(Second Story) Kim Family Series 3 // A Christmas Wedding // SiBum

KIM FAMILY SERIES 3 -Special Wedding Stage-

.

Lead Cast ::

Kim Youngwoon as Appa // Kim Jungsoo as Umma

Kim Heechul as 1st Daughter // Kim Hankyung as her Husband // Kim Taemin as their Son

Kim Yesung as 1st Son // Kim Ryeowook as 2nd Daughter

Kim Kibum as 3rd Daughter // Choi Siwon

Kim Kyuhyun as 2nd Son // Lee Sungmin

Other Main Chara ::

Lee Hyukjae // Lee Donghae

Shin Donghee // Jung Nari

Henry Lau

ZhouMi

.

This last Series of Kim Family about their wedding.

.

Second Story // SiBum!

.

A Christmas Wedding

.

~All pov :: Kim Kibum~

“Sepi.”

Aku menoleh kearah Kyuhyun yang tengah duduk santai di atas sofa. Magnae itu memfokuskan matanya ke PSP keramat yang selalu ada ditangannya. Meski sudah bertahun- tahun, entah kenapa PSP itu sama sekali tidak rusak atau cacat.

Kyuhyun melirik ke arahku. “Noona tak bosan?”

Aku mengangkat bahu. “Mungkin bosan, mungkin tidak.”

“Noona juga sama membosankannya.” Kyuhyun kembali menggerutu. “Kenapa sih Yesung hyung dan Wookie noona menikah buru- buru seperti itu, kan aku jadi kehilangan lagi. Sekarang di rumah hanya ada aku dan Kibum noona. Sepi sekali.”

“Hidup itu jangan dibawa susah, Kyu. Memangnya kau maunya bagaimana? Kau mau kau duluan yang menikah begitu agar tidak ditinggal?” Godaku sambil menyenggol lengannya.

Magnae yang kadang masih sangat manja itu mengerucutkan bibirnya. “Aku mau ke kamar saja, deh.” Ujarnya sambil berdiri dan melangkah menjauhiku. Meski dalam keadaan berjalan, matanya terus menatap layar PSP itu.

Sekarang aku sendirian…

Sepi. Sangat sepi. Dulu kalau hari libur begini kami menghabiskan waktu sekeluarga bersama. Ada Heechul eonnie, Wookie eonnie, juga Yesung oppa. Tapi sekarang semua sudah menikah dan tinggal diluar. Tinggallah aku dan Kyuhyun yang tersisa.

Kupandangi sekeliling ruang tamu tempatku duduk.

Suatu saat aku juga akan meninggalkan rumah ini. Meninggalkan appa dan umma. Berbeda sekali dengan Kyuhyun, karena Yesung oppa tak berminat meneruskan perusahaan appa, jadilah magnae itu yang suatu saat akan mengendalikannya. Dengan kata lain, kemungkinan besar Kyuhyun akan tetap berada disini meski sudah menikah nanti. Mana mau magnae itu meninggalkan appa dan umma berdua disini.

Kalau menikah itu berarti harus melepas semua yang kita miliki saat ini, terkadang aku tak ingin menikah saja. Aku masih ingin berada disini. Di rumah orang tua yang telah membesarkanku selama ini.

Seperti yang biasa kuceritakan, kalian tahu seperti apa keluargaku, bukan?

Meski kami tak sedarah satu sama lain, tetap saja mereka keluarga kandungku. Aku tak berminat meninggalkan mereka secepat ini.

Kulirik tiga buah foto pernikahan yang kini terpampang di ruang tamu. Foto pernikahan appa dan umma, foto pernikahan Heechul eonnie dan Hankyung oppa, lalu yang terbaru foto pernikahan Wookie eonnie dengan Yesung oppa. Nanti, akan terpampang juga fotoku, juga foto Kyuhyun.

Aiish~ Kenapa aku jadi galau begini, sih?!

TRRRT~ Ponselku bergetar pelan. Ada pesan dari Hyukkie.

Kau ingat kan hari ini kita akan bertemu?

Aku baru ingat kalau aku ada janji dengannya. Aku langsung berdiri dan masuk ke kamar. Kutarik mantel coklatku dan kembali keluar. Appa dan umma sedang pergi ke Mokpo, jadi hanya akan ada Kyuhyun.

“Kyu~ Aku mau pergi, ya.” Ucapku dari lantai bawah.

Kudengar suara langkah lari dan kulihat Kyuhyun menyembulkan kepalanya dari balik tangga menuju lantai atas. “Kemana?!” Wajahnya langsung merengut.

“Ada janji dengan Hyukkie. Aku akan pulang sebelum makan malam. Karena appa dan umma akan pulang malam, kalau kau keburu lapar duluan, kau masak sendiri saja.”

Kyuhyun menatapku heran. “Noona, kau kan tahu aku_”

“Kalau begitu ke rumah Heechul eonnie saja.”

“Aku akan diusir mentah- mentah begitu datang minta makan sama si sadis itu.” Kyuhyun semakin memajukan bibirnya. Kalau dia yang dulu, aku berani yakin dia akan langsung merajuk karena tak mau ditinggal.

Tapi tiba- tiba raut wajahnya berubah. “Ah, oke! Aku akan kabur ke rumah Yesung hyung. Sudah lama sekali tak mencicipi masakan Wookie noona. Bye, noona!” Magnae itu langsung senang dan kembali ke kamarnya.

Dasar Kyuhyun…

0o0o0o0o0o0o0o0

“Ngh? Rencana masa depan? Kenapa kau tiba- tiba menanyakannya, Hyukkie?” Aku menatap Hyukkie heran sambil meminum cappuccino yang kupesan di café tempat kami bertemu.

Yeojya manis itu langsung bersemu merah. Sepertinya aku paham.

“Donghae oppa mengajak menikah?” Tebakku cepat.

Dengan malu- malu dia mengangguk perlahan dan mengeluarkan sesuatu di balik saku mantelnya. Sebuah cincin perak yang sangat manis. “Dia melamarku semalam, dia bilang ingin segera menikah denganku.”

Semakin dewasa semakin banyak yang membicarakan tentang pernikahan.

Kutatap cincin itu dalam- dalam. “Dia benar- benar serius?”

Hyukkie mengangguk. “Bahkan dia akan segera menemui orang tuaku untuk membicarakannya secara resmi. Tapi Donghae tidak bisa menikah secepat itu, kemungkinan kami akan resmi menikah sekitar pertengahan tahun depan.”

“Eh? Kenapa selama itu?”

Sorot mata Hyukkie perlahan meredup. “Dia masih terikat kontrak kerja dengan perusahaannya. Di kontrak itu dia tak boleh menikah, jadi kemungkinan kalau mau menikah yah tunggu sampai pertengahan tahun depan.” Hyukkie tersenyum menatapku. “Tapi aku akan menunggunya, sih. Seperti ini juga tak apa.”

Aku tersenyum menatap sahabatku itu. Dia benar- benar bahagia sekarang.

