Our Home

~OUR HOME~

Pairing :: ZhouRy (again? =.=a)

Rated :: K+++++++++T #plakk

Genre :: Romance

.

“Gege! Stooooop!” Henry menjerit sambil memukul bahu Zhoumi dan berusaha menjauhkan tubuh koala pervert itu darinya. Sudah pasti dia kalah, mengingat seberapa besar kekuatan Zhoumi apalagi untuk memaksanya melakukan ‘this’ and ‘that’.

“Sedikit aja, mochi..” Zhoumi berucap pelan disela- sela kegiatannya memonopoli tubuh mulus Henry.

“Ta-tapi.. Aiishh~” Henry menggigit bibir bawahnya saat kekasihnya itu menyusupkan satu tangannya kebelakang leher Henry dan menghisap pundak Henry yang polos karena kemeja Henry di turunkan setengah oleh Zhoumi.

Zhoumi menyeringai. “Sebentar aja, ya?”

“A-ani!”

“Chagiya..” Zhoumi memanggil Henry dengan nada menggoda.

“Ehh? Kalian lagi apa?”

Degh! Detik itu juga Zhoumi langsung mengangkat wajahnya dan menoleh kearah pintu ruang OSIS yang terbuka.

Siwon sang ketua OSIS dan Kibum sebagai wakilnya berdiri menatap kedua namja itu.

“Zhoumi hyung.. Sudah kubilang nggak boleh melakukannya di ruang OSIS.” Kibum geleng- geleng kepala sambil masuk ke ruangan itu mendahului Siwon. Kibum mendorong Zhoumi agar menjauh dari Henry dan menarik tangan namja yang sudah kacau itu. “Gwaenchana?”

“A-ani..” Nafas Henry tersenggal- senggal. Ia menghapus keringat yang membanjiri wajahnya.

Dengan hati- hati Kibum mengancingkan tiga kancing kemeja Henry yang terbuka dibagian atas. Kibum kembali menatap Zhoumi dingin. “Minus lima belas point untuk Zhoumi hyung. Point hyung tinggal lima puluh enam lagi.”

Zhoumi nyengir santai sambil mengancingkan kemejanya yang kancingnya terlepas semua.

“Hyung, jangan lakukan lagi. Setidaknya jangan lakukan di wilayah sekolah atau di ruang OSIS. Itu kan sangat mengganggu, juga menjijikan.” Siwon menghela nafas dan duduk di kursi ketua OSIS sambil mencatat ucapan Kibum yang telah mengurangi point Zhoumi di buku OSIS-nya. “Henli-yah, kau boleh kembali ke kelas.”

“Huh! Kenapa kalian hanya mengurangi lima belas point? Gege kan nyaris me-ropes aku!” Henry kesal, Kenapa tidak? Meski mereka sepasang kekasih, Henry sangat tidak suka kalau Zhoumi memaksanya seperti tadi.

Kibum tertawa pelan. “Setidaknya hari ini kau selamat, Mochi.. Sana kembali ke kelas sebelum namja itu menyeretmu ke ruang kosong dan memuaskan hasrat nistanya itu.”

“Kibum-ah, sebagai wakil ketua OSIS kau juga tidak boleh bicara begitu..” Zhoumi lagi- lagi nyengir tapi kali ini ia menatap Henry. “Chagi, ayo ke kelas sama aku..”

“Ogah!” Henry menjulurkan lidahnya dan kabur kebelakang Kibum. “Gege pervert!”

“Zhoumi hyung.. Kau ke kelasmu saja.” Gumam Siwon.

Zhoumi tersenyum. “Ya, baiklah.. Sampai nanti malam, chagi..” Zhoumi berjalan keluar dari ruang OSIS, meninggalkan ketiga namja yang cuma geleng- geleng menanggapi sifatnya yang agak cuek dan aneh itu.

“Mimi gege memang menakutkan. Kenapa aku harus tinggal dengannya..” Gerutu Henry sambil bersandar di meja Siwon.

Siwon bergumam kecil. “Tapi unik ya? Di apartemen kalian, dia nggak pernah memaksamu kan? Kenapa di sekolah selalu dipaksa?”

Saat itu juga raut wajah Henry berubah merah. “Ngh.. Kalau di rumah kan..”

“Kan..?” Kibum penasaran juga sepertinya.

“Ahh, itu bukan urusan hyungdeul!” Namja manis itu langsung keluar dari ruang OSIS dan kabur ke kelasnya sebelum bertemu dengan Zhoumi lagi.

Henry dan Zhoumi, sepasang kekasih yang sama- sama NAMJA. Keduanya sudah berhubungan sejak Henry masuk Suju High School. Pasangan yang terbilang cukup unik di sekolah khusus namja itu. Ya! Zhoumi yang sangat tinggi dengan kelakuan rada- rada pervert tapi sangat mempesona, dengan Henry si mochi manis yang  kelihatan polos dan manja namun terlalu keras kepala.

Inilah kisah pertemuan mereka..

Setahun yang lalu..

0o0o0o0o0o0

~Henry pov~

“Yaayy! Hari pertama masuk sekolah!” Aku berlari melewati gerbang Suju High School. Kuharap hari ini akan menjadi hari yang sangat baik. Aku akan punya teman baru, pengalaman baru, suasana baru dan semua hal yang pastinya baru.

Dan satu, kuharap aku mendapatkan cinta yang baru.

Cinta yang baru? Apa aku punya cinta yang lama? Tentu tidak. Maksudku dengan cinta yang baru adalah cinta yang berbeda selain biolaku, cinta pertamaku.

“Heyo, kau!”

Pertama, cari teman yang baik!

“Heyo!”

Lalu, jauhi orang- orang aneh..

“Kau!”

Tiba- tiba seseorang menarik bahuku dan memaksaku menatapnya. Seorang namja bertubuh… TERLALU TINGGI! Omonaaa… Tinggi dengan wajah yang sangat tampan. Dia tersenyum, aku yakin senyumannya berkekuatan satu juta volt karena aku langsung terpana. Rambutnya kemerahan dan dia.. Mirip koala.. Mungkin.

“Nae?” Jawabku.

“Kau manis juga.. Mau jadi pacarku?”

Hah?

Oke.. Aku perlu beberapa saat untuk loading. Eeeh! Bukan! Aku justru butuh waktu sangat cepat untuk sadar. Dia! Termasuk dalam bagian Jauhi orang- orang aneh!. Dia sudah pasti orang gila! Dan kau Henry Lau..

HARUS KABUR!

Aku langsung berlari meninggalkan namja itu. Kudengar dia berseru memanggilku, tapi peduli setan! Aku harus lari dari namja aneh dan gila itu. Kenal saja belum langsung memintaku jadi pacarnya. Dia bukan hanya gila.. Tapi sinting!

.

Kelas 1-B.. Kelasku.. Akhirnya aku sampai.

Aku melongok kedalam kelas itu. Kulihat ada seorang namja yang duduk sendirian di barisan depan dan sedang membaca buku. Kelihatannya namja yang cukup baik. Aku berjalan mendekatinya. “Annyeong.”

