Message From A Ghost

Pairing :: SiBum

Genre :: Horor -tapi nggak serem-

Rated :: PG-15

Warning :: Meski nggak seram sama sekali, tapi tetep aja dianjurkan jangan dibaca malam- malam.

Thena_taena presented..

 

Message From Ghost!

.

“Kibum~~~~”

Suara itu…

“Kibum~~~”

Nuguseyo?

“Kibum~~~

Perlahan aku menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilku dengan suara seperti itu. Dan saat itulah aku shock melihat bayangan seorang yeojya berkulit pucat dengan menggunakan gaun putih pendek sedang menatapku dari dalam kaca.

Omo!!!!

“Hantu!!”

.

.

STORY START!!

.

.

Hoahm… Aku mengantuk. Seperti biasa, malam ini aku nggak bisa tidur dengan nyenyak. Suara bodoh itu terus menghantuiku. Aissh.. Bukan menghantuiku! Tapi menggangguku. Kalau kuingat lawanku itu memang hantu sungguhan.

Oke, lupakan!

Namaku Kim Kibum. Siswa kelas 2-A di Suju High School. Sekolah khusus namja yang paling terkenal di Seoul. Dan aku termasuk dalam daftar sepuluh namja populer disana. Aku punya banyak fans yang menamai mereka Snowers. Dari namja sampai yeojya.

Mereka mengagumiku tanpa tahu yang sebenarnya ada dalam hidupku.

Gangguan.

Ya, sebagian dari mereka pasti nggak percaya akan adanya hantu dan sebagian lainnya percaya. Aku berada di bagian yang percaya. Selama dua bulan terakhir ini hidupku kacau dan penuh dengan gangguan.

Gangguan hantu.

“Minggir!!!”

Hee? Suara siapa itu? Pagi- pagi begini sudah berteriak sekencang itu. Berisik sekali. Belum sempat aku menoleh, sesuatu langsung menabrakku tanpa izin. Aku terjerembab ke jalan dengan posisi sangat nggak elit. Seorang namja dan sebuah sepeda berada diatasku.

“Aigoo~ Sakit..”

“Mi-mianhae. Ti-tiba- tiba aja sepedaku sulit kukendalikan.” Namja itu langsung berdiri dan membangunkan sepedanya. Baru dia menarikku. Dia menggunakan seragam yang sama dengan seragamku.

Kutatap wajahnya yang termasuk asing. “Lain kali hati- hati.” Ujarku singkat sambil membersihkan seragamku. Aku langsung berjalan meninggalkannya.

“Eh, tunggu!”

Aku menoleh menatap namja itu. “What’s again?”

“Kau.. Sedang diikuti hantu ya?”

Mendengar pertanyaan itu aku langsung merinding. Samar- samar kulihat bayangan yeojya itu berdiri dibelakang namja aneh itu. Kenapa dia bisa bilang begitu! Dasar namja aneh!!!

Tanpa bicara apapun, saat itu juga aku langsung kabur! Lari sekencang- kencangnya meninggalkan namja yang terus memanggilku itu. Aku nggak mau menoleh. Hyaa.. Kenapa pagi- pagi dia sudah muncul dihadapanku?

Tapi.. Kenapa namja aneh itu tahu? Apa dia bisa melihatnya?

Aku menggeleng- geleng cepat sambil berusaha melupakan wajah yeojya itu. Sebenarnya wajahnya nggak seram, hanya saja…

Degh! Nggak sengaja aku menoleh ke sebuah mobil yang tengah di parkir dan saat melihat ke kaca mobilnya.. Bayangan yeojya itu kembali muncul di belakangku.

Tuhan! Aku benci ini!!!

0o0o0o0o0o0o0o0

Kutatap figure Yesus Kristus di dalam gereja. Figur yang terpampang tepat di balik altar sang pastor. Sudah sangat lama aku nggak datang ke gereja, aku bahkan lupa kapan terakhir aku datang ke tempat ini.

Tapi hari ini aku kembali.

Kugenggam kedua tanganku. “Tuhan… Tolong singkirkan hantu itu dariku. Aku benar- benar lelah di terror seperti ini terus.” Doaku seserius mungkin.

“Sepertinya  aura hitam itu hilang kalau kau masuk kesini.”

Suara ini.. Rasanya familiar.

Perlahan aku menoleh dan aku langsung menganga. Namja yang berdiri dibelakangku sambil tersenyum saat ini adalah namja aneh yang menabrakku dengan sepedanya! Namja yang tahu aku diikuti hantu.

“Kau!!”Aku menunjuk shock kearahnya.

“Biasa aja kali.” Namja itu tersenyum lembut menatapku dan duduk disampingku sambil menatap lurus kedapan. “Kim Kibum, siswa kelas 2-A yang masuk dalam peringkat sepuluh namja paling populer. Sekilas hidupnya kelihatan tenang sama seperti sifatnya. Tapi saat ini sedang dipusingkan dengan masalah hantu. Sekitar dua bulan ini terus didatangi hantu yeojya yang terus memanggil namanya, tapi nggak bisa berbuat apapun.” Namja itu kembali menatapku dan memiringkan kepalanya.

