And I Love You

“Kau punya suara yang bagus.”

“Jinjjayo?”

Kau mengangguk sambil tersenyum manis. “Pertahankan. Suatu saat nanti kita akan bertemu lagi dan aku ingin bernyanyi denganmu.”

.

And I Love You

Pair :: YeWook

Genre :: Romace

Rated :: PG-13

.

“Kau masih mendengarkan lagu mereka?”

Aku melepaskan earphone yang sejak tadi kukenakan dan menatap Kyuhyun santai. “Nae. Ada masalah?”

Kyuhyun mencibir menatapku sambil duduk diatas meja tulisku. “Sudah kubilang, kau nggak punya kesempatan berada bersama dengannya. Kau itu namja dan dia namja. Belum tentu dia sama nggak normalnya denganmu.” Kyuhyun tertawa sinis. “Dasar bodoh.”

Aku, Kim Ryeowook dan dia Cho Kyuhyun, teman satu kelas sekaligus satu kamar di asrama sekolah kami. Impianku adalah menjadi sesosok orang yang memiliki arti di mata seseorang yang kukagumi sejak lama. Dan untuk itu aku ingin berjuang.

“Kenapa sih kau selalu merusak impianku. Setidaknya meski hanya sebentar aku mau berada di dekatnya. Berada di tempat yang sama. Itu harapanku.”

“Tapi dia itu bagaikan bintang yang nggak bisa kau gapai. Sekeras apapun usahamu itu mustahil. Kalian berada di dunia yang berbeda.”

Aku sadar akan hal itu. “Tapi sebentar aja.. Aku mau berada di dekatnya. Menatap bintang yang sama dengannya.”

Kyuhyun diam nggak menanggapi omonganku. Kuputuskan untuk memasang earphone lagi dan mendengar lagunya dengan yeojya itu. Yeojya yang digosipkan adalah kekasihnya.

“Sudah jangan di dengarkan lagi!” Kyuhyun menarik earphone yang kugunakan dengan kasar. Namja itu menggenggamnya. “Aku muak melihatmu selalu seperti itu. Berhentilah berangan- angan, tatap apa yang ada dihadapanmu.” Kyuhyun beranjak meninggalkanku dan duduk di kursinya yang agak jauh dari kursiku.

Aku yang payah, atau Kyuhyun yang keterlaluan sebenarnya?

Kupandangi ipadku yang masih memutar lagunya. Lagu berjudul And I Love You yang dia nyanyikan dengan yeojya yang bahkan lebih muda dari pada aku. Kim Yesung, seorang penyanyi dengan suara emas yang merubah mimpiku. Kini dialah bintang yang ingin kugapai, atau setidaknya, aku mau berada di dekatnya.

Entah dia masih ingat atau nggak, tapi aku pernah bertemu dengannya dulu.

Saat aku SMP dan berniat mengikuti sebuah acara audisi. Sayangnya karena saat itu aku terserang flu, aku nggak bisa ikut audisi dan harus meratap di depan kantor yang mengadakan audisi itu.

Disanalah kami bertemu..

Sekali lagi kutatap Kyuhyun yang duduk santai sambil memainkan PSP miliknya. Tangannya masih setia dengan earphone milikku.

Seakan sadar kuperhatikan, Kyuhyun menoleh kearahku. “Apa?”

Aku menunjuk earphone ditangan Kyuhyun.

“Ani.” Dengan cuek namja itu beralih ke PSPnya lagi dan mengacuhkanku.

Dasar Kyuhyun.. Dia selalu bersikap begitu padaku. Setidaknya sebagai temanku, dia seharusnya mendukungku meraih impianku. Bukannya selalu menjatuhkan harapanku.

0o0o0o0o0o0o0

“Sebagai namja kau itu harus berpikiran realistis pabbo! Kau selalu berangan- angan seperti yeojya dan itu selalu membuatku kesal!” Lagi- lagi Kyuhyun mengatakan hal yang sukses membuat semangatku runtuh. Kyuhyun melemparkan buku partitur musik yang sejak tadi kupandangi ke meja belajarku.

“Ah, biar aja. Mau kau bilang aku seperti yeojya atau apapun aku nggak perduli.”

“Tapi itu nggak normal! Kau semakin lama bukan lagi mengaguminya. Kau mencintainya dan jadi terobsesi terhadapnya. Itu konyol Kim Ryeowook!” Kyuhyun menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya dan memainkan PSP konyol miliknya lagi.

Kyuhyun sangat menyebalkan.

“Apa kau nggak punya hal lain yang bisa kau urusi daripada aku?” Tanyaku akhirnya tanpa menatap Kyuhyun, tapi aku bisa merasakan sepasang mata itu menatapku sinis dan sangat nggak suka. “Yah, seenggaknya kau urusi aja masalahmu sendiri. Jangan perdulikan aku..”

“Kau benar. Masih banyak yang harus kuurusi.” Kudengar suara tempat tidur Kyuhyun berdecit pelan. Baru langkah kaki dan suara pintu dibuka. “Tapi maaf aja ya.. Justru kau itu salah satu masalah yang harus kuurus. Jadi jangan berpikir aku akan membiarkanmu tenggelam semakin jauh.”

Brak! Kyuhyun membanting pintu kamar kami.

Entah sudah sejak kapan pertengkaran konyol ini berlalu. Kyuhyun suka mencanmpuri urusanku sekarang. Mungkin maksudnya memang baik, dia berusaha membuka mataku. Tapi caranya yang aku nggak suka. Dia justru menghancurkanku.

Tapi memang begitulah Kyuhyun.

Tok- tok! Pintu kamarku diketuk.

“Masuk aja.” Balasku malas.

“Heyo, Kyu kenapa? Kalian bertengkar lagi?”

Kuarahkan kepalaku ke pintu dan kulihat Sungmin hyung masuk ke kamarku. Sungmin hyung itu senior kami dan cukup dekat denganku dan Kyuhyun. Yah, sebenarnya dia suka Kyuhyun, tapi entahlah Kyuhyun sendiri sadar atau nggak.

Sungmin hyung berjalan mendekatiku. “Kulihat tadi Kyuhyun keluar dengan tampang kesal. Untungnya kami nggak berpapasan, jadi aku bisa menemuimu dengan mudah. Kalau Kyu tahu soal ini dia bisa ngomel- ngomel padaku.”

“Tentang apa hyung?”

