You Looks Like Strawberry

“ Lihat Hae.. Dia yojya yang menarik, ya..” Gumam Sungmin sambil menengok kebawah dari beranda kamarnya. Menatap ummanya yang sedang memegang tali leher Bada, anjing keluarga Lee dan mengobrol dengan seorang yeojya dan yeojya kecil yang seumuran dengan adiknya.

Donghae tampak memperhatikan yeojya itu lekat- lekat. “ Menarik apanya, hyung?”

“ Dia seumuran sama kamu. Kalian pasti bisa jadi teman akrab.” Tambah Sungmin lagi.

Donghae nggak menjawab ucapan Sungmin. Mata bulatnya yang masih polos itu terus memandangi yeojya mungil dengan rambut dikuncir dua dan memeluk boneka strawberry yang memiliki kaki dan tangan.

Tersungging senyum polos diwajah Donghae yang saat itu masih berusia 7 tahun. “ Sepertinya dia bisa kujadikan teman akrab, deh..” Gumamnya pada dirinya sendiri.

Sungmin hanya tersenyum kecil melihat adiknya yang masih polos itu.

You Looks Like Strwaberry

Pairing :: EunHae

Gender-Switch/No Yaoi/Humor-Romance/PG-13

Disclaimer :: EunHae itu punya siapa? Ada yg mau mengaku? :3

Summary :: Strawberry itu asam! Sama sepertimu..

 

Ok, now is my unnie request.. Jongwoonswife-sj/ Putri unnie..

Juga EunHae shipper.. hope you like this all..

Nb :: dibawah story ini ada vote.. Dibaca, yah.. hhehe

 

~Donghae pov~

Makan.. Woow.. Aku makan cake sebesar rumah!

Ini menakjubkan.. Seumur hidup aku belum pernah memakan cake segede ini. Mana enak lagi.. Gratisan pula.. Ini hari baikku. Sangat baik. Sorry sorry aja yaa.. Aku nggak mau bagi- bagi sama siapapun.

Tiba- tiba rumah kue itu bergoncang.

Tempatku berdiri juga berguncang hebat!

Omona.. Gempa!!

“ LEE DONGHAE!!”

Aku langsung tersentak begitu suara cempreng itu memanggilku. Kutatap yeojya yang sedang menggoyang- goyangkan meja tempatku tidur tadi.

Eh, tidur?? Jadi tadi mimpi..?? Ah, sial..

“ Kau itu kalau tidur kaya raja sapi! Susah dibangunin.. Mana ngigo lagi. Untung nggak ngiler! Dasar jorok!” Cecar yeojya itu sambil berkacak pinggang dan menatapku sambil melotot tajam.

Kualihkan wajahku dari sosok Hyukkie, ah nama aslinya sih Lee Hyukjae, tapi aku lebih suka manggil dia Hyukkie. Dia temanku dari SD. Sekarang kami sudah SMA. Anaknya manis, sih.. Kalah gula, tapi buat aku Hyukkie sama seperti strawberry. Dari luar kelihatan manis, tapi kadang dalamnya.. Asam! Kenapa asam..? Dia itu bawel. Kekanak- kanakkan. Dan maling! (hah? Nyukkie maling?)

Tunggu! Kalian jangan kaget dulu. Maling disini maksudnya bukan kayak maling yang kalian tahu. Si Hyukkie yang memang penggila strawberry itu suka malingin strawberry di kulkas-ku. Dan payahnya, umma-ku.. Kadang memang sengaja membelikannya buat yeojya bawel itu. Jadi ngelunjak, deh..

Aku menatap Hyukkie lagi sambil menumpukkan kepalaku diatas meja. Aku mau tidur lagi.

Tapi tiba- tiba yeojya itu menggebrak mejaku kencang membuat telingaku pengang. “ Hyukkie!! Bisa nggak sih nggak ganggu orang tidur? Dosa tau!”

Hyukkie menatapku gusar. “ Kau itu udah tidur selama jam pelajaran, Hae.. Sekarang mau tidur lagi? Tadi kau sendiri yang nyuruh aku bangunin kamu kalo udah jam istirahat makan siang. Sekarang malah marah- marah. Mau kamu apa, sih?” Tantangnya.

“ Mau aku? Aku mau tidur.” Jawabku datar sambil menjitak kepala yeojya yang sedikit lebih pendek dariku itu.

Hyukkie mendelik marah dan siap menabokku. Sebelum tangan Hyukkie melayang kena wajahku, aku langsung mundur.

Plak! Aku selamat. Eh tapi.. Suara apaan tuh? Ada yang jadi korban!

Aku langsung menoleh kearah yeojya yang berdiri disampingku sambil memejamkan matanya. Aku dan Hyukkie sama- sama membatu.

“ Hyaa.. Je-jeongmal mianhae.. Aku nggak bermaksud mukul kamu. Niatnya aku cuma mau mukul si ikan teri ini. Mian.. Mian..” Hyukkie si pelaku kejahatan itu langsung nyembah-nyembah (plak!), maksudnya langsung mencium tangan (yang bener woy!), maksudku langsung memegang tangan yeojya itu dengan tampang melas.

