Sketch Of Love (2/2) // Yesung-Key-OC

Sketch Of Love (part 2)

Chara :: Kim Yesung, Kim Kibum/Key, Kim Taena

Rated :: K

Genre :: Brothership/Romance

.

~Key pov~

Aku memilih diam di kamarku. Rasanya cuaca malam ini juga nggak terlalu baik untuk keluar. Mau menghubungi Taena, aku nggak bisa. Karena kejadian malam itu aku nggak bisa menemuinya. Aku malu pada diriku sendiri.. Aku marah, kecewa dan hancur. Terluka juga sakit hati. Karenanya.. Aku memilih menyendiri..

Apa aku harus jujur padanya?

Harus!

Dia harus tahu kalau Yesung hyung menyukainya. Dia juga harus tahu kalau aku juga sama. Tapi.. Aku nggak mau dia bersama Yesung hyung. Silahkan bilang aku egois! Tapi itulah aku..

“ Key..”

Aku menoleh dengan cepat. Aku kenal suaranya. Kulihat Taena berdiri di ambang pintu kamarku dengan tatapan aneh. Waeyo?

“ Taena?”

“ Apa kau memberikan suratku pada Yesung oppa, Key?”

Degh! Aku menelan ludah kecut. Jantungku berdegup keras. Mungkinkah dia sudah tahu?

Taena menatapku datar dan tangannya terangkat. Ia memegang secarik kertas. Omona! Itu surat Taena. Dia menemukannya!

“ Taena..”

“ Kau nggak menyerahkannya..Wajar aja kalau Yesung oppa nggak datang malam itu. Yesung oppa tidur. Dia juga kaget saat kukatakan soal ini. Wae Key!” Dia menatapku marah. Matanya berkaca. Dia kecewa…

Aku menunduk. Rasanya aku nggak bisa beralasan lagi..

“ Aku tahu mungkin Key nggak suka kalau aku menyukai Yesung oppa! Tapi seharusnya Key bilang terus terang.. Kalau sebenarnya selama ini Key juga kesal padaku juga bilang aja. Nggak harus begini caranya!”

“ Hentikan!” Aku ikut berseru. “ Kau nggak tahu!”

Dengan satu gerakan kutarik tangan Taena dan menjatuhkannya ke tempat tidur. Aku mengunci gerakannya. Tatapan yeojya itu berubah panik. Tapi kemarahan masih terlihat di balik sorot matanya.

“ Kau nggak tahu apa- apa tentang perasaanku..”

“ Key.. Lepaskan aku!”

“ Ani! Selama ini aku berusaha bersabar dan bersikap lembut padamu.. Tapi kau tetap nggak menyadarinya! Apa perlu aku memakai cara kasar agar kau paham kalau aku mencintaimu! Apa perlu Kim Taena!”

“ Kim Kibum!”

Brugh! Aku tersentak saat kurasakan Yesung hyung menarik bahuku dan mendorongku hingga menabrak meja belajarku. Appa dan eomma nggak ada dirumah.. Untungnya.

Kutatap hyungku shock. Dia langsung menarik Taena bangun dan memeluknya.

“ Hyung…”

Yesung hyung menatapku marah. “ Jangan sentuh dia lebih lagi dari ini, Kim Kibum! Taena yeojya chinguku!”

Kalimat itu bagaikan mengoyak tubuhku. Aku menatap kedua orang itu nggak percaya. Tubuhku agak gemetar dan aku menggenggam tanganku erat. “ A-apa? Hyung bilang apa..?”

Yesung hyung mengeratkan pelukannya. “ Dia yeojya chinguku. Jika kau menyentuhnya lebih jauh lagi, aku nggak akan memaafkanmu meski kau adikku.” Yesung hyung menarik Taena keluar dari kamarku.

Brugh! Aku menjatuhkan diriku terduduk di lantai.

“ Mereka.. Pacaran..?”

Kim Kibum.. Kau.. Apa ini balasan karena kau membohonginya kemarin? Aiish..! Aku nggak mau! Aku nggak bisa menerima hal ini! Aku harus melakukan sesuatu..

