyukjae sambil membungkuk dan mengambilkan buku Sungmin yang terceceran di lantai kelas.

Sungmin hanya diam. Sorot matanya terlihat terluka atau sedih. Tapi dengan cepat dia menampar kedua pipinya dan ikut membungkuk mengambil buku- bukunya. “Kyuhyun bakka.” Umpatnya pelan, nyaris berbisik.

.

~Kyuhyun pov~

Sumpah! Itu PSP kelima yang dihancurkan Sungmin hyung terlalu mudah!

Oke!

PSP pertama rusak karena dimasukan ke panci sup. PSP kedua hancur karena Sungmin hyung melemparkannya ke jalan dan langsung kelindas sebuah truk. Yang ketiga hancur karena Sungmin hyung membantingnya begitu saja. Yang keempat dengan mudahnya dipatahkan menjadi dua. Dan yang kelima, dibuang jauh keluar jendela. Memang sih semua PSP itu hancur karena ulahku juga. Tapi…

Dia itu monster!

Hanya wajahnya saja yang sangat manis dan kalem. Di hadapan semua yeojya dia tersenyum lembut dan terkadang bertingkah sok aegyo. Tapi kalau didepanku,dia berubah menjadi hyung galak yang tak pernah main- main.

Padahal kan kesalahanku tak seberapa. Oke, hanya mengambil ciuman singkat disaat dia lengah itu tak seberapa, kan? Dibandingkan dengan balasan yang dia buat. Itu benar- benar curang! Lain kali biar aku sentuh tubuhnya dan dia takut kepadaku! Huh~

“Air susu dongsaeng, dibalas dengan air tuba.”

Satu ungkapan aneh dari Henry langsung membuatku menoleh kearahnya. “Apa kau!”

“Nyata, Kyu. Cinta matimu dibalas oleh dendam kesumat oleh Sungmin hyung. Itu namanya karma. Siapa suruh kau jadi orang menyebalkan?” Henry terkekeh menatapku sambil menepuk- nepuk bahuku.

Sialan~

“Sepertinya aku harus memikirkan perasaanku lagi. Aku tak mungkin suka sama dia. Dia terlalu menakutkan untukku.”

Ya, sepertinya aku memang tak mungkin menyukai Sungmin hyung. Tapi tiap aku memastikannya, aku justru semakin yakin kalau aku menyukainya. Sejak lama, sejak kecil, ah entah sejak kapan aku juga tak tahu… Yang pasti aku memang menyukainya. Dan kenyataan itu selalu membuatku gusar.

“Dua minggu yang lalu saat Sungmin hyung mematahkan PSP-mu, kau juga bilang begitu.” Ujar Henry lagi. “Akuilah kalau kau memang suka sama dia. Tapi sayangnya dimatanya kau ini ibarat kutu yang harus dimusnahkan.”

“Sial kau!” Kujitak kepala Henry kencang. “Kalau aku kutu, kau apa? Hama wereng?”

Henry tertawa kencang mendengar ejekanku. “Lain kali, jaga kelakukanmu. Lebih baik sekarang kau telepon noona cantikmu, dan minta dia kirimkan PSP baru lagi untukmu. Kau mau hidup tanpa PSP?”

“Ogah!” Seruku cepat sambil mengambil ponsel di saku kemejaku dan mulai mengirim pesan untuk Ahra noona.

Kenapa aku harus jatuh cinta pada namja model Sungmin hyung?

Akan jauh lebih baik kalau aku naksir sama yeojya normal atau namja yang manis sepeti Hyukjae hyung. Lalu kenapa Sungmin hyung?

Lebih tepatnya lagi, kenapa Sungmin hyung hanya bersikap keras kepadaku? Dunia sangat tidak adil. Ck!

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

“Kyu… Latihan.” Sungmin masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Tapi namja itu langsung mematung karena tak menemukan Kyuhyun di dalamnya. Biasanya namja itu akan setia di depan televisi untuk main PS.

‘dia ngambek?’ Batin Sungmin.

“Kyuhyun~” Sungmin melangkahkan kakkinya menjauhi kamar Kyuhyun dan berjalan menuju dojo latihan yang terletak di lantai satu di rumahnya.

BUAGH! Dari pintu depan, dia mendengar suara bantingan yang cukup keras.

“Yak! Ayo maju lagi!” Suara Kyuhyun.

Sungmin langsung berjalan masuk dengan parasaan heran. Pasalnya, Kyuhyun paling tidak mau latihan martial arts atau semacamnya. Namja itu sangat malas berlatih beladiri. Mungkin karena baginya Sungmin itu pelindungnya, jadi dia tak perlu belajar bela diri juga.

“Kyu?” Ditatapnya Kyuhyun yang tengah mengencangkan sabuk hitamnya dan nyengir menatap Sungmin.

Kyuhyun terkekeh. “Ya, hyung! Kau telat!”

