Letter In The Bottle

Pairing :: HaeHyuk

Rated :: PG-13

Genre :: Romance/Humor

@Thena or Kim Taena presented

.

Letter In The Bottle

.

“Hai, namaku Lee Donghae. Lahir di Mokpo, 15 Oktober 1986. Saat ini aku siswa kelas 1 di Suju High School di Seoul. Jika kau membaca surat ini, bisakan kau datang menemuiku? Aku sangat ingin mengenalmu.

Sampai Jumpa!”

Seorang namja menggulung kertas yang baru dibacanya dan dimasukkan kedalam sebuah botol plastik. Setelah ditutup, dengan sekali lemparan dia membuang jauh botol itu ke laut lepas.

Dia tersenyum.

“Sampai bertemu lagi.”

.

“Appa! Aku mendapat sesuatu!” Seru seorang namja sambil menggulung kailnya yang baru saja menangkap sesuatu. Dia berharap bisa mendapatkan seekor ikan besar untuk di jual di pasar ikan nanti.

Tapi harapannya pupus, saat ujung kail itu digapainya, dia hanya berhasil mendapatkan sebuah botol plastik yang menyangkut di kailnya. Melihat ada kertas di dalam botol itu, dengan penasaran dibukanya botol itu dan dibaca isi surat itu.

“Mwo? Lee Donghae?”

.

.

Story Start!!

.

.

~Donghae pov~

Hai, namaku Lee Donghae, saat ini sudah jadi siswa kelas 2 di Suju High School. Kesukaanku adalah olah raga dan ikan. Aku suka sekali keramaian dan benci kalau harus sendirian. Eeh.. Memangnya pentingnya memperkenalkan diriku?

Oke, kita abaikan kenyataan itu!

“Hae!!”

Aku menoleh saat suara itu memanggilku. Kulihat Sungmin hyung tengah berlari ke arahku dengan tampang kelelahan. Dia memegang sebuah agenda. Itu agenda kegiatan OSIS tahun ini. Pasti ketua OSIS si Siwon membuatnya repot lagi. Padahal seharusnya siswa kelas tiga sudah nggak harus mengurusi kegiatan OSIS.

“Nae hyung?”

“Ini!” Sungmin hyung menyerahkan padaku sebuah selebaran. “Untuk acara amal tahun ini, Siwon sudah menyelesaikan semua catatan kegiatannya. Kau kan panitia acara di kelasmu, jadi kau urus ini.”

“Hyung kok sibuk? Ini kan urusan kelas satu dan dua.” Kuambil selebaran acara itu dari tangan Sungmin hyung dan membacanya perlahan.

“Si pemalas Kyuhyun bolos lagi hari ini dan Kibum juga sedang mencari donasi dari beberapa pihak yayasan, jadi aku sedikit kerepotan karena aku mantan ketua OSIS.” Jelasnya cepat dan langsung berlalu cepat meninggalkanku ke arah orang lain.

Sibuk sekali..

Aku masuk ke dalam kelasku dan menyerahkan selebaran itu kepada Yoochun, ketua kelas di kelasku. “Ini selebaran untuk acara amal minggu depan. Kau yang urus ya.” Gumamku cepat sambil duduk di kursiku yang berada paling belakang dekat jendela.

Aku menatap langit biru yang sangat cerah. Mengingatkanku pada warna laut yang pernah kudatangi setahun yang lalu.

“Donghae! Coba lihat ini!”

Pandanganku tertuju pada sosok Eunhyuk yang menghampiriku sambil membawa- bawa sebuah majalah. “Apa?”

Eunhyuk nyengir aneh sambil memamerkan gusinya. “Kim Taehee cantik di majalah ini deh.”

Cih, namja ini aneh banget deh..

“Aku nggak naksir sama Kim Taehee.” Kutarik majalah yang dibawa Eunhyuk dan membolak- balik majalah itu. “Buatku yang cantik itu Min Sunye. Member WG itu mengalihkan duniaku.” Godaku sambil cengengesan gaje ke arah Eunhyuk.

Merasa nggak setipe denganku, dia merebut majalahnya kesal. “Ya sudah.. Sana cari Min Sunye-mu. Aku mau ngobrol sama yang lain aja. Junsuuuu~~~” Eunhyuk sudah mengambil ancang- ancang mau meninggalkanku.

Buru- buru aku menarik tangannya sebelum dia menghampiri Junsu yang sedang duduk sambil bermain PSP. “Gitu aja cemburu. Kau itu aneh dasar bocah nelayan.”

