Believe With Your Heart

Believe In Your Heart

Author :: Thena_Kim Taena

Pair :: KyuMin

Rated :: PG-13

Genre :: Romance

Sekuel from And I Love You (YeWook version)

.

Aku menatap pasangan yang baru jadian dan menyebalkan itu. Nae, Si Wookie dan penyanyi kelas atas atau dikenal dengan nama Kim Yesung. Entah kenapa sejak dia pacaran sama Wookie, dia suka menyusup ke dalam kamar kami. Tentunya sudah dapat izin dari pihak sekolah.

“Wae Kyu?”

Kulirik Sungmin hyung malas. “Ani.”

“Kau marah lagi?” Namja itu menyenggol lenganku sambil tersenyum menggodaku. “Kau itu lagi PMS ya? Kerjaanmu itu marah- marah terus deh.”

“Berisik hyung!”

Mendengar aku berseru, Kim Yesung dan Wookie menatapku heran.

“Cho Kyuhyun? Kenapa berteriak?” Tanya namja penyanyi itu. “Saat ini aku dan Wookie sedang melatih vocal,  jadi bisa kan nggak berisik dulu?” Namja itu sok nyengir ikutan meledekku. Dia sangat suka meledekku, mungkin untuk balas dendam karena dulu aku yang selalu menyurutkan semangat Wookie agar menemuinya.

Kutatap dia kesal.

“Hyung… Jangan begitu.” Wookie menarik lengan Yesung hyung sambil tersenyum nggak enak kepadaku.

Kuacuhkan dia dan kutatap Yesung hyung. “Memang ini kamar siapa?”

“Kamar Wookie.”

“Sama siapa?”

“Sama kau.”

“Kalau kau sudah tahu, punya hak apa kau menyuruhku diam dasar kepala besar?!”

“Yah ampun Cho Kyuhyun!” Sungmin hyung langsung menarik tanganku agar berdiri dan langsung membawaku keluar dari kamar. “Kalian santai aja. Si bodoh ini biar aku yang urus oke. Sampai nanti.”

Sungmin hyung menutup pintu kamar itu dan tetap menarik tanganku.

Namja manis itu menatapku sambil tersenyum. “Kau ini nggak bisa bersikap dewasa ya?”

“Aku terusir dari kamarku sendiri, hyung. Ini sangat memuakkan tahu.” Balasku ketus sambil menyentakkan tangan Sungmin hyung yang masih menarikku. Kutatap namja itu yang tetap tersenyum tenang meski kuperlakukan dengan kasar.

MENYEBALKAN!

Ya, dia sangat menyebalkan. Kenapa sih dia selalu tetap tersenyum dan bersikap sok tua meski aku kasar dengannya. Oke, dia memang pernah menamparku sekali, tapi hanya sekali. Disaat aku marah- marah kepadanya seharusnya dia juga marah.

Sungmin hyung itu namja yang menyebalkan!

Kenapa aku bisa tertarik dengannya siiiiiiihhh!?!

Kuacak rambutku frustasi.

“Kyuhyun… Kau itu kenapa sih? Benar benar nggak jelas deh. Kerjaanmu itu hanya marah- marah, main PSP, ngomel nggak jelas dan membuat semua orang bingung. Aku benar-benar nggak mengerti dengan sifatmu itu.”

Kali ini aku kembali menatapnya. “Hyung tau kenapa?”

“Kenapa?”

“Karena aku hidup bersama dengan orang yang setipe dengan hyung dan Wookie. Udah ah! Aku mau ke game centre terdekat! Kalau penyanyi itu sudah pulang, kasih tau aku.” Aku melangkah meninggalkan Sungmin hyung.

“Oke. Sampai nanti!” Dia malah berlalu begitu saja.

Setelah beberapa saat, aku menengok kebelakang dan kulihat Sungmin hyung sudah nggak kelihatan. Kalau Wookie yang seperti ini dia pasti mengejarnya dengan cepat, tapi kalau aku. Dia selalu masa bodoh begini!

Sungmin hyung ataupun Wookie juga penyanyi sok nyentrik itu. Semuanya sangat menyebalkan!

0o0o0o0o0o0o0

“Hoahm…” Aku menguap sambil melirik kearah Wookie yang masih lelap tertidur.