“Hyung! Ada badai nanti malam! Ini pertama kalinya Kyuhyun mau berlatih tanpa disu_awawawaww!!” Ryeowook, salah satu murid di dojo itu langsung menjerit kesakitan sebelum dia selesai bicara. Kyuhyun sudah memelintir tangannya. “SAKIIIT, Kyuu!!”

“Mau ngomong apa, eh?” Tantang Kyuhyun.

Ryeowook langsung mencibir kesal. “Lepas! Sakit tahu!”

“Ogah!”

“KYUHYUN!” Kali ini Sungmin yang berlari menghampirinya sambil menghentakkan kakinya dan meloncat hendak menendang Kyuhyun.

Dengan sigap Kyuhyun langsung melepaskan Ryeowook dan mendorong namja kecil itu untuk dijadikan tameng. Tapi Sungmin bisa melewati Ryeowook dengan satu loncatan salto dan…

DZIGH! Ditendangnya tubuh Kyuhyun hingga membentur matras.

“Sakiiit!”

“Itu hukuman karena melukai dongsaeng favoritku, juga menjadikannya tameng.” Ujar Sungmin santai sambil berjalan kearah Ryeowook. “Gwaenchana?”

“Huh… Hyung tak tahu, tadi aku mau dibunuh Kyuhyun.” Ryeowook cemberut.

“Fitnah!” Balas Kyuhyun gusar. “Kalau aku mau membunuh Wookie hyung, dengan mudah bisa kulakukan. Aku hanya berlatih sedikit sama dia, kok!”

Sungmin langsung menatap Kyuhyun tajam dan membuat namja itu diam.

Ryeowook terkekeh. “Ah, hyung… Bagaimana kalau kau berlatih serius dengan Kyuhyun. Kyuhyun cukup kuat, loh. Kalau dilatih lebih lagi, kurasa dia bisa jauh lebih hebat dari pada hyung. Yah… Itu kalau hyung mau melatihnya dengan serius.”

“Benar, tuh! Kalau aku lebih kuat dari Sungmin hyung, aku tak perlu takut lagi.” Kyuhyun langsung merangkak cepat menuju kedua hyungnya. “Lagipula, dengan begitu aku tak perlu dilindungi Sungmin hyung lagi, aku bisa melindungi diriku sendiri juga Sungmin hyung.”

Mendengar ucapan Kyuhyun, lagi- lagi sorot mata Sungmin berubah. “Kau tak suka kalau aku lindungi?”

“Tentu saja!”

DEGH! Satu kalimat itu langsung menusuk dada Sungmin.

“Aku tak mau selalu dilindungi oleh hyung. Aku kan jauh lebih tinggi dan bertampang gentle dari Sungmin hyung. Setidaknya, aku tak perlu merepotkanmu lagi nantinya. Eotthokae?”

Sungmin hanya bisa menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang kini merasuki tubuhnya. Rasa sakit terhadap ucapan Kyuhyun tadi. “Baiklah. Aku akan mengajarimu beberapa teknik serius. Dengan begitu… Aku tak perlu melindungimu lagi, Kyu.” Suaranya seakan menghilang.

Kini air mata mulai menyengat kedua bola mata Sungmin, tapi namja itu langsung menampar pipinya kencang untuk menstabilkan hatinya.

“Wae, hyung?” Ryeowook melihat sesuatu yang aneh dengan diri Sungmin dan langsung menatapnya serius.

Sungmin hanya menggeleng dan mengencangkan sabuknya. “Oke, Kyuhyun, Ryeowook, kita latihan serius sekarang! Berdiri!!”

“Ha!!” Secara reflex, Kyuhyun dan Ryeowook berdiri bersamaan di hadapan Sungmin.

“Bersiaplah…”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Kyuhyun pov~

Eung… Satu minggu penuh aku belajar martial arts. Dan kurasa aku semakin terlatih sekarang. Memang aku masih belum bisa menandingi Sungmin hyung, tapi aku sudah bisa melawan orang lain yang mungkin menggangguku.

Aku akan menjadi namja yang jauh lebih kuat agar tak perlu lagi dilindungi Sungmin hyung. Nae, mulai sekarang gantian, akulah yang harus melindungi Sungmin hyung. Dan jika saatnya tiba nanti, akan kunyatakan perasaanku kepadanya.

“Kyuhyun…”

Aku menoleh saat mendengar suara Sungmin hyung, namja manis itu berjalan kearahku yang tengah bersantai di koridor sekolah dengan teman- temanku yang lain. “Nae, hyung?”

“Pulang sekolah nanti tolong belikan ini. Hari ini appa, umma dan Sungjin akan pergi. Jadi makan malam nanti kita yang siapkan.” Sungmin hyung menyerahkan kepadaku selembar kertas yang berisi daftar belanjaan. “Bisa, kan?”

“Ya, jangan meremehkanku. Aku bisa belanja, kok.” Kuambil kertas itu dan membaca daftarnya.

“Lalu…”

Aku menatap Sungmin hyung. “Ada lagi?”

“Aniya.” Sungmin hyung segera berbalik tapi dia masih diam ditempatnya. “Ini.” Tiba- tiba satu tangannya melemparkan sesuatu yang baru diambilnya dari saku celananya.