“Kau sendiri bagaimana?” Tanyanya.

Aku?

“Apa kau sudah punya rencana menikah dengan Siwon? Dia sekarang mengurus perusahaan Hyundae milik orang tuanya, kan? Semuda itu sudah menjadi pewaris muda. Wajahnya tampan, otaknya jenius, sangat sempurna. Kau yeojya yang sangat beruntung, Kibum.”

Benarkah aku yeojya yang beruntung?

Aku mengaduk  cappucinoku. “Molla, Hyukkie. Sampai saat ini aku masih belum memikirkan tentang pernikahan. Siwon juga tak pernah mengungkit tentang hal ini denganku. Jadi kurasa jalan kami masih sangat jauh.”

Hyukkie diam. Selama beberapa saat kami hanya diam saling mengarungi pikiran masing- masing.

“Lagipula…” Aku kembali berbicara. “Aku tak yakin apakah sebenarnya Siwonnie serius dengan hubungan kami sampai akan dibawa ke jenjang pernikahan. Dia sekarang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Tak ada waktu untukku.”

“Kibummie.” Hyukkie mengusap punggung tanganku lembut. “Dia itu sangat mencintaimu. Kau tahu itu, jadi jangan ragu. Kalau kau memang ingin bicara dan menghabiskan waktu dengannya, bicara saja. Kalau kau diam dia juga tak akan tahu.” Dia memberiku nasihat.

Sebenarnya umma juga pernah bilang begitu padaku.

Aku menghela nafas. “Aku tahu kok kalau dia sangat mencintaiku. Aku juga sangat mencintainya.” Balasku keluar dari topik pembicaraan.

Tiba- tiba ponsel Hyukkie berdering dan dia langsung mengangkatnya. Dari ucapannya, aku tau yang menghubunginya adalah Donghae oppa. Sekali kulirik ke arah ponselku yang sunyi. Dia selalu sibuk bahkan sangat jarang mengirimiku pesan.

Choi Siwon…

.

“Nae, umma… Ini aku sedang menuju halte bus.” Ucapku di telepon. Sudah jam delapan dan aku baru pulang sedangkan dirumah appa dan umma sudah pulang duluan. Kyuhyun benar- benar kabur ke apartemen Yesung oppa.

Kalau begitu hati- hati. Sampai nanti, chagi..” Ucap umma sambil mematikan sambungan telepon antara kami.

Aku langsung menutup flat ponselku. Sampai jam segini dia tak mengirimiku pesan. Bertanya apa yang sedang kulakukan saja tidak. Dasar namja dingin itu! Dia tak pernah berubah sama sekali.

Huff.. Tapi kami berdua sama saja. Padahal sudah berpacaran selama ini, tapi tetap saja hubungannya datar- datar seperti ini.

SRAATT! Tiba- tiba mobil BMW berwarna biru berhenti tepat di depanku.

Kaca mobil itu terbuka dan kulihat Siwon menundukkan kepalanya agar terlihat olehku. “Kibummie, masuk.”

Kenapa dia bisa tahu aku disini?

“Udara di luar sangat dingin. Cepatlah.” Ucapnya lagi.

Aku langsung masuk ke mobilnya dan duduk di samping tempatnya mengemudi. “Kenapa kau tahu aku ada disini?”

Siwon mulai menjalankan mobilnya, suasana sekelilingku langsung hangat. “Tadi Hyukjae mengirimiku pesan.” Dia melirik kearahku sekali lalu kembali fokus ke jalanan. “Kenapa tak bilang kalau sedang keluar, biar tadi aku jemput. Kalau Hyukjae tak bilang, mungkin kau tak akan cerita.”

Aku diam menatap ke jalan. “Kukira kau sedang sibuk. Aku tak mau mengganggu.”

“Hanya itu?”

“Hanya itu apanya?” Aku menoleh menatap Siwon.

“Hanya itu alasan yang bisa kau ucapkan?” Senyum kecil tersungging si sudut bibirnya. Sekali namja itu menoleh dan tersenyum lembut menatapku. “Sekalipun sedang sibuk, kalau kau minta kujemput pasti akan kujemput, chagi.”

Aku tersenyum menatapnya. Kadang dia menjadi orang yang kelihatan sangat dingin, tapi beberapa saat kemudian dia juga bisa menjadi pribadi yang sangat hangat kalau menatapku.

“Aku hanya tak ingin merepotkanmu.” Gumamku.

Siwon hanya membalas dengan gumaman kecil lalu tiba- tiba ponselnya berdering. Dia langsung mengangkatnya. “Yeoboseyo. Ah, nae.”

Aku melirik kearahnya. Nugu? Apa dari kantornya?

Matanya melirik kearahku sekali. “Ngh.. Aku sendirian.”

DEGH! Se-sendirian? Aku langsung menatap lurus kedepan. Jantungku berdegup kencang dan rasanya sesak. Kenapa dia berbohong? Saat ini kan dia bersamaku. Siapa yang meneleponnya itu?

“Ya, aku akan segera kesana. Baik. Hmm… Sampai nanti.” Siwon langsung melepas headset yang tadi dipakainya. “Mian tadi aku bilang aku sedang sendirian. Kau pasti kaget.”

“Nu-nuguya?” Tanyaku gugup. “Apa itu seorang yeojya?”

“Begitulah.” Jawabnya enteng. Dan tentu saja kata- kata itu langsung membungkam mulutku. Aku mematung shock disisinya.

Melihat ekspresiku, Siwon langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatapku heran. “Kau tidak cemburu, kan?”

Mana mungkin aku tak cemburu kalau kekasihku ditelepon oleh seorang yeojya?! Sudah lagi dia berbohong kepada yeojya itu! Seharusnya dia bilang kalau sedang bersama dengan keksihnya, kan?!

Mataku langsung terasa panas.

“Itu tadi Jiwon.” Siwon terkekeh pelan.

Eungh? Jiwon? Dongsaengnya?

Siwon langsung mengusap wajahku dan memaksaku untuk menatapnya, namja itu tersenyum. “Ada beberapa hal dirumah yang masih belum bisa kujelaskan sekarang. Kalau tadi Jiwon tahu aku sedang bersamamu, dia pasti akan memaksa bicara, karena itu aku berbohong.”

“Kenapa dia ingin bicara denganku?” Tanyaku keheranan.

Tangannya bergerak mengusap rambutku. “Mungkin ada yang ingin dia katakan, aku juga tak tahu.”

Aku langsung menghela nafas lega mendengar penjelasannya. Kalau memang tadi itu Jiwon, searusnya dia bilang saja. Ah tapi kan aku juga yang salah. Aku bertanya siapa yang menghubunginya, apa yeojya? Tentu saja dia jawab yeojya.

“Aku tak mungkin berselingkuh, pabbo.” Gumamnya lagi. “Meski kita jarang bertemu atau berkirim kabar, tapi kau harus percaya padaku.”

Aku mengangguk. “Mian.” Ucapku perlahan. “Belakangan ini aku gampang berpikiran buruk.”