Aku menganga dihadapannya.

“Aku benar kan?”

“Penguntit!!”

Namja itu menarik tanganku sambil menutup mulutku. “Kibummie.. Seenggaknya jangan berteriak- teriak di dalam gereja. Itu sangat nggak sopan dan mengganggu. Tuhan itu nggak pernah membentak loh…”

A-apa sih yang dia katakan?

“Sebagai manusia, kau harus bersikap sopan. Apalagi saat dihadapan Tuhan.”

Kenapa dia malah menceramahiku?!

“Ayo kita ngobrol diluar aja.” Tanpa izinku, namja itu menarik tanganku dan menggiringku keluar dari dalam gereja itu. Dia membawaku duduk di tangga di depan pintu masuk gereja. “Ah, giliran diluar yeojya itu langsung menghampirimu.”

Degh! Aku langsung merinding mendengarnya.

“Kau… Bisa melihatnya?” Tanyaku hati- hati.

Namja itu mengangguk. “Sangat jelas.” Dia menatap ke arah belakangku sambil mengangguk sekali. Persis seperti sedang memberikan salam kepada orang lain. Padahal saat ini kami hanya berdua. “Kau pasti kaget ya? Namaku Choi siwon, kelas 3-C di Suju High School. Aku memiliki indera keenam. Kau tahu kan apa itu? Aku bisa berinteraksi dengan mahluk- mahluk yang biasa kalian sebut..” Namja itu menyunggingkan senyumannya yang sempurna sambil menopang wajahnya. “Hantu..”

“Kibum~~~”

Suara itu kembali terdengar dan langsung membuatku merinding. Dengan perlahan aku merapat keraha namja itu. “Ka-kalau begitu hyung.. Usir yeojya itu..” Bisikku perlahan. Ya, dia lebih tua dariku jadi harus kupanggil hyung kan?

Namja itu tersenyum sambil menggeleng. “Aku nggak bisa melakukannya.”

Omo?!

“Katanya kau bisa berinteraksi dengan hantu!”

“Dia punya urusan denganmu. Kalau kau mau dia menjauhimu, maka selesaikan masalah kalian berdua.” Siwon hyung menepuk- nepuk pundakku sambil menyunggingkan senyumannya lagi. Dia hobi tebar senyuman ya?

Namja itu langsung berbalik dan berjalan meninggalkanku. Tanpa kata- kata. Main pergi begitu saja. Lagi- lagi aku merinding. Kurasakan seperti ada sesuatu yang dingin yang menyentuh lenganku. Aku tahu itu dia!

“Jangan ganggu aku!” Seruku cepat sambil lari meninggalkan gereja itu. Apa yang harus kulakukan sekarang? Namja itu.. Namja itu sepertinya tahu apa yang seharusnya kulakukan! Oke.. Dia bilang dia kelas 3-C kan? Aku akan menemuinya lagi.

Kau harus membantuku!

0o0o0o0o0o0o0

Gaun putih itu melambai pelan ditiup angin. Kulit pucatnya kelihatan bercahaya kalau terkena cahaya lampu yang agak redup. Wajah pucatnya. Matanya yang kosong. Suaranya yang membuatku selalu merinding.

Dia selalu muncul di mimpiku.

“Kibum~~~” Yeojya itu kini melambaikan tangannya kearahku. Mengisyaratkan kepadaku agar menemuinya. Aku nggak akan mengikutimu!

“Kibum~~~ Kemarilah~~”

Aniya!

Aku ingin sekali meninggalkan yeojya itu. Tapi kakiku bergerak sendiri. Aku berjalan kearahnya berdiri memanggilku. Tuhan! Aku sangat takut padanya.. Aku nggak mau menghampirinya. Help me please!

“Apa yang kau lakukan?! Minggir, Kim Kibum!!”

Bruagh!

Aku langsung shock lagi saat sesuatu menabrakku. Perlahan aku bisa melihat sekelilingku dengan sangat jelas. Aku ada tepat di depan sekolahku dan dengan posisi yang sama dengan beberapa hari yang lalu.

Siwon hyung dan sepedanya sudah mendarat di atas tubuhku. Lagi. =.=

“Beraaaat~” Kali ini aku mendorong sepeda Siwon hyung dan membuat namja itu berguling dengan susah payah kesisiku. “Aigo, hyung.. Kau itu kenapa hobi sekali menabrakku sih. Kalau begini terus aku harus hati- hati di jalan.”

“Kau yang selalu berada tiba- tiba dihadapanku Kibum.” Siwon hyung berdiri dan mengangkat sepedanya dari tubuhku. “Gwaenchanayo?” Dia langsung menarikku agar berdiri dan membersihkan seragamku.

Terus kupandangi wajahnya. Berusaha mencari sesuatu, tapi kali ini yeojya itu nggak muncul.

“Wae? Mencari sesuatu? Dia nggak ada disini.” Siwon hyung sepertinya bisa menebak pikiranku.