Sejak dia pacaran dan memutuskan untuk berduet dengan Kim Yesung, dia jadi sangat sibuk. Minggu kemarin saja harus manggung di dua tempat. Namja itu jadi terkenal rupanya dan itu membuatku risih karena aku yang paling kena dampaknya.

Tapi… Dia itu beruntung.

Sedangkan aku, kisahku sangat nggak jelas. Aku mencintai namja yang nggak ketahuan menyukaiku atau nggak. Ah, bahkan aku rasa dia lebih suka Wookie daripada aku. Atau yang selalu membuatku kesal, dia itu namja yang normal.

Yeah, aku selalu mengingatkan pada Wookie kalau dia itu salah. Mencintai sesama namja itu salah apalagi kalau namja yang disukainya ternyata normal. Kenapa aku mengatakannya? Karena itulah yang terjadi padaku. Aku muak karena kalau melihat Wookie yang mati- matian mengejar Kim Yesung, seakan melihat cerminan diriku yang menyedihkan.

Brak! Pintu kamar kami terbuka.

“Kyu! Wookie!”

Aku menatap Sungmin hyung malas. “Apa hyung? Pagi- pagi sudah kesini. Jangan mentang- mentang liburan musim panas jadi kau selalu mengganggu kami pagi- pagi dong.”

Sungmin hyung mengacuhkanku. Dia langsung menghampiri Wookie dan membangunkannya perlahan. Apa- apaan itu! Kalau membangunkanku dia nggak pakai perasaan!

“Wookie.. Bangun. Sebentar lagi Yesung hyung akan menjemputmu.”

Aku melirik kearah jam dinding. Jam sembilan kurang, Wookie ada acara jam sebelas nanti. Aku kembali melirik kearah dua namja yang sama- sama manis itu. Wookie sudah bangun dengan nyawa setengah.

“Hyung… Aku masih ngantuk.”

“Siapa suruh begadang hanya untuk menghapalkan lagu bodoh itu.” Aku yang menimpali. Seperti biasa.

Sungmin hyung menatapku sekilas dengan bête lalu kembali menatap Wookie. “Kau bisa istirahat setelah acara ini. Bukannya ini impianmu, jadi kau harus tekun Wookie. Jangan banyak mengeluh begini.” Dia mengusap kepala Wookie lembut.

Hyung! Aku iri tau!

“Huh… Pagi- pagi sudah melihat kalian berdua begitu. Menyebalkan!” Aku langsung bangun dan berjalan keluar kamar, membiarkan kedua namja itu mendapatkan sedikit privasi untuk bisa melakukan apapun sesukanya.

Yah, lebih baik aku mencerahkan pikiranku.

Aku duduk di taman sambil mengeluarkan PSP-ku. Satu- satunya benda yang bisa mengusir kebosanan, juga kemrahanku kalau mengingat semua masalah yang aku alami. Oke, mulai main starcraft!

.

“Kyuhyun…”

“Kyuhyun…?”

“CHO KYUHUN!”

Aku langsung loncat mendengar bentakan itu. Aigooo.. Aku makin shock saat melihat satu wajah konyol berada di hadapanku. Wajah si Kim Yesung yang sudah nyengir nggak jelas dan duduk disampingku.

“Kau mau membunuhku hah?!”

“Babbo.. Masa dibentak aja bisa mati. Jangan konyol Kyu.”

“Bagaimana kalau aku jantungan!” Seruku marah sambil memegangi dadaku yang berdebar- debar karena kaget. Aku kembali menatap PSP-ku yang untungnya ke-pause saat aku kaget tadi.

“Wookie dan Sungmin di kamar ya?”

“Kamar siapa?” Aku bertanya tanpa menatapnya. Ya iyalah, aku harus fokus ke game yang kumainkan.

“Kamarmu.”

“Hmmm…”

“Panggilkan dong.”

Siapa dia berani menyuruh- nyuruh aku?

“Ogah.”

“Aku nggak enak selalu datang ke asrama kalian tahu.”

Kutekan lagi tombol pause dan menatapnya bête. “Yesung hyung, aku sedang main game. Jadi bisa kan nggak menggangguku?” Aku kembali menatap PSP-ku sedangkan kudengar namja itu tertawa pelan.