“Gwaenchana.” Perlahan dia bergerak maju mendekatiku. Aku yang paham dengan apa yang mau dilakukannya, jadi aku langsung memejamkan mataku perlahan. Beberapa saat kemudian, bibirnya menyentuh bibirku lembut.

Aku memang sangat mencintaimu, Choi Siwon. Jadi aku akan selalu mempercayaimu.

0o0o0o0o0o0o0

Hari ini tiba- tiba Siwon mengajakku jalan- jalan. Sudah lama sekali kami tak berkencan, akhirnya dia punya waktu juga untuk mengajakku kencan. Suasana kota Seoul sudah dipenuhi dengan hiasan natal, sebentar lagi kan natal.

“Lama menunggu?”

Aku langsung menoleh saat kulihat namja itu sudah berdiri disisiku di halte bus. Kami lebih suka naik bus kalau mau kencan ke tempat yang masih di dalam Seoul. Aku langsung merangkul lengan kekarnya. “Sekitar lima belas menit yang lalu.” Jawabku jujur.

Siwon tertawa kecil. “Mian. Tadi ada beberapa urusan pekerjaan yang harus kuselesaikan.”

Kami langsung naik ke bus yang berhenti di halte. Hari ini dia ingin berjalan- jalan ke Seol tower atau banyak orang yang masih menyebutnya Namsan tower. Tempat paling indah di kota Seoul ini.

Butuh waktu sekitar satu jam untuk sampai kesana dengan kendaraan umum. Tapi karena jalan dengan orang yang dicintai, pastinya tak terasa lelah, kan? Hanya saja ada kegiatannya yang membuatku risih. Dia sibuk dengan ponselnya.

“Apa benar kau tidak sibuk?” Tanyaku saat kami tengah berada di dalam Namsan dan melihat pemandangan di luar sana dengan sebuah teropong. Serasa melihat seluruh kota Seoul dari tempat ini. Sangat hebat.

“Nae.” Jawabnya singkat.

Aku langsung menatap kearahnya. Satu tangannya tengah sibuk dengan ponselnya dan mengetik pesan dengan cepat. “Kenapa? Ada masalah?” Tanyaku perlahan akhirnya.

Namja itu langsung menutup flat ponselnya dan menatapku. “Aniya.” Dia mencoba tersenyum kepadaku, tapi ada yang aneh dimatanya. Dia menyembunyikan sesuatu dariku. “Kau mau makan siang sekarang?” Tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“Kalau memang ada masalah yang harus diselesaikan, aku tak apa, kok.” Aku masih bersikeras menanyakan hal itu.

Siwon langsung menarik tanganku dan memasukannya ke saku mantelnya. “Siang ini sepertinya enak kalau makan sesuatu yang hangat. Semakin dekat natal, semakin dingin. Sepertinya semakin dewasa, aku jadi semakin tak tahan dengan dingin.”

Semakin dia mengalihkan pembicaraan aku semakin penasaran!

Aku langsung menarik tanganku dan dia menatapku diam. “Kibummie?”

“Ceritakan padaku apa yang terjadi. Sebenarnya bukan tadi saja, kan? Sejak tadi di bus kau juga sibuk dengan ponselmu. Apa yang sedang kau lakukan? Setidaknya beri tahu aku! Kau saling berkirim pesan dengan seorang yeojya, kah? Makanya diam- diam begitu dan tak mau cerita?!” Mataku kembali terasa panas.

Siwon langsung menatapku datar. Diambil ponselnya dan dengan cepat dia mencabut baterai ponselnya dan ponsel itu langsung mati. “Kalau seperti ini, kau sudah puas, kan? Apa perlu kubanting ponselku juga?” Tanyanya dingin.

DEGH! Nafasku seakan terhenti saat itu juga. Tak kusangka dia akan bersikap sedingin itu. Apa susahnya mengatakan semuanya kepadaku?

“Kau… Keterlaluan.” Kugigit bibir bawahku menahan tangis. Air mataku sudah menetes. Aku langsung berlari meninggalkannya dari tempat itu. Tak kudengar dia memanggilku, jadi aku langsung masuk ke dalam lift.

Air mataku semakin deras.

Kenapa harus bertengkar? Padahal sudah lama sekali kami tak bersama seperti ini? Kenapa pula emosiku sangat mudah naik belakangan ini? Seharusnya aku kan tidak seperti ini. Dia pasti marah sekali sampai tak mau mengejarku.

Aiish…

Aku berjalan lemah keluar dari lift dan langsung keluar dari gedung itu. Kutatap keatas untuk melihat puncak menara itu. Kalau seperti ini terus hubungan kami akan bertahan sampai mana? Selalu saja seperti ini.

Ponselku langsung berdering. Aku menatap nomor yang terpampang. Choi Jiwon.

Kutarik nafasku sebelum menjawab teleponnya. “Yeoboseyo?”

Eonnie!” Yeojya itu berseru cepat. “Apa kau bersama dengan oppa? Aku mau meneleponnya tapi ponselnya tak aktif, dia tidak membalas pesanku, jadi aku khawatir.

Eh? Jadi yang tadi mengiriminya pesan itu Jiwon?

“A-aku… Aku belum bertemu dengannya hari ini.”Aku berbohong. “Memangnya kenapa? Apa sesuatu terjadi?”

Jiwon menghela nafas. “Jadi oppa masih belum cerita padamu, eonnie?

“Ce-cerita apa?” Jantungku langsung berdegup kencang menunggu jawaban Jiwon.

Awal tahun nanti aku akan kuliah di Kanada. Dan oppa juga akan ikut karena dia harus mengurus tentang perusahaan cabang keluarga kami yang ada di Kanada.

JEGERR! Mendengarnya, aku seperti disambar petir. Tubuhku kaku.

Kami akan tinggal disana kurang lebih lima tahun. Sudah kusuruh dia mengatakannya kepadamu, tapi sampai sekarang aku rasa dia belum bilang. Padahal oppa sudah janji akan segera mengatakannya kepadamu. Sudah sering kuingatkan, tapi dia hanya diam.

Air mataku kembali mengalir. Kanada? Lima tahun? Lalu bagaimana denganku?

Tanganku terkulai lemas. Kubiarkan ponselku masih tersambung dengan Jiwon tanpa kuputuskan dulu.

BRUKH! Kakiku tak sanggup lagi menopang tubuhku. Kupejamkan mataku kuat- kuat, berharap ini semua mimpi. Tapi… Ini nyata.

Apa kami akan berpisah? Apa hubungan ini sebaiknya berakhir saja?

0o0o0o0o0o0o0o0

“Kau kenapa, Kibum? Bertengkar dengan Siwon, ya?” Heechul eonnie menepuk bahuku sambil duduk di sampingku dan memperhatikan Taemin yang sibuk dengan Kyuhyun di dapur. Yeojya cantik itu menoleh menatapku. “Umma bilang beberapa hari ini kau murung.”

