Little Kim Family // KFS 3 Special Story

KIM FAMILY SERIES 3 -Special Story-

Little Kim Family

.

Cast :: Kim Family

Rated :: K

Genre :: Family

.

10 Juli…

Jungsoo menatap bayi mungil yang kini telah ada dalam dekapannya. Diusapnya wajah bayi yang tengah tertidur tenang itu dengan penuh sukacita. Air matanya menetes perlahan membasahi wajah sang bayi dan membuat bayi itu menggeliat.

“Bayi perempuan yang sangat cantik.” Bisiknya.

Youngwoon tersenyum disisinya sambil mengusap pundak istrinya dan menatap bayi perempuan itu penuh cinta. “Mulai sekarang dia akan bergabung di keluarga kita.”

Jungsoo mengangguk sambil mencium pipi chubby bayi itu.

“Mulai hari ini dia adalah Kim Heechul, anak pertama kita.” Tambah Youngwoon sambil mencium tangan mungil bayi yang mulai hari ini bernama Kim Heechul.

“Selamat datang, chagiya.” Bisik Jungsoo lembut.

.

24 Agustus…

“Ah, tampannya.” Jungsoo menggendong seorang bayi yang diserahkannya kepadanya. “Aigoo, dia agak mirip denganmu, Youngwoon-ah.” Ditatapnya suaminya itu dengan senyum bahagia.

Youngwoon tersenyum. “Kim Yesung.” Ucapnya. “Namanya, Kim Yesung.” Namja itu menggendong seorang anak kecil yang kelihatan penasaran dengan bayi yang digendong ummanya. “Lihat dia, Heechul. Mulai sekarang kau akan menjadi noona-nya.”

Tangan mungil Heechul bergerak menyentuh tangan Yesung. Bayi mungil itu menggenggam tangan Heechul kuat dan kelakukannya membuat kedua bola mata Heechul tampak berbinar- binar.

Jungsoo kembali tersenyum saat melihat kedua anaknya itu langsung kelihatan akrab. Diusapnya kepala Heechul dengan lembut. “Bantu umma menyayanginya ya, Heechulie.”

.

21 Agustus…

“Neomu yeoppo~” Gumam Heechul sambil mengusap rambut kecoklatan seorang bayi perempuan yang diletakkan Jungsoo di box bayi. “Umma, dia adikku?” Tanyanya dengan logat bahasa yang masih terdengar agak manja.

Jungsoo mengangguk sambil menggendong Yesung yang kini berusia satu tahun. “Dia cantik bukan, Yesungie?”

Anak kecil itu tak terlalu paham maksud ummanya, dia meronta turun. Saat diturunkan Yesung berpegangan pada kayu penyangga di box bayi itu dan berusaha meraih tangan bayi di dalamnya.

Heechul kecil langsung menarik tangan Yesung. “Aniya. Yesung tidak boleh mengganggunya. Adik bayi harus tidur.” Gumam Heechul sambil memainkan jemarinya sambil menatap Yesung dalam- dalam. Tentu saja anak kecil dihadapannya tidak paham maksudnya.

Jungsoo tersenyum melihat kelakukan kedua anaknya itu. Diusapnya kepala Heechul dan Yesung bergantian. “Namanya Kim Kibum. Sayangi dia, ya…”

.

3 Februari…

“Kondisinya sangat lemah. Pemilik panti mengatakan kalau dia ditemukan saat musim dingin dan nyaris mati membeku. Untungnya dia sudah sehat dan bisa dibawa pulang.” Ujar Youngwoon sambil menatap istrinya dalam.

Air mata Jungsoo mengalir dan dia menoleh menatap bayi laki- laki yang agak kurus dengan kulit pucat. “Bagaimana bisa ada orang tua sekejam itu. Anak bayi setampan ini…” Gumamnya pilu.

Youngwoon mengusap pundak Jungsoo. “Mulai sekarang dia akan bergabung di keluarga kita. Kuberi dia nama, Kim Kyuhyun.”

Jungsoo menggendong bayi tampan itu hati- hati sambil membungkuk. Memperlihatkannya kepada ketiga anaknya yang sejak tadi terlihat sangat penasaran.

“Dia pucat, umma.” Gumam Heechul yang kini berusia tiga tahun.

Yesung mengangguk. “Apa adik bayi sakit, umma?” Tanyanya terbata dengan bahasa yang masih sangat terbatas. Usianya baru menginjak dua tahun.

“Adik bayi?” Kibum kecil yang masih satu tahun mengulangi ucapan Yesung sambil mengerutakn keningnya heran.

Jungsoo hanya tersenyum dan mencium pipi bayi itu lembut. “Kyuhyun, beri salam kepada saudaramu yang lain.” Gumam Jungsoo lembut sambil mengusap pipi bayi itu hati- hati.

Kyuhyun kecil langsung menatap Jungsoo dengan mata hitamnya yang sangat jernih.

“Aku umma-mu.” Gumam Jungsoo lagi.

.

21 Juni…

Youngwoon mengerutkan keningnya saat menatap yeojya kecil tengah duduk di tengah- tengah ruangan dikelilingi oleh Heechul, Yesung, Kibum, juga Kyuhyun. Usianya sekitar empat tahun, seusia dengan Kibum.

“Yeobo, kau serius?” Tanya Youngwoon heran.

Jungsoo mengangguk sambil tersenyum pilu menatap yeojya itu. “Yang kutahu namanya Ryeowook. Dia sengaja ditinggalkan orang tuanya.” Yeojya itu menyerahkan surat yang ditemukannya di dalam tas pakaian Ryeowook kepada Youngwoon.

Youngwoon menatap istrinya. “Dia akan bergabung dengan kita?”

Jungsoo mengangguk. “Boleh, kan?” Tanyanya penuh harap.

Namja itu akhirnya mengangguk sambil mencium kening istrinya lembut. “Tentu saja, aku juga tak akan menelantarkannya begitu saja.”

Jungsoo berjalan mendekati kelima anak kecil itu dan duduk disisi Ryeowook sambil mengusap kepala anak itu lembut. “Nah, Wookie chagiya.. Keempat anak ini saudaramu. Heechul kakak pertamamu, Yesung itu oppamu, karena Kibum datang disini pada bulan agustus, jadi kau adalah kakaknya Kibum. Dan yang terakhir adalah magnae disini, Kyuhyun.” Jungsoo memperkenalkan anggota keluarganya.

Mata Ryeowook menatap Jungsoo asing. “Ummaku?”

Lagi- lagi mata Jungsoo terasa panas, segera dibekapnya tubuh yeojya kecil itu lembut. “Umma-mu tak akan kembali lagi. Mulai sekarang akulah umma-mu. Dan kami keluargamu. Selamat datang di rumah ini, Kim Ryeowook.”

0o0o0o0o0o0o0o0

“Kudengar rahimnya sudah diangkat, karena itu dia tak bisa memiliki anak dan akhirnya mengadopsi anak- anaknya yang sekarang.”

“Ah, jeongmal? Berarti kelima anak itu tak memiliki hubungan darah satu sama lain dengan orang tuanya?”

“Suaminya cukup sukses, karena itu dia berani membesarkan kelima anak terlantar itu.”

“Kalau aku, aku tak yakin akan merawat anak orang lain.”

“Kasihan, ya… Padahal dia masih sangat cantik dan muda. Kudengar masih dua puluh sembilan tahun tapi merawat lima orang anak angkat.”

Jungsoo berjalan sambil mencoba tak menghiraukan gurauan sekumpulan orang tua yang tengah berdiri tak jauh dari tempatnya. Ya, hatinya agak sakit dibicarakan seperti itu.Tapi dia sudah biasa.

Tak semua orang bisa memberikan nilai positif terhadap keluarganya. Sekalipun bisa memberi nilai positif, pasti mereka membutuhkan waktu yang cukup lama. Jungsoo harus memahami semua itu dan berusaha menekan kesedihannya menjadi pusat pergunjingan banyak orang.

Kalau keluarganya berbeda memang kenapa? Yang penting hidupnya bahagia.

“Umma~~~” Seorang namja kecil berlari kearahnya.

Jungsoo membungkuk dan namja itu langsung memeluknya erat sambil menggerutu kesal.  “Aigoo, chagiya… Gwaenchana?”