Kalau nggak ada masalah begini, aku pasti udah menertawakannya.

Yeojya yang bernama Jung Jessica itu tersenyum. “ Nae.. Gwaenchana..” Jawabnya sambil menepuk bahu Hyukkie. Jessica melirik kearahku. “ Ah, Hae-ya.. Aku mau bicara sama kamu..”

Kutatap Jessica sejenak, lalu melirik Hyukkie yang diam saja sambil menatapku dengan tatapan yang nggak bisa kuterjemahkan. Jessica ini mantan teman sekelas denganku waktu kelas satu SMA. “ Mau bicara apa?”

Jessica tertawa sok berahasia. “ Yah, makanya aku mau bicara.”

Aku menoleh menatap Hyukkie. “ Boleh?” Tanyaku memastikan. Tunggu! Kenapa mau bicara sama Jessica aja aku minta persetujuan Hyukkie dulu? Memang aku siapanya? Ah, lebih tepatnya.. Hyukkie siapaku?

Hyukkie mengerutkan keningnya. “ Kenapa tanya aku? Aku kan bukan siapa- siapanya Hae.” Balasnya ketus sambil berjalan mendekati teman- temanku yang sedang memperhatikan kami.

Mendengar jawaban Hyukkie aku bisa merasakan sesuatu yang sakit menusuk jantungku (mati, dong?), pokoknya hatiku sakit denger dia jawab begitu.

“ Ya udah.” Balasku ketus sambil menarik tangan Jessica dan membawa yeojya itu keluar dari dalam kelas. Ah, masa bodoh sama Hyukkie.. Dia aja nggak perduli sama aku..

~Donghae pov end~

.

~Hyukjae pov~

Kenapa Donghae minta persetujuanku?  Kan suka- suka dia kalau dia mau ngobrol sama yeojya yang nggak aku kenal itu. Dasar namja.. Seenaknya aja mainin perasaanku.

Daripada mikirin si ikan teri, mending ngerumpi sama Wookie dan Kibum. Ah, bukan ngerumpi sih.. Karena Siwon, pacar Kibum dan Yesung oppa, pacar Wookie ikutan gabung di kelas kami. Padahal dua- duanya bukan siswa kelas ini.

“ Bener nggak apa- apa?” Tanya Kibum sambil menatapku khawatir.

Aku duduk dikursi kosong disamping Wookie dan mengalihkan pandanganku dari teman- temanku. “ Yah emang nggak apa- apa. Kok kalian ikutan ribet, sih?”

“ Ah, Hyukkie-ya.. Kau cemburu?” Tanya Siwon.

Kali ini aku menatap namja tinggi itu bête. “ Cemburu apa, sih?! Memang apa hubungannya Donghae sama aku? Kok kalian nanyanya begitu?” Jawabku ketus. Aku nggak suka pembicaraan ini.

“ Kudengar Jessica Jung itu mengicar Donghae, lho..” Kali ini Kibum yang menambahkan. Aku langsung diam mendengar ucapannya tapi aku nggak berniat menanggapinya.

Wookie yang bicara. “ Masa? Aku nggak tahu kalau Donghae-ya itu ada yang suka selain Hyukkie.” Gumamnya.

Eh, apa dia bilang?

“ Tunggu!” Sergahku cepat. “ Tadi Wookie bilang apa? Nggak ada yang suka Hae selain aku? Emang aku suka sama Hae?” Jantungku berdegup kencang dan bisa kurasakan wajahku memerah sekarang.

Temanku yang lain hanya manggut- manggut.

“ Kau cemburu, kan?” Tanya Yesung oppa santai mengulangi pertanyaan Siwon.

“ Andwae!” Sentakku kesal.

“ Kalau nggak cemburu kok jawabnya ketus banget?” Kali ini kulihat Yesung oppa tertawa mengejekku sambil bersembunyi dibalik tubuh mungil Wookie. “ Aku yakin saat ini Hyukkie lagi cemburu buta!”

Apa kata dia? Cemburu buta! Gila!

Aku langsung berdiri dan berjalan sedikit mendekati Yesung oppa.

Dugh! Kutendang kakinya kuat- kuat.

“ Wadaaw!” Yesung oppa langsung menunduk memegangi kakinya dan meringis menatapku. “ Sakit, Hyukkie.. Kok kejam amat sih jadi yeojya?”

“ Dasar babbo!” Seruku cepat sambil berlari kecil meninggalkan teman- temanku.

“ Ah, Hyukkie! Tunggu!” Kudengar seruan Wookie dan dia mengejarku. Kibum juga ikut mengejarku keluar kelas. Aku sedang ingin sendirian, kenapa mereka malahan ngejar aku sih? Aku kan sedang kacau sekarang.

Ah, mungkin Yesung oppa benar.. Aku cemburu. Habisnya.. Aku kan memang suka sama Donghae dari dulu. Sialnya, namja ikan teri, babbo, autis, aneh, nggak peka dan menyebalkan itu nggak tahu sama sekali tentang perasaanku.