Aku menggeleng. “Aku hanya sedang sibuk dengan beberapa tugas perkuliahanku. Jadi pengajar bukan hal yang menyenangkan. Seperti yang aku bilang, aku kan menambah satu mata kuliah lagi.”

“Sudah kubilang kau tak usah bekerja di universitas begitu, mengajar para mahasiswa baru itu kan merepotkan.” Gumamnya. “Lebih baik kau ikut Wookie mengembangkan bisnis rumah makannya saja. Kau cukup mengenal teman- teman Wookie juga, kan?”

Aku menggeleng lagi. “Aku ingin serius dengan kegiatanku saat ini, eonnie.” Aku berdiri dan berjalan meninggalkan Heechul eonnie masuk ke kamarku.

Sudah hampir satu minggu ini aku tak berinteraksi dengan Siwon. Dia sering menghubungiku atau langsung datang kesini. Tapi aku tak mau bertemu dengannya. Aku tengah memperbaiki perasaanku yang kacau karena ucapan Jiwon waktu itu.

Yang benar saja. Kenapa dia tak mengatakannya kepadaku? Kenapa aku harus mendengarnya dari Jiwon?

TRRRT~ Ponselku kembali bergetar.

Pesan darinya.

Saat ini aku sudah berada di taman di dekat rumahmu.

Pesannya selalu seperti itu. Kalau aku ingat- ingat, saat pertama mengenalnya dulu dia juga pernah seperti ini, kan? Menyuruhku datang ke taman itu tiba- tiba. Apa aku akan menemuinya? Natal masih lima hari lagi, berarti waktuku bertemu dengannya tinggal sepuluh hari.

Diluar sangat dingin, dia mungkin akan menungguku semalaman kalau aku tak datang.

Langsung kutarik mantel putih di pinggiran tempat tidur dan aku langsung berlari keluar kamar. Di depan dapur aku sempat nyaris menabrak Kyuhyun dan Taemin yang sedang membuat kericuhan.

“Noona mau kemana malam- malam?” Tanya Kyuhyun heran melihatku.

Taemin juga menatapku. “Ahjumma, aku ikut!”

“Aniya.” Balasku. “Umma, eonnie, aku mau keluar sebentar!” Seruku buru- buru sambil memakai mantelku dan langsung berlari keluar dari rumah. Malam itu sangat dingin, meski sudah memakai mantel, tetap saja dinginnya menusuk tulang.

Aku segera sampai di taman itu. Kulihat seorang namja tengah duduk di kursi taman sambil sibuk dengan ponselnya. Aku berlari menghampirinya dan berhenti beberapa langkah di depannya.

Dia menengadah menatapku. Lama sekali tak melihatnya.

“Kau datang juga? Aku kira kau akan terlambat, seperti waktu pertama kali aku menyuruhmu ke sini. Kau membuatku menunggu lama.” Dia tersenyum kecil sambil menepuk kursi disisinya, mengisyaratkan padaku untuk duduk.

Aku tetap diam.

Dia menatapku heran. “Tidak mau duduk, ya?” Akhirnya dia berdiri dan berjalan mendekatiku sambil membuka syal putih yang dipakainya, itu syal yang pernah kuberikan tahun lalu sebagai kado natal untuknya.

Dia melingkarkan syal itu kepadaku. “Di cuaca sedingin ini kau keluar hanya dengan sebuah mantel. Dasar ceroboh.”

“Kenapa menyuruhku kesini?” Tanyaku sambil meraih tangannya yang masih mencoba memakaikan syal itu di leherku. Aku menengadah menatap wajahnya yang sudah agak menunduk untuk menatapku. “Kau ingin membicarakan tentang kepergianmu, kan?”

Dia tersenyum tipis. “Saat aku pulang dari Namsan waktu itu, Jiwon langsung berlari menghampiriku dan panik karena kau langsung hilang tiba- tiba saat bicara dengannya. Kau sudah tahu, kan?”

Aku menelan ludah sambil menunduk. “Kenapa tak bilang jauh- jauh hari? Kenapa kau diam saja?” Suaraku gemetar.

Siwon langsung memelukku. “Kau kira aku bisa mengatakannya kepadamu? Ke Kanada selama lima tahun, kau pikir aku bisa meninggalkanmu dengan mudah? Appa sudah mendesakku agar segera bilang, Jiwon juga mengingatkanku karena aku sudah janji akan segera bilang padamu, aku jadi bingung.” Dia mengeratkan pelukannya hati- hati.

“Tapi aku tak mau seperti ini…” Air mataku kembali mengalir. “Kita sudah jarang sekali bertemu, kau sibuk dengan pekerjaanmu dan membiarkanku sendirian. Dan sekarang kau akan pergi meninggalkanku ke luar negeri untuk waktu yang lama? Kau pikir aku bisa bertahan dengan hubungan seperti ini?!” Isakku pilu sambil menangis di dadanya yang bidang.

“Aku tak pernah bilang akan meninggalkanmu.”

Aku langsung diam dan menengadah menatapnya.

Tangannya dengan lembut mengusap rambutku perlahan. “Aku juga tak ingin meninggalkanmu di sini begitu saja.” Dia melepaskan pelukannya dan menyentuh kedua bahuku sambil menyamakan tingginya denganku agar bisa menatapku. “Menikahlah denganku.”

DEGH! Aku membeku mendengarnya.

“Me-menikah?”

“Menikahlah denganku dan ikut ke Kanada bersamaku. Itu yang selama ini kupikirkan, tapi aku ragu untuk mengatakannya kepadamu. Jadi kita tak perlu berpisah, dan orang tuamu juga tak perlu cemas.”

“Ta-tapi kau akan pergi awal tahun, kan?”

“Tepatnya tanggal tiga Januari tahun depan.”

Aku langsung menatapnya tak percaya. “Ma-mana bisa menikah secepat itu? Bagaimana dengan kedua orang tuaku? Aku tak mau meninggalkan keluargaku disini.”

Siwon kembali menarikku. “Kau cukup katakan iya, dan aku yang akan mengurus semuanya. Aku akan menemui orang tuamu saat ini juga untuk melamarmu kalau perlu. Akan kujelaskan semuanya. Aku tak mau pergi tanpamu.”

Tapi… Tapi aku tak mau seperti ini. Aku tak mau kehilangan Siwon, aku juga tak mau meninggalkan orang tuaku. Silahkan bilang aku ini egois dan serakah, tapi mana bisa aku melakukannya!

“Kibummie?”

“A-aku… Izinkan aku bicara dengan orang tuaku dulu.” Bisikku kacau.

Siwon kembali melepaskanku dan tersenyum. “Baiklah kalau itu maumu, aku akan menunggu keputusanmu. Tapi aku tak mau menunggu terlalu lama, saat ini kondisi kita sangat terdesak.”

“Aku tahu.” Jawabku.