Namja kecil itu melepaskan pelukannya dan menatap Jungsoo kesal. “Tadi siang Heechul noona memukul seorang anak yang menggoda Wookie noona. Untungnya anak itu baik- baik saja dan karena dia yang salah, dia menangis meminta maaf kepada Wookie noona.”

Kedua bola mata Jungsoo membulat. Dia langsung menoleh kebelakang putranya dan menatap keempat anaknya yang lain. Mata Ryeowook agak sembab dan dia masih terisak pelan. Kibum disisinya hanya menggandeng tangannya.Yesung berjalan takut- takut sambil menghalangi Heechul yang bersembunyi dibelakangnya.

“Kim Heechul.” Panggil Jungsoo.

Heechul dengan takut menatap Jungsoo dari balik punggung Yesung. “Na-nae, umma?”

“Benar tadi kau memukul seorang anak?”

Mata Heechul mulai berkaca- kaca. “Tadi anak itu yang mulai mengganggu Wookie, umma. Saat aku lihat Wookie sudah menangis dan Kibum menceritakan semuanya kepadaku. Lagipula aku tak memukulnya, umma. Aku hanya mengambil sapu di kelas dan berlari mengejarnya. Lalu anak itu terpeleset dan jatuh terantuk lantai dan dia menangis.” Bela gadis kecil itu dengan suara gemetar.

Jungsoo mengerutkan keningnya. “Mau dipukul pakai sapu?”

Heechul menunduk. “Mianhae, umma. Aku tak akan mengulanginya.” Sesalnya kemudian.

Senyum Jungsoo terulas, dia mengarahkan tangannya kearah Heechul dan menarik gadis itu perlahan lalu memeluknya. “Umma terima permintaan maafmu, chagiya. Tapi lain kali jangan seperti itu. Kalau ada yang meledek salah satu dari kalian semua, diam saja. Mereka tak tahu kalian itu sebenarnya anak- anak umma yang sangat hebat. Kalau ditanggapi atau dibalas, berarti sama saja kalian itu anak nakal. Umma tak mau memiliki anak yang nakal, jadi kalian tak boleh membalas mereka, arra?” Nasihat Jungsoo lembut sambil mengusap rambut putrinya.

Heechul mengangguk paham.

“Tapi umma, kalau dia memukul bagaimana? Kemarin kan Yesung hyung berkelahi dengan anak nakal.” Kyuhyun kembali membuka aib salah satu hyungnya dengan wajah polos.

“Kyuhyun pengadu!” Seru Yesung gusar.

Jungsoo menatap Yesung tak pecaya. “Yesungie?”

“Anak- anak itu meminta uang dariku, umma. Karena aku tak punya uang, dia melempar bolaku, padahal aku tak salah apa- apa. Akhirnya aku memukul salah satu dari mereka.” Jelas Yesung dengan bibir tertekuk.

Jungsoo tertawa pelan. “Aigoo~ Umma punya jagoan rupanya.” Godanya. “Apa Yesung kalau sudah besar mau jadi petinju yang suka menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah kecil?” Tanyanya.

Yesung menggeleng. “Aku kan mau jadi orang baik, umma.”

Jungsoo tersenyum dan mengusap kepala Yesung. “Kalau begitu, mulai sekarang kau tak boleh memukul anak nakal yang mengerjaimu. Kalau bertemu mereka lagi, kau harus kabur ke arah orang dewasa dan meminta tolong. Kekuatan fisik namja, hanya boleh dikeluarkan untuk melindungi sesuatu yang paling penting bagi hidupnya.”

Yesung menghela nafas lega. “Tapi umma tak marah padaku, kan?”

“Tentu umma tidak marah.” Senyumnya. Kali ini yeojya cantik itu menoleh menatap Kibum dan Ryeowook yang masih berdiri memandangi mereka semua. “Apa hari ini kedua tuan putri umma baik- baik saja?” Tanyanya lembut.

Dengan manja Ryeowook langsung memeluk Jungsoo dan menangis pelan. “Mereka bilang, aku bukan anak umma.. Karena itu aku menangis dan Heechul eonnie marah sekali.” Ucap Ryeowook dengan nada sedih.

Raut kesedihan muncul di wajah Jungsoo. Diusapnya punggung putrinya pelan. “Wookie, anak umma.” Bisiknya. “Jangan dengarkan mereka. Meski kita semua tak memiliki hubungan darah, kalian tetaplah anak umma. Anak kandung umma.”

Ryeowook mengangguk dalam pelukannya. “Aku anak umma.” Ulangnya dengan yakin.

Jungsoo tersenyum sambil menatap kearah Kibum. “Apa Kibummie tak mau memeluk umma?” Tanyanya lembut.

Yeojya manis itu langsung memeluk Jungsoo di sisi satunya lagi. “Aku sangat sayang umma.” Gumamnya.

“Umma juga sayang Kibummie.” Balas Jungsoo. “Sekarang, ayo kita pulang. Hari ini umma akan masak makanan kesukaan kalian semua.”

“Yes!” Kyuhyun berjingkat senang. “Aku sudah lapar, umma!” Seru magnae itu kencang.

Jungsoo berdiri sambil menuntun Ryeowook disebelah kanan dan Kibum di sebelah kirinya. Keenam orang itu berjalan beriringan sambil bergumam kecil. Yesung tak henti- hentinya membicarakan semua kejadian yang dialaminya hari ini, begitu juga dengan Kyuhyun.

Sesekali Jungsoo memberikan nasihat kecil dari setiap ucapan kedua putranya itu.

Dalam hati dia sangat bersyukur, karena Tuhan telah mengirimkan kelima malaikat kecil itu kepadanya.

0o0o0o0o0o0o0o0

Meskipun kelima anaknya masih sangat kecil, sejak awal Jungsoo sudah menjelaskan kepada mereka tentang keluarga mereka. Mereka semua tak memiliki hubungan darah satu sama lain termasuk dengannya dan Youngwoon. Jungsoo dan Youngwoon melakukannya karena tak ingin membohongi kelima anaknya.

Lebih baik mereka tahu sejak kecil dibanding tahu saat dewasa nanti. Dengan begitu kelimanya akan terbiasa dengan perlakukan yang mungkin akan mereka terima dari pihak luar. Jungsoo hanya ingin kelima anaknya tumbuh tanpa ada kepura- puraan dalam keluarga mereka.

“Aku tak bisa menjemput mereka lagi.” Gumam Jungsoo sambil memakaikan dasi di kerah kemeja Youngwoon. “Kurasa aku terlalu memanjakan mereka. Jadi aku tak akan menjemput mereka lagi.”

Youngwoon mengangguk. “Apa kau sudah bicara dengan mereka?”

“Nae. Heechul bilang dia yang akan membawa adik- adiknya pulang dengan selamat.” Senyum terulas dibibir Jungsoo. “Kau tahu, Youngwoon-ah? Heechul benar- benar galak. Dia bahkan nyaris memukul anak yang mengganggu Wookie.”

“Itu bukan ajaranku, ya.” Goda Youngwoon sambil mencium pipi istrinya lembut.

Jungsoo cemberut. “Aku juga tak mengajarinya seperti itu.” Belanya.

Diusapnya kepala Jungsoo perlahan. “Itu bentuk penjagaan dini terhadap sesuatu yang berharga, Jungsoo. Masih lebih baik anak itu terkena pukulan dari Heechul. Coba dia dapat dari yang lain.”

“Youngwoon! Aku tak mau mereka seperti itu!” Seru Jungsoo gusar.

Youngwoon terkekeh sambil mencium bibir istrinya lembut. “Aku hanya bercanda. Aku juga tak mau mereka menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Tapi yang namanya anak- anak kejadian seperti itu biasa. Jangan terlalu kau permasalahkan, ya.”

“Arraseo.”

Namja itu berjalan keluar kamarnya. “Heya… Ada yang mau bareng appa ke sekolah atau mau jalan sendiri?” Tanya namja itu sambil menengok ke ruang makan dan menatap kelima anaknya yang tengah membuat sedikit keributan pagi ini.

Saat melihat Jungsoo dan Youngwoon keluar, Heechul langsung berdiri. “Aku!”