Aku bangun dan berjalan keluar kamar. Aku tahu mereka pasti marah padaku, tapi aku harus menanyakan semua. Aku nggak mau ini ter_

Aku mematung.

Menatap kedalam kamar Yesung hyung yang nggak terkunci.

Membisu..

Hancur sudah.. Memang yang mereka katakan itu benar. Hatiku remuk.. Terluka.. Saat kulihat Yesung hyung tengah mencium yeojya itu dan Taena membalasnya. Konyol.. Kau nggak boleh menangis! Kau namja dan nggak boleh menangis..

Tapi rasa sakit ini..

Aiish! Sial!

~Key pov end~

0o0o0o0o0o0

Suasana mereka berubah. Yesung boleh bahagia bersama dengan Taena. Tapi nggak buat Key. Dia semakin terluka, karena pasalnya Taena nggak mau bicara dengannya. Wajar aja kalau yeojya itu kecewa berat. Key nggak menyalahkannya. Yang membuat Key semakin terluka adalah melihat hyungnya dan yeojya yang dicintainya kini bersama.

Nggak ada yang lebih buruk dari itu.. Sampai sekarang, saat Yesung sudah akan lulus dari SMA. Hubungan mereka masih kacau.

Sebenarnya Taena ingin berbaikan dengan Key, tapi Key selalu menatapnya dengan penuh tatapan terluka dan itu membuat Taena nggak sanggup memulai pembicaraan dengan sahabatnya itu. Dan itupun yang ada dipihak Key, berulang kali namja itu selalu berpikir ingin berbaikan dengan Taena, tapi karena perasaan bersalah dia nggak sanggup bicara dengan Taena. Dan Yesung, sebagai pihak tengah juga subjek penyebab kedua anak itu berjauhan.. Hanya bisa pasrah.

Sampai akhirnya Key memutuskan sesuatu.. Pilihan yang cukup berat..

.

Key menggoreskan warna hijau ke kanvasnya.

“ Kibum..”

Namja itu menghentikan aktivitasnya saat melihat appa dan eommanya masuk ke dalam kamarnya. Sebelum kedua orang tuanya masuk lebih dalam Key langsung berjalan ke arah tumpukan lukisan yang sudah jadi dan menutupinya dengan kain.

“ Nae?” Jawab namja itu cepat.

“ Ada yang ingin kami bicarakan.. Soal kepindahanmu ke Los Angels itu..” Mulai Appanya, Kim Youngwoon.

Key diam dan memilih duduk di lantai. “ Wae appa? Ada masalah? Bukankah haelmoni dan haraboji mengizinkanku tinggal bersama mereka selama aku melanjutkan studyku di LA?”

Jungsoo, eomma Key, tersenyum. “ Bukan tentang itu, chagi… Kami hanya ingin memastikan apa kau benar- benar serius belajar di sana? Apa ada alasan lain.. Kita bisa bicarakan ini sebelum pesta kelulusan hyungmu..”

Key menunduk dalam diam. “ Aku serius eomma.. Aku akan melanjutkan studiku ke LA. Hanya setahun sampai aku menamatkan SMA-ku. Aku ingin membenahi perasaanku, dan aku ingin kembali menjadi Kim Kibum yang lebih baik dari sekarang..” Sebuah pengakuan yang sebenarnya dari dalam lubuk hatinya.

Jungsoo mengusap rambut Key lembut. “ Arraseo, chagi.. Eomma nggak berniat melarang atau menahanmu. Kalau kau berpikir jalan ini bisa membuat hatimu lebih baik, eomma pasti akan mendukungmu.  Jadi, lakukan yang terbaik. Arra?”

Key mengangkat wajahnya untuk menatap Jungsoo. “ Nae, eomma.. Arraseo.” Namja itu kini menoleh menatap appanya. “ Appa, gomawo..”

Youngwoon mengangguk. “ Setidaknya, sebelum pergi kau harus menyelesaikan masalahmu disini. Kami tahu hubunganmu sedang agak buruk dengan Yesung dan Taena..”