Dia menatap kearahku. “Annyeong.” Dan dia tersenyum manis.

“Apa kursi sebelahmu kosong?”

“Nae. Kau mau duduk disini?”

Aku mengangguk dan duduk di sebelahnya. “Henry Lau imnida. Aku dari Cina. Senang bertemu denganmu.”

“Kim Kibum imnida.” Balasnya sambil menutup buku yang sejak tadi dibacanya. “Kau kelihatan pucat. Ada yang mengganggumu ya?”

Memang ada namja aneh yang menggangguku, tapi mana mungkin aku bilang begitu..

“Ah iya.. Aku lupa!” Kibum menepuk tangannya santai. “Kau baru di Suju, yah? Sepertinya kau harus kuberitahu. Disini ada seorang namja aneh yang suka menggoda anak baru. Jadi hati- hati, ya… Kalau bertemu namja tinggi berambut merah, lari saja.” Kibum tersenyum santai.

Tunggu!

Namja tinggi? Berambut merah?

ITU KAN YANG TADI!

Ternyata dia memang berbahaya. Oke, Henry Lau.. Seperti yang orang ini katakan, kabur aja kalau ketemu namja dengan ciri- ciri seperti itu. Aku tak akan terpengaruh dengan wajah ganteng dia. Huh..

0o0o0o0o0o0

“Kau mau ambil eksul apa?” Kibum bertanya kepadaku.

Sesekali aku memandangi wajahnya yang tenang. “Aku mau masuk ekskul musik. Karena aku suka bermain biola, jadi aku ingin mengambil ekskul itu.” Jelasku santai sambil memainkan pensilku.

Kibum tertawa. “Yakin?”

“Yakin kenapa?”

“Ah.. Nanti juga kamu tahu.” Kibum berdiri sambil menarik buku tebalnya. “Aku mau ke ruang OSIS karena hari ini ada pemilihan anggota OSIS yang baru. Doakan semoga aku terpilih ya..” Kibum berjalan meninggalkan aku.

Dia mau jadi anggota OSIS? Bagus juga mentalnya..

Oke, aku juga mau nyari ruang ekskul musik!

Dengan segera aku langsung berjalan keluar kelas. Sudah satu minggu aku sekolah di tempat ini dan nggak ada tanda- tanda aku bertemu dengan orang aneh yang bisa mengganggu hidupku. Setidaknya, itu yang aku pikirkan sebelumnya..

“Heyo, kau cantik..”

DEGH! Godaan itu! Aku langsung mematung ditempatku berdiri.

“Kau mau jadi pacarku? Kau cantik juga..”

“Jangan konyol kau, hyung..”

Itu suara si namja aneh itu. Dia sedang menggoda orang lagi yah? Aku… Aku mau lihat siapa yang digodanya! Perlahan aku menoleh dan..

“WUA!” Aku meloncat shock dan terjatuh di koridor karena kulihat wajah namja itu sudah berada dibelakangku. Dia nyengir tanpa dosa dengan senyum sempurnanya. “A-Apa yang kau lakukan!”

Namja itu menarik tanganku agar berdiri dan dia berdiri tegap dihadapanku. “Kulihat kau berdiri di tengah- tengah koridor dan itu sangat mengganggu. Ah, kita pernah bertemu ya? Kau namja yang kabur waktu aku panggil, kan?”

Astaga! Dia masih ingat.

“Ehehe..” Aku tertawa garing. “Benarkah? Aku lupa?” Perlahan aku memutar tubuhku. “Okai.. Aku..”

PLAK! Dia menepuk bahuku.

“Tunggu..” Dari suaranya, aku yakin wajahnya kini tepat disamping wajahku.

Fyuuh =3

“Gyaaah!” Aku menjerti sambil meloncat lagi. Di-dia! Dia meniup telingaku! Dasar sinting!

Namja itu tertawa. “Kau manis sekali. Siapa namamu?”

Aku harus kabur! Dengan segera aku memutar tubuhku, tapi lagi- lagi namja itu menahanku. Kali ini ia memegangi tanganku kuat- kuat tanpa ragu dan menarikku lebih dekat dengan tubuhnya. Dilingkarkannya tangannya di pinggangku. Ini di koridor sekolah, wooii!

“Siapa namamu?” Dia berbisik lembut dan sejujurnya itu langsung membuatku merinding.

“He-Henry Lau..” Jawabku ketakutan dengan tubuh gemetar.

“Orang Cina rupanya. Kita sama, namaku Zhoumi.” Dengan lembut namja itu mencium pipiku. Oke! Ini udah sangat keterlaluan!

DUAGH! Aku menendang kakinya sekencang mungkin dan dia langsung melepaskanku sambil mengerang kesakitan.

Kutatap dia shock. “Dasar messuuuum!” Satu kata itu meluncur dengan sangat indah dari bibirku. Sebelum dia berdiri tegap dan menangkapku, aku langsung kabur. Aku tak perduli apa yang terjadi dengannya.. Kakinya patah aku juga tak perduli! Masa bodoh dengan namja itu! Dia sudah menciumku!

~Henry pov end~

.

~Zhoumi pov~

Aiish.. Sialan!

“Haha.. Makanya jangan godain orang mulu, Zhou.. Terima balasannya. Untung namja itu cepat bertindak, kalau tidak mungkin kau akan semakin menggerayangi tubuhnya.” Suara itu membuatku menoleh kebelakang. Heechul hyung berdiri dibelakangku dengan senyum santainya. Dia bersama dengan Hangeng gege, kekasihnya yang juga orang Cina, sama sepertiku.

“Hyung, kau nggak lihat dongsaengmu ini kakinya nyaris patah. Cih..” Gerutuku kesal.

“Tapi namja itu lucu, yah? Aku memperhatikan perubahan ekspresinya dari kaget, takut, malu- malu dan shock. Dan itu sangat menggemaskan.” Hangeng gege menambahkan. “Ternyata kriteriamu seperti dia, Zhoumi.”

“Jangan salah, gege.” Aku berdiri tegap. “Kriteriaku itu apa saja selama dia manis dan menarik. Oke, aku pergi dulu. Hari ini aku ada janji sama orang lain.” Aku langsung berjalan meninggalkan kedua gegeku itu.

Tapi namja itu…

Namanya Henry, ya? Dia benar- benar tipeku. Kurasa aku suka beneran padanya.

0o0o0o0o0o0o0

“Hari ini kencan dengan Taehyeon, besok aku ada kencan dengan Tiffany dan sorenya janji nonton sama Jessica. Aiish.. Jadwalku padat sekali.” Kutatap langit yang mulai berwarna gelap sambil naik di tangga menuju apartemenku.

Aku tinggal sendirian di apartemen kecil yang sangat cukup untuk menampungku sendirian. Kedua orang tuaku di Cina dan aku sudah menetap disini sejak SMA.

GRUDUK! GRUDUK! GRUDUK!

Ngh? Suara apaan tuh?

“Gyaah! Tunggu!”