“Aku juga mau bareng appa!” Seru Kyuhyun menyusul sambil meloncat turun dan menarik ransel kecilnya. “Yesung hyung, cepat!”

Yesung yang masih mengunyah roti langsung menelannya bulat- bulat dan menghabiskan susu digelasnya. Bocah kecil itu tersedak sekali sambil meloncat turun dari kursi makannya dan berlari duluan. “Aku di depan!” Serunya.

“Ya, Yesung! Tidak ada yang boleh duduk di depan!” Heechul langsung mengejar adiknya itu.

Dan dengan tertawa- tawa Kyuhyun mengejar keduanya. Tinggallah Kibum dan Wookie yang masih berusaha memakai ransel mereka. Kibum masih menenteng roti selai cokelatnya dan berjalan kearah kedua orang tuanya.

“Hari ini aku akan bersemangat!” Seru Kibum sambil menengadah menatap kedua orang tuanya.

Jungsoo mengusap kepala Kibum dan menuntun kedua putrinya berjalan ke pintu depan. “Hari ini juga akan menjadi hari yang baik untuk Kibum dan Wookie.” Balasnya.

Wookie mengangguk. “Nae, umma. Pulang nanti kita bikin apple pie, ya..”

Jungsoo mengangguk dan mencium puncak kepala putrinya bergantian. Ketiga anaknya yang lain sudah masuk ke dalam mobil Youngwoon dan berteriak- teriak aneh di dalam mobil. Sepertinya berebut sesuatu.

“Kami berangkat.” Bisik Youngwoon sambil mencium pipi istrinya dan menggandeng ke dua putrinya masuk ke dalam mobilnya.

“Umma, sampai nanti!” Seru Kyuhyun riang. “Appa! Ayo cepat! Pagi ini aku mau main bola dengan teman- temanku!”

Youngwoon tersenyum kecil sambil masuk ke mobilnya.

Jungsoo melambaikan tangannya. “Hwaiting, chagiya.” Ucapnya saat mobil sedan hitam itu melaju perlahan meninggalkan rumahnya. Tinggallah yeojya itu sendirian di rumah. Senyum masih terulas diwajahnya.

Jungsoo mendekapkan kedua tangannya. “Hari ini juga, kumohon jaga mereka, Tuhan.” Harapnya.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Eung, Heechul.. Besok kan ada hari kunjungan orang tua. Apa umma-mu akan datang?”

Heechul menatap Sekyung, salah seorang temannya dengan wajah datar. “Mollayo. Lagipula besok juga hari pertemuan untuk siswa kelas empat. Lebih baik umma datang ke kelas adikku yang lain.” Jawabnya sambil menyapu kelasnya.

“Apa kau tak sedih?” Tanya Sekyung lagi.

Sejenak Heechul diam. Tapi dia kembali menyapu dengan wajah santai. “Kenapa aku harus sedih? Daripada umma datang kekelasku, lebih baik umma datang ke kelas Wookie dan Kibum.”

Sekyung bergumam pelan. “Heechul susah ya kalau harus mengalah terus? Karena adikmu ada empat orang, pasti sebagai anak pertama, kau harus mengalah. Aku saja kadang kesal sama adikku kalau aku harus mengalah.”

“Sekyung, mereka kan tak bersaudara. Jadi kenapa harus susah. Biarkan saja.” Timpal Sooyeon sambil menepuk pundak Sekyung dan Heechul. “Heechul juga tak terlalu memikirkan mereka karena mereka bukan adik kandungmu, kan?”

Disingkirkannya tangan gadis itu dari bahunya. Heechul melengos dengan wajah kesal. “Meski tak ada hubungan darah mereka tetap adikku.” Gumamnya sambil berjalan keluar kelas.

Di luar kelas, Heechul melihat Kibum dan Wookie tengah berdiri di depan kelas mereka yang berada di ujung lorong sambil berbicara dengan beberapa temannya. Ditatapnya kedua gadis itu datar.

“Justru karena mereka bukan adik kandungku, aku harus lebih menyayangi mereka. Umma kan sudah bilang kalau aku harus membantunya menyayangi mereka.” Gumamnya sendirian sambil kembali masuk ke dalam kelas.

.

“Hari kunjungan orang tua kita bersamaan dengan kelas enam, ya?” Gumam Kibum sambil menatap surat yang diberikan gurunya tadi. “Eung, eonnie. Apa Heechul eonnie akan meminta umma datang ke kelasnya?”

Wookie mengangkat bahunya. “Karena Heechul eonnie sudah kelas enam, lebih baik umma datang ke kelasnya saja ya, Kibum? Sejak kita semua satu sekolah, umma tak pernah datang lagi ke hari kunjungan orang tua di kelas Heechul eonnie. Kita tak apa- apa sih kalau umma tidak ke kelas kita.”

Kibum mengangguk setuju. “Lalu suratnya bagaimana? Apa tak usah dikasih umma?”

“Aniya, Kibum. Harus tetap diberikan kepada umma.” Wookie memasukkan surat itu ke dalam tasnya.

BRUK! Tiba- tiba seorang anak laki- laki menyenggol kursinya dan membuat tas Wookie terjatuh ke lantai. Karena itu juga, kotak bekalnya ikut terjatuh dan makananannya berceceran di lantai.

“Iih, jorok!” Seru anak laki- laki tadi. “Kim Ryeowook! Cepat bersihkan!”

“Ya, kau! Kau kan yang menyenggol kursi kakakku, Sanghyun!” Omel Kibum cepat.

Anak bernama Sanghyun itu menatap Kibum malas. “Siapa kakakmu? Dia kan bukan kakakmu, Kim Kibum.” Ledeknya sambil menjulurkan lidahnya.

Kibum menatapnya marah. “Dasar_”

“Jangan, Bummie..” Wookie langsung menahan tangan Kibum yang baru saja mau melancarkan balasan terhadap Sanghyun. “Kata umma kan kita tak boleh jadi anak nakal.” Wookie langsung menunduk dan mengambil bukunya.

“Sanghyun memang nakal. Jangan di dengarkan, Wookie, Kibummie.” Seorang anak perempuan membantu Wookie membersihkan makanannya yang tumpah.

Kibum masih cemberut. “Kalau begitu siang ini eonnie berbagi bekal denganku. Nanti akan kuadukan ke umma.” Gumam gadis kecil itu sambil ikut membantu Wookie.

.

“Yesung, pulang sekolah ayo main bola dulu!” Seru Seungri sambil menendang bolanya di dalam kelas. Beberapa anak perempuan berseru marah karena kelakuan Seungri, tapi namja kecil itu tak mendengar temannya.

Yesung menatap Seungri. “Tapi aku harus pulang dulu.”

“Gwaenchana. Tapi jangan ajak Kyuhyun, ya.”

“Eh, waeyo?” Mata sipit Yesung menatap Seungri heran. “Kyuhyun juga suka main bola, kenapa aku tak boleh mengajaknya?”

“Kita kan kelas lima, dan Kyuhyun masih kelas tiga. Jadi kami tak mau bermain dengan Kyuhun yang jauh lebih kecil dari kami semua.”

“Tapi_”

“Lagipula kan Kyuhyun bukan adik kandungmu, bukan masalah kan kalau kalian tak harus bermain bersama.” Tambah Seungri sambil menyundul bola dengan kepalanya dan di oper ke Yesung.

Mendengar ucapan Seungri, Yesung diam sambil menangkap bola operan Seungri. Dengan satu tendangan dia mengoper ke temannya yang lain. Dan mereka malah bermain bola di dalam kelas.

.

“Akan kuadukan ke noona-ku!” Kyuhyun mengambil sebuah penghapus dan menatap seorang anak laki- laki kesal. “Penghapus ini kan bukan punyaku. Ini tuh milik Heechul noona yang kupinjam semalam!”

Jay, anak yang tadi mematahkan hapusan Kyuhyun hanya cemberut. “Aku kan tidak sengaja, Kyuhyun. Lagipula kau itu dasar pengadu!”

“Aku tidak mau tahu!” Kyuhyun bersikeras. “Kalian akan dipukul sama noona-ku yang galak itu.” Ancamnya.

Seorang anak bertubuh gemuk langsung menarik tas Kyuhyun. “Buang saja tasnya ke luar biar dia diam!” Ancamnya.