0o0o0o0o0o0o0o0

Natal tiga hari lagi, aku masih belum bilang apa- apa pada keluargaku. Aku tak tahu harus bilang apa. Lebih tepatnya aku tak tega bilang padanya. Dalam hatiku, aku sangat ingin menikah dan tak mau berpisah dengan Siwon, tapi kalau dengan begitu aku harus meninggalkan keluargaku, mana bisa?

Masalah ini sama dengan yang dialami Heechul eonnie beberapa tahun saat dia dapat beasiswa belajar keluar negeri, kan? Kalau aku cerita pada umma dan appa, pasti jawabannya tak berbeda jauh.

“Kibummie, kita kehabisan tepung! Bisa tolong belikan?” Wookie eonnie menyembulkan kepalanya dari dapur. “Cake yang kubuat dengan umma kekurangan bahan, nih.”

“Oke.” Jawabku cepat.

Natal akan menjadi acara keluarga. Sejak kemarin Wookie eonnie dan Heechul eonnie selalu ada di rumah untuk mempersiapkan semuanya. Mulai besok appa, Kyuhyun dan Yesung oppa sudah mulai liburan. Sedangkan Hankyung oppa baru bisa libur satu hari menjelang natal nanti. Menurut rencananya juga Sungmin dan Siwon akan bersama dengan kami.

Aku harus segera memberi jawaban kepada Siwon. Waktunya sebentar lagi…

Setelah dari minimarket, aku tak langsung kembali ke rumah. Kakiku justru melangkah menuju taman tempat terakhirku bersama dengan Siwon. Aku duduk di bantalan ayunan sambil meletakkan belanjaanku asal.

Aku harus bagaimana?

Dingin sekali diluar sini. Kalau aku ikut dengannya ke Kanada, aku pasti akan lebih merasa dingin, tanpa adanya kehangatan keluargaku. Tapi ada Siwon disisiku, kan? Tapi dia pasti akan sibuk bekerja. Aku bagaimana? Apa aku akan sendirian disana? Kesepian?

“Kibummie, apa yang kau lakukan disini?!”

Aku langsung mengangkat kepalaku dan melihat appa berlari menghampiriku. Mobilnya diparkir di depan taman. “Appa?”

“Aigoo… Cuaca sedingin ini kau berada di taman.” Appa melirik ke arah belanjaanku. “Kau habis belanja?”

“Aku hanya mampir sebentar, appa.” Ucapku sambil berdiri dan mengambil kantung belanjaku. “Wookie eonnie memintaku membeli tepung, aku baru mau pulang.”

“Kibum, ada apa? Kau sedang ada masalah, kan?”

Aku diam menatap appa. “Masalah?”

“Percuma kau diam. Sejak awal appa dan umma sudah tahu ada yang kau sembunyikan.” Appa langsung mengusap kepalaku lembut. “Hanya saja umma memilih diam karena umma ingin kau bicara duluan. Tak kami sangka, sampai sekarang kau masih diam. Ada hubungannya dengan Choi Siwon?”

Aku kali ini menunduk. Apa ini saatnya aku cerita padanya?

“Sebenarnya, appa…” Aku kembali duduk di ayunan dan menengadah menatap appa.

Appa terdiam menunggu jawabanku.

“Siwon memintaku menikah dengannya.”

“Mwo?” Kedua bola mata appa membulat kaget. “ Dia melamarmu, eh? Ternyata secepat itu. Appa tak menyangka.”

“Tapi…” Suaraku menghilang sejenak. “Awal tahun nanti dia akan pergi ke Kanada selama lima tahun, itu sebabnya dia ingin menikah denganku. Dan dia juga ingin aku ikut dengannya ke Kanada.” Aku menunduk, kedua tanganku mencengkram rantai ayunan itu.

“Kibum…” Appa langsung bersimpuh dihadapanku dan menatap mataku sambil tersenyum. “Jadi itu masalahnya?”

“Appa! Aku akan pergi selama lima tahun meninggalkan kalian.” Mataku kembali terasa panas dan suaraku langsung parau. “Aku tak mau. Aku tak mau pergi. Tapi aku juga tak mau Siwon pergi.” Air mataku menetes lagi. Sepertinya belakangan ini aku selalu menangis.

Appa mengusap pipiku lembut. “Dengarkan aku, Kim Kibum.” Ucapnya lembut.

Aku menatap mata appa.

“Kau tentu sudah paham arti dari ikatan takdir yang mengikat kita semua. Umma-mu pernah menjelaskannya kepada kalian saat Heechul harus pergi meninggalkan kita, jadi appa tak perlu mengulangnya.”

“Lalu?”

“Pernikahan itu pengikat suci dari Tuhan. Kalau kau sangat mencintai Siwon dan tak ingin berpisah dengannya, maka menikahlah dengannya. Hiduplah bahagia dengan namja yang kau cintai.”

“Tapi aku akan pergi. Appa ingin aku pergi?” Suaraku bergetar sedih.

Appa langsung menggeleng sambil kembali berdiri. “Appa tak ingin kau pergi, tapi appa tak berniat menghalangi kebahagaianmu. Ketiga kakakmu sudah menikah, apa kau tak ingin bahagia seperti mereka?”

Aku menunduk lagi. Aku juga ingin bahagia. Tapi kalau kebahagiaanku dibayar dengan kepergian ini? Aku tak rela.

“Sekalipun kau akan pergi setelah menikah nanti, kau akan tetap menjadi bagian keluarga kita. Sekarang ataupun selamanya, kau tetaplah putri appa meski sudah menikah. Jangan halangi kebahagiaanmu hanya karena ketakutan tak berdasar seperti itu. Memang kau akan sulit terbiasa, tapi lama kelamaan kau akan terbiasa. Kau tak bisa selamanya berada disisi kami. Suatu saat kau juga akan melangkah di jalanmu sendiri. Dan jalanmu saat ini adalah, pergi bersama dengan orang yang kau cintai.”

Aku menengadah menatap appa. Air mataku menetes perlahan. “Jadi, appa… Aku boleh menikah?”

“Sudah appa bilang, appa tak akan menghalangi kebahagiaanmu.” Appa langsung memelukku lembut sambil mengusap kepalaku. “Appa sangat ingin melihatmu bahagia, meski dengan begitu kau akan pergi. Itu resiko yang harus dialami semua orang tua di dunia ini.”

Aku menangis pilu dalam pelukan appa. Appa jarang sekali memelukku dan memberiku nasihat seperti ini. Aku tak mau melewatkannya.

“Appa akan bicara dengan umma, umma pasti setuju dengan appa.” Appa melepaskan pelukannya dan menatapku sambil menghapus air mataku. “Saat natal, Siwon harus datang ke rumah dan bicara dengan appa.”

Aku mengangguk sambil mencoba tersenyum. “Gomawo, appa.”

0o0o0o0o0o0o0o0

“MWO?! Noona menikah secepat ini?! Baru beberapa bulan yang lalu Wookie noona yang menikah, kenapa sekarang Kibum noona? Bagaimana dengan aku?!” Kyuhyun menatapku dan Siwon bergantian dengan wajah tak terima.