“Mwo?!” Mendengar ejekanku itu Eunhyuk membulatkan matanya menatapku. “Enak aja aku bocah nelayan! Aku memang pindahan dari teluk Seoul, tapi aku kan bukan bocah nelayan! Aku cuma pemancing dasar ikan teri!” Eunhyuk memukul kepalaku kencang dan langsung kabur meninggalkanku.

Huh.. Dasar namja sensitive. Digoda sedikit, langsung marah. Kadang kalau digodainnya udah parah, dia bahkan menangis.

Eunhyuk itu lucu! Haha..

Aku kembali mengalihkan pandanganku ke langit biru. Hmm… Bagaimana kabarnya dia ya? Apa sudah ada yang menemukan surat itu?

Dulu, aku pernah iseng- iseng memasukkan surat kedalam botol dan kulempar di teluk Seoul. Siapa tahu ada yang mendapatkannya dan mencariku. Mustahil memang, siapa juga yang mau mencari namja nggak jelas yang mempertaruhkan kisah cintanya dalam sebuah botol. Haha.. Tapi itulah aku. Namja nggak jelas itu aku. Dan aku selalu menunggu.

Kuharap dia akan datang kesini..

~Donghae pov end~

0o0o0o0o0o0o0

“Hoaahm! Kenapa juga sih harus ada acara seperti ini? Selama aku sekolah di sekolah lamaku, kami nggak pernah seperti ini. Kalau mau mengadakan acara amal, kami beramai- ramai menangkap ikan di laut dan dijual. Hasil uangnya baru disumbangkan.” Eunhyuk bergumam sendirian sedangkan teman- temannya sudah terkekeh pelan mendengar pengakuannya.

Donghae yang tertawa paling keras.

“Dasar bocah nelayan. Aku benar- benar mau lihat gimana caranya ada monyet lagi mancing ikan. Pasti keren!”

Eunhyuk menyumpal mulut Donghae dengan sapu tangan. “Berisik kau ikan teri kurus kerempeng! Kalau mau menghinaku, lihat sendiri dirimu itu.”

“Aku ini lebih macho dari kamu Hyukkie. Mau lihat eh?” Donghae cengengesan sambil tertawa menggoda Eunhyuk.

Yang digoda wajahnya memerah. Entah malu atau kesal. “Kau mau kusumpal pakai ikan gurame hah?!”

“Aku maunya disumpal sama ikan salmon. Lumayan kalau dibuat sushi pasti enak. Sudah lama aku nggak makan sushi daging salmon. Kamu ada, Nyuk?” Donghae semakin bahagia menggoda Eunhyuk yang sudah menatapnya marah.

Perlahan mata Eunhyuk berkaca- kaca. “Udah ah! Aku nggak mau ikutan bantu bikin  persiapan!” Namja manis itu langsung berdiri sambil berjalan keluar dari kelasnya.

Donghae malah tertawa merasa senang. Tapi berbeda dengan teman sekelasnya yang lain, mereka menatap Donghae kesal. Disaat sibuk begini kehilangan satu anggota tim akan sangat merepotkan mereka.

“Cepat minta maaf Lee Donghae!” Tanpa ampun Junsu langsung berdiri dan menendang- nendang Donghae agar keluar dari kelas untuk menyusul Eunhyuk. Donghae tentu saja tadinya nggak mau, tapi daripada ditendang secara paksa, dia akhirnya menurut.

Dengan langkah kesal dia menyusul Eunhyuk yang berjalan sudah cukup jauh di depannya.

“Oooi! Hyukkie! Tunggu dong!”

Eunhyuk nggak menanggapi.

“Unyuk woooi!”

Eunhyuk semakin mempecepat langkahnya.

Melihat gerak- gerik itu tentu Donghae merasa kesal. Namja itu langsung berlari dan menarik tangan Eunhyuk agar berhenti. Niatnya dia mau marah- marah karena dicuekin, tetapi melihat Eunhyuk yang matanya merah, dia bungkam.

“Hyu-hyukkie..?” Gemetar juga dia akhirnya. “A-anou.. Mianhae.. Yang tadi kan aku cuma bercanda. Kok kamu ngambek beneran sih?”

“Bawel kau teri kerempeng.” Eunhyuk langsung menyentakkan tangan Donghae dan berjalan cepat meninggalkan namja itu.

Donghae berpikir sejenak sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya nggak gatal. Mencari cara agar namja itu nggak ngambek lagi kepadanya. Sebuah ide melintas diotak briliannya. Dia kembali mengejar Eunhyuk tapi nggak langsung menarik tangannya.

Dengan sesukanya Donghae memeluk pinggang Eunhyuk dan membuat namja manis itu melotot kaget. Tentu saja Eunhyuk nggak bergerak sama sekali dari posisinya saking terkejutnya dengan sikap Donghae.

