Kim Family Series 3 Special Story // Taemin’s Memory

Kim Family Series 3 Special Story

Taemin’s Memories

Rated :: K

Genre :: Family

.

Last Story from Kim Family Series

Hope you like this, guys~

.

~All :: Taemin pov~

Yang namanya keluarga itu, apapun yang dirasakan selalu dibagi bersama. Senang, sedih, marah, dan terluka, semuanya harus saling dibagi agar kita bisa belajar bersikap adil dengan keluarga sendiri. Yang namanya keluarga itu satu, meski kita berpisah- pisah sampai ke ujung dunia sekalipun. Keluarga itu tetap satu.

Benang merah yang terikat di jari kelingking kami, tak akan pernah putus sekalipun kami semua terpisah- pisah ke ujung dunia sekalipun.

Ya, itulah yang diajarkan umma kepadaku.

Dan itulah yang haelmoni ajarkan kepada umma dan anak- anaknya yang lain.

Suatu saat nanti, hal itu juga yang akan kuajarkan kepada anakku nanti.

.

“Ya, Taemin!”

Aku menoleh kearah Minho, seorang temanku dikelas. “Ngh?”

Namja bermata bulat itu menatap ke arah kotak bekalku. “Ini apa? Hari ini kau bawa telur gulung lagi? Kasihan sekali sih. Memangnya umma-mu itu tidak pandai memasak, ya?”

Dengan sedikit cemberut aku langsung memakan telur gulungku tanpa menatap Minho. “Bawel.”

“Heya, aku serius, nih. Kau mau bekalku tidak? Hari ini umma membawakanku makanan enak. Sebagai siswa kelas enam yang sebentar lagi mau ujian, kata umma, kita harus makan yang sehat- sehat.”

Aku mengangguk acuh. Suka- suka kau saja, Choi Minho.

“Ini. Mau tidak?”

Aku menggeleng. “Makan telur gulung buatan umma juga aku sudah bersyukur, kok.”

“Tapi kau tidak bosan?”

Aku menggeleng. “Umma itu sibuk. Dia bekerja di galeri seni sebagai penasihat fotografer pemula dan harus bekerja dari pagi, sama seperti appa. Dia punya waktu untuk membuat bekal saja aku sudah senang. Jadi apapun yang dibuatnya untukku akan kumakan sampai habis.”

“Huuu~” Minho cemberut. “Berarti aku boleh minta, ya.” Namja itu mengarahkan sumpitnya ke kotak bekalku.

“Ani!” Buru- buru kutepis sunpitnya. “Karena ini buatan umma-ku, hanya aku yang boleh makan.”

“Ya, dasar pelit kau.” Minho memasukkan udang goreng ke mulutnya. “Ngomong- ngomong, Taemin. Kudengar dulu umma-mu dan keempat saudaranya sangat di kenal di SD kita loh. Dulu mereka itu disebut Kim bersaudara. Lima bersaudara yang satu keluarga tapi tak memiliki hubungan darah. Mereka itu legenda.”

Aku tersenyum kecil sambil menoleh ke jendela kelasku. “Memang kenapa kalau mereka jadi legenda karena hal itu? Konyol sekali.”

“Tapi kan keren punya keluarga yang terkenal di sekolahnya dulu.” Minho masih bersikeras. “Kau sendiri, jangan- jangan kau bukan anak kandung orang tuamu, lagi.” Namja itu terkekeh.

Aku langsung mendelik marah menatapnya. “Kalau aku memang bukan anak kandung mereka, kau mau apa?”

“Uhuk!” Mendengar ucapanku Minho tersedak dan menatapku shock. “Ka-kau bukan anak mereka? Itu bohong, kan?”

Aku hanya tersenyum jahil. “Enak saja. Aku ini murni anak kedua orang tuaku.” Balasku sambil melanjutkan memakan bekalku hari itu.

Sebenarnya telur gulung buatan umma itu enak, tapi agak asin. Huu… Di rumah yang menjabat sebagai koki kan appa, bukan umma. Umma itu tukang marah- marah. Hahaha.. Tapi aku sayang umma!

0o0o0o0o0o0o0o0

“Yak, Taemin! Bukannya sudah umma katakan, letakkan bolamu di kamar! Bukan di depan pintu!”

Sontak aku menutup telingaku begitu mendengar umma berteriak. Aku melirik ke jam, sudah jam lima sore, memang sudah jam umma sampai rumah. Dengan satu loncatan aku bersembunyi di balik sofa dan kembali melanjutkan membaca komik.

“Dimana sih anak itu?”

Kudengar langkah kaki umma masuk ke ruang tamu.

“Taeminnie!”

Komiknya lagi seru. Mian, umma.

SRET! Tiba- tiba sesuatu menarik daun telingaku. Aigoo~ Lagi- lagi umma bisa menemukanku setiap kali aku bersembunyi darinya.

“Ya, anak nakal. Sedang apa disitu?”

Aku melirik kearah umma sambil nyengir. Dia juga tersenyum, namun senyumannya itu sama sekali tidak menyenangkan. Ya, dia itu menyeringai! Aisshh.. Appa cepat tolong anakmu yang tampan ini!

“Ya, yeobo. Sedang apa menjewer telinga Taemin?”

Tuhan mengabulkan doaku.

Umma langsung menoleh kearah appa yang baru masuk ke ruang tamu, saat itu juga aku langsung berkelit dan kabur kearah appa. “Ya, Hannie.. Jangan lindungi anak nakal itu. Sudah diperingatkan kalau dia harus meletakkan semua barang- barang miliknya pada tempatnya, tapi dia membiarkan bolanya tergeletak di balik pintu masuk.” Umma geleng- geleng sambil berlalu ke dapur.

Appa menunduk menatapku dengan sorot mata lembutnya. “Benar itu?”

“Tadi aku lagi baca komik, appa.”

“Tapi kau tak lupa kan apa peraturan pertama di rumah ini?”

Aku cemberut. “Mendengarkan umma.”

Appa langsung mengusap kepalaku. “Sekarang bawa bola itu masuk ke kamarmu dan minta maaf pada umma karena membuatnya marah.” Appa langsung berlalu masuk ke dalam kamarnya.

Huff.. Aku ini keturunan yang mana sih? Umma galak, appa terlalu baik. Dan aku?

Kadang Kyuhyun ahjussi suka meledek kalau aku ini keturunannya. Darah isengnya mengalir dalam darahku. Entah apa maksud ucapannya tapi aku tak perduli. Karena umma pernah bilang, kalau mau jadi anak nakal, dengarkanlah Kyuhyun ahjussi, jadinya aku tak pernah mendengarkannya. Aku kan tak mau jadi anak nakal.

Tapi sekarang aku jadi ragu, sepertinya dia benar. Aku ini keturunannya.

Seperti yang dikatakan Appa, aku membawa masuk bola sepakku ke dalam kamar dan masuk ke dapur. Umma sudah memasak. Pasti lelah, dia bekerja seharian dan pulang langsung memasak. Appa juga sudah membantunya, meski masih mengenakan kemeja kerjanya.

“Umma, mianhae.” Ucapku sambil duduk di kursi. “Nanti- nanti kalau aku lupa membawa bolaku, umma boleh deh membuangnya.”