Sungmin terkekeh melihat kelakuan namja itu. “Kau jangan bersikap kekanakan begitu, Kyuhyun.”

“Aku tak terima! Aku sendirian.” Kyuhyun mengacak rambutnya gusar. “Tega sekali kalian padaku, si magnae ini.”

“Kyu ahjussi norak!” Seru Taemin sambil tertawa melihatnya.

“Ya, bocah! Kau mau mati!”

“Kyuhyun!” Heechul eonnie menjitak kepala magnae itu. “Kalian berdua lebih baik keluar saja, kami mau membicarakan masalah serius disini.” Ucapnya ketus.

Siwon hanya tertawa pelan sambil merangkul pundakku.

“Siwon, kau serius ingin menikahi dongsaengku?” Yesung oppa bertanya serius sambil menatap Siwon.

Namja itu mengangguk mantap. “Kurasa hyung sudah paham semuanya.” Perlahan dia menggenggam tanganku. “Setelah menikah aku akan membawa Kibum ke Kanada. Aku sudah dapat restu dari kedua orang tuaku, sekarang aku ingin keluarga ini juga merestui pernikahan kami.” Dia menunduk dalam dihadapan orang tuaku. Dan kelakukannya membuatku tersentuh.

“Benar- benar namja sejati.” Balas Yesung oppa sambil tersenyum menatapku. “Kibum-ku sangat beruntung mendapatkan namja sepertinya.”

“Salah. Dia yang beruntung karena mendapatkan noona-ku.” Kyuhyun langsung mengoreksi.

“Kau bilang awal tahun kau akan ke Kanada, bagaimana dengan pesta pernikahannya?” Hankyung oppa ikut bertanya.

“Aku sudah mempersiapkan semuanya. Kalau appa dan umma mengizinkan, maka aku ingin mengadakan upacara pernikahan tanggal dua puluh tujuh desember nanti. Aku sudah mempersiapkan semua secara matang. Kibum tak perlu repot lagi.” Jelasnya dengan segera. Siwon langsung menatap appa dan umma. Menunggu jawaban mereka.

Umma berjalan menghampiriku dan duduk disisiku. “Kau bahagia, chagi?”

Aku mengangguk.

Umma tersenyum lembut sambil mengusap tanganku. “Kalau ini adalah kebahagiaanmu, mana mungkin umma menentangnya. Umma tak ingin salah satu dari kalian menderita, tentu umma akan mendukung hal yang akan membahagiakan kalian semua.”

Umma…

Aku langsung memeluk umma. “Umma… Aku sangat menyayangi umma.”

Umma balas memelukku. “Nado, chagiya.” Gumamnya lembut. “Sudah waktunya kau pergi menemukan kebahagiaanmu sendiri. Umma akan selalu ada disini kalau kau membutuhkan umma. Umma akan selalu ada dihatimu meski kita terpisah.”

Air mataku mengalir lagi. “Nae. Nae umma. Gomawo.”

“Aku mengizinkan kalian menikah.” Akhirnya appa bicara.

Aku melepaskan pelukan ke umma dan menatap appa. Appa tersenyum kearahku. Aku memang sangat beruntung karena ditempatkan didalam keluarga sehangat ini. Aku yeojya yang paling beruntung karena bisa berada di sisi namja yang kucintai ini. Tuhan, terima kasih.

Siwon langsung berdiri dan membungkuk sembilan puluh derajat. “Kuucapkan terima kasih banyak, appa, umma. Aku berjanji, sedikitpun aku tak akan melukai Kibum. Aku janji aku akan membahagiakannya dan menjaganya seumur hidupku.”

Kutatap Siwon penuh haru. Pandanganku buram tertutup air mata.

“Kau memang harus menjaganya.” Yesung oppa langsung menepuk bahu Siwon. “Aku yang akan mengatakannya menggantikan appa. Kau harus menjaga putri bungu si keluarga kami dengan taruhan nyawamu.”

“Dengan senang hati.” Siwon tersenyum kearahku sambil mengulurkan tangannya. “Aku memang akan menjaganya dengan nyawaku sendiri.”

Perlahan kuraih tangannya dan dengan segera aku tenggelam dalam pelukan hangat namja itu. “Gomawo, Siwonnie… Jeongmal saranghae.”

0o0o0o0o0o0o0o0

“Aishh… Kau cantik sekali, Kibummie!” Hyukkie menatapku tak percaya.

Donghae oppa juga tersenyum disampingnya. “Benar- benar seperti bidadari dengan menggunakan gaun pengantin yang indah. Chukkae yo…”

Aku mengangguk. “Gomawo oppa, Hyukkie. Kalian tak boleh pergi sebelum acaranya selesai, ya.”

“Tentu.” Balas Donghae oppa. “Aku juga harus bicara dengan calon suamimu itu. Dia harus berjanji akan menjagamu dengan baik. Dia kira hanya harus izin pada keluargamu saja, ya?” Godanya.

Hyukkie langsung cemberut mendengar gurauan Donghae oppa. “Ya, Hae. Kau lupa aku ini tunanganmu.”

“Bercanda, chagiya.” Donghae oppa tertawa sambil menepuk pundak Hyukkie.

Hyukkie kembali menatapku. “Tapi kau akan pergi, aku pasti akan kesepian.”

“Aku akan mengirimi pesan, kok. Dan kalau kalian menikah nanti, aku pasti akan datang ke Seoul. Aku tak mungkin tidak datang di acara pernikahan sahabat terbaikku.”

Mata Hyukkie berkaca- kaca. Yeojya itu langsung memelukku. “Aku sangat sayang padamu, Kibum.”

“Kalian, ayo cepat. Acaranya sebentar lagi.” Hankyung oppa masuk ke dalam ruang tungguku.

Donghae oppa langsung keluar dan Sungmin masuk. Hyukkie dan Sungmin yang akan menjadi pengiringku sebelum appa. Kami bertiga berjalan keluar ruang tunggu. Alunan merdu musik pernikahan langsung terdengar. Wookie eonnie yang memainkannya untukku.

Aku menggandeng lengan appa. Kami berdua berjalan ke hadapan altar. Siwon tengah tersenyum menatapku. Dia mengenakan kemeja putih bersih. Sangat tampan. Karangan bunga yang kubawa ini, karangan bunga yang dulu diberikan Wookie eonnie kepadaku.

Siwon membungkuk dihadapan appa sebelum menuntunku naik ke altar pernikahan. Kini kami berdua berdiri menghadap Tuhan.

Pendeta membacakan berkat kepada kami semua dengan khidmat. Lagi- lagi mataku mulai panas, aku tak boleh menangis dulu.

“Choi Siwon, apa kau bersedia menerima Kim Kibum sebagai pendampingmu apa adanya dan menjaga juga menyayanginya seumur hidupmu meski apapun yang terjadi?”

“Aku bersedia.” Satu jawaban Siwon membuat jantungku berdegup kencang.