“Kudengar kau itu sebenarnya setahun lebih muda dari Wookie ya? Tapi kenapa kelakuanmu itu sama sekali nggak sopan sih? Aku, Wookie dan Sungmin kan hyungmu. Setidaknya berhentilah marah- marah sepanjang hari.”

“Suka- suka aku.”

“Cepet tua loh…”

“Aku ini yang tua!”

Pletak! Kali ini seseorang menjitak kepalaku.

Aku melotot dan menengadah. Kulihat Sungmin hyung menatapku datar dan Wookie sudah cengengsan disampingnya.

“Apa?” Sungmin hyung meniru kata- kataku.

“Kenapa main jitak- jitak aja sih? Sakit hyung.”

Sungmin hyung lagi- lagi mengacuhkanku dan memilih menarik Wookie mendekati Yesung hyung. “Namja chingumu ini sudah rapih hyung. Sana cepat pergi.”

“Hahai… Kau memang bisa kuandalkan Min..” Yesung hyung berdiri sambil merapihkan celana jeans yang dipakainya lalu meraih tangan Wookie. “Kita bisa telat nih, pergi sekarang aja ya?”

Kulihat Wookie mengangguk. “Sip.” Dia tersenyum manis kearah Yesung hyung.

Yesung hyung balas tersenyum kecil dan menatap kearahku dan Sungmin hyung bergantian. “Sampai nanti ya, Kyuhyun, Sungmin.” Dia buru- buru menarik Wookie yang bahkan belum sempat berpamitan kepada kami. Yesung hyung langsung merangkul pundak Wookie.

Mau sok romantis juga kan ada batasannya…

“Sekarang kita mau ngapain?” Sungmin hyung menatapku.

Aku hanya balas menatapnya sekilas. “Aku mau malas- malasan di kamar. Main starcraft seharian bahkan sampai liburan berakhir.” Tambahan, aku juga mau menjernihkan otakku yang penuh dengan bayangan bodoh Sungmin hyung.

“Dasar namja membosankan. Ayo kita jalan- jalan aja!” Tanpa menunggu persetujuanku, Sungmin hyung langsung menarik tanganku dan berlari membawaku yang tentunya nggak sulit untuk mengikuti langkahnya.

Hal yang selalu membuatku bangga. Aku lebih tinggi darinya!

0o0o0o0o0o0o0

Kalau diingat- ingat, kenapa aku bisa suka sama Sungmin hyung tapi nggak bisa bersikap manis kepadanya?

Yesung hyung selalu bersikap sangat manis ke Wookie. Tapi aku, kerjaanku hanya marah- marah nggak jelas ke dia padahal dia nggak melakukan kesalahan apapun. Mungkin itulah kekuranganku, aku bukan orang yang bisa bersikap romantis tapi gampang cemburuan.

“Kyu, kenapa diam aja?”

Aku melirik Sungmin hyung yang tengah menjilati ice cream strawberry kesukaannya. Ada krim menempel di sudut bibirnya.

Dengan malas aku menghapus noda ice cream itu dan menjilati ice cream coklatku. “Hyung itu menyebalkan tahu.” Aku malas menatapya, karena aku tahu dia tengah menatapku heran.

“Kyuhyun… Sebenarnya kenapa sih kau selalu bersikap aneh?”

“Aneh apanya?” Tanyaku malas sambil meraup habis corn ice cream-ku. Kutatap dia yang memandangiku dengan kedua matanya yang terlalu indah itu. Membuat perasaanku semakin kacau.

“Kau suka sekali marah- marah kalau sedang melihat Wookie bersama dengan Yesung hyung. Tapi kadang kau bersikap baik lalu kembali ketus lagi. Perubahan sifat yang nggak jelas itu bisa membuat orang salah menilaimu. Kau kan sudah dewasa, jadi bersikaplah dewasa.” Sungmin hyung mengalihkan pandangannya dariku dan menatap ke jalan yang cukup ramai siang ini.

Aku tetap memandanginya. “Maksud hyung?”

“Kau suka Wookie ya?”

“Uhuk!” Aku tersedak dan langsung menatapnya shock. “Apa maksudmu?!”