“Wah, itu akan jadi penawaran yang bagus, chagiya.” Umma terkekeh sambil menoleh kearahku.

“Ya, umma! Aku cuma bercanda!” Seruku lagi sambil cemberut. Yang benar saja, aku kira dia akan bilang kalau dia tak akan melakukanya. Ternyata dia senang mendengar ucapanku. “Ngomong- ngomong, umma… Besok boleh aku rekues untuk bekal sarapanku?”

Umma benar- benar menoleh menatapku. “Kau mau apa?”

“Aku mau udang goreng.”

Umma langsung tersenyum dan berjalan mendekatiku lalu mengusap kepalaku lembut. “Akan umma buatkan udang goreng spesial untukmu besok, chagiya.”

“Yes! Gomawo, umma!” Aku langsung memeluk umma.

Meski di depan Minho aku bilang, apapun yang umma buatkan pasti akan kumakan dengan sepenuh hati, aku kan juga mau dibuatkan bekal enak seperti yang selalu dibawa Minho. Oke, aku ini tetap anak laki- laki kecil yang ingin dimanja orang tuanya, kok. Hehe..

0o0o0o0o0o0oo0

“UMMAAAA!!!” Aku menjerit sekencang- kencangnya pagi itu di depan kotak bekalku yang hanya terisi… Telur gulung. Lagi.

“Wae?!” Dengan tergopoh- gopoh umma berlari ke dapur dengan raut wajah panik. Dia masih sibuk memasang scraft merah maroon di balik kerah kemeja kerjanya yang putih bersih. Tapi sepertinya umma langsung paham saat melihat raut wajahku yang cemberut menatapnya. “Ah, mianhae, chagiya. Umma ada panggilan cepat pagi ini. Jadi tidak sempat membuat udang goreng untukmu.”

“Tapi umma sudah janji akan membuatkanku udang goreng!” Seruku tak mau terima. “Aku tak mau telur gulung lagi.”

“Aigoo, Taeminnie… Umma sibuk sekali.”

“Sibuk! Sibuk! Kenapa sih umma selalu sibuk dengan pekerjaan!” Seruku kesal.

Umma langsung terdiam menatapku. Jadi kurasa aku tak perlu ikutan diam, kan?

“Semua temanku memiliki umma yang selalu membuatkannya bekal enak tiap hari. Sedangkan umma-ku? Umma sibuk di galeri, tiap hari hanya bisa membuatkan telur gulung, itu juga kadang- kadang keasinan. Aku nggak mau umma yang sibuk!”

Sejenak aku diam. Kurasa itu tadi agak keterlaluan. Tapi terlanjur keluar..

“Taemin…”

Aku terdiam saat mendengar teguran lembut appa. Kulihat appa kini menatapku. Appa sudah berdiri di ambang dapur, dibelakang umma. Melihat sorot mata appa, aku diam sambil menggigit bibir bawahku. Aku takut.

Appa marah?

“Minta maaf karena sudah berteriak kepada umma.” Perintah appa perlahan.

“Ti-tidak mau! Aku tak mau minta maaf sama umma! Umma yang salah bukan aku!”

Umma langsung menghela nafas dan menoleh kearah appa. “Kau jalan duluan saja, yeobo. Biar aku buatkan Taeminnie udang goreng dengan segera.”

“Tapi para peminat galeri itu tak suka menunggu. Biar aku yang membuatkan.”

“Aniya.” Umma menoleh menatapku dan membuka scraftnya lagi. “Kau mau udang goreng kan? Biar umma buatkan dulu.”

“Kim Taemin.” Appa menatapku serius namun tetap dengan sorot mata teduhnya.

Hatiku langsung sesak.

“Aniya! Aku benci umma!” Aku langsung kabur begitu saja melewati umma dan appa sambil menarik ranselku untuk ke sekolah. Umma yang marah itu menakutkan, tapi appa lebih menakutkan kalau marah. Lagipula aku tak suka melihat umma seperi tadi. Kenapa tidak marah saja?

Ah, masa bodoh! Pokoknya aku marah sama umma! Umma terlalu sibuk bahkan sampai tak bisa menepati janjinya. Ini bukan yang pertama kalinya umma berbohong kepadaku. Aku marah sama umma!

.

“Wah, Taemin tak bawa bekal?” Minho membuka kotak bekalnya tanpa dosa dihadapanku. “Apa umma-mu terlalu sibuk sampai tak bisa membuat bekal lagi? Kasihan sekali kau.”

“Masa bodoh.” Jawabku ketus.

GRUUUCK~ Perutku berbunyi.

Aigoo.. Lapar sekali!

“Wah, kau lapar ya? Mau bekalku? Tapi kau bayar, ya…” Minho mendorong bekalnya kearahku sambil tersenyum jahil. “Belikan aku kaset winning eleven terbaru. Kasetku hilang. Bagaimana? Mau tidak?”

“Ani.” Tolakk malas. “Lebih baik kasetnya buatku sendiri daripada buat kamu.”

Minho terkekeh. “Mau kelaparan?”

“Berisik, Minho.” Balasku lagi sambil menarik satu udang goreng di kotak bekalnya dan mengunyahnya. “Kalau aku minta satu, nanti kau aku traktir es krim, deh.”

“Lapar kan?” Minho kembali meledekku sambil tertawa. “Sudah makan saja deh. Aku juga sudah bosan sama udang goreng.”

Huh… Ini gara- gara umma! Lihat saja, aku akan tetap marah sama umma!

“Tapi, Taemin. Kau itu termasuk beruntung juga karena umma-mu selalu berada di luar.”

“Beruntung apanya?” Tanyaku malas sambil mengambil lagi udang goreng Minho.

Namja itu berdecak sambil memainkan sumpitnya. “Umma-ku selalu di rumah dan hobinya itu marah- marah tak jelas. Kalau adikku yang salah, aku yang kena marah. Pokoknya tak asyik deh. Sedangkan kau anak tunggal dan juga dimanja. Makanya meski umma-mu tak ada di rumah, dia tetap baik sekali padamu.”

“Umma juga cerewet dan suka marah- marah, kok.” Ujarku. “Aku lagi malas membicarakan umma-ku. Sudah, ah.”

Sebersit perasaan bersalah merasukiku. Tapi aku langsung menepis perasaan itu. Kenapa aku harus merasa bersalah? Aku memangnya salah apa?

Umma itu kan memang bawel dan cerewet. Padahal setiap hari suka lupa membuatkan bekalku atau lupa kalau ada hari kunjungan orang tua, tapi tetap saja suka marah- marah. Umma menyebalkan. Lebih baik aku ke rumah haelmoni saja pulang sekolah nanti.

Toh kalau di rumah nanti, paling aku dimarahi lagi. Dan juga, pastinya kan di rumah tak ada siapa- siapa.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Haelmoni!” Aku berlari masuk ke dalam rumah itu.

Tak ada yang menyambutku. Ah, benar juga… Sekarang rumah ini terasa sangat sepi. Kalau dulu, setiap aku datang pasti ada yang menyambutku dengan senyum manis. Aku kangen Wookie ahjumma yang sanga pandai memasak, aku kangen sama Kibum ahjumma yang sangat baik namun saat ini sedang di Kananda, aku juga kangen sama Yesung ahjussi yang agak konyol.

