(1st Story) White Christmas // SiBum

Devil Half Angel -D.H.A- Series

.

Cast ::

Angel :: Kim Leeteuk

Petal :: Kim Heechul

Cloud :: Kim Yesung

Camomile :: Kim Youngwoon

Shins :: Shin Donghee

Jewel :: Lee Hyukjae

Snow :: Kim Kibum

Sparkyu :: Kyuhyun

Mitang :: Zhoumi

String :: Henry Lau

.

Other Chara :: Choi Siwon

.

White Christmas

(First Story)

.

(All pov Kibum)

 

“Shins hyung..” Aku berbicara dengan seorang hyungku dari dunia langit. Orang yang menyuruhku untuk ikut dengan Angel hyung dan pangeran Cloud kabur ke Halfpast. Mungkin.

Namja bertubuh tinggi agak gemuk itu muncul di dalam pantulan air. “Nae, Snow?”

“Mulai hari ini kami, terkecuali Angel hyung, pangeran Camomile dan pangeran Petal akan mulai bersekolah di sekolah manusia.”

Shins hyung mengangguk. “Aku sudah tahu. Disana akan banyak masalah yang akan kalian hadapi. Kuharap kalian semua saling menjaga. Prioritas utama, jauhkan pangeran Cloud dari manusia berhati kotor. Kau tahu kan apa yang akan terjadi.. Kau dan Jewel juga harus berhati- hati.”

Aku mengangguk. “Angel hyung sudah memperingatkan kami. Keselamatan pangeran diutamakan. Baiklah, sampai nanti hyung.” Aku langsung mematikan kontak dengan Shins hyung. Perlahan sosoknya di dalam air membaur dan menghilang.

Kembali kutatap sekolahku sekarang.

SM High School.

Namaku di dunia langit adalah Snow. Aku seorang malaikat pengatur musim dingin. Ada keterangan lain kenapa aku diberi nama Snow oleh dewa. Menurut mereka, karena sifatku inilah aku diberi nama Snow. Tapi itu bukan masalah.

Dan mulai hari ini aku adalah Kim Kibum.

Sejak aku diutus untuk ikut dengan Angel hyung kabur ke Halfpast beginilah nasib kami. Kami semua antara malaikat dan iblis tinggal di sebuah apartemen yang sama. Benar- benar sesuatu yang sangat asing. Tapi itu lebih baik karena keadaan ini saling menguntungkan.

Seperti yang diingatkan Shins hyung ataupun Angel hyung, sebagai malaikat, kami tak bisa berada di tempat atau berdekatan dengan manusia yang memiliki hati terlampau kotor. Kami bisa melemah, bahkan sekarat. Sedangkan para iblis itu berfungsi menghisap hati yang kotor, jadi mereka juga berfungsi melindungi kami. Benar- benar saling menguntungkan bukan?

“Kibummie!” Aku menoleh kearah pangeran Cloud yang berseru memanggilku. Dia sudah masuk ke halaman sekolah bersama dengan Jewel hyung dan Sparkyu. Mereka pun menggunakan nama manusia mulai dari hari ini.

Pangeran Cloud adalah Kim Yesung.

Jewel hyung bernama Lee Hyukjae.

Sparkyu memilih nama Cho Kyuhyun,

Aku langsung menghampiri ketiganya. Yesung hyung tampak memperhatikan kertas kecil yang diberikan oleh Angel hyung tadi dirumah.

“Aku sendirian di kelas tiga. Jewel- eh maksudku Hyukjae di kelas dua. Sedangkan Kyuhyun dan Kibum sekelas di kelas satu. Kalian bisa beradaptasi kan? Teukie hyung bilang, aku harus menjaga kalian.”

Hyukjae hyung menepuk bahu pangeran pelan. “Pangeran, yang ada juga kami yang menjagamu.”

“Aniya! Mulai sekarang aku bukan pangeran babbo! Jangan menarik perhatian, arra?!”

Mendengar seruan pangeran, Kyuhyun mencibir iseng. “Kalau nggak mau menarik perhatian, hyung juga jangan berisik begitu dong. Malu- maluin aja ah..”

“Cho Kyuhyun! Jaga ucapanmu!” Hyukjae hyung langsung memukul kepala Kyuhyun namun iblis itu dengan gesitnya langsung menghindar dan membuat Hyukjae hyung menatapnya kesal.

Kyuhyun nyengir.

“Sudahlah. Kita bisa terlambat.” Ujarku akhirnya sambil berjalan menarik tangan pangeran lebih dulu. “Kalau ada apa- apa, jangan sampai ada penyusup yang tahu siapa pangeran sebenarnya. Bahaya sekali kalau ada iblis yang memanfaatkan keadaan ini.”

“Aku tahu Kibummie.” Balas pangeran santai. “Yang paling penting, berhenti memanggilku pangeran. Namaku Kim Yesung.”

Kuputuskan untuk mengangguk. “Arraseo, Yesung hyung.”

0o0o0o0o0o0o0

Bagi malaikat musim dingin sepertiku, musim panas adalah sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Bukan berarti aku kehilangan setengah kekuatanku karena musim panas, tapi karena aku memang kurang menyukainya.

Aku suka musim dingin, salju dan yang paling penting aku sangat suka malam natal. Saat dimana para malaikat seperti kami diperintahkan untuk menurunkan salju. Mungkin itu juga salah satu alasan aku bernama Snow.

“Kibummie.. Boleh minta tolong?”

Aku menoleh menatap Teukie hyung yang melongok ke ruang tengah dari dapur. Hari ini hanya kami berdua yang ada di rumah. Entah yang lain sedang pergi kemana. Yang aku tahu, Yesung hyung dan Hyukjae hyung pasti sedang bersenang- senang.

“Apa hyung?” Aku berjalan menghampirinya.

“Kita kehabisan kecap asin. Bisa tolong kau belikan di minimarket? Tapi kalau kau nggak bisa, biar aku yang beli. Kau belum pernah belanja kan?” Teukie hyung menyodorkanku selembar uang senilai sepuluh ribu won dengan wajah ragu.

