(First Story) Kim Family Series 3 // Marry You // YeWook

KIM FAMILY SERIES 3 -Special Wedding Stage-

.

Lead Cast ::

Kim Youngwoon as Appa // Kim Jungsoo as Umma

Kim Heechul as 1st Daughter // Kim Hankyung as her Husband // Kim Taemin as their Son

Kim Yesung as 1st Son // Kim Ryeowook as 2nd Daughter

Kim Kibum as 3rd Daughter // Choi Siwon

Kim Kyuhyun as 2nd Son // Lee Sungmin

Other Main Chara ::

Lee Hyukjae // Lee Donghae

Shin Donghee // Jung Nari

Henry Lau

ZhouMi

.

This last Series of Kim Family about their wedding.

.

First Story // YeWook!

.

Marry You

.

~Yesung pov~

“Ahjussi~~~”

Ngh? Suara itu.. Tanpa menoleh aku bisa tahu siapa yang memanggilku itu. Jadi aku tak menoleh dan terus mengerjakan laporan yang tengah menunggu kuselesaikan dihadapanku hari ini.

“Ahjussi~~”

Lagi…

“Ahjussi~”

Tetap fokus Kim Yesung!

“AHJUSSI!!”

“Nae! Nae! Aku dengar!”

Menyebalkan sekali. Apa dia tak melihat aku sedang sibuk?

Aku langsung menoleh dan melihat seorang namja kecil tengah mendongkak menatapku dengan senyum polosnya. Kalau dia tak semanis itu, mungkin aku akan menjitaknya.

Aku tersenyum terpaksa. “Nae, Taeminnie?”

“Aku haus. Bagi minum…”

Aigooo~ Dia kira cafeku ini tempat istirahat apa?

Aku langsung berdiri dan mengambil segelas air dari dispenser yang berada di meja bartender. Kulirik Shindong dan Nari yang hanya bisa cengar- cengir melihatku dari jauh.

Taemin menatapku setelah menghabiskan satu gelas. “Hari ini umma bilang aku harus ke rumah haelmoni karena umma dan appa akan kesana nanti malam.” Dia menatapku dengan mata sok polos.

Heechul noona, kau harus membayar air itu!

“Oppa!”

Ngh? Kali ini aku refleks saat mendengar suara manis itu memanggilku.

“Woo_”

“Wookie ahjumma!” Belum sempat aku menyebut nama Wookie, si kecil Taemin langsung berlari memeluk kekasihku merangkap adikku itu. “Aigoo~ Ahjumma ini semakin lama semakin manis saja.”

Anak nakal!

PLETAK! Aku menjitak Taemin.

“Aiish.. Ahjussi apa yang kau lakukan?! Kau menjitak kepalaku! Akan kulaporkan pada umma biar ahjussi dibalas!”

Sifatnya sangat mirip dengan Heechul noona. Cih..

Aku menghiraukan ucapan anak kecil itu dan langsung mencium puncak kepala Wookie-ku lembut. “Sudah selesai kuliahmu hari ini? Kenapa mampir kesini?” Tanyaku.

Wookie terkekeh pelan sambil mengusap kepala Taemin. “Tadi umma memintaku untuk mampir kesini sebelum pulang. Hari ini oppa pulang kan? Akan ada acara kumpul keluarga, nih… Siwon juga Sungmin akan ikut ke rumah.”

Aku mengangguk. “Umma sudah meneleponku tadi pagi.”

Yeojya manis itu menunduk menatap Taemin dan mencium puncak kepala namja mungil itu. “Taemin disini dulu menunggu Yesung ahjussi pulang dengan ahjumma, nae?”

“Siip, ahjumma!”

Aku hanya tersenyum kecil melihat kedua orang itu. Nae, si kecil Taemin memang sangat dekat dengan Wookie. Heechul noona sibuk dengan pekerjaannya di galeri seni sedangkan Hankyung hyung juga sibuk bekerja, jadi kadang anak itu dibawa kerumah umma dan bermain dengan Wookie, Kibum dan Kyu.

Keluargaku… Keluarga Kim, sebuah keluarga dimana, kami para anak- anak, tak memiliki hubungan darah dengan kedua orang tua kami. Karena itu aku bisa menjalin hubungan dengan Ryeowook yang juga adikku sendiri.

Saat ini anak pertama, Heechul noona, sudah menikah dengan Hankyung hyung. Anak mereka, Taemin, masih berusia sepuluh tahun dan sangat mirip dengan noona-ku itu. Keduanya tinggal di Seoul dan masih satu distrik dengan wilayah rumah utama umma dan appa.

Sedangkan aku, sejak aku lulus kuliah, appa akhirnya mengizinkanku keluar dari rumah. Semua yang aku inginkan akhirnya bisa kudapatkan.

Dan sekarang ada satu lagi yang aku inginkan…

Menikah dengan Wookie.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Haelmoni!” Begitu masuk ke rumah, Taemin langsung berlari masuk ke rumah.

“Anak itu tak bisa pelan- pelan ya? Aku jadi penasaran bagaimana kelakuan Heechul noona waktu kecil, pasti tak beda jauh dengan anak itu.” Gumamku sambil membuka sepatu dan masuk ke rumah.

Sudah satu bulan aku tak main kesini.

“HYUUUUNG~”

BRUK! Tanpa aba- aba Kyuhyun tiba- tiba berlari memelukku.

“Kyu! Kau kesambet, eh?” Tentu saja aku langsung meronta lepas dari pelukan magnae konyol itu. Baru satu bulan tak ketemu otaknya semakin tak waras sepertinya. Kapan dia mencoba dewasa? Ckck…

Kyuhyun nyengir aneh menatapku. “Sudah lama tak ketemu, aku kan kangen sama hyung. Kau jarang sekali kerumah karena sibuk. Ayo battle game denganku, hyung!” Serunya semangat.

“Kyuhyunnie~”

Aku menoleh kebelakang Kyuhyun dan melihat Sungmin terkekeh pelan sambil geleng- geleng kepala. “Ah, Sungmin… Annyeong. Lama tak bertemu.”

“Nae, Yesung oppa kelihatan lebih tua sekarang.” Godanya sambil tersenyum mengejek. Sejak kapan juga yeojya manis ini jadi ketularan sifat isengnya Kyuhyun?

Kulirik Kibum yang berdiri di samping Sungmin. Aku langsung mendekatinya dan memeluknya sekilas. “Kau jarang sekali berkunjung ke cafeku. Kau membuat oppa-mu ini kesepian tahu.” Godaku kepada dongsaeng kesayanganku itu.

Kibum tertawa pelan. “Aku banyak tugas, oppa. Aku kan menambah satu mata kuliah, sedangkan Wookie eonnie sudah mulai sibuk dengan proyek rumah makan kecil yang dibuatnya dengan teman- temannya.”

Aku melepaskan Kibum dan menoleh menatap namja tampan berkacamata juga tinggi disebelahnya. “Kau menjaga dongsaengku dengan baik kan, Choi Siwon?” Tanyaku menyelidik.

Siwon mengangguk. “Tentu, hyung. Kan sudah kubilang jangan khawatir padanya. Appa saja tak khawatir kenapa kau terlalu sister complex?”

Appa katanya? Sejak kapan dia memanggil appa-ku dengan appa?

“Sudahlah… Kenapa jadi reuni di depan pintu masuk sih. Ayo kalian semua masuk.”

Kali ini aku menoleh mendengar suara yang paling kurindukan. Selama ini aku hanya bisa mendengar suaranya di telepon. Suara orang yang paling berharga dalam hidupku. Saat menoleh, kulihat umma tersenyum menatapku.

Dia masih sangat cantik padahal sudah punya cucu, rasanya wajahnya tak berubah sama sekali.

“Umma…” Aku langsung menghampirinya dan memeluknya. Umma balas memelukku sambil mengusap punggungku lembut. “Lama sekali aku tak bertemu umma rasanya. Jeongmal bogoshippeoyo, umma.”

“Nae chagiya, nado.” Umma melepaskan pelukanku dan menatapku dengan bola matanya yang teduh. “Ayo masuk ke dalam. Appa sudah menunggumu.”

Aku langsung berjalan masuk ke dalam ruang makan merangkap dapur. Kulihat appa sudah duduk di kursinya sambil melirik kearahku dan tersenyum lembut. Heechul noona tengah meletakkan sepanci besar makanan di atas meja dan ada Hankyung hyung yang tengah membantu Taemin merapihkan pakaiannya.