“Nae.. Saat ini aku mengaku salah deh.. Kamu jangan marah lagi dong. Ke kelas yuk bantuin kita. Kalau kamu ngambek dan nggak mau bantuin, nanti aku yang ditendang Yoochun dan Junsu. Jebal, Hyukkieeee~”

Suara Donghae yang sok dilembut- lembutkan itu membuat Eunhyuk tercekat. Pasalnya saat ini jantungnya sudah berdegup kencang nggak karuan tapi nggak berani bergerak.

“Nae Hyukkie? Mau kan?”

Eunhyuk menelan ludah menyerah dan mengangguk perlahan. “U-untuk kali ini kau menang ikan teri jelek.” Cacinya dipaksakan. “Sekarang lepasin aku sebelum aku menjerit dan meneriakimu mesum.”

“Ooh.. Jangan!” Donghae kembali nyengir sambil melepas pelukannya. Namja itu tersenyum sambil menggengam tangan Eunhyuk dan berlari membawanya kembali ke kelas.

Eunhyk terus menatap tangannya yang digenggam Donghae.

Hangat…

Itulah kesan yang didapatnya dari sentuhan lembut itu.

0o0o0o0o0o0o0o0

~Donghae pov~

Pegaaaal~ Tubuhku rasanya kaku. Dua hari ini aku kerja lembur di kelas untuk membuat stand foto langsung cetak. Di acar amal nanti, kelas kami akan membuka stand foto dan menyediakan berbagai macam kostum unik. Pasti akan menarik perhatian. Makanya kami bekerja keras membuat dekorasi yang paling sempurana untuk backgroundnya.

Aku memutar kunci lokerku dan membukanya.

Gara- gara Yoochun aku harus membawa beberapa perkakas dari rumah. Huff..

Tatapanku tertuju pada sesuatu yang ada di lokerku. Melihat benda itu aku langsung terkejut.

Kuambil benda itu. Sebuah botol plastik dengan sebuah surat didalamnya!

Aku menoleh kesegala arah kali aja ada yang sedang memperhatikanku, tapi ternyata nggak ada yang mencurigakan. Kembali kutatap botol itu. Dengan berdebar- debar aku membuka tutupnya dan mengambil suratnya.

Siapa yang mengirimiku ini?

Saat lembaran gulungan itu terbuka.

ZONK! Kosong! Aku dikerjain siapa nih?

“Dasar aneh.” Aku langsung mengambil perkakas yang harus kuambil baru memasukan botol itu lagi dan langsung menutup lokerku.

Tapi.. Kalau surat dalam botol itu kini ada di lokerku.

Aish.. Mungkinkah suratku sudah ditemukan seseorang? Dan saat ini orang yang menemukannya ada di sekolahku. Wait! Sekolahku ini kan khusus namja, berarti yang menemukannya namja dong? Siapa kira- kira orangnya?

Ini permainan yang menarik.

~Donghae pov end~

.

Donghae berjalan masuk ke kelasnya yang sudah seperti kapal pecah. Barang- barang berserakan disana- sini. Sisa potongan kayu juga gabus dan berbagai macam kostum di gantung.

“Nih, Chunnie..” Donghae menyerahkan kotak perkakas yang dibawanya ke Yoochun dan langsung bergabung dengan Eunhyuk yang sedang menata kostum. “Yo, Hyukkie..”

Eunhyuk menatap namja itu malas. “Wae?”

“Tau nggak? Tau nggak? Aku lagi senang nih..” Donghae ikut merapihkan kostum- kostum itu dengan wajah sumringah. Dia ingin sedikit berbagi kebahagaiaan dengan teman yang selalu digodanya itu.

“Bodo amat..”

Ngek..

Mendengar tanggapan Eunhyuk yang sangat cuek itu Donghae meringis nggak percaya. Sepertinya namja itu masih kesal sama Donghae, dia nggak berniat bercanda lagi dengan Donghae.

“Loh.. Kok begitu sih? Tanggapan macam apa itu!” Donghae nggak terima dan lansung menarik seragam Eunhyuk kesal. “Tanya kek kenapa aku senang begitu, Hyukkie!”

“Donghae berisik ah! Sana bantu yang lain, jangan ganggu aku!”

“Unyuk!!”

“Apa?!”

Kedua namja itu saling berpandangan. Tapi detik berikutnya sorot mata Donghae berubah. Dia terdiam menatap mata Eunhyuk. Entah apa yang yang terjadi padanya, Donghae langsung mengerjapkan matanya beberapa kali sambil menghindari tatapan mata Eunhyuk.

