Still A Family (Chapter 2/2)

Chapter 2______

~Jung Soo pov~

Kupandangi foto kecil yang menggambarkan kelima anak- anakku saat mereka masih kecil. Air mataku mengalir. Aku nggak tahu apakah aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar sekarang. Memutuskan untuk berpisah dari Young Woon? Meninggalkan mereka semua? Apa jalan yang kupilih  benar?

Aku nggak tahu..

Kenapa hidupku selalu dipenuhi pilihan- pilihan yang rumit seperti ini..

Kuhapus air mataku dan menatap ponselku. Ada lima belas pesan yang masih belum kubaca. Dari pada aku diam, lebih baik aku baca dulu pesan- pesan itu.

“ Umma ada dimana?” Dari Yesung.

“ Umma tolong balas pesanku.. Umma dimana? Kami sangat khawatir..” Dari Yesung juga.

Maafkan aku.. Aku nggak bisa memberitahukan dimana keberadaanku.. Aku melanjutkan membaca pesan yang lainnya.

“ Umma sudah makan malam? Kami nggak bisa makan karena umma nggak memberi kabar sedikitpun. Pulanglah, umma..” Dari Wookie manisku.

“ Umma..” Dari Kibum.

“ Umma.. Aku ada permainan baru. Umma harus cepat pulang.” Kali ini dari magnaeku yang suka iseng, Kyuhyun.

“ Ah, aku lapar umma.. Umma nggak mau masak untuk kami?” Dari Kyuhyun lagi.

Aku tersenyum sambil menangis. Dia memang sedikit kekanak- kanakkan.

“ Umma!!!!” Dari Yesung.

“ Umma, jangan tinggalkan kami. Sekarang umma dimana? Umma sudah makan?” Dari Kibum-ku lagi.

“ Umma nggak sayang kami?” Pesan berikutnya dari Kibum membuat hatiku semakin sakit. Aku sangat menyayangi kalian.. Aku sangat menyayangi Young Woon.. Karena itu aku benar- benar terluka sekarang.

“ Umma jangan pergi, ya.. Aku sayang umma. Sangat sayang..” Dari Wookie. Air mataku semakin tumpah dan aku mulai terisak sambil menggenggam ponselku erat.

“ Aku memang bukan anak yang baik. Tapi aku selalu berusaha menjadi anak yang baik untuk kalian. Karena itu kumohon umma mau memikirkan kembali keputusan umma. Jangan buang kami, umma..” Pesan yang cukup panjang dari Heechul. Aku nggak akan membuang anak- anakku sendiri.. Orang tua macam apa aku kalau sampai membuang mereka?

“ Umma..” Dari Yesung lagi.

“ Umma!!!!!!!! Jawab pesanku!” Kyuhyun benar- benar marah.

“ Umma cepat pulang, ya..” Kibum.

Aku membuka pesan terakhir yang baru masuk beberapa menit yang lalu. Kali ini dari Young Woon. Dengan perasaan kacau aku membaca pesan itu perlahan.

“ Jong Soo.. Aku nggak tahu apa yang sedang kau pikirkan sekarang, tapi aku ingin kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Semua itu hanya salah paham. Yeojya itu yang menjebakku, Jung Soo.. Kumohon pertimbangkanlah lagi keputusanmu. Kau tahu aku tak bisa hidup tanpamu. Aku terlalu mencintaimu.. Kumohon Jung Soo..”

Akh.. Hatiku sakit..

Apa benar kau nggak punya hubungan dengan yeojya itu, Young Woon?

Tapi kenapa dia menciummu seperti itu?

Aku nggak sanggup melihatnya. Aku sakit hati. Aku terluka!

Aku mengeluarkan selembar foto lain yang ada didalam dompetku. Fotoku saat masih bersama dengan kedua orang tuaku dan kakak perempuanku.

Umma.. Appa.. Apakah ini balasan yang harus kuterima karena meninggalkan kalian dan nggak menuruti perkataan kalian? Apakah ini hukuman untukku dan Young Woon yang memilih kabur dari kalian?

Kenapa baru sekarang?!

Kenapa nggak dari dulu saja kalian menhukumku seperti ini! Bukankah semuanya sudah cukup. Aku sudah kehilangan keluargaku, bayiku, dan apa sekarang aku harus kehilangan suami dan anak- anakku?!

Aku harus bagaimana..?

~Jung Soo pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

“ Kibummie..” Siwon menyentuh pundak Kibum lembut. Ia menatap kekasihnya yang selama beberapa hari ini sudah nggak pernah lagi tersenyum seperti dulu. “ Kau sudah sarapan pagi ini?”

Kibum hanya menggeleng lemas sambil menumpukkan kepalanya diatas meja. “ Hari ini Heechul eonnie dan Kyuhyun pergi ke Mokpo.”

“ Mokpo? Apa umma-mu ada disana?”

Kibum menggeleng lagi. “ Nggak ada satupun orang yang tahu dimana keberadaan umma. Satu- satunya cara adalah mendatangi rumah keluarga umma. Aku harap kami mendapat jawabannya.”

Siwon mengusap rambut Kibum penuh sayang. “ Sabarlah.. Aku yakin semuanya akan berakhir dengan baik- baik saja..”

“ Sudah tiga hari, Siwon-ah.. Aku merindukan umma.. Appa juga nggak pulang.. Rumah kami sekarang sunyi..” Suara Kibum mulai terdengar lirih.

Siwon benar- benar nggak tega melihat orang yang dicintainya bersikap seperti ini sepanjang hari. Tapi apa yang harus dia lakukan? Dia bahkan belum pernah bertemu dengan umma-nya Kibum. Tapi setidaknya, meluangkan waktunya sedikit demi Kibum bisa membuat yeojya itu lebih baik.

“ Aku ada disini, Kibummie.. Aku akan selalu berada disisimu. Kalau kau butuh bantuan apapun, langsung katakan saja padaku..” Ia memeluk Kibum lembut. Dia nggak perduli kalau harus bersikap seperti itu didalam kelas.

“ Gomawo, Siwon-ah..” Kibum mendekap erat tangan Siwon yang memeluknya sambil mencoba tersenyum.

“ Ah, Kibummie!” Wookie masuk kedalm kelas Kibum tergesa- gesa.

Kibum menatap kakaknya cepat. Berharap ada kabar baik yang akan ia dengar saat ini. “ Nae, eonnie?”

“ Baru aja Heechul eonnie mengirim pesan ke Yesung oppa.. Mereka baru sampai di Mokpo.”

“ Apa mereka sudah menemukan rumah keluarga umma?”

Wookie mengangkat bahu. “ Aku nggak tahu. Mereka akan segera mengirim kabar lagi. Setidaknya, mungkin mereka nggak akan pulang hari ini.”

Kibum menatap Wookie dalam. “ Appa tahu tentang hal ini?” Tanyanya serius.