Namja itu menatapku sambil tersenyum. Senyuman itu membuat hatiku sangat sakit. “Sejak lama aku mau menanyakannya denganmu. Kau suka Wookie kan? Makanya kau marah melihatnya dengan Yesung hyung. Kau cemburu.”

“Ani!”

“Aku tahu kok Kyu… Sudah lama aku mengenalmu dan kurasa sifatmu itu mudah ditebak. Kau terlalu kekanak- kanakkan untuk mengakuinya, jadi kau tumpahkan itu dengan marah- marah.”

“Ani!”

Sungmin hyung menerawang sambil tetap tersenyum. “Tapi sayangnya Wookie menyukai Yesung hyung dan bahagia dengannya. Jadi kau jangan seperti ini, kalau kau mencintainya seharusnya kau mendukung kebahagiannya.”

“KUBILANG ANI!” Kali ini aku berdiri sambil menggebrak meja tempat kami istirahat siang itu.

Sungmin hyung menatapku shock sedangkan aku hanya bisa menatapnya marah.

“Kyuhyun…?”

“Sudah kubilang kau nggak tahu bagaimana perasaanku! Sudah kukatakan kalian itu sama sekali nggak paham bagaimana berada diposisiku! Mencintai orang yang sama sekali nggak pernah memikirkanmu! Itu memuakkan! Jangan bicara seolah- olah kau paham perasaanku karena kau sendiri belum pernah jatuh cinta Lee Sungmin!”

Plakk! Untuk kedua kalinya, Sungmin hyung menamparku.

“Kyuhyun, kau harus bisa membedakan mana yang pantas kau ucapkan dan mana yang nggak pantas kau ucapkan.” Sungmin hyung kini menatapku datar dengan kedua mata kelincinya yang kelihatan marah.

Kupegang pipiku yang terasa panas. “Kau_”

“Jangan pernah menilaiku seperti itu. Kau bilang aku nggak tahu perasaanmu. Ya! Mungkin aku memang nggak tahu. Tapi apa kau pernah tahu bagaimana perasaanku?” Dia berbicara dengan sangat tenang. Menakutkan.

Aku diam memandanginya. Aku nggak memiliki kata- kata untuk membalas ucapannya.

“Kali ini kau sudah sangat membuatku sakit hati Cho Kyuhyun.” Sungmin hyung langsung berjalan meninggalkanku dengan langkah cepat.

Nafasku tercekat, rasanya aku ingin menjerit muak karena masalah ini. Kembali aku duduk di kursiku dan menatap meja itu marah.

Duak! Kupukulkan lenganku ke meja itu.

“MEMUAKKAN!!”

0o0o0o0o0o0o0o0

“Aku kembali.”

Aku menarik selimutku lebih dalam saat kulihat Wookie masuk kedalam kamar dan membalikkan tubuhku menatap tembok kamarku.

“Kyu? Kau sudah tidur?”

Aku diam.

Wookie nggak berbicara lagi sampai akhirnya kudengar ponsel Wookie berbunyi dan Wookie mengangkatnya. Aku bisa mendengar suaranya.

“Sungmin hyung? Wae?”

Dari Sungmin hyung?

“Ah…” Kudengar suara Wookie berubah pelan dan hati- hati. “Ya, dia sudah tidur. Tumben juga sih jam segini dia sudah tidur.” Dia membicarakanku. “Ah, baiklah kalau itu mau hyung. Tunggu aku sebentar ya, aku segera kesana.”

Kudengar suara langkah kaki Wookie sangat pelan dan hati- hati. Ia membuka pintu kamar dan langsung berlalu pergi.

Brak! Aku membuka selimutku cepat.

Mereka pasti mau membicarakanku. Aku harus tahu apa yang mereka bicarakan tentangku!

Aku buru- buru bangun dan keluar kamar. Berusaha mencari Wookie yang masih belum terlalu jauh ternyata. Aku mengikutinya kearah taman asrama dan bisa kulihat Sungmin hyung berdiri bersandar di tembok dengan tampang kalut. Aku memilih bersembunyi di tempat terdekat agar bisa menguping.

“Waeyo gudhae hyung?” Wookie memulai.

Sungmin hyung masih diam.

“Hyung, gwaenchanayo?”

“Aku bertengkar dengan Kyuhyun.”