Seharusnya disini masih ada Kyuhyun ahjussi dan istrinya, Sungmin ahjumma.

Tapi karena keduanya baru menikah dua bulan yang lalu, Sungmin ahjumma masih bekerja di TK. Maka rumah ini kosong.

“Haelmoni~?” Aku mengulangi panggilanku.

“Nae~” Kudengar suara dari arah kamarnya. “Masuk saja ke kamar, chagiya.”

Aku langsung berlari, tapi sebelumnya kuletakkan bola sepakku di depan pintu rumah itu. Perlahan aku membuka pintu kamar haelmoni dan kulihat yeojya yang masih kelihatan cantik itu duduk sambil merapihkan setumpukkan kertas.

Aku mendekatinya. “Sedang apa, haelmoni?”

Haelmoni tersenyum sambil mengusap kepalaku lembut. “Sedang melihat surat- surat milik keluarga kita. Taemin mau lihat?” Haelmoni langsung meletakkan beberapa surat diatas pangkuanku yang sudah duduk disisinya.

Dengan penasaran kutatap surat- surat itu.

Ini… Surat adopsi? Yang berada paling atas adalah surat adopsi atas nama Kim Heechul yang lahir pada tanggal 10 Juli. Ini surat adopsi umma.

Sesuatu yang aneh merasuk ke dalam hatiku. Aku tak tahu perasaan apa ini, agak sakit, tapi sepertinya aku tidak terluka.

“Kau sudah bilang umma-mu akan kesini?” Tanyanya lagi.

Aku menggeleng. “Aku sedang marah sama umma. Haelmoni tahu? Umma batal membuatkan udang goreng untukku padahal dia sudah janji kemarin. Katanya ada panggilan pagi. Umma itu sangat sibuk di luar. Bekal untukku saja hanya telur gulung keasinan. Makanya aku kesal sekali tadi dan pergi begitu saja.”

Haelmoni mengusap kepalaku lembut. “Jadi kau marah pada umma-mu?”

Aku mengangguk. “Aku mau menginap disini.” Tegasku. “Kalau haelmoni kan tidak pernah marah- marah. Kalau pulang, pasti aku dimarahi lagi.”

Haelmoni terkekeh lagi. “Kau tahu kan kalau umma-mu dan keempat saudaranya itu bukan anak kandung haelmoni?” Tanya haelmoni sambil menarik surat adopsi umma dari pangkuanku.

Aku mengangguk sambil menoleh menatapnya heran. Apa hubungannya dengan hal itu? Ahh~ Karena umma bukan anak kandungnya karena itu umma berbeda dengan haelmoni. Umma-nya umma pasti galak banget.

“Sejak kecil, umma-mu itu sangat galak. Berbeda dengan haelmoni ataupun saudaranya yang lain. Dia paling suka mengomel atau memarahi adik- adiknya yang nakal. Sebagai anak pertama, umma-mu sangat tegas dan disiplin.”

Tak aneh.. Sekarang juga masih sama. Apalagi sifat galaknya, memang sudah bawaan sejak lahir.

“Apa kau tahu kenapa umma-mu menjadi galak?”

Aku menggeleng. “Bawaan lahir?” Tanyaku polos dan malah membuat haelmoni tertawa geli mendengarnya. “Loh? Aku kan tak bercanda.” Aku langsung cemberut.

Haelmoni menepuk punggungku lembut. “Aniya, Taemin.”

“Lalu?”

“Itu karena umma-mu anak pertama. Sebagai anak pertama, dia yang memilikk tanggung jawab terbesar diantara adik- adiknya. Dibanding yang lain, dialah yang paling memperhatikan saudaranya dibanding siapapun.”

Masa umma seperti itu? Bukannya Kyu ahjussi sendiri bilang kalau dia selalu dimarahi sama umma?

“Sesibuk apapun, dia tetap memperhatikan dan meluangkan waktu untuk bicara dengan saudaranya. Umma-mu yang akan paling terluka kalau sesuatu terjadi dengan saudaranya.”

“Waeyo?” Aku bertanya. “Umma kan suka marah- marah, kenapa dia yang paling sedih? Kupikir, umma itu tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya karena dia suka marah- marah tak jelas. Lagipula, yang lainnya kan bukan saudara kandungnya. Kenapa umma harus memikirkan mereka lebih dalam?”

Aku benar- benar bingung.

“Justru karena bukan saudara kandung, jadinya dia memperhatikan saudaranya lebih dari siapapun.”

“Jadi umma akan lebih menyayangi anak angkat daripada anak kandung?” Aku mengerutkan kening heran.

Haelmoni terkekeh. “Bukan begitu.” Dia mengusap kepalaku pelan. “Umma-mu itu sangat menyayangi mereka karena bukan saudara kandung, kalau saudara kandung bahkan akan lebih lagi. Umma-mu sangat menyayangimu, hanya saja saat ini dia masih fokus terhadap impiannya. Menjadi fotografer itu impian umma-mu sejak lama, meski dia sebenarnya sangat ingin meluangkan waktu untukmu, tapi dia tak bisa.”

“Impian lebih berarti dari anak sendiri.” Ujarku kesal.

“Taemin… Impian juga bukanlah sesuatu yang bisa dilepas dengan mudah.” Haelmoni memelukku lembut. “Dulu, umma-mu pernah pergi meninggalkan kami untuk mengejar impiannya. Saat itu akhirnya dia sadar, dia harus menomor satukan impiannya dulu. Dan sama seperti sekarang, dia tak mungkin melepas impiannya begitu saja. Meski mengejar impian, keluarganya akan tetap berada dihatinya. Sama seperti sekarang, meski sibuk, kau selalu ada dihatinya.”

“Tapi itu berarti umma tak sepenuhnya menyayangiku, kan?”

“Aniya.” Haelmoni menatapku dalam. “Dia yang paling menyayangimu lebih dari apapun. Saat kau masih lelap tertidur, umma-mu sudah terjaga dan memasak untukmu meski kadang masakannya keasinan, kan? Dia kadang menelepon haelmoni untuk bertanya bagaimana caranya memasak sesuatu. Umma-mu paling tidak bisa memasak, tapi dia berusaha untukmu dan appa-mu. Dan malamnya saat kau pulas tertidur, umma-mu orang terakhir yang akan terlelap. Dia selalu masuk ke kamarmu hanya untuk melihat apakah kau nyenyak tertidur atau tidak.”

“Benarkah umma begitu?” Aku menatap haelmoni tak percaya.

Haelmoni mengangguk. “Dia yang paling menyayangimu di dunia ini. Umma-mu tak mungkin bilang begitu karena dia itu kurang bisa jujur dengan orang lain. Dia selalu memarahi Kyuhyun ahjussi karena justru karena dia yang paling menyayanginya. Dia marah padamu karena dia menyayangimu. Dengan marah, dia bisa memberikan perhatian lebih kepadamu.”

Benarkah yang diucapkan haelmoni?

“Sedangkan kalau kau marah, apa kau memberikan perhatian kepadanya?”