Wookie menatap adiknya. Lalu mengalihkan pandangannya. “ Jangan sampai appa tahu.. Kalau dia bertanya padamu, bilang saja Heechul eonnie dan Kyuhyun menginap dirumah temannya. Ah, tapi..” Wookie menarik nafas. “ Aku rasa malam ini appa juga nggak akan pulang..”

Kibum menutup matanya. Menahan air mata yang nyaris tumpah lagi. Ia nggak boleh terus menangis. Saat ini kedua saudaranya sedang berusaha mencari sesuatu yang bisa didapatkan. Ia hanya bisa berharap sekarang.

0o0o0o0o0o0o0o0

Kyuhyun memandangi sebuah kertas kecil ditangannya. Matahari sudah hampir tenggelam. Ia menatap kakaknya nggak yakin sambil mendengus. “ Apa benar ini rumahnya, noona?”

Heechul memandangi rumah besar yang kini ada dihadapannya. “ Sesuai dengan alamat yang ditulis, kan? Pasti benar.”

“ Sudah jam enam sore. Apa kita akan bertamu malam- malam?” Tanya Kyuhyun lagi yang masih ragu sambil menatap rumah mewah itu.

Heechul hanya mengangguk lalu menekan bel rumah itu sekali.

Seorang pria berkemeja rapih datang menghampiri mereka. “ Ada yang bisa saya bantu?” Tanyanya sopan.

Heechul maju mendekatinya. “ Apa benar ini rumah keluarga Park?” Tanyanya.

Orang itu mengangguk. “ Anda ingin bertemu siapa?”

“ Aku..” Heechul menatap Kyuhyun sejenak.

Kyuhyun mengangguk namun masih kelihatan ragu.

“ Aku ingin bertemu dengan Park Jung Soo.” Jawab Heechul pelan namun cukup jelas.

Orang itu menatap Heechul tak mengerti. “ Maaf, nona.. Tapi Jung Soo-sshi sudah tak tinggal disini lagi. Ada keperluan apa anda dengannya?”

“ Ah, kalau begitu.. Aku mau bertemu dengan orang yang mengenal Park Jung Soo. Pasti ada, kan?”

Pelayan itu menatap Heechul nggak percaya. “ Sebenarnya siapa anda?”

“ Katakan saja pada orang yang tinggal disini kalau saya mengenal Park Jung Soo.” Jawab Heechul lagi.

Kyuhyun tersenyum mendengar alasan Heechul yang cukup pintar. Kalau dia langsung terang- terangan yang ada pelayan itu nggak akan percaya dengan mereka. Tapi kalau dia bilang dia mengenal Park Jung Soo, itu lain lagi ceritanya..

Pelayan itu mengangguk paham dan segera masuk kedalam rumah.

“ Apa noona yakin kita akan mendapatkan sesuatu disini?”

Heechul hanya diam sejenak. “ Kita hanya bisa berharap.”

Selang beberapa lama kemudian seorang yeojya dewasa berlari menghampiri Heechul dan Kyuhyun dengan wajah berseri. “ Apa benar kalian mengenal Jung Soo?!” Tanyanya cepat sambil membuka pintu gerbang rumah besar itu.

Heechul mengangguk. “ Namaku, Kim Heechul.”

Begitu mendengar nama Heechul, yeojya itu tersentak kaget.

0o0o0o0o0o0o0o0

Wookie memandangi ruang kerja Young Woon yang sudah dirapihkannya. Ia melangkah masuk kedalam dapur.

Hening..

Ia duduk dikursi sambil menatap sekelilingnya. Biasanya umma selalu berada disini memasak bersamanya. Ditatapnya kebun kecil Jung Soo yang selalu dirawatnya. Tiga hari umma tercintanya tak memberi kabar sama sekali. Tiga hari appa ngga pulang.

Ia nggak bisa menemukan jawaban dari segala pertanyaan yang berkecamuk dalam hatinya..

Kenapa umma-nya pergi?

Kenapa harus seperti ini?

Kenapa keluarganya yang harus mengalami hal semacam ini?

Lagi- lagi air matanya menetes. Entah sudah yang keberapa kalinya Wookie menangis karena masalah ini. Bukan hanya dia, Kibum pun sama. Hanya bisa menangisi masalah yang nggak bisa diselesaikan secara cepat ini.

“ Wookie..” Yesung melangkah masuk kedalam dapur dan langsung memeluk tubuh kecil Wookie penuh sayang. “ Sudahlah.. Jangan menangis..”

“ Rumah ini kelihatan mati, oppa..” Jawabnya lirih. “ Tanpa umma, appa, Heechul eonnie dan juga Kyuhyun..”

Yesung memeluk Wookie semakin erat. Ia nggak bisa mengatakan hal apapun untuk menenangkan hati Wookie. Sedangkan saat ini ia juga ingin seseorang menenangkan hatinya.

“ Oppa! Eonnie!” Kibum berlari cepat kearah dapur.

“ Kibum? Waeyo?” Keduanya menatap Kibum penasaran.

“ Kyuhyun mengirimiku pesan, katanya mereka sudah menemukan rumah keluarga umma dan sekarang sedang berada disana. Kita diminta bersabar. Dan kalau bisa terus coba hubungi umma.” Jelasnya dengan wajah berseri.

Yesung lansung memeluk Kibum senang. “ Itu berita bagus!” Ia menoleh menatap Wookie.

Yeojya itu mulai tersenyum lega lalu memeluk Kibum senang. “ Aku harap mereka bisa menemukan sesuatu..”

“ Iye, eonnie..” Balas Kibum

0o0o0o0o0o0o0o0

~Young Woon pov~

“ Jung Soo.. Angkat teleponmu..” Kumatikan panggilanku. Aku nggak tahu ini sudah yang keberapa kalinya aku menghubungi Jung Soo. Ponsel istriku aktif, tapi dia nggak mengangkatnya.

Aku sudah mengelilingi beberapa hotel, penginapan atau rumah penampungan yang ada di daerah Seoul yang mungkin didatangi Jung Soo. Tapi aku nggak berhasil menemukannya. Dia benar- benar bersembunyi.

Jung Soo nggak membalas semua pesanku.

Nggak menjawab semua teleponku.

Apa dia serius ingin berpisah denganku? Aku nggak mau hal itu terjadi! Aku sangat mencintainya dan aku ingin dia berada disisiku selamanya.

Aku duduk dikursi taman dengan goyah. Aku suami yang buruk.. Juga seorang ayah yang nggak berguna..

Bagaimana kabar anak- anakku saja aku nggak tahu…

Aku hanya sesekali menelepon rumah, tapi nggak ada yang mengangkat. Apa mereka baik- baik saja? Apa yang mereka lakukan sebenarnya?

Kupejamkan mataku sambil memikirkan semua hal yang sudah terjadi selama ini.

Sangat banyak..

Trrrt. Ponselku bergetar.

Aku langsung memeriksa pesan yang masuk. Berharap pesan itu dari Jung Soo. Namun tebakanku meleset. Dari Yesung.

“ Appa, bagaimana? Ada kemajuan? Appa jangan terlalu keras mencari umma, appa harus istirahat. Pulanglah..”