“Hayo! Mau ngatain aku apaan lagi hah? Bocah nelayan? Bocah ikan? Nelayan kampungan? Hayoo.. Kau kira aku takut sama kamu ikan teri!” Eunhyuk nantangin nih ceritanya. =.=

“Da-dasar monyet laut. Udah deh aku mau bantuin Junsu aja.” Donghae buru- buru berjalan meninggalkan Eunhyuk sendirian. Namja itu memegangi dadanya yang terasa berdebar- debar. Sekilas ia menoleh menatap Eunhyuk yang menggerutu sendirian.

“Kenapa nih? Kok aku deg-degan cuma gara- gara menatap mata Hyukkie? Aku pasti udah nggak waras!” Gumamnya sendirian. “Tapi.. Dia manis juga. Aku suka sama sorot matanya. Rasanya aku bisa melihat pantulan diriku disana.” Kali ini Donghae nyengir dan kembali menatap Eunhyuk.

Donghae langsung menghampiri Junsu.

Sedangkan Eunhyuk diam- diam melirik ke arah Donghae sambil cemberut. Wajahnya kelihatan merah, entah karena apa.

Perlahan ia menggelengkan kepalanya kuat- kuat. “Dia pasti mikir yang aneh- aneh. Dasar menyebalkan!”

0o0o0o0o0o0o0o0

“Lelah!” Donghae membuka lokernya lagi untuk mengambil seragamnya. Saat ini ia baru selesai latihan sepak bola. Saat ia membuka lokernya, lagi- lagi ia melihat sebuah botol berisi surat.

Donghae mengambilnya heran. “Ada lagi?” Tatapan matanya kembali ke dalam lokernya dan dia melihat ada sebuah botol lain yang berisi air mineral. Donghae mengambilnya. “Sekarang dia ngasih aku minuman, dia pasti tahu aku habis olah raga.”

Senyum manis terkembang di wajah tampan namja itu. “Gomawo..”

Donghae langsung menutup lokernya dan berjalan kembali menuju lapangan sekolah. Di kursi penonton, matanya tertuju pada sosok Eunhyuk yang tengah sibuk membaca komik One Piece dengan serius.

Dia tersenyum dan langsng menghampiri Eunhyuk. “Eunhyukkie!” Namja itu duduk di sisi Eunhyuk dengan santai sambil membuka botol berisi air dan meminumnya.

Dari sudut matanya, dia melirik ke botol aneh yang dibawa Donghae. “Itu apa?”

Seakan langsung paham, Donghae menatap botol yang dibawanya.”Ini? Ini botol.”

“Aku tahu! Yang aku maksud itu botol apa? Kok di dalamnya ada kertasnya?” Eunhyuk memilih menutup komiknya dan mengambil botol di tangan Donghae. Ditelitinya botol unik itu. “Ini cara baru mengirim surat atau contekan ya? Kampungan..”

“What!” Dengan gesit Donghae mengambil botolnya. “Kampungan apanya sih? Ini keren tahu! Romantis! Jaman sekarang siapa yang mau bermain dengan cara begini? Kau iri ya soalnya nggak punya penggemar yang romantis kayak begini.”

Eunhyuk mencibir mendengar Donghae nyerocos nggak jelas begitu.

Dengan cepat Donghae membuka botol itu dan mengambil surat di dalamnya. Kali ini nggak kosong. Ada tulisannya.

“Aku sudah datang?” Donghae bergumam.

Eunhyuk mencari kesempatan untk ikutan membacanya. “Siapa yang datang Hae? Kau punya musuh ya? Itu surat tantangan berantem kali, bukan surat penggemar. Kalau dia penggemarmu, masa suratnya dimasukin ke dalam botol begitu.”

“Kau nggak tahu maknanya Hyukkie..” Donghae cengengesan sambil menatap Eunhyuk. “Itu artinya dia sudah datang Hyukkie. Orang yang selama ini aku tunggu akhirnya tiba juga. Orang yang menjadi takdirku.”

Eunhyuk menatap Donghae dalam- dalam. “Takdir?”

“Aku ini namja yang mempertaruhkan masa depan cintaku pada sebuah surat di dalam botol. Yang mengirimkan surat ini kepadaku, dia orang yang selama inia ku tunggu. Dia pasti orang yang sangat manis dan menyenangkan.” Donghae berdiri. “Aku kembali ke kelas duluan ya..”

Sebelum Donghae jauh darinya, Eunhyuk berdiri. “Bagaimana kalau dia nggak sesuai dengan harapanmu Hae?”

Donghae berbalik menatap Eunhyuk heran. Namja itu tersenyum. “Seperti apapun dia nantinya, buatku dia adalah orang yang sangat manis dan menyenangkan.” Donghae melambaikan tangannya yang memegang botol dan berjalan meninggalkan Eunhyuk.