Sungmin hyung kelihatan mengambil sesuatu dari balik jaketnya. Perlahan dikeluarkannya sebuah iklan yang berukuran cukup besar. Matanya berbinar- binar, membuat wajahnya kelihatan manis.

“Itu apa hyung?”

“Kau berminat?” Sungmin hyung meluruskan kertas itu agar mudah dibaca. Dia memandanginya sejenak baru menatapku. “Audisi menjadi penyanyi di SM Entertainment tanggal 1 Juli. Kau mau ikut? Kudengar Kim Yesung salah satu juri, lho.”

Mendengar nama Kim Yesung aku menatap Sungmin hyung nggak percaya. “Kim Yesung? Jeongmal?”

“Yup. Tadi aku melihatnya ditempel di depan toko, langsung kupinta aja. Kau ikut aja, Wookie.. Memang sulit dan belum tentu kau lolos, tapi apa salahnya dicoba?” Sungmin hyung meletakkan iklan itu di atas mejaku. “Tapi sembunyikan ini dari Kyuhyun, kalau dia lihat entah apa yang akan dia lakukan padamu. Kalau kau mau aku juga bisa menemanimu ke tempat audisinya, kok..”

“Gomawo hyung, tapi nggak usah.” Buru- buru kugulung iklan itu dan memasukkannya ke dalam laci mejaku. “Aku akan mencoba ikut, setidaknya target utamaku bukanlah terpilih dalam audisi itu. Target utamaku adalah agar Kim Yesung melihatku. Meski hanya beberapa menit aku akan mencobanya!”

“Bagus. Kau memang dongsaeng yang sangat hebat.” Sungmin hyung mengusap kepalaku lembut. “Hwaiting!”

“Nae, hwaiting!”

“Oke.. Aku harus kembali ke kamar sebelum Kyuhyun kembali. Aku malas kalau anak itu nanti bertanya macam- macam. Cepat tidur, Wookie.” Dengan segera namja manis itu melangkah keluar dari kamarku.

Setelah suara langkah Sungmin hyung nggak terdengar, aku menyusup ke balik selimutku. Bersiap tidur.

1 Juli, ya? Berarti lusa. Sangat dadakan sih, tapi aku akan kesana. Kalau memang ini adalah satu- satunya jalan aku bisa bertemu dan berhadapan dengannya, maka akan kulakukan dengan senang hati. Pokoknya aku harus bertemu dengannya! Apapun yang terjadi, apapun yang akan Kyuhyun katakan nanti, aku nggak peduli.

Semangat Kim Ryeowook!

0o0o0o0o0o0o0

Aku masih membaca pesan dari Sungmin hyung.

SEMANGAT!

Meski hanya satu kata, tapi aku senang membacanya. Jadi kubaca terus sampai aku berada di tempat audisi yang sudah sangat ramai oleh banyak namja dan yeojya yang lumayan seumuran denganku.

“Kudengar salah satu jurinya Kim Yesung, lho.” Aku mendengar beberapa yeojya tengah membicarakan namja itu di dekatku.

“Aku gugup juga jadinya.”

“Siapa tahu dia bisa melihat bakat kita dan memilih kita..”

“Aku harap juga begitu.”

Melihat bakatku? Tambahan lagi dalam targetku hari ini, aku mau Kim Yesung melihat bakatku ini. Mungkin bakat ini nggak seberapa, tapi kalau dia mengakuinya, aku akan sangat bahagia! Nggak sabar..

“Tapi bener nggak ya dia pacaran sama Luna?”

Degh! Berita itu lagi.

“Kudengar sih begitu. Banyak fansnya yang agak kecewa loh.. Luna itu kan masih seumuran dengan kita. Beruntung juga yah dia. Suaranya bagus, dapat namja bersuara bagus juga.”

Itu bohong! Kim Yesung dan Luna? Yang benar saja!

Tapi bagaimana kalau benar? Eh, kenapa? Apa itu ada hubungannya denganku? Kim Yesung aja nggak kenal siapa aku, kenapa aku yang repot? Aiish! Aku jadi kesal pada diriku sendiri yang selalu kacau kalau memikirkan namja itu.

“Heyo, kau peserta 103?” Seseorang menyenggol lenganku.

Dengan kaget aku menatapnya. “I-iya.”

“Kau sudah dipanggil.”

Omo! Aku menoleh kearah panitia audisi yang terus memanggil nomor urutanku. Karena melamun aku sampai nggak dengar kalau dipanggil. Langsung aja aku menghampiri panitia audisi.

“A-aku nomor 103!”

“Kenapa lama sekali? Cepat masuk.. Para juri itu tak suka menunggu.” Namja itu langsung membawaku masuk ke ruang audisi.

Jantungku berdegup kencang. Perlahan aku masuk ke ruangan sedang yang hanya diisi empat orang di dalamnya. Aku nggak berani mendongkakkan kepalaku meski untuk melihat dia ada atau nggak.

“Kau peserta 103?” Seseorang bertanya padaku dan aku hanya membalasnya dengan anggukan kecil. “Apa yang kau lakukan? Angkat wajahmu dan perkenalkan dirimu kepada kami!” Orang itu menaikan suaranya kepadaku.

Aku langsung mengangkat wajahku. Nafasku seakan terhenti saat kulihat sepasang mata menatapku sambil tersenyum kecil. Pandanganku nggak bisa lepas darinya. Tapi dengan sebisa mungkin aku langsung menatap juri yang lain.

“Kim Ryeowook imnida.” Aku membungkuk sekali. “ Siswa kelas 2 dari Suju High School.”

“Silahkan tunjukkan apa yang kau bisa.” Ucap seorang yeojya paruh baya yang duduk di paling ujung.

“A-aku.. Akan menyanyikan lagu And I Love You.” Saat itu aku menatap kearah Kim Yesung yang seakan kaget dengan judul lagu yang ingin kunyanyikan. Para juri juga langsung menatap kearah namja itu.

“Silahkan.” Ucap Kim Yesung akhirnya.

Aku menarik nafas dalam- dalam. Mengumpulkan semua tenaga yang kubutuhkan. Kuacuhkan degup jantungku yang makin kacau ini. Perlahan kubuka mulutku dan mulai bernyanyi sambil menatap dirinya.

Kuharap kau mengingatku..