Dengan susah, aku menangkap apa yang dilempar Sungmin hyung. Sebuah PSP.

“Hyung… Ini…” Kutatap PSP itu tak percaya.

“Jangan berpikiran macam- macam. Ahra noona yang mengirimkannya kepadaku. Dia menyuruhku memberikannya kepadamu.” Ujarnya sambil berjalan meninggalkanku begitu saja. Aku masih memandangi sosok belakang Sungmin hyung.

PSP dari Ahra noona? Tapi noona sama sekali tak menghubungiku. Kapan sampainya?

“Kukira dari Sungmin hyung. Apa dia tak merasa bersalah sudah menghancurkan lima PSP-mu?” Henry bergumam keheranan.

Tadinya aku kira juga begitu.

Ah, sudahlah… Aku harus bilang terima kasih dulu ke noona.

Aku langsung mengambil ponselku dan me-redial nomor ponsel noona. “Ah, yeoboseyo, noona!”

Kyu? Waeyo?

“Aniya… Aku hanya mau bilang gomawo nae. PSP yang noona kirim sudah ditanganku.” Ujarku sambil memperhatikan PSP hitam itu. Akhirnya bisa main PSP lagi!

Noona diam sejenak. “PSP apa?

“PSP yang aku minta satu minggu yang lalu. Kan aku bilang, Sungmin hyung menghancurkan PSP-ku lagi. Aku sudah menerimanya, nih. Gomawo!”

Ani, Kyu. Aku belum mengirim apapun untukmu, loh. Aku bahkan belum membelikanmu PSP baru karena appa bilang, sebaiknya kau jangan main game terus- menerus. Apa Sungmin tak memberitahukannya? Kemarin aku sudah meneleponnya.

Eh?

“Jeongmal?” Tanyaku pelan.

Nae.. Buat apa aku bohong?

Lalu PSP ini?

“Wae, Kyu?” Henry menatapku bingung.

Aku menggeleng. “Noona, nanti kutelepon lagi. Bye.” Aku langsung mematikan sambunganku dengan Ahra noona dan menatap PSP yang kini ditanganku.

Kalau ini bukan dari Ahra noona, berarti ini dari Sungmin hyung? Kenapa dia berbohong dan bilang itu dari Ahra noona? Kenapa Sungmin hyung membelikan untukku? Sungmin hyung yang selalu bersikap acuh dan malas menanggapiku.

Sesungguhnya aku memang tahu, dia juga sangat memperhatikanku. Sejak dulu, dia selalu melindungiku dengan caranya sendiri. Dia yang selalu ada disisiku. Sungmin hyung-ku yang selalu ada dalam hatiku.

Hyung… Bolehkah aku mengartikan sikapmu ini? Bolehkah kalau aku mengartikannya sebagai perasaan suka? Bolehkah kalau aku mencoba berpikir, kau juga mencintaiku?

0o0o0o0o0o0o0o0

“Aku pulang~” Aku membuka pintu rumah sambil membawa sekantong penuh belanjaan yang ditulis dalam daftar yang diserahkan Sungmin hyung tadi. “Hyung!”

Tak ada jawaban.

“Sungmin hyung, yahooo~”

Hening.

Kemana dia? Tak biasanya dia pergi tanpa bilang- bilang padaku.

“Aku didapur, Kyuhyun.” Kudengar suara Sungmin hyung pelan.

Dia di dapur? Kenapa diam saja, sih?

“Ya, kenapa tak mau menjawab!” Aku langsung masuk ke dapur dengan kesal. Tapi detik berikutnya aku langsung tertegun. Kulihat Sungmin hyung duduk di meja makan sambil berusaha memakaikan perban di lengan kanannya. “Hyung! Kau terluka?!”

BRUGH! Kantong belanjaan itu kubiarkan terjatuh di ambang pintu dapur dan aku langsung menghampiri Sungmin hyung.

“Saat sedang memasak air panas, tak sengaja air panasnya tumpah dan mengenai tangan kananku.” Ujarnya sambil masih berusaha melilitkan perban.

Aku langsung menarik tangannya juga perbannya. “Kenapa tak meneleponku?!”

“Mian. Karena kau sedang belanja, tak mungkin aku menyuruhmu cepat pulang.”

“Babbo!” Aku menatap Sungmin hyung kesal. “Sudah tahu dirumah hanya ada kau dan aku, kalau kau kenapa- kenapa dan aku tak tahu, akulah yang pasti paling cemas! Setidaknya kau harus paham itu, hyung!” Dengan perlahan aku mengoleskan obat luka bakar di telapak tangan Sungmin hyung.

Sungmin hyung diam.

“Kenapa sih sejak dulu hyung selalu begitu?” Ucapku pelan sambil mulai melilitkan perban.

“Begitu apanya?”