Eunhyuk kembali mencibir. “Dia mungkin akan menyesal telah mengatakannya. Dasar payah..”

.

~Donghae pov~

Terus kutatap langit yang berwarna biru. Dimana kau? Kenapa nggak langsung menemuiku. Aku yakin dia tahu siapa aku. Tapi kenapa dia nggak langsung menemuiku? Kenapa dia membalasku dengan surat- surat dalam botol ini?

Aku kan jadi penasaran.

“Haeeeee!” Kutatap Junsu yang duduk didepanku dengan tampang bahagia. “Buat acara lusa, kau terpilih sebagai penyambut para tamu ya. Nanti kau memakai kostum pelayan dengan telinga kelinci seperti yang ada di dongeng itu.”

“Wah.. Aku pasti jadi imut banget.” Donghae cengengsan sendiri membayangkan dirinya dengan kostum seperti itu. “Oke! Aku mau aja. Lalu hanya aku sendirian?”

“Ani. Kau sama Hyukkie. Anak itu nanti memakai kostum maid. Karena dikelas dia yang wajahnya paling manis, jadi pasti cocok kalau di dandani jadi yeojya.”

“OMOOO!! Paling manis apanyaaa??! Kalian semua buta!!”

Plakk!

“Nggak usah menjerit juga pabbo. Kalau kenyataan aku memang paling manis emangnya kenapa? Nggak terima?”

Donghae menatap Eunhyuk di belakangnya. “Ya, Hyukkie! Kenapa mukul kepalaku sembarangan?!”

Eunhyuk nggak menanggapi ucapan Donghae dan memilih bergabung dengan teman- temannya. Donghae terus memandangi namja itu. Berpasangan dengan Eunhyuk yang selalu digodanya? Apalagi dia akan memakai kostum maid?

Donghae menjatuhkan kepalanya ke atas meja. “Aigoo~  Dia akan pakai baju maid? Aarghh.. Pasti bakal jadi manis banget!” Gerutunya sendirian dengan suara sepelan mungkin. Sebenarnya dia mengakui kalau Eunhyuk itu namja yang manis, sayangnya malu dong kalau bilang terang- terangan.

Dasar nggak mau jujur..

0o0o0o0o0o0o0

~Donghae pov~

Kreek~

Aku kembali membuka lokerku. Kali ini dengan segenap harapan terkumpul. Berharap ada sebuah botol di dalam. Dan.. LUCKY! Benar ada sebuah botol di dalam lokerku. Dengan sumringah aku langsung mengambilnya.

Kali ini aku nggak menunggu untuk membacanya.

Aku yakin akan ada bacaan di dalamnya. Lagi- lagi tebakanku benar. Saat aku membukanya surat itu nggak kosong. Ada tulisannya.

“Saat acara amal.” Aku bergumam saat membacanya. “Saat acara amal? Apa dia akan datang menemuiku saat acara amal itu.”

Aku kembali menutup lokerku.

Tapi.. Kok rasanya aku kenal sama tulisan tangan orang ini. Entah dimana, rasanya aku pernah melihatnya. Aiish.. Aku nggak bisa ingat! Ya sudahlah, biarkan aja..

Aku masuk ke dalam kelasku dan langsung dibuat terpana sama sosok yeojya yang berdiri disana. Tunggu! Di sekolah khusus namja nggak mungkin bisa ada yeojya kan? Lalu dia siapa? Kenapa ada dikelasku.

“Ah, Hae! Coba lihat! Hyukkie manis kan?!”

MWO!! Hyukkie?!!

Junsu memutar tubuh yeojya itu agar menatapku. Aku menganga melihat namja itu berdiri dihadapanku dengan menggunakan baju maid. Dia memakai telinga kelinci yang sangat manis. Aku sama sekali nggak percaya kalau didandani jadi yeojya dia bisa semanis itu. Dia siluman monyet!

“Lihat Hyukkie.. Hae aja sampai megap- megap aneh melihatmu.”

Saat mendengar ucapan Yoochun, aku baru sadar. Aku langsung menggelengkan kepalaku dan menatap Eunhyuk santai.

“Si-siapa yang terpesona? Bocah nelayan itu sama sekali nggak manis. Masih gantengan aku.” Buru- buru aku duduk di kursiku dan menjauhkan pandangan dari sosok Eunhyuk. Aku nggak tahu bagaimana wajahnya, tapi dia pasti marah lagi.

Biar aja ah.. Aku nggak mau memperdulikannya. Aku hanya mau fokus dengan orang yang akan kutemui besok.

~Donghae pov end~

.

“A-anou Yoochun, aku nggak mau jadi penyambut tamu deh.” Eunhyuk menyerahkan kostum yang baru dipakainya kepada Yoochun yang sedang mengepas berbagai kostum ke teman- teman sekelasnya yang lain.