Key nggak langsung menjawab . Namja it memilih diam sejenak. Tatapan matanya tertuju pada tumpukan lukisannya yang sudah ditutupi kain. “ Nae, appa.. Lalu, aku ingin melakukan sesuatu.. Kuharap appa dan eomma mau mengizinkannya..”

.

~Yesung pov~

“ Los Angels?” Kutatap Key nggak percaya. Aku nggak tahu kalau masalah ini bisa berakibat seperti ini. Key memilih pergi daripada berada di antara kami. Aku tahu dia meski dia nggak mengatakan alasan yang sebenarnya kepadaku.

Key hanya diam sambil membenahi peralatan lukisnya. Sudah beberapa minggu ini dongsaengku lebih suka melukis di kamarnya.

“ Taena.. Sudah kau kabari?”

Key diam.

“ Kalau aku baru tahu hari ini, kurasa kau belum menceritakannya kepada Taena kan?”

“ Nae, hyung.. Mungkin nanti..” Jawabnya sekenanya sambil meletakkan cat minyak ke meja belajarnya. Key menatapku sambil tersenyum datar. “ Aku sendiri nggak yakin apa akan mengatakannya atau nggak.. Tapi kalau ternyata aku nggak bilang, kuharap hyung mau menjaganya untukku.”

“ Kibum..”

Kali ini Key menatap lurus keluar jendela kamarnya. “ Selama aku berada di LA nanti, aku akan belajar menerima hyung. Kurasa dengan nggak melihat kalian dalam waktu yang lama, aku akan melupakan perasaanku padanya. Seenggaknya kuharap begitu..”

Kini aku berjalan mendekati Key. “ Key.. Kutanya sekali lagi.. Kau serius?”

“ Yes, hyung.” Key menatapku datar. Sorot matanya sarat dengan kesedihan.Hyung macam apa aku? Aku membuat dongsaengku sendiri seperti ini.. Aku yang membuat dongsaengku memilih meninggalkan keluarganya. Kenapa aku nggak bisa membiarkannya bahagia? Kenapa aku nggak bisa mengalah untuknya? Dia dongsaengku..

“ Key..” Kupeluk Key hati- hati. “ Mianhae..” Bisikku.

“ Gwaenchana, hyung..”

Aku benar- benar ragu sekarang.. Apakah jalan yang kupilih ini benar..?

~Yesung pov end~

0o0o0o0o0o0

~Taena pov~

“ Gwaenchana oppa.. Aku bisa pergi sendiri.” Ucapku sambil melirik ke kiri dan ke kanan, memastikan kalau jalan sepi dan nggak ada mobil atau motor yang akan menabrakku saat aku menyebrang nanti.

Saat ini aku sedang bicara dengan Yesung oppa.

“ Mianhae.. Aku harus menyiapkan buat perpisahan kelulusan nanti..”

“ Arraseo.. Hwaiting oppa! Annyeong!” Dengan santai aku langsung memutuskan panggilanku kepadanya dan menyimpan ponselku ke saku kemeja sekolahku. Aku melangkah masuk kesebuah toko buku.

Terakhir kesini.. Aku datang bersama Key..

Key.. Sejak pertengkaran kami waktu itu, kami sama sekali nggak bertegur sapa. Sampai sekarang aku masih suka melirik menatapnya. Dia berbeda.. Aku merasa berasalah tiap kali melihatnya.

Kenapa aku bisa nggak sadar kalau Key selama ini mencintaiku?

Aku pasti sudah menyakitinya.. Aku selalu bicara tentang Yesung oppa kepadanya. Sekarang aku tahu kenapa Key bersikap dingin tiap aku membicarakan Yesung oppa kepadanya. Kau yeojya yang keterlaluan Kim Taena..

Aku menarik sketchbook berwarna abu- abu. Kalimat Key dulu kembali teringat.. Abu- abu sama dengan kepribadianku..

“ Lebih cocok yang merah..”

Aku terpaku sejenak. Perlahan dari sudut mataku kulihat sebuah tangan terjulur mengambil sketch book ditanganku dan menggantinya dengan yang merah. Suaranya sangat kukenal.. Tangannya juga, aku tahu siapa dia.

“ Merah warna kesukaan Yesung hyung.”