Aku menggeleng. “Aku membentak umma dan membuat umma terluka.” Jawabku sambil menunduk. Aku anak nakal…

“Itulah bedanya kau dan umma-mu. Kalau marah umma-mu menunjukkan sayangnya, sedangkan kalau kau marah, kau justru meninggalkan umma-mu begitu saja, kan?” Haelmoni mengusap kepalaku. “Yang mana yang lebih kau suka? Telur gulung keasinan buatan umma-mu, atau bekal enak buatan umma temanmu?”

“Telur gulung keasinan.” Jawabku pelan.

“Apa kau bisa menerima kesibukan umma-mu?”

“Asal umma tidak memaksakan diri. Aku sebenarnya ingin umma tetap ada di rumah. Menyambutku setiap aku pulang sekolah, membuatkanku bekal yang enak. Tapi… Di galeri itu adalah pusat impian umma, aku juga tak mau umma melepaskannya.” Aku menunduk semakin dalam.

“Kau juga impian umma-mu, Taemin sayang..” Haelmoni mengusap rambutku lembut. “Hanya saja saat ini dia masih belum bisa melepas impiannya itu. Sedangkan kau, dia masih bisa menyayangimu sekalipun dia tak ada disisimu. Sayangilah umma-mu dan jangan bersikap kasar kepadanya, karena umma-mu sangat menyayangimu. Jaga umma-mu dengan sebaik mungkin karena kau adalah putranya. Suatu saat kalau haelmoni atau haraboji tak bisa melindungi umma-mu, kalau appamu tak bisa menjaganya juga, kau lah yang harus melindunginya.”

Haelmoni menarik tanganku dan menautkan jari kelingkingnya di jari kelingkingku. “Ikatan benang merah yang terikat di jari kita semua, tak akan pernah terputus sekalipun kita semua terpisah. Jadi kalian akan saling terhubung meski tak berada di satu tempat yang sama.”

Aku paham!

Aku langsung meloncat berdiri. “Aku mau pulang!”

“Tidak jadi menginap? Sebentar lagi mungkin ahjussi, ahjumma juga haraboji akan pulang.”

Aku menggeleng. “Aku mau pulang sekarang lalu meminta maaf kepada umma. Aku sudah jadi anak nakal. Aku berjanji aku tak akan memarahi umma lagi.”

Haelmoni mengangguk. “Peluk haelmoni sekali lagi.”

Dengan senang hati aku memeluknya.

“Haelmoni sayang pada Taemin.”

“Aku juga sayang haelmoni. Aku sayang umma. Aku sayang keluargaku. Aku pasti akan men jadi anak yang sangat baik untuk keluargaku. Aku tak mau jadi anak nakal.” Kulepas pelukanku dan menatap senyum lembut haelmoni.

“Pulanglah, sampaikan salam haelmoni kepada umma-mu.”

Aku mengangguk. “Sampai jumpa, haelmoni!”

0o0o0o0o0o0o0o0

Aku pulang agak sore, tapi saat aku masuk memang sesuai dengan dugaan. Rumah kosong.

Dengan segera aku melangkah ke dalam dapur. Kulihat secarik kertas yang kutemukan tertempel di pintu kulkas. Pesan dari umma.

Taemin chagiya, umma akan pulang larut hari ini.

Appa juga akan pulang telat.

Jadi kau makan malam sendirian. Jeongmal mianhae, sebagai ganti yang tadi pagi, siang ini umma sudah membuatkanmu makan malam kesukaanmu. Kalau mau tidur jangan lupa kunci pintunya, chagiya.

Umma sayang Taemin.🙂

Aku langsung menoleh menatap makanan di atas meja makan.

Umma selalu begitu, kalau pulang larut, siangnya dia akan pulang dan memasak untukku. Dia membuatkanku sup kentang. Itu masakan turun temurun di keluarga kami. Kata umma, dulu dia sangat suka sup kentang buatan haelmoni. Dan sekarang gantian, aku sangat suka masakan umma yang satu itu.

Aku langsung mencuci tangan dan naik ke atas kursi.

Kusendok sup semangkuk penuh dan mulai kumakan. Sebelum makan, aku mengatupkan kedua tanganku dan berdoa kepada Tuhan.

“Semoga appa dan umma juga sudah makan malam.”

Saat umma pulang nanti, aku akan meminta maaf kepadanya.

.

“Ngh~”

Perlahan aku membuka mataku dan memperhatikan sekeliling kamarku. Eh? Aku dikamar? Bukankah tadi aku sedang membaca komik di ruang depan? Apa aku tertidur? Lalu siapa yang membawaku ke kamar? Appa atau umma?

Dengan langkah hati- hati aku bangun sambil melirik ke jam di atas meja belajarku.

Jam sebelas malam.

Aku melangkah hati- hati keluar kamar. Samar- samar aku masih melihat lampu dapur menyala.

“Ah, apa aku sebaiknya berhenti bekerja di galeri, ya?”

Suara umma.

“Waeyo? Apa karena kejadian tadi pagi?”

Kali ini suara appa. Dengan hati- hati aku bersembunyi di balik tembok dapur untuk menguping pembicaraan mereka.

“Huff~” Umma terdengar menghela nafas. “Aku merasa tak enak hati dengan Taemin. Dia benar, aku terlalu sibuk bekerja di luar sehingga tak memiliki banyak waktu untuk bersamanya. Jadi, apa sebaiknya aku berhenti saja di sana?”

Karena ucapanku tadi pagi..

“Aku tak berniat menyuruhmu berhenti, yeobo. Tapi kalau kau ingin berhenti untuk meluangkan waktu lebih untuk Taemin, maka aku akan mendukungnya. Tapi setidaknya pikirkan dulu. Galeri foto itu adalah impianmu sejak lama, kau bahkan belajar ke luar untuk memperdalam pengetahuanmu. Apa kau akan melepasnya semudah itu?”

Hening. Aku tak mendengar jawaban apapun. Sepertinya umma ragu.

“Gwaenchana. Demi Taemin kecilku.”

Umma…

“Kalau begitu_”

“Aku tak mau umma berhenti!” Aku langsung masuk ke dalam dapur. Kedua orang tuaku langsung menatapku kaget.

“Chagi, kau terbangun?” Umma langsung berdiri dan berjalan menghampiriku. Umma bersimpuh dihadapanku. “Apa kami membangunkanmu? Lebih baik kau tidur saja. Besok kau harus_”

GREP! Aku langsung memeluk umma.

“Chagiya?”

“Aku tak mau umma melepas impian umma hanya karena omonganku tadi pagi. Aku mengerti kalau tadi itu aku benar- benar egois. Seharusnya aku bisa memahami umma karena aku ini anak umma. Mianhae umma, jeongmal mianhae.” Aku memeluknya semakin erat.

Perlahan umma mengusap punggungku lembut. “Gwaenchana, chagiya. Umma juga sudah memikirkannya seharian ini, dan umma rasa kau benar. Umma harus meluangkan banyak waktu untukmu. Kau pasti kesal karena umma sibuk bekerja, kan?”

“Gwaenchana!” Aku berseru parau. “Umma sibuk atau tidak aku tak masalah. Asalkan umma tak memaksakan diri, asalkan umma selalu memiliki waktu untuk memikirkanku, dengan begitu aku tahu kalau umma sangat menyayangiku. Aku lebih suka telur gulung umma dibanding bekal buatan umma temanku yang lain. Meski keasinan, tapi umma berusaha membuatnya hanya untukku. Aku lebih suka umma yang seperti biasa.” Kutatap umma dan mataku terasa panas. “Aku sayang umma, jadi aku tak mau umma melepas impian umma karena aku.”