Namja itu menatap Eunhyuk heran. “Wae? Manis loh.. Apa gara- gara Hae?”

“Aniya!” Eunhyuk buru- buru membantah. “Bukan gara- gara Hae. Kurasa yang lain aja yang pakai. Kalau nggak ada yang pas biar aku minta bantuan Sungmin hyung dari kelas tiga, deh..”

“Kalau Sungmin hyung pasti jadi lebih manis lagi.” Yoochun cengengesan sendirian.

“Makanya aku nggak usah ikut ya? Biar aku yang urus stand di dalam.”

Yoochun memandangi Eunhyuk sekilas. Dia ingin menolak hal itu, tapi rasanya dia tahu apa yang dirasakan Eunhyuk saat ini. Akhirnya dia mengangguk. “Tapi kau yang bilang pada Sungmin hyung untuk membantu kita ya. Kalau dia nggak mau kau yang harus memakainya.”

“Siip!” Eunhyuk langsung berlari keluar kelasnya meninggalkan Yoochun.

Saat ini perasaannya sedikit kacau.

0o0o0o0o0o0o0

“Pasti akan sangat ramai.” Gumam Donghae saat Junsu tengah memakaikan dasinya. “Acaranya dibuka untuk umum kan? Pasti banyak siswi- siswi dari sekolah lain yang datang. Bisa banjir nih..”

“Bagus dong.. Sekali- kali melihat sekumpulan yeojya di sekolah khusus namja juga hal yang menyegarkan. Memangnya matamu nggak rusak apa setiap hari melihat namja?” Junsu cengengesan sambil berlalu.

Donghae hanya mencibir pelan sambil melayangkan pandangannya ke segala arah. Tatapannya tertuju pada sosok Eunhyuk yang berdiri di hadapan seorang maid. Namja itu hanya mengenakan celana training dan kaos biasa.

“Loh? Kenapa dia belum siap- siap sih?!” Donghae langsung berjalan kearah Eunhyuk. “Hyukkie! Cepat ganti bajumu.”

“Hae?”

Maid didepan Donghae itu menoleh. “Eh, Hae? Hari ini aku menggantikan Hyukkie. Aku yang akan menemanimu di depan kelas.” Gumam Sungmin.

Kedua mata Donghae terbuka lebar. Antara kaget melihat maid dihadapannya itu adalah Sungmin yang sangat manis, juga kaget karena Eunhyuk nggak jadi menemaninya.

Namja itu menatap Eunhyuk bingung.

“Apa? Ini kan yang kau mau?”

“Sini sebentar!” Donghae menarik tangan Eunhyuk dan membawa namja itu ke pojok ruang kelas yang nggak terlalu banyak orang. “Kau ini kenapa sih? Kau ngambek lagi? Marah lagi? Kok pakai diganti Sungmin hyung segala sih?!”

“Apa hubungannya denganmu? Kau juga kan nggak terlalu perduli siapa yang menjadi pasanganmu Hae.”

Donghae menggigit bibir bawahnya kesal. “Ya sudah! Terserah kau aja. Lakukan sesukamu!” Donghae berbalik dan hendak meninggalkan Eunhyuk.

“Aku memang akan melakukan sesukaku, kok! Memangnya sejak kapan aku harus minta pendapatmu kalau mau memutuskan sesuatu?”

Donghae mematung mendengar ucapan Eunhyuk. “Aishh.. Terserah!” Donghae langsung berjalan meninggalkan Eunhyuk. Kali ini ia nggak berniat menoleh untuk melihat namja itu. Pikirannya kacau. Dia marah. Tapi dalam hatinya.. Dia kecewa.

.

~Donghae pov~

“Selamat datang.. Silahkan mengunjungi foto stand kami. Didalamnya disediakan berbagai kostum yang bisa kalian gunakan. Uang yang kami dapatkan, akan disumbangkan ke beberapa panti asuhan di Seoul.” Sungmin hyung menyapa para pengunjung dengan sangat sopan dan professional.

Aku hanya diam. Sesekali tersenyum.

“Donghae! Wajah apaan itu? Jangan bertampang begitu kalau stand kelasmu mau laku.” Gerutunya.

“Terserah ah..” Aku terus memandangi ke segala arah. Berharap ada seseorang yang datang kepadaku lalu bilang, ‘hai, akulah yang selama ini meletakkan botol itu di okermu’. Tapi setiap memikirkannya sekarang aku jadi ragu.

Perasaanku nggak sebahagia dulu, seperti ada yang mengganjal.

“Kau kepikiran Hyukkie ya?”

Eunhyuk?