Aku berpikir sejenak lalu mengambil uang itu. “Aku harus terbiasa berkelakuan seperti manusia hyung. Biar aku yang membelinya.”

Teukie hyung tersenyum lembut sambil mengusap kepalaku pelan. “Baiklah. Kau ingat ya.. Kecap asin. Ada berbagai macam kecap di dunia manusia. Jangan salah pilih.”

“Aku kan bisa membacanya hyung!” Seruku agak kesal dan Teukie hyung malah tertawa. “Baiklah, aku pergi dulu.” Aku langsung berjalan keluar rumah meninggalkan Teukie hyung.

Berjalan kaki juga salah satu yang membuatku agak repot. Pasalnya selama di dunia langit para malaikat terbiasa menggunakan sayap. Menggunakan kedua kaki untuk berjalan jauh, itu hal yang kurang kusukai.

Butuh sepuluh menit untuk sampai ke minimarket terdekat. Aku langsung masuk ke dalamnya. Mencari benda yang seharusnya kutemukan.

Kecap asin!

Ngh.. Tapi kenapa harus yanga asin? Bukannya masih ada yang lain? Kecap itu bermacam- macam ya? Aku kan belum pernah memasak masakan manusia, jadi mana aku tahu kecap itu berapa macam.

Ah, aku menemukan yang aku cari.

Lalu? Dibayar..?

Kupandangi uang sepuluh ribu won ditanganku. Bayar dimana?

“Ada yang bisa kubantu?”

Aku menoleh ke seseorang yang kini berdiri di hadapanku. Tubuhnya tinggi sehingga aku harus menengadah menatapnya. Seorang namja yang berwajah cukup tampan dengan garis wajah yang tegas.

“Ngh.. Aniya. Aku hanya mau membayar. Bisa kau beritahu aku dimana aku bisa membayarnya?”

Namja itu mengerutkan keningnya bingung. “Kau nggak melihat kasir di dekatmu itu? Disana kau bisa membayar.”

Aku menoleh kearah yang dimaksud. Memang kulihat seorang yeojya berdiri di balik sebuah meja. Oh.. Jadi kalau mau membayar di tempat seperti ini, aku harus mendatanginya.

“Gomawo.” Aku membungkuk sekali dan berjalan cepat kearahnya. Eh, aniya.. Aku rasanya nggak berjalan karena aku nggak menyentuh permukaan. Omo! Aku kelepasan!

Buru- buru aku kembali berpijak kelantai dan memperhatikan sekelilingku. Nggak ada yang lihat kan? Huff… Syukurlah kalau begitu.

“Annyeong haseyo.” Yeojya itu menyapaku sopan.

“Ini.. Aku mau membayar. Gomawo.” Aku menyerahkan uang sepuluh ribu itu kepadanya dan langsung keluar sambil membawa kecap yang sudah kupegang. Sekarang aku tinggal pulang dan bisa santai lagi di rumah. Hari ini terlalu panas!

“Heyo! Kau!”

Siapa lagi sekarang?

“Kau bagaimana sih? Pergi begitu saja setelah memberikan uang. Belanjaanmu itu harus dihitung dulu tahu!” Tiba- tiba namja yang tadi bertemu denganku menyambar kecap asinku dan kembali masuk ke minimarket itu.

Dan aku… Mematung bingung.

Beberapa saat kemudian dia kembali dengan membawa sebuah kantung dan menyerahkan kepadaku kantung itu juga beberapa lembar uang. “Harga kecapnya itu hanya lima ribu won. Kau melupakan kembalian juga nggak membiarkan kasir menghitung belanjaanmu. Kau aneh.”

Oh.. Jadi begitu caranya..?

“Sudah. Lain kali ingat baik- baik. Ini bisa saja dianggap sebagai tindak kriminal.” Namja itu langsung berjalan meninggalkanku dengan langkah kakinya yang panjang.

Kelam.. Aku tadi nggak menyadarinya. Tapi sekarang aku melihat dia agak kelam.

Aiish! Aku lupa mengucapkan terima kasih! Sebagai malaikat aku nggak boleh melupakan tata krama!

Aku buru- buru mengejarnya tapi dia sudah menghilang begitu saja.

Tatapanku tertuju pada sebuah tempat yang agak membuatku takut. Kelihatannya sebuah tempat yang memiliki kekuatan jiwa kotor yang sangat kuat. Aku nggak berani masuk ke dalam. Ada sesuatu yang harus kuhindari. Inilah sulitnya kalau malaikat tinggal di dunia manusia.

Kulihat namja yang tadi menolongku keluar dari tempat itu.

Tapi dia nggak sendirian. Dia menggandeng dua orang yeojya berpakaian minim dan beraroma menusuk. Meski jarak kami jauh, aku bisa mencium aroma menjijikan dari kedua yeojya itu.

Apa ini arti dari kelam yang kulihat darinya? Jiwanya juga kotor? Ah, aniya! Kalau memang jiwanya kotor, satu meterpun aku nggak sanggup berdiri di dekatnya. Lalu itu apa? Firasat malaikat nggak pernah salah.

Apa ada sesuatu dari namja itu yang harus kuselidiki?

0o0o0o0o0o0o0

“Ah.. Hari ini aku masih terasa sangat kenyang. Ternyata memang banyak sekali untungnya kalau kabur ke Halfpast. Disini banyak sekali jiwa kotor yang bisa kuhisap.” Heechul hyung masuk ke ruang makan dengan tampang yang sangat puas.

Semalam dia nggak pulang, pasti habis memangsa banyak jiwa kotor.

“Hyung, setidaknya jangan seperti itu. Kita tinggal dengan malaikat, mereka bisa takut dengan kelakuanmu itu. Harga diri sebagai pangeran juga harus dijaga.” Balas Youngwoon hyung sambil terkekeh.