“Kau yakin, chagiya?” Umma mengusap kedua wajahku perlahan.

Aku mengangguk pasti. “Suatu saat memang umma harus meninggalkannya untukku, tapi saat itu bukan sekarang. Untuk hari ini dan besok- besok, aku mau umma terus mengembangkan impian umma. Itu akan membuatku bahagia.”

Umma tersenyum lembut menatapku. Dan dengan hati- hati dia memelukku.

“Kenapa hari ini ucapanmu sama seperti haelmoni-mu? Apa tadi kau kesana?” Appa langsung menghampiri kami dan menunduk mengusap kepalaku.

Aku mengangguk. “Aku sudah diberi pencerahan sama haelmoni. Dan sekarang aku paham, appa, umma.” Aku menatap umma yang melepaskan pelukannya dariku. “Meski umma dan appa bekerja dan memiliki waktu luang sedikit untuk bersamaku, kalian tetap menyayangiku. Keluarga itu meski terpisah jauh atau terpisah beberapa saat, asal saling memikirkan akan tetap satu. Aku tahu appa dan umma selalu memikirkanku begitu juga denganku. Jadi kita akan selalu bersama satu sama lain, kan?”

Aku menarik tangan umma dan menyatukan jari kelingking kami. “Ikatan benang merah yang terikat dijari ini, tak akan terlepas meski aku dan umma terpisah atau tidak berada di satu tempat yang sama.”

“Benar- benar kalimat favorit umma.” Umma menengadah menatap appa.

Appa mengangguk dan tersenyum menatapnya. Appa lalu bersimpuh disisi umma menatapku. “Apa lagi yang haelmoni ucapkan kepadamu?”

“Aku… Harus menjaga dan melindungi umma.” Jawabku.

Appa mengangguk dan menepuk bahuku. “Kau itu jagoan appa, jadi suatu saat kalau appa tak mungkin lagi melindungi umma, maka kau yang harus menjaganya. Karena Taemin adalah putra kami, tumbuhlah menjadi anak baik.”

Aku mengangguk. “Arraseo, appa. Aku akan menjadi anak baik untuk appa dan umma, untuk diriku sendiri, dan untuk keluargaku kelak.”

Aku memeluk appa dan umma bersamaan.

Hari ini, aku mendapat pelajaran yang sangat berharga. Bukan hanya hari ini saja, besok dan besoknya lagi, aku akan terus mendapat pelajaran yang berharga seperti ini. Aku akan tumbuh seperti umma, aku akan menjadi namja hebat seperti appa. Mulai dari sekarang aku harus tumbuh dengan pemikiran haelmoni. Dengan begitu, aku akan menjadi anak baik.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Taemin!”

“Yaaaa!” Aku berlari keluar dari kamarku dan langsung berlari keluar rumah. Appa dan umma sudah menungguku di dalam mobilnya. “Tadi Minho meneleponku, mian membuat umma dan appa menunggu.”

Aku langsung menyusup ke kursi belakang mobil dan appa langsung mengemudikannya.

“Kyuhyun sepertinya yang pertama sampai, tapi dia akan menunggu kita. Yesung, Wookie dan Kibum masih di jalan.” Umma berbicara kepada appa.

Aku menatap keluar jendela.

Tebak berapa usiaku sekarang!

Delapan belas tahun.

“Sungmin tadi pagi meneleponku, katanya si kembar merengek ingin membawa mainannya.” Umma terkekeh pelan.

“Kalau bisa, aku malah mau membawa nilai terbaikku untuk kuberikan kepada haelmoni dan haraboji.” Gurauku dan membuat appa tertawa kecil. “Daripada mainan, kalau melihat nilaiku mereka pasti bangga.”

“Melihatmu tumbuh dewasa, mereka juga akan cukup bangga, chagiya.” Balas appa santai.

Tiga puluh menit berkendara, akhirnya kami sampai di tempat yang dituju. Disana seluruh keluarga juga sepupuku sudah menunggu.

“Taemin hyung!” Dongho langsung menghampiriku begitu aku turun dari mobil.

Wajahnya semakin manis saja, saat ini putra tunggal dari Kibum ahjumma dan Siwon ahjussi itu sudah berusia enam tahun. Kulirik seorang gadis kecil berkepang dua yang tersenyum riang menatapku. Jieun, putri Yesung ahjussi dan Wookie ahjumma yang kini berusia tujuh tahun. Dia tumbuh jadi gadis yang cantik dan manis dengan suara indah seperti Yesung ahjussi. Aku memiliki nama lain untuknya, kadang dia kupanggil IU (dalam hangul ditulis dan dibaca Aiu).

Dan yang terakhir, aku menoleh kearah si kembar kecil yang masih berusia empat tahun, Youngmin dan Kwangmin. Anak dari Kyuhyun ahjussi dan Sungmin ahjumma.

Para ahjussi dan ahjumma berjalan duluan bersama dengan umma dan appa-ku memasuki pekarangan taman kecil tempat kami berpijak sedangkan kami para anak- anak berjalan belakangan. Di sebuah wilayah pemakaman.

Ya, seperti yang terlihat. Ini memang wilayah pemakaman. Letaknya tepat di dekat laut sehingga wangi air laut tercium hingga ke tempat ini.

“Hyung, haelmoni dan haraboji itu seperti apa?” Si kembar bertanya bersamaan.

Aku menengadah menatap langit. “Mereka orang yang sangat hebat karena bisa membesarkan lima orang anak tanpa ikatan darah dengan sangat baik. Haelmoni dan haraboji itu seperti pahlawan saja. Kata umma, haelmoni itu ibarat malaikat yang dikirim Tuhan untuk keluarganya sedangkan haraboji adalah tentara terkuat yang ditugaskan melindunginya.” Jawabku sambil tersenyum.

“Aku mau ketemu mereka.” Ujar Youngmin dan dibalas anggukan oleh Kwangmin.

Mendengar celetukannya, Jieun terkekeh. “Ya, si kembar ini, kalau mau bertemu dengannya kalian harus jadi anak baik.”

“Eh? Wae, noona?” Dongho yang bertanya.

“Kata umma dan appa-ku, saat ini haelmoni dan haraboji ada di surga, kalau mau bertemu dengannya kita harus jadi anak baik agar masuk surga. Begitu.” Terang Jieun polos. “Benarkan, oppa?” Dia menengadah menatapku.

Aku mengusap rambut kecoklatannya. “Nae, Jieun benar. Kita harus jadi anak baik kalau mau bertemu mereka.”

“Aku akan jadi anak baik!” Seru Kwangmin cepat.

“Aku juga.” Youngmin menambahkan. “Kwangmin tidak bisa jadi anak baik, tadi pagi kan kau merengek meminta membawa mainan.”

“Youngmin juga merengek!”

“Kalau merengek, nanti kalian jadi anak nakal.” Dongho menambahkan.

“Kemarin Dongho juga menangis minta dibelikan mainan.” Jieun ikut bicara.

“Noona!”