Aku menengadah ke tangga di ujung lorong tepatnya dibawah tangga. Kulihat beberapa butir apel menggelinding dari atas dan seorang namja langsung turun memungutinya. Eh? Dia itu si Henry Lau!

“Henliiiiii~~” Dengan sok kenalnya aku langsung berlari kecil menghampirinya.

“Wuaa!” Seperti tadi di sekolah, saat melihat wajahku dia langsung menatapku shock dengan tampang ketakutan. Haha.. Hanya namja ini yang selalu mengeluarkan ekspresi seperti ini.

“Ka-kau?! Kenapa ada disini?! Dasar mesum! Jadi kau mengikutiku, hah?!

Uuff..

Aku langsung berjongkok dihadapannya sambil mengerucutkan bibirku sok imut. “Kau ini kenapa galak sekali kepadaku? Aku juga tinggal disini, kok. Itu apartemenku.” Aku langsung menunjuk kearah apartemenku.

Henry memasang tampang takut sambil memunguti apelnya dan dipeluknya erat- erat agar nggak jatuh lagi. “Ya-ya sudah… Aku mau ke apartemenku!” Namja itu langsung naik menyusuri tangga.

“Ah, Henli!”

Dia berhenti dan menoleh kepadaku. “Hmm?”

“Kalau butuh bantuan atau butuh teman, temui saja aku. Hidup di Seoul itu nggak seperti di Cina loh.. Tapi jangan malam ini. Aku ada kencan. Bye!” Dengan santai aku langsung berjalan meninggalkan Henry sendirian.

Aku bisa merasakan dia masih menatapku aneh. Tapi masa bodoh…

~Zhoumi pov end~

.

Henry masih mematung memandangi Zhoumi yang berjalan masuk ke apartemennya.

“Apa- apaan dia? Mau menggodaku terus ya?”

Namja itu langsung menaiki tangga dan masuk ke kamarnya yang berada di dekat tangga. Tapi sebelum dia menutup pintu apartemennya, seorang ahjumma menahan pintunya. “Eh? Ahjumma, waeyo?”

“Ah, Henry-sshi… Jeongmal mianhaeyo. Tapi bisakah kau keluar dari kamar ini malam ini juga?”

“MWO? Apa maksudnya?!” Lagi- lagi apel ditangannya jatuh berantakan. Kedua bola matanya yang kecoklatan nyaris keluar dari matanya yang sipit.

Ahjumma itu tersenyum tidak enak menatap Henry. “Ngh, sebenarnya keponakanku membutuhkan apartemen saat ini juga. Dan karena disini sudah penuh dan kau satu- satunya orang yang baru tinggal satu minggu disini, jadi maukah kau pindah? Aku akan mengembalikan semua uang jaminanmu.” Ahjumma itu memberikan sebuah amplop putih ke Henry dengan wajah penuh penyesalan. “Mianhae…”

“Ta-tapi, aku harus tinggal dimana? Aku bahkan belum mengemasi semua barang- barangku…” Kedua mata namja manis itu mulai terasa panas. Di Seoul ini dia tinggal sendirian, satu- satunya keluarganya tinggal di Chunahn dan dia tak mungkin pergi kesana.

“Aduh… Aku juga bingung. Apa tak bisa kau tinggal di rumah temanmu?”

Teman? Henry bahkan baru memiliki satu teman akrab. Yaitu Kim Kibum. Dan itu juga Henry tak tahu dimana anak itu tinggal.

“Jeongmal mianhae Henry-sshi…”

“Ah nae, gwaenchana.” Akhirnya namja itu mengalah dengan perasaan bimbang. “Aku akan segera mengemasi barang- barangku dari sini dan pindah.” Henry mengambil uang jaminannya dan langsung masuk ke rumahnya.

Perlahan tubuhnya merosot dibalik pintu kamarnya. “Eotthokajyo? Aku harus pergi kemana sekarang?” Ditangkupkannya kepalanya di balik kedua lutunya yang ditekuk keatas. Perasaannya bingung dan kalut sekarang.

Satu nama terlintas diotaknya.

“Zhoumi…”

0o0o0o0o0o0o0o0

“Ah, nae… Besok jangan menghubungiku lagi yah. Pokoknya janjiku padamu hari ini sudah kulunasi.” Zhoumi berjalan riang sambil memutar- mutar kunci apartemennya santai. Tapi ia langsung berhenti saat melihat Henry duduk di depan pintu apartemennya dengan koper besar disampingnya. “Taehyeon-ah, nanti kutelepon lagi. Bye.” Dia langsung menutup flat ponselnya.

Perlahan Henry mengangkat wajahnya dan menoleh menatap Zhoumi. Kedua matanya merah karena mengantuk. Wajar saja, saat ini sudah jam dua belas malam di Seoul. “Ah, gege sudah pulang?”

“Henli? Kok ada disini? Koper apa itu?” Namja tinggi itu buru- buru menarik Henry agar berdiri. “Aigoo! Tanganmu dingin sekali! Berapa lama kau duduk disini? Waeyo?”

Henry hanya tersenyum tak enak hati. “Sebenarnya, aku disuruh pindah apartemen hari ini juga secara mendadak tadi. Karena nggak tahu harus kemana, akhirnya aku berniat minta tolong sama gege.”

“Minta tolong?”

PLOK! Henry langsung mengatupkan kedua tangannya dan menunduk memohon.

“Satu malam ini aja, gege! Kumohon izinkan aku menginap disini. Besok mungkin aku akan menumpang dirumah temanku. Jebal~ Bukannya tadi kau sendiri yang bilang kalau aku boleh meminta bantuan? Hanya satu malam dan akan kubayar biaya sewanya! Aku benar- benar_”

GREB!

Tanpa bicara Zhoumi langsung menarik tangan juga koper Henry dan masuk ke dalam apartemennya. Henry hanya melongo bingung dibuatnya. Saat keduanya berada di dalam, Zhoumi dengan seenaknya mengambil ponsel di saku seragam Henry.

“Ma-mau apa?”

Kini Zhoumi memperlihatkan layar ponsel itu dihadapan Henry sambil tersenyum lembut. “Nomor ponselku sudah ku simpan di panggilan darurat nomor satu, jadi kalau sesuatu terjadi langsung hubungi aku.” Dia mengembalikan ponsel itu ke tangan Henry.

Henry hanya cengo. “Eh? Su-sudah dimasukan?”

Zhoumi berjalan masuk ke rumahnya dan menoleh sekilas menatap Henry. “Nggak usah bayar sewa, kalau kau mau kau boleh menginap disini sampai kau menemukan apartemen yang cocok. Tenang saja, aku nggak akan macam- macam kok… Ayo masuk.” Namja tinggi itu berjalan masuk meninggalkan Henry yang masih melongo.

Perlahan Henry melangkahkan satu kakinya masuk dengan hati- hati sambil menarik kopernya. “Pe-permisi yaa…” Ucapnya ragu.

Dia masuk ke dalam dan melihat Zhoumi yang sudah berbaring diatas sofa. “Eh? Kenapa kau tidur disana?”