Kulihat Teukie hyung duduk disebelah Youngwoon hyung. Keduanya memang kelihatan sangat serasi. Seorang malaikat utama yang mengatur kehidupan para malaikat baru dan pangeran iblis. Hubungan yang memang nggak bisa dibenarkan.

Tapi melihat mereka berdua yang saling mencintai.. Aku ikut merasa bahagia.

“Kibum, kau dari mana kemarin? Aku kok mencium sesuatu yang menjijikan darimu.” Hyukjae mengendus tubuhku dengan tidak sopan sambil nyengir. “Kau main- main di luar ya? Nggak boleh loh.. Kau kan masih muda.”

“Aniya hyung. Secara nggak sengaja kemarin aku melewati tempat yang agak kotor. Beginilah jadinya.” Balasku sambil menenggak susu putih yang disiapkan Teukie hyung untuk kami. Malaikat hanya bisa meminum air atau susu dan memakan buah- buahan. Sedangkan iblis memakan daging.

Kulihat Kyuhyun mencibir kearahku. “Ya, hyung. Apa itu tempat yang bagus? Kalau bagus aku mau kesana. Sudah sangat lama aku nggak mengisi tenaga.”

“Kalau buatmu pasti akan sangat bagus Kyu.” Jawabku sekenanya. “Ah, nae! Hari ini sepulang sekolah ada yang mau kupastikan. Jadi aku akan pulang sedikit terlambat Teukie hyung. Boleh kan? “

“Tentu. Tapi kau jangan melupakan peraturannya. Jam delapan kau harus sudah kembali. Malam ini bulan purnama, malaikat sepertimu tidak boleh terkena sinarnya secara langsung.” Teukie hyung mengingatkanku akan bulan purnama.

Mendengar hal itu Kyuhyun langsung berdiri semangat. “Hya! Aku lupa sekarang malam bulan purnama. Kalau begitu aku nggak akan pulang malam ini! Pasti akan menyenangkan.”

“Kyuhyun… Bahaya kalau kau bertemu dengan iblis yang lain.” Gumam Teukie hyung mengingatkan lagi.

Kyuhyun menyeringai iblis. “Kan aku ingin bermain- main sedikit hyung. Sudah, mumpung matahari masih belum terik aku mau langsung berangkat. Sampai bertemu nanti hyungdeul!” Kyuhyun langsung berlari ke jendela dan menyibakkan sayap iblisnya yang berwarna hitam pekat. Dengan santai dia langsung terbang begitu saja.

“Dia itu selalu sesukanya. Dasar kekanak- kanakkan.” Gumam Heechul hyung.

“Kita juga berangkat sekarang aja.” Yesung hyung berdiri dan menatap kearahku dan Hyukjae hyung bersamaan. “Ada yang mau aku pastikan juga pagi ini. Kalian mau berangkat bersamaku atau nggak?”

“Tentu!” Aku buru- buru berdiri. “Shins hyung menyuruhku untuk menjaga hyung, jadi aku akan berangkat sekarang juga.”

Yesung hyung menatapku gusar. “Dasar anak ini..”

“Aku juga sekarang deh..” Hyukjae hyung ikutan berdiri. “Sepertinya banyak yang harus kita selesaikan. Aku juga ada urusan hari ini. Ada seorang anak yang membuatku agak risih.” Hyukjae hyung menarik tas ranselnya. “Annyeong!”

Kami bertiga berjalan keluar dari rumah. Berbeda dengan Kyu yang selalu memakai sayapnya, Yesung hyung lebih suka mengajak kami berjalan kaki. Agar lebih sehat katanya. Huff..

Ah iya! Jangan lupakan rencanaku hari ini.

Aku harus mencarinya lagi..

0o0o0o0o0o0o0

Aku berdiri beberapa meter dari tempat kemarin. Sebuah tempat yang agak menakutkan untukku. Menunggu namja itu datang atau keluar. Pokoknya entah apapun yang terjadi, kami harus bicara. Aku harus tahu kenapa aku merasa seperti ini.

“Kau sedang apa?”

Degh! Aku tersentak dan secara otomatis kedua kakiku mulai melayang disaat aku memutar tubuhku.

Namun dengan cepat aku kembali menapak. Namja itu berdiri di belakangku. Dia mengapit seorang yeojya ber-make up super tebal dan berpakaian tak selayaknya yeojya biasa. Aromanya sangat memuakkan. Aiish.. Kepalaku langsung pusing.

Brugh! Seketika aku terjatuh. Terlalu pekat!

“Wa-waeyo gudhae?! Gwaenchanayo?”

“N-nae..” Jawabku sebisa mungkin. “Ke-kepalaku hanya sakit..”

“Omo.. Apa mau kuantar ke rumah sakit?” Kali ini dia merunduk menyamakan tinggi kami. “Wajahmu kelihatan sangat pucat. Kau kelihatan sangat kesakitan. Apa benar nggak apa- apa..?”

“Dia kelihatan nggak baik, Siwonnie..”

Degh! Saat yeojya itu bersuara, aku merasa semakin mual.

Mual sekali..

Perlahan aku menatap namja itu. Wajah tampannya kini berubah prihatin. Kelam dari dirinya kelihatan semakin tampak jelas. Tapi semakin kulihat, aku semakin kacau. Sosoknya perlahan kabur.

Aku nggak kuat lagi…

Brugh!

.

Ngh.. Pusing.. Mual..

“Kau sudah bangun?”

Suaranya! Aku langsung membuka mataku dan mendapati dirinya sedang duduk disebelahku. Menatapku dengan kedua bola matanya yang sangat indah.

Aku memperhatikan sekelilingku. Langit sudah gelap, aku di taman. “Kenapa aku ada disini?”

“Tiba- tiba kau pingsan dihadapanku. Saat aku mau menghubungi keluargamu, kau ternyata nggak punya ponsel. Karena bingung akhirnya kubawa kau kesini. Apa kau sudah merasa lebih baik?”