Aku hanya terkekeh kecil melihat kelakukan para adik sepupuku itu. Di depan sana kulihat orang tua kami hanya menoleh sambil tersenyum. Umma menatapku dengan senyuman lembut dan aku mengangkat bahu.

Haelmoni dan haraboji sudah pergi beberapa tahun yang lalu.

Yang pertama meninggalkan kami adalah haelmoni. Saat usiaku tiga belas tahun, satu tahun setelah Kyuhyun ahjussi menikah, haelmoni meninggal karena terkena serangan jantung. Itu adalah masa tersulit di keluarga kami.

Saat itu aku masih sangat kecil sehingga kesedihan yang kurasakan masih tidak terlalu dalam.

Sepertinya ujian di keluarga kami masih belum berakhir, haraboji yang paling terpukul akhirnya menyusulnya setengah tahun kemudian. Berbeda dengan haelmoni, haraboji meninggal tanpa sakit apapun. Ia tertidur pulas dan tak kunjung terbangun.

Saat itu umma sangat terpukul, umma akhirnya berhenti dari galeri dan memilih fokus merawatku. Setiap hari umma menangis kalau melihat foto haelmoni dan haraboji yang dipasangnya di ruang tamu rumah kami.

Tapi ternyata Tuhan tak berniat membuat kami semua terpukul terlalu lama. Setelah mengambil dua orang yang penting, Tuhan memberikan kami dua orang pengganti. Ya, dua bulan setelah kepergian haraboji, akhirnya Sungmin ahjumma mengandung dan melahirkan bayi kembar.

Itulah si kembar Kwangmin dan Youngmin, kami menyebut si kembar itu titisan. Haha…

Yang agak berbeda, kami tak pergi ke makam mereka saat hari peringatan kematian mereka.

Kedua makamnya sengaja bersebelahan. Dengan begitu keduanya akan tetap bersama. Seperti cinta mereka yang sedikitpun tak pernah memudar meski sudah terlampau lama. Kami akan kesana di hari ulang tahun pernikahan mereka.

Umma bilang, dengan begitu, kita akan mengganti semua kesedihan disaat hari peringatan kematian mereka dengan kebahagiaan yang setara di hari ulang tahun pernikahan mereka. Dan saat menemui mereka, kami akan menceritakan banyak hal yang kami alami setahun ini.

Kini kami semua berdiri di makam keduanya.

“Selamat ulang tahun pernikahan.” Ucap Kibum ahjumma dan Wookie ahjumma sambil bersimpuh dan memberikan karangan bunga lily dimakam keduanya. “Hari ini kami semua datang lagi.”

“Haelmoni dan haraboji, pasti orang yang sangat baik.” Youngmin bergumam pelan dengan polos.

Kami semua menoleh kearahnya.

“Kenapa kau berpikir begitu, chagiya?” Tanya Kyuhyun ahjussi sambil tersenyum.

Youngmin menengadah menatap appa-nya. “Karena mereka berdua sangat dicintai. Meski appa dan yang lainnya tidak memiliki hubungan darah dengan mereka, appa, umma, ahjussi dan ahjumma semuanya sangat menyayangi keduanya sampai sekarang. Jadi mereka pasti orang baik.”

“Mereka jauh lebih baik dari yang kau bayangkan, chagiya.” Ucap Sungmin ahjumma sambil mengusap kepala Youngmin lembut.

Sebagai putra tertua, Yesung ahjussi bersimpuh di bagian paling depan. “Kami semua baik- baik saja, appa, umma. Kuharap kalian berdua juga sama.” Yesung ahjussi memberikan salam kepadanya dengan bersujud beberapa kali.

Kami semua langsung mengikutinya.

Setelah memberi penghormatan beberapa kali, Siwon ahjussi dan appa berjalan mendekat ke makam keduanya. “Seperti janjiku, aku melindungi Kibummie sampai sekarang.” Ucapnya lembut.

Appa tersenyum. “Akupun akan selalu menjaga Heechul sampai mati. Terima kasih karena mempercayakannya kepadaku.”

Kulihat Wookie ahjumma, Kibum ahjumma, Sungmin ahjumma juga umma sibuk menata beberapa buah dan barang- barang lainnya di depan makam itu sebagai pemberian kami. Aku mendekati makam itu.

“Haelmoni, haraboji, seperti yang aku katakan. Aku akan tumbuh menjadi anak baik dan aku akan melindungi umma.” Ucapku pelan dan menoleh kearah para sepupuku. “Kalian juga kemarilah, katakan apa yang mau kalian ucapkan kepada keduanya.”

“Memangnya kedengaran?” Tanya Dongho.

Aku mengangguk. “Mereka selalu mendengar apa yang kita ucapkan untuk keduanya.”

Keempat anak kecil itu langsung berebut tempat paling depan dan mulai mengoceh sendirin sambil sesekali bertengkar kecil. Sedangkan aku memilih berdiri memperhatikan mereka semua. Kurasakan umma menepuk bahuku.

“Kau sudah menjadi anak baik, chagiya.”

“Tapi aku akan tumbuh menjadi lebih baik lagi.” Ujarku perlahan. “Itu kan yang kalian ajarkan kepadaku. Dan sekarang, meski haelmoni dan haraboji berada jauh di langit dan tak bisa bertemu kita lagi, mereka akan selamanya hidup dalam hati kita.”

Umma tersenyum sambil menoleh kearah makam itu. Para saudaranya juga menatap kami.

“Ikatan benang merah yang terikat dijari kita semua tak akan pernah terputus meski kita berada di tempat yang berbeda.” Kalimat berikutnya kuucapkan bersamaan dengan umma.

“Karena yang namanya keluarga itu, meski kita terpisah jauh sampai ke ujung dunia sekalipun, kita semua akan tetap satu.” Tambah Kibum ahjumma lembut. “Saat ini, appa dan umma juga pasti bersama kita.”

“Selama mereka tetap hidup dalam hati kita, kita akan selalu bersama selamanya.” Gumam Wookie ahjumma.

Kudengar Kyuhyun ahjussi terkekeh. “Kurasa kalimat itu akan menjadi warisan di keluarga kita.”

“Kau benar, Kyu. Itu kan memang warisan.” Tambah Yesung ahjussi.

Aku tertawa kecil melihat mereka semua. Sekali aku menengadah menatap langit.

Pelajaran hidup yang diberikan haelmoni dan haraboji kepada anak- anaknya, dan pelajaran hidup yang diberikan appa dan umma kepadaku, suatu saat akan kuberikan lagi pelajaran itu kepada anakku dan mereka akan terus meneruskannya.

Karena kami adalah keluarga dan itu akan menjadi satu pelajaran turun temurun yang akan sangat berguna untuk kami semua.

Haelmoni dan haraboji… Aku menyayangi kalian.

.

