(Third Story) KimFamily Series3 // A Selfish and A Wedding (2of2) // KyuMin

A Selfish and A Wedding

Chapter 2-

.

Kyuhyun mematung dihadapan Jungsoo. Kedua matanya menatap sang umma takut dengan tubuh gemetar. Dihadapannya Sungmin sudah terisak ketakutan sambil terduduk lemas di jalan.

“A-ahjumma… Hiks..” Isak Sungmin ketakutan dengan tubuh gemetar.

Perlahan Jungsoo berjalan mendekati Kyuhyun.

“Umma… A-aku_”

PLAKK! Sebuah tamparan kencang mendarat di pipi sang magnae itu. Kyuhyun mematung mendapati ummanya telah menamparnya.

Bukan wajahnya saja yang terasa panas. Hatinya bagai tercabik- cabik.

“Kau meninggalkan tasmu.” Jungsoo langsung menunduk sambil memeluk Sungmin. “Gwaenchana, Sungmin. Aku sudah ada disini. Uljima, chagiya.” Ucapnya lembut sambil mengusap punggung yeojya yang masih ketakutan itu.

Jungsoo menarik Sungmin agar berdiri dan merapihkan pakaian yeojya itu. “Apa kau bisa pulang sendiri?” Tanyanya hati- hati sambil menghapus air mata Sungmin.

Yeojya cantik itu mengangguk lemah. “A-aku bisa, ahjumma. Gomawo nae.” Bisiknya pilu. Sekali yeojya itu melirik kearah kekasihnya yang masih mematung tanpa suara. “Sampai jumpa, Kyuhyun.” Ucap Sungmin cepat sambil berlari meninggalkan Jungsoo dan Kyuhyun berdua.

.

~Kyuhyun pov~

Seumur hidupku, aku belum pernah melihat umma marah. Aku belum pernah melihat umma menggunakan tangan untuk menghukum anak- anaknya. Kalau kami salah, umma hanya akan menasihati kami dengan kata- kata bijaknya.

Tapi malam ini…

Umma menamparku.

Umma langsung berjalan meninggalkanku yang masih kaku di pinggir jalan. Dia sama sekali tak menghiraukan keberadaanku didekatnya.

“Umma!” Aku langsung berlari mengejarnya.

“Jangan dekati aku, Kyuhyun.”

DEGH! Aku langsung diam saat umma berbicara dengan nada sedingin itu kepadaku.

Perlahan umma menoleh dan kulihat air matanya mengalir. Apa yang kau lakukan Kim Kyuhyun? Setelah membuat Minnie menangis seperti tadi, sekarang kau membuat umma-mu sendiri menangis?

“Apa aku pernah mengajarkan padamu untuk bersikap serendah itu, Kim Kyuhyun?” Cara bicara umma berubah. Umma tak pernah bicara seperti ini kepada anak- anaknya, khususnya kepadaku. Umma selalu menyayangiku.

Aku membatu tak berani menatapnya.

“Kau memperlakukan seorang yeojya seperti tadi, bukan hanya Sungmin yang terluka. Aku merasa, kau juga sangat tidak menghargaiku sebagai seorang yeojya.” Umma menatapku datar sambil menghela nafas. “Bukan hanya Sungmin yang kau lukai, kau juga menghancurkan perasaan umma.” Nada bicaranya kembali melembut diakhir kalimatnya.

TES~ Seketika air mataku mengalir.

Umma langsung berjalan meninggalkanku.

Apa yang telah kulakukan tadi? Bagaimana bisa kubiarkan emosiku menguasai hatiku sehingga membuat Minnie menangis? Sehingga membuat umma terluka karena melihatnya. Kau anak yang sangat tidak berguna Kim Kyuhyun.

Kau pecundang terbesar di dunia ini.

~Kyuhyun pov end~

.

Jungsoo masuk ke dalam rumahnya dan berlalu begitu saja melewati ruang tengah, tempat Youngwoon menunggunya. Melihat keadaan istrinya yang agak kacau dan menangis, Youngwoon langsung menghampirinya.

“Jungsoo? Waeyo gudhae, yeobo?” Tanyanya khawatir.

Jungsoo menggeleng sambil merengkuh lengan Youngwoon. “Gwaenchana, Youngwoon-ah.” Balasnya lirih. “Tapi untuk sementara, aku tak mau bicara dengan Kyuhyun.”

“Mwo? Kenapa dengannya? Apa dia yang membuatmu seperti ini?”

Jungsoo hanya diam memandangi Youngwoon. “Masuklah, biar kuceritakan semuanya kepadamu di kamar.” Ucapnya lirih sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya mendahului Youngwoon.

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Mwo?” Wookie membulatkan matanya shock saat mendapat telepon dari Heechul. Yeojya itu tadi juga ditelepon oleh Youngwoon dan sudah tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun. “E-eonnie serius? Kyuhyun melakukan hal itu?”

Heechul bergumam lemas. “Kau tahu? Umma sangat marah padanya. Appa bilang, semalam magnae itu tidak pulang ke rumah.

“Aigoo, uri Kyuhyunnie~” Wookie duduk lemas di sofa sambil menarik nafas tak percaya. “Semalam dia sama sekali tak menghubungiku atau Yesung oppa. Dimana dia saat ini?”

Molla.” Jawab Heechul datar. “Kalau dia menghubungi kalian jangan bilang pada appa dan umma, tapi langsung kabari aku. Kurasa memang sudah saat kita semua sebagai kakaknya bicara dengannya. Aku tak mau anak itu berjalan di jalan yang kacau semakin jauh. Kyuhyun harus berubah lebih dewasa.

“Kau mencemaskannya, eonnie?” Tanya Wookie pelan.

Heechul diam sejenak. “Mana mungkin aku tak mencemaskan evil magnae itu. Dia itu dongsaengku.

Wookie mengangguk. “Baiklah, aku akan menghubungi eonnie nanti. Aku ingin menanyakan kabar Sungmin dulu.”

Sampaikan maafku kepadanya. Tolong bilang padanya, jangan membenci Kyuhyun.” Heechul menghela nafas sekali. “Sampai nanti,Wookie.” Yeojya itu langsung menutup ponselnya dan meletakkannya sembarangan di meja dapurnya.

Sedangkan di tempat Wookie, yeojya itu melamun sambil memandangi Jieun-nya yang sedang tertidur. Di redial nomor ponsel Kyuhyun dan dia menunggu beberapa saat.

TUUT~ Tak diangkat.

TUUT~ Wookie masih menunggu.

CTEK! Tiba- tiba sambungannya terputus. Kyuhyun menolak panggilan Wookie.

“Kyuhyun… Apa sebenarnya yang kau pikirkan sekarang.” Gumamnya sedih sambil berjalan menghampiri bayinya sambil menghubungi satu nomor lain. Tidak butuh waktu lama untuk tersambung dengan orang yang dihubunginya.

Wookie diam sebentar. “Sungmin…” Sapanya ragu.

.

~Kyuhyun pov~

BUGH!! Kupukulkan kepalan tanganku di kursi taman tempatku duduk merenung pagi ini. Semalaman aku ada di luar sini. Dingin sekali.

Tapi hatiku jauh lebih dingin dari tubuhku. Nyaris membeku sepertinya.

Lagi- lagi ponselku berdering, kali ini nama Heechul noona yang muncul. Dengan cepat aku langsung mencopot baterai ponselku dan membuang ponsel itu ke jalan dengan kesal. Beberapa pasang mata menatap aneh kearahku.

“ARRGH!!” Jeritku frustasi sambil menunduk memegangi kepalaku.

Apa yang kau lakukan semalam Kim Kyuhyun? Memaksa kekasihmu? Melukai umma-mu? Kabur dari rumah? Bukankah seharusnya kau minta maaf pada Minnie dan umma sekarang? Tapi kenapa kau malah disini? Apa kau takut? Dasar pengecut.

DIAM!!

Kupegangi kepalaku yang terasa pusing. Semalaman tidak tidur membuatku sakit kepala. Semua ini bisa membuatku gila. Kapan aku akan menjadi lebih dewasa?

Masih terbayang raut ketakukan Sungmin dan wajah marah umma semalam.

Bagaimana bisa kau lakukan hal itu?