“Aku lelah sekali hari ini. Kalau kau belum makan malam, masak saja ramen.” Namja itu sudah memejamkan matanya yang terasa berat.

Tentu saja Henry semakin bingung. “Ta-tapi kenapa kau tidur disitu?”

SRET! Tiba- tiba Zhoumi menarik tangan Henry dan membuat tubuh namja mungil itu terjatuh disisinya. Ditatapnya mata Henry lekat- lekat sambil tersenyum.

“Kau bisa tidur dikamarku. Nite.” Kembali dilepasnya tangan Henry dan dia memutar tubuhnya memunggungi Henry dan langsung terlelap.

Kini Henry sendirian menatap punggung Zhoumi. Perlahan Henry berjalan menuju kamar Zhoumi dan masuk kedalamnya. Kamarnya sangat rapih dan terlihat bersih. Tanpa berpikir panjang Henry menarik selimut dan kembali ke ruang depan.

Diselimutinya tubuh Zhoumi dan perlahan tersungging senyuman kecil di bibirnya.

“Ternyata kau nggak seburuk kelihatannya.”

0o0o0o0o0o0o0o0

~Henry pov~

Kutatap wajahku dicermin kamar mandi. Lingkaran hitam terlihat jelas dibawah mataku. Semalaman aku nggak bisa tidur dengan nyenyak. Bulak- balik ke ruang depan hanya untuk melihat apakah Zhoumi gege kelihatan nyaman.

Tapi dia memang nyaman- nyaman saja tidur di sofa. Jadinya aku yang berasa tak enak kan.

“Annyeong!” Zhoumi gege masuk ke kamar mandi dengan santai.

“Aigoo, gege! Aku kan belum keluar!”

Namja tinggi itu nyengir santai. “Ah, mianhae… Aku ingatnya sendirian di rumah ini.” Dia berjalan mendekatiku dan langsung gosok gigi tanpa merasa canggung sama sekali.

Ingat sendirian tapi ingat sapaan pagi. Kau itu sengaja kan? Huh…

“Ah, Henli? Bibirmu kering sekali.” Dia menatapku dari balik kaca kamar mandi sambil berukumur lalu cuci muka.

Kutaut wajahku di depan cermin dan perlahan kusentuh bibirku. “Sejak tinggal di Seoul mungkin aku kurang memperhatikan makananku.” Ujarku sambil menguliti kulit kering di bibirku. “Aiish!” Kulit yang masih menempel tercabut.

“Wae?”

Kutatap dia yang kelihatan agak khawatir. “Wow… Berdarah!”

“Jeongmal?” Aku kembali menatap cermin dan memang ada setitik darah dari bibirku. “Ini sial namanya.”

“Ah, Henli…”

“Ngh?” Aku kembali menoleh kearahnya.

Cup~ Tiba- tiba namja itu mencium bibirku sebentar dan menjilat bibirku yang terluka.

“Aaa.” Aku nggak bisa bicara apa- apa. Aku mematung. Darahku terasa panas dan kurasa wajahku merah padam. Jantungku berdetak nggak karuan sekarang. Apa yang baru saja dia lakukan?!

“Ups..” Zhoumi gege memasang pose sok aegyeo dengan tangan menutupi mulutnya. “Mianhae, aku kelepasan, deh.” Dan tanpa perasaan bersalah dia menautkan keningnya di keningku sambil mengusap kepalaku. “Anggap aja itu tadi morning kiss kita, nae. Aku siapkan sarapan dulu.” Dia langsung ngeloyor pergi keluar kamar mandi.

Di-dia… Dia sudah bilang nggak akan macam- macam kan?! Kenapa?!

Aku bersandar lemas ke westafel. Perlahan kusentuh bibirku yang terasa panas.

First kiss-ku dicuri…

Tapi kenapa aku nggak marah? Dan konyolnya, kenapa aku nggak merasa menyesal?

~Henry pov end~

.

Setelah berpikir sangat lama di dalam kamar mandi, akhirnya Henry keluar juga dan menemui Zhoumi di ruang makan merangkap dapur. Harum roti panggang tercium oleh Henry. Melihat namja itu akhirnya keluar, Zhoumi tersenyum lembut.

“Biasanya aku tak pernah membuat sarapan nih.. Kau beruntung loh bisa memakan masakanku.” Ucapnya sok bangga dengan apa yang telah dilakukannya.

Henry memanyunkan bibirnya kesal. “Hanya sepotong roti panggang, gege. Kau tak memasaknya, kau hanya memanggangnya dengan pemanggang, tahu.” Ejeknya sambil duduk di kursi. “Lalu, boleh aku makan?” Namja itu menapa Zhoumi langsung kedalam mata Zhoumi.

Kelakuan Henry yang terbilang sangat menggemaskan itu membuat Zhoumi menelan ludah. “Bo-bodoh… Tentu harus dimakan. Aku kan membuatnya untukmu!” Serunya salah tingkah sambil menyeruput susu digelasnya. Dia sendiri tak tahu kenapa harus salah dihadapan namja manis itu.

“Ah, gege minum susu!”

“Wae? Memangnya aku tak boleh meminumnya?” Zhoumi mengerutkan alisnya menatap Henry.

Tentu saja namja itu menggeleng cepat. “Ah anou… Menurutku gege itu sudah terlalu tinggi, kalau terus meminum susu mau jadi apa gege nanti? Tiang listrik?”

“Uhuk!” Zhoumi tersedak mendengar ucapan Henry. “Ya, bocah! Kau ini sebenarnya kenapa sih? Sudah bagus aku membiarkanmu tinggal disini, kenapa terus mengejekku sejak tadi!” Kesal juga dia diejek oleh anak kecil seperti Henry.

Henry gantian cengengesan aneh. “Anggap itu balasan karena kau membuatku berpikiran negative saat bertemu denganmu pertama kali, gege.” Henry langsung menggigit roti bakar diatas piringnya dan mengambil ranselnya. “Aku akan meminta Kibum agar mengizinkanku tinggal sementara dengannya. Jadi gege_”

“Jangan!” Zhoumi buru- buru memotong ucapan Henry.

“Eeh?”

“Kau harus tetap tinggal disini. Kau boleh pindah kalau kau sudah menemukan apartemen yang sesuai dengan keinginanmu. Tapi untuk sekarang tetaplah berada disini.” Namja tampan itu menatap Henry serius.

“Gege?”

“Aku benci sendirian disini.” Zhoumi berjalan meninggalkan Henry setelah mengucapkannya. Sebelum dia masuk ke kamarnya, Zhoumi terdiam sebentar. “Tapi semua tergantung padamu, aku tak berniat memaksamu.” Namja itu langsung masuk ke kamarnya.

Henry masih mematung. “Jadi selama ini dia kesepian…?”

0o0o0o0o0o0o0

~Zhoumi pov~

Sudah hampir dua minggu Henry tinggal bersamaku di apartemen sedang ini. Yah, aku senang karena dia memilih berada disini sampai mendapat tempat yang sesuai. Setidaknya kalau ada Henry disini aku tak perlu khawatir kalau meninggalkan rumah.