0o0o0o0o0o0o

Pagi ini aku badmood.. Sengaja aku jalan lebih pagi biar si ikan teri itu nggak bareng sama aku. Tapi nyatanya, si ikan teri Donghae tetep udah stand by di depan rumahnya nungguin aku. Aku dan Donghae tetanggaan sih.. Rumahnya tepat berada di depan rumahku. Cuma dipisah jalan kecil doang..

Untungnya, tadi Donghae ketinggalan ponselnya, jadi waktu dia ngambil ponsel aku langsung kabur ninggalin dia. Mian.. Tapi aku nggak mau deket- deket kamu dulu, Hae..

“ Lee Hyukjae..?”

Aku menoleh keasal suara yang memanggilku. Kutatap yeojya berambut pirang panjang berdiri di depan kelas 2-A. Sepertinya itu kelas yeojya itu, aku dan Donghae kan kelas 2-D. Tambahan, dia itu yeojya yang kemarin..

“ Wae?” Tanyaku biasa saja. Tanpa emosi.

Yeojya itu berjalan mendekatiku. “ Chonun Jung Jessica imnida.” Ia langsung memperkenalkan dirinya. Apa maunya, ya?

Aku mengangguk sekali. “ Hyukjae imnida. Panggil aja Hyukkie.” Balasku. “ Mau cari Donghae? Dia ketinggalan.” Lanjutku asal tebak. Tapi pastinya dia memang mau cari Donghae, kan? Mana mungkin cari Siwon. (ngga nyambung.. -__-)

Jessica tertawa pelan. Kok dia tertawa? Aku nggak ngelawak, lho.. Apa yang lucu? Apa wajahku lucu? Kalo itu sih jangan ditanya. Aku memang lucu, manis dan cantik. (pede sejuta)

“ Aku mau bicara sama kamu.”

Ucapan Jessica membuatku langsung kaget. Apa dia mau bales dendam karena kemaren aku nggak sengaja mukul muka dia? Ato dia mau buat perhitungan karena aku dekat sama Donghae, dia cemburu sama aku! Oh, noooo… (hyukkie kelewat lebay! *tendang hyukkie* *ditendang balik*)

“ Hyukkie!” Tiba- tiba aku dengar suara Kibum disampingku.

Aku menoleh menatap yeojya manis itu. “ Kibummie?”

Kibum melirik kearah Jessica sebentar. “ Kok disini? Kamu salah kelas?” Tanyanya pelan. “ Sedang bicara apa sama Jessica?”

Aku buru- buru menggeleng. “ Kibummie.. Kalau ada yang cari aku bilang aku ke atap sekolah sebentar.” Ucapku cepat sambil berjalan meninggalkan Kibum. “ Bicara diatap aja.” Gumamku ke Jessica dan yeojya itu langsung mengikutiku.

Oke, sekalinya dia mau menghajarku, aku pasti bisa lebih kuat dari dia.

~Hyukjae pov end~

.

~Donghae pov~

Sialan si maniak strawberry itu.. Padahal aku suruh tunggu sebentar. Jarak rumah kami sama halte bis kan cuma se-blok aja. Masa aku ditinggalin, sih.. Pas sampe di halte, bisnya baru jalan, babbo-nya.. Kenapa aku malah ngejar bis itu? Kan masih ada bis berikutnya..

Babbo hyper Lee Donghae..

Brukh! Kujatuhkan tubuhku ke kursiku sambil terengah- engah. Gimana nggak capek? Ngejar bis dari halte sampe ketemu halte lagi. Kan jauh banget!

Aku mengalihkan pandangan ketempat Wookie dan Kibum yang sedang ngobrol berdua. Mana Hyukkie?

Langsung aja aku samperin dua yeojya yang suka ngerumpi itu. “ Hyukkie mana?” Tanyaku tanpa basa- basi.

Kibum menoleh menatapku. “ Katanya sih lagi ngobrol ama Jessica.”

Begitu dengar jawaban Kibum aku langsung shock! Jessica ngobrol sama Hyukkie? Kenal aja nggak.. Ada apa, nih?

“ Lalu, mereka ngobrol di atap sekolah. Kalau khawatir samperin aja. Sebenernya aku juga khawatir sih sama Hyukkie. Takut dia kenapa- kenapa sendirian..” Tambah Kibum.

Tanpa disuruh sih aku pasti nyusul dia.

Aku langsung berlari keluar kelas menyusuri koridor sekolah. Kalau ada guru atau OSIS yang lihat bisa kena masalah. Tapi aku nggak perduli. Yang penting sekarang cuma apa yang dibicarakn Jessica ke Hyukkie. Jangan sampai dia ngomongin masalah yang kemarin.

Aku sampai di atap sekolah. Pelan- pelan kubuka pintu menuju atap dan jalan mengendap- endap mencari letak keberadaan Hyukkie dan Jessica. Sampai satu suara mengejutkanku. Suara Hyukkie..

“ Kenapa kau bertanya padaku?” Kudengar nada ketus Hyukkie dari suaranya. Memangnya Jessica bertanya apa kepadanya?

“ Soalnya kau dan Donghae kelihatan seperti orang pacaran. Tapi yang aku dengar kalian kan hanya teman sejak kecil. Makanya aku mau nanya sama kamu apa aku boleh berkencan dengan Donghae?”