Kupandangi wajahnya. “Tadi aku serasa seperti terhipnotis. Aku nggak tahu kalau aku berada di tengah jalan. Yang kulihat adalah yeojya itu terus memanggilku dan kakiku melangkah kearahnya. Saat kau berteriak baru aku sadar.”

Tatapan Siwon hyung antara percaya nggak percaya terhadapku. “Jeongmal?”

“Apa aku terlihat seperti namja yang suka berbohong?” Aku balik bertanya.

Siwon hyung kali ini tersenyum. “Mianhae. Aku hanya bingung.. Apa kau sama sekali nggak mengenal yeojya itu?”

Aku menggeleng. “Aku nggak berteman dengan hantu hyung.”

“Tapi..” Dia tampak ragu.

“Tapi apa?”

“Dia sangat mengenalmu. Itu yang aku tahu.” Dia mengatakan hal yang membuatku semakin takut dengan yeojya itu. “Dia hidup dalam dirimu selama ini. Dia selalu melindungimu. Tapi masa kau nggak kenal dia.. Wajahnya?”

“Ani, hyung! Aku sama sekali nggak kenal siapa dia! Kalau kau mau membicarakan hal ini baiklah, kita lupakan aja.” Aku langsung berbalik dan berjalan meninggalkan Siwon hyung.

“Tapi dia menunggumu!”

“Aku nggak dengar!” Aku langsung menutup kedua telingaku. Aku nggak kenal siapa hantu itu! Kata- katanya membuatku semakin ketakutan dan tertekan.

“Dia ingin kau mengingatnya!”

“Aku nggak dengar!”

“Ini semua tentang kau dan dia!”

Degh! Aku terpaksa berhenti saat mendengar ucapan Siwon hyung. Tentangku dan dia? Perlahan aku menoleh menatap namja itu.

“Kau dan dia.. Dia menunggumu untuk mengingat sesuatu. Dia nggak memberitahukannya kepadaku, dia ingin bicara langsung denganmu.” Siwon hyung tersenyum lagi. “Kalau kau mau, aku bisa membantumu..”

“Dasar namja aneh!” Mungkin terdengar keterlaluan, tapi aku langsung meneriakinya begitu saja. Aku sudah nggak berminat bicara dengannya tentang masalah ini. Lebih baik kuhadapi sendirian aja.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Kibummie!”

Aku menoleh menatap hyungku, Kim Ryeowok, yang masuk kekamarku sambil membawa sebuah kardus berukuran sedang. Aku melihat Yesung hyung, namja chingunya berjalan masuk ke kamarnya dengan membawa kardus besar.

“Apa itu hyung?”

“Ternyata memang masih ada yang tertingal.” Wookie hyung meletakkan kardus itu di lantai. “Tadi aku dan Yesung hyung memeriksa apartemen lama kita, ternyata ada yang tertinggal. Aneh deh.. Seingatku saat kita mengecek nggak ada yang tertinggal disana.”

“Kok hyung tahu ini milikku?” Aku langsung duduk di lantai dan membuka kardus itu. Saat kardusnya terbuka..

Degh! Aku kaget dan langsung menutup kardus itu lagi.

“Waeyo?”

Jantungku berdegup keras. “A-aniyo. Hyung kembali ke kamar hyung aja. Aku akan merapihkannya dulu.” Buru- buru aku berdiri dan mendorong hyungku agar keluar dari kamarku. Kututup pintu kamarku rapat.

Itu nyata?

Saat aku membuka kardus tadi, di dalamnya ada sebuah piringan dari alumunium. Saat itu aku melihat pantulan diriku di piringan itu, dan aku melihat wajah yeojya itu dibelakangku. Menatapku dengan mata kosongnya.

“Kau.. Ada disini?” Tanyaku.

Hening..

“Kalau ada.. Tunjukkan tanda kalau kau ada disini..”

Brugh!

Degh! Aku langsung menatap kearah kamus bahasaku yang tiba- tiba jatuh. Padahal kamus itu nggak mungkin jatuh tanpa didorong Sesutu. Itu artinya…

“Kibum~~~” Suaranya terdengar lagi.

“Ka-kau mau apa!” Meski berseru aku gemetar. Suarakupun ikut gemetar. Aku takut sekali. Suaranya terdengar sangat lemah dan menyeramkan.

“Kibum~~~” Seperti gema di telingaku.

Zreet! Tiba- tiba pengelihatanku kembali berubah. Sama seperti tadi pagi, kini yang kulihat adalah ruangan yang putih bersih dan yeojya itu berada cukup jauh dihadapanku. Dia melambaikan tangannya kearahku.

Dia mau membawaku kemana? Siapa yeojya itu?

“Ikut aku~~ Kau sudah janji~~”

Janji apa? Aku nggak tahu! Aku bahkan nggak pernah melihatmu!

“Kibum~~”

“Hentikaaan!” Kali ini aku menjerit sambil merunduk dan menutup kedua telingaku. “Jangan hantui aku! Tinggalkan aku! Jangan ganggu aku! Apa salahku padamu sehingga kau mengganggu hidupku! Hentikan itu semua!!”