Aku benci kalau saat aku pulang rumah dalam keadaan kosong.

Aku tak suka tidur sendirian.

Tapi karena Henry ada disana aku jadi suka. Rasanya tempat itu dipenuhi cahaya lain sekarang. Abaikan kebodohanku yang pernah menggodanya saat kami bertemu pertama kalinya dulu. Tapi nyatanya memang dia namja yang sangat manis juga polos. Sekarang dia tak pernah menatapku dengan tatapan mata takut seperti dulu. Hehe..

“Gege! Selamat datang!” Seru Henry saat aku membuka pintu apartemen. Namja itu terlihat memakai sweater hijau bergambar sambil membawa kemoceng. “Tempat ini sangat kotor. Aku tak tahu apa saja yang kau lakukan selama ini… Kenapa kau biarkan rumahmu sekotor ini sih?” Namja itu langsung meninggalkanku.

Aku tertawa kecil. “Dasar bocah… Aku ini kan sibuk mana sempat bersih- bersih.” Balasku sambil melangkah masuk.

“Sibuk kencan!” Seru Henry dari arah kamarku.

Aku tertawa begitu mendengarnya mengatakan hal itu. Entah kenapa aku sedikit mendengar ada nada kecemburuan di seruannya tadi. Aku melangkah menuju kamarku. “Cemburu ya kalau aku kencan terus? Atau kau kesepian disini?”

Henry tak memperdulikanku. “Hari ini ada berapa jadwal, eh? Jangan buang waktumu itu, gege. Lebih baik kau pergi saja sana.” Ucapnya dingin sambil membersihkan jendela kamarku.

“Aigoo.. Ternyata Henli-ku ini manis sekali kalau cemburu… Tenang saja, bagiku kan hanya ada Henli dihatiku.”Aku langsung memeluk pinggangnya dari belakang. Aku masih tetap suka menggodanya seperti ini. Apalagi kalau dia sedang bersikap seperti ini.

PLUK! Henry memukul kepalaku dengan kemoceng.

“Aiish.. Debu Henli!” Seruku sambil mengibaskan tanganku. “Kenapa sih? Kok sekarang kau jadi berani padaku begitu…”

Henry mencibir pelan sambil berjalan pergi keluar dari kamarku. Aku hanya bisa menatap pintu kamarku agak kesal. “Padahal aku kan serius tadi.”

Aku mengambil ponselku dan menghubungi nomor Yuri, teman kencanku hari ini. “Yeoboseyo, Yuri-yah…”

~Zhoumi pov end~

.

~Henry pov~

Kulirik Zhoumi gege yang sedang mengancingi kemeja hitamnya. Dia selalu berpenampilan sangat rapih dan mempesona kalau kencan. Pantas saja para yeojya itu terhipnotis habis- habisan dengan namja pervert ini.

Zhoumi gege menoleh menatapku. Berasa memergokiku meliriknya, dia menyunggingkan senyuman lembutnya. “Henli tertarik yah sama aku makanya lihat- lihat terus?” Godanya sambil terkekeh pelan.

“Bodoh.” Hanya itu yang aku lontarkan. Aku kembali menatap kearah televisi dan kembali mengacak- acak Koran di depan mataku. Aku masih mencari tempat apartemen yang cukup untukku sendiri dan berdomisili di sekitar sekolahku.

Kurasakan Zhoumi gege menyandarkan kepalanya dibahuku. “Masih mencari?”

“Menjauh dariku, gege jelek.” Balasku dingin.

“Henli… Sudah kukatakan kalau kau tinggal saja disini, kan? Kenapa masih sibuk mencari sih?”

Aku kan tak mungkin tinggal dengannya terus. Dasar…

“Kau ada janji kan? Sudah sana pergi.”

Zhoumi gege menjauh dariku sambil menarik Koran yang tadi aku baca. “Sudah kubilang kau harus tetap disini. Henli tak boleh pergi dari rumahku.”

“Gege!” Aku menoleh menatapnya tapi aku langsung bungkam. Kulihat dia menatapku serius. Sorot matanya lagi- lagi membuat hatiku terasa sesak. “Gege? Wae?”

Namja tinggi itu kini berjalan maju mendekatiku dan langsung memelukku. “Kau harus tetap disini. Kau tak boleh pergi dari sini. Sudah kuperingatkan padamu jangan pernah pergi, kan?Jadi turuti aku, Henli.” Dia kembali melepaskanku dan berjalan meninggalkanku keluar rumah.

BRUGH! Aku jatuh duduk di sofa dan termenung. Perlahan kusentuh dadaku yang berdegup kencang. Lagi-lagi hal ini terjadi.

Mungkinkah aku memang menyukainya?

~Henry pov end~

0o0o0o0o0o0o0

“Zhoumi hyung suka padamu dan kau juga menyukainya?” Kibum mengerutkan keningnya ragu mendengar ucapan Henry sebelumnya. Ditatapnya sahabatnya itu aneh. “Yang benar, Henli? Kau mungkin berpikiran terlalu jauh.”

“Aniyo, aku serius. Gege selalu melarangku keluar dari rumahnya. Dia pernah menciumku dan kadang- kadang suka memelukku, Kibum. Aku yakin kalau dia serius menyukaiku. Dan aku…” Namja itu terdiam sebentar sebelum melanjutkan ucapannya. “Aku juga mulai menyukainya.”

“Apa dia pernah bilang kalau dia menyukaimu?”

Henry menggeleng.

“Dia bilang kalau dia ingin selalu bersamamu?”

Henry kembali menggeleng.

Perlahan Kibum menghela nafas. “Mochi, kau terlalu polos. Setidaknya dia mungkin hanya ingin menyuruhmu menjaga rumahnya setiap kali dia pergi kencan. Belum tentu kan dia serius menyukaimu. Dia memang selalu menggodamu, tapi dia tak pernah mengatakan perasaannya, kan? Jangan berpikiran terlalu jauh. Aku tak ingin kau terluka.”

Henry merapatkan kedua tangannya dan menunduk. Tak ingin diakui, tapi sebenarnya kata- kata Kibum benar. “Lalu aku harus bagaimana? Aku benar- benar menyukainya.”

“Mochi…” Kibum menepuk pundak Henry. “Kalau kau menyukainya itu bukan masalah kok. Hanya saja aku tak ingin kau terluka karena dia. Kalau sesuatu terjadi, datanglah ketempatku. Aku selalu bisa menerimamu.”

Henry menatap sahabatnya. “Lalu bagaimana dengan Siwon hyung? Bukannya sekarang kau tinggal dengannya sejak kalian resmi berpacaran?”

Kibum mengangguk santai. “Tapi kami bisa kok menambahkanmu di apartemen kami. Hehe..”

Henry kembali termenung. Setidaknya saat ini dia akan tetap berada di apartemen Zhoumi, hanya saja mungkin tawaran Kibum tak akan disia- siakannya. Suatu saat mungkin dia akan membutuhkannya.