Oh, god! Jessica memang membicarakan masalah kemarin. Saat ia mengajakku main ke Lotte park minggu ini.

“ Itu kan suka- suka Donghae aja!” Kali ini Hyukkie berseru. “ Kenapa sih kalian semua selalu menghubungkan tentang Donghae padaku. Aku ini kan bukan siapa- siapa dia!” Lagi- lagi satu kalimat Hyukkie bagai pisau yang mengiris hatiku. Sakit mendengarnya bilang begitu..

“ Ya sudah!” Aku langsung keluar dari tempat persembunyianku dan berjalan mendekati mereka. Hyukkie dan Jessica sama- sama menatapku nggak percaya. “ Aku ini memang bukan siapa- siapanya Hyukkie, kan.” Lanjutku lagi. Ada sedikit perasaan aneh saat aku mengucapkan kalimat itu.

Aku menatap Jessica serius. “ Hari minggu aku bersedia menemanimu, Sica.” Meski aku coba tersenyum, tapi rasanya hatiku janggal. Aku melirik Hyukkie yang mematung didepan kami. Itu kan yang kau mau, Hyukkie..?

Ya, karena aku bukan siapa- siapamu.. Padahal bagiku.. Kau segalanya untukku..

~Donghae pov end~

0o0o0o0o0o0o0

~Hyukkie pov~

Hari minggu.. Hari ini Donghae kan pergi sama Jessica ke Lotte, yaa..

Biasanya kalau hari minggu aku main ke rumahnya. Jungsoo ahjumma pasti sudah menyiapkan banyak strawberry untukku. Ummanya Hae itu sangat baik, ia selalu membelikanku strawberry yang aku suka.

Lalu kenapa aku nggak kesana aja?

Kan nggak ada Donghae..

Tapi disana lebih baik dari pada main ayunan sendirian di taman sepi ini. Huuuh… Kau menyedihkan sekali sih Lee Hyukjae..

“ Hyukkie?”

Teguran lembut seseorang mengacaukan lamunanku. Baru kusadari kalau cahaya matahari yang tadi menyinariku kini tertutupi oleh siluet bayangan seseorang. Aku langsung menengadah melihat siapa yang menegurku.

Kulihat Sungmin oppa tersenyum lembut sambil menunduk menatapku. “ Kenapa disini?”

“ Sungmin oppa sendiri kenapa disini?” Tanyaku sambil mengikuti gerakan Sungmin oppa yang duduk di ayunan kosong disebelahku. Aku melihatnya menarik tali Bada. “ Ah, ngajak Bada jalan- jalan toh..”

Ia menatapku gusar. “ Harusnya hari ini si Donghae yang ngajakin Bada jalan- jalan. Eh dia malah main.” Jelasnya. “ Eh, tunggu.. Kok kamu disini? Tadi aku kira Donghae perginya sama kamu. Kalian kan kemana- mana bareng mulu.”

Lagi- lagi aku menunduk. Sepertinya memang sudah label perusahaan yang nggak bisa diganti, dimana ada aku pasti ada Donghae. Kenapa sih semua orang selalu menyangkut pautkan kami? Memang sih sejak kecil aku sama Donghae terus.

“ Kalian bertengkar?” Tanya Sungmin oppa lagi.

“ Aniyo.” Jawabku singkat sambil menatap kearah Bada yang sedang duduk santai disamping Sungmin oppa. “ Emang salah ya kalau aku nggak main sama Donghae? Kan biasa, oppa..”

Mendengar gurauanku, Sungmin oppa malah tertawa pelan. “ Tapi aneh aja. Lalu, kalau kau nggak sama Donghae, kenapa nggak main ke rumah? Umma padahal hari ini bikin cake strawberry, lho.. Karena kau nggak kelihatan kayaknya umma ngasih ke umma kamu, deh.”

Aku nggak minat makan cake ataupun strawberry. Aku hanya ingin tenang hari ini..

Entah Sungmin oppa mengerti atau nggak dengan apa yang aku rasakan, tapi kudengar namja itu berdeham pelan. “ Hyukkie..”

Aku menoleh menatapnya. “ Hm?”

Sungmin oppa tersenyum manis memperlihatkan dua gigi kelincinya yang membuatnya terlihat sejuta kali lebih manis dari Donghae. “ Sabar, ya.. Anak itu emang kurang peka.” Gumamnya sambil mengelus badan Bada.

Kutatap Sungmin oppa lekat- lekat. Kurang peka? Maksudnya?

~Hyukkie pov end~

.

~Donghae pov~

Aku berjalan lunglai menyusuri jalan setapak menuju rumahku. Aku jadi teringat apa yang Sica katakan tadi saat kami istirahat di sebuah café di dalam wilayah Lotte park.

Flashback..

“ Kau mau pesan apa, Hae?” Jessica menatapku sambil memegang daftar menu yang diberikan pelayan café setelah kami duduk. Ia membolak- balik daftar menu itu dengan tampang bingung.

Aku menatap daftar ice cream dihadapanku. “ Aku.. Starwberry ice cream aja.” Jawabku pelan. Kenapa aku mesan strawberry ice cream? Aiish.. Ini kebiasaan. Kalau main sama Hyukkie pasti aku disuruh pesan strawberry ice cream dan ujung- ujungnya ice cream-ku dia yang makan semua. Dasar Hyukkie..