Kubaca pesan itu berulang- ulang. Disaat begini, putraku masih memberikanku semangat. Aku benar- benar bersyukur mereka nggak langsung berpikiran buruk padaku.

Tapi aku nggak akan diam.

Aku harus bicara pada Jung Soo. Hanya dialah yang harus kutemui saat ini.

Hanya Jung Soo..

~Young Woon pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

Heechul menatap yeojya dihadapannya nggak percaya. “ Anda.. Kakak umma?” Tanyanya serius.

Yeojya itu mengangguk. “ Aku nggak menyangka kau sudah tumbuh sedewasa ini, Heechul.. Terakhir aku melihatmu saat usiamu dua tahun.”

“ Aku nggak tahu kalau umma punya kakak.. Aku nggak tahu kalau kami pernah tinggal di Mokpo. Umma.. Nggak pernah cerita apapun..” Heechul menunduk melirik kearah Kyuhyun yang hanya bisa diam.

“ Panggil saja aku Inyoung ahjumma..” Gumamnya. Ia melirik kearah Kyuhyun. “ Dan kau siapa? Apa kau putra yang diangkat Jung Soo?”

Kyuhyun menatap Inyoung sambil mengangguk. “ Kim Kyuhyun.”

“ Berapa anak yang diangkat Jung Soo dan Young Woon?” Tanyanya lagi.

“ Ada tiga lagi. Seorang namja dan dua orang yeojya..” Jawab Kyuhyun enggan. Ia malas berbasa- basi, ia hanya ingin mencari tahu dimana keberadaan umma-nya.

“ Bagaimana kabar mereka? Oh, iya.. Apa yang membawa kalian datang kemari?” Tanya Inyoung berusaha bersikap ramah.

Heechul menatap bibinya serius. “ Apa ahjumma tau dimana umma berada sekarang?”

Inyoung langsung menatap Heechul. “ Memangnya apa yang terjadi pada Jung Soo? Apa kalian datang kemari untuk mencarinya..? Jung Soo? Apa yang terjadi padanya!”

Heechul hanya bisa menggeleng pasrah. “ Umma pergi dari rumah selama tiga hari ini. Kami kira kalau datang kesini, kami bisa bertemu dengannya. Kami hanya ingin bertemu umma..”

“ Akh.. Jung Soo..” Inyoung menyandarkan tubuhnya disofa. “ Kenapa dia selalu tertimpa masalah.. Kenapa dia bisa pergi?”

“ Karena dia pikir appa selingkuh. Dia berniat pergi dari appa.” Kali ini Kyuhyun yang menjawab.

Inyoung menatap kedua orang itu nggak percaya. “ Yoong Woon selingkuh?!”

“ Tapi itu nggak benar! Appa dan umma dijebak! Tapi umma nggak mau dengar penjelasan appa, Karena itu kami semua mencarinya..” Jelas Heechul dengan cepat sebelum Inyoung berpikiran buruk tentang appa-nya.

Inyoung kembali lemas. “ Tapi Jung Soo nggak ada disini. Heechul, kau mungkin nggak ingat sama sekali karena kau masih berusia dua tahun. Tapi, sejak pergi dari Mokpo, Jung Soo nggak pernah kembali.”

Heechul dan Kyuhyun saling berpandangan lalu menatap Inyoung lagi.

“ Sebenarnya.. Apa yang terjadi?” Tanya Heechul ragu.

0o0o0o0o0o0o0o0

Sembilan belas tahun yang lalu..

“ Appa!! Aku nggak mau bertunangan dengan siapapun! Aku hanya mencintai Young Woon-ah!” Seru Jung Soo tak terima. “ Aku hanya mencintai Kim Young Woon!”

“ Jangan membantah! Namja itu nggak memiliki apapun untuk menghidupimu. Ia hanya pegawai perusahaan kecil, apa untungnya buatmu!” Seru appa-nya Jung Soo marah.

“ Aku nggak perduli! Aku hanya mencintai Young Woon-ah!” Jung Soo berlari masuk kedalam kamarnya sambil menangis.

Inyoung langsung masuk kekamar adiknya dan menghampiri Jung Soo yang tengah terisak diatas tempat tidurnya. “ Jung Soo..” Ia duduk disamping adiknya. Nggak tega melihat adiknya selalu menangis selama ini.

Hubungan Jung Soo dan Young Woon memang sudah ditentang saat Jung Soo memulainya ketika kelas tiga SMA, saat ia masih delapan belas tahun. Saat itu Young Woon sudah berusia dua puluh tahun dan bekerja.

“ Aku nggak mau bertunangan.. Appa benar- benar nggak mengerti!!” Seru Jung Soo sambil terisak.

Inyoung mengusap bahu adiknya lembut. “ Jung Soo, sudahlah.. Kau tahu, nggak ada yang bisa menentang appa..”

Jung Soo menatap Inyoung nanar. “ Eonnie nggak tahu apa- apa! Aku nggak akan melepaskan Young Woon-ah!!” Serunya sambil bangun.

Inyoung menatap adiknya serba salah. “ Tapi Jung Soo.. Kalau kau begini terus sama saja.. Appa nggak akan bisa ditentang..”

“ Eonnie..” Jung Soo mencengkram lengan Inyoung erat. “ Eonnie nggak tahu apa- apa.. Saat ini.. Saat ini aku..” Suaranya menghilang digantikan isak tangis yang dalam.

“ Kau kenapa, Jung Soo?”

“ Saat ini aku tengah hamil..” Isaknya pilu. “ Sudah satu bulan, eonnie..”

Inyoung tercekat mendengar pengakuan Jung Soo. Adiknya? Adiknya sedang mengandung?! Dan ia tahu pasti Young Woon-lah ayah dari bayi itu.

“ Bagaimana bisa?!” Seru Inyoung tak percaya.

Jung Soo masih menangis. “ Aku yang memutuskan semuanya.. Kalau appa nggak merestuiku dengan Young Woon-ah, hanya inilah caranya..”

“ Tapi kau tahu appa tak akan pernah merestui kalian! Apalagi kalau dia tahu hal ini!”

“ Aku tak perduli! Aku hanya ingin Young Woon-ah dan bayiku.. Aku nggak butuh apapun lagi didunia ini. Aku hanya ingin itu..”

“ Jung Soo..” Inyoung tak bisa mengatakan apa- apa lagi. Ia nggak tahu harus bagaimana.. Apa yang harus dia lakukan?

Jung Soo hamil? Tanpa restu dari umma dan appa mereka.. Kenapa hal ini bisa terjadi?

Seakan belum selesai, masalah baru muncul beberapa hari kemudian, Young Woon datang kerumah keluarga Park untuk menemui ayah dari Jung Soo. Ia ingin melamar Jung Soo secara resmi. Tapi, semua sia- sia..

“ Pergi kau!!” Seru ayah Jung Soo.

Young Woon sudah berlutut dihadapan namja tegas itu. “ Aku mohon restui hubungan ini. Aku dan Jung Soo saling mencintai.. Kumohon..”