Aku menatap Sungmin hyung bingung. “Kok dia?”

“Kemarin dia mendatangiku dan memohon agar aku menggantikannya. Dia bilang memakai kostum monyet akan lebih membanggakan dari pada memakai kostum maid begini. Dia juga bilang ini percuma. Nggak akan ada yang menatapnya.”

Anak itu bilang begitu..

“Sepertinya dia sedih..”

“Sedih?” Aku semakin bingung.

Sungmin hyung mengangguk. “Aku sudah diceritakan sama Junsu. Dia bilang ini semua gara- gara kau menyinggungnya kemarin. Lee Donghae, kau harus meminta maaf.”

Aku?

Pelan- pelan aku mengintip ke dalam kelas dan menatap sosok Eunhyuk yang kelihatan sangat bersemangat melayani para tamu. Wajahnya nggak kelihatan kayak orang lagi sedih kok.. Dari pada dia, seharusnya aku yang lebih tersiksa.

Saat ini aku sudah seperti namja jahat yang menyakiti pacarnya.

“Sungmin hyung! Aigoo! Neomo yeoppo!”

Aku menoleh kearah Kyuhyun yang berlari kearah Sungmin hyung dengan wajah kaget. Ah.. Dia penggemar nomor satu Sungmin hyung. Kyuhyun langsung mengeluarkan ponselnya.

“Ini harus dikenang! Ayo foto hyung!”

Kedua namja itu malah asyik foto- foto ria. Kyuhyun itu kelihatan sangat menyukia Sungmin hyung, dan meski suka marah- marah karena Kyu, Sungmin hyung juga sangat memperhatikannya. Kalau aku dan Hyukkie..

Aiish! Kenapa malah ingat dia!

Sudahlah Lee Donghae! Fokus! Sekarang tunggu orang itu! Jangan pikirkan hal lain selain itu!

Aku kembali mengintip ke dalam kelas.

Lee Hyukjae.. Kau sukses membuatku kacau!

~Donghae pov end~

0o0o0o0o0o0o0

“Berapa keuntungannya? Woow! Ini semua berkat Sungmin hyung! Kecantikanmu membuat para yeojya itu tertarik ke stand kita!” Yoochun kelihatan sangat senang sedangkan Sungmin hanya tertawa kecil.

“Hyukkie mana?” Donghae menghampiri Junsu.

Namja itu mengangkat bahu. “Mungkin di toilet.”

Donghae mengangguk sekali. Dia beralih ke pojok ruangan dan merobek sedikit kertas sisa yang ada didekatnya. Pandangannya tertuju pada sebuah pena nganggur yang berada di atas meja. Dia langsung mengambilnya.

.

~Donghae pov~

Aku harus meminta maaf. Seharian aku menunggu, nggak ada yang datang dan mengungkit tentang botol itu. Kurasa memang aku seharusnya nggak berkhayal setinggi itu. Mungkin orang yang menemukannya hanya ingin menggodaku.

Ternyata sangat nggak enak diperlakukan begini, pantas dia selalu marah kalau aku menggodanya.

Kau memang bodoh Lee Donghae.

Aku langsung menuliskan satu kata di kertas itu. ‘mianhae’.

Bisa memang kalau meminta maaf secara langsung atau lewat pesan, tapi aku terlalu canggung. Cara ini lebih baik dari pada yang lain.

Aku berdiri dan mendekati tas Hyukkie yang digeletakan sesukanya di atas meja. Bertumpuk dengan tas- tas yang lain. Aku langsung menariknya sebelum anak itu kembali. Ini sangat memalukan! Aku berani sumpah ini pertama dan terakhir kalinya aku bersikap seperti ini.

Aku membuka tas itu untuk meletakkan suratku. Tapi aku langsung terkejut saat melihat sebuah benda dalam tas itu.

“Sedang apa kau dengan tasku!”

Tiba- tiba Eunhyuk menarik tasnya dan menatapku shock. Aku lebih shock lagi saat melihatnya. Benda yang tadi kulihat itu..

“Hyukkie..?”

“A-apa?”

Aku langsung menarik kembali tasnya dan mengeluarkan sebuah botol di dalam tas itu. Jantungku terus berdegup keras. Kuambil buku tulisanya dan membukanya. Sama.. Tulisannya sama!

Aku menelan ludah saat kembali menatap Eunhyuk. “Kau yang…?”

Namja itu mengalihkan wajahnya dari tatapanku sambil menarik tasnya lagi. Tanpa bicara apapun, dia berjalan meninggalkanku keluar kelas.

“Hyukkie!” Aku berlari mengejarnya dan langsung menarik tangannya. Lagi- lagi kulihat matanya merah, nyaris menangis. “Tunggu dulu, katakan padaku dulu. Kau yang meletakkan botol- botol plastik itu di lokerku?”