“ Hae suka strawberry?” Jessica menatapku nggak percaya.

Tentu saja aku langsung menggeleng. “ Aku kurang suka makanan manis sih, tapi tahu kenapa ingin pesan ice cream strawberry. Kalau lihat strawberry jadi ingat Hyukkie.” Jawabku polos sambil nyengir.

Jessica menatapku datar.

Aish.. Aku salah bicara.

“ Sepertinya kau selalu memperhatikan Hyukjae-ya, ya..” Gumamnya sambil menyerahkan daftar menu pada pelayan. “ Strawberry ice cream dua.” Pesannya dan si pelayan langsung pergi.

Aku jadi nggak enak sama Jessica. “ Mian, bukan maksudku..”

“ Yah, aku ngerti, kok.” Potong Jessica. “ Dari awal kau memang selalu memperhatikan Hyukjae-ya, sih.. Aku aja yang tetep mau deket sama kamu.” Jelasnya lagi sambil mencoba tersenyum.

Dekat denganku? Jessica ingin dekat denganku? Apa dia sebenarnya menyukaiku? Aku menatap yeojya itu bingung. “ Jessica.. Kau..”

“ Ngh.. Saranghae, Donghae..” Ucap Jessica cepat.

Aku langsung terkejut mendengar pernyataan cinta yeojya itu. Kurasakan wajahku terasa panas. Seumur hidupku ini pertama kalinya ada yeojya yang menyatakan cintanya padaku. Aku harus bagaimana. Aku kan nggak bisa menerimanya..

“ Tapi aku nggak butuh jawaban.” Sepertinya Jessica sudah malas menungguku menjawab karena aku hanya diam. Kuputuskan untuk menatapnya kalut. “ Kau suka pada yeojya itu.. Jadi katakanlah, Hae..”

Aku menatap keluar jendela. “ Jessica.. Mian.. Aku nggak bisa terima kamu.. Lalu percuma. Hyukkie itu nggak pernah sadar sama perasaanku.”

“ Kalian berdua sama- sama nggak ada yang mau jujur.” Balas Jessica diselingi tawa kecilnya.

Flashback end..

Aku menengadah menatap ke arah kamar Hyukkie di lantai dua rumahnya. Ah, yeojya itu masih duduk di beranda kamarnya. Kenapa dia masih disana? Angin malam kan nggak bagus buat kesehatan.

“ Hyukkie!” Kuputuskan memanggilnya.

Hyukkie menunduk menatapku. “ Donghae? Baru pulang?”

Aku menganguk. “ Nae.”

Hyukkie nggak membalas ucapanku. Mood yeojya itu memang lagi buruk belakangan ini, ya? Ah, kalau dia kuberitahu café yang enak di Lotte park mungkin dia akan senang lagi. Baiklah.. Coba ajak dia!

“ Hyukkie, tadi aku dan Jessica makan di café yang enak lho..” Ucapku lagi.

“ Lalu?”

“ Lotte park itu tempat yang seru, kau kan belum pernah kesana. Strawberry ice cream disana juga enak banget.” Iya, waktu lihat ice cream itu aku jadi ingin sekali mengajak Hyukkie kesana. “ Lain kali_”

“ Berisik!” Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, Hyukkie langsung berteriak sambil berdiri di beranda kamarnya. “ Kalau kau memanggilku hanya untuk pamer kencanmu dengan yeojya itu lebih baik kau pulang aja ke rumahmu, Hae!”

Lho? Kok dia marah?

“ Aku benci Donghae!” Seru Hyukkie dengan suara terisak. Ia berlari masuk ke dalam kamarnya dan langsung menutup jendela kamarnya juga gorden jendela kamarnya rapat.

Dia kenapa? Apa salahku? Apa dia marah karena aku nggak pernah ngajak dia ke Lotte park? Atau dia marah karena aku nggak bawa oleh- oleh? Atau jangan- jangan gara- gara aku makan ice cream strawberry yang belum pernah dimakannya?

Tunggu!

Tadi dia.. Menangis?

Hyukkie menangis…

Ah, seharusnya aku masuk ke dalam rumahnya dan mencoba bicara dengan Hyukkie. Seperti setiap kali aku membuatnya menangis karena ku jahili saat masih kecil, kan? Tapi saat ini.. Kenapa aku merasa terpuruk melihat yeojya itu menangis? Menangis karena aku..?

0o0o0o0o0o0o0o0

Aku berbaring malas di atas tempat tidurku. Aku nggak bisa tidur. Raut wajah Hyukkie terus terbayang.

“ Hae.” Tiba- tiba Sungmin hyung masuk ke kamarku.

Aku menolehkan kepalaku kearahnya. “ Wae, hyung?” Tumben Sungmin hyung belum tidur malam- malam. Biasanya dia paling pertama tidur. Dia nggak biasa bergadang. Dan kalau dia menemuiku semalam ini. Pasti ada yang mau dibicarakan.

Kayaknya aku tahu deh..