Kyuhyun menatap anak itu sinis. “Berani lakukan itu kalian akan kupukul!” Anak kecil itu langsung berlari kearah anak gendut itu dan menarik tasnya kasar. Didorong tubuh lawannya hingga membentur dinding.

“Dasar anak aneh berwajah pucat! Tukang pengadu!” Seru yang lainnya.

Kyuhyun melengos pergi ke kursinya dan duduk di samping temannya yang tadi sudah kelihatan takut. “Kata umma, kalau diledek diam saja. Aku tak mau dengar.”

Jino menatap Kyuhyun ngeri. “Tapi, Kyuhyun. Lebih baik jangan cari masalah dengan mereka lagi.”

Kyuhyun tak mendengar ucapan Jino dan hanya bersenandung kecil sambil tersenyum aneh menatap teman sebangkunya itu. “Kalau mereka yang cari masalah juga mereka yang akan kapok nanti.” Gumamnya sinis.

Sebenarnya banyak hal yang tidak diketahui Jungsoo ataupun Youngwoon di sekolah. Nae, kelima anaknya memang sebenarnya tidak sepenuhnya penurut. Karena perlakuan yang di dapat dari para teman sebayanya, kelima anak keluarga Kim kadang membuat masalah di sekolah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

Hari ini akan ada hari kunjungan orang tua ke sekolah…

Jungsoo menatap tiga surat ditangannya sambil mengerutkan kening. “Kenapa lagi- lagi bersamaan? Tahun lalu kelas Heechul dan Kyuhyun.” Ditatapnya ketiga putrinya yang mengangkat bahu bersamaan.

Yeojya itu menoleh menatap suaminya. “Kau bisa ikut, Youngwoon-ah?”

“Aku ada rapat siang ini. Apa tak bisa kau datang bergantian?”

Jungsoo kembali menatap ketiga putrinya. “Kalau bisa, aku ingin membelah tubuhku saja. Masalahnya pulang sekolahnya pasti akan ada rapat kelas. Kalau rapat tidak mungkin bergantian.” Gumamnya  sendirian.

“Ah, umma… Lebih baik umma ke kelas Kibum dan Wookie saja.” Heechul menarik pakaian Jungsoo sambil tersenyum. “Aku tak apa- apa, kok.”

“Aniya.” Kibum menyela. “Lebih baik ke kelas Heechul eonnie saja. Kan eonnie sudah kelas enam, jadi lebih penting daripada aku dan Wookie eonnie.”

“Nae, umma ke kelas Heechul eonnie saja.” Tambah Wookie.

Jungsoo semakin bingung. Dia menunduk untuk menyamakan tingginya dengan Kibum dan Wookie. “Apa benar tak apa kalau umma tidak datang tahun ini ke kunjungan orang tua di kelas kalian?” Tanyanya memastikan.

Wookie mengangguk sambil mengecup pipi Jungsoo. “Gwaenchana, umma. Aku dan Kibumie tak apa- apa, kok.”

Heechul maju mendekati kedua dongsaengnya. “Benar?” Tanyanya lebih memastikan.

“Sip, eonnie.” Tambah Kibum. “Ah, sudah harus berangkat. Nanti kita telat, nih!” Serunya sambil menghabiskan susu di gelasnya yang ada di atas meja. “Appa!”

“Nae.. Nae..” Youngwoon menghabiskan sarapannya dan mengangkat Kyuhyun turun. Ditatapnya kedua putranya bergantian. “Hari ini dua jagoan appa juga harus bisa melindungi para tuan putri, ya.”

Yesung dan Kyuhyun langsung hormat dihadapan Youngwoon seperti tentara. “Oke, boss!” Seru keduanya bersamaan sambil nyengir. Kyuhyun langsung berlari dan memeluk Jungsoo sambil mencium pipinya.

“Sampai jumpa di sekolah, umma!” Serunya riang dan langsung berlari keluar rumah disusul oleh Yesung, Wookie dan Kibum.

“Nae, chagi.” Jungsoo berdiri sambil mengusap rambut Heechul. “Jangan pasang tampang bersalah, chagiya. Ini kan permintaan kedua adikmu. Sama sekali bukan salahmu, kok.” Ucapnya lembut.

Heechul menatap ummanya sambil mengangguk. “Kami berangkat, umma.” Ucapnya sambil berjalan meninggalkan Jungsoo.

Jungsoo masih memandangi ketiga surat panggilan itu dengan raut wajah ragu.

.

Dan seperti yang telah ditentukan sebelumnya. Jungsoo hanya bisa menghadiri rapat di kelas Heechul. Bagaimanapun caranya memang lebih baik datang ke siswa kelas enam karena mereka akan segera lulus. Pasti ada pengumuman penting.

“Yahahaha, memangnya enak! Orang tua kalian tidak datang, kan!” Sanghyun tertawa meledek Wookie dan Kibum setelah bel pulang berbunyi.

Kibum dan Wookie diam saja.

“Ya, Sanghyun! Diam saja kau!” Seru Tiffany, sang ketua kelas.

Sanghyun menggembungkan pipinya tak perduli dan menjulurkan lidahnya kearah Tiffany. Anak itu kembali berlari mengitari kedua bersaudara Kim dan meledeknya lagi. “Umma kalian itu punya kebanyakan anak. Makanya jangan punya banyak saudara.”

“Kau bilang begitu karena iri, kan?” Balas Kibum sinis. “Aku punya banyak saudara dan kau anak tunggal. Kau pasti iri.”

“Heh, siapa yang iri? Lebih baik jadi anak tunggal, daripada aku punya banyak saudara angkat.”

“Sanghyun!!” Tiffany berseru marah sambil menarik tas ransel anak itu.

DUKK!! Sebelum Sanghyun ditarik oleh Tiffany, seseorang memukul kepala Sanghyun.

Suasana di kelas itu langsung diam.

Anak nakal itu menoleh kearah orang yang memukulnya dengan wajah nyaris menangis. Ditatapnya Kyuhyun kecil yang sudah ada depannya sambil memegang sapu panjang. Rupanya Kyuhyun dengar kalau kedua noona-nya itu diledek dan dia tak bisa diam saja.

“Dasar anak kecil! Kau memukulku!” Sanghyun langsung menarik sapu yang dipegang Kyuhyun kencang dan membuat bocah yang jauh lebih pendek dari Sanghyun itu tersentak membentur meja.

“Kyu!” Kibum langsung memeluk Kyuhyun. “Kyuhyun gwaenchana?”

“Minggir, noona! Aku mau memukul anak nakal itu!”

“Andwaeyo, Kyu!” Wookie ikut mencegah Kyuhyun.

Kyuhyun berontak tak terima sampai akhirnya Kibum dan Wookie tak bisa menghentikannya. Kyuhyun kembali kearah Sanghyun dan menengadah menatap namja tinggi itu marah. “Kata appa, aku harus melindungi noona- noonaku! Kau anak nakal. Kata appa juga, anak nakal akan dikirim ke neraka!”

Sanghyun langsung diam mendengar ucapan Kyuhyun. “A-aku bukan anak nakal!”

“Kau nakal karena mengganggu noonaku!” Seru Kyuhyun sambil menendang tulang kaki Sanghyun dan membuat bocah itu langsung kesakitan. “Kalau aku lihat kau mengganggu noonaku lagi, aku akan memukulmu!” Ancam anak kecil itu.

“Kyunnie, sudahlah.” Wookie kembali menari tangan adiknya. “Kami kan tidak apa- apa, Kyu.”

“Memangnya aku perduli? Yang penting kan mereka mengganggu noona.” Kyuhyun cemberut. “Jangan dengarkan anak nakal itu. Aku dan noonadeul juga Yesung hyung itu saudara. Kan umma selalu bilang begitu.”

Senyum kecil terulas diwajah Wookie, yeojya kecil itu langsung memeluk Kyuhyun. “Nae. Gomawo, Kyu.”

“Huh! Tapi kalian tetap anak angkat! Kalian itu bukan saudara yang sesungguhnya!” Seru Sanghyun masih mancari gara- gara.

Kyuhyun langsung mendelik marah.

Di luar kelas, Heechul memandangi ketiga adiknya dalam diam. Seharusnya dia menjemput mereka, tapi karena mendengar ejekan Sanghyun, Heechul memilih bersembunyi untuk mendengarnya. Matanya berkaca- kaca.