Degh! Jantungku berdegup keras saat mendengarnya menyebut namaku. Ya, kami memang bertengkar. Ini pertama kalinya kami bertengkar seperti ini.

“Jeongmal?” Suara Wookie kedengaran nggak percaya.

“Aku salah bicara. Kata- kataku membuatnya sangat marah dan aku jadi ikutan marah karena dia mengatakan beberapa hal. Aku lagi- lagi menamparnya dan berlalu begitu saja setelah mengucapkan kata- kata yang menyakitkan kepadanya. Kupikir aku sudah dewasa, ternyata aku sama kekanak- kanakannya.”

Hyung bodoh! Kenapa bilang begitu! Jelas- jelas kan aku yang memang keterlaluan terhadapnya!

“Hyung… Kau sudah bicara kalau kau_”

“Dia menyukaimu.”

Aku tersentak shock. Dan Wookie diam. Dia juga pasti kaget.

“Kau tahu Kyuhyun. Dia terlalu naïf untuk mengakui perasaannya kepadamu itu. Itu sebabnya dia melampiaskan kecemburuannya dengan marah- marah kepada kita selama ini.” Aku mundur perlahan mendengar kalimat Sungmin hyung.

Perlahan suara itu semakin nggak terdengar, disaat jarak kami sudah cukup jauh, aku langsung berlari meninggalkan tempat itu. Terlalu sakit mendengar orang yang kau cintai salah paham seperti itu.

Tapi apa yang kulakukan? Seharusnya kan aku muncul dan mengatakan yang sebenarnya!

Aku masih belum berani. Aku takut Sungmin hyung itu namja normal dan nggak mungkin menerimaku. Aku tak mau terluka untuk sekarang ini. Silahkan bilang aku pengecut,tapi itulah aku yang sesungguhnya. Namja yang takut terluka. Bahkan aku masih belum berani mempercayai hatiku sendiri.

0o0o0o0o0o0o0

Aku dan Wookie diam. Nggak ada satupun diantara kami yang membuka pembicaraan pagi ini. Aku tahu dia pasti merasa nggak enak kepadaku gara- gara ucapan Sungmin hyung, dan aku merasa nggak enak karena sebenarnya dia salah paham.

Tapi aku juga nggak mau salah paham terus.

“Wookie.”

“Kyu.”

Kami berdua saling berpandangan.

“Ngh.. Kau dulu.” Ucapku pelan.

Wookie mengangguk dan menatapku heran. “Kenapa kau bisa bertengkar dengan Sungmin hyung?”

Eh? Dia kok bertanya yang itu?

“Kenapa?” Ulangku.

Namja itu tersenyum kearahku. “Oh ayolah Kyuhyun. Aku sudah kenal kamu sejak lama dan aku sangat tahu kelakuanmu itu. Semalam kau belum tidur dan menguping pembicaraanku dengan Sungmin hyung kan?”

Degh! Dia tahu!

“A-apa yang kau katakan?”

Wookie menatapku santai. “Terserah kau mau mengakuinya atau nggak, tapi aku hanya ingin mendengar versimu. Sungmin hyung bilang dia yang salah, apa kau juga akan bilang kalau kau yang salah?”

“Memang nyatanya aku yang salah.” Balasku pelan tanpa menatapnya. “Aku mengatakan kata- kata yang seharusnya nggak kukatakan dihadapannya. Kau tahu kan Sungmin hyung seperti apa orangnya, dia memang selalu kelihatan santai dan tenang tapi dia bisa kelihatan menakutkan disaat yang sama.”

“Bukan itu yang mau kudengar.” Wookie tertawa pelan, jadi aku menatapnya heran. “Yang mau aku dengar adalah, bagaimana perasaanmu yang sebenarnya kepada Sungmin hyung. Dia bilang kau suka padaku, tapi aku tahu itu nggak mungkin.”

Aku menatap Wookie heran. “Jadi kau nggak percaya?”

Wookie menggeleng. “Kau nggak mungkin suka padaku. Jelas- jelas aku jauh dari tipemu dan Sungmin hyunglah yang dekat dengan tipemu. Sayangnya karena sikapmu yang nggak jelas itu, aku jadi bingung untuk menyimpulkan kalau kau suka dia atau nggak.”

Ternyata selama ini sifatku memang salah.