“ Hyukkie..” Mulai Sungmin hyung. Tepat! Pasti ngomongin Hyukkie. “ Kalian nggak bertengkar, kan?” Tanyanya pelan. “ Hyung nggak berniat ikut campur dalam urusan kalian, tapi melihat yeojya itu muram gara- gara kamu rasanya aku jadi kesal.”

“ Hyung suka Hyukkie?” Tanyaku datar. Sungmin hyung kan dulu bilang kalau Hyukie menarik.

Dengan tampang gusar Sungmin hyung menggeplak kepalaku. “ Babbo. Mana mungkin aku suka sama Hyukkie. Masa aku ngambil yeojya yang ditaksir dongsaengku sendiri. Aku tuh udah nganggep dia kayak adik sendiri.” Jelasnya.

“ Iya.. Iya.. Aku bercanda doang. Terus kenapa sama Hyukkie?” Tanyaku lagi lebih malas.

“ Kau itu benar- benar nggak peka, ya..? Pantas aja dia jadi murung begitu.” Gumamnya membuatku bingung. Apa maksud Sungmin hyung??

0o0o0o0o0o0o0

Kutatap sosok Hyukkie yang duduk lebih jauh didepanku. Seharusnya dia duduk disampingku, tapi sudah tiga hari ini dia minta pindah dan nggak mau bicara denganku sama sekali. Aku sudah berusaha bicara dengannya, tapi yang kudapat hanya tatapan sinis, serangan -tendang kaki-, dan racian kata- kata tajam. Donghae ikan teri jelek lah.. Ikan bau amis lah.. Nggak punya perasaan lah.. Curang lah.. Dan baru- baru ini satu kata membuatku langsung diam nggak berkutik. Donghae mesum!

Hah? Kapan coba aku berbuat macam- macam sama dia? Nggak pernah woy!

Teng-teng-teng

Bel istirahat berbunyi. Pokoknya hari ini semua masalahku sama Hyukkie harus clear. C-L-E-A-R! Bersih! Selesai! Tuntas-tas-tas! Capek aku didiemin sama dikatain terus sama yeojya bawel itu.

Tapi alasan sebenarnya.. Aku nggak bisa begini terus sama dia. Jujur aja aku kangen banget sama tawa Hyukkie. Lama- lama dia bisa cepat tua kalau berantem sama aku terus. Kasihan juga sih kalau Hyukkie yang imut dan manis itu tua sebelum waktunya. (niat baikan apa nggak sih?)

“ Hyuk!” Aku berlari mengejar Hyukkie yang berdiri dari bangkunya.

Dugh! Hyukkie langsung nginjek kakiku dengan sekuat tenaganya.

“ Sakiit!” Ringisku kesal.

“ Mau apa kau ikan teri mesum? Aku mau ke toilet tau. Mau ikut hah? Dasar mesum!” Serunya ketus bercampur sinis dan langsung berjalan meninggalkanku. Menyeret Kibum dan Wookie yang cuma bisa menatapku dengan tatapan turut-berduka-cita.

“ Hyaa!” Kuhempaskan tubuhku dikursiku sambil merasakan kakiku yang nyut-nyutan diinjek si Hyukkie itu. Yeojya kalau marah itu menakutkan. Seumur hidup aku nggak mau bikin yeojya marah lagi.

“ Makanya katakan yang sebenarnya, babbo.” Teguran Siwon yang tiba- tiba muncul di belakangku membuatku malas menatapnya. Aku tetap memandang lurus kedepan.

“ Sekalian minta maaf.” Kali ini suara Yesung hyung.

Mereka itu senang sekali mencampuri masalahku dengan Hyukkie, ya..

“ Aku harus bilang apa? Baru mau bilang aja dia udah nyerang duluan.” Gumamku frustasi. Hyukkie payah..

Kurasakan Siwon atau Yesung hyung -pokoknya aku nggak tahu siapa- menepuk bahuku pelan. “ Dia itu bimbang sama kamu. Kamu nggak pernah bersikap seolah- olah kamu suka sama dia. Selama ini dia cuma nunggu kamu bilang itu doing, Donghae..”

Benarkah? Selama ini Hyukkie hanya menungguku?

Bukannya aku yang menunggunya? (namja babbo!)

Memangnya Hyukkie nggak tahu kalau selama ini aku mencintainya? Ah, ya iyalah babbo.. Kau kan nggak bilang! Lagipula selama ini yeojya babbo itu juga nggak pernah memperlihatkan kalau dia suka padaku, kok..

Eh, masa? Setiap kali aku dekat dengan Jessica, dia kan selalu berubah ketus. Dia cemburu, ya?

Aku baru mengerti! Pantas aja Sungmin hyung bilang aku ini nggak peka.

~Donghae pov end~

.

~Hyukjae pov~

“ Kalian ke kelas duluan aja.” Gumamku sambil berjalan keluar dari toilet.

“ Kamu mau kemana?” Wookie menatapku khawatir. “ Mau sampai kapan sih menghindar dari Donghae? Kasihan dia.. Kayaknya dia bisa mati kalau kau diamkan lebih dari ini.”

Aku mengangkat bahu pelan.

“ Hyukjae-ya..” Seseorang memanggilku.