Karena umma datang ke kelasku, jadinya mereka di ejek. Batin Heechul pilu.

Sebenarnya alasan kenapa yeojya kecil itu selalu mengalah, karena dia tak ingin salah satu adiknya di ejek karena ikatan keluarga mereka. Selama bersekolah, sudah sering dia mendengar cerita tentang ejekan itu. Dan dia tak ingin itu terus berlanjut.

TES! Air mata gadis kecil itu mengalir.

DRAP! Heechul langsung berlari menjauh dari kelas Kibum dan Wookie.

“Ngh, noona mau_” Yesung yang melihat noonanya tengah berlari melewatinya begitu saja langsung diam. Dia kaget karena Heechul menangis. Heechul yang tak pernah menangis karena bertengkar dengan orang lain tiba- tiba menangis. “Noona!”

“Yesung oppa!” Seorang yeojya menarik tangan Yesung sebelum dia mengejar Heechul. “Kyuhyun bertengkar dengan anak kelas empat!”

Yesung langsung kaget dan berlari masuk ke dalam kelas empat. Dia langsung melongo melihat Kyuhyun tengah mengajar Sanghyun yang berlarian sambil berseru memaki Kyuhyun, tapi anak kecil itu tetap mengejar Sanghyun dengan sapu ditangannya.

“Oppa!” Wookie langsung menoleh menatap Yesung shock. “Kyuhyun tak mau dengar aku!”

“Heya, Kim Kyuhyun!” Yesung langsung berlari kearah adiknya dan menarik tangan Kyuhyun agar berhenti. “Apa yang kau lakukan, magnae nakal?!”

“Hyung! Anak nakal itu mengganggu noona-noonaku! Mana mungkin aku diam saja!” Belas Kyuhyun tak mau kalah. “Aku mau memukulnya!”

“Uljima, Kyunnie!” Kibum langsung menarik tangan Kyuhyun.

“Aigoo~ Jangan pikirkan dia. Lebih baik sekarang kita cari Heechul noona. Tadi aku lihat dia berlari sambil menangis. Pasti ada yang mengganggunya. Noona tak pernah menangis. Ayo ikut aku!” Yesung langsung berlari sambil menarik tangan Kyuhyun.

Kibum dan Wookie saling berpandangan sejenak. Dan dengan cepat mereka pergi menyusul Yesung dan Kyuhyun. Keduanya meninggalkan ransel mereka begitu saja di dalam kelas.

“Oppa, tunggu!”

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Jungsoo berjalan keluar dari kelas Heechul. Rapat sore itu baru saja selesai. “Apa mereka sudah pulang ke rumah?”

“Ahjumma!!!” Tiba- tiba seorang anak perempuan menghampiri Jungsoo.

“Ngh, nae?”

“Apa ahjumma umma Kim Kibum dan Kim Ryeowook?”

Jungsoo mengangguk. “Waeyo?”

“Tiffaniy imnida.” Tiffany menyerahkan ransel kedua temannya itu kepada Jungsoo. “Tadi Wookie dan Kibum berlari begitu saja dan meninggalkan ransel mereka berdua.”

Perasaan Jungsoo mulai aneh. Diambilnya kedua ransel kecil itu. “Kenapa mereka meninggalkan ranselnya di kelas? Apa sesuatu terjadi?”

Tiffany mengangguk polos. “Tadi ada anak laki- laki yang mengejek Kibum dan Wookie di kelas dan Kyuhyun mendengarnya. Kyuhyun mengejar anak itu sambil membawa sapu. Tiba- tiba Yesung oppa masuk sambil bilang sesuatu tentang Heechul eonnie. Aku tak tahu ada apa sebenarnya, tapi mereka berempat langsung berlari begitu saja.”

DEGH! Jungsoo langsung membungkuk, menyamakan tingginya dengan Tiffany.

“Heechul… Dia kenapa?”

Tiffany mengangkat bahunya. “Molla, ahjumma. Tapi sepertinya sesuatu terjadi pada Heechul eonnie.”

Kedua bola mata Jungsoo langsung membulat shock. “Baiklah. Gomawo, chagiya.” Jungsoo mengusap kepala Tiffany dan langsung berlari sambil memegang erat ransel kedua putrinya. Beberapa pikiran buruk langsung melintas di benaknya.

.

Langit mulai memancarkan semburat oranye. Jam menunjukkan pukul lima sore.

Dengan langkah lelah Jungsoo berlari ke dalam sebuah taman. Itu taman kelima yang didatanginya hari ini. Dia sudah mencari ke berbagai tempat yang mungkin saja disinggahi anak- anaknya, tapi dia tak menemukan mereka.

Dia sudah menghubungi suaminya.

Air matanya menetes. “Aish! Bukan saatnya menangis.” Serunya sambil menghapus air matanya. “Heechul! Yesung! Kibum! Wookie! Kyuhyun, eodisseoyo?!” Serunya berkali- kali setiap sampai di suatu tempat.

Tapi sampai sesore ini dia tak kunjung menemukan kelima anaknya.

“Kemana mereka? Mungkinkah appa dan umma…”

“Jungsoo!”

Jungsoo langsung menoleh saat melihat Youngwoon keluar dari mobil dan berlari menghampirinya dengan wajah cemas. “Apa yang terjadi? Kenapa anak- anak bisa menghilang?”

Jungsoo langsung memeluk suaminya sambil menangis. “Bagaimana ini Youngwoon-ah? Aku sudah ke rumah tapi mereka belum pulang. Aku sudah mencari ke semua tempat yang mungkin saja mereka datangi, tapi mereka tak kunjung kutemukan! Kalau sesuatu terjadi pada mereka, aku harus bagaimana?!” Racaunya sambil menangis pilu. “Seharusnya aku menyuruh mereka menunggu di sekolah!”

Youngwoon memegangi tubuh istrinya yang mulai lemah. “Tenanglah, Jungsoo. Kau harus tenang.” Ucapnya lembut.

“Bagaimana kalau appa menemukan kita dan membawa mereka pergi?! Aku tak bisa hidup tanpa mereka! Aku sudah kehilangan seorang anak! Aku tak mau lagi kehilangan siapapun!” Yeojya itu benar- benar kacau.

Youngwoon mengusap pundak istrinya sambil menuntunnya ke mobilnya. “Uljima. Kau harus tetap tenang, Jungsoo.” Youngwoon membantu Jungsoo masuk ke dalam mobil dan namja itu langsung masuk ke sisi satunya. “Mereka pasti baik- baik saja. Setidaknya mereka tak sendirian. Kita pasti akan menemukan mereka.”

Youngwoon langsung menjalankan mobilnya menyusuri jalan.

.

“Itu dia!” Yesung menunjuk kearah tepi sungai. Di tepi sungai dilihatnya Heechul tengah duduk sambil menekuk kedua kakinya. “Noona!” Yesung langsung berlari menuruni rerumputan menuju tepi sungai.

Kyuhyun kecil terpeleset dan membuatnya turun dengan cara merosot dengan pantatnya. “Gyaah!”

Melihat Kyuhyun, Kibum dan Wookie memilih turun pelan- pelan.

“Noona!” Yesung terengah- engah sambil berhenti tepat dibelakang Heechul. “Aigoo~ Kami mencari kemana- mana. Untungnya kami lewat sini dan ternyata noona ada disini. Noona, waeyo?”

Heechul diam saja.

“Pantatku panas.” Gerutu Kyuhyun sambil menengok kedepan wajah Heechul. “Noona? Noona menangis!”

“Eeuh?!” Kibum langsung berlari mendekati Heechul.

Benar yang dikatakan Kyuhyun, yeojya kecil itu menangis pelan dengan wajah sedih. Dia masih diam saat keempat adiknya mencoba bergantian menatapnya.

“Eonnie, wae?” Wookie menunduk disamping Heechul dan menarik lengan kakaknya hati- hati. “Apa ada anak nakal yang mengganggu eonnie? Apa eonnie sakit, ya? Ayo pulang.”

Heechul menarik lengannya yang disentuh Wookie. “Aku tak mau pulang.”

“Loh, waeyo?” Yesung mendekati Heechul. “Memangnya noona dimarahi umma?”

Heechul menggeleng.