“Bukan aku!”

Aku kembali menarik tasnya dan mengeluarkan botol itu. Eunhyuk berusaha mengambil botol itu dariku, tapi aku menghindar sambil berusaha mengeluarkan surat itu. Aku langsung membukanya dan menatap surat itu shock.

Ini memang botol yang kulemparkan dulu.

Aku menatap Eunhyuk yang diam mematung sambil menggigit bibirnya. “Kau yang menemukannya?”

“Nggak sengaja tersangkut di kail saat aku sedang memancing setahun yang lalu.”

“Kenapa kau nggak bilang dari dulu?!!!”

“Kau nggak pernah membiarkanku untuk bilang!!” Eunhyuk berbalik meneriakiku. “Apa selama ini kau pernah memperdulikanku? Kau selalu menggodaku! Kau selalu mengejekku! Kau nggak tahu bagaimana perasaanku!”

Aku mematung mendengar pernyataannya.

“Apa selama ini pernah kau menatap kearahku? Dimatamu aku hanay seorang bocah nelayan kan? Buat apa aku mengatakan semuanya kepadamu. Alasan aku pindah ke Seoul dan sekolah disini.” Mata namja itu berkaca- kaca. Dia sangat marah kepadaku.

“Hyukkie..”

“Apa kau tahu betapa terlukanya aku tiap kau mengejekku? Kau nggak tahu betapa sedihnya aku saat kau nggak berniat memujiku kemarin. Meskipun sesungguhnya aku sudah sangat menyukaimu, itu tetap nggak berarti sampai akhirnya.”

Perlahan kuraih lengannya. “Mianhae..”

“Sudahlah..” Eunhyuk menyingkirkan lenganku darinya. “Sudahlah Hae.. Anggap aja semua sudah berakhir. Jangan kau pikirkan masalah surat- suratmu itu.” Eunhyuk berpaling dariku dan berjalan meninggalkanku.

Berakhir? Tentu nggak

“JEONGMAL SARANGHAEYO, LEE HYUKJAE!!” Aku mengatakannya. Di tengah koridor sekolah. Diantara banyak siswa. Aku sudah mengatakannya.

Eunhyuk langsung berhenti dan menoleh menatapku dengan tatapan shock. “Ha-hae?”

“Aku serius. Aku sangat mencintaimu.” Kali ini aku tersenyum menatapnya.

“Kau.. Bohong..” Eunhyuk kembali menatapku. “Kau bilang itu karena aku yang menemukannya. Kau nggak jujur. Kau hanya menepati janjimu.”

“Setengahnya memang begitu.” Jawabku sambil kembali berjalan mendekatinya. “Tapi setengahnya lagi tulus dari hatiku. Aku sendiri nggak tahu sejak kapan, tapi aku tahu kalau aku selalu memperhatikanmu. Aku nggak berbohong padamu.”

Eunhyuk hanya diam sambil menatapku nggak percaya. “Dasar bodoh..”

“Akhirnya kita bertemu kan.. Aku ini memang namja bodoh yang mempertaruhkan masa depan percintaannya kepada sebuah surat dalam botol.”

Dia nggak berbicara. Namja itu langsung memelukku dan aku balas memeluknya erat.

“Seharusnya kau katakan sejak awal kalau kau yang menemukannya biar kita nggak salah paham begini.” Gumamku perlahan.

Eunhyuk hanya mengangguk kecil. “Mianhae..”

Kuusap kepalanya lembut. “Aku senang kau yang menemukannya. Aku senang kau datang kesini untuk menemuiku. Gomawo Hyukkie..” Bisikku perlahan ditelinganya. Aku nggak menghiraukan ejekan siswa lain yang langsung menggoda kami.

Nggak ada yang lebih penting daripada menemukan orang yang selama ini kau tunggu. Dan tebakanku nggak meleset. Dia memang orang yang sangat manis dan menyenangkan. Saranghae..

 

7 thoughts on “Letter In The Bottle

  1. Kasihan Hyukkie…..ckckck…..
    dasar Hae pabbo! #ditendang unyuk#

    .
    .

    tapi manis kok endingnya,umma suka…..
    banyakin EunHae dong chagi….umma suka….tp utamakan YeWook-nya….#apadah!

    .
    nae chagi, Saranghae…….#hug#

  2. hyukie. .mpe sgtunya pindah skolah buat nemuin hae. .ehh haenya mlah usil nyebelin gitu. .tapi akhirnya happy ending jg. .horee. .
    sepertinya saya semakin suka ama haehyuk couple. .hehehe. .

    ceritanya menarik. ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s