“Hyung selalu sok kuat dan tegar kalau ada di dekatku. Sekalipun, hyung tak pernah memperlihatkan kelemahanmu didepanku. Saat terjepit kalau melawan sekelompok anak nakal juga begitu, padahal tubuhmu sudah penuh luka. Aku tahu aku ini lebih muda, tapi berhentilah bersikap sok pahlawan didepanku.” Ujarku hati- hati sambil menyudahi membalut lukanya. Kutatap Sungmin hyung yang hanya menunduk

Dia diam sejenak. “Kau… Tidak suka?”

“Sangat tidak suka.” Jawabku cepat.

Sungmin hyung kembali diam.

“Sekali saja, perlihatkan kepadaku sosokmu yang sebenarnya. Kau yang seorang Lee Sungmin. Selama ini aku selalu memancingmu agar memperlihatkan dirimu yang sesungguhnya, tapi selalu tak bisa. Hyung juga manusia yang punya emosi yang lain, kan? Kalau kau terluka dan merasa sakit, bilang kepadaku.” Aku menghela nafas sambil meremas kedua tanganku sendiri.

Sungmin hyung tetap diam.

“PSP itu…” Aku melirik kearahnya dan Sungmin hyung mulai sedikit bereaksi. “Kau…”

“Aku mau ke kamar!” Sungmin hyung langsung berdiri.

“Tunggu!” Dengan cepat aku menahan tangannya yang tak terluka dan dia langsung menatapku dengan kedua bola mata indahnya itu. “Ada… Yang mau kutanyakan…”

“Aku mau ke kamarku.” Kini sorot matanya berubah. Bukannya marah, tapi mulai kelihatan takut.

“Hyung… Kau…”

“Kumohon jangan memaksaku, Cho Kyuhyun!!” Dengan kasar dia menyentakkan tanganku kuat- kuat dan menatapku dengan tatapan yang tak sanggup kuartikan. “Kumohon jangan paksa aku lebih dari ini!” Kini bola mata itu mulai berkaca- kaca.

Hyung…

“Aku mau ke kamar!” Dia langsung berjalan cepat meninggalkanku.

Aku hanya bisa mematung di dapur.

Jangan memaksaku.

Apa maksudnya? Aku memaksanya untuk apa? Aku tak melakukan apapun, kan?

Ada apa denganmu, hyung?

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Hari ini, Kyuhyun sama sekali tak bicara dengan Sungmin. Setelah kejadian semalam, keduanya sedikit agak canggung membuka pembicaraan. Mungkin sebenarnya Sungminlah yang menghindari Kyuhyun. Bahkan dia tak berani menatap mata Kyuhyun.

Di rumah Ryeowook…

“Rahasia Sungmin hyung?” Ryeowook mengerutkan keningnya sambil menatap Kyuhyun. “Kau datang ke rumahku hanya untuk menanyakan itu, Kyuhyun?”

Kyuhyun mengangguk sambil menenggak air yang disediakan Ryeowook. “Aku rasa dia menyembunyikan sesuatu dariku. Dan aku kira kau tahu.”

“Hmm.. Mollayo, Kyu.” Jawab Ryeowook acuh. “Memangnya sekalipun dia menyimpan rahasia, kan tak ada hubungannya denganmu.”

“Ada, hyung!” Seru Kyuhyun serius.

“Ada?”

Raut wajah Kyuhyun berubah, namja itu mulai duduk dengan tegap dan tampang serius. “Sejujurnya… Aku ini namja yang tidak normal. Ya, aku ini sangat tidak normal. Ditengah- tengah banyak yeojya yang menyukaiku, aku malah jatuh cinta kepada seorang namja manis yang suka memukuliku.” Suaranya memelan.

Kedua bola mata Ryeowook sontak membulat shock. “Kyu-Kyuhyun! Kau suka Sungmin hyung?!”

Dengan enggan Kyuhyun mengangguk. “Sudah sangat lama, hyung. Entah kapan, tapi perasaan ini sudah tumbuh sejak lama. Dan semakin lama semakin dalam. Aku muak tiap kali berada dalam suatu kondisi, Sungmin hyung yang melindungiku. Aku juga ingin melindunginya dan membiarkannya bersandar kepadaku. Aku tak suka dengan dia yang sok jago disana- sini.”

“Kenapa kau tidak bilang terus- terang?”

“Entahlah.” Jawab Kyuhyun sambil menunduk. “Seperti yang aku bilang, Sungmin hyung selalu melindungiku. Aku benar- benar malas mengakui kepadanya kalau aku yang lemah ini menyukainya. Sangat tidak keren.”

Mendengar jawaban kekanakkan Kyuhyun, Ryeowook terkekeh. “Tapi kau tidak lemah, Kyu.”

“Hyung bilang hanya untuk menghiburku.” Ujar Kyuhyun bête.

Ryeowook menepuk bahu Kyuhyun. “Kau yang sebenarnya jauh lebih kuat dari Sungmin hyung. Kau bisa memperlihatkan isi hatimu dengan jujur tanpa malu mengakuinya, tapi Sungmin hyung tidak bisa. Kalau kau mau dia bersandar kepadamu, kau harus mencoba membuatnya menyadari hatimu itu. Sungmin hyung, bukannya membencimu meski dia suka memukulmu atau memarahimu. Jauh di dalam hatinya, tersimpan satu ruang kosong yang hanya diisi olehmu saja.” Ryeowook tersenyum menatap dongsaengnya.