“Arrgh!”

BUGH!! Lagi- lagi kupukulkan tanganku. Entah itu sudah yang keberapa kali. Rasanya aku juga mau membenturkan kepalaku ke jalan agar bisa kujernihkan. Aku benar- benar frustasi. Tapi aku sendirian.

Aku harus kemana? Aku butuh teman untuk bicara..

Yesung hyung. Dia satu- satunya hyung yang kumiliki. Apa aku harus bicara dengannya?

Aniya! Dia juga pasti akan menyalahkanku.

Appa…

Sama saja, aku tak berani menatap appa. Mengingat kalau appa pernah marah besar dengan Wookie noona dan Yesung hyung dulu saja membuatku merinding ketakutan, apalagi sekarang. Aku tak mau mati ditangan appa karena membuat umma menangis.

Tapi aku harus kemana?

Ah, masih ada satu orang lagi.

Henry…

~Kyuhyun pov end~

.

Sungmin meletakkan ponselnya di samping tas tangannya dengan wajah lusuh. Matanya agak bengkak dan sendu dengan garis hitam samar di bawah matanya. Ya, semalaman yeojya cantik itu hanya bisa menangis memikirkan Kyuhyun.

Dan setelah mendapat telepon dari Wookie tadi, matanya kembali terasa panas.

Buru- buru Sungmin mengusap kedua matanya dan menatap para murid TK yang diajarnya sedang bermain- main. Senyum kecil terulas diwajahnya, setidaknya dengan melihat anak kecil, perasaannya jadi lebih baik.

Tapi sedetik kemudian berubah lagi.

Pikiran tentang Kyuhyun tak bisa berhenti mengusiknya.

“Sungmin-ah, gwaenchana? Kau kelihatan murung dan kurang sehat.” Hwajoon berjalan mendekatinya.

Sungmin hanya menggeleng. “Aku tak bisa tidur semalaman.”

“Apa Kyuhyun itu menyakitimu lagi?”

Sungmin tercekat mendengarnya. Kata ‘lagi’ yang diucapkan Hwajoon seakan memaksanya mengingat semua kenangan tentang Kyuhyun yang terkadang menyakitinya dan harus membuatnya menangis.

“Sudah kubilang padamu lebih baik kau akhiri saja hubungan tidak sehat kalian.”

Sungmin kembali shock mendengar ucapan namja itu.

“Anak kecil itu tak pantas untukmu.”

GRAK! Setelah mendengarnya Sungmin langsung berdiri dan membuat kursinya berderak keras. Ditatapnya namja itu kesal.

Yeojya itu menarik nafas. “Aku memang marah, aku benci, aku muak dengan semua kelakukan Kyuhyun kepadaku belakangan ini. Tapi oppa juga tak punya hak menyuruhku mengakhiri hubunganku dengan Kyuhyun. Oppa tak berhak mengatai Kyuhyun kalau dia tak pantas untukku. Akulah yang tidak bisa mengikuti pola pemikiran dia.”

“Sama saja, kan? Kenapa harus kau yang mengalah?” Hwajoon menatap Sungmin tak terima. “Kau tahu aku lebih baik dari Kyuhyun, kan? Kalau denganku, aku jamin kau akan bahagia.”

Sungmin menggeleng pelan. “Mungkin oppa memang lebih baik darinya, tapi bagiku hanya ada Kyuhyun. Sejak pertama kali aku bertemu dengannya, menjadi guru privatnya dan akhirnya menjalin hubungan dengannya, sejak saat itu sampai sekarang hanya ada Kyuhyun bagiku. Karena itu aku masih tetap sangat mencintainya meski dia terkadang menyakitiku.” Jelas Sungmin dengan mata berkaca- kaca.

Hwajoon langsung diam menatap yeojya dihadapannya dengan perasaan kacau. “Kau sangat mencintainya?” Tanyanya perlahan.

Sungmin memejamkan matanya sambil menarik nafas dalam- dalam dan membuat air matanya mengalir setetes. Dia kembali menatap Hwajoon. “Aku ini terlalu bodoh. Aku terlalu mencintainya, sampai aku merasa sakit seperti ini. Aku sangat mencintainya.”

Melihat Sungmin menangis, hati Hwajoon langsung tercekat. Ingin sekali dia memeluk yeojya dihadapannya, tapi dia mengurungkan niatnya. Ditepuknya pundak Sungmin dalam diam. Dibiarkannya yeojya itu menangis dihadapannya.

Setidaknya dia sudah tahu jawaban Sungmin yang belum sempat didengarnya lagi.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Kyuhyun pov~

Henry menatapku tak percaya setelah aku selesai menceritakan semua kejadian semalam itu kepadanya.

“Kyuhyun…”

“Ngh?”

“Boleh aku memukulmu sekarang?”

Hah? Pertanyaan apa itu?

Kutatap dia heran. “Apa maksudmu?”

Henry geleng- geleng. “Aku hanya tanya, apa aku boleh memukulmu?” Ulangnya dengan nada keheranan. “Kau itu sudah gila atau apa, sih? Aku benar- benar tak bisa memahami apa yang ada di dalam otakmu itu.”

“Heya! Aku kan mengikuti ucapanmu.” Belaku kesal.

“Oke, aku memang bilang lebih baik kau menikah dengan Sungmin noona secepatnya biar dia menjadi milikmu sepenuhnya. Tapi tak sebodoh itu, Kim Kyuhyun! Kau seharusnya bicara dulu dengannya baru utarakan maksdunya dengan kedua orang tuamu. Kalau aku jadi Sungmin noona, aku juga pasti tak mau.”

“Kalau kau jadi Minnie, aku tak akan menikahimu.” Balasku sambil menenggak bir dalam gelasku.

Henry masih menatapku heran. “Aku bicara serius, ya.” Gumamnya sambil menarik gelasku. “Coba kau pikirkan kalau kau diposisi Sungmin noona dan tiba- tiba diajak menikah oleh namja kekanakkan yang belum benar- benar dewasa? Yeojya mana yang tidak menolaknya?”

“Kalau dia memang mencintaiku seharusnya dia tak menolakku, Henry!” Belaku sambil berusaha mengambil gelasku namun Henry menggesernya semakin jauh dariku. “Berikan kepadaku!”

“Kau sudah minum sejak tadi.” Balasnya dingin.

Aku hanya mendengus kesal. “Aku butuh sesuatu untuk menjernihkan kepalaku.”

“Menyelam saja di sungai Han biar pikiranmu jernih.” Balasnya lagi sambil berdiri dan memberikan gelas birku ke seorang pelayan di bar tempat kami berada sekarang. “Kau harus pikirkan matang- matang baru mengambil keputusan. Sudah kuingatkan, menikah dengan alasan yang kau maksud itu hanya akan membawa masalah, tahu. Kapan sih kau jadi dewasa?”

Lagi- lagi kata- kata itu. Aku muak selalu ditanya kapankah aku menjadi dewasa. Aku ini namja pekerja yang sudah dewasa!

Kuacak- acak lagi rambutku frustasi.

“Ya, Kim Kyuhyun.” Henry memanggilku santai. “Kalau kau serius mencintai Sungmin noona, seharusnya kau coba pahami perasaan dia. Wajar saja kalau Jungsoo ahjumma marah besar, di depan matanya kau nyaris me-ropes yeojya chingumu sendiri. Kau harus meminta maaf pada mereka berdua.”

Aku memang harus minta maaf. Tapi aku masih belum menemukan alasan tepat yang bisa membuat perasaanku lega.

“Aku harus segera pergi mengajar. Mian tak bisa menemanimu.” Henry langsung berdiri sambil menepuk pundakku. “Pulanglah, jangan seperti ini. Semuanya pasti mencemaskanmu.”

“Gomawo nae.” Balasku sambil melirik ke arah ponselku yang nyaris hancur karena kubanting tadi. Untungnya sih tidak hancur atau rusak sepenuhnya, makanya aku bisa menghubungi Henry.

Aku harus menghubungi keluargaku, kah?

Tiba- tiba ponselku berdering. Nomor yang tak kukenal yang terlihat. “Yeoboseyo.” Sapaku perlahan.