“Ya, Yesung! Kau tak kangen sama appamu ini ya?” Goda appa aneh.

Aku langsung nyengir dan memeluk appa sebentar. “Appa ini sama sekali tak berubah ya? Ingat usia dong. Sudah punya cucu masih aja suka melucu.” Godaku sambil terkekeh pelan. Kudengar Kyuhyun ikut tertawa.

“Ya, Yesung! Jaga cara bicaramu terhadap appa dan umma! Disini ada putraku tahu!” Omel Heechul noona.

“Dasar noona cerewet. Dari dulu sampai sekarang tetap aja cerewet. Kalau begitu Hankyung hyung bisa bosan denganmu tahu.” Kyuhyun yang membalas ucapan noona dengan kata- kata tajamnya itu. Dan tentu saja dia langsung dihadiahi death glare andalan Heechul noona.

Hankyung hyung hanya terkekeh melihat kelakuan istrinya. “Jangan perhatikan mereka, Taemin. Kau juga jangan meniru kelakuan dua ahjussi-mu itu ya.” Nasihatnya lembut sambil mengusap rambut hitam kecoklataan bocah itu.

“Ya, Hankyung hyung! Apa yang kau maksud?!” Balasku dan Kyuhyun bersamaan.

Suasana petang itu langsung ramai dirumah. Tentu saja ramai mengingat sekarang dirumah ini tak hanya ada aku dan keempat saudaraku juga appa dan umma. Sekarang sudah ada yang lainnya juga seorang anak kecil yang ikut meramaikan rumah kami. Keluargaku…

~Yesung pov end~

.

~Ryeowook pov~

“Padahal umma dan appa kan menyuruhmu menginap, oppa.” Aku berjalan sambil menendang batu kecil sambil mengantar Yesung oppa ke halte bus. Kulirik namja itu yang tengah memandangiku sambil tersenyum.

Aku mengarutkan keningku menatapnya. “Wae? Ada yang aneh?”

“Aniya.” Dia terkekeh pelan sambil mengusap rambutku lembut. “Aku hanya senang saja hari ini. Sudah lama tak ketemu dengan mereka semua ternyata tak terlalu banyak yang berubah, selain Siwon dan Sungmin yang sekarang memanggil kedua orang tua kita appa dan umma.”

“Oppa terlalu sibuk, sih.” Balasku. “Sekali- kali oppa harus meluangkan waktu cuti sebentar dan menginap di rumah. Kau tak tahu seberisik apa Kyu kalau sedang menggerutu karena tak punya teman battle? Dia jadi lebih sering menggangguku atau Kibum. Dan kadang mengajari Taemin berbuat iseng.” Aku menggerutu pelan sambil tersenyum tipis membayangkan magnae itu.

Sekali lagi oppa mengusap rambutku lembut.

“Apa setiap hari Taemin kerumah?”

“Hampir setiap hari sepulang sekolah dia ke rumah. Heechul eonnie dan Hankyung oppa kan sibuk bekerja dua- duanya, jadi kami yang menjaganya. Tapi itu bukan masalah, sih.. Aku sangat suka bermain dengan Taeminnie. Serasa memiliki adik kecil.” Ucapku sambil menengadah menatap langit.

Sudah lama juga sih kami tak berjalan seperti ini. Jadi ingin menghentikan waktu.

Yesung oppa hanya terkekeh pelan. “Lalu bagaimana dengan Hyeorin ahjumma?”

DEGH! Aku terdiam saat Yesung oppa menanyakan tentang dia. Seharusnya aku terbiasa karena setiap bertemu, oppa pasti menanyakan kabarnya.

“Di-dia sesekali datang menemuiku.” Jawabku.

Yesung oppa bergumam pelan.

Lee Hyeorin, dia adalah umma kandungku yang telah membuangku dulu. Ah, aniya. Dia bukan membuangku, tapi dia memberikanku ke ummaku yang sekarang. Dan beberapa tahun lalu dia tiba- tiba kembali dan berniat mengajakku bersamanya. Tapi setelah bicara dengannya, akhirnya dia mengizinkanku tetap dengan keluargaku yang sekarang. Sampai sekarang dia juga masih sering mengunjungiku.

Yesung oppa berhenti berjalan dan perlahan menggenggam tangaku.

“Wae oppa? Halte bus masih jauh loh..”

Namja tampan itu kini menatap mataku dalam- dalam. Perlahan dia menundukkan kepalanya mendekati wajahku.

Yesung oppa mencium bibirku lembut selama beberapa saat sedangkan aku hanya diam menikmati kecupan lembutnya itu. Dia kembali menarik wajahnya dan tersenyum lembut menatapku sambil mengusap wajahku.

“Aku sangat merindukanmu, Wookie…” Ucapnya lembut sambil memelukku.

Oppa…?

“Kau cukup mengantarku sampai sini, aku akan meneleponmu begitu sampai apartemenku.” Dia perlahan melepaskanku dan langsung melangkah perlahan meninggalkanku. Sekali dia melambaikan tangannya dan langsung berjalan meninggalkanku sendirian.

Aku sangat merindukanmu.

Aku juga sangat merindukanmu, oppa…

0o0o0o0o0o0o0o0

Hari ini aku menghabiskan waktu di rumah makan kecil- kecilan yang aku buka bersama dengan teman- teman kuliahku. Disini aku ditunjuk sebagai koki utama. Yah, beginilah nasibku. Hhaha..

TRRRT~ Tiba- tiba ponselku bergetar.

Kulihat ada pesan masuk dan begitu membaca nama si pengirim kedua mataku membulat kaget. ZHOUMI!

“Kim Ryeowook!”

Eung? Hanya itu isi pesannya? Tumben sekali dia, sudah lama sekali kami tak berkirim kabar begini, dan tiba- tiba dia mengirimiku pesan. Ah, apa dia sudah menikah di Cina? Kira- kira pacarnya siapa ya?

“Wookie~” Seorang temanku memanggilku dari luar dapur. “Ada seorang namja yang mencarimu tuh diluar.”

“Nuguya?”

Temanku itu tersenyum genit. “Namja yang sangat tinggi dan tampan juga dengan penampilan yang sangat mencolok. Dia bilang namanya, Zhoumi.”

MWO?!!!

Aku langsung berlari keluar dapur dan menuju meja tamu. Kulihat seorang namja tinggi berdiri memunggungiku. Dia memakai syal berwarna hitam dengan mantel coklat. Tubuhnya tinggi dan rambutnya berwarna merah kecoklatan. Benarkah itu dia?

Perlahan namja itu menoleh dan memperlihatkan senyum sempurnanya kepadaku. “Lama tak berjumpa? Kau kelihatan semakin lebih baik sekarang.”

“Zhoumi!!!” Aku langsung berlari memelukknya.

Aigoo~ Lama sekali aku tak bertemu dengannya. Satu- satunya orang yang mampu memahamiku selain keluargaku sendiri. Dia sahabat yang paling berharga untukku!

~Ryeowook pov end~

.

~Yesung pov~

Kau yang memberikanku cahaya untuk bertahan di dunia ini.

Kau belahan jiwaku yang tak bisa kulepaskan..

Mungkin aku akan mati jika tanpamu.

Kau oasisku…

Aku sangat mencintaimu…

.

“Gombal.”

Eh? Aku langsung menoleh begitu kudengar suara Shindong dibelakangku.

“Shindong?” Buru- buru aku langsung menutup buku yang sejak tadi kucorat- coret untuk menulis lirik. “Gombal ataupun tidak, yang pastinya Wookie akan sangat suka dengan lagu ini.”

“Tapi jaman sekarang mana ada yeojya yang suka digombali seperti itu Yesung?” Namja itu nyengir menatapku sambil menarik bukuku dan mebaca kalimat lainnya dan terkekeh geli. “Apa ini? Tanpa dirimu aku akan mati? Kau oasisku?” Shindong menatapku shock sambil tertawa. “Kau benar- benar payah!”

Buru- buru kerubut bukuku. “Jangan tertawa! Memangnya kau bisa membuat kata- kata lamaran lebih bagus dari itu?”

“Lamaran?” Shindong langsung membulatkan matanya menatapku dan berenti tertawa.