~Henry pov~

“Ah, aku mau menemui gege dulu. Tadi dia menitipkan satu buku kepadaku.” Ucapku sambil menarik buku milik Zhoumi ge dan berjalan keluar kelas meninggalkan Kibum.

Dalam pikiranku, kata- kata Kibum terus terngiang. Dia memang belum pernah menyatakan perasaannya kepadaku. Jadi mungkin dia selama ini tak menganggapku lebih dari teman yang menumpang. Kalau begitu, aku harus bagaimana?

Aku terlanjur menyukainya.

“Kuixian… Kau itu bisa lembut sedikit tidak?”

DEGH! Aku langsung berhenti saat melewati ruang kesehatan. Suara gege.

“Aish~ Kau yang mulai duluan. Jangan salahkan aku kalau aku memperlakukanmu dengan kasar.” Kali ini suara namja yang tak kukenal.

Apa yang dilakukannya?

Aku menajamkan pendengaranku ke pintu ruangan itu.

“Aahh~ Sakit, Kuixian! Memalukan sekali aku yang seperti ini harus diperlakukan begini olehmu.”

Jantungku berdegup keras mendengar suara Zhoumi ge. Mungkinkah di dalam dia sedang… Dengan seorang namja?!

Kudengar seseorang yang bernama Kuixian itu terkekeh. “Cukup besar juga gege. Aku tak sangka. Ah, mungkin akan sedikit sakit, jadi tahan sebentar, ya.” Mereka hening sebentar. “Wow, berdarah!”

BERDARAH?! Siapa?! Apanya?!

“Ahhh~ Sakit bodoh! Pelan- pelan!” Kali ini terdengar suara gege yang seperti orang kesakitan. “Kalau kau sekasar itu, aku akan membalasmu nanti. Awas saja kau, Kuixian.”

Namja lainnya tertawa. “Terserah kau. Tapi bagaimana sekarang? Sudah enakan?”

Zhoumi gege kedengaran menghela nafas. “Enak, Kuixian. Gomawo.”

Air mataku mengalir begitu saja saat mendengar mereka. Ternyata memang Zhoumi gege itu namja yang sangat pervert dan mata keranjang. Dia memperlakukanku seperti kekasihnya, tapi di dalam sini dia melakukan sesuatu dengan namja lain. Selain itu dia suka kencan dengan banyak yeojya.

Aish! Sangat keterlaluan!

Aku langsung berlari dari ruang kesehatan itu. Air mataku terus menetes. Dan dengan satu lemparan, kubuang buku Zhoumi gege keluar jendela di lorong sekolah. Dasar gege bodoh!!!

~Henry pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Kakiku sakit sekali. Mian membuatmu harus mengantarku.” Ucap Zhoumi sambil mengusap kepala seorang yeojya manis yang mengantarnya pulang. “Kau tak usah mengantarku sampai ke apartemenku, Sohee.”

“Benar tak apa- apa? Kau berjalan tertatih begitu?” Tanya yeojya itu ragu.

Zhoumi mengangguk sambil mencium puncak kepala Sohee lembut. “Gwaenchana. Terima kasih tumpangannya. Hati- hati di jalan, ya.” Ucap Zhoumi sambil mencoba naik ke atas tangga menuju apartemennya.

Di depan apartemennya dia melihat seorang namja keluar sambil membawa koper besar. Dia mengerutkan keningnya heran. “Henli? Mau kemana dengan koper besar itu?”

Henry menoleh menatap Zhoumi. “Aku akan pindah ke tempat Kibum.”

Jawabannya tentu membuat Zhoumi shock. Namja tinggi itu memaksa mendekati Henry dengan langkah tertatih kesakitan. Henry menatap Zhoumi nanar. Pikiran namja itu sudah terlanjur negative.

“Ke-kenapa tiba- tiba? Apa sesuatu terjadi? Lalu kenapa kau tak membawa bukuku ke kelas tadi?” Tanya Zhoumi bertubi- tubi.

Henry menaikan satu alisnya kesal. “Bukumu sudah kubuang.”

“MWO?! Kenapa dibuang?! Apa salahku?!” Tanya Zhoumi shock. “Tunggu, apa sesuatu terjadi? Kau kenapa? Kau marah padaku, eh? Apa salahku?” Namja itu langsung merengkuh bahu Henry, tapi Henry langsung menendang tulang kaki Zhoumi kencang. “ADAWW!”

“Jangan sentuh aku dengan tangan kotormu, ZHOUMI! Lebih baik kau habiskan seluruh waktumu dengan namja bernama Kuixian itu! Aku benci gege!” Seru Henry kencang lalu mendorong Zhoumi menabrak tembok. Dengan susah payah, namja manis itu menarik kopernya dan lari begitu saja meninggalkan Zhoumi.

“Henry Lauu!!” Zhoumi ingin mengejar namja itu, tapi kakinya yang sakit membuatnya sulit untuk bangun. “Aigoo~ Kuixian apanya sih? Ah, tu-tunggu! Jangan- jangan dia lihat apa yang kulakukan dengan Kuixian di ruang kesehatan tadi?!”

Zhoumi langsung panik.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Henry pov~

“Aku tak akan bicara dengan Zhoumi gege lagi.” Akhirnya keputusanku sudah bulat. Setelah menangis semalaman di tempat Kibum dan Siwon ge, akhirnya aku sudah memantapkan diriku saat berjalan menuju sekolah.

Kibum hanya manggut- manggut sedangkan Siwon ge terkekeh pelan.

“Aku serius!” Ulangku.

“Aku tahu, Henli.” Kibum menepuk bahuku santai. “Tapi kalau nanti bertemu dengan Zhoumi hyung, jangan kabur.”

Aku langsung terdiam mendengar ucapan Kibum. Bagaimana caranya aku tidak kabur? Aku pasti langsung lari kalau melihatnya nanti. Aku kan tak pandai menutupi perasaanku. Aahh! Ini membuat pikiranku kacau!

Zhoumi gege tega sekali padaku!

“Ah, pagi Kyuhyun!” Seruan Siwon gege membuatku menoleh. Kulihat seorang namja tinggi yang sangat tampan menghampiri kami bertiga. Dia mengenakan jas lab putih dan tersenyum ramah.

Siapa dia? Kyuhyun?

“Kalian akur sekali.” Balas namja itu.

Tunggu! Suaranya itu.. Suaranya itu kan? Yang kemarin kudengar di ruang kesehatan. Kyuhyun? Kuixian? Kyuhyun? Kuixian? NAMANYA MIRIP!

Kutatap dia horror. Ja-jadi dia yang melakukannya dengan Zhoumi gege. Rasanya air mataku ingin mengalir. Rasanya aku ingin menendang kaki namja ini juga. Aish!

“Kali ini apa yang kau lakukan? Kudengar Zhoumi sampai masuk ke ruang kesehatan gara- gara kau.” Gumam Kibum pelan sambil menepuk bahuku.