Kim Kyuhyun? Aku Lee Hwajoon, teman seprofesi Lee Sungmin. Aku mau bicara denganmu. Dimana kau sekarang?

Dia.. Namja yang menyukai Minnie?

“Aku di sebuah Doggle’s bar di dekat Kangnam. Kalau mau datang saja temui aku.” Aku langsung menutup flat ponselku dan melambaikan tangan kearah pelayan. “Berikan aku minuman lagi!” Perintahku.

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Dia masih belum menghubungimu?” Heechul menatap Wookie prihatin.

Wookie menggeleng. “Dia tak mau menjawab teleponku, eonnie.”

“Appa bilang dia memang tidak pulang, tapi mobilnya tidak ada di rumah. Jadi sepertinya dia semalam hanya menyelinap pulang untuk mengambil mobilnya. Hari ini dia juga tidak datang ke kantor appa. Aish! Dasar magnae itu!” Heechul berjalan bolak- balik karena kesal. “Yesung sudah tahu?” Tanyanya lagi.

“Nae. Aku sudah mengabarinya tadi. Dia biang dia akan segera mencarinya begitu pekerjaannya di café selesai.”

“Hankyung juga akan mencarinya nanti.” Tambah Heechul. “Aku belum berani menghubungi umma. Appa bilang umma benar- benar shock karena anak bodoh itu. Semalaman umma hanya menangis dan dia masih diam sampai sekarang. Umma butuh waktu untuk menenangkan perasaannya.”

“Menurut eonnie, apa umma akan memaafkan Kyuhyun dengan mudah?”

Heechul menghempaskan tubuhnya di sofa. “Sepertinya akan agak sulit. Tapi aku tahu umma akan memaafkan Kyu. Kyu adalah putra kesayangannya, kan?”

Wookie tersenyum sambil mengangguk. “Aku juga berpikiran begitu. Umma kan sangat menyayangi Kyuhyun.”

.

~Kyuhyun pov~

Kutatap malas namja yang kini berdiri dihadapanku dengan samar- samar. Rasanya aku agak mabuk padahal masih se siang ini.

“Apa?” Tanyaku langsung.

Dia hanya menatapku sambil mengerutkan keningnya. “Kau Kim Kyuhyun? Lebih kekanak- kanakkan dari yang aku bayangkan.”

“Apa maumu, pabbo?” Tanyaku lagi.

“Kalau kau bukan namja yang dicintai Sungmin, aku pasti akan menghajarmu habis- habisan saat ini.”

Sungmin…

“Heh, kalau mau menghajarku, hajar saja. Aku juga tahu kau itu siapa. Kau namja aneh yang berusaha menghasut Minnie agar berpisah denganku kan? Heh..” Aku menatapnya merendahkan sambil kembali menenggak minumanku.

BRAK! Namja itu merebut gelasku dan meletakkannya secara kasar di atas meja.

“Minta maaf padanya.”

Kutatap dia.

“Minta maaf pada Lee Sungmin dan berhentilah menyakitinya!” Dia memerintahku.

Aku langsung berdiri dan hendak memukulnya, tapi langkahku kacau dan malah menabrak kursi disampingku hingga aku nyaris terjatuh. Kutatap dia nanar. “Siapa kau berani memerintahku?” Tanyaku sinis.

Dia memandangiku semakin heran. “Aku malas bicara dengan orang sepertimu. Kau tahu apa yang terjadi pada Sungmin seharian ini? Dia hanya menangis sambil terus bilang kalau dia sangat mencintaimu. Kau terlalu beruntung karena mendapatkannya. Kau tak pantas untuknya.”

DEGH! Hatiku tercekat saat mendengarnya.

Aku… Tak pantas untuk Sungmin?

Setelah mengatakannya, namja itu langsung berjalan meninggalkanku.

Tak pantas untuk Lee Sungmin? Aku?

Aku habiskan minuman yang ada di gelasku dengan sekali teguk. Entah ini gelas yang keberapa.

Kuakui selama aku menjalin hubungan dengannya, aku memang sering melukainya, aku sering membuatnya menangis. Tapi Sungmin selalu memaafkanku, dia selalu bilang dia mencintaiku karena itu aku juga bertahan sekalipun aku tahu aku sering melukainya.

Tapi dibilang tak pantas untuk Sungmin… Apa aku harus berpisah saja dengannya?

Apa sebaiknya memang kuakhiri saja hubungan ini dengannya?

Mungkin kalau dengan namja lain, Sungmin akan lebih banyak bahagia dibanding saat bersamaku. Dia sangat cantik dan baik, semua namja pasti akan memperlakukannya dengan baik. Semua namja, kecuali aku.

Ponselku berdering lagi. Nama Yesung hyung terpampang sekarang.

“Hmm?” Sapaku setengah sadar.

KIM KYUHYUN, EODISSEOYO!!

Kujauhkan ponselku segera saat dia berteriak. “Apa?”

Kau mabuk, hah?”

Cerewet!

Aku langsung mencopot lagi baterai ponselku dan membiarkannya tergeletak di atas meja. Kepalaku pusing dan pandanganku mulai kabur. Sebelum kupejamkan mataku, bayangan terkahir yang kulihat adalah wajah Sungmin. Wajahnya saat menangis memandangiku dengan tubuh gemetar ketakutan.

Jeongmal mianhae, Minnie…

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

“Semalam ini dia masih belum memberi kabar?” Yesung melempar ponselnya ke dashboard mobil Hankyung dengan gusar. “Aku sudah tak tahu kemana kita harus mencarinya lagi. Dia itu benar- benar…”

“Jangan terbawa emosi, Yesung.” Gumam Hankyung tenang. “Apa sudah tak ada tempat yang mungkin Kyuhyun datangi?”

Yesung menggeleng. “Semua tempat yang mungkin didatanginya sudah kita cari, tapi kita tak menemukannya. Tadi siang dia mabuk berat, terdengar dari suaranya. Semoga dia tak melakukan kesalahan.”

Hankyung menghela nafas. “Anak itu… Pasti saat ini sangat tertekan.”

“Nae, aku juga berpikir begitu.” Jawab Yesung. “Sejak kecil dia adalah magnae kesayangan keluarga kami, appa dan umma selalu menuruti apa yang Kyuhyun inginkan. Itu semua karena Kyuhyun kecil itu anak yang sakit- sakitan dan rapuh. Kasih sayang kami pun tetap bertahan sampai dia beranjak dewasa, karena itu sifatnya sangat egois dan manja. Saat ini pasti dia kebingungan.”

Selesai bicara seperti itu, tiba- tiba ponsel Yesung berdering. Dia mengerutkan kening saat nomor yang menghubunginya bukan nomor yang dia kenal.

“Yeoboseyo. Nuguya?” Tanyanya tenang.

“Apa benar Anda bernama Kim Yesung?”

Jantung Yesung berdegup keras, dia tahu sesuatu terjadi. “Nae. Kim Yesung imnida.”

“Bisakah Anda datang ke kantor polisi Kangnam? Saat ini Kim Kyuhyun ada disini dalam keadaan mabuk berat. Karena nomor Anda ada dikontak panggilan terakhir orang yang menghubunginya, jadi kami harap Anda segera datang.”

Yesung langsung shock saat polisi itu selesai bicara dengannya.

“Waeyo?” Tanya Hankyung penasaran.

“Ki-kita ke kantor polisi Kangnam, hyung.”

“Kantor polisi…” Hankyung memelankan laju mobilnya. “Jangan- jangan saat ini Kyu…”

Yesung mengangguk dengan tatapan shock sekaligus marah. “Dia disana.”

Saat menjumpai belokan, Hankyung langsung memutar arah mobilnya. Kali ini dengan kecepatan tinggi dia menjalankan mobilnya.

.

Kantor polisi Kangnam…

Yesung dan Hankyung berlari masuk ke dalam kantor polisi itu. Langkah kedua namja itu terhenti saat melihat Kyuhyun sedang duduk merenung di kursi dihadapan seorang polisi. Kyuhyun menatap kedua hyungnya datar.

“Kim Kyuhyun… Kau…”

“Jadi keluarganya sudah datang, tolong kemari sebentar.” Ucap seorang polisi yang menangani Kyuhyun dengan raut wajah lelah. “Sejak tadi dia tak mau bicara dan hanya menatap kami datar, kami benar- benar bingung.”