Aku menoleh perlahan. Kulihat Key tersenyum canggung kepadaku. “ Key kok disini..?”

“ Cat minyakku habis. Nggak sangka malah ketemu kamu disini.” Key mengambil sketch book berwarna merah dan menggandeng tangaku menuju kasir tanpa bicara apapun.

“ Key! Aku mau yang abu- abu..”

Namja itu berhenti dan menatapku. “ Abu- abu udah nggak cocok dengan kepribadianmu.”

Degh! Satu kalimat itu benar- benar menusukku. Key.. Padahal aku sangat senang kalau kau memperlakukanku dengan sangat baik. Nggak ada yang lebih mengenalku daripada Key. Dan sekarang, aku terluka mendengarnya bilang begitu.

Key membayarkan untuk skech book-ku. Kami seakan kembali ke masa lalu dengan keadaan yang seratus persen berbeda. Di halte bus, kami hanya diam. Key masih memegang tangaku, dan aku nggak berani melepaskannya. Aku takut.. Jika aku melepaskannya.. Aku rasa Key akan pergi lagi.

Bus datang dan Key menyuruhku naik duluan. Seperti biasa, aku duduk di dekat pintu. Tapi.. Key berbeda lagi. Dia duduk di bagian belakang bus. Apakah begini? Setelah nggak ada hubungan yang seperti dulu, kita jadi seperti ini? Aku benci atmosfir ini..

Apa yang harus kulakukan agar Key kembali seperti dulu..?

Kami turun di halte bus. Kali ini Key nggak menggandengku, namja itu memilih jalan dibelakangku. Hening.. Nggak ada satupun dari kami yang bicara.

“ Taena..” Setelah beberapa saat Key membuka suara.

Aku menoleh dan berhenti untuk menatapnya.

“ Setelah kenaikan kelas nanti, aku akan pindah ke Los Angles..”

Apa yang dia katakan tadi? Pindah? Setelah kenaikan kelas? LOS ANGLES!

“ Key.. Kkajimael!” Seruku nggak percaya. “ Wae! Kau marah padaku atau Yesung oppa? Key.. Mianhae.. Tapi kau nggak harus menjauh seperti ini. A-aku.. Sudah sangat buruk berdiam diri tanpa bicara dengamu. Dan sekarang.. Kau akan meninggalkanku!” Perlahan air mataku menetes. Kenapa lagi aku menangis? Apa aku sedih karena akan kehilangan sahabatku? Kurasa nggak.. Bukan itu..

Key menatapku kalut. “ Sudah ada Yesung hyung yang akan menjagamu.. Jadi jangan menangis..”

“ Beda!” Kilahku cepat. “ Key.. Jangan seperti ini.. Kau berbeda..”

“ Aku terluka Taena.. Mana ada orang terluka yang masih bisa bersikap sama.” Senyum pahit terlihat jelas diwajahnya. Hatiku semakin tercekat melihatnya. Belum pernah kulihat Ley sepilu ini kalau menatapku. “ Mianhae..”

Kuhapus air mataku sambil menahan isakanku. “ Kibum..”

Key berjalan mendekatiku dan meraih tanganku. Diserahkan padaku kantong berisi sketch book dan sesuatu yang lain. Sebuah kunci. Kutatap Key bingung.

“ Itu kunci pintu kamarku. Suatu saat kalau aku sudah nggak ada di Seoul, kau boleh masuk kedalamnya. Ada sesuatu yang harus kau lihat.. Sekarang pulanglah..” Key mencium keningku lembut sambil mengusap kepalaku. Tubuhnya sedikit gemetar. “ Dan satu lagi.. Maaf karena sejujurnya aku pernah mencuri first kiss-mu.. Selamat malam..” Key melangkah cepat meninggalkanku yang masih terisak di pinggir jalan.

Apa ini yang namanya sakit hati..? Terluka? Berbeda dengan rasa sakit yang kurasakan saat kupikir Yesung oppa nggak menyukaiku dulu. Ini lebih sakit lagi..

Aku menoleh dan yang bisa kutangkap adalah punggung Key yang semakin menjauh. Kim Kibum.. Kau akan semakin menjauh dariku..