Aku mengangguk sambil menekan- nekan kepalaku yang masih agak berdenyut. Barulah kutatap dia lagi. “Kau.. Apa yang terjadi?”

Dia mengerutkan keningnya. “Sudah kubilangkan kau_”

“Maksudku denganmu?”

Namja itu sontak memandangiku shock. “Eh?”

“Ada apa denganmu? Apa kau memiliki sesuatu yang kau pendam? Kesedihan? Atau sesuatu yang bersifat negative? Mungkin aneh, tapi sejak kemarin kita bertemu aku terus kepikiran denganmu. Aku melihatmu agak kelam..”

Namja itu menatapku bingung. “Ke-kelam?”

“Kau memiliki sesuatu yang membuatku tertarik kepadamu.” Entah apa yang membuatku mengatakannya, tapi aku langsung kaget setelah mengungkapkan kalimat itu. Bodohnya aku! Apa yang kukatakan itu aneh!

Namja itu tertawa. “Omo? Kau tertarik kepadaku? Kau itu polos atau jujur?” Dia menepuk bahuku sambil tetap tertawa.

Aku nggak bercanda.

“Kau sedang berbohong.”

“Mwo?”

“Kau tertawa tapi hatimu tidak. Hatimu terluka.” Kutatap kedua bola matanya yang kini menatapku dalam- dalam.

Dia kelihatan kaget. “Si-siapa kau sebenarnya?”

“Aku adalah malaikat.”

“Mwo?!”

“Snoow hyung!!!!” Seruan kencang itu membuat namja dihadapanku diam dan nggak melanjutkan kalimatnya. Aku langsung menoleh kearah Kyuhyun yang berlari menghampiriku dengan tampang cemas.

Nafasnya tersenggal- senggal. Dia pasti berlari sejak lama. “Pa-pabbo! Apa yang kau lakukan ? Sudah hampir jam delapan malam dan kau masih berkeliaran di luar?! Sinar bulan sebentar lagi akan terpancar! Angel hyung dan yang lainnya mencemaskanmu tahu!”

“Kyuhyun.. Anou…”

Kyuhyun menoleh ke namja yang kini mematung disebelahku. “Oh.. Jadi manusia ini yang kau maksud? Tapi meski sudah ketemu, kau tetap nggak boleh melupakan peraturan! Kau mau mati karena seorang manusia eh? Jangan konyol hyung..” Iblis itu mencibir kesal menatapku.

“Manusia?”

“Sudahlah Kyu..” Perlahan aku berdiri, tapi aku langsung roboh lagi. Kedua kakiku masih terlalu lemas. Untungnya Kyuhyun langsung menahan tubuhku.

“Kau.. Seberapa besar jiwa kotor yang kau dekati sampai kau kewalahan begini heh? Hyung hari ini sangat merepotkanku!” Kyuhyun langsung memapah tubuhku dan membantuku berdiri. “Kau akan dimarahi oleh hyungdeul.”

“Berisik Kyuhyun.. Aku ini sedang lemah.. Ayo pulang.”

Kyuhyun terkekeh pelan dan berjalan pelan membimbingku.

“Tunggu!” Namja itu berseru kepadaku. Perlahan aku menoleh menatapnya yang sudah memandangiku bingung. “A-apa kita bisa bertemu lagi?”

Eh? Dia mau bertemu denganku lagi?

“Jangan konyol dasar manusia rendah. Kau mau membunuh hyungku ya kalau dia bertemu denganmu? Kalau kau mau bertemu lagi dengannya, bersihkan dulu aroma kotormu itu. Berada satu meter darimu aja bisa membuatnya pingsan lagi tahu.”

“Kyuhyun!”

Kyuhyun mencibir lagi. “Aku kan mengatakan yang sebenarnya.”

“A-aku hanya ingin tahu siapa namanya.”

“Nama?” Aku menatapnya. “Aku akan memberitahu namaku kalau kita bertemu lagi nanti.”

“Namaku Choi Siwon!” Dia kembali bersikeras.

Kali ini aku tersenyum kepadanya. “Nae. Kalau begitu sampai bertemu nanti, Choi Siwon.” Setelah aku mengucapkannya, Kyuhyun langsung membawaku pergi meninggalkan namja itu yang masih menatap kami.

“Dia itu tertarik padamu hyung..” Gumam Kyuhyun datar.

Aku memilih diam sejenak. “Aku ingin segera pulang. Tubuhku benar- benar lelah.”

“Pabbo..”

0o0o0o0o0o0o0

“Jangan dekati tempat itu lagi.” Teukie hyung mengarahkan telapak tangannya di keningku. Samar- samar cahaya hijau kehidupan memancari dari tangannya dan merasukiku. Rasanya lembut, hangat dan menyenangkan. Aku suka sekali kalau hyungku ini sedang membagi jiwanya kepadaku.

Kutatap hyungku. “Mianhae, hyung. Aku sendiri nggak bisa menahannya. Saat yeojya itu mendekatiku, aku mulai kacau. Dan saat aromanya semakin menusuk, aku nggak bisa lagi menahannya.” Perlahan aku bersandar ke tepi tempat tidurku. “Tapi..”

“Tapi?”

Aku menunduk. “Aku nggak merasa tersiksa saat berdekatan dengan namja bernama Choi Siwon itu, padahal jelas- jelas jiwanya kelam. Makanya aku agak bingung dan jadi sedikit tertarik untuk mencari tahu tentangnya. Apa aku salah hyung? Apa aku sakit? Aku aneh kah?” Kutatap hyungku dalam- dalam untuk mendapatkan jawabannya.

Teukie hyung tersenyum. “Kau tentu tahu alasan kenapa kalian para malaikat bisa hidup dengan iblis dalam jarak sedekat ini kan?”

Aku mengangguk. “Hyung meminimalisir tekanan energi negatif para iblis agar nggak mempengaruhi tubuh kami kan? Begitupun sebaliknya, Youngwoon hyung dan Heechul hyung menekan kekuatan kami agar Kyuhyun nggak terpengaruh.” Jelasku perlahan.