Aku mengangguk sambil tersenyum. “Aku ingin melamarnya.”

“Aigoo~ Kau gentleman sejati Yesung! Akhirnya kau menikah menyusul Heechul noona! Chukkae!” Namja yang tubuhnya sudah tidak terlalu gemuk itu memelukku. “Kalau butuh apa- apa aku pasti akan membantu, deh!”

“Lepas!” Aku langsung meronta melepaskan pelukan Shindong. “Tapi ini rahasia! Jangan sampai ada yang tahu, arra?”

“Siip!”

“Oppa!” Suara Wookie!

Dengan gerakan secepat mungkin aku melempar bukuku kebalik meja dan langsung berdiri tegap kearah pintu masuk café. Aku langsung menatap kearah namja yang berdiri disamping yeojya itu. Nuguya? Wajahnya sepertinya pernah lihat, deh…

“Oppa!” Wookie berlari menghampiriku dan namja itu mengikutinya.

Tubuhnya tinggi sekali!

“Nugu, Wookie?” Tanyaku heran.

“Kau lupa padaku, hyung?”

Suaranya.. Sepertinya familiar.

Namja itu menepuk bahuku sok. “Ini aku, saingan nomor satumu dalam mendapatkan Wookie. Zhoumi.”

Mwo! ZHOUMI?!

“Zho-zhoumi?! Zhoumi yang itu? Zhoumi yang suka ikut campur dengan masalah W         ookie? Koala jelek dari Cina? Kapan kau kembali ke Seoul?” Lama sekali tidak melihatnya, wajar kalau aku sedikit lupa.

Zhoumi menatapku kesal. “Setidaknya kita baru bertemu lagi, kita juga tak akrab, kenapa kau menyebutku koala jelek? Dasar kepala besar.” Balasnya mengejek sambil merangkul pundak Wookie.

Aku menarik Wookie cepat. “Hayo, jangan pegang- pegang dia. Dia milikku, nih..”

“Kan kalian belum menikah, dia masih milik Jungsoo ahjumma dan Youngwoon ahjussi.” Dia menyeringai penuh kemenangan sambil menatap seisi cafeku itu. “Ternyata kau sudah sukses, ya? Hebat sekali punya café begini.”

“Aku memang hebat. Memangnya kau?” Balasku santai.

“Apa- apaan sih kalian berdua?” Wookie akhirnya menarik lenganku dan menepuk lengan Zhoumi. “Setiap bertemu selalu saja saling melempar kata- kata kasar dan ejekan. Benar- benar kekanak- kanakkan, ah.”

“Itu kan karena kami sama- sama mencintaimu, chagi~” Zhoumi merangkul pundak kekasihku lagi.

“Woi! Jangan pegang- pegang!” Kutepak tangan Zhoumi dan namja itu terkekeh menggodaku. “Lalu, kenapa kau pulang ke Seoul? Kau mau meberikan kabar baik? Kau punya pacar di Cina?”

Zhoumi tertawa pelan. “Aku ingin berkunjung sebentar.” Jawabnya. “Ah, kurasa sudah cukup disini, Wookie. Ayo antar aku ke tempat- tempat lainnya.”

Kutatap Wookie aneh. “Apa maksudnya, Wookie?”

Yeojya itu meringis. “Mian, oppa.. Hari ini Zhoumi langsung memintaku mengajaknya mengelilingi wilayah ini, karena dia hanya beberapa hari di Seoul. Aku pergi dulu, ya…” Yeojya itu berjinjit dan mengecup pipiku sekilas lalu berlari menyusul Zhoumi yang sudah keluar dari cafeku.

Kurasakan Shindong terkekeh geli. “Kurasa bukan hanya kau yang menganggap Wookie sebuah oasis. Eotthokae? Mau lanjutkan syair lamaran untuk yeojya itu? Seenggaknya namja tadi sepertinya jago merayu, kau harus buat syair yang lebih keren lagi.”

Apa hubungannya dengan Zhoumi?

Aku sih percaya kalau Wookie tak akan aneh- aneh dengan Zhoumi. Namja itu juga tak akan macam- macam dengan yeojya-ku. Tapi saat ini kan berbeda? Keduanya sudah lama tak bertemu, sedangkan aku tak bisa mengawasi mereka, bisa saja sesuatu yang buruk terjadi.

Aiish.. Kim Yesung! Apa yang kau pikirkan?!

Cemburu memang boleh, tapi jangan berpikiran terlalu jauh pabbo!

0o0o0o0o0o0o0o0

Maukah kau menikah denganku?

Aku ingin menghabiskan semua sisa waktuku denganmu.

Aku berjanji aka membahagiakan dirimu selamanya.

.

Aarrgh! Kepalaku rasanya kosong!

Kurobek kertas yang tadi kutulis sepenggal lirik dan kuremas lalu kulempar kesembarang sudut dikamarku.

Aku memang agak berlebihan dalam membuat lirik ya? Aku akui aku memang memiliki suara yang bagus, tapi kalau membuat lirik lagu, entah kenapa justru terlihat seperti puisi, bukannya lagu.

Dinding kamarku penuh dengan beberapa kertas yang aku tempel. Dan di lantai juga penuh dengan remasan kertas yang kubuang sembarangan. Namja kalau tinggal sendirian memang jorok, ya? Kalau dirumah, umma pasti sudah geleng- geleng kepala. Setelah itu gantian Kibum dan Wookie yang marah- marah.

Ponselku tiba- tiba berdering.

“Yeoboseyo~” Ucapku malas tanpa melihat siapa yang menghubungiku.

“Chagi? Gwaenchanayo?”

Eeeh? Umma? Aku langsung buru- buru duduk tegap.

“Umma? Mianhae~ Aku kira siapa yang menelepon.”

Umma terkekeh pelan. “Nae, apa yang kau lakukan sekarang? Sudah makan malam? Hari ini apa kau dirumah?”

Kulirik jam dikamar. Sudah jam delapan malam. “Aku belum makan sih, umma. Tapi setelah ini aku akan keluar untuk cari makan. Ada apa? Tumben umma bertanya begitu?”

“Aniya. Hari ini Zhoumi datang ke Seoul. Jadi malam Wookie makan malam di luar.. Karenanya banyak sekali makanan tersisa. Jadi umma kira kalau umma antar ke tempatmu itu akan lebih baik.”

“Zhoumi?” Aku mengerutkan kening.

“Nae,” Umma bergumam sejenak. “niatnya kalau kau malas cari makan umma akan kesana untuk membawa makanan. Apa kau tak mau masakan umma, chagi?” Umma tertawa kecil di seberang sana.

Aku diam sejenak. Sebenarnya itu tawaran yang sangat bagus. Kapan lagi aku bisa makan masakan umma? Tapi kan sudah malam? Lagipula ada yang lebih membuatku khawatir. Si Zhoumi itu ngapain makan malam dengan Wookie?

“Tak usah, umma. Aku yang akan kesana sekarang.” Ucapku. “Sampai bertemu nanti.” Aku langsung menutup flat ponselku dan menarik mantel coklatku dan kupakai cepat sambil berjalan keluar rumah.

Si Zhoumi itu ngajak berantem ya?

Dari apartemenku ke rumah membutuhkan waktu tiga puluh menit dengan naik bus umum. Saat sampai di jalan setapak menuju rumah, aku melihat seorang yeojya berdiri di depan rumahku.

“Hyeorin ahjumma!” Aku langsung berlari menghampirinya.

Yeojya itu menoleh menatapku. “Ah, Yesung-ah? Annyeong.”

Aku mengangguk sopan. “Kenapa berdiri di depan rumah? Kenapa tak masuk aja? Tapi aku tak yakin kalau Wookie sudah pulang.”

Yeojya itu tampak ragu sejenak. “Bukan begitu, tadi kulihat Wookie bersama dengan seorang namja tinggi masuk ke rumah. Tadinya kukira itu kau, tapi ternyata itu bukan kau. Karena khawatir aku ingin bicara dengannya, tapi mereka masih belum keluar.”

Si Zhoumi lagi… Dia mengantar sampai rumah?

“Di dalam juga ada ummaku, kok… Jadi jangan khawatir. Ayo masuk. Namja itu memang teman Wookie yang baru datang dari Cina. Kami sekeluarga juga sangat mengenalnya.” Jelasku.