~The end~

===============================================================================

a/n::

nahh~ sekarang tahu kan kenapa tak mungkin ada KFS 4..😀 Lagian saya ngg mau nyaingin cinta fitri.. *beneran dah!* xD

makasih buat semua readers yang udah baca dari series 1 sampai yg terakhir ini..

sbenernya pengen di sebut satu2 namanya, tapi itu agak sulit..

jadi ini kupersembahkan buat SEMUA READERS YANG TERHORMAT! silent ataupun bukan, siapapun yg baca cerita ini, gomawooo~  m(=.=)m

46 thoughts on “Kim Family Series 3 Special Story // Taemin’s Memory

  1. DAEBAK…
    Sumpah keren bgt chingu. Ngena bgt d hati. Aq smpe nangis bacanya.
    Kangteuk emang org tua yg smpurna bgt dech.
    Agak gak trima sich Kangteuk meninggal. Tp aq yakin mereka psti bahagia di sisi-Nya.
    Huwwah gak krasa KFS udah end *aq gak rela😦 * Pdhal kyaknya blum lama aq bca KFS 1 d fn.
    Chingu karya lainnya aq tnggu ya…

  2. Hwuee. . .
    Gw nangis pas bgian Taemin mrah ma Heechul, ma bgian KangTeuk meninggal. . .
    Hiks. . .
    .
    I2. . .
    Sbnarx Taemin pke mrga apa sich?
    K0q Kim Taemin?
    Bkanx hruzx Tan Taemin?
    Bnrer gak?
    #mian kalo slah onnie.
    .
    Akhirx KFS beneran TAMAT!
    D’tnggu crita series lainx. . .
    ^^

  3. ponaaaaaaaaaaaaaaa…

    kok kangteuknya dimatiin???

    huweee… aku langsung ingat umma ama appaku baca bagian kangteuknya.

    kau berhasil membuatku menangis lagi pona🙂.

  4. Huweeee Thena dii mewek aplg pas bgn tAemin bentak heechul dii jga sering kya gtu keumma dii huweeee maafin dii umma*jiah malah curcol<abaikan*dan knpa KangTeuk dibkin meninggal jiaahhh mkin mewek deh dii pokokny dtunggu aja next ff dri Thena yg lainny dah

  5. eon! agh ~~ keren bangeeet >< apalagi yang main anak anak suju, ahaha :p
    kalo KFS disaingin sama cinta fitri uda pasti KFS dong yang menang, ahaha ~
    eon jjang! :p

    terus berkarya ya eon🙂 bikin series lain lagi ya eon😀

  6. AUTHORRR AJARIN GUE BIKIN FANFIC YG BIKIN NANGIS!!!😥
    daebak lah KFSnya~ cepet bgt abisnya aaahhh-.- onnie, kamu adalah author terfavorit bagikuh!!! semuanya keren! imajinasinya tinggi!

    daebak….😀

  7. Uwooww!!
    Satu kata buat KFS 1-akhir nih

    “DAEBAAAAKKK!!” *Treak pake toa*

    huu~ saya terharu ma kata2 nya eonn, kata2 bener2 bagus buat hikmah *halahhh*
    saya sedih pas baca kalo Uri umma n uri appa meninggal, T,T…
    *nangis sesunggukan di pelukan Yeppa*

    saya dah duga, kalo anak KyuMin tuh si Kwangmin n Youngmin, cos marga mereka sama *ngga da hubungannya*

    tapi di sini da beberapa typo(?), kaya:
    -memilikk, harusnya memiliki,
    -trus men jadi, harusnya kan ngga da spasi,

    but, over all ok kq! N yang pasti daebaaakk~

    saya tunggu series2 eonni selanjutnya *kalo ada*
    papayy:)

    _Fye_

  8. Srooot..*bersihin idung di bajunya onnie*ditabok*
    Huweee..kangteuk meninggal..g rela,kacian kangin stress karena teuk meninggal ahkirnya kangin ikut meninggal juga deh..
    Taemin tumbuh menjadi anak yg baik bgt,kyumin juga puny anak kembar..keluarga yg bahagia walaupun kangteuk udah g ada..tp pasti tetap di hati mereka semua..
    Onnie aku suka kata2 nya ttg benang merah itu..keren bgt..

    Di tunggu ff lainya ^^
    Hwaiting

  9. DAEBAK eon …!!

    Mataku berair bc’a bkin trharu bgt..
    Toto-chan jd inget umma n appa .. Jd pengen ktmu mreka😦

    ff eonni itu mang ngalahin cnta fitri dkk loh …

    Trs smangat eon … Hwaiting!!!

    Kutunggu ff eonni slnjtnya ..🙂

  10. Kereeenn EonniI~~ Terharuu eh dpart akhirr HuuWWWeee
    bkin lagi ajj Onnie~ kan Taemin ny blum puny anak terus ntar lnjut lagi dst~ trus trus trus trus #dgampar
    Poko ny kereeen Eonni~ Daebaaakkkkk!!

  11. Akhirnya tamat jg, agak ga rela, tp klo crt nya jd turun temurun ga suka juga (ga jelas).

    Taemin nya usil n nakal… Tpi, tp, tp, knp crt nya jd sedih gini??? Pdhl sk ma interaksi Taemin, Hanchul ma Teuki.

    Teuki mati KangIn nyusul. Bitter n sweet gitu. N mereka blm lihat anaknya Kyumin. Itu yg bkn gw nyesel (?).

    Anaknya Kyumin kembar. Wkt melihat Kwanmin n Yongmin emang pny pikiran klo mrk cocok jd anaknya Kyumin (scr nama marga mrk Cho). Mereka imut banget sih. Hidup Boyfriend (?).

    Krn KF udah tamat, gw tinggl nunggu yg lainnya. Hwaiting!

    Salam,

    Elle

  12. Keren bgt ff.a….
    Daebak deh tuk thena onnie…

    Aq terharu bca.a…
    Setiap kalimat yg ada di sini bnr2 jd pelajaran hdp…
    Aq ska kata2.a
    KFS LEBIH BAGUS DAN LEBIH KEREN DARI CINTA FITRI…… *capslock jebol.

    Chukkae tuk thena onnie yg dah bkn KFS yg bnr2 krn dr series 1 ampe 3. Aq ngikutin trus loh cerita.a…. *apa deh… -_-

  13. Huaaa…asli ak nangis bc ff ini!!!
    Klrg kim bnr2 mengangumkan,patut d cnth 🙂
    Jeongmal Gomawo thena dah bikin ff ini😀
    D tunggu ff thena slnjt’y,hwaiting…..

  14. Hyaaa~~~
    Ending!! Ending!!
    Agak nggak rela pas KangTeuk mati!! TT^TT
    Couple favorite saya itu!!!
    Ada Jo Twins!!! eh bukan, Kim Twins!!
    Daebak!!!

  15. hahahaha tw gg Eonn?? pas bca bag. yg heechul d baik2in q mlah kpkiran teukie bkan chullie*dranjau Chulppa*
    huweee q terharuuu…… kq teukie bsa kna srangan jantung??
    gilssaaaa baguuuss bgteeassssssszzz

    Chukae krna tlah mxlesaikan (?)
    knjuuuuutt

    bogoshippo hwaitiingg n SARANGHAEEEEE😀 :/*

  16. eonni, ku lngsng nangis kejer pas KangTeuk mati, nih ampe ngetik nih komen aj masih nngis, ToT
    huweeeeeeeeeee!! TOT

  17. TIDAKkkKKKKKKKKKKKKKKKKK!!! KANGTEUK NYA MENINGGAL!!#padahal seneng #di bunh kang in#

    #psycho#.. huhhhhh.. bakal kangen ma kim famz..