Kyuhyun diam sejenak. “Tak kusangka hyung cukup bijak.”

“Ya! Aku lebih dewasa dari kau tahu!” Ryeowook langsung memukul kepala Kyuhyun gemas.

“Haha.. Tenang, hyung! Jangan pukul aku!” Elak Kyuhyun sambil terkekeh. “Eh, itu berarti.. Kemungkinan besar Sungmin hyung juga menyukaiku, kan? Apa aku bisa menyatakan perasaanku kepadanya?”

Ryeowook mengangkat bahunya. “Coba saja.”

“Benar. Kalau tak dicoba mana mungkin tahu.” Kyuhyun langsung berdiri. “Aku sudah tak mau lagi menahannya. Aku ingin mencintai Sungmin hyung secara langsung tanpa ditutup- tutupi. Aku akan menjadi namja yang terbaik untuknya. Gomawo, Wookie hyung.” Kyuhyun tersenyum menatap Ryeowook. “Aku pulang, nae!” Namja itu langsung berlari meninggalkan Ryeowook yang memandanginya datar.

Ryeowook menoleh ke sebuah pintu di sudut ruang tamunya. “Dia sudah pergi, hyung!”

KRIEEET~ Perlahan pintu itu terbuka dan Sungmin melangkah keluar dengan raut wajah yang aneh.

“Hyung dengar sendiri, kan?”

Namja itu malas menanggapi Ryeowook. “Aku akan pulang juga.” Dengan langkah lunglai dia berjalan meninggalkan Ryeowook.

“Hyung!”

Sungmin berhenti.

“Aku tahu yang aku ucapkan tadi kepada Kyuhyun itu seratus persen benar. Meski kau menyembunyikannya kepada Kyuhyun, tapi aku bisa menebaknya. Jangan lari dari perasaanmu, hyung. Cinta yang kau rasakan itu wajar.” Ryeowook menatap sosok belakang Sungmin khawatir. “Kau menyukainya…”

Sungmin masih tak mau bicara, dengan perlahan dia berjalan keluar dari ruang tamu di rumah Ryeowook. Air mata kembali menyengat matanya, dan untuk kesekian kalinya dia menampar pipinya sendiri agar tak menangis.

“Cinta ini salah… Cinta ini tak benar… Aku tak seharusnya mencintai seorang namja.” Ujarnya pilu.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Kyuhyun pov~

Sungmin hyung kemana sih? Sejak pagi dia memang menghindariku. Tapi tak kusangka dia akan menghilang sampai sesore ini. Apa kejadian kemarin benar- benar tak bisa diterima? Kenapa dia sesensitif ini? Seperti bukan dirinya saja.

Aku sudah mencari- carinya ke banyak tempat, tapi aku tak menemukan hyungku itu.

“Heya, kau Cho Kyuhyun? Sudah lama kami mencarimu.”

Aku terdiam saat seseorang memanggilku. Perlahan aku menoleh dan langsung menegang. Segerombolan namja berdiri dibelakangku. Wajahnya terlihat sangar. Kenapa mereka mencariku? Aku tak kenal mereka.

“Kudengar kau salah satu anggota dojo Lee Sungmin?” Tanyanya lagi.

Wah… Sepertinya aku paham situasi ini.

“Kalau iya, kenapa?” Tanyaku sinis.

“Bagus. Pertemukan aku dengan namja bernama Lee Sungmin. Aku dengar dia sangat kuat, aku ingin menantangnya bertarung denganku.” Namja bertubuh kekar itu meninju telapak tangannya sambil menyeringai.

Kalian pikir aku akan membiarkan Sungmin hyung berkelahi? Babbo.

“Sayangnya Sungmin hyung sedang pergi. Lagipula hyungku tak punya waktu untuk berkelahi dengan namja sepertimu. Sudah kelihatan kalau kau yang akan kalah telak darinya.” Aku terkekeh merendahkan mereka.

Dan tentu saja itu bukan kelakukan yang bagus. Mereka menatapku marah.

“Bocah kurus ini minta dihajar, eh?!”

Aku tidak takut. Aku juga cukup jago martial arts.

“Lebih baik hajar saja dia!” Seru yang lain.

“Tunggu!”

DEGH! Aku tersentak saat mendengar suara yang sangat kukenal itu. Suara Sungmin hyung. Dan saat aku menoleh, Sungmin hyung berada tidak jauh di belakangku.

“Aku tak akan pernah memaafkan orang yang melukai dongsaengku.” Ujarnya seperti biasa. Sejak kecil itulah kalimat favoritnya.

Aku mundur perlahan. Oke, hyung… Jangan lanjutkan!

“Aku….”

“Diam…” Desisku pelan kearahnya.

“Lee Sungmin.”