Hyeorin ahjumma mengangguk. “Pantas saja namja itu merangkul pundak Wookie dengan akrab. Ternyata mereka berteman dekat, ya…”

Merangkul pundak Wookie?

Hyeorin ahjumma tersenyum. “Kalau begitu aku bisa tenang sekarang. Kurasa sudah terlalu malam untuk bertamu, jadi_”

“Yesung oppa?”

DEGH! Aku kaget saat mendengar suara Wookie. Buru- buru aku menoleh dan melihat Wookie dan Zhoumi sudah berdiri di depan pintu rumah dan menatap kami bingung.

“U-umma juga ada disini?” Dia agak gugup kalau memanggil Hyeorin ahjumma dengan umma. “Apa yang kalian lakukan? Kenapa tidak masuk? Umma dan appa ada di dalam, kok…”

Aku melirik ke arah Zhoumi. “Kenapa dia ada disini, Wookie?” Tanyaku datar.

Wookie melirik kearah Zhoumi. “Eh, ini…”

“Aku sudah lama tak berjumpa dengan keluarga ini. Memang aku tak boleh kesini, hyung? Aku sekalian mengantar Wookie. Ahjumma dan ahjussi juga senang bisa bertemu denganku lagi.” Zhoumi melanjutkan ucapan Wookie.

Dan tentu saja aku jadi kesal mendengarnya.

“Yesung? Kau sudah datang? Kenapa tak masuk, chagi?” Umma berjalan keluar rumah dan langsung diam. “Hyeorin-ah? Kau juga disini? Kalian kenapa diluar, ayo masuk. Zhoumi? Bukannya kau bilang mau langsung pulang?”

“Eung, aku tak bermaksud mengganggu, eonnie. Mianhae.” Ucap Hyeorin ahjumma salah tingkah.

Aku masih bertatapan dengan Zhoumi.

Di apartemen aku seharian membuat sebuah lagu untuk kekasihku, tapi dia seharian menghabiskan waktu dengan namja lain. Bahkan namja itu mengantarnya sampai rumah. Jujur saja aku sangat tidak suka itu!

“Umma, lain kali saja aku makan disini. Aku mau pulang.” Aku langsung berbalik badan.

“Oppa, wae? Biar kuantar sampai halte, Zhoumi juga_”

“Aku bisa pulang sendiri.” Potongku cepat tanpa menatap Wookie. “Sampai jumpa semuanya.” Tanpa menoleh kebelakang lagi aku langsung berjalan cepat meninggalkan rumah keluargaku. Rasanya agak sesak. Ini hari yang menyebalkan!

0o0o0o0o0o0o0o0

“Sepertinya mood-mu hari ini sedang kacau, Yesung? Sesuatu terjadi?”

Aku malas menatap Nari yang berbicara denganku. Aku hanya menggeleng sambil menyusun daftar keuntungan kemarin yang belum selesai kudata.

“Benar baik- baik saja?” Kulihat tangan yeojya itu meletakkan segelas orang juice di mejaku. “Shindong bilang kau sedang kesal sekali jadi jangan diganggu. Tapi kalau didiamkan aku jadi khawatir.”

“Gwaenchana, Nari.” Jawabku sambil menyeruput minuman yang dibawakannya. “Gomawo.”

Ponselku berdering pelan. Saat kulihat nama Kim Ryeowook yang muncul di layarnya. Sekali aku melirk ke Nari sambil menyodorkan ponselku. Tentu saja yeojya itu langsung mengerutkan keningnya heran.

“Tolong angkat. Bilang saja aku sedang sibuk jadi tak bisa mengangkat telepon.” Kuletakkan ponselku di tangan Nari dan langsung berjalan keluar. Tadi pagi Shindong mengingatkanku untuk membetulkan papan nama café yang agak miring.

Aku mengambil tangga di samping café dan langsung naik untuk membetulkan papan nama café.

Entah apa yang Nari katakan, tapi aku sedang tak ingin bicara dengan Wookie.Yang benar saja, apa dia tak bisa memahami perasaanku? Seenaknya saja dia menghabiskan waktu seharian dengan namja lain dan sama sekali tak mengirim kabar padaku. Itu kan sama saja dengan nyaris menduakan.

“Yesung, Wookie memaksa ingin bicara.” Nari berjalan keluar café.

“Bilang saja aku se_”

DUGH! Tiba- tiba seorang menyenggol tangga yang tengah aku taiki.

Omo~ Tangga itu oleng.

BRUGH! Aku langsung terjatuh dari atas tangga.

~Yesung pov end~

.

~Ryeowook pov~

BRUGH!

DEGH! Suara apa itu?

“A-aigoo~ Yesung!!” Aku kaget saat mendengar Nari eonnie berseru panik dan sambungan teleponku langsung diputus begitu saja.

Aku mematung. Wa-waeyo?

“Wookie? Waeyo gudhae, chagi?”

Aku langsung melirik menatap umma yang menatapku saat trun dari tangga. Dia kelihatan agak cemas.

“Ta-tadi aku bicara dengan Nari eonnie di ponsel oppa, tiba- tiba dia berseru panik meneriakkan nama oppa. Se-sepertinya sesuatu terjadi, umma…” Tanganku terasa gemetar sambil memegang ponselku. Apa yang terjadi sebenarnya?

Umma langsung menatapku kaget.

“Eonnie, jeongmal?!” Kibum langsung menghampiriku. Yeojya itu meraih ponselnya dan menelepon seseorang. “Ti-tidak diangkat sama oppa. Apa benar sesuatu terjadi?” Dia menatapku cemas.

Aku menatap Kibum sambil menggeleng. Kulihat Kyuhyun yang tadinya sibuk dengan PSP-nya juga langsung memandangiku tak percaya. “Teleponnya mati begitu saja. Aku tak tahu apa yang terjadi.”

Kyuhyun menatap umma. “Aku akan menyusulnya.” Namja itu langsung meraih kemejanya dan berlari keluar rumah dengan segera. Aku juga mau ikut!

“Kyu_”

“Wookie tunggu!” Umma langsung menahanku.

“Eh.. Wa-wae, umma?”

Umma tak menjawabku. Dia langsung berjalan ke telepon rumah dan menelepon. “Ah, chagi gwaenchana?” Dia menelepon Yesung oppa, tapi bukannya tadi Kibum tak diangkat. “Ah, kau diapartemenmu?” Dia sudah diapartemen?

Kibum dan aku langsung menghela nafas lega.

“Mwo? Jatuh dari tangga dan kakimu terkilir?”

Jadi oppa jatuh tadi. Aku kira kenapa.

“Nae, umma akan kesana sekarang. Eh? Kyuhyun sudah pergi untuk menemuimu. Wae?” Umma langsung diam sejenak dan dia melirik ke arahku sambil mengerutkan keningnya keheranan.

Kenapa?

“Baiklah, umma akan datang kesana sendiri. Sampai nanti.” Umma langsung menutup telepon dan bergegas menuju kamar. Umma keluar lagi sambil membawa mantel putihnya dan tas kecil. “Kibum dan Wookie jaga rumah karena Heechul bilang akan kesini nanti. Jangan kasih tahu appa dulu, nae?”

“Umma aku ikut.” Ucapku.

Umma menatapku dan mencoba tersenyum. “Mian, chagi… Kau temani Kibum saja dirumah. Umma akan mengabarinya nanti.” Umma langsung meraih ponselnya. “Kyuhyun? Sekarang Yesung ada di apartemennya. Umma mau kesana. Ah, baik… Tunggu umma di halte.” Umma langsung bergegas keluar rumah.

Kenapa aku tak boleh datang?

“Eonnie, kau bertengkar dengan oppa masalah kemarin, ya?”

Bertengkar? Ah, yang kemarin itu ya… Apa oppa masih marah padaku karena masalah Zhoumi? Sepertinya begitu. Dia tak mau menjawab teleponku, dan dia juga pasti tak mau aku datang menjenguknya.

~Ryeowook pov end~

.

~Yesung pov~

“Kau ceroboh sekali sampai jatuh dari tangga dan terkilir, hyung. Untungnya kakimu itu tak sampai patah. Benar- benar membuat semua orang cemas saja. Dasar pabbo.” Kyuhyun melemparkan apel kearahku dan langsung kutangkap. Magnae itu menatap umma yang tengah duduk memandangiku. “Kau berdosa sudah membuat umma cemas, tahu!”