“Lalu kenapa?” Kibum menatap Heechul serius.

Heechul mengangkat wajahnya dan menatap Kibum dan Wookie bergantian. Dengan cepat dipeluknya kedua adiknya itu sambil kembali terisak. “Mianhae.”

“Eonnie? Mianhae apa?” Tanya Wookie bingung.

“Seharusnya hari ini umma datang ke kelas Kibum dan Wookie. Seharusnya aku mengalah lagi hari ini agar kalian tak di ejek oleh anak lain. Karena umma tidak datang, jadinya kalian di ejek oleh Sanghyun. Mianhae… Jeongmal mianhae…”

“Eonnie…” Kibum langsung diam. Perlahan dia balas memeluk kakaknya. “Gwaenchana, eonnie.”

“Nae. Selama ini kan eonnie selalu mengalah untuk kami semua. Kalau sekarang kami yang mengalah itu bukan masalah. Lagipula memangnya kenapa kalau kami diejek? Kami juga tak terlalu memperdulikan ucapan mereka, kok.” Tambah Wookie sambil mengusap pundak Heechul penuh sayang.

Heechul melepaskan pelukannya dan menatap kedua adiknya.

“Ya, noona. Aku kira ada apa.” Yesung terkekeh. “Kan umma selalu bilang, meski di ejek jangan di dengarkan. Yang penting hidup kita bahagia. Kita kan tidak boleh hidup dengan mendengarkan ucapan atau ejekan orang lain.”

Kyuhyun disampingnya mengangguk serius. “Lihat aku. Meskipun aku suka diledek, aku tak sedih tuh. Malah aku membalas mereka biar mereka kapok.” Ucapnya sambil membusungkan dadanya dengan gaya sangat bangga.

“Ya, magnae! Kata umma kan tak boleh dibalas!” Omel Wookie cepat. “Tadi juga begitu. Kyuhyun tak boleh melakukannya lagi, atau akan aku adukan ke umma.”

Magnae cilik itu langsung cemberut menatap kakaknya. “Aku kan mau jadi jagoan, noona. Appa juga bilang aku ini jagoan appa yang harus melindungi para noona. Jadi aku akan memukul anak nakal yang mengganggu kalian!”

Mendengar celetukan Kyuhyun, senyum terulas di bibir Hechul.

“Oke, sekarang jangan menangis!” Seru Yesung sambil menghapus air mata di pipi Heechul dan nyengir menatap kakaknya. “Noona itu aneh kalau menangis.”

“Oppa!” Kibum langsung menarik tangan kakaknya kesal.

Heechul akhirnya berdiri sambil menarik Wookie dan kibum. “Mianhae… Aku telah membuat khawatir.” Sesalnya sambil menghapus air matanya dan mencoba tersenyum. “Aku tak mau bersikap lemah lagi. Karena aku anak pertama, jadi aku harus kuat dan menjaga kalian berempat.”

“Aniya! Sudah kubilang aku yang akan menjaga noona.” Kyuhyun masih bersikeras.

“Diam, Kyu!” Omel Kibum akhirnya.

“Ayo, pulang. Umma mungkin sudah…” Wookie langsung terdiam saat dia mengingat Jungsoo. “Aigoo! Aku meninggalkan ranselku di kelas! Kalau umma tahu kita belum pulang umma pasti cemas sekali!” Serunya shock.

“Kita harus cepat pulang!” Seru Kibum akhirnya.

Saat kelimanya berbalik hendak pulang, sebuah mobil berhenti di ajalan. “Anak- anak!!” Jungsoo langsung keluar dari mobil itu. Yeojya itu langsung berlari turun menuruni rerumputan.

“Umma!” Kyuhyun melambaikan tangannya riang. Dia tak tahu perasaan apa yang tadi dirasakan ummanya. Namja kecil itu langsung diam saat melihat mata ummanya sembab. “Umma, gwa_”

GREB! Sebelum Kyuhyun selesai mengucapkan kalimatnya, Jungsoo bersimpuh dan memeluknya.

“Umma?”

Jungsoo menangis pilu sambil memeluk Kyuhyun. “Syukurlah.. Syukurlah.. Syukurlah kalian semua baik- baik saja.” Isaknya sambil menatap keempat anaknya yang lain. “U-umma sangat cemas sekali tadi. Umma pikir kalian tak akan kembali lagi. Umma sangat takut.” Akunya sambil mencoba tersenyum.

Tapi senyumnya langsung pudar dan yeojya itu kembali menangis pilu. “Aku takut sekali…” Bisiknya sambil kembali membenamkan wajahnya di bahu kecil Kyuhyun.

“U-umma jangan menangis…” Mata Kyuhyun langsung berkaca- kaca. “Umma jangan menangis.” Namja kecil itu memeluk Jungsoo dan ikutan menangis sedih merasakan ketakutan ummanya.

“Umma, mianhae.” Heechul langsung menangis berlari memeluk Jungsoo. “Ini gara- gara aku! Aku kabur karena suatu hal dan mereka mencariku. Mianhae, umma… Hueee.. Umma jangan menangis…”

Kibum dan Wookie juga ikutan menangis dan memeluk Jungsoo. Keempat anak itu memeluk tubuh Jungsoo sambil terisak.

Jungsoo sendiri masih tetap menangis.

Yesung sendirian masih diam di tempatnya berdiri sambil memandangi keluarganya. Di liriknya Youngwoon yang sudah berdiri disampingnya. “Appa, apa umma cemas sekali karena kami?”

Youngwoon merunduk dan menepuk punggung Yesung. “Gwaenchana, Yesung. Umma terlalu takut kalau sesuatu terjadi pada kalian, karena itu dia jadi seperti ini. Kau kan tahu umma sangat tidak bisa terlepas dari kalian berlima.”

“Kami kan hanya anak angkat appa dan umma.” Ucapnya bingung.

Youngwoon mengusap kepala putra sulungnya. “Meski begitu, kalian tetap anak appa dan umma. Kalau sesuatu terjadi pada kalian semua, kami pasti akan mati.” Senyumnya sambil menepuk kepala Yesung.

Yesung berjalan mendekati keempat saudaranya dan berusaha meraih lengan ummanya. “Umma…” Panggilnya lembut.

Jungsoo mengangkat wajahnya dan menatap Yesung pilu.

“Kami baik- baik saja, kok. Kami berlima kan tak mungkin meninggalkan umma. Umma jangan menangis lagi, ya…” Ucap namja kecil itu sambil mengusap punggung tangan Jungsoo hati- hati.

Senyum tulus kini terulas di wajah Jungsoo. Yeojya itu mengangguk. “Mianhae. Umma terlalu terbawa perasaan.” Ucapnya sambil melepas pelukannya dari Kyuhyun yang masih menangis terisak. Dihapusnya air mata Kyuhyun. “Kenapa Kyuhyun menangis juga?”

“Ha-habisnya umma menangis. Hueee~” Magnae itu kembali menangis sedih sambil memeluk leher Jungsoo dan menenggelamkan wajahnya di bahu umma-nya.

Heechul tertawa sambil menghapus air matanya. “Katanya jagoan! Kenapa menangis!”

Kibum dan Wookie yang tadi menangis juga sudah berhenti dan tertawa melihat kelakuan si magnae yang sangat manja.

Jungsoo mengusap kepala kelima anaknya bergantian, lalu dia menggendong tubuh kecil Kyuhyun dan berdiri. “Sekarang kita pulang dulu, di rumah nanti ceritakan pada umma apa yang terjadi. Arra?”

Heechul mengangguk. “Nae, umma.”

Youngwoon langsung menggandeng tangan Kibum dan Wookie. “Ayo. Cuaca semakin dingin dan sebentar lagi malam.”

Kedua gadis kecil itu mengangguk.

“Kalian berlima…” Jungsoo kembali berujar pelan. “Jangan seperti ini lagi, ya.” Pintanya sambil mencium kepala Kyuhyun yang masih terisak.

“Kami janji tak akan membuat umma cemas lagi.” Ucap Yesung sambil terkekeh. “Kyuhyun! Berhenti menangis!”

“Tidak mau!” Balas magnae kecil itu parau.