“ Pergi!!” Usirnya. “ Kalian! Bawa pengemis itu pergi!!”

Beberapa orang berbadan besar menyeret Young Woon dengan kekerasan. Mereka memukuli Young Woon dihadapan Jung Soo yang sudah menangis histeris. Namun ayahnya tak perduli. Ditariknya Jung Soo masuk kedalam rumahnya dan ia langsung mengunci Jung Soo dalam kamarnya.

“ Appa!! Buka!! Jangan sakiti Young Woon-ah!! Appa!”

“ Kau tak boleh menemuinya!”

“ Appa!!!!!” Jung Soo benar- benar histeris. Ia nggak sanggup membayangkan Young Woon dipukuli dan diseret keluar dari rumahnya oleh orang- orang berbadan besar itu. Jung Soo menangis. Hanya bisa menangis pilu dalam kamarnya.

“ Young Woon-ah.. Young Woon-ah..” Ia hanya bisa memanggil nama namja yang sangat dicintainya sambil menangis pilu. Hatinya sangat sakit dan perasaannya hancur.

Setelah kejadian itu, Jung Soo memutuskan sesuatu yang paling berat.

Pergi meninggalkan keluarganya.

Ia kabur dari rumah dan memilih hidup bersama Young Woon. Namun masalahnya nggak selesai semudah itu. Karena stress berlebih yang ditanggungnya, Jung Soo harus rela kehilangan bayinya. Karena kondisinya yang buruk, satu- satunya jalan untuk menyelamatkan Jung Soo adalah mengangkat rahimnya yang sudah terinfeksi parah.

Itulah hal paling berat yang pernah dirasakan Jung Soo. Kehilangan bayinya juga nggak bisa memiliki anak lagi. Satu- satunya keluarganya yang tahu hal itu hanyalah Inyoung.

Dua bulan setelah keluar dari rumah sakit, Jung Soo menikah dengan Young Woon secara resmi. Hanya Inyoung dan seorang pastur yang menemani mereka. Mereka masih tinggal di Mokpo saat itu.

Dan untuk pertama kalinya, Jung Soo memutuskan untuk mengadopsi anak. Dan Heechul kecillah yan pertama hadir dalam keluarga kecil itu. Sesekali Inyoung datang secata diam- diam untuk mengunjungi Jung Soo.

Tapi dua tahun berlalu, akhirnya keberadaan Jung Soo dan Young Woon diketahui oleh orang tua Jung Soo. Appa Jung Soo mengancam akan mengambil Heechul kalau Jung Soo tak mau berpisah dengan Young Woon. Tentu saja Jung Soo nggak berniat menurutinya.

Inyoung menyuruh adiknya dan Young Woon pergi jauh dari Mokpo. Pergi sejauh mungkin ketempat yang ramai dan tak bisa dilacak oleh orang tua mereka. Dan Seoul-lah tempat yang akhirnya mereka pilih.

Di Seoul.

Sejak saat itu, Inyoung benar- benar putus hubungan dengan Jung Soo dan Young Woon.

0o0o0o0o0o0o0o0

Heechul nggak tahu sejak kapan ia sudah menangis. Inyoung pun menangis menceritakan kisah memilukan yang harus dialami adik kesayangannya. Kisah yang nggak ingin diingatnya lagi. Kisah yang ingin dikuburnya dalam- dalam.

Tapi sekarang semuanya sudah terkuak.

Rahasia sembilan belas tahun yang lalu.

Mokpo..

“ Aku nggak tahu umma dan appa pernahm mengalami hal seperti itu..” Gumam Kyuhyun datar. Ia nggak sanggup membayangkan apa yang terjadi sembilan belas tahun yang lalu. “ pantas saja waktu masalah Wookie noona dan yesung hyung umma pernah bilang begitu, kan.. Mereka berdua sama dengan umma dan appa.. Jadi itu maksudnya.”

Heechul menghapus air matanya dan menarik nafas dalam- dalam. “ Umma.. Appa..”

“ Kalau hubungan mereka harus berakhir, itu benar- benar konyol. Terlalu banyak hal yang mereka alami dan mereka perjuangkan. Mereka nggak boleh berpisah hanya karena kesalah pahaman.” Lanjut Inyoung sambil berjalan dan duduk disisi Heechul. Ia mengusap rambut Heechl lembut.

“ Kami pun nggak akan membiarkan hal itu terjadi.” Balas Heechul serius.

“ Aku tahu. Jung Soo dan Young Woon pasti mendidik kalian menjadi anak yang baik. Aku tahu kalian memang bukan anak kandung mereka, tapi kalian datang kesini hanya untuk mencari Jung Soo, padahal kalian nggak mengenal daerah ini. Jung Soo dan Young Woon orang tua yang paling beruntung.” Inyoung memeluk Heechul erat.

Heechul balas memeluk yeojya itu. “ Kami sangat menyayangi umma dan appa. Meski nggak berhubungan darah, mereka tetaplah orang tua kami.”

Inyoung menatap yeojya dihadapannya sambil menangsi terharu. “ Kumohon, tolonglah Jung Soo. Aku tak ingin adikku terus menderita.” Ia menatap Kyuhyun juga. “ Aku yakin saat ini kalianlah yang bisa menolong mereka..”

“ Nggak disuruh pun kami akan melakukan hal itu.” Balas Kyuhyun cepat sambil tersenyum. Meski belum menemukan Jung Soo, perasaannya menjadi sedikit lebih lega sekarang.

Inyoung tersenyum. “ Baiklah. Sekarang sudah malam. Kalian bermalam disini saja.”

“ Lalu, ahjumma.. Dimana oran tua umma?” Tanya Heechul.

Inyoung menatap Heechul sekilas lalu menatap kearah lain. “ Appa saat ini sedang berada di luar Mokpo. Tapi umma, besok pagi kalian akan bertemu dengannya. Dengan nenek kalian.”

0o0o0o0o0o0o0o0

Keluarga harus tetap utuh, kan?

Nggak ada satupun hal yang boleh menghancurkan keluargaku.

Umma.. Appa.. Pulanglah..

Apa kalian sudah nggak menyayangi kami lagi?

Apa kalian tahu kami disini terus menanti kalian?

Aku rindu masakan umma.. Aku rindu tawa riang appa.. Aku rindu kehangatan dan kebahagiaan dikeluarga kita yang dulu selalu kurasakan.

Bukankah musim dingin sudah berlalu? Tapi kenapa musim dingin terparah justru melanda keluarga kita?

Aku terpuruk ditengah musim dingin ini. Aku ingin seseorang mengangkatku.. Menolongku..

Dan aku ingin umma dan appa-lah yang menyelamatkanku..

Aku ingin kehangatan itu cepat kembali..

Aku merindukan umma dan appa..

Saranghaeyo..

Kibum mengirim pesan panjang itu kenomor ponsel Jung Soo dan Young Woon. Ia nggak tahu apakah orang tuanya akan luluh saat membaca harapannya. Membaca isi hati yang terdalamnya. Tapi ia ingin mereka tahu. Betapa rindunya dia dengan Jung Soo dan Young Woon. Bukan hanya dia, Yesung, Wookie, Heechul dan Kyuhyun pun sama.

Mereka hanya ingin keluarga mereka kembali.

Ia nggak pernah lagi bisa tidur nyenyak. Setiap malam ia selalu didatangi mimpi yang sama. Mimpi tentang perceraian umma dan appa-nya. Dan saat ia terbangun, dia hanya bisa menangis dan menangis.

“ Kibummie..” Wookie masuk kedalam kamar yeojya itu.

“ Nae?” Kibum langsung menghapus air matanya. “ Eonnie sudah bangun?”

Wookie mengangguk sambil menatap mata Kibum yang merah. Dia nggak bisa menasihati adiknya saat ini. Karena dia paham betul apa yang tengah dirasakan Kibum. “ Aku sudah membuat sarapan..”

“ Aku nggak lapar, eonnie..”

“ Tapi kita harus makan. Kau tak mau makan sama sekali, kan?” Wookie duduk ditepi tempat tidur Kibum dan menatap adiknya dalam. “ Tadi Yesung oppa dapat pesan dari Heechul eonnie. Mereka akan pulang hari ini.”

“ Apa umma disana?” Kibum menatap Wookie serius. Berharap kali ini Tuhan mengabulkan doa mereka untuk menemukan umma.

Namun Wookie menggeleng. Dan harapan dimata Kibum langsung redup. “ Tapi mereka bilang menemukan sesuatu yang bagus. Kita disuruh menunggu.”

“ Apa itu?”

“ Aku nggak tahu.” Wookie berdiri dan mengusap kepala Kibum sekali. “ Sekarang kita sarapan dulu aja, ya.. Kita kan tetap harus pergi kesekolah.”

Akhirnya Kibum mengangguk.

0o0o0o0o0o0o0o0

Heechul dan Kyuhyun sudah bersiap- siap untuk pulang. Mereka ingin segera berada dirumah. Keduanya sudah berjalan kearah pintu depan rumah Jung Soo.

Heechul menatap Inyoung. Lalu menatap kearah seorang yeojya yang cukup tua sambil tersenyum lembut. “ Ah, maaf..”

Yeojya tua itu berjalan dan merangkul Heechul dengan mata sembab. “ Panggil saja aku nenek. Aku nenek kalian..”

Heechul tersenyum sambil mengangguk. “ Baiklah, nenek.. Aku hanya ingin tahu apakah nenek dan kakek sudah memaafkan umma dan appa?”

Yeojya itu mengangguk sambil memeluk Heechul. “ Aku sudah memaafkannya sejak bertahun- tahun yang lalu..”

“ Khamsahamnida..” Balas Heechul terharu. Ia melepaskan pelukan neneknya dan mencoba tersenyum. “ Aku akan memberitahukannya pada umma dan appa. Mereka pasti merasa lebih baik kalau mendengarnya.”

“ Noona, ayolah.. Yang lain sudah menunggu kita.” Gumam Kyuhyun nggak sabaran.

“ Baiklah. Kami pulang dulu.” Heechul dan Kyuhyun membungkuk hormat dan memutar tubuh mereka lalu berjalan meninggalkan Inyoung dan ibunya.

“ Heechul, Kyuhyun.” Panggil Inyoung cepat.

“ Nae, ahjumma?” Heechul menoleh.

“ Kalau kalian sudah bertemu Jung Soo dan Young Woon, bilanglah pada mereka. Kalau punya waktu, datanglah kesini. Kami semua menunggunya. Kami semua sangat merindukannya..”

Heechul mengangguk. “ Tapi.. Apa boleh kami semua juga ikut?”

Inyoung tertawa kecil. “ Tentu saja. Kalian anak- anak mereka, kan? Tentu kalian harus ikut.”

Heechul dan Kyuhyun tersenyum.

“ Kami.. Pasti akan datang lagi.” Gumam Kyuhyun lalu berjalan cepat keluar dari pekarangan rumah besar itu. Heechul berjalan sedikit lebih jauh dibelakangnya.

0o0o0o0o0o0o0

~Jung Soo pov~

Aku menangis membaca pesan dari Kibum. Berkali- kali kubaca pesan itu. Hatiku semakin sakit. Jung Soo.. Sebenarnya apa yang kau lakukan? Keputusan apa yang telah kau ambil? Apa aku salah? Apa aku lagi- lagi mengambil keputusan yang salah?

Apa benar kau harus berpisah dari Young Woon?

Apa benar kau bisa hidup tanpanya..?

Andwae!

Tapi kenapa kau memutuskan hal itu?

Karena aku sakit hati..

Bukankah Young Woon sendiri bilang itu hanya salah paham?

Tapi aku nggak bisa semudah itu percaya!

Perasaanku kacau. Kalut. Aku bingung. Aku harus melakukan apa? Aku sangat merindukan anak- anakku. Lalu kenapa kau nggak pulang? Aku tak bisa pulang kerumah itu.. Aku nggak sanggup melihat wajah anak- anakku yang terluka karena kesalahanku. Ini semua salahku..

Aku segera menelepon Kibum. Aku ingin mendengar suaranya.

Ctek.

“ Umma!!” Seruan Kibum membuatku tersentak.

“ Chagi..” Panggilku. Aku berusaha agar Kibum tak mendengar suara isakkanku. “ Apa yang sedang kau lakukan..?”

“ Umma dimana? Umma sudah sarapan? Apa umma baik- baik saja? Kapan umma akan pulang.. Aku.. Aku dan yang lainnya sangat sedih umma.. Pulanglah..”

Kubekap mulutku agar Kibum tak mendengar tangisanku. Kutarik nafas dalam sambil menjauhkan ponselku. Setelah perasaanku tenang aku mulai  bicara. “ Umma baik- baik saja, chagiya.. Bagaimana dengan yang lainnya?”

“ Heechul eonnie dan Kyu pergi.”

“ Pergi kemana?”

Kibum diam tak menjawab. Tiba- tiba terdengar suara Yesung. “ Umma..?”

“ Yesungie.. Nae, chagiya?”

“ Sekarang umma dimana? Aku ingin bertemu dengan umma..” Suaranya terdengar lemah dan lirih. Yesungie-ku..

Lagi- lagi suara ponsel dioper ke orang lain. “ Umma.. Umma.. Umma..” Yang terdengar sekarang isakan Wookie yang pilu. Hanya memanggilku.

“ Wookie.. Chagiya..”

“ Umma.. Umma.. Kenapa umma begini? Pulanglah…”

Perasaanku semakin kalut. “ Mian, chagiya.. Mian..” Ucapku lirih. Aku nggak sanggup lagi mendengar suara mereka semua. Aku langsung mematikan ponselku dan menangis lagi di dalam kamar hotelku.

“ Mianhae.. Mianhaeyo..” Hanya kata- kata itu yang bisa kuucapkan.

~Jung Soo pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

“ Kami pulang!” Kyuhyun berlari masuk kedalam rumah dan langsung menuju kearah ruang tengah. Ia yakin semua saudaranya ada disana sekarang. Dan bukan hanya saudaranya, Sungmin, Siwon dan Hankyung-pun ada disana. “ Minnie..” Tanpa banyak bicara ia langsung memeluk Sungmin. “ Kau disini juga..”

Heechul masuk menyusul Kyuhyun dengan wajah lelah. Ia langsung menghempaskan tubuhnya disofa dan bersandar dibahu Hankyung. Wookie langsung berlari kedapur untuk mengambilkan minuman untuk kakak dan adiknya itu.

“ Ada yang kalian temukan di Mokpo?” Tanya Hankyung.

Heechul memejamkan matanya. “ Sesuatu yang sangat ngak kubayangkan.” Ia duduk tegap menatap saudaranya bergantian.

“ Apa, noona?” Tanya Yesung.

Wookie sudah kembali dan duduk disamping Yesung sambil meletakkan dua cangkir teh hangat untuk Heechul dan Kyuhyun.

“ Masa lalu umma dan appa.”

0o0o0o0o0o0o0o0

~Young Woon pov~

Aku melangkah keluar dari kantor. Malam ini aku juga harus terus mencari Jung Soo. Aku harus menemukannya dan segera pulang kerumah. Aku nggak bisa pulang karena aku tak sanggup melihat wajah anak- anakku yang kacau karena masalah kami.

Baru saja aku akan masuk kedalam mobil. Kulihat sosok seorang yeojya mengejutkanku.

Kutatap Jun Ki nanar. “ Apa yang kau lakukan disini?”

Yeojya itu tersenyum sinis. “ Apa istrimu kembali?” Ia berjalan mendekatiku.

“ Bukan urusanmu.” Ucapku sambil membuka pintu mobilku.

Brak! Jun Ki menahanku dan menatapku kesal.

“ Kau masih akan mencarinya?”

“ Tentu! Menyingkir dariku!”

Jun Ki langsung tertawa sinis sambil memainkan dasiku. “ Young Woon-ah.. Kenapa kau sampai sebegitunya dengan yeojya bodoh itu, sih? Kalau dia nggak memaafkanmu, ya sudah. Lupakan dia. Aku masih ada untukmu..”

Aku semakin geram melihat kelakuan yeojya itu. “ Pergi!” Kusentakkan tubuh Jun Ki hingga ia tergeser menjauh dengan kasar. “ Jangan ikut campur urusanku! Aku muak melihat wajahmu!”

“ Dasar namja nggak tahu diri!” Jun Ki menampar wajahku. “ Sudah bagus aku mau menjadi pengganti istrimu yang nggak bisa apa- apa itu! Kau memuakkan, Young Woon! Sampah!”

Kutatap yeojya itu semakin marah. “ Aku tak butuh belas kasihanmu!” Sentakku kasar dan langsung masuk kedalam mobilku. Dan menjalankannya. Dia benar- benar membuatku muak!

Kunaikan kecepatan mobilku.

Aku akan terus mempertahankan Jung Soo! Aku tak akan melepaskan yeojya itu sampai kapanpun. Karena hanya Jung Soo-lah yang kucintai! Hanya Jung Soo!

Ckiit! Tiba- tiba aku tersentak karena ada mobil yang berbelok tepat diarahku. Aku langsung memutar stir mobilku ke kiri dan mobilku berhenti ditepi jalan sedikit menabrak trotoar.

Kutatap mobil tadi muak. Nyaris saja aku mati.. Apa yang kulakukan tadi? Menjemput kematianku? Jangan konyol Young Woon.

“ Aaarrggh!!!” Aku menjerit sekencang- kencangnya sambil menumpukan kepalaku diatas stir mobil. “ Jung Soo!!!!!”

~Young Woon pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

Wookie dan Kibum sudah terisak. Sungmin-pun ikut- ikutan menangis saat Heechul menceritakan semua masa lalu Jung Soo dan Young Woon.

Siwon merangkul bahu Kibum dan mencium kepala yeojya itu lembut. “ Tenanglah, Kibummie..”

“ Umma.. Appa..” Isak Kibum semakin dalam. Ia mencengkram lengan Siwon.

“ Aku nggak percaya kalau hal itu pernah terjadi.” Gumam Yesung sambil menunduk dan memeluk Wookie yang sudah menangis pilu. “ Kenapa umma dan appa nggak pernah cerita tentang hal ini pada kita.”

“ Babo. Mana mungkin mereka cerita pada kita..” Balas Heechul lemah.

“ Sekarang kita harus bagaimana? Kita memang sudah berhasil mengetahui masa lalu umma dan appa, tapi kita kan nggak tahu dimana keberadaan umma sekarang.” Kyuhyun menatap saudara- saudaranya yang lain pasrah. “ Tujuan kita kan hanya mencari umma..”

Heechul langsung terpikirkan sesuatu. “ Kalaupun kita menemukan umma, belum tentu umma mau mengubah keputusannya.” Ia menatap Kyuhyun. “ Apa kau nggak ada ide, Kyu?”

“ Maksud noona?” Kyuhun menatap kakaknya penasaran.

“ Kalian bukannya harus menemukan umma kalian, tapi kalian harus mengubah keputusannya.” Kali ini Siwon mengutarakan pendapatnya. Yang lainnya menatap Siwon serius. “ Kalau hanya menemukannya tapi nggak membuatnya merubah keputusannya, bukannya sama saja. Jadi kalian harus membuat umma kalian merubah keputusannya bercerai dari appa kalian.” Jelasnya.

“ Bagaimana caranya? Umma bukan orang yang mudah menarik kata- katanya.” Gumam Kibum sambil menatap Siwon.

“ Ah, gunakan saja kisah mereka!” Seru Sungmin.

Semuanya kali ini menatap Sungmin. “ Maksudmu, chagiya?” Tanya Kyuhyun pensaran.

“ Aku ada ide.. Kuharap aku bisa berguna untuk saat ini.”

0o0o0o0o0o0o0

~Jung Soo pov~

Kubaca sebuah pesan dari Heechul.

“ Umma.. Ada pameran hari ini. Kuharap umma mau datang. Untuk kali ini saja umma.. Kumohon datanglah..”

Apa benar ada pameran? Atau ia membohongiku?

Bagaimana kalau saat aku datang, ada Young Woon dan anak- anakku yang lain? Apa ini bukan sebuah jebakan untuk membawaku keluar?

Jung Soo.. Kenapa kau berpikir buruk! Mereka anak- anakmu, kan!

“ Jam berapa, chagiya?” Balasku.

“ Dimulai jam sebelas hari ini. Aku tunggu didepan kampus. Karena pameran umum, aku ingin umma juga datang. Appa sama sekali nggak ada kabar. Setidaknya aku ingin salah satu dari orang tuaku melihat hasil karyaku. Itupun kalau umma masih menganggapku anakmu..”

Apa yang dia katakan? Aku selalu menganggapnya anakku! Kenapa dia bilang begitu? Apa dia sudah nggak percaya padaku lagi? Hechullie..

“ Kau tetap anak umma! Baiklah, umma akan datang..”

Aku menunggu beberapa saat. Nggak ada balasan dari Heechul. Kulirik jam tanganku, sudah jam sebelas. Apa lebih baik aku kesana sekarang? Atau aku nggak usah datang?

Jung Soo.. Jangan bohongi anakmu sendiri!

Baiklah.. Aku akan datang.

Aku langsung mengambil tasku. Dan melangkah keluar kamar. Rasanya membosankan juga selalu mengunci diri didalam kamar hotel semacam ini. Bolehlah kalau sekali- kali aku keluar dan menemui putriku.

Aku langsung memanggil taksi dan menuruh sopirnya mengantarkanku ke universitas Sangji.

Butuh waktu selama setengah jam untuk sampai kesana. Saat turun, Heechul sudah menungguku di depan gerbang universitasnya. Saat melihatku, Heechul langsung berlari memelukku erat.

“ Umma! Aku sangat merindukanmu!” Ucapnya.

Kupeluk Heechul. “ Nado, chagiya..” Balasku.

Heechul menatapku sambil tersenyum. “ Ayo..” Ia merangkulku lembut.

Ia mengajakku masuk kedalam gedung universitasnya. Tapi ia tak membawaku ke aula pameran yang biasa. “ Kita mau kemana?”

“ Ke pameran umma..” Jawabnya. Ia membimbingku masuk kedalam sebuah aula lain. “ Pamerannya ada di aula lain.” Kulihat Heechul menatap lurus kedepan.

“ Ini kan aula drama..” Aku mengedarkan pandanganku ke aula yang kosong itu. Namun seseorang yang duduk bagian depan kursi penonton membuatku terkejut.

Young Woon!

“ Ayo umma..” Heechul menuntunku turun melewati tangga dan berhenti dihadapan Young Woon.

Young Woon menatapku kaget. “ Jung Soo!” Ia berdiri dan hendak memelukku.

Aku menghindar. “ Jangan sentuh aku, Youn Woon-ah..”

Young Woon menatapku sedih namun hanya diam.

“ Kalian duduk, ya.. Pamerannya akan dimulai..” Heechul memaksaku duduk. Dan mendorong tubuh Young Woon duduk lagi. “ Yak, tamunya sudah lengkap! Mulai!” Serunya kencang.

Aku nggak mengerti apa yang direncanakan anakku kali ini. Aku hanya diam menatap panggung drama itu.

“ Appa!!!” Kudengar seorang yeojya muncul diatas panggung. Yeojya berambut pirang. Ah, kalau nggak salah itu yeojya yang ada difoto Kyuhyun. Lee Sungmin, Pacarnya Kyuhyun. Kenapa ada disini?

“ Aku sangat mencintai Young Woon!” Seru Sungmin.

Aku tersentak.

“ A.. Aku?” Kudengar Young Woon bergumam.

Aku menatapnya sekilas lalu memandang kearah panggung lagi.

“ Kau tak boleh melanjutkan hubungan kalian. Kau akan segera bertunangan. Mulai sekarang jauhi namja itu!” Yesung keluar dari balik panggung.

Ini… Masa laluku…

Kenapa mereka bisa..

“ Tapi aku hanya mencintai Young Woon! Selamanya.. Sampai kapanpun. Aku nggak mau berpisah dengannya!” Seru Sungmin sambil meratap dihadapan Yesung. “ Aku tak mau!”

Yesung masuk kedalam panggung lagi.

“ Sudahlah, Jung Soo..” Kibum muncul di panggung dan mendekati Sungmin.

Aku tak bisa bergerak. Tak bisa berkomentar. Mereka menunjukkan drama masa laluku. Drama sembilan belas tahun yang lalu. Kenapa mereka bisa mengetahui hal ini? Kenapa?!

~Jung Soo pov end~

0o0o0o0o0o0o0

~Young Woon pov~

Aku hanya bisa mematung sambil menatap drama itu. Drama masa laluku dan Jung Soo. Nggak akan pernah kulupakan. Dari mana anak- anakku tahu tentang masa lalu itu? Bukankah aku dan Jung Soo sepakat nggak akan memberitahu mereka semua.

Adegan drama itu masuk ke bagian saat aku dan Jung Soo kabur. Diperankan Kyuhyun dan pacarnya.

Setelah kabur, aku dan Jung Soo sempat hidup tenang. Kami masih belum menikah, aku masih mengumpulkan biaya untuk pernikahan kami. Sekaligus biaya untuk calon anak kami nanti. Tapi semua nggak berjalan lancar..

Sungmin bisa memerankan peran Jung Soo yang sangat sempurna. Kyuhyun pun sama.

Aku melirik kearah Jung Soo yang hanya diam. Namun air matanya sudah mengalir.

Kutatap lagi panggung itu.

Sungmin menjerit kesakitan. Aku tahu kejadian apa itu. Kejadian saat Jung Soo harus dibawa kerumah sakit karena pendarahan dan ia harus kehilangan bayi dan rahimnya. Kenangan paling buruk seumur hidupnya. Bahkan kenangan paling buruk juga untukku.

Kami harus kehilangan bayi pertama kam juga hidup secara diam- diam. Disaat begitu, Inyoung-lah orang yang paling berjasa. Ia selalu datang menemui kami.

Hingga akhirnya kami putuskan untuk menadopsi anak.

Wookie muncul. Memerankan Heechul yang baru kami adopsi.

“ Mulai sekarang kau akan menjadi bagian dari keluarga kami, ya..” Gumam Sungmin penuh cinta sambil menatap Wookie yang kelihatan polos.

“ Ahh..” Kudengar suara isakan Jung Soo. Ia membekap mulutnya sambil menangis.

Kutatap istriku pilu. Aku langsung merengkuh satu tangannya dan menggenggamnya.

Ia menatapku. “ Young Woon-ah..”

“ Jung Soo!” Lagi- lagi terdengar suara Yesung.

Kami kembali terfokus dengan drama itu.

“ Lupakan namja itu atau akan kuambil anakmu!”

“ Andwae, appa! Aku akan tetap bersama Young Woon dan Heechul! Aku tak akan melepaskan keluarga kecilku ini!”

“ Jung Soo!”

Aku semakin terhanyut dengan pertunjukan itu. Kenangan saat appa Jung Soo mengancam akan mengambil Heechul dari kami kalau Jung Soo tak mau meninggalkanku dan pulang ke keluarganya.

Tapi Jung Soo tetap memilihku dan Heechul. Inyoung menyuruh kami pergi dari Mokpo dan kami memutuskan tinggal di Seoul. Kota yang cukup padat dan jauh dari Mokpo.  Dan aku memutuskan untuk mengadopsi anak lainnya agar Jung Soo nggak merasa sedih lagi. Tinggal di kota yang tak dikenal sendirian bukanlah hal yang menyenangkan. Kalau kami punya banyak anak, suasananya pasti berbeda.

Adegan langsung mengarah saat aku dan Jung Soo bertengkar beberapa hari yang lalu. Tapi yang jadi tokoh utamanya adalah anak- anak kami.

“ Aku ingin umma pulang..” Gumam Kibum dari atas panggung. “ Aku merindukan appa dan umma.. Aku merindukan kehangatan keluarga kita. Kalau seperti ini, sama saja seperti mati atau dibuang. Aku pernah ditelantarkan orang tuaku saat masih bayi.. Tapi aku nggak mau ditelantarkan lagi sekarang..”

Jung Soo menangis semakin pilu.

“ Jung Soo.. Bukankah harusnya kita sudahi semua ini.” Gumamku.

Sejujurnya, aku nggak sanggup melihat peran anak- anakku karena mereka semua mengunkapkan apa yang mereka rasakan terhadap masalah ini. Hatiku sakit.

Jung Soo menatapku sambil berlinangan air mata. “ Young Woon-ah..”

“ Umma.. Appa..” Gumam Heechul yang sejak tadi berdiri didekat kami tanpa bicara apapun.

Aku dan Jung Soo menatapnya.

Lalu Yesung, Wookie, Kibum dan Kyuhyun ikut turun dari atas panggung dan berjalan kearah kami.

Heechul berdiri disamping saudara- saudaranya yang lain sambil menatap kami.

“ Ada apa dengan kalian?” Tanyaku bingun. Semuanya menatap kami dalam diam.

Bruk! Tiba- tiba disaat yang bersamaan kelima anak- anakku berlutut dihadapan kami sambil menunduk.

“ Kalian!” Aku tersentak tak percaya.

“ Jangan buang kami lagi.. Bukankah sudah cukup kami dibuang oleh orang tua kandung kami. Tolonglah Park Jung Soo.. Kim Young Woon.. Jangan buang kami..” Ucap Heechul sambil menunduk.

Aku tak bisa lagi menahan air mataku. Aku menangis. Ini pertama kalinya aku menangis karena masalah ini. Aku benar- benar namja yang lemah.

“ Bangunlah..” Isak Jung Soo sambil memeluk Heechul.

“ Kami nggak akan berdiri sebelum umma mengubah keputusan umma. Kami akan tetap seperti ini.” Lanjut Yesung tegas.

Kelima anak- anakku menunduk. Sama sekali tak mengankat wajah mereka.

“ Aku.. Aku merindukan umma dan appa lebih dari apapun. Kalian yang paling penting untuk kami. Kumohon kembalilah.. Jangan seperti ini..” Isak Kibum pilu.

“ Kibummie..” Jung Soo menatap Kibum serba salah.

“ Aku mohon!” Seru Wookie. “ Bukankah sudah kukatakan kalau keluarga kita tak akan lengkap kalau kita semua tak lengkap.. Kumohon.. Kembalilah..” Isaknya. Wookie menunduk semakin dalam.

Pertahananku benar- benar hancur sekarang. Kupeluk Wookie, putriku. “ Angkatlah wajahmu..” Gumamku sambil mengangkat wajah putriku yang berlinangan air mata.

“ Appa..” Ia memelukku.

“ Kami semua.. Sangat mencintai umma dan appa..” Bisik Kyuhyun pilu.

Kutatap magnae kami sambil mengusap bahunya. Aku menatap Jung Soo yang masih menangis pilu sambil menutup wajahnya. Aku langsung berdiri dan berjalan kearah Jung Soo. Kupeluk tubuh istriku.

“ Young Woon-ah..” Isaknya.

“ Jung Soo.. Pikirkanlah anak- anak kita.. Apa kau serius ingin berpisah denganku..? Aku tak bisa hidup tanpamu Jung Soo..”

“ Aku.. Aku..” Jung Soo terus terisak. Kali ini ia memelukku.

Kubelai rambutnya lembut. “ Sudahlah Jung Soo.. Aku benar- benar minta maaf. Tapi aku benar- benar nggak mencintai yeojya lain selain dirimu. Percayalah padaku.. Aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun..”

“ Young Woon-ah.. Mianhaeyo..” Jung Soo memelukku semakin erat. “ Aku.. Aku..”

“ Kau tak perlu minta maaf.. Sekarang.. Kau mau kan kembali kerumah..?”

Jung Soo mengangguk dalam pelukanku. “ Aku.. Aku tak akan meninggalkan kalian lagi..” Ia melepaskan pelukanku dan menatap anak- anak kami pilu. “ Maafkan umma.. Apa kalian mau memaafkan umma?”

“ Umma!” Kyuhyun orang pertama yang langsung memeluk Jung Soo. “ Umma tak perlu meminta maaf.. Asalkan umma mau kembali, itu semua sudah cukup!”

“ Kyuhyunnie.. Gomawoyo, chagiya..”

Anak- anakku yang lain memeluk Jung Soo juga aku secara bergantian.

“ Umma.. Appa.. Aku juga ingin menyampaikan pesan.” Gumam Heechul.

Aku dan Jung Soo menatap Heechul.

“ Pesan dari Mokpo. Kalau kalian punya waktu, kunjungilah mereka. Mereka juga sangat merindukan umma dan appa. Mereka sudah memaafkan umma dan appa.” Lanjutnya sambil tersenyum.

“ Kalian pergi ke Mokpo?” Tanya Jung Soo tak percaya.

Heechul mengangguk. “ Umma dan appa selalu ada untuk kami. Jadi kami akan melakukan apapun agar kalian bisa bersama lagi. Dan kami berhasil.”

Jung Soo tersenyum lalu memeluk Heechul. “ Gomawo.. Aku sangat menyayangi kalian.. Aku tak akan membuat kalian terluka lagi.. Aku akan menjadi umma yang lebih baik lagi..”

“ Arasseo, umma..” Heechul balas memeluk Jung Soo.

Kuhapus air mataku sambil menatap istri dan anak- anakku. Tuhan, aku bersyukur kau memilihkan istri seperti Jung Soo dan anak- anak seperti mereka. Aku berjanji tak akan mengecewakan keluargaku lagi.

Kupeluk Jung Soo erat. “ Saranghae, chagiya..”

“ Nado, Young Woon-ah..”

~Fin~

9 thoughts on “Still A Family (Chapter 2/2)

  1. endingnya bikin terharu :’)
    ya ampun! Itu pengorbanan anak-anaknya Jungsoo & Young Woon luar biasa banget! #terharu
    sayang aku ga bisa ngelakuin itu untuk ortuku.ckck
    keren eon! Aku suka yang genrenya family gini :’)

  2. “jangan buang kami. Bukankah sudah cukup kami dibuang orang tua kandung kami?” nangis bacanya, langsung nancep di hati

  3. hwaaa. . . Hiks. .hiks. . . Ceritanya pilu banget. . . Ampek nangis bacanya T.T
    #unn, di ff ini ada sdikit typo.pas bagian jung so mau ke kampus liat pameran => ( Aku langsung memanggil taksi
    dan *menuruh sopirnya
    mengantarkanku ke universitas
    Sangji.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s