Aku berdiri dan berjalan kearah jendela kamar. “Aku juga bingung.” Kutatap Wookie. “Sebelumnya aku minta maaf karena aku selalu bersikap kasar kalau menanggapi perasaanmu ke Yesung hyung. Aku akui aku agak cemburu kepadamu. Sungmin hyung selalu memperhatikanmu dan kau berani mengejar orang yang kau cintai meski kemungkinannya hanya 0,005 persen.” Aku menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan kalimatku.

“Sedangkan aku hanya bisa bersikap karas ke Sungmin hyung tanpa alasan yang tepat. Aku tahu selama ini aku pasti sudah banyak melukainya, makanya aku semakin takut untuk mencintainya. Bahkan sebenarnya aku nggak pantas mencintainya. Aku takut kalau dia itu namja yang normal, dan nggak sepertiku yang memalukan.”

Wookie berdiri dan berjalan mendekatiku. Dia menepuk bahuku sambil tersenyum. Senyuman yang sama yang selalu diperlihatkan Sungmin hyung kalau menyemangatinya. “Nggak ada kata pantas atau nggak untuk mencintai seseorang Kyu. Kau itu hanya salah menjelaskan perasaanmu. Seharusnya kau jujur dan mempercayai hatimu sendiri kalau kau nggak salah mencintainya, kalau kau pantas mencintainya.”

“Aku berbeda denganmu yang bisa berkhayal jauh- jauh. Aku tak ingin jatuh dan hancur.”

Wookie masih tersenyum. “Kalaupun hancur, kau pasti bisa berdiri lagi. Kau itu kan Cho Kyuhyun. Namja menyebalkan dengan kata- kata nggak sopan yang selalu kau keluarkan. Masa orang seperti itu bisa bersikap lemah begini. Itu yang lebih memalukan.”

Aku diam.

“Bagaimana? Mau mencoba menyatakannya ke Sungmin hyung?”

Kutatap Wookie serius. “Akan kuputuskan nanti. Dan kau, jangan katakan apapun ke Sungmin hyung, arra?”

Wookie mengangguk pasti. “Sip.”

Aku hanya bisa mendengus pelan. Jadi ingat kata- kata Yesung hyung kalau aku ini yang paling muda, seorang magnae. Ternyata aku memang sangat kekanak- kanakkan kalau dibanding sama Wookie. Padahal dia kan wajahnya lebih kayak anak kecil dari pada aku. Huh…

0o0o0o0o0o0o0

Perang dingin antara aku dan Sungmin hyung nggak bisa dihindari. Tadinya kupikir dia akan bersikap seperti biasa karena memang itulah yang biasa terjadi kalau aku membuatnya kesal. Tapi kali ini berbeda. Dia menghindariku.

“Sungmin tumben nggak mau dekat- dekat kau Kyu. Apa kau belum mandi ya?” Yesung hyung mencoba menggodaku lagi tapi aku memang sedang nggak ingin bercanda. Kutatap dia sebal dan dia hanya nyengir. “Aku kan bercanda…”

“Sorry hyung, aku nggak minat bercanda sama kamu.”

“Kau memang sangat membosankan Kyu.” Yesung hyung merangkul pundakku dan memainkan jemarinya. “Kau tahu? Akan sangat menghibur kalau kulihat kau melakukan sesuatu hal hari ini.”

“Sesuatu hal?”

Yesung hyung mengangguk. “Aku sudah dengar dari Wookie.”

Omo! Aku bisa tebak apa yang Wookie ceritakan ke namja bodoh ini! Dia pasti menceritakan semua yang aku bilang kepadanya! Wookie menyebalkan!

“Pasti seru kalau hari ini pertengkaranmu dan Sungmin memuncak.”

Apa dia bilang?!

Yesung hyung tiba- tiba mendorongku dan membuatku sedikit mendekat ke arah Sungmin hyung. “Oi, Sungmin! Si Kyu katanya mau minta maaf sama kamu nih!” Seru si bodoh itu seenaknya.

Aku otomatis shock mendengarnya. Pasalnya, siapa juga yang mau minta maaf duluan!

Sungmin hyung menatapku nggak percaya. “Kyu?”