“Berisik kau, Kyu.” Sungutku sambil melirik umma. “Mianhae, umma…”

“Aniya, chagi. Memang umma khawatir, tapi syukurlah kau baik- baik saja.” Umma mengusap wajahku sambil memandangiku. “Sesuai keinginanmu, umma tak membiarkan Wookie ikut. Tapi kenapa?”

Aku menunduk memandangi kamarku yang berantakan. “Gomawo karena tak membiarkan Wookie ikut.”

“Hyung masih marah karena masalah kemarin, ya?” Tebak Kyuhyun.

Aku mengangkat bahu. “Mungkin. Tapi kamar ini penuh dengan sesuatu yang tak boleh dia lihat, karena itu aku tak mau dia datang.” Jawabku sekenanya. Memang benar, di kamar ini berserakan banyak kertas yang isinya penggalan lagu yang ingin kuciptakan untuk Wookie.

Umma mengambil selembar kertas yang berada di atas mejaku. “Ini lagu atau puisi?”

“Lagu.” Jawabku sambil mengambil satu kertas lainnya dan memandanginya. “Aku katakan ini pada umma.”

“Apa?”

“Aku ingin menikah dengan Wookie. Aku ingin segera melamarnya dan bisa hidup bersama dengannya. Karena itu aku ingin membuat lagu untuknya. Tapi aku ini terlalu bodoh untuk merangkai kata- kata, jadinya jelek, deh… Sudah lagi saat ini hubungan kami agak buruk.” Jelasku sambil menatap umma.

Tatapan umma berubah tak percaya. “Menikah dengan Wookie? Kau serius?”

Kyuhyun juga langsung duduk ditempat tidurku. “Kau beneran, hyung? Kau serius mau menikah dengan Wookie noona? Wooow~”

Aku mengangguk lesu. “Tapi rasanya keinginan ini harus kutunda satu atau dua tahun lagi. Tadinya kurasa aku cukup dewasa untuk membangun sebuah keluarga, tapi ternyata tidak. Karena masalah kemarin saja aku memperlakukan Wookie seperti ini, tak mau bicara dengannya. Aku masih terlalu kekanak- kanakan.” Aku menghela nafas sambil meremas kertas itu dan membuangnya asal.

Umma langsung mengusap kepalaku. “Kau memang masih anak- anak, kok. Setidaknya kau kan tetap anak umma.” Umma tersenyum lembut kepadaku.

“Umma bahkan berpikir begitu, kan… Berarti memang aku belum boleh menikah.”

“Bukan begitu, chagi.” Umma meraih tanganku dan menggenggamnya. “Kalau kau memang ingin menikah dengannya, kau memang tak bisa bersikap semaumu seperti ini. Membina rumah tangga tak semudah mengurus sebuah café. Kau dan pasanganmu harus bisa saling memahami dan terbuka. Kalau kau marah padanya karena Zhoumi, kau harus bilang. Kau harus jujur pada Wookie. Kalau kau diam, maka sama saja kau tak memahami Wookie. Saat ini dia juga sedih karenamu. Kalau kau mau menjadi suaminya, kau tak boleh menyakitinya sedikitpun.”

“Itu yang appa lakukan terhadap umma?” Kyuhyun yang bertanya.

Umma mengangguk. “Meski kadang ada banyak masalah, tapi pada akhirnya kami bisa melewatinya bersama. Rumah tangga itu satu, kalau terpecah maka kalian yang akan hancur. Bukan berarti sekarang kau belum bisa menikah. Menurut umma, kau sudah cukup dewasa untuk mempertimbangkannya.”

“Sifat umma sama dengan Wookie.” Gumamku. “Kalian terlalu lembut memperlakukanku. Aku kan jadi bingung sendiri.”

Umma langsung tertawa pelan. “Kau boleh cerita ke appa kalau kau tak mau mendengar ucapan umma, kok.” Balasnya. “Kalau kau mau, kau juga bisa bertanya kepada Hankyung tentang masalah ini.”

“Benar tuh.. Bukannya Heechul noona dan Hankyung hyung juga menikah di usia yang sama denganmu, hyung?” Kyuhyun menepuk bahuku. “Ayolah, aku akan sangat senang kalau kalian mau memberikanku seorang keponakan lagi.”

Kutatap Kyuhyun kesal. “Diam kau, magnae.”

“Aku kan hanya mau mencairkan suasana.” Kyuhyun terkekeh sambil berdiri dan merangkul leher umma. “Sekarang aku tahu kenapa aku dan Yesung hyung bisa menyukai Wookie noona juga Minnie.”

“Kenapa?” Tanya umma penasaran.

Magnae itu mencium pipi umma dengan manja dan terkekeh. “Orang bilang anak perempuan akan menyukai namja yang seperti appanya, kan? Jadi kurasa aku dan Yesung hyung juga menyukai yeojya yang sama dengan umma.”

Aku tersenyum memandangi Kyuhyun dan umma. Tiba- tiba sesuatu melintas dipikiranku. “Ngh… Kalian mau kan membantuku?”

~Yesung pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0o0

~Ryeowook pov~

Kupandangi jam di kamarku. Sudah jam sepuluh malam. Apa akan terlalu malam kalau aku datang ke apartemen oppa? Sudah tiga hari dia tak menghubungiku. Dia tak mau membalas pesanku dan Kyu selalu mengikutiku agar aku tak mengunjungi Yesung oppa diam- diam.

Ini membuatku tertekan!

“Noona! Ada Zhoumi hyung!!!”

Eh? Zhoumi? Semalam ini dia bertamu ke rumah orang?

Aku langsung berlari keluar kamar. Saat kulihat Kyuhyun, namja itu memberikan isyarat kalau Zhoumi menunggu di luar rumah. Tanpa banyak bicara aku langsung berjalan keluar dari rumah dan kutemukan namja itu berdiri di depan gerbang rumah kami.

“Zhoumi, gwaenchanayo? Kenapa semalam ini bertamu?”

Zhoumi menoleh tapi dia mengisyaratkan padaku untuk diam sebentar karena dia sedang menelepon seseorang. “Nae, besok sore aku akan naik penerbangan menuju Beijing. Kau tak usah menjemputku, chagiya. Aku akan langsung ke tempatmu. Oke, bye.” Zhoumi memberi jeda sebentar. “Wo ye ai ni.”

Chagi? Jadi sebenarnya Zhoumi sudah punya pacar? Orang Korea?

Zhoumi menutup flat ponselnya dan menatapku. Dia bisa membaca raut wajahku yang kelihatan kaget mendengar pembicaraannya tadi. “Yang kuhubungi tadi itu kekasihku, loh.. Kau pasti bingung kenapa aku bicara bahasa Korea.” Dia langsung bicara sebelum aku bertanya.

“Dia orang Korea?”

Zhoumi mengangguk. “Namanya Park Hyunhyo, dia itu adik kelas kita di sekolah dulu.” Zhoumi tersenyum sambil mengusap kepalaku. “Sebenarnya kedatanganku kesini karena aku ingin bilang tentang hal ini.” Zhoumi merogoh saku mantelnya dan memberikan sesuatu kepadaku.

Kutatap sebuah undangan yang disodorkannya. “Undangan… Pernikahan?”

Namja itu tersenyum. “Aku akan menikah dengannya bulan depan, karena takut sibuk, jadi kuluangkan waktu kesini jauh- jauh hari untuk mengabarinya padamu. Kalau kau bisa, aku ingin kau datang.”

Perlahan air mataku mengalir dan kuraih tangan Zhoumi hati- hati. “Aku sangat senang, Zhou. Akhirnya kau menemukan juga apa yang kau cari selama ini. Chukkae. Aku pasti akan datang.” Ucapku sambil tersenyum.

Zhoumi mengangguk dan memelukku. “Chukkae juga untukmu, chagiya… Aku mendoakan kebahagiaanmu selalu.”

Chukkae juga untukku?

Malam itu aku tak sempat menanyakannya kepada Zhoumi karena setelah dia mengatakannya dia langsung pergi meninggalkanku begitu saja. Kalimat terakhir yang diucapkannya, jangan tidur terlalu malam. Besok kau akan sibuk sekali.

0o0o0o0o0o0o0o0

Aku kesiangan!