“Kibum! Kim Kibum! Buka pintunya!”

Degh! Aku kembali tersadar saat mendengar suara Yesung hyung memanggil namaku.

“Kibum! Menjauh dari pintu! Akan kudobrak!” Dia kembali berseru.

“Andwae!! Akan kubuka!!” Sebelum dia mendobrak pintunya, aku buru- buru membuka pintu kamarku. Kulihat namja itu dan Wookie hyung berdiri dengan wajah panik bercampur cemas. “Wae?”

“Ka-kau? Kenapa kau berteriak? Apa yang terjadi?” Wookie hyung langsung merengkuh kedua lenganku cemas.

Aku diam sesaat. Samar- samar aku melihat bayangan putih melintas- lintas agak jauh di belakang Wookie hyung. Yeojya itu berhenti di tengah- tengah lorong dan menatapku sambil melambaikan tangannya.

“Kibum?”

“A-aku.. A-aku baik- baik aja hyung..” Meski bilang begitu, mataku nggak bisa lepas dari sosok pucat itu. Tubuhku sudah lemas, tapi entah kenapa aku masih bisa berdiri. Aku memang harus meminta bantuan Siwon hyung..

0o0o0o0o0o0o0o0

“Jadi dia ingin membawamu pergi?” Siwon hyung memainkan pensil mekaniknya sambil sesekali menuliskan sesuatu yang aneh di buku tulisnya. “Kurasa itu nggak mungkin deh..”

“Hyung! Apa aku terlihat seperti namja yang suka bohong?” Kuraih wajahnya agar menatapku yang melotot terhadapnya. Berlebihan memang, tapi..

Siwon hyung tersenyum.

Aku salah gerakan!

Buru- buru aku melepaskan wajahnya dan memalingkan wajahku yang terasa panas. Aiish… Apa yang kau lakukan pabbo? Memalukan banget!

Siwon hyung tertawa kecil. “Kadang reaksimu itu suka diluar dugaan ya, Kim Kibum? Kayaknya aku paham kenapa yeojya itu tertarik padamu deh.. Kau memang sangat menarik soalnya.”

“Jangan menggodaku hyung.” Balasku sambil menggebrak mejanya pelan. “Sekarang beri tahu caranya bagaimana agar dia berhenti menggangguku. Kau bilang dia menungguku kan? Menunggu apa? Apa yang harus kulakukan terhadapnya? Hidup seperti ini benar- benar nggak tenang!”

“Kau nggak bisa sabar sedikit eh?” Namja itu kembali menuliskan sesuatu di buku tulisnya. Senyumannya kembali terulas, kali ini terlihat penuh kemenangan. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.

Aku menatapnya ngeri. “Hyung?”

“Oke!” Siwon hyung menutup bukunya. “Sekarang katakan padaku sejak kapan kau diganggu yeojya itu? Kurasa aku tahu apa yang menyebabkannya.”

“Jeongmal?!” Kurasakan cahaya keselamatan kini berpihak kepadaku. Dengan antusias aku mulai menceritakan semuanya kepada Siwon hyung. “Dimulai sejak dua bulan yang lalu. Kalau menurutku, yeojya itu pasti penunggu apartemen baruku. Karena sejak pindah aku baru dihantui olehnya.”

“Apartemen baru?”

Aku mengangguk. “Wae? Kalau hyung mau, hyung boleh melihat rumahku kok. Yang penting hyung membantuku menjauhkanku dari hantu itu.”

Siwon hyung mengangguk. “Oke..”

“Mau kesana nanti pulang sekolah?”

Dia menangguk dan menepuk bahuku. “Sepulang sekolah, antar aku ke…” Dia memberi jeda sebentar sebelum melanjutkan ucapannya. Gayanya kayak detektif aja. “Ke rumah lamamu.”

Gubrak!!

Nah loh? Kenapa rumah yang lama?!

Siwon hyung kembali tersenyum penuh arti sambil membuka bukunya dan asyik menulis- menulis lagi. Aku mau bertanya apa yang dia rencanakan sebenarnya, tapi sosok yeojya yang terpantul di jendela kelas Siwon hyung langsung membuatku merinding.

Yeojya itu ada tepat dihadapanku.

“Dia menunggumu keluar tuh.. Kalau kau di dekatku, dia nggak akan bisa mendekatimu dengan mudah.”

“Eh? Wae?”

“Karena aku orang yang berbeda, makanya dia meminta tolong padaku untuk menyadarkanmu. Dia takut kalau mendekatiku disaat kau bersamaku, aku akan marah dan menolak membantunya.”

“Kau bicara dengannya hyung?” Aku benar- benar nggak bisa percaya dengan yang diucapkannya. Hebat sekali..

Siwon hyung tersenyum dan menatap ke arah jendela kelasnya. “Ibarat seperti telepati. Untuk bicara denganmu yang nggak memiliki kemampuan apapun, dia membutuhkanku yang mengerti. Kami berbicara dengan telepati pikiran.”

“Tapi kenapa dia nggak begitu padaku? Kenapa dia hanya memanggil- manggil aku?”