Hankyung duduk di hadapan polisi itu. “Apa yang dia lakukan?”

“Namja ini telah membuat keributan di tengah jalan. Dia mabuk berat dan mengendarakan mobil dengan ugal- ugalan.  Memang tidak sampai ada kecelakaan, tapi yang dilakukannya adalah pelanggaran hukum lalu lintas.” Jelas si polisi itu.

Yesung memandangi sosok belakang dongsaengnya dengan tatapan tak percaya.

Setelah menghabiskan waktu tiga puluh menit, dengan membayar denda dan memanggil pengacara keluarga Kim, akhirnya Kyuhyun bisa dibawa pulang tanpa terkena masalah lebih panjang lagi.

“Kamshahamnida, Lee-sshi. Tolong jangan sampai appa tahu tentang kasus ini.” Ucap Yesung.

“Nae, Yesung-sshi. Tenang saja. Aku permisi.” Ucapnya sopan.

“Kita apakan namja ini, Yesung?” Tanya Hankyung yang memapah tubuh Kyuhyun yang setengah sadar.

“Aku akan membawa mobil Kyuhyun. Saat ini noona masih di apartemenku, kan? Kita kesana saja.” Ucap Yesung sambil membukakan pintu belakang mobil Hankyung dan namja itu memasukkan tubuh Kyuhyun kedalamnya.

Sebelum menutup pintu mobil itu, Yesung mengambil kunci mobil Kyuhyun.

“Aku pergi duluan.” Ucap Hankyung dan langsung menjalankan mobilnya.

Yesung masih diam menatap kepergian mobil sedan hitam itu.

0o0o0o0o0o0o0o0

Kini Yesung, Heechul, Wookie dan Hankyung hanya menatap Kyuhyun yang duduk sambil menunduk di hadapan para hyung dan noonanya. Sejak sampai ditempat itu, Kyuhyun tak berbicara sama sekali. Dia hanya menunduk meski sudah tidak terlalu mabuk lagi.

“Pukul aku.” Akhirnya Kyuhyun bicara memecah kesunyian di ruangn itu.

BUGH! Sesuai permintaanya, Yesung langsung memukul wajah Kyuhyun hingga namja itu setengah terbaring di sofa.

“Oppa!” Wookie histeris sambil menarik Yesung yang kelihatan sangat marah. “Oppa, uljima!”

Kyuhyun menghapus noda darah yang mengalir dari sudut bibirnya.

“Apa masih kurang?” Tanya Yesung dingin.

Kyuhyun diam.

Kali ini Heechul berjalan mendekati magnae itu dan meraih kerah kemeja Kyuhyun dan mengangkatnya agar magnae itu menatap kearahnya. Mata Kyuhyun kelihatan kosong namun Heechul menatapnya marah.

“Noo_”

PLAKK! Kali ini Heechul menamparnya.

“Eonnie!” Wookie semakin bingung dan Hankyung langsung menarik tangan istrinya. “Jangan gunakan kekerasan untuk menghukumnya.” Wookie langsung duduk disisi Kyuhyun dan memandangi wajah dongsaengnya itu pilu.

Kyuhyun menatap kearah Wookie, kali ini sambil tersenyum pilu. “Apa noona juga mau memukulku?”

“Jangan bodoh.” Omel Wookie yang sudah meneteskan air matanya. “Kenapa kau melakukan hal ini, Kim Kyuhyun? Apa yang kau pikirkan sebenarnya?”

Kyuhyun semakin menundukkan kepalanya. Setelah membuat Sungmin dan umma-nya menangis. Sekarang noona-nya menangis karena dia. Dalam hati dia mengutuk dirinya sendiri yang sudah membuat yeojya- yeojya lembut itu meneteskan air matanya.

“Sekarang bicara dengan kami tentang masalahmu.” Perintah Yesung akhirnya.

“Aku menyesal.” Bisik Kyuhyun lirih.

Mendengarnya, tentu saja keempat orang dewasa itu langsung diam. Kalau membuat masalah, biasanya Kyuhyun hanya akan meminta maaf. Tapi hari ini, dia bilang menyesal dengan kepala tertunduk. Namja itu benar- benar menyesal.

“Aku benar- benar menyesal karena membuat masalah sebesar ini. Aku menyesal telah melukai kalian semua. Aku benar- benar bodoh. Aku sudah merenunginya seharian ini dan aku akhirnya sadar aku salah.”

Heechul menatap ke arah lain dengan tampang gusar. Dia kembali mentap Kyuhyun. “Merenungi? Mabuk- mabukan seharian kau bilang merenung? Apa kau itu idiot, Kim Kyuhyun? Dan sadar apa, kau? Kalau orang sudah sadar dan mengakui kesalahannya, harusnya itu minta maaf pada subjeknya. Bukannya membuat masalah begini!”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya dan diam.

“Kenapa diam? Kau kehabisan kata- kata?”

“Mianhae~” Bisik Kyuhyun lirih. Perlahan air mata namja itu menetes. “Jeongmal mianhae, noona.”

“Uljima, Kyuhyunnie.” Wookie langsung memeluk tubuh dongsaengnya hati- hati. “Uljima.”

Hankyung menghela nafas dan melirik ke arah istrinya. “Jangan emosi dulu, yeobo.” Ujarnya dan berjalan menghampiri Kyuhyun. “Kim Kyuhyun, lihat aku.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap hyungnya itu. “Hyung?”

“Tak ada satupun manusia yang sempurna di dunia ini. Tak akan ada satupun hal yang selalu benar di dunia. Kalau sesekali melakukan kesalahan besar, itu wajar saja. Apalagi mengingat kalau kau masih cukup muda dan emosimu masih labil. Tapi…” Hankyung melirik kearah Yesung yang mendekati Kyuhyun.

“Tapi kau masih punya otak untuk berpikir.” Hankyung melanjutkan. “Aku tahu kau namja pintar yang selalu merasa dirinya sudah dewasa. Dalam menentukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu, seharusnya kau memikirkan dulu matang- matang. Saat ini jalan yang kau pilih tidak semudah saat kau masih sekolah, Kyuhyun. Saat ini, jika kau salah mengambil satu langkah saja, maka itu akan mempengaruhi semuanya.”

“Menikah bukanlah sebuah permainan. Oke, sekalipun bisa dibilang ini sebuah permainan, tapi bukan permainan yang bisa kau pilih dengan mudah. Menikah itu butuh kematangan dalam diri. Mungkin kau bisa menghidupi Sungmin, tapi apa kau bisa membinanya? Kau akan menjadi kepala keluarga nantinya, kau akan menjadi seorang ayah, apa kau bisa membinanya dengan pemikiran sempit seperti itu?” Yesung ikut menambahkan sambil menepuk bahu Kyuhyun.

“Belum saatnya, Kyuhyun.” Tambahnya sambil menghela nafas.

“Hyung… Aku sudah memikirkan semuanya. Aku juga sudah menyadari hal itu. Aku masih terlalu dini untuk membangun sebuah keluarga. Aku selalu membuat Minnie menangis, aku tak mungkin menikahinya.” Balas Kyuhyun pilu.

Magnae itu menarik nafas sebentar untuk mengatur emosinya dan dia kembali menunduk. “Saat melihat umma menatapku semarah itu, aku benar- benar shock. Aku kaget, juga takut. Kalian tak akan tahu bagaimana rasanya ditatap setajam itu oleh umma. Saat itu aku berpikir, aku telah melakukan kesalah terbesar dalam hidup ini. Aku menjadi anak yang benar- benar jahat. Bahkan mungkin lebih baik aku mati lebih dulu.” Kyuhyun menarik nafas sebentar dan diam.

“Ya, mungkin memang lebih baik aku mati saja.” Ucapnya sambil tersenyum lirih dan menunduk. “Benar- benar tidak berguna…” Bahunya gemetar menahan tangis yang masih coba ditahannya meski kadang air matanya mengalir setetes.

Heechul kembali menghela nafas melihat kondisi dongsaengnya itu. “Kau kira umma dan appa mengadopsi kita karena ingin kita menjadi orang yang tidak berguna?” Mata yeojya itu kini berkaca- kaca. “Kau lupa apa saja yang pernah diajarkan appa dan umma kepada kita, Kyuhyun?”