“Dan kau Kim Kibum, bersediakah kau menerima Choi Siwon sebagai pendampingmu apa adanya dan setia bersamanya juga menyayanginya seumur hidupmu meski apapun yang terjadi?”

Aku menarik nafas sejenak. “Aku bersedia.” Jawabku lancar.

Pendeta itu kembali membacakan berkat. “Maka kulingkarkan kalian berdua di dalam ikatan suci sebuah penikahan. Semoga kalian diberkati.” Ucapnya terakhir.

Siwon langsung berdiri kearahku dan kami saling berhadapan. Diambilnya cincin dalam kotak dan dia melingkarkan cincin itu di jari manisku. Aku juga melakukan hal yang sama di jari tangannya. Kami sudah resmi menikah.

Siwon perlahan membuka cadar pernikahan yang menutupi wajahku. Dia tersenyum sempurna.

“Saranghae, Kibum.”

“Nado.” Balasku lembut sebelum kami berdua berciuman di hadapan semuanya. Siwon langsung memelukku lembut. Ya, aku akan selalu berada disisimu, dan meski terpisah jauh, keluargaku akan tetap berada dalam hatiku.

Aku berjanji.

.

.

“Aigooo~ Pernikahan yang sangat indah!” Sungmin menatap Kibum bahagia. “Kibum benar- benar mengagumkan.”

Yeojya itu tertawa kecil sambil berjalan kearah Sungmin. “Ini karangan bunga yang dititipkan Heechul eonnie saat menjebak Wookie eonnie, lalu Wookie eonnie menyerahkannya kepadaku, ini saatnya kuserahkan karangan ini kepadamu.”

Sungmin menatap Kibum kaget. “Jeongmal?”

Kibum mengangguk sambil menoleh kearah Kyuhyun. “Semoga kau juga akan segera mendapatkan kebahagiaanmu, magnae.”

Kyuhyun hanya tersenyum dan langsung memeluk Kibum. “Nae, noona. Gomawo doanya.”

.

.

~Fin~

===============================================================================

a/n ::

HUEEHH! aq merasa sangat ceroboh!

terima kasih buat beberapa readers yg mengoreksi kecerobohanku itu..

YAITU, tentang usia Taemin dan usia mereka semua.. di story sebelumnya memberikan kesan atau mungkin memang dicertakan Kibum, Kyu dan Wookie itu masih kuliah, kan? Oke! Kita rubah semua pemikiran itu di cerita ini. Anggaplah ketiga orang itu sebenarnya sudah bekerja!

Seperti yg dikatakan bbrapa readers, usia Taemin kan sepuluh tahun, mereka nggak mungkin masih sekolah. jadi disini mereka diceritakan sudah bekerja semuanya! Fyuuh~ aq bener2 berterima kasih ke kalian semua, yaa~

kumohon terus bantu aku dalam mengoreksi crta ini juga~ *bow 9O-degree*

.

dan maaf karena Sibum lama publish.. semoga readers suka~😀

gomawo~

 

35 thoughts on “(Second Story) Kim Family Series 3 // A Christmas Wedding // SiBum

  1. Siwon gentle abis ya… Lelaki bgt dh pkokny choi siwon…
    B’arti abis ni Kyumin… Can’t wait… ^.^
    Oww ya bikin side story wat Haehyuk dnk, pasti seru…
    Penasaran jga klanjutan hub mrka…🙂

  2. Thena-chan akhrny update juga yipppieeee*jingkrak2 smbl meluk Ncung Chagidibacok*yoossshhh lah next KyuMin kan dtunggu aja deh thena chan update kilatz yow*ngunciin Ncung chagi sma thena dikamar biar thena semangat nulis ffnya :)*

  3. kyaaaaaaaaaa

    siwom oppa sibuk, kasihan kibum,,,

    wewww
    Ada yang saah eon, kat ‘si’ mustinya ‘di’ kan??

    trus ‘seol’ mustinya ‘seoul’ kan? >_<

    hehehe

    tapi kesalahan itu tertutupi oleh cerita yang amat sangat MENARIK dan huwaaaaaaaaa
    mengharukan,,,
    sekarang saeng tunggu KYUMINnya…
    hahahaha
    <<mutar lagu A-Cha lagiiiiiiiiiii

  4. SIBUM update. .
    Yosh. . .
    Oh so sweet menikah pas natal. . .
    Hihihi
    melas bnget si magnae tgal sendiri. .
    Haha
    part slanjutnya kyumin yah. .
    Jangan lama2. .
    Wookieh un. .
    Haha

  5. Aigooooooooooooooooooooooooooooooo
    THHHHHEEENNNNNNNNAAAAAAAAAAA DAEBAK DAEBAK DAEBAK DAEBAK DAEBAK CHAGI ^^

    Hiks..hiks.. ampe nangis deh aq bacax so sweeett the,
    Chukkae bwt keluarga baru Siwon n Kibum
    Siwon oppa jaga kibum noona dg baik yahh
    Kyuppa cepetan deh nikahi umin.. semoga kalian berdua bahagia yahh
    semoga semuanya bisa hidup bhgia selama2nyaa

    lanjutnya apa nih the??? Kyumin yah???
    oya baidewei Hanchul gak di bikinin yah??

    ~Princess Evilkyu

  6. Akhirnya couple favoritku muncul jg. Senang bgt…
    Aq nggak berhenti senyum bacanya mulai dari Siwon lamar Kibum smpe critanya abis.
    Bgus bgt chingu…
    D tnggu chapter dpan…

  7. Whaaa. . .
    Hidup SIBUM!!
    Kyaaa. . .
    0nnie. . .
    Bkin squelx. . .
    Bkin SiBum pas blik dri kanada bwa baby!!
    #Taena 0nnie_cpa l0e nyuruh”!
    *pundung

    Waah. . .
    Kren. . .
    Biasax Kibumppa yg dingin gntian skrng Siw0nppa yg dingin. . .

    Tpi kren. . .
    Ahhh!

    #prasan dri tdi gw jejeritan mulu!#b0d0 ah!

    Kyyyaaaaaa! *treak pke t0a!#d’bkar msa!

  8. SIBUUUUMMM…
    Aigoo siwon emang gentleman sejati gyaaa…>o<..

    Tak kira mereka bakalan berantem hebat..ternyata..
    Fiuuuhh…

    Thena next chap kyuminnya jangan lamalama ne..^^

  9. eon, eon, thena eonnie #ketok2

    O.o ciye2, kibum cemburu, tnyta org stnang dy isa cemburu jg, ma dongsaeng nya wonwon lg. . :’D

    Hmm,, saya tetap mnunggu hanchul pas bkin taemin,, ngintip dikit bolehkan.. Kkk~ #diusir koko han gara2 ganggu

    manusia pasti ada salah spt author memang tdk isa lpas dri typo

    Hwaiting, waiting for next story🙂

    annyeong… #lambai2

  10. Siwonie ngebawa kabur kibummie ke kanadaaaaa *buagh
    Huaa kasian kibum harus pisah ama kluarga kim, tp itu s0lusi yg bgus sich.
    Lbh baik nikah dan pergi bersama daripada ga’ nikah n’ siwon pergi sendiri.