Siwon hyung tersenyum sambil mengusap kepalaku. “Karena kau nggak paham. Kau sama sekali nggak peka dan nggak mengerti tentang dunianya. Itu sulit dilakukannya. Satu- satunya cara yang dilakukannya agar kau sadar adalah mempertemukan kita. Dia sudah merencanakannya.”

Hantu juga bisa berpikir sejauh itu..? Baru tahu aku..

“Kembalilah ke kelasmu. Pulang sekolah nanti tunggu aku di gerbang. Tapi hati- hati.. Karena senja, dia pasti nggak akan membiarkanmu sendirian.”

Aku langsung merinding lagi. “Setidaknya berhentilah menakut- nakutiku hyung.” Ujarku bête sambil berdiri dan berjalan meninggalkanku.

Benar yang dikatakan Siwon hyung, saat aku melangkahkan kaki keluar dari kelasnya, aku bisa merasakan keberadaan yeojya itu dibelakangku. Seperti ditatap dan diikuti. Aku langsung mempercepat langkahku.

Ini benar- benar nggak menyenangkan!

0o0o0o0o0o0o0o0

Matahari mulai tenggelam. Langit perlahan mulai gelap. Rumahku yang lama jaraknya agak jauh dari sekolah. Selama di perjalanan, Siwon hyung sedetikpun nggak pernah menjauh dariku. Dia kebanyakan diam dan bergumam sendirian, tapi sekarang aku tahu.. Mereka pasti sedang ngobrol membicarakanku.

“Sampai..” Kami berdiri di sebuah rumah kosong. Rumah itu gelap dan sukses membuatku merinding. “Dulu kami tinggal disini bersama eomma dan appa, tapi karena sekarang mereka berdua ke California, aku dan hyungku pindah ke apartemen.”

Siwon hyung hanya bergumam. “Tebakanku benar. Hawa yeojya itu sangat kuat di rumah ini.”

“Mwo? Hyung menebaknya?”

Siwon hyung mengangguk. “Mahluk hidup atau hantu itu memiliki kekuatan jiwa yang berbeda- beda. Dan kekuatan itu akan tertinggal kalau mereka mendiami suatu wilayah yang sama dalam jarak waktu yang lama. Kau bilang kau pindah ke apartemen baru, kan? Nah, dari tempat itu aku nggak bisa merasakan pancaran jiwamu atau yeojya itu. Aku merasakannya dari tempat lain. Meski belum pernah melihat apartemenmu, aku bisa merasakannya.” Siwon hyung menatap lurus ke rumah itu.

Dia memang sangat hebat. Takjub aku dengan teori yang dijelaskannya..

Siwon hyung menatapku. “Mau masuk?”

“Kurasa memang harus masuk..” Perlahan aku mendekati pintu pagar rumah lamaku itu. Tapi sesuatu membuat langkahku terhenti.

Suara jeritan!

“Akkh!” Aku langsung menutup telingaku karena suara jeritan yang menyayat itu. Aku nggak tahu dari mana datangnya, tapi rasanya sangat memekakkan telinga dan sangat menyakitkan. Siapa yang berteriak?

“Kibummie? Gwaenchana?”

“Telingaku sakit hyung! Ada yang berteriak kencang!”

“Aniya. Nggak ada yang berteriak Kibummie. Itu dia.. Yeojya itu yang berteriak dalam pikiranmu.” Siwon hyung merengkuh lenganku. “Fokuskan pikiranmu ke yeojya itu. Coba ingat janji apa yang kau ikat dengannya sehingga dia nggak bisa melepaskanmu dan pergi ke dunianya.”

Janji? Janji apa? Padahal sudah kukatakan aku bahkan nggak mengenalnya!

Degh! Tiba- tiba aku bisa memfokukskan pikiranku. Di hadapanku kini berdiri seorang yeojya bergaun putih dengan tatapan tajam menatapku. Dia kelihatan sedih..

“Mau masuk?”

Aku meraih ujung kemeja Siwon hyung. “A-aku.. Takut..”

“Sudah kubilang aku akan membantumu, jadi aku akan menjagamu. Dia nggak akan bisa mengendalikan pikiranmu seperti sebelumnya kalau aku ada disisimu dan kau memfokuskan pikiranmu.” Siwon hyung langsung menggenggam tanganku erat dan seketika aku merasa tenang. “Saat berada di dalam mungkin kau akan melihat sesuatu yang aneh, kau harus bisa menahannya. Jangan takut ataupun bicara sepatah katapun.”

“Wae?”

“Karena saat kita melewati pintu masuk wilayah yeojya itu, apa yang kita lihat semua akan berubah.”

Aku menelan ludah panik. Jantungku berdebar keras karena takut. Perlahan Siwon hyung menuntunku untuk masuk melewati pintu pagar rumahku. Dan seketika itu juga angin yang sangat kencang menerpa tubuhku.

Yang aku lihat langsung berubah. Rumah itu sangat terang. Ada penghuninya..