Kyuhyun menggeleng. “Aku ingat semua hal yang sejak kecil ditanamkan oleh appa dan umma kepada kita. Mereka membesarkan kita dengan cara yang agak berbeda. Sejak kecil umma selalu memberikan kita nasihat dan nilai- nilai kehidupan. Aku selalu mengingat semua nasihat umma.”

“Kalau begitu kenapa kau seperti ini?” Tanya Heechul lagi.

“Aku sendiri tak tahu, noona. Mungkin memang karena aku masih kekanak- kanakkan.” Jawabnya sambil mengangkat bahu dan menarik nafas berat.

Yesung kembali menepuk bahu Kyuhyun. “Tak ada satupun di keluarga kita yang tumbuh menjadi manusia yang tidak berguna, Kyuhyun.”

“Kau bilang begitu hanya untuk menyemangatiku, hyung.” Balas Kyuhyun datar.

Senyum terulas di wajah Yesung. “Memang. Itu lebih baik daripada aku mengiyakan ucapanmu, kan. Dalam keadaan lain, mungkin aku akan mengiyakan ucapanmu tadi. Tapi saat ini, aku bodoh kalau mengiyakan kalimatmu. Kau itu magnae yang sangat berguna.”

“Magnae…” Ulang Kyuhyun.

“Minta maaflah pada umma dan Sungmin.” Wookie mengusap punggung Kyuhyun lembut. “Pulanglah dan minta maaf kepada mereka. Setelah itu kembalilah seperti Kyuhyun yang dulu. Kau harus semangat lagi. Aku seakan tak mengenal kau yang sekarang, Kyu.”

Kyuhyun menoleh menatap Wookie dan tersenyum. “Gomawo, noona.”

Heechul berjalan mendekati magnae itu lalu bersimpuh dihadapannya dan langsung memeluknya. Kyuhun tentu tercekat mengetahui noona-nya yang paling galak itu memeluknya lebih dulu. “Hwaiting.”

Perlahan Kyuhyun balas memeluk Heechul. “Nae, noona.” Ditatapnya kedua hyungnya yang kelihatan lega. “Gomawoyo, hyungdeul.”

0o0o0o0o0o0o0o0

~Kyuhyun pov~

Aku kembali.

Dengan tekat penuh aku melangkahkan kaki masuk ke perusahaan appa. Semalam aku menginap di apartemen Yesung hyung dan berangkat ke kantor dari sana. Aku masih belum berani pulang dalam kondisi seperti ini.

“Annyeong, Kyuhyun-sshi.” Sapa beberapa pegawai perusahaan kepadaku.

Aku hanya mengangguk sambil berjalan menuju ruangan appa. Tanpa mengetuk pintunya, aku langsung masuk. Kuharap appa sudah ada dikantor pagi ini.

“Ap_”

DEGH! Aku mematung.

Bukan hanya appa, kulihat umma juga ada dalam ruangan itu.

“Kyuhyun!” Appa menatapku kaget.

Aku tak berani bicara.

Umma beralih kembali menatap appa. “Baiklah, aku akan pulang dulu.” Ucap umma sambil berjalan kearahku. Dia sama sekali tidak menatap kearahku dan melewatiku begitu saja. Seakan- akan aku tak ada disini.

Sakit sekali rasanya.

“UMMA!” Aku langsung berseru memanggilnya sebelum umma keluar dari ruangan appa.

Umma berhenti namun tidak menoleh menatapku. Dingin. Rasanya sangat dingin kalau umma yang selalu menyayangimu mengacuhkanmu seperti ini.

BRUKH! Aku langsung berlutut dibelakangnya.

“Kyuhyun!”

Kutundukkan kepalaku sedalam mungkin. “Umma, jeongmal mianhaeyo.” Ucapku lirih dengan suara parau. “Aku menyesal. Aku benar- benar sudah memikirkan semuanya masak- masak. Aku menyesal, umma. Kumohon maafkan aku. Aku tak sanggup diperlakukan seperti ini oleh umma. Lebih baik aku mati kalau umma seperti ini terus kepadaku!” Tangisku pecah juga akhirnya. Aku bisa menahan tangisku saat bicara dengan saudaraku, tapi tidak saat aku bicara dengan umma.

Perlahan umma menoleh menatapku. Dia menatapku pilu. “Kyuhyun…”

“Kumohon umma.. Jangan perlakukan aku seperti ini lagi. Aku tak berani menatap mata umma. Aku takut sekali kalau umma tak memaafkanku. Aku benar- benar takut.” Isakku dalam sambil kembali menunduk.

Kurasakan dengan perlahan umma ikut berlutut dihadapanku. Umma langsung memelukku dalam, menenggelamkan wajahku di dadanya. “Kyuhyunnie putraku…” Bisiknya lembut dengan suara parau.

“A-aku benar- benar menyesal. Akulah yang salah. Aku sudah memikirkan semuanya, umma.” Balasku. Aku tak berani memeluk umma. Kedua tanganku rasanya gemetar.

Umma mencium puncak kepalaku. “Bukan pada umma seharusnya kau minta maaf, chagiya.” Bisiknya lembut sambil memelukku semakin erat. “Saat ini ada yeojya yang menunggumu untuk datang kepadanya.”

Lee Sungmin…

“Pergilah dan minta maaflah padanya.” Lanjut umma.

“Tapi, umma memaafkanku, kan?” Tanyaku.

Umma mengangguk sambil melepaskan pelukannya dan mengusap wajahku. Umma tersenyum seperti biasa. “Umma tak mungkin tak memaafkanmu, chagiya. Kau adalah putraku.”

“Gomawo, umma!” Aku langsung memeluk umma.

Lembut kurasakan sesuatu menepuk bahuku. “Akhirnya kau pulang, Kyuhyun.” Appa mengusap bahuku lembut. “Jangan lakukan hal yang membuat kami cemas lagi, arra?”

“Arraseo, appa.” Balasku.

Satu masalah sudah selesai. Tinggal yang terakhir.

.

Kini aku berdiri di TK tempat Sungmin mengajar. Aku sudah mengiriminya pesan. Beberapa saat kemudian kulihat yeojya itu berlari keluar dari TK itu dan langsung diam menatapku. Dia mengatupkan mulutnya seakan tak percaya kini aku berdiri didepannya.

Dengan langkah pelan aku berjalan kearahnya.

“Kyuhyun…”

Kutatap matanya saat jarak kami hanya tinggal beberapa langkah. “Minnie…” Kupanggil dia pelan.

BRUKH! Setelah itu aku kembali berlutut dihadapannya.

“Omona! Kyu!” Sungmin menutup mulutnya shock menatapku.

“Aku sadar aku adalah anak kecil yang egois. Kalau bersama denganmu aku benar- benar kekanak- kanakkan dan tidak dewasa. Masalah kemarin sepenuhnya adalah kesalahanku. Aku sudah merenungi semuanya. Aku menyesal, Minnie.” Ucapku lancar sambil menundukkan kepala dihadapannya. “Kumohon, maafkan aku.”

“Kyu…” Sungmin langsung menghampiriku dan terjatuh memelukku erat. “Kyu… Kyu…” Dia hanya menangis sambil memanggil namaku. “Syukurlah kau baik- baik saja, Kyu. Akhirnya kau pulang, Kyu. Kyuhyun… Na Kyuhyun…” Dia terisak pilu.

Pundakku terasa basah karena air matanya. Dia menangis sepilu ini karena aku? Sungmin…

“Min_”

“Jangan…”

Jangan?

“Jangan pernah pergi lagi, Kyuhyun. Jangan menghilang lagi. Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf.” Isaknya pilu.

“Aniya!” Aku langsung meronta dan melepaskan pelukannya dariku. Kupegang kedua lengannya kencang. “Kau tak salah! Kenapa kau minta maaf kepadaku?! Ini semua karena aku! Jangan minta maaf karena bukan kau yang salah!” Seruku. Hatiku terasa sesak.