  18. Terima Kasih sudah buat cerita series ini. Sumpaaah keren banget banget BANGEEET!! Banyak pembelajaran dari kisah keluarga Kim ini. Gw bakal super kangen ama Kim Family. huwaaaa ToT gak rela kalo mesti tamaat.. Ditunggu kisah2 berikutnya ya Taena,

  19. eonnie, mian baru review :'(v

    jujur saya nyesek pas baca bagian terakhir T^T
    ga rela kalau KangTeuk harus mati hiks hiks

    ffnya keren banget eon, padahal kayak baru kemarin baca KFS 1 sekarang KFS udah tamat aja ckckck

  20. yeey,akhir’y putra-putri Kim pnya anak jg..Pzti mreka bkln jd kluarga yg bsar bgd😀
    suer deh e0n,aq kget bgd paz bca kl kangteuk mninggal..hufft,syang bgd iia mrka ngga smpet liat cucu2y tmbuh bsar😦

  21. ff yg mengharu biru dg tema konflik seputar masalah keluarga beserta masalah2 yg ada yg sering d jumpai sehari2,,,
    bnyk sekali pelajaran yg bs di petik dr baca ff ini namun terkadang sulit melakukannya,,,,
    tp margax taemin kok kim , hrusx kan pk marga appax hangkyung yakni TAN,,,
    leeteuk d sni d gambrkan bener2 sosok angel dr kfs 1 smpk 4,,terkadang sang angel juga berbuat salah heheehhe,,,,,,,,
    yupppszzz akhrx tamat juga nie series hehehhehehe,,,,,,,,,,,,,,,,,

  22. huweee ;(
    ff ini sukses bkin ak nangis eon😦
    keinget sma ummaku sndri…
    huweee ummaaaa… ;(

    kangteuk mninggal??
    hyaaaa,,,,
    tp emg udh wktuny mrka mninggal sih,,
    udh tua jga kan??
    *ups…

    bkin lgi yg keren y eon,,
    ini udh keren bgt….
    gomawo eonni…
    hwaiting🙂

  23. DAEBAL eon…
    Heechul ntu trnyta hrs marah” dlu ya biar bsa nnjukin rsa syg’a? pantes dy galak..

    Huweee… Hiksu hikseu,, hikseu…
    mita sdih bgt pas bgian kangteuk’a mninggal…

  24. uwaaahhhh miaaaaaaaannn thena eonnie,,
    ak telat komen (lagi)
    hhehehe,,

    mian mian mian, jeongmal mianhamnida *bow*
    mian pas blum updet ngrusuh minta updet dan stelah diupdet komennya blakangan (lagi)

    huwaaahh, hanchul beneran g dibikin nc-an?? #pundung
    tpi tpi kereeeeeeeennn, ah,, knpa ya, karakter hanchul bener2 kyak eomma ma appaku,, eomma dri ak kecil, sbuk kerja, ee yg jabat koki drumah appa ku…
    eomma jg lbih suka ngomel #dtbok eomma#, appa jrang ngomel tpi kalo marah lebih nyeremin dri eomma..
    bener2 spti ngliat cermin dicerita ini..

    ah~ aku bakal jaga kluargaku eon,, spti pesan eonnie, walo ortu sbuk nyari duit, toh buat kita jga.. ><

    ah~ kangteuk meninggal, ANDWAEEEE, tpi yah semua yg berasal darinya akan kmbali padanya.. xD

    ne, eon, aku tunggu series yg lain, aku tunggu hanchul nc-annya, aku tunggu lanjutan s.o.snya.. pokoknya aku tunggu karya eonnie yg lain..
    HWAITIIIIIInNG #lari ke S.O.S#

    sign.
    aika arrahmat

  25. teuk ama kanginnya meninggal ? huaaa aku terharu bacanya T_T
    jujur aku ga rela banget kalo ff ini udahan T_T
    yaa tapi gimana lagi -,-

    ga ada special story lagi kah ? haehyuk gitu ?

  26. Sangat Menyentuh Hati… Selalu Menangis Kalo Baca FF buatan chingu… daebak… jangan berenti nulis ya… izin copas boleh ga chingu?? buat koleksi pribadi aza kok n nama chingu tetep aku cantumin… boleh ya??…

  27. Satu kata buat FF ne KEREN BGT…….^^

    banyak bgt plajaran yg Q dpet dri FF ne…..tiap Q bca FF ne Q pasti nangis mikrin pa ja yg tlah Q lakukan buat Umma dan Appa Q….
    Umma Q bkalan menjaga umma dan Q kan buktikan wlaupun Q nak paling kcil Q bsa membahagiakan Umma*mian curcol*

    trus menulis chingu….^^

  28. Hweeeee??? Masa kanak-kanak Tetem nih? Makanya Kim Family jadi keluarga yang bener-bener harmonis ya, meskipun sesekali ada konflik yang nggak kecil. KangTeuk mendidik anak-anaknya dengan sangat baik.
    Yaaah, Kim Family kerasa ada yang kurang waktu nggak ada Kangin appa sama Teuki umma nih. *dadah-dadah buat KFS 4* >:XXXXX

  29. hiks sedih bgt sih pas appa & umma mninggal,,,

    ga kerasa ya udh tamat, pdhal bru kmaren bca ini pas mereka msh pada kecil2, sekolah, kuliah, eh skrg anak2’a udh pada gede,,,

    ga rela, sedih bgt ih,,,
    aisshh,,,, d tunggu ya chingu story lainnya,,,
    daebak🙂

  30. Anyeong thena eonie
    Aku baca kim family cm 2hr lho, langsung ketagihan.
    Ya ampun bener2 cerita yg daebak bgt, bs bkin ketwa,merenung,sedih,terharu dlm 1 cerita.
    Mian klo comentnya cm di akhir aja. Ga bs ngomong apa2 lagi, pkoknya kim family daebak.

  31. akhirnya, sampai di cerita ini

    swear, na suka banget cerita km.
    km sllu bisa bkin cerita yg ngebuat ssorg mikir tntg nilai yg km msukin dlm cerita km.(kalimat q ribet) bkn cm skdr cerita yg bisa di’baca’

    great story🙂

    naa mnta izin buat ngesave cerita km ya? bkn bwt republish, cm bwt arsip aja. kadang naa kgn cerita km tp g smpt maen k sini. jgn khawatir, naa tunggu smpe km ksih izin dlu

    Fighting!

  32. Annyeong hyun wook imnida dulu aku sr di fandom onnie di ffn setelah aku tau onnie pindah ke wp aku nggak mau jadi sr lagi, mianhae ya onnie aku jadi sr di ff onnie, tapi aku janji nggak akan jadi sr lagi. Dan aku seneng banget pas liat ada kim family series 3, walaupun ini udah end tapi aku puas. Jangan patah semangat buat bikin ff lagi ya onnie fighting🙂

  33. “Ikatan benang merah yang terikat dijari kita semua tak akan pernah terputus meski kita berada di tempat yang berbeda…” kayaknya itu bakalan jadi kalimat favorit deh… keren abis… sumpah!!!

  34. bnr2 crta yg indah, q smpai trharu mbcy…klrga yg indah bs mnrma dan salng mbhgkan wlpn tnpa ada hub sama skali……wlpn q lpa klmt wrsan y tp q ska arty. daebak chingu!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s