Gantian Teukie hyung kini mengangguk sambil mengusap rambutku perlahan. “Lalu.. Apa kau tahu kenapa aku bisa menjalin hubungan dengan Youngwoon yang notabene adalah seorang pangeran iblis?”

“Eh? Bukannya itu karena hyung juga saling menekan kekuatan?”

Teukie hyung menggeleng.

“Mwo?! Jadi kalian nggak saling menekan kekuatan? Tapi kok hyung bisa baik- baik aja. Jiwa iblis itu kan yang paling kotor, kalau nggak ditekan dengan kemampuan khusus, malaikatpun bisa mati.”

Mendengar keterkejutanku, namja itu tertawa kecil. “Nae, seharusnya aku atau Youngwoon memang sudah mati karena saling terpengaruh dengan kemampuan masing- masing.Tapi itu nggak terjadi kan? Kau tahu alasannya kenapa?”

Aku menggeleng dengan bingung.

“Karena jiwa iblis yang dimiliki Youngwoon nggak bisa mempengaruhiku. Memang jiwanya sangat kotor, tapi yang kotor itu bukan hatinya. Youngwoon memiliki hati yang bersih untuk ukuran iblis. Dan aku bisa melihatnya. Kami saling mencintai dan kekuatan cinta itu ikut meminimalisir pengaruh negative masing- masing kepribadian.”

Aku masih agak bingung. “Lalu hubungannya denganku itu apa?”

“Kau melihat namja itu memiliki jiwa yang kelam tapi kau bisa mendekatinya dan baik- baik saja. Tidakkah kau berpikir kalau ada sesuatu yang aneh disini?” Perlahan Teukie hyung menyentuh dadaku lembut.

“Dihatiku?”

“Kenapa kau tertarik kepadanya? Apa hanya karena kau mau tahu kenapa dia terlihat kelam? Lalu setelah kau tahu apa kau akan meninggalkannya?”

“A-aku mau menolongnya. Entah kenapa aku nggak suka melihat jiwanya itu. Aku merasa janggal saat ia tertawa namun hatinya terluka. Makanya aku bingung sekali hyung. Ini pertama kalinya aku merasakannya, aku kira aku sedang sakit saat ini.” Ujarku pelan sambil mencoba menatap Teukie hyung yang tersenyum kepadaku.

“Kau memang sakit Snow. Bagi seorang malaikat musim dingin yang berhati dingin sepertimu, memiliki ketertarikan terhadap orang lain itu sangat bagus.”

“Maksudnya aku memang tertarik padanya? Apa aku suka padanya?”

Teukie hyung perlahan berdiri. “Untuk itu, hanya kau yang bisa menjawabnya. Temui dia lagi dan coba pastikan hatimu itu. Pikirkan semua kalimat yang aku katakan hari ini karena itulah yang akan membantumu memastikannya. Ikuti kata hatimu, karena dengan itulah kau akan menemukan kebahagaiaanmu. Sekarang istirahatlah..” Hyung berjalan meninggalkanku dan keluar dari kamarku.

Tinggallah aku sendiri terus meresapi setiap kalimat yang diungkapkan Teukie hyung.

Mungkinkah aku memang hanya tertarik padanya karena jiwanya itu? Atau aku memang tertarik karena aku menyukainya? Dewa tengah mempermainkanku saat ini.

0o0o0o0o0o0o0

Zrrshh~ Suara hujan membuatku termenung di depan sekolah.

“Kita disekolah sampai hujan reda aja.” Usul Yesung hyung santai dan dibalas Hyukjae hyung dengan gumaman kecil.

Tapi Kyuhyun seperti biasa, mendengus. “Aku mau pulang sekarang aja. Kalau ke atap sekolah, aku bisa pakai sayap tanpa ketahuan siapapun kan? Bye..” Namja itu langsung berjalan masuk lagi ke sekolah dengan langkah sok.

Kutatap kedua hyungku itu ragu. “Aku.. Juga mau pulang sekarang.”

“Tapi kau kan masih agak lemah Kibummie. Apa nggak akan menambah masalah? Aku bisa diomelin Teukie hyung nanti. Disini kan posisiku sebagai hyungmu.” Balas Yesung hyung khawatir.

Aku tersenyum kecil. “Aniya hyung. Aku udah nggak apa- apa kok.. Aku mau menemui seseorang.” Perlahan kutarik tasku dan kuletakkan di atas kepalaku. “Hyukjae hyung, tolong jaga Yesung hyung sampai rumah ya!”

“Nggak kau bilang aku pasti melakukannya. Hati- hati dijalan Kibummie. Segera pulang kalau kondisimu memburuk.”

“Nae! Daah~” Aku langsung berlari menerobos hujan meninggalkan dua hyungku yang memilih kembali ke dalam sekolah.

Mungkin kedengarannya nekat, tapi hari ini juga aku ingin memastikan semuanya. Hatiku menyuruhku menemuinya dan memastikan semuanya yang selama ini membuatku bingung. Tapi kemana aku harus menemuinya?

Tempat itu?

Aniya.. Aku bisa mati kalau ke tempat itu lagi. Kondisi tubuhku masih belum pulih. Di dalam tempat itu pasti banyak iblis yang bersarang, makanya jadi sekotor itu. Aku bingung itu sebenarnya tempat apa.

Brugh! Kakiku tersandung sesuatu dan aku langsung terjatuh.

“Aiish..” Seragamku kotor penuh lumpur sekarang. “Menyebalkan. Kalau begini aku harus pulang dulu dong..”

“Gwaenchanayo?”

Degh! Suara itu lagi.

Kini aku menengadah dengan cepat. Namja itu berdiri dihadapanku sambil membawa payung. Tanpa bicara apapun dia langsung menarikku berdiri. “Go-gomawo.”