“Kubilang diam!!” Kali ini aku berlari kearahnya dan langsung menarik tangannya. “Kenapa kau sebut namamu, babbo?!”

“Kyuhyun, lepas!!” Sungmin hyung menghentakkan tanganku dan kembali menatap kearah para berandalan yang baru saja berniat mengejar kami. “Aku Lee Sungmin! Kalian mencariku, kan?! Siapa yang mau melawanku? Tapi seujung jaripun, jangan lukai dongsaengku!”

Hyung… Kau itu kenapa sih?!

“Kubilang berhenti seperti ini! Aku tak suka kau lindungi seperti ini! Aku yang akan melindungi diriku sendiri!” Seruku kesal sambil menarik bahunya.

“Diam kau, Kyu!” Sungmin hyung menatapku kesal. “Jangan buat aku merasa bimbang! Jangan pernah bersikap baik kepadaku! Aku sudah menahannya selama ini, jadi jangan buat aku menjadi kacau lagi! Sudah cukup!” Sungmin hyung kembali menatap ke depan, kini namja yang mau menantangnya sudah berlari bersiap menerjangnya.

“Jangan sibuk sendiri kalian!”

Aku tak mau melihatnya terluka lagi!!

BUGH!! Gerakan  yang sangat tepat. Aku menarik Sungmin hyung saat namja tak dikenal itu melayangkan pukulannya kearah Sungmin hyung. Dan akulah yang kena pukulannya.

BRUGH~ Tubuhku langsung terjatuh.

Sakittt~

“Kyuhyun!!”

“Heh, dasar kurus! Jangan ganggu kami!” Sentak namja itu.

Sungmin hyung menatap namja itu marah, tapi aku langsung menahan tangannya. Dia menatapku tak terima dengan kelakukanku. Dengan satu gerakan aku menarik wajahnya agar mendekat ke wajahku. Bisa kulihat, kini rona merah memenuhi wajah manis itu.

“Hari ini… Biar aku yang melindungimu.” Aku tersenyum sambil mengecup pipinya. Sama seperti yang pernah kulakukan, tapi kali ini Sungmin hyung tak akan menghajarku.

Dengan susah payah aku berdiri. “Anggaplah namaku Lee Sungmin, aku yang akan mengalahkanmu.” Ujarku penuh percaya diri.

“Bocah pengganggu!” Namja itu langsung melayangkan tinjunya lagi kearahku, tapi aku langsung berkelit dengan cepat sambil memegang lengan namja itu.

Kekuatan fisik akan kalah dengan teknik yang diajarkan Sungmin hyung kepadaku.

Kutarik lengannya kebelakang punggungnya dan dengan satu tendangan kuat, aku menendang punggungnya dan membuatnya terjatuh. Namja itu menatapku marah dan langsung berdiri sambil menyelengkat kakiku.

SRAGH! Kakiku langsung oleng dan aku terjatuh.

Kini namja itu meloncat mau menibanku. Dengan cepat aku berguling dan bangun dengan satu hentakan tangan. Kulayangkan kakiku menendang perutnya. Dan dia langsung terjatuh lagi dengan sempurna.

Kau hebat, Cho Kyuhyun!

“Dasar pengganggu!”

DEGH! Dua orang langsung menarik kedua lenganku dan mengunci gerakanku.

“Curang!” Seruku marah.

“Sudah cukup bagiannya Kyuhyun.”

BAGH! Sungmin hyung menendang seorang namja yang memegangi lengan kananku dan dengan gerakan yang cepat dia menunduk sambil menendang namja yang memegangi lengan kiriku dengan sangat kuat.

Namja manis itu langsung menarikku dan membawaku lari menjauhi para berandalan yang sepertinya enggan mengejar kami berdua. “Kau… Sejak kapan kau berpikir aku butuh dilindungi oleh kau yang lebih lemah dariku?” Tanyanya dingin kepadaku.

Dasar keras kepala.

“Aku akan melindungimu. Mulai sekarang dan seterusnya, aku tak mau kau lindungi lagi, melainkan aku yang melindungimu. Aku akan menjadi namja yang cocok untuk berada di sisimu. Aku menyukaimu, hyung!” Seruku kesal sambil menarik wajahnya dan mencium bibir mungil Sungmin hyung cepat.

Kedua bola mata Sungmin hyung membulat sempurna.

“Aku tak perlu dilindungi olehmu. Aku ingin melindungimu. Itu semua karena aku menyukaimu.” Kuraih wajahnya yang kini merona. “Hyung…”

“Aniya!” Sungmin hyung langsung menarik tanganku. “Ini salah! Cinta yang seperti ini salah! Tak seharusnya kau mencintaiku! Itu tidak benar, Cho Kyuhyun!”

“Tapi aku serius!” Kembali kutarik tangannya.

“Kumohon berhenti bersikap seperti ini!” Sungmin hyung kini menjerit frustasi sambil menunduk dalam. “Berhenti memaksaku, Kyuhyun. Aku lelah terus berada di kebimbangan ini. Aku tak mau…”

Lelah…?