Eh? Ja-jadi benar dia?

Namja itu tertawa geli. “Yang kemarin itu kecelakaan tidak disengaja. Lagipuna namja jangkung itu yang salah.” Gumamnya. “Ah, namja ini… Kau yang bernama Henry Lau, kah?”

Aku menunduk sambil mengangguk. Menatap wajahnya membuatku muak.

“Zhoumi selalu menceritakan tentangmu.”

Zhoumi gege?

“HENLIII!!”

Aigo! Seruan norak itu! Zhou_

BRUKH! Sesuatu menubrukku dan langsung memeluk tubuhku erat.

“Aku sudah merenungkan semua kesalahanku. Oke, aku berjanji tak akan berkencan dengan yeojya lain lagi. Aku akan berhenti mengganggu orang lain. Dan untuk soal Kuixian itu, sebenarnya kau pasti salah paham!” Serunya cepat sambil menangkupkan wajahnya di bahuku.

Wajahku memanas. “A-aigoo~ Lepaskan aku gege!”

“Aniya!”

“Zhoumi hyung? Kau kenapa?” Akhirnya namja bernama Kyuhyun itu bicara. “Salah paham denganku? Kenapa memangnya?”

Zhoumi ge berhenti memelukku dan menatap tiga namja disisiku. “Loh, Kuixian? Kenapa kau ada disini?”

Kenapa mereka berpura- pura begitu sih? Kalau mereka memang punya hubungan kan seharusnya jujur saja dihadapanku. Kelakukan mereka hanya membuat hatiku semakin sakit saja!

“Kenapa berpura- pura tak memiliki hubungan!”Seruku tak kuasa menahan emosiku.

“Henli?”

Aku berjalan menghindar dari Zhoumi gege. “Kalian berdua punya hubungan, kan? Kemarin aku mendengarnya sendiri apa yang kalian lakukan di ruang kesehatan berdua! Kalian sama- sama mesum dan menyebalkan! Karena itu aku benci Zhoumi gege!!” Seruku kencang dan air mataku menetes.

Diluar dugaan, keempat namja dihadapanku melongo. Kibum dan Siwon ge memang sudah tahu masalahnya, jadi mereka diam saja. Dan dua orang lainnya melongo saling berpandangan dengan alis bertaut.

“Maksudnya, Henry Lau?” Kyuhyun yang bertanya hati- hati.

Aku menatap kedua namja itu nanar. “Kalian itu berpacaran, kan?! Aku dengar kemarin kalian berduaan melakukan sesuatu di ruang kesehatan. Dia juga pulang dengan langkah tertatih. Kau pasti melakukan sesuatu padanya, kan!” Aku menunjuk Zhoumi dan Kyuhyun bergantian.

~Henry pov end~

JEGERR! Petir seakan menyambar tubuh Zhoumi dan Kyuhyun di saat yang bersamaan.

Kyuhyun melongo shock. “A-aku dengan koala jelek ini pacaran?!!” Tanyanya tak percaya.

Henry mengangguk cepat. “Jangan berbohong, aku dengar sendiri.”

“Pabbo!” Zhoumi langsung menjitak Henry kencang dengan gemas.

“Sakit!”

“Kau kira aku tak punya mata apa? Pacaran dengan iblis berjas lab yang menyebalkan itu? Bisa- bisa aku dijadikan kelinci percobaannya dan nyawaku melayang. Sampai mati aku juga ogah!” Seru Zhoumi kesal sambil mengusek- usek kepala Henry dengan tangannya yang dikepalkan.

Henry merontak. “Lepaskan!

“Dengar namja aneh.” Kyuhyun menarik Henry dan menatapnya tajam. “Kemarin itu terjadi kecelakaan di lab karena koala bodoh itu berniat sok jago dengan peralatan kimia. Sebuah tabung reaksi pecah dan satu pecahannya yang besar melukai kakinya. Karena itu aku dan dia di ruang kesehatan untuk mencabut kaca itu. Lagipula aku sudah punya kekasih yeojya cantik yang sangat manis. Kau kira aku tak normal pacaran dengan koala jelek itu, hah?” Terangnya dengan nada kesal.

Henry mematung.

“Makanya jangan kabur dulu sebelum mendengar cerita yang sebenarnya.” Tambah Zhoumi. “Lagipula, memangnya Siwon atau Kibum tak menceritakan tentang hubunganku dengan Kuixian?”

Aku menatap kearah kedua namja yang hanya terkekeh geli melihat kelakukan kami.

“Kalian!”

“Siapa suruh kau terlalu mudah mengambil keputusan.” Jawab Kibum. “Aku mau kau mengetahui sendiri semuanya.”

“Mian, Henli-yah…” Tambah Siwon.

Wajah Henry memerah menahan malu. Sudah marah- marah habis- habisan, dia malah salah paham. Bukannya itu sangat memalukan?

“Dengar, ya.” Zhoumi langsung menarik tangan Henry dan membawanya kedalam pelukannya.

Henry masih diam.

“Seharusnya kau bisa mengartikan semua perasaanku meski aku tak mengatakannya kepadamu, namja pabbo.” Dia tertawa pelan sambil mengacak- acak kepala Henry penuh sayang. “Seharusnya kau bisa mengartikannya kalau aku memang tak mau berpisah denganmu.”

Henry semakin menundukkan kepalanya.

“Henli? Wae?”

Bahu namja itu bergetar. Dia terisak.

“Kenapa kau menangis, eh?”

“Aku malu.” Jawab Henry pelan. “Ternyata aku sudah salah paham terlalu jauh. Mi-mianhae… Kyuhyun-sshi, Zhoumi gege.”

Zhoumi langsung tersenyum dan memeluk lagi tubuh namja itu. “Lain kali jangan langsung kabur. Kau harus dengarkan aku dulu.”

Henry mengangguk. “Mianhae.”

“Dan, Henli… Kau mau kan kembali ke apartemenku?” Zhoumi kembali bertanya. “Aku benar- benar tak suka sendirian di apartemen itu. Aku lebih suka saat kau ada disana. Selain itu, aku berjanji tak akan mengencani yeojya manapun.” Diciumnya puncak kepala Henry lembut. “Mulai sekarang hanya ada kau, dan aku.”

Air mata Henry kembali mengalir. Dipeluknya tubuh kurus Zhoumi sambil terisak. “Ge-gege. Wo-wo-wo~” Sepertinya namja itu tak berani mengungkapkannya.

“HUP!” Dengan satu gerakan Zhoumi langsung mengangkat tubuh Henry sehingga namja mungil itu kini agak lebih tinggi diatasnya. Zhoumi tersenyum manis. “Wo ai ni.” Ucapnya lebih dulu kepada namja itu.

Wajah Henry merona semakin merah. Dia menundukkan kepalanya dan mencium bibir Zhoumi sekilas. “Wo ye ai ni, gege.” Balasnya sambil menunduk memeluk leher Zhoumi erat.

.

.