Manil geudaereul jinachyeogatdamyeon

Ireon nunmul nan ama molrasseulgeoya

Saranghaebwatdeon gaseumirajiman

Ibyeolmankeumeun mudyeojijiana

Namja itu terus memandangiku dengan serius. Bahkan nggak kulihat dia merubah posisinya. Matanya terus memperhatikanku. Akhirnya kau menatapku.. Akhirnya kau memperhatikan diriku. Aku sangat bahagia..

Tanpa terasa air mataku menetes..

Dasi oji angetjyo

Michildeut saranghaneunil

Neoro guteojin nae gaseumeun

Jidarimi jeonbuingabwa..

.

Gomawo.. Perlahan kupejamkan mataku dan terus melanjutkan lagu itu..

Neoreul saranghago bamsae jiugo

Ape dugo dagaseolsu eobgo

Neol mot ijeoseo niga geuriwoseo

Sumeul swineunge jukeumgata

Cham duryeowojyeo..

.

“Oke hentikan!”

Degh! Aku terkejut saat Yesung hyung menyuruhku berhenti sambil berdiri. Dia menatapku datar. Apa yang salah denganku? Apa lagu ini membuatnya risih?

“Wae Yesung-sshi?” Tanya seorang juri.

Yesung hyung menatapku datar. “Kau tidak lolos, Ryeowook-sshi. Penyanyi professional harus bisa menahan dirinya saat bernyanyi. Sesedih apapun perasaanmu dan lagu itu, menangis karena masalah pribadi sangat tidak diperbolehkan. Mungkin akan lebih baik kalau kau menangis saat selesai bernyanyi. Tapi melihatmu menangis saat bernyanyi, aku tak suka. Kau sama sekali tak bisa bernyanyi.”

Nafasku benar- benar seakan berhenti. Sakit. Sesak. Dia… Dia KimYesung…

Kenapa?

Aku langsung berlari keluar dari ruang audisi. Air mataku kembali menetes… Orang yang melihatku mungkin akan mengira aku ditolak karena sedikitpun nggak memiliki bakat dan sudah dicaci para juri. Tapi bukan! Aku menangis bukan karena gagal! Tapi karena dia…

Yesung hyung, kau jahat! Kau jahat sekali padaku!

0o0o0o0o0o0

“Dia bilang begitu? Kau yakin Wookie?”

Aku mengangguk sambil menenggak air mineral yang diberikan Sungmin hyung kepadaku. “Dia bilang aku nggak bisa bernyanyi. Apa yang salah denganku? Dulu dia bilang suaraku sangat indah, tapi sekarang dia bilang aku nggak berbakat bernyanyi.”

Sungmin hyung mengusap bahuku pelan. “Aneh juga sih.. Tapi mungkin ada hal lain yang dia sembunyikan. Kau langsung kabur begitu aja, seharusnya kau tunggu disana dan bicara dengannya.”

“Apa yang harus kubicarakan? Aku nggak kuat lagi berdiri saat itu. Dia jahat sekali…”

“Bukannya jahat, Wookie… Sepertinya memang dia menilai sesuatu yang luput dari pemikiranmu. Mungkin karena kau nggak bisa menjaga emosimu saat bernyanyi makanya dia bilang begitu.”

“Tapi banyak penyanyi yang menangis saat membawakan lagu sedih hyung!” Aku masih bersikeras.

“Meski itu lagu yang cukup sedih, tapi kau menyanyikan dengan penuh cinta. Kebalik bodoh.”

Degh! Aku dan Sungmin hyung terperanjat. Kamu berdua menoleh kebelakang dan melihat Kyuhyun berdiri di ambang pintu kamar dengan tatapan sinis.

“Kyu?” Nada suara Sungmin hyung kelihatan berubah. Mungkin agak takut. Pasalnya Kyuhyun pasti akan marah- marah kalau tahu aku ikut ke audisi itu kemarin.

Kyuhyun maju dan menepuk bahuku.

“Na oerowododoe neol saenggakhalddaen.. Misoga naui eolgule beonjyeo..” Kyuhyun bernyanyi sambil tersenyum kearahku dan Sungmin hyung. “Lalu bandingkan dengan yang ini..” Kyuhyun kembali mengulang nada tadi namun dengan raut wajah terluka dan sedih.

“Aneh..” Gumam Sungmin hyung.

“Itulah masalahnya… Kalau aku jadi jurinya, aku juga akan menyuruhmu berhenti karena yang kau nyanyikan itu nggak sesuai dengan hatimu. Menyanyi bukanlah memilih lagu dan nada yang indah yang bisa membuat orang terpukau, tapi juga harus menyamakan dengan hati dan perasaan yang kau tunjukkan. Kalau lagu dan hatimu nggak sesuai, itu akan menjadi kelemahan terbesar babbo.”

Aku terdiam memikirkan kalimat Kyuhyun. Kemarin aku menangis karena Yesung hyung kan? Ya.. Karena akhirnya dia menatap kearahku. Lalu apa yang salah? Aku masih belum paham.

“Wah, Kyu! Sejak kapan kau sangat mengerti soal musik!”

“Kalian saja yang memandangku sebelah mata.” Kyuhyun berucap dingin. “Sudah kubilang lupakan aja semua itu. Berhenti berangan- angan. Kau sudah gagal kan?”

“Belum!” Aku menatap Kyuhyun serius. “Enak aja kau bilang aku gagal! Aku sama sekali belum gagal!”

“Bukankah orang itu juga bilang kau nggak bisa bernyanyi. Buat apa kau lanjutkan? Buang waktu dan tenaga aja.” Kyuhyun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan kembali menyibukkan diri dengan PSP hitamnya.

Sungmin hyung menghela nafas sambil menepuk bahuku. “Kau memang nggak boleh menyerah.”

“Kalau semua orang seperti Sungmin hyung yang terus menyemangatinya. Anak itu akan bermimpi semakin jauh. Lebih baik hentikan.” Kyuhyun yang menjawab.

“Kyu! Bisa nggak jangan terus membuat Wookie pesimis?” Akhirnya Sungmin hyung mendekati Kyu dan meraih PSP namja itu. “Kalau kau begitu terus akan kuambil PSP bodoh ini…”

“Hyung!” Kyuhyun agak cemberut.

Aiish! Kenapa aku jadi memperhatikan kedua orang itu. Aku masih punya hal lain yang harus kulakukan.

Aku ingin menemui Yesung hyung dan menanyakan yang sebenarnya kenapa aku gagal!

“Aku mau pergi dulu!” Buru- buru aku mengambil jaketku dan berlari keluar kamar. Aku nggak menghiraukan seruan Sungmin hyung yang terus memanggilku. Benar… Aku memang harus menemui Yesung hyung!

Dan kau hyung… Kau harus jelaskan padaku kenapa kau menggagalkanku!

0o0o0o0o0o0

Kantor utama SM Entertainment. Disinilah aku berdiri sekarang. Menunggu bersama beberapa orang Clouds -fansclub Kim Yesung- yang sedang menunggu idola mereka keluar. Tapi tujuan kami berbeda, bukan ingin melihatnya dari jauh. Aku ingin bertemu dan bicara dengannya. Susah memang…

“Ahhh… Itu dia Yesung oppa!” Jerit seorang yeojya.

Aku langsung menoleh kearah pandang semua yeojya disini. Menatap seorang namja tinggi yang berjalan dengan dikawal banyak orang berpakaian rapih. Namja itu memakai masker dan topi juga kacamata hitam. Dengan balutan syal kotak- kotak juga mantel coklat. Sesekali dia menurunkan masker dan tersenyum kepada para penggemarnya. Dia memang sangat sempurna…

Aku terpana menatapnya. Hanya terpana sampai dia masuk ke dalam mobil van yang langsung membawanya.

WHAT! Kim Ryeowook apa yang kau lakukan!!!

“Yesung hyuuung!” Aku berlari berniat mengejar van itu. Tapi tentu aja nggak akan terkejar. “Aiish.. Yesung hyung.. Kenapa aku bodoh sekali sih! Kenapa aku malah bengong aja sih! Bodooooh!”

“Kau kenapa?”

Eh? Aku mendongkakan kepalaku. Dan shock.

“Ki-kim Yesung!”

“Sttt!” Yesung hyung langsung membungkam mulutku dan menarikku menghindar dari keramaian jalan. Dia langsung menarikku masuk ke dalam mobil vannya.

Sejak kapan dia datang?

Di dalam mobil, Yesung hyung membuka masker, kacama juga topinya. “Tadi aku merasa ada yang aneh, saat menengok kebelakang kulihat kau mengejar mobil ini jadi aku memutuskan untuk melihat dan kau memanggil namaku. Ada apa? Kau yang kemarin kan?”

Aku diam memandangi wajahnya yang terlalu dekat.

“Heyo… Aku bicara denganmu loh..” Yesung hyung mengibaskan tangannya dihadapanku dan saat itulah aku baru tersadar. Sadar kalau yang dihadapanku ini memang Yesung hyung! Memang si KimYesung!

“Kau nggak shock kan melihatku?” Yesung hyung menepuk kedua pipiku.

“Huwaa!” Secara otomatis aku menjerit dan mundur hingga menempel ke pintu mobil. “Ka-kau beneran Kim Yesung!”

Yesung hyung tertawa geli melihatku. “Dasar aneh… Aku ini memang Kim Yesung. Apa yang kau pikirkan sebenarnya?”

Sontak wajahku memanas. Pasti merah padam! Kau sangat bodoh Kim Ryeowook. Untuk pertama kalinya aku membenarkan kata- kata Kyuhyun.

“A-anou.. Se-sebenarnya a-ada_”

“Huwaa!” Yesung hyung menjerit tiba- tiba.

“Wawawa! Kenapa! Kenapa? Ada apa!” Aku ikutan kaget sambil menengok shock ke semua arah. Tapi… Nihil. Nggak ada apapaun terjadi selain kulihat sopir van itu cengengesan menatapku. “Kau..?”

“Nah itu bisa ngomong tanpa gagap kan? Sudah bicara biasa aja.” Yesung hyung tertawa sambil menatap lurus kedepan. “Apa kau mencariku untuk membicarakan yang kemarin?”

Dia menebak dengan sangat tepat.

“Kau… Sudah tahu?”

Yesung hyung menatapku dan tersenyum. “Aku bisa membaca pikiranmu Kim Ryeowook.” Yesung hyung menunjuk kepalaku pelan. Dan yang lebih tepatnya… Dia masih ingat namaku!

“Kau masih ingat namaku?”

“Mana mungkin aku lupa sama orang yang paling nyentrik di audisi kemarin. Kau lari begitu saja sambil menangis disaat aku belum selesai bicara. Itu membuatku sangat risih…”

Aku kembali menunduk. Kenapa dia ingat hal memalukan itu…

“Tatap aku!” Kali ini Yesung hyung mengangkat wajahku. “Bagaimana kau mau jadi penyanyi kalau kukritik begitu aja langsung kabur dan menangis. Harusnya kau dengarkan aku sampai selesai baru kabur sambil mengucapkan terima kasih. Kau sangat tidak sopan!”

“Mi-mianhae…”

Loh? Kenapa aku minta maaf? Tujuanku bukan untuk ini!

Buru- buru aku mengelak dari tangan Kim Yesung. “Tunggu! Aku ingin bertemu denganmu bukan karena ingin diceramahi lagi. Aku ingin bertanya kenapa kau bilang aku nggak bisa bernyanyi. Padahal…” Aku bungkam.

Namja itu menatapku heran. “Padahal?”

Haruskah kuceritakan pertemuan kami dulu? Ahh… Aku bingung!

“Pa-padahal orang- orang bilang suaraku bagus.”

Lagi- lagi Yesung hyung tertawa. Kali ini lebih keras dari yang tadi. Dia bahkan menepuk pundakku cepat. “Oh, god.. Kenapa Tuhan mempertemukanku dengan orang polos sepertimu?” Namja itu berhenti tertawa dan menatapku. “Mereka yang bilang suaramu bagus karena mereka hanya mendengar. Mereka tidak menilai tapi menikmati.”

“Lalu kau?”

“Aku dua- duanya. Aku menilai juga menikmati nyanyian. Sialnya, giliran kau bernyanyi, kau menangis bahagia. Padahal kau tahu lagu itu lagu sedih tapi kau menangis dengan tampang sebahagia itu. Itu yang membuatku nggak suka. Terlebih lagi kau menyanyikan laguku, itu membuatku menilaimu dari sisi pandang yang lain. Aku tak mau ada orang yang nggak bisa menguasai perasaannya saat menyanyikan laguku. Itu menyebalkan tahu.” Dia benar- benar orang yang kritis.

Kutatap dia dalam- dalam. “Bukan karena itu lagu yang kau nyanyikan dengan Luna?”

Kali ini dia menatapku bingung. “Apa hubungannya dengan Luna? Kami kan hanya teman berduet aja.”

Kali ini aku merasa lega sedikit. Satu pertanyaan yang selalu membuatku galau terjawab sudah.

“Apa masih belum jelas kenapa aku bilang kau gagal?”

Aku menggeleng.

Kurasakan Yesung hyung mengusap kepalaku lembut. “Sejujurnya suaramu sangat indah. Aku suka. Lain kali kalau ikut audisi, bernyanyilah dengan hati yang sesuai. Semoga kita bisa bertemu lagi, Kim Ryeowook.” Yesung hyung menepuk kursi si sopir dan dia menepikan mobilnya.

Aku tahu artinya. Aku langsung keluar dari mobil itu dan membungkuk kearahnya. “Gomawo.. Hyu-hyung..”

Yesung hyung hanya tersenyum kecil lalu meninggalkanku pergi.

Semoga kita bisa bertemu lagi… Kata- katanya sama. Kalau nanti kita bertemu lagi, aku akan mengungkapkan perasaanku kepadamu. Semoga saja kita memang bisa bertemu lagi.

0o0o0o0o0o0

Kyuhyun dan Sungmin hyung menatapku bersamaan. Bedanya, tatapan Kyuhyun terlihat menyebalkan dan tatapan Sungmin hyung kelihatan lebih bersahabat. Jadi kuputuskan untuk memeluk Sungmin hyung.

“Aku bingung…”

Sungmin hyung mengusap pundakku lembut. “Bingung kenapa lagi? Bukannya udah dijawab semua sama dia? Jawabannya juga nggak beda jauh dengan jawaban Kyuhyun kan?”

“Bukan itu hyung!” Kutatap Sungmin hyung. “Aku bingung… Sekarang aku ingin bertemu dengannya lagi. Mungkin pertemuan selama dua hari itu membuatku kecanduan ingin bertemu dengannya lagi. Apa yang harus kulakukan sekarang?”

“Buat apa menemuinya terus? Kalau kau bertemu dengannya terus kau akan lebih dalam mencintainya. Sejak awal kubilang cintamu itu mustahil, jadi lupakan!”

“Kyuhyun!” Sungmin hyung membentak namja menyebalkan itu. Sungmin hyung kembali menatapku. “Sudah jangan dengarkan si bodoh ini. Dia memang selalu sengaja mengatakannya biar kamu menyerah.”

“Jangan sembarangan hyung!” Kyuhyun langsung beranjak ke dekat mejanya dan mengambil sebuah majalah dari lacinya. “Kubeli kemarin karena aku tahu kau harus mengetahuinya!” Kyuhyun menyentakkan majalah itu di depan wajahku.

Dengan perlahan kuraih majalah itu dan membaca head news yang tercetak tebal di halaman pembuka.

Dipergoki Sedang Berkencan di Taman, Kim Yesung dan Luna f(x) Tidak Mengakuinya.

Aku shock. Majalah itu jatuh dari tanganku.

Itu bohong kan? Itu nggak benar kan? Yesung hyung memang nggak mengenalku, tapi aku yakin dia nggak berbohong kepadaku saat bilang mereka hanya teman duet. Tapi foto dan berita itu juga nggak bohong!

Yang mana yang harus kupercaya?

“Gwaenchanayo Wookie?” Sungmin hyung menepuk bahuku. “Aigoo, Kyu! Kenapa kau pakai bawa majalah itu kesini sih!”

“Aku kan hanya mau membuka matanya, hyung. Kalian berdua itu sama- sama suka bermimpi hal yang mustahil. Aku nggak suka namja yang lemah seperti itu.” Kyuhyun langsung keluar meninggalkan kamar.

Kali ini bukan hanya aku, tapi Sungmin hyung juga mematung shock mendengar ucapan Kyuhyun. Namja itu duduk lemas dihadapanku sambil meremas majalah yang dipegangnya.

“Hyu-hyung?” Aku yang khawatir sekarang.

“Cho Kyuhyun.. Lihat aja nanti..” Sungmin hyung menatapku serius. “Lupakan Kyuhyun, sekarang kau harus mencari cara agar bisa bertemu dengan Kim Yesung dan menyatakan perasaanmu. Jangan sampai si bodoh itu menertawai cintamu, Wookie!”

“Ta-tapi bagaimana caranya hyung? Dia itu artis terkenal…Pasti sangat sulit untuk menemuinya.”

Bagai mencari jarum di tumpukan jerami. Kemungkinan bisa menemuinya tanpa kebetulan hanya satu banding sejuta kemungkinan.

Sungmin hyung tampak berpikir sebentar lalu mulai menyalakan komputer di kamarku. Dia diam dan aku juga diam. Dengan cepat ia mencari sesuatu di internet setelah proses running komputer itu selesai. “Yes!”

“Wae?”

Sungmin hyung menatapku. “Aku dapat jadwal dia untuk minggu ini. Besok dia akan mengisi acara di Music Core. Kita datang kesana dan kau mencoba menemuinya di ruang stage-nya. Bagaimana? Aku akan membantumu?”

Kurasakan secercah harapan menyelimutiku. “Jeongmal?”

Sungmin hyung mengangguk mantap.

“Gomawo hyung! Aku akan melakukannya!” Buru- buru kupeluk hyungku yang paling baik itu erat. “Aku akan menemuinya dan mengungkapkan perasaanku, juga menceritakan kejadian yang mungkin sudah dia lupakan!”

Sungmin hyung hanya mengangguk sambil menepuk bahuku. “Bagus.”

0o0o0o0o0o0

Hari yang ditentukan tiba. Disinilah kami… Aku, Sungmin hyung juga Kyuhyun. Jangan tanya kenapa Kyuhyun mau ikut. Namja itu pasti sangat ingin melihat saat- saat hatiku hancur karena ditolak atau semacamnya.

“Ruang stage khusus Kim Yesung nomor 4C.” Ucap Sungmin hyung.

“Heran aku, dari mana hyung dapat info itu?” Kyuhyun mencibir sambil melipat tangan di dada dengan gaya soknya. “Lebih baik hentikan sebelum kau semakin hancur Wookie. Ku yakin kemungkinan kau diterima itu hanya 0,005 persen.”

Kutatap Kyuhyun yakin. “Kalau begitu akan kugunakan kemungkinan yang kau bilang 0,005 persen itu dengan sebaik mungkin, lalu akan kuubah jadi seratus persen.”

Kyuhyun menatapku kesal tapi Sungmin hyung mengusap kepalaku. “Aku sangat tahu kau akan berusaha Wookie. Hwating!”

Aku mengangguk dan langsung berjalan mendekati security yang menjaga pintu masuk ruang stage. Aku memperlihatkan tanda pengenal yang berhasil dipinjam Sungmin hyung dari seseorang yang dia kenal di acara ini. Untung Sungmin hyung punya koneksi yang luas.

Setelah berhasil masuk aku langsung bergegas mencari ruangannya.

4C…

Aku harus mengungkapkannya. Ditolak ataupun diterima, aku nggak perduli. Yang terpenting adalah aku bisa menyatakan perasaanku kepadanya. Semangat!

Ah, akhirnya kutemukan sebuah pintu bertuliskan 4C. Perlahan aku membuka pintu itu. Sangat pelan, aku takut ada orang yang terkejut melihat orang tak dikenal sepertiku masuk ke dalam ruangan itu.

Tapi detik berikutnya aku kaget. Kakiku tersandung lantai di bawah pintu yang agak naik dan pintu itu terkuak lebar. Aku terjatuh seketika sambil sekilas melihat sesuatu yang membuatku shock.

Aku bahkan nggak sempat membenahi posisi jatuhku dan langsung menengadah menatap Yesung hyung tengah duduk di sofa dan yeojya itu naik di atas sofa sambil menumpukan tangannya di samping wajah Yesung hyung. Mereka berdua… Apa aku salah lihat?

“Ki-kim Ryeowook!”

“Ya, kau! Apa yang kau lakukan dengan mengintip kami begitu!”

Rasanya aku hancur seketika. Aku buru- buru berdiri. “Mi-mianhae… A-aku salah tempat. Aku kira ini ruang ganti nomor 5A.” Dustaku cepat sambil membungkuk sekali. Aku langsung berlari meninggalkan ruangan itu.

Air mataku mengalir begitu saja. Aku nggak bisa mengendalikan diriku. Buru- buru aku mencari pintu keluar dan meninggalkan gedung itu tanpa mencari Sungmin hyung dan Kyuhyun terlebih dulu.

Kusandarkan tubuhku disebuah pohon. “Ya Tuhan… Itu nyata…”

Yesung hyung dan yeojya itu memang berpacaran…

Kubekap mulutku sambil memejamkan mataku agar isakanku berkurang. Aku harus membuang ingatan tentang kejadian tadi. Aku nggak boleh mengingatnya sedikitpun. Itu terlalu menyakitkan..

0o0o0o0o0o0o0

Kim Yesung dan Luna Tampil Mesra di Music Core Saat Membawakan And I Love You.

Kulemparkan majalah yang Kyuhyun letakkan diatas mejaku. “Buat apa kau perlihatkan kepadaku?”

“Untuk bukti.” Jawab Kyuhyun sarkastis.

“Bukti apa lagi!” Kutatap Kyuhyun marah. “Kau tahu aku sudah melihatnya! Jadi kau nggak usah repot- repot mencari berita itu untuk kau tunjukkan kepadaku!” Air mataku kembali menetes.

Brakk! Kyuhyun menggebrak mejaku.

“Kau itu aneh Kim Ryeowook. Kapan kau berpikiran terbuka? Kau itu namja! Sudah kubilang belum tentu KimYesung itu sama nggak normalnya denganmu. Berhenti bersikap konyol seperti ini dan terima kenyataanmu!”

“Cho Kyuhyun!”

Plakk! Aku tercengang melihat Sungmin hyung menampar Kyuhyun.

“Kau nggak berhak bilang begitu, Kyu. Kau tahu betapa sulitnya memiliki perasaan seperti Wookie. Kau nggak tahu batapa menderitanya dia karena mencintai seorang namja. Kau yang nggak pernah menyukai orang lain nggak akan paham  betapa sakitnya perasaan Wookie…”

Kyuhyun menatap Sungmin hyung nggak terima sambil memegangi pipinya yang merah padam. “Kau sendiri memangnya tahu hyung? Namja sepertimu yang belum pernah jatuh cinta juga nggak tahu bagaimana perasaannya! Kau juga nggak tahu seperti apa perasaanku kan?!” Kyuhyun langsung berlari keluar kamar.

“Kyuhyun!” Sungmin hyung mengejarnya sampai pintu. Ia kembali menatapku. “Wookie.. Jangan kau pikirkan omongan Kyu…”

“Seharusnya hyung jangan bicara sekasar itu ke Kyu. Dia pasti sangat marah sekarang, hyung kejar dia aja. Bukannya hyung suka padanya?”

Sungmin hyung menggeleng sekali tapi kemudian menatap keluar kamarku. “Dia harus belajar agar lebih dewasa, Wookie.. Dia harus tahu mana yang boleh diungkapkan dan mana yang harus dipendam. Aku akan kembali ke kamar aja.” Sungmin hyung menatapku lagi. “Dan kau, tenangkan dirimu ya.”

Tanpa menunggu jawabanku, Sungmin hyung menghilang. Kini aku hanya sendirian, kutumpukan kepalaku diatas meja.

Hancur sudah.. Aku harus segera melupakan Yesung hyung. Melupakan ucapannya dulu kepadaku. Melupakan semuanya. Aku nggak bisa lagi mencintai namja itu. Ah, bukan! Bukannya nggak bisa, tapi nggak boleh.

Yesung hyung…

0o0o0o0o0o0o0o0

Satu bulan berlalu. Hari ini kutatap sebuah undangan yang diberikan Sungmin hyung kepadaku. Sebuah audisi untuk mencari penyanyi muda berbakat yang akan duet dengan Kim Yesung di lagu barunya.

Aku mengembalikan selebaran itu. “Aku nggak akan ikut.”

“Wae? Ini kan bagus Wookie… Kau bisa menemuinya sekali lagi dan meluruskan perasaanmu. Satu bulan ini kau kacau karena dia, jadi kau harus selesaikan semua dengannya.”

Aku diam.

“Wookie..”

“Aku nggak mau terluka lagi hyung. Dia sudah memiliki yeojya itu, buat apa aku terus mencintainya dan mengejarnya? Saat ini akan lebih baik kalau aku mendukungnya dari tempat yang nggak terlihat agar aku nggak terluka.” Aku hendak berdiri meninggalkan Sungmin hyung, tapi ponselku berdering pelan.

Ada panggilan dari nomor yang nggak kukenal.

“Yeoboseyo.”

“Annyeong, Kim Ryeowook-sshi?”

“Nae. Nuguseyo?” Tanyaku penasaran.

Suara itu terdengar sopan. “Kau yang mengikuti acara pencarian bakat SM Entertainment satu bulan yang lalu kan?”

“Nae.”

“Chukkae! Kau terpilih dari lima orang yang diundang secara resmi ke audisi yang kami selenggarakan untuk mencari pasangan duet Kim Yesung. Kau sudah menerima undangannya kan?”

Aku menelan ludah. Ini kebetulan kan?

“Ryeowook-sshi?”

“Na-nae.”

“Kalau begitu kurasa aku nggak haru menjelaskannya secara panjang lebar. Dia audisi kemarin kami mengundang secara resmi lima remaja berbakat yang telah ditolak untuk mencoba lagi di audisi ini. Apa kau berminat menerimanya? Kalau iya, datanglah saat acara.”

“A-akan kupertimbangkan. Baiklah sampai nanti.” Aku buru- buru menutup flat ponselku dan menatap Sungmin hyung yang menatapku penasaran dengan pembicaraanku dengan orang tadi.

Sungmin hyung mengerutkan keningnya. “Wae?”

“Peruntungan terakhir…”

0o0o0o0o0o0o0

Aku nggak tahu apakah pilihanku ini tepat atau nggak. Tapi hari ini aku berdiri di depan pintu masuk peserta audisi. Katanya sih hanya lima peserta yang di undang, tapi aku nggak melihat siapapun selain aku. Aneh..

Lalu kenapa aku memutuskan untuk datang?

Karena ini peruntungan terakhirku…

Ya, ini adalah jalan terakhir yang akan kutempuh untuk mencapai impianku agar bisa berdiri dipanggung yang sama dengannya. Meski nanti akan gagal lagi, aku nggak akan menangis. Akan kunyatakan perasaanku dan melupakannya.

Kutarik nafasku dalam- dalam dan melangkahkan kakiku masuk dengan kepala terangkat. Jangan lemah Kim Ryeowook!

“Kau ternyata datang.” Ucap seorang pria paruh baya yang duduk ditengah para juri. “Silahkan mulai tunjukkan bakatmu, Ryeowook-sshi.”

Aku melirik kearah kanan barisan juri. Yesung hyung duduk sambil menatapku datar. Apa dia masih ingat kejadian sebulan yang lalu? Biarlah…

Kutarik nafas dalam- dalam dan mulai bernyanyi. Lagu yang lagi- lagi sama tapi part yang berbeda. Ya, kali ini aku menyanyikan lagu And I Love You tapi part Luna.

Manil geudega ne harul bondamyon
Maeumi apa gogel ttolgulji molla
Myotbon-YE gyejol gochigo gochyoya
Seulpeun kkumeso jamkkelsu itnayo

Yesung hyung…  Kau dengarkan? Ini lagu yang kunyanyikan khusus untukmu…
Dasi irorireun opgetjyo
Bogosipo nunmul jitneun il
Gobi manajin ne gaseumeun
Dareun sarang mot hal got gata
Entah untuk yang keberapa kalinya, air mataku lagi- lagi nggak bisa kubendung. Air mata itu dengan seenaknya kembali tumpah dihadapannya. Oke… Dia akan marah lagi.

Tapi… Dia diam..?

Kuberanikan diriku untuk menatapnya dalam- dalam. Yesung hyung memandangiku dengan sorot mata yang aneh.

Noreul saranghago bamse jiugo
Ape dugo dagasol su opgo
Nol mosijoso niga geuriwoso
Sumeul swineun-ge jugeumgata
Duryowojyo

Tiba- tiba Yesung hyung berdiri dan mengikutiku bernyanyi.

Gidarilge noryokhebolkke
Nal wihe ttonagandan mal hajima

Namja itu melangkah mendekatiku sambil mengarahkan tangannya kepadaku. Entah kekuatan apa yang merasukiku, tapi kuraih tangannya yang selama ini selalu kucoba untuk menggapainya. Ini bukan mimpi.

Saranghandamyon gateun mamiramyon
Gyote issojwo ne simjangi ttwilttekkaji… ttwilttekaji…

Yesung hyung menautkan kepalanya di kepalaku. “Aku menepati janjiku kan?”

Aku tersentak. “Eh?” Aku buru- buru menatapnya dan dia tersenyum.

“Jangan katakan kau lupa kalau dulu  kita pernah bertemu. Aku bilang suaramu saat kau menyanyikan laguku yang berjudul It Has To Be You itu sangat indah kan? Dan aku berharap kita bisa bertemu dan berduet.”

Mataku membulat menatapnya. “Ka-kau ingat?”

“Sedetikpun aku nggak pernah melupakan sorot matamu saat menyanyikan lagu itu. Aku merasa lagu itu membawamu kepadaku, karena itu aku berani menegurmu. Aku memutuskan untuk jadi juri di audisi kemarin karena aku yakin kau akan datang lagi. Tapi kau membuatku kecewa karena menyanyikan lagu And I Love You, kupikir kau akan menyanyikan lagu It Has To Be You. Audisi ini juga untuk memancingmu menemuiku lagi.” Yesung hyung mengusap rambutku lembut.

Aku mengalihkan pandanganku darinya. “Aku datang kesini bukan untuk mendengar itu semua.” Dustaku lagi. “Aku datang hanya untuk menyampaikan perasaanku kepadamu dan setelah itu melepaskanmu.” Kutatap dia lagi. “Hyung saranghae. Semoga kau bahagia dengan yeojya itu… Lagu And I Love You tadi… Kupersembahkan sepenuhnya untukmu.” Aku langsung memutar tubuhku.

Tapi Yesung hyung menahanku dan langsung memeluk tubuhku. Aku terkejut dan mematung shock.

“Aku dan Luna hanya teman duet seperti yang aku bilang padamu. Waktu itu kau nggak sengaja melihatku dan dia di ruang ganti. Aku yakin kau langsung salah paham tapi kau langsung lari.”

“ Jangan bohong lagi hyung!” Aku memutar tubuhku untuk menatapnya. “Kau bilang kalian hanya teman duet, tapi media melihat kalian sedang berkencan. Lalu posisi di ruang ganti itu…” Aku nggak sanggup melanjutkan kalimatku.

Yesung hyung tetap memasang senyum lembutnya. “Di taman, aku dan Luna memang sedang bersama, Luna memintaku menilai lagu yang dibuatnya. Dan yang di ruang ganti. Saat itu Luna membantuku membersihkan mataku yang kemasukan bedak saat sedang dirias olehnya.”

Aku menganga nggak percaya mendengar alasan konyol itu.

“Ta-tapi kenapa kalian nggak bilang pada media yang ditaman? Dan kalian tampil mesra di MuCore kan?”

Kali ini Yesung hyung tertawa. “Dasar pabbo, itu profesionalisme! Dan buat apa kami mengumbar tentang lagu Luna? Itu sangat kurang kerjaan. Biarkan aja mereka bicara apa. Toh skandal dengan Luna ada manfaatnya, para media itu menutup kemungkinan terbesar yang pernah ada…”

“Kemungkinan?”

“Kemungkinan kalau sebenarnya yang kucintai bukan Luna yang notabene seorang yeojya cantik. Tapi…” Yesung hyung mengusap rambutku lagi sambil terseyum. “Seorang namja manis yang kini berdiri dihadapanku.”

Untuk yang kesekian kalinya aku shock.

“Bohong!”

“Beneran!” Yesung hyung menepuk kedua bahuku. “Sejak pertama kali aku mendengar suara nyanyianmu itu, aku langsung tertarik dan akhirnya.. Aku jatuh cinta kepadamu. Kau pikir buat apa aku memanfaatkan audisi SM kemarin kalau bukan untuk menemukanmu!” Dia nyengir aneh kepadaku.

Apa aku harus mempercayainya?

“Katakan sekali aja, hyung…”

“Sekali apa?”

“Katakan sekali kalau kau memang mencintaiku. Baru aku akan percaya.”

Yesung hyung mengerling nakal. “Kenapa hanya sekali kalau aku bisa mengatakannya berulang kali?” Yesung hyung memelukku cepat. “Saranghae. Saranghae. Saranghae. Saranghae. Saranghae. Saranghae. Saranghae. Sa_”

“Cukup!” Aku memotong. Jangan sampai ia ucapkan kata- kata itu sampai jantungku benar- benar copot. Mendengar sekali aja rasanya aku langsung lemas.

“Cukup kalau segitu?”

Aku mengangguk pelan sambil membalas pelukannya. “Itu bahkan lebih dari cukup. Nado saranghae hyung…”

Yesung hyung tertawa. “Aku sudah membuat lagu untuk kunyanikan denganmu.”

“Mwo? Jeongmal?” Kutatap dia kaget.

Yesung hyung mengangguk sambil mengusap rambutku lagi. “Judulnya adalah Sajinul Bodaga, Looking at A picture. Kuharap kau akan suka. Nyanyikanlah lagu itu denganku karena itulah impianku sejak bertemu denganmu. Tapi itu lagu sedih.” Yesung hyung mencium keningku lembut lalu nyengir aneh.

Aku tersenyum penuh haru sambil memejamkan mataku. “Nae, hyung gwaenchana. Aku mau menyanyikannya.”

“Gomawo.”

17 thoughts on “And I Love You

  1. gila bener perjuangannya si wooki dapetin yesung prlu diacungkan jempol 10 ne hehhehehe
    tp sebanding dgn yg didapat dgn prjuangannya,,,,,,,,
    gemes de liat sikapx si kyu,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    mang hidup penuh perjuangan ,,,,,,,,,,,,,,,,xixiixixixixi

  2. WAW Wooky bela2in segala cara cuman mu bilang suka ..
    Ternyata Yeppa sngaja mancing Wooky pke udisi #lu kat ikan ..
    Eon kok endingnya rda ngegantung ya !!
    Penasaran sa perasaan Kyu itu gmna sih ??
    Tapi tetep keren kok ..

  3. Awalnya agak cengo bacanya coz gak tau tuh lagu yang dibawain Yesung ma Luna. Tapi setelah aku cari dan dengerin lagunya…
    Haaaaa…..
    Romantis banget… Apalagi pas bagian Wookie nyanyiin bagiannya Luna and bang Yesung ngelanjutin. So swiiiiiitttt…😄😄

  4. So sweettttt……..eomma suka YeWook…..!!!!!!!!!!!
    eomma cinta YeWook…….!!!!

    mian umma br baca & ripiu……yah, kmtahulah chagi, apa alasan umma….kkkk…

    nae,chagiya……saranghae….

  5. ijin copas ya cman buat di simpen sndiri deh . suwer . gk smpet bca dsini soalnya . ya ya ya bleh ya . kan baik . doain msuk srga deh .

  6. Waddh kyu ..
    Berani” nya nyium wookie,, gx tau phh low wookie itt cumandt puna Yeppa ..
    Dasar emank evil tuch c’kyu *d gorok sparkyu* hehe

  7. huwaaa~
    berat banget deh perjuangan wookie buat ketemu yesung & nyatain perasaannye.
    Sampe di marah2in kyu, salah paham sama yesung.
    Kyu omongannye nyelekit banget!
    Hwaiting Wookie!
    Untung punya sungmin yang selalu nyemangatin wookie😀
    Sempet sedih pas wookie ngeliat yesung sama luna di ruang ganti😦
    Tapi akhirnye YeWook jadi juga! Gak sia2 deh perjuangan wookie selama ini..
    Jadi itu audisi yang terakhir bohongan cuma buat wookie dateng kesana!
    Trus gimana sama kyu? Sebenernya gimana perasaan kyu?

  8. Wookie mang ia kamu tu biar unyiL2 (?) gtt smngt’a Gede ky Gedung2 d New York *tinggi x Iaah bkn gede, Pabboya. .
    Tp. . G sia2 dagh pko’a cz at Least cinta’a g b’tepuk sbLh tangan nd kaki *Loh???
    Walaupn k’tinggalan ttp comment deh hrp g d ketawain.
    Gumawo. .

  9. pas baca awalnya, aku jadi inget ama fic ‘tell me your voice’…
    konsepnya sama ya??
    Kyu koq jadi jahat lagi…??
    ada typo, di perkataan Kyu yang bilang ‘berhenti berangan-angan’…
    ada lagi di adegan wookkie mau pergi menemui yesung ‘buru-buru’…
    agak banyak kata ulang yang typo, trus, ada lagi, kata ‘harus’-nya kurang huruf s…
    akhirnya tetep Sweeeet…
    keren bgt lah…. tetep berkarya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s