~Taena pov end~

.

Hari dimana Key akan pergi ke Los Angels.. Tepat satu hari setelah kelulusan Yesung. Taena memilih nggak mengantar Key dan berdiam diri di kamar. Sedangkan di bandara.. Key juga nggak menunggu kedatangan yeojya itu.. Karena dia tahu Taena nggak akan datang.

“ Dia nggak datang..” Gumam Yesung nggak enak.

“ Aku tahu.” Key memasukkan mengalungkan sebuah kunci di rantai kalungnya dan menatap passport juga tiket pesawatnya. “ Aku harus segera berangkat. Sampai jumpa hyung.. Kuharap hubungan kalian baik- baik aja..”

“ Ne.” Jawab Yesung sekananya.

Key berjalan meninggalkan Yesung yang sekarang berdiri sendirian di bandara menatap kepergiannya. Yesung nggak berharap kalau Key benar- benar akan melupaka Taena.. Tapi Key berharap dia bisa menghilangkan perasaan cintanya pada yeojya itu. Sedangkan subjeknya sendiri..

Hanya bisa menatap kunci pemberian Key sambil terisak dalam.

0o0o0o0o0o0

Beberapa bulan berlalu dengan sangat cepat. Tapi nggak begitu bagi Taena dan Yesung. Justru hari yang mereka lalui kini sangat lama. Yesung kuliah di Incheon university dan mengambil jurusan musik.

“ Oppa.. Aku mau kesana!” Seru Taena sambil berlari turun dari bus. “ Hari ini oppa nggak kuliah kan?”

“ Nae, chagi.. Aku akan menunggumu ya..” Balas Yesung santai.

Taena memutuskan sambungan teleponnya ke Yesung dan berjalan dengan seriang mungkin. Sebenarnya hatinya nggak seriang tatapannya. Taena ragu.. Dia sendiri nggak tahu ragu akan apa.. Tapi pastinya dia ragu.. Entah sejak kapan rasa cintanya ke Yesung memudar perlahan..

Tapi ia selalu menepis pikiran itu. Baginya Yesunglah yang dicintainya.. Dia akan selalu mencintai Yesung..

Namun, sepintar apapun Taena menepis pikirannya itu, kenyataan memang selalu berbeda dengan keinginan. Sampai saat ini kunci yang diberikan Key selalu dibawanya. Dikalungkan di lehernya. Setiap melihat kunci itu ia selalu mengingat Key. Kejam kedengarannya, tapi itulah kenyataannya.

Yeojya itu sampai di rumah Yesung. “ Annyeong oppa!” Sapanya riang.

“ Nae, chagi! Naik aja ke kamarku!” Terdengar balasan dari Yesung dari lantai dua.

Taena langsung melangkah masuk dan naik ke atas tangga. Bagai magnet ajaib, saat berjalan melewati kamar Key, entah kenapa kunci yang selalu bersembunyi dibalik pakaian yeojya itu menyembul keluar.

Taena mematung.

Ditatapnya kamar itu yang terkunci rapat sejak ditinggal pemiliknya.

Sejak Key pergi, Taena sangat ingin masuk ke kamar Key. Tapi ia takut.. Ia takut akan menemukan sesuatu yang membuatnya sakit hati lagi. Ia nggak amu terluka atau melukai siapapun lagi.Tapi setengah tahun sudah berlalu, apa ia akan tetap memalingkan wajah dari kamar itu.

Aniyo! Dia harus masuk dan mencari tahu ada apa di kamar itu..

Perlahan dilepasnya kunci itu dari rantai kalungnya. Taena memasukkan kunci itu dan memutarnya.

Cklek! Kunci terbuka.

Dengan pelan di dorongnya kenop pintu kamar Key. Dan saat pintu terbuka. Yeojya itu terpaku. Kedua bola matanya membulat sempurna sekarang.

.

~Yesung pov~

Kemana dia? Lama sekali.. Kurasa dari lantai bawah ke kamarku nggak butuh waktu sampai lima menit. Tapi sudah hampir sepuuh menit Taena nggak juga kelihatan. Apa dia ke toilet atau ke dapur dulu?