Jam menunjukkan pukul sembilan pagi, aku langsung bergegas keluar dari kamar menuju dapur. Tapi tempat itu kosong, tak ada seorangpun. Padahal ini hari minggu, kenapa sepi sekali pagi ini? Mereka semua pergi?

“Ahjummmaaa!”

Aku menoleh dan menatap Taemin yang berlari menghampiriku. “Taemin? Kenapa ada disini? Mana yang lain? Apa umma dan appa-mu tak ikut?”

Taemin nyengir aneh sambil memberikan padaku sebuah buket bunga kecil. Seperti buket bunga pengantin. Dan didalamnya ada sebuah surat. Aku langsung mengambilnya. Surat itu ditulis oleh Heechul eonnie.

Wookie~ Mian merepotkan. Tapi tolong antarkan buket bunga itu ke alamat yang tertulis yaa.. Aku ada keperluan mendadak. Itu milik seseorang yang akan menikah hari ini, jadi kau tak boleh terlambat.

Surat yang sangat seenaknya!!

“Taemin kau tunggu disini bisa?”

“Aniyo! Aku mau ikut, ahjumma!”

Aku ini buru- buru. Aku langsung berlari ke kamarku dan mengambil mantel putih juga dompetku. Dengan tergesa- gesa aku kembali keluar dengan menarik Taemin. Aku bahkan belum sempat membaca alamat surat itu. Masa bodoh… Nanti saja pas di taxi baru dilihat lagi.

Kami langsung naik taxi yang melindat di jalan. Aku baru membaca alamat yang harus kutuju. Dan…

Ini alamat café Yesung oppa?

Apa ada pesta pernikahan disana?

“Ahjumma, tampangmu berantakan deh…” Taemin meraih tanganku dan menggenggamnya. “Tadi umma memintaku menyampaikan sesuatu pada ahjumma. Kata umma, hari ini jangan menangis lagi, yaa.”

Jangan menangis lagi?

Jantungku berdegup sangat keras. Dua puluh menit, kami akhirnya sampai di café itu. Café itu tampilannya berubah. Banyak bunga yang dipasang. Sepertinya memang ada pesta pernikahan di sini.

Aku membawa Taemin turun dan perlahan masuk ke café.

DEGH! Bagai diterpa angin aku langsung mematung begitu melangkahkan kaki masuk ke café itu.

Lurus dihadapanku ada sebuah altar dan Yesung oppa berdiri disana dengan mengenakkan tuxedo putih yang sangat menawan. Aku menatap kesekelilingku. Memang tidak ramai, tapi semua keluargaku termasuk haelmoni, haraboji dan Inyoung ahjumma ada disini. Bahkan Hyeorin umma dan Zhoumi dan teman- teman dekatku dan Yesung oppa juga ada disini.

Taemin langsung berlari ke arah Heechul eonnie dan Hankyung oppa. “Aku selesai mengerjakan tugasku, umma!”

Heechul eonnie mengusap kepalanya lembut. “Kerja bagus, chagi.. Gomawo sudah membawa Wookie ahjumma kesini.”

“A-ada apa ini?”

Kulirik appa berjalan mendekatiku. Appa mengenakan kemeja hitam dan menarik tanganku agar berangkulan dilengannya. “Kau kaget, chagi?”

“Appa? Apa yang terjadi?” Tanyaku masih bingung.

“Pegang karangan bunga itu dengan hati- hati.” Appa menatap lurus kedepan sambil tersenyum. “Kau pasti kaget, kami semua telah mempersiapkan kejutan ini untukmu. Ini adalah hari pernikahanmu.”

Aku menatap Yesung oppa yang berjalan kearahku sambil tersenyum. Aku bermimpi? Ini tak mungkin kan? Dadakan sekali!

“Geudaereul saranghandaneun mal.. Pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh.. Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh..” Yesung oppa berjalan sambil bernyanyi dan mengulurkan tangannya kepadaku. Sebelumnya aku belum pernah mendengar lagu ini.

“Itu lagu yang diciptakannya untukmu.” Bisik appa lembut.

Lagu untukku…?

“Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do).. Nuhl saranghaneun guhl (I do).. Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do).. Nuhreul jikyuhjulge (My love)” Bait berikutnya dinyanyikan dengan para tamu di café itu.

Air mataku menetes saat Yesung oppa bersimpuh  dihadapanku. “Maaf karena marah tanpa alasan kepadamu, chagiya… Kemarin aku benar- benar cemburu terhadapmu. Tapi akhirnya aku sadar kalau yang aku lakukan itu salah. Tak seharusnya aku marah dan cemburu. Seharusnya aku percaya kalau dihatimu hanya akan ada aku selamanya.” Dia menengadah sambil tersenyum lembut kepadaku. “Hari ini, maukah kau menikah denganku?”

Pandanganku buram. Kubekap mulutku yang mulai mengeluarkan suara isakan kecil. Aku menoleh menatap appa yang tersenyum bahagia. Umma dan yang lainnya juga menatapku sambil tersenyum.

Chukkae juga untukmu…

Jadi itu maksud ucapan Zhoumi? Dia sudah tahu hal ini?

“Wookie? Kau harus menjawabnya, chagi…” Appa menyenggol lenganku perlahan.

Aku kembali menatap Yesung oppa. “A-aku bersedia, oppa.” Jawabku gugup.

Yesung oppa langsung berdiri dan tersenyum bahagia menatapku. Dengan cepat namja tampan itu langsung memelukku. “Gomawo, Wookie. Aku berjanji tak akan pernah membuatmu menyesal karena memilihku. Aku berjanji akan selalu menjagamu dan akan membahagiakanmu. Jeongmal saranghae…”

Kubalas memeluk Yesung oppa sambil terisak. “Na-nado, oppa.. Nado jeongmal saranghae.”

“Jangan diam disini. Kalian harus berjalan ke hadapan altar.” Ucap appa mengingatkan. Appa langsung menepuk bahu Yesung oppa. “Hari ini, kuserahkan putriku kepada putra sulungku, Yesung. Kau harus menjaga adik, kekasih, juga istrimu ini sebaik mungkin.”

“Nae, appa. Aku memang akan melakukannya.” Balas Yesung oppa hormat sambil kembali mengenggam tanganku dan membawaku kehadapan altar.

Kugenggam karangan bunga yang tadi diserahkan Heechul eonnie secara tak langsung kepadaku.

Terima kasih semuanya. Hari ini tak akan pernah kulupakan seumur hidupku. Hari ini aku yakin, aku adalah yeojya yang paling bahagia di dunia ini.

.

.

.

“Yes! Mulai sekarang jangan sentuh dia… Dia resmi milikku, Zhoumi!” Yesung merangkul pundak Wookie sambil menatap Zhoumi meremehkan.

Zhoumi tertawa. “Jangan konyol kau, begini- begini bulan depan aku juga akan menyusulmu.” Namja tampan itu tersenyum sambil melirik Wookie. “Kurasa kau tak mau memegang karangan bunga itu selamanya, kan?”

Wookie baru ingat dengan karangan bunga. Dia langsung melirik ke arah Kibum dan mendekai yeojya itu. “Kalau begitu kuberikan pada satu- satunya adik perempuanku saja.”

“Eonnie?!” Kedua bola mata Kibum membulat.

Wookie mengangguk. “Kelak, kau juga harus merasakan kebahagiaan yang hari ini kurasakan, Kibummie.”

Yeojya itu mengangguk dan memeluk Wookie. “Nae, gomawo eonnie.”

Disisinya, Siwon hanya memandangi yeojya itu sambil sesekali melirik ponsel ditangannya. Dia membaca pesan yang diterimanya. Raut wajahnya berubah saat membaca isi pesan itu.

“Jangan lupa janjimu, Siwon.”

.