Sungmin menatapku pilu sambil terisak. “Kyuhyun…”

“Aku terlalu kalap dan egois. Kupikir kalau menikah denganmu maka aku akan berhenti menghawatirkanmu yang selalu didekati namja lain. Kau akan menjadi milikku saja, karena itu aku memaksamu untuk menikah denganku sampai akhirnya aku nyaris merebut sesuatu yang berharga dalam hidupmu.” Nafasku tersenggal karena emosi. “Aku bukan namja yang baik. Aku bukan namja yang pantas untukmu.” Bisikku pilu saat mengatakannya.

Hatiku hancur sudah.

“Kyuhyun.. Maksudmu?”

“Kita… Lebih baik kau putuskan saja hubungan kita. Kau berhak mendapat namja yang lebih baik dari pada aku. Kau berhak hidup bahagia tanpa terluka lagi. Aku hanya namja bodoh kekanakkan yang tak bisa membahagiakanmu, Minnie.” Aku kembali menunduk dan air mataku mengalir.

Sial! Kenapa aku jadi cengeng begini!!

“Andwae, Kyu.” Sungmin kembali memelukku erat. “Aku tak akan pergi dari sisimu.” Suaranya semakin parau dan nafasnya terdengar tak beraturan. “Bagaimana bisa kau menyuruhku pergi dari sisimu sedangkan hanya kau namja yang bisa kucintai dengan seluruh hidupku!”

“Tapi aku selalu melukaimu!” Belaku. “Aku selalu membuatmu menangis. Aku benci diriku yang seperti ini.”

“Gwaenchana.” Sungmin mengusap pundakku lembut. “Meski kau selalu menyakitiku, aku sama sekali tak membencimu. Aku terlalu mencintaimu sehingga bagiku tak masalah. Aku tahu kau sangat mencintaiku, karena itu kau bersikap seperti itu. Aku bisa memahaminya. Aku juga sudah merenungkannya.”

Aku terdiam kaget mendengar ucapannya. “Maksudmu, kau tak masalah dengan aku yang seperti ini?”

Sungmin mengangguk. “Tak masalah karena hanya ada Kyuhyun untukku.” Sungmin menatapku sambil tersenyum lembut. “Saranghaeyo, Kyuhyun.”

Minnie… Aku ini namja bodoh yang sangat beruntung. Aku bodoh karena aku sering menyakitimu, tapi aku sangat beruntung karena meski begitu kau tetap memilihku untuk hidupmu selanjutnya.

“Nado, chagiya.” Aku memeluknya erat. Tak akan pernah lagi kulepaskan dia dari sisiku. Tak akan lagi kulukai dia dan membuatnya menangis. Aku tak mau dia meninggalkanku. Dalam hidupku, Lee Sungmin lah satu- satunya yang sangat berarti selain keluargaku.

Sungmin tersenyum bahagia menatapku. “Kyuhyun, aku bersedia menikah denganmu.”

MWO?

~Kyuhyun pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

“Apa sudah kelihatan tampan?” Kyuhyun memandangi wajahnya sendiri di hadapan kaca. “Apa- apaan sih, wajahku kenapa kelihatan mengantuk? Aku memang tidak tidur semalaman, tapi kan wajahku jadi kelihatan aneh.” Dia menggerutu sendrian.

“Ya, magnae! Sudah siap?” Yesung berjalan menghampirinya. “Cepat keluar, kau harus menyambut para tamu di luar.”

“Berisik kau, hyung. Aku ini gugup.” Balasnya sambil menoleh. “Ah, Hankyung hyung juga Siwon hyung sudah ada disini juga.”

“Jangan banyak bicara, Kyu.” Balas Siwon sambil terkekeh pelan dan langsung berjalan duluan meninggalkan mereka. Lalu di susul dengan Hankyung.

Di luar sana, terlihat keluarga Kim juga keluarga Lee tampak menyambut tamu- tamu mereka. Kibum menggendong seorang bayi laki- laki mungil yang baru berusia lima bulan. Wookie berdiri sambil menggandeng seorang anak kecil manis yang mengenakan gaun. Usia Jieun sekarang satu tahun lebih. Dia sudah bisa berjalan. Sedangkan disamping Jieun, berdiri Taemin yang menggunakan jas dengan senyum lebar bermain dengan sepupunya itu.

Kyuhyun tersenyum melihat keluarganya.

“Ini dia sang pengantin pria.” Ucap Youngwoon sambil tersenyum menatap putranya.

“Kyu, kau kelihatan sangat tampan.” Puji Kibum.

Kyuhyun mencium pipi bayi yang digendong Kibum. “Semoga saja Dongho kecil noona ini bisa setampan ahjussinya nanti.” Godanya.

“Aigoo~ Berharaplah putramu tak akan seperti magnae itu, Kibum.” Balas Heechul sambil geleng- geleng.

Kyuhyun mendengus sambil berjalan masuk ke dalam gedung tempat pernikahannya akan berlangsung. Ya, pernikahannya dengan Sungmin.

Setahun berlalu sejak hari itu. Selama setahun ini Kyuhyun berusaha merubah dirinya agar menjadi sosok yang pantas untuk Sungmin. Menjadi namja dewasa yang mapan untuk membangun sebuah keluarga bersama dengan yeojya yang dicintainya.

Dan hari inilah saatnya…

Saat acara itu dimulai, Kyuhyun berdiri di depan altar. Beberapa saat kemudian Sungmin berjalan masuk dengan di tuntun ayahnya. Yeojya cantik itu kelihatan sangat sempurna dengan gaun putih bersih yang dikenakannya serta cadar yang menutupi wajahnya.

Kyuhyun tersenyum manis menatap yeojya itu.

Saat berhadapan dengan ayah Sungmin, Kyuhyun membungkuk hormat sambil menggandeng tangan yeojya itu hati- hati naik ke hadapan altar. Penantian Sungmin selama satu tahun akhirnya terbalaskan dengan pernikahan suci itu.

Keduanya saling mengucapkan ikrar setia dihadapan Tuhan, pendeta dan para tamu di upacara sakral itu.

“Boleh aku berjanji satu hal lagi?” Pertanyaan dari Kyuhyun membuat semua orang di ruangan itu terkejut. Sungmin menatap namja itu shock sedangkan senyum licik terulas di bibir Kyuhyun.

“Kyu?”

Kyuhyun menoleh menatap Sungmin. “Aku juga berjanji, kalau suatu hari nanti aku menyakiti Lee Sungmin secara sengaja atau tidak disengaja, maka aku akan bersedia dihukum Tuhan.” Ucapnya sambil mengangkat satu tangan kanannya dihadapan Sungmin. “Saranghae.”

Sungmin menarik nafas bahagia sambil meneteskan air matanya. “Gomawo, Kyu.” Dipeluknya tubuh namja itu erat di depan altar.

Wookie terkekeh melihat kelakuan dua orang itu. “Apa- apaan sih mereka, memangnya ini main- main? Kenapa bersikap seperti itu.” Gumamnya sambil mengusap rambut kecoklatan putrinya yang hanya bergumam aneh dengan Taemin.

“Dasar magnae babbo.” Tambah Heechul sambil tersenyum lembut.

Jungsoo dan Youngwoon saling berpegangan tangan menatap Kyuhyun dan Sungmin yang berciuman di depan altar.

“Sekarang, tugas kita sebagai orang tua sudah selesai, yeobo.” Bisik Youngwoon.

Jungsoo mengangguk. “Kebahagiaan mereka juga kebahagiaan kita. Melihat mereka semua sudah sedewasa ini, hatiku merasa tenang dan tentram. Sekalipun jika aku harus pergi sekarang, aku akan pergi tanpa penyesalan.” Balas Jungsoo sambil melirik menatap anak- anaknya bahagia. “Mereka kebahagiaan yang dikirim Tuhan untuk kita.”

“Dan kita berhasil menjaga mereka sampai akhirnya mereka harus pergi dari sisi kita. Semoga mereka bisa membina keluarga dengan baik.” Youngwoon menepuk punggung tangan Jungsoo sambil tersenyum.

Jungsoo mengangguk. “Nado, Youngwoon-ah.” Balasnya lembut sambil menghapus air matanya yang mengalir perlahan dan menatap lurus kearah putra bungsunya yang menoleh sambil tersenyum lebar kearahnya. Jungsoo balas tersenyum lembut kepada Kyuhyun.