Youngwoon hanya tertawa kecil melihat Kyuhyun. Di tatapnya punggung istrinya sambil tersenyum lembut. Ya, setidaknya istrinya bisa kembali merasa tenang sekarang. Dia tak mau lagi melihat istrinya seperti tadi. Sudah cukup.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“KYUHYUUUNN! Apa yang kau lakukan pada kameraku?!!!!” Jeritan Heechul menggema di seluruh rumah. Membuat Yesung yang tengah memberi makan kura- kuranya langsung terkejut. Membuat Wookie dan Kibum yang tengah berada di dapur, nyaris menjatuhkan panci makanan.

Sedangkan subjeknya, Kim Kyuhyun, berlari turun dari tangga sambil menarik tas sekolahnya.

“KIM KYUHYUN!” Heechul berlari turun dari tangga.

“Umma, help me!!” Namja itu langsung bersembunyi dibalik punggung Jungsoo.

Jungsoo menatap Heechul heran. “Ya, Kim Heechul. Waeyo gudhae?”

“Umma! Dia merusak kameraku lagi! Ini kamera ketiga yang dirusaknya dalam waktu satu tahun ini!!”

Jungsoo langsung menoleh kebelakang. “Benar itu, Kim Kyuhyun?”

“Tak sengaja, umma! Salah noona sendiri bersandar di depan pintu kamarku. Saat aku buka pintu dia langsung terjatuh dan kameranya tak sengaja terinjak olehku.” Ujar si magnae yang baru masuk kelas satu SMA itu.

Wookie dan Kibum memilih tak perduli dan meletakkan masakan di atas meja.

“Kibummie, panggil appa.”

“Sip.” Yeojya cantik itu berlalu kearah kamar orang tuanya. Di tangga dia berpapasan dengan Yesung yang tengah memakai dasi seragamnya. “Sarapan sudah siap, oppa.”

Yesung mengusap kepala dongsaengnya. “Kyuhyun kenapa?”

“Biasalah. Dia kan hobi sekali bertengkar dengan Heechul eonnie.” Kibum terkekeh sambil mendekati pintu kamar orang tuanya. “Appa, sarapan sudah siap.”

“Nae, chagi!” Seru Youngwoon dari dalam kamarnya.

Youngwoon keluar dari kamarnya dan menatap Kibum. “Pagi- pagi kenapa sudah berisik sekali.”

Yeojya itu menaikan satu alisnya santai. “Begitulah kalau Kyuhyun dan eonnie sudah bertengkar.” Jawabnya.

Keduanya berjalan masuk ke ruang makan merangkap dapur. Youngwoon duduk di kursinya dan Kibum duduk disamping Wookie. Dengan santai Jungsoo memberikan segelas kopi kearah suaminya, membiarkan kedua anaknya masih bertengkar.

“Sudah jam segini! Aku bisa telat battle PSP pagi ini di kelas!” Seru Kyuhyun sambil menarik PSP hitamnya dan dimasukkan ke dalam tas. Magnae itu langsung berlalu kearah orang tuanya dan mencium pipi mereka bergantian. “Aku berangkat, ya!”

“Aku juga ada kelas pagi, nih.” Heechul langsung menarik satu roti dan mengucapkan salam kepada Jungsoo dan Youngwoon. “Sampai nanti, umma, appa.”

“Kyu, tunggu!!” Yesung menarik ransel sambil menghabiskan susu di gelasnya. “Umma, aku pulang telat hari ini.” Ucapnya sambil bergegas.

Youngwoon dan Jungsoo menatap kearah Kibum dan Wookie yang masih santai.

“Kalian berdua?” Tanya Jungsoo.

“Kami kan selalu tenang, umma.” Gumam Kibum sambil menarik ranselnya.

Kedua yeojya itu terkekeh. Wookie mengambil tasnya. “Lagi- lagi Kyu dan Yesung oppa meninggalkan bekalnya begitu saja.” Yeojya itu langsung mencium pipi kedua orang tuanya. Kibum mengikutinya.

“Sampai nanti.” Salam keduanya sambil berlalu keluar dari dapur.

Tinggallah Jungsoo dan Youngwoon berdua.

“Mereka tak berubah. Dasar anak- anak.” Gumam Youngwoon sambil membalik Koran paginya.

Jungsoo tersenyum lembut sambil berdiri dan merapihkan sisa makanan kelima anaknya. “Semoga kita akan selalu seperti ini, Youngwoon-ah.” Balasnya.

Youngwoon tersenyum sambil melirik kearah Jungsoo. “Nae. Kita memang akan selalu seperti ini.” Gumamnya lembut sambil menarik Jungsoo dan berdiri menyamakan tingginya dengan istrnya. Dengan lembut dicium bibir istrinya sekilas. “Aku berangkat dulu.”

“Hati- hati di jalan.” Gumam Jungsoo lembut.

Saat Youngwoon keluar dari rumah, seperti biasa, Jungsoo mendekap kedua tangannya dan memejamkan matanya. “Hari ini juga tolong lindungi mereka, Tuhan. Hwating, keluargaku.” Doanya setiap pagi kepada Tuhan. Jungsoo kembali melanjutkan aktivitas paginya dengan perasaan lega.

.

~Fin~

48 thoughts on “Little Kim Family // KFS 3 Special Story

  1. tgl lhirnya chulie bukannya tgal 10 juli ya??

    Huhuhuhu mengharukan ceritanya. . .
    Pengen dah punya keluarga yang harm0nis kayak gt0w. .

  2. eon, akhirny aku bisa komen, ehehe :p
    ugh ~ sedih juga ya masa kecil mereka, selalu diledek😥
    kyu kecil nangis >,< *dijitakyu*
    eon, itu yang tanggal tanggal itu tanggal ultah mereka yaa? kalo gitu tanggal heechul salah, harus 10juli bukan? ehehe :p

  3. Aku hadir ponaaaaaaaaaaaaaa….

    hehe…. mian baru baca pona dan baru komen #ngekkk. lagi ngejar target…

    senyum2 sendiri aku bacanya pas dibagian yang lucu. pas dibagian yang nangis2 ikut nangis juga… aigooo… aku sekarang jadi yeoja perasa… ck!

    dari semua KFS 3 aku paling suka chapter ini🙂.

    okehhh…. sekian aja dah komen gak pentingnya. saranghae ponaaaaaaa #ditendang

  4. Yuhuuu~
    keluarga yang sangaaaat harmonis!! *O*

    Mengalah demi kebhagiaan saudara ny…
    Critanya bermakna n mempunyai amanat yang sangat dapat d trima…
    Bener2 crita keluarga yang sangat manis…!! >(///)<

    Kim Family, HWAITING!!

    _Fye_

  5. Huwaaaa thena unnie menyentuh bgt iri bgt sm keluarga Kim ini…aishhh lucu bgt pas bgn chibi Kyu kecil2 udh epil jga dy kekekeeke heechul jga dri kcl udh gualak hehehehe*ditendang chullie*next spesial story dtnggu thena chan

  6. Harmonis banget ..
    Aku aja iri walau inihnya ff ..
    Bca ini aku jdi sadar hrus ngelindungi sesama kluarga ..
    Eonnie aku suka ff mu ..
    Sstiap ff mu psti bnyak psan2 di dalamnya ..
    Aku kn menjadi reader setia mu #lebai

  7. thenaaaaaaaaaa, ini aq Sari, temennya si Poo
    ini blog bersama
    aq suka ceritanya tuh
    pas kyu nangis di pelukannya teukie aq iktan nangis
    manja bgt…
    aq pengen deh punya keluarga kayak gt
    saling menjaga satu sama lain
    Ditunggu cerita berikutnya ya

    Sarangahe ^.^~~

  8. Bgs bgt onn..kyaa..lucu bgt pas mereka masih kecil..hihi
    Mereka slg menyanyangi bgt padahal g sedarah..*terharu*kangteuk mank orang tua yg baik bisa mendidik chul cs sampe jd anak yg seperti itu..

    Di tunggu next ff nya😀

  9. Ceritanya bikin aq mewek. . .
    >,<
    Menyentuh bget. . .

    KangTeuk the best lah jdi 0r2. . .

    D'tnggu special story lainx. . .