“Kalau kau terus bersikap begini, aku takut aku tak bisa lagi menahan perasaanku. Bertahun- tahun kucoba menahan perasaan ini. Aku ingin menjadi namja yang kuat yang bisa selalu melindungimu. Kucoba bersikap dingin kepadamu agar perasaan ini tak berkembang semakin dalam, tapi aku salah. Hatiku semakin terluka. Aku tak mau merasakannya karena aku tahu cinta ini salah… Kumohon jangan memaksaku…” Kedua bahu Sungmin hyung gemetar.

Apa dia menahan tangisnya?

Tunggu… Itu artinya dia juga…

“Hyung, juga menyukaiku?”

Sungmin hyung menggeleng cepat. “Aku tak boleh menyukaimu! Kau namja dan aku namja!” Kini dia menengadah menatapku. Entah sejak kapan, tapi air matanya mulai mengalir. Hatiku sesak.

Cinta ini memang bertentangan… Kami tak seharusnya saling mencintai karena kami sesama namja. Tapi apa yang harus kami lakukan? Aku mencintainya, dan kini aku tahu dia juga mencintaiku meski dia tak berani mengakuinya.

Ternyata, meski Sungmin hyung jauh lebih kuat secara fisik, hatinya tetaplah lemah. Benar yang dikatakan Wookie hyung tadi. Aku jauh lebih kuat dari pada dia.

Aku berusaha meraih lengan Sungmin hyung hati- hati. “Hyung…” Aku mencoba tersenyum menatapnya.

“Aku tak boleh menyukaimu… Kau tak boleh menyukaiku… Kita seharusnya tidak seperti ini. Kenapa kau memaksaku untuk semakin kacau…” Isaknya pilu.

“Hyung, dengarkan aku.”Aku menyentuh kedua pipinya hati- hati. “Dengarkan dan jawab pertanyaanku.” Aku menarik nafas sebentar dan menatapnya serius. “Kau menyukaiku?”

Sungmin hyung hanya diam dan air matanya mengalir semakin deras.

“Hyung… Kau menyukaiku?” Ulangku lebih lembut.

Sungmin hyung menunduk dan akhirnya mengangguk. “Entah sejak kapan, tapi perasaan ini sudah berkembang semakin dalam dan aku tak bisa menghentikannya. Sekeras apapun usahaku, sesakit apapun hatiku, aku tak bisa membuang perasaan ini. Rasanya sangat sesak…”

Kurasa itu cukup.

Aku langsung memeluk Sungmin hyung. “Itu cukup, hyung.”

“Kyuhyun! Lepaskan aku!”

“Ani!” Tolakku serius. “Aku tak pernah mau melepaskanmu. Sekalipun aku tak akan melepaskanmu. Sekalipun kau berpikir cinta ini salah karena kita sama- sama namja, tapi kau juga harus percaya kalau cinta itu sendiri tak mungkin salah. Ini takdir, hyung. Tak perduli kau terlahir sebagai namja ataupun yeojya, karena seperti apapun sosokmu, kita memang ditakdirkan untuk saling mencintai.”

Sungmin hyung kembali diam.

“Saranghae… Jeongmal saranghae…” Bisikku lembut sambil mengecup puncak kepala Sungmin hyung.

Perlahan namja itu menengadah menatapku. “Aku… Boleh menyukaimu?”

“Kenapa tidak? Siapa yang bisa melarangmu?” Tanyaku sambil terkekeh.

Sungmin hyung menggigit bibir bawahnya menahan tangis dan dia langsung memelukku. “Gomawo.” Isaknya tertahan.

Bukan itu yang mau kudengar dari bibirmu, hyung…

“Nado, Kyu. Nado saranghae.” Dia melanjutkan kata- katanya.

Aku tersenyum kecil sambil menerawang jauh kedepan. Nae, itulah yang mau kudengar.

“Mulai sekarang, aku akan berusaha melampaui hyung. Agar aku yang akan melindungi hyung nanti. Sampai saat itu tiba, mohon bimbingannya, hyung.” Godaku sambil mengacak- acak rambut hitamnya.

Sungmin hyung tersenyum kearahku. “Arraseo. Aku akan melatihmu. Saranghae…”

.

.

~Fin~

32 thoughts on “Guardian

  1. wahhhh, so sweeeeeettttt bgt cerita’a kyk gula.
    .
    kyu sok kuat y… emang dia bisa martial art?? kaget lho.., suer “v
    .
    daebak deh ff unni..
    ceritanya ak suka. pokok’a semua ff unni ak suka..
    .
    Annyeong..
    .
    .
    Sign.
    LY

  2. #ngikkkkk-asma pon/plakkk

    hedehhh… sungmin malu2 ih…😛. takdirnya sungmin itu sama kyu tau, pake nolak lagi.

    lagi2 dibuat ketawa diadegan sungmin keluar dari persembunyiannya

  3. Gulaaaanya*plak*mksdnya manisnya……..siumin sok2an dingin gtu pdhl drinya lg nahan prasaannya wt siKyu dh pasrah aja takdirny umin y cm buat siepil gtu jga sbliknya^^

  4. Ya ampun… hubungan mereka kok gitu ya. Ga bisa saling jujur, padahal sama2 suka. Kyuhyun yang sok ga ngerasa suka, n Sungmin yang sok ga mau menerima kenyataan kalau sebenarnya ada rasa. Tapi wajar sih punya perasaan kalut seperti Sungmin, secara hubungan mereka kan boleh dibilang ga normal.