“Nae. Kau itu bodoh ya? Hujan sederas ini kenapa malah pulang? Seharusnya kan kau tunggu di sekolahmu saja. Hmm.. Tapi tumben sih hujan di musim panas begini. Ini namanya berkah dari Tuhan.”

Dia kembali menunduk menatapku. “Seragam sekolahmu kotor. Mau ikut aku ke rumahku? Aku bisa meminjamimu bajuku dan berteduh disana. Kemarin kau pingsan, kondisi badanmu pasti masih buruk.”

“Aku mau bertemu denganmu.” Kalimat itu kembali keluar begitu saja dari mulutku.

Dia memandangiku dalam tapi langsung tersenyum manis. “Aku juga ingin bertemu denganmu.” Namja itu menarik tanganku dan membagi payungnya denganku.

“Siapa namamu? Sudah perjanjian kan kalau bertemu lagi kau akan memberitahuku namamu.”

“Kim Kibum.” Jawabku. “Namaku Kim Kibum.”

“Usiamu?”

“ Ngh.. Enam belas tahun.” Jawabku sekenanya.

Dia terkekeh pelan. “Kalau begitu panggil aku hyung. Aku setahun lebih tua darimu, Kibum.” Tangannya yang bebas menarik tas ranselku yang kotor dan basah. “Ternyata memang kita bertemu lagi. Jangan- jangan kau ini malaikat sungguhan ya? Aku merasa saat ini sedang dipermainkan.”

Aku hanya tersenyum kecil menanggapi ucapannya itu.

“Nah, sampai.” Kami tiba di sebuah rumah yang sangat besar. Namja itu, ah.. Maksudku Siwon hyung, dia langsung membawaku masuk ke rumah mewah itu. Banyak pelayan yang langsung menyambut kedatangannya. Tapi dia kelihatan acuh.

Rumah ini.. Dipenuhi hawa kesedihan..

Siwon hyung membawaku ke sebuah kamar. Kutebak, ini pasti kamarnya. Masih tanpa bicara dia mengobrak- abrik lemari pakaiannya dan melemparkan sebuah jaket kepadaku. “Tubuhmu kecil, kurasa pakaianku nggak muat. Pakai itu saja.”

“Rumahmu luas.. Tapi..”

Siwon hyung menoleh menatapku. “Tapi apa?”

“Tapi kosong..”

Siwon hyung kembali tertawa. “Kosong apanya? Dirumah ini ada lebih dari dua puluh pelayan tahu. Mana mungkin kosong. Kau ini sangat aneh Kim Kibum.”

“Aniya!”

“Ngh?”

“Kosong bukan tentang itu. Dirumah ini sangat dingin. Sepi.. Hampa dan sangat tidak menyenangkan. Sama seperti jiwamu yang kelam.” Kutatap dia yang menatapku lurus dengan wajah datar.

“Siapa kau sebenarnya?”

“Aku malaikat..”

“Jangan bercanda!” Siwon hyung langsung mendorong tubuhku hingga aku berbaring di tempat tidurnya dan dia menahanku. Wajahnya kelihatan terluka. “Jangan lagi katakan hal seperti itu. Kalau kau terus mengatakannya, aku takut kalau aku akan membencimu.”

“Menyingkir dariku hyung.”

Siwon hyung langsung kembali berdiri dan menarikku duduk. “Mianhae. Hanya saja ucapanmu membuatku kesal.”

Kini aku berdiri dan mencoba menatap matanya dalam- dalam. “Wae?”

“Wae?” Dia mengerutkan keningnya.

“Kenapa kau merasa kesepian? Kenapa kau merasa terluka dan sedih padahal kau memiliki segalanya? Kenapa kau menghabiskan waktu di tempat yang kotor dan bersama yeojya- yeojya menjijikan seperti itu? Kau membuatku bingung hyung. Sejak melihatmu pertama kali, aku nggak pernah bisa berhenti memikirkanmu.”

Raut wajahnya berubah kaget. Kali ini agak memerah. Dia malu?

“Kau.. Jangan bicara sepolos itu padaku. Bisa saja aku akan salah menilaimu.” Siwon hyung mengalihkan pandangannya dari mataku dan berjalan menjauhiku lalu duduk di tepi tempat tidurnya.

“Aku bertanya, dan kau belum menjawabnya hyung..”

Siwon hyung terlihat menerawang jauh kedepan. “Aku memang memiliki segalanya. Tapi ada yang nggak bisa kudapatkan. Aku mencarinya terus.. Karena nggak tahu dimana aku bisa mendapatkannya akhirnya aku selalu datang ke bar dan menjalin hubungan dengan banyak yeojya. Tapi tetap aku nggak bisa mendapatkannya..”

Aku berjalan mendekatinya dan bersimpuh dihadapannya agar bisa menatap matanya. Perlahan kugenggam kedua tangannya yang dingin. “Apa yang kau cari? Beritahu aku..” Aku benar- benar ingin menyudahi perasaan aneh dalam hatiku ini. Aku ingin menyelesaikannya sekarang.

“Cinta.”

Mwo? Aku membulatkan mataku menatapnya.

Dia tersenyum pilu. “Sejak kecil aku nggak dicintai. Orang tuaku sibuk menimbun uang. Semua teman yang mendekatiku hanya ingin menikmati kekayaan keluargaku. Semua yeojya yang mendekatiku juga begitu. Aku benci melihat orang bahagia, aku benci melihat banyak orang yang saling mencintai. Mereka nggak memiliki yang aku punya, kenapa aku nggak bisa memiliki apa yang mereka punya juga? Itu sangat nggak adil menurutku…” Namja itu mengalihkan wajahnya dari mataku lagi.

Jadi.. Kelam yang kulihat itu..

“Tapi masa kau nggak dapat kasih sayang orang tua? Saat natal mislanya, bukankah saat itu seharusnya manusia saling berkumpul bersama keluarganya?”

Siwon hyung berdiri dan menarikku agar ikut berdiri. Dia menepuk bahuku. “Satu- satunya yang kubenci itu natal. Disaat itu aku tetap sendirian. Disaat semua pelayanku kembali ke keluarga mereka untuk berpesta, disini aku sendirian.”