“Apa?!” Lagi- lagi kata- kata yang mengalir dari mulutku itu sangat ketus. “Jangan percaya sama omongan dia! Aku nggak mau minta maaf ke Sungmin hyung karena hyung duluan yang memulainya!”

Cho Kyuhyun! Apaan sih yang kau katakan!

Sorot mata Sungmin hyung berubah seketika. Dia kembali menatapku datar. Tatapan mata yang paling kubenci. “Oh ya? Jadi kau memang nggak mau meminta maaf padaku Kyuhyun? Setidaknya kupikir kau sudah merenungkan kesalahanmu. Tapi aku salah…” Sungmin hyung memutar tubuhnya dan hendak berjalan meninggalkanku.

“Hyung! Kau itu menyebalkan!” Seruku kesal.

Sungmin hyung berhenti namun tetap nggak menatapku.

“Kau itu sok tau dan menyebalkan. Tiap melihatmu aku benar- benar kesal. Kau memperlakukanku dan Wookie sangat berbeda. Kau sering mengacuhkanku dan kau lebih senang bersikap lembut pada Wookie! Kau selalu membuat hatiku terluka kalau menatap matamu!”

“Benarkah?”

Aku terdiam. Suara Sungmin hyung tadi… Kedengaran agak parau.

“Jadi dengan berada disisimu setiap saat justru malah membuatmu terluka Kyu?” Sungmin hyung menoleh menatapku. Matanya berkaca- kaca tapi dia masih belum menangis. Oke, seumur hidup aku belum pernah melihatnya menangis.

Aku menggigit bibir bawahku. Bingung…

Sungmin hyung kini berjalan mendekatiku. Sorot matanya menghancurkan semua keberanianku. Membuat tubuhku serasa lemas dan terkunci. Padahal dia hanya seorang Lee Sungmin, namja yang tingginya aja nggak melebihiku. Namja yang manis seperti yeojya!

“Kau pikir hanya kau yang terluka? Sudah kukatakan padamu, aku memang nggak tahu bagaimana perasaanmu, tapi kau juga nggak tahu bagaimana perasaanku.” Sungmin hyung meraih tanganku dan meletakkannya di dadanya.

Aku bisa merasakan debaran jantungnya yang sangat cepat.

“Aku juga sakit Kyu… Disini sangat sakit…” Namja itu menunduk dan berhenti sebentar. “Kau nggak pernah tahu bagaimana sakitnya hatiku saat kau membentakku. Kau nggak tahu bagaimana sedihnya aku disaat melihatmu marah. Kau nggak paham semuanya…”

“Hyung, aku_”

“Kau bahkan nggak tahu kalau aku juga cemburu dengan sikapmu itu. Kau terlihat sangat mengistimewakan Wookie dan itu membuatku iri. Aku juga ingin ditatap olehmu, dinasihati dengan kata- kata tajam olehmu. Aku juga ingin kau melihatku sebagai sosok yang harus dilindungi.”

“Sudah cukup!” Aku berteriak lagi.

Sungmin hyung kini terisak sangat pelan.

“Sudah kubilang bukan begitu kan? Kenapa kau nggak pernah mengerti setiap arti kata- kataku sih hyung…” Aku menurunkan tanganku dan mencoba menggenggam tangannya yang agak gemetar. “Seharusnya kau bisa menangkap tiap arti dari setiap kata- kataku. Setiap kemarahanku. Aku juga sama sepertimu hyung…”

Sungmin hyung mengangkat wajahnya dan menatapku heran. “Sama sepertiku?”

“Aku nggak tahu bagaimana caranya bersikap yang benar kalau ada di dekatmu. Aku selalu mengatakan kata- kata ketus ke kau dan Wookie karena aku merasa melihat kalian berdua itu seperti melihat diriku sendiri. Aku mencintai seorang namja, tapi aku nggak bisa melakukan apapun. Aku takut dia nggak mencintaiku, karena itu aku muak melihat Wookie yang berusaha keras dan kau mendukungnya.” Aku menarik nafas dan berhenti sebentar.

“Aku juga ingin kau menyemangatiku hyung… Aku juga iri setiap melihat perlakuan lembutmu ke Wookie! Seharusnya kau sadar itu! Padahal kau sendiri tahu aku bukan namja yang bisa mengungkapkan perasaanku dengan baik, tapi kau justru nggak bisa paham!” Aku menunduk sambil menggelengkan kepalaku beberapa kali.