~The End~

================================================================================

Aiishh.. Aku meminta maaf sebanyak- banyaknya atas kelamaan publish cerita ini, yaa… Beberapa dr kalian pasti tahu alasannya.. jeongmal mianhae, yeorobun, na readers chagiya~ *bow sampe tanah*

untuk story couple berikutnya pasti kalian tahu siapa pairnya kan?

gomawo juga buat saeng-ku park hyunhyo, yg bersedia meminjamkan namanya buat cerita ini.. kkk~

okee.. selamat menunggu lagi.. *dicekek readers*

46 thoughts on “(First Story) Kim Family Series 3 // Marry You // YeWook

  1. yeyy seri 3 muncul(?)
    ending yg membahagiakan. .
    Setelah melewati bnyak coba’n karna mereka keluarga tapi gak sedarah akhirnya bisa menikah juga. .
    Taemin cocok banget jd anaknya hanchul. .
    Haha
    wkwkwkwkwk nama q nyempil jd cal0n biniy mimi g0mawo unnie. .
    Hahaha
    part selanjutnya jangan lama2. .
    Kekekeke

  2. 0m0na. . .
    Critax s0 sweet. . .
    ><. . .
    Menyentuh bget. . .
    K0nflikx dpet. . .
    Taemin c0c0k bget jdi anak HanChul. . .
    Next part SiBum ya 0nnie. . .
    Weh. . .
    G'sbar nunggu. . .

  3. aseeekkkk, Chap dpn SiBum~
    YeWook uda nikah ahahahaha~
    Yare~ yare~
    harus.a ZhouMi sm aku.a dunk #jduak!plakk! #dihajar honey

  4. Sumpah aq trharu bgt wktu Yesung ngelamar Wookie.
    Yesung msh cmburuan aja sama Zhoumi. Tkut bgt sich Mimi mw ngambil Wookie..
    Taemin emank cocok bgt jadi anaknya Hanchul. Soalnya Taemin kan mrip sama Heechul.
    Chap dpan Sibum kan? Sapa tu yg sms Siwon? Mangnya janji Siwon apa?
    Penasaran… Lnjut chingu…

  5. kyaaaaa…..
    sweet bgt eon >,<
    daebak!
    om yeye buru" bgt, tiba" si wuki udh d bwa aj k altar…
    udh kebelet nikah y…
    haha😀

    ak tebak, pst next coupleny sibum y? *plakk *sotoy =='

    gomawo eonni
    ttep smangat y eon🙂

  6. heh??
    zhoumi ngga sama henry ya eon? O.o

    trus eonn, siapa yang ngirim sms ke siwon? donghae oppa ya? atau yeojya lain? O.o

    haduhhhh
    ajdi penasaran…
    mana yewook yang peratama,,,

    hahahahha
    yeppa cemburuan tuh…
    di tunggu chapter selanjutnya eon…
    sibum kah? >_<

  7. kyaaaaaa!!!!!!!!
    co cweeettt~~~~~~
    jd ngbayangin pas kyu nglamarq bsook*plakkk*
    mwo?? ohh iyy yy si mochi jd co’ n sbatx kyu siihh jd gg bsa sma Mimi dehhh T.T
    hohoho ksiaan teukie niih jd tmbah tua dia kkkkk😛 v
    okk Eonn lnjuut n HWAITIIING keep writing!!!

  8. komen lg ah~

    Horre yewook nikah…
    Akhirnya thena eonnie g isa gangguin yeppa,, *dsepak thena eonni
    It berarti si wookie nikahnya cuma pke mantel?? G pale gaun, yeppa pelit ah~ *nglirik yeppa

    Trus setting wktu ny it 10taon kmudian kah?? Cz td ak liat umur taemin 10taon..
    Wow udah tua dong yeppa dkk.. *drajam rame2.

    Okeh2,, td liat typo ‘melindat’ bkan kah shrusnya ‘melintas’ y??

    Hmm, walo hanchul udah nikah, plis bkin story ttg mreka..
    Special gtu, pas mreka bikin taemin a.k.a nc-an stlh mreka nikah #yadong kumat #plaak.

    Udah ah, nie komennya pas lg ada kelas..

    Annyeong thena eonn..
    Next story d tnggu, #hug, diusir thena eonnie..

    #kaabuurr hanchul..

  9. Ahhh Sweet Bgt ^^, terharu bgt pas adegan lamaranny Yeppa..
    Jdi pengen cpt2 d lamar jga *tarik Ming*…
    Anakny Hanchul = Taemin, klo anakny KyuMin sapa (?) Sandeul B1A4… Hehehehe…

    Tu Yg sms Siwon sapa ya ?? Jd penasaran…
    Abisni SiBum kn ?? D tunggu next chapny…

  10. Terharu baca’a .. abis bnyk msalah tpi akhirnya bahagia juga ..
    Keren eon + dapet banget feel’a🙂
    Couple depan SiBum ?? *jingkrak jingkrik*
    Eh tpi kok ksan Siwon oas baca sms’a kaget ??
    Hwwa eonnie awas aja klo mereka di buat pisah *klo di buat tragis sih gk papa #pllak ..
    Di tunggu y eon klanjutannya ^^

  11. Wee eonni! Saya disini~
    Wuduu akhirnya muncul juga kf3! Hehe
    Waah chukkae yewook~
    Keren eonni kayak biasa!
    itu pasti smsnya dari donghae ya?? H3H3~ berarti nanti ada storynya haehyuk juga kan??
    Wuhuu ditunggu~~
    Emm selanjutnya sibum? Kilat ya eonni~

  12. . yeiy KFS 3 muncul!!

    . aku terharu aku terharuu!! akhirnya yewook nikah, bentar lagi sibum😀 ga sabar buat yang kyumin XDD

    tapi onn, aku kangen momen heechul ama kyu berantem u,u banyakin momen itu dong!😀

    sebelumnya makasih ya onn udah dikasih tau ff nya udah muncul😀

  13. Aigo…taemin dah 10thn,gak kbnykn tu thena hehehe….🙂
    Brati d klrg Kim trjadi 2 prnkhn dadakan,dulu heechul jg gt😀
    Chukae buat Yewook smg langgeng ampek kakek nenek🙂
    Part t’akhir bikin penasaran,d tunggu next chap chingu😀

  14. Horray selese juga nih part pertama
    bagusnya the..
    jgn2 qmu dah merit y kug sampe segitu detilnya klo dah menyangkut hati
    Ih Yeppa romantis bgt, aq mau kug wkwkwkwk

    *D sambit Thena

    Gomawo dah ksi tau, gomawo dah bkin FF yg bgus
    DAEBAK THENA!!! LANJUTKAN!!!

  15. yeeeyyyy,akhirnya kakak tertua jadi niah juga,kekeke..
    keren eonn,aku suka ceritanya^^

    lanjutan nya sibum ya??hmm,kyak ny konflik nya lebih seru nih *evilsmirk
    lanjutan nya ditunggu eonn
    kasih kabar lagi ya..^^

  16. Akhiiirnyaa..update juga..*pelukthenampepingsan:-D*

    Gyaaa…yeppa romantis ngelamarnya pake lagu..^0^
    Nikahnya dadakan wookienya ga pake gaun donk..kekekek yeppa dah g tahan keknya..:-P

    Next chap sibumkan??
    My paporit kapel…update jangan lama-lama ne..^^

  17. Yey update update update yeppa akhrny nikah sma wookie unnie(?)tp kok gantung y*plak*aishhh anakny hanchul simagnae iparny dii sayang taemin omo gbyngin deh imutny siMimin aishhh it bang kuda knpa lagi dpt sms jgn lpa janjimu sbnrny it janji bwt nikahin dii loh#diinjek masa#next SiBum kan dtnggu thena chan update asap
    psstt:thena-chan it wookie dh jdi istriny yeppa tp yeppa lg bka lowongn selir thena chan brminat XD#kaburrrrrr…..

  18. huh, mimi ntu klw d’ff ngrusuhin couple mulu deh.. Dasar namja gatel*bugh..buagh d’gbukin mitangs*

    eh, eon.. Apa itu minuman ”ORANG JUICE”? HAHAHA XD*nyindir*

    eonni… Mimi ga sm mochi ya ..? Klw ga slah mochi namja ya dlu …?

    Yeay!! Yewook nyusul hanchul..!! *anak’a sapa ya? Onew kah? Biar d’bkinin ayam trus … Hehehe …
    Oh, ya eon mrka ga ketuaan tuh? Dah 10 th kmudian kan? Brdasarkan umur taemin..