“Ini.. Beberapa tahun yang lalu. Jauh sebelum kau tinggal di tempat ini.” Siwon hyung menggenggam tangaku erat. Dan aku semakin bingung. “Kita masuk ke dalam pikiran yeojya itu. Bersiaplah melihat sesuatu yang mengerikan.” Suaranya kedengaran serius.

Aku merapat ketubuhnya lebih dekat dan memegangi tangannya erat. Aku siap..

“Eomma!!!!!” Aku langsung shock mendengar teriakan itu. Suaranya pernah kudengar, itu suara yeojya itu.

Entah apa yang menarikku, aku langsung melepas tangan Siwon dan masuk ke dalam rumah itu. Aku nggak dengar apapun lagi setelah itu, aku seakan sendirian di dalam rumah itu.

Kulihat noda darah di lantai. Perlahan aku mengikuti bercak darah itu. Sampai di ruang keluarga.

“Eomma! Hentikan!!”

Aku benar- benar mematung saat melihat yeojya itu dengan gaun putihnya tengah menarik tangan seorang yeojya yang mengarahkan pisau dapur ke seorang namja yang sudah terluka sangat parah.

“Eomma! Jangan bunuh appa! Kumohon hentikan ini semua!!”

Duagh! Yang dipanggil eomma langsung mendorong yeojya itu kencang hingga membentur ujung meja. Dia menatap si namja nanar dan langsung menusukkan pisau itu ke jantung namja itu selama berkali- kali.

Aku langsung menutup telingaku dan merunduk saat mendengar jeritan namja itu juga si yeojya.

“Eomma!! Jangan bunuh aku! Jebal!!”

Aku kembali membuka mata dan melihat yeojya itu berjalan kearah anaknya dengan membawa pisau yang meneteskan darah segar itu. “Jangan lakukan itu!” Aku berlari kearah yeojya itu dan langsung shock karena yeojya itu menoleh kearahku.

Astaga! Aku lupa perkataan Siwon hyung! Aku nggak boleh bicara!

Yeojya itu menatapku sangar namun kembali menatap ke arah anaknya. Untuk kedua kalinya dia menusukkan pisau itu ke jantung anaknya. Hanya sekali tapi dia langsung mati seketika. Yeojya itu kini menatapku dan menyeringai menakutkan.

“Siwon hyung.. Dia dimana..?”

Yeojya itu mengarahkan pisaunya kearahku. Aku menghindar dan langsung berlari menaiki tangga. Aku pernah tinggal disini, jadi aku sangat tahu denah rumah ini.

Kamar kedua di lantai atas itulah kamarku dulu. Aku langsung masuk ke dalamnya.

Degh! Aku terkejut saat melihat sosokku saat kecil tengah duduk dengan seorang yeojya didalam kamar itu.

Itukan aku waktu masih berusia enam tahun? Dan yeojya itu.. Itu dia!

Aku mematung. Kali ini aku nggak boleh bicara..

“Jadi nama noona itu Kim Taera?”

Yeojya itu tersenyum lembut sambil mengusap kepalaku. Aku benar- benar nggak ingat kejadian itu. Apa inikah yang ingin dia suruh aku untuk mengingatnya?

“Kenapa noona nggak bertemu dengan Wookie hyung? Noona selalu bermain denganku, tapi kenapa hyungku nggak bisa melihat noona?”

Yeojya itu sama sekali nggak bicara. Dia hanya tersenyum kearahku. Tapi sosokku saat itu seakan mengerti apa yang dikatakan yeojya itu.

“Kalau begitu, noona jadi temanku aja biar nggak kesepian. Aku akan selau berteman dengan noona kok. Aku nggak akan pindah dari rumah ini. Tapi kalau ternyata aku harus pindah, hmm.. Itu artinya noona akan kesepian lagi kan?”

Yeojya itu kali ini mengangguk.

“Mwo? Noona akan hilang kalau aku pergi? Kalau begitu, aku akan berada ditempat noona akan menghilang. Aku akan menemani noona sampai saat itu. Janji ya?” Aku mengarahkan jari kelinkingku dan yeojya itu mengaitkan kelingkingnya padaku.

Aku langsung merinding mengingat kejadian itu. Suara desahan nafas membuatku kaget. Saat aku mengalihkan tatapanku, aku menatap si eomma dari yeojya itu kini berada disisiku sambil mengarahkan pisau dapurnya kepadaku.

“Siwon hyung!!”

“Kibummie bangun!!”

Degh! Kali ini aku membuka mataku di tempat yang sangat berbeda. Aku berada di rumah itu dan kembali ke tempat semula. Di depan pintu rumah itu.

“Kau membuatku khawatir. Tiba- tiba kau pingsan dan berteriak- teriak histeris. Sudah kubilang kendalikan pikiranmu, pabbo!” Dia memarahiku dan langsung memelukku cepat. “Aku benar- benar khawatir tadi.”

“Hyu-hyung..”

“Ngh?” Siwon hyung melepaskan pelukannya dan menatapku.