Resiko menjadi seorang orang tua adalah kenyataan bahwa suatu saat nanti anakmu akan pergi meninggalkanmu dan membangun sebuah keluarga baru dengan orang yang dicintainya. Tapi justru itulah kebahagiaan yang sangat manis yang akan kau rasakan. Melihat anakmu bahagia, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya bagi semua orang tua di dunia.

~Kyuhyun pov~

Keluargamu sebenarnya adalah hal terindah yang diberikan Tuhan untuk melindungimu dari kau melihat dunia, sampai kau mati nanti. Hanya saja itu semua tergantung kau menjalani harimu nanti. Perhatikanlah ke sekelilingmu saat ini, karena mungkin saja keluarga Kim yang sesungguhnya ada di keluargamu saat ini. Kudoakan untuk kebahagaiaan kalian semua.

Hargailah hidupmu, karena dengan cara itu maka kau akan terus diliputi kebahagiaan. Temukanlah kebahagiaan kalian dan hiduplah untuk kebahagiaan itu selamanya.

Umma, appa, Yesung hyung, Heechul noona, Wookie noona, Kibum noona dan yang terakhir Kim Sungmin-ku yang tercinta. Terima kasih karena telah membuat hidupku menjadi sangat bahagia akhirnya. Kalian harta yang tak ternilai harganya bagiku.

~Kyuhyun pov end~

.

.

~Kim Family Series 3- FIN~

Presented by :: Kim Taena

===============================================================================

a/n ::

m(-.-)m *bow*

terima kasih atas dukungannya selama ini, chingudeul!!! (~^o^)~ *joget mr.simple*

yap~ pada akhirnya Kim Family akhirnya benar- benar harus disudahi.. setelah aq hitung- hitung, usia kangteuk sampai saat ini adalah~ 50 tahun lebih!! *kangteuk pingsan* menyedihkaaan~ =x=

makanya cerita ini bener2 ngg bisa dilanjutkan ke series 4.. lagi pula nanti…………

ah~

buat special story ada perubahan!! Ini dia keputusanku~

*Special story 1 = Little Kim Family = Mengisahkan tentang lima bersaudara Kim saat masih kecil.

*Special story 2 = Taemin’s Memory = Sesuai judulnya, ini spesial story yang mengisahkan tentang Taemin juga HanChul. Dan satu lagi.. INI BUKAN NC. Hhaha…

nah.. hanya itu special story yg ada.. masihkah ada yang mau membacanya? *HHC*

buat yg minta HaeHyuk~ aq bener2 minta maaf karena ngg bisa bikinin special story mereka berdua.. buat yang mau tau juga tentang ShinRi, mian.. ngg ada kisah mereka disini.Dan Henry dan Zhoumi yang hanya muncul sekelebatan juga, mian.. hhehe~ v(=.=)v

mohon dukungannya, readers! I love you!

with luv,

kim taena❤

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

37 thoughts on “(Third Story) KimFamily Series3 // A Selfish and A Wedding (2of2) // KyuMin

  1. PERTAMAX haha😄

    indah bgt KFS ni, bhasax mengalun indah
    gabisa blg ap2 dri FF ini kcuali 1 kta DAEBAK

    semoga qta semua bs berbahagia sepanjang
    hidup qta
    semoga thena sukses dg cita2x
    gomawo the ~menangis haru

    princess jump evilmagnae
    sarangheyo thena

  2. Aq mewek bcax 0nnie. . .
    Kta”x menyentuh bget. . .
    Hiks. . .

    Akhirx KYUMIN happy ending!

    Yippie. . . .
    Akhirx tamat jga. . .
    #tebar bunga

    d’tunggu special st0ryx. . .

  3. Huwaa
    aku selalu senang sama kata2 terakhir di setiap ff eonnie

    selalu ada pesan yang menarik.

    Daebak eon.
    Spesial story nya ya eon? Jadi g sbar pengen tahu gmna kim2 kecil itu.
    >.<
    lanjut eon

  4. Finally Happy Ending…
    ttp kasian liat kyu d sni… Ga tau knpa…
    Lgian si kyu ngebet bgt pengen married ma umin… Jdny repotkn..

    d tunggu special storyny atuh^^,

  5. Kebangun nih tengah malem, begitu nengok hape, ada sms-mu. Meluncur dah gw ke TKP yg ternyata…..

    Aisshh… KyuMin bener2 bikin gw berdebar2 gak jelas nih.. TT^TT
    Huh, kalo gak tengah malem gini, pasti gw langsung teriak2 ngga jelas KYUMIN IS REAL! KYUMIN IS REAL WOYYY!!! >w<"
    Hihihi… Rasanya gw sekarang ga jauh beda sama sifat Kyu disini deh. Sebenernya nyadar kalo gw orang yg egois bgt, kekanakan, temperamen, apalagi sama keluarga gw sendiri. Sayangnya Kyu mau berubah, gw belom. ~(-_-~) Pesan d bagian akhir itu tuh, mantep baaaang…. Okelah, gw ga bisa komen apa2 buat fic ini dah. Yg jelas gw paling suka sama karakter KyuMin. Bener2 saling ngelengkapi. Gw terharuuu~~ u____u

  6. Isshhhh thena bner2 y ini fict terindah yg prnah dii bca kata2ny mengalir indah gtu aja bnyk bgt pesan yg dii tangkep stlh bca fict ini jujur dii jg kya siKyu it manja,egois,kekanakan*hufftt*tp kl siKyu dh bsa brbh dii rasa dii blm bsa brbh*jiahh jdi curcol*pokokny ini fict terindah yg pernah dii bca next special story dtunggu aja y thena chan….FIGHTING!!!

  7. Hargailah hidupmu, karena dengan cara itu maka kau akan terus diliputi kebahagiaan. Temukanlah kebahagiaan kalian dan hiduplah untuk kebahagiaan itu selamanya.
    q skaaa ktipan yg ni…

    waahhh Eonn ni bsa bwat feelx smp’ k q jd q kyk bsa ngrasain pa yg d alami kyunnie…..*istriygbaikk**plakk*

    oyy Eonn tw gg q kira kyu bkal bnuh dri wkakkakakakkk……..*DUAGHHHH*
    lnjuuutt Eonn ehh gg da yg Kang teuk??? hueeee :'((

  8. *speechless sambil berderai air mata*
    Gatau mau ngomong apa… Cool bgt, feelnya nampol lubuk hati.
    Sayangnya gaada haehyuk… Pokoknya mau ngambek =3=
    Yaudahdeh sabar aja jadi haehyuk shipper…. *lesu*
    Tapi buatin fic haehyuk ya eon? Udah lama gakbaca haehyuknya eonni :3
    Hwaiting

  9. Wush… Di post tengah malam, ga ngeri chingu??? Abaikan?

    Kyu stress. Rasain. Dicuekin sana sini, dipukul sana sini, kasihan. Cm perasaan gw ato gmn ya, dr segitu bnyk cerita KF, knp hny Kyu ya yg bnyk dipukul??? Tp suka sih, Kyu disiksa lhr btn gini.

    Sungmin cinta mt ma Kyu sampe segitu nya. N Kyu berusaha jd dewasa demi bs jd namja yg pntas buat Sungmin. N akhirnya mrk nikah jg… Nabur bunga!

    Spesial stori nya berubah ya. Sayang sih, tp stori yg dijanjiin bkal gw bc. Hwaiting!

    Salam,

    Elle

  10. Huwee..udah tamat..bgs bgt,min sangat mencintai kyu..
    Kyuymin udah end g rela onn,q belum liat anaknya kyumin,yg lainya udah punya anak,tp kyumin blm..T.T..huhuhu..
    Buat special part nya q milih yg ke 1 aja onn,yg kangteuk g jd y onn?

  11. Nangis eonni T.T bnrn nangis pas bca bca bagian akhir.a TT__TT
    ampe peluk” guling nih,
    huweeee KangTeuk uda bsa msuk museum #jduak!plakk!dueerr!
    huwaaaaaa mngharukan bgt pas bgian dialog teuk,
    nangis jg krna g ad series 4 #jduak!