Karena penasaran, aku memutuskan untuk mencarinya.

Begitu keluar dari kamar, tatapanku langsung tertuju pada pintu kamar Key yang kelihatan terbuka. Sudah enam bulan kamar itu tertutup. Apa Taena masuk ke dalam? Bukannya Key membawa kuncinya ke LA?

Aku berlari kecil kearah kamar itu. Dan saat melihat kedalamnya aku terpaku. Terpaku melihat sebuah lukisan ukuran sedang yang di sandarkan di tengah- tengah kamar itu. Lukisan seorang yeojya yang tengah menatap lurus kesamping. Aku kenal wajah itu.. Itu Taena..

Dan objeknya.. Tengah duduk dihadapan lukisan itu dengan tubuh gemetar.

“ Chagiya..?” Aku melangkahkan kakiku masuk ke kamar Key, kamar itu berubah. Sejak kapan Key menatanya jadi sebuah ruang galeri kecil. Beberapa lukisan terpampang disana. Lukisan dengan objek yang sama dan gambar yang sama. Yang berbeda hanya warna yang dipakai. Beraneka warna, tapi tetap dominan warna abu- abu.

Seperti yang selalu dikatakan Key..

Abu- abu itu sesuai dengan kepribadian Taena,

Ya, sejak dulu memang hanya Key yang paling paham apa yang ada di dalam diri Taena. Bukan aku juga bukan Taena. Aku bahkan iri karena dialah sebenarnya yang lebih pantas jadi namja chingunya Taena. Bukan aku!

Sebuah lukisan kalimat menarik perhatian Yesung. Lukisan itu terpasang menutupi jendela kamar Key. Sebuah tulisan berwarna kehijauan dicampur biru. Tulisan indah yang terbaca.. Saranghae..

“ Chagi..” Aku merunduk dibelakang Taena dan menyentuh bahunya yang gemetar. “ Gwaenchanayo?”

“ Key..” Dia berbisik parau.

Sakit saat mendengarnya menyebutkan nama Key. Aku sadar.. Semuanya harus berakhir!

“ Chagi ikut aku..”

~Yesung pov end~

.

Yesung memarkirkan mobilnya di tepi sebuah danau. Dia turun dari mobilnya dan disusuloleh Taena yang masih bingung dengan apa yang dilakukan namja chingunya itu saat ini.

“ Oppa.. Wae?”

“ Ada yang harus kau sampaikan..”

“ Eh?”

Yesung mengenggam tangan Taena dan membantunya turun dari tangga dan berjalan menuju danau. “ Di sini.. Silahkan katakan apa yang ada dihatimu. Dengan begitu perasaanmu akan jadi lega..” Namja itu tersenyum sekali dan menatap lurus kearah danau.

“ Jinjjayo?”

“ Nae..” Yesung menangguk. Namja itu menarik nafas dalam- dalam dan langsung mengambil suara. “ Saranghae Kim Taena!”

Taena membeku mendengar pengakuan itu. Kalau dia yang dulu, pasti sudah meloncat kegirangan begitu mendengar pengakuan Yesung. Tapi nggak untuk sekarang. Perasaan bersalah dan kecewa menyelimutinya. Air matanya kembali menetes..

“ Oppa.. Mianhae..” Bisiknya.

“ Ucapkan apa yang ada di dalam hatimu..” Yesung hanya bisa tersenyum getir. Ia bisa tahu apa yang akan diucapkan yeojyanya itu.

“ Sa-saranghaaaaee!” Taena berseru. Air matanya semakin deras. “ Key.. Key.. Keeey!”

Hati Yesung bagai terkoyak sekarang. Dengan gerakan cepat diraihnya Taena dalam pelukannya. “ Sudah hentikan..”

“ Oppa.. Mianhae.. Aku nggak bisa melakukannya lagi.. Aku nggak sanggup lagi menjalani ini semua.. Mian oppa.. Aku.. Aku..”

“ Sudahlah!” Potong Yesung. “ Aku paham.. Kita nggak usah melanjutkannya.. Taena.. Kita sudahi aja semuanya sampai disini..”