    Wah sapa yg sms siwon tuh? Jd penasaran nih ..
    Next story sibum ya?
    Ku tnggu eon …

    Lanjut eonni chagi …🙂

  19. Hwwaaaa Unniiiii…!!!!!!!!!
    ak nungguin nih ff… T.T
    akhir’a…
    .
    Yeppa romanmtis bgt.
    pengen deh dinikahin pke cra begitu.
    tpi, dia emang kyk anak2. bru begitu doang aj udah cemburu..
    huuuuuuuuuuuuuuuuuu…….!!!!!!!!!!!
    #ditendsangYeppa
    .
    ahh, segitu aj,
    ak nggak bisa coment. nunggu yg kedua aj. SiBum…!!!!
    Daebak Unni.
    .
    Annnyeong..!!

    Sign
    LY

  20. Yey..series 3 nya udah ada,keluarga yg bahagia,bgs2 bgt,ahkirnya yewook nikah juga tuh walaupun sempat marah2an,taemin juga imut bgt jd anaknya hanchul cocok..,trus mimi ternyata udah mau nikah juga..
    Next part sibum couple y,tuh kenapa tuh siwon?

    Di tunggu lanjutanya ^^

  21. ponaaaaaaaaaaaaaaa…. pendek banget pon #plakkk-diinjek.

    kurang greget pona #ngekk

    tapi suka, ih… keren banget yesung tapi kasian wookie. masa yang lain rapi dia sendiri berantakan mana pengantin wanitanya pula. aigooo… wookie sini aku dandanin #gubrakkk

    selanjutnya sibum ya??? berarti gak ada hanchul lagi dong nanti??? kan mereka dah nikah punya anak pula.

  22. KYAAA….
    stelah melewati masalah yg panjang x lebar x tinggi…
    akhr’a yewook nikah juga…
    so sweet bgt si yesung, nyiptai lgu kusus bwt ngelamar wookie
    pst ntar klo mreka udh pnya ank, swra ank mreka bgs bgt dh..

    taemin cucok bgt dh jdi ank’a si hanchul..

    next ditunggu ne..
    hwaiting eon^^

  23. Hai Taena….

    Akhrny dtng jg…. Udah lm nih gw nunggunya. Aiiish… Mau dong dibknn lg ma Yesung, dlmr sekalian ma Yesung jg g mslh *ngarep*

    Si tiang listrik alias Zhoumi mo merit jg toh, tp kok msh manggil Wookie chagia, agak gmn gitu….

    Taena… Da yg janggal nih, Taemin umur 10 tp Wookie kok msh kul. N ktnya, wkt Heechul nikah umurnya sm ma Yesung skrng, pdhl Heechul nkh kr2 22 thn, jd aneh gitu. Ato Taena yg slh ktk???

    Ps: mnt prekuel DHA dong. Crt tntng gimana Angel ma Camomile ktmu n akhirnya pcrn. Abis penasaran bgt sih.

    Gw tunggu yg lainnya.

    Salam,

    Elle

  24. eonnieeee… keeeerrreeeeeeeen…
    yiyyin mauuu jadi wookinyaaa duuunk.. *pleetaaak

    huaaaaaaa… mimi-ge udah punyaa pacaaar… yeees.. kalo gitu mochinya yiyyin ambl yaa mimi-ge
    hheee…
    next chapnya buruaan yaa eoon…😄

  25. Horeeee…..
    Akhir.a ff KFS3 publish juga…. *loncat2 gaje
    Aq nungguin bgt ff ini loh,,

    komen.a nih,,
    cerita.a mengharukan bgt onn,
    Yeppa romantis bgt ya, jd pengen deh punya namjachingu kyk yeppa…
    *ditendang thena onnie..

    Taemin.a lucu bgt sih, ngegemesin, minta di cubit…
    Ahh… Yewook dah nikah, hanchul jga….
    Seperti.a next story sibum ya?
    Kata2 di akhir.a bkn penasaran deh.

    Ok deh ditunggu lg cerita selanjut.a…
    Gomawo…..🙂

  26. woohoo~ kim family dateng lagi…
    anaknya hanchul itu taemin?huwaaa,cocok bgt..
    wookie kasian bgt yah,masa nikah pake baju yg seadanya,tapi gk papa deh yg pnting mreka nikah..
    siwon d sms ama siapa yah?kyu atau sungie?apa jngan” kangin? liat next part aja deh..
    oh iya eon,ntar henry nya gk d psangin ama siapa” kan?i hope so…
    wlupun d ff ini gk ada zhoury nya tpi aku tetep suka kok…
    hwaiting eonni^^

  27. taena eonn..,
    kim family ada seri 3 ny jg yaa, baru tau…itu juga gak sengaja nemu,
    ntu siwon dapet sms dari sapa.. kog rasanya kya bkalan ada masalah nihh..
    lanjutt ya eonn, ku tunggu..

  28. mian baru sempet ngomen unnie…
    KFS 3 comeback… >.<
    cieee yesung… saingannya muncul langsung ngajak wookie nikah… ^^
    pacarnya zhoumi siapa? henry kah? #plak *henry kan temennya kyu*
    tapi rasanya sedih juga mimi ga ngejar2 wookie lagi… *di cincang yesung*
    lanjutannya sibum kan? siwon janji apa?
    lanjutannya di tunggu unnie….
    ^^

  29. Itu zhoumi’nya sukses bgd iia bkin yesung jealous..wkwkk~

    Hufft,akhir’y yewook mnikahh jg..tp nikah’y ngedadak bgd iia??Kayanya wookie’nya jg ngga smpet dandan dlu tuhh😄

    Tp gpp dehh..yg pnting kn mreka nikahh..chukkae ^^

  30. A-Cha! Yeye appa so sweet sekaleeeeee… Wedding party-nya mirip2 Hanchul dulu yaa.. Alurnya sih beda, cara surprisenya juga beda. Cuma fic ini ngingetin lly sama Hanchul’s wedding beberapa waktu silam. *mwo?? O,o*

    Aaah, udah berapa hari cobak lly dikasih notif. Tapi baru sekarang lly muncul. *deep bows*bungkuk2 ke Taena sama Kim family*

    Hmm, pasangan selanjutnya? SiBum kan? Tuh udah dikasih clue. Jangan2 Siwon mau dijodohin kali ini. Wkwkwkwk…..😀

    -meluncur ke next story, Han Geng❤ ELF- <== ini sih slogan di bannerku buat penyambutan Han gege ntar… =_____=a

  31. ommo! Stlah taena END dr ffn, akhirnya aku menemukan jejak. Hahaha… Gomawo! Ga sabar nunggu bagian kyumin. Kyknya aku bakal baca dr awal seri lg niy!!! Krn lupa bag. Kyumin huhuhu…

  32. Baru tau series 3 tlh terbit *telat banget* -_-”
    Horeee!!! Kyakyaaa~~~ XO YeWook Shipper langsung teriak bahagia *abaikan*
    Soooo sweettttttt….. Terharu bacanya [T^T], apalagi pas bagian lagu Marry U. Kebayang suaranya Yeppa yg merdu. >__<
    Series 3 semuanya ttg wedding kh?? Hmm,,,si Evil lamar Minnie gimana ya, apkh dg PSPnya (?)…=D

  33. Wkwkwkwk
    pertama q mau ketawa sepuasnya dulu e0n #plakk.
    Q ngakak sampe skit perut krna ada nama si hyunhyo. Ga’ tau knapa q lngsung ktawa pas bc itu..

    Huwaaa
    yeppa so sweet, nglamar lngsung nikah. Pake lagu marry u pisan euy jd tambh r0mantis ajah…
    Tapi,
    masa’ cuma gara2 Wook jln ama Mimi jd cemburu gitu, mana saling mengejek pula.
    Yeppa ama Mimi kayak anak kecil deh..
    Hehehe

  34. anyeong chingu…salam kenal
    aku sbnr’a dh dr dl ngikutin ff-mu, tp br skrg smpet leave comment’a…mian ya….
    aku suka sama pemilihan kata& gaya ceritanya, kesannya udah kaya penulis profesional (asssiiiiikkk) :p
    jadi senyum2 sendiri kl ngbayangin kyumin couple yg nyusul nikah kaya apa ya???? hehehehe…
    gomawo chingu….anyeong….^_^

  35. love this story!!!!!!!! *Cium taena
    Mimi, sama aq aja, jgn sama sapa2 :p
    kirain selesai smpe series 2 aja, ternyata nyampe series 3 ^^
    pnsaran sm couple yg laen
    Fighting!!!!!

    p.s. ini udah final story ato mw lanjut lg😉 *wink

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s