  12. . huweeeeeeee~ aku terharu bacanya onnie TT__TT

    . akhirnya kim family ending juga, rada ga rela sih *plakk
    kangteuk 50 thn lebih o,O

    . daebak onnie! aku tunggu special story nya!😀

  13. Onnie Jaahaatt dech Special Storynya KangTeuk dunk onn *nangis guling2*
    Jebal Onn ^/\^….. Aduch ntar klo ga kesampean aq bkal bisa tidur nyenyak nie Onn … ^/\^
    Hwaiting onn !!!!!
    ga rela klo tamat …..

  14. Woww beneran tamat nih thena..g da season 4nya *plak*
    Padahal jangan dulu tamat..ceritain kyumin punya anak..yayaya*readerbanyakmaunya:-P*

    Waduh kangteuk dah 50an?! Ga kebayang..¤_¤..
    Hihihi

    Nah lo itu haehyuk napa ga ada?!
    Thenaaaa…*demobareng haehyuk*

  15. yippie … Apa ku blng kyu eonniku akan mbuat kalian brsatu, jga minnie baek2 n bkin anak yg bnyak ya !!! #di getok kyumin

    eon, aku terharu sangat terharu .. Eonni memang pembuat ending yg plng DAEBAK bagiku ….

    Hehehe … Gomawo eon msh slalu mgrimkanku pesan updet’a …
    Aku slalu menunggu ….🙂

    oya, gomawo jg slalu membuat kami para readersmu ini bahagia dgn ff mu …

    Hwaiting ,!! Eonni chagi ..

  16. Alhamdulilah ya, kyu dmarahin.. #ngdance sory2

    Haha, kyu, apa kurang dpukul ma yeppa ma chullie eonni (?) Sini2 ak tambahin.. *lambai2

    Umiin knapa kau sbaek it ma epil gila it,, y tuhan bruntngnya si kuyun2 dpt umin bunny baby balla2, hft.. *pasrah.

    Truz koko han emang sbar bgt ya.. Coba kalo g da koko han pasti si magnae it babak belur d hajar ma duo AB blood.. Berterimakasilah pada koko han kyu, kalo bkan krn koko han ak jg bkal ikut nghajar kmu yg mau meropes2 (?) My bunny. Kkk~ #kissu koko han.

    Eon, it, it, #nunjuk2 special story# yg no 2 dgnti nc-an aj, lbh seru tuh..
    It jg bagian dri kenangan taemin loh, kan mencritakan ttg cra pembuatan dirinya..
    ya eon ya, ya, ya, plis chebal bkin ya eon, #buny eyes..

    Tp, tetep dtnggu deh smua story nya.. Ak tetep mau bca special storynya, yg s.o.s ak blum bca.. Mian xD
    Mian jg bru komen xD
    Apa eonni btuh bntuan?
    Ak bantuin deh, tp bntuin doa aj y eon.. =D

    Ok hwaiting,, updet expres unt spec. story nya,

    p.s. Ak suka pesan yg da d ff eonnie,, gomawo🙂 #hug thena eonnie.

    Annyeong..
    aika

  17. Thena onnie…..
    *sapa dulu ah~

    cerita.a mengharukan dan menguras emosi,
    pas gy baca tiba2 aja air mataku ngalir *huh lebay.
    Aq bnr2 ska ending.a, mkn pengen pny keluarga kyk keluarga kim jd.a. Andai kan aq pny keluarga kyk keluarga kim, pasti asyik deh *ngarep gila.

    Pas bca bgian terakhir, ternyata ada special story tuk kim family yg msh anak2, jd penasaran, pasti mereka lucu2 deh.

    Ok deh seperti ckp sekian komen dr saya *apa deh -___-
    di tunggu special story.a…. ^_^

  18. wahh,,KIM Family Series-nya tamat..
    Hiks…hiks… sedih + mengharukan..

    Huweeeeee……Hikss..hikss… *larikepelukanKyuppa*

    Daebak,,thena…
    pokoknya smoga tmbah sukses ja dgan FF keren2na..
    hehehe…

  19. Hiks, hiks,
    q ga’ tau knapa q sampe nangis wktu bacanya e0n..
    Q ngerasa kluarga ini begitu hebat. Slalu bersama sama dlm keada’an apapun. Seberat apapun beban yg ada pasti akan slalu d hadapi bersama sama.
    Apalagi dg masalah kuyu.
    Aigooo, benar2 kerasa bgt ikatan dlm keluarga kim.
    Beruntung bgt bisa hidup d tengah2 keluarga kim.

    Minnie….
    Berbahagialah hidup dg Kuyu. Meskipun dia sering membuatmu menangis tp dia sangat amat mencintaimu..
    Jaga juga Minnie dg baik bos Kuyu, jgn sakiti Minnie lagi. Dia terlalu berharga buat di sakiti.

    E0n, spesial st0ry.ny yg numb.2 ya..
    Critain kisahnya Hanchul sampe bisa punya Tataem…
    Hwaiting e0nnie..

  20. Wah…bnr2 nangis haru ak bc ff ini,Thena Daebak!!!
    Gak sbr nunggu SS1 pa lg SS2,pengen liat kelucuan klrg taemin
    Keep writing thena😀

  21. DAEBAK,,,DAEBAK,,,DAEBAK..
    Aq nangis wktu Kyu minta Minnie putusin dy.
    Hah… Akhirnya Happy end.. Kyumin nikah.
    Sibum udah punya anak? Pengen dech jdi anaknya. Biar bisa digendong Kibum #plak.
    Di tunggu spesial storynya chingu…
    Gomawo😀

  22. paling suka janjix kyu wktu nikah de,,lucu tp kena bgt…
    partx kyumin dikit d sini whkkk tp banyakn kyu ma kelx,,,hehehe tp bgus n menyentuh ,,,,
    chap terkhir di setiap series pasti mengharu biru hehheheh
    keluarga yg penuh warna n harmonis is kim family,,,,,,,,,,,,,

  23. Huftt,,akhirnya selesai jg..Nice FF DAEBAK!!!!..Kim Family series emang favorit eon bngt..^__^
    Yah,,kok gk ada special story haehyuk?? yesungdah lh,,trsrh author..apapun FF mu pst kan slalu eon baca n mlh ditunggu2,,hehee..=D
    Sukses Thena..=)

  24. Arghhh… Kenapa setiap baca ff chingu aq pasti mau nangis… aq yg sensi apa ceritanya yg selalu menyentuh yua… kayaknya sih dua-duanya deh… pokoknya daebak dah chingu… tetep nulis yua chingu… aq selalu tunggu ff dari chingu…

  25. hyaaa . . . . . .
    Terharu bgt bacanya!
    Aigoo . .
    Minnie masih mau aja nikah ama namja ppabbo kayak gt!
    .
    Onni . . . . .
    HANCHULNYA HARUS NC!!
    KANGTEUKNYA JUGA NGGAK ADA TUUUHHH!!

  26. Kyumin…akhirnya mereka nikah juga wlupun hrus ada msalah yg berasal dri kyu….
    Yaah,eon kok gak d bkin part special anak” mereka aja gitu..kan kyumin blum punya anak…
    Kangteuk udah TUA bgt yah trnyata..tp ttep harmonis…
    Daebak eon..

  27. ah… akhirnya nikah juga. hiks… (nangis haru) LOL~😄

    yo! bang evil! sorry udah nonjok lo di chap sebelumnya (shake hand dg bang evil)😄

    yosh! salam kyumin real forever!*0*)/

    ganbatte ne, eonni^^/

    Luv
    K_M

  28. Resiko menjadi seorang orang tua adalah kenyataan bahwa suatu saat nanti anakmu akan pergi meninggalkanmu dan membangun sebuah keluarga baru dengan orang yang dicintainya.

    Tapi justru itulah kebahagiaan yang sangat manis yang akan kau rasakan. Melihat anakmu bahagia, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya bagi semua orang tua di dunia.

    Huff…..menjadi orang tua itu tidaklah gampang.

  29. aigooo, benar” menguras emosi😀
    daebak, kata” nasihatnya selalu bagus🙂
    sepertinya eon cocok jadi psikolog deh,…
    gatau mesti ngomong apa lagi, yg jelas saya suka dengan pemikiran dan imajinasi eon…
    trus berkarya eon😀
    hwaiting!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s