    Waaaah,
    smua.nya udah pada nikah..
    Satu persatu kim family akhir.nya hbs. *emang makanan?*
    tinggal si magnae nich yg masih tersisa di kim family. Dan pasti.ny ga’ lama lagi bakal nyusul nikah juga..

    Lanjut couple selanjt.ny e0n..

  11. Thena onnie~ *tereak dulu ah…

    Cerita.a bnr2 mengharukan, ht qu bnr2 tersentuh…
    Youngwoon appa bnr2 bijak, jungsoo umma jga bnr2 berhati malaikat, seneng deh baca ff ini….

    I will wait the next story…
    Tp jgn kelamaan publis.a ya onn…..
    Hwaiting….🙂

  12. yeay…SiBum nikah … Si evil tnggal ndiri …#d’getok kyu
    eon, sibum srng kbagian pas natal ya ..kkk

    oke, eon ttp smgat yak.. Toto tnggu kyumin’a ya …😉

  13. Sibum bgs…won2 km romantis bgt..,sibum bakal ke kanada selama 5 thn..T.T,hihi..nanti kalau kyumin nikah sibum bakal balik lg dong..balik udah punya anak y..hihi..
    Yey..selanjutnya kyumin y..di tunggu kyuminnya,kalau bisa jangan lama2 y onn..*di tabok*

  14. Annyeong eonn, saya numpang baca n kasih koment,,,,!!

    Uwoww, bener dehh….
    Kagak nyangka si Kibum bakal cembru brutal (?) ma Siwon, ma adek ny pula lagi, ckckck,,,

    dr Kim Family series 1 smpe nih, baru saya liat Appa Kangin kasih masukan k anak nya selain Umma Eteuk…

    Daebak deh eonn, Siwon bener2 gentle n dewasa…
    Beda bgt ma Yesung yang suka cmburu brutal (?).
    #d gmpar Yeppa.

    Ok, pokok ny keep fighting n Keep writing eonn…!!

    _Fye_

  15. Kyaaaa, sibum. Sepertinya hari ini q bnyk sekali menemukan ff sibum, senangnya😄

    Kanada? 5 tahun? Balik2 bwa anak tuh :p
    Ka thena sibumnya romantis bgtttt😄

    Keep writing n Hwaiting🙂

  16. Siwoon sosweet bangetluu *,*
    Oke bgtdeh eonni yg ini! Tapi eonni, judulnya kan christmas wedding, tapi kesan pernikahan natalnya kurangg.
    Hemhemm gasabar pernikahan haehyuuk. Mereka jadi special story ya eonni? Berikutnya kyumin ya? Aigoo jadi banyak nanya. Buruan lanjut eonni!
    Ps: maap eonni! Waktu itu habis baca lupa komen wkwk jadi baru sekarang

  17. ponaaaaaaaaaaaaaaaa… berapa words pon??? kok jumma bacanya cuman bentar, maksudnya gak lama kayak biasanya gitu…#plakkk

    gak kerasa christmas weddingnya pon.

    keep writing ponaaaaaaaaaaa😀. ditunggu selanjutnya🙂 .

  18. kyaaaaa!!!! Eonn cocweeeetttttttt*jngkrak2*
    Wonppa gentle bgtttt jd irii q 5 Bummie~
    mmmmm tp hbis ni msh lnjuut kan Eonn?? kan kyu blum n Appa Umma jg blum….
    kkkkk~ rasax Youngwoon jd lmbuut n baiiiikkk bgt gg prcaya niihh*dtampol*

    mmm Yewook dsni lom pux baby yy? hyaaaa Yeppa bijak amat siihh kata2x???
    hahahaha ksian jga si kyu2 pra Hyung n Noonax dah pada nikah siihh :Pm*sni nikah 5 q ja**plakk*

    ni crtax skrg couplean yy Eonn?? dah gg 1 org 1 gtu???

    HWAITIING eonn😀

  19. Mian. Titlenya A Christmas Wedding tapi ngga kerasa feel natalnya nih, Tae..😐

    Soal Taetaem itu, dia umur 10 taun toh? Kirain baru 4 atw 5 taunan.. terlalu fokus ke yewook-nya nih jadi gak nyadar juga. =____=”

    Kirain Siwon pasang tampang keruh tiap kali dpt sms tuh gara2 didesak Appanya buat cepet putus sama Kibum trus nikah ama yeoja pilihan ortunya.. Eh, ternyata…… Malah disuruh buru2 nikah!😄
    next story KyuMin? Wuooo…. Si Magnae mau nikah juga? *ngernyit ga percaya* xD

  20. kyaaaa….
    sweet bgt eon…
    bummie ke Kanada ??? balik k rmah sndri dong ?

    next story kyumin y eon??
    ak tnggu eon…

    slalu ak ucapin jeongmal gomawo buat kerelaan plsany eon🙂
    *hug eonni

  21. Akhirnya di post juga, ga sabar nunggunya nih. Mmm… manis seperti biasanya. Kibum n Kyu kasihan ditinggal ama kakak2nya. Kibum beneran ga suka terbuka tentang perasannya ya. Tp, emang begitu sifanya.

    Nyempil juga HaeHyuk-nya, n mereka udah tunangan, kisah mereka kira2 nanti seperti apa ya?? Siwon gentle nya ga main2, meski ada dinginnya juga. Agak ngeri juga waktu Siwon marah ma Kibum heheheheh….

    Ngelamarnya ga ada basa basi nya, tp tetep aja ga bisa nahan. Gw juga pengen dilamar ama Siwon (curcol). Nikahnya natal, daebak. Kesannya mereka banget.

    Pst… chap depan bagiannya KyuMin ya. Reques nih, sekali2 Kyu dong yang dibuat cemburu n marah karena Sungmin deket ama namja lain. Biar ga cuek2 lagi.

    Salam,

    Elle

  22. Sibum nikah!brati bentar lg kyumin yeee……😀 *mian ak kyumin shipper akut
    Terharu baca kata2 kangin appa,bnr2 appa idaman smua ank d dunia,n teuki umma jg the best 🙂
    Keep writing thena!gak sbr nunggu chap kyumin😉

  23. eonnie..
    beruntung bgt si kibum bsa dptn siwon yg gentleman gto
    n bruntung jga si siwon dptn kibum yg cntik bgt..

    akhr’a sibum nikah, v ksian jga ya hrs tpish dri kluarga’a
    kra” ksepian ga ya, kibum di kanada??

    huwaaa….
    kyu cpt” nyusul sana,, biar kaga ksepian drmh..
    hehe^^

  24. mian br sempet baca unnie…
    fiuh… q kira siwon selingkuh… untung nggak… hehehe
    nikah’a tanggal 27 Desember? tanggal favorit q… #plak *gapenting*
    kasihan jaga kyu ditinggal kakak2nya… sana nyusul… hehehe
    ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s