~Fin~

28 thoughts on “Our Home

  1. kyaaaaaa…..
    noh? q msh belon ngerti kenapa mimi ga ngegerayangin henli kalo d rumah
    emang kenapa eon?
    wkwk
    yg lain uda q komen d sms ya
    hehe

  2. Sifat Zhoumi lebih aneh dari Yeppa *di jitak Yeppa*
    Perpaduan yg unik antar Koala pervert tpi perhatian + Mochi yg imut dan polos🙂
    Widih eon ini ff panjang bner ..
    Tpi unik cerita’a ^^
    Eh tapi da yg ngeganjil deh sm jln ceritanya ..
    Ini cerita’a alur mundur y eon ? #reader banyak nanya

  3. Mi ge Pervert nya kelewatan…
    Udh tau Mochi polos bgt….
    Ceritany sweet bgt…🙂
    Sering2 ya bikin zhoury, lgi suka bgt sama couple ni… Hehehe…

  4. Aigoo. . .
    Mimi pervet. . .
    Ckckckck. . .
    Mochi imut ku ternoda!
    TIIIDAAAKKK!!!

    Ceritax bkin ngakak. . .
    Seru!
    Slalu aja Mimi d’kaitkan dgan tiang listrik, mesum and koala. . .
    Ckck. . .
    Tpi emang kal0 lhat koala psti lngsung ingat Mimi. . .
    #duak!d’tndang Zhoumi!

  5. Thenaaaa chan ampun deh sizhoumi emang pante mendapat predikat tiang listrik berjalan koala berambut merah mesum wkwkwkwkwkwk*dicekek zhoumi*tp emang nie ffny super lucu kok thena dii aja bcanya ampe ngakak ampun deh henry dsini polos bgt tp tp yg msh bkin dii bngung alesan apa yg bikin zhoumi gmesum kl diapartemenny rda gantung soalnya*mian thena dii reader pabo yg bnyk nanya<plak*

  6. hahaha ….xD
    dasar tiang listrik pervert !!!
    Ngakak mulu stiap ngbayangin mimi ma mochi yg lg berantem2n

    eonni, jd knapa si mimi ga prnah ”grepe2 and you know what” ma mochi d’apartmen’a ???

  7. wewwwwwwwwwwwwwwww

    trus kenapa zhoumi ge nggak mau ‘this’ ad ‘that’ di rumah eon?? O.o

    jadi penasaran deh, apa henry mukul gege kalau dirumah atau henry ngamcam pergi???

    daebak eon…
    lanjut lagiiiiiiiiiiiiii
    (mian baru komment. bacanya dri tadi, tapi baru sempat komment)
    hehe
    <<watados

  8. aih, acara grepe”a dipotong T,T
    chingu, NC! #plakk!
    kiraen NC T^T
    tpi tak apalah, ZhouMi yg mesum uda cukup kok #plakk!

  9. mimi ge slalu mesum….
    mochi.ny malu malu mau … haha😀
    tp, itu knapa g d lanjutin yg bagian henry bilang “ngh.. kalau d rmah kan…”
    emgny klo d rmah knapa eon?

    o y tnya lgi dong eon…
    knapa d stiap FF,, zhoumi slalu jdi namja yg bner ” pervert y eon?
    emgny zhoumi bneran mesum eon?

    lcu eon critanya >,<
    gomawo and hwaiting ^^

  10. bikinin part 2x dunk the..hahay

    prasaan qm tiap bkin zhory msti mnjurus k NC
    mskpn ni jg ad tp dkit sih
    zhoumi pervert gt kesian mochi,mbok y klo mo
    this n that ijin dulu kek m yg pny rmh
    ~gaknyambung

    halah mlm ni lgsg hatamin smw epep brumu
    lega deh, jd bs tdr tnang kek org g pny utang hehe
    hwaiting the, lanjutkan (apanya?)

  11. Aigooo Mimi ==’ tah npa jd inget pas si Henry dsuruh ngomong mandarin, si Mimi pling heboh sndiri nyuruh anggota SJM lain buat tenang ==’ trus pling heboh sndiri pas Henry lancar ngucapinnya ==’ dari situ tah npa lgsg kepikiran “Mimi dodol ah (⌣́_⌣̀)”

    Yg nie jua #nunjuk ff
    Si Mimi dodol (⌣́_⌣̀)

    Itu pcrnya Kyu siapa? Yeoja?! Yeoja sapa tuh (˘̀^˘́҂)

  12. Mini perveeeerrrrttttt*/////*
    kyaaaaaaa…. Henli.. yg sbar yy dkrjain 5 Sibum.,
    Mwooo????
    yg jd pcarx Kyu Minimin kan Eon???
    bkiiinn partx Sbum donk Eonn.,
    huwahahahahaha😀 *dtndang*

  13. Dasaar koala mesuuummm…julukan mochi wat zhoumi boleh juga..kwkwkwk..

    Nahnahnah alasan zhoumi g pernah ngerape mochi dirumah apaan thena??
    Ko ga dijelasinn..??

    Aku ngakak pas mochi nyangka yg iya iya di ruang kesehatan kekekek

    Ni da lanjutanya kan thenaaa…

  14. Mi ge,,,Mi ge… Kau itu udah Mesum,playboy lg.ckckck.
    Mochi, dirimu polos bgt sich.
    Chingu. FF kmu bgus bgt.
    Aq tunggu FF slanjutnya.
    Gomawo🙂

  15. Si Zhoumi mesum amat! Lht yg mns2 lngsng digoda. N Henry… Ya ampun nak, kau polos amat!!!

    Tp itu kok g dijlsn knp klo di rmh Zho ge g grepe2 Henry tp di sklh iya??? Pnsarn nih!!!

    Trus, kok Kyu pcr nya yeoja sih??? Apa psngannya bkn ma Minnie???

    Sekuel dong??? Please.

    Salam,

    Elle

  16. Heh! Kalo di apartemen pasti tanpa dipaksa Henli pasti mau kan di rape? Kan berdua doang! Beda cerita kalo lagi di luar, kan Henli pemalu, makanya perlu dipaksa! Iya kan? Wkwkwkwk….

    Duh, yg di UKS tuh, dua2nya makhluk pervert sih makanya bikin yg nguping salah paham! Wkwkwk….

  17. Ealah tobat!!! Mimi ge mah dimana2 mesumnya selalu menyertai.

    Dirumah ga ada acr rape disekolah aja adan kyk.a ska yg rame2 deh😄

    KimNara_3424

  18. My Yeoboooooo~~~~
    *terjang Gege cakep*
    (nyonya zhou mode:ON)

    Entah kenapa aku suka Gege-Ku yg agak2 mesum ini >_<
    PLAK

    kkkkkkkkkk~~~~

  19. kereeeen….
    kasian kyu dituduh pacaran ama tiang listrik… *dijitak…
    kyaa, henry malu bgt…
    udah marah-marah, negative thinking, salah lagi…
    btw, keren banget, aku ketawa pas zhoumi ngejelasin semuanya ke henry n kyu rada jijik gitu dibilang pacaran ama zhoumi….
    ditunggu karya selanjutnya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s