(2nb Story) Guardian Angeln // YeWook

Devil Half Angel -D.H.A- Series

.

Cast ::

Angel :: Kim Leeteuk

Petal :: Kim Heechul

Cloud :: Kim Yesung

Camomile :: Kim Youngwoon

Shins :: Shin Donghee

Jewel :: Lee Hyukjae

Snow :: Kim Kibum

Sparkyu :: Kyuhyun

Mitang :: Zhoumi

String :: Henry Lau

.

Other Chara : Kim Ryeowook

.

Guardian Angel

(Second Story)

.

(All pov Yesung)

 

Aku memperhatikan namja tinggi yang berdiri disisi Kibum.

“Nuguseyo?” Selidikku serius.

Dia kelihatan tegang melihatku. “Choi Siwon. Mulai hari ini aku akan bersekolah disini. Bangapseumnida, hyung..”

“Aku kan bukan hyungmu.” Sindirku sok. “Ingat ya.. Sekalipun jangan pernah menceritakan rahasia kami ke orang lain. Kalau lakukan itu, tiga iblis yang tinggal dengan kami pasti akan menghabisimu..”

Dia kelihatan semakin tegang. “Nae. Aku bisa menjaga rahasia kok..”

“Sudahlah, hyung.. Kenapa kau jadi menakut- nakutinya sih?” Akhirnya Kibum menegurku sambil menahan tawanya. Melihat dongsaengku seperti itu aku langsung tergelak.

Tentu saja Siwon langsung bingung.

“Aku bercanda kok..” Gumamku sambil tertawa. “Nae, Choi Siwon. Kuharap kau bisa berhati- hati dengan posisimu sekarang. Dan kau harus ingat satu hal yang sangat penting, sekali saja ada iblis atau malaikat yang tahu kalau kau mengetahui rahasia kami, maka kau akan jadi incaran mereka.”

“Kenapa begitu? Apa itu karena kalian semua kabur dari dunia langit?”

Aku mengangguk kecil. “Setengahnya benar. Tapi bukan itu.”

“Lalu?”

“Manusia yang tahu hal ini harus mati.” Kibum menjawab pertanyaan itu dengan datar dan menatapku serius.

Perlahan aku mengangguk. “Karena itu jaga dirimu sendiri. Sudah, aku mau kembali ke kelasku.” Aku langsung meninggalkan dua namja yang baru saja bisa bersatu itu. Sebagai seorang pangeran dunia langit seharusnya aku mencegah hal itu terjadi.

Tapi apa yang bisa kulakukan? Cinta itu kan nggak bisa ditentang..

Nae, namaku adalah Kim Yesung. Itu adalah namaku di Halfpast ini. Di dunia langit, aku bernama Cloud. Seorang pangeran tunggal dunia langit yang seharusnya menjadi panutan kepada seluruh malaikat yang ada.

Tapi apa yang aku lakukan sekarang? Mengikuti Teukie hyung ke Halfpast.

Aku punya alasan yang sangat tepat kenapa aku melakukannya. Ada sesuatu yang ingin kucari disini. Meski aku belum menemukannya, tapi aku merasa harus melindungi sesuatu disini.

“Cepat bawa ini! Kau lamban sekali!”

Ngh? Aku menoleh ke asal suara itu.

Kulihat tiga orang namja berjalan dengan angkuh. Dibelakangnya berjalan lagi seorang namja bertubuh kecil yang membawa empat tas. Berani kusimpulkan tiga tas itu milik ketiga namja angkuh itu.

Dia pesuruh ya?

“Kim Ryeowook! Jangan lamban!” Namja yang satunya kembali membentak.

“Na-nae.. Mianhae..” Namja yang sepertinya bernama Kim Ryeowook itu hanya menurut. Wajahnya penuh keringat. Beberapa namja yang melihat hanya tertawa- tawa kecil melihat penindasan itu. Apa- apaan sih ini!

Aku langsung berjalan menghadang ketiga namja itu. Mereka menatapku datar dengan tampang sok. Aku hanya balas tersenyum meremehkan kearah tiga namja itu.

“Memalukan sekali melihat tiga namja seperti kalian menindas namja manis itu.”

“Heh, jangan ikut campur kau!” Seorang namja mengarahkan tinjunya kearahku namun dengan mudah aku memegang pergelangan tangannya. Tentu saja tatapannya berubah shock sedangkan lagi- lagi aku hanya tersenyum santai.

Greb! Tiba- tiba seseorang menarik tanganku.

Aku langsung kaget karena Hyukjae menatapku dalam. Dari tatapannya dia seakan meminta penjelasan dariku. “Hyukkie?”

“Apa sih yang hyung lakukan?! Ayo pergi!” Hyukjae langsung menarik tanganku menjauh dari sekumpulan namja itu.

Aah.. Padahal aku kan ingin menolong namja itu. Kenapa dilarang?

0o0o0o0o0o0o0o0o0

“Kalau aku nggak datang aku nggak yakin Yesung hyung nggak akan bertindak gegabah.”

Teukie hyung menatapku. “Benar itu Yesung?”

“Aniya hyung.” Elakku. “Aku nggak akan mengeluarkan kekuatanku hanya untuk melawan manusia kok. Hanya saja memang kenyataan kalau tubuhku memang seratus kali lebih kuat dari mereka. Aku bisa apa?” Kutatap Hyukjae sedikit kesal. Seharusnya dia nggak mengadu kan?

Hyukjae sendiri tak memperdulikanku. “Tetap saja akan membuat kekacauan. Pangeran itu nggak boleh bertindak sembarangan. Jangan sampai sesuatu hal yang buruk menimpa orang- orang nggak bersalah. Dan untuk mencegahnya, makanya aku harus selalu disisimu.”

“Berhenti memanggilku pangeran! Di sini aku adalah Kim Yesung!”

Hyukjae menggertakan giginya kesal.

“Tapi yang Hyukjae hyung bilang benar loh, Yesung hyung.. Kalau aku tadi melihatnya, aku pasti akan menghentikan hyung juga. Sekarang posisi kita semua nggak seperti dulu, hyung.. Pikirkan apa yang akan terjadi pada mereka kalau ada yang memanfaatkan posisimu.” Kibum ikut menambahkan.

Aku benci ini..

“Baiklah.. Aku yang salah. Mianhae..” Ujarku menyerah sambil menghempaskan tubuhku di sofa ruang tamu. “Aku nggak akan mencoba mencari masalah lagi. Tapi kalau sesuatu terjadi, aku akan bertindak cepat.”

Teukie hyung duduk disisiku sambil menepuk bahuku. “Aku tahu kau akan mengerti. Kau bukan anak- anak yang butuh bimbingan lebih. Kau seorang pangeran dunia langit yang tangguh Yesungie..”

Aku malas menjawab ucapan Teukie hyung. Kualihkan pandanganku kearah tiga iblis yang ikut memandangiku. “Kalian juga nggak usah khawatir. Aku nggak akan mempersulit posisi kalian disini.”

“Aniya, hyung..” Kyuhyun membalas. “Aku hanya ingin hyung jangan terlalu dekat dengan orang- orang seperti itu.”

“Wae?”

“Orang berhati kotor seperti mereka itu yang paling mudah dirasuki iblis. Hyung itu pangeran dunia langit, kalau ada iblis yang tahu bisa saja mereka memanfaatkan keadaan ini untuk menyerang hyung. Sekalipun aku ini iblis yang berada paling dekat denganmu, aku belum tentu bisa merasakan dimana iblis lainnya berada.” Kyuhyun menatapku dengan serius.

“Arraseo.” Balasku. “Sudah kukatakan aku nggak akan bertindak gegabah. Aku nggak akan cari masalah dengan manusia- manusia berhati kotor itu.”

Aku langsung berdiri dan berjalan keluar ruang tamu meninggalkan mereka semua.

Perlahan kutekan dadaku yang terasa sesak. Bukan sesak karena sakit atau apapun, rasanya ada yang menyakitkan dan melukai hatiku saat ini.

Benar, sejauh apapun aku pergi.. Darah pangeran ini nggak akan hilang dari tubuhku.

Dengan siapa aku berhubungan, mereka memiliki peluang untuk terkena masalah atau mungkin akan menyerang balik diriku. Sejak kecil aku sudah sangat tahu hal itu karenanya aku tidak memiliki banyak teman dekat.

Hanya dengan Teukie hyung aku bisa merasa berbeda. Aku tahu Teukie hyung sangat menyayangiku bukan sebagai pangeran. Dia juga selalu melindungiku. Karenanya aku memilih ikut dengannya turun ke Halfpast dan meninggalkan dunia langit.

Dan sekarang.. Ada hal lain yang ingin kulakukan.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Huff…”

Bosan… Apa yang bisa kulakukan selain duduk santai di belakang sekolah sambil menikmati musim panas tahun ini? Haha..

“Cepat belikan aku soft drink babbo! Kau itu lamban sekali sih!!” Mendengar seruan itu aku menoleh cepat. Aku sudah bisa menebak apa yang terjadi saat itu.

Namja mungil itu berdiri sambil menunduk dan mengapit beberapa buku tulis dihadapan tiga namja yang kemarin bertemu denganku. “Mi-mian.. Ta-tapi aku harus menyelesaikan tugas kalian kan? Kalian saja yang beli bagaimana?”

“Jangan bercanda! Di hari yang sepanas ini kau menyuruh kami untuk berjalan keluar sekolah?! Pikir babbo!” Satu namja langsung melayangkan pukulannya ke wajah namja itu dan dia langsung tersungkur di tanah.

Apa- apaan mereka!!

Pikirkan apa yang akan terjadi pada mereka kalau ada yang memanfaatkan posisimu.. Kalimat Kibum kemarin kembali aku ingat.

“Sudahlah.. Aku muak melihat wajahmu. Mati saja kau sana!” Kali ini seorang namja menendangnya dan langsung berbalik meninggalkan namja itu.

“Kalau tugas itu nggak selesai. Aku jamin kau nggak akan pulang dengan selamat Kim Ryeowook!” Ancam yang lainnya dan langsung mengikuti namja yang lain pergi meninggalkannya.

Aku perhatikan anak itu. Dia meraih semua buku yang tadi terjatuh dengan tangan gemetar. Kenapa dia selemah itu?!

“Menyebalkan!” Tanpa pikir panjang aku langsung bangun dan berlari menghampirinya. Kuambil satu buku yang belum diambilnya dan langsung menarik tangannya agar berdiri. Tentu saja dia kaget menatapku.

Bola matanya sangat jernih.. Apa- apaan ini? Dia sudah diperlakukan seperti itu, tapi aku nggak melihat kebencian dimatanya.

“Gwaenchana?” Kuusap pipinya yang agak lebam. “Mereka sudah keterlaluan, tapi kenapa kau diam saja? Seharusnya kau itu kan melawan! Jangan mentang- mentang tubuhmu kecil kau jadi lemah. Benar- benar membuatku kesal!” Aku kesal karena hanya bisa diam melihatnya tanpa bisa menolongnya.

“Mi-mianhae..” Dia menunduk takut dihadapanku.

“Kenapa juga kau minta maaf padaku? Jangan tundukkan kepalamu saat bicara dengan orang lain. Jangan minta maaf atas kesalahan yang bukan karenamu. Karena kau begini makanya mereka bisa menindasmu kan?” Balasku kesal sambil berdecak pelan dan membersihkan seragamnya yang kotor itu.

Perlahan dia mengangkat wajahnya dan menatap mataku. Namja manis itu tersenyum lembut kepadaku. “Gomawo, Yesung hyung.”

“Eh? Kau kenal namaku?”

Dia mengangguk pelan. “Aku kan fans Yesung hyung.” Namja manis itu membungkuk sopan. “Aku harus menyelesaikan semuanya. Aku permisi dulu hyung..” Dia berbalik badan meninggalkanku.

“Kau!”

Namja itu kembali menoleh kepadaku.

“Siapa namamu?”

Senyum manis terulas lagi diwajahnya. “Kim Ryeowook hyung. Namaku Kim Ryeowook.” Sekali lagi dia membungkuk sopan dan berjalan meninggalkanku sambil mengusap wajahnya yang mungkin terasa sakit.

Kim Ryeowook ya? Dan apa tadi dia bilang? Dia fansku?

0o0o0o0o0o0o0o0

“Aku merasa ada yang nggak beres belakangan ini.” Saat makan malam, Heechul hyung membuka pembicaraan di antara kami semua. “Entah kenapa aku merasa tekanan jiwa kotor di sekitar kita berkurang drastis dari sebelumnya. Apa kau juga merasakannya Camomile? Sparkyu?”

“Nae hyung!” Kyuhyun menjawab sambil mengunyah daging yang dimakannya. “Sudah dua hari aku nggak menemukan tempat yang memiliki tingkat kekotoran yang sangat tinggi. Seperti sudah dibersihkan seseorang.”

“Apa ada iblis disekitar sini?” Kali ini aku melirik ke arah Hyukjae sambil menggigit apel ditanganku. “Jangan- jangan mereka tahu dimana tempat kita bersembunyi dan sengaja melakukannya agar kita menyerah! Kalau jiwa kotor disekitar sini habis, apa yang akan kalian bertiga serap?”

Youngwoon kelihatan ragu sejenak sambil menenggak sakenya. “Jiwa yang kotor itu makanan utama iblis, kita bisa bergerak bebas di wilayah ini karena kita semua menekan hawa keberadaan masing- masing agar nggak terlacak dua dunia itu kan? Tapi kalau memang ada yang tahu keberadaan kita, ini akan jadi musibah besar.”

“Saat ini terjadi kegemparan di dunia langit juga dunia kegelapan. Dari yang kudengar dari Shins hyung, dua dewa akan menindak lanjuti hal ini. Bukan hal mustahil kalau mereka akan mengirimkan petaka ke wilayah ini untuk membuat kita semua menyerah.” Kibum kembali menambahkan sambil menghabiskan susunya.

Kulihat Teukie hyung masih diam. Dia pasti merasa nggak enak..

“Tapi bagaimanapun juga sampai sekarang belum ada yang terjadi kan.” Aku mulai mengeluarkan pendapatku. “Selama belum ada tanda- tanda seperti itu lebih baik kita diam saja. Snow, minta Shins mengabari kita tentang apa saja yang terjadi di dunia langit.”

“Tentu hyung.”

“Apa kalian nggak merasa ada yang aneh?” Hyukjae menatap kami semua satu persatu dengan ragu.

“Wae?” Balas Kyuhyun penasaran.

“Sampai saat ini Mitang masih belum bergerak. Mitang hyung itu salah satu malaikat utama, posisinya sama seperti Teukie hyung dan dia satu- satunya malaikat yang bisa keluar masuk dunia kegelapan kan? Saat kalian kabur, Mitang hyung yang paling kerepotan. Tapi sekarang dia masih diam saja. Apa ini nggak aneh?”

Kami semua diam. Di dunia langit ataupun dunia kegelapan, hanya satu nama itu yang membuat semuanya bungkam. Malaikat utama, Mitang. Memang bukan masalah karena dipihak kami ada Teukie hyung, tapi Mitang memiliki pemikiran sendiri dan bisa melakukan apapun tanpa diduga.

Orang yang memang harus diwaspadai..

“Sudahlah.” Dengan pelan Teukie hyung menepuk meja makan dan berdiri. “Lebih baik jangan pikirkan masalah ini. Dan kau Yesung..” Namja itu mengalihkan pandangannya kearahku. Wajahnya serius.

Aku balas menatapnya penuh tanda tanya.

“Kau harus berhati- hati.”

Apa maksudnya? Bukankah setiap hari aku memang berhati- hati?

“Wae Angel hyung?” Youngwoon menghampiri kekasihnya itu dengan tatapan cemas. Tapi Teukie hyung hanya menggeleng pelan dan berjalan keluar dari ruang makan meninggalkan kami.

Meninggalkanku yang nggak paham dengan kata- katanya.

“Aku mau jalan- jalan sebentar saja.” Aku langsung berjalan cepat kearah jendela. Kudengar dongsaengku yang lain berbicara sesuatu, tapi aku nggak terlalu mendengarkan. Dengan segera aku meloncat keluar jendela dan langsung melesat terbang.

Nekatnya aku.. Masa bodoh..

Aku berputar- putar mengitari wilayah Halfpast yang bisa kujangkau. Sekolah, pusat pertokoan, jalan layang, semua yang bisa kulalui. Sesekali aku tersenyum kearah anak kecil yang bisa melihatku. Malaikat memang hanya bisa dilihat oleh orang- orang tertentu.

Saat melewati sebuah taman, aku berhenti melihat sekelompok namja tengah memukuli seseorang.

Degh! Aku terkejut saat melihat namja yang dipukuli itu Kim Ryeowook. Tiga dari sekumpulan namja itu yang suka memerintahnya di sekolah.

Aku mendarat di semak belukar dan langsung berlari ke tempat mereka. “Heyo!! Apa yang kalian semua lakukan namja- namja brengsek!!” Tanpa memperdulikan tatapan mereka aku langsung menendang namja yang paling dekat dengan posisiku.

Aish.. Aku lupa. Aku menggunakan kekuatanku sebagai malaikat.

Bugh! Namja itu terpental jauh dan berguling- guling di tanah.

“Ye-yesung hyung?!”

Sudahlah.. Sudah terlanjur!

Namja- namja itu langsung menyerangku bersamaan. Melawan manusia seperti mereka bukan hal sulit mengingat aku ini pangeran dunia langit. Aku berkelit dengan mudah, sesekali aku melayang agar mudah bergerak.

Dalam waktu singkat, segerombolan namja itu pingsan dihadapanku. Kalau Teukie hyung tahu hal ini, aku bisa dihukum berat. Bahkan mungkin dipulangkan ke dunia langit. Aiish.. Sekali lagi kubilang, ini sudah terlanjur.

“Hyu-hyung?”

“Ayo lari!” Aku langsung menarik namja itu agar berdiri, tapi tubuhnya langsung terjatuh lagi. Ia meringis kesakitan. Tubuhnya penuh luka dan darah. Kenapa dia selemah ini? Seharusnya saat dicehat tadi dia langsung kabur.

“Jeongmal pabbo namja-ya!” Aku langsung menarik tangannya dan menggendongnya lalu kabur dari tempat itu. Kabur ke tempat seramai mungkin agar sekumpulan namja itu nggak bisa menemukan anak ini.

Anak lemah ini harus dilindungi..

.

“Aww…”

“Ah, anou.. Sakit ya? Mianhae..”

Aku berdiri sambil bersandar di tembok, melihat Kibum yang tengah mengobati luka Kim Ryeowook. Nae, aku membawanya ke rumah karena aku yakin tempat inilah yang paling aman untuknya. Bukan hal mustahil kalau sekumpulan namja itu tahu dimana rumahnya.

“Yesung.. Kemari..” Teukie hyung menatapku sejenak lalu masuk ke dalam kamarnya.

Aku melangkah mengikuti hyung dan menutup pintu kamarnya perlahan. “Mianhae hyung.. Aku nggak bisa membiarkannya dipukuli seperti itu. Kalau kau ada diposisiku, aku yakin hyung akan menolongnya. Apalagi dia itu satu sekolah denganku dan aku mengenalnya.”

“Tapi menghajar manusia sampai pingsan itu juga bukan hal yang benar kan? Apa setelah hidup di Halfpast kau melupakan hal yang harus kau lakukan sebagai pangeran?”

Aku menggigit bibir bawahku kesal. “Hyung, aku bukan pangeran.”

“Mau bilang seperti apapun kau itu tetap pangeran, Cloud. Aku bicara sekarang bukan sebagai hyungmu, tapi sebagai malaikat yang harus menjagamu. Aku, Jewel, juga Snow disini harus menjagamu, setidaknya jangan libatkan dirimu dalam masalah.” Teukie hyung berjalan menghampiriku. “Bisa kan kau jangan membuatku khawatir Cloud?”

“Aku ingin melindunginya, hyung..”

“Mwo?” Teukie hyung menatapku heran. “Melindunginya? Wae? Apa ada sesuatu yang spesial darinya sehingga kau ingin melindunginya? Atau karena dia selalu terkena masalah?”

Aku mengangkat bahu. “Aku nggak tahu. Aku muak melihatnya lemah seperti itu. Kenapa ada manusia selemah itu. Aku nggak paham. Dan lama- lama rasanya aku ingin melindunginya. Selama ini aku dilindungi oleh kalian dan malaikat lainnya, dan sekarang aku juga ingin melindungi sesuatu hyung.” Kutatap mata hyungku itu dalam- dalam. Aku yakin kalau hyung akan mengerti. Dia yang paling memahami diriku.

Teukie hyung menghela nafas. “Pertama Kibum, dan sekarang kau.. Aku merasa perlahan kalian mulai tumbuh semakin dewasa.” Teukie hyung mengusap- usap rambutku perlahan dan menepuk kepalaku sekali sambil tersenyum. “Aku paham.”

“Jadi hyung..?”

“Aku tahu alasan kenapa kau membawanya kesini. Tapi dia nggak bisa sembunyi disini. Lindungilah dia sebisa yang kau lakukan asal kau jangan lagi melebihi batasan. Sekali lagi kau membuat manusia pingsan karena berkelahi, aku akan mengantarmu ke dunia langit.”

Aku langsung mengangguk dan terseyum kepadanya. “Nae, hyung! Gomawo! Jeongmal gomawoyo Teukie hyung.”

Tok-tok..

Kami berdua menoleh kearah pintu yang terkuak sedikit dan Ryeowook menyembulkan kepalanya ke dalam kamar.

“Ryeowook?”

“A-anou.. Mian merepotkan dan terima kasih sudah mengobatiku. Sekarang aku mau pulang.” Dia membungkuk takut- takut.

Kutatap Teukie hyung penuh makna dan hyung tersenyum sambil berjalan mendekati Ryeowook. “Aniya, Ryeowook-ah.. Malam ini menginaplah di rumah kami. Aku sudah dengar semuanya dari Yesung, kalau disini kau akan aman.”

Namja manis itu melirik ke arahku kaget, aku hanya tersenyum sambil mengangkat bahu. “Kau bisa tidur di kamar Kibum. Kau kan seumuran dengannya.” Ujarku sambil mendekatinya dan mendorongnya keluar dari kamar Teukie hyung.

“Mwo? Tapi hyung..”

“Sudahlah.. Aku nggak mau melihatmu terluka lagi seperti tadi. Biar aku melindungimu.” Bisikku tepat ditelinganya. “Mulai sekarang akulah malaikat pelindungmu.” Wajah anak itu langsung merona merah. Lucu sekali.. Dia benar- benar fansku.

0o0o0o0o0o0o0

Hari ini akan kujamin manusia- manusia itu akan berhenti mengganggu Ryeowook.

“Mulai sekarang kalau mereka mengganggumu, bilang padaku. Akan kubalas mereka seperti semalam.”

“Hyung.. Jangan terlibat denganku. Aku nggak mau kau kenapa- kenapa..” Namja itu menunduk takut dihadapanku.

Aku kesal melihatnya..

“Angkat wajahmu dan tatap aku kalau bicara denganku, Kim Ryeowook.” Kuraih wajahnya dan mengarahkannya agar mendongkak menatapku. “Jangan pernah tunjukkan sisi lemahmu ini dihadapan orang lain. Kalau kau begini terus kau akan semakin tertindas babbo!”

Namja itu kelihatan kaget saat aku membentaknya. Habisnya melihatnya yang terlalu lemah ini aku selalu merasa kesal.

“Mianhae..”

“Jangan meminta maaf.” Ucapku datar. “Kau sama sekali nggak salah. Berhenti meminta maaf atas kesalahan yang bukan tanggung jawabmu.” Aku melepaskan wajahnya dan menepuk kepalanya lembut. “Kembali ke kelasmu dan jangan keluar dari kelasmu sebelum ku jemput saat istirahat siang nanti. Sedetikpun kau nggak boleh  keluar dari pengawasanku. Arra?”

“Tapi_”

“Sudah kubilang aku akan melindungimu karena aku ini malaikat pelindungmu.” Aku memotong ucapannya. “Dan aku bukan tipe namja yang setengah- setengah. Aku selalu memegang teguh ucapanku.”

“Bukan begitu.. Kalau hyung seperti ini..” Dia kembali menunduk. “Aku hanya nggak ingin berpikiran atau berharap terlalu tinggi. Aku juga nggak mau membuat orang lain salah paham terhadap Yesung hyung.”

“Biar aja mereka salah paham.”

Ryeowook langsung menatapku kaget dengan yang aku ucapkan.

Aku tersenyum kepadanya. “Kau hidup bukan berdasarkan omongan orang lain, kan? Kau itu hidup dengan dirimu sendiri. Buat apa mendengarkan pendapat orang? Baiklah, aku ke kelasku dulu.” Kutepuk bahunya sekali dan berjalan meninggalkannya.

Namja itu masih memandangiku.

Di ujung lorong Hyukjae, Kibum dan Kyuhyun sudah menunggu. Ketiga namja itu langsung berjalan mengikutiku.

“Hyung serius juga ya?” Gumam Kyuhyun penasaran.

Aku mengangguk. “Aku minta tolong pada Kibum dan Kyuhyun, kalian berada di tingkat yang sama dengannya, kalau sesuatu yang aneh terjadi didekatnya, beritahu aku.”

Kibum dan Kyuhyun berhenti mengikuti di depan kelasnya. “Nae hyung.” Jawab Kibum patuh.

Tinggalah Hyukajae yang berjalan disisiku.

“Kalau dewa sampai tahu kau tertarik terhadap manusia, apa itu nggak akan menjadi bencana besar untuk dunia langit dan dirimu hyung?” Dia kedengaran khawatir denganku.

Aku menoleh kearahnya. “Kalau begitu jangan sampai dewa tahu hal ini Hyukkie..”

Ya, karena bisa gawat dewa jangan sampai tahu. Sekarang yang harus kuperhatikan adalah jiwa anak itu. Di sudah pernah bertemu dengan banyak malaikat juga iblis secara langsung. Aku takut hawa kami yang menempel didirinya dirasakan mahluk lain yang bisa membahayakannya.

0o0o0o0o0o0o0o0o0

Satu minggu berlalu tanpa kekacauan. Semua masih normal. Namja- namja itu semeterpun nggak pernah mencoba mendekati Wookie lagi. Ah, nae.. Aku mulai memanggilnya Wookie. Sepertinya kedengaran lebih manis kan?

“Hyung… Ini kubuatkan salad kentang untukmu.” Wookie menyodorkan kotak bekal kepadaku.

Salad kentang? Ini pertama kalinya dia memberikanku bekal.

“A-anou.. Mianhae Wookie.. Aku nggak memakan itu.”

“Mwo? Hyung nggak doyan?”

“Bukan begitu. Aku hanya meminum air atau susu dan hanya memakan buah- buahan. Aku sama sekali nggak memakan roti, sayuran, atau umbi- umbian seperti itu.” Jawabku sekenanya. Biar saja dia merasa aneh.

Namja itu mengerutkan keningnya. “Aku baru tahu ada orang yang hanya memakan seperti itu. Jangan- jangan karena hal itu hyung jadi sangat kuat ya?” Dia langsung memakan salad yang dibawanya sendirian.

Tentu saja.. Aku kan malaikat.

“Yesung hyung!”

Aku menoleh kearah Kyuhyun yang menghampiriku dengan wajah pucat. Dia kelihatan bermasalah. Sekali matanya melirik ke arah Wookie dan kurasa aku tahu apa yang dipikirkannya saat ini.

Aku berdiri perlahan. “Nae, Wookie.. Kembali ke kelasmu sekarang. Aku pergi dulu.” Aku langsung berjalan menjauhi Wookie dan Kyuhyun bergerak cepat disisiku. “Ada masalah apa Kyu?”

“Aku merasakan sesuatu. Kekuatan iblis yang setingkat denganku.”

Iblis.. Apa dia terpanggil ke wilayah ini karena keberadaan kami?

“Tapi aku masih belum memastikannya. Karena itu aku ingin bicara dengan kalian. Kekuatannya sangat tipis bahkan aku yang sesama iblispun kurang bisa merasakannya. Jangan bilang ke hyungdeul tertua dulu. Aku takut mereka bertiga malah cemas nantinya.”

Kami sekarang berada di atap sekolah dan Kibum juga Hyukjae sudah ada di atap.

“Sparkyu, ada apa? Ada masalah?”

“Hyung..” Kyuhyun bergantian menatap kami. “Kuharap kalian bertiga berhati- hati mulai dari sekarang. Ada seorang iblis yang menyusup ke tempat ini tapi aku masih belum bisa melacaknya.” Namja itu duduk di lantai dengan tampang kesal. “Seharusnya nggak ada iblis yang bisa merasakan keberadaan kita. Apa ini karena kita berhubungan dengan manusia?”

“Maksudnya Siwon hyung dan Ryeowookkie?” Kibum bertanya.

Kyuhyun mengangguk sambil menatapku. “Kurasa ada baiknya kita menghilangkan keberadaan kita dari dua manusia itu selama beberapa saat. Aku nggak mau ada kekacauan.”

“Aniya.” Jawabku cepat.

“Pangeran Cloud!” Hyukjae menatapku kesal, dia sepertinya sependapat dengan Kyuhyun.

“Kalau memang ada iblis yang merasakan keberadaan kita karena mereka berdua, seharusnya kita perketat penjagaan terhadap dua manusia itu. Bukankah akan sangat berbahaya kalau mereka jatuh ke tangan iblis dan dikendalikan olehnya?”

“Yesung hyung benar. Aku akan melindungi Siwon hyung.”

Kutatap Kibum yang sependapat denganku. “Untuk sementara jangan lakukan hal yang mencurigakan. Bersikaplah biasa, bagaimana?”

“Aku nggak suka ini.” Kyuhyun mendengus kesal.

“Tapi kalau hanya dengan mencium bau kita dari dua manusia itu, bagaimana dia bisa menyembunyikan kekuatannya dari kita? Apa dia iblis tingkat atas Kyu?” Hyukjae duduk dihadapan Kyuhyun dengan tatapan penasaran.

Iblis muda itu mengangkat bahu. “Dia setingkat denganku. Tapi semoga perkiraanku salah.”

“Apa?” Kibum berubah serius.

“Aku takut dia nggak bergerak sendirian. Aku takut ada yang membantunya mencari tahu letak keberadaan kita dan membantunya menekan kekuatannya agar malaikat seperti kalian nggak bisa merasakannya. Sama seperti yang dilakukan Teukie hyung terhadap kami para iblis.”

Degh! Jantungku langsung berdegup kencang.

“Omo!” Aku langsung terkejut karena tiba- tiba Hyukjae berdiri dan berlari ke ujung atap lalu menatap lurus kebawah. “Hyung! Gawat! Kim Ryeowook kembali diserang saat ini!!”

Apa yang dia katakan?! Bukankah sudah kusuruh anak itu kembali ke kelasnya?!

Aku langsung berlari kearah Hyukjae dan ikut menatap ke bawah. Mataku memiliki pandangannya yang sangat tajam, aku bisa melihat tiga namja itu tengah memukuli Ryeowook lagi.

“Sial!!” Dengan segera aku langsung meloncat bebas dari atap.

Bats! Sayapku terbuka lebar disaat aku melayang cepat kebawah.

“Kubilang jangan ganggu dia lagi bedebah!” Makiku kasar. Sebelum aku berada di permukaan, aku langsung menyembunyikan sayapku lagi dan menendang satu namja dari atas dan membuatnya berputar lalu jatuh.

Tep! Akhirnya aku mendarat di tanah.

“Wookie? Gwaenchana?” Aku menoleh kearahnya tapi aku langsung terkejut.

Namja itu menatapku dingin.

“Wo-wookie..?”

“Aku sangat membencimu Yesung hyung.. Air matanya menetes perlahan dan dia kelihatan terluka.” Wookie berdiri dengan perlahan dan berlari meninggalkanku.

Brugh! Ketiga namja yang seharusnya melawanku tiba- tiba jatuh pingsan.

Apa yang terjadi?

0o0o0o0o0o0o0o0

“Wookie! Dengarkan aku!”

Wookie kembali nggak memperdulikanku. Namja itu berjalan pergi begitu saja. Aku benar- benar nggak mengerti apa yang ada dipikirannya saat ini. Sudah dua hari sejak hari itu dia menjauhiku.

Disaat aku menahannya dia menatapku dengan mata penuh kebencian dan menghempaskan tanganku lalu pergi begitu saja.

“Apa yang terjadi sebenarnya?”

“Hyung sudahlah. Biarkan dia sendiri dulu. Mungkin saat ini dia sedang ada masalah.” Hyukjae menepuk- nepuk bahuku perlahan. “Kurasa kalau masalahnya sudah selesai dia akan kembali membaik kok..”

Bukan itu.. Kata- katanya waktu itu yang membuatku bingung.

“Aku nggak mau! Aku tahu sesuatu terjadi.” Ujarku keras kepala sambil berlari meninggalkan ketiga dongsaengku itu dan mencari Wookie. Samar kulihat sosoknya berjalan keluar gedung sekolah, aku segera mengejarnya.

“Wookie! Tunggu aku! Jelaskan dulu apa yang terjadi kenapa kau begini?!”

Wookie berjalan semakin cepat meninggalkanku.

“Dasar  pabbo!” Ini untuk pertama kalinya aku melayang tanpa menggunakan sayap hanya untuk mengejarnya. Buru- buru kuraih tangannya dan memutar tubuhnya agar menatapku. “Tatap aku kalau aku bicara padamu.”

Degh! Aku terkejut saat melihat matanya. Dia menyeringai tajam.

“Kau tertangkap pangeran..”

Pangeran?

Degh! Aku kembali tersadar. Saat ini aku berada di sebuah wilayah yang nggak kukenal. Wilayah kosong yang dipenuhi oleh aroma iblis. Kutatap Wookie yang gantian memegangi tanganku erat.

“Kau..”

“Sudah lama aku mengincarmu. Kugunakan tiga namja itu untuk mencelakainya dan menghasut pikirannya agar mulai membenci sesuatu dan aku berhasil. Disaat dia mulai merasa kebencian, aku langsung bisa merasukinya dan sampai saat ini aku mengendalikannya.”

Aku berusaha melepas tanganku. “Jadi kau iblis yang dirasakan Kyuhyun.. Apa yang kau katakan sehingga dia membenci sesuatu hah?!”

“Sparkyu ya? Lama aku nggak bertemu dengannya. Aku hanya bilang kalau sebenarnya kau melindunginya karena dimatamu dia itu sangat lemah dan memuakkan. Tidak ada cinta yang kau rasakan untuknya. Hanya itu kok..” Wookie tersenyum licik sambil mengarahkan tangannya kearahku. “Sekarang ayo pulang, pangeran.. Biar aku mendapat imbalan.”

“Kau bekerja untuk siapa?”

“Bukan urusanmu. Sekarang ayo kembali ke dunia dimana seharusnya kau berada, pangeran Cloud.”

“Singkirkan tangan kotormu itu darinya Max!!”

Crats! Aku langsung meloncat kaget saat sebuah tombak cahaya hitam menancap tepat ditengah antara aku dan Wookie. Wookie juga dengan gesitnya meloncat mundur menghindari serangan itu.

Aku menengadah dan melihat Sparkyu dengan sayap iblisnya berdiri sambil mempersiapkan tombak kegelapannya lagi. Snow dan Jewel juga ikut dengannya.

“Saat tiba- tiba aku merasakan keberadaan pangeran menghilang, saat itu juga dua malaikat ini merasakan kekuatanmu yang sangat kuat. Dan dari merasakannya aku tahu itu kau Max. Iblis setingkat denganku yang kabur ke dunia manusia setahun yang lalu.”

Zrats! Dari dalam tubuh Wookie keluar sekelebat bayangan hitam dan langsung berdiri disampingnya.

Kini kulihat seorang namja sangat tinggi dan tampan berdiri sambil menyeringai. Wookie pun langsung kelihatan mulai tersadar. “E-eh? Dimana aku..?” Namja itu menatapku kaget. “Hyung?!”

Bukan waktunya bicara dengan Wookie.

“Siapa yang menyuruhmu melakukannya?” Tanyaku dingin kepada iblis bernama Max itu.

Dia tersenyum kecil. “Seorang malaikat yang pasti sangat kau kenal pangeran.”

“Mitang..?” Tanyaku ragu.

“Kau sudah tahu kan.” Iblis itu kembali menyeringai dan mendorong Wookie kearahku. “Sana kembali kepelindung sucimu itu. Kalau kau ada disisiku, aku nggak tahan. Bisa- bisa aku memakan jiwamu itu.” Dia menengadah menatap Sparkyu. “Nae, jadi itu sambutan terbaikmu untuk sahabat lamamu?”

“Yesung hyung.. Sebenarnya apa yang?”

“Kemari kau!” Aku maju selangkah ke Wookie  dan segera menariknya kebelakangku agar dia nggak kenapa- kenapa

“Hyu-hyung..”

Aku menoleh kearah dua malaikat yang kini terbang cepat kearahku. “Kalian berdua, tolong jaga Kim Ryeowook. Biar aku yang menanganinya. Dan kau Wookie, jangan selangkahpun kau menjauh dari malaikat- malaikat ini. Kau terlanjur tereret ke masalah ini, jadi kau harus menurutiku, arra?”” Aku membungkuk sedikit dan kedua sayapku langsung keluar dengan cepat. Seagamku juga berubah menjadi jubah malaikat yang putih dan bercahaya terang.

“Hyung!” Kudengar Wookie berseru shock. “Kau punya sayap?!”

Kualihkan tatapanku kepadanya dan tersenyum. “Kau pasti kaget kan? Sudah kubilang aku ini malaikat pelindungmu. Akan kujelaskan nanti.” Aku langsung terbang cepat kearah iblis muda itu dan meraih tangannya. “Kalau kau mau membawaku, itu artinya kau harus bertarung denganku.” Aku membawanya terbang cepat ke atas langit. Tanganku terasa perih saat menyentuh kulit iblis itu. Sial..

“Sparkyu! Tolong pangeran Cloud! Kalau dia menyentuh iblis itu lebih dari ini kulitnya bisa terbakar!”

“Aku tahu!”

Aku langsung melepas tangan iblis itu saat posisi kami cukup tinggi dari dataran. Dia melayang dengan santai. “Aku nggak terlalu berminat bermaih denganmu. Jadi bagaimana kalau kau pergi dan jangan mencampuri urusan kami Max?”

“Iblis rakus itu tipe yang sulit diajak kerja sama, hyung.” Sparkyu melayang dihadapanku sambil mempersiapkan tombaknya. “Dia hanya akan menuruti perkataan orang yang memang menurutnya pantas dituruti. Dan pangeran sepertimu, bukan termasuk kedalam daftar itu.”

“Kau sangat mengenalku Sparkyu. Dan kau benar. Aku nggak berminat berhenti. Malaikat itu menyuruhku membawa pangeran kembali dan aku akan mendapatkan jiwa yang paling manis untuk kusantap.” Iblis itu mengangkat tangannya dan tombak cahaya hitam yang sama dengan milik Sparkyu juga muncul.

Perlahan kupusatkan tenagaku di kedua telapak tanganku. Ditangan kananku muncul sebuah panah dan ditangan kiriku muncul sebuah busur yang sama- sama terbuat dari cahaya keemasan.

“Lebih baik kau pergi Max. Iblis muda sepertimu akan musnah kalau terkena panahku ini.” Ancamku.

Iblis itu nggak mendengarkanku.

“Hyung pabbo! Kalau kau gunakan kekuatanmu, dewa bisa langsung melacakmu!” Seru Sparkyu kesal. “Serahkan dia kepadaku.”

“Dia melibatkan orang yang paling penting untukku. Kau kira akan kubiarkan dia berlalu begitu saja Kyu?”

Iblis itu memegang tombaknya kuat dan tersenyum sangar. “Aku akan sangat senang kalau bisa membawa seorang pangeran dan iblis kembali pulang.” Dia melesat cepat kearah kami berdua. Aku dan Sparkyu langsung bersiap menerima serangannya. Kutarik busur panahku dan mengarahkannya kepadanya.

“Sebaiknya jangan terlalu sombong Max.”

Srat! Tiba- tiba dua pangeran iblis muncul dan memegangi kedua tangan iblis itu.

Psatt! Sebuah panah cahaya melesat cepat dan menancap di dada Max.

“Aaargh!” Iblis itu langsung menjerit saat tubuhnya disinari cahaya dan detik berikutnya dia pingsan ditangan kedua tangan pangeran iblis itu.

Aku menengadah kearah datangnya panah itu. “Hyung!” Teukie hyung melayang tak jauh dariku dengan sayapnya yang berkilauan diterpa sinar matahari. Hanya Teukie hyung yang bisa melayangkan panah tanpa membunuh iblis. Max hanya pingsan.

“Aku akan membawanya menjauh dari wilayah ini. Ayo Camomile. Sparkyu, ikut dengan kami. Dan kau pangeran Cloud, bicarakan hal ini dengan manusia yang kini menatapmu dengan shock dibawah sana.” Ucap Petal hyung cepat dan langsung terbang membawa iblis itu bersama Camomile hyung.

Sparkyu langsung mengikutinya.

Aku menunduk ke bawah. Dengan jelas aku bisa melihat Wookie yang benar- benar shock menatapku.

Ketahuan…

0o0o0o0o0o0o0

“Kau sudah dengar semuanya kan..” Gumamku setelah menceritakan semuanya ke Wookie. Saat ini aku kembali membawanya ke rumahku. Kamu butuh tempat aman untuk bicara.

“Bukan hanya aku kan yang tahu rahasia kalian? Diantara kalian berempat hanya Siwon hyung yang keliahatn sangat dekat. Apa dia juga tahu hal ini?” Wookie menatapku serius meminta penjelasan dariku.

Aku menatapnya datar. “Nae. Dia manusia pertama yang tahu kalau kami malaikat dan Kyuhyn adalah iblis.”

“Ja-jadi kalian memang malaikat? Dan hyung seorang pangeran?”

Aku mengangguk. “Nama asliku adalah Cloud. Sekarang, apa kau takut?”

Namja itu perlahan mundur dan menatapku shock. “Ba-bagaimana bisa? Selama ini aku kira malaikat itu nggak ada. Ta-tapi ternyata saat ini dia berada dihadapanku dan melindungiku.”

“Memang sulit untuk dipercaya.” Balasku. “Kau boleh memilih untuk menjauhiku atau tidak. Bukan berarti karena aku malaikat, hidupmu akan diberkahi. Kalau kau menjauhi kami, maka kau nggak akan berhubungan dengan kejadian seperti tadi. Ingat kata- kataku, jangan pernah hidup dengan mendengarkan kata- kata orang lain. Jadi pilihlah pilihanmu sendiri.”

Wookie tetap diam.

“Bagaimana?”

“Kenapa kau melindungiku?”

“Karena kau berharga untukku.” Aku menjawab sejujur yang aku bisa. “Kau sesuatu yang harus kujaga karena begitu berharga. Silahkan kau mengartikan ini sesukamu, karena memang itulah kenyataanya.”

“Kau menyukaiku?”

Kutatap matanya dalam- dalam. “Lebih dari itu. Aku sendiri nggak tahu kata apa yang tepat menggambarkannya.”

“Hyung, jebal.. Katakan kalau kau menyukaiku atau nggak..?” Dia kembali memaksaku dengan sorot matanya yang dalam itu.

Aku berjalan selangkah mendekatinya. “Sudah kubilang lebih dari itu pabbo..”

“Hyung!”

“Aku mencintaimu.”

Wookie langsung mematung dan menatapku shock. “Mwo?”

“Aku sangat mencintaimu. Apa itu cukup untuk menjawab semua pertanyaan yang mungkin masih kau simpan?” Kini aku tersenyum menatapnya. “Sekarang gantian jawab pertanyaanku. Apa yang kau pilih..?”

Namja itu langsung berjalan cepat kearahku dan memelukku erat. “Aku memilihmu. Sekalipun hyung bilang bukan jaminan karena hyung malaikat hidupku akan diberkahi. Meskipun aku akan terkena masalah. Aku tetap memilih hyung..”

Jawaban yang memang kuinginkan..

Kupeluk dia perlahan. “Gomawo. Sesuai ucapanku, aku akan melindungimu. Aku akan menjadi malaikat special yang menjagamu selamanya..”

Selama ini aku selalu dilindungi oleh banyak pihak. Kini saatnya aku benar- benar melindungi hal- hal yang berharga untukku. Dan namja ini masuk ke dalam daftar nomor satu orang yang paling berharga untuk hidupku. Orang yang kucintai..

 

10 thoughts on “(2nb Story) Guardian Angeln // YeWook

  1. salam kenal
    yey yewook yewook !!!!!
    walau agak bingung bacanya, yang penting yewook ^_^
    banyakin lagi dunk chingu yewook nya…
    gomawo

  2. eonnie..
    msh ingat kh kau dgn qu.. aq ‘Geunnie Ryeosomnia’..
    yg sring bca ff mu..

    mian bru skrg bru bsa bca ff mu d.wordpress in.. al.a bru bner nih lapie..😥
    stlah d.bukka bxk bgt crta yg baru2.. keren-keren lge..
    neomu johayo.. ^^

    pkok.a ff eonnie in yg no.1 dehh..
    aq bakal jdi reader yg setia membca.a..
    FIGHTING..!!

  3. anyeong,aku slh 1 penggemar author lwat fanfiction,net,aku lg pngen temenan sm author lwat fb. Tp aku cari2 g nemu2,tlg minta alamat fbnya,thor. Please

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s