Kebalikan dariku yang sangat menyukai natal..

“Jangan tatap aku dengan matamu yang polos itu Kim Kibum.”

“Eh?” Aku kembali tersadar dari alam pikiranku sendiri.

Siwon hyung tersenyum lagi. “Hujan sudah berhenti. Pulang saja sekarang sebelum namja kemarin mencarimu dan marah- marah padamu lagi.”

Aku mengalihkan pandanganku ke arah jendela. Nae, hujan memang sudah reda. Dan malam akan segera datang. Aku memang harus segera sampai dirumah.

Siwon hyung mengantarku sampai pintu gerbang rumahnya.

“Benar nggak usah aku antar?”

“Nae. Bisa gawat kalau kau tahu dimana tempat tinggalku.” Gumamku. “Ngh.. Bajumu ini akan kukembalikan nanti. Kita pasti akan bertemu lagi, hyung.”

“Aku tahu.” Dia tersenyum manis kepadaku.

Kali ini aku tersenyum menatapnya. “Disaat kita bertemu nanti, aku akan mempersembahkanmu sesuatu yang nggak akan pernah kau bayangkan. White Christmas terindah yang nggak akan pernah dirasakan orang lain seumur hidupnya hyung..”

“Mwo?” Siwon hyung menatapku shock. “Bagaimana caranya? Ini kan musim panas? Kau kira akan ada salju yang turun saat musim panas eh?”

“Aku bisa melakukannya.” Kugerakkan tanganku di depan wajahnya. Dan perlahan muncullah beberapa butir salju yang jatuh ke tangan Siwon hyung. Tentu saja namja itu shock bukan main melihatnya.

“Kim Kibum.. Siapa kau sebenarnya?”

“Sudah kubilang kan? Aku seorang malaikat..” Aku langsung berlari meninggalkan namja itu. Aku yakin dia benar- benar bingung sekarang. Tapi aku nggak ragu lagi sekarang. Aku sepertinya sudah bisa memahaminya.

Aku tahu apa yang terjadi padaku.

0o0o0o0o0o0o0o0

“Mwo? Kau serius hyung?!” Kyuhyun menatapku shock. Dia melupakan benda hitam aneh yang sejak tadi dimainkannya dan berdiri nggak percaya.

Aku mengangguk. “Aku minta izin pada Teukie hyung dan Yesung hyung untuk menggunakan kemampuanku dihadapan manusia. Aku yakin dia nggak akan membocorkan rahasia ini kalau dia tahu.”

“Aniya! Aniya! Kalau dia tahu hyung malaikat sih nggak masalah. Aku nggak perduli. Tapi kalau dia sampai tahu aku ini iblis bagaimana? Bisa jadi masalah tahu. Manusia itu kan bodoh. Mereka menilai iblis itu sosok yang paling menakutkan. Pasti reaksinya akan berbeda jauh saat tahu kau itu malaikat! Pokoknya aku nggak setuju!”

Plakk! Heechul hyung langsung memukul kepala Kyuhyun cepat.

“Sakitt!!”

“Apa urusannya denganmu? Jangan bawel begitu Kyu, ini kan masalah Kibum. Jangan ikut mengambil komentar karena komentarmu itu nggak berguna.”

“Hyung!”

Kuputuskan mengalihkan pandanganku ke Teukie hyung yang masih belum bicara. “Hyung?”

“Kau tahu konsekuensi yang akan kau ambil kalau kau melakukannya kan Kim Kibum?” Youngwoon hyung yang bertanya kepadaku.

Aku mengangguk. “Kalau dunia langit tahu hal ini, maka aku akan dikutuk dan mati. Peraturan pertama yang tak boleh dilanggar adalah mencintai sosok yang berbeda. Manusia itu kotor, tapi apa yang harus kulakukan? Aku terlanjur mencintainya. Bukannya itu yang terjadi kepada kalian berdua. Sekalipun aku harus ikut bersembunyi selamanya di dunia ini, akan kulakukan.”

“Bagi malaikat, kalau sampai berani mengambil keputusan seperti ini, itu artinya dia serius.” Yesung hyung menepuk bahuku lembut dan tersenyum. “Sebagai pangeran dunia langit, kali ini aku mengizinkanmu melakukannya. Kalau nanti sesuatu terjadi padamu, aku akan bertanggung jawab sebagai Cloud.”

“Hyung..”

“Gimana sekarang Teukie hyung? Kau yang memiliki suara terbesar di kelompok ini?” Jewel hyung bertanya ragu.

Kulihat Teukie hyung menatapku datar. “Sebagai hyung tertua, aku sama sekali nggak mau melihat ada dongsaengku yang memilih jalan yang sama denganku karena jalan yang aku pilih ini salah.”

“Tapi kan hyung sendiri yang bilang. Kalau aku_”

“Kau mencintainya dengan tulus?”

Aku menatapnya bingung.

“Apa kau serius mencintainya?”

Aku mengangguk mantap menatap hyungku itu. “Nae. Aku serius kepadanya hyung. Karena itu aku ingin melakukan apa yang aku bisa untuknya. Sekali ini saja, aku ingin berkorban untuk sesuatu yang memang penting untukku.”

Hyung berjalan mendekatiku dan mengusap kepalaku lembut. “Aku sudah mengatakannya kan? Ikuti apa kata hatimu. Karena dengan itulah kau akan mendapatkan kebahagiaan yang selama ini kau cari.”

Hyung…

“Jeongmal?”

Teukie hyung mengangguk. “Aku pun akan melindungimu. Aku ini kan hyungmu..”

“Gomawo hyung!” Aku langsung memeluk hyungku itu erat. Aku sangat senang sekarang. Akan kulakukan apa yang hatiku katakan. Apapun yang terjadi nanti, aku berjanji aku nggak akan menyesal karenanya.

Siwon hyung..