Aku menoleh, kulihat Jessica berjalan kearahku. Ah, yeojya yang satu ini membuatku semakin nggak bisa berpikir jernih. Jessica tersenyum kepadaku. “ Aku mau bicara sebentar denganmu. Boleh, ya..”

~Hyukjae pov end~

.

~Donghae pov~

Duh.. Aku nggak sabar nunggu Hyukkie balik. Kok lama banget sih ke toiletnya. Padahal aku udah lari ke kantin sekolah buat beli lollipop strawberry, permen strawberry, pokoknya makanan yang berbau strawberry. Niatnya sih buat ngerayu Hyukkie biar nggak ngambek terus. Sekalian bilang sesuatu.

Kulihat Kibum dan Wookie masuk ke dalam kelas.

Tanpa Hyukkie!

“ Mana Hyukkie?” Tanyaku begitu kedua yeojya itu duduk di kursi mereka menghampiri pacar masing- masing.

“ Sama Jessica Jung.” Jawab Kibum pelan.

Hwats?! Jessica lagi? Ada apa lagi sih sekarang?

“ Kemana mereka?” Tanyaku panik.

Kedua yeojya itu serentak mengangkat bahu.

Ah, Hyukkie.. Payah! Payah! Payah! Pokoknya harus terus nemuin dia sebelum Jessica ngomong macam- macam sama Hyukkie.

~Donghae pov end~

.

~Hyukjae pov~

“ Kau bertengkar sama Donghae?” Tanya Jessica pelan dengan nada bersalah.

Kenapa dia bertanya padaku? Kenapa nggak cari Donghae aja, sih?

“ Sekalipun aku bertengkar sama Donghae, kau nggak bisa ikut campur dengan nanya- nanya sama aku. Tanya aja sama Donghae langsung.” Balasku ketus. Aku nggak mau bicara sama dia lebih lama lagi.. Rasanya sakit!

Jessica tertawa pelan. “ Sayang, ya.. Padahal aku mau kasih tahu sesuatu.”

“ Apa?”

“ Aku sudah menyatakan perasaanku pada Donghae.”

Tubuhku langsung kaku begitu Jessica mengatakan hal itu. Sudah menyatakan  perasaannya pada Donghae? Apa sekarang mereka berpacaran? Ah.. Rasanya aku mau menangis!

Jessica masih tersenyum santai. “ Tapi aku ditolak.”

Satu lanjutan itu membuatku menatapnya bingung. “ Ditolak?”

Senyum hanya menghiasi wajah yeojya itu.

~Hyukjae pov end~

.

~Donghae pov~

Sial! Aku kira si Hyukkie sama Jessica di atap sekolah, ternyata nggak ada disana. Capek- capekin aku lari- larinya kayak orang babbo. Terus dimana? Sekolah ini kan luas. Susah nyarinya kalau aku nggak tahu mereka dimana.

Tiba- tiba aku melihat Jessica berjalan naik di tangga. “ Jessica!” Seruku cepat. Untungnya yeojya itu langsung menengok dan menatapku. “ Mana Hyukkie?” Tanyaku dengan nafas tersenggal- senggal.

“ Dia di taman belakang sekolah.” Jawab Jessica pelan.

“ Ok, gomawo.” Aku langsung berlari meninggalkan Jessica.

Aku berlari keluar sekolah dan langsung ke taman belakang sekolah. Kulihat Hyukkie lagi berdiri dibawah sebuah pohon sambil menunduk dan menutup wajahnya. “ Hyukkie!” Panggilku kencang.

Yeojya itu mengangkat wajahnya sehingga aku bisa melihat matanya merah dan air matanya mengalir perlahan. Dia menangis?

“ A-Apa yang dia katakan? Jessica menyakitimu? Kenapa menangis?” Aku langsung merengkuh bahunya. Jujur aja.. Aku sangat panik sekarang.

“ Babbo!” Hyukkie menyentakkan tanganku dan terisak lagi. “ Kau itu namja yang jahat Hae. Kau jahat. Dasar ikan teri jahat!” Serunya lagi- lagi seenaknya ngatain orang. Aku aja nggak ngerti kenapa aku dibilang jahat.

Kutatap dia bingung. “ Kok jahat?” Tanyaku polos.

“ Kenapa kau tolak dia? Dia itu bener- bener suka sama kamu. Mana nolaknya pakai alasan begitu lagi! Lee Donghae payah!” Cecarnya nggak mau kalah.

Tunggu.. Kayaknya aku paham nih apa yang Jessica katakan. Pasti Hyukkie sudah tahu alasan aku menolak Jessica..

Sedikit menggodanya nggak apa- apa, kan?

“ Memang aku nolaknya gimana?” Tanyako sok babbo.

Hyukkie masih terisak. Sebenarnya aku pengen langsung meluk Hyukkie dan menghentikan tangisannya, tapi jangan dulu. Tahan Donghae..

“ Kau bilang..” Suaranya tersendat. “ Bilang..”

“ Bilang apa?” Tanyaku nggak sabar.

“ Kau bilang kau…” Ia masih nggak berani bilang. Dasar yeojya payah!