Aku harus berusaha berhenti menaikkan intonasi suaraku dihadapannya.

“Kyuhyun…” Sungmin hyung memegang wajahku dan memaksaku menatapnya. “Kau mencintaiku?”

Aku melirik ke arah lain. “Lebih dari yang hyung bayangkan. Sayangnya selama ini hyung nggak bisa menyadarinya.”

“Tatap aku!” Sungmin hyung membentakku sekali dan aku menurutinya. Kutatap bola matanya yang bersinar itu. “Katakan kalau kau mencintaiku dengan menatap mataku. Sekali saja, aku ingin mempercayai hatimu.”

Aku menuruti perintahnya. Kuraih tangannya dan menatap matanya dalam- dalam. Aku bisa melihat pantulan diriku didalam bola matanya itu. “Jeongmal saranghaeyo hyung.” Ucapku pelan namun cukup jelas.

Awalnya Sungmin hyung menatapku kaget. Tapi detik berikutnya dia tersenyum lembut. “Aigoo, Kyuhyun… Kalau bagitu seharusnya pertengkaran karena salah paham ini nggak harus terjadi.” Namja itu langsung memelukku erat. “Kau tahu, aku juga sangat mencintaimu. Nado saranghaeyo.”

Kata- kata itu benar- benar nggak bisa kupercaya. Jadi selama ini dia juga mencintaiku? Benarkah?!

Aku menatap Wookie yang tersenyum kearahku sambil merangkul Yesung hyung yang juga ikutan tersenyum.

“Hyuuung!” Kupeluk tubuh Sungmin hyung erat. “Gomawo. Gomawo. Mulai sekarang aku akan belajar bersikap lembut kepadamu hyung. Kumohon kau bisa menerima aku yang seperti ini.”

Sungmin hyung mengangguk dalam pelukanku. “Aku selalu bisa menerimamu apa adanya Kyu.”

Akhirnya kutemukan kebahagiaanku. Ya, seharusnya sejak awal aku bisa mempercayai hatiku sendiri. Cintaku padanya nggak bisa dinilai pantas atau tidaknya hanya karena kami sama- sama namja, yang penting aku mencintainya. Mencintai dia yang seperti itu.

13 thoughts on “Believe With Your Heart

  1. Annyeong thena…
    Mian br tau klo thena pny WP,mohon kesabaran’y y coz ak bakalan ubek2 n koment ff thena pa lg yg kyumin ^.^v
    Gak da bosen2’y baca ff ini pdhl dah bkali2 bc d fb tp ttp seru bc d wp,ak bnr2 suka tulisan thena,d tunggu ff2 slnjt’y bnykin ff kyumin y🙂
    Keep writing ^.^n

    • annyeong kartika-sshi..😀
      gomawo yah klo kmu berminat bca crta ini lg.. kkk
      n krena slain yewook, aq juga suka nulis kyumin.. smua ff aq bkal q ndh ksni.. yah tp btuh wktu lama.. hhehe

  2. kkk~

    thena punya wp ga bilang2 curannngg=.=
    udah peresmiannya, ayo potong tumpeng^0^
    bnykin publish ff yo… Biar stok bacaanku ga habis heheh
    ok!!!,,, salam EverLesting Friend

  3. Kyuhyun pabbooooo……
    Umin manissss…….
    .
    .

    Thena…..hmmm…#mikir2#…..hmmm…
    Thenaaa……..pokoknya anaak umma ini hebat bgt deh…ckckck….
    umma suka! Like deh….

    ne chagi…..saranghaeyo…..

  4. Saya penggemar ‘And I Love You’ dan penggemar Kyu-Min couple. Wah, ini hebat banget. Seneng, lho ketemu sekuelnya. Hmm, kunjungin blog saya juga, ya.
    You awesome, thor. Good job ^^

  5. omooooo…. pertamanya sedih bacanya soalnnya disini Kyunya keliatan tersiksa bgt…
    Kyu jga keliatan jahat ya, walaupun itu cma untuk menutupi isi hatinya doang…
    fluff, kawai, mengharukan…. pokoknya keren bgt lah…
    tetep berkarya ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s