0o0o0o0o0o0

~Key pov~

Setahun berlalu.. Sudah lama aku nggak menginjakkan kaki di Seoul. Semua sudah berakhir sekarang.. Aku kembali dan kuakui aku gagal. Aku gagal mengenyahkan perasaan cintaku di LA. Aku pulang dengan menyimpan perasaan itu dalam- dalam.

Bagaimana kabar mereka? Apa hubungan mereka semakin baik?

Ahh.. Meskipun begitu aku sudah berjanji akan pulang menjadi namja yang lebih baik. Aku bukan lagi Key yang dulu. Aku akan mencoba berhenti bersikap egois. Aku nggak akan melukai siapapun lagi.

Kurapihkan rambutku yang kini sudah kucat coklat terang.

“ Apa nggak ada yang menjemputku?” Kukeluarkan ponselku dari saku mantelku dan hendak menelepon Yesung hyung. Selama di LA, aku nggak berani mendengar suaranya.. Jadi aku hanya menghubungi appa dan eomma aja.

Sebelum teleponnya diangkat.. Tatapan mataku tertuju pada para penjemput yang berdiri agak jauh dari pintu kepulangan. Sebuah gambar membuatku terpaku.

Meski setahun berlalu aku masih ingat gambar apa itu.. Hasil lukisanku setahun yang lalu. Lukisan yang berupa sebuah kalimat singkat. Pesan untuknya..

Aku nggak bisa melihat siapa yang memegang papan itu, tapi firasatku mengatakn sesuatu..

Kumasukkan ponselku ke saku mantelku dan aku berlari kearah kerumunan orang itu. Di bagian paling belakang, aku terpaku melihat seorang yeojya berdiri dengan bantuan sebuah kotak yang aku nggak tahu didapatnya dari mana.

Saat melihatku, yeojya itu menurunkan papan yang tadi dijunjungnya tinggi- tinggi.

Dia berbeda..

Rambutnya yang dulu agak kecoklatan sekarang hitam dan dibuat agak ikal dibawahnya. Cara berpakaiannya berbeda dan terlihat lebih dewasa namun tetap meninggalkan kesan kekanak- kanakkan yang melekat padanya selama ini.

“ Kau.. Mengecat rambutmu Key?”

Suaranya.. Nggak ada yang berubah. Suara sopran yang mengisi hapir dari seluruh hidupku selama ini.

Dia memiringkan kepalanya menatapku. “ Kau nggak ingat aku? Kukira kalau aku membawa papan ini, kau akan mengingatku dengan sangat mudah Key.. Ternyata nggak begitu yah..”

“ Kau sendiri.. Mana dia?” Tanyaku masih shock.

Dia tersenyum lembut. “ Kami sudah berakhir.. Aku tahu sekarang siapa yang lebih dominan dalam hidupku. Konyolnya, aku memahaminya disaat kau pergi jauh meninggalkanku. Aku memang nggak peka. Selama bertahun- tahun aku nggak bisa menangkap perasaanmu itu.. Mianae Key.”

Masih sama.. Kepolosannya..

“ Jadi papan ini.. Juga seperti sebuah balasan untukmu..”

“ Balasan?” Aku melangkah pelan kearahnya sampai posisi kami saling berhadapan. Aku sedikit menunduk untuk menatap wajahnya. “ Balasan apa?”

“ Balasan pernyataan cinta Key setahun yang lalu…” Dia tersenyum lagi.

Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku sangat senang mendengar semua yang dikatakannya. Aku bahagia sekali.. Apa ini akhir yang disiapkan untukku?

Kutarik tangannya sehingga lukisan itu terjatuh begitu aja. Aku memeluk tubuhnya erat. “ Saranghae.. Saranghae..”

Dia balas memelukku. “ Nado Key..”

Kukecup puncak kepalanya hati- hati. “ Saranghae Taena..” Bisikku tepat ditelinganya dan kembali memeluknya erat. Taena nggak membalas dan hanya tetap memelukku seerat mungkin. Nggak akan kulukai lagi yeojya yang kucintai ini.

.

.

~Fin~

2 thoughts on “Sketch Of Love (2/2) // Yesung-Key-OC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s