    Tapi lucu juga melihat Kyu kelimpungan sendiri. Apalagi sesi curhat2an n malah diintip sama si objek, ga kuat banget.

    Gila!!! Padahal masih di arena berantem, masih sempet2nya saling mengungkapkan perasaan. Tunggu selesai dulu bisa kan??? N gw ga bisa ngebayangin reaksi orang2 yang dihajar KyuMin melihat adegan -sok- mesra mereka. Bener2 ga tahu sikon.

    Biar gitu, tetep aja manis n bikin ketawa. Tapi, kayaknya gw pernah baca manga yang mirip ini. Lupa sih, tapi kayaknya pernah. Mungkin mirip kali ya.

    Salam,

    Elle

  5. Huh! KyuHyun uda ambil umin ku! >.< #plakk!plakk!plakk! #ditampar bolak balik sm teukie umma
    teukkie : sjak kpn anak gue jdi punya lu!?
    kyu : uke gue ntu pnya gue!
    ih, umin kan punya ak..duak! #ditendang ampe mars
    alien : @+"';@!?,/;-(@+.,;:!?/()_#*
    #gila, mkin g nyambung aj neh komentar ==

  6. Wah gak kebayang kyu jago brantem abis bdn’y kuyus hehehe….
    Berkat kegigihan kyu akhir’y min mau jujur ma prsn’y,kyu daebak…..
    Keep writing thena😀

  7. Kyumin sering banget yah d gangguin ma orng jahat……!!! *Poor KyuMin*

    Ceritax bagus……!

    Anyoooong…..
    ^^!

  8. hahaha, bisa2nya kyu curhat, da umin yg nguping..
    kkk~
    umin malu2 heebum nihh, bikin gemes dehh #gigit umin

    couple favoritq neeehh

    KYUMINNNN MUACH MUACH MUACH
    #readers stress gegara cintanya gak kesampean

    GOMAWO THENAAAA #peyuk2 thena

  9. kyaaaaaaaaaaaaaaaa

    KYUMIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!

    hahhhhh tergila2 q ma couple 1 ini.,
    ishh kyu.. kyu.. dmna2 u ttp rjax epiil yy.,

    like it!!!

  10. mau ketawa bacanya!
    Aku paling geram dgn org yg ska nutupin perasaannya!
    Rasanya pengen kupelintir tangannya!
    Aigoo . . .
    Kenapa g jujur aja sie?

  11. so sweet banget sihh kyumin >.<
    pengen dilindungin sama kyumin.. wkwkw
    *ngarep

    oia thena,,
    saya masih bingung knapa kyu bisa tinggal dirumah umin?
    kayaknya penjelasan nya kurang deh…
    trus itu si henry kayak hantu yak, tiba2 nongol.. *ditimpuk hahaha

  12. aiiihh,prtma’y sungmin ngga mau nrima..tp akhir’y jadian jg kn?hoho dasor..minnie’y trlalu keras kpala sih..hruz debat dlu bru mau ngaku >,<
    yg adegan sungmin ngbuang PSP'y kyu lucu!!kaya'y sungmin sneng bgd ngrusk PSP..smpe2 udh 5 PSP kyu mati gra2 d'bnuh sm sungmin😀

  13. hwaaaaaaaad sejak kapan kyu yg kurus ceking n keriting jago martial art ??????
    gak salah tu???????
    untung cuma psp yg dilempar bukan pemiliknya!!!!!

    KYU SELAMAT BERJUANG YA!!!

    bikin ff kyumin lagi dong pleSeeeeeeeeeeeeeeee

    *kyumin shiper forever*

  14. Yaaahhh….Kyu main kissu aja sih…makannya si Minimi jadi susah nahan perasaannya. ckckck….

    Aigooo…..udah 5 psp yang dihancurin ma Minimi tapi Kyu gak ngambek2 amat? emang udah cinta mati tuh….

    oke deh chagi, umma suka cerita yang manis kya gini….kkkk….

    bikin YeWook lagi dong…..*ddangko eyes attack*

    saranghae❤

  15. lucu hehe………
    kunyun takluk y sama ming
    ahh,,annyeong haseyo,reader baru nih…salam kenal,,unnie (-,-) blh kan aq pggil gitu🙂

  16. romantic… pengen dong punya namjachingu kaya kyu gitu…
    kyu persunting aku!!!*plakk
    kyu berjuang ya melindungi minnie…
    KyuMin is real… Very realll…..
    Tetep berjuang berkarya ya… kutunggu cerita selanjutnya lho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s