Baiklah, Lee Hyukjae! Kesabaranku sudah habis!

Aku langsung meraih tubuh Hyukkie dan memeluknya erat. Hyukkie tersentak dengan perlakuanku, tapi dia nggak menolak. “ Aku bilang kalau aku suka sama yeojya lain..” Bisikku. “ Aku bilang kalau sebenarnya aku suka padamu begitu?” Sebenarnya aku nggak bilang se detail itu ke Jessica, kan? Tapi saat ini nggak apa- apa kalau sedikit berbohong.. :p

Hyukkie nggak memberi respon. Isakannya sudah berhenti. “ Kenapa bilang begitu?” Kali ini suaranya terdengar serius namun lembut.

“ Kenapa? Yah karena aku memang suka padamu, Lee Hyukjae si maniak strawberry!” Seruku gemas sambil melepaskan pelukanku dan menepuk bahunya sambil menatap mata Hyukkie dalam. Aku yakin yeojya ini akan mengerti.

Hyukkie mengalihkan pandangannya. “ Pasti habis ini kau mau bilang, nggak deh bohong.. Aku nggak mungkin suka sama kamu, yeojya bawel yang suka ngomel- ngomel.” Gumamnya dengan nada ketus sambil cemberut.

Gemas juga jadinya kalau yeojya ini sudah seperti itu. Satu tanganku meraih wajah Hyukkie agar ia kembali menatapku. “ Lihat mata saya.. Apakah ada kebohongan di dalam mata saya?” Tanyaku dengan bahasa formal.

Senyum kecil menghiasi wajah Hyukkie. “ Mukamu mirip ikan!” Ejeknya.

“ Hyukkie.. Aku serius!” Seruku kesal dan otomatis tawa Hyukkie langsung pecah. “ Babbo!” Kutarik wajahnya dan mendekatkannya dengan wajahku. Wajah kami kini hanya berjara lima sentimeter, aku bisa melihat mata Hyukkie berubah kaget dan wajahnya memerah.

“ Ma- mau apa, heh?” Tanyanya sok berani.

“ Kalau kau nggak jawab, aku cium kamu!” Ancamku sambil nyengir.

Dugh! Lagi- lagi Hyukkie menginjak kakiku sekuat yang ia bisa dan membuatku langsung meloncat menjauh darinya. Nih yeojya memang nggak boleh lengah sedikit langsung nginjek atau nendang kaki orang.

“ Jangan macam- macam ya!” Tantangnya dengan wajah merah padam.

Aku tersenyum menatapnya. “ Ya sudah jawab.. Nggak usah lama- lama, aku tuh nggak sabaran orangnya, Hyukkie..”

Hyukkie mengalihkan wajahnya dariku. “ Na-nado sarang..” Bisiknya.

“ Eh, apa? Nggak kedengaran!” Seruku sedikit menggodanya. Jujur sih aku dengar apa yang diucapkan Hyukkie tadi. “ Ulangi sekali lagi.”

“ Kubilang nado saranghae, ikan teri bau amis!” Seru Hyukkie dengan wajah memerah kayak strawberry yang disukainya. Haha.. Dasar maniak strawberry, saat memerah juga kayak strawberry. Jadi mau memakannya.

Aku langsung memeluk Hyukkie. “ Haha.. Aku tahu kok.. Maaf kalau selama ini aku nggak peka Hyukkie. Aku ini memang babbo.. Kalau nggak disadarkan, aku mana paham.”

“ Kau ini bicara apa aku nggak ngerti..”

Aku mencium puncak kepala Hyukkie dan memeluk yeojya itu makin erat. “ Pokoknya, kau itu hal yang paling penting buatku, lho..”

Aku merasakan Hyukkie balas memelukku.

“ Oh, iya.. Di kelas aku punya banyak permen strawberry buat kamu.. Tadinya mau kupakai buat ngerayumu biar nggak marah lagi. Ternyata malah nggak berguna.” Kulepas pelukanku dan menggandeng tangan Hyukkie erat.

Hyukkie tersenyum riang. “ Oke. Anggap aja itu hukuman karena kau sudah bikin aku menangis!” Balasnya.

Ku acak- acak rambut yeojya itu dan dia mendengus bête. Lalu merangkul bahunya. “ Iya.. Aku minta maaf soal yang itu..” Ucapku akhirnya. Dan Hyukkie mengangguk pelan. Yah, hari ini hari yang special untukku. Hari in rasanya semanis strawberry kesukaan Hyukkie. Tapi rasa asam itu nggak bakal aku lupain. Rasa asam saat aku berusaha memeastikan perasaanku terhadapnya..

.

~Fin~

4 thoughts on “You Looks Like Strawberry

  1. kyaa asemb maniss. .
    senng baca ff haehyuk. .ceritanya seru. .smpet jngkel pas si sica tiba tiba nongol blng cinta. .euhhh. . .
    yeahh happy ending. .tak perlu sesenggukan. .cukup cengar cengir aja. .kekekeke

  2. hehe. . . Huehue. . . Fufufu. . . Ckikiki. . . Auauau. . .hihihi.. . *gila* ni cerita bkin aku jd makiiin cinta ma nih couple. . Kekekeke. . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s