  10. Special story.a keren…..

    Ternyata anak2 kluarga kim lucu2 ya kecil.a.
    Si kyu dr kecil ampe gede tetep aja evil.
    Heechul jga, tetep galak.
    Kyk.a wookie ma kibum plg sabar deh.
    Jungso umma bijak bgt ya, youngwoon appa jga, duh mereka the best deh jd ortu.
    Aq seneng pas bca bgian kyu berantem ma heenim.

    Onnie aq tunggu special story yg taemin…… ^^

  11. coment toto-chan mngkin hmpir2 sama ama yg koment diatas-atas …

    Cuma mau absent klw aku bc ff ni n mninggalkan jejak …*inget pengalaman jd siders*

    ok, eon aku slalu mnggu next ff mu ….

  12. special bgt storyx the..

    hueeee,ngikut kyu nangis ah biar iktan
    di gendong jungsoo umma…

    critax DAEBAK aaahhh, q jd adekx kyuppa jg gpp
    mskpn lbh cocok klu jd istrix se… haha
    lanjt the

  13. Chingu critanya nyentuh bgt di hati.
    Keluarga Kim emank kren bgt deh.. Aq ikutan nangis wktu Kyu nangis.
    D tunggu spesial story slanjutnya chingu..
    Gomawo🙂

  14. Crita.ny bagus bgt……

    Q jg punya banyak sudara pi sperti.ny kmi g’ sling menyayangi*g’da yg nanyak*pengen deh Q punya saudara kyak ffne…..

    Gomawo y krna sudah buat ff ne coz dri ne Q bsa mengerti arti dri sling menyayangi….dan skrng Q smakin sayang ja ma kluarga Q…hehehehe

  15. Terharu,,sangat menyentuh,,ᅲ__ᅲ
    Mskpun bkn sodara kandung tp mereka slng mencintai satu sama lain, apalgi Heechul yg sngt sayang trhdp adik2nya. Perlu dicontoh bg famz lainnya. ^^
    I love Kim Family series..Seandai’x dijadiin buku, eon mo dh beli,,hehee..=D #sekdr saran ^^

  16. Wahahahaii… Saya dataaaaang… *terjun payung*

    Aiih, ternyata berat juga ya punya banyak saudara yg gak sedarah. Tp kerennya Kim Family bener2 keluarga yg harmonis banget. Huhuhu… That’s so sweet… >w<

    Kyu udah evil dr masa kecilnya ya! Tapi tapi tapi… keliatannya dia evil yang cute. Cutevil… Kekekeke…….

  17. Haha.. pantat Kyu panas!😀 *ketawa puas* #diBom

    kalo keluarga angkat seindah ini, mending aja aku dipecat jadi anak asli & nyari ortu angkat.. *nah loh?* -___-

    ceritanya keren kak! walau Oneshoot, tp bikin terhanyut masuk ke alur cerita.. ^^d

    yg paling aku suka saat Jungsoo berdoa di setiap pagi.. keren! :’) *nyusut ingus*

  18. hai eonnn *lambai2 sapu tangan
    miaaaaaaaaaannnnnnnn baru komen, pdahal pas blum updet ngrecoki nyuruh updet, tpi stelah updet komennya malah blakangan ;(

    ah, eoonnn aku pengen punya kluarga kyak mreka, dulu pas kecil ortu sbuk ma kerjaan, jarang bgt ikut2 pertemuan ortu gtu,, dri teka aj ak dah brgkt sendiri gara2 ortu sbuk kerja…
    baca nih ff jd iri, iri, iri. inget2 dlu pas kcil yg dtg k prtmuan ortu slalu dan slalu tante.. kok malah curcol (-_-“)

    pokoknya akuuuu suuuuuuuukkkkkkkkkaaaaaaaaaaaaaa….
    bsok kalo ak punya anak ma koko han #plaaaaaaakkkkk# aku pasti bakalan merhatiin anakku…

    hhaahahahaha, yep yep updet the last story,,,
    spti sbelumnya ak tetep g nyerah request HANCHUL NC-an… kkkkkk~😀

    kpan hari aku baca tgl lhir chulppa it tulisannya 10 juni, skrang dah brubah da diedit y.. alhamdulilah ya..🙂

    ok eon hwaiting, hwaittiiingg…

    sign,
    aika

  19. Hha,aq cengar-cengir sndiri paz bca fict ne..😀

    Kiraen bkln d’critain jg anak2 mreka paz udhh nikahh..ehh trnyta prkiraan aq mleset😛
    pdhl kl kdupan mreka paz udh nikah jg d’critain,pzti seru tuhh,Eon😉

  20. mngalah dmi swdara’a. bnr” mmbwt iri dh kluarga ini
    lucu bgt ya mreka” ntu. apalagi pas kyu ngjar sanghyun pke sapu.. polos bgt..
    heechul dri kcil udh kliatan ya glak’a…

  21. kyaaaaaa….
    mngharukannnn …
    hikss3x kyuuuu jd jagoan??? hahaha bru thu q jagoan nangiss kkkk mnja lgiii*dtampol kyu*
    waahhh heechul kakak yg baik yy., ngalaaaahh bgt 5 adek2x *paskecil sihh low gede kykx dah gg dehh**plakkk*
    hahahaha daebakk Eonn.,
    hwaitiiing😀

  22. huweee….. *nangis trharu
    sedih bcanya….
    g ska sma yg ngejek mreka,,,
    sabar y little kim…. *peluk yeppa

    keren eon critanya…
    mianhae eon, bru smpet bca… *bow

    hwaiting eon ^^

  23. jadi semuanya di adopsi sesuai tgl lahirnya ya?
    Aigoo . . .
    Imutnya!
    Aku pengen liat Kyu yg megang pantat pas jatuh!
    XDD

  24. Daebak chingu. Seneng deh kalo punya saodara – meski g kandung – akrab gitu, Umma dan Appa nya juga sayang banget tuh ama mereka. N jadi tahu gimana KangTeuk bisa mengadopsi mereka.

    Trus, lebih asyik lagi kalo diceritain gimana perasaan KangTeuk begitu mereka semua udah nikah n punya anak.

    Tapi, ga gitu pun tetep bagus. Hwaiting!

    Salam,

    Elle

  25. haduuuuhh… rasanya seru ya jadi kim family…
    kibum sama wookie rasanya kaya anak kembar… kemana-mana berdua terus… udah gitu sama2 kalem lagi… hehehe

    keren unnie… fighting!
    ^^

  26. asli, bagus banget.
    Mengharukan, mereka bener2 tetep nyatu walaupun tau kalo bukan saudara kandung, salut.
    Author, sequeeeeel dong

  27. annyeong taena unnie🙂 jujur, aku baru nemu blog ini kemarin dan langsung kuborong semua kim family nya sampe beres😛

    mungkin gaada kata lain untuk cerita ini selain ‘DAEBAK’ dan ‘LUAR BIASA’ /samaja
    jujur, ini fanfic family pertama yang bener-bener nyentuh hati aku, selain ceritanya yang ngalir, ff ini juga alami dan sesuai realita, ga dibuat-buat.🙂

    aku suka dari gaya penulisannya unnie yang semi-formal yang justru ngebuat rileks untuk dibaca kkk~😀

    aku ngikutin series Kim Family ini dari awal kemaren aku nemu dan maaaaaf banget karna baru komen di bener-bener Last Chap ><
    gomawo sebelumnya unn😀 /berharap semoga komen ini ga kepotong krn terlalu panjang

    • bener kan kepotong u,u

      aku termasuk orang yang bernasib sama kea kim family (cuma bedanya aku anak kandung) punya keluarga besar dengan 10orang saudara, semua yang dialami di ff itu hampir sama kea perasaan aku yang sekarang. punya keluarga besar itu punya suka duka dari kita kecil sampe dewasa, tumbuh dewasanya, hangat keluarga dan dingin ketika ada masalah, dan ‘memikirkan’ masa depan kea di fanfic hanchul yang takut berpisah dari keluarga, itu semua aku alamin, whoa pokoknya ff ini bener-bener bagus🙂 di tiap chapternya ngandung banyak banget makna ><
      dan..
      aku ngefans sama unnie!! haha bingung nih mau komen apalagi, aku tersentuh banget baca fanfic ini, watak ibu sm bapa aku sama kea jungsoo umma sama Youngwoon appa hihi ngingetin aku sama orangtuaku yang udah gaada🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s