“Aku tahu janji apa yang kulupakan. Aku harus menemuinya dan mengantarnya pergi!” Aku langsung berdiri dan berlari keluar pagar. Di ujung jalan aku melihat gaun putih itu melayang ke arah lain. “Itu dia!” Aku langsung mengejarnya.

“Kibummie!!”

Nggak kuhiraukan panggilan Siwon hyung. Aku terus mengejar sosok putih itu.

“Awas!!” Siwon hyung menarik tanganku dan lagi- lagi aku baru tersadar. Saat ini kami berada di pinggir jalan dimana lampunya berwana merah. “Apa yang kau lakukan! Kau mau mati hah?!”

“Nanti dia hilang!!” Aku bisa melihat yeojya itu berdiri di ujung jalan sambil melambaikan tangannya memanggilku. “Kalau dia hilang bisa gawat hyung!” Kudorong tubuh Siwon hyung dan langsung berlari menyebrang.

Suara klakson mobil bahkan nggak kuperdulikan. Mataku terus menatap ke arah sosok putih  yang terus menuntunku itu.

“Tunggu aku!! Kim Taera noona!”

Sragh! Aku kaget karena saat itu tiba- tiba pijakanku menghilang.

“Kibummie!!” Siwon hyung langsung meraih tanganku sebelum aku terjatuh ke lereng bukit. Aku nggak sadar kalau aku sampai di sebuah bukit saat ini. Nyaris aja aku akan mati. Siwon hyung langsung menarikku keatas.

“Hyu-hyung..?”

“Pabbo!!” Siwon hyung marah sekali. “Kenapa kau turuti pikiranmu! Berapa kali harus kuingatkan kepadamu agar terus fokus! Jangan biarkan dia menguasai pikiranmu itu!! Kalau aku terlambat mungkin dia akan mengajakmu ke dunianya!”

Aku menggigit bibirku kuat. “Mi-mianhae..” Kali ini pikiranku kembali sepenuhnya.

“Kibum~~” Suara yeojya itu!

Aku langsung menoleh ke asal suaranya. Dan aku merinding saat melihat yeojya itu kini melayang agak jauh dariku. Dia berbeda, wajahnya kelihatan menakutkan dan gaunya kotor dengan noda darah. Sama seperti dengan yang aku lihat tadi.

“Sekarang selesaikan janji kalian..”

“No-noona?” Suaraku seperti tercekat saat memanggilnya.

Dia mengarahkan tangannya kearahku. Lagi- lagi pikiranku seakan terhipnotis. Kuarahkan tanganku berusaha meraih tangannya.

“Bukankah itu nggak masuk dalam perjanjianmu dan Kibum!!” Siwon hyung menarikku dan aku kembali tersadar. “Kau bilang nggak berniat membawanya untuk menemanimu kan? Kalau begitu jangan melebihi aturan perjanjian kalian! Biarkan Kim Kibum di dunia ini!”

“Hyung?”

Yeojya itu menatap Siwon hyung dengan marah.

“Kalian berbeda. Kibum yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Kau nggak perlu menjaga atau melindunginya lagi sekarang. Kembalilah dengan tenang karena aku sama sekali nggak berniat bersikap sopan kalau kau mencelakainya lagi.”

Yeojya itu kini menatapku. Dia seakan berusaha mengatakan sesuatu padaku, tapi aku nggak tahu.

“Dia ingin kau yang bilang, bukan aku.”

Aku yang bilang?

“A-aku harus bilang apa?”

“Mungkin kata- kata perpisahan..”

Aku menelan ludah. “A-anou.. Gomawo karena kau selalu melindungiku. Aku memang telah melupakan janji itu juga tentangmu, karena itu aku minta maaf juga.” Aku memberi jeda sedikit. Rasanya bingung mau bilang apa. “Sekarang kan sudah waktunya, ya? Jadi pergilah.. Aku akan baik- baik aja disini. Aku nggak akan melakukan sesuatu yang bisa membuatmu cemas. Jadi kau nggak usah mengajakku. Mulai sekarang kita hidup di dunia yang berbeda, jadi jangan ikut campur.”

“Kata- kata yang pedas.” Siwon hyung terkekeh pelan.

“Hyung!” Kupukul lengan kekarnya.

Aku kembali menatap yeojya itu. Tatapan matanya kelihatan kecewa juga sedih. Dia pasti nggak mau sendirian, tapi aku juga nggak mau mati. “Kau paham kan maksudku? Tidurlah dengan tenang.. Kim Taera..”

Saat aku menyebutkan namanya, dia mengangguk dan tersenyum. Tubuhnya melebur menjadi kepingan- kepingan cahaya kecil yang terbang terbawa angin malam yang bertiup perlahan. Samar- samar aku bisa mendengar suaranya yang memanggilku.

“Dia pergi..?” Tanyaku pelan.

“Ada pesan terakhir darinya.”

Aku menoleh menatap Siwon hyung. “Nae?”

Siwon hyung menatapku. “Katanya kalau nggak mau didatangi lagi, kau harus berpacaran denganku.”

Wajahku langsung panas. “Dasar tukang bohong!”

“Apa aku kelihatan seperti namja yang suka berbohong?” Siwon hyung nyengir saat meniru kata- kataku.

“Sangat nggak lucu.”

Namja itu tertawa lepas sambil merangkul pundakku. “Dia berpesan padaku untuk melindungimu. Seseorang yang pernah berinteraksi atau menarik perhatian mahluk seperti itu, akan kembali menarik perhatian mahluk yang sejenis.”

Aku langsung mematung. “Jadi aku akan kembali dihantui lagi?!”

“Itu bisa terjadi. Karena itu Taera noona menyuruhku untuk menjagamu.” Siwon hyung tersenyum sambil mengacak rambutku. “Jadi mulai sekarang kau jangan pergi jauh dariku yah.. Itung- itung sebagai bayarannya, kau harus jadi namja chinguku.”

Apa yang dia bilang?!

“What the?!”

“Kalau kau nggak mau aku nggak akan melindungimu. Biarin aja kalau kau diikuti oleh hantu yeojya atau namja lainnya. Bukan urusanku.” Namja itu itu berbalik dan perlahan berjalan meninggalkanku.

Dasar aneh!

Saat dia berada agak jauh dariku, aku merasa sesuatu seperti sedang memperhatikanku. Tubuhku langsung merinding. Ini kah yang dia maksud sebagai menarik perhatian?

“Hyuung!” Aku langsung berlari mengejar Siwon hyung dan meraih lengannya. “Jangan ninggalin aku sendirian! Kalau nanti ada hantu jahat yang mau membawaku gimana? Hyung sendiri yang akan rugi nantinya!”

Siwon hyung terkekeh. “Benar juga ya? Tapi aku serius loh.. Sejak awal aku menabrakmu dulu, aku langsung tertarik. Mungkin karena aku juga mengerti perasaan yeojya itu, ya?”

“Kau hantu yang paling menakutkan.”

“Itulah aku..” Siwon hyung tersenyum sambil mengacak rambutku pelan. Dan mencium puncak kepalaku. “Biar kukatakan dulu.” Dia mendekatkan wajahnya ke telingaku. “Aku-serius-menyukaimu-Kim Kibum.”

Wajahku memanas mendengarnya. Perlahan aku melepaskan tangannya. “Dasar namja aneh.” Balasku pelan sambil menghindari tatapan matanya itu.

Tapi.. Kurasa nggak bukan masalah besar kalau aku menjadi pacarnya.

Aku menatapnya sambil tersenyum. “Nggak buruk juga kalau aku jadi pacarmu.”

“Ahaha.. Jadi setuju ya.. Kau sekarang milikku!” Siwon hyung memeluk pinggangku dan mengangkatku. “Aku pasti akan melindungimu, kau tenang aja. Kau akan selalu aman bersamaku.”

Sejak awal dia membantuku dia memang selalu melindungiku. Jadi sekarangpun nggak masalah.

“Hyung turunkan aku!!”

“Aniya!” Namja itu langsung berlari membawaku. Aiish.. Dia ini benar- benar aneh deh. Aku kan belum bilang kalau aku juga menyukainya. Ah, tapi biarlah.. Kalau sempat juga nanti aku bilang.

Samar- samar aku kembali mendengar suara Taera noona. Dia berbisik samar.

“Selamat tinggal.”

Nae, noona.. Selamat tinggal..

10 thoughts on “Message From A Ghost

  1. hiiiii….
    knapa gw baca ini malah merinding yak….
    aduh2 siwonnie dirimu ternyata pnya mksud toh dibalik kebaikanmu…ckckckck…
    si kibummie kok kyaknya lucu bget gtu…jdy pengen nyubit deh….wkwkwkwk…

  2. kyaa~~ kibum diburu ama hantu tp ujung2nya jadian ama Siwon oppa/ oh so sweet bgt ceritanya,, tp agak serem yahh err..serem serremm bgt sampe` bikin mrinding disko. Aku SiBum shipper jadi wajar kalo maniak ini FF hheehhee…gomawo yaa~.~

  3. ga sngaja nemu blog ini
    eh ada ff kibum xD

    ini serem author:/
    knp td blg ga serem, kirain ga serem bneran
    merinding mah ak skrg
    lbh merinding lg pas bc kibum siwon jadian *lah?

  4. hyyyyyyyy….. klo ngbyng`n d cmblng`n hntu srmmmm jg… hiiiii~
    bummie oppa cute sihh,jd d gnggu stankn#plak! daebak onnn… da`n sibum lagi yach!

  5. hiks hiks… sedih… ternyata hantu juga bisa jd malaikat ya… aku ngerti bgt perasaan kibum yang di ikutin gtu, soalnya oppaku pernah di posisi kibum saat kecil… omona, tp akhirnya agak sedih n nyesekin ya… ok fic yang bgs ngt. tetep berkarya lg ya… kutunggu lho cerita selanjutnya…

  6. Waduh thor..yg bgini dblg g serem???
    Yg seremnta gmn lagi?
    Tp keren thor…tema nya beda,lain dr yg lain..
    Dan tetep…sibum is the beeeeesssttt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s