0o0o0o0o0o0o0o0

Satu minggu aku memilih menghilang dari Siwon hyung. Aku memang nggak tahu apakah dia mencariku, tapi aku sengaja nggak mencarinya. Aku ingin memberikan white Christmas terindah untuknya. Natal yang penuh cinta yang belum pernah dia rasakan.

Aku juga minta bantuan hyungku yang lain untuk menyembunyikan kekuatanku yang nanti akan kugunakan agar dunia langit nggak bisa mengetahuinya. Bagaimanapun juga aku nggak mau menambahkan masalah untuk mereka.

Dan malam ini akan kupersembahkan untuknya.. Sesuatu yang belum pernah dirasakan namja sepertinya.

Malam ini aku meminta Youngwoon hyung, Hechul hyung juga Kyuhyun menyerap sinar bulan agar nggak sampai kepadaku. Ini juga pertama kalinya aku akan memakai sayapku lagi setelah sekian lama nggak kupakai.

Di jendela rumah, aku bersiap. Kedua sayap putihku sudah terbuka lebar.

“Hati- hati.” Ujar Yesung hyung.

“Nae hyung. Aku berangkat..” Dengan sekali hentakkan aku meloncat keluar jendela dan langsung terbang bebas di langit malam. Beberapa helai bulu sayapku terbang kemana- mana. Ini benar- benar perasaan yang menyenangkan.

Rasanya sangat lega…

Aku sampai di rumah Siwon hyung. Selama sekali aku berputar di rumah itu dan perlahan turun salju hanya di dalam wilayah rumah mewah itu. Setalah itu aku hanya berputar- putar memperhatikan banyak orang yang keluar dari rumah itu dengan bingung.

Kalian nggak akan bisa melihatku..

Kulihat Siwon hyung berlari keluar dari rumahnya. Matanya kelihatan kaget dan yang membuatku terkejut. Dia menatap kearahku dengan tatapan nggak percaya. Apa dia melihatku?

“Ki-Kim Kibum!”

Dia bisa melihatku?!

Aku langsung terbang ke wilayah belakang rumahnya dan mendarat diatas hamparan salju putih itu. Sebentar lagi dia akan sampai disini… Kupejamkan mataku.

“Kibum!!”

Dia datang..

Kubuka mataku dengan posisi membelakanginya. Saat itu sebuah pohon yang ada dihadapanku menyala dengan berbagai hiasan natal yang berwarna- warni. Di ujung pohon itu kulihat Teukie hyung berdiri sambil membuka kedua sayapnya lebar. Dia menggunakan jubah malaikatnya sehingga tubuhnya bercahaya. Sangat indah..

“Teukie hyung..?”

Namja itu tersenyum lembut sambil menunjuk ke suatu arah dibelakangku. Aku ikut menoleh dan kulihat Siwon hyung terperangah nggak percaya dengan apa yang kini ada dihadapannya. Mana mungkin ada manusia yang nggak terperangah melihat keindahan Teukie hyungku?

“Hyung..” Perlahan aku berjalan mendekatinya tanpa menutup sayapku.

“Ki-kibum? Apa ini mimpi..?”

“Inilah yang aku katakan waktu itu hyung. Aku sudah bilang akan mempersembahkan white Christmas terindah untukmu kan? Inilah kado natal dariku.”

Namja itu menatapku shock. “Sekarang katakan padaku.. Apa kau.. Benar- benar seorang malaikat?”

“Sudah kukatan sejak awal kan?” Aku menoleh kearah Teukie hyung lagi. Kini kulihat Hyukjae hyung dan Yesung hyung ikut berputar- putar pelan mengitari Teukie hyung yang melayang- layang santai.

“I-ini mustahil. Ma-malaikat itu..”

“Malaikat itu nyata..” Aku kembali menatap wajahnya dan kini aku melayang agar tinggiku lebih darinya. Dengan lembut kukecup keningnya perlahan.

“Kibum?!”

“Mulai hari ini aku memberkahi hyung dengan cinta yang nggak terhingga. Aku memberikanmu cinta yang selama ini kau cari. Terimalah kado natal dariku ini hyung.. Kau nggak akan melewati malam natal seorang diri lagi..”

“Kibum.. Maksudnya kau..?” Dia menengadah menatapku.

“Saranghae..” Ucapku sambil tersenyum kearahnya.

Tiba- tiba dengan satu gerakan Siwon hyung menarik tanganku dan memelukku erat. Dia menyandarkan kepalanya di bahuku sambil menarik nafas dalam- dalam.

“Hyung..?”

“Gomawo.. Jeongmal gomawo..”

Kupeluk tubuhnya perlahan. “Nae, hyung..”

“Pegang kata- katamu itu. Aku tahu malaikat nggak akan berbohong. Sulit membayangkannya, tapi ini hal yang sangat hebat. Terima kasih atas cintamu yang sangat hebat ini. Saranghae.. Nado saranghae Kim Kibum..”

Inilah yang akan terjadi.. Aku mengikuti apa yang hatiku katakan. Seperti kata Teukie hyung, akhirnya aku menemukan kebahagiaanku sendiri. Memang ini salah, tapi untuk pertama kalinya aku juga akan memperjuangkan cinta ini. Sekalipun harus musnah, aku tahu cintaku nggak akan pernah terkalahkan.

.

~First story is fin~

“Jadi inikan yang terjadi? Sesuai dugaanku..”

“Hyung?”

“Pertama Angel hyung yang menjalin cinta dengan pangeran iblis itu. Lalu sekarang Snow ikutan. Siapa yang akan menambah masalah sekarang. Aku akan melihatnya dari jauh baru bertindak. Kau setuju denganku kan, String?”

“Kau menyebalkan Mitang hyung..”

.

 

8 thoughts on “(1st Story) White Christmas // SiBum

  1. mwo?????
    sweeeettt….bgtt!!!
    .
    .
    .
    aish, manis bgt sih! kyaaa………yeoboku jd pangera…kkk